Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN RESMI PRAKTEK

LABORATORIUM MIKROBIOLOGI

Oleh :

Didik Ferry Pratama


PRODI D3 KEPERAWATAN

Sekolah Tinggi Ilmu kesehatan Karya Husada


Pare – Kediri
Pengertian

DEFINISI LABORATORIUM :

Laboratorium adalah Laboratorium kesehatan merupakan


keseluruhan proses penyelenggaraan pelayanan masyarakat
akan kebutuhan jasa pemeriksaan laboratorium yang
dilaksanakan oleh sejumlah petugas kesehatan secara efektif dan
efisien agar dicapai suatu peningkatan derajat kesehatan
masyarakat yang optimal

LATAR BELAKANG

Laporan laboratorium mikrobiologi ini membahas tentang


sampling vene dengan jarum dan spuit dengan hasil darah yang
diambil keluar. Penentuan golongan darah seseorang yang
berdasarkan penentuan jenis antigen pada permukaan sel darah
merah dengan hasil jika seseorang bergolongan darah A maka
mengandung anti A dan anti AB. Jika seseorang bergolongan
darah B maka mengandung anti B dan AB.
jika seseorang bergolongan darah AB maka mengandung anti
A,B,AB, jika seseorang bergolongan darah O maka tidak
mengandung anti A, B, AB. Tes HB bertujuan untuk mengetahui
kadar Hb dengan hasil normal laki – laki 12 – 16 gr/dL, dan pada
perempuan 11 – 16 gr/dL. Dan bagaimana cara menggunakan
mikroskop yang bertujuan untuk melihat yang bertujuan untuk
melihat benda – benda kecil yang tak tampak oleh mata
telanjang.

RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana cara mengambil sampling vena?


2. Bagaimana cara menentukan golongan darah?
3. Bagaimana cara mengetes HB?
4. Bagaimana cara menggunakan mikroskop?

TUJUAN

Pembuatan makalah ini bertujuan tentang bagaimana cara


mengambil sampling vena, menentukan golonga darah, mngetes
Hb, dan menggunakan mikroskop.Praktek Laboratorium
BAB II

PEMBAHASAN

Sampling vena
- Tujuan untuk mengambil darah vena dengan jarum dan spuit
- Alat :
1. Alkohol 70 %
2. Kapas
3. Jarum steril
4. Spuit
5. Tourni quet

Prosedur

1. Menentukan berapa ml darah yang diperlukan untuk tes


2. Menyiapkan alat
3. Mencuci tangan sebelum meakukan tindakan
4. Menyuruh pasien dengan posisi duduk dan mengulurkan tangannya serta
membebaskan daerah yang akan disuntik dari pakaian
5. Menentukan tempat daerah vena yang akan diambil
6. Mengontrol spuit dengan menarik dan memeasukan torak serta memasang
kan jarum pada spuit dengan ujung jarum menghadap ke atas
7. Memasang tourniquet pada lengan atas
8. Menyuruh pasien mengepal dan membuka tanganya berkali – kali agar vena
terlihat jelas
9. Merasakan daerah vena vena yang akan di tusuk dengan jari telunjuk / manis
tangan kiri
10. Darah vena yang akan diambil dibersikan dengan kapas alkohol 70 %
11. Melakukan penusukan dengan lubang jarum menghadap ke atas pada spuit
kemudian memasukan kedalam pembuluh darah vena dengan pergelangan
vena.
12. Darah yang sudah kelihatan keluar maka ibu jari tangan kiri memegang ujung
spuit dan 4 jari yang lain menahan siku sedangkan tangan kanan menarik
torak.
13. Darah yang kita perlukan sudah cukup, maka tourniquet dilepas
14. Mengeluarkan spuit dan mengeluarkan penekanan pada daerah penusukan
dengan kapas alkohol 70 %
15. Menyuruh pasien untuk menekan kapas pada daerah yang terluka.

HASIL : 1. Pasien : Fiktor (Darah yang diambil keluar)


2. Pasien : Fany (Darah yang diambil keluar)

Penentuan golongan darah


- Tujuan : untuk mengetahui golongan darah seseorang berdasarkan
penentuan jenis antigen pada permukaan sel darah merah.
- Alat :

1. Objek glass
2. Kapas
3. Pipet tetes
4. Blood lancet
- Reagen

1. Alkohol 70 %
2. Antisera A
3. Antisera B
4. Antisera AB

Prosedur

1. Menyediakan objek glass yang bersih dan kering


2. Meneteteskan satu tetes antisera A , B , AB pada tempat terpisah
3. Menambahkan stetes darah pada ketiga tempat tersebut.
4. Mengaduk dan membaca adanya aglutinisasi

Interpretasi Data

Aglutinasi Aglutinasi Aglutinasi Golongan


Anti A Anti B Anti AB Darah
+ - + A
- + + B
+ + + AB
- - - O
Pasien : Febriani
Golongan Darah: O
Alasan : Karena tidak mengandung anti A, B, AB

Pasien : Erwin
Golongan darah : A
Alasan : Mengandung anti A dan tidak mengandung anti B,AB

TES HEMOGLOBIN
Tujuan : Untuk mengetahui kadar HB

Alat : 1. Standart warna

2. Pengaduk

3. Tabung Hb

4. Pipet Hb

5. Selang Hb untuk menghisab

6. Autoklik untuk mengambil darah

Bahan : 1. Alkohol 70%

2. Block Lansep

3. HCL 0,01n untuk pereaksi dan pengencer darah

4. Aquades untuk pengencer

5. Kapas

Prosedur :

1. Mengambil HCl 0,1n sampai tanda 2 ketabung Hb yang berwarna kuning


2. Melakukan puncit pembuluh darah kapiler yang sudah di desinfektan alcohol
3. Darah yang keluar pertama di usap dengan kapas kering
4. Mengambil darah yang keluar dengan menggunakan pipet Hb sampai tanda
garis 20 cmm
5. Menghisap darah dan memasukannya ke dasar tabung Hb yang sudah ada
HCl nya
6. Darah di dalam tabung Hb di tambah dengan aquades pelan – pelan dan
diaduk, kemudian menyamakan dengan standart warna ke lampu
Harga normal laki – laki : 12 – 16 gr/dL

Harga normal perempuan : 11 – 16 gr/dL

Hasil Pemeriksaan Hemoglobin :

1. Pasien : Erwin
Hasil : 11 gr/dL
2. Pasien : Fiktor
Hasil : 12 gr/dL

Penggunaan mikroskop
Tujuan : untuk melihat mikroorganisme yang tidak tampak oleh mata telanjang.

Alat : - Mikroskop

- Sediaan ( Tl. Ascaris lumbricoides,fasiola hepatica larva)

Bagian – bagian mikroskop

- Lensa okuler
fungsi untuk memperbesar yang dibentuk oleh lensa obyektif
- Tabung mikroskop
Untuk mengatur focus, dapat dinaikan dan di turunkan
- Tombol pengatur focus kasar
Untuk mencari focus bayangan objek secara cepat sehingga tabung
mikroskop turun dan naik dengan cepat
- Tombol pengatur focus halus
Untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat, sehingga tabung
mikroskop turun atau naik secara lambat
- Revolver
Untuk memilih lensa obyektif yang akan digunakan
- Lensa objektif
Untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang
diamati.Umumnya ada 3 lensa objektif dengan pembesaran 4x,10x dan 40x.
- Lengan mikroskop
Untuk pegangan saat membawa mikroskop
- Meja preparat
Untuk meletakkan objek (benda) yang akan di amati
- Penjepit objek glass
Untuk menjepit preparat di atas meja preparat agar preparat tidak bergeser.
- Kondensor
Merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya
yang masuk dalam mikroskop
- Diafragma
Berupa lubang-lubang yang ukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada
meja objek. Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan
masuk mikroskop
- Reflector / cermin
Untuk memantulkan dan mengarahkan cahaya ke dalam mikroskop. Ada 2
jenis cermin, yaitu datar dan cekung. Bila sumber cahaya lemah, misalkan
sinar lampu,digunakan cermin cekung tetapi bila sumber cahaya kuat,
misalnya sinar matahari yang menembus ruangan, gunakan cermin datar.
- Kaki mikroskop
Untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri di atas meja.

Prosedur

1. Meletakan mikroskop diatas meja yang datar dan dalam posisi yang tegak.
2. Mencari sumber cahaya dengan menggunakan cermin dengan cara :
a. Objektif 5x / 10x diganti dengan objektif 40x / 45x dan menempatkannya
dilubang stage.
b. Kondensor dinaikan setengah
c. Diafragma dibuka setengah
d. Menempatkan mata di lensa okuler
e. Memutar cermin sampai mendapatkan lapang pandang yang terang
(putih)
3. Kemudian meletakan sediiaan pada meja sediaan dan menjepitnya dengan
penjepit sediaan.
4. Menurunkan lensa obyektif sampai menyentuh sediaan (dg makrometer)
5. Mencari bayangan benda dengan cara menaikan obyektif dengan
mengguanakan makrometer secara perlahan
6. Setelah bayangan benda terfokus memutar micrometer sampai bayangan
benda terlihat jelas.
GAMBAR PENGAMATAN

1. TL. Ascaris lumbricoides 2. Fasiola Hepatica Larva