Anda di halaman 1dari 24

NAMA : Robertus Ervan Hermanto

NIM : 4201151132

MATAKULIAH : Mesin – Mesin Kalor

1) Jelaskan macamx energi yang anda ketahui


2) Apa yg anda ketahui tentang motor pembakarn dalam
3) Jelakan 4 langkah kerja moto dalam
4) Bagaimana menghitung daya dan efisiensi mesin pada motor pembakarn
dalam
5) Apa yg anda ketahui tentang turbin gas
6) Jelaskan prinsip kerja turbin gas
7) Jelaskan dan gambarkan siklus kerja p ada macamx turbin tubin
8) Jekaskan komponen turbin gas
9) Apa yang anda ketahui tentang turbin uap
10) Jelaskan Skema turbin uap dibawah ini

11) Jelaskan prinsip kerja dari turin gas . . . . ?


12) Jelaskan komponen-komponen utama dari turbin gas ! Kemudian jelaskan
fungsi dari masing-masing komponen !
13) Jelaskan persamaan dan perbedaan antara motor bakar dan turbin gas
14) Jelaskan keuntungan dari pemakaian turbin gas sebagai penggerak
pesawat terbang ?
15) Mengapa motor bakar untuk saat ini tidak dipakai sebagi penggerak turbin
gas.
16) Jelaskan macam-macam turbin gas ?
17) Jelaskan persyaratan yang harus ada pada bahan bakar untuk turbin gas?

Jwab :

1. Macam-Macam Energi dan Contohnya

Energi Kimia

Kembang api sebagai contoh energi kimia


Energi kimia adalah energi yang dilepaskan selama reaksi kimia. Contoh sumber
energi kimia adalah bahan makanan yang kita makan. Bahan makanan yang kita
makan mengandung unsur kimia. Dalam tubuh kita, unsur kimia yang terkandung
dalam makanan mengalami reaksi kimia. Selama proses reaksi kimia, unsur-unsur
yang bereaksi melepaskan sejumlah energi kimia. Energi kimia yang dilepaskan
berguna bagi tubuh kita untuk membantu kerja organ-organ tubuh, menjaga suhu
tubuh, dan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. 
Contoh energi kimia lainnya adalah pada peristiwa menyalanya kembang api.
Energi kimia yang terkandung dalam bahan bakar jenis ini sangat besar sehingga
dapat digunakan untuk menggerakkan mobil, pesawat terbang, dan kereta api.

Energi Listrik
Baterai sebagai contoh energi listrik
Lampu senter yang kita gunakan dapat menyala karena ada energi listrik yang
mengalir pada lampu. Energi listrik terjadi karena adanya muatan listrik yang
bergerak. Muatan listrik yang bergerak akan menimbulkan arus listrik. Energi
listrik banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya sebagai
penerangan. Energi listrik juga dapat digunakan untuk menggerakkan mesin-
mesin. Energi listrik yang biasa kita gunakan dalam rumah tangga berasal dari
pembangkit listrik. Pembangkit listrik tersebut menggunakan berbagai sumber
energi, seperti air terjun, reaktor nuklir, angin, atau matahari. Energi listrik yang
dihasilkan oleh pembangkit listrik sangat besar. Untuk menghasilkan sumber
energi listrik yang lebih kecil, kita dapat menggunakan aki, baterai, dan generator.

Energi Bunyi

Lonceng sebagai contoh energi bunyi


Bunyi dihasilkan dari benda yang bergetar. Ketika kita mendengar bunyi guntur
yang sangat keras, terkadang kaca jendela rumah kita akan ikut bergetar. Hal ini
disebabkan bunyi sebagai salah satu bentuk energi merambatkan energinya
melalui udara. Sebenarnya ketika terjadi guntur, energi yang dimiliki guntur tidak
hanya mengenai kaca rumah tetapi mengenai seluruh bagian rumah. Akan tetapi,
energi yang dimiliki Guntur tidak cukup besar untuk menggetarkan bagian rumah
yang lainnya.
Energi Kalor (Panas)

Api unggun sebagai contoh energi panas


Masih ingatkah kamu apa yang dimaksud dengan kalor? Kalor merupakan salah
satu bentuk energi yang dapat mengakibatkan perubahan suhu maupun perubahan
wujud zat. Energi kalor biasanya merupakan hasil sampingan dari perubahan
bentuk energi lainnya. Energi kalor dapat diperoleh dari energi kimia, misalnya
pembakaran bahan bakar. Energi kalor juga dapat dihasilkan dari energi kinetik
benda-benda yang bergesekan. Sebagai contoh, ketika kamu menggosok-
gosokkan telapak tanganmu maka kamu akan merasakan panas pada telapak
tanganmu.

Energi Cahaya

Lampu senter sebagai contoh energi cahaya


Matahari merupakan salah satu sumber energi cahaya. Energi cahaya dapat
diperoleh dari benda-benda yang dapat memancarkan cahaya, misalnya api dan
lampu. Energi cahaya biasanya disertai bentuk energi lain seperti energi kalor
(panas). Bahkan dengan menggunakan sel surya, energi yang dipancarkan oleh
matahari dapat diubah menjadi energi listrik.

Energi Pegas

Macam-macam Energi : Energi Pegas 


Semua benda yang elastis atau lentur memiliki energi pegas. Contoh benda elastic
antara lain pegas, per, busur panah, trampolin, dan ketapel. Jika kamu menekan,
menggulung, atau meregangkan sebuah benda elastis, setelah kamu melepaskan
gaya yang kamu berikan maka benda tersebut akan kembali ke bentuk semula.
Ketika benda tersebut kamu beri gaya maka benda memiliki energi potensial.
Ketika gaya kamu lepaskan, energi potensial pada benda berubah menjadi energi
kinetik.
  
Energi Nuklir

Energi nuklir merupakan energi yang dihasilkan selama reaksi nuklir. Reaksi
nuklir terjadi pada inti atom yang pecah atau bergabung menjadi inti atom yang
lain dan partikel-partikel lain dengan melepaskan energi kalor. Reaksi nuklir
terjadi di matahari, reaktor nuklir, dan bom nuklir. Energi yang ditimbulkan dalam
reaksi nuklir sangat besar, oleh karena itu energi nuklir dapat digunakan sebagai
pembangkit listrik.

Energi Mekanik

Mengapa kaki kita terasa sakit saat kejatuhan buah apel dari atas pohon? Hal itu
disebabkan buah apel yang berada di atas pohon memiliki energi. Buah apel yang
jatuh dari pohonnya memiliki energi mekanik. Pada saat buah apel masih berada
di pohon, energi mekaniknya sama dengan energi potensialnya. Ketika buah apel
tersebut jatuh sampai di tanah, energi mekaniknya sama dengan energi kinetiknya.
Besarnya energi mekanik merupakan penjumlahan antara besarnya energi kinetik
dengan energi potensial.
Energi mekanik adalah energi yang dimiliki suatu benda karena sifat geraknya.
Energi mekanik terdiri dari energi potensial dan energi kinetik.
Secara matematis dapat dituliuskan :

Em = Ep + Ek

dimana Em = Energi Mekanik

Energi Potensial

Energi potensial adalah energi yang dimiliki benda karena posisinya (kedudukan)
terhadap suatu acuan.
 
Sebagai contoh sebuah batu yang kita angkat pada ketinggian tertentu memiliki
energi potensial, jika batu kita lepas maka batu akan melakukan kerja yaitu
bergerak ke bawah atau jatuh. Jika massa batu lebih besar maka energi yang
dimiliki juga lebih besar, batu yang memiliki energi potensial ini karena gaya
gravitasi bumi, energi ini disebut energi potensial bumi.
 
Energi potensial bumi tergantung pada massa benda, gravitasi bumi dan
ketinggian benda. Sehingga dapat dirumuskan:
Ep = m.g.h

dimana :
Ep = Energi potensial
m = massa benda
g = gaya gravitasi
h = tinggi benda

Energi Kinetik

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda karena geraknya. Makin besar
kecepatan benda bergerak makin besar energi kinetiknya dan semakin besar massa
benda yang bergerak makin besar pula energi kinetik yang dimilikinya.
Secara matematis dapat dirumuskan:
Ek = 1/2 ( m.v2 )
dimana :
Ek = Energi kinetik
m = massa benda
v = kecepatan benda 

2. Mesin pembakaran dalam adalah sebuah mesin yang sumber tenaganya


berasal dari pengembangan gas-gas panas bertekanan tinggi hasil pembakaran
campuran bahan bakar dan udara, yang berlangsung di dalam ruang tertutup
dalam mesin, yang disebut ruang bakar (combustion chamber).
"Mesin pembakaran dalam" sendiri biasanya merujuk kepada mesin yang
pembakarannya dilakukan secara berselang-seling. Yang termasuk dalam mesin
pembakaran dalam adalah mesin empat tak dan mesin dua tak, dan beberapa tipe
mesin lainnya, misalnya mesin enam tak dan juga mesin wankel. Selain itu, mesin
jet dan beberapa mesin roket termasuk dalam mesin pembakaran dalam.

3. 1. Langkah hisap – cara kerja motor 4 tak


Langkah yang pertama dalam cara kerja motor 4 tak adalah langkah hisap.
Langkah ini bertujuan untuk memasukkan campuran udara dan bahan bakar
kedalam silinder. Langkah hisap ini juga disebut dengan intake stroke. Pada
saat mesin mengalami langkah ini maka yang terjadi adalah :

 Katup hisap terbuka dan katup buang tertutup


 Piston bergerak turun dari TMA (Titik mati atas) ke TMB (Titik mati
bawah)
 Campuran udara dan bahan bakar akan masuk kedalam ruang bakar dalam
silinder

Pada langkah hisap ini katup hisap dalam kondisi membuka, dan torak
bergerak turun sehingga campuran udara dan bahan bakar akan terhisap yang
kemudian masuk kedalam ruang bakar (silinder mesin).

Kenapa udara dan bahan bakar bisa masuk kedalam ruang bakar? Alasannya
adalah ketika kondisi katup terbuka dan piston atau torak ini bergerak turun
maka ruangan yang berada di atas piston menjadi vakum (tekanannya
rendah/dibawah 1 atm) sehingga campuran udara dan bahan bakar yang
memiliki tekanan lebih tinggi (kurang lebih 1 atmosfir) akan masuk kedalam
silinder.

Ada juga yang mengatakan terhisap masuk ke dalam silinder. Ini juga sesuai
dengan hukum alam bahwa udara akan berhembus dari tekanan rendah ke
tekanan tinggi. Logikanya hampir sama dengan pada saat anda minum air
dengan sedotan.

2. Langkah kompresi (compression) – cara kerja motor 4 tak

Langkah selanjutnya setelah langkah hisap adalah langkah kompresi. Langkah


ini bertujuan agar tekanan dari campuran dan bahan bakar meningkat,
sehingga akan lebih mudah terbakar dan tenaga yang dihasilkan dapat lebih
besar / maksimal. Pada langkah kompresi yang terjadi adalah :

 Kedua katup (katup hisap dan buang) dalam keadaan menutup


 Piston bergerak naik dari TMB ke TMA
 Campuran udara dan bahan bakar ditekan (dimampatkan) sehingga
tekanannya naik

Poros engkol sudah berputar satu kali (360 derajat) untuk melakukan 2
langkah (langkah hisap dan langkah kompresi).    
3. Langkah usaha – cara kerja motor 4 tak

Setelah langkah kompresi maka akan lanjut kedalam langkah usaha. Langkah
ini merupakan langkah yang akan menghasilkan tenaga untuk menggerakkan
kendaraan. Pada langkah ini yang terjadi adalah :

 Kedua katup dalam keadaan menutup


 Busi (spark plug) memercikkan bunga api
 Terjadi ledakan yang membuat piston bergerak turun dari TMA ke TMB

Di dalam kendaraan tertuama pada sistem pengisian dikenal komponen yang


namanya busi. Busi atau spark plug ini berfungsi untuk memercikkan bunga
api guna membakar campuran udara dan bahan bakar yang telah dikompresi.
Busi akan memercikkan bunga api sesaat beberapa derajat sebelum piston
mencapai TMA (sebelum akhir langkah kompresi).

Setelah busi meloncatkan bunga api, maka campuran udara dan bahan bakar
akan meledak dan menghasilkan usaha yang besar, piston pun bergerak turun.
Dari langkah usaha ini tenaga yang dihasilkan akan dirubah sedemikian rupa
untuk menggerakkan kendaraan.

Tenaga yang dihasilkan juga membuat piston dapat bergerak naik turun untuk
menyelesaikan satu siklusnya (artinya dalam langkah hisap, langkah
kompresi, langkah buang piston bergerak karena adanya tenaga yang
dihasilkan pada saat langkah usaha).

4. Langkah buang – cara kerja motor 4 langkah

Setelah melakukan langkah usaha maka selanjutnya adalah langkah buang.


Langkah ini bertujuan untuk membuang sisa-sisa gas hasil pembakaran.
Dalam langkah ini yang terjadi adalah :

 Katup hisap menutup dan katup buang membuka


 Piston bergerak naik dari TMB ke TMA
 Gas buang sisa hasil pembakaran akan keluar dan dibuang melalui
knalpot.

Dalam langkah ini gas sisa hasil pembakaran akan disalurkan melalui exhaust
manifold dan akhirnya akan keluar ke udara bebas melalui knalpot. Pada
langkah usaha dan buang, poros engkol berputar 1 putaran. Jadi kalau ditotal
dalam satu siklus poros engkol akan berputar 2 kali untuk motor 4 tak. Setelah
melakukan langkah buang ini, akan kembali lagi ke langkah hisap, dan begitu
seterusnya.

Untuk memahami lebih lanjut, silahkan perbanyak membaca artikel-artikel


tentang cara kerja. Tetapi sebelumnya pahami terlebih dahulu nama dan
fungsi dari setiap komponen mesin. Baru bisa paham tentang cara kerja.

4. Torsi Mesin
Torsi adalah ukuran kemampuan mesin untuk melakukan kerja, jadi torsi adalah
suatu energi. Besaran torsi adalah besaran turunan yang biasa digunakan untuk
menghitung energi yang dihasilkan dari benda yang berputar pada porosnya.
Adapun perumusan dari torsi adalah sebagai berikut. Apabila suatu benda
berputar dan mempunyai besar gaya sentrifugal sebesar F, benda berputar pada
porosnya dengan jari-jari sebesar b, dengan data tersebut torsinya adalah:
T = F x b (N.m)
dimana:
T=Torsibenda berputar (N.m)
F= adalah gaya sentrifugal dari benda yang berputar (N)
b= adalah jarak benda ke pusat rotasi (m)
Karena adanya torsi inilah yang menyebabkan benda berputar terhadap porosnya,
dan benda akan berhenti apabila ada usaha melawan torsi dengan besar sama
dengan arah yang berlawanan.

Pada motor bakar untuk mengetahui daya poros harus diketahui dulu torsinya.
Pengukuran torsi pada poros motor bakar menggunakan alat yang
dinamakan Dinamometer. Prinsip kerja dari alat ini adalah dengan memberi
beban yang berlawanan terhadap arah putaran sampai putaran mendekati 0 rpm,
Beban ini nilainya adalah sama  dengan torsi poros. Dapat dilihat dari gambar
diatas adalah prinsip dasar dari dinamometer. Dari gambar diatas dapat dilihat
pengukuran torsi pada poros ( rotor) dengan prinsip pengereman dengan stator
yang dikenai beban sebesar w. Mesin dinyalakan kemudian pada poros
disambungkan dengan dinamometer. Untuk megukur torsi mesin pada poros
mesin diberi rem yang disambungkan dengan w pengereman atau pembebanan.
Pembebanan diteruskan sampai poros mesin hampir berhenti berputar. Beban
maksimum yang terbaca adalah gaya pengereman yang besarnya sama dengan
gaya putar poros mesin F. Dari definisi disebutkan bahwa perkalian antara gaya
dengan jaraknnya adalah sebuah torsi, dengan difinisi tersebut Tosi pada poros
dapat diketahui dengan rumus:

T = w x b (Nm)

Dengan

T = adalah torsi mesin (Nm)


w = adalah beban (N)
b= adalah jarak pembebanan dengan pusat perputaran (m)
Ingat  w (beban/berat) disini kita  bedakan dengan massa (m), kalau massa
satuan kg, adapun beban disini adalah gaya berat dengan satuan N yang
diturunkan dari W=mg
Pada mesin sebenarnya pembebanan adalah komponen-komponen mesin sendiri
yaitu asesoris mesin ( pompa air, pompa pelumas, kipas radiator), generator listrik
(pengisian aki, listrik penerangan, penyalan busi), gesekan mesin dan komponen
lainnya.
Dari perhitungan torsi diatas dapat diketahui jumlah energi yang dihasikan mesin
pada poros. Jumlah energi yang dihasikan mesin setiap waktunya adalah yang
disebut dengan daya mesin. Kalau energi yang diukur pada poros mesin dayanya
disebut daya poros.

Daya Mesin (Power)

Sedangkan power yang dihitung dengan satuan kW (Kilo watts) atau Horse Power
(HP) mempunyai hubungan erat dengan torque. Power dirumuskan sbb :
Power = torque x angular speed.
Rumus diatas adalah rumus dasarnya, pada engine maka rumusnya menjadi :
Power = torque x 2 phi x rotational speed (RPM).
Untuk mengukur Power (kW) adalah sbb :
Power (kW) = torque (Nm) x 2 phi x rotational speed (RPM) / 6000
6000 dapat diartikan adalah 1 menit = 60 detik, dan untuk mendapatkan kw =
1000 watt.
sedangkan untuk mengukur Power (HP) adalah sbb :
Power (HP) = torque (lbf. ft) x rotational speed (RPM) / 5252
Pada motor bakar, daya dihasilkan dari proses pembakaran didalam silinder dan
biasanya disebut dengan daya indiaktor. Daya tersebut dikenakan pada torak yang
bekerja bolak balik didalam silinder mesin. Jadi didalam silinder mesin, terjadi
perubahan energi dari energi kimia bahan bakar dengan proses pembakaran
menjadi energi mekanik pada torak. Daya indikator adalah merupakan sumber
tenaga persatuan waktu operasi mesin untuk mengatasi semua beban mesin.
Mesin selama bekerja mempunyai komponen-komponen yang saling berkaitan
satu dengan lainnya membentuk kesatuan yang

kompak.  Komponen-komponen
mesin juga merupakan beban yang harus diatasi daya indikator. Sebagai contoh
pompa air untuk sistim pendingin, pompa pelumas untuk sistem pelumasan, kipas
radiator, dan lain lain, komponen ini biasa disebut asesoris mesin. Asesoris ini
dianggap parasit bagi mesin karena mengambil daya dari daya indikator.
Disamping komponen-komponen mesin yang menjadi beban, kerugian karena
gesekan antar komponen pada mesin juga merupakan parasit bagi mesin, dengan
alasan yang sama dengan asesoris mesin yaitu mengambil daya indikator. Seperti
pada gambar diatas terlihat bahwa daya untuk meggerakan asesoris dan untuk
mengatsi gesekan adalah 5% bagian. Untuk lebih mudah pemahaman dibawah ini
dalah perumusan dari masing masing daya. Satuan daya menggunakan HP( hourse
power)
Ne = Ni − (Ng + Na) ( HP)
dengan
Ne = adalah daya efektif atau daya poros ( HP)
Ni = adalah daya indikator ( HP)
Ng = adalah kerugian daya gesek ( HP)
Na = adalah kerugian daya asesoris ( HP)

5. Turbin gas adalah sebuah mesin berputar yang mengambil energi dari arus


gas pembakaran. Dia memiliki kompresor naik ke-atas dipasangkan
dengan turbin turun ke-bawah, dan sebuah bilik pembakaran di-tengahnya.
Energi ditambahkan di arus gas di pembakar, di mana udara dicampur
dengan bahan bakar dan dinyalakan. Pembakaran
meningkatkan suhu, kecepatan dan volume dari aliran gas. Kemudian diarahkan
melalui sebuah penyebar (nozzle) melalui baling-baling turbin, memutar turbin dan
mentenagai kompresor.
Energi diambil dari bentuk tenaga shaft, udara terkompresi dan dorongan, dalam
segala kombinasi, dan digunakan untuk mentenagai pesawat
terbang, kereta, kapal, generator, dan bahkan tank.

6. Prinsip kerja dari turbin gas tidak jauh berbeda dengan turbin-turbin yang lain.
Putaran rotor turbin diakibatkan oleh adanya energi panas yang bertekanan dan
melewati sudu-sudu turbin. Energi panas ini tentunya didapatkan dari hasil
pembakaran natural gas dengan udara sesaat sebelum masuk turbin. 
Turbin gas menggunakan udara atmosfer sebagai salah satu media kerjanya. Udara
masuk melalui sisi inlet akibat terhisap oleh compressor lalu compressor
memampatkan udara hingga mencapai tekanan tertentu lalu udara bertekanan ini
masuk ke combustion chamber (ruang bakar). Di ruang bakar inilah akan di-
injeksikan fluida bahan bakar sehingga terjadi proses pembakaran dengan udara dan
menghasilkan ledakan. semakin tinggi tekanan yang dihasilkan compressor maka
ledakan hasil pembakaran juga akan semakin tinggi. Dari hasil ledakan ini, volume
fluida akan meningkat karena proses pemanasan yang sangat cepat dan
mengakibatkan fluida berekspansi ke sisi turbin. Tepat setelah itu, turbin akan
menyerap beberapa energi fluida yang dibutuhkan untuk menggerakkan compressor.
sekarang bagian terakhir dimana fluida dengan energi tinggi diperluas di bagian
nozzle untuk menghasilkan Jet Kecepatan Tinggi.

7. Siklus – Siklus Turbin Gas


Tiga siklus turbin gas yang dikenal secara umum yaitu:
Siklus Ericson
Merupakan siklus mesin kalor yang dapat balik (reversible) yang terdiri dari dua
proses isotermis dapat balik (reversible isotermic) dan dua proses isobarik dapat
balik (reversible isobaric). Proses perpindahan panas pada proses isobarik
berlangsung di dalam komponen siklus internal (regenerator), di mana effisiensi
termalnya adalah: hth = 1 – T1/Th, di mana T1 = temperatur buang dan Th =
temperatur panas.
Siklus Stirling
Merupakan siklus mesin kalor dapat balik, yang terdiri dari dua proses isotermis
dapat balik (isotermal reversible) dengan volume tetap (isokhorik). Efisiensi
termalnya sama dengan efisiensi termal pada siklus Ericson.
Siklus Brayton
Siklus ini merupakan siklus daya termodinamika ideal untuk turbin gas, sehingga
saat ini siklus ini yang sangat populer digunakan oleh pembuat mesin turbine atau
manufacturer dalam analisis untuk performance upgrading. Siklus Brayton ini
terdiri dari proses kompresi isentropik yang diakhiri dengan proses pelepasan
panas pada tekanan konstan.

8. Turbin gas tersusun atas komponen-komponen utama seperti air inlet section,


compressor section, combustion section, turbine section, dan exhaust
section. Sedangkan komponen pendukung turbin gas adalah starting equipment,
lube-oil system, cooling system, dan beberapa komponen pendukung lainnya.
Berikut ini penjelasan tentang komponen utama turbn gas:
1. Air Inlet Section. Berfungsi untuk menyaring kotoran dan debu yang
terbawa dalam udara sebelum masuk ke kompresor. Bagian ini terdiri dari:
1. Air Inlet Housing, merupakan tempat udara masuk dimana
didalamnya terdapat peralatan pembersih udara.
2. Inertia Separator, berfungsi untuk membersihkan debu-debu atau
partikel yang terbawa bersama udara masuk.
3. Pre-Filter, merupakan penyaringan udara awal yang dipasang pada
inlet house.
4. Main Filter, merupakan penyaring utama yang terdapat pada
bagian dalam inlet house, udara yang telah melewati penyaring ini
masuk ke dalam kompresor aksial.
5. Inlet Bellmouth, berfungsi untuk membagi udara agar merata pada
saat memasuki ruang kompresor.
6. Inlet Guide Vane, merupakan blade yang berfungsi sebagai
pengatur jumlah udara yang masuk agar sesuai dengan yang
diperlukan
2. Compressor Section. Komponen utama pada bagian ini adalah aksial flow
compressor, berfungsi untuk mengkompresikan udara yang berasal dari
inlet air section hingga bertekanan tinggi sehingga pada saat terjadi
pembakaran dapat menghasilkan gas panas berkecepatan tinggi yang dapat
menimbulkan daya output turbin yang besar. Aksial flow compressor
terdiri dari dua bagian yaitu:
1. Compressor Rotor Assembly. Merupakan bagian dari kompresor
aksial yang berputar pada porosnya. Rotor ini memiliki 17 tingkat
sudu yang mengompresikan aliran udara secara aksial dari 1 atm
menjadi 17 kalinya sehingga diperoleh udara yang bertekanan
tinggi. Bagian ini tersusun dari wheels, stubshaft, tie bolt dan sudu-
sudu yang disusun kosentris di sekeliling sumbu rotor.
2. Compressor Stator. Merupakan bagian dari casing gas turbin yang
terdiri dari:
1. Inlet Casing, merupakan bagian dari casing yang
mengarahkan udara masuk ke inlet bellmouth dan
selanjutnya masuk ke inlet guide vane.
2. Forward Compressor Casing, bagian casing yang
didalamnya terdapat empat stage
kompresor blade.
3. Aft Casing, bagian casing yang didalamnya terdapat
compressor blade tingkat 5-10.
4. Discharge Casing, merupakan bagian casing yang
berfungsi sebagai tempat keluarnya
udara yang telah dikompresi.
3.Combustion Section. Pada bagian ini terjadi proses pembakaran antara
bahan bakar dengan fluida kerja yang berupa udara bertekanan tinggi dan
bersuhu tinggi. Hasil pembakaran ini berupa energi panas yang diubah
menjadi energi kinetik dengan mengarahkan udara panas tersebut ke
transition pieces yang juga berfungsi sebagai nozzle. Fungsi dari
keseluruhan sistem adalah untuk mensuplai energi panas ke siklus turbin.
Sistem pembakaran ini terdiri dari komponen-komponen berikut yang
jumlahnya bervariasi tergantung besar frame dan penggunaan turbin gas.
Komponen-komponen itu adalah :
1. Combustion Chamber, berfungsi sebagai tempat terjadinya
pencampuran antara udara yang telah dikompresi dengan bahan
bakar yang masuk.
2. Combustion Liners, terdapat didalam combustion chamber yang
berfungsi sebagai tempat berlangsungnya pembakaran.
3. Fuel Nozzle, berfungsi sebagai tempat masuknya bahan bakar ke
dalam combustion liner.

4. Ignitors (Spark Plug), berfungsi untuk memercikkan bunga api ke


dalam combustion chamber
sehingga campuran bahan bakar dan udara dapat terbakar.
5. Transition Fieces, berfungsi untuk mengarahkan dan membentuk
aliran gas panas agar sesuai
dengan ukuran nozzle dan sudu-sudu turbin gas.
1. Cross Fire Tubes, berfungsi untuk meratakan nyala api pada semua
combustion
chamber.
2. Flame Detector, merupakan alat yang dipasang untuk mendeteksi
proses pembakaran
terjadi.
4. Turbin Section. Turbin section merupakan tempat terjadinya
konversi energi kinetik menjadi
energi mekanik yang digunakan sebagai penggerak compresor
aksial dan perlengkapan lainnya.
Dari daya total yang dihasilkan kira-kira 60 % digunakan untuk
memutar kompresornya sendiri,
dan sisanya digunakan untuk kerja yang dibutuhkan.
Komponen-komponen pada turbin section adalah sebagai berikut :
3. Turbin Rotor Case
4. First Stage Nozzle, yang berfungsi untuk mengarahkan gas panas
ke first stage turbine
wheel.
5. First Stage Turbine Wheel, berfungsi untuk mengkonversikan
energi kinetik dari aliran
udara yang berkecepatan tinggi menjadi energi mekanik
berupa putaran rotor.
6. Second Stage Nozzle dan Diafragma, berfungsi untuk mengatur
aliran gas panas ke
second stage turbine wheel, sedangkan diafragma berfungsi
untuk memisahkan kedua
turbin wheel.
7. Second Stage Turbine, berfungsi untuk memanfaatkan energi
kinetik yang masih cukup
besar dari first stage turbine untuk menghasilkan kecepatan
putar rotor yang lebih besar.

5. Exhaust Section. Exhaust section adalah bagian akhir turbin gas yang
berfungsi sebagai saluran pembuangan gas panas sisa yang keluar dari
turbin gas. Exhaust section terdiri dari beberapa bagian yaitu : (1)
Exhaust Frame Assembly, dan (2)Exhaust gas keluar dari turbin gas
melalui exhaust diffuser pada exhaust frame assembly, lalu mengalir
ke exhaust plenum dan kemudian didifusikan dan dibuang ke atmosfir
melalui exhaust stack, sebelum dibuang ke atmosfir gas panas sisa
tersebut diukur dengan exhaust thermocouple dimana hasil pengukuran
ini digunakan juga untuk data pengontrolan temperatur dan proteksi
temperatur trip. Pada exhaust area terdapat 18 buah termokopel yaitu,
12 buah untuk temperatur kontrol dan 6 buah untuk temperatur trip.

9. Turbin uap adalah suatu penggerak mula yang mengubah energi potensial
menjadi energi kinetik dan energi kinetik ini selanjutnya diubah menjadi energi
mekanik dalam bentuk putaran poros turbin. Poros turbin langsung atau dengan
bantuan elemen lain, dihubungkan dengan mekanisme yang digerakkan. Tergantung
dari jenis mekanisme yang digerakkan turbin uap dapat digunakan pada berbagai
bidang industri, seperti untuk pembangkit listrik.
10.
11. Prinsip kerja dari turbin gas tidak jauh berbeda dengan turbin-turbin yang lain.
Putaran dari rotor turbin, diakibatkan oleh adanya gas bertekanan yang melewati
sudu-sudu turbin. Gas dengan tekanan tinggi didapatkan dari pembakaran bahan
bakar dengan udara, sesaat sebelum masuk turbin. Ekspansi udara hasil proses
pembakaran inilah yang digunakan untuk menggerakkan sudu-sudu turbin.

Aliran Fluida Kerja Turbin Gas

Turbin gas menggunakan udara atmosfer sebagai media kerjanya. Udara masuk
melalui sisi inlet akibat terhisap oleh kompresor. Kompresor ini berfungsi untuk
memampatkan udara hingga mencapai tekanan tertentu. Biasanya, tekanan di
akhir sudu kompresor mencapai 30 kali tekanan inlet kompresor. Pada sisi akhir
kompresor udara bertekanan akan melewati difuser. Difuser ini berfungsi untuk
mendukung kompresor meningkatkan tekanan udara.

Area Pembakaran Turbin Gas


(Udara bertekanan mengalir dari kanan ke kiri)

Proses selanjutnya adalah masuknya udara bertekanan yang keluar dari kompresor
untuk menuju area pembakaran (biasa disebut combustion chamber). Di area ini,
dilakukan injeksi bahan bakar diikuti dengan proses pembakaran bahan bakar
tersebut di dalam udara. Pembakaran ini mengakibatkan terjadinya ekspansi dari
udara sehingga volume udara hasil pembakaran meningkat, dan tentu saja
temperaturnya yang juga meningkat. Proses pembakaran di dalam chamber tidak
akan meningkatkan tekanan udara, karena peningkatan volume udara akibat
pemanasan cepat mengakibatkan udara berekspansi ke sisi turbin. Sedangkan
kenaikan suhu udara hasil pembakaran, mengindikasikan kandungan energi dalam
udara (entalpi) yang naik pula. Energi inilah yang akan dikonversikan menjadi
tenaga putaran poros oleh turbin gas.

Udara hasil pembakaran selanjutnya masuk ke sisi turbin. Turbin gas terdiri atas
beberapa stage sudu. Stage pertama yang dilewati oleh udara pembakaran disebut
sisi high pressure stage (tekanan tinggi), sedangkan sudu yang paling akhir
disebut dengan sisi low pressure stage (tekanan rendah). Sudu-sudu dari
tiap stage turbin uap berfungsi sebagai nozzle, yang akan mengubah energi panas
yang terkandung di dalam udara hasil pembakaran untuk menjadi energi gerak.
Selain sisi rotor, sudu turbin juga terdapat pada sisi stator. Untuk lebih memahami
bagaimana proses perubahan energi panas menjadi energi gerak putaran pada
poros turbin, baca artikel berikut.

Kompresor dan Turbin Gas Berada Pada Satu Shaft

Kompresor pada sistem turbin gas, berada pada satu poros (shaft) dengan turbin.
Sebagian energi mekanis berupa rotasi poros yang dihasilkan oleh turbin,
digunakan untuk memutar rotor kompresor. Pada pembangkit listrik, sebagian
energi mekanis digunakan untuk memutar generator yang juga berada satu poros
dengan turbin dan kompresor.
Animasi Mesin Turbojet Pesawat Terbang
(Sumber)

Berbeda dengan mesin turbojet pesawat terbang, sebagian kecil energi panas
udara hasil pembakaran digunakan untuk memutar turbin, yang selanjutnya energi
putaran tersebut digunakan untuk memutar kompresor. Sebagian besar energi
panas pada udara hasil pembakaran mesin jet digunakan untuk mendorong
pesawat, dimana pada sisi keluaran turbin berbentuk nozzle. Nozzle ini berfungsi
untuk meningkatkan kecepatan dorong gas buang, sehingga mendapatkan gaya
dorong yang lebih besar bagi pesawat.Gbr.turbin

Mesin Turbojet Pesawat Terbang

12. Komponen utama Turbin Gas


Turbin gas dan alat bantunya pada umumnya merupakan suatu paket set unit
PLTG yang dapat berdiri sendiri maupun digabung menjadi siklus kombinasi.

Kompresor Utama (Main Compressor)

Kompresor Utama berfungsi untuk menaikan tekanan dan temperatur udara


sebelum masuk ruang bakar. Udara juga dimanfaatkan untuk : udara pembakaran,
udara pengabut bahan bakar, udara pendingin sudu dan ruang bakar dan perapat
pelumas bantalan.
Gb 1. Kompresor utama

Ruang Bakar (Combustion Chamber)

Ruang Bakar (Combustion Chamber) adalah ruangan tempat proses terjadinya


pembakaran. Energi kimia bahan bakar diubah menjadi energi thermal pada
proses pembakaran tersebut. Ada Turbin Gas yang memiliki satu atau dua
Combustion Chamber yang letaknya terpisah dari casing turbin, akan tetapi yang
lebih banyak di jumpai adalah memiliki Combustion Chamber dengan beberapa
buah Combustor Basket, mengelilingi sisi masuk (inlet) turbin. Contohnya PLTG
di PLTGU Gresik memiliki satu Combustion Chamber berisi 18 buah Combustor
Basket, sedangkan PLTG Bali memiliki satu Combustion Chamber berisi 8 buah
Combustor Basket yang terpasang jadi satu dengan casing turbin.
Gb 2. Combution Chamber & Gas Turbin

Turbin

Turbin berfungsi untuk mengubah energi thermal dari hasil pembakaran di dalam
ruang bakar menjadi energi kinetik dalam sudu tetap kemudian menjadi energi
mekanik dalam sudu jalan sehingga energi mekanik akan memutar poros turbin.

Generator

Generator berfungsi untuk mengubah energi mekanik putaran pada rotor yang
terdapat kutub magnet, kemudian menjadi energi listrik pada kumparan stator.

Alat Bantu Turbin Gas (Gas Turbine Auxcilliary)

 Penggerak Mula (Prime Mover), yaitu Diesel, Starting Motor (Cranking


Motor), Generator sebagai Motor, memutar poros turbin gas sampai
kekuatan bahan bakar dapat menggantinya  (turbin gas mampu berdiri
sendiri).Hydraulic Ratchet, berfungsi memutar poros turbin sebelum start,
sebanyak 45º setiap 3 menit, untuk memudahkan
 pemutaran oleh penggerak mula dan meratakan pendinginan poros saat
turbin gas stop.
 Turning Gear, fungsinya sama seperti juga Ratchet, hanya poros diputar
kontinyu dengan putaran lambat (± 6 RPM).
 Accessories Gear, adalah tempat roda gigi untuk memutar alat-alat bantu
seperti : pompa bahan bakar, pompa pelumas, pompa hidrolik, main
atomizing air compressor, water pump, tempat hubungan Ratchet.
 Torque Converter, sebagai kopling hidrolik, saat digunakan kopling diisi
dengan minyak pelumas. Sedangkan saat dilepas, minyak pelumas di
drain.
 Load Gear, disebut juga Reduction Gear atau Load Coupling untuk
mengurangi kecepatan turbin menjadi kecepatan yang dibutuhkan oleh
Generator. Load Gear Westinghouse dimanfaatkan untuk penggerak
pompa bahan bakar dan pelumas.
 Exciter, yaitu peralatan yang berfungsi memberikan arus searah untuk
penguatan kutub magnet Generator Utama.
 Starting Clutch, disebut juga Jaw Clutch, sebagai kopling mekanik yang
berfungsi menghubungkan poros Penggerak Mula dengan poros
kompresor saat proses Start.
 Bantalan (Bearing), terdiri dari bantalan aksial dan bantalan luncur.
Bantalan luncur disebut juga disebut juga Journal Bearing, yang berfungsi
sebagai penyangga berat poros turbin, kompresor dan generator.
Sedangkan bantalan aksial disebut juga Thrust Bearing, berfungsi sebagai
penahan gaya aksial
Gb 3. Alat bantu Turbin Gas

13.