Anda di halaman 1dari 6

PENYUSUTAN ASET TETAP

A. Pengertian Penyusutan
Penyusutan atau biasa disebut depresiasi yaitu pembebanan/ alokasi harga perolehan
asset tetap selama masa penggunaannya.
Pencatatan penyusutan asset tetap biasanya dilakukan pada akhir periode melalui
jurnal penyesuaian dengan jurnal :

Tanggal Keterangan Debet Kredit


Beban Penyusutan ….(nama asset tetap)
Akumulasi Penyusutan …. (nama asset tetap)

B. Alasan Aset Tetap Perlu disusutkan


1. Faktor fisik
Factor-faktor fisik yang menyebabkan fungsi asset tetap berkurang adalah aus
karena dipakai., aus karena umur yang semakin tua dan kerusakan-kerbusakan
2. Faktor Fungsional
Kemampuan asset tetap dalam memenuhi kebutuhan produksi semakin lama akan
semakin menurun sehingga perlu diganti.
C. Metode Penyusutan Aset Tetap
1. Metode Garis Lurus (Straight Line Metodh)
Adalah metode yang paling sederhana dan paling banyak digunakan. Metode ini
menggunakan rumus :

HP−NS
Penyusutan per periode =
UE

Dimana
HP = Harga Perolehan Aset
NS = Nilai Residu
UE = Umur Ekonomis

Contoh :
Sebuah mesin produksi diperoleh dengan harga Rp. 6.500.000 dengan taksiran
umur ekonomis 5 tahun dan ditaksir mempunyai nilai residu Rp. 500.000.
penyusutan menggunakan metode garis lurus.

Rp . 6.500 .000−Rp .500.000


Penyusutan pertahun = = Rp. 1.200.000
5

Besarnya penyusutan tahun 1 sampai dengan tahun ke 5 masing masing Rp.


1.200.000
Tabel penyusutan mesin dengan metode garis lurus

Tahun
Ke Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku
0     Rp 6.500.000
1 Rp 1.200.000 Rp 1.200.000 Rp 5.300.000
2 Rp 1.200.000 Rp 2.400.000 Rp 4.100.000
3 Rp 1.200.000 Rp 3.600.000 Rp 2.900.000
4 Rp 1.200.000 Rp 4.800.000 Rp 1.700.000
5 Rp 1.200.000 Rp 6.000.000 Rp 500.000

Jurnal yang harus dibuat

Tangga Keterangan Debet Kredit


l
Beban Penyusutan Mesin Rp.
1.200.000
Akumulasi Penyusutan Mesin Rp.
1.200.000

Anggapan-anggapan yang mendasari suatu asset tetap disusutkan dengan metode


garis lurus adalah :
a. Kegunaan ekonomis dari suatu asset akan menurun secara proporsional setiap
periode
b. Beban reparasi dan pemeliharaan tiap-tiap periode jumlahnya relative tetap
c. Kegunaan ekonomis berkurang karena lewatnya waktu
d. Penggunaan 9kapasitas) aktiva tiap-tiap periode relative tetap

2. Metode Jam Jasa (Service Hours Method)


Dalam metode ini anggapan yang diapakai adalah bahwa asset tetap akan lebih
cepat rusak bila digunakan secara fulltime dibanding dengan yang digunakan
secara parttime. Tarif penyusutan dihitung sebagai berikut :

HP−NS
Penyusutan per jam jasa =
N

Dimana :
HP = Harga Perolehan
NS = Niali Residu
N = Taksiran Jam Jasa

Contoh :
Sebuah mesin produksi diperoleh dengan harga Rp. 6.500.000 dengan taksiran
nilai residu Rp. 500.000. selama lima tahun mesin diperkirakan dapat bekerja
selama 150.000 jam. Penyusutan menggunakan metode jam jasa. Jam jam kerja
mesin diperkirakan selama lima tahun berturut-turut adalah 33.000 jam, 35.000
jam, 32.000 jam, 30.000 jam dan 20.000 jam.

Tarif penyusutan setiap jam jasa dihitung sebagai berikut :


Tarif penyusutan perjam jasa = (HP-NS) / Taksiran jam jasa
= (Rp. 6.500.000 – Rp. 500.000)/150.000
= Rp. 40

Penyusutan untuk masing-masing tahun dapat dilihat pada table berikut :

Tahun
Ke Jam Jasa Tarif/jam Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku
0         Rp 6.500.000
1 33.000 Rp. 40 Rp 1.320.000 Rp 1.320.000 Rp 5.180.000
2 35.000 Rp. 40 Rp 1.400.000 Rp 2.720.000 Rp 3.780.000
3 32.000 Rp. 40 Rp 1.280.000 Rp 4.000.000 Rp 2.500.000
4 30.000 Rp. 40 Rp 1.200.000 Rp 5.200.000 Rp 1.300.000
5 20.000 Rp. 40 Rp 800.000 Rp 6.000.000 Rp 500.000
  150.000   Rp 6.000.000    

3. Metode Hasil Produksi (productive output metodh)


Metode ini disebut juga metode satuan produksi. Dalam metode hasil produksi ini
anggapan yang dipakai adalah bahwa asset tetap dimiliki untuk menghasilkan
produk, sehingga penyusutannya juga berdasarkan pada jumlah produk yang
dihasilkan.
Tariff penyusutan per unit produk dihitung dengan rumus sebagai berikut :
HP−NS
N

Dimana :
HP = Harga Perolehan
NS = Niali Residu
N = Taksiran hasil produksi

Contoh :
Sebuah mesin produksi diperoleh dengan harga Rp. 6.500.000 dengan taksiran
nilai residu Rp. 500.000. selama lima tahun mesin diperkirakan dapat bekerja
selama 150.000 unit produk. Penyusutan menggunakan metode hasil/satuan
produksi. Unit produksi yang dihasilkan selama lima tahun berturut-turut adalah
33.000 unit, 35.000 unit, 32.000 unit, 30.000 unit dan 20.000 unit.

Tarif penyusutan setiap unit produk dihitung sebagai berikut :


Tarif penyusutan perunit produk = (HP-NS) / Taksira unit produksi
= (Rp. 6.500.000 – Rp. 500.000)/150.000
= Rp. 40

Penyusutan untuk masing-masing tahun dapat dilihat pada table berikut :

Tahun Unit Tarif/Uni


Ke Produk t Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku
0         Rp 6.500.000
1 33.000 Rp. 40 Rp 1.320.000 Rp 1.320.000 Rp 5.180.000
2 35.000 Rp. 40 Rp 1.400.000 Rp 2.720.000 Rp 3.780.000
3 32.000 Rp. 40 Rp 1.280.000 Rp 4.000.000 Rp 2.500.000
4 30.000 Rp. 40 Rp 1.200.000 Rp 5.200.000 Rp 1.300.000
5 20.000 Rp. 40 Rp 800.000 Rp 6.000.000 Rp 500.000
  150.000   Rp 6.000.000    

4. Metode Beban Berkurang (Reducing Charge Method)


a. Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of Year Digit Method)

sisa usia aset pada tahun penggunaan


Penyusutan setiap periode = x (HP –
Jumlah Angka Tahun
NS)

(n+1)
Jumlah angka tahun = n x
2

Contoh :
Sebuah mesmin peralatan dibeli dengan harga Rp. 6.000.000 usia ekonomis
ditaksir 3 tahun dengan nilai residu Rp. 600.000. penyusutan menggunakan
metode jumlah angka tahun.

Tahun
Ke Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku
0     Rp 6.000.000
1 3/6 x 5.400.000 = 2.700.000 Rp 2.700.000 Rp 3.300.000
2 2/6 x 5.400.000 = 1.800.000 Rp 4.500.000 Rp 1.500.000
3 1/6 x 5.400.000 = 900000 Rp 5.400.000 Rp 600.000

b. Metode Menurun Ganda (Double Declining Balance Method)


Tarif penyusutan dengan metode saldo menurun ganda adalah 2 kali tariff
penyusutan metode garis lurus

100 %
Tarif penyusutan garis lurus =
UE

100 %
Tarif Penyusutan dengan saldo menurun ganda = 2 x
UE

Penyusutan = tarif x nilai buku

Contoh :
Pada tanggal 1 oktober 2017 dibeli peralatan dengan harga Rp. 3.000.000,
umur ekonomis ditaksir 4 tahun

100 %
Tarif penyusutan = 2 x = 50%
4

Tahun
Ke Beban Penyusutan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku
0     Rp 3.000.000
Rp
1 50% x Rp. 3.000.000 = Rp. 1.500.000 1.500.000 Rp 1.500.000
Rp
2 50%x Rp. 1.500.000 = Rp. 750.000 2.250.000 Rp 750.000
Rp
3 50% x Rp. 750.000 = Rp. 325.000 2.575.000 Rp 425.000
Rp
4 50% x Rp. 425.000 = Rp. 212.500 2.787.500 Rp 212.500

Karena pembelian tidak diawal tahun maka perhitungannya sebagai berikut :

Tahun Perhitungan Penyusutan


2017 3/12 x 1.500.000   375.000
2018 9/12 x 1.500.000 1.125.000  
  3/12 x 750.000 187.500  
      1.312.500
2019 9/12 x 750.000 562.500  
  3/12 x 325.000 81.250  
      643.750
2020 9/12 x 325.000 243.750  
  3/12 x 212.500 53.125  
      296.875
2021 9/12 x Rp. 212.500 159.375 159.375