Anda di halaman 1dari 30

PEDOMAN

PENGORGANISASIAN TIM
MANAJEMEN FASILITAS DAN
KESELAMATAN
RUMAH SAKIT UMUM PINDAD

TAHUN
2019

0
Lampiran Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Pindad
Nomor : Skep/10/RSU-P/I/2019
Tanggal : 21 Januari 2019

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Sebagai institusi kesehatan Rumah Sakit Umum Pindad wajib
memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena
itu Rumah Sakit Umum Pindad membuat berbagai kebijakan umum
tentang program kegiatan disetiap unit pelayanan maupun unit terkait.
Sebagian dari program kegiatan tersebut ada yang harus
dilaksanakan secara terpadu yang melibatkan berbagai unit
pelayanan di lingkungan Rumah Sakit Umum Pindad salah satunya
adalah program Manajemen Fasilitas dan Keselamatan. Di lingkungan
Rumah Sakit Umum Pindad sendiri selalu ada kemungkinan terjadinya
kecelakaan kerja dalam pengoperasian peralatan kedokteran serta
penunjang medik lainya, bahkan resiko terjadinya penyakit akibat
kerja dapat terjadi timbul dari fasilitas yang dimiliki rumah sakit atau
sebagian besar disebabkan faktor kelalaian manusianya dipihak lain
setiap sumber daya manusia yang bekerja di rumah sakit berhak
mendapatkan perlindungan atas keselamatan profesinya/
pekerjaannya, terjamin keamanan pemakaian peralatan penunjang
medik dan non medik yang terdapat di rumah sakit termasuk pasien
dan pengunjung yang mendatangi Rumah Sakit Umum Pindad.
Karena itu lingkungan kerja yang sehat dan aman bagi petugas dan
pengunjung Rumah Sakit Umum Pindad dapat diwujudkan dengan
pelaksanaan keselamatan keamanan kerja di Rumah Sakit Umum
Pindad yang dijalankan dengan baik dan konsisten. Dengan
lingkungan yang sehat petugas dapat bekerja tanpa resiko cedera
sehingga dapat melayani pasien dengan sebaik-baiknya. Juga dapat
menciptakan lingkungan aman dan bebas dari pencemaran limbah
berbahaya dan beracun.
Untuk itu kesejahteraan pegawai yang juga dapat menekan biaya
untuk angka kesakitan yang timbul pada petugas sehingga dapat
meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit. Untuk itu perlu
menyusun Pedoman Manajemen Fasilitas dan Keselamatan sebagai
panduan dalam pengelolaan MFK.

1
B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Tujuan Umum dari Pedoman Manajemen Fasilitas dan
Keselamatan dan Manajemen Risiko ini adalah sebagai dasar
untuk memberikan pedoman kepada pegawai Rumah Sakit Umum
Pindad khususnya pegawai yang berhubungan dengan Fasilitas
dan Keselamatan Rumah Sakit Umum Pindad.
2. Tujuan Khusus
a. Memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan kerja
pegawai di semua unit kerja ke tingkat setinggi-tingginya baik
fisik, mental maupun kesejahteraan sosialnya.
b. Mencegah timbulnya gangguan kesehatan pada pegawai
berupa kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang diakibatkan
oleh keadaan/ kondisi lingkungan kerjanya.
c. Memberikan perlindungan bagi pegawai di dalam pekerjaannya
dari kemungkinan bahaya yang disebabkan oleh faktor-faktor
yang membahayakan kesehatan.
d. Menempatkan dan memelihara pegawai di suatu lingkungan
pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan fisik dan psikis
pegawai.
C. LANDASAN HUKUM
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009
tentang Kesehatan.
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tentang Rumah
Sakit Tahun 2009
3. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
1087/MENKES/SK/VIII/2010, tentang Standar Kesehatan dan
Keselamatan Kerja di Rumah Sakit.
4. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
1204/MENKES/SK/X/2004, tentang Persyaratan Kesehatan
Lingkungan Rumah Sakit.
5. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2001, tentang Bahan
Berbahaya dan Beracun.
6. Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2014, tentang
Pengelolaan Limbah B3.

2
7. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 04/Men/1980, tentang
Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan Alat Pemadam
Api Ringan (APAR)
8. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970
tentang Keselamatan Kerja.
D. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup Manajemen Fasilitas dan Keselamatan dan
Manajemen Risiko Rumah Sakit Umum Pindad yaitu merupakan
kegiatan untuk menyediakan fasilitas yang aman, berfungsi dan
menunjang kebutuhan pasien, keluarga dan staf serta pengunjung.
Fokus dari Manajemen Fasilitas dan Keselamatan berupa
keselamatan dan keamanan dari fasilitas gedung, bahan berbahaya,
manajemen emergensi, pengamanan kebakaran, peralatan medis dan
sistim utilitas.
Secara khusus Manajemen Fasilitas dan Keselamatan berupaya
untuk:
1. Mengurangi dan mengendalikan bahaya dan resiko
2. Mencegah kecelakaan dan cidera
3. Memelihara kondisi yang aman.

3
BAB II
GAMBARAN UMUM

Pada awalnya Rumah Sakit Umum Pindad adalah berbentuk unit


mandiri pelayanan kesehatan di PT. Pindad. Namun pada 1999 unit
mandiri pelayanan menjadi bagian dari PT. Cakra Mandiri Pratama
Indonesia yang merupakan anak perusahan dari PT. Pindad. PT Cakra
Mandiri Pratama Indonesia bergerak di bidang infrastruktur, niaga, dan
jasa. Salah satunya adalah jasa pelayanan kesehatan.
Pada tahun 2004, jasa pelayanan kesehatan berubah menjadi
Rumah Bersalin “Cakra Husada” dan pada tahun 2011 berubah menjadi
“Klinik Rawat Inap Medik Dasar”, hingga akhirnya pada tahun 2012 beralih
status menjadi “Klinik Rawat Inap Cakra Husada” dengan mendapatkan
ijin tetap selama 5 tahun.
Di tahun 2016 PT. Cakra Mandiri Pratama Indonesia kemudian
berubah nama menjadi PT. Pindad Enjiniring Indonesia berdasarkan Akta
Notaris Rita Erviyani, SH. Tanggal 29 Maret 2016. Pada Tahun 2016
memperoleh ijin mendirikan Rumah Sakit dengan nama “Rumah Sakit
Umum Pindad Turen.”
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 44 Tahun
2009 tentang Rumah Sakit, yang menyatakan bahwa Rumah Sakit harus
berbentuk badan hukum yang kegiatan usahanya hanya bergerak
dibindang perumah sakitan, maka pada tahun 2017 Klinik Rawat Inap
Cakra Husada bergabung dengan PT. Rumah Sakit Umum Pindad Turen.
Akta Notaris Rita Evryani, SH. No. 39 tanggal29 Desember 2017,
menyatakan keputusan RSUPSLB (Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa) perihal perubahan nama PT. Rumah Sakit Umum Pindad menjadi
PT. Pindad Medika Utama dan penyatuan Unit Pelayanan Kesehatan
Turen menjadi bagian dari PT Pindad Medika Utama.
Pada tanggal 26 September 2018 Klinik Rawat Inap Cakra Husada
mendapat ijin Operasional Rumah Sakit dengan nama Rumah Sakit
Umum Pindad Turen tipe D.

4
Rumah Sakit Umum Pindad terletak di Jl. Semeru No. 1 Turen,
Malang, Jawa Timur 65175 dengan Nomor Telpon (0341) 827295 dan
email: rsupindadt@gmail.com. Dalam merintis rumah sakit tersebut
memulai dengan penataan lay out rumah sakit dan membuka akses
rumah sakit agar aksentuasi citra yang dibangun dapat diexpresikan
dengan se-optimal mungkin.
Dalam kaitannya dengan perkembangan pasar, Rumah Sakit Pindad
selain melayani captive market (intern) yaitu PT. Pindad, juga melayani
non captive market (ekstern) yang terdiri dari masyarakat luas dan pasien
BPJS.
Lingkungan disekitar rumah sakit yang sejuk, bebas dari gangguan
bising kendaraan dan bebas polusi merupakan nilai tambah yang sangat
membantu dalam kelangsungan upaya penyembuhan dan kenyamanan
untuk beristirahat bagi setiap penderita yang dirawat.
Seiring dengan visi dan misi Rumah Sakit Pindad maka kami
berusaha melestarikan dan mengembangkan potensi lingkungan sebagai
aset yang berharga dalam mencapai keseimbangan yang serasi antar
manusia dan lingkungannya.
A. Jenis Kegiatan Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
Rumah Sakit berperan menyediakan fasilitas yang aman,
fungsional dan suportif bagi pasien, keluarganya, pegawai dan
pengunjung. Untuk mencapai tujuan ini, fasilitas fisik, medis, peralatan
lainnya, dan sumber daya manusianya harus dikelola secara efektif.
Secara khusus manajemen harus berusaha untuk:
a. Mengurangi dan mengendalikan bahaya dan resiko
b. Mencegah kecelakaan dan cedera
c. Memelihara kondisi yang aman.
Manajemen yang efektif meliputi perencanaan, pendidikan, dan
pengawasan multidisiplin sebagai berikut:
a. Pemimpin merencanakan ruang, peralatan, dan sumber daya yang
dibutuhkan sedemikian rupa sehingga dapat mendukung pelayanan
klinis yang disediakan secara aman dan efektif.

5
b. Semua pegawai diberi penyuluhan mengenai fasilitas, bagaimana
cara mengurangi risiko dan bagaimana cara untuk memantau dan
melaporkan situasi-situasi yang berisiko.
c. Suatu kriteria kinerja digunakan untuk mengevaluasi sistem-sistem
penting dan mengidentifikasi perbaikan-perbaikan yang diperlukan.
Bila sesuai, untuk fasilitas dan kegiatan-kegiatan rumah sakit disusunlah
rencana tertulis yang meliputi enam bidang:
a. Keselamatan dan Keamanan
1) Keselamatan
Sejauh mana bangunan, wilayah dan peralatan rumah sakit
tidak menimbulkan bahaya atau risiko bagi pasien, pegawai
atau pengunjung.
2) Keamanan
Perlindungan dari kerugian, kerusakan, gangguan, atau akses
atau penggunaan oleh pihak yang tidak berwenang.
b. Bahan Berbahaya dan Beracun
Penanganan, penyimpanan dan penggunaan bahan radioaktif dan
lainnya dikendalikan dan limbah berbahaya ditangani secara aman.
c. Manajemen Emergensi
Respons terhadap epidemi/ kejadian luar biasa, bencana dan
keadaan darurat direncanakan dan dijalankan secara efektif.
d. Pengamanan dan Kebakaran
Properti dan para penghuni rumah sakit dilindungi dari bahaya
kebakaran dan asap.
e. Peralatan Medis
Peralatan dipilih, dipelihara dan digunakan dengan cara sedemikian
rupa agar mengurangi risiko.
f. Sistem Utilitas
Listrik, air dan sistem utilitas lainnya dipelihara sehingga risiko
kegagalan dalam kegiatan kerja dapat diminimalkan.
B. Jenis Kegiatan Rumah Sakit Umum Pindad
Jenis kegiatan rumah sakit yaitu kegiatan Rumah Sakit Umum Pindad
yang merupakan Rumah Sakit Umum Kelas D.
1. Pelayanan utama
a. Instalasi Rawat jalan
Pelayanan rawat jalan terdiri dari 4 Poliklinik, yaitu:
(a) Poliklinik Umum

6
(b) Poliklinik Gigi
(c) Poliklinik KIA & KB
(d) Poliklinik Spesialis
 Penyakit Dalam
 Bedah Umum
 Bedah Tulang (Ortopedi)
 Kulit & Kelamin
 Mata
 THT
 Anak
 Saraf
 Kebidanan dan Kandungan (OBGYN)
(e)Rawat Inap
Jumlah ruangan perawatan di Rumah Sakit Umum Pindad
ada 4, yaitu:
 Kelas VIP : 1 Tempat Tidur
 Kelas 1 : 10 Tempat Tidur
 Kelas 2 : 20 Tempat Tidur
 Kelas 3 : 23 Tempat Tidur
 HCU : 2 Tempat Tidur
 Isolasi : 1 Tempat Tidur
b. Pelayanan Penunjang
Pelayanan penunjang terdiri dari :
(a) Laboratorium
(b) Radiologi
(c) Farmasi
(d) Kamar Operasi dan Persalinan
 Pelayanan kamar operasi dilaksanakan oleh Instalasi
Kamar Operasi, meliputi pelayanan bedah umum, bedah
ortopedi, bedah mulut, obgyn dan THT.
 Kamar persalinan dipakai untuk pelaksanaan kegiatan
persalinan normal, kuret dan tindakan lain.
c. Sarana Penunjang Non Medik
(a) Ruang Gizi
(b) Ruang Laundry
(c) Unit CSSD.

7
d. Tenaga Kerja
Rumah Sakit Umum Pindad mempekerjakan tenaga kerja
dengan latar belakang status kepegawaian dan latar belakang
pendidikan dari berbagai disiplin ilmu serta strata pendidikan
yang berbeda-beda, yaitu terdiri dari:
(a) Pegawai Tetap
(b) Pegawai Kontrak
(c) Tenaga Harian Lepas/ Honorer.
2. Lokasi Rumah Sakit
Lokasi Rumah Sakit Umum Pindad secara administratif terdapat di :
a) Jalan : Semeru No. 1 Turen
b) Kota/Kab : Malang
c) Provinsi : Jawa Timur
3. Perizinan
Pada bulan Mei 2012 Rumah Sakit Umum Pindad mencapai
kemandirian dengan mengacu Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 44 tentang Rumah Sakit Tahun 2009 yang berisikan bahwa
Rumah Sakit tidak boleh digabung dengan Unit Bisnis lainnya,
maka Rumah Sakit Umum Pindad terpisah dari naungan PT CMP.
Berdasarkan Akta Notaris Listijaratih, SH., SPI No. 03 Tanggal 16
Mei 2012 Rumah Sakit Umum Pindad telah menjadi Perseroan
Terbatas (PT Rumah Sakit Umum Pindad)

NO Nama Ijin No. SK Tgl.


Kadaluarsa

1. IPPT 503/0351/IPPT/3507.303/2016

2. IMB 503/00027/IMB-
S/35.07.122/2018

IMRS 503/0001/IMRS/35.07.122/2017

3. IJIN GANGGUAN 503/0036/HO/35.07.122/2017 28 FEB 2020


/HO

4. Ijin Operasional 503/0006/IORS/35.07.122/2018 26 Sept 2023

5. Sertifikat Laik 032.203.3.3507.GRH8.17 3 Nov 2023


Operasional (SLO)

6. Izin Instalasi petir MOU dengan Pindad

8
B/47/P/MLG/VIII/2019

7. Izin Instalasi MOU dengan Pindad


pemadam
SJAN/1A/YK/TR/I/2018

8. Izin Instalasi listrik MOU dengan Pindad

SJAN/7/YK/XII/2017

9. Ijin Genset MOU dengan Pindad

566/988/MD/421.109/2008

10. Ijin Radiologi 067816.010.11.240717 23 JUL 2019

11. Ijin IPAL 660.4/1626/35.07.117/2019

12. Ijin Pengolah B- 349/PJS-RSUP- 2023


3(Pihak Ketiga) TSA/B3/VII/2018

13. Ijin Transpoter B- SJAN/03/RSU-/TR/VII/2018 2023


3(Pihak Ketiga)

14. Ijin TPS 503/0017/IPSLB3/35.07.122/2 10


018 DESEMBER
2023

15. Ijin Apotek 19690908/SIPA_35.07/2019/2 8 SEP 2021


031

16. IJIN LINGKUNGAN 503/0025/IL/35.07.122/2018

17. Ijin Pembuangan 503/9/IPLC/35.07.122/2019 2024


Limbah Cair

Perpanjangan izin harus dilakukan paling lambat 3 (tiga) bulan


sebelum masa berlaku izin habis dan seluruh pembiayaan izin
dianggarkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)
Rumah Sakit Umum Pindad.
4. Sarana dan Prasarana
a. Kebutuhan air
Kebutuhan air bersih rata-rata perhari yang digunakan adalah
sebagai berikut:
i. Instalasi Rawat Jalan :5 L/Orang/Hari
ii. instalasi Rawat Inap :200-300 L/TT/Hari

9
iii. Instalasi Penunjang dan staf : 5-7,5 L/TT/Hari
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih Rumah Sakit Umum
Pindad hanya menggunakan sumber PDAM,.
b. Jenis limbah
1) Limbah padat
Jenis limbah yang dihasilkan terbagi menjadi sampah medis
dan non medis. Untuk pemusnahan sampah medis padat
dilaksanakan oleh pihak ketiga yang berizin, sedangkan
sampah non medis/ limbah domestik diangkut oleh Dinas
Lingkungan Hidup Kec.Turen
(2) Limbah cair
Limbah cair Rumah Sakit diolah di IPAL Rumah Sakit Umum
Pindad sedangkan limbah hasil radiologi diolah oleh pihak
ketiga yang telah berizin.
5. Penggunaan Energi
Rumah Sakit Umum Pindad dalam penggunaan listriknya
bergantung pada PLN sedangkan cadangannya berupa 1 (satu)
buah genset yang mempunyai kemampuan sebesar 100 Kva
(100.000 watt).

10
BAB III
VISI, MISI, MOTTO, TUJUAN, FILOSOFI

A. VISI RUMAH SAKIT


Menjadi Rumah Sakit yang profesional, mandiri, bermutu, dan
terpercaya.
B. MISI RUMAH SAKIT
1. Menciptakan kemandirian Rumah Sakit baik secara organisasi
maupun secara finansial serta berkontribusi positif terhadap PT.
Pindad (Persero).
2. Meningkatkan dan memanfaatkan sumber daya untuk
memberikan pelayanan kesehatan yang efektif, efisien, bermutu,
dan terpercaya.
3. Memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada
kepuasan pelanggan.
C. MOTTO RUMAH SAKIT
“ ASRI “
A :Asih (Menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap sesama),
S :Sehat (Pasien Sehat, Pegawai Sehat, Lingkungan Sehat),
R :Ramah (Mewarnai sikap perilaku pegawai),
I :Inovatif (Senantiasa belajar dan berkembang untuk mencapai
tujuan)
D. TUJUAN RUMAH SAKIT
Tujuan Umum :
Memberi kontribusi pada peningkatan derajat kesehatan
masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang profesional.
Tujuan Khusus :
a. Mandiri secara organisasi
b. Pelayanan dilakukan berdasarkan standar profesi
c. Melengkapi dan meningkatkan fasilitas pelayanan
d. Menghasilkan manfaat yang optimal serta dapat meningkatkan
kesejahteraan pegawai dan menjamin kesinambungan
organisasi.

11
E. FILOSOFI RUMAH SAKIT
a. Pasien menjadi prioritas utama
b. Berkeinginan untuk maju
c. Menciptakan lingkungan kerja yang harmonis
d. Pegawai punya arti

12
BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT

RSU Pindad Turen


KEPALA

KOMITE-KOMITE
PENGADAAN
SPI KEPALA
AUDITOR

KEPALA KEPALA KEPALA KEPALA KEPALA


BIDANG PELAYANAN MEDIS BIDANG KEPERAWATAN BIDANG PENUNJANG MEDIK KEU & PERSONALIA SARANA & FASILITAS

KEPALA KEPALA KEPALA KEPALA KAUR


INSTALASI RAWAT JALAN RUANG RAWAT JALAN URUSAN RADIOLOGI URUSAN KEU KENDARAAN & PAM

KEPALA KEPALA KEPALA KEPALA KAUR


INSTALASI RAWAT INAP RUANG UGD & HCU URUSAN LABORAT ADMINU & RUMAH TANGGA
PERSONALIA
KEPALA KEPALA KEPALA
INSTALASI IGD & INTENSIF RUANG UNIT 1 URUSAN GIZI

KEPALA KEPALA KEPALA


INSTALASI KAMAR OPERASI URUSAN FARMASI
RUANG UNIT 2
KEPALA BIDANG
KEPALA KEPALA BANGNIS & HUMAS
URUSAN LOGISTIK FARMASI
RUANG UNIT 3
KAUR
KEPALA REKAM MEDIS
RUANG KABER & PERINA
KEPALA
RUANG OK
KEPALA
RUANG POLI EKSEKUTIF 13
BAB V
STRUKTUR ORGANISASI TIM MFK

I. Struktur Organisasi Tim MFK


Organisasi MFK di Rumah Sakit Umum Pindad terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Koordinator dan
Anggota.
Keanggotaan dalam Struktur Organisasi Tim MFK diganti setiap 3 tahun sekali. Dengan bergantinya pengurus Tim
MFK, maka akan semakin banyak pegawai yang memahami MFK, sehingga dapat menjadi simpul-simpul komunikasi
upaya pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Struktur Organisasi Tim MFK sebagai berikut :
Ketua

Sekretaris

Wakil Ketua

Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang


Keselamata Bahan Manajemen Pengamana Peralatan Sistem
Berbahay n dan
n dan Emergensi Medis Utilitas
a & hahahaha Kebakaran
Keamanan Beracun hahha

hh
14
an &

Keseha
Kerja

II. Susunan Tim MFK Rumah Sakit Umum Pindad


1. Ketua Tim MFK : dr. IKhsan
2. Wakil ketua Tim MFK : Arip Hariyanto
3. Sekretaris : Yessy S.
4. Koordinator
(a) Bidang Keselamatan dan Keamanan : Ahmad Aidin
(b) Bidang Bahan Berbahaya dan Beracun : M. Nur Rozikin
(c) Bidang Manajemen Emergensi : Rusman Hadi
(d) Bidang Pengamanan dan Kebakaran : Anton Dwi C.
(e) Bidang Peralatan Medis : Roni I.
(f) Bidang Sistem Utilitas : Supaijin

15
BAB VI
URAIAN JABATAN

Uraian Jabatan Tim MFK


1. Ketua MFK :
a. Bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan program-program
yang berada di bawah tanggung jawab MFK.
b. Melakukan koordinasi dengan Bidang Keselamatan dan Keamanan
untuk pelaksanaan Disaster Program, Pencegahan dan
Pengendalian Kebakaran di rumah sakit.
c. Melakukan koordinasi dengan Bidang Bahan Berbahaya dan
Beracun (B3) dalam hal Pengelolaan B3 dan penanganan limbah
B3 secara aman.
d. Melakukan koordinasi dengan Bidang Manajemen Emergensi untuk
pelaksanaan perencanaan efektif tanggap terhadap wabah,
bencana dan keadaan emergensi
e. Melakukan koordinasi dengan Bidang Pengamanan dan Kebakaran
dalam hal pelaksanaan pencegahan dan pengendalian kebakaran.
f. Melakukan koordinasi dengan Bidang Peralatan Medis dalam hal
pemilihan, pemeliharaan peralatan medis untuk mengurangi resiko.
g. Melakukan koordinasi dengan Instalasi Radiologi dalam hal
perlindungan radiasi.
h. Melakukan koordinasi dengan Bidang/ Instalasi/ Unit untuk program
keamanan pasien.
i. Memantau pelaksanaan setiap program dan menerima laporan
evaluasi pelaksanaan dari masing-masing bagian yang terkait.
j. Melakukan penyuluhan kesehatan lingkungan bagi petugas
maupun masyarakat di lingkungan sekitar rumah sakit.
k. Memberikan pelatihan pendukung bagi petugas yang terlibat dalam
program-program MFK.
l. Merancang dan melaksanakan pelatihan dasar pengenalan MFK
untuk seluruh pegawai baru.
m. Tim MFK membuat laporan kegiatan pada akhir tahun, melakukan
monitoring dan evaluasi serta menyusun rencana tindak lanjut
untuk periode berikutnya.
n. Menyusun Buku Pedoman Penyelenggaraan MFK sebagai acuan
kerja Tim.

16
o. Melakukan rapat koordinasi antar anggota Tim MFK secara
periodik.

2. Wakil Ketua MFK:


a. Bertanggung jawab atas pelaksanaan program-program pada
bidang; Keselamatan dan keamanan, Bahan Berbahaya dan
Beracun (B3), Manajemen Emergensi, Pengamanan Kebakaran,
Peralatan Medis, Sistem Utilitas.
b. Memberikan pelatihan pendukung bagi pegawai yang terlibat
dalam program-program MFK bekerjasama dengan Urusan SDM
& Diklat.
c. Merancang dan melaksanakan pelatihan dasar pengenalan MFK
untuk seluruh pegawai baru bekerjasama dengan Urusan SDM &
Diklat.
d. Bersama dengan Ketua Tim MFK membuat laporan kegiatan
pada akhir tahun, melakukan monitoring dan evaluasi serta
menyusun rencana tindak lanjut untuk periode berikutnya.
e. Menghadiri rapat koordinasi antar anggota Tim MFK secara
periodik.
f. Mewakili Ketua Tim MFK apabila berhalangan hadir.

3. Sekretaris:
a. Menerima surat-surat yang ditujukan kepada Tim MFK serta
menyimpannya dalam suatu bentuk pengarsipan.
b. Menyusun konsep isi surat dan mendistribusikan surat-surat
yang dikeluarkan oleh Tim MFK kepada bagian-bagian yang
dituju.
c. Melakukan pengelolaan surat masuk dan surat keluar dalam
suatu bentuk pengarsipan yang efisien dan efektif, sehingga
memudahkan pencarian ketika dibutuhkan.
d. Menghadiri rapat Tim MFK dan membuat notulen hasil rapat
tersebut.
e. Bersama dengan Tim MFK menyusun laporan kegiatan pada
akhir tahun, melakukan monitoring dan evaluasi serta menyusun
rencana tindak lanjut untuk periode berikutnya.
f. Mengumpulkan dan menyimpan laporan-laporan dari program-
program yang terkait dengan MFK.

17
4. Koordinator Bidang Keselamatan dan Keamanan :
a. Bekerjasama dengan unit-unit pendukung dalam melaksanakan
pengawasan terhadap Keselamatan dan Keamanan rumah sakit.
b. Menginventarisasi dan mengawasi pelaksanaan prosedur-
prosedur yang berhubungan dengan pengelolaan sanitasi dan
limbah rumah sakit termasuk limbah dari ruang Gizi.
c. Melaksanakaan pemantauan penyehatan ruang dan bangunan
termasuk pencahayaan, pengudaran dan kebisingan.
d. Berkoordinasi dengan Urusan Gizi pelaksanaan kegiatan
penyehatan makanan dan minuman serta penyehatan air.
e. Berkoordinasi dengan Urusan Gizi, CSSD dan Laundry tentang
pengendalian penyehatan tempat pencucian.
f. Memantau pengelolaan limbah, sampah medis dan non medis,
serta pengawasan pengelolaan sampah dari ruang Gizi.
g. Mengawasi pelaksanaan pengendalian serangga dan tikus yang
dilaksanakan oleh Kesehatan Lingkungan.
h. Bekerjasama dengan Bidang Pelatihan MFK melaksanakan
penyuluhan Keselamatan dan Keamanan rumah sakit.
i. Melakukan koordinasi dengan Kepala Urusan SDM & Diklat
mengenai pelaksanaan pemeriksaan kesehatan untuk calon
pegawai dan pegawai yang telah bekerja.
j. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan pemeriksaan
kesehatan petugas untuk dilaporkan kepada Ketua Tim MFK.
k. Memantau pelaksanaan dan melakukan evaluasi pemeriksaan
kesehatan berkala untuk petugas dan membuat laporan
pelaksanaan kepada Ketua Tim MFK.
l. Mengumpulkan dan membuat rekapitulasi data pelaksanaan
kesehatan pegawai.
m. Melakukan koordinasi dengan Kepala Urusan SDM dan DIklat
dalam menetapkan dan mengawasi pelaksanaan Medical Check
Up pegawai.
n. Memantau dan membuat evaluasi kejadian kecelakaan kerja /
penyakit akibat kerja serta melaporkan kepada Ketua Tim MFK
untuk kemudian diteruskan kepada Direktur.
o. Bekerjasama dengan Kepala Urusan SDM dan Diklat untuk
melakukan perencanaan Diklat Bidang Keselamatan dan
Keamanan.

18
p. Membuat laporan kegiatan di Bidang Keselamatan dan
Keamanan pada akhir tahun, melakukan monitoring dan evaluasi
serta menyusun rencana tindak lanjut untuk periode berikutnya.
q. Menghadiri rapat koordinasi dalam Tim MFK secara periodik.

5. Koordinator Bidang Bahan Berbahaya dan Beracun :


a. Mengawasi kondisi gudang khusus Bahan Berbahaya dan
Beracun (B3) dan berkoordinasi dengan bagian pengadaan
bahwa semua pemasok B3 harus memenuhi syarat penyediaan
Material Safety Data Sheet (MSDS).
b. Memantau dan melakukan evaluasi kegiatan penyimpanan,
distribusi, penggunaan B3 telah dilaksanakan dengan aman dan
sesuai prosedur yang berlaku.
c. Mengevaluasi pengendalian lingkungan kerja yang aman
terhadap B3 dan mensosialisasikan prosedur penanganan
kebocoran dan tumpahan, serta melaporkannya kepada Ketua
Tim MFK.
d. Membuat evaluasi terhadap penggunaan Buku Panduan B3 dan
menyesuaikan dengan perkembangan IPTEK serta kebutuhan
terkini.
e. Bekerjasama dengan Kepala Urusan SDM dan Diklat untuk
melakukan perencanaan Diklat Bidang Bahan Berbahaya dan
Beracun.
f. Membuat laporan kegiatan di Bidang Bahan Berbahaya dan
Beracun pada akhir tahun, melakukan monitoring dan evaluasi
serta menyusun rencana tindak lanjut untuk periode berikutnya.
g. Menghadiri rapat koordinasi dalam Tim MFK secara periodik.

6. Koordinator Bidang Manajemen Emergensi :


a. Melakukan pemantauan berkala terhadap peralatan deteksi dan
perlengkapan keadaan darurat di rumah sakit agar tetap dalam
kondisi baik dan siap digunakan.
b. Melakukan evaluasi masa berlaku pada seluruh peralatan yang
memiliki tanggal kadaluarsa serta melakukan penggantian alat
jika diperlukan.
c. Mengambil alih tanggung jawab dan melakukan analisa
kebutuhan tindakan pada saat terjadi bencana.

19
d. Memimpin serta melakukan koordinasi tugas dengan para
Kepala Bidang/ Instalasi/ Urusan/ Ruangan dalam kegiatan
penanggulangan keadaan darurat/ kebakaran.
e. Memberikan instruksi “keadaan darurat” di dalam gedung bila
terjadi keadaan darurat.
f. Berada di tempat kejadian dan memimpin seluruh tindakan
sampai kondisi kembali normal.
g. Melakukan koordinasi dengan Kepala Bidang/ Instalasi/ Urusan/
Ruangan dan Tim Tanggap Darurat sampai kondisi kembali
normal.
h. Mengkoordinasikan dan pemantauan penyediaan rambu-rambu
tanda khusus yang diletakkan diberbagai tempat yang
membutuhkan.
i. Melakukan sosialisasi dan pelatihan mengenai evakuasi
bencana.
j. Bekerjasama dengan Kepala Urusan SDM dan Diklat untuk
melakukan perencanaan Diklat Bidang Manajemen Emergensi.
k. Membuat laporan kegiatan di Bidang Manajemen Emergensi
pada akhir tahun, melakukan monitoring dan evaluasi serta
menyusun rencana tindak lanjut untuk periode berikutnya.
l. Menghadiri rapat koordinasi dalam Tim MFK secara periodik.

7. Koordinator Bidang Pengamanan dan Kebakaran :


a. Melakukan pemantauan berkala terhadap peralatan deteksi dan
perlengkapan keadaan darurat di rumah sakit agar tetap dalam
kondisi baik dan siap digunakan.
b. Melakukan evaluasi masa berlaku pada seluruh peralatan yang
memiliki tanggal kadaluarsa serta melakukan penggantian alat
jika diperlukan.
c. Membuat evaluasi berkala mengenai alat-alat yang berhubungan
dengan kebakaran kepada Ketua Tim MFK.
d. Melakukan analisa kebutuhan tindakan pada saat terjadi
bencana.
e. Memimpin serta melakukan koordinasi tugas dengan para
Kepala Bidang/ Instalasi/ Urusan/ Ruangan serta pegawai dalam
kegiatan penanggulangan keadaan darurat/ kebakaran.

20
f. Memberikan instruksi “keadaan darurat” di dalam gedung bila
terjadi keadaan darurat.
g. Berada di tempat kejadian dan memimpin seluruh tindakan
sampai kondisi kembali normal.
h. Melakukan koordinasi dengan Kepala Bidang/ Instalasi/ Urusan/
Ruangan dan Tim Tanggap Darurat sampai kondisi kembali
normal.
i. Mengkoordinasikan dan pemantauan penyediaan rambu-rambu
tanda khusus yang diletakkan diberbagai tempat yang
membutuhkan.
j. Bekerjasama dengan Kepala Urusan SDM dan Diklat untuk
melakukan perencanaan Diklat Bidang Pengamanan dan
Kebakaran.
k. Membuat laporan kegiatan di Bidang Pengamanan dan
Kebakaran pada akhir tahun, melakukan monitoring dan evaluasi
serta menyusun rencana tindak lanjut untuk periode berikutnya.
l. Menghadiri rapat koordinasi dalam Tim MFK secara periodik.

8. Koordinator Bidang Peralatan Medis :


a. Mengumpulkan dan melakukan inventarisasi data sertifikat
peralatan medis.
b. Melakukan evaluasi masa berlaku sertifikat pada seluruh
peralatan medis serta mengajukan pembaharuan sertifikat jika
diperlukan.
c. Menginventarisasi prosedur-prosedur yang ada dan membuat
manual peralatan untuk ditempelkan pada peralatan di area unit
kerja.
d. Memantau kegiatan pengamanan peralatan medis, kalibrasi
peralatan, pemeriksaan alat secara berkala agar seluruh
peralatan tetap dalam keadaan baik dan siap pakai.
e. Berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait pemeliharaan
peralatan medis dan non medis baik yang dilakukan internal
rumah sakit maupun dari pihak ketiga.
f. Bekerjasama dengan Kepala Urusan SDM dan Diklat untuk
melakukan perencanaan Diklat Bidang Peralatan Medis.
g. Membuat evaluasi dan laporan kegiatan Bidang Peralatan Medis
pada akhir tahun untuk dilaporkan kepada Ketua MFK serta
menyusun rencana kerja untuk periode berikutnya.

21
h. Menghadiri rapat koordinasi dalam Tim MFK secara periodik.

9. Koordinator Bidang Sistem Utilitas :


a. Mengumpulkan dan melakukan inventarisasi data-data sistem
utilitas.
b. Menginventarisasi prosedur-prosedur yang ada dan membuat
manual peralatan untuk ditempelkan pada peralatan di area unit
kerja.
c. Memantau kegiatan pengamanan sistem utilitas, monitoring
peralatan, pemeriksaan alat secara berkala agar seluruh
peralatan tetap dalam keadaan baik dan siap pakai.
d. Berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait pemeliharaan
sistem utilitas baik yang dilakukan internal rumah sakit maupun
dari pihak luar.
e. Bekerjasama dengan Kepala Urusan SDM dan Diklat untuk
melakukan perencanaan Diklat Bidang Sistem Utilitas.
f. Membuat evaluasi dan laporan kegiatan Bidang Sistem Utilitas
pada akhir tahun untuk dilaporkan kepada Ketua MFK serta
menyusun rencana kerja untuk periode berikutnya.
g. Menghadiri rapat koordinasi dalam Tim MFK secara periodik.

22
BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA

MFK memiliki tata hubungan kerja dengan semua unit pelayanan


di RS Umum Pindad.

23
BAB VIII
POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PERSONIL

Berdasarkan fungsi dan tugas pokok kegiatan, rumah sakit


menyelenggarakan kegiatan administrasi dan manajemen serta kegiatan
pelayanan kesehatan. Pada umumnya Struktur Organisasi di rumah sakit
disusun berdasarkan kelompok kategori 2 unit kerja sebagai berikut:
a. Unit Kerja Struktural
Direktur, Wakil Direktur, Bidang dan Instalasi yang bertanggung jawab
menyelenggarakan administrasi dan manajemen rumah sakit dan
fungsional.
b. Unit Kerja Fungsional yaitu meliputi :
1) Unit Kerja Fungsional Utama
Adalah unit kerja dan sub unit kerja yang langsung terkait dengan
penyelenggaraan pelayanan kesehatan di dalam dan di luar
rumah sakit, misalnya Instalasi Rawat Jalan, Instalasi Rawat Inap,
Instalasi Gawat Darurat, Instalasi Farmasi/ Apotik, Urusan
Laboratorium, Urusan Radiologi, Urusan Gizi, dan lain-lain.
2) Unit Kerja Fungsional Penunjang
Adalah unit dan sub unit kerja yang lingkup kegiatannya
mendukung kegiatan pelayanan kesehatan maupun administrasi
dan manajemen, misalnya Urusan Rumah Tangga, Laundry, dan
lain-lain.
Tabel
Menetapkan Unit Kerja & Kategori SDM

No Unit Kerja Sub Unit Kerja Kategori SDM


1. Bidang  Unit Rikkes/  Dokter/ Dokter
Keselamatan dan MCU (Hyperkes) Gigi
Keamanan  Unit Kecelakaan  Dokter/ Dokter
Kerja (Hyperkes) Gigi
 Unit Penyakit  Dokter/ Dokter
akibat kerja Gigi
(Hyperkes)
 Penyehatan  Sarjana
lingkungan kerja Kesehatan
Masyarakat/
D3 Kesehatan

24
Lingkungan
 Penyehatan  D3 Gizi
makanan dan
minuman
 Penyehatan air  D3 Kesehatan
Lingkungan
 Penyehatan  D3 Kesehatan
Laundry Lingkungan/
SLTA plus
 Penanganan  D3 Kesehatan
sampah dan Lingkungan/
limbah SLTA plus

 Pengendalian  D3 Kesehatan
serangga dan Lingkungan/
tikus SLTA plus

 Sterilisasi/  D3 Keperawatan/
Desinfeksi SLTA plus

 Perlindungan  D3 Radiologi
Radiasi

 Upaya  D3 Kesehatan
penyuluhan Lingkungan/
kesehatan SLTA plus
lingkungan
2. Bidang Bahan  Pengadaan-  Sarjana Farmasi
Berbahaya dan pembuangan  Tenaga terlatih
Beracun limbah B3
3. Bidang  Disaster program  Dokter
Manajemen  Tenaga terlatih
Emergensi
4. Bidang  Keamanan  Dokter/
Pengamanan dan Tenaga
Kebakaran yang sudah
terlatih

Kualifikasi Pendidikan :
25
a. Dokter dan Dokter Gigi
b. Sarjana Farmasi
c. D3 Kesehatan Lingkungan
d. D3 Gizi
e. D3 Keperawatan
f. Tenaga Terlatih
g. SLTA Plus

26
BAB IX
KEGIATAN ORIENTASI
TAHAP PROGRAM ORIENTASI NARASUMBER

Orientasi hari pertama :

1. Penjelasan status kepegawaian


2. Penjelasan program orientasi yang akan
Kepala Urusan SDM
I diterima pegawai, peraturan dan tata
dan Diklat
tertib
3. Kepada pegawai dikenalkan seluruh
bagian di RSU Pindad. Diajak berkeliling
(Hospital Tour)
1. Pengenalan ruang dan faslitas MFK
Ketua MFK
II 2. Pengenalan jenis pelayanan di MFK
3. Pengenalan tehnik dan pelaksanaan
pelayanan di MFK
Ketua MFK membuat laporan terkait hasil
orientasi pegawai. Ketua MFK
III Hasil evaluasi harus memberikan rekomendasi
apakah pegawai memliki kinerja yang baik atau
tidak, atau perpanjangan masa orientasi.

27
BAB X
PERTEMUAN / RAPAT

1. Pertemuan/ rapat rutin yang diadakan setiap bulan


2. Pertemuan / rapat tidak rutin / mendadak
1. Pertemuan / Rapat Rutin.
Yang dimaksud dengan Pertemuan / Rapat Rutin:
Rapat bulanan yang dipimpin oleh ketua tim MFK dilakukan
setiap bulan dan diikuti oleh para coordinator dan anggota.
Didalam rapat ini dibahas masalah-masalah yang bersifat
pelayanan maupun administratif yang terjadi di dalam Tim
MFK untuk dapat dilakukan koordinasi dan perbaikan secara
internal maupun penyelesaian kepada instalasi atau urusan
lain.
2. Pertemuan / Rapat tidak rutin atau mendadak
Rapat tidak rutin / mendadak diadakan bilamana terjadi masalah
atau hal-hal yang harus segera diatasi. Rapat ini bersifat
insidental, dipimpin oleh Ketua Tim MFK.

28
BAB XI
LAPORAN

1. Pengertian
Pelaporan merupakan sistem atau metode yang dilakukan untuk
melaporkan segala bentuk kegiatan yang ada terkait dengan program
pelayanan MFK di Rumah Sakit Umum Pindad.
2. Jenis Laporan
Laporan dibuat oleh ketua tim MFK
a. Laporan
Bulanan
Laporan yang dibuat oleh ketua MFK rumah sakit dalam bentuk
tertulis setiap bulannya dan diserahkan kepada Karumkit.
b. Laporan
Tahunan
Laporan yang dibuat oleh ketua MFK rumah sakit dalam bentuk
tertulis setiap tahun dan diserahkan kepada Karumkit.
c. Laporan
Insidentil atau KLB
Laporan yang dibuat oleh ketua MFK rumah sakit dalam bentuk
tertulis bila ada KLB (Kejadian Luar Biasa) dan diserahkan kepada
Karumkit.

Ditetapkan di : Turen
Pada tanggal : 21 Januari 2019
RUMAH SAKIT UMUM PINDAD
KEPALA

SAJI PURBORETNO

29