Anda di halaman 1dari 3

TUGAS AKHIR PENGUATAN PEMBELAJARAN INTEGRITAS

NAMA : MUTIA SAFHUNNA,S.Pd


KELAS :A
NO.UKG : 201500189393

 Guru adalah manusia yang terpanggil untuk mengusir kegelapan bagi lingkungan-
nya. Sebagai penerang, maka sosok guru sendiri haruslah terang. Dia adalah murid
pertama dari kebaikan yang ia ajarkan;
 Integritas merupakan konsistensi atau kesesuaian antara suara hati nurani sebagai
kebenaran, pola pikir untuk hidup benar, tekad yang kuat untuk mewujudkan hidup
benar, ucapan yang terungkap, dan perilaku yang ditampilkan;
 Kunci dari proses penguatan integritas adalah ketika setiap guru memahami, me-
yakini, dan mengamalkan perilaku berintegritas bagi dirinya dan kemudian menjadi
teladan dan inspirasi bagi peserta didik dan lingkungannya;
 Integritas pada dasarnya sudah ada dalam diri setiap manusia. Tugas guru adalah
menguatkan nilai karakter penguat integritas yang ada dalam diri setiap manusia,
sehingga makin kokoh.
 Menjadi pribadi berintegritas memberi manfaat untuk pribadi dan berdampak sosial.
Jadi bukan ditujukan untuk memperbaiki di luar diri;
 Guru memiliki peran sebagai lokomotif dalam perbaikan moral bangsa dengan
melakukan penguatan integritas dimulai dari dirinya, dan meluaskan kepada peserta
didik dan lingkungannya;

 Melihat kondisi sekolah saat ini, maka untuk melakukan penguatan integritas perlu
upaya yang tidak biasa dengan cara pandang yang berbeda. Guru perlu memiliki
keyakinan yang kuat dan kerja keras mewujudkannya;

 Penguatan integritas adalah hal paling mendasar dalam pendidikan yang mutlak
dilakukan oleh seluruh guru, apakah ia guru kelas, guru mata pelajaran, konselor, atau
warga sekolah dewasa lainnya.

 Perilaku berintegritas bersumber dari dorongan keyakinan yang kuat. Tahapan


penguatan dilakukan dengan pemahaman, penyadaran, menguatkan keyakinan,
pengamalan dan pembiasaan yang konsisten dan deklarasi. Tahapan tidak perlu
berurut melainkan dapat berlangsung simultan;

 Penguatan integritas dapat dilakuan dalam beragam aktivitas yang utamanya


memunculkan pemahaman, penyadaran, penguatan keyakinan, dan praktek
pembiasaan atas kesadaran sendiri.

 Dua hal utama dalam penguatan integritas adalah “mewujudkan suasana berinte-
gritas baik di kelas dan sekolah, dalam jangkauan kendali guru” dan “melakukan
penguatan integritas dalam semua aktivitas pembelajaran baik dalam tema, mata
pelajaran, proyek, ekstrakurikuler, dan aktivitas lainnya.

 Perencanaan penguatan integritas mutlak dilakukan sendiri oleh guru dan bukan
menjiplak. Perencanaan mengacu pada kondisi peserta didik, kondisi satuan
pendidikan dan konteks lokal.

 Penguatan integritas harus didokumentasikan, dengan melakukan pencatatan data


otentik mengenai dua hal: (1) memastikan bahwa proses berjalan atau tidak, konsisten
atau tidak; (2) memastikan bahwa perilaku peserta didik sebagai hasil dari proses
yang dilakukan mengalami perkembangan atau sebaliknya.

 Penguatan integritas dimulai dengan komitmen diri yang dilakukan secara bersa- ma-
sama;

 Perlu upaya kreatif untuk membangun komitmen diri yang sesuai dengan kondisi
peserta didik dan lingkungan;

 Komitmen diri secara bersama-sama ini diperlukan untuk mewujudkan suasana ber-
integritas yang konsisten;

 Mewujudkan suasana berintegritas diawali dengan guru sebagai role model;

 Membangun budaya berintegritas melalui tripusat pendidikan, diawali dari kelas,


sekolah, keluarga dan lingkungan.
 Ruang kerja guru ada dalam alam pikiran, rasa, dan hati manusia
 Pendidikan merupakan jalan bagi kita untuk menyadari bahwa Tuhan berada di tem-
pat terpenting dalam diri kita.
 Semua ilmu pengetahuan menjadi jembatan bagi manusia untuk menuju tempat ter-
penting itu, tempat di mana Tuhan berada, di dalam diri kita.
 Pikiran negatif yang sengaja kita munculkan itu menjadi tindakan sadar kita untuk
membangun tatanan dan sistem koordinasi yang akan mengantarkan pesan-pesan
negatif itu ke seluruh tubuh kita.
 Jika berpikiran positif maka semua unsur dalam diri kita akan membentuk konfigu-
rasi yang positif, dan konfigurasi itu menghasilkan koordinasi yang positif dan akhir-
nya akan melahirkan hal-hal positif yang akan mengantarkan kita pada kedudukan
sebagai makhluk paling mulia di antara makhluk yang diciptakan oleh Tuhan.
 Kemuliaan seorang guru selalu menebar kebaikan tanpa pernah memikirkan keun-
tungan apa yang akan diperolehnya sebagai imbalan dari kebaikannya itu.
 Hasil penilaian akan memastikan apakah rencana pembelajaran mengarah kepada
pencapaian kompetensi, selanjutnya juga akan membuktikan apakah pembelajaran
sesuai dengan perencanaan
 Penilaian berfungsi sebagai alat bantu untuk menelusuri hal-hal yang terjadi
(perkembangan atau kemunduran) yang dialami oleh setiap peserta didik di sepanjang
proses belajar

Anda mungkin juga menyukai