Anda di halaman 1dari 5

Desain Tekstil 1

TURUNAN ANYAMAN POLOS TIDAK LANGSUNG

Nama : Wilujeng Chintia Islami

NPM : 17010088

Grup : 2T4

Dosen : Siti R., A.T., M.T.

POLITEKNIK STTT BANDUNG

2018
ANYAMAN TURUNAN POLOS TIDAK LANGSUNG

Turunan anyaman polos adalah anyaman polos yang diperpanjang efek lusinya atau
efek pakannya, atau diperpanjang kedua-duanya.
Arah perpanjangan :
Perpanjangan benang efek ke arah vertikal : perpanjangan efek lusi
Perpanjangan benang efek ke arah horisontal : perpanjangan efek pakan
1. Turunan anyaman polos langsung
a. Perpanjangan efek lusi
b. Perpanjangan efek pakan
c. Perpanjangan efeklusi dan efek pakam

2. Anyaman turunan polos tidak langsung :


a) Cannele lusi selang-seling (Royals)
Jika cannele lusi dibuat kelompok-kelompok dan jika pada semua dikelompok dari
yang bernomor genap bekerjanya digeser keatas 1 atau 2 pakan ataupun lebih,
maka akan terbentuk cannele lusi selangseling
Pada permukaan kain dengan anyaman riba lusi selang-seling tidak
emperlihatkan rusuk-rusuk tetapi cenderung merupakan butir-butir pada
permukaan kain

Anyaman rusuk lusi , tiap kelompk digeser keatas dengan angka loncat dua.Tiap
kelompok terdiri dari 4 helai lusi. Suatu cara yang lazim dipakai ialah
menggunakan metode penggeseran yang ditentukan lebih dulu sebagai alat /
pedoman untuk penggeseran kelompok-kelompok lusi tersebut.
b) Anyaman “huckaback”
Gabungan dari anyaman polos, rips lusi dan rips pakan, Anyaman polos
dimaksudkan untuk memberi keteguhan letak benang pada kain, sedang efek
lusi/efek pakan yang panjang dimaksudkan untuk memberikan sifat kain menjadi
cepat menyerap air.
c) Anyaman berlubang (ajour)
Kain yang menggunakan anyaman ini mempunyai lubang-lubang (air space) yang
terjadi karena pengelompokan benang-benang lusi dan benang-benang pakan.
Pengelompokan benang-benang tersebut adalah disebabkan karena masing-
masing kelompok dari benang-benang lusi dan benang-benang pakan
membentuk efek yang berbalikkan secara bergantian. dengan kata lain, apabila
dalam satu raport anyaman terdapat sejumlah /sekelompok benang-benang
pakan yang bekerjanya saling berlawanan, makaakan terbentuk lubang pada kain
(perforated fabrics).
Anyaman ajour banyak dipakai pada anyaman campuran sebagai penghias
luasnya lubang (air space) yang terbentuk pada kain tergantung dari :
a.       panjang rendahnya efek kelompok lusi dan pakan
b.      tetal lusi dan tetal pakan

d) Cannele pakan selang seling


Metodanya sama dengan cannele lusi selang-seling (royale) anyaman ini jarang
dipakai.
e) Anyaman cannele berkotak
Anyaman ini adalah gabungan dari cannele lusi dan cannele pakan selang-seling.
Biasanya dipakai dalam pakaian wanita pada sutera dan wol, terutama bahan
untuk mantel.
f) Kombinasi panama cannele
Anyaman ini adalah gabungan dari anyaman-anyaman  panam. Cannele lusi dan
cannale pakan. Gambar berikut merupakan contoh dari gabungan 3 anyaman
tersebut

Pada contoh ini tiap anyaman panama dikelilingi oleh cannele lusi dan cannele
pakan. Pada gambar tersebut tiap kotak dipisahkan oleh anyaman cannele.
g) Anyaman biji jelai (barley-corn weaves)
Anyaman biji jelai juga tergolong turunan anyaman polos tidak langsung atau
turunan dari anyaman hopseack (panama). Gambar berikut contoh dari anyaman
biji jelai, dimana efek pakan pada anyaman panama diberi efek-efek lusi
sedemikian rupa sehingga terbentuk anyaman  keper efek pakan.
h) Anyaman crepe (anyaman berbutir)
Anyaman yang menghasilkan permukaan kain berkerut-kerut atau berbutir-butir.
Rupa crepe pada permukaan kain ini diperoleh dengan cara sebagai berikut
Anyaman dasar adalah anyaman polos. Dari anyaman dasar ini, efek lusinya
dikurangi / ditambah. Cara penambahan / pengurangan efek lusi dapat dilakukan
dengan cara semua benang bernomor ganjil ditambah/dikurangi efek  lusinya
menurut aturan anyaman satin