Anda di halaman 1dari 77

KILASAN

GAMBAR
BERITA NABI
KECIL
SURVAI KECIL

FATI ARO ZEGA


STA-BATU
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 1

SILABUS

NAMA MATA KULIAH : TAFSIR PL 5


KODE : -
BOBOT : 2 sks
SEMESTER : V (lima)
PRASYARAT : Hermeneutika
PERTEMUAN : 14 X 2 x 50 menit

STANDAR KOMPETENSI
Mahasiswa memiliki kemampuan untuk menafsirkan beberapa bagian kitab dalam Perjanjian Lama,
khususnya kitab kitab Nabi-nabi Kecil

KOMPETENSI DASAR
1. Mampu menghayati pengajaran dari kitab NABI-NABI KECIL
2. Mampu menjelaskan pengajaran dari kitab NABI-NABI KECIL
3. Mampu mengemukakan refleksi suara PL dan relevansinya dalam konteks masa kini

URUTAN DAN RINCIAN MATERI


1. Tafsir KITAB NABI HOSEA
2. Tafsir KITAB NABI YOEL
3. Tafsir KITAB NABI AMOS
4. Tafsir KITAB NABI OBAJA
5. Tafsir KITAB NABI YUNUS
6. Tafsir KITAB NABI MIKHA
7. Tafsir KITAB NABI NAHUM
8. Tafsir KITAB NABI HABAKUK
9. Tafsir KITAB NABI ZEFANYA
10. Tafsir KITAB NABI HAGAI
11. Tafsir KITAB NABI ZAKAHRIA
12. Tafsir KITAB NABI MALEAKHI

INDIKATOR HASIL BELAJAR


1. Memahami kepenulisan Kitab-kitab Nabi-nabi Kecil
2. Menjelaskan pesan kitab-kitab Nabi-nabi Kecil
3. Menjelaskan panggilan dan pelayanan para Nabi Kecil
4. Mengemukakan refleksi suara PL dan relevansinya dalam konteks masa kini

STANDAR PROSES PEMBELAJARAN


PENDEKATAN : Kolektif dan Partisipatoris

PENGALAMAN BELAJAR : 1. Mahasiswa mendengarkan kuliah


2. Mahasiswa mendiskusikan bersama tentang sejarah Israel
3. Mahasiswa melakukan studi pustaka
4. Mahasiswa mempresentasikan
5. Membuat refleksi

METODA : Ceramah, Diskusi


TUGAS : 1. Laporan Bacaan
2. Presentasi kelompok
3. Membuat Refleksi

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 2

STANDAR PENILAIAN : 1. Partisipasi dan kehadiran : 10%


2. Presentasi Kelompok : 20%
3. Tugas Mandiri : 30%
4. UAS : 30%

TEKNIK : Tes tertulis & Diskusi


BENTUK SOAL : Essay
MEDIA : Laptop, LCD Proyektor

SUMBER BELAJAR
1. Keluarga
2. Media elektronik (internet)
3. Narasumber,
4. Lingkungan alam,
5. Lingkungan sosial,
6. Teman di kampus
7. Teman di masyarakat setempat
8. Komunitas gereja
9. Komunitas Budaya
10. Literatur:
1. Baker, D.L, Mari mengenal Perjanjian Lama, Jakarta : BPK Gunung Mulia, 1992
2. Bullock, C. Hassell, An Introduction to the Old Testament Prophetic Books, Moody, Chicago, 1986.
3. Crenshaw, J.L, Old Testament Wisdom, Atlanta : Westminter, 1981
4. Groenen C, Pengantar ke dalam Perjanjian Lama 2, Yogyakarta : Kanisius, 1980
5. J.I Packer, Merril C. Tenney, William White, Jr. Ensiklopedi Fakta Alkitab Malang : Gandum
Mas,2001
6. James D. Newsome, Jr., The Hebrew Prophets, John Knox, Atlanta, 1984.
7. Hill, Andrew E.; Walton, John H., Survei Perjanjian Lama (Malang: Gandum Mas, 2004)
8. Klaus Koch, The Prophets: The Babylonian and Persian Periods, Fortress, Philadephia, 1984.
9. Larkin, William J., Culture and Biblical Hermeneutics: Interpreting and Applying the Authoritative
World in a Relativistic Age, Baker Books, Michigan, 1988.
10. Lasor, W.S. dkk, Pengantar Perjanjian Lama 2, Jakarta : BPK Gunung Mulia, 1994
11. Leon J. wood, The Prophets of Isrel, Baker Books, Grand Rapids, Michigan, 1992.
12. Rowley H.H., Ibadat Israel Kuno, Jakarta : BPK Gunung Mulia, 1983
13. Roy B. Zuck (ed.), A Biblical Theology of the Old Testament, Moody, Chicago, 1991.
14. Steck, Odil Hannes, Old Testament Exegesis: A Guide to the Methodology , Scholars, Georgia,
1998.
15. Stuart, Douglas, Eksegese Perjanjian Lama, Gandum Mas, Malang, 1994.
16. The Kramer, Singa Telang Mengaum, BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1993.
17. Watson, Francis, Text, Church and World: Biblical Interpretation in the Theological Perspective ,
Eerdmans, Michigan, 1994.
18. Willem A. VanGemeren, Interpreting the Prophetic Word: An Introduction to the Prophetic
Literature of the Old Testament, Zondervans, Grand Rapids, Michigan, 1990.
19. William J. Larkin, Jr., Culture and Biblical Hermeneutics: Interpreting and Applying the
Authoritative World in a Relativistic Age, Baker Books, Grand Rapids, Michigan, 1988.
20. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini. Jilid 1 dan 2. Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 2003.
21. Program Elektronik SABDA/OBL versi 4.
22. Program Elektronik E-Sword v. tahun 2008-2013
23. Program Elektronik BibleWorks9.

I. Tujuan Utama

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 3

Agar setiap orang “Mengenal Yesus Kristus lebih jelas, mengasihi-Nya lebih sungguh, dan mengikuti-Nya
lebih dekat” (Richard Chichester: dalam W. Barclay, Pemahaman Alkitab Setiap Hari).

II. Manfaat Mata Kuliah

1. Mendorong mahasiswa untuk menyelidiki lebih mendalam tentang Allah dan karya-karya-Nya dari
dalam kitab-kitab Sejarah Perjanjian Lama yang dapat direlevansikan pada konteks masa kini, dan
membangun pengertian yang kritis serta konprehensif tentang kekayaan penyataan Allah melalui
kitab ini.
2. Melalui perkuliahan ini mahasiswa memiliki komitmen pada pengakuan Injili-Pentekostal bahwa
Alkitab adalah Firman Allah tanpa salah (inerransi) dan berotoritas. Alkitab memberi prinsip-prinsip
dasar bagi semua bidang kehidupan serta memberi pemahaman yang benar tentang Allah dan
karya-karya-Nya.
3. Melalui perkuliahan ini mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan dan sensitivitas memahami
konteks dan kebutuhan gereja, masyarakat dan lingkungan sehingga dapat melayani dengan baik
sebagai terang dan garam.
4. Memiliki komitmen pada panggilan ilahi yang dinyatakan melalui Mandat Kristus yang harus diemban
sehingga seluruh bangsa dapat dibawa untuk mengakui dan menyembah Allah di dalam nama
Kristus Yesus, Pencipta, Pemelihara, Penguasa dan Pemberi upah.

III. Tugas-tugas

1. Resensi buku. Mengungkapkan latar belakang penulisan buku, pesan dan inti tulisan, memaparkan
manfaat, keistimewaan, dan hal-hal yang mungkin masih perlu dikembangkan dalam buku (5 – 8
halaman).
2. Meringkas buku. Menentukan inti setiap bab atau sub-bab dan memberi kesimpulan dari segi
bahasa, nilai teologis dan manfaat buku tersebut (5-8 halaman).
3. Makalah (10 – 18 halaman)
Membuat makalah dalam tiga bab, Pertama pendahuluan (1–2 halaman), kedua bab bahasan (8–15
halaman), dan terakhir bab kesimpulan/penutup (1 halaman).
4. Membuat tanggapan atas buku bacaan yang diwajibkan minimal dalam 7 tanggapan evaluatif.

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 4

PENGANTAR

Alkitab Perjanjian Lama secara kolektif berjumlah tiga puluh Sembilan kitab, namun berdasarkan
karakternya, terbagi dalam 3 divisi yang dikenal dengan istilah Tanakh dalam tradisi Ibrani. Selanjutnya,
berdasarkan ciri sifat dan kontesknya, dapat dibagi lagi menjadi 5 devisi, yaitu kelompok kitab-kitab
Taurat, kitab-kitab sejarah, kitab-kitab hikmat atau puitis, kitab-kitab para nabi “besar” dan kitab para
nabi “kecil.” Khusus Kitab-kitab Nabi-nabi Kecil, terdokumentasi dan di tempatkan pada bagian akhir
kanon Alkitab Ibrani, terdiri dari dua belas kitab. Posisinya dalam Alkitab bukan berdasarkan kronologi
dan perananya dalam dunia keagamaan Israel. Naskah-naskah itu sudah sejak semula dikumpulkan
menjadi satu kelompok yang berjumlah dua belas kitab. Karena itu kumpulan dividional itu biasa
dinamakan Dodekapropheton atau "Kitab Keduabelas Nabi" atau "Keduabelas Nabi Kecil". Predikat "kecil"
dalam pemahaman itu sama sekali tidak bermakna nabi-nabi itu tokoh-tokoh yang tidak begitu penting,
tetapi untuk membedakan kelompok naskah tulisan para nabi yang secara kuantitas memang lebih besar,
seperti kitab nabi Yesaya, Yeremia, Yehezkiel dan Daniel. Sedangkan posisi penting dan peranannya
dalam kehidupan keagamaan Israel tidaklah kalah dengan kitab nabi-nabi yang lain, baik dalam hal
pengaruh maupun isi beritanya. Peristilahan itu terutama dikenakan untuk alasan-alasan praktis.
Urutan kitab nabi-nabi dalam satu jilid itu tidak seluruhnya sama di kanon Ibrani dan kanon
Yunani. Dalam Kanon Ibrani urutannya dimulai dari Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum,
Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakaria, Maleakhi. Dalam Kanon Yunani keenam nabi terakhir itu sama
tempatnya, tetapi urutan keenam nabi pertama adalah Hosea, Amos, Mikha, Yoel, Obaja, Yunus. Dasar
yang dipergunakan dalam menetapkan urutan itu tidaklah jelas. Namun demikian, dalam kanon Ibrani
dapat ditentukan semacam urutan waktu. Hosea dan Amos adalah nabi-nabi dari abad kedelapan, disusul
Mikha pada akhir abad itu juga. Nahum, Zefanya dan Habakuk tampil pada runtuhnya kerajaan Asyur
dan pada permulaan kerajaan Babel (sekitar tahun 500), Yoel, Obaja dan Yunus yang waktu tampilnya
tidak diketahui lagi, mendapat tempatnya yang tetap di tengah-tengah keduabelas itu karena alasan-
alasan lain. Urutan kronologis memang sedikit banyak ada, tetapi tidak selalu menjadi patokan, bahkan
urutan posisi kitab dalam kanon belumlah berarti bahwa mereka susul-menyusul menurut waktu.
Misalnya, berdasarkan penelitian, Amos lebih dulu melayani daripada Hosea, tetapi Hosea ditempatkan di
depan, mungkin karena bukunya lebih besar dan juga karena banyak tema-tema yang terdapat di dalam
Hosea yang diulang lagi dalam buku-buku berikutnya.
Pada dasarnya, kitab kitab yang agak kecil itu melingkupi suatu masa kegiatan para nabi yang
berlangsung dari abad kedelapan sebelum Masehi sampai dengan zaman sesudah pembuangan, lebih
kurang tahun 400. Dengan demikian kitab-kitab tersebut merupakan ringkasan dari seluruh kegiatan para
nabi di Israel yang tersimpan dalam bentuk tulisan. Sebelum mereka memang sudah ada nabi-nabi,
tetapi mereka tidak menuliskan dan mencatat sedikit pun dari nubuat dan pengajaran mereka.
Dalam kitab-kitab ini terdapat pula beraneka ragam bentuk sastra yang digunakan para nabi,
mulai dari firman nubuat dan amanat sampai penglihatan-penglihatan apokaliptik. Dalam berbagai
bentuk sastra itu dikemukakan berbagai tema, yang di dalam kitab nabi-nabi besar dibahas lebih luas.
Dengan demikian adalah penting untuk membaca dan mempelajari kitab Nabi-nabi Kecil ini, karena akan
menjadi bahan persiapan yang terbaik untuk membaca dan mempelajari kitab Nabi-nabi Besar. Sehingga
sangatlah keliru apabila orang beranggapan bahwa Kitab-kitab Nabi-nabi Kecil itu kurang penting, kurang
bernilai dibandingkan dengan kitab Yesaya atau Yeremia. Begitu pula bila dilihat dari aspek kesusastraan,
beberapa bagian dari kitab Nabi-nabi Kecil itu tidak kalah indah dan rapinya dibanding dengan karya
sastra terindah dalam Perjanjian Lama, yaitu kitab Yesaya.
Dalam diktat ini Keduabelas Kitab Nabi Kecil disajikan dalam suatu olahan studi yang ringkas
dengan menyarikannya menjadi bahan ajar. Sumber utama studi kitab Nabi-nabi Kecil ini diambil dan
diolah dari beberapa sumber cacan adan program softwear, yaitu Sabda, E-Sword, BibleWorks9, dan
Libronix Digital Library System yang sangat kaya dengan bahan literatur terbaik dunia, serta bebarapa
sumber literatur lainnya, dengan harapan mudah dicerna dan komprehensif. Semoga bermanfaat.

Con Amora (Dengan cinta),


Pdt. Fatiaro Zega
2014

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 5

BAB I
KITAB NABI HOSEA
Umat yang Tidak Setia, Allah yang Setia

Hosea adalah nabi yang dipanggil Allah untuk bernubuat kepada Kerajaan Israel, sekitar 30
tahun terakhir sebelum kehancuran kerajaan itu, seperti yang juga dilakukan oleh Yeremia kepada
Yehuda. Hosea memulai pelayanannya pada masa akhir pemerintahan Yerobeam II, ketika Israel sedang
mengalami kemakmuran ekonomi dan kestabilan politik. Suatu kemakmuran dan keamanan sementara
waktu yang menciptakan rasa aman temporal. Sebab, segera setelah Yerobeam II wafat (753 SM),
keadaan bangsa itu mulai memburuk dengan pesat dan menuju kehancurannya pada tahun 722 SM.

A. Pendahuluan

Kitab Hosea merupakan kitab pertama dari sastra kenabian dalam kelompok Nabi-nabi Kecil
(Dodekapropheton). Tema utama yang digaungkannya mengenai kasih setia Allah yang menebus.
Sekalipun pelayanan Hosea terjadi selama generasi terakhir Kerajaan Utara, tetapi dia tidak menyaksikan
musnahnya Samaria pada tahun 722, oleh bangsa Asyur. Pada masa itu, seperti dikatakan Pulpit
Commentary, Israel mengalami kemakmuran dan kesuksesan, seperti yang belum pernah dialami sejak
zaman Daud dan Salomo. Juga terjadi perluasan wilayah. 1 Terlebih masa itu kekuatan Asyur sedang
merosot, sehingga Kerajaan Israel menguasai sebagian besar jalur perdagangan timur-barat di kawasan
itu. Tetapi secara etis-religius Israel berada pada masa yang sangat suram. Betel dan Dan adalah dua
kota pusat penyembahan berhala, patung sapi emas, yang menyiapkan jalan bagi menyusupnya
penyembahan kafir yang tidak bermoral, yakni penyembahan kepada dewa Baal dan Asytoret
(cp.1Raj.12:28-32; Hos.2:13; 10:5-6; 13:2).

1. Kepenulisan

Mengawali nubuatnya, Hosea menyebutkan nama 5 raja yang merupakan petunjuk tentang
kurun waktu nubuatnya, antara pemerintahan Yerobeam II dari Israel dan empat raja Yehuda (Uzia,
Yotam, Ahas dan Hizkia, 1:1), atau sekitar tahun 780-715 SM. Sekalipun sebagian besar karyanya ditulis
dalam periode antara tahun-tahun terakhir pemerintahan Yerobeam dan jatuhnya Samaria, tahun 755-
722 SM, Hosea merupakan penulis kedua dari empat penulis yang dikenal sebagai nabi abad kedelapan
(Amos, Hosea, Yesaya dan Mikha).

a. Kepribadian Penulis

Nama Hosea berarti keselamatan. Dalam kitab ini ia diperkenalkan sebagai putra Beeri (Hos 1:1).
Selain itu tidak ada lagi yang diketahui tentang diri sang nabi, kecuali beberapa kilasan, dan dia adalah
penduduk Kerajaan Israel yang bernubuat kepada bangsanya sendiri, yang terlihat dari:
1) Banyaknya acuan kepada "Israel" dan "Efraim" (2 sebutan terkemuka bagi kerajaan utara)
serta "Samaria" (ibu kota Kerajaan Utara).
2) Banyak acuan kepada raja Israel di Samaria dengan sebutan "raja kita" (Hos 7:5).
3) Keprihatinannya terhadap kebobrokan rohani, moral, politik dan sosial Israel.

b. Berita Kenabian

Perkawinan Hosea memberikan gambaran yang jelas mengenai hubungan antara Allah dan
Israel. Allah mengasihi Israel, bahkan ketika mereka meninggalkan Dia dan menyembah dewa-dewa lain,
Allah terus mengasihi dan rindu untuk memulihkan mereka menjadi umat-Nya kembali. Oleh karena
penderitaan yang dialaminya, Hosea dapat menjelaskan betapa Allah menderita karena kasih-Nya kepada
umat yang tidak setia. Oleh karena itu, Hosea menyerang penyembahan berhala yang dilakukan oleh
orang Israel dan memanggil mereka untuk bertobat serta kembali menyembah Allah yang mengasihi
mereka dan yang dengan penuh sukacita akan mengampuni mereka serta memulihkan mereka.
Tema utama berita Hosea dapat dirangkum dalam 3 kata, yaitu dosa, penghakiman dan
keselamatan. Dalam mengungkap dosa Israel, Hosea menekankannya pada penyembahan berhala (mis.
1
The Pulpit Commentary: Introduction Hosea, dalam: Rick Meyers, E-Sword 2012.
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 6

Hos 4:17; 8:4, 6; 10:5; 11:2; 13:2). Dia membandingkan hubungan perjanjian Israel dan Allah dengan
perkawinan dan tuduhan perselingkuhan rohani Israel ( the Lord’s “wife”). Mereka telah berbalik kepada
Baal, dewa topan dan kesuburan bangsa Kanaan (cf. Hos 2:8, 13; 11:2; 13:1), demi memohon
kesuburan tanah dan kandungan. Untuk menggambarkan ketidaksetiaan Israel, Hosea menikahi seorang
wanita yang memperlihatkan ketidaksetiaan kepada suaminya, sama seperti bangsa itu. Banyak dosa
lainnya disebutkan dalam kitab ini, termasuk ketidakadilan sosial (Hos 12:7), kejahatan berat (Hos_4:2;
6:9; 12:1), kemunafikan agama (Hos_6:6), pemberontakan politis (Hos 7:3-7), mencari perlindungan
bangsa asing (Hos 7:11; 8:9), congkak, arogansi (Hos 13:6), dan tidak tahu berterimakasih (Hos 7:15). 2

2. Tujuan Utama Penulisan

Nubuat Hosea adalah usaha terakhir Allah memanggil orang Israel supaya bertobat dari
penyembahan berhala dan kefasikan yang tidak kunjung reda, sebelum diserahkan kepada hukuman
penuh atas dosa-dosa mereka. Kitab ini ditulis untuk menyatakan:

a. Bahwa Allah mempertahankan kasih-Nya kepada umat perjanjian-Nya dan dengan


sungguh-sungguh ingin menebus mereka dari kejahatan mereka, dan …
b. Bahwa hal-hal menyedihkan terjadi apabila orang terus-menerus tidak menaati Allah dan
menolak kasih-Nya yang menebus.

Ketidaksetiaan Gomer yang mengejar laki-laki lain menggambarkan Israel mengejar-ngejar


dewa-dewa lain, Gomer melakukan zina jasmaniah menggambarkan Israel yang berzina secara rohani.

3. Pentingnya Kitab Hosea

Untuk pertama kalinya dalam sejarah Israel hubungan antara Yahwe dan umat Israel
diungkapkan dengan istilah-istilah yang diambil dari kehidupan perkawinan. Seluruh berita Hosea pada
dasarnya bertemakan Allah yang tidak ditanggapi umat Israel. Kemesraan kasih yang pernah terjalin
antara bangsa Israel dengan Yahwe di padang gurun lekas berlalu bagaikan sebuah mimpi indah.
Selanjutnya setiap bukti kasih Yahwe dibalas Israel dengan ketidaksetiaan.
Pentingnya kitab ini terlihat pada pengaruhnya terhadap kitab-kitab yang lain. Pengaruhnya
terasa dalam wejangan-wejangan para nabi mengenai ibadat yang dijiwai kasih kepada Allah, terutama
pada Yeremia. Selain itu, Yehezkiel dan Yesaya juga meniru Hosea dalam menggambarkan hubungan
antara Yahwe dan Israel sebagai ikatan suami-isteri. Tidak mengherankan, Perjanjian Baru mengutip
Hosea atau sering mendapat inspirasi dari padanya. Jemaat Kristen purba mengalihkan gambar tersebut
kepada hubungan yang terjalin antara Yesus dan Gereja, menerapkan lambang ini pada hubungan antara
Allah dengan masing-masing kaum beriman.

4. Garis Besar Kitab

a. Keluarga Hosea dan Keluarga Allah, 1:1-3:5


Hos 1:1 Pendahuluan: latar belakang
Hos 1:2-9 Istri Hosea dan anak-anaknya
Hos 1:10, 11 Israel sebagai anak-anak Allah
Hos 2:1-13 Israel, istri yang tidak setia
Hos 2:14-23 Allah, suami yang penuh kasih
Hos 3:1-5 Hosea menebus istrinya kembali.
b. Kebobrokan Israel, Hos. 4:1-5:15
c. Kasih Allah Ditolak, Hos. 6:1-8:6
d. Hukuman Tidak Dapat Dihindari, Hos. 8:7-10:15
e. Pertobatan Masih Dimungkinkan, Hos. 11:1-14:9
Hos 11:1-5, Allah mengasihi Israel sebagaimana seorang ayah
Hos 11:6, 7, Israel menolak kasih Allah
Hos 11:8- 12 Allah rindu kepada umat-Nya, mengasihi mereka, walaupun penuh dosa Hos
12:1-14, Pintu untuk kembali terbuka lebar, ketidaksetiaan harus dihukum
Hos 13:1-16, Hanya kasih Allah dapat menyelamatkan Israel
2
Lihat Bible Knowledge Commentary: Purpose and Message.
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 7

Hos 14:1-3, Imbauan terakhir untuk pertobatan


Hos 14:4-9, Allah akan memulihkan mereka yang mencari Dia.

B. Latar Belakang Kitab

Kitab Hosea menjadi satu-satunya kitab nabi dari Kerajaan Israel yang terdokumentasikan. Tidak
diceritakan mengenai kota kelahiran atau latar belakang masa mudanya. Beberapa orang berpendapat
Hosea adalah seorang tukang roti, sebab dia menunjukkan pengetahuan yang terinci mengenai usaha ini
(7:4-8). Tetapi ia juga mempunyai banyak pengetahuan mengenai perladangan (10:11-13; 13:3),
karenanya tidak dapat ditentukan secara pasti. Mungkin yang paling pasti ialah bahwa Hosea bekerja
sebagai seorang nabi profesional.
Ruang lingkup pelayanan Hosea yang mengacu kepada empat raja Yehuda, dan bukan kepada
masa pemerintahan yang singkat dari 6 raja Israel terakhir, mungkin menjadi petunjuk bahwa ia
melarikan diri dari kerajaan utara untuk tinggal di Yehuda, menjelang kehancuran Samaria oleh Asyur
(722 SM), di temapt ia menyusun nubuat-nubuat dalam kitab yang diberi judul sesuai namanya ini.
Namun ini mungkin juga mengindikasikan legitimasi atas dinasti Daud (cf. Hos 3:5), bertolak belakang
dengan ketidakstabilan danketidaksinambungan dinasti raja di Kerajaan Utara (cf. Hos 7:3-7).
Kisah hidup rumah tangga Hosea yang ironis menggambarkan sebagian besar berita kitab ini.
Allah memerintahkannya untuk menikahi seorang wanita yang tidak setia kepadanya. Hosea dengan
Gomer memperoleh tiga orang anak yang nama-namanya jelas merupakan pesan bagi Israel. Namun,
tidak lama kemudian Gomer melarikan diri dan menjadi seorang pelacur. Hosea masih mencintainya, dan
akhirnya, waktu Gomer menjadi budak, ia membelinya kembali. Status Gomer sebagai istri kemudian
dipulihkan, walaupun harus menjalani masa penyucian terlebih dulu.
Pelayanan Hosea kepada Kerajaan Utara terjadi segera setelah pelayanan Amos (nabi Yehuda
yang bernubuat kepada Israel). Hanya nabi Amos dan Hosea di PL yang seluruh beritanya dialamatkan ke
kerajaan utara untuk menubuatkan kebinasaannya yang akan datang.
Pernikahan Hosea yang tragis dan nubuatnya dipadukan sebagai pesan Allah kepada Israel
sepanjang tahun-tahun terakhir menjelang kehancurannya. Allah memerintahkan Hosea untuk
"mengawini seorang perempuan sundal" (1:2) untuk melukiskan ketidak-setiaan rohani Israel kepada
Allah. Sekalipun ada yang menafsirkan pernikahan itu sebagai kiasan, kebanyakan sarjana Alkitab
konservatif memandangnya sebagai kisah yang benar-benar terjadi.

C. Ciri Khas dan Pesan Kitab

1. Tujuh Ciri Khas Kitab Hosea

a. Inilah kitab pertama "Kitab Dua Belas Nabi" atau juga dikenal dengan nama "Nabi-Nabi Kecil"
("kecil" karena singkat dibandingkan dengan Yesaya, Yeremia, dan Yehezkiel).
b. Hosea adalah satu dari dua nabi dari utara yang menulis kitab nubuat di PL (yang lain adalah
Yunus).
c. Seperti Yeremia dan Yehezkiel, Hosea melukiskan pengalaman pribadinya sebagai berita
nubuatnya.
d. Kitab ini berisi sekitar 150 pernyataan tentang dosa-dosa Israel, lebih dari separuhnya
berkaitan dengan penyembahan berhala.
e. Melebihi nabi PL lainnya, Hosea mengingatkan Israel bahwa Tuhan telah sabar dan setia
dalam kasih-Nya terhadap mereka.
f. Tidak ada tatanan khusus dari nubuat-nubuat Hosea (4:1-14:9), sehingga sulit untuk
mengetahui akhir sebuah nubuat dan awal nubuat berikutnya.
g. Nubuatnya penuh dengan kiasan yang hidup, kebanyakan diambil dari daerah pedesaan.

2. Pesan Utama

a. Hal-hal yang Tuhan Tidak Kehendaki dari Israel

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 8

1) Menyembah ilah lain. Hanya Dia yang harus ditinggikan, penyembahan yang terbagi sama
sekali bukan penyembahan.
2) Melayani ilah lain. Ketaatan penuh hanya boleh diberikan kepada satu Allah, melayani ilah
lain berarti tidak setia kepada Allah.
3) Bergantung kepada ilah lain. Allah dapat dipercaya, bergantung kepada ilah lain berarti
meragukan pemeliharaan-Nya.

b. Bagi umat-Nya, Allah menjadi seorang suami, seorang ayah, seorang dokter, seorang
gembala. Dengan kata lain, Allah akan memenuhi segala kebutuhan mereka. Kita tidak
dapat membatasi Allah hanya pada satu lukisan saja. Kasih-Nya lebih besar daripada segala
sesuatu yang dapat kita bayangkan.

c. Hal yang Diinginkan Allah dari umat-Nya

1) Pertobatan, termasuk perubahan sikap secara nyata.


2) Pengenalan akan Dia. Mereka harus berusaha untuk mempelajari dan mengerti apa yang
dikatakan Allah kepada mereka tentang diri-Nya dan kehendak-Nya untuk mereka.
3) Ketaatan, termasuk sikap yang benar terhadap sesama seperti terhadap Allah.
4) Kasih sayang. Allah mengasihi mereka dan menginginkan mereka membalas kasih-Nya
dengan sepenuh hati.
5) Kesetiaan. Kesetiaan merupakan hal yang kuno di zaman Hosea seperti juga pada dewasa
ini, tetapi pelayanan kepada Allah tidak dapat setengah-setengah. Pelayanan mengandung
penyerahan total dan harus mantap (cp.Rm.12:1).

D. Survai Ringkas

Kitab Hosea terdiri dari 14 pasal, 197 ayat. Kitab ini bukan hanya ditujukan kepada Kerajaan
Israel, tetapi juga kerajaan Yehuda. Menurut para ahli, naskah Ibraninya termasuk yang paling jelek di
seluruh PL. Namun, kitab ini membawa pengaruh yang sangat mendalam pada seluruh PL. Dalam kitab
ini Hosea terutama mengecam orang-orang yang memegang pucuk pimpinan bangsanya. Para raja
berlawanan dengan kehendak Allah, melalui politik yang duniawi mereka telah menurunkan harkat umat
pilihan sehingga menjadi sama saja dengan bangsa-bangsa lain. Para imam yang kurang
berpengetahuan dan serakah membawa bangsa Israel kepada kebinasaan.
Seperti Amos, Hosea mengutuk ketidakadilan dan pemerkosaan hak manusia, tetapi ia lebih
menekankan ketidaksetiaan Israel dalam bidang keagamaan. Hukuman Allah tidak terelakkan, tetapi
Allah menghukum demi untuk menyelamatkan. Setelah menjadi ternista dan terhina, Israel akan ingat
masa lampau, ketika masih setia kepada Yahwe, lalu akan bertobat, sehingga Yahwe akan kembali
berkenan kepada umat-Nya dan akan memberikan kebahagiaan serta damai sejahtera.
Berdasarkan komposisi isinya, kitab ini dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertama, pasal 1-3,
menerangkan pernikahan Hosea kepada Gomer dan melodramatik keluarga mereka. Nama ketiga anak
mereka juga menjadi simbol dan nubuat bagi Israel. Nama Yizreel artinya Allah “mencerai-beraikan”
(God will sow)), Lo-Ruhama, artinya “tidak dikasihi” ( not pitied)), dan Lo-Ami artinya "bukan umat-Ku."
Kasih Hosea yang tekun kepada istrinya yang pezina melambangkan ketabahan kasih Allah kepada Israel.
Kedua, pasal 4-14, berisi serangkaian nubuat Hosea yang menyamakan ketidaksetiaan Israel
dengan ketidaksetiaan istrinya. Perbuatan Gomer yang meninggalkan Hosea untuk kekasih lainnya (1:1-
11) melambangkan Israel yang meninggalkan Allah (4:1-7:16). Gomer direndahkan (2:1-22) untuk
melambangkan rasa malu dan hukuman atas Israel (8:1-10:15). Perbuatan Hosea yang menebus Gomer
dari pasar budak (3:1-5) melambangkan keinginan dan rencana Allah untuk memulihkan Israel di masa
depan (11:1-14:9). Kitab ini menekankan bahwa akibat dari menolak kasih Allah dan panggilan-Nya
untuk bertobat, maka hukuman atas Israel tidak bisa ditunda lagi.

E. Analisis Ringkas

Di antara semua nabi, Hosea merupakan nabi yang paling tepat dan paling praktis
menerjemahkan kasih dan anugerah Allah. Melalui hidupnya terlukiskan kasih Allah yang paling lemah
lembut. Hosea memanggil orang Israel untuk bertobat dari penyembahan berhala dan perbuatan fasik
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 9

yang tidak kunjung berhenti, dan menyatakan bahwa Allah mengasihi dan sungguh-sungguh ingin
menebus mereka dari kejahatan mereka. Hukuman yang menyedihkan pasti akan terjadi apabila mereka
terus menerus tidak menaati serta menolak kasih Allah yang menebus itu. Dari dalam kitab ini tergambar
hal-hal seperti berikut.

1. Ketidaksetiaan

Ketidaksetiaan istri Hosea sebagai gambaran ketidaksetiaan Isreal kepada Allah. Nama Gomer (ֹ
‫)גֶּמר‬, dalam bahasa Ibrani berarti menyelesaikan, menuntaskan ( complesion), ayahnya bernama Dibalim,
yang artinya dua lapis kue anggur ( two lay grape cakes). Menurut JFB Commentary, Gomer, daughter of
Diblaim adalah nama simbolis, secara harfiah berarti penyelesaian, putri kue anggur berlapis yang indah
setelah dibakar. Maksudnya, seorang yang sepenuhnya menyerahkan diri kepada sensualitas. Maurer
menjelaskan, “Gomer” secara literal berarti arang perbaraan (a burning coal), bandingkan Ams. 6:27, 29,
menunjuk kepada wanita pezinah (Ayb 31:9, 12).3 Sifat seorang yang suka mengejar laki-laki untuk
berzinah, sama seperti Israel yang mengejar-ngejar dewa-dewa lain dan berzinah secara rohani.

2. Kasih Allah Menuntut

Allah itu kudus (2:19, 20) dan jika mereka ingin menjadi umat-Nya, maka Israel juga harus
menjalani hidup yang kudus. Hubungan dengan Allah hanya dapat terjalin atas dasar persyaratan-Nya,
dan syarat-syarat ini adalah bahwa umat-Nya harus memberikan pelayanan yang eksklusif kepada-Nya
dan hidup dalam kebenaran, 4:7-10; 5:4; 11:5-7.

3. Dosa Merupakan Hal yang Serius

Memutuskan iman kepada Allah sama seriusnya dengan perzinaan dalam perkawinan, 1:2; 2:1-5.
Hosea membawa Gomer kembali (3:1-5) demi kepentingan Gomer, tapi hubungan yang lama tidak dapat
dipulihkan dengan sempurna tanpa disiplin. Demikian pula dengan Israel. Kasih Allah kepada mereka
baru berarti jika dosa-dosa mereka dibereskan, tidak diabaikan. Allah rindu untuk mengampuni mereka,
tetapi harus ada pertobatan terlebih dulu (14:1-9) …

a. Dewasa ini Allah rindu untuk memulihkan Israel, 7:1; 11:8, 9.


b. Di masa yang akan datang, oleh karena kasih Allah yang besar, dan hanya karena itu saja,
ada harapan untuk keselamatan, 11:10,11; 14:4-9.

4. Pertobatan dan Pelayanan Harus Nyata

a. Pertobatan bukanlah suatu hal yang mudah atau dangkal. Pertobatan harus disaksikan,
bukan dengan hanya memamerkan sikap beragama yang diperbarui, tetapi dengan
kehidupan yang baru, 6:1-4.
b. Pengorbanan tanpa penyerahan dan ketaatan tidak dapat diterima Allah,6:6.

F. Tafsir Tema-tema Utama

1. Kasih Setia Allah (Khesed ‫)חֶסד‬

Berita Hosea yang khas adalah mengenai khesed Allah (6:6). Menurut The Complete Word Study
Dictonary, ḥeseḏ indicating kindness, lovingkindness, mercy, goodness, faithfulness, love, acts of
kindness. This aspect of God is one of several important features of His character: truth; faithfulness;
mercy; steadfastness; justice; righteousness; goodness. The classic text for understanding the
significance of this word is Psalm 136 where it is used twenty-six times… to proclaim that God's kindness
and love are eternal.4

3
Jemieson, Fausset and Brown Commnetary (JFB): Hos 1:3, Gomer, dalam E-Sword.
4
The Complate Wordstudy Dictionary: Hosea 6:6, khesed (H2617), dalam: E-Sword.
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 10

Kata khsed ini menjadi pintu masuk utama memahami kitab Hosea. Menurut Ensiklopedi Alkitab
Masa Kini,5 kata ini secara rohani berarti landasan hubungan dengan Allah yang melaluinya anugerah
Allah datang menjangkau manusia, yang dalam kerangka waktu:

a. Pada masa lalu, anugerah telah mengambil prakarsa memanggil Israel, 11:1.
b. Pada masa kini, khesed Allah merupakan satu-satunya harapan Israel yang tidak memiliki
kekuatan moral dan spiritual untuk kembali kepada-Nya, 5:4; 11:7.
c. Pada masa akhir, khesed merupakan harapan untuk Israel dibeli kembali atau ditebus dari
pemberontakannya dengan penuh kelembutan (cp. 2:18-19). Israel tidak dapat menjadi
pengantin perempuan Allah tanpa mas kawin (2:20) dengan demikian Israel akan dibeli
Allah. Jelas ada harapan bahwa Allah akan lebih berhasil dengan Israel daripada nabi Hosea
dengan Gomer.

Amos juga telah mengajarkan bahwa Allah telah mengambil prakarsa terhadap Israel (Am 2:9-
10; 3:2), tetapi tindakan Allah dalam Hosea adalah lembut. Perhatikanlah citra Allah yg begitu ramah
dalam Am 9:3,4. Allah bagaikan Bapak, mengajar Israel untuk berjalan, menyembuhkan mereka ketika
mereka jatuh dan melukai dirinya sendiri. Allah bagaikan Gembala dari kawanan ternak, berjalan di
depan ketika mereka melalui bukit yang curam, mengucapkan kata-kata ramah yang membangkitkan
semangat dan meringankan kuk mereka bila itu menekan mereka. Betapanya Allah mengasihi Israel,
walaupun mereka telah berdosa. 6 Tugas: Buatlah sebuah daftar dari semua acuan yang terdapat dalam
Hosea yang mengacu kepada kasih Allah, dan perhatikan beraneka cara yang Allah pakai untuk
menyatakan kasih-Nya, yang menyangkut baik berkat maupun penghakiman!

2. Masalah Dosa

Hosea sependapat dengan Amos mengenai dosa. Bagi keduanya, karena dosa maka pada suatu
waktu di masa datang Israel akan jatuh pada pembuangan. Nama anak-anak Hosea jelas menunjuk
kepada penghukuman Allah — Yizreel (menunjuk kepada hukuman atas Israel bersama seisi rumah raja);
Lo-Ruhama (Allah tidak mengasihani); dan Lo-ami (mengandung arti penyangkalan bahwa Israel adalah
umat Allah), yang muncul juga di Hos 4:17; 5:1-14; 6:4-11; 7-8; 11:1-7. Dosa itu tidak berarti bahwa
Israel sama sekali sudah bersekutu dengan berhala-berhala sehingga tidak dapat diselamatkan, tetapi
menggambarkan pandangan mengenai dosa yang sangat serius. Dosa mengacaukan, menyesatkan dan
mencemarkan segala sesuatu yang disentuhnya (Hos 4:11).
Hosea telah menyelamatkan Gomer dari keadaan sebagai benda yg diperjualbelikan demi uang,
tetapi Hosea tidak dapat menyelamatkan Gomer untuk hubungan kasih yang lama, yang telah hancur
karena ketidaksetiaan Gomer. Hosea harus membiarkan Gomer sendirian, hingga jelas bahwa Gomer
sudah tidak lagi kembali kepada berhala nafsu dan kemudahan. Disiplin ini bukanlah bukti bahwa Hosea
tidak lagi memedulikan Gomer, tetapi justru karena ia peduli sehingga ia memberlakukan disiplin ini.
Allah akan membiarkan mereka yang tidak mau membiarkan Allah turut campur tangan dalam hidup
mereka. Inilah cara-Nya untuk menyadarkan mereka. 7

3. Masalah Pertobatan

Hosea pasal 6:1-4 sangat menarik. (i) Pasal ini dapat dilihat sebagai pernyataan pertobatan
sejati. (ii) Juga dapat dilihat sebagai pernyataan pertobatan murahan dan dangkal, pada bibir orang yang
tidak dapat tidak percaya bahwa mereka adalah anak-anak Tuhan. Apakah yang dapat Allah perbuat
dengan bangsa itu, yang pertobatannya tiba-tiba, bagaikan awan pagi yang melayang-layang dan lenyap
sebelum siang tiba, atau bagaikan embun yg menguap disinari matahari?
Bagaimanapun tafsiran mengenai pasal ini, tidak perlu diragukan bahwa bagi Hosea pertobatan
adalah sangat sukar. Kendala pertobatan ialah penyembahan berhala, imoralitas, dan ibadah yang hanya
formalitas dan sembarangan. Perhatikan Hos 14:1, yang dipertentangkan bukan antara kata dan
perbuatan, melainkan antara kata dan penyembahan berhala dengan mencium secara mencolok anak-

5
Ensiklopedi Alkitab Masa Kini. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2003, 403.
6
Ensikolpedi Alkitab Masa Kini, 403.
7
Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, 403.
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 11

anak lembu dan juga penyelenggaraan upacara keagamaan yang tanpa makna. Pertobatan haruslah
rasional dan diucapkan dengan jelas.8

4. Pengetahuan Tentang Allah

Salah satu akar penyakit Israel terdiagnosis dalam Hos 4:6. Ayat ini tidak hanya menunjuk pada
pengetahuan secara akali, tetapi juga pengetahuan yang memimpin manusia untuk berbuat sesuatu.
Hosea merasa bahwa Israel tidak mengerti Tuhan Allah. Kurangnya pengetahuan mengenai Allah ini
mempunyai akibat yang terlihat dalam bermacam-macam bentuk kejahatan seperti sumpah palsu,
berdusta, membunuh, mencuri, menyesatkan, merampok dan saling membunuh (Hos 4:2).
Andaikan Hosea ditanya apa obat bagi penyakit Israel? Mungkin sekali jawabnya adalah,
‘Ingatlah perintah-perintah Tuhanmu, yang telah diturunkan melalui tradisi dan tulisan-tulisan suci:
Ingatlah peristiwa-peristiwa besar dalam sejarahmu, ingatlah Allah Yang Agung yang dinyatakan sejarah
itu, Allah yang agung sifat-Nya, agung kekuatan-Nya dan agung kelemahlembutan-Nya’. Gomer tidak
pernah mengerti Hosea, itulah sebabnya ia menyakiti Hosea. Andaikan Israel dapat dibimbing untuk
mempunyai pengetahuan yang sungguh tentang Allah, maka kelakuannya dapat diubah. 9 Bandingkan
Hos 2:13,20; 4:1,6,14; 5:4; 8:14; 13:6.

5. Hubungan

Kitab Hosea menekankan bahwa dasar agama adalah hubungan nyata dengan Allah. Hubungan
ini melahirkan tuntutan terhadap umat Allah, tetapi juga konsekuensi bagi Allah, yang menderita
manakala kasih-Nya ditolak dan umat-Nya tidak setia, 7:1-7; 8:1-14; 11:3-7. Dari ayat-ayat ini dan pasal-
pasal lainnya dapat dilihat cara-cara yang dipakai Allah untuk berhubungan dengan bangsa Israel dan
bagaimana reaksi mereka. Tidak kalah dari itu, hubungan itu harus dilandasi oleh kesetiaan. Ketidak-
setiaan Israel yang berpaling kepada sesembahan lain jelas telah mempengaruhi kehidupan agama,
politis dan moral mereka. Lihatlah gambaran keadaan imoralitas Israel yang di dalamnya Hosea berbicara
mengenai dosa-dosa yang dilakukan dalam bidang-bidang tersebut.

G. Gambaran-gambaran Imoralitas Israel

1. Lembu yang Degil (4:16)

Allah menggambarkan, “Israel degil seperti lembu yang degil,…” Kata degil (‫)סֹרֵ רָ ה‬, sorarah – (
‫)סָ רַ ר‬, sarar, berarti seekor sapi muda yang belum beranak, yang keras kepala, sukar diatur, bantahan,
melawan. Brown-Driver- Brigg’s Hebrew Definition antara lain mengatakan “ 1) to rebel, be stubborn, be
rebellious, be refractory… ”10 Memberontak, keras kepala, susah dihilangkan, menentang, keras kepala.
Gambaran dari Israel yang tidak mau dikendalikan, mengikuti keinginannya, berbalik kembali pada jalan
sebelumnya. Lembu adalah gambaran patung sembahan yang didirikan oleh Yerobeam di Dan dan Betel.
Menurut agama Mesir lembu adalah penjelmaan dewa avis yang menguasai kekuatan dan kemakmuran.

2. Israel Digambarkan Sebagai Dapur Perapian (7:4-7)

Dapur perapian artinya oven yang dipanaskan untuk membakar apa yang ada di dalamnya, baik
makanan atau pun batu bata. “‫ תּנּוּר‬,tannûr: A masculine noun referring to an oven, a furnace. The word
is used to describe a firepot (Gen_15:17); an oven for baking bricks or food (Exo_8:3 [7:28]); a furnace
for producing heat that consumes what is in it .”11 Secara rohani berarti mengumbar nafsu yang tidak
dapat ditahan, suatu keingian yang berapi-api, hidup yang dikendalikan oleh nafsu.
3. Israel Digambarkan Sebagai Roti Bundar yang Tidak Dibalik (7:8)

Menurut salinan KJV, “Ephraim is a cake not turned.” Artinya, Efraim seperti roti yang tidak
dibalik, sebelah atas setengah mentah sedangkan bagian bawahnya setengah hangus, tidak bisa
dimanfaatkan. Gambaran pencampurbauran penyembahan kepada Allah dan kepada berhala. Pada satu
8
Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, 403-404.
9
Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, 404.
10
Brown-Drives-Brigg’s Hebrew Definition: Hosea 4:16, sarar (H5637), dalam E-Sword.
11
E-Sword: The Complete Word Study.
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 12

sisi beribadah kepada Allah, pada sisi lain juga menyembah Baal. Sikap keagamaan yang tidak konsisten,
kontradiktif dan ekstrim pada satu sisi. Mereka berserikat dengan bangsa-bangsa di sekeliling yang
menyembah berhala sehingga menghasilkan keagamaan sinkretisme yang parah.

4. Orang yang Sudah Beruban (7:9)

Israel dengan keberdosaannya digambarkan seperti “sudah banyak beruban, tetapi ia sendiri
tidak mengetahuinya.” Beruban, “(ֵ‫)שׂי ָבה‬, śeyḇāh: A feminine noun meaning old age or gray hair …
Hosea uses the word figuratively to depict Ephraim being old before its natural time, that is, its hair was
sprinkled with gray (Hos_7:9).12 Gambaran seorang yang sudah tua sebelum waktunya, kiasan dari
menyusutnya kekuatan atau digrogoti kelemahan tanpa disadari, usang bagai dimakan ngengat, lumpuh
tanpa disadari, lambang mendekatnya kehancuran nasional.

5. Merpati Tolol (7:10-11)

“Efraim telah menjadi merpati tolol, tidak berakal, dengan memanggil kepada Mesir, dengan
pergi kepada Asyur.” Kata “tolol” disalin dari ‫ פָּתה‬pāṯāh: A verb meaning to entice, to deceive, to
persuade; to be gullible. It describes persons who are simple, naïve, and overcome by vain things
(Job_5:2). Bandingkan kata ini Kel 22:16; Ams.1:10; 16:29; 20:19; 24:28. It is used of strongly
persuading people (Pro_25:15). It indicates persons' deception of themselves (Deu_11:16; Hos_7:11); or
of their being enticed or deceived into something (Job_31:9, Job_31:27; Jer_20:10 13
Secara rohani menggambarkan sikap yang bertolak belakang dari seharusnya, yang memalukan,
bolak balik mencari perlindungan ke Asyur dan Mesir, seperti orang bodoh. Konon, merpati tidak
mempunyai empedu, tidak mempunyai kepahitan, tetapi Israel yang tidak memiliki “hati” sama dengan:

a. Tidak meninggalkan rekan/pasangan yang lama, namun membuat sarang baru di tempat
lain, artinya, sama dengan tidak setia, selingkuh dan memberontak terhadap Allah yang
benar.
b. Tidak memiliki pengertian lagi, tidak berakal.
c. Tidak memiliki akal yang sehat dan berakibat ketidakberdayaan, lalu mencari pertolongan ke
sana ke mari.

6. Israel Bagaikan Busur Tipu (7:16)

“Busur tipu” artinya busur yang telah kehilangan elastisitasnya, menggambarkan sikap yang lalai,
malas, lengah, keluar dari sasaran. Busur adalah simbol ketundukan, tetapi ketundukan Israel kepada
Allah hanya untuk tipuan. Arti lainnya, hidup yang tidak kena pada sasaran yang diharapkan, tidak
berfungsi dan berbalik membahayakan diri sendiri, tidak pernah mencapai tujuan yang diharapkan.

H. Penggenapan Dalam Perjanjian Baru

Kitab Hosea dikutip oleh PB sebagai nubuat yang tergenapi di dalam Yesus Kristus:

1. Pemanggilan putra Allah dari Mesir (11:1; cp. Mat 2:15).


2. Kemenangan Kristus atas kematian (13:14; cp. 1Kor 15:55).
3. kerinduan Allah akan kasih setia bukan korban sembelihan (6:6; cp. Mat 9:13; 12:7).
4. Orang bukan Yahudi yang bukan umat Allah, kini menjadi umat Allah (1:6,9-10; 2:22;
cp. 9:25-26; 1Pet 1:10).
Selain dari ayat-ayat khusus, PB memperluas tema tentang Allah sebagai suami umat-Nya,
dalam hal Kristus menjadi mempelai laki-laki dari mempelai wanita yang ditebus, gereja (1Kor 11:2; Ef
5:22-32; Why 19:6-9; 21:1-2,9-10). Hosea menekankan berita PB mengenai perlunya pengenalan akan
Allah untuk memasuki hidup (2:19; 4:6; 5:15; 6:3,6; cp. Yoh 17:1-3). Terpadu dengan berita ini, Hosea
dengan jelas menunjukkan hubungan langsung di antara dosa yang terus-menerus dengan hukuman

12
E-Sword: The Complete Word Study.
13
Ibid.
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 13

yang tidak terelakkan. Kedua penekanan utama Hosea dirangkum Paulus dalam Rm.6:23, "Upah dosa
ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."

Kesimpulan

1. Kitab Hosea mengajarkan bahwa Allah memberikan hukuman terhadap orang Kristen yang masih
menyembah berhala.
2. Allah yang menjadi sumber keselamatan, adalah Allah yang Maha Pengampun.
3. Walaupun dosa yang dilakukan sangat besar, tetapi bila bertobat dan mohon pengampunan
kepada Allah, maka ia akan setia mengampuni.

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 14

BAB II
KITAB NABI YOEL

Salah satu kitab Perjanjian Lama yang beritanya tersusun secara rapi dan indah adalah Kitab
Yoel. Tidak ditemukan dalam kitab-kitab lain gambaran yang begitu terinci mengenai berita yang
disampaikan seperti dalam kitab ini. Dalam visiunnya Yoel melihat kumpulan belalang yang menjadi suatu
ilustrasi yang luar biasa mengenai rombongan musuh yang mengelilingi Yehuda sebagai penghukuman
dari Allah. Selain itu, Yoel juga disebut sebagai nabi harapan dan "nabi kebangunan rohani" (2:18-32).
Hal ini dilihat terutama dalam peristiwa Hari Pantekosta, pada waktu nubuatnya digenapi. Tentu saja
beberapa nubuat masih menunggu penggenapannya (2:28,29; Kis 2:16-21). Selain itu, terdapat pula
nubuat mengenai berkumpulnya kembali orang Israel di tanah leluhur mereka serta mengenai
penghakiman Tuhan atas bangsa-bangsa (3:2-7; Mat.25:32).

A. Pendahuluan

Nama Yoel berarti "Yahwe adalah Allah." Dia digambarkan sebagai seorang nabi yang memiliki
hati yang mudah luluh, terbuka dan sensitif mendengar suara Tuhan. Dia memiliki pengetahuan dan
wawasan yang dalam mengenai anugerah Tuhan, bahwa Dia selalu mengampuni orang yang bertobat.
Sayangnya, tidak banyak yang diketahui tentang nabi ini selain gambaran singkat mengenai dirinya di
pasal 1:1. Umum berpendapat bahwa dia adalah salah satu dari banyak nabi Perjanjian Lama yang
terawal, sangat mungkin mengenal baik nabi Elia maupun Elisa di masa mudanya. Dia bernubuat di
Kerajaan Selatan, dalam zaman pemerintahan Yoas (2Raj. 11 dan 12).
Yoel memperkenalkan dirinya sebagai bin Petuel, yang bisa berarti enlarged of God atau vision of
God (1:1). Banyaknya acuan mengenai Sion dan pelayanan dalam Bait Suci menunjukkan bahwa ia nabi
untuk Yehuda dan Yerusalem. Karena banyak menyapa kaum imam, beberapa orang mengira dia
seorang “nabi-imam" (cp. Yer 28:1, 5) yang mengucapkan firman Tuhan.

1. Kepenulisan

Penulis : Yoel
Tema : Hari Tuhan yang Besar dan Mengagumkan
Tanggal Penulisan: 835-830 SM (?)

2. Tujuan Berita

Yoel berkhotbah dan menulis tentang akan segera datangnya serbuan ke Yehuda, yang hebatnya
seperti bencana belalang yang baru saja terjadi. Tujuannya rangkap tiga:

a. Untuk mengumpulkan umat itu di hadapan Tuhan dalam suatu ibadah raya yang kudus
(1:14; 2:15-16). Hama belalang hanya sebagai peringatan (Am. 7:1-3; 1:1-12; 2:1-11).
b. Untuk menasihati Yehuda agar bertobat dan dengan rendah hati kembali kepada Tuhan
melalui berpuasa, menangis, berkabung, dan bersyafaat, untuk memohon \ kemurahan Allah
(1:13-20; 2:12-17 cp. Zef 2:1-3).
c. Untuk mencatat firman nubuat Allah kepada umat-Nya pada saat mereka sungguh-sungguh
bertobat (2:18-3:21). Jawaban Tuhan atas pertobatan itu adalah berkat untuk bangsa itu
(2:18-27), pencurahan Roh Kudus (2:28-32), penghakiman atas bangsa-bangsa (3:1-8), dan
keputusan Allah yang membenarkan umat-Nya (3:9-21).

3. Lima Ciri-Ciri Khas Kitab Yoel

a. Kitab ini menjadi salah satu adikarya sastra yang terindah dalam PL.
b. Berisi nubuat PL yang paling terkemuka tentang pencurahan Roh Kudus atas seluruh umat
manusia pada hari Pentakosta.
c. Mencatat banyak malapetaka nasional, yaitu bencana belalang, kekeringan dan kelaparan,
kebakaran, serbuan pasukan asing, bencana-bencana di langit sebagai hukuman Allah atas
kemerosotan rohani dan moral.
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 15

d. Kitab ini menekankan kedaulatan Allah yang bisa saja bekerja di dalam sejarah melalui
bencana-bencana alam dan serbuan pasukan, supaya mendatangkan pertobatan,
kebangunan rohani dan penebusan.
e. Kitab ini memperagakan seorang pengkhotbah kenabian yang memiliki keunggulan rohani
dan hubungan yang sangat dekat dengan Allah, sehingga dapat memanggil umat Allah
secara meyakinkan untuk bertobat, sebagai bangsa, pada masa krisis dalam sejarah mereka,
dan menghasilkan hal-hal positif melalui pertobatan itu.

4. Garis Besar Kitab

Pendahuluan (1:1)
a. Malapetaka Yehuda yang Sekarang, 1:2-20
1) Bencana Belalang yang Menghancurkan, 1:2-12
2) Panggilan Nabi agar Bangsa itu Bertobat, 1:13-14
3) Keadaan Yehuda yang Menyedihkan, 1:15-20.
b. Dekatnya Hukuman yang Bahkan Lebih Besar, 2:1-17
1) Pasukan yang Menakutkan Bersiap untuk Menyerang Yehuda, 2:1-11
2) Panggilan Nabi agar Bangsa itu Bertobat, 2:12-17.
c. Hari Tuhan yang Mendatang, 2:18-3:21
1) Janji Nubuat Tentang Pemulihan, 2:18-27
2) Janji Nubuat Tentang Pencurahan Roh Kudus, 2:28-32
3) Janji Nubuat Tentang Hukuman dan Keselamatan, 3:1-21
a) Bagi Bangsa-Bangsa, 3:1-15
b) Bagi Sion, 3:16-21.

B. Latar Belakang Kitab

Berselang tidak lama sebelum Yoel menuliskan nubuatnya, negeri Yehuda baru saja dihancurkan
oleh hama belalang yang menyerang secara bergelombang. Peristiwa ini bagi Yoel mengandung makna
spiritual. Dia menyatakan bahwa serangan belalang itu merupakan hukuman ilahi, yaitu sebagai reaksi
atas dosa umat Tuhan. Tetapi hukuman tidak berhenti sampai di situ, sebab hukuman yang lebih besar
akan segera tiba, Yehuda akan dikepung oleh bangsa-bangsa, bagaikan sekumpulan belalang. Harapan
mereka satu-satunya hanya dengan bertobat. Karena itu beritanya difokuskan pada penghakiman yang
sudah lampau (belalang), penghakiman yang akan dihadapi (bangsa-bangsa), dan tersedianya belas
kasihan Allah serta panggilan Allah untuk bertobat (1:13-20; 2:12-17).
Kitab Yoel tidak menyebutkan raja atau peristiwa bersejarah yang diketahui tanggalnya, sehingga
tanggal pelayanan dan nubuatnya tidak pasti. Ada yang memperkirakan masa pelayanan-nya pada
paska-pembuangan di Babel, tetapi itu sangat diragukan. Ada juga yang berpendapat pelayanan dan
berita Yoel terjadi sementara masa awal pemerintahan Raja Yoas (835-830 SM) yang naik takhta Yehuda
pada usia 7 tahun (2Raj 11:21), dan berada di bawah perwalian imam besar Yoyada selama dia di bawah
umur. Situasi itu mungkin yang menjelaskan keunggulan para imam dalam kitab ini dan tidak adanya
acuan kepada raja. Namun, mengingat tema nubuat dan gaya sastranya yang lebih dekat dengan nabi-
nabi abad ke-8, sezaman dengan Amos, Mikha, Yesaya, dan beberapa fakta lainnya, penanggalan
cenderung mengarah ke abad ke-9 SM sebagai latar belakang kitab ini. Lebih dari itu, Yoel dikenal
sebagai nabi revival, (2:18-32), “Nabi Pantekosta” (2:28-29; Kis.2:16-21). Peristiwa langsung yang
mengakibatkan penulisan kitab ini ialah serbuan belalang dan musim kering yang hebat, perpaduan yang
menghancurkan di hampir setiap lapisan masyarakat Yehuda. Kemampuan wabah belalang itu
digambarkan mampu melahap segala sesuatu yang hijau seluas beberapa mil persegi dalam sesaat.

C. Survai Singkat

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 16

Isi kitab yang memiliki 3 pasal dan 73 ayat ini terbagi atas tiga bagian. Dalam bagian pertama
(1:2-20), dikisahkan mengenai bencana yang menimpa Yudea oleh sekawanan besar belalang yang
melahap daun-daunan dari kebun dan ladang (1:7, 10), yang mendatangkan kesengsaraan besar atas
bangsa itu. Van Lennep, dalam buku Bible Lands, melukiskan, “Belalang-belalang yang muda segera
mencapai ukuran balalang yang biasa. Belalang itu bergerak maju ke jurusan yang sama, pertama-tama
merangkak, dan kemudian melompat sambil melahap segala sesuatu yang hijau yang ada di jalan dan
kemajuannya lebih lambat dari api yang memusnahkan 14. Di tengah malapetaka itulah Yoel meminta
para pemimpin rohani Yehuda untuk memimpin bangsa itu kepada pertobatan nasional (1:13-14) dalam
sebuah upacara ratapan dan permohonan. Tuhan menanggapi upacara ini dengan berjanji bahwa
malapetaka akan berakhir dan kesejahteraan akan pulih seperti dulu, 1:2-2:27.
Pada bagian kedua (2:1-17), nubuat Yoel mencatat dekatnya hukuman Allah yang lebih besar lagi
dari utara (2:1-11), yang secara kiasan dilukiskan sebagai pasukan perusak, atau serbuan pasukan asing
yang sungguhan. Sekali lagi sang nabi mencanangkan tanda bahaya di Sion (2:1, 15), memanggil
perkumpulan raya yang kudus di mana para imam dan seluruh bangsa itu dengan sungguh-sungguh
mencari kemurahan Allah di dalam pertobatan, puasa, syafaat dan kehancuran hati di hadapan-Nya
(2:12-17).
Dalam bagian ketiga (2:18-3:21), bagian terakhir, dengan gaya sastra apokaliptik, melukiskan
penghakiman atas bangsa-bangsa, kejayaan Tuhan dan Israel (2:28-3:21), diawali dengan pernyataan
bahwa Allah mengasihani umat-Nya ketika mereka bertobat dengan sungguh-sungguh.
Pertobatan Yehuda dan kemurahan Allah yang besar menjadi alasan bagi nubuat-nubuat Yoel
tentang masa depan, yang mencakup janji-janji pemulihan (2:19-27), pencurahan Roh Kudus atas
seluruh umat manusia (2:28-31), hukuman dan keselamatan Allah pada akhir zaman (3:1-21). Kesatuan
ketiga bagian kitab Yoel ini terletak dalam tema mengenai Hari Tuhan yang menjadi inti-pokok yang
sudah disinggung dalam 1:15; 2:1-2, 10-11.

D. Analisis Singkat

Kitab Yoel jelas berhubungan dengan ibadat. Pasal 1-2 menganjurkan sebuah upacara tobat
yang diakhiri dengan janji pengampunan Allah. Peringatan yang dibawakan Yoel kepada Yehuda
mengenai akan datangnya bencana berskala nasional adalah sebagai akibat dari sikap mereka yang tidak
mengindahkan firman Allah. Yoel menggambarkan hukuman Tuhan itu seperti serangan belalang yang
bergerak maju ke jurusan yang sama, melahap segala yang hijau di hadapannya yang membawa
kebinasaan yang menakutkan. Ladang-ladang gandum, jelai, kebun anggur, kebun pohon kertau, hutan-
hutan kecil yang ditanami pohon-pohon zaitun, ara dan lainnya, dalam waktu beberapa jam akan
kehilangan daun hijaunya, bahkan kulit kayunya turut dirusak-kan, sehingga menimbulkan bencana
kelaparan yang dahsyat dan menyapu seluruh negeri.
Berita Yoel itu secara futuristik meramalkan datangnya suatu bangsa yang akan menyerang habis
bangsa Yehuda, seperti serangan belalang yang mereka alami, yang meninggalkan padang tandus di
belakangnya tanpa ada yang terluput (2:3). Serangan yang datang dari utara (2:20).
Nubuat lainnya ialah tentang datangnya hari Tuhan dan saat Dia akan mencurahkan Roh-Nya ke
atas semua manusia (2:28), sesuai dengan harapan Musa di Bil 11:29. Selain itu, Nabi ini mengajak umat
Tuhan untuk bertobat, berdoa dan puasa, suatu pengambilalihan upacara pertobatan dalam Bait Suci
atau disusun sesuai dengan pola upacara semacam itu. Secara wajar ajakan-ajakan itu juga masuk dalam
ibadat Kristen di masa prapaskah.

F. Tafsir Tema-tema Utama

1. Hari Tuhan

Pesan Yoel berfokus pada "Hari Tuhan," saat Tuhan akan turun tangan di dalam dunia ini, lalu
memerintah sebagai Raja, dan akan membenarkan umat-Nya. Sudah barang tentu tema yang sama juga
terdapat dalam nubuat nabi-nabi lainnya (Yes 2:6-22; Am.5:18-20; Zef.1:2-8). Ungkapan "Hari Tuhan"
yang muncul lima kali dalam kitab ini (1:15; 2:1, 11, 31; 3:14) sepadan dengan "hari itu" (3:18). Ada 5
ciri utama dari Hari Tuhan.

2. Pencurahan Roh Tuhan


14
Frank M. Boyd, Kitab nabi-nabi Kecil, Gandum Mas, Malang, 1953, 18.
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 17

Yoel menubuatkan pencurahan Roh Allah secara besar-besaran dan berlaku bagi semua orang
(2:28), yang akan terjadi sebelum kedatangan hari Tuhan yang dahsyat dan menakutkan (2:31). Pada
hari Pantekosta Petrus berkata bahwa nubuatan Yoel sedang digenapi (Kis 2:1-21). Bagian nubuat Yoel
ini telah digenapi dalam gereja awal (Kis 2:38), dan masih akan digenapi (cp. Mrk 13:3-37).

3. Penghukuman Allah

Ketika Allah mendisiplin umat-Nya, Dia bisa memakai bencana kelaparan atau hama (seperti
belalang), tetapi kerapkali juga memakai bangsa-bangsa lain. Kitab Hakim-hakim penuh dengan contoh-
contoh seperti ini. Tetapi seringkali bangsa lain mendapat pengertian yang salah. Mereka menjadi
angkara dan sombong, karena itulah mereka pada akhirnya harus dihukum (3:1-14). Kita juga bisa
berpendapat bahwa oleh karena Allah telah memakai kita dalam suatu hal, maka Dia akan selalu
memakai kita. Hati-hati, jangan jatuh dalam kesombongan.

4. Raja dan Kerajaan-Nya

Dari permulaan sampai akhir Alkitab terdapat sejumlah pasal dan ayat (cp.Yes 9:6,7; 35:4), yang
bernubuat mengenai kerajaan seribu tahun seperti yang terdapat dalam Why 20. Biasanya, hal ini
diartikan bahwa Yesuslah yang akan menjadi Penguasa itu. Kalau begitu, mengapa Yesus tidak menerima
secara terang-terangan julukan berisi pengharapan bahwa pada suatu ketika Dia akan memerintah dunia
(3:17, 18) dan sebagai Raja Orang Yahudi? Mengapa Ia tidak memperbolehkan orang banyak untuk
mengungkapkan kuasa-Nya? (cp.Mrk 1:44; 3:12; 5:43; 7:24,36). Kis 1:6 mungkin dapat menolong kita
untuk mengerti rahasia ini.

5. Hama Belalang

Mengingat serangan hama belalang adalah suatu peristiwa yang sangat hebat (1:2-11). Lebih
dari yang pernah dialami atau didengar orang Yehuda, maka perlu memahaminya dalam beberapa aspek.

a. Aspek Historis

Hama belalang adalah suatu peristiwa yang sungguh-sungguh terjadi pada zaman nabi Yoel.
Namun dibalik fakta historis itu, Yoel memakainya menjadi ilustrasi untuk menginsyafi Yehuda atas
segala perbuatan dan dosa-dosa mereka, dan segera bertobat (1:2, 5, 13-16; 2:12-13). Hama belalang
itu juga pernah terjadi di zaman modern. Dalam National Geografic magazine, dilaporkan bahwa di
daerah Palestina dan Suriah telah terjadi serangan hama belalang yang dahsyat pada tahun 1845, 1865,
1892, 1899, 1904, dan 1915.

b. Tinjauan Alegoris

Hama belalang telah saja terjadi, namun yang penting pelajaran rohaninya, bahwa Yehuda akan
menghadapi musuh-musuh yang akan datang menyerbu dalam jumlah yang spektakuler untuk
menghancurkan mereka, seperti 4 pasukan bangsa yang pernah dinubuatkan oleh nabi Daniel, yang
semuanya datang dari sebelah utara Palestina, yaitu:
1) Pasukan bangsa Babel
2) Pasukan bangsa Persia
3) Pasukan bangsa Yunani
4) Pasukan bangsa Roma

c. Tinjauan Eskaotologi/Apokalupsis

Penafsiran ini mengacu kepada peristiwa-peristiwa apokaluptik di masa akhir zaman. Tentara-
tentara yang datang seperti belalang adalah salah satu kejadian dahsyat yang akan datang menjelang
Hari Tuhan Yesus Kristus.
d. Tinjauan Biologis Belalang
1) Pada waktu dewasa panjangnya ± 61/2 cm
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 18

2) Kepalanya seperti kepala kuda


3) Gerombolan mereka datang seperti pasukan tentara yang bersayap dan berdisiplin
4) Menaiki tembok-tembok dan memasuki rumah-rumah.
5) Kumpulan mereka menyebabkan seakan-akan langit bergetar dan terbang dengan
kecepatan ± 20 km per jam (2:10), terhitung sangat cepat.
6) Suatu kumplan besar belalang yang berjumlah jutaan ekor.
7) Menimbulkan bunyi berisik dan gaduh yang bergemuruh.
8) Menyebabkan matahari menjadi gelap.
9) Bumi dijatuhi kotorannya seperti ukuran kotoran tikus.
10) Dapat terbang rendah di atas permukaan tanah dan jauh tinggi di udara.
11) Memakan habis dedaunan hijau sampai kulit kayu yang dapat menyebabkan pepohonan
menjadi mati kering kurang dari 2 bulan, 1:6, 7, 10, 12, 16, 18; 2:3.
12) Dari luas tanah 1 meter dapat menghasilkan telur ± 70.000 butir.

F. Penerapan dan Relevansi Masa Kini

1. Waktu Segalanya Tidak Beres

"Allah berbisik pada kita ketika kita bersukacita, tetapi Dia berteriak pada kita dalam kedukaan
kita." Ketika segala sesuatu tidak beres bagi kita atau bangsa kita, mungkin Allah sedang memanggil kita.
Ia memakai bencana dan kedukaan untuk membuat umat-Nya kembali kepada-Nya, tetapi kita seringkali
tidak menangkap suara-Nya, oleh karena kita sudah puas dengan penjelasan ilmiah dari peristiwa "alam"
yang terjadi. Tugas Yoel adalah untuk menunjukkan kepada manusia bahwa Allah sedang berkata-kata
kepada mereka melalui hama belalang.

2. Meluruskan yang Salah

Tugas Yoel ialah memberitahukan manusia apa kesalahan mereka, tetapi tugas manusia adalah
meluruskan yang salah itu! Apabila Allah memberikan suatu peringatan yang jelas, maka reaksi kita satu-
satunya hanyalah pertobatan.

3. Pertobatan dan Pengampunan

Kedua hal di atas saling berhubungan erat dalam Alkitab. Jika kita bertobat, kita akan diampuni.
Dan jika kita tidak mau bertobat, maka kita tidak dapat diampuni.

4. Pesan Yoel Kepada Gereja

Yoel berkhotbah kepada bangsa pilihan Allah melalui bencana alam, sebagai petunjuk adanya
kerusakan rohani. Merupakan pelajaran yang penting bagi umat pilihan Allah dewasa ini, yaitu gereja,
untuk introspeksi mungkin telah terjadi kelaparan rohani, atau kekalahan rohani. Apakah orang-orang
yang belum percaya yang ada di sekeliling kita menertawakan gereja? Apakah kita merasa tertekan dan
kehilangan semangat? Jika demikian, dosa, ketidakpercayaan, ketidaktaatanlah yang menjadi sebab
semuanya itu. Kalau begitu, maka jawabannya adalah pertobatan. Dan jika umat Allah mendengar,
menanggapi, bertobat dan berlaku taat, Allah akan mengampuni dan memulihkan serta memberkati kita.

G. Penggenapan Dalam Perjanjian Baru

1. Pencurahan Roh Kudus di Hari Raya Pantekosta

Nubuat tentang kedatangan Roh Kudus (2:28-32) secara khusus dikutip Petrus dalam
khotbahnya pada Hari Pantekosta (Kis 2:16-21), setelah Roh Kudus turun dari sorga dengan kuasa atas
120 anggota gereja mula-mula dengan manifestasi-manifestasi rohani berupa berbicara dalam bahasa
roh, bernubuat, dan memuji Allah (Kis 2:4,6-8,11,17-18).

2. Seruan Keselamtan

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 19

Ajakan Petrus kepada banyak orang yang berkumpul pada hari raya Yahudi itu mengenai
perlunya berseru kepada nama Tuhan dan menerima keselamatan telah diilhami (sebagian) oleh apa
yang dikatakan Yoel (2:32; 3:14 cp. Kis 2:21, 37-41), Paulus juga mengutip ayat yang sama dari Yoel
(Rm. 10:13).

3. Nubuat Eskatologis

Tanda-tanda apokaliptis di langit yang dinubuatkan Yoel akan terjadi pada akhir zaman (2:30-31)
bukan saja dikutip oleh Petrus (Kis 2:19-20), tetapi juga diacu oleh Yesus (mis. Mat 24:29) dan Yohanes
di Patmos (Why.6:12-14).

4. Nubuat Terhadap Penghakiman Eskatologis

Akhirnya, nubuat Yoel tentang penghakiman Allah atas bangsa-bangsa di Lembah Yosafat
(3:2,12-14) berkembang lebih jauh dalam kitab terakhir di Alkitab (Why 14:18-20; 16:12-16; 19:19-21;
20:7-9).
Ada unsur masa kini dan masa depan dalam semua penerapan kitab Yoel oleh PB. Karunia-
karunia Roh yang mulai mengalir melalui umat Allah pada hari Pantekosta masih tersedia bagi orang
percaya hari ini (cp. 1Kor.12:1-14:40). Demikian pula, ayat-ayat yang langsung mendului nubuat Yoel
tentang Roh Kudus (yaitu gambaran masa menuai dari hujan musim gugur dan musim semi, 2:23-27)
dan ayat-ayat setelah itu (yaitu tanda-tanda di langit pada akhir zaman, 2:30-32) menunjukkan bahwa
nubuat tentang pencurahan Roh Kudus (Yoel 2:28-29) mencakup bukan hanya hujan awal Roh Kudus
pada hari Pentakosta, tetapi juga pencurahan akhir Roh Kudus atas seluruh umat manusia pada akhir
zaman.

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 20

BAB III
KITAB NABI AMOS

Kitab Amos adalah salah satu dari dua kitab yang memberitakan tentang kehancuran Kerajaan
Israel di utara. Sekalipun ancaman dalam nubuat Amos tidak langsung terjadi, ada senjang masa sekitar
30 tahun, namun Amos adalah nabi pertama dalam Alkitab yang berkhotbah kepada orang Israel di
kerajaan utara, sekitar pertengahan abad ke-8 SM. Pada masa itu banyak orang hidup makmur, ibadah
tetap dijalankan, dan negeri Israel nampaknya damai. Meskipun, yang mengecap kemakmuran hanyalah
para hartawan yang memperkaya diri dengan hasil penindasan dan ketidakadilan terhadap orang miskin.
Orang menjalankan ibadah dengan hati yang tidak tulus, dan keadaan damai hanya tampak dari luar.
Ketika itulah Amos dengan berani dan penuh semangat menyampaikan pesan penghukuman Allah dan
menyerukan pertobatan yang menyeluruh dan sungguh-sungguh.

A. Pendahuluan

Amos berasal dari desa Tekoa yang terletak kira-kira 19 km selatan Yerusalem. Untuk
menyampaikan teguran Allah terhadap ketidakadilan dan perbuatan jahat Israel, dia harus pergi ke Betel.
Nubuatnya disampaikan di pintu gerbang kota (5:10, 12, 15), yang menjadi pusat kegiatan bisnis dan
pemerintahan, sekaligus lokasi tempat para tua-tua Israel memutuskan perkara bagi rakyat (Yer.17:19;
19:2-3). Di sana Amos bernubuat tentang kehancuran Kerajaan Utara (Am.5:1-3). Pada masa itu Uzia
sedang memerintah sebagai raja Yehuda, Yerobeam II raja Israel, juga nabi Yesaya, Hosea, dan Yunus
sedang melayani. Kedua Kerajaan Israel dalam suasana makmur secara materi (2Taw.26:1-16;
2Raj.14:23; 14:25), walaupun dikecam karena praktik-praktik keagamaan yang korup dan segala jenis
kejahatan yang mewarnai kehidupan mereka (2:4-8; 3:9-10; 4:1-5).

1. Kepenulisan

Kitab Amos dibagi atas 9 pasal dan 146 ayat, diberi judul sesuai nama nabi itu sendiri. Dia
berprofesi sebagai penggembala dan pemungut buah ara hutan di desa berbukit di Tekoa (1:1; 7:14) dan
senantiasa pergi ke pasar untuk menjual domba-dombanya. Karena dia berkhotbah di kerajaan Israel
utara, maka tentu saja dia tidak diterima dengan baik di Kerajaan Utara (7:12)!
a. Kepribadian Amos
Amos bukan seorang nabi profesional (7:14), tetapi setelah mendengar suara Allah dia tidak
mempunyai pilihan lain kecuali berkhotbah (1:12). Demi ketaatan atas panggilan ini, Amos harus
menempuh perjalanan ke utara, kira-kira 22 mil (± 35 km) ke Betel, yang menjadi pusat penyembahan
lembu emas oleh Israel.
Kepribadian Amos sederhana. Dia seorang pemberani. Khotbahnya langsung pada sasaran,
tanpa tedeng aling-aling, sekalipun berdebat dengan seorang imam (7:17). Nubuatnya penuh dengan
penghakiman dan kebinasaan. Ia menggambarkan Allah sebagai seekor singa yang mengaum-aum,
sebagaimana dia menyampaikan khotbahnya bak singa sedang mengaum kepada para pendengar yang
enggan dan malu mendengarnya, karena ketenteraman mereka sedang digugat dengan kasar. Nuansa
kelembutan di dalam kitab ini hanya berupa suatu pesan pengaharapan yang muncul di akhir kitab.
b. Waktu Penulisan
Amos menandai waktu khotbahnya pada "dua tahun sebelum gempa bumi." Gempa bumi itu
merupakan suatu peristiwa sejarah yang penting (8:8; 9:5; Zak 14:5), tetapi waktunya yang tepat tidak
dapat dilacak. Mungkin sekitar tahun 760 SM, karena ada 2 orang Raja disebutkan, yaitu Uzia yang
memerintah tahun 783-742 SM, dan Yerobeam II (786-746 SM). Menurut catatan Yosephus, gempa bumi
itu terjadi sekitar masa raja Uzia diserang oleh penyakit kusta akibat kelancangannya.

c. Situasi Masa Amos

Amos berkhotbah kepada suatu masyarakat yang sedang mengalami keadaan yang baik.
1) Masa damai. Kerajaan Asyur yang invasif tengah diperintah oleh para penguasa yang lemah,
sehingga Israel bebas dari ancaman invasi.
2) Masa kemakmuran. Perdagangan maju sehingga secara ekonomis Israel cukup makmur.

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 21

3) Masa penuh konflik. Kekayaan tidak terbagi rata dalam masyarakat. Si kaya bertambah
kaya, sedangkan si miskin bukan hanya tambah miskin, tapi dengan sengaja ditindas oleh si
kaya. Pada waktu yang bersamaan mereka mulai melupakan Allah dalam kehidupan mereka,
sekalipun tetap menampilkan sikap keberagamaan (yang semu).

2. Tujuan Berita

Ketika Allah dalam kemurahan-Nya mengutus Amos ke Betel untuk memberitakan amanat
"bertobat atau mati," sang nabi diusir dari kota itu dan diperintahkan jangan bernubuat di situ lagi (7:10-
17, cp. tanggapan Niniwe kepada berita Yunus). Pada waktu itu atau tidak lama sesudah itu, Amos
pulang ke rumahnya di Yehuda dan menulis beritanya. Maksud melakukan itu adalah:
a. Menyampaikan sebuah salinan tertulis dari peringatan kenabiannya kepada Raja
Yerobeam II, dan …
b. Menyebarluaskan berita di Israel (dan Yehuda) tentang kepastian hukuman Allah yang
menjelang atas Israel dan bangsa-bangsa di sekitarnya, kecuali mereka bertobat dari
penyembahan berhala, kebejatan dan ketidakadilan.

3. Pentingnya Kitab Amos

Salah satu pentingnya kitab ini ialah koneksitasnya dengan Pentateukh dalam rampaian
beritanya. Amos merasa perlu untuk mengutip beberapa bagian dari Pentateukh untuk menjadi kerangka
amanat kitab ini. Acuan terhadap kelima Kitab Musa itu berhubungan dengan:

a. Sejarah Israel

Dalam pasal 4:11, Amos mengaitkan beritanya dengan pembinasaan Sodom dan Gomora. Dia
juga mengacu kepada Kitab Keluaran mengenai pengembaraan di padang gurun (5:25), dan tentang
penaklukan Kanaan (2:9-10). Dia juga menyebutkan nama Ishak, Yakub dan Yusuf (3:13; 5:6; 7:16), dan
acuan tidak langsung kepada pemusnahan antara Yakub dan dan Esau (1:11). Bagi orang-orang di
zamannya, ini adalah suatu pengetahuan yang luas.

b. Hukum Taurat

Berita Amos juga menunjuk kepada berbagai segi ibadah Israel (5:21), seperti ibadah korban dan
persembahan persepuluhan yang diatur oleh Hukum Taurat (8:5). Acuan lainnya, termasuk keadaan
moral bangsa itu yang dikumandangkan berdasarkan etika Hukum Taurat, seperti dalam 2:8
(cp.Kel.22:6), 8:8 (cp. Im.19:35-36), 2:4-5 (cp.Ul.17:19 dst.).

4. Garis Besar Kitab

Pendahuluan (1:1-2)
a. Delapan Ucapan Ilahi Mengenai Hukuman atas Bangsa-Bangsa, 1:3-2:16
1) Damsyik (Aram/Siria): mengabaikan hak-hak manusia, 1:3-5
2) Gaza (Filistin): menjual manusia demi uang, 1:6-8
3) Tirus (Fenisia: melanggar janji. 1:9-10
4) Edom: membenci saudaranya, 1:11-12
5) Amon: kejam kepada orang yang tidak berdaya, 1:13-15
6) Moab: tidak menghormati jasad orang yang sudah mati, Am. 2:1-3
7) Yehuda: tidak setia kepada Allah, 2:4,5
8) Israel, 2:6-16.
b. Tiga Amanat Nubuat bagi Israel, 3:1-6:14
1) Dosa Israel Memastikan Hukumannya yang Akan Datang, 3:1-15
2) Korupsi Israel di Segala Tingkat, 4:1-13
3) Hukuman yang Adil atas Israel Adalah Kebinasaan dan Pembuangan, 5:1-6:14
c. Lima Penglihatan Tentang Hukuman yang Akan Datang Karena Dosa, 7:1-9:10
1) Penglihatan Tentang Belalang yang Rakus, 7:1-3
2) Penglihatan Tentang Api yang Menghanguskan, 7:4-6
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 22

3) Penglihatan Tentang Tali Sipat, 7:7-9


4) Sisipan Historis: Amazia dan Hukumannya, 7:10-17
5) Penglihatan Tentang Bakul Berisi Buah Matang 8:1-14
6) Penglihatan Tentang Tuhan yang Sedang Menghukum, 9:1-10
Epilog: Pemulihan Israel di Masa Depan, 9:11-15.

B. Latar Belakang

Kitab Amos dibagi atas 9 pasal dan 146 ayat. Di dalamnya Amos menuangkan mandatnya
sebagai nabi sementara pemerintahan Yerobeam II, tahun 783-743. Pada waktu itu kerajaan Israel bisa
memperluas teritorialnya dan bertambah kaya. Sayang, kemakmuran itu hanya untuk segelintir
penguasa, dan justru hanya mempertajam kemelaratan rakyat jelata. Ibadat tetap dilaksanakan dengan
semarak, tetapi pada intinya tidak lebih dari kedok untuk menutup kebobrokan batiniah. Pada ketika
itulah seorang kampungan yang berbahasa sederhana dan berterus terang datang dengan kiasan yang
lazim dipakai kaum tani, mengutuk atas nama Allah cara hidup para penduduk kota yang mesum. Nabi
mengecam mereka atas ketidakadilan di bidang sosial, mencela rasa aman dan model ibadat yang tidak
melibatkan hati dan jiwa (5:21-22). Amos mengajar bahwa Yahweh, Tuhan semesta alam, yang
menghakimi segala bangsa (ps.1-2), akan menghukum Israel dengan keras, justru karena mereka umat
Tuhan, yang seharusnya mengusahakan keadilan akhlak (3:2).
Nabi juga menyatakan tentang "Hari Tuhan" (muncul di sini untuk pertama kalinya), yaitu suatu
hari yang akan menjadi hari kegelapan bagi Israel (5:18 dst). Allah akan membalas kejahatan Israel
secara mengerikan (6:8 dst), dengan perantaraan suatu bangsa yang diutus Allah sendiri (6:14), yaitu
Asyur. Nama bangsa itu tidak pernah disebut dalam kitab Amos, tetapi pasti terbayang di depan mata.
Namun demikian Amos masih memberi sedikit harapan. Beberapa kali ia bicara mengenai kaselamatan
yang akan diberikan Allah kepada keturunan Yakub (9:8), yaitu kepada "sisa" keturunan Yusuf (5:15).
Untuk pertama kalinya ungkapan ini dipakai sehubungan dengan masa depan. Ajaran mengenai Allah,
Tuhan semesta alam dan mahakuasa, yang senantiasa membela keadilan, dibentangkan Amos dengan
keyakinan yang tidak tergoyahkan. Amos tidak pernah memberi kesan menciptakan suatu ajaran baru.
Ciri baru ajaran Amos terletak dalam nada tegas yang dengannya Amos mengingatkan segala tuntutan
agama Yahweh yang sejati.

C. Ciri dan Pesan Khas Kitab Amos

1. Enam Ciri Khas Kitab Amos

a. Kitab ini merupakan seruan kenabian untuk keadilan dan kebenaran berdasarkan sifat Allah.
Jikalau hati Hosea hancur oleh ketidaksetiaan Israel kepada Allah, maka Amos sangat marah
atas pelanggaran Israel terhadap standar-standar keadilan Allah.
b. Kitab ini secara jelas melukiskan betapa jijiknya agama bagi Allah jika dipisahkan dari
perilaku yang benar dalam hidup sehari-hari.
c. Kitab ini bersifat konfrontatif yang tidak tanggung-tanggung dan penuh semangat.
Konfrontasi Amos dengan imam Amazia (7:10-17) merupakan adegan yang istimewa dalam
nubuat Ibrani.
d. Gaya yang tegas dan penuh semangat mencerminkan kesetiaan sang nabi yang kuat dan
kokoh kepada Allah dan standar-standar kebenaran-Nya bagi umat perjanjian itu.
e. Kitab ini menunjukkan kesediaan Allah memakai orang-orang yang takut akan Allah,
meskipun mereka tak memiliki mandat ‘kependetaan’ yang formal untuk memberitakan
amanat-Nya pada zaman profesionalisme ini.
f. Kitab ini berisi banyak bagian terkenal, di antaranya ialah di 3:3,7; 4:6-12; 5:14-15, 21-24;
6:1; 7:8; 8:11; 9:13.

2. Empat Pesan Khas

a. Allah Menghakimi Bangsa-bangsa yang Berdosa


1) Allah mempunyai hak untuk menghakimi seluruh bangsa di dunia, tidak hanya bangsa
pilihan-Nya, oleh karena Dia adalah Sang Pencipta, 1:3-2:3.
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 23

2) Ia menghukum karena tindakan mereka dalam memperlakukan sesama manusia.


3) Hukuman yang dijatuhkan kepada setiap bangsa berlangsung terus sepanjang sejarah.

b. Allah Menginginkan Keadilan Sosial


1) Dosa yang dikutuk ialah mengidolakan uang (3:10,15; 6:4-6), memeras orang miskin (2:7;
4:1; 5:11), ketidakadilan (2:7; 5:7,10; 8:4-6) dan imoralitas (2:7; 4:10).
2) Sikap yang diharapkan Allah ialah mengasihi kebaikan (5:14,15), menjaga keadilan
(5:15,24), dan hidup dalam kebenaran (5:24).

c. Allah membenci kepura-puraan beragama. Sikap Israel:


1) Tidak setia kepada janji mereka, 2:4,5; 3:1,2
2) Tidak menghormati Bait Allah, 2:8
3) Tidak bersyukur pada masa lalu, 2:9-12
4) Berpura-pura dalam penyembahan, 4:4,5; 5:21-27; 8:5
5) Tidak menghargai nabi, 7:10-17

d. Allah Mengasihi Israel yang Tidak Layak Itu


Walaupun Amos pada pokoknya berkhotbah mengenai pesan penghakiman, ia juga
berbicara mengenai Allah sebagai Allah yang penuh kasih.
1) Allah dengan tanpa paksaan memilih untuk mengasihi, 3:2
2) Allah dengan sabar mencoba untuk mengajar, 4:6-11
3) Allah dengan penuh belas kasihan menawarkan pertolongan, 5:6
4) Allah dengan penuh kemurahan berjanji untuk memulihkan, 9:11-15.

D. Survai Ringkas

Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan menjelaskan bahwa Kitab ini dengan sendirinya terbagi
ke dalam tiga bagian utama. Dalam bagian pertama (1:3-2:16), Amos pertama-tama mengalamatkan
berita hukuman kepada 7 bangsa di sekitar Israel, termasuk Yehuda. Setelah pada mulanya membujuk
Israel hingga dengan senang hati menyetujui hukuman Allah atas bangsa-bangsa lain (1:3-2:5), Amos
lalu dengan jelas menguraikan dosa-dosa Israel dan hukuman Allah atas mereka (2:6-16). Bagian ini
menentukan suasana untuk berita penghukuman kitab ini, yang menghasilkan kebinasaan dan
pembuangan bangsa itu.
Bagian kedua (3:1-6:14) mencatat 3 berita tegas, masing-masing dimulai dengan frasa
"Dengarlah firman ini" (3:1; 4:1; 5:1). Dalam berita yang pertama, Allah mendakwa Israel justru karena
mereka sebagai umat yang diistimewakan, namun murtad (3:2). Berita kedua diawali dengan menyapa
wanita-wanita yang makmur di Samaria sebagai lembu-lembu Basan yang membujuk suaminya memeras
orang lemah, menginjak orang miskin (4:1). Amos bernubuat bahwa mereka akan digiring ke dalam
tawanan dengan kait dan kail sebagai hukuman yang layak dari Allah (4:2-3). Amos menyampaikan kata-
kata yang sama bagi pedagang yang tidak jujur, penguasa korup, pengacara dan hakim yang mencari
untung, dan para imam dan nabi yang berkompromi. Berita ketiga (5:1-6:14) mencatat dosa-dosa Israel
yang menjijikkan, dan Amos mengimbau “orang-orang yang merasa aman di Sion" untuk bertobat (6:1),
sebab kehancuran dahsyat dan hukuman atas dosa sedang datang.
Bagian ketiga (7:1-9:10) mencatat 5 penglihatan mengenai hukuman Allah yang menjelang.
Penglihatan keempat secara jelas sekali menggambarkan Israel sebagai keranjang dengan buah musim
kemarau yang ranum dan segera membusuk, menyingkapkan panasnya hukuman Allah (8:1-14).
Penglihatan terakhir melihat Allah sedang berdiri dekat mezbah, siap memukul ibu kota Samaria dan
kerajaan yang merosot itu (9:1-10). Kitab ini ditutup dengan janji yang singkat tetapi mengesankan
tentang pemulihan kaum “sisa” yang selamat di masa depan (9:11-15).

E. Analisis Ringkas

Amos adalah seorang nabi abad ke-8 SM, rekan sezaman Yesaya dan Mikha di Yehuda, dan Yunus
serta Hosea di Israel. Dia menerima vision yang menjadi beritanya, berupa beberapa penglihatan
mengenai Israel, kerajaan utara (7:1,4,7; 8:1-2; 9:1). Sekalipun ia orang awam tanpa status nabi yang
resmi, tetapi Allah memberikan kepadanya beban dalam pelayanan kenabian bagi Israel yang
memberontak (7:14-15). namanya berarti "terbeban" atau "pemikul beban".
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 24

Para ahli purbakala telah menemukan bukti terjadinya sebuah gempa bumi besar yang merusak di
beberapa tempat di Israel, termasuk ibukotanya Samaria. Zakharia juga menyebutkan gempa bumi yang
sama (Zak. 14:5) lebih dari 200 tahun kemudian, serta menyatakan bahwa gempa itu sangat besar.
Acuan yang oleh Amos dipandang sebagai pengesahan dari berita dan pelayanannya sebagai nabi
kepada Israel (cp. 9:1). Dalam rangka mengikuti panggilan Allah, Amos pergi ke Betel, tempat tinggal
raja Yerobeam II dan pusat agama kafir yang dibanjiri para penyembah. Di sana Amos dengan berani
memberitakan seruan keadilan, kebenaran dan hukuman Allah. Dari dalam kitab ini terlihat:

1. Ajaran-ajaran utama

Amanat Amos dapat dibagi dalam lima bagian utama, yaitu penyingkapan tentang Allah,
perhatian khusus Allah kepada Israel, hukumaan Allah yang tidak dapat dibatalkan melalui sikap agama
yang palsu, masalah keadilan praktis dan janji pengaharapan akhir.

a. Penyingkapan Tentang Allah

Pemberitaan tentang Tuhan disingkapkan dengan menyatakan bahwa Yahweh adalah Penciptaan
semesta alam (4:31), yang terus aktif-hadir sebagai penopang ciptaan-Nya. Dia yang mengubah
kekelaman menjadi pagi dan membuat siang menjadi gelap seperti malam dan yang mengendalikan
gelombang laut (5:8; 9:6). Tuhan yang menentukan adanya kekurangan (4:6-11) atau serba kecukupan
(9:13). Dia yang mengendalikan nasib bangsa-bangsa, menentukan nasib Israel (1:5), membangkitkan
bangsa itu (6:14) dan memusnahkan bangsa lain (2:9). Dia yang mengendalikan penyebaran Israel (9:7).
Tuhan adalah Hakim yang memvonis (1:3-2:3) ketika mereka melanggar hukum moral-Nya.

b. Perhatian Khusus pada Israel

Dalam pengertian yang khusus, Tuhan adalah Allahnya Israel, yang atas kehendak-Nya sendiri
telah mengikatkan diri-Nya dengan memilih Israel menjadi umat-Nya (3:2). Melalui para pelayan-Nya Ia
telah menyatakan kehendak-Nya kepada Israel (2:11; 3:7). Konsekuensi dari keistimewaan sebagai umat
Allah ialah tanggung jawab untuk melakukan kehendak-Nya. Bila mereka gagal, maka hukuman yang
lebih berat akan dijatuhkan daripada kepada bangsa-bangsa kafir. Ketika Israel melanggar hukum Allah
(1:3-2:3), tidak ada jalan lain kecuali bersiap menerima hukuman (4:12).

c. Hukuman Allah Tidak Dapat Dibatalkan oleh Sikap Agama yang Palsu

Amos juga memberitahukan bahwa hukuman yang dilanggar karena berbuat dosa tidak dapat
dihapus dengan upacara keagamaan, pesta atau korban. Sebab Allah sudah bersiap di dekat mezbah
mereka untuk memukulnya (9:1-4). Ibadat yang mereka kerjakan dengan rinci tidak akan berpengaruh,
bahkan lebih merupakan kebencian bagi Dia, selama itu dikerjakan tanpa ada keinginan untuk memenuhi
norma-norma etis di dalam hukum-Ny yang suci. Sebab Allah membenci upacara dan ritual yang terpisah
dari moralitas yang Tuhan tuntut dan sinkretistik (5:1, dst.).

d. Allah Menghendaki Praktik Keadilan

Berita Amos juga menuntut orang Israel agar melakukan keadilan praktis atas nama Tuhan
(5:24). Keadilan merupakan ciri moral yang paling penting untuk dipraktikkan. Setiap pemerkosaan
terhadap hukum moral, baik oleh orang kafir (1:3-2:3) terlebih bangsa Israel (2:4-6) adalah
pemerkosaan terhadap hukum Allah. Karena Dia adil, maka ketidakadilan, ketidakjujuran, kebejadan
moral tidak mendapat toleransi dari Allah, tetapi pasti mendapat pembalasan yang keras.

e. Janji Pengharapan Akhir yang Indah dari Teguran yang Keras

Keputusan hukuman Tuhan bukanlah berita yang terakhir dari nubuat Amos kepada Samaria
(5:4). Kitab yang isinya teguran keras ini diakhiri dengan suatu janji yang cerah (9:1-5). Namun
demikian, pelayanan Amos pada zamannya sepertinya menghadapi kegagalan. Tidak seorang pun yang
menyangkal amanatnya, namun suara hati rakyat sudah mengeras. Bahkan, pada akhirnya Amazia, sang

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 25

imam, mendesak dia untuk harus segera meninggalkan Samaria dan kembali ke Yehuda, untuk
menyampaikan amanatnya di sana saja (7:10, dst.).

F. Tafsir Tema-tema Utama

1. Melanggar Hukum Allah

Amos mengutuk bangsa-bangsa karena dosa mereka (1:3,6,9,11,13; 2:1,4,6), yaitu sikap
memberontak mereka terhadap hukum Allah. Melanggar hukum Allah merupakan dosa yang paling
utama. Pelanggaran itu dapat pribadi maupun secara nasional. Berdasrkan daftar dosa-dosa yang
menyebabkan mereka dihukum, banyak yang tetap dipraktikkan sampai masa kini.

2. Menghadapi Hukuman Allah

Apabila manusia berdosa maka:


a. Hukuman tidak dapat dielakkan, sebagai ekor dosanya (1:3, 6, 9, 11, 13; 2:1, 4, 6).
b. Hukuman tidak dapat dihindari sebab Allah yang menetapkannya berlaku (3:13-15).
c. Hukuman menjadi lebih besar bagi mereka yang mendapat hak istimewa dan yang membina
hubungan yang khusus dengan Allah (3:2).
d. Hukuman dilaksanakan oleh Allah dengan penuh keengganan (7:1-6).

3. Mendengar Suara Allah

Nasib paling buruk yang mungkin dialami umat manusia ialah bertahan dalam suatu periode yang
di dalamnya Allah diam (8:11, 12). Tetapi, dalam zaman Amos Allah telah berbicara melalui peristiwa-
peristiwa (4:4-11), dan melalui nabi (7:14, 15). Amos bukan seorang nabi formal, tetapi mempunyai
keinginan bernyala-nyala untuk mengumandangkan firman Tuhan. Allah juga dapat memeakai cara
sedemikian untuk mengingatkan umat-Nya dewasa ini. Pikirkanlah contohnya!

4. Melakukan Kehendak Allah

Amos memanggil bangsa Israel untuk bertobat. Pertobatan lebih dari hanya berkata "Maaf.”
Pertobatan merupakan suatu perubahan cara berpikir bertindak secara total, yang mengakibatkan orang
berpaling dari cara hidup yang lama dan mulai hidup sesuai dengan apa yang Allah kehendaki. Apa yang
Allah inginkan dari bangsa Israel adalah tindakan nyata (5:14, 15, 24). Apa yang seharusnya menjadi
buah pertobatan dalam kehidupan kita?

G. Penerapan dan Penggenapan dalam Perjanjian Baru

1. Penerapan dan Relevansi Masa Kini

a. Bagaimana seharusnya hidup di dunia ini


Ingatlah, hak-hak asasi manusia harus dihargai, keadilan itu penting, orang miskin berharga di
mata Allah, hidup bermewah-mewah adalah hidup yang berbahaya, penghakiman segera datang.

b. Bagaimana harus hidup di hadapan Allah? Ingatlah:


Taruhlah Allah di atas segalanya, pastikan bahwa ibadahmu nyata, pekalah terhadap suara Allah,
bersiaplah untuk bertemu Allah, janganlah bergantung kepada agama, tetapi kepada Allah.

2. Penggenapan dalam Perjanjian Baru

Berita Amos tampak dengan jelas dalam ajaran Yesus dan kitab Yakobus. Tuhan Yesus dan
Yakobus menerapkan berita Amos, bahwa ibadah yang sejati kepada Allah bukanlah pelaksanaan formal
tatacara agama, tetapi mendengar dan melaksanakan kehendak Allah, yang ditunjukkan dengan
perlakuan yang adil dan benar terhadap sesama manusia (mis. Mat 7:15-27; 23:1-39; Yak 2:1-26).
Amos, dikuti Yakobus, menekankan prinsip bahwa "agama yang sejati menuntut perilaku yang benar."

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 26

Akhirnya, Yakobus mengutip Am. 9:11-12 pada Sidang di Yerusalem (lih. Kis 15:16-18) dalam hubungan
dengan penerimaan orang bukan Yahudi di dalam gereja.

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 27

BAB IV
KITAB NABI OBAJA

Kitab Obaja berada diurutan keempat dalam kelompok kitab-kitab Keduabelas Nabi Kecil dan
merupakan kitab yang tersingkat dalam Perjanjian Lama. Diperkirakan ditulis setelah suatu kehancuran
kota Yerusalem, sekitar pemerintahan Yoram, putra Ahab, atau Zedekia, Raja Yehuda yang terakhir, dan
bersamaan waktu dengan pelayanan nabi Yeremia.
Obaja memperingatkan hukuman Allah yang pasti dan tidak memandang bulu ke atas semua
orang yang menentang Allah dan umat-Nya. Nabi menubuatkan tentang kehancuran bangsa Edom yang
telah menuruti teladan Esau, moyang mereka, yang tidak menghiraukan perkara-perkara rohani. Bangsa
Edom telah mendukung musuh yang menghancurkan Yerusalem. Seharusnya, mereka memperlihatkan
simpati atau belas kasihan dan melindungi "saudara" mereka sebagai keturunan Abaraham dan Ishak
(1:10; Ul.23:7), namun mereka tidak melakukannya.

A. Pendahuluan

Kitab yang hanya berisi 21 ayat ini diyakini ditulis oleh nabi Obaja. Nama itu cukup umum, yang
berarti “hamba Tuhan.” Tentang asal usul dan jati dirinya tidak diketahui jelas, dan banyak perbedaan
pendapat berkaitan dengan kitab ini. Ada ahli yang mempersoalkan kesatuan dan gaya sastranya, ada
yang berbeda pendapat mengenai waktu nabi itu tampil (ada yang menempatkan dalam abad ke-10 SM,
atau dalam zaman Yunani). Persoalan menjadi lebih rumit lagi mengingat hampir seluruh isi kitab (1:2-9)
terdapat pula dalam Yer 49:7-22, walaupuan dalam urutan berbeda, sehingga dianggap sebagai
tambahan pada nubuat yang berasal dari nabi Yeremia.

1. Kepenulisan

Penanggalan kitab ini tidak dapat ditetapkan dengan pasti. Sebab Obaja tidak menyebutkan
seorang raja atau peristiwa-peristiwa yang dapat dilacak tahunnya. Satu-satu-nya fakta sejarah yang
disinggung dalam naskahnya ialah saat orang Edom bersukacita atas suatu penyerbuan Yerusalem, dan
bahkan ikut serta dalam menjarahnya (1:11-14). Tetapi tidak jelas penyerbuan terhadap Yerusalem yang
mana dimaksudkan Obaja. Ada lima penyerbuan Yerusalem yang penting sepanjang zaman PL:

a. Oleh Sisak, raja Mesir tahun 926 SM, di masa pemerintahan Rehabeam, 1Raj. 14:25-26.
b. Oleh pasukan Filistin dan Arab pada masa pemerintahan Yoram sekitar tahun 848-841 SM
(cp.2Taw 21:16-17).
c. Oleh Raja Yoas dari Israel pada masa pemerintahan Amazia ± tahun 790 SM (cp.2Raj
14:13-14).
d. Oleh Sanherib, raja Asyur, pada pemerintahan Hizkia tahun 701 SM (2Raj 18:13) dan …
e. Oleh pasukan Babel antara tahun 605-586 SM (2Raj 24:1-25:30).

Sebagian besar ahli percaya bahwa penyerbuan itu terjadi antara masa (b) atau (e). Kebinasaan
Yerusalem oleh Nebukadnezar kelihatannya kurang mungkin, karena tidak disebut tentang kebinasaan
seluruh Yerusalem atau diangkutnya penduduknya ke dalam pembuangan. Nabi yang lain ketika
mengacu kepada kebinasaan Yerusalem selalu memperkenalkan musuh itu sebagai Nebukadnezar dan
Babel, bukan hanya "orang-orang luar" dan "orang-orang asing" (ayat 1:11).
Sangat mungkin yang melatarbelakangi nubuat Obaja adalah peristiwa yang kedua di atas, ketika
pasukan Filistin dan Arab menjarah Yerusalem. Menjelang terjadinya peristiwa ini, orang Edom (yang
dikuasai Yerusalem) telah berhasil membebaskan diri (2Taw 21:8-10). Sukacita mereka atas kejatuhan
Yerusalem tidak lama sesudah itu dapat dipahami. Karena masa pemerintahan Yoram adalah tahun 848-
841 SM, dan karena penjarahan Yerusalem telah terjadi ketika Obaja menulis, maka tahun 840 SM
merupakan tanggal yang mungkin bagi penulisan kitab ini.

2. Tujuan Penulisan Kitab Obaja

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 28

Kitab nubuat ini ditulis untuk …


a. Menyatakan murka Allah yang hebat terhadap Edom karena sukacita mereka atas
penderitaan Yehuda, dan …
b. Untuk menyampaikan firman Allah tentang hukuman yang akan datang atas Edom.
Obaja menubuatkan hasil akhir dari tindakan Allah, bagi orang Edom suatu kebinasaan, bagi
umat Allah Israel suatu pembebasan pada hari Tuhan yang akan datang. Obaja juga menyoroti pendirian
Kerajaan Allah di bumi ketika Yesus Kristus datang kembali.

4. Garis Besar
a. Kehancuran Edom, 1-9
Ob.1 Pernyataan tentang pembalasan
Ob.2, 3 Edom, congkak tetapi dihina
Ob.4 Tidak bisa luput
Ob.5, 6 Tidak ada yang tertinggal
Ob.8, 9 Pengkhianatan di antara teman dan kegagalan "pendukung" Edom
b. Sebab-sebab Kehancuran Edom, Ob.10-14
Ob.10 Tidak ada kasih terhadap saudara
Ob.11 Ketidakacuhan
Ob.12 Kecongkakan
Ob.13 Perampokan

c.
d.
Ob.14 Tindakan Kekerasan
Hari Tuhan yang Dahsyat, Ob. 15,16
Pemulihan Israel, Ob.17-21
O
Ob.17
Ob.18
Orang-orang yang terluput
Kekalahan akhir Edom
Ob.19,20 Pemulihan pemilikan tanah
b
a
Ob.21 Pemerintahan Allah yang universal.

B. Latar Belakang

Sebagian dari latar belakang nubuat ini merunut kembali pada Kej 25:19-34; 27:1-28:9, yaitu
persaingan berkepanjangan di antara Esau (bapak orang Edom) dan Yakub (bapak suku Israel).
Sekalipun dalam kitab Kejadian terjadi perdamaian di antara kedua saudara ini (Kej 33:1-20), tetapi
j
kebencian di antara keturunan mereka seringkali menimbulkan pertempuran sepanjang sejarah alkitabiah
(Bil 20:14-21; 1Sam 14:47; 2Sam 8:14; 1Raj 11:14-22). Sesuai dengan sejarah permusuhan mereka,
orang Edom bersukacita karena kesulitan Yerusalem.
a
Edom adalah suatu wilayah yang terbentang di selatan Laut Mati dan sepanjang dataran gurun
Araba. Tanah Edom juga disebut Gunung Seir, suatu daerah pegunungan terjal yang tingginya kira-kira
3500 kaki dari dataran gurun dan kira-kira 4500 kaki di atas permukaan laut. Ibu kota Edom adalah Petra
yang letaknya terlindung di tengah-tengah bukit-bukit batu karang.
Bangsa Edom sendiri dikalahkan oleh Nebukadnezar ± 4 tahun setelah dia mengalahkan
Yerusalem. Bangsa Edom akhirnya dihancurkan dan tak pernah dipulihkan lagi. Tetapi Obaja
menubuatkan bahwa Yehuda akan dipulihkan dan mereka kembali akan memiliki pula tanah miliknya
(1:15-17).

C. Ciri dan Pesan Khas Kitab Obaja

1. Empat Ciri Khas

a. Kitab ini adalah kitab PL yang paling pendek.


b. Menjadi salah seorang dari tiga nabi yang dipanggil Allah untuk mengalamatkan berita
tertulis mereka hampir seluruhnya kepada bangsa lain, bukan kepada Israel atau Yehuda
(kedua nabi lain adalah Yunus dan Nahum).
c. Ada banyak persamaan di antara kitab Obaja dengan Yeremia 49:7-22.
d. Kitab ini tidak dikutip atau disebut dalam PB.

2. Pesan Khas
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 29

a. Tuhan adalah musuh Edom. Ia akan mengalahkan Edom (ay.2-4, 8) dengan menggunkan
bangsa lain (ay. 1,7).
b. Edom tidak dapat luput dari Tuhan. Pertahanan alami tidak dapat menyelamatkan (ayat
3,4), sumber bualannya akan musnah (ayat 6,8,9).
c. Edom layak dihukum. Karena Edom bersukacita di atas kekalahan Israel, saudaranya
(ay.12,13), tidak menolong Israel (ay. 11), bahkan secara aktif membantu musuh-musuh
Israel (ay.14), maka Edom akan mendapat perlakuan yang sama (ay.15).
d. Israel akan bangkit lagi. Israel pernah mengalami kehancuran dan bencana (ay.12,13), tapi
gunung Sion, tumpah darah Israel, akan menjadi kudus (ay.17), Israel akan memperluas
wilayahnya (ay.17-20).
e. Tuhan akan ditinggikan. Semua bangsa akan menghadapi penghakiman (ay.15,16),
Tuhan akan memerintah sebagai raja seluruh alam semesta (ay.21).

D. Survai Singkat

Kitab Obaja yang berisi 21 ayat ini, terdiri atas dua bagian utama. Dalam bagian pertama (1:1-
14), Allah mengungkapkan melalui sang nabi ketidaksenangan-Nya dengan Edom dan menuntut
pertanggungjawaban karena dosa-dosa mereka, khususnya dosa kesombongan (karena perlindungan
geografis) dan dosa sukacita atas jatuhnya Yehuda. Hukuman Allah yang diramalkan akan mendatangi
mereka, dan nabi tidak menawarkan harapan untuk penangguhan berdasarkan ajakan untuk bertobat
dan berbalik kepada Tuhan, mereka akan dimusnahkan untuk selama-lamanya (ayat 1:10).
Bagian kedua (ayat 1:15-21) bernubuat tentang kedatangan hari Tuhan ketika Edom dan semua
musuh Allah akan dibinasakan, sedangkan umat Allah diselamatkan dan kerajaan-Nya menang.

E. Analisis Singkat

Dua nubuat pokok tentang Edom, yaitu tentang penghukuman dan Hari Tuhan yang akan
menjadi hari pembalasan bangsa Israel terhadap bangsa Edom, ditutup dengan frase: "TUHAN telah
berfirman". Janji-janji tentang akhir zaman dalam ayat 19-21 berupa tambahan. Bagian ini bernada sama
dengan ancaman terhadap Edom yang sudah terungkap dalam Mzm. 137:7; Rat. 4:21-22; Yeh 25:12 dst;
Mzm 35:1 dst; Mal 1:2 dst dan Yer 49:7. Isinya ialah bahwa waktu Yerusalem jatuh bangsa Edom
memanfaatkan kesempatan itu untuk merebut bagian selatan Yehuda.
Kendatipun Kitab Obaja sangat berbeda dengan nada universalis dalam kitab Yesaya, namun
kitab ini pun memuji keadilan, kemahadahsyatan dan kemahakuasaan Tuhan yang bertindak sebagai
Pembela hukum. Berdasarkan analisis terhadap Kitab Obaja, ada beberapa ajaran penting yang
relevansional untuk masa kini.

1. Kesombongan (Keangkuhan)

Arti kesombongan (‫ זדוֹן‬zāḏôn), ayat 3, ialah kepongahan, kelancangan, suatu sikap yang
menghargai diri secara berlebih-lebihan. Kata kerja ini dipakai dalam 1Sam.17:28, tuduhan kakak Daud
kepada dirinya. Akibat dari sikap ini ialah tidak merasa memerlukan Allah, mengandalkan diri sendiri
dalam menyelesaikan semua persoalan. Aspek negatif sifat ini dicatat dalam Ams.11:2; 13:10; 21:24 dan
dalam Yer.49:16, Yeh.7:10, Jer.50:31-32 . Orang sombong itu memiliki sifat yang terlalu berani, cp.
Ul.17:12; 18:22. Ada beberapa segi yang membuat Edom sombong, yaitu:

a. Merasa Mampu Membela Diri, ayat 3.


Secara geografis ibukota Edom sangat strategis, memiliki benteng alamiah berupa batu
karang yang mustahil ditembus. Namun dalam ayat 5-6, semua itu dipatahkan Allah.

b. Memiliki Banyak Ikatan Persekutuan


Edom merasa aman dan kuat karena berhasil membangun persekutuan antara bangsa-
bangsa yang kuat, tetapi persekutuan itu yang akhirnya mengkhianatinya.

c. Terkenal Sebagai Pusat Kebijaksanaan

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 30

Edom pada masanya terkenal sebagai pusat kebijaksanaan, khususnya di kota Téman (cp.
Yer.49:7), bandingkan Ayub 15:1-2, Elifas adalah orang Téman. Tetapi hikmat mereka akan
dilenyapkan pada hari sialnya (Yer.49:8).

2. Hukum Pembalasan Setimpal (Lex Talionis), ayat 15-16.

Perbuatan dan sikap bangsa Edom terhadap bangsa Israel itu akan mendapat hukuman yang
setimpal diterimanya (lex talionis), karena:
a. Menonton penderitaan dan kejatuhan saudaranya. Bukan sekadar tak peduli ketika Israel,
saudaranya jatuh, malah menyetujuinya dan terlibat di dalamnya (ayat 11-12).
b. Memandang rendah dan melecehkan saudaranya. Edom merasa lebih unggul, lebih suci, lebih
pintar dari saudaranya yang sedang mengalami kemalangan (ay.12).

3. Penghukuman Universal Allah sebagai Lex Talionis, ayat 15-16.

4. Pemulihan Israel, ayat 17-21.

Bangsa Israel seringkali mendapat hajaran Tuhan karena kedegilan hati mereka, tetapi ketika
mereka bertobatan Tuhan akan memulihkan mereka kembali. Hal ini juga terllihat dalam berita Obaja
tentang kelepasan Israel.

F. Tafsir Tema-tema Utama

1. Kemurahan dan Kekerasan Allah

Paulus berbicara tentang "kemurahan dan kekerasan Allah" (Rm.11:22). Obaja dan Nahum lebih
banyak berbicara tentang kekerasan, namun ada indikasi tentang kebaikan Allah, terutama dalam
Nahum. Carilah contoh-contoh seperti itu, dan teruskan dengan memelajari Yes.55:7; Mik.7:18;
Mzm.125:2; 139:1-8; Yes.54:5-10.

2. Pemeliharaan Allah atas Semua Orang

Obaja hanya memberikan sebagian dari ajaran alkitabiah tentang sikap Allah terhadap mereka
yang tidak menjadi milik-Nya secara istimewa. Untuk bahan perbandingan, pelajari Yunus 4:11;
Yes.19:25; 45:22; Yoh.3:17; 1Tim.2:3-6.

3. Kerajaan akan menjadi milik Tuhan, Ob.21

Alkitab sering menunjuk kepada kekuasaan Allah atas manusia dalam pengertian "kedudukan
sebagai raja" atau "kerajaan," dan menegaskan bahwa pemerintahan ini berpusat pada Kristus.
Kebenaran apa saja tentang Kerajaan Allah yang dapat anda temukan dalam ayat-ayat berikut ini: Matius
12:28; Yohanes 18:36; Roma 14:17; Wahyu 12:10?

G. Penerapan dan Penggenapan Dalam Perjanjian Baru

1. Penerapan Masa Kini

a. Kita hidup dalam dunia bermoral. Kita hidup dalam dunia yang dikendalikan oleh Tuhan
yang pada akhirnya akan meluruskan yang salah.
b. Allah itu kudus dan penuh kasih.
c. Allah mengendalikan sejarah. Hal ini terlihat dalam percaturan politik internasional. "Pada
akhirnya, Allah…" akan menjadi komentar terakhir dari semua sejarah.
d. Kecongkakan selalu membawa kehancuran. Hal ini akan menjadi kenyataan khususnya
apabila kecongkakan tidak memberikan tempat bagi Allah.

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 31

e. Kita semua harus bertanggungjawab kepada Allah. Kita semua harus mempertanggung-
jawabkan segala cara yang kita pakai dalam memperlakukan sesama, dan kita tidak dapat
luput dari hadapan Allah.
f. Umat Allah tidak kebal terhadap penderitaan. Tetapi, Allah merupakan sumber keselamatan
yang besar bagi mereka yang menjadi milik-Nya, dan Dia dapat dijadikan tempat
bergantung bagi kebahagiaan mereka.
g. Pertanyaan "berapa lama penderita?” Sabarlah, pada suatu katika tangisan akan berubah
menjadi seruan kemenangan: "Akhirnya!"

2. Penggenapan Dalam Perjanjian Baru

Walaupun PB tidak secara langsung mengacu kepada Obaja, sengketa di antara Esau dan Yakub
juga diuraikan Paulus ketika menunjuk kepada persaingan Esau-Yakub dalam Rm. 9:10-13, tetapi
melanjutkannya dengan mengingatkan berita pengharapan Allah, bahwa semua yang bertobat dari dosa-
dosa mereka, Yahudi atau bukan Yahudi, dan berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan (Rm.10:9-
13; 15:7-12).

Kesimpulan

1. Kitab Obaja mengajarkan bahwa kesombongan merupakan dosa yang dibenci Allah.
2. Kitab Obaja mengajarkan bahwa berbahagia karena penderitaan orang lain mendapat
menimbulkan kesulitan dan sangat dicela oleh Allah.
3. Kitab Obaja mengajarkan bahwa bertindak dengan kejam terhadap orang lain tidak
berkenan di hadirat Allah.
4. Kitab Obaja mengajarkan bahwa Edom merupakan perlambangan dari bangsa-bangsa yang
tidak mengenal Allah.

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 32

BAB V
KITAB NABI YUNUS

Kitab Yunus sebenarnya merupakan laporan tentang misi nabi Yunus ke Niniwe, musuh besar
Israel, untuk mengumumkan kehancuran yang segera akan menimpa mereka. Pada awalnya, Yunus tidak
mau menuruti perintah Allah tersebut. Namun lewat pengalaman pahit dan kesempatan kedua yang
diberikan kepadanya, misi itu dilaksanakan. Dia tidak senang bila raja dan rakyat Niniwe bertobat, tetapi
Allah, berdasarkan belas kasihan-Nya, membatalkan hukuman ke atas mereka. Kitab ini mengajarkan
bahwa Allah tidak memandang bulu. Belas kasihan Hakim Dunia yang Maha Kuasa, Kudus dan Benar ini
dapat menjangkau setiap orang yang mau bertobat kepada-Nya.

A. Pendahuluan

Berdasarkan isinya, kitab Yunus memiliki berita yang lain daripada yang lain. Pertama, karena
kitab ini mengisahkan suatu episode dari kehidupan sang nabi sendiri. Kedua, mencatat ketidaktaatan
sang nabi kepada Allah, dan ketiga, pesannya bukan ditujukan kepada umat Allah, tetapi sebaliknya
sebagai seruan pertobatan untuk orang kafir.

1. Kepenulisan

Penulis: Yunus
Tema: Luasnya Kasih Allah yang Menyelamatkan
Tanggal Penulisan: ± tahun 760 SM.

2. Tujuan Penulisan

Kitab ini ditulis dengan tiga tujuan:


a. Untuk menunjukkan kepada Israel dan bangsa-bangsa lainnya besar dan luasnya kasih
Allah, dan tindakan yang menyelamatkan melalui pemberitaan pertobatan.
b. Untuk menunjukkan melalui pengalaman Yunus betapa jauhnya Israel telah jatuh dari
panggilan misioner yang semula untuk menjadi terang penebusan bagi orang-orang yang
tinggal dalam gelap (Kej 12:1-3; Yes 42:6-7; Yes 49:6), dan …
c. Untuk mengingatkan Israel yang murtad bahwa Allah dalam kasih dan kemurahan-Nya telah
mengutus bukan hanya satu tetapi banyak nabi setia yang menyampaikan berita
pertobatan-Nya agar menghindarkan hukuman atas dosa yang tidak dapat dielakkan. Tetapi
berbeda dengan Niniwe, Israel telah menolak nabi-nabi Allah dan tawaran-Nya untuk
bertobat dan menerima kemurahan-Nya.

3. Keterandalan Kitab

Para teolog liberal dan orang tidak skeptik memandang kitab ini sebagai kisah khayal yang dibuat
antara abad ke-5 sehingga abad ke-3 SM yang dimaksudkan untuk menentang nasionalisme yang sempit
dalam Yudaisme paskapembuangan. Menurut pandangan ini, kitab Yunus tidak berisi peristiwa-peristiwa
sejarah yang aktual. Akan tetapi, bagian lain PL menyebut Yunus sebagai nabi yang diakui dari abad ke-8
SM (2Raj 14:25). Dalam PB, Yesus sendiri mengacu kepada Yunus:

a. Sebagai tanda nubuat PL terkemuka mengenai keberadaan-Nya selama 3 hari di dalam


kubur dan kebangkitan-Nya sesudah itu (Mat 12:39-40; Luk 11:29).
b. Sebagai benar-benar pemberita pertobatan kepada orang Niniwe yang kemudian bertobat
(Mat 12:41; Luk 11:30,32), dan …
c. Sebagai bagian sejarah PL sama seperti dengan kunjungan ratu Syeba ke istana Salomo
(Mat 12:42; Luk 11:31).

Jelaslah, Yesus memandang kitab ini dapat diandalkan dari segi sejarah, sehingga bila
memandang kitab ini secara lain, bukan saja menyatakan bahwa kita mempunyai Alkitab yang bisa salah,
tetapi juga Juruselamat yang bisa salah.
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 33

Selain itu, dalam kanon PL Ibrani yang sudah dibentuk beberapa ratus tahun sebelum Masehi,
maupun versi Vulgata dan versi Syriac yang telah ada sebelum para teolog liberal, menyebutkan: “ This
book, in the Hebrew copies, is called "Sepher Jonah", the Book of Jonah; by the Vulgate Latin version
"the Prophecy of Jonah": and in the Syriac version "the Prophecy of the Prophet Jonah " (E-Sword: John
Gill’s Exposition of Entire Bible).

4. Garis Besar

a. Nabi yang Melarikan Diri, 1:1-17


1:1,2 Pengutusan Allah
1:3 Ketidaktaatan Yunus
1:4-16 Kejadian di tengah laut
1:17 Bukan ikan bias.
b. Nabi yang Bersyukur, 2:1-10
2:1-6 Yunus tenggelam
2:7-10 Allah menolong.
c. Nabi yang Taat, 3:1-10
3:1,2 Kesempatan yang kedua
3:3,4 Yunus berkhotbah
3:5-9 Niniwe bertobat
3:10 Allah mengampuni.
d. Nabi yang Keras Hati, 4:1-11
4:1-4 Yunus marah
4:5-8 Pelajaran tentang pokok jarak
4:9-11 Allah penuh belas kasihan

B. Latar Belakang

Kitab Yunus dipercaya ditulis oleh nabi Yunus sendiri. Arti namanya ialah "merpati," dan
diperkenalkan sebagai putra Amitai (artinya “kebenaranku”). Berdasarkan deskripsi kitab 2Raj.14:25, dia
melayani di kerajaan utara Israel semasa pemerintahan Yerobeam II (793-753 SM), berasal dari Gat-
Hefer, yang terletak 3 – 5 kilometer di utara Nazaret di Galilea. Sehingga orang Farisi salah ketika
mengatakan bahwa tidak pernah ada nabi dari Galilea (Yoh.7:52). Pelayanan nubuat Yunus terjadi tidak
lama sesudah masa pelayanan Elisa (cp. 2Raj 13:14-19), bertumpang-tindih dengan masa pelayanan
Amos (Am 1:1) dan diikuti oleh pelayanan Hosea (cp. Hos 1:1). Sekalipun kitab ini tidak menunjukkan
penulisnya, namun dipercaya penulisnya adalah Yunus sendiri.
Pertobatan Niniwe, sebagai tanggapan terhadap pemberitaan Yunus, sangat mungkin terjadi
pada masa pemerintahan salah seorang dari dua raja Asyur berikut ini.

a. Adad-Nirari III (810-783 SM) yang pemerintahannya ditandai oleh peralihan ke


monoteisme, atau …
b. Asyurdan III (733-755 SM) yang pemerintahannya mengalami dua wabah besar (765 dan
759 SM) serta sebuah gerhana matahari (763 SM), yang masing-masing mungkin ditafsirkan
sebagai tanda hukuman ilahi sehingga mempersiapkan ibu kota Asyur itu untuk menerima
berita nubuat Yunus. Niniwe terletak sekitar 800 kilometer timur laut Galilea.

C. Ciri dan Pesan Khas Kitab Yunus

1. Empat Ciri Khas Kitab Yunus


a. Salah satu di antara dua kitab PL yang ditulis seorang nabi yang lahir dan dibesarkan di
kerajaan utara Israel (yang lain adalah Hosea).
b. Merupakan karya agung gaya sastra prosa yang singkat. Hanya doa ucapan syukur Yunus
(2:2-9) yang ditulis dalam bentuk syair.
c. Penuh dengan tindakan adikodrati Allah, mulai dari penetapan waktu badai yang diatur
munculnya ikan besar, ponon jarak, seekor cacing dan angin timur, dan (yang paling hebat)
pertobatan seluruh kota Niniwe.

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 34

d. Berisi berita PL yang terjelas tentang kasih karunia Allah yang menyelamatkan, baik bagi
orang Yahudi maupun orang bukan Yahudi.

2. Pesan Khas

Pesan eksplisit Yunus kepada Ninewe sebenarnya singkat, yaitu “Mulailah Yunus masuk ke dalam
kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan
ditunggangbalikkan” (3:4). Pesan itu lalu ditanggapi dan terjadilah transformasi yang menghasilkan kasih
karunia Allah. Pesan universal kitab ini ialah mengenai kasih Allah yang melintasi bangsa dan zaman,
melampaui pengertian manusia manapun tentang kasih itu. Namun secara keseluruhan ada beberapa
tema yang muncul dalam kitab ini.

a. Kita Harus Belajar tentang Allah

Seluruh kitab berisi tanggapan bahwa Allah itu adil, Ia akan menghukum orang yang bersalah,
dan semua bangsa harus bertanggung jawab kepada-Nya, tidak hanya bangsa Israel (1:2; 3:2,9,10).
Bahwa Allah berdaulat di dalam dunia yang diciptakan-Nya. Ia dapat mengendalikan segala makhluk,
cuaca, bahkan tanam-tanaman. Dari sejarah bangsa Israel kita ketahui bahwa Ia bahkan mau memakai
bangsa yang kafir dan kejam seperti bangsa Asyur, 1:4,9,17; 2:10; 4:6-8. Juga, Allah itu murah hati,
penuh belas kasihan, memelihara umat manusia, bahkan binatang, di samping secara istimewa menjadi
Allah bangsa Israel, 2:8,9; 3:9,10; 4:2,10,11.

b. Kita Harus Belajar tentang Yunus

Yunus mewakili umat Allah yang mengenal kemurahan-Nya dan membanggakan diri tentang
hubungannya dengan Allah, karena boleh berdoa kepada-Nya di saat-saat mengalami kesukaran, atau
memuji Allah dan menyerahkan kembali kehidupan kepada Dia, 1:9; 2:1-9. Sebaliknya, kita juga belajar
tentang Yunus yang tidak tetap pendiriannya dan tidak taat. Ia berusaha untuk melarikan diri dari Allah
yang telah menciptakan segala-Nya! Dia marah ketika Allah bermurah hati, lebih kuatir atas sebatang
tanaman daripada nasib orang lain, 1:3,10; 4:1-3,9.

c. Kita Belajar tentang Orang Kafir

Baik para pelaut maupun orang Niniwe yang sudah bertobat, mereka bisa lebih bijaksana
daripada sang nabi. Pandangan mereka tentang apa yang benar dan kesiapan mereka menanggapi pesan
Allah membuat kita tercengang. Namun demikian, Yunus tidak menganggap mereka, karena mereka
bukan orang Israel, 1:13,14,16; 3:5-9.

D. Survai Ringkas

Kitab Yunus terdiri dari 4 pasal 48 ayat, mengisahkan misi sang nabi yang pergi ke Niniwe. Pasal
1:1-17 menceritakan ketidaktaatan Yunus pada mulanya serta hukuman Allah sesudah itu. Yunus tidak
pergi ke timur laut, ke Niniwe, malah naik kapal yang berlayar ke barat ke Tarsis (di Spanyol), tujuan
terjauh ke arah yang berlawanan dengan kehendak Allah. Tidak lama kemudian Yunus menghadapi
tindakan disiplin Allah dalam bentuk badai besar di Laut Tengah, dipermalukan karena ketahuan para
pelaut sehingga dibuang ke laut. Dengan takdir Tuhan, tersedia seekor "ikan besar" yang siap
menyelamatkan hidupnya.
Pasal 2:1-10, mengisahkan doa Yunus dari ruangan yang unik, di dalam perut ikan. Dalam bagian
ini dia bersyukur kepada Allah karena menyelamatkan hidupnya dan berikrar untuk menaati panggilan
Allah, lalu dimuntahkan oleh ikan itu ke darat.
Pasal 3:1-10, mengisahkan kesempatan kedua bagi Yunus untuk pergi ke Niniwe dan pemberitaan
amanat Allah kepada penduduk kota itu. Dalam peristiwa kebangunan rohani satu kota yang paling
mengesankan dalam sejarah, raja Niniwe menyerukan agar seluruh kota berpuasa dan bertobat,
sehingga mereka diselamatkan dari hukuman Allah.
Pasal 4:1-11, berisi keluhan Yunus kepada Allah karena meluputkan kota yang memusuhi Israel.
Dengan menggunakan pohon jarak, seekor cacing dan angin timur, Allah mengajarkan nabi-Nya yang

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 35

marah-marah bahwa Dia senang menyediakan kasih karunia-Nya bagi setiap orang, bukan hanya Israel
dan Yehuda.

E. Analisis Ringkas

Tujuan kitab Yunus ialah menghibur sekaligus mengajarkan. Ajaran kisah Yunus merupakan
puncak dalam ajaran Perjanjian Lama yang mendobrak tafsiran atas para nabi tentang anugerah yang
terlampau sempit. Kitab ini menegaskan bahwa dalam ancaman yang terberat sekalipun mengungkapkan
belas kasihan Allah yang hanya menantikan bukti pertobatan untuk segera memberi pengampunan-Nya.
Umat Ibrani di zaman itu cenderung menutup dirinya. Kitab Yunus justru adalah sebuah karya
mendobrak partikularisme itu dan memberitakan suatu universalisme yang terbuka lebar. Semua pelaku
dalam kitab Yunus digambarkan secara simpatik, awak kapal yang kafir, raja, para penduduk malahan
binatang-binatang di kota Niniwe, seluruh umat manusia, kecuali satu-satunya orang Israel yang
berperan, yaitu nabi Yunus! Allah memang sabar terhadap nabi yang suka membangkang itu, tetapi
belas-kasihan Allah meliputi semua manusia, termasuk musuh yang paling dibenci Israel. Dan inilah tema
utama kitab Yunus.
Pandangan kitab-Yunus sangat dekat pada ajaran Perjanjian Baru, bahwa Allah bukannya Allah
orang-orang Yahudi saja. Ia juga Allah bagi orang-orang lain, sebab hanya ada satu Allah saja
(Rm.3:29). Dalam Mat 12:41; dan Luk 11:29-32, Tuhan Yesus mengemukakan bahwa orang-orang
Niniwe yang bertobat itu sebagai sebuah teladan. Dalam Mat. 12:40, Kristus mengartikan Yunus yang
terkurung dalam perut ikan raksasa sebagai lambang Diri-Nya dalam kubur. Apabila Perjanjian Baru
merujuk kepada kitab nabi Yunus, maka ini adalah bukti bahwa kitab itu menceritakan hal-hal yang
sungguh-sungguh terjadi. Berikut ini, ada beberapa fakta yang perlu kita analisis.

1. Ikan yang Menelan Yunus

Pemikiran modern sukar untuk menerima kisah Yunus, karena tidak mudah bagi mereka
memercayai bahwa ia dapat selamat setelah beberapa lama berada dalam perut ikan (1:17). Alkitab
menyebutnya "seekor ikan besar (‫ דג גדול‬dag gadol)," tetapi kita tidak tahu makhuk apa itu
sebenarnya. Ada argumentasi yang mengatakan bahwa kejadian ini tidak pernah terjadi, kitab ini sebagai
semacam perumpamaan daripada sebagai suatu fakta. Pesan yang terkandung di dalamnya yang lebih
penting. Itu argumen duniawi yang akali. Sebab Yunus digambarkan sebagai tokoh sejarah yang nyata.
Terlebih lagi, Yesus menganggap serius ketika Ia membandingkan kebangkitan-Nya dengan peristiwa itu
(Mat 12:39-41). Jika Allah adalah Tuhan atas segala ciptaan, yang merupakan bagian dari pesan dalam
kitab ini, maka tidak ada alasan Ia tidak dapat mengatur kejadian seperti itu.

2. Kota Ninewe

Dari sekian banyak bangsa dari zaman dulu, tidak ada yang begitu menikmati kejahatan seperti
orang Asyur. Di kemudian hari mereka akan melenyapkan kerajaan utara dan memporakporandakan
Yehuda. Dalam zaman Yunus, kekuasaan mereka sedang naik, dan mereka merupakan ancaman
terdahsyat umat Allah. Jika ada orang yang tidak layak menerima kebaikan Allah, maka mereka adalah
orang-orang yang tinggal di ibukota Asyur. Oleh karenanya, kita dapat mengerti mengapa Yunus merasa
jijik ketika diperintahkan untuk pergi dan berkhotbah di sana, terutama ketika ia merasa bahwa Allah bisa
mengampuni mereka (4:2).

F. Tafsir Tema-tema Utama

1. Kemurahan

Alasan Yunus mengajarkan bahwa Allah adalah "murah hati dan penuh belas kasihan, tidak cepat
marah dan kasih-Nya berkelimpahan" ialah bahwa Allah telah bermurah hati padanya. Pelajarilah Mazmur
pasal 2. Bacaan ini membuat perlakuan kasarnya terhadap orang lain sukar dapat diterima. Bandingkan
pengajaran Yesus dalam Matius 18:21-25.
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 36

2. Nubuat Ancaman yang Tidak Digenapi

Ancaman Allah melalui Yunus tidak pernah dilaksanakannya (3:10). Hal ini mengingatkan bahwa
tidak semua nubuatakan ancaman digenapi. Walaupun Allah tidak dapat dipermainkan, "Siapa tahu?"
(3:9), Ia menanggapi pertobatan manusia dan mampu menggenapi maksudnya dengan berbagai cara.

3. Yunus dan Yesus

Yesus menggunakan pengalaman Yunus sebagai ilustrasi atas dirinya (Mat.12:39-41; 16:4). Seperti
halnya Yunus yang dipilih sebagai seorang hamba Allah melalui suatu mukjizat penyelamatan,
pernyataan dan ajaran Yesus akan ditegaskan melalui kebangkitan-Nya dari antara orang mati (yaitu
Rm.1:3,4).

G. Penerapan Masa Kini dan Penggenapan dalam Perjanjian Baru

1. Penerapan Masa kini

a. Kita Juga Tidak Tetap Pendirian

Seperti Yunus, kita juga sering siap untuk mengakui iman kita kepada Allah tanpa kesiapan untuk
melihat apa arti semua itu. Kita juga seringkali sengaja berlaku tidak taat. Kita juga bisa berpikiran tidak
logis seperti seseorang yang mencoba melarikan diri dari Yang Maha Kuasa. Lebih buruk lagi, kita juga
bisa bersikap keras dan tidak berperasaan terhadap orang lain, bahkan ketika kita mengatakan bahwa
kita mengenal kemurahan dan belas kasihan Allah.

b. Kita Juga Sama Egoisnya

Boleh jadi salah satu alasan Yunus menghendaki jatuhnya penghakiman adalah agar supaya
reputasinya sebagai seorang nabi tidak menjadi rusak. Seperti dia, kita juga dapat menjadi jengkel
karena hanya soal-soal kecil yang tidak berguna, sementara kita sama sekali tidak merasa prihatin
terhadap orang lain.

c. Allah Memelihara Kita Semua

Allah mempedulikan semua orang, bukan hanya karena Allah bermaksud untuk menghakimi
mereka, tetapi Dia sungguh-sungguh mengasihi apa yang telah diciptakan-Nya. Ini tidak berarti bahwa
semua orang akan diselamatkan, tetapi hal ini berarti bahwa setiap orang mendapat kesempatan untuk
memperbaiki hubungannya dengan Dia. Jika kita bersatu dengan Dia, maka ini berarti kesaksian dan
pengutusan, di samping memberikan pelayanan sederhana kepada orang-orang yang bukan Kristen.

d. Allah Memberikan Kesempatan Kedua

Allah memberi Yunus kesempatan kedua untuk memenuhi tugas pengutusannya. Sementara kita
tidak boleh mempermainkan Allah dan menganggap enteng kemurahan-Nya, kita tahu bahwa Dia sering
memperlakukan kita seperti apa yang dilakukannya terhadap Yunus.

2. Penggenapan dalam Perjanjian Baru

Yesus menyamakan diri-Nya dengan Yunus, "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut
suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti
Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di
dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit
bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah
mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus!" (Mat.12:39-41).

Kesimpulan
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 37

1. Tuhan ingin menyelamatkan orang-orang jahat kalau mereka mau bertobat.


2. Riwayat Nabi Yunus dalam Kitab ini menegur orang yang hanya mementingkan suku atau
bangsanya sendiri dan tidak memperdulikan suku atau bangsa lain.
3. Manusia tidak dapat lari dari Tuhan apabila Tuhan memberi tugas, maka lebih baik
melaksanakannya daripada menolaknya.
4. Kitab Yunus menunjukkan secara jelas bahwa Tuhan itu Mahakuasa.

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 38

BAB VI
KITAB NABI MIKHA

Kitab Mikha ditulis oleh nabi dari Kerajaaan Yehuda yang mengenakan namanya sendiri sebagi
judul kitab. Nama penuh nabi itu ialah Mikhaiah, yang berarti “Siapakah seperti Tuhan?” Nabi ini berasal
dari kampung Moresyet, di sebelah barat kota Hebron, sekitar 32 km sebelah barat daya Yerusalem.
Sama seperti Amos yang berasal dari kampung, Mikha juga sedemikian, tidak senang dengan suasana
kota besar. Gaya bahasanya juga serupa dengan nabi Amos, yaitu kongkret dan kadang-kadang kasar,
senang memakai gambaran hidup dan permainan kata.
Dalam beritanya dia menubuatkan suatu bencana nasional, seperti yang dinubuatkan oleh Amos
tentang kerajaan utara. Mikha mengemukakan bahwa Allah pasti menghukum bangsa Yehuda karena
mereka kejam dan tidak adil terhadap sesamanya. Tetapi dalam khotbah Mikha terdapat tanda-tanda
yang lebih jelas tentang harapan untuk masa depan.

A. Pendahuluan

Hidup dan pelayanan kenabian Mikha terjadi pada masa pemerintahan tiga raja Yehuda, Yotam
(751-736 SM), Ahas (736-716 SM) dan Hizkia (716-687 SM), yakni sebelum Samaria ditaklukkan Sanherib
tahun 722 SM. Dengan demikian sebagian hidup Mikha bersamaan dengan masa nabi Yesaya. Walaupun
sebagian dari nubuat Mikha diberitakan pada masa pemerintahan Raja Hizkia (Yer 26:18), sebagian besar
mencerminkan keadaan Yehuda semasa pemerintahan Yotam dan Ahas, sebelum pembaruan religius di
bawah pimpinan Hizkia. Tidak disangsikan, pelayanannya bersamaan waktu dengan Yesaya, ikut
berperan dalam membawa kebangunan rohani di bawah Raja Hizkia yang saleh.

1. Kepenulisan

Penulis: Mikha
Tema: Hukuman dan Keselamatan Mesias
Tanggal Penulisan: ± 740-710 SM

Kitab Mikha disampaikan seperti sedang berpidato, tetapi tidak diucapkan sekaligus. Kitab ini
merupakan kumpulan berbagai pesan. isinya bisa dengan cepat melompat dari satu topik ke topik
lainnya, silih berganti antara nubuat dan hukuman yang dijatuhkan atas Yehuda, lengkap dengan
gambaran yang jelas tentang dosa-dosa mereka, serta nubuat mengenai hari depan yang cerah setelah
penghakiman.

2. Situasi dan Kondisi Masa Mikha

Mikha hidup di zaman krisis. Dua negeri adi kuasa, Mesir dan Asyur, sedang bertempur untuk
memperebutkan supremasi, kendati negeri Mikha sendiri masih berada dalam keadaan cukup makmur,
dari peninggalan Raja Uzia yang cukup lama dan stabil (739 SM). Tetapi, tidak semuanya demikian.
Dilihat dari sudut pandang keagamaan, Hizkia adalah seorang raja yang baik (2Raj 18:1-20:21), tetapi
secara politis ia lemah. Di bawah pengaruh Mikha, ia memimpin gerakan pembaruan keagamaan, kendati
gerakan itu tidak mengubah bangsanya. Negeri itu sudah rusak, si kaya bertambah kaya dengan
mempedayakan si miskin, para hakim akan memenangkan perkara mereka yang membayar paling tinggi,
dan para nabi serta imam menempatkan uang di atas Allah. Rakyatnya mengabaikan perintah-perintah
Allah dan perdewaan ada di mana-mana, sekalipun mereka masih berpendapat bahwa Allah akan
melindungi mereka. Ketika dalam tahun 722 SM kerajaan Israel bagian Utara dihancurkan, seharusnya
hal ini menjadi peringatan bagi Yehuda, tetapi sebaliknya mereka tetap mengikuti jalan yang sudah
salah.

3. Tujuan Penulisan

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 39

Mikha menulis untuk memperingatkan bangsanya tentang kepastian hukuman Allah, Karena itu
dia melukiskan dosa-dosa yang membangkitkan kemarahan Allah dan meringkas firman nubuat mengenai
Samaria dan Yerusalem (1:1). Dengan tepat dia menubuatkan kejatuhan Israel sebelum hal itu terjadi
pada tahun 722 SM. Dia bernubuat bahwa kebinasaan yang serupa akan menimpa Yehuda dan Yerusalem
karena dosa dan pemberontakan mereka yang mencolok. Dengan demikian kitab ini melestarikan berita bagi
angkatan terakhir Yehuda sebelum orang Babel datang menyerbu bangsa itu. Kitab ini juga memberikan
sumbangan penting kepada seluruh penyataan PL tentang Mesias yang akan datang.

4. Garis Besar

a. Hukuman atas Israel dan Yehuda, (1:1-3:12)


1) Pendahuluan (1:1)
2) Kebinasaan Samaria Dinubuatkan (1:2-7)
3) Kebinasaan Yehuda Dinubuatkan (1:8-16)
4) Dosa-Dosa Khusus Umat Allah yang Perlu Dihukum (2:1-11)
a) Keserakahan dan Keangkuhan (2:1-5)
b) Nabi-Nabi Palsu (2:6-11)
5) Pandangan Sekilas Pertama Tentang Pembebasan yang Dijanjikan (2:12-13)
6) Dosa-Dosa Khusus Para Pemimpin Umat Allah (3:1-12)
a) Ketidakadilan dan Penindasan (3:1-4)
b) Nubuat Palsu lawan Mikha sebagai Nabi Sejati (3:5-8)
c) Rangkuman Dosa Para Pemimpin (3:9-12)
b. Berita Nubuat Tentang Pengharapan (4:1-5:14)
1) Janji Tentang Kerajaan yang Akan Datang (4:1-8)
2) Kekalahan Musuh-Musuh Israel (4:9-13)
3) Raja yang Akan Datang dari Betlehem (5:1-5:5)
4) Sifat Kerajaan yang Baru (5:5-14)
c. Gugatan Allah Terhadap Israel dan Kasih Sayang-Nya yang Terakhir (6:1-7:20)
1) Perkara Allah Terhadap Umat-Nya (6:1-8)
2) Kesalahan Israel dan Hukuman Allah (6:9-16)
3) Ratapan Nabi yang Tersiksa Hati (7:1-6)
4) Harapan Pribadi Nabi (7:7)
5) Israel Akan Bangkit Kembali (7:8-13)
6) Berkat-Berkat Allah yang Terakhir bagi Umat-Nya (7:14-20).15

B. Latar Belakang

Nabi Mikha diperkirakan memiliki pelayanan semasa dengan Yesaya, namun dia berasal dari
daerah pedesaan, bernubuat kepada raja dan tentang situasi internasional. Dalam beritanya, Mikha
mengutuk para pemimpin Yehuda yang korup, nabi-nabi palsu, imam-imam fasik, pedagang-pedagang
yang tidak jujur dan hakim-hakim yang kena suap. Dia berkhotbah menentang dosa-dosa ketidakadilan,
penindasan para petani dan penduduk desa, keserakahan, kekikiran, kebejatan dan penyembahan
berhala, dan mengingatkan tentang dampak yang berat jikalau umat dan para pemimpinnya terus
bersikeras melakukan kejahatan. Ia meramalkan kejatuhan Israel dan ibu kotanya Samaria (1:6-7) dan
juga kejatuhan Yehuda dan ibu kotanya, Yerusalem (1:9-16; 3:9-12).
Menurut Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, walaupun hidup di desa, Mikha tahu korupsi merajalela
dalam kehidupan kota di Israel dan Yehuda. Tuduhan-tuduhannya terutama diarahkan kepada Yerusalem
(4:10). Dan seperti Amos dan Yesaya, ia mengamati bagaimana tuan-tuan tanah yang kaya menindas
orang-orang miskin (2:12). Dia mencela korupsi yang merajalela di tengah-tengah pemimpin-pemimpin
agama pada zamannya (2:11), dan penyelewengan-penyelewengan hukum yang umum dilakukan oleh
orang-orang yang seharusnya menegakkan hukum (3:10). Semuanya ini terjadi dalam suasana
keagamaan yang palsu (3:11) dan menjijikkan nabi Mikha.
Seperti Amos, Hosea dan Yesaya, rekan-rekan sezamannya pada abad 8 sM, Mikha menekankan
keadilbenaran dan moral sebagai ciri utama dari watak Allah. Dia juga menunjukkan bahwa ciri-ciri ini
mempunyai kaitan etis yang mendesak bagi hidup perseorangan dan masyarakat. Umat Israel dan

15
Dikutip dari Alkitab Penuntun: Pengantar Kitab Mikha, dalam SABDA/OBL
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 40

Yehuda harus melakukan kewajiban perjanjiannya dengan sungguh-sungguh, yang harus dipantulkan di
antara sesama umat Allah.
Bila Amos dan Hosea banyak menyoroti penyembahan berhala dan kefasikan yang merajalela di
Israel dan Yehuda, sebagai akibat dari pengaruh agama kafir Kanaan, maka Mikha mengkhususkan dini
menyoroti masalah-masalah yang timbul karena ketidakadilan sosial yang menimpa para pemilik tanah
sempit, peternak-peternak dan petani-petani. Ia memperingatkan orang-orang yang menampas harta
milik orang lain, bahwa Allah telah merencanakan hukuman yang keras bagi mereka. Dakwaannya atas
penguasa-penguasa Israel (3:1-4) dan nabi-nabi palsu membayangkan kemusnahan seluruh Yerusalem,
karena mereka korupsi, dan penyakit itu sudah menjalar sampai ke dasar hidup dan akar rumput
(grassroot) masyarakat.

C. Ciri dan Pasan Khas Kitab Mikha

1. Lima Ciri Khas Utama

a. Kitab ini memperjuangkan kepentingan para petani sederhana yang menghadapi


pemerasan oleh golongan kaya yang angkuh, mirip dengan berita Yakobus di PB (cp. 6:6-8
dan Yak 1:27). Dalam hubungan ini, Mikha memberikan nasihat yang paling mengesankan
tentang tuntutan Tuhan bagi umat-Nya, yaitu "berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup
dengan rendah hati di hadapan Allahmu" (6:8).
b. Sebagian bahasa Kitab Mikha tegas dan terus terang, lain saat berupa syair yang
mengesankan dengan permainan kata yang halus sekali (seperti 1:10-15).
c. Seperti nabi Yesaya (Yes 48:16; 59:21), Mikha mengungkapkan kesadaran yang tajam akan
panggilan Allah dan pengurapannya oleh Roh Kudus, "Aku ini penuh dengan kekuatan,
dengan Roh Tuhan, dengan keadilan dan keperkasaan, untuk memberitakan kepada Yakub
pelanggarannya dan kepada Israel dosanya" (3:8).
d. Kitab ini berisi salah satu ungkapan terindah dalam Alkitab tentang kasih sayang dan kasih
karunia pengampunan Allah (7:18-20).
e. Kitab ini berisi tiga nubuat penting yang dikutip di bagian Alkitab lainnya: satu yang
menyelamatkan hidup Yeremia (3:12; Yer 26:18), satu tentang tempat kelahiran Mesias
(5:1; Mat 2:5-6), dan satu yang dikutip Yesus sendiri (7:6; Mat 10:35-36).

2. Pesan Khas Kitab Mikha

Dalam pasal 1—3, Mikha dengan setia menjalankan tugasnya untuk memberitakan kepada Yakub
pelanggarannya dan kepada Israel dosanya (3:8). Ia mengumumkan kehancuran Israel (1:6-7) maupun
kemalangan yang akan menimpa Yerusalem dan Bait Suci (3:12). Dalam dua pasal berikutnya, ia
menubuatkan tentang hukuman dan pemulihan mereka: Terpaksa engkau berjalan sampai Babel; di
sanalah engkau akan ditebus oleh TUHAN dari tangan musuhmu (4:10).
Mikha juga menyampaikan nubuatan yang menarik, bukan hanya mengenai lokasi kelahiran
Yesus sebagai Mesias di Betlehem, melainkan juga mengenai asal usul-Nya. “Dari padamu akan bangkit
bagiKu seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu
kala (5:1). Penggenapan nubuat ini sekali lagi menunjukkan ketepatan dari setiap Firman Allah.
Nubuatan Mikha bertujuan untuk mendorong Israel danYehuda agar bertobat dari dosa-dosa
mereka, kalau tidak hukuman Allah akan menimpa mereka. Karena itu ia memperingatkan Israel: “Aku
membuat engkau menjadi ketandusan” (6:16). Mikha mengakhiri kitabnya dengan berita pengharapan
dan pernyataan tentang penggenapan akhir berkat perjanjian yang Allah telah sampaikan kepada
Abraham dan Yakub (7:20).

D. Survai Singkat

Kitab Mikha terdiri dari 7 pasal 105 ayat dan terbagi atas 4 bagian basar. Bagian yang
bertemakan ancaman selalu disusul dengan bagian yang bertemakan janji. Bagian pertama (1:1-3:13),
menggugat Israel (Samaria) dan Yehuda (Yerusalem) karena dosa-dosa khusus, termasuk penyembahan
berhala, keangkuhan, penindasan orang miskin, suap-menyuap di antara pemimpin, ketamakan dan
keserakahan, kebejatan, dan agama yang ritualistis.
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 41

Bagian kedua (4:1-5:14), mengingatkan bahwa hukuman Allah akan datang karena dosa-dosa
ini. Bagian ketiga (6:1-7:7), menjanjikan bahwa damai sejahtera, kebenaran dan keadilan sejati akan
berlaku di masa depan ketika Mesias memerintah.
Ketiga pokok tersebut diberikan perhatian hampir sama dalam kitab ini. Sedangkan bagian
keempat (7:8-20) secara khusus berisi pengaharapan Israel.
Dipandang dari segi lainnya, pasal 1-3 mencatat celaan Tuhan atas dosa-dosa Israel dan Yehuda,
para pemimpin yang korup, dan malapetaka yang akan datang atas bangsa-bangsa ini dan ibu kota
mereka. Pasal 4-5 menawarkan harapan dan hiburan bagi kaum sisa berhubungan dengan hari-hari yang
akan datang ketika rumah Allah akan didirikan dalam damai dan kebenaran, sedangkan penyembahan
berhala dan penindasan akan disingkirkan dari negeri itu. Pasal 6-7 menguraikan keluhan Allah terhadap
umat-Nya dalam bahasa sebuah sidang pengadilan besar. Allah mengajukan gugatan terhadap Israel,
diikuti dengan pengakuan salah Israel, lalu doa dan janji nubuat. Mikha menutup kitab ini dengan
permainan kata dari arti namanya sendiri, "Siapakah Allah seperti Engkau?" (7:18). Jawabannya, hanya
Dia yang penuh kasih dan dapat memberikan keputusan terakhir "mengampuni" (7:18-20).
Bagian-bagian yang perlu diperhatikan dalam kitab ini ialah gambaran tentang kedamaian di
seluruh dunia di bawah pimpinan Allah (4:1-4), ramalan tentang raja besar yang akan muncul dari
keturunan Daud yang membawa kedamaian kepada bangsa Yehuda (5:2-4), dan, dalam satu ayat (6:8),
ringkasan dari semua yang hendak dikatakan oleh nabi-nabi Israel, yaitu: "Yang dituntut TUHAN dari kita
ialah supaya kita berlaku adil, selalu mengamalkan cinta kasih, dan dengan rendah hati hidup bersatu
dengan Allah kita."

E. Analisis Singkat

Riwayat Mikha tidak dikenal sama sekali, termasuk bagaimana ia dipanggil Allah. Namun, Mikha
mempunyai kesadaran mendalam mengenai tugas-panggilannya sebagai nabi. Dia berprofetik tentang
malapetaka yang pasti akan tiba (2:6-11; 3:5-8). Dalam hal ini Mikha berbeda dengan nabi-nabi palsu.
Mikha menyampaikan Firman Allah yang terutama berisikan hukuman, sedangkan nabi palsu
menubuatkan hal-hal yang selalu baik. Ia menyatakan bahwa Yahwe mengadili umatNya (1:2; 6:1.dst),
berdasarkan fakta bahwa umat itu terbukti bersalah. Isu kecamannya tentang pelanggaran di bidang
agama, dan terutama di bidang kesusilaan. Mikha mengecam orang-orang kaya yang hidup dari
spekulasi, lintah darat, para pedagang yang suka menipu, keluarga-keluarga yang terpecah-pecah, para
imam dan nabi yang serakah, para pemimpin yang lalim, para hakim yang korup. Kelakuan mereka
bertentangan dengan tuntutan Tuhan yang menghendaki agar manusia berlaku adil, mencintai kesetiaan
dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allah (6:8).
Kitab ini suatu ungkapan indah yang meringkaskan tuntutan-tuntutan para nabi di bidang
kehidupan spiritual dan terutama mengingatkan ajaran nabi Hosea. Hukum sudah ditetapkan, dengan
menggoncangkan dunia semesta, 1:3-4, Tuhan datang menghakimi dan menghukum umat-Nya,
memusnahkan Samaria, 1:6-7, menghancurkan kota-kota di wilayah negeri asal nabi Mikha sendiri, 1:8-
15. Akhirnya, kota Yerusalem juga hancur lebur menjadi timbunan puing, 3:12. Namun demikian, ajaran
nabi mengandung suatu harapan, 7:7. Sebagaimana nabi Amos, Mikha pun berbicara mengenai suatu
"sisa". Ia menubuatkan bahwa di Efrata akan lahir seorang Raja Damai yang akan menggembalakan
kawanan Yahwe, 5:1-5.
Pengaruh nabi Mikha berlangsung lama. Orang-orang yang hidup sezaman dengan nabi Yeremia
mengenal dan mengutip nubuat Mikha mengenai Yerusalem (Yer 26:18). Perjanjian Baru terutama
memperhatikan ayat kitab nabi Mikha mengenai asal-usul Mesias dari Efrata-Betlehem, Mat 2:6; Yoh
7:42.

F. Tafsir Tema-tema Utama

1. Allah Itu Kudus

Orang menipu diri mereka sendiri apabila berpendapat bahwa mereka dapat meloloskan diri dari
dampak keegoisan, kekejaman dan kebobrokan mereka. Allah itu suci dan baik serta tidak dapat
mengizinkan perbuatan yang salah. Semua dosa harus dan akan dihukum, 1:25; 5:10-15.

2. Allah Itu Adil


Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 42

Allah adalah Allah yang adil dan Ia mengharapkan keadilan dari umat-Nya. Tidak seperti para
penguasa Israel, Allah tidak menerima suap. Baik orang kaya maupun yang berkuasa tidak akan
mendapatkan perlakuan istimewa. Sebenarnya, Allah akan memberikan hukuman yang sesuai dengan
kejahatan mereka, 2:37; 3:4, 9, 12.

3. Allah itu Penuntut

Kejahatan yang dilakukan oleh bangsa Yehuda menyangkut semua aspek kehidupan mereka
(2:1-11; 3:1-12; 6:9-16). Dalam tuntutan-Nya, Allah tidak mengharapkan hanya janji di bibir saja dari
umat-Nya, tetapi sikap dan kelakukan mereka, seluruh hidup mereka harus sesuai dengan apa yang
mereka katakan, 6:8.

4. Allah Memegang Kendali

Kelihatannya seakan-akan dunia sudah tidak dapat dikendalikan lagi dan berada dalam keadaan
kacau balau, karena diambil alih oleh bangsa-bangsa yang tidak bertuhan. Tetapi, segala seuatu tidak
selalu seperti apa yang diperkirakan. Ini adalah dunia Allah dan Dia bahkan berkuasa atas sejarah, 4:8-13; 7:8-10.

5. Pemeliharaan Allah

Mikha mempunyai pengharapan futuris berdasarkan apa yang diketahuinya tentang Allah dan
Firman-Nya (2:12; 4:4,6). Allah telah dan selalu akan mengasihi umat-Nya. Dosa harus dihukum, tetapi
setelah itu selalu ada harapan untuk masa depan, selalu ada kehidupan baru yang penuh kemuliaan bagi
semua orang yang sungguh-sunguh mengikut Allah, 2:12,12; 6:3-5; 7:14,15.

6. Allah Prihatin Terhadap Seluruh Dunia

Rencana-rencana Allah tidak hanya menyangkut bangsa Israel, tetapi juga seluruh bangsa.
Kejahatan bangsa-bangsa akan dihukum, tetapi juga akan ada tempat bagi mereka di masa yang akan
datang yang luar biasa, 4:14; 7:16,17. Kitab Mikha berakhir dengan penggambaran mengenai
pengampunan Allah yang penuh belas kasihan. Ayat-ayat ini dibacakan oleh bangsa Yahudi pada Yom
Kippur, ketika mereka menyucikan diri dari dosa-dosa selama tahun yang telah lalu (7:18-20).

7. Allah Akan Mengirimkan Seorang Penebus

Setelah sekian lama, seseorang akan dilahirkan, Dia akan membebaskan umat manusia dan
menjadi seorang yang rendah hati, dari kota Betlehem, tetapi seseorang "Yang asal-usul-Nya sudah ada
sejak dahulu," 5:2-6.

G. Penerapan dan Penggenapan dalam Perjanjian Baru

1. Penerapan dan Relevansi Masa Kini

a. Ibadah yang Suam-suam Kuku Tidak Berguna

Ibadah dan gaya hidup harus saling berkaitan. Semua pengorbanan di dunia dan semua
pertemuan ibadah tidak akan ada gunanya kecuali ada pengorbanan, kerendahan hati (6:8). Tidak
mungkin kita mengatakan "Allah beserta saya" dan menuntut perlindungan-Nya jika kehidupan kita tidak
sungguh-sungguh peduli terhadap yang Allah inginkan (3:11).

b. Kehidupan Bisnis Juga Harus Benar

Allah memperhatikan bagaimana kita memperlakukan orang lain, dan Ia tidak menyukai alasan
seperti "setiap orang melakukannya" atau "bisnis anda tidak akan maju tanpa …" (2:15). Menginjak-injak
orang lain mungkin dapat menolong Anda untuk menaiki tangga keberhasilan, tetapi hasilnya tidak akan
seperti yang Anda harapkan. Kekayaan materi tidak selalu menjadi berkat yang besar (6:9-15).
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 43

c. Jawaban yang Mudah Tidak Selalu Benar

Kita tidak boleh hanya menginginkan jawaban yang kita ingin dengar. Jenis berita yang
membawa kehangatan tidak selalu berasal dari sumber yang benar (2:11). Setiap pesan yang dianggap
berasal dari Allah harus cocok dengan yang dikatakan dalam Alkitab tentang kasih dan keadilah Allah (3:5-8).
d. Sifat Utusan Allah

Ia tahu bahwa Allah itu setia, meskipun keadaan di sekeliling dalam keadaaan kacau (7:7). Ia
berbicara tentang kebenaran, walaupun orang tidak ingin mendengarkannya (2:6). Ia menyadari akan
adanya suatu kekuatan yang bukan berasal dari dirinya sendiri dan pesan-pesannya mencerminkan
keadilan Allah (3:8).

2. Penggenapan Dalam Perjanjian Baru

Seperti nabi Perjanjian Lama lainnya, Mikha melihat melampaui hukuman Allah atas Israel dan
Yehuda sampai kedatangan Mesias dan pemerintahan-Nya yang adil di bumi. Tujuh ratus tahun sebelum
penjelmaan Kristus, Mikha bernubuat bahwa Dia akan lahir di Betlehem (5:1). Matius 2:4-6 mencatat
bahwa para imam dan ahli Taurat mengutip ayat ini sebagai jawaban untuk pertanyaan Herodes
mengenai tempat lahirnya Mesias. Mikha juga menyatakan bahwa kerajaan Mesias akan merupakan
kerajaan damai (5:4; cp. Ef 2:14-18), dan bahwa Mesias akan menggembalakan umat Allah dengan
benar (5:3; cp.Yoh 10:1-16; Ibr 13:20). Kenyataan bahwa Mikha sering mengacu kepada penebusan
masa depan menunjukkan bahwa keinginan dan rencana Allah yang abadi bagi umat-Nya adalah
penyelamatan bukan hukuman. Kebenaran ini dikembangkan lagi dalam PB (mis. Yoh 3:16).

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 44

BAB VII
KITAB NABI NAHUM

Kitab ketujuh dalam urutan kelompok Keduabelas Nabi-nabi Kecil ini, dalam kanon Perjanjian
Lama, mendapatkan judul Kitab Nabi Nahum, berdasarkan nama nabi penulisnya. Kitab ini pada intinya
ditulis untuk memperingati jatuhnya kota Niniwe, ibukota bangsa Asyur, musuh bebuyutan Israel.
Peristiwa itu terjadi menjelang akhir abad ketujuh sebelum Masehi dan dianggap sebagai hukuman Allah
atas bangsa yang kejam dan angkuh itu.

A. Pendahuluan

Nabi Nahum hidup sebelum kekalahan Asyur, mungkin bersamaan waktu dengan Zefanya. Kedua
nabi itu menubuatkan tentang kehancuran Niniwe, yang tertunda ±150 tahun karena pertobatan mereka
yang dihasilkan oleh pemberitaan Yunus (1:1,8 Zep 2:13-15). Kedua nabi ini bernubuat setelah Yesaya,
selama pemerintahan Manasye, salah seorang raja Yehuda yang jahat.
Agak sulit untuk mempercayai bahwa ibukota dari Kerajaan Asyur yang perkasa itu harus jatuh
karena tembok yang yang membentengi kota itu sangat kokoh. Namun, Nahum dengan tegas
menubuatkan kehancuran Niniwe ini, sebagai akibat dari kekejaman, penindasan, perzinahan, dan
perbuatan sihirnya. Kerajaan Asyur yang perkasa, yang telah menghancurkan Israel, Kerajaan Utara,
akhirnya ditaklukkan oleh bangsa Babel dalam kurun waktu 50 tahun setelah nubuat Nahum
disampaikan. Sejak itu bangsa Asyur tak pernah bangkit kembali untuk berkuasa.

1. Kepenulisan

Penulis: Nahum
Tema: Kebinasaan Niniwe yang Menjelang
Tanggal Penulisan: ± 630-620 SM

Pribadi nabi Nahum tidak diketahui dengan jelas, kecuali bahwa ia berasal dari Elkosy, 1:1,
mungkin sebuah kota yang letaknya 20 mil di sebelah barat daya Yerusalem. Arti namanya ialah
"penghiburan". Menurut Hieronimus, Elkosy terletak dekat Rama di Galilea, orang lain mengusulkan dekat
Kapernaum, sedangkan yang lain lagi percaya letaknya di bagian selatan Yehuda. Nahum adalah nabi
untuk Yehuda, karena kerajaan utara (Israel) sudah tidak ada lagi ketika kitab ini ditulis.

2. Tujuan Penulisan Kitab

Kitab Nahum mempunyai dua tujuan rohani. Pertama, Allah memakai dia untuk memberita-kan
datangnya kebinasaan ibukota Asyur, Niniwe, yang kejam dan jahat. Tidak ada bangsa sekejam Asyur
yang dapat berharap akan lolos dari hukuman Allah.
Kedua, pada saat bersamaan, Nahum memberitakan penghiburan untuk umat Allah. Hiburan ini
tidak diperoleh karena melihat darah musuh yang tertumpah, tetapi karena mengetahui bahwa Allah
sedang menegakkan keadilan di dunia dan suatu hari akan mendirikan kerajaan damai-Nya. Selain itu,
supaya umat Tuhan mengerti dengan jelas kekudusan Allah, serta kasih-Nya yang besar kepada orang
yang berlindung kepada-Nya. Tetapi, Ia juga adalah Allah yang dapat murka terhadap mereka yang
melawan-Nya.

3. Garis Besar

a. Gambaran Tentang Allah, 1:1-8


1:1-3 Murka dan belas kasihan Allah
1:4-6 Kuasa Allah atas alam
1:7 Perlindungan Allah terhadap orang yang setia
1:8 Allah menghalau musuh-musuh-Nya.
b. Penghancuran Niniwe, 1:9-15
1:9-11 Ketidakberdayaan melawan Allah
1:12,13 Pembebasan Yehuda
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 45

1:14 Niniwe dilenyapkan


1:15 Sukaciata di Yehuda.
c. Serangan Terhadap Niniwe, 2:1-3:4
2:1-5 Persiapan untuk berperang
2:6,7 Serangan dan penaklukkan
2:8-10 Pelarian dan perampasan
2:11-13 Kehancuran kota
3:1-4 Pertumpahan darah di kota.
d. Allah Melawan Niniwe, 3:5-19
3:5-7 Allah si Penuntut Balas
3:8-11 Contoh Tebe
3:12-18 Kesia-siaan perlawanan dan para pemimpin
3:19 Sukacita musuh-musuh Niniwe.

B. Latar Belakang

Kitab Nahum mempunyai hubungan dengan Kitab Yunus, karena keduanya berisi nubuat tentang
Niniwe. Pada zaman nabi Yunus, penduduk Niniwe bertobat. Tetapi lama kelamaan mereka terjerumus
lagi ke dalam kejahatan yang lebih besar. Dalam Kitab Yunus ditunjukkan kesabaran Allah, dalam Kitab
Nahum ditunjukkan kemarahan Allah.
Kitab Nahum juga memiliki sedikit kesamaan dengan Kitab Obaja, yaitu terdapat suasana
kebencian dari musuh-musuh umat Allah. Obaja menyerang Edom dan Nahum menyerang Asyur. Kedua
bangsa yang sedang berada di puncak kekuasaan itu bersikap congkak dan menindas. Bangsa Asyur
yang berada di puncak kejayaannya merupakan sumber ketakutan bagi seluruh Asia barat, dan
bertanggung jawab atas kekejaman yang luar biasa dalam peperangan, terutama terhadap Mesir.
Dalam 3:8-10 Nahum mengacu pada kejatuhan Tebes sebagai peristiwa yang lampau (terjadi
tahun 663 SM). Jadi, nampaknya nubuat Nahum disampaikan antara 663 SM dan 612 SM, lebih mungkin
dekat 612 SM, yaitu sementara pemerintahan raja Yosia dan gerakan pembaruannya (630-620 SM).
Di zaman dulu bangsa Asyur terkenal sangat kejam terhadap tawanan perang mereka. Setelah
menyerbu sebuah kota, mereka tanpa mengenal ampun akan membantai ratusan orang dan mengangkut
sisanya ke berbagai bagian kerajaan mereka. Ketika menuju ke tempat pembuangan makin banyak lagi
yang tewas akibat perjalanan berat dan sangat melelahkan (cp.3:3). Para pemimpin kota dan bangsa
yang dikalahkan disiksa tanpa belas kasihan dan akhirnya dibunuh. Kendatipun satu abad sebelumnya
Yunus diutus untuk berkhotbah di ibu kota Asyur, Niniwe, dan untuk masa yang singkat orang Asyur
bertobat dari dosa-dosa mereka, tetapi kemudian mereka kembali ke cara hidupnya yang kejam.
Sekalipun Allah memakai orang Asyur yang jahat ini sebagai pelaksana hukuman untuk menghukum
Israel, dan memusnahkan kerajaan utara itu ke dalam pembuangan, namun akibat kekejamannya
hukuman Allah atas bangsa ini sendiri menjelang cepat.

C. Ciri dan Khas Kitab Nahum

1. Tiga Ciri Khas Kitab Nahum

a. Nahum adalah satu dari 3 kitab nabi PL yang beritanya nyaris seluruhnya dialamatkan
kepada bangsa asing (dua yang lain adalah Obaja dan Yunus).
b. Isi nubuat dan perbandingan puitisnya ditekankan dengan kiasan yang amat jelas, dengan
kata yang hidup serta bahasa yang paling berterus terang yang terdapat dalam Alkitab.
c. Mencolok sekali bahwa tidak ada nubuat kepada Yehuda tentang dosa-dosanya atau
penyembahan berhala, mungkin karena ditulis sementara gerakan pembaruan Raja Yosia
(2Raj 22:8-23:5).

2. Pesan Khas Kitab Nahum

Kitab nubuat ini, bersama kitab Obaja, ditulis dalam bentuk puisi, dan berisi gambaran yang
paling realistis mengenai pengepungan dan penyerangan terhadap sebuah kota dalam seluruh Perjanjian
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 46

Lama. Kitab ini mengungkapkan rasa kebangsaan dan memperlihatkan setiap detail dari keruntuhan
musuh-musuh bangsa Israel. Hal yang tidak biasa dari kedua kitab ini ialah tidak adanya tulisan
mengenai hukuman terhadap bangsa Israel dan panggilan untuk bertobat yang merupakan hal yang
umum dalam tulisan-tulisan Amos dan Mikha di abad kedelapan. Justru beritanya berisi beberapa kata
yang memberi harapan dan hiburan bagi Yehuda (mis. 1:12-13, 15).

3. Bangsa Asyur Dalam Perjanjian Lama

Bangsa Asyur menduduki peringkat tertinggi, melebihi bangsa Filistin, sebagai bangsa paling
kejam dalam PL. Walaupun Babel merupakan penyebab kehancuran Yerusalem, namun dalam hal
reputasi kekejaman tidak ada yang menandingi Asyur. Politik dan kebijaksanaan militernya yang tidak
berprikemanusiaan telah meneror dunia Timur Dekat Kuno selama lebih dari 2 abad. Orang Asyur piawai
menakut-nakuti para korban perluasaan teritorial dengan mengembangkan propaganda yang menamkan
kesan sadis, kebal dan tidak terkalahkan. Mereka memperlakukan musuh maupun tawanan dengan
siksaan di depan umum, termasuk menguliti, membakar hidup-hidup, memotong bagian-bagian tubuh
dan berbagai kekejaman lainnya. Metode itu terbukti cukup efektif menghantui seluruh kawasan Timur
Dekat Kuno, sehingga banyak bangsa yang dengan suka rela menyatakan takluk, dan itu berarti tidak
perlu suatu aksi militer.
Karena kesadisan Asyur maka Nahum memberitakan maksud Allah untuk meminta
pertangungjawaban atas kekejaman yang tidak terkendali itu. Dengan demikian dia juga menunjukkan
kedaulatan dan keadilan Allah. Kerajaan muncul dan jatuh sesuai dengan kedaulatan-Nya, dan setiap
bangsa menerima ganjaran yang pantas. Pemberitaan ini merupakan contoh baik bagi teologi Israel
tentang sejarah, bahwa Allah campurtangan dalam setiap sejarah alami.

D. Survai Singkat

Kitab Nahum yang berjumlah 3 pasal, 47 ayat dapat dibagi menurut isinya sebagai tiga rangkaian
ucapan ilahi yang terpisah terhadap Asyur, khususnya ibu kota Niniwe. Pasal 1:1:1-15 memberitakan
hukuman atas Niniwe. Menubuatkan hukuman yang segera tiba dalam lukisan bahasa yang hidup. Pada
bagian ini Nahum melukiskan kebesaran Allah sebagai raja yang sabar dan berkuasa atas seluruh dunia.
Tetapi Allah juga adil dan suci, sehingga Dia menghukum kejahatan.
Pasal 2:1-13, berisi suatu uraian yang terus-terang mengenai sifat Allah, khususnya kemurkaan,
keadilan, dan kuasa-Nya, yang menjadikan hukuman atas orang jahat pada umumnya, dan kehancuran
Niniwe khususnya, yang tidak terelakkan lagi. Nahum menggambarkan kota Niniwe akan direbut,
dikepung, dijarah dan dihancurkan sehingga tak ada lagi orang yang membangunnya.
Pasal 3:1-19, mencatat secara singkat dosa-dosa Niniwe, dan menyatakan hukuman-Nya yang
adil telah dilaksanakan. Nabi Nahum menjelaskan bahwa pemusnahan kota Niniwe disebabkan karena
bangsa itu tidak mau bertobat dari dosanya. Sebagai hukuman Allah terhadap dosa bangsa itu, maka
kota Niniwe dihancurkan. Selanjutnya Kitab ini dapat diringkas seperti berikut.

1. Kitab Nahum mengajarkan bahwa Allah adalah Yang Mahapengampun dan panjang sabar,
tetapi Ia juga adalah Allah yang penuh kemurkaan terhadap bangsa atau orang yang tidak
mau bertobat dari dosa-dosanya.
2. Kehancuran kota Niniwe merupakan peringatan terhadap bangsa-bangsa yang tidak mau
mengenal Allah.
3. Allah membalaskan perbuatan manusia sesuai dengan perbuatannya.

E. Analisis Singkat

Kitab Nahum diawali sebuah mazmur mengenai murka Yahwe terhadap orang-orang fasik dan
sejumlah firman kenabian yang memperlawankan hukuman yang menimpa Asyur dengan keselamatan
yang akan diperoleh Yehuda, 1:2-2:3. Tetapi isi pokok kitab Nahum, sesuai dengan judulnya, ialah
runtuhnya kota Niniwe. Nabi menubuatkan dan menggambarkan punahnya kota Niniwe dengan kata-kata
artistik yang menjadikan Nahum seorang pesajak besar di antara pesajak yang paling besar di Israel,
2:4-3:19. Mazmur dan perkataan-perkataan kenabian yang mendului nubuat cocok sebagai kata
pengantar ke dalam gambar berita yang mengerikan itu, sehingga tidak ada alasan untuk membuangnya
dari kitab Nahum, sebagaimana diusulkan sementara orang liberal.
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 47

Tanpa memiliki bukti yang meyakinkan, sementara ahli berpendapat, bahwa bagian pendahuluan
kitab Nahum (atau seluruh kitab itu) digubah untuk keperluan ibadat atau sekurang-kurangnya dipakai
dalam upacara-upacara ibadat di Bait Suci.
Nubuat yang diperkirakan diucapkan tahun 612 itu cocok dengan fakta bagaimana kota itu
direbut tentara Babel. Nubuat yang mencerminkan rasa dendam bangsa Israel terhadap bangsa Asyur,
musuh bebuyutannya itu juga mengungkapkan pengharapan yang dinyatakan oleh kemusnahannya.
Selain itu, di dalamnya terbersit juga cita-cita keadilan bahwa runtuhnya kota Niniwe tidak lain kecuali
penghakiman Allah yang menghukum musuh yang melawan rencana-Nya, 1:11; 1:15, si penindas bangsa
Israel, 1:12-13, dan segala bangsa, 3:1-7.
Kitab kecil ini memupuk pengharapan Israel yg diperluas artinya dlm Yes 52:7, yang terlihat
dalam Nah 1:15, yg juga dikutip Paulus dlm Rm.10:15, utk melukiskan saat kedatangan keselamatan. Di
antara gulungan2 kitab penemuan Qumran, ditemukan beberapa naskah dari tafsir atas kitab Nahum,
sehingga kitab ini dianggap cukup berpengaruh bagi semangat apokaliptik Israel.

F. Tafsir Tema-tema Utama

1. Kemurahan dan kekerasan Allah

Paulus berbicara tentang "kemurahan dan kekerasan Allah" (Rm.11:22). Obaja dan Nahum lebih
banyak berbicara tentang kekerasan, namun ada indikasi tentang kebaikan Allah, terutama dalam
Nahum. Carilah contoh-contoh seperti itu, dan teruskan dengan mempelajari Yesaya 55:7; Mikha 7:18;
Mazmur 125:2; 139:1-8; Yesaya 54:5-10. Apa aspek-aspek yang berbeda tentang kebaikan Allah yang
terdapat dalam ayat-ayat tersebut?

2. Tuhan adalah Allah yang cemburu

Kecemburuan Tuhan adalah sesuatu yang berkenaan dengan sikap Allah yang mengemong,
melindungi, dan, kalau perlu, membalas dendam kepada penindas umat-Nya. Tuhan memiliki suatu
kecemburuan saleh yang unik (2Kor.11:2). Kalau Allah kecemburuan kepada umat-Nya, hal itu didorong
oleh sifat providensi dan karakter kasihnya yang kudus. Kalau umat-Nya tak setia kepada-Nya,
Kecemburuan-Nya menyebabkan pehukuman yang didasarkan atas murka-Nya yang Kudus. Allah akan
murka melawan orangorang yang menantang Dia atau umat-Nya (Ul. 6:15). Tuhan juga cemburu apabila
reputasi-Nya dilecehkan oleh umat-Nya yang berlaku serong (Ul. 32:16, 21). Kekudusan Allah parallel
dengan sifat kecemburuan-Nya. Ayat-ayat berikut ini dapat membantu untuk menjawab pertanyaan
tersebut. Nah.1:22, Kel.34:14; Zak.8:2,3; 1Kor.10:21,22; Tit.2:14; 1Pet.2:9,10.

3. Pertanggungjawaban manusia terhadap Allah

Obaja dan Nahum menegaskan bahwa Edom dan Asyur harus menghadapi penghakiman Allah,
oleh karena kejahatan-kejahatan mereka. Mazmur 33:13-15; Galatia 6:7; Ibrani 4:13 akan membantu
menegaskan kebenaran bahwa tujuan akhir kita adalah Allah.

4. Pemeliharaan Allah atas semua orang

Obaja dan Nahum hanya memberikan sebagian dari ajaran alkitabiah tentang sikap Allah
terhadap mereka yang tidak menjadi milik-Nya secara istimewa. Untuk bahan perban-dingan, pelajari
Yunus 4:11; Yesaya 19:25; 45:22; Yohanes 3:17; 1Timotius 2:3-6.

5. Kerajaan akan menjadi milik Tuhan

Alkitab sering menggambarkan kekuasaan Allah atas manusia dalam pengertian "kedudukan
sebagai raja" atau "kerajaan," dan itu menegaskan bahwa pemerintahan ini berpusat pada Kristus.
Kebenaran apa saja tentang Kerajaan Allah yang dapat anda temukan dalam ayat-ayat berikut ini: Matius
12:28; Yohanes 18:36; Roma 14:17; Wahyu 12:10?

G. Penerapan dan Penggenapan dalam Perjanjian Baru


Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 48

1. Penerapan dan Relevansi Masa Kini


a. Kita Hidup Dalam Dunia Bermoral
Kita hidup dalam dunia yang dikendalikan oleh Tuhan yang pada akhirnya akan meluruskan
yang salah.
b. Allah Itu Kudus dan Penuh Kasih
Kita sering membayangkan bahwa Dia bukanlah Allah yang mengampuni dan tidak perduli.
Hal itu terbantahkan melalui berita kitab Nahum ini

c. Allah Mengendalikan Sejarah


Hal ini seringkali terlihat dalam percaturan politik internasional. "Pada akhirnya, Allah…"
akan menjadi komentar terakhir dari semua sejarah.

d. Kecongkakan Selalu Membawa Kehancuran


Hal ini akan menjadi kenyataan khususnya apabila kecongkakan tidak memberikan tempat
bagi Allah.

e. Kita Semua Harus Bertanggungjawab Kepada Allah


Kita semua hasur mempertanggungjawabkan segala cara yang kitaa pakai dalam
memperlakukan sesama, dan kita tidak dapat luput dari hadapan Allah

f. Umat Allah Tidak Kebal Terhadap Penderitaan. Tetapi, Allah merupakan sumber
keselamatan yang besar bagi mereka yang menjadi milik-Nya, dan Tuhan dapat dijadikan
tempat bergantung bagi kebahagiaaan mereka.

g. Pertanyaan "berapa lama” penderita?


Seberapa lama pun penderitaan yang dialami umat Tuahn, pada suatu katika tangisan
mereka akan berubah menjadi seruan kemenangan "Akhirnya, pertolongan-Nya muncul
seperti fajar setiap hari!"

2. Penggenapan Dalam Perjanjian Baru

PB tidak secara langsung memakai kitab ini. Satu-satunya ayat yang mungkin dikutip dalam PB
ialah Nah 1:15, sebuah ayat yang dipinjam oleh Yes 52:7. Paulus memakai kiasan "eloknya kaki" (TL)
untuk menekankan bahwa sama seperti seorang pembawa berita dalam PL diterima dengan penuh
sukacita oleh umat Allah ketika menyampaikan kabar baik dan pembebasan dari musuh mereka Asyur
(1:15) dan Babel (Yes 52:7), demikian pula pengkhotbah PB membawa kabar baik pembebasan dari
belenggu dosa dan kuasa Iblis melalui Yesus Kristus (Rm.10:15). Kitab Nahum juga menggarisbawahi
amanat PB bahwa Allah tidak akan membiarkan orang berdosa bebas dari hukuman (Nah 1:3).

Kesimpulan

1. Nubuat Mikha tentang kedatangan Penebus telah digenapi. Dengan demikian Firman Allah
itu benar dan janji-janji Allah yang belum tergenapi pasti akan digenapi pada waktunya.
2. Allah sangat membenci ibadah yang hanya berdasarkan hal-hal lahiriah.
3. Mikha yang berasal dari pedalaman membuktikan bahwa Allah mau dan bisa memakai orang
yang tidak berpengalaman/berpendidikan tinggi.

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 49

BAB VIII
KITAB NABI HABAKUK

Habakuk adalah salah seorang nabi yang sangat nasionalis. Sekalipun secara obyektif sadar
bahwa Yehuda pantas mendapat hukuman sebagai ganjaran atas kebobrokan moral-religius mereka,
namun “menegur” Allah karena bangsa Kafir yang akan menghajar bangsa itu. Dia bernubuat di Yehuda
pada tahun-tahun akhir pemerintahan Yosia dan pemerintahan Raja Yoyakim. Berbeda dengan Yosia,
ayahnya, Yoyakim melakukan apa yang jahat di mata Tuhan (2Raj.23:37).
Habakuk mengecam kebobrokan moral yang merajalela pada masanya. Namun, dia tidak dapat
membayangkan bahwa Allah akan menghukum generasi yang jahat itu dengan bangsa yang lebih jahat
lagi. Dalam kebingungannya dia mendapat jawaban Allah, bahwa sekalipun mereka harus melintasi
pengalaman-pengalaman yang dahsyat, orang yang benar akan hidup oleh percayanya, bahwa Allah
akan menyatakan keadilannya tanpa pandang bulu. Keadilan pada akhirnya akan menang, dan selalu ada
harapan bagi orang yang hidup dalam iman kepercayaannya.

A. Pendahuluan

Nabi Habakuk menyampaikan pesan-pesannya menjelang akhir abad ke-7 SM, pada masa
kekuasaan kerajaan Babel sedang mencapai puncaknya. Mengenai diri dan saat pelayanaannya, hampir
tidak ada yang dapat diketahui, selain dari satu petunjuk yang singkat. Pada pasal 3, beberapa orang
berpendapat bahwa pasal ini ditulis seperti Mazmur lainnya, yaitu untuk penyembahan umum, lengkap
dengan petunjuk-petunjuk musiknya (3:1,3,9,13,19), mungkin ini mengindikasikan bahwa dia adalah
seorang Lewi yang bekerja di Rumah Tuhan di Yerusalemm, atau seorang pemusik berkarunia nabi.
Petunjuk yang mengacu kepada pasukan orang Kasdim atau orang babel yang sedang berbaris
menuju Karkemis (1:6-11), mengasumsikan Habakuk hidup pada akhir abad ketujuh S.M. Pada waktu
itulah kerajaan Asyur menyerah kepada bangsa Babel (612 S.M). Setelah mengalahkan Mesir dalam
perang Karkemis (605 SM), Babel terus menggempur Palestina. Pada tahun 597 SM mereka merebut
Yerusalem, dan sepuluh tahun kemudian mereka menghancurkannya. Bangsa Babel menutup satu era
dalam sejarah orang Yahudi.

1. Kepenulisan
Penulis: Habakuk
Tema: Hidup Dengan Iman
Tanggal Penulisan: ± 606 SM.

Penulis memperkenalkan dirinya sebagai Habakuk, suatu nama yang dalam bahasa Ibrani bisa
berarti rangkulan, melingkupi atau mendekat (1:1; 3:1). Ada kemiripan dengan bahasa Asyur,
hambakuku, nama suatu tanaman sayur. Selain data-data tadi, kitab ini tidak menceritakan latar
belakang pribadi atau keluarganya.

2. Tujuan Penulisan

Berbeda dengan Yeremia, rekan sezamannya, Habakuk tidak bernubuat kepada Yehuda yang
sudah murtad, tetapi untuk kaum sisa yang saleh di Yehuda, agar memahami cara-cara Allah dalam
hubungan dengan mereka yang berdosa dan hukumannya yang menjelang. Dalam Kitab ini Habakuk
bergumul dengan persoalan yang amat menggelisahkan, yaitu bagaimana Allah dapat memakai bangsa
yang begitu jahat seperti Babel untuk menghabiskan umat-Nya sebagai hukuman (1:6-13), dan
meyakinkan bahwa Allah akan bertindak melawan semua kefasikan pada saat-Nya.

3. Pentingnya Kitab Habakuk

Dari ajaran para nabi, Habakuk menambah unsur baru, yaitu berani menuntut Allah untuk
mempertanggung-jawabkan cara-Nya mengatur dunia. Yehuda memang berdosa, tetapi mengapa Allah
yang kudus, 1:12, dan yang hakikatnya terlampau kudus untuk melihat kejahatan, 1:13, telah memilih
bangsa Kasdim yang biadab sebagai pelaksana hukuman-Nya. Mengapa yang fasik harus dihukum oleh
yang lebih fasik? Mengapa Allah membantu orang fasik sehingga mereka menang? Pertanyaan-
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 50

pertanyaan ini tidak lain kecuali masalah kejahatan yang ditempatkan pada tingkat bangsa. Masalah yang
membingungkan ini juga menjadi batu sandungan bagi sejumlah besar manusia dewasa ini. Kepada
Habakuk dan kepada orang dewasa ini Allah menjawab: Allah mahakuasa menyiapkan saat kemenangan
hukum yang terakhir dengan menempuh jalan-jalan yang nampaknya saling bertentangan, dan "Orang
yang benar akan hidup oleh percayanya." Ungkapan ini merupakan kata mutiara kitab Habakuk, dan
menjadi unsur dalam ajaran rasul Paulus mengenai iman, cp.Rm 1:17; Gal 3:11; Ibr 10:38.

4. Nilai Kitab

Kitab ini memiliki gaya sastra sangat indah di PL, bahkan terindah setelah Kitab Yesaya, tersusun
sangat rapi dalam ketiga pasalnya. Demikian pula ketika dia mengajukan gagasan-gagasan teologinya,
yakni pemahamannya yang sangat baik tentang Allah dan pentingnya kesetiaan. Karena itulah dia diduga
sangat mungkin seorang dari latar belakang imam.

5. Garis Besar

a. MENGAPA TUHAN?, 1:1-4


1:1-3 Terlalu banyak penderitaan
1:4 Terlalu banyak ketidakadilan
b. MASIH BANYAK LAGI YANG AKAN TERJADI!, 1:5-11
1:5 Kejadian-kejadian yang tidak diduga-duga
1:6-11 Bangsa Kasdim datang!
c. BAGAIMANA ENGKAU MELAKUKANNYA, TUHAN? 1:12-2:1
1:12-13 Engkau berkuasa, tetapi Engkau Kudus
1:14 – 2:1 Bagaimana Engkau membiarkan itu terjadi? Dia menginginkan suatu jawaban.
d. Allah Tahu Apa Yang Dilakukannya, 2:2-5
2:2, 3 Firman-Nya benar
2:4, 5 Penghukuman-Nya akan menyusul
e. Allah Membenci Ketidakadilan, 2:2-5, dari:
2:6-8 Mereka yang senang membunuh dan mencuri
2:9-14 Mereka yang merasa aman dalam kejahatan, yang tidak mempunyai hati
2:15-17 Mereka yang mempermalukan orang lain
2:18-20 Mereka yang menyembah dewa-dewa palsu.
f. Allah Kita Segera Datang, 3:1-19
3:1-15 Tuhan datang untuk menghakimi
3:16-19 Dengan gemetar, percaya dan kemenangan.

B. Latar Belakang

Berbeda dengan nabi PL lainnya, Habakuk tidak menetapkan tanggal nubuatnya dengan mengacu
kepada raja-raja yang sezaman dengannya. Akan tetapi, kenyataan bahwa dia bingung bahwa Allah akan
memakai Babel sebagai alat pelaksana hukuman-Nya terhadap Yehuda menunjuk ke suatu saat ketika
Babel sudah menjadi negeri adikuasa dan penyerbuan mereka ke Yehuda sudah dekat (±608-598 SM).
Seperti diketahui, tiga kali Nebukadnezar menyerang Yerusalem. Setelah mengalahkan pasukan
Mesir, negara kuat terakhir yang menentang ekspansi Babel sebagai Negara adikuasa, pada pertempuran
di Karkemis tahun 605 SM, dia juga menghancurkan Yehuda yang murtad (cp.2Raj 24:1-25:30) yang
terletak dijalur serbuan. Ia menyerang Yehuda dan membawa sejumlah orang tawanan ke Babel, di
antaranya Daniel dan ketiga sahabatnya (605 SM). Pada tahun 597, pasukan Babel kembali menyerang
Yerusalem, menjarah Bait Suci dan menyeret 10.000 orang tawanan ke Babel, di antara mereka ada nabi
Yehezkiel. Ketika Raja Zedekia berusaha membebaskan Yehuda dari kekuasaan Babel, 11 tahun
kemudian (586 SM), Nebukadnezar dengan marah mengepung Yerusalem, membakar Bait Suci, dan
membinasakan seluruh kota serta membawa ke Babel sebagian besar penduduknya yang masih hidup
sebagai tawanan perang. Habakuk mungkin hidup sepanjang sebagian besar atau seluruh masa
hukuman Yehuda.
C. Ciri dan Pesan Khas

1. Lima Ciri Khas Kitab habakuk

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 51

a. Kitab ini tidak bernubuat kepada Yehuda yang murtad, melainkan mencatat dari buku harian
pribadi sang nabi percakapan-percakapannya dengan Allah dan nubuat yang mengikutinya.

b. Kitab ini berisi paling sedikit 3 bentuk bahasa sastra yang berbeda, yaitu "percakapan" di
antara sang nabi dengan Allah 1:2-2:5), ucapan nubuat "celaka" yang klasik (2:6-20) dan
suatu nyanyian nubuat (3:1-19), semuanya dengan gaya penulisan yang penuh semangat
dan metafora yang jelas.

c. Sang nabi menunjukkan tiga ciri khas di tengah-tengah zaman kesengsaraan, yaitu
pertanyaan secara jujur kepada Tuhan (1:1-17), iman yang kokoh (2:4; 3:18-19), dan
perhatian untuk kebangunan rohani (3:2).

d. Penglihatan sang nabi dalam pasal 3:1-19, termasuk yang paling megah dalam Alkitab,
mengingatkan kita tentang penampilan Tuhan kepada bangsa Israel di Gunung Sinai,
bagian-bagian lain yang mengesankan dari Habakuk adalah 1:5 2:3-4,20; 3:2,17-19.

e. Tidak ada seorang nabi PL yang lebih fasih mengenai iman daripada Habakuk, bukan hanya
melalui pernyataannya bahwa "orang benar akan hidup oleh percaya-nya" saja (2:4), tetapi
juga dalam kesaksian pribadinya (3:17-19).

2. Pesan Khas

a. Dunia Penuh Penderitaan

Di setiap lapisan masyarakat nabi melihat adanya penderitaan, dan yang lebih buruk lagi ialah
bahwa hal itu sebagai akibat dari ketidakadilan. Oleh karena orang jahat bebas melakukan kejahatan,
sedangkan doa nabi memohon keadilan tidak dijawab, Habakuk lalu dihadapkan pada dilemma, 'Jika
Tuhan itu adil, mengapa Ia membiarkan ketidakadilan berlangsung terus?' (1:2-4).
Bukannya membuat masalah menjadi lebih mudah untuk diterima, Tuhan malah memberi-kan
kepadanya suatu visi yang jauh lebih buruk. Bangsa Babel yang hampir tidak mempedulikan hidup
manusia atau hak-hak mereka, akan mengalahkan negeri itu (1:5-11). Lebih menyeramkan lagi ialah
bahwa para penakluk itu tidak mempunyai waktu untuk Tuhan. Mereka mempunyai rasa percaya diri
yang luar biasa (1:7, 11, 15, 16).

b. Allah Berkuasa

Habakuk percaya bahwa Allahnya adalah Tuhan atas seluruh muka bumi, dan oleh karena itu,
dapat Tuhan memakai kekuasaan jahat untuk mencapai maksud-Nya (1:5,6; 2:20; 3:19).

c. Allah itu Adil

Dia juga sadar bahwa Tuhan itu adil, dan bahwa Dia akan menghakimi ketidakadilan dan
kejahatan. Musuh-musuh yang datang berduyun-duyun sudah merupakan ganjaran mereka (1:12; 2:6-
20; 3:3-15). Tetapi, masih ada masalah yang belum terjawab, yaitu bagaimana Allah sampai terlibat,
mengingat bahwa Dia suci dan benar (1:13).

3. Pesan tentang Kepercayaan

Walaupun Habakuk mengeluh kepada Allah dan menunggu suatu jawaban, Allah tidak benar-
benar memberikannya (2:1). Sebaliknya, kebenaran yang diungkapkan-Nya, dan perintah yang harus
ditulis dengan sederhana agar semua orang dapat membacanya dengan mudah, ialah bahwa orang
benar akan dipelihara melalui semua itu, karena kesetiaannya kepada Allah (2:2-4).
Habakuk diberi sekilas pemandangan mengenai masa depan, yaitu waktu semua orang akan
mengakui Allah dan hukum-Nya. Dengan mempercayai siapa Allah dan apa yang akan dilakukan-Nya, ia
mendapati bahwa mungkin saja orang benar tidak hanya dapat bertahan melalui masa-masa yang sulit,
tetapi sebenarnya juga dapat bersukacita (2:14; 3:17-19).

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 52

D. Survai Singkat

Kitab Habakuk hanya terdiri dari 3 pasal dan 56 ayat, isinya tersusun indah dan rapi. Dibuka
dengan dialog antara nabi dan Allah berupa dua rampai keluhan nabi yang ditanggapi Allah dalam 2
nubuat ilahi. Karena nabi telah melihat demikian banyak kejahatan dan penyembahan berhala di Yehuda,
keluhan pertama berupa pertanyaan bagaimana Allah membiarkan umat-Nya yang jahat itu berbuat
begitu banyak dosa tanpa dihukum. Allah menjawab dengan menunjukkan kepada sang nabi bahwa Dia
sebentar lagi akan memakai bangsa Babel untuk menghukum Yehuda. Pertanyaan kedua Habakuk
langsung menyusul, bagaimana mungkin Allah mengizinkan bangsa yang lebih jahat dan kejam daripada
Yehuda untuk menghukum mereka? Allah menjawab dengan meyakinkan sang nabi bahwa juga akan
datang hari pembalasan bagi orang Babel, pasal 1:1-2:5.
Bagian kedua, pasal 2:6-20, melontarkan lima kutukan kepada penindas yang fasik dengan
menggunakan kata “celakalah!” Celaka pertama ditujukan kepada orang yang mengangkangi apa yang
bukan miliknya. Celaka kedua ditujukan kepada mereka yang mengambil laba yang tidak halal demi
mengokohkan posisinya. Celaka ketiga untuk yang mencari keamanan di atas darah orang yang tidak
bersalah. Celaka keempat untuk yang memberi kemabukkan supaya melihat kemaluan orang lain. Celaka
kelima ditujukan kepada mereka yang membuat dan menyembah patung berhala.
Di seluruh kitab ini, Habakuk mengungkapkan imannya dalam kedaulatan Allah dan dalam
kepastian bahwa di dalam segala hal Allah itu adil. Penyataan kasih Allah untuk orang benar dan
rencana-Nya untuk membinasakan Babel yang jahat membangkitkan sebuah nyanyian nubuat dan janji
mengenai keselamatan di Sion, yang merupakan bagian ketiga dari kitab ini (3:1-19).

E. Analisi Singkat

Secara keseluruhan kitab Habakuk memaparkan masalah klasik mengenai keadilan Allah pada
tataran nasional. Pertanyaan yang dijadikan pertimbangan dalam teodise (pembenaran tindakan-tindakan
Allah terhadap manusia), yaitu bagaimana mungkin Allah yang adil dapat memakai bangsa yang jahat
seperti bangsa Kasdim sebagai alat-Nya untuk mendatangkan hukuman atas ketidakadilan. Habakuk
tidak mengatakan bahwa Yehuda tidak patut dihukum, tetapi yang dimaksudkannya, jika Allah
memberikan kemenangan kepada Babel atas Yehuda, tidakkah itu berarti bahwa Allah lebih berkenan
kepada Babel yang jahat dan kafir?
Dalam banyak hal Habakuk mengupas permasalahan yang sama dengan Ayub. Ayub memikirkan
keadilan Allah ketika orang benar mengalami penderitaan, sedangkan Habakuk memikirkan keadilan Allah
ketika suatu bangsa yang jahat justru mengalami kejayaan. Tetapi pada pihak lain Habakuk berlawanan
dengan Ayub. Bila di kitab Ayub Allah tidak memberikan jawaban, maka dalam Habakuk Allah memberi
jawaban ganda. Pertama, di pasal 2:4-5, sekalipun dunia sedang kacau dan rancangan Allah tidak jelas
bagi manusia, tetapi orang benar bertanggungjawab bertingkah laku jujur. Dalam situasi-situasi yang
sulit itu kesetiaan dan kepercayaan kepada-Nya akan membawa kebaikan bagi orang benar.
Jawaban kedua, dalam pasal 2:6-20, Allah memberi jaminan, bahwa dalam keadilan-Nya Dia
akan menghukum Babel si perusak karena kejahatan mereka, sekalipun masa itu belum tiba.
Penggunaan orang Babel sebagai alat menghukum Yehuda tidak berarti Allah berkenan kepada mereka.
Sebelum masa hukuman tiba, Allah dapat memakai mereka sebagaimana yang dikehendaki-Nya.

F. Tafsir Tema-tema Utama

1. Allah

Masalah Habakuk timbul karena ia mempunyai gambaran yang jelas tentang Allah. Perhatikan
cara ia menggambarkan-Nya sebagai Tuhan yang suci (1:12,13; 3:3), adil (1:12), berdaulat (2:20; 3:19),
tidak berubah (1:12; 3:6), penuh belas kasihan (3:2), menyelamatkan (3:13,18), menghakimi (2:13,16;
3:3-15), dan mengungkapkan kebenaran (2:2).

2. Kesetiaan

Jawaban Allah atas pertanyaan nabi adalah 'orang yang benar akan hidup karena iman
percayanya (atau kesetiaannya),' 2:4, yaitu kesetiaannya kepada Allah di tengah-tengah orang lain yang
tidak mengenal Allah. Para pembaca surat Ibrani diperintahkan untuk bertahan dengan cara yang sama
(Ibr.10:35-39), sementara itu Paulus memakai ayat ini untuk membuat ilustrasi mengenai pengertiannya
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 53

tentang 'pembenaran karena iman' (Rm. 1:17; Gal 3:11). Bagi Allah, kesetiaan berarti tindakan ketaatan.
Oleh karenanya, sementara dalam Habakuk dikatakan bahwa orang yang benar adalah orang yang setia
kepada Tuhan, dalam tulisan-tulisan Paulus pendapat ini bertolak belakang. Hanya orang yang sudah
menyerahkan diri kepada Kristus saja yang benar.

G. Penerapan dan Penggenapan dalam Perjanjian Baru

1. Penerapan dan Relevansi Masa Kini

a. Dunia Ini adalah Tempat yang Penuh Dosa

Kita harus realistis tentang manusia, baik dalam masyarakat maupun dalam dunia internasional.
Manusia, laki-laki dan perempuan, tak lagi mempedulikan Tuhan dan hukum-Nya. Jika diberi kesempatan
mereka dapat menginjak-injak orang lain demi mendapatkan harta, rasa aman, kuasa dan kenikmatan.

b. Tidak Salah Untuk Meminta

Pertanyaan-pertanyaan Habakuk bukan merupakan dosa keragu-raguan, tapi didorong oleh rasa
bingung. Kita juga harus berpikir melalui iman kita, menghadapi pertanyaan-pertanyaan sukar yang
mencuat dari kehidupan kita, walaupun mungkin kita tidak mempunyai jalan keluarnya.

c. Kita Dapat Bergantung Kepada Allah

Walaupun kita tidak dapat mengerti apa yang Tuhan kerjakan, kita harus percaya bahwa Ia
menyelesaikan segala sesuatu dengan cara dan waktu-Nya sendiri. Kita juga dapat belajar untuk
bersukacita, bukan di dalam keadaan kita, tetapi di dalam Dia, di dalam kenyataan siapa Dia dan apa
yang akan dilakukan-Nya.

d. Sejarah Menuntut Penghakiman

Sangat banyak kejahatan manusia yang tidak mendapatkan hukuman dalam hidup ini atau dalam
dunia ini. Jika Allah itu adil, harus ada penghakiman di kemudian hari. Masalah penderitaan membawa
kita keluar dari hidup ini menuju ke kehidupan berikutnya.

2. Penggenapan Dalam Perjanjian Baru

Pernyataan Habakuk bahwa orang benar akan hidup oleh percaya (2:4) adalah teks utama PL
yang dipakai Paulus dalam teologinya pembenaran oleh iman. Rasul iman itu mengutip ayat ini dalam
Rm. 1:17 dan Gal 3:11 (cp. juga Ibr 10:37-38).

Kesimpulan

1. Pergumulan dalam hidup Habakuk membuktikan bahwa pergumulan hidup merupakan hal
yang biasa dialami oleh setiap orang beriman.
2. Keteguhan Nabi Habakuk merupakan teladan kepada orang percaya, untuk memiliki
keteguhan iman di dalam berbagai keadaan.
3. Kemahakuasaan Allah dengan jelas dinyatakan dalam Kitab Habakuk.
4. Sumber sukacita dan kebahagiaan tidak ada pada orang lain selain pada Allah.

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 54

BAB IX
KITAB NABI ZEFANYA
Tuhan Kuat Untuk Menghancurkan, Kuat Untuk Menyelamatkan

Kitab Zefanya ditempatkan belakangan dari nabi-nabi kecil sebelum penawanan, sekalipun
merupakan nabi yang pertama dari nabi-nabi abad ketujuh yang memulai pelayanannya sedikit lebih
awal daripada Yeremia dan Nahum. Beberapa dari cara ibadah yang tidak benar yang dicela olehnya
berhasil dihapuskan waktu terjadi reformasi raja Yosia, yang dimulai kira-kira tahun 629 SM. Ia adalah
salah satu dari nabi yang bersama-sama dengan Yosia mengadakan gerakan pembaruan (2Raj.23:2).

A. Pendahuluan

Kitab Zefanya berisi dua jenis nubuat yang diarahkan melawan penyembahan berhala di Yehuda,
melawan penyembahan berhala yang melingkupi seluruh negeri, dan melawan pemimpin-pemimpin,
imam-imam, dan nabi-nabi jahat. Tetapi diakhir beritanya Zefanya menerakan pula janji-janji yang penuh
harapan dan kelepasan.
Berdasarkan kata Ibrani, nama Zefanya (‫פנ ָיה‬ ְ ‫צ‬
ַ ) berarti "Tuhan bersembunyi". Dia adalah satu-
satunya nabi yang silsilah keturunannya dapat ditelusuri sampai 4 generasi ke belakang, yang
menunjukkan darah kebangsawanannya. Hizkia, kakek buyutnya (1:1), mungkin harus diidentifikasi-kan
dengan seorang raja yang yang memerintah Yehuda dari tahun 715-686 SM. Kalau demikian, Zefanya
merupakan seppupu jauh dari raja yang sedang memerintah saat itu.

1. Kepenulisan

Penulis: Zefanya
Tema: Hari Tuhan
Tanggal Penulisan: ± 630 SM

Zefanya bernubuat selama masa pemerintahan Yosia (639-609 SM), raja saleh yang terakhir di
Yehuda (Zef 1:1). Dengan mengacu kepada Yerusalem sebagai "tempat ini" (1:4) dan penggambaran
yang tepat dari topografi dan dosa-dosa Yerusalem, menunjukkan bahwa dia adalah penduduk ibu kota
itu. Sebagai keturunan raja dan kerabat raja Yosia, maka tampaknya ia bisa keluar-masuk istana.

2. Tujuan Kitab Zefanya

Nubuat Zefanya ditulis untuk memperingatkan Yehuda dan Yerusalem mengenai datangnya
hukuman Allah yang disebut "hari Tuhan yang hebat" (1:14). Tujuan jangka pendek nubuat ini ialah
berita hukuman atas Yehuda yang murtad, sesuai dengan kejahatan mereka, sebagaimana halnya
bangsa-bangsa kafir di sekitar mereka, yang disebut satu per satu oleh Zefanya. Secara futuristik, nubuat
kitab ini dapat diaplikasikan kepada gereja dan dunia pada akhir sejarah. Zefanya juga menulis untuk
membesarkan hati orang saleh bahwa Allah kelak akan memulihkan umat-Nya. Ketika itu Yehuda akan
menyanyikan pujian kepada Allah mereka yang adil, yang tinggal di antara mereka.

3. Pentingnya Kitab Zefanya

Zefanya menyampaikan pesannya pada tahun-tahun terakhir dari abad ke-7 SM, dalam
dasawarsa sebelum raja Yosia mengadakan perbaikan-perbaikan di bidang agama pada tahun 621 SM.
Pokok pesan kitab ini senada dengan nabi yang lain, yaitu ancaman mengenai datangnya hari
malapetaka dan kehancuran sebagai hukuman atas pemujaan dewa-dewa oleh bangsa Yehuda, dan
hukuman atas bangsa-bangsa yang lain juga. Tetapi, meskipun Yerusalem dihancurkan, akan tiba
saatnya kota itu dibangun kembali dan dihuni oleh orang-orang yang taat kepada Tuhan.

4. Garis Besar

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 55

a. Keputusan Tentang Penghukuman Allah, 1:1-18


1:1-3 Ancaman penghukuman bagi seluruh dunia
1:4-6 Para penyembaah palsu
1:7-11 Para pemimpin Yehuda yang korup
1:12,13 Orang yang kaya dan puas diri
1:14-18 Hari Tuhan yang dahsyat.
b. SERUAN KEPADA YEHUDA, 2:1-3
2:1,2 Untuk bertobat selagi masih ada waktu
2:3 Untuk mencari Allah.
c. Daerah yang Mendapat Penghukuman Allah, 2:4-15
2:4-7 Barat: Orang Filistin
2:8-11 Timur: Orang Moab dan Amon
2:12 Selatan: Orang Etiopia
2:13-15 Utara: Orang Asyur.
d. Tidak Ada Pengecualian Bagi Yehuda, 3:1-8
3:1-4 Pemberontakan para pemimpinnya
3:5 Kesucian Allah Yehuda
3:6,7 Kegagalan disiplin Allah
3:8 Kepastian penghukuman.
e. Janji-Janji Allah yang Maha Kuasa, 3:9-20
3:9,10 Bangsa-bangsa akan kembali kepada Allah
3:11-13 Umat Allah yang sudah disucikan akan selamat
3:14-20 Sisa bangsa yang sudah dipulihkan akan bersukacita. 16

B. Latar Belakang

Dalam beritanya nabi mengecam pemakaian pakaian asing (1:4-5), para pemuka (1:8), tetapi
tidak berkata apa-apa mengenai raja. Karena itu disimpulkan, bahwa Zefanya berkarya sewaktu raja
Yosia masih muda, sebelum pembaruan agama yang diusahakan oleh raja itu, antara tahun 639 dan 605,
tepat sebelum nabi Yeremia tampil. Pada waktu itu kerajaan Israel sudah direbut oleh Sanherib menjadi
wilayah Asyur.
Pesan nabi Zefanya tersimpul dalam nubuat mengenai Hari Yahwe, yaitu suatu malapetaka yang
bukan hanya menimpa Yehuda saja melainkan juga semua bangsa. Yehuda dikutuk atas penyelewengan-
penyelewengan agama yang disebabkan oleh kesombongan dan kedurhakaan (3:1-11). Zefanya
menyajikan suatu pengertian mendalam mengenai dosa yang kemudian dapat ditemukan dalam ajaran
Yeremia. Dosa ialah pemberontakan terhadap diri Allah yang hidup. Hukuman yang menimpa bangsa-
bangsa lain seharusnya dibaca kaum Yehuda sebagai peringatan (3:7), supaya umat itu kembali kepada
jalan ketaatan dan kerendahan hati (2:3). Keselamatan hanya dijanjikan kepada "suatu sisa," yaitu
kepada rakyat awam yang rendah hati (3:12-13).

C. Ciri dan Pesan Khas

1. Lima Ciri-Ciri Khas Kitab Zefanya

a. Zefanya adalah satu-satunya nabi yang memberikan asal keturunannya dengan cukup
terinci, mundur empat angkatan hingga raja Hizkia.
b. Kitab ini menyajikan penyataan yang paling luas dalam PL mengenai "hari Tuhan" yang
mendatang.
c. Kitab ini menunjukkan bahwa umat Allah perlu dihadapkan dengan peringatan-
peringatan-Nya, dan juga dihibur dengan janji-janji-Nya.
d. Berisi ajaran yang cukup rinci mengenai kaum sisa yang setia yang akan dipulihkan pada
hari lawatan Tuhan itu (3:9-20).
e. Penyataan mengenai hari murka Allah yang akan datang atas orang jahat dan hari
keselamatan bagi umat-Nya menyumbang kepada penyataan PB tentang akhir zaman.

16
Dikutip dari Balchin, et.al., Intisari Alkitab PL. Jakarta: PPA, 2005, hlm 252.
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 56

2. Pesan Khas Kitab Zefanya

a. Perlakuan Bangsa Yehuda Terhadap Allah


Seakan-akan Tuhan tidak ada (1:6), seakan-akan Tuhan tidak perduli (1:12), seakan-akan
Tuhan tidak agung (1:4,5,9), seakan-akan Tuhan tidak dapat dipercaya (3:2).
b. Allah Melawan Yehuda
Menghancurkan para penyembah berhala (1:4-6), menghukum para pemimpin mereka
(1:8), mencari para pendosa (1:12).
c. Hari Kemarahan Allah. Sangat cepat datangnya (1:7, 14), tak dapat dihindari (1:8),
menghancurkan (1:15-17).
d. Penghukuman Allah atas Seluruh Dunia
Mengenai setiap bangsa (1:18; 2:4-15), mempengaruhi segala isi alam (1:2, 3).
e. Kedaulatan Allah atas Seluruh Dunia
Allah menerima penyembahan seluruh bangsa di dunia (2:11; 3:10), Dia menerima ibadah
seluruh bangsa di dunia (3:9).
f. Umat Allah yang Tersisa
Dihormati oleh semua orang (3:19,20), sudah dibersihkan dari dosa (3:11-13), aman dalam
perlindungan Allah (3:3; 3:13-15), bersukacita dalam penyelamatan Allah (3:14),
menyebabkan Allah bersukacita (3:17).

D. Survai Ringkas

Kitab Zefanya dibagi menjadi 3 pasal, 53 ayat, terdiri atas 4 bagian pendek, yaitu “Hari Yahwe”
(1:2-2:3), nubuat melawan bangsa-bangsa lain (2:4-15), nubuat melawan Yerusalem (3:1-8), janji-janji
(3:9-20). Kitab ini berisikan murka Allah terhadap perbuatan jahat, dan janji keselamatan serta
kebahagiaan kepada orang yang percaya pada akhir zaman (Hari Tuhan). Ditulis pada waktu keadaan
negeri Yehuda dan Yerusalem penuh dengan penyembahan berhala (1:4), percaya pada bintang-bintang
(1:5), percaya pada dewa-dewa (1:6), tidak mau tahu tentang Allah (1:12), mencintai harta duniawi
(1:18), banyak ajaran palsu dan imam-nabi menjadi murtad (3:1-7).
Sekalipun sebagian besar kitab ini merupakan peringatan serius mengenai hukuman Allah yang
akan datang, yakni hukuman yang akan meliputi seluruh dunia karena dosa-dosa manusia (1:2; 3:8),
tetapi secara khusus memfokuskan pada hukuman yang akan menimpa Yehuda karena dosanya (1:4-18;
3:1-7). Zefanya menyampaikan nubuat yang mengimbau bangsa itu agar bertobat dan mencari Tuhan
dalam kerendahan hati sebelum keputusan itu dilaksanakan (2:1-3), pertobatan nasional itu memang
terjadi selama kebangunan di bawah Yosia (627-609 SM).
Zefanya juga bernubuat mengenai datangnya hukuman atas lima bangsa asing, yaitu Filistia,
Amon, Moab, Etiopia, dan Asyur (2:14-15). Setelah mengulas dosa-dosa Yerusalem lagi (3:1-7), sang
nabi menubuatkan suatu waktu ketika Allah akan mengumpulkan kembali, menebus, dan memulihkan
umat-Nya. Mereka akan bersorak dengan gembira sebagai penyembah sejati Tuhan Allah. Dia akan ada
di tengah-tengah mereka sebagai pahlawan perang yang menang (3:9-20).
Penggenapan nubuat penghancuran ini terjadi kira-kira 30 tahun kemudian, ketika Yerusalem
dihancurleburkan oleh Nebukadnezar, tahun 586 SM.

E. Analisis Ringkas

Yosia adalah raja yang paling saleh dari semua raja Yehuda. Ketika ia menjadi raja, Yehuda
sedang menderita akibat dari pemerintahan raja Manasye (686-642 SM), raja paling buruk yang
memerintah kerajaan selatan. Agama negeri itu sinkretistik (gabungan antara penyembahan kepada
Tuhan dan dewa-dewa), dan pada umumnya rakyat tidak lagi menunjukkan rasa hormat kepada Allah.
Yosia berusaha dengan sekuat tenaga untuk memperbaiki situasi ini, tetapi rakyat sudah melangkah
terlalu jauh menuju jalan keruntuhan rohani. Kendati gerakan pembaruannya berhasil memperbaiki tata
ibadah, tetapi bukan perubahan hati. Zefanya melihat hal itu dan menubuatkan bahwa Yehuda pada
akhirnya tidak dapat melepaskan diri dari penghukuman Allah, yaitu saat yang dilihatnya sebagai "Hari
Tuhan," “hari” yang juga akan mempengaruhi seluruh dunia.

F. Tafsir Tema-tema Utama


Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 57

1. Hari Tuhan

Ungkapan hari Tuhan digunakan oleh nabi untuk menunjuk ke suatu masa ketika akan terjadi
suatu perubahan besar dalam tatanan dunia, suatu keadaan baru yang ideal, sesuai dengan kehendak
Tuhan. Dalam pengertian yang luas, pada hari Tuhan itu keadilian akan diwujudkan, memberi lingkungan
yang positif bagi orang-orang yang menjadi korban ketidakadilan. Hari Tuhan itu berpengaruh di segala
bidang, baik bidang politik, sosial, dan khususnya rohani, bahkan perubahan pada tataran kosmis,
sebagai perombakan dan penataan ulang sejumlah keadaan.
Dalam pengertian yang terbatas, Hari Tuhan itu, seperti yang diproklamirkan oleh nabi-nabi
lainnya, merupakan hari pehukuman Allah atas Yerusalem dan Yehuda (cp.1:14-15). Sebanding dengan
aspek hari Tuhan yang ditulisi oleh Amos 5:18-20; dan Yesaya 13:9-13. Tema ini dijelaskan juga dalam
Yesaya 2:12-18; Yoel 2:28,29,32.
Istilah Hari Tuhan dalam kitab para nabi PL, dalam Perjanjian Baru memiliki relevansi dengan
“hari Yesus Kristus”. Penghiburan dan tantangan apa yang diperoleh orang Kristen dari ayat-ayat berikut:
1Tes.1:10; 1Yoh.4:17; 2Tim.1:12; Filipi 1:6,10; 1Petrus 2:12?

2. Keluhan Allah

Dari ayat-ayat berikut ini ada beberapa alasan Allah marah terhadap umat-Nya dalam zaman
Zefanya 1:6,9; 3:2,4,7. Hala ini tetap relevan menjadi keluhan Allah buat pada masa kini. Bukan saja
tidak memercayai Tuhan (1:6), tetapi juga mengikuti kebiasaan bodoh Filistin yang berdewakan ilah yang
lemah (1:9).

3. Perintah Allah

Terdapat beberapa perintah, dalam Zef 1:7; 2:1-3; 3:8, 14, yang dapat pelajari tentang sifat dan
hak-hak Allah serta hak-hak istimewa menusia dan tanggung jawab mereka.

4. Allah Berkuasa atas Segalanya

Zefanya 2:11; 3:9,10 berbicara tentang Allah yang menerima penghormatan dari semua orang.
Aspek lain mengenai konsep kekuasaan Allah atas semesta alam dapat pula ditemukan dalam Yesaya
11:9; 45:22; Mikha 4:1-4.
5. Suatu Gaya Hidup yang Baru

Zefanya 3:11-13 berbicara tentang Allah yang membawa perubahan radikal dalam sifat-sifat
umat-Nya. Umat Allah dewasa ini dapat diubahkan sebagai hasil dari kegiatan-Nya dan kerja sama
mereka. Lihat 2Korintus 5:17; Efesus 4:22-24; Kolose 3:9, 10 sebagai bukti.

G. Penerapan dan Penggenapan dalam Perjanjian Baru

1. Penerapan dan Relevansi Masa Kini

a. Orang-orang percaya adalah para pelaku atheis apabila mereka hidup seakan-akan Allah
tidak berarti dalam dunia mereka.
b. Rencana Allah di dunia ini dapat terhalang oleh rasa puas diri para pengikut-Nya yang sama
efektifnya seperti entusiasme musuh-musuh-Nya.
c. Manusia harus diperhadapkan dengan peringatan Allah sama seperti dengan janji-janji-Nya.
Bagaimana lagi caranya untuk membujuk mereka agar mau menganggap Tuhan dengan
serius?
d. Tidak ada tempat untuk bersembunyi dari pengamatan Allah. Hal ini dapat menjadi
pemikiran yang menghibur, maupun membawa tantangan.
c. Mencari Allah selagi Dia masih dapat diketemukan merupakan pilihan yang terbuka bagi
semua orang. Akan tiba waktunya ketika dikatakan "sekarang sudah terlambat.”
d. Allah akan mendatangkan hari perhitungan. Ia juga akan memberikan jalan keluar dari
penghakiman-Nya, dan menyediakan sumber keselamatan dalam kasih-Nya.
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 58

e. Kemampuan manusia untuk membawa kegembiraan dan sukacita bagi Allah yang
Mahakuasa merupakan suatu misteri yang sukar dipercaya, tetapi mengandung kebenaran
alkitabiah.

2. Penggenapan dalam Perjanjian Baru

Yesus dua kali menyinggung tentang Zefanya (1:2-3; cp. Mat 13:40-42; 1:15 cp. Mat 24:29);
kedua acuan itu berkaitan dengan kedatangan Yesus yang kedua kali. Para penulis PB memahami berita
Zefanya tentang "hari Tuhan" sebagai suatu gambaran mengenai aneka peristiwa eskatologis yang
diawali dengan kesengsaraan besar dan diakhiri dengan kembalinya Yesus untuk menghakimi orang yang
hidup dan yang telah mati (cp. 1:14 dengan Why 6:17; dan 3:8 dengan Why 16:1). Sering kali PB
mengacu kepada kedatangan Kristus yang kedua kali dan hari penghakiman sebagai "hari-Nya" (mis.
1Kor 3:13; cp. 2Tim 1:12,18; 4:8).

Kesimpulan

1. Hari Tuhan adalah hari yang dahsyat bagi seluruh dunia, karena itu hendaklah orang
percaya tetap hidup dalam ketaatan iman.

2. Allah Yang Mahakuasa sangat membenci orang-orang yang hidup dalam penyembahan
kepada berhala.

3. Pengharapan yang indah bagi orang percaya adalah keselamatan dan kesukaan besar dari
Allah.

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 59

BAB X
KITAB NABI HAGAI
Pelajaran Untuk Para Profan

Kitab Hagai, bersama dengan kitab Zakharia, adalah kitab-kitab yang saling melengkapi dalam
mengarahkan umat Tuhan periode paska-pembuangan. Hagai dan Zakharia kembali ke Yerusalem
setelah dekrit Raja Koresy yang memerintahkan pembangunan kembali Bait Suci. Periode sejarah kedua
nabi ini melayani dilaporkan dalam kitab Ezra, Nehemia, dan Ester. Bersama-sama dengan kitab Daniel
dan Maleakhi, ke-3 kitab ini menjadi kumpulan yang lengkap nubuat Perjajian Lama periode Persia dari
sejarah Ibrani, antara tahun 550 – 530 SM.
Dalam urutan kanon PL, Kitab Hagai menjadi yang pertama dari ketiga kitab nabi setelah
pembuangan (Hagai, Zakharia dan Maleakhi). Nama Hagai disebut dua kali dalam Ezra (Ezr 5:1; 6:14)
dan 9 kali dalam kitab ini. Dia disebut "nabi" (1:1; 2:2, 11; Ezr 6:14) dan "utusan Tuhan" (:13). Mungkin
salah seorang dari sebagian kecil orang Yahudi yang masih mengingat Bait Suci Salomo sebelum
dibinasakan oleh pasukan Nebukadnezar pada tahun 586 SM (2:4). Denga demikian, maka usia Hagai
ketika menulis sekitar 70 sampai 80 tahun. Tanggal penulisan kitab ini ialah pada tahun kedua
pemerintahan Raja Darius dari Persia (1:1), brearti tahun 520 SM.

A. Pendahuluan

Secara keseluruhan, berita para nabi paskapembungan ini telah mengalami perubahan. Apabila
pada era sebelum pembuangan para nabi terutama bicara mengenai penghukuman, pada periode
pembuangan para nabi menghibur, maka pada periode setelah pembuangan seruan mereka tentang
pemulihan. Hagai tampil di masa yang menentukan bagi pembentukan agama Yahudi, yaitu di waktu
lahirnya jemaat baru di Palestina.
Ajakan-ajakan nabi yang pendek bertanggal antara akhir bulan Agustus sampai pertengahan
bulan Desember tahun 520 SM, mengajak orang-orang Yahudi yang pulang dari Babel untuk membangun
Bait Allah kembali, namun yang sudah kehilangan semangat, agar berusaha kembali. Hagai, didukung
nubuat Zakharia, membangkitkan semangat dan mendorong Zerubabel, bupati Yehuda, dan Yosua,
Imam agung, untuk memulai kembali pekerjaan di sekitar Bait Suci. Pekerjaan itu lalu dimulai kembali
pada bulan September tahun 520 SM (Hag 1:14; cp. Ezr 5:1).

1. Kepenulisan

Penulis: Hagai
Tema: Membangun Kembali Bait Suci
Tanggal Penulisan: 520 SM

Nama Hagai (‫ )חַגּי‬hanya sedikit muncul dalam Alkitab. Selain di kitab yang mencatat pesan-
pesannya, hanya Ezra yang menyebut namanya (Ezr 5:1; 6:14), yang sekilas menghargai pengaruh baik
dari nubuat nabi itu. Arti namanya menunjukkan bahwa ia dilahirkan pada hari perayaan keagamaan
(festive, festal). Ada yang menduga ia seorang imam, tetapi tidak dapat dipastikan, namun yang jelas
dia memiliki hubungan yang intim dengan Allah, seklipun sukar untuk menentukan pada umur berapa ia
mulai berkhotbah. Pesannya mengenai Rumah Tuhan yang terbengkalai (2:3), yang dihancurkan pada
tahun 586 SM, mengindikasikan bahwa pada waktu itu ia sudah tua dan teringat tentang Bait Allah
semula. Tetapi ada pula yang berpendapat bahwa mungkin pada waktu itu Hagai adalah seorang
pemuda yang pergi ke Yerusalem untuk pertama kalinya bersama-sama dengan orang-orang lain yang
baru kembali dari pembuangan dalam tahun 538 SM. Ia berkhotbah pada waktu yang hampir bersamaan
dengan Zakharia.
Hagai bukanlah tipe nabi yang menggebu-gebu. Walaupun ia berbicara tentang hal-hal yang
besar. Dia melakukannya dengan argumentasi yang biasa, bukan dengan tuduhan yang berapi-api,
sehingga ia sering dianggap sebagai seorang guru daripada seorang nabi. Ia memimpin para
pendengarnya selangkah demi selangkah ke arah yang diingininya, kemudian ia berhasil memotivasi
mereka untuk memberikan tanggapan yang benar.
2. Tujuan Kitab Hagai

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 60

Selama waktu empat bulan pada tahun 520 SM, Hagai memberitakan empat berita singkat yang
tercatat dalam kitab ini (lih. Garis Besar). Berita ini bertujuan ganda:
a. Untuk menasihati Zerubabel (Gubernur) dan Yoshua (Imam Besar) agar mengerahkan umat
itu untuk membangun kembali Bait Suci, dan …
b. Untuk memotivasi umat itu agar menata kembali hidup dan prioritas mereka untuk
melanjutkan tugas mereka secara sungguh-sungguh dengan berkat Allah.

3. Pentingnya Kitab Hagai

Kitab Hagai secara khusus berisi nasihat kepada masyarakat Ibrani yang telah kembali dari
pembuangan dan yang menetap di Yerusalem untuk membangun kembali Bait Suci dan menetapkan
kembali tata ibadah, termasuk upaca persembahan korban, peribadatan harian dan pelaksanaan hari-hari
raya keagamaan. Nabi Zakharia melengkapi seruan Hagai itu untuk mendirikan kembali Bait Suci dan
menyerukan pembaruan rohani.

4. Garis Besar

a. Berita Pertama: Selesaikan Pembangunan Bait Suci, 1:1-15


Tanggal: 1 Elul (29 Agustus), 520 SM, 1:1
Teguran Nabi Karena Bait Suci Belum Selesai, 1:2-11
Tanggapan Umat, 1:12-2:1.
b. Berita Kedua: Janji Kemuliaan yang Lebih Besar, 2:2-10
Tanggal: 21 Tisyri (17 Oktober), 520 SM, 2:2
Bait Suci Kedua Dibandingkan Dengan yang Semula, 2:3-5
Kemuliaan Bait Suci Kedua Lebih Besar, 2:6-10
c. Berita Ketiga: Panggilan Kepada Kekudusan Dengan Berkat, 2:11-20
Tanggal: 24 Kislev (18 Desember), 520 SM, 2:11
Dampak Mencemarkan dari Dosa, 2:12-15
Berkat Ketaatan, 2:16-20.
d. Berita Keempat: Sebuah Janji Nubuat, 2:20-23
Tanggal: 24 Kislev (18 Desember), 520 SM, 2:21
Kekalahan Bangsa-Bangsa di Masa Depan, 2:22-23
Pentingnya Zerubabel Dalam Nubuat, 2:23 (Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan)

B. Latar Belakang Sejarah

Pada tahun 538 SM, Raja Koresy dari Persia mengeluarkan maklumat mengizinkan orang Yahudi
buangan kembali ke negeri mereka untuk membangun kembali kota Yerusalem dan Bait Suci, merupakan
penggenapan nubuat Yesaya dan Yeremia (Yes 45:1-3; Yer 25:11-12; 29:10-14) dan syafaat Daniel (Dan
9:1-27). Pekerjaan pembuatan fondasi Bait Suci dimulai tahun 536, segera setelah rombongan pertama
para eks-tawanan tiba di Yerusalem, di bawah kepemimpinan Zerubabel, keturunan Raja Daud, dengan
semangat dan harapan yang besar. Setelah fondasi selesai diletakkan, bangsa Israel menghadapi oposisi
dan tantangan fisik dari bangsa Samaria sehingga pembangunan terhenti pada tahun 534 SM (Ezr 4:23-
24). Kelesuan rohani mulai timbul, dan umat itu lalu mulai membangun rumah mereka sendiri. Kira-kira
15 tahun kemudian, pada tahun 520 SM, Hagai, ditemani nabi Zakharia yang lebih muda berkhotbah di
Yerusalem untuk mengobarkan kembali semangat pembangunan yang tertunda itu. Empat tahun
kemudian Bait Suci itu selesai dibangun dan ditahbiskan (cp.Ezr 4:1-6:22).

C. Ciri dan Pesan Khas Kitab Hagai

1. Empat Ciri Khas Kitab Hagai

a. Beritanya merupakan firman nubuat pertama yang terdengar di Yehuda sesudah


pembuangan di Babel.
b. Kitab terpendek kedua dalam PL (hanya 38 ayat), setelah kitab Obaja.
c. Frase "beginilah firman Tuhan semesta alam" (dan variasinya) terjadi 29 kali
menggarisbawahi pentingnya berita bagi kaum sisa yang kembali ke Yerusalem.

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 61

d. Kitab ini mencatat nubuat PL yang paling terus-terang mengenai kunjungan Allah di masa
depan (2:7-10).

2. Tujuh Pesan Khas Hagai yang Mengajar Manusia Tentang Allah

a. Dia adalah Tuhan Semesta Alam


Tuhan Semesta Alam (‫צבָאֹות‬ ְ ‫י ְהו ָה‬, YHWH tsevaot; kata yang secara literal bermakna militer
= balatentara) adalah panggilan favorit Hagai terhadap Allah. Nama itu menggambarkan
kebesaran Allah yang lebih berkuasa dari segala bangsa di dunia dan lebih kaya daripada
dunia itu sendiri (1:2,7,9,14; 2:6-9,11,23).

b. Dia adalah Allah yang Banyak Menuntut


Apa pun keadaan mereka, Allah ingin supaya Dia menjadi prioritas utama dalam kehidupan
umat-Nya. Ia juga menuntut kesucian (1:2,3; 2:10-14).

c. Allah Mengendalikan Keadaan Ekonomi


Hagai mengatakan kepada bangsa itu bahwa panen yang rusak bukanlah disebabkan oleh
bencana alam atau nasib buruk, tetapi oleh Allah, yang mencoba untuk berkomunikasi
dengan umat-Nya melalui kejadian itu. Allah menggunakan keadaan ekonomi untuk memberi
pelajaran rohani kepada mereka (1:5-11).

d. Dia Menepati Janji-janji-Nya


Hagai membesarkan hati umat dengan mengatakan bahwa Allah beserta mereka, sebab Dia
adalah Allah yang dapat dipercaya, yang selalu menepati janji-janji-Nya (2:5).

e. Dia adalah Allah yang Hidup


Banyak orang mengasosiasikan Allah dengan Rumah Tuhan yang sudah dihancurkan.
Mereka lupa bahwa Dia adalah Allah yang hidup, yang sedang aktif bekerja sekarang dan
mempunyai rencana-rencana besar untuk masa yang akan datang. Dia tidak terikat pada
hal-hal rohani yang terjadi di masa lalu (2:3-9).

f. Dia Ingin Memberkati Umat-Nya


Apa yang menghalangi-Nya untuk memberkati di masa lalu ialah kelalaian mereka. Tetapi,
sekarang mereka sudah meletakkan fondasi untuk Rumah-Nya kembali, dan Allah berkenan
memberkati mereka (2:10-19).

g. Dia Memelihara Setiap Orang


Pesan Hagai yang terakhir ialah untuk Zerubabel. Ia diberitahukan bahwa walaupun bangsa-
bangsa akan dijungkirbalikkan, ia akan selamat dan diangkat untuk menduduki jabatan
dalam pemerintahan dan yang berdaya guna. Dalam kesibukan-Nya mengurusi perkara
bangsa-bangsa, Ia tidak pernah melupakan perseorangan (2:20-23).

D. Survai Ringkas

Kitab Hagai terdiri dari 2 pasal 38 ayat, beritanya terbagi menjadi 4 wejangan pendek yang
masing-masing dibuka dengan ungkapan “firman Tuhan” (1:1; 2:2,; 2:11; 2:21). Pertama, Hagai
menegur para mantan buangan itu karena lebih memperhatikan rumah mereka sendiri, yang dipapani
dengan baik, daripada rumah Allah yang masih merupakan reruntuhan (1:4). Dua kali nabi menasihati
mereka untuk "perhatikanlah keadaanmu!" (1:5,7), yang menunjukkan bahwa Allah telah menarik
berkat-Nya dari mereka karena cara hidup mereka (1:6,9-11). Sebagai tanggapan atas perkataan Hagai,
maka Zerubabel, Yosua, dan semua orang yang takut akan Allah melakukan pekerjaan itu (1:12-2:1).
Empat tahun kemudian Bait Suci itu selesai dibangun dan ditahbiskan.
Kedua, beberapa minggu kemudian, tanggap beberapa orang buangan telah kembali
mematahkan semangat mereka, yaitu mereka yang telah melihat kemuliaan bait Salomo, sehingga
menilai usaha membangun kembali itu tidak berarti jika dibandingkan Bait Suci semula (2:4). Hagai
menasihati para pemimpin untuk meneguhkan hati, karena usaha mereka merupakan bagian dari

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 62

gambaran nubuat yang lebih luas (2:5-8), dan "kemegahannya yang kemudian akan melebihi
kemegahannya yang semula" (2:10).
Ketiga, berita yang memanggil umat itu untuk hidup dalam ketaatan yang kudus (2:11-20).
Keempat, berita yang disampaikan pada hari yang sama (2:20-23), menubuatkan bahwa
Zerubabel melambangkan kesinambungan keturunan dan janji Mesias (2:23).

E. Analisis Ringkas

Hagai adalah nabi pertama yang berbicara atas nama Allah setelah kembalinya bangsa Israel
dari penawanan di Babel. Ia menegur mereka yang hanya memperhatikan pembangunan rumahnya
sendiri lalu melalaikan pembangunan Rumah Allah. Ia menasihatkan mereka untuk mendulukan Tuhan.
Pembangunan Bait Suci digambarkan nabi sebagai syarat kedatangan Yahwe dan syarat ditegakkannya
Kerajaan Allah, sebelum tiba zaman keselamatan eskatologis. Dengan demikian pengharapan akan kedatangan
Mesias berpusatkan Bait Suci dan keturunan Daud. Hal ini lebih lanjut diuraikan oleh nabi Zakharia.
Hagai mencatat tanggal khotbah-khotbahnya antara bulan Agustus dan November tahun 520 SM.
Pada waktu itu Yerusalem didiami masyarakat Yahudi yang kecil, miskin dengan penduduk kurang lebih
20.000 jiwa. Mereka telah mengalami masa panen yang buruk bahkan gagal panen. Waktu dan tenaga
terpakai lebih besar daripada yang dihasilkan, dan hidup sekadar untuk mempertahankan hidup. Keadaan
di Yerusalem tidak banyak dibantu oleh situasi kacau di dunia internasional. Di tengah konteks yang tidak
bersemangat itulah Hagai menyampaikan khotbahnya.

F. Tafsir Tema-tema Utama

1. Bait Suci

Musa, dalam kitab Ulangan, menyatakan bahwa Tuhan akan memilih suatu tempat untuk
menegakkan nama-Nya (Ul.14:23-25; 16:2, 11). Setelah umat Israel menetap di Kanaan, maka Silo
menjadi tempat pertama dan sementara bagi Kemah Pertemuan, sarana pertemuan bagi setiap suku
Israel (Yos.18:1), sampai kemudian Daud mendapatkan tempat yang permanen bagi ditempatkannya
nama Allah, di bukit pengirikan Arauna, dekat Yerusalem. Sekalipun Daud tidak mendirikan rumah bagi
nama Tuhan, tetapi dia sudah mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari rancangan sampai material
bangun itu, yang kemudian diselesaikan oleh Salomo.
Pada masa Yeremia (627-582 SM), Bait Suci sudah menjadi tempat yang keramat. Rakyat
Yehuda memperlakukannya sebagai jaminan perlindungan. Nabi Yeremia mencela kepercayaan yang
demikian dan meramalkan kehancurannya (Yer.7:1-11; 2Raj.25:8-7). Kemudian, dalam vision Yehezkiel,
dia melihat awan kemuliaan meninggalkan Bait Suci, yang munjukkan ketidakberkenanan Allah terhadap
Yehuda karena kekejian dan penyembahan berhala (Yeh 8, 10).
Amanat Hagai untuk membangun kembali Bait Suci memiliki nilai teologi yang khusus, yaitu
untuk membangkitkan kembali kehadiran Tuhan di antara umat-Nya, sekaligus untuk membangkitkan
kembali mengalirnya berkat-berkat Tuhan kepada bangsa yang baru kembali itu. Pembangunan itu
menunjukkan sikap hormat, kerendahan hati dan perilaku yang tulus terhadap hukum Allah. Sehingga
Bait Suc, sekali lagi, akan melambangkan kehadiran Tuhan atas umat-Nya dan untuk memeterai mereka
kembali menjadi umat perjanjian-Nya.

2. Tentang Uang

Hagai mengajarkan umat Tuhan untuk mengutamakan Tuhan lebih dulu, melalui sarana komunal
(Bait Suci) daripada kepentingan individual (rumah kediaman) "Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu
untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi
reruntuhan? (1:4). Sebab Tuhan juga adalah Tuhan atas uang (1:6; 2:9).

3. Tentang Prestasi Dalam Kehidupan

Hagai menyadarkan umat Tuhan bahwa kehormatan dan harga diri mereka sangat bergantung
kepada Tuhan. Kondisi yang memprihatinkan adalah akibat langsung dari ketidakpedulian mereka kepada
kemuliaan nama Tuhan. "Perhatikanlah keadaanmu! (1:5, 7).
4. Tentang Kasih dan Rencana Allah
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 63

Tuhan dapat mengangkat siapa saja untuk menjadi pemimpin umat-Nya, tetapi mereka yang
mau melayani dan menerima kepercayaan itu diperlengkapi dan dijaga Allah. "Aku akan mengambil
engkau…dan akan menjadikan engkau … sebab engkaulah yang Ku-pilih" (2:23).

G. Penerapan dan Penggenapan dalam Perjanjian Baru

1. Penerapan dan Relevansi Masa Kini

Nubuatan ini merupakan pesan bagi orang-orang atheis praktis, yaitu mereka yang mengatakan
Allah itu ada, tetapi kemudian mereka hidup seakan-akan Allah tidak ada.
Jika Allah ada, maka harus mengikuti Dia tidak setengah-setengah, harus menempatkan
kepentingan-Nya di atas kepentingan pribadi (Mat 6:33), tidak boleh mencari-cari alasan untuk menunda
melakukan pekerjaan Allah, harus menilik kembali kehidupan untuk melihat bagaimana Allah mungkin
sudah berbicara kepada Anda, tidak boleh terikat pada masa lampau, harus membuktikan pertobatan
dengan perbuatan, bukan kata-kata, dan tidak perlu berkecil hati, sebab dalam keadaan sukar sekalipun
Allah tetap berkuasa.

2. Penggenapan Dalam Perjanjian Baru

Beberapa ayat dalam pasal 1:15-2:23 berbicara mengenai kedatangan Mesias (ayat 2:6-9,21-23).
Penggoncangan langit dan bumi, bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan disebutkan oleh penulis surat
Ibrani (Ibr 12:26-28). Juga, Hagai menubuatkan bahwa Zerubabel akan menjadi seperti "cincin
meterai"; di dalam kedua silsilah Yesus Kristus (Mat 1:12-13; Luk 3:27), Zerubabel menjadi pusat yang
mempersatukan kedua garis keturunan Mesias: dari Salomo (putra Daud) sampai Zerubabel sampai
Yusuf, dan dari Natan (putra Daud) sampai Zerubabel sampai Maria.

Ayat Penanggalan Nubuat Hagai Tahun 520 SM


1:1 Tahun 2, bulan 6, hari ke-1 29 Agustus
2:1b Tahun 2, bulan 7, hari ke-21 17 Oktober
2:11 Tahun 2, bulan 9, hari ke-24 18 Desmber
2:13 Tahun 2, bulan 9, hari ke-24 18 Desember

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 64

BAB XI
KITAB NABI ZAKHARIA

Kitab Zakharia berisi penyataan Allah mengenai hal-hal yang jauh ke masa depan, bahkan
sampai kepada diri Mesias dan kejadian-kejadian eskatologis. Sebagaimana nubuat nabi Hagai, nabi
Zakharia, memusatkan perhatian pada penyelesaian pembangunan Bait Suci. Namun perhatian Zakharia
lebih luas, sebab mencakup pembangunan rohani seluruh bangsa. Zakaharia memberikan dorongan
kepada para pemimpin dan tetua orang Yahudi untuk memprioritaskan tanggung jawab spiritual mereka.

A. Pendahuluan

Berdasarkan ayat pembuka (1:1), penulis nubuat kitab ini memperkenalkan diri sebagai Zakharia
putra Berekhya dan cucu Ido. Menurut Nehemia, Zakharia adalah kepala keluarga imam Ido
(Neh.12:16), yang menunjukkan bahwa ia berasal dari suku Lewi, dan setelah pembuangan melayani di
Yerusalem sebagai imam dan nabi. Inilah hal yang tampaknya menjelaskan keprihatinan Zakharia untuk
segera membangun kembali Rumah Tuhan (Ezr. 6:14).
Menurut arti namanya, ada hal-hal yang menarik, yang kelihatannya cocok sebagai tema kitab
ini. Dalam bahasa Ibrani, zakharia (zeḵaryāh, ‫ )זַכְרָ יהוּ‬berarti Yahwe (sudah) mengingat, sedangkan nama
berekhya (berekhyahu ֶ‫ בֶּרְ כָיה‬bereḵyah, ֶ‫ )בֶּרְ כָיהוּ‬berarti berkat-berkat Tuhan, dan iddo artinya
“waktunya, waktu yang ditentukan.” Sehingga, ketika digabung dapat membentuk kalimat “Tuhan
mengingat untuk memberkati pada waktunya.” Dan memang, tema inilah yang muncul dalam kitab yang
berjudul Kitab Zakahria ini.

1. Kepenulisan
Penulis: Zakharia
Tema: Penyelesaian Terakhir Bait Suci dan Janji-Janji Mesias
Tanggal Penulisan: 520-470 SM

2. Tujuan Penulisan

Kitab Zakharia ditulis dengan tujuan ganda, selaras dengan dua bagian utama kitab ini.
a. Pasal 1-8 ditulis untuk mendorong kaum Yahudi sisa agar melanjutkan pembangunan
kembali Bait Suci dan bertekun hingga tugas itu selesai.
b. Pasal 9-14 ditulis untuk memberi semangat kepada semua umat yang, setelah
menyelesaikan pembangunan Bait Suci, berkecil hati karena Mesias tidak tampak segera,
dan untuk menyatakan arti sebenarnya bila Mesias datang.
Pada masa kini, Kitab Zakharia merupakan salah satu kitab yang penting bagi orang Kristen
untuk mengerti bahwa kedatangan Kristus telah dinubuatkan terlebih dahulu, dan kerajaan yang kekal
juga telah diberitakan di masa lalu.

3. Pentingnya Penulisan

Nubuat Zakharia mengungkapkan tuntutan Allah di bidang kesusilaan dan ketahiran, selain juga
menyampaikan pengharapan tentang akhir zaman. Dalam zaman itu kaum imam, yang dalam kitab ini
diwakili Yosua, akan memperoleh kemuliaan (3:1-7). Akan tetapi pemerintahan berada di tangan "Sang
Tunas" (3:8), suatu istilah yang diterapkan sebagai gelar Mesias. Dalam pasal 6:12, istilah ini diterapkan
pada diri Zerubabel. Dengan cara demikian Zakharia menghidupkan kembali pengharapan Mesias-Raja.
Tetapi ia bergabung dengannya pandangan Yehezkiel mengenai peranan para imam di masa depan,
antara lain dalam penglihatan yang kecenderungan ke apokaliptik. Sedangkan ciri-ciri beserta peranan
malaikat-malaikat dalam kitab ini ia bergabung dengan kitab Daniel.

4. Garis Besar

a. Ketujuh Penglihatan, 1:1-8:23


1:1-6 Pengantar: seruan untuk bertobat
1:7-17 Penglihatan pertama: seorang laki-laki di atas seekor kuda merah
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 65

1:18-21 Penglihatan kedua: empat tanduk


2:1-13 Penglihatan ketiga: seorang laki-laki dengan tali pengukur
3:1-10 Selingan: imam besar Yosua dituduh dan dibebaskan dari tuduhan
4:1-14 Penglihatan keempat: kandil emas yang berhiaskan dua pohon zaitun
5:1-4 Penglihatan kelima: gulungan kitab yang terbang
5:5-11 Penglihatan keenam: seorang perempuan dalam gantang
6:1-15 Penglihatan ketujuh: empat kereta
7:1-14 Tambahan: seruan untuk bertobat diulangi lagi dua tahun kemudian
8:1-23 Hari depan Yerusalem yang gemilang.
b. NUBUAT I: TENTANG PENGHAKIMAN, 9:1-17
9:1-8 Hukuman atas bangsa-bangsa
9:9-17 Seorang Penyelamat untuk Sion dan kedatangan Tuhan.
c. NUBUAT II: PARA GEMBALA, 10:1-11:17
10:1-5 Seorang gembala bagi Yehuda
10:6-12 Domba-domba dikumpulkan
11:1-9 Domba yang memilih kehancuran
11:10-17 Menentukan harga seorang gembala.
d. NUBUAT III: TENTANG PENYELAMATAN, 12:1-13:9
12:1-9 Yerusalem diselamatkan
12:10-14 Jalan keselamatan: pertobatan
13:1-6 Akibat penyelamatan: Yerusalem dibersihkan
13:7-9 Cara penyelamatan: penderitaan sang gembala.
e. NUBUAT IV: HARI TUHAN, 14:1-21
14:1-7 Hari Tuhan: kegelapan
14:8-19 Hari Tuhan: Tuhan adalah air kehidupan dan penghakiman
14:20-21 Hari Tuhan: kesucian (dikutip dari: Balchin, 265).

B. Latar Belakang

Zakharia rekan sezaman yang lebih muda dengan Hagai (Ezr 5:1). Keduanya menjadi nabi yang
menggugah orang Yahudi di Palestian untuk melanjutkan pembangunan kembali Bait Suci pada zaman
gubernur Zerubabel dan imam besar Yosua. Sehingga latar belakang sejarah pasal 1-8 bertanggal 520-
518 SM, sama dengan latar belakang Hagai. Pada masa itu pengusaa dunia adalah Darius I, raja Persia
(521-486 SM).
Beberapa penafsir mengatakan bahwa ketika menulis nubuat pasal 1-8, Zakharia masih muda
(2:4), tetapi rupanya sudah tua ketika menulis pasal 9-14, dan sebagian besar ahli menanggalinya antara
480-47 SM. Semua nubuat Zakharia terjadi di Yerusalem untuk 50.000 orang Yahudi buangan yang
kembali ke Yehuda pada tahap pertama pemulihan. Menurut PB, pada akhirnya Zakharia bin Berekhya
"dibunuh di antara tempat kudus dan mezbah," yaitu tempat syafaat, oleh pemimpin Bait Suci yang
bermusuhan (Mat 23:35), dengan cara yang mirip dengan kematian seorang hamba Allah yang memiliki
nama yang sama dalam 2Taw.24:20-21.

C. Ciri dan Pesan Khas

1. Enam Ciri Khas Kitab Zakahria

a. Inilah kitab yang paling bersifat Mesianis dari semua kitab PL karena banyaknya acuan
mengenai Mesias dalam ke-14 pasalnya. Hanya Yesaya (66 pasal) yang berisi lebih banyak
acuan kepada Mesias daripada Zakharia.
b. Di antara para nabi kecil, kitab ini berisi nubuat-nubuat yang paling rinci dan lengkap
mengenai peristiwa-peristiwa akhir zaman.
c. Kitab ini menunjukkan perpaduan peranan imam dan nabi dalam sejarah Israel.
d. Lebih dari kitab PL lainnya, penglihatan dan bahasa lambangnya paling menyerupai kitab-
kitab penyataan (apokaliptis) Daniel dan Wahyu.
e. Mencatat suatu nubuat tentang pengkhianatan Mesias untuk 30 keping perak, sambil
menunjuk kepadanya sebagai "nilai tinggi yang ditaksir mereka bagiku" (11:13).

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 66

f. Nubuat mengenai Mesias dalam pasal 14:1-21 sebagai Raja-Pahlawan Perang agung yang
memerintah di Yerusalem menjadi nubuat PL yang menakjubkan.

2. Pesan Khas Kitab Zakharia

Pesan Zakharia terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama berkenaan dengan pemulihan
Yerusalem, khususnya pembangunan Rumah Tuhan dan pesan kedua mengenai beberapa nubuat.

a. Bagian Pertama (Pasal 1-8)

Penglihatan pertama, seorang laki-laki menunggang kuda merah. Dunia dalam keadaan damai,
tetapi mengingat penindasan atas orang Yahudi, seharusnya tidak demikian. Reaksi Allah, penghakiman
sudah dekat (1:7-17). Penglihatan kedua, ke-4 tanduk. Tanduk merupakan lambang kerajaan-kerajaan,
mungkin ke-4 kekaisaran pada masa Daniel, lebih mungkin lagi kerajaan dari keempat sudut bumi.
Mereka segera akan dimusnahkan oleh keempat tukang besi Allah (1:18-21).
Penglihatan ketiga, seorang laki-laki dengan pengukur tali, mencoba untuk mengukur Yerusalem.
Tidak mungkin! Yerusalem segera akan menjadi penuh sesak dan tak mungkin dibangun tembok di
sekelilingnya. Artinya, berkat Tuhan terlalu besat untuk ditampung! (2:1-13). Selanjutnya, sebuah
selingan, yaitu penglihataan tentang Yoshua sebagai imam besar. Penglihatan ini menerangkan
bagaimana bangsa Yahudi yang berdosa sedemikian diberkati. Allah mengampuni, digambarkan dengan
kemurahan Allah yang memberi pakaian baru kepada Yosua (3:1-10).
Penglihatan keempat, kandil emas dan dua pohon zaitun. Ini adalah lambang akhir zaman, yang
jelas dirujuk kitab Wahyu 1:12 (kaki dian), termasuk Zak 11:1,4 (tali pengukur dan pohon zaitun).
Penglihatan ke-4 ini menunjuk kepada Roh Kudus, hanya Dia yang dapat memberi kuasa kepada Gereja
(4:1-14).
Penglihatan kelima, gulungan kitab yang terbang (5:1-14).
Penglihatan keenam, seorang perempuan dalam gantang. Secara simbolis dosa bangsa Yehuda
di bawa pergi ke tanah Sinear di Babel (5:5-11).
Penglihatan ke-7, empat kereta kuda. Gunung-gunung tempat keluarnya kereta-kereta itu
melambangkan kebesaran Allah dan hukum Allah, seperti di Sinai. Kereta kuda, lambang kekacauan,
bergerak di seluruh dunia, mendorong umat Allah untuk mencari perlindungan di kota damai, Yerusalem,
tempat mereka bersama-sama membangun Rumah Tuhan (6:1-15).

b. Bagian Kedua (Pasal 9-14)

Z
Dimulai dengan penghakiman (9:1-17), memperkenalkan seorang Gembala-Penyelamat (10:1-
11:17), petunjuk pertobatan (12:1-13:9), dan menggambarkan hari Tuhan (14:1-21).

D. Survai Ringkas

a
Kitab ini terdiri dari 14 pasal dan 211 ayat, isinya terbagi atas dua bagian besar. Pasal 1-8 berisi
ramalan-ramalan Nabi yang diucapkannya antara tahun 520 dan tahun 518 SM. Ramalan-ramalan itu
kebanyakan dinyatakan dalam bentuk penglihatan-penglihatan, dan membicarakan perbaikan Yerusalem,
pembangunan kembali Rumah Tuhan, serta penyucian umat Allah. Dia juga meramalkan masa
kedatangan Raja yang dijanjikan Allah kepada umat-Nya.
k
Pasal 9-17 merupakan kumpulan pesan-
pesan yang diucapkan pada masa-masa yang lebih kemudian, membicarakan Juruselamat yang akan
datang dan penghakiman terakhir.
Bagian pertama kitab ini mendorong segenap bangsa untuk bertobat dan dengan demikian
h
a
melengkapi instruksi yang telah dberikan oleh Hagai untuk membangun kembali Bait Suci. Pembangun
fisik Bait Suci ini harus disertai dengan pembaruan rohani yang tepat. Penglihatan-penglihatan pada
malam hari nabi menegaskan pernyataan bahwa “Allah akan kembali kepada Israel (cp.1:3, 16; 2:10).

r
Penglihatan-penglihatan itu secara hidup memberi garis besar rancana Allah untuk mendatangkan damai
sejahtera bagi Israel, pembalasan kepada bangsa-bangsa yang sudah menyerakkan mereka, pemugaran
kota Yerusalem, kepemimpinan yang ditetapkan Allah, penyingkiran segala kejahatan dari antara umat
Allah, dan penetapan perjanjian di Sion.
Dua khotbah mengenai puasa menghubungkan usaha menegakkan keadilan sosial pada masa itu
dengan perubahan dalam keberuntungan Yehuda di antara bangsa-bangsa pada akhirnya, pada era yang i
a
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 67

akan datang (mis.8:9-13). Sebagaimana Yehuda mencari perkenanan Tuhan, demikian juga pada suatu
hari bangsa-bangsa akan mencari Tuhan di Yerusalem (cp.7:2; 8:22). Akhirnya, dua ucapan ilahi yang
eskatologis memperkuat pengharapan dan membangkitkan semangat umat dengan cara
menggambarkan datangnya kerajaan Allah yang telah dijanjikan.
Pada bagian kedua (9:1-14:21), berisi dua kumpulan nubuat akhir zaman, masing-masing didului
dengan istilah "ucapan ilahi" (9:1; 12:1). Ucapan ilahi pertama (9:1-11:17) mencakup janji- janji
keselamatan mesianis bagi Israel, yang menyatakan bahwa Mesias-Gembala yang akan datang akan
mengerjakan keselamatan ini, yang mula-mula akan ditolak dan dipukuli (11:4-17; cp.13:7). Ucapan ilahi
kedua (12:1-14:21), berfokus pada pemulihan dan pertobatan Israel. Dalam suatu nubuat yang
menakjubkan, nabi meramalkan bahwa Israel akan meratapi Allah sendiri, "Dia yang telah mereka tikam"
(12:10). Pada hari itu suatu sumber air pembasuhan dosa akan terbuka bagi keluarga Daud (13:1). Israel
akan mengatakan, "Tuhan adalah Allahku" (13:9), dan Mesias akan memerintah sebagai Raja atas
Yerusalem (pasal 14:1-21).

E. Analisis Ringkas

Kitab Zakharia memiliki beberapa tujuan dan pesan. Mengutip Hill dan Walton, berita yang
disampaikan Zakharia merupakan teguran, nasihat, dan pemberian dorongan yang sangat tepat untuk
masa-masa sulit. Pertama, nabi mencela masyarakat paskabuangan ini karena mereka melanjutkan cara
hidup dan perbuatan nenek moyang mereka (1:3-5). Umat bersalah karena melakukan berbagai
pelanggaran yang sama terhadap perjanjian yang menyebabkan generasi sebelumnya mengalami
pembuangan (7:8-14).
Jalan keluar yang ditawarkan oleh Zakharia untuk masalah dosa ini meliputi pertobatan yang
sungguh-sungguh (1:35). Hanya pembaruan rohani yang dapat menghasilkan ibadah yang benar dan
pelayanan yang berkenan di bait Suci. Hanya dengan ketaatan pada suara Tuhan yang akan
mendatangkan berkat kemakmuran, dan kebenaran dari zaman Mesias yang sudah lama dinanti-nantikan
(6:9-15; 8:13).
Maksud Yahwe untuk “berbuat baik” pada Yerusalem bergantung pada ketaatan masyarakat
terhadap ketetapan-ketetpan perjanjian, khususnya yang mengatur perilaku (7:8-12; 8:14-17). Pada
dasarnya amanat Zakharia disertai dengan perhatian terhadap keadilan sosial yang terjadi waktu itu.
Sebelum bangsa-bangsa dunia berdatangan untuk mencari Tuhan di Yerusalem, Isrel harus memohon
restu Yahwe dengan melakukan keadilan, menunjukkan kebaikan hati dan belas kasihan kepada para
janda dan yatim piatu Ibrani serta kepada orang-orang asing (7:9-10; cp.14:16-21).
Zakharia secara terang-terangan menyatakan bahwa tugasnya dari Allah adalah untuk menghibur
dan menguatkan (1:13; 8:9). Perkataan dorongannya disampaikan dalam beberapa bentuk, antara lain
melalui serangkaian penglihatannya (1:7-6:8), yang mengingatkan Israel bahwa Allah masih
memedulikan umat-Nya dan mengatur nasib bangsa-bangsa demi keuntungan tertinggi Sion, pilihan-Nya
(cp.2:6-13). Selain itu melalui penahbisan Yosua sebagai imam dan Zerubabel sebagai gubernur, sebagai
pertanda berlangsungnya kembali kepemimpinan yang ditetapkan Allah di Israel. Hal ini membangkitan
kembali pengharapan mesianis dan menegaskan berkat Allah dari usaha-usaha membangun kembali Bait
Suci dan pembaruan rohani umat (cp.4:6).
Selanjutnya, Zakharia berulang-ulang merujuk kepada perkataan yang disampaikan oleh para
nabi sebelumnya. Hal ini untuk mengesahkan panggilannya sendiri dan untuk meyakinkan orang Yahudi
itu bahwa mereka tidak salah menafsirkan penyataan-penyataan nubuat yang telah disampaikan Tuhan
sebelumnya (1:4;7:7,12). Sekalipun sedang mengalami kesukaran, mereka tidak boleh menjadi frustasi.
Zakahria menegaskan bahwa perjanjian Allah untuk Israel masih terus berlaku. Pengaharapan mereka
tidak keliru. Lebih jauh, kitab ini dapat dianalisis dalam dua bagian.
Bagian pertama (1:1-8:23), memusatkan perhatiannya pada pembangunan Bait Suci. Namun
perhatian lebih luas mencakup pembangunan rohani seluruh bangsa. Zakharia juga mengemukakan
tuntutan-tuntutan di bidang kesusilaan dan ketahiran. Pengharapan akhir zaman yang bahagia juga lebih
tampak. Dalam zaman itu kaum imam, yang diwakili Yosua, akan memperoleh kemuliaan (3:1-7). Akan
tetapi pemerintahan akan berada di tangan" Sang Tunas" (3:8).
Bagian kedua (9:1-14:21), yang mempunyai judul tersendiri, berlainan sama sekali dari bagian
pertama dan beberapa bagiannya tidak bertanggal. Dalam bagian ini tidak ada sepatah kata pun
mengenai Zakharia, Yosua, Zerubabel atau mengenai pembangunan Bait Suci. Gaya bahasanya juga
berlainan dan sering mengacu ke kitab-kitab terdahulu, terutama kitab Yeremia dan Yehezkiel. Asyur dan
Mesir menjadi lambang penindas.
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 68

Bagian kedua ini mungkin sekali dikarang belakangan. Walaupun kedua bagian kitab merupakan
kesatuan, namun ada dua bagian yang berbeda satu sama lain, masing-masing mempunyai judulnya
sendiri, yaitu 9-11 dan 12-14.
Bagian kedua kitab Zakharia ini penting terutama karena ajarannya tentang Mesias, wangsa
Daud akan dipulihkan, datangnya seorang raja yang rendah hati dan suka damai (9:9-10). Ada pula
nubuat mengenai seorang "yang ditikam" (12:10). Ciri-ciri Mesias yang dikemukakan Zakharia ini
bersatu-padu dalam diri Kristus. Perjanjian Baru sering mengutip bagian kedua kitab Zakharia atau
setidak-tidaknya menyinggungnya, misalnya di Mat 21:4-5; 27:9.

F. Tafsir Tema-tema Utama

1. Tiga Orang Penting

Nubutan ini memokuskan perhatian pada tiga orang, yaitu Zakharia, Yoshua, Imam Agung, dan
Zerubabel yang menjadi Gubernur Yehuda (Hag 1:1). Zakharia adalah gembala-nabi dari pasal 11 dan
dengan demikian menjadi model, atau gambar Kristus. Seperi Kristus, ia menderita cemooh dari setiap
domba yang dicobanya untuk digembalakan dan seperti Yesus dia dijual seharga seorang budak (Matius
26:15; Kel 21:32).
Yosua adalah seorang Imam Besar yang juga seorang model Kristus yang diberi julukan Sang
Tunas (6:12), cp. Yes 11:1; Yer 23:5; Yer 33:15.
Zerubabel ("Benih Babel") adalah keturunan raja Yoyakim, dan dia ada dalam rombongan
pertama yang kembali dari pembuangan dalam tahun 537 SM. Dia seorang yang dapat diandalkan, dialah
yang memulai pembangunan kembali Bait Suci dan menyelesaikannya. Tujuan utamanya ialah "Materai
kerajaan" (Hag.2:20-23), suatu indikasi bahwa sang Gubernur memerintah atas nama Allah.
Referensi yang menyangkut ketiga orang penting ini seperti di Ezr.2:1,2; 3:1-9; 4:1-3; 5:1-2;
Hag.1:1; 2:1-5,20-23; Zak 3:1-10; 4:6-10; 6:9- 15; 11:4- 17; Mat 1:12.

2. Masalah Puasa

Suatu kebiasaan yang dilakukan orang Yahudi selama bertahun-tahun sejak mereka masih
berada di Babel ialah berpuasa sambil meratap. Karena itu, pada tanggal 4 bulan bulan kesembilan,
tahun keempat pemerintahan raja Darius I, orang-orang Yahudi di Betel bertanya kepada imam dan nabi
di Yerusalem perihal keharusan berpuasa setiap bulan ke-5 untuk “melunakkan hati Tuhan.” Ada 4 masa
berpuasa yang rutin dilakukan orang Yahudi selama pembuangan di Babel, yaitu:

1) Setiap tanggal 4 bulan 9, untuk memperingati hancurnya kota Yerusalem (cp. Yer 39:2).
2) Setiap tanggal 7 bulan 5, untuk memperingati terbakarnya Bait Allah dan kota Yerusalem
(cp.2Raj.25:8-9).
3) Setiap tanggal 3 bulan 7, untuk memperingati terbunuhnya Gedalya (2Raj.25:25; Yer.41:1-10).
4) Setiap tanggal 10 bulan 10, untuk memepringati Yerusalem mulai dikepung oleh
Nebukadnezar (2Raj25:1-2; Yer.39:1).
Nabi menjelaskan bahwa puasa yang benar bukan saja tidak makan dan tidak minum, tetapi taat
kepada firman Tuhan yang ditunjukkan dalam tindakan praktis. Berkat hanya akan datang karena
ketaatan, baik dalam bentuk kekayaan, keamanan, kesehatan, dan panjang umur. Maka kebiasaan
berpuasa yang disertai dengan perkabungan selama bertahun-tahun itu akan Tuhan ubah menjadi saat-
saat yang penuh suka cita dan perayaan, asal mereka mencintai hukum, kebenaran dan damai (8:19).

3. Masalah Penafsiran

Orang Kristen tidak bisa terlalu bebas dalam menafsirkan suatu bagian Alkitab menurut apa yang
dianggapnya paling baik. Sering kali kebebasaan kita terbatas, sebab bagian Alkitab yang sedang
ditelaah, dikomentari harus diperjelas atau ditafsirkan di bagian lain dalam Alkitab. Zakharia 4 adalah
contoh yang baik mengenai hal ini. Kandil emas dengan jelas ditulis dalam Why.1:12 dan kedua pohon
zaitun dalam Why 11. Perhatikan bagaimana Wahyu menambahkan detail terhadap nubuatan terdahulu,
dan bagaimana Why 11:4, seperti Zakharia, menyatukan kandil emas dan kedua pohon zaitun. Setiap
pasal saling mendukung dalam penafsirannya, bukan saling bertolak belakang. Yes 7:14 juga ditafsirkan
serupa oleh Mat 1:22,23. Carilah contoh-contoh lainnya (Keluaran; Yunus; Imam Besar; Yes.53).
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 69

G. Penerapan dan Penggenapan dalam Perjanjian Baru

1. Penerapan dan Relevansi Masa Kini

a. Nubuat dan Peran Yerusalem

Dalam kitab ini Yerusalem disebut sebanyak 40 kali. Kitab ini terutama menyangkut pengllihatan-
penglihatan wahyu tentang akhir zaman. Sukar untuk membaca kitab ini dan kitab lainnya dalam seluruh
Alkitab tanpa menyadari bahwa bangsa Yahudi secara umum dan Yerusalem secara khusus masih
memegang peranan penting dalam rencana-rencana Allah.

b. Setan

Pasal 3 merupakan suatu gambaran yang dramatis tentang setan yang sedang bekerja. Namanya
(bahasa Ibrani= satan, bahasa Yunani= diabolos) berarti penuduh. Di kitab ini setan menuduh Yoshua,
Imam Besar, yang terlihat secara simbolis mengenakan pakaian kotor. Mengapa hakim (Malaikat Tuhan)
tidak menghukum dia (Rm. 8:31-39)? Kenyataannya, setanlah yang dijatuhi hukuman ketika Yoshua
secara simbolis diberi pakaian yang bersih (lihat 1Yohanes 2:1, 2).

c. Menafsirkan Penglihatan-penglihatan

Ketujuh penglihatan itu sukar untuk ditafsirkan. Beberapa ahli telah mencari arti dari tiap detail
penglihatan itu. Tetapi, penafsiran sangat terbatas, sesuai penjelasan yang diberikan oleh para malaikat.
Dalam penglihatan yang pertama, kita diberitahukan siapa para penunggang kuda itu, dan semak pohon
bunga mungkin saja menggambarkan Israel. Tetapi, bagaimana tentang warna-warna kuda? Mengapa
kitab gulungan berukuran panjang dua puluh hasta dan lebar sepuluh hasta (5:2), atau tutup gantang
terbuat dari timah (5:7)? Seperti halnya juga dengan perumpamaan-perumpamaan dalam Perjanjian
Baru kita harus mencari artinya yang utama tanpa mempermasalah-kan hal-hal detail.

2. Penggenapan dalam Perjanjian Baru

Dalam diri Zakharia terdapat penerapan PB yang mendalam. Perpaduan jabatan imam dan nabi
untuk pribadi Zakharia menyumbang kepada pemahaman PB mengenai Kristus sebagai imam dan nabi.
Juga, Zakharia bernubuat tentang kematian Yesus oleh orang Yahudi, yang mendamaikan, pada akhir
zaman akan membuat orang Israel meratap, bertobat dan diselamatkan (12:10-13:9; Rm 11:25-27).
Tetapi sumbangan terbesar Zakharia terkait dengan banyak nubuatnya mengenai Mesias, yang oleh para
penulis PB dikutip untuk merujuk kepada pribadi Yesus Kristus sebagai penggenapannya, seperti:

a. Dia akan datang dalam cara yang bersahaja dan sederhana (9:9; 13:7; Mat 21:5; 26:31,56).
b. Dia akan memulihkan Israel dengan darah perjanjian-Nya (9:11; 14:21).
c. Dia akan menjadi Gembala bagi kawanan domba Allah yang terserak dan mengembara
(10:2; Mat 9:36).
d. Dia akan dikhianati dan ditolak (Za 11:12-13; Mat 26:15; 27:9-10).
e. Dia akan ditikam dan dipukul roboh (12:10; 13:7; Mat 26:31,56; Yoh 19:37).
f. Dia akan datang kembali dalam kemuliaan dan membebaskan Israel dari musuh-musuh
mereka (14:1-6; Mat 24:30-31; Wahy 19:15).
g. Dia akan memerintah sebagai Raja dengan damai dan adil (9:9-10; 14:9,16; Rm 14:17; Why
11:15).
h. Dia akan mendirikan kerajaan-Nya yang mulia atas segala bangsa untuk selama-lamanya
(14:6-19; Why 11:15; 21:24-26; 22:1-5).

Kesimpulan

1. Kitab Zakharia mengajarkan bahwa segala sejarah dunia berada dalam pengetahuan Allah
dan kuasa-Nya.

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 70

2. Nubuat akan kedatangan Yesus yang pertama telah terjadi, mengajarkan bahwa nubuat
yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali pasti akan digenapi.
3. Nubuat-nubuat yang sudah digenapi membuktikan bahwa Allah tidak pernah berdusta/
berbohong dalam perkataan-Nya.

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 71

BAB XII
KITAB MALEAKHI
Akankah Menguji Tuhan?

Kitab Maleakhi adalah naskah terakhir yang melengkapi koleksi kanon Alkitab Perjanjian Lama
dan gulungan kitab-kitab Keduabelas Nabi-nabi Kecil. Nama yang disandang kitab ini sendiri merupakan
judul dari tulisan nabi yang mengenakan namanya sendiri, walaupun ada yang menyebutnya sebagai
judul redaksional yang dipinjam dari pasal 3:1. Berdasarkan arti literal, nama Maleakhi, yang hanya
ְ mal’āḵiy).
muncul di dalam pasal 1:1, memiliki arti “utusanku” atau “malaikatku” ( ‫מלָאִכי‬

A. Pendahuluan

Sedikit sekali yang dapat diketahui tentang jatidiri Maleakhi. Kitab ini diperkirakan ditulis dalam
abad kelima Sebelum Masehi, sesudah Rumah Allah di Yerusalem dibangun kembali. Kitab ini terutama
dimaksudkan untuk mendorong para imam dan rakyat supaya membarui kesetiaan mereka kepada
perjanjian dengan Tuhan. Sudah jelas ada kemerosotan dalam kehidupan dan cara beribadat umat Allah.
Para imam dan rakyat menipu Tuhan, yaitu tidak memberikan apa yang harus mereka persembahkan
kepada-Nya dan tidak hidup sesuai dengan ajaran-Nya. Tetapi Tuhan akan datang untuk mengadili dan
menyucikan umat-Nya. Dia akan mengirim utusan-Nya untuk menyiapkan jalan dan mewartakan
perjanjian Tuhan.

1. Kepenulisan

Maleakhi adalah nama dari nabi penulis kitab ini, tetapi nama itu sama sekali tidak dikenal di
tempat lain. Nubuatnya ditulis ketika banyak orang Yahudi telah kembali ke tanah air mereka. Ia
menunjuk kepada seorang "gubernur," mungkin Zerubabel yang dimaksudkannya (1:8; Hag.1:1). Tidak
ada petunjuk mengenai pembangunan kembali Rumah Tuhan, jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa
pembangunan dilaksanakan beberapa tahun sebelumnya.

Penulis: Maleakhi
Tema: Aneka Tuduhan Allah Terhadap Yudaisme Pascapembuangan
Tanggal Penulisan: Sekitar 430-420 SM.

2. Tujuan Penulisan

Nabi Maleakhi bernubuat ketika orang Yahudi kembali mengalami kesusahan dan kemunduran
rohani. Orang-orang telah menjadi sinis, meragukan kasih dan janji-janji Allah, menyangsikan keadilan-
Nya dan tak percaya lagi bahwa ketaatan kepada perintah-Nya itu berguna. Seiring dengan memudarnya
iman, maka pelaksanaan ibadah menjadi rutinitas dan tidak berperasaan. Mereka acuh tak acuh terhadap
tuntutan hukum Taurat dan bersalah karena berbuat bermacam-macam dosa terhadap perjanjian.
Maleakhi memperhadapkan para imam dan umat itu dengan panggilan kenabian:

a. Untuk bertobat dari dosa-dosa dan kemunafikan agama mereka sebelum Allah datang tiba-
tiba dengan hukuman,
b. Untuk menyingkirkan semua rintangan ketaktaatan yang menghalangi arus kemurahan dan
berkat Allah, dan …
c. Untuk kembali kepada Tuhan dan perjanjian-Nya dengan hati yang tulus dan taat.

3. Pentingnya Kitab Maleakhi

Situasi yang digambarkan dalam kitab itu terutama menunjuk kepada masa-masa Ezra dan
Nehemia. Waktu itu terjadi kemerosotan rohani, agama orang Yahudi telah menjadi formalitas semata.
Maleakhi merupakan nabi terakhir, empat ratus tahun sebelum datangnya era Perjanjian Baru dengan
kelahiran Kristus, karenanya maka Maleakhi dapat dianggap menjembatani Perjanjian Lama dan
Perjanjian Baru.

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 72

Pesan yang hendak disampaikan ialah bahwa Maleakhi merasa jijik melihat kehidupan agama
yang dingin dan ketidakacuhan bangsa itu. Dia lalu datang sebagai seorang pembaru, berseru kepada
rakyat supaya bertobat. Misinya sangat mirip dengan misi Yohanes Pembaptis. Kitab ini sebagian besar
terdiri dari dialog antara Allah dan umat, yang isinya Allah menyanggah berbagai pernyataan kurang
percaya yang dibuat oleh bangsa Israel.

4. Garis Besar

Pendahuluan, 1:1
a. Ucapan Ilahi dan Pertanyaan-Pertanyaan Israel, 1:2-3:18
1) Ucapan Ilahi Pertama: Allah Telah Mengasihi Israel, 1:2-5
Pertanyaan Israel: "Bagaimanakah Engkau mengasihi kami?" 1:2
2) Ucapan Ilahi Kedua: Israel Telah Menghina Tuhan, 1:6-2:9
Pertanyaan-Pertanyaan Israel:
"Dengan cara bagaimanakah kami menghina nama-Mu?" 1:6
"Dengan cara bagaimanakah kami mencemarkannya?" 1:7
3) Ucapan Ilahi Ketiga: Allah Tidak Menerima Persembahan Israel, 2:10-16
Pertanyaan Israel: "Oleh karena apa?" 2:14
4) Ucapan Ilahi Keempat: Tuhan Akan Datang Tiba-Tiba, 2:17-3:6
Pertanyaan-Pertanyaan Israel:
"Dengan cara bagaimanakah kami menyusahi Dia?";
"Di manakah Allah yang menghukum?" 2:17.
5) Ucapan Ilahi Kelima: Kembalilah Kepada Tuhan, 3:7-12
Pertanyaan-Pertanyaan Israel:
"Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?" 3:7
"Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" 3:8
6) Ucapan Ilahi Keenam: Aneka Pernyataan Israel yang Tidak Beralasan Terhadap Allah,
3:13-18
Pertanyaan-Pertanyaan Israel:
"Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?" 3:13
"Apakah untungnya memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya?" 3:14
b. Hari Tuhan,4:1-6
1) Akan Menjadi Hari Penghukuman bagi yang Angkuh dan Berbuat Jahat, 4:1
2) Akan Menjadi Hari Kemenangan bagi Orang Benar, 4:2-3
3) Akan Didahului oleh Pemulihan Adikodrati Hubungan Ayah-Anak, di Antara Umat Allah,
4:4-6 (dikutip dari: Balchin, 270).

B. Latar Belakang

Walaupun tidak ada rujukan terhadap pribadi nabi ini di bagian PL lainnya, kepribadiannya
sangat tampak dalam kitab ini. Dia seorang Yahudi saleh yang tinggal di Yehuda masa paska-
pembuangan, rekan sezaman Nehemia, dan sangat mungkin seorang imam nabi. Kepercayaannya yang
kokoh akan perlunya kesetiaan kepada perjanjian (2:4, 5, 8, 10) dan yang melawan ibadah yang munafik
dan tidak bersungguh-sungguh (1:7-2:9), penyembahan berhala (2:10-12), perceraian (2:13-16), dan
mencuri persepuluhan dan persembahan yang menjadi milik Allah (3:8-10), menunjuk kepada seorang
yang memiliki integritas teguh. Seorang yang berdedikasi serta loyalitas kuat kepada Allah. Isi kitab ini
menunjukkan bahwa:

a. Bait Suci sudah dibangun kembali (516 SM) dan korban-korban serta hari raya sudah
dilaksanakan kembali.
b. Pengetahuan umum mengenai Taurat telah diperkenalkan kembali oleh Ezra (± 457-455 SM;
cp.Ezr.7:10, 14, 25-26).
c. Kemunduran kemudian terjadi di kalangan imam dan umat itu (± 433 SM). Tambahan
pula, suasana dan pengabaian rohani yang disebut Maleakhi sangat mirip dengan situasi
yang dijumpai Nehemia ketika kembali setelah tinggal beberapa waktu di Persia (433-425
SM) untuk melayani sebagai gubernur keduakalinya di Yerusalem (Neh 13:4-30). Ketika itu:
1) Para imam telah menjadi korup (1:6-2:9; Neh 13:1-9).
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 73

2) Persepuluhan dan persembahan diabaikan (3:7-12; Neh 13:10-13).


3) Perjanjian pernikahan dilanggar ketika para suami menceraikan istri Ibrani mereka untuk
menikahi wanita kafir yang mungkin lebih muda dan cantik (2:10-16; Neh 13:23-28).
Karena itu, sangatlah mungkin Maleakhi memberitakan amanatnya ± 430-420 SM.

C. Ciri dan Pesan Khas Kitab Maleakhi

1. Lima Ciri Khas Kitab Maleakhi

a. Dengan cara yang sederhana, terus terang, tegas dan hidup kitab ini melukiskan pertemuan
antara Allah dengan umat-Nya, sebagian besar dengan memakai kata ganti orang pertama.
b. Kitab ini mengutamakan metode tanya-jawab dalam menyampaikan amanatnya, berisi tidak
kurang dari 23 pertanyaan yang diajukan timbal-balik di antara Allah dan umat-Nya. Ada
pakar yang mengemukakan bahwa "metode" Maleakhi ini mungkin berasal dari pertanyaan-
pertanyaan yang diajukan oleh para tukang ejek yang berteriak ketika dia mula-mula
menyampaikan berita kenabiannya di jalan-jalan Yerusalem atau pelataran Bait Suci.
c. Sesudah Maleakhi, terdapat 400 tahun tanpa ada suara nabi yang utama di Israel. Ketiadaan
nabi selama itu kemudian berakhir dengan datangnya Yohanes Pembaptis, yang menurut
nubuat Maleakhi akan mempersiapkan jalan bagi Mesias (3:1).
d. Istilah "Tuhan semesta alam" dipakai 20 kali dalam kitab yang singkat ini.
e. Penting sekali, bahwa nubuat terakhir, yang mengakhiri berita kenabian PL,
menubuatkan bahwa pada suatu hari Allah akan mengirim roh Elia untuk memulihkan bapa-
bapa saleh di Sion, bertentangan dengan kecenderungan sosial di mana keluarga makin
berantakan (4:5-6).

2. Pesan Khas Kitab Maleakhi

Maleakhi menegaskan hubungan perjanjian yang ada antara Allah dan bangsa itu dan
menyerukan kepada umat Israel untuk memenuhi kewajiban mereka sesuai dengan perjanjian-Nya. Dia
menuduh mereka telah merampok Allah. Nubuat Maleakhi menggambarkan akhir dari suatu zaman.
Empat rastus tahun sesudah itu disebut "masa diam". Selama masa itu tidak ada seorang nabi alkitabiah
yang berbicara atau menulis.
Bagi banyak orang ciri-ciri yang paling menonjol dari nubuatan Maleakhi ialah tantangan untuk
"menguji Allah". Jika kita melakukannya dan menerima berkat yaang dijanjikan-Nya, maka harus ada
penyerahan total di pihak umat Allah (3:10). Berikut pesan-pesan khusus kitab ini.

a. Pesan Kasih
Nabi mulai dengan mengingatkan besarnya kasih Allah kepada mereka seperti ditunjuk-kan
dalam fakta bahwa dari dua orang anak Ribka, Yakublah yang dikasihi (1:1-5).

b. Pesan Teguran
Maleakhi mulai dengan berbicara tentang tuduhan terhadap para imam yang telah memper-
sembahkan korban yang tidak layak kepada Allah. Mereka tidak menunjukkan rasa takut dan
hormat yang menjadi hak-Nya. Oleh karena itu, mereka menjadi sasaran murka Allah dan
patut mendapat hukuman. Nabi kemudian berpaling kepada umat-Nya dan menegur mereka
karena ketidaksetiaan mereka, baik dalam ibadah maupun dalam menjaga sumpah
pernikahan mereka (1:6-2:16).

c. Pesan Tentang Penghakiman dan Pengharapan


Tuhan akan mengutus seorang yang akan mempersiapkan jalan bagi kedatangan Hari
Tuhan. Umat dipanggil untuk bertobat dan meluruskan hal yang salah. Jika Hari Tuhan tiba,
maka Dia akan membela orang yang benar. Keadaan akan berbalik dan orang yang benar
tidak lagi ditindas (3:1-4:5).

D. Survai Ringkas

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega


TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 74

Kitab Maleakhi terbagai dalam 4 pasal, dan 55 ayat. Tema yang menonjol dari nubuat Maleakhi
adalah hubungan perjanjian Israel dengan Yahwe dan berbagai akibatnya. Dalam pasal 1, Maleakhi
pertama-tama menasihatkan Israel untuk kembali kepada Tuhan yang mengasihi mereka. Kemudian
dalam pasal 2, ia berbicara tentang keadaan para imam dan menunjukkan kemunafikan mereka. Dalam
pasal 3, ia memandang 400 tahun ke depan, kepada masa Perjanjian Baru dengan mengatakan: “Lihat,
Aku menyuruh utusanKu supaya ia mempersiapkan jalan di hadapanKu! Malaikat Perjanjian yang kamu
kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang (3:1 0). Akhirnya, Maleakhi menubuatkan akan datangnya hari
TUHAN yang besar dan dahsyat itu (4:5), ketika setiap orang yang berbuat fasik akan dibinasakan dan
setiap orang yang hidup memperkenankan Tuhan akan diberi pahala (4:1-2).
Kitab ini terdiri dari 6 masalah pokok yang dimulai dengan "Ucapan ilahi: Firman Tuhan kepada
Israel dengan perantaraan Maleakhi," terjalin dengan serangkaian 10 pertanyaan retorik dan sarkastis
dari Israel dan tanggapan Allah melalui sang nabi. Walaupun penggunaan cara tanya-jawab seperti
dalam perdebatan ini bukan suatu keistimewaan Maleakhi di antara nabi-nabi PL, penggunaan gaya ini
olehnya adalah khusus maleakhi, karena merupakan pokok dalam susunan sastra kitab ini.
Enam "Ucapan ilahi" dalam Maleakhi adalah sebagai berikut. Pertama, Allah menegaskan kasih
perjanjian-Nya kepada Israel (1:2-5). Kedua, menuduh para imam yang menjadi penjaga tidak setia dari
hubungan perjanjian di antara Allah dengan Israel (1:6-2:9). Ketiga, menegur umat itu karena
melanggar perjanjian yang dibuat dengan leluhur mereka (2:10-16). Keempat, mengingatkan Israel
tentag kepastian hukuman Allah atas berdosa terhadap perjanjian (2:17-3:6). Kelima memanggil seluruh
masyarakat Yahudi paskapembuangan di Palestina untuk bertobat dan berbalik kepada Tuhan, supaya
mereka sekali lagi dapat diberkati oleh-Nya (3:7-12). Ucapan ilahi yang terakhir mengacu kepada "kitab
peringatan" Allah mengenai orang-orang yang takut akan Dia dan menghormati nama-Nya (3:13-18).
Maleakhi mengakhiri kitabnya dengan peringatan dan janji nubuat tentang "hari Tuhan" yang akan
datang (4:1-6).

1. Ajaran-ajaran Utama

a. Pasal 1:1-5.
Allah menyatakan betapa besar kasih yang sudah diberikan-Nya kepada bangsa
Israel, umat pilihan-Nya.

b. Pasal 1:6-3:5. Allah memberikan tuntutan kepada bangsa Israel, yang sudah menerima
kasih dan kemurahan-Nya.
1) Pasal 1:6-14, Allah menuntut penghormatan sebagai Bapa Israel, karena Dia sajalah
yang sudah memelihara dan memimpin kehidupan bangsa Israel.
2) Pasal 2:1-9, Allah menuntut imam-imam bangsa Israel yang melakukan pelayanan
ibadah dengan tidak benar.
3) Pasal 2:10-11, Allah menuntut bangsa Israel yang melakukan pernikahan dengan
bangsa-bangsa asing, yang bagi Allah merupakan suatu perbuatan zinah.
4) Pasal 2:17-3:5, Allah memberikan hukuman dan tuntutan kepada bangsa pilihan-Nya
yang sudah melakukan penyembahan berhala.
5) Pasal 3:6-12 Allah menuntut bangsa Israel karena melalaikan persembahan
persepuluhan yang diperintahkan-Nya.
6) Pasal 3:13-18, Allah menuntut bangsa Israel atas kelancangan mereka dalam berbicara,
serta Allah memberikan janji keselamatan kepada orang yang benar.

c. Pasal 4:1-6.
Allah menyatakan bahwa hari penghakiman (hari Tuhan) akan menjadi suatu hari yang
dahsyat dan membinasakan bagi orang-orang yang tidak bertobat.

E. Analisis Ringkas

Maleakhi bernubuat lebih dari 100 tahun setelah Zerubabel memimpin para tawanan kembali ke
Yerusalem. Kerinduannya adalah agar bangsa Israel memperbarui hubungan perjanjian mereka dengan
Allah. Mereka belum terjerumus ke dalam penyembahan berhala, namun sikap acuh dan keduniawian
telah menguasai hati mereka. Maleakhi menunjukkan dosa-dosa mereka yang telah memisahkan umat
Israel dari berkat-berkat Allah dan mengajak mereka untuk bertobat (3:7).
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 75

Kitab Maleakhi mengemukakan kebenaran yang diperbincangkan rakyat dan para imam.
Kemudian kebenaran itu diuraikan dalam suatu wejangan argumentatif yang berisikan ancaman-ancaman
dan janji-janji mengenai keselamatan. Kitab ini menguraikan dua tema pokok. Pertama, mengenai
kesalahan-kesalahan para imam dan umat dalam ibadat (1:6-2:9; 3:6-12), yaitu perkawinan campur dan
perceraian (2:10-16), persembahan korban yang tidak layak dan melalaikan persepuluhan. Kedua, nabi
menubuatkan Hari Tuhan. Pada Hari itu para imam akan disucikan, para penjahat akan dimusnahkan dan
orang-orang benar akan memperoleh kemenangan (3:1-5; 3:13-4:3). Ayat 4:4-6 merupakan tambahan.
Kitab Maleakhi disusun sesudah dipulihkannya ibadat dalam Bait Suci yang sudah dibangun
kembali tahun 515, sebelum Nehemia mengeluarkan larangan mengenai perkawinan campur tahun 445.
Barangkali kitab ini disusun tidak lama sebelum tahun 445 ini. Di masa itu semangat yang dikobarkan
nabi Hagai dan Zakharia sudah pudar. Umat tidak bercita-cita luhur lagi dan acuh tak acuh. Dengan
berpedomankan kitab Ulangan dan Yehezkiel, nabi menegaskan bahwa sangatlah berbahaya
meremehkan Allah yang menuntut agar umat-Nya berhati suci-murni dalam beragama. Dia juga
menubuatkan kedatangan Malaikat Perjanjian, yang disiapkan oleh seorang utusan (3:1), yang menurut
Mat 11:10; Luk 7:27 dan Mrk 1:2, tidak lain kecuali Yohanes Pembaptis, perintis Mesias. Di zaman Mesias
kesusilaan akan ditegakkan (3:5), ibadat dipulihkan (3:4), dan memuncak dalam korban sempurna yang
akan dipersembahkan kepada Allah oleh segala bangsa (1:11).

F. Tafsir Tema-tema Utama

1. Kasih Allah

Allah mengingatkan umat-Nya bahwa Dia mempunyai kasih yang istimewa buat mereka, dan
karena itu Allah melakukan terhadap mereka yang saleh seperti yang telah dilakukan-Nya dulu (1:2-5).

2. Ketidaksenangan Allah

Allah tak senang terhadap umat-Nya, karena berbagai alasan. Mereka kurang menghormati Dia
dan Rumah-Nya (1:6-14). Mereka kurang memberikan ajaran yang benar (2:7-9), mereka tidak setia
(2:10-16), sinis (2:17; 3:14,15), tidak menghiraukan kebutuhan orang lain ( 3:5), dan menahan apa yang
menjadi hak Allah (3:8,9).

3. Janji-janji Allah

Berita tentang penghakiman dibarengi dengan janji-janji bahwa Allah akan ikut campur tangan
dan memberkati (1:5, 11; 3:1-4, 10-12).

4. Ingatan Allah

Allah mengenal semua orang yang menjadi milik-Nya (3:16-18), dan Ia akan membenarkan
mereka (4:2, 3).

G. Penerapan dan Penggenapan dalam Perjanjian Baru

1. Penerapan Masa Kini

Latar belakang nubuat Maleakhi sangat mirip dengan keadaan kita, oleh karena itu pesannya
sangat jelas dan relevan untuk masa kini.

a. Ingatlah akan Kasih Allah


Kita mempunyai bukti kasih Allah yang tidak tersedia pada masa itu, oleh karenanya kita
mempunyai alasan yang lebih kuat untuk mengingat kasih Allah dibanding mereka.

b. Kembali Kepada-Nya
Agama sudah menjadi formalitas semata, oleh karena itu Allah tidak lagi berkenan. Para
imam mempersembahkan korban yang bercacat. Umat hanya menyembah Dia dengan bibir
saja, tetapi menolak-Nya dalam kehidupan mereka. Hal yang menyedihkan ini berakibat
Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega
TAFSIR PL: NABI-NABI KECIL| 76

buruk dalam masyarakat dan dalam kehidupan rumah tangga. Maka timbullah suasana
kurang per-caya dan sinisme. Pada saat-saat seperti itu hanya ada satu jalan keluar yang
masih mungkin, yaitu harus bertobat dan kembali kepada Allah dengan hati yang penuh
penyesalan.

c. Menguji Allah
Allah rindu untuk mencurahkan berkat-berkat rohani kepada umat-Nya. Dia menantang kita
untuk memenuhi kewajiban kita kepada-Nya dan menguji Dia. Hal ini merupakan tantangan
bagi umat Allah dalam setiap generasi.

2. Penggenapan dalam Perjanjian Baru

Tiga bagian khusus dari Maleakhi dikutip dalam PB.


a. Frase "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau" (1:2-3) dikutip Paulus dalam ajarannya
tentang pemilihan (Rm. 9:13).
b. Nubuat Maleakhi mengenai "utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku"
(3:1; cp.Yes 40:3) dikutip Yesus dengan mengacu kepada Yohanes Pembaptis dan
pelayanannya (Mat 11:7-15).
c. Demikian pula, Yesus memahami bahwa nubuat Maleakhi perihal Allah mengutus "nabi Elia
kepadamu menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dahsyat itu" (4:5) berlaku
untuk Yohanes Pembaptis (Mat 11:14; 17:10-13; Mrk 9:11-13). Kitab terakhir dalam Alkitab
ini menambahkan bahwa roh Elia akan muncul kembali sebelum kedatangan Kristus yang
kedua kali (Why 11:3-6).

Di samping tiga petunjuk jelas PB kepada kitab ini, kutukan sang nabi kepada perceraian yang
tidak adil (2:14-16) menantikan ajaran PB yang tegas mengenai topik ini (Mat 5:31-32; 19:3-10; Mrk
10:2-12; Rm. 7:1-3;1Kor.7:10-16,39). Nubuat Maleakhi tentang munculnya Mesias di masa depan (3:1-6;
4:1-3) mencakup kedatangan pertama dan kedua Kristus.

Kesimpulan

1. Tuntutan Allah kepada bangsa Israel untuk bertobat, mengajarkan bahwa Allah juga
menuntut semua umat manusia untuk bertobat, karena Dia telah memberikan apa yang ada
pada manusia (setiap orang).
2. Allah, melalui Kitab Maleakhi, mengetahui isi hati orang yang beribadah kepada-Nya.
3. Kitab Maleakhi mengajarkan bahwa memberikan persembahan persepuluhan merupakan hal
yang harus dilakukan oleh setiap orang percaya, karena itu merupakan hak Allah.
4. Kitab Maleakhi mengajarkan betapa Allah murka kepada umat-Nya yang masih melakukan
penyembahan berhala, sihir dsb.

Karya Penelitian Pdt. Fatiaro Zega