Anda di halaman 1dari 17

Kajian Ringkas Kitab Amos Kajian Ringkas Kitab

Amos Kajian Ringkas Kitab Amos Kajian Ringkas


Kitab Amos Kajian Ringkas Kitab Amos Kajian
Ringkas Kitab Amos Kajian Ringkas Kitab Amos
ANTARA IBADAH
Kajian Ringkas Kitab Amos Kajian Ringkas Kitab
Amos KajianDAN KEPEDULIAN
Ringkas Kitab Amos Kajian Ringkas
Kitab Amos Kajian SOSIAL
Ringkas Kitab Amos Kajian
Ringkas Kitab Amos Kajian Ringkas Kitab Amos
Kajian Ringkas Kitab Amos
Kajian RingkasKarya Penelitian
Kitab Amos Kajian Ringkas Kitab
Amos Kajian Ringkas Kitab
Pdt. Fati Amos
Aro Kajian Ringkas
Zega
Kitab Amos Kajian Ringkas Kitab Amos Kajian
Ringkas Kitab Amos Kajian Ringkas Kitab Amos
Kajian Ringkas Kitab Amos Kajian Ringkas Kitab
Amos Kajian Ringkas Kitab Amos Kajian Ringkas
Kitab Amos Kajian Ringkas Kitab Amos Kajian
Ringkas Kitab Amos Kajian Ringkas Kitab Amos
Kajian Ringkas Kitab Amos Kajian Ringkas Kitab
Amos Kajian Ringkas Kitab Amos Kajian Ringkas
Kitab Amos Kajian Ringkas Kitab Amos Kajian
Ringkas Kitab Amos Kajian Ringkas Kitab Amos
Kajian Ringkas Kitab Amos Kajian Ringkas Kitab
Amos Kajian Ringkas Kitab Amos Kajian Ringkas
Kitab Amos Kajian Ringkas Kitab Amos Kajian
BAB I
PENDAHULUAN

Ada sebuah kitab di dalam Alkitab Perjanjian Lama yang diberi judul Amos.
Kitab ini secara kanonikal masuk dalam daftar Kanon Yahudi di urutan ke 13-c, atau
diurutan ke-30 Kanon Pretestan. Kitab Amos biasa dikenal sabagai salah satu kitab
dari kelompok kitab-kitab para Nabi “Kecil.” Kata “kecil” di sini bukan dari aspek
teologis, peran religiositasnya, dan kronologi temporalnya, tetapi menunjuk kepada
perbandingan kuantitatif isi kitab, dan pengkategorian penempatannya dalam daftar
susunan Kitab Suci Perjanjian Lama.
Bentuk pemaparan penelitian tentang Kitab Amos ini bukan seperti dalam
suatu metode tafsiran, tetapi hanya semacam deskripsi ringkas keselurahn isi Kitab
Amos, sesuai dengan keyakinan peneliti yang berlatar belakang pentekostalisme.

A. Latar Belakang

Catatan yang mengisi Kitab Amos adalah salah satu catatan nubuat dari dua
kitab yang memberitakan tentang kehancuran Kerajaan Israel di utara. Sekalipun
ancaman dalam nubuat Amos tidak langsung terjadi, ada senjang masa sekitar 30
tahun1 (penulisan di sekitar tahun 750-an, dan kehancuran Samaria di tahun 721
SM), namun Amos adalah nabi pertama dalam Alkitab yang berkhotbah kepada
orang Israel di Kerajaan Utara,2 sekitar pertengahan abad ke-8 sebekum Masehi.
Pada masa itu banyak orang hidup makmur, ibadah dijalankan secara rutin, dan
negeri Israel dalam keadaan damai. Meskipun, yang mengecap kemakmuran
hanyalah para hartawan yang memperkaya diri dengan hasil penindasan dan
ketidakadilan terhadap orang miskin. Orang menjalankan ibadah dengan hati yang
tidak tulus, dan keadaan damai hanya tampak dari luar. Ketika itulah Amos dengan
berani dan penuh semangat menyampaikan pesan penghukuman Allah dan
menyerukan pertobatan yang menyeluruh dan sungguh-sungguh. Terutama

1
Robert T. Boyd. Worlds Bible Handbook. Grand Rapid: World Publishing, 1991, 324.
2
International Standard Bible Encyclopedia, dalam: E-Sword Bible Softwear, v.10.4:
masukkan kata: Amos.
berkenaan dengan praktik ibadah yang kudus dan berkanan kepada Allah serta
kepedulian sosial yang memprihatinkan.
Kitab Amos dibagi atas 9 pasal dan 146 ayat. Di dalamnya Amos
menuangkan mandatnya sebagai nabi sementara pemerintahan Yerobeam II, tahun
783-743. Pada waktu itu kerajaan Israel bisa memperluas teritorialnya dan
bertambah kaya. Sayang, kemakmuran itu hanya untuk segelintir penguasa, dan
justru hanya mempertajam kemelaratan rakyat jelata. Ibadat tetap dilaksanakan
dengan rutin, tetapi pada intinya tidak lebih dari kedok untuk menutup kebobrokan
batiniah. Pada ketika itulah seorang kampungan yang berbahasa sederhana dan
berterus terang datang dengan kiasan yang lazim dipakai kaum tani, mengutuk atas
nama Allah cara hidup para penduduk kota yang mesum. Nabi mengecam mereka
atas ketidakadilan di bidang sosial, mencela rasa aman dan model ibadat yang tidak
melibatkan hati dan jiwa (5:21-22). Amos mengajar bahwa Yahweh, Tuhan semesta
alam, yang menghakimi segala bangsa (ps.1-2), akan menghukum Israel dengan
keras, justru karena mereka umat Tuhan, yang seharusnya mengusahakan keadilan
moralitas (3:2).3
Nabi juga menyatakan tentang "Hari Tuhan," ungkapan eskatologis para nabi
Perjanjian Lama yang muncul terdini di kitab ini, 4 yaitu suatu hari yang akan menjadi
hari kegelapan bagi Israel (5:18 dst). Allah akan membalas kejahatan Israel secara
mengerikan (6:8 dst), dengan perantaraan suatu bangsa yang diutus Allah sendiri
(6:14), yaitu Asyur. Nama bangsa itu tidak pernah disebut dalam kitab Amos, tetapi
pasti terbayang di depan mata. Namun demikian Amos masih memberi sedikit
harapan. Beberapa kali ia bicara mengenai kaselamatan yang akan diberikan Allah
kepada keturunan Yakub (9:8), yaitu kepada "sisa" keturunan Yusuf (5:15). Untuk
pertama kalinya ungkapan ini dipakai sehubungan dengan masa depan. Ajaran
mengenai Allah, Tuhan semesta alam dan mahakuasa, yang senantiasa membela
keadilan, dibentangkan Amos dengan keyakinan yang tidak tergoyahkan. Amos tidak
pernah memberi kesan menciptakan suatu ajaran baru. Ciri baru ajaran Amos
terletak dalam nada tegas yang mengingatkan segala tuntutan agama Yahweh yang
sejati.

B. Rumusan Masalah

3
Kompilasi dari berbagai sumber yang terdapat dalam daftar pustaka.
4
Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, jilid 1. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2003, 368.
Penelitian ini hendak menjelaskan berbagai aspek yang dapat ditemukan di
dalam seluruh Kitab Amos, dengan masalah utama, apakah inti Kitab Amos itu?
B. Tujuan Penelitian

Untuk menjelaskan bahwa Kitab Amos merupakan salah satu Kitab Kristen
yang beritanya menjadi penting bagi ajaran gereja. Terutama untuk upaya
pemulihan ibadah yang sejati dan sifat kepedulian sosial yang tulus. Suatu ajaran
yang relevan dan tetap apalikatif untuk masa kini.

c. Manfaat Penelitian

Penelitian ini memberikan gambaran tentang berita dan pesan Kitab Amos
yang masih sangat relevan pada masa kini, baik tentang kehidupan ibadah yang
berkenan kepada Allah, juga perbuatan-perbuatan sosial yang Tuhan harapkan
terwujud dalam parktik kehidupan umat-Nya. selain itu juga memperlihatkan
bagimana sifat-sifat Allah yang menjadi landasan beriman pada masa kini.
BAB II
ANTARA IBADAH DAN KEPEDULIAN SOSIAL
Kajian Ringkas Kitab Amos

Amos berasal dari desa Tekoa yang terletak kira-kira 19 km selatan


Yerusalem. Untuk menyampaikan teguran Allah terhadap ketidakadilan dan
perbuatan jahat Israel, dia harus pergi ke Betel. Nubuatnya disampaikan di pintu
gerbang kota (5:10, 12, 15), yang menjadi pusat kegiatan bisnis dan pemerintahan,
sekaligus lokasi tempat para tua-tua Israel memutuskan perkara bagi rakyat
(Yer.17:19; 19:2-3). Di sana Amos bernubuat tentang kehancuran Kerajaan Utara
(Am.5:1-3). Pada masa itu Uzia sedang memerintah sebagai raja Yehuda, Yerobeam
II raja Israel, juga nabi Yesaya, Hosea, dan Yunus sedang melayani di Kerajaan
Selatan. Kedua Kerajaan Israel dalam suasana makmur secara materi (2Taw.26:1-
16; 2Raj.14:23; 14:25), walaupun dikecam karena praktik-praktik keagamaan yang
korup dan segala jenis kejahatan yang mewarnai kehidupan mereka (2:4-8; 3:9-10;
4:1-5).

A. Kepenulisan

Kitab Amos dibagi atas 9 pasal dan 146 ayat, diberi judul sesuai nama nabi
itu sendiri. Dia berprofesi sebagai penggembala dan pemungut buah ara hutan di
desa berbukit di Tekoa (1:1; 7:14) dan senantiasa pergi ke pasar untuk menjual
domba-dombanya. Karena dia hanyalah seorang awam yang berasal dari sebuah
desa di Yehuda, namun berkhotbah bak singa mengaum di kerajaan Israel utara,
maka tentu saja dia tidak diterima dengan baik di Kerajaan Utara (7:12)!

1. Kepribadian Amos

Amos bukan seorang nabi profesional (7:14), tetapi setelah mendengar suara
Allah dia tidak mempunyai pilihan lain kecuali pergi menyerukan beritanya (1:12).
Demi ketaatan atas panggilan ini, Amos harus menempuh perjalanan ke utara, kira-
kira 22 mil (± 35 km) ke Betel, yang menjadi pusat penyembahan lembu emas
Israel.
Gaya penulisan kitab ini sederhana, indah dan mencolok. Ilustrasi-ilustrasi
yang dipinjam dari alam pedesaan bernafaskan atmosfir yang segar di
perkampungan. Sindirannya terhdap sejarah masa lalu, seperti ditemukan dalam
9:7, serta kekuatan gagasan beritanya yang secara berturut-turut ditampilkan,
membuktikan bahwa, meskipun tugasnya adalah seorang gembala, namun Amos
menemukan momentum yang tepat untuk mengajarkan masalah mental dan
spiritual.5
Kepribadian Amos kelihatannya sederhana, tetapi seorang pemberani.
Khotbahnya langsung pada sasaran, tanpa basa basi, sekalipun berdebat dengan
seorang imam (7:17). Nubuatnya penuh dengan suara penghakiman dan
kebinasaan. Ia menggambarkan Allah sebagai seekor singa yang mengaum-aum
(3:4,9), sebagaimana khotbahnya bak auman singa kepada para pendengar yang
enggan dan malu mendengarnya, karena imoralitas dan ketenteraman mereka
sedang digugat sang nabi dengan kasar. Nuansa kelembutan di dalam kitab ini hanya
berupa suatu pesan pengaharapan yang muncul di akhir kitab.6

2. Waktu Penulisan

Amos menandai misi pemberitaannyanya pada "dua tahun sebelum gempa


bumi." Gempa bumi itu merupakan suatu peristiwa sejarah yang penting (8:8; 9:5;
Zak 14:5), tetapi waktunya yang tepat tidak terlacak lagi. Mungkin sekitar tahun 750
SM, karena ada 2 orang Raja disebutkan, yaitu Uzia yang memerintah tahun 783-742
SM, dan Yerobeam II (786-746 SM). Menurut catatan Yosefus, gempa bumi itu
terjadi sekitar masa raja Uzia diserang oleh penyakit kusta akibat kelancangannya.

3. Situasi Masa Amos

Secara umum, Amos berkhotbah kepada suatu masyarakat yang sedang


mengalami keadaan yang baik.
a. Masa damai. Kerajaan Asyur yang invasif tengah diperintah oleh para
penguasa yang lemah, sehingga Israel bebas dari ancaman invasi.

5
Through the Blible Day by Day by F. B. Meyer: Introduction to Amos, dalam: E-Sword
Bible Softwear v.10.4
6
John Balchin, et,al. Inti Sari Alkitab Perjanjian Lama. Jakarta: PPA, 2005, 221.
b. Masa kemakmuran. Perdagangan maju sehingga secara ekonomis Israel
cukup makmur. Tetapi, …
c. Masa penuh kesenjangan. Kekayaan tidak terbagi rata dalam
masyarakat. Si kaya bertambah kaya, sedangkan si miskin bukan hanya
tambah miskin, tapi dengan sengaja ditindas oleh si kaya. Pada waktu
yang bersamaan mereka mulai melupakan Allah dalam kehidupan
mereka, sekalipun tetap menampilkan sikap keberagamaan (yang
semu).7

3. Tujuan Berita

Ketika Allah dalam kemurahan-Nya mengutus Amos ke Betel untuk


memberitakan amanat "bertobat atau mati," sang nabi diusir dari kota itu dan
diperintahkan jangan bernubuat di situ lagi (7:10-17, kontras tanggapan Niniwe
kepada berita Yunus). Pada waktu itu atau tidak lama sesudah itu, Amos pulang ke
rumahnya di Yehuda dan menulis beritanya. Maksud melakukan itu adalah:

a. Menyampaikan sebuah salinan tertulis dari peringatan kenabiannya


kepada Raja Yerobeam II, dan …
b. Menyebarluaskan berita di Israel (dan Yehuda) tentang kepastian
hukuman Allah yang menjelang atas Israel dan bangsa-bangsa di
sekitarnya, kecuali mereka bertobat dari penyembahan berhala,
kebejatan dan ketidakadilan.

4. Pentingnya Kitab Amos

Salah satu pentingnya kitab ini ialah koneksitasnya dengan Pentateukh dalam
rampaian beritanya. Amos merasa perlu untuk mengutip beberapa bagian dari
Pentateukh untuk menjadi kerangka amanat kitab ini. Acuan terhadap kelima Kitab
Musa itu berhubungan dengan:

a. Sejarah Israel

7
John Balchin, loc.cit.
Sejarah tidak akan terulang, tetapi dapat diambil hikmahnya, dan menjadi
sumber pengetahuan yang implikatif. Tujuan sejarah dalam Kitab Amos adalah untuk
menegaskan bahwa Allah yang telah berkarya dan menopang umat-Nya pada masa
lalu, dia juga Allah yang sama pada masa kini. Dia juga mengingkan sikap yang
sama terhadap umat-Nya pada masa kini, bahwa Dia menuntut sikap ibadah dan
praktik keseharian tidak boleh dipisahkan satu sama lain, yang berkenan kepada-
Nya.
Dalam pasal 4:11, Amos mengaitkan beritanya dengan pembinasaan Sodom
dan Gomora. Dia juga mengacu kepada Kitab Keluaran mengenai pengembaraan di
padang gurun (5:25), dan tentang penaklukan Kanaan (2:9-10). Dia juga
menyebutkan nama Ishak, Yakub dan Yusuf (3:13; 5:6; 7:16), dan acuan tidak
langsung kepada pemusnahan antara Yakub dan dan Esau (1:11). Bagi orang-orang
di zamannya, ini adalah suatu pengetahuan yang luas.

b. Hukum Taurat

Berita Amos juga merujuk kepada berbagai segi ibadah Israel (5:21), seperti
ibadah korban dan persembahan persepuluhan yang diatur oleh Hukum Taurat (8:5).
Acuan lainnya, termasuk keadaan moral bangsa itu yang didasarkan atas etika
Hukum Taurat, seperti dalam 2:8 (cp.Kel.22:6), 8:8 (cp. Im.19:35-36), 2:4-5
(cp.Ul.17:19).

B. Ciri dan Pesan Khas Kitab Amos

Mengutip Penuntun Hidup Berkelimpahan dalam Sabda/obl Bible Softwear,


dijelaskan ada enam ciri khas Kitab Amos.
a. Kitab ini merupakan seruan kenabian untuk keadilan dan kebenaran
berdasarkan sifat Allah. Jikalau hati Hosea hancur oleh ketidaksetiaan
Israel kepada Allah, maka Amos sangat marah atas pelanggaran Israel
terhadap standar-standar keadilan Allah.
b. Kitab ini secara jelas melukiskan betapa jijiknya agama bagi Allah jika
dipisahkan dari perilaku yang benar dalam hidup sehari-hari.
c. Kitab ini bersifat konfrontatif yang tidak tanggung-tanggung dan penuh
semangat. Konfrontasi Amos dengan imam Amazia (7:10-17) merupakan
adegan yang istimewa dalam nubuat Ibrani.
d. Gaya yang tegas dan penuh semangat mencerminkan kesetiaan sang
nabi yang kuat dan kokoh kepada Allah dan standar-standar kebenaran-
Nya bagi umat perjanjian itu.
e. Kitab ini menunjukkan kesediaan Allah memakai orang-orang yang takut
akan Allah, meskipun mereka tak memiliki mandat ‘kependetaan’ yang
formal untuk memberitakan amanat-Nya pada zaman profesionalisme
ini.
f. Kitab ini berisi banyak bagian terkenal, di antaranya ialah di 3:3,7; 4:6-
12; 5:14-15, 21-24; 6:1; 7:8; 8:11; 9:13.8

2. Empat Pesan Khas

a. Allah Menghakimi Bangsa-bangsa yang Berdosa


1) Allah mempunyai hak untuk menghakimi seluruh bangsa di dunia, tidak
hanya bangsa pilihan-Nya, oleh karena Dia adalah Sang Pencipta, 1:3-
2:3.
2) Ia menghukum karena tindakan mereka dalam memperlakukan sesama
manusia.
3) Hukuman yang dijatuhkan kepada setiap bangsa berlangsung terus
sepanjang sejarah.

b. Allah Menginginkan Keadilan Sosial


1) Dosa yang dikutuk ialah mengidolakan uang (3:10,15; 6:4-6), memeras
orang miskin (2:7; 4:1; 5:11), ketidakadilan (2:7; 5:7,10; 8:4-6) dan
imoralitas (2:7; 4:10).
2) Sikap yang diharapkan Allah ialah mengasihi kebaikan (5:14,15),
menjaga keadilan (5:15,24), dan hidup dalam kebenaran (5:24).

c. Allah membenci kepura-puraan beragama. Sikap Israel:


1) Tidak setia kepada janji mereka, 2:4,5; 3:1,2
8
Penuntun Hidup Berkelimpahan, dalam: Sabda/OBL versi 4.
2) Tidak menghormati Bait Allah, 2:8
3) Tidak bersyukur pada masa lalu, 2:9-12
4) Berpura-pura dalam penyembahan, 4:4,5; 5:21-27; 8:5
5) Tidak menghargai nabi, 7:10-17

d. Allah Mengasihi Israel yang Tidak Layak Itu


Walaupun Amos pada pokoknya berkhotbah mengenai pesan
penghakiman, ia juga berbicara mengenai Allah sebagai Allah yang
penuh kasih.
1) Allah dengan tanpa paksaan memilih untuk mengasihi, 3:2
2) Allah dengan sabar mencoba untuk mengajar, 4:6-11
3) Allah dengan penuh belas kasihan menawarkan pertolongan, 5:6
4) Allah dengan penuh kemurahan berjanji untuk memulihkan, 9:11-15.

C. Survai Ringkas

Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan9 dalam Sabda Bible Softwear


menjelaskan bahwa Kitab ini dengan sendirinya terbagi ke dalam tiga bagian utama.
Dalam bagian pertama (1:3-2:16), Amos pertama-tama mengalamatkan berita
hukuman kepada 7 bangsa di sekitar Israel, termasuk Yehuda. Setelah pada
mulanya membujuk Israel hingga dengan senang hati menyetujui hukuman Allah
atas bangsa-bangsa lain (1:3-2:5), Amos lalu dengan jelas menguraikan dosa-dosa
Israel dan hukuman Allah atas mereka (2:6-16). Bagian ini menentukan suasana
untuk berita penghukuman kitab ini, yang menghasilkan kebinasaan dan
pembuangan bangsa itu.
Bagian kedua (3:1-6:14) mencatat 3 berita tegas, masing-masing dimulai
dengan frasa "Dengarlah firman ini" (3:1; 4:1; 5:1). Dalam berita yang pertama,
Allah mendakwa Israel justru karena mereka sebagai umat yang diistimewakan,
namun murtad (3:2). Berita kedua diawali dengan menyapa wanita-wanita yang
makmur di Samaria sebagai lembu-lembu Basan yang membujuk suaminya memeras
orang lemah, menginjak orang miskin (4:1). Amos bernubuat bahwa mereka akan
digiring ke dalam tawanan dengan kait dan kail sebagai hukuman yang layak dari
Allah (4:2-3). Amos menyampaikan kata-kata yang sama bagi pedagang yang tidak
9
Penuntun Hidup Berkelimpahan, dalam: Sabda/OBL versi 4.0
jujur, penguasa korup, pengacara dan hakim yang mencari untung, dan para imam
dan nabi yang berkompromi. Berita ketiga (5:1-6:14) mencatat dosa-dosa Israel
yang menjijikkan, dan Amos mengimbau “orang-orang yang merasa aman di Sion"
untuk bertobat (6:1), sebab kehancuran dahsyat dan hukuman atas dosa sedang
datang.
Bagian ketiga (7:1-9:10) mencatat 5 penglihatan mengenai hukuman Allah
yang menjelang. Penglihatan keempat secara jelas sekali menggambarkan Israel
sebagai keranjang dengan buah musim kemarau yang ranum dan segera membusuk,
menyingkapkan panasnya hukuman Allah (8:1-14). Penglihatan terakhir melihat Allah
sedang berdiri dekat mezbah, siap memukul ibu kota Samaria dan kerajaan yang
merosot itu (9:1-10). Kitab ini ditutup dengan janji yang singkat tetapi mengesankan
tentang pemulihan kaum “sisa” yang selamat di masa depan (9:11-15).

D. Analisis Ringkas

Amos adalah seorang nabi abad ke-8 SM, rekan sezaman Yesaya dan Mikha di
Yehuda, dan Yunus serta Hosea di Israel. Dia menerima vision yang menjadi
beritanya, berupa beberapa penglihatan mengenai Israel, kerajaan utara (7:1,4,7;
8:1-2; 9:1). Sekalipun ia orang awam tanpa status nabi yang resmi, tetapi Allah
memberikan kepadanya beban dalam pelayanan kenabian bagi Israel yang
memberontak (7:14-15). namanya berarti "terbeban" atau "pemikul beban."10
Para ahli purbakala telah menemukan bukti terjadinya sebuah gempa bumi
besar yang merusak di beberapa tempat di Israel, termasuk ibukotanya Samaria.
Zakharia juga menyebutkan gempa bumi yang sama (Zak. 14:5) lebih dari 200 tahun
kemudian, serta menyatakan bahwa gempa itu sangat besar. Acuan yang oleh Amos
dipandang sebagai pengesahan dari berita dan pelayanannya sebagai nabi kepada
Israel (cp. 9:1). Dalam rangka mengikuti panggilan Allah, Amos pergi ke
Betel, tempat tinggal raja Yerobeam II dan pusat agama kafir yang dibanjiri para
penyembah. Di sana Amos dengan berani memberitakan seruan keadilan, kebenaran
dan hukuman Allah. Dari dalam kitab ini terlihat:

1. Ajaran-ajaran utama

10
Disarikan dari The Cambridge Bible for Schools and Colleges, dalam: E-Sword Bible
Softwear versi 10.4, 2014.
Amanat Amos dapat dibagi dalam lima bagian utama, yaitu penyingkapan
tentang Allah, perhatian khusus Allah kepada Israel, hukumaan Allah yang tidak
dapat dibatalkan melalui sikap agama yang palsu, masalah keadilan praktis dan janji
pengaharapan akhir.

a. Penyingkapan Tentang Allah

Pemberitaan tentang Tuhan disingkapkan dengan menyatakan bahwa Yahweh


adalah Penciptaan semesta alam (4:31), yang terus aktif-hadir sebagai penopang
ciptaan-Nya. Dia yang mengubah kekelaman menjadi pagi dan membuat siang
menjadi gelap seperti malam dan yang mengendalikan gelombang laut (5:8; 9:6).
Tuhan yang menentukan adanya kekurangan (4:6-11) atau serba kecukupan (9:13).
Dia yang mengendalikan nasib bangsa-bangsa, menentukan nasib Israel (1:5),
membangkitkan bangsa itu (6:14) dan memusnahkan bangsa lain (2:9). Dia yang
mengendalikan penyebaran Israel (9:7). Tuhan adalah Hakim yang memvonis (1:3-
2:3) ketika mereka melanggar hukum moral-Nya.

b. Perhatian Khusus pada Israel

Dalam pengertian yang khusus, Tuhan adalah Allahnya Israel, yang atas
kehendak-Nya sendiri telah mengikatkan diri-Nya dengan memilih Israel menjadi
umat-Nya (3:2). Melalui para pelayan-Nya Ia telah menyatakan kehendak-Nya
kepada Israel (2:11; 3:7). Konsekuensi dari keistimewaan sebagai umat Allah ialah
tanggung jawab untuk melakukan kehendak-Nya. Bila mereka gagal, maka hukuman
yang lebih berat akan dijatuhkan daripada kepada bangsa-bangsa kafir. Ketika Israel
melanggar hukum Allah (1:3-2:3), tidak ada jalan lain kecuali bersiap menerima
hukuman (4:12).

c. Hukuman Allah Tidak Dapat Dibatalkan oleh Sikap Agama yang Palsu

Amos juga memberitahukan bahwa hukuman yang dilanggar karena berbuat


dosa tidak dapat dihapus dengan upacara keagamaan, pesta atau korban. Sebab
Allah sudah bersiap di dekat mezbah mereka untuk memukulnya (9:1-4). Ibadat
yang mereka kerjakan dengan rinci tidak akan berpengaruh, bahkan lebih
merupakan kebencian bagi Dia, selama itu dikerjakan tanpa ada keinginan untuk
memenuhi norma-norma etis di dalam hukum-Ny yang suci. Sebab Allah membenci
upacara dan ritual yang terpisah dari moralitas yang Tuhan tuntut dan sinkretistik
(5:1, dst.).

d. Allah Menghendaki Praktik Keadilan

perhatian soail adalah salah satu berita yang paling signifikan mendapat
teguran Amos. Berita Amos menuntut orang Israel agar melakukan keadilan praktis
atas nama Tuhan (5:24). Keadilan merupakan ciri moral yang paling penting untuk
dipraktikkan. Setiap pemerkosaan terhadap hukum moral, baik oleh orang kafir (1:3-
2:3) terlebih bangsa Israel (2:4-6) adalah pemerkosaan terhadap hukum Allah.
Karena Dia adil, maka ketidakadilan, ketidakjujuran, kebejadan moral tidak
mendapat toleransi dari Allah, tetapi pasti mendapat pembalasan yang keras.
Amos menegur Israel karena ketidakmampuan mereka untuk “berbuat jujur”
(3:10). Sementara nabi menegaskan aspek-aspek “batin” dari hubungan perjanjian
Yahweh (termasuk di dalamnya mengasihi Allah dengan segenap hati dan menaati
hukum-hukum-Nya), ia dengan jelas memahami implikasi-implikasi etis dari
hubungan perjanjian dengan Yahweh untuk perilaku perseorangan dan perilaku
bersama. Imbauannya yang bersemangat untuk masyarakat yang lemah (yang
miskin, kekurangan dan menderita – cf. 2:6-7; 4:1; 5:11-12; 8:4,6) dan kritikannya
terhadap para penindas yang kaya raya, membuat Amos memiliki reputasi sebagai
pembicara Allah untuk keadilan sosial.11

Perhatian dan Kepedulian Sosial dalam Kitab Amos12


Pelayanan Sosial Aksi Sosial
Meringankan kekurangan (5:2) Menyingkirkan penyebab kekurangan
(8:4-6)
Kegiatan kemanusiaan (4:5:6:4-7) Kegiatan politik dan ekonomi (5:10-15)
Perbuatan belas kasihan (4:1; 6:4-7) Mencari keadilan (2:6-8; 5:7, 24; 6:12)

11
Andrew Hill, John Walton. Survei Perjanjian Lama. Malang: Gandum Mas, 2004, 617.
12
Dikutip dari A. Hill dan Walton, Ibid., 616.
e. Janji Pengharapan Akhir yang Indah dari Teguran yang Keras

Keputusan hukuman Tuhan bukanlah berita yang terakhir dari nubuat Amos
kepada Samaria (5:4). Kitab yang isinya teguran keras ini diakhiri dengan suatu janji
yang cerah (9:1-5). Namun demikian, pelayanan Amos pada zamannya sepertinya
menghadapi kegagalan. Tidak seorang pun yang menyangkal amanatnya, namun
suara hati rakyat sudah mengeras. Bahkan, pada akhirnya Amazia, sang imam,
mendesak dia untuk harus segera meninggalkan Samaria dan kembali ke Yehuda,
dan menyuruh menyampaikan amanatnya di sana saja (7:10, dan seterusnya).

f. Penggenapan dalam Perjanjian Baru

Berita Amos tampak dengan jelas dalam ajaran Yesus dan kitab Yakobus.
Tuhan Yesus dan Yakobus menerapkan berita Amos, bahwa ibadah yang sejati
kepada Allah bukanlah pelaksanaan formal tatacara agama, tetapi mendengar dan
melaksanakan kehendak Allah, yang ditunjukkan dengan perlakuan yang adil dan
benar terhadap sesama manusia (mis. Mat 7:15-27; 23:1-39; Yak 2:1-26). Amos,
dikuti Yakobus, menekankan prinsip bahwa "agama yang sejati menuntut perilaku
yang benar." Akhirnya, Yakobus mengutip Am 9:11-12 pada Sidang di Yerusalem
(lih. Kis 15:16-18) dalam hubungan dengan penerimaan orang bukan Yahudi di
dalam gereja.

2. Tema-tema Utama Kitab Amos

a. Melanggar Hukum Allah

Amos mengutuk bangsa-bangsa karena dosa mereka (1:3,6,9,11,13;


2:1,4,6), yaitu sikap memberontak mereka terhadap hukum Allah. Melanggar hukum
Allah merupakan dosa yang paling utama. Pelanggaran itu dapat pribadi maupun
secara nasional. Berdasrkan daftar dosa-dosa yang menyebabkan mereka dihukum,
banyak yang tetap dipraktikkan sampai masa kini.
b. Menghadapi Hukuman Allah

Apabila manusia berdosa maka:


1) Hukuman tidak dapat dielakkan, sebagai ekor dosanya (1:3, 6, 9, 11, 13;
2:1, 4, 6).
2) Hukuman tidak dapat dihindari sebab Allah yang menetapkannya berlaku
(3:13-15).
3) Hukuman menjadi lebih besar bagi mereka yang mendapat hak istimewa
dan yang membina hubungan yang khusus dengan Allah (3:2).
4) Hukuman dilaksanakan oleh Allah dengan penuh keengganan (7:1-6).

c. Mendengar Suara Allah

Nasib paling buruk yang mungkin dialami umat manusia ialah bertahan
dalam suatu periode yang di dalamnya Allah diam (8:11, 12). Tetapi, dalam zaman
Amos Allah telah berbicara melalui peristiwa-peristiwa (4:4-11), dan melalui nabi
(7:14, 15). Amos bukan seorang nabi formal, tetapi mempunyai keinginan bernyala-
nyala untuk mengumandangkan firman Tuhan. Allah juga dapat memeakai cara
sedemikian untuk mengingatkan umat-Nya dewasa ini. Pikirkanlah contohnya!

d. Melakukan Kehendak Allah

dari berita Amos tersirat bahwa sesungguhnya tidak ada kata terlambat untuk
bertobat. Karena itu Amos memanggil bangsa Israel untuk bertobat. Pertobatan
harus lebih dari hanya berkata menyatakan "Maaf.” Pertobatan merupakan suatu
perubahan cara berpikir dan bertindak secara total, yang mengakibatkan orang
berpaling dari cara hidup yang lama dan mulai hidup sesuai dengan apa yang
dikehendaki Allah. Hal yang sama juga menjadi sasaran yang seharusnya bagi buah
pertobatan dalam kehidupan umat Tuhan masa kini. Apa yang Allah inginkan dari
bangsa Israel adalah tindakan nyata (5:14, 15, 24). Sayang mereka menolaknya,
terutam dengan mengusir nabi Amos dari negeri Samaria.
BAB III
PENUTUP DAN REFLEKSI

Kitab Amos, sekalipun secara kuantitas hanya sebuah kitab yang kecil,
namun pesannya sangat bersar dan penting untuk digali ulang dan ditindaklanjutkan
dalam ranah praksis. Peenggambarannya yang sangat penting tentang sifat-sifat
Allah adalah sangat luar biasa. Amos bukan seorang teolog atau filsuf ketuhanan,
tetapi dia menyatakan apa yang didengar dan diterimanya langsung dari Allah.
Beritanya bukan hasil pengeditan dari kaum rohaniawan dan cendikiawan, tetapi
murni dari Allah
Berita Kitab Amos adalah berita yang inspirasional. Karena itu perlu menjadi
bahan refleksi juga bagi umat Kristen post modern. Beberapa aspek yang bisa
menjadi perenungan:

1. Bagaimana Seharusnya Hidup di Dunia Ini?

Ingatlah, hak-hak asasi manusia harus dihargai, keadilan itu penting, orang
miskin berharga di mata Allah, hidup bermewah-mewah adalah hidup yang
berbahaya, penghakiman segera datang.

2. Bagaimana Harus Hidup di Hadapan Allah?

Ingatlah, taruhlah Allah di atas segalanya, pastikan bahwa ibadah itu nyata
dan implikatif, pekalah terhadap suara Allah, bersiaplah untuk bertemu Allah,
janganlah bergantung kepada agama, tetapi kepada Allah.
DAFTAR PUSTAKA

Boyd, Robert T. Worlds Bible Handbook. Grand Rapid: World Publishing, 1991.
International Standard Bible Encyclopedia, dalam: E-Sword Bible Softwear, v.10.4
Ensiklopedi Alkitab Masa Kini, jilid 1. Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2003.
Through the Blible Day by Day by F. B. Meyer: Introduction to Amos, dalam: E-
Sword Bible Softwear v.10.4
Balchin, John, et,al. Inti Sari Alkitab Perjanjian Lama. Jakarta: PPA, 2005.
Penuntun Hidup Berkelimpahan, dalam: Sabda/OBL versi 4.0
The Cambridge Bible for Schools and Colleges, dalam: E-Sword Bible Softwear versi
10.4, 2014.
Hill, Andrew E., Walton, John H.. Survei Perjanjian Lama. Malang: Gandum Mas,
2004