Anda di halaman 1dari 10

CUPANG (Betta sp.

Halfmoon (www.yourfishtankguru.com)

Crown tail (www.bettatalk.com)

Double tail (www.flippersandfins.net)

Halfmoon plakat (www.banleangbetta.com)

Cupang dragon (ebetta.com)

Cupang giant (www.bettas4all.nl)

Copper (bettysplendens.com)
Cupang (Betta sp.) adalah ikan air tawar yang habitat asalnya adalah beberapa negara di
Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Thailand,Malaysia, dan Vietnam. Ikan ini
mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam
mempertahankan wilayahnya. Di kalangan penggemar, ikan cupang umumnya terbagi
atas tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar.

Ikan cupang adalah salah satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama sehingga
apabila ikan tersebut ditempatkan di wadah dengan volume air sedikit dan tanpa adanya
alat sirkulasi udara (aerator), ikan ini masih dapat bertahan hidup.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Cupang

AKRAB DENGAN IKAN CUPANG

Sembilan tahun menggeluti ikan cupang, membuat Hari Respati sangat akrab dengan
ikan unik tersebut. Bahkan dia terpilih sebagai ketua perkumpulan penggemar ikan
cupang. Hanya saja, hingga kini dia belum berani menilai kualitas ikan bernama latin
Betta splendens itu.

Ketua Tugu Muda Semarang Betta Community itu tak berani menjadi juri kontes cupang.
''Saya tak berani menilai. Sebab menentukan kualitas cupang bukan persoalan yang
gampang. Banyak kriteria yang harus dinilai,'' tutur Hari yang menjadi Ketua Pelaksana
Semarang Betta Contest 2006. Kontes ikan cupang itu akan digelar di Pasar Ikan
Higienis, Jalan Pengapon, Minggu (23/7). Lomba akan diikuti paling sedikit 100 peserta
dari berbagai kota di Jateng. Selain lomba, di tempat yang sama juga digelar pameran
ikan hias.Hari mengatakan, sudah lama menggemari ikan hias jenis itu. Namun baru pada
1997 benar-benar memfokuskan diri sepenuhnya pada ikan yang dulunya lebih dikenal
sebagai ikan aduan. Koleksi ikan cupang yang dimilikinya mencapai 200 ekor. Dari
jumlah itu, 50 ekor di antaranya termasuk ikan mahal, harganya Rp 100.000 - Rp 500.000
per ekor.

Ikan Aduan

Saat menjadi ikan aduan, bentuk sirip cupang pendek dan warna tidak cerah. Dalam
perkembangannya, cupang berevolusi menjadi ikan hias karena keindahan siripnya.
Cupang hias dihasilkan melalui kawin silang dalam beberapa keturunan.Yang
berkembang tak hanya bentuk tubuh dan sirip, tetapi juga warna menjadi lebih cerah
dibanding dengan cupang aduan. "Merawat ikan cupang cukup susah. Pemeliharaannya
harus benar-benar teliti. Tak sekadar memberi pakan, tetapi juga memperhatikan kualitas
air tempat ikan dipelihara," ungkap dia.

Jenis ikan cupang yang populer di Indonesia saat ini antara lain serit, halfmoon, double
tail dan plakat. Ikan jenis halfmoon dan plakat, lebih banyak didatangkan dari Thailand.
Sedangkan jenis serit, produk Indonesia paling unggul.Dalam setiap lomba, selalu
muncul jenis baru yang memiliki keunggulan tersendiri. Karena itu, dalam lomba di
Semarang, juga diharapkan muncul jenis baru. Salah satu jenis disebut ikan halfmoon
karena ekor ikan itu hampir menutupi setengah badannya dan berbentuk seperti bulan
setengah pada malam hari.Sementara di Indonesia, ikan cupang jenis serit menjadi
andalan dalam berbagai kontes tingkat internasional. Sebab ikan itu lebih unggul dalam
bentuk dan ukuran serta siripnya yang mirip sisir. "Ikan cupang yang baik itu dilihat dari
kesempurnaan bentuk tubuh dan siripnya," tambah dia. (Rosyid Ridho-18m) (22 Juli
2006)

Sumber :

http://www.suaramerdeka.com/harian/0607/22/kot05.htm
14 Mei 2009

Sumber Gambar:

http://ebetta.com/wp-content/uploads/2007/10/bloodbutterfly-halfmoon.jpg

Diposkan oleh Akang Kasep di 02.54 0 komentar

BETERNAK IKAN CUPANG

Beternak Ikan Cupang ini bisa dibilang gampang – gampang mudah. Sebenarnya
ada hal yang harus diperhatikan sebelum mengawinkan ikan kesayangan anda.
Kalau salah bisa – bisa ikan cupang kesayangan anda tidak jadi kawin dan
menghasilkan terlur, tetapi malah mati.

Hal – hal tersebut adalah

MEMILIH INDUKAN

Kalau kita memilih ikan yang akan dikawinkan, sebaiknya pilih ikan yang bagus
meskipun bukan ikan level1 yang biasanya di lombakan. Asalkan indukan itu bagus,
maka kemungkinan anakan yang dihasilkan akan bagus pula. Karena anakan akan
memiki sifat dari indukannya.

Untuk ikan jantan,


- Pilih ikan yang sering berenang di bawah ataupun melayang ditengah permukaan.
Jangan pilih ikan yang sering berenang pada permukaan air. Hal itu menandakan
bahwa ikan itu dalam kedaan tidak sehat.
- Pilihlah ikan yang memiliki warna cerah. Meskpun ikan itu berwarna gelap (hitam)
pilihlah warna yang mengkilat. Karena itu merupakan ciri pejantan tangguh

- Ikan cupang jantan haruslah lincah. Jika ingin mengetahui lincah atau tidak ikan
itu, coba dekatkan dengan cupang jantan lain. Maka akan terlihat nantinya.

Untuk ikan betina

- Ikan betina memiliki warna pudar dan gerakannya tidak lincah. Ikan ini cenderung
lebih sering diam.

- Pilih ikan cupang betina yang memiliki matang telur. Betina yang matang telur
dapat diketahui dari perutnya yang buncit dan dibagian perut bawahnya (dekat
dengan sirip dasi ikan) ada semacam bintik bintik putih.

- Ikan ini haruslah sudah berumur diatas 4 bulan. Sebetulnya bisa mengawinkan
dibawah umur 4 bulan, misalnya 3 bulan keatas. Namun..ikan ini akan menghasilkan
telur yang tidak cukup banyak.

PAKAN

Sebelum ikan betina dimasukkan kedalam wadah pemijahan, sebaiknya 2-3 hari
sebelumnya diberi makanan jentik nyamuk. Agar perutnya semakin buncit dan telur
yang dihasilkan bisa semakin banyak.

KUALITAS AIR

Kondisi air ini sangat penting dalam proses pemijahan, malah untuk masa penetasan
telur kondisi air akan sangat banyak dibutuhkan. Kondisi air yang baik, memiliki
lebih kurang ph 7. Jika ph air terlalu asam ataupun terlalu basa, maka akan sangat
berpengaruh terhadap keadaan ikan.

TEMPAT PEMIJAHAN

Tempat pemijahan ikan cupang sebetulnya tidaklah lebih besar jika dibandingkan
dengan tempat pemeliharaannya. Cukup gunakan akuarium berukuran kecil ataupun
toples – toples yang ada. Jika tempat terlalu besar, kemungkinan kawin ikan ini
sangatlah kecil, karena saling jauh jarak antara ikan jantan dan ikan betina.
Tahap – tahap yang perlu dilakukan :
1. Pindahkan ikan jantan ke dalam wadah pemijahan dan biarkan dahulu selama satu
hari. agar si jantan ini bisa beradaptasi dengan daerah barunya tersebut.

2. Dekatkan si jantan dan betina, PDKT istilahnya. Dengan cara menempatkan


betina ke dalam tempat si jantan, namun si betina jangan dimasukkan terlebih
dahulu. Gunakan gelas aqua ataupun plastik untuk cupang betina.

3. Biarkan kedaaan seperti diatas hingga 1-2 hari. Lihatlah, apabila pada permukaan
tempat cupang jantan sudah banyak gelembung – gelembung yang dibuat, berarti
cupang jantan itu sudah siap. Setelah itu langsung masukkan saja cupang

betina ke dalamnya. Dan biarkan ke adaan ikan seperti itu.

4. Sekitar 1-2 hari lihatlah ikan tersebut. Jika berhasil, di permukaan akan ada
banyak terlur berwarna putih yang menempel pada gelembung – gelembung yang
sebelumnya pernah dibuat oleh cupang jantan.

5. Setelah tahu ada terlur, sebaiknya angkat dan pindahkan cupang betina ke dalam
tempat lain. Karena kebanyakan cupang betina memakan telurnya sendiri. Berbalik
dengan cupang jantan yang selalu menjaga telurnya dengan penuh siaga dan kasih
sayang.

6. Jangan lupa beri makan secukupnya, baik cupang jantan maupun cupang betina.
Karena setelah proses pemijahan itu selesai, kedua ikan akan sangat kelelahan dan
butuh makanan untuk asupan energi. Terutama untuk cupang betina, beri ia waktu
istirahat sebelum akan dikawainkan kembali. Sebaliknya, cupang jantan juga diberi
makan agar tidak kelaparan dan memakan telur – telurnya sendiri.

7. Cukup butuh waktu 2 hari saja untuk menunggu telur itu menetas. Nanti akan
terlihat meski sangat kecil, anakan berenang meski belum sempurna dan masih
dibantu ikan jantan. Jika anakan jatuh ke dasar, maka akan diambil dan diletakkan
kembali ke dalam gelembung – gelembungnya.

8. Berilah makanan anakan itu setelah 2-3 hari dari telur menetas. Biasanya anakan
diberi makanan infusaria (anak kutu air) atau kalau tidak ada, bisa diberikan kutu air
yang telah disaring.

Hal ini saya paparkan berdasarkan yang sudah pernah saya lakukan dan juga
berdasarkan penelitian – penelitian terhadap hal tersebut. (naif05, 28 Maret 2009)
Sumber :

http://naif05.wordpress.com/2009/03/28/beternak-cupang/

Sumber Gambar :

http://www.bettafishcenter.com/images2/MGM8A2.jpg
Diposkan oleh Akang Kasep di 02.16 1 komentar

TEKNIK MEMPRODUKSI BETTA (IKAN CUPANG) JANTAN

Pendahuluan
Ikan Betta atau dengan sebutan populer ikan cupang (Betta Splendens) merupakan salah
satu ikan hias yang mempunyai nilai komersial, baik untuk pasar dalam negeri maupun
pasar ekspor. Sebagai ikan hias yang gemar berantem, mempunyai penampilan yang
menarik yaitu mempunyai sirip yang relatif panjang dengan spektrum warna yang bagus
sedangkan pada ikan betta betina penampilannya kurang menarik, karena siripnya tidak
panjang dan warnanya pun tidak cerah sehingga pada ikan betta, jenis kelamin jantan
lebih tinggi dibanding jenis kelamin betina. Dengan dasarnya itulah diperlukan upaya
memperbanyak produksi ikan Betta jantan, yang dapat dilakukan secara masal.

Teknik Pemijahan dan Produksi

Pada induk jantan yang matang gonad warna siripnya lebih cerah sedang pada induk
betina perutnya membuncit dan secara transparan, telur pada saluran pengeluaran dapat
terlihat.

Pada prinsipnya pemijahan dilakukan secara berpasangan dalam setiap wadah yang
terpisah (akuarium, ember atau dalam kotak-kotak yang ditempatkan didalam bak).
Sebelum dicampurkan induk betina dimasukkan dalam botol agar tidak mengganggu
jantan dalam membuat sarang busa. Sarang dibuat dengan cara mengambil gelembung
udara dari permukaan dan melepaskannya ke bawah permukaan daun atau tanaman air
yang mengapung dipermukaan air. Proses ini berlanjut berjam-jam dengan sesekali
berhenti untuk makan.

Bila sarang telah siap, induk betina dikeluarkan dari botol, dicampurkan dengan jantan
agar dapat memulai pemijahan. Pada saat pemijahan tubuh jantan menyelubungi induk
betina membentuk huruf " U " dengan ventral saling berdekatan selama + 1 menit sampai
mengeluarkan telur yang segera dibuahi sperma. Telur perlahan tenggelam dan akan
segera diambil oleh induk jantan dengan mulutnya untuk selanjutnya diletakkan disarang
busa. Proses pemijahan berlangsung selama + 1 jam dengan 20-25 tahap pemijahan yang
sama. Ketika aktifitas pemijahan berakhir, induk betina dipindahkan dari tempat
pemijahan untuk dikembalikan ke tempat pemeliharaan induk, namun sebaiknya lebih
dulu dimasukkan dalam larutan metyline blue 2 mg/liter selama 24 jam untuk mengobati
luka yang mungkin ada setelah pemijahan. Sedang induk jantan tetap pada wadah
pemijahan untuk merawat dan menjaga telur sampai menetas. Dalam setiap kali
pemijahan diperoleh telur sebanyak 1000-1500 butir. Selanjutnya pemeliharaan larva dan
pendederan serta pembesaran dapat dilakukan pada wadah berupa bak tembok dengan
pakan berupa cacing Tubifex sp. atau Chironomus sp. untuk siap dipasarkan.
Teknik Memperbanyak Ikan Betta Jantan
Ikan betta jantan mempunyai warna yang lebih cerah dan sirip-sirip yang lebih panjang
dibanding ikan betta yang betina. Oleh karena itu ikan betta jantan lebih diminati
konsumen dan mempunyai nilai komersial yang lebih tinggi dibanding yang betina.
Sehubungan dengan itu perlu dilakukan teknik memperbanyak produksi ikan betta jantan
dalam setiap kali pemijahan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan
pemberian hormon androgen pada masa diferensiasi kelamin.

Teknik pemberian hormon tersebut adalah dengan cara meremdam telur ikan betta pada
fase bintik mata ( + 30 jam setelah pemijahan ) kedalam larutan hormon 17 Alpa
metiltestosteron dengan konsentrasi 20 mg/liter air selama 8 jam. Pembuatan larutan
hormon tersebut adalah dengan cara melarutkan hormon sebanyak 20 mg ke dalam 1 ml
alkohol 70 % dan selanjutnya dimasukan keair yang akan dipakai merendam sebanyak 1
liter.
Telur hasil perendaman dimasukkan kembali kedalam wadah yang berisi air dengan
diberi larutan metyline blue untuk mencegah timbulnya jamur dalam proses penetasan.
Tahap selanjutnya sama dengan prosedur pembenihan ikan betta sampai berumur tiga
bulan untuk dapat dibedakan jenis kelaminnya. Diharapkan dengan pemberian hormon
steroid tersebut dapat memperbanyak ikan betta jantan sampai dengan 95 % dalam setiap
pemijahan. (RAD)

Sumber :

http://www.radmanblog.cn/entry/9/Teknik-Memproduksi-Betta-Ikan-Cupang-Jantan.html

14 Mei 2009

Sumber Gambar:

http://www.bettafish.name/Betta_Fish.jpg

Diposkan oleh Akang Kasep di 02.12 1 komentar

IKAN CUPANG PEMAKAN JENTIK NYAMUK


Dengan datangnya musim hujan, biasanya terdapat wabah penyakit. Salah satu penyakit
yang menyerang pada musim hujan adalah penyakit demam berdarah yang disebabkan
nyamuk Aedes Aegypty.

Apabila disekitar pekarangan terdapat genangan air baik kolam, akuarium maupun bak –
bak air sangat disarankan untuk pemeliharaan ikan cupang sebagai pemangsa jentik –
jentik nyamuk yang merupakan penyebab sakit demam berdarah.

Adapun pemeliharaan ikan jenis tersebut adalah dengan kepadatan 2 ekor ikan per meter
persegi. Dengan kepadatan tersebut sudah mampu memangsa jentik – jentik nyamuk
dalam wadah air seluas satu meter persegi. Selain harganya murah, kedua jenis ikan itu
juga tidak perlu diberi makan karena mereka mudah hidup di air yang bersih. Pembelian
kedua jenis ikan itu marak sejak dua tahun terakhir ini. Biasanya kedua jenis ikan laku
keras saat memasuki musim hujan seriring terjadinya peningkatan penyakit DBD.

Cara tersebut merupakan salah satu alternative pencegahan terhadap penyakit demam
berdarah yang disarankan oleh Dinas Peternakan dan Perikanan serta Dinas Kesehatan
Kab. Sragen. ( Disnaknews - Bpr/Snt ), 23 Desember 2008

Sumber :
http://www.sragen.go.id/berita/berita.php?id=7341
14 Mei 2009

Sumber Gambar :
http://4.bp.blogspot.com/_wQdJZ7cqacI/SImar7YN-4I/AAAAAAAAABw/aYquvowR-
0o/s400/119177.JPG
Diposkan oleh Akang Kasep di 01.58 0 komentar

BUDIDAYA IKAN CUPANG (2)

1. Persiapkan wadah baskom/akuarium kecil dan bersih.


2. Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 - 30 Cm.
3. Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari.
4. Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.
5. Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam
wadah pemijahan.
6. Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa
busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.

1. Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur
sampai menetas.Pembesaran anakKetika burayak ikan cupang sudah dapat
brenang dan sudah habis kuning telurnya, sudah harus disiapkan media yang lebih
besar untuk tempat pembesaran.
2. Pindahkan anakan bersama induk jantannya.
3. Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
4. Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.

Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat
tumbuh.Pasca PanenPasca panen yaitu setelah ikan cupang hias mencapai 1 bulan sudah
dapat dilakukan pemanenan sekaligus dapat diseleksi atau dipilih. Ikan yang berkwalitas
baik dan cupang hasil seleksi dipisahkan dengan ditempatkan ke dalam botol-botol
tersendiri agar dapat berkembang dengan baik serta menghindari perkelahian. Setelah
usia 1,5 sampai 2 bulan cupang hias mulai terlihat keindahannya dan dapat dipasarkan.

Sumber :

http://www.jakarta.go.id/_jakpus/Ternak/Bdy%20Cupang.htm
14 Mei 2009

Sumber Gambar :
http://1.bp.blogspot.com/_-
SMovpsNFcg/SK5YtHwAabI/AAAAAAAAABY/xUnijoZJzFE/s320/blue_orange_butte
rfly.jpg
Diposkan oleh Akang Kasep di 01.53 1 komentar

TIPS PEMELIHARAAN IKAN CUPANG

Menangani Ikan Cupang yang Sakit

Yang pertama saya ingin memberikan tips bagaimana kalau ikan cupang anda sakit :
- Siapkan Air 1/2 Liter.
- Garam dapur atau Garam ikan (2 sendok makan).
- Bliz Id atau Methaline blue (5 tetes).
- Tetra Clor 5 kapsul .
- Pomate 1 mg.
- Semuanya diaduk menjadi satu didalam botol aqua 1/2 liter.
- Botol aquanya tutupnya dilubangi dan ditaruh selang.
- Kemudian air yang ada di akuarium/ dibotol aqua diberikan 2 tetes saja setiap
akuariumnya

Ikan anda akan berangsur-angsur sembuh dan menjadi sehat


*Teknik tersebut dapat diberikan kepada ikan cupang sehat untuk pencegahan atau ikan
yang sedang bertelur, agar anak dari ikan yang bertelur itu tidak ada yang mati.

Cara Memilih Ikan Cupang yang Berkualitas


Tips yang kedua ini berisi bagaimana rekan-rekan sesama pen"cupang_Mania" kita harus
pandai-pandai dalam hal memilih ikan yang berkualitas,oleh sebab itu tips yang kedua ini
harap dibaca dengan baik-baik dan seksama.sudah siap?????

1. Pilihlah ikan yangekornya lebar dan seritnya tebal, jangan yang tipis (karena jika tipis
mudah terkena penyakit,dan akibatnya seritnya akan menjadi keriting).
2. Bentuk ekor kalau bisa 180 derajat (biasa disebut a Half Moon), karena perkembangan
ekornya akan memanjang (usahakan jangan memilih yang ekornya kurang lebar),karena
sewaktu ikan itu berkembang manjadi besar antara ekor dan siripnya ada celah sehingga
kurang bagus.
3. Bentuk ekor seritnys harus sama dan rapi.
4. Letak Ekor dengan badan ikan harus ditengah benar-benar seimbang, jangan agak
menjorok ke atas.
5. Pilihlah ikan yang badannya besar, jangan yang memanjang, karena memanjang maka
pada saat ikan itu berkembang menjadi besar antara ekor dan siripnya akan ada celah.
(kurang rapat)
6. Pangkal ekornya harus tebal, jika tipis maka pada saat perkembangan ikannya tidak
menambah lebar dari ekornya.
7. Pilihlah ikan yang sering/senang bermain di dasar atau tengah air, karena kalau ikan
yang sering bermain di atas kemungkinan ekor yang lebar tersebut urat dari seritnya
tersebut akan patah.
8. Jika ikan yang kita sukai sering bermain di permukaan air, caranya agar ikan tersebut
tidak bermain di atas adalah sekat yang untuk menutup akuarium ditutup setengah saj
(dari atas ketengah), jadi yang terlihat hanya dari bagian tengah ke bawah.
9. Jika kita memilih ikan warna kombinasi, kalau bisa warna di ekor dan disiripnya
sempurna (Tidak berantakan=rapi).
10 Begitu pula bila memilih ikan warna dasar, jangan ada warna lain dari ikan tersebut
kalau bisa dasinya tersebut juga harus sama dengan warna ikannya. Biasanya ikan dalam
kategori warna dasar dasinya berwarna merah.
11 Pilihlah ikan yang serit di siripnya atau ekornya jangan ada yang transparan.
(Adhecyber Peutua)

Sumber :
http://www.acehforum.or.id/ayo-yang-suka-t16535.html?
s=99849973c3c161fb03381e194a40a015&
14 Mei 2009

Sumber Gambar :
http://www2.kompas.com/photos/KABAR%20NEGERIKU/ikan_cupang18.jpg
Diposkan oleh Akang Kasep di 01.40 0 komentar