Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH

DOKUMENTASI KEPERAWATAN

(NIC DAN NOC)

NAMA : I KOMANG DODIARTHA SANJAYA

TINGKAT/SMSTR : 1A/1

NIM : P07120119002

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN MATARAM

JURUSAN KEPERAWATAN MATARAM

PROGRAM STUDI D III KEPERAWATAN

TAHUN AKADEMIK 2019

KATA PENGANTAR

1
Puji syukur kehadirat Tuhan YME atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan
Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk
maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah
satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi Pembaca.

Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan


pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki
sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

PEMENANG, 16 aprilL 2020

PENYUSUN

DAFTAR ISI

2
HALAMAN JUDUL.........................................................................................1

KATA PENGANTAR........................................................................................ 2

DAFTAR ISI.......................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang ................................................................................4


B. Rumusan masalah ...........................................................................5
C. Tujuan..............................................................................................5

BAB II PEMBAHASAN

A. pengertian model pendokumentasian NIC....................................6


B. pengertian model pendokumentasian NOC..................................6
C. Keuntungan pendokumentasian NIC............................................7
D. Keuntungan pendokumentasian NOC...........................................8

BAB III PENUTUP

Kesimpulan .....................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA........................................................................................10

BAB I

3
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Perawatan adalah pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari


pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan, berbentuk pelayanan
bio-psiko-sosial-spiritual yang menyeluruh ditunjukkan kepada individu, kelompok
dan masyarakat baik sehat maupun sakit yang mencakup seluruh proses kehidupan
manusia.

Pelayanan keperawatan diberikan akibat adanya kelemahan fisik dan mental,


keterbatasan pengetahuan, sertakurangnya kemauan untuk melaksanakan kegiatan
hidup sehari-hari. Kegiatan dilakukan dalam upaya peningkatan kesehatan,
pencegahan penyakit, penyembuhan, pemulihan serta pemeliharaan kesehatan
dengan penekanan pada upaya pelayanan kesehatan utama (PHC) sesuai dengan
wewenang, tanggung jawab dan kode etik keperawatan. Dalam  upaya meningkatkan
mutu pelayanan kesehatan, seorang perawat harus mampu melaksanakan asuhan
keperawatan sesuai standar, yaitu dari mulai pengkajian sampai dengan evaluasi dan
yang sangat penting adalah disertai dengan sistem pendokumentasian yang baik.

Dokuentasi keperawatan adalah bagian yang penting dari


dokumentasi  klinis. Namun pada  realitanya dilapangan, asuhan  keperawatan  yang
dilakukan masih bersifat manual dan konvensional, belum disertai dengan
sistem/perangkat tekhonolgi yang memadai. Contohnya dalam hal
pendokumentasian asuhan keperawatan masih manual, sehingga perawat
mempunyai potensi yang besar terhadap proses terjadinya kelalaian dalam praktek.

Perkembangan Sistem Informasi Kesehatan yang kian hari kian meningkat secara
tidak langsung berdampak pula pada perkembangan sistem dokumentasi
keperawatan, mulai dari yang sederhana dengan pengelolaan manual hingga
terkomputerisasi dengan jaringan dalam suatu Rumah sakit besar. Hal ini tentu saja
membutuhkan suatu basis data yang lengkap,  efektif dan efisien, dalam arti mampu
menjangkau bagian yang paling detil sekalipun.  Selain itu juga harus dapat
digunakan atau dipahami  oleh semua tenaga keperawatan dimanapun dan dari
lulusan manapun juga. Di beberapa negara maju sendiri saat ini sudah mulai

4
mengembangkan basis data keperawatan dengan mengacu pada pola diagnosa
keperawatan.

Dari hasil konferensi NANDA ke 9 tahun 1990 cit Doenges 2000, istilah
diagnosa keperawatan digunakan sebagai verba dan nomina. Istilah Nomina dalam
kaitan dengan karya NANDA, yaitu sebuah label yang disetujui oleh NANDA yang
mengidentifikasi masalah atau kebutuhan pasien yang spesifik, merupakan masalah
yang menggambarkan masalah kesehatan yang dapat ditangani oleh perawat dapat
berupa masalah fisik, sosiologis dan psikologis.

Untuk memfasilitasi penggunaan bahasa keperawatan dan rekam medik pasien


terkomputerisasi yang seragam, masing-masing diagnosis keperawatan terdiri dari
hasil yang disarankan yang berdasarkan pada riset yang dilakukan oleh IOWA
Outcomes Project (Nursing Outcomes Classification 1997). Hasil yang disarankan
ini sensitif terhadap kebutuhan perawat yaitu dapat mempengaruhi asuhan
keperawatan yang diberikan untuk suatu diagnosis keperawatan yang diakui oleh
NANDA. (Wilkinson, 2006)

B. Rumusan Masalah

1.  Apa pengertian model pendokumentasian NIC?

2.   Apa pengertian model pendokumentasian NOC?

3.   Apa saja Keuntungan pendokumentasian NIC?

4.   Apa saja Keuntungan pendokumentasian NOC?

C.   Tujuan Penulisan

1. Mengetahui Pengertian model pendokumentasian NIC


2.   Mengetahui Pengertian model pendokumentasian NOC
3. Mengetahui Keuntungan pendokumentasian NIC
4.  Mengetahui Keuntungan pendokumentasian NOC

BAB II

5
PEMBAHASAN

A.   Pengertian model pendokumentasian NIC


NIC (Nursing Intervention Classification ) adalah suatu daftar lis intervensi diagnosa
keperawatan yang menyeluruh dan dikelompokkan berdasarkan label yang mengurai
pada aktifitas yang dibagi menjadi 7 bagian dan 30 kelas. Sistim yang digunakan
dalam berbagai diagnosa keperawatan dan mengatur pelayanan kesehatan.NIC
digunakan perawat pada semua spesialis dan semua area keperawatan (McClokey and
Bulecheck, 1996).
Nursing Interventions Classification (NIC) diperkenalkan untuk pertama kali pada
tahun 1987 dan menyusul Nursing Outcomes Classification (NOC)pada tahun
1991.Nursing Intervention Classification digunakan disemua area keperawatan dan
spesialis.Intervensi keperawatan merupakan tindakan yang berdasarkan kondisi klinik
dan pengetahuan yang dilakukan perawat untuk membantu pasien mencapai hasil
yang diharapkan.Perawat dapat memberikan alasan ilmiah yang terbaru mengapa
tindakan itu yang diberikan.Alasan ilmiah dapat merupakan pengetahuan berdasarkan
literature, hasil penelitian atau pengalaman praktik. Rencana tindakan berupa:
tindakan konseling atau psikoterapiutik, pendidikan kesehatan, perawatan mandiri dan
aktivitas hidup sehari-hari, terapi modalitas keperawatan, perawatan
berkelanjutan (continuity care), tindakan kolaborasi (terapi somatic dan
psikofarmaka).
B.  Pengertian model pendokumentasian NOC
Nursing Outcome Classification (NOC) adalah proses memberitahukan status klien
setelah dilakukan intervensi keperawatan. Standar kriteria hasil dikembangkan untuk
mengukur hasil dari tindakan keperawatan yang digunakan pada semua area
keperawatan dan semua klien (individu, keluarga, kelompok dan masyarakat).Nursing
Outcome Classification mempunyai tujuh domain yaitu fungsi kesehatan, fisiologi
kesehatan, kesehatan psikososial, pengetahuan dan perilaku kesehatan, persepsi
kesehatan, kesehatan keluarga dan kesehatan masyarakat.
Nursing outcome classification (NOC) menggambarkan respon pasien terhadap
tindakan keperawatan.NOC mengevaluasi hasil pelayanan keperawatan sebagai
bagian dari pelayanan kesehatan. Standar kriteria hasil pasien sebagai dasar untuk
menjamin keperawatan sebagai partisipan penuh dalam evaluasi klinik bersama
dengan disiplin ilmu kesehatan lain. Klasifikasi berisi 190 kriteria hasil yang diberi

6
label, definisi dan indikator atau ukuran untuk menentukan kriteria hasil yang
diterima (Johnson dan Mass, 1997).

C. Keuntungan dan Kekurangan pendokumentasian NIC


Bulecheck dan McClokey (1996) menyatakan bahwa keuntungan NIC adalah sebagai
berikut:

1.    Membantu menunjukkan aksi perawat dalam sistem pelayanan kesehatan.

2.    Menstandarisasi dan mendefinisikan dasar pengetahuan untuk kurikulum dan


praktik keperawatan.

3.    Memudahkan memilih intervensi keperawatan yang tepat.

4.    Memudahkan komunikasi tentang perawat kepada perawat lain dan penyedia


layanan kesehatan lain.

5.    Memperbolehkan peneliti untuk menguji keefektifan dan biaya perawatan.

6.    Memudahkan pengajaran pengambilan keputusan klinis bagi perawat baru.

7.    Membantu tenaga administrasi dalam perencanaan staf dan peralatan yang


dibutuhkan lebih efektif.

8.    Memudahkan perkembangan dan penggunaan sistem informasi perawat.

9.    Mengkomunikasikan kealamiahan perawat kepada publik.

Adapun kelebihan NIC adalah :

1.     Komprehensif.

2.    Berdasarkan riset.

3.    Dikembangkan lebih didasarkan pada praktek yang ada.

4. Mempunyai kemudahan untuk menggunakan struktur organisasi (Domain, kelas,   


intervensi, aktivitas).

7
5.     Bahasa jelas dan penuh arti klinik.

6.     Dikembangkan oleh tim riset yang besar dan bermacam-macam tim.

7.   Menjadi dasar pengujian.

8.   Dapat diakses melalui beberapa publikasi

9.   Dapat dihubungkan Diagnosa Keperawatan NANDA

10.   Dapat dikembangkan bersama NOC.

11.    Dapat diakui dan diterima secara nasional. (Bulecheck dan McClokey, 1996)

D. Keuntungan dan Kekurangan pendokumentasian NOC

Manfaat pendokumentasian NOC dalam keperawatan adalah sebagai berikut :

1.    Memberikan label dan ukuran-ukuran untuk kriteria hasil yang komprehensif.

2.    Sebagai hasil dari intervensi keperawatan.

3.    Mendefinisikan kriteria hasil yang berfokus pada pasien dan dapat digunakan
perawat-perawat dan disiplin ilmu lain.

4.    Memberikan informasi kriteria hasil yang lebih spesifik dari status kesehatan
yang umum.

5.    Menggunakan skala untuk mengukur kriteria hasil dan memberikan informasi


kuantitatif (Bulecheck dan McClokey, 1996)

BAB III

PENUTUP

8
A. Kesimpulan

NIC (Nursing Intervention Classification ) adalah suatu daftar lis intervensi diagnosa
keperawatan yang menyeluruh dan dikelompokkan berdasarkan label yang mengurai
pada aktifitas yang dibagi menjadi 7 bagian dan 30 kelas. Nursing Outcome
Classification (NOC) adalah proses memberitahukan status klien setelah dilakukan
intervensi keperawatan. Standar kriteria hasil dikembangkan untuk mengukur hasil
dari tindakan keperawatan yang digunakan pada semua area keperawatan dan semua
klien (individu, keluarga, kelompok dan masyarakat).

Jadi, dalam pendokumentasian keperawatan NIC dan NOC sangat membantu untuk
pendokumentasian karena dalam NIC dan Noc terdapat diagnosa dan intervensi yang
dapat menjadi pedoman dalam membuat pendokumentasian (Asuhan Keperawatan).

DAFTAR PUSTAKA

https://soeryanda.wordpress.com/artikel/informatika-kesehatan/sekilas-nanda-noc-dan-nic/

9
http://serpihanilmuku.blogspot.co.id/2012/08/definisi-keperawatan-pakar-dunia.html

10