Anda di halaman 1dari 13

ANGGOTA KELOMPOK:

1. NASYWA AQILAH PUTRI (28)


2. RAHIMIA SUCI WIDATI NITIMIHARDJO (31)
3. RAISSA HANA ADARA (32)
4. YUMNA IZZATI (37)

KELAS : XII MIPA 5

Tujuan Pembelajaran yang harus dicapai :

1. Peserta didik mampu menghitung tekanan osmotik larutan non-elektrolit berdasarkan


data melalui diskusi kelompok.
2. Peserta didik mampu menghitung tekanan osmotik larutan elektrolit berdasarkan data
melalui diskusi kelompok
3. Peserta didik mampu membedakan tekanan osmotik larutan non- elektrolit dan
elektrolit berdasarkan analisis data dan faktor van’t hoff.

fenomena

Perhatikanlah Gambar Percobaan Di Bawah Ini!


Dua jenis larutan
dimasukkan ke dalam pipa U yang
Larutan Glukosa berbeda. Keduanya dipisahkan oleh
0,01 M
membran semipermiabel,
sedangkan bagian pipa U yang
yang lain dimasukkan air.
Perlakuan ini dilakukan pada suhu
yang sama. Setelah didiamkan
beberapa saat terjadi proses
osmosis, perhatikan tinggi air
Larutan NaCl
0,01 M pada kedua pipa mengalami
penurunan. Bandingkan tinggi
air setelah proses osmosis pada
kedua jenis larutan yang
mengalami osmosis.

Rumusan masalah

Berdasarkan fenomena yang telah kalian amati, permasalahan apa yang kalian temukan? Diskusikanlah
bersama teman kelompokmu!

1. Mengapa di kedua percobaan air mengalami penurunan sedangkan larutan yang lainnya
mengalami penaikan? Apa yang terjadi dan bagaimana hal itu bisa terjadi?
2. Mengapa tekanan osmotik larutan elektrolit relatif lebih besar dibanding larutan non elektrolit?

Hipotesis

Perkirakan jawaban sementara dari rumusan masalah yang telah kalian buat!

1. Air mengalami penurunan karena mengalami tekanan osmosis. Hal ini dikarenakan air bersifat
lebih encer dibandingkan dengan larutan yang ada di sebelahnya. Sehingga air tersebut
“terserap” ke larutan yang lain melalui membran semipermeabel.
2. Karena tekanan osmosis untuk larutan elektrolit dipengaruhi oleh faktor Van Hoff.

Mengumpulkan Data
Kumpulkan beberapa referensi
tentang tekanan osmotik
larutan non-elektrolit dan
elektrolit
Analisis Data
Perhatikan tabel data percobaan berikut :

Tabel 1. Data hasil percobaan tekanan osmotik dari beberapa larutan

No Larutan Konsentrasi Suhu Tekanan osmotik


(M) (T) (π)
1 Sukrosa 0,01 298 K 0,24 atm
2 Urea 0,01 298 K 0,24 atm
3 Sukrosa 0,02 298 K 0,48 atm
4 Urea 0,02 298 K 0,48 atm
5 Glukosa 0,01 298 K 0,24 atm
6 Glukosa 0,02 298 K 0,48 atm
• Tetapan Gas R = 0,082 L atm mol-1K-1

Berdasarkan tabel 1, termasuk larutan apakah sukrosa, urea dan glukosa?

➔ Sukrosa, urea, dan glukosa termasuk larutan non elektrolit karena tidak dipengaruhi oleh faktor
lain selain banyaknya konsentrasi (molaritas), suhu, dan tetapan gas.

Berdasarkan tabel 1, pada larutan 1 dan 3, apakah zat terlarutnya sama? bagaimanakah hubungan
antara konsentrasi larutan dengan tekanan osmotik pada larutan 1 dan 3?

➔ Larutan 1 dan 3 memiliki jenis zat terlarut yang sama yaitu sukrosa. Akan tetapi, kedua larutan
ini memiliki molaritas yang berbeda. Dalam hal ini, larutan 3 memiliki konsentrasi dan jumlah
partikel yang lebih besar dibandingkan larutan 1. Oleh karena itu, tekanan osmotik larutan 3
lebih besar daripada tekanan osmotik milik larutan 1.

Berdasarkan tabel 1, larutan 2,4 dan 5,6. Apakah jumlah zat terlarutnya sama? bagaimanakah
hubungan antara konsentrasi larutan dengan tekanan osmotik pada larutan tersebut?

➔ Larutan 2 dan 4 memiliki jenis zat terlarut yang sama yaitu urea, namun masing-masing
larutan memiliki jumlah konsentrasi yang berbeda. Dalam hal ini, larutan 4 memiliki
molaritas lebih besar dibandingkan dengan larutan 2. Untuk larutan 5 dan 6 juga memiliki
jenis zat terlarut yang sama yaitu Glukosa. Sama halnya dengan larutan 2 dan 4, salah satu
konsentrasi diantara dua larutan ini yaitu larutan 6 memiliki jumlah yang lebih besar
dibandingkan larutan 5.

➔ Keempat larutan ini merupakan larutan non elektrolit. Tekanan osmotik tidak dipengaruhi
oleh jenis larutannya, melainkan jumlah zat terlarutnya. Walaupun glukosa dan urea
merupakan jenis yang berbeda namun jika konsentrasinya sama maka kedua jenis tersebut
akan menghasilkan jumlah partikel yang sama (tekanan sebanding dengan konsentrasi).
Berdasarkan jawaban beberapa pertanyaan di atas, apa yang dapat kalian simpulkan?tuliskanrumus
tekanan osmotik

Tekanan osmotik yang dimiliki oleh larutan akan sebanding dengan banyak konsentrasi larutannya
tidak mempedulikan jenis zat larutan tersebut.

Rumus Tekanan Osmotik:

𝝅=𝑴𝑹𝑻

Keterangan Rumus :
π = tekanan osmotik larutan (atmosfir)
M = molaritas larutan (mol/L)
R = konstanta gas = 0,08205 L atm mol-1 K-1
T = suhu mutlak (°C + 273) K

Perhatikan tabel data percobaan berikut !

Tabel 2. Data hasil percobaan tekanan osmotik beberapa larutan

No Larutan Konsentrasi Suhu Tekanan osmotik


(M) (T) (π)
1 NaCl 0,01 298 K 0,48 atm
2 NaCl 0,02 298 K 0,97 atm
3 H2SO4 0,01 298 K 0,73 atm
4 H2SO4 0,02 298 K 1,46 atm
5 FeCl3 0,01 298 K 0,97 atm
6 FeCl3 0,02 298 K 1,95 atm

Berdasarkan tabel 2, pada larutan 1 dan 3. Apakah jumlah zat terlarut (konsentrasi) sama?
bagaimanakah hubungan antara zat terlarut dengan tekanan osmotik pada larutan 1 dan 3?

Jumlah zat terlarut yang dimiliki larutan 1 dan 3 sama. Namun tekanan osmotik yang dimiliki oleh
larutan 1 dan 3 berbeda, dalam hal ini larutan 3 memiliki tekanan osmotik yang lebih besar
dibandingkan larutan 1.

Berdasarkan tabel 2, pada larutan 1 dan 5. Apakah konsentrasinya sama?bagaiman ahubungan antara
zat terlarut dengan tekanan osmotik pada kedua larutan tersebut?

Jumlah zat terlarut yang dimiliki oleh larutan 1 dan 5 sama. Namun, tekanan osmotik yang dimiliki oleh
larutan 1 dan 5 berbeda, tekanan osmotik larutan 5 lebih besar dibandingkan dengan tekanan osmotik
larutan 1.
Apa yang mempengaruhi perbedaan tekanan osmotik pada larutan 1 dan 5? jelaskan dengan
menuliskan reaksi ionisasi pada larutan tersebut!

Yang mempengaruhi perbedaan tekanan osmotik pada larutan 1 dan 5 adalah pada jumlah ion yang
dimiliki masing-masing zat terlarut.

Apakah jumlah koefisien yang terbentuk pada larutan 1 dan 5 berpengaruh terhadap nilai tekanan
osmotik? bagaimana pengaruhnya?

Iya, karena semakin besar nilai koefisiennya maka semakin besar pula jumlah ionnya. Semakin besar
jumlah ion yang dimiliki oleh zat terlarut maka semakin besar juga nilai faktor van hoff.

Berdasarkan tabel 1 dan 2, pada larutan sukrosa (1) dan NaCl (1), apakah konsentrasinya sama?.
Bagaimana perbandingan tekanan osmotiknya? mengapa demikian?

Larutan sukrosa (1) dan NaCl (1) memiliki jumlah konsentrasi yang sama. Perbandingan tekanan
osmotik:

Larutan NaCl : Larutan Sukrosa

48 . 10−2 ∶ 24 . 10−2

2:1

Tekanan Osmotik (π) yang dimiliki NaCl lebih besar dari sukrosa karena NaCl adalah senyawa
elektrolit kuat yang mengalami reaksi ionisasi sempurna dalam air, sedangkan sukrosa adalah larutan
non elektrolit yang tidak mengalami ionisasi. Jumlah ion mempengaruhi tekanan osmotik karena hal
tersebut diperlukan dalam menghitung faktor van hoff.

Tuliskan reaksi ionisasi yang terjadi pada larutan NaCl dan sukrosa!

NaCl → Na+ + Cl-

C12H22O11 → (Tidak Terionisasi)


Berdasarkan pertanyaan-pertanyaan di atas, apakah yang mempengaruhi tekanan osmotik larutan
elektrolit dan non-elektrolit?

• M = Konsentrasi (M)
• R = Konstanta Gas (0,082 L atm/mol K)
• T = Suhu (K)
• i = Konstanta Van’t Hoff

Berdasarkan pertanyaan sebelumnya, tuliskan rumus tekanan osmotik pada larutan elektrolit dan
non-elektrolit!

Larutan Elektrolit

𝝅=𝑴𝑹𝑻𝒊

Larutan Non Elektrolit

𝝅=𝑴𝑹𝑻

Menghitung Tekanan Osmotik


Perhatikan gambar percobaan berikut :
Pipa U 1 Pipa U 2

T = 25oC T = 25oC
Larutan MgCl2 0,02 M
Larutan Glukosa (C6H12O6) 0,02 M

1. Berdasarkan gambar, manakah yang termasuk larutan elektrolit dan non-elektrolit?


➔ Larutan elektrolit: larutan glukosa (C6H12O6)
Larutan non-elektrolit: larutan MgCl2
Pipa U1

1. Berdasarkan pertanyaan sebelumnya, larutan glukosa adalah larutan non elektrolit


2. Berdasarkan gambar percobaan pada pipa U1, hitunglah tekanan osmotik pada pipa U1! (gunakan
rumus tekanan osmotik yang telah kalian pelajari pada pertemuan sebelumnya)!

Jawaban :
Diketahui : M: 0,02 M
R: 0,082 L atm/mol K
T: 25 oC = 298o K
Ditanyakan : Tekanan Osmotik pada pipa U1 (π)

Penyelesaian : π=M.R.T
= 0,02 M x 0,082 L atm/mol K x 298o K
π = 0,488 atm

0,488 atm
Jadi tekanan osmotik pada larutan glukosa 0,02 M sebesar
atm
Pipa U2

3. Larutan Magnesium Klorida (MgCl2) termasuk larutan Elektrolit


Tuliskan reaksi ionisasi larutan MgCl2 :
Mg²⁺ 2Cl⁻
MgCl2 +

Total koefisien ion-ion dalam persamaan ionisasi sebanyak (n) : 1 + 2 = 3

Karena MgCl2 adalah larutan elektrolit kuat maka terionisasi sempurna dimana α = 1

Maka, n = 3, α = 1

4. Hitunglah tekanan osmotik larutan MgCl2 dengan menambahkan faktor van’t hoff!
π = M.R.T.I
= M . R . T . {1 + (n-1) α}
= 0,02 M x 0.082 L atm/mol K x 298o K x (1 + (3-1) 1)
= 0,02 M x 0.082 L atm/mol K x 298o K x 3
π = 1,466 atm

1,466 atm
Jadi besarnya tekanan osmotik untuk larutan MgCl2 sebesar
Buatlah kesimpulan tentang perbedaan tekanan osmotik larutan nonelektrolit dan elektrolit! Bandingkan
dengan hipotesis yang telah kalian buat sebeelumnya!

Larutan elektrolit mengalami reaksi ionisasi, sedangkan larutan nonelektrolit tidak. Hal ini yang
meniyebabkan perbedaan antara tekanan osmotik larutan elektrolit dan nonelektrolit. Tekanan
elektrolit dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:
• Konsentrasi
• Konstanta gas
• Suhu
• Factor Van’t Hoff (khusus untuk larutan elektrolit)

Faktor Van’t Hoff menyebabkan tekanan osmotik larutan elektrolit relative lebih besar dibandingkan
larutan nonelektrolit.

Uji Kemampuanmu!

Hitunglah tekanan osmotik dari larutan berikut :

a. Sebanyak 3 gram urea (Mm = 60 g/mol) dilarutkan dalam air hingga


volume 1000 mL. Hitunglah tekanan osmotik larutan pada suhu
27oC!
b. Tentukan tekanan osmotik dari larutan NaCl yang terbuat dari 29,25 gram
NaCl dalam 2 liter larutan yang diukur pada suhu 27 oC (Mm NaCl = 58,5
g/mol ; R = 0,082 L atm mol-1 K-1)

c.
a.

Dik:

m Urea = 3 gram

Mm urea = 60 g/mol

R = 0,082 L atm/mol K

T = 27 °C → 800 °K

V = 1000 mL → I L

Dit : π = ___?

Jawab:

• Konsentrasi larutan
𝑛
M=𝑉

𝑔𝑟
𝑀𝑟
M=
𝑉

3
60
=
1

M = 0,05 M

• Tekanan osmotik larutan

π=M.R.T

= 0,05 x 0,082 x 300

π = 1,23 atm
b.

Diket :

Α Nacl = 1 (NaCl merupakan elektrolit kuat)

massa NaCl = 29,25 gr

Mr NaCl = 58,5 gr/mol

V=2L

T = 27 °C = 300 K

Dit : π = ___?

Jawab :

• Konsentrasi larutan
𝒎
M = 𝑴𝒓 ×V

𝟐𝟗,𝟐𝟓
M= 𝟓𝟖,𝟓
×2

M = 0,25 M

• Faktor Van Hoff


i = 1 + (n - 1) α

i = (1 + (2 - 1) 1)

i=2

• Tekanan osmosis pada larutan elektrolit (Larutan NaCl)


π=M.R.T.i

π = 0,25 x 0,082 x 300 x 2

π = 12,3 atm

Anda mungkin juga menyukai