Anda di halaman 1dari 1

1.

Mengapa dalam merancang percobaan perlu dicantumkan variabel percobaan dan


hipotesis?
Percobaan memiliki tujuan untuk mengetahui sebuah jawaban dari suatu kegiatan
melalui tindakan nyata. Hasil dari percobaan tersebut akan disimpulkan menjadi
sebuah jawaban atau teori. Variabel percobaan merupakan aspek penting dari sebuah
percobaan, yaitu media/informasi/hal pembeda yang nantinya akan diteliti serta ditarik
kesimpulanya. Tanpa variabel, objek penelitian tidak dapat diteliti serta tidak dapat
menunjukan hasil/sikap yang dapat ditarik kesimpulannya. Sementara, Hipotesis
adalah jawaban sementara yang masih bersifat praduga. Hipotesis dimanfaatkan
sebagai dasar dari percobaan, aspek pembanding/pembeda teori. Semakin banyak
dan kuat hipotesis, objek penelitian akan semakin banyak diteliti. Sehingga, hipotesis
bersifat universal bertujuan agar penelitian dapat melihat dari berbagai aspek untuk
ditarik kesimpulannya. Dalam percobaan/penelitian, membandingkan objek sebelum
percobaan dan setelah percobaan adalah hal penting, sehingga hipotesis dan variabel
adalah faktor penting yang harus dicantumkan dalam percobaan karena dua hal
tersebut yang mengakibatkan sebuah objek penelitian dapat berubah sikap setelah
percobaan dan sebelum percobaan.
2. Bagaimana ciri sebuah laporan percobaan dapat dikatakan baik dan ilmiah?
Laporan percobaan baik atau ilmiah dapat dilihat dari :
- Objektivitas (sesuai fakta), kesimpulan yang diajukan disertai bukti spesifik dan detail
serta terhindar dari sangkaan dan pendapat pribadi.
- Sistematis (tersusun), laporan disusun dengan rapih dan baik agar dapat dibaca
serta ditelaah informasinya.
- Menulis berdasarkan hasil penilitian diisertai pemecaha dan kesimpulannya
- Lengkap, terperinci, dan teratur
- Disertai lampiran bukti serta foto dan tabel pengamatan
- Memuat latar belakang pengujian, teks observasi (pengamatan), hipotesis, alat
bahan, hasil pengamatan, dan kesimpulan

Anda mungkin juga menyukai