Anda di halaman 1dari 29

PERANGKAT PEMBELAJARAN

PRAKTIKUM PERUSAHAAN MANUFAKTUR

KD 3.29 : Mengevaluasi laporan rekapitulasi dan alokasi biaya overhead pabrik


sesungguhnya untuk tiap-tiap departemen (Harga Pokok Pesanan/Harga
Pokok Proses)

DISUSUN OLEH:
KELOMPOK VI

DESI MARIYATI
DEWI KIKI ADITYA SITORUS
JUNIATI SILALAHI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


(RPP)

Nama Sekolah : SMK Negeri 1 Nassau


Mata Pelajaran : Praktikum Akuntansi Perusahaan Manufaktur
Kompetensi Keahlian : Akuntansi dan Keuangan Lembaga
Kelas / Semester : XII / 2
Tahun Pelajaran : 2017/2018
Alokasi Waktu : 14 X 45 menit (4 pertemuan)

A. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti
KOMPETENSI INTI 3 KOMPETENSI INTI 4
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3. Memahami, menerapkan, menganalisis, 4. Melaksanakan tugas spesifik dengan
dan mengevaluasi tentang pengetahuan menggunakan alat, informasi, dan
faktual, konseptual, operasional dasar, prosedur kerja yang lazim dilakukan
dan metakognitif sesuai dengan bidang serta memecahkan masalah sesuai
dan lingkup kerja Akuntansi dan dengan bidang Akuntansi dan
Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, Keuangan Lembaga. Menampilkan
spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan kinerja di bawah bimbingan dengan
dengan ilmu pengetahuan teknologi, mutu dan kuantitas yang terukur
seni, budaya, dan humaniora dalam sesuai dengan standar kompetensi
konteks pengembangan potensi diri kerja.
sebagai bagian dari keluarga, sekolah, Menunjukkan keterampilan menalar,
dunia kerja, warga masyarakat nasional, mengolah, dan menyaji secara
regional, dan internasional. efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif,
dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari
yang dipelajarinya di sekolah, serta
mampu melaksanakan tugas spesifik
di bawah pengawasan langsung.

Kompetensi Dasar
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
(PENGETAHUAN) (KETERAMPILAN)
3.29 Mengevaluasi laporan rekapitulasi 4.29 Menyusun laporan rekapitulasi dan
dan alokasi biaya overhead pabrik alokasi biaya overhead pabrik
sesungguhnya untuk tiap-tiap sesungguhnya untuk tiap-tiap
departemen (Harga pokok departemen (Harga pokok
pesanan/harga pokok proses) pesanan/harga pokok proses)

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator Pencapaian Kompetensi


(Pengetahuan) (Keterampilan)
3.29.1  Menjelaskan pengertian 4.29.1  Menghitung tarif BOP
departementalisasi 4.29.2  Menyusun laporan rekapitulasi
3.29.2 Menjelaskan biaya langsung dan alokasi BOP
tidak langsung departemen
3.29.3 Menerapkan perhitungan tarif
BOP departemen dan metode
alokasi biaya
3.29.4 Menganalisis selisih BOP
3.29.5 Mengevaluasi laporan
rekapitulasi dan alokasi biaya
overhead pabrik sesungguhnya
untuk tiap-tiap departemen

C. Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran
(Pengetahuan) (Keterampilan)

Melalui diskusi dan mengumpulkan Melalui diskusi dan mengumpulkan


informasi, peserta didik dapat: informasi, peserta didik dapat:
1. Menjelaskan pengertian 1. Menghitung tarif BOP dengan benar
departementalisasi dengan benar dan teliti
berdasarkan rasa ingin tahu 2. Menyusun laporan rekapitulasi alokasi
2. Menjelaskan biaya langsung dan BOP dengan benar secara mandiri
tidak langsung departemen dengan
benar berdasarkan rasa ingin tahu
3. Menerapkan perhitungan tarif BOP
departemen dan metode alokasi
biaya dengan benar berdasarkan
rasa ingin tahu
4. Meganalisis selisih BOP dengan
benar berdasarkan rasa
bertanggungjawab
5. Mengevaluasi laporan rekapitulasi
dan alokasi biaya overhead pabrik
sesungguhnya untuk tiap-tiap
departemen dengan benar secara
mandiri

D. Materi Pembelajaran
1. Departementalisasi
Adalah pembagian perusahaan ke dalam unit-unit yang disebut departemen.
Departementalisasi BOP adalah proses pengumpulan dan penentuan tarif BOP per
departemen. Departementalisasi BOP lebih tepat jika pabrik memproduksi berbagai
produk yang tidak melewati departemen yang sama. Tujuan departementalisasi BOP
adalah menentukan biaya produk dengan teliti. Produk yang diproses melalui lebih
dari satu departemen akan dibebani dengan tarif yang berlaku di masing-masing
departemen. Departemen diklasifikasikan menjadi departemen produksi dan
departemen jasa. Departemen produksi memproses bahan baku menjadi produk
jadi, contoh: departemen pemotongan dan departemen penjahitan pada
perusahaan garment. Departemen jasa memberikan dukungan kepada departemen
produksi dan tidak melakukan pekerjaan produksi, contoh: penerimaan, inspeksi dan
penyimpanan bahan baku pada perusahaan garment.

2. Biaya Langsung & Tidak Langsung Departemen


Biaya langsung departemen adalah semua biaya yang dapat ditelusur ke departemen
tertentu dan dibebankan pada departemen tersebut tanpa melalui proses
alokasi. Contoh depresiasi  mesin dan biaya sewa gedung yang digunakan hanya oleh
Departemen Perakitan merupakan biaya langsung departemen tersebut. Biaya tidak
langsung departemen adalah biaya yang tidak dapat ditelusur ke departemen tertentu
dan dibebankan kepada departemen tersebut melalui proses alokasi. Contoh:
depresiasi mesin dan biaya sewa gedung yang digunakan oleh beberapa departemen,
tidak dapat ditelusur pemakaiannya secara langsung merupakan biaya tidak langsung
departemen. Biaya ini dibebankan kepada departemen pemakai melalui proses
alokasi.

3. Penentuan Tarif BOP Departemen & Metode Alokasi Biaya Departemen Jasa
Karakteristik departemen menyebabkan pemicu biaya yang berbeda, yang digunakan
sebagai dasar pembebanan biaya, sehingga berpengaruh pada perhitungan tarif setiap
departemen. Contoh departemen produksi yang banyak menggunakan mesin, maka
tarif BOP lebih tepat menggunakan jam mesin. BOP departemen produksi terdiri atas
BOP departemen produksi dan alokasi biaya dari departemen jasa yang digunakan.
Oleh karena itu, perlu mengalokasikan biaya departemen jasa pada departemen
produksi terlebih dahulu sebelum menghitung tarif BOP departemen.
Langkah-langkah penentuan tarif BOP departemen:
1). Menyusun anggaran BOP departemen produksi dan anggaran biaya departemen
jasa.
Anggaran BOP departemen produksi dan biaya departemen jasa terdiri atas anggaran
biaya langsung dan biaya tidak langsung, baik yang bersifat variabel maupun tetap.
Contoh biaya langsung adalah supervisor, bahan penolong, pemeliharaan, bahan bakar
dan telepon, karena pemakaiannya dapat ditelusuri langsung melalui alat pengukur.
Contoh biaya tidak langsung adalah depresiasi gedung yang dipakai bersama-sama
oleh beberapa departemen. Depresiasi gedung tersebut dialokasikan pada setiap
departemen berdasarkan luas lantai.
Contoh: biaya depresiasi gedung Rp70.600. Data luas lantai masing-masing
departemen sebagai berikut:
Departemen                        Luas Lantai (m2)
Departemen A                                150
Departemen B                                100
Departemen 1                                   63
Departemen 2                                   40
Jumlah                                 353

Alokasi biaya depresiasi gedung untuk setiap departemen sebagai berikut:


Departemen A  =  (150 / 353) x  Rp70.600           = Rp30.000
Departemen B  =  (100 / 353) x  Rp70.600            = Rp20.000
Departemen 1  =  (63 / 353)   x  Rp70.600            = Rp12.600
Departemen 2  =  (40 / 353)   x  Rp70.600            = Rp8.000

2). Menetapkan dasar alokasi biaya departemen jasa


Dasar alokasi biaya departemen jasa tergantung pada pemicu biayanya. Contoh:
departemen listrik menggunakan dasar alokasi konsumsi kwh departemen pengguna,
departemen kafetaria yang banyak menggunakan tenaga karyawan dasar alokasi yang
sesuai adalah jumlah karyawan atau jam kerja karyawan.

3). Mengalokasikan biaya departemen jasa pada departemen produksi


Biaya departemen produksi yang digunakan untuk menghitung tarif meliputi biaya
yang terjadi di departemen tersebut ditambah dengan biaya alokasi dari departemen
jasa. Metode paling umum untuk mendistribusikan overhead departemen jasa ke
departemen yang memperoleh manfaatnya adalah metode langsung, metode
bertingkat, dan metode simultan.

a. Metode langsung

Yaitu mendistribusikan biaya departemen jasa hanya ke departemen produksi saja.


Meminimalkan pekerjaan klerikal tetapi gagal untuk mengukur total biaya untuk setiap
departemen jasa. Metode ini dapat dibenarkan untuk penghitungan biaya produk jika hasil
akhirnya berbeda dengan hasil metode distribusi lainnya. Metode ini mengabaikan, dan
tidak membebankan biaya apapun ke jasa yang diberikan oleh suatu deparemen jasa ke
departemen jasa lain.

Sebagai ilustrasi, metode langsung dan metode lain didasarkan pada data
berikut ini untuk Zakee Company
Overhead pabrik selama
Departemen distribusi Departemen jasa

Departemen
Jasa yang disediakan Departemen Y Z

Produksi-A $ 60.000 40 % 20 %

Produksi-B 80.000 40 % 50 %

Jasa-Y 36.300 - 30 %

Jasa-Z 20.000 20 % -

Total overhead $ 196.300 100 % 100%

Ingat bahwa semua jasa yang diberikan ke departemen jasa lain diabaikan
dalam metode ini karena metode ini mendistribusikan overhead departemen jasa
hanya ke departemen produksi saja. Oleh karena itu, urutan dari distribusi
departemen tidak menjadi masalah.

b. Metode bertingkat

Yaitu mendistribusikan biaya dari departemen jasa dalam suatu urutan


langkah, yaitu dalam urutan yang disarankan oleh departemen. Metode bertingkat
juga disebut metode sekuensial karena biaya didistribusikan dari departemen jasa
dalam suatu urutan yang telah ditentukan sebelumnya. Sekali biaya telah
didistribusikan dari suttu departemen jasa, tidak ada biaya dari departemen jasa
lain yang dibebankan kembali ke departemen tersebut dalam urutan tadi.

Biaya departemen jasa biasanya didistribusikan dalam suatu urutan yang


didasarkan pada jumlah jasa yang diterima. Salah satu pendekatan adalah memulai
dari departemen yang melayani departemen lain dalam jumlah terbesar dan hanya
menerima jasa dari departemen jasa lain dalam jumlah paling kecil.
c. Metode simultan

Disebut juga metode aljabar, mempertimbangkan secara lengkap


hubungan timbal balik antar semua departemen jasa. Data Zakee Company kita

jadikan ilustrasi. Jika menggunakan metode ini, tiap total biaya departemen jasa
dinyatakan dalam persamaan :

Y = 36.300 + 0,30Z

Z = 20.000 + 0,20Y

Kemudian kita substitusikan :

Y = 36.300 + 0,30 (20.000 + 0,20Y)

Y = 36.300 + 6.000 + 0,60Y

0,94 = 42.300  Y = 45.000

Z = 20.000 + 0,20 (45.000)

Z = 20.000 + 9.000  Z = 29.000


Distribusi biaya departemen tersebut :

Total Departemen produksi Departemen jasa

A B Y Z

Overhead pabrik sebelum $ 196.300 $ 60.000 $ 80.000 $ 36.300 $ 20.000

distribusi jasa

Distribusi dari :

Departemen Y 18.000 18.000 (45.000) 9.000

Departemen Z 5.800 14.500 8.700 (29.000)

Total overhead $196.300 $ 83.800 $ 112.500

4).    Menghitung tarif BOP departemen produksi dengan cara membagi BOP departemen setelah
alokasi dengan dasar pembebanan setiap departemen.
Contoh:
Perhitungan tarif BOP menggunakan metode langsung dalam mengalokasikan biaya departemen
jasa, jika diketahui estimasi jumlah jam mesin pada departemen produksi A adalah 1000 jam dan
estimasi jumlah jam kerja langsung pada departemen produksi B adalah 1500 jam.

Keterangan Total Departemen Produksi Departemen Jasa


A B 1 2
BOP sebelum Rp280.000 Rp120.000 Rp160.000
alokasi Rp112.600 Rp72.600 Rp40.000
Biaya Departemen Rp392.600
Jasa
Alokasi
departemen jasa: *(Rp72.600)
   Departemen 1 Rp36.300 Rp36.300 **(Rp40.000)
   Departemen 2      11.429      28.571
BOP setelah Rp392.600 Rp167.729 Rp224.871 0 0
alokasi
Dasar pembebanan 1000 JM 1500 JKL
Tarif Rp167,73 Rp224,88

JM (jam mesin), JKL (jam kerja langsung)


4. Akuntansi Selisih BOP
Jika jumlah BOP sesungguhnya tidak sama dengan jumlah BOP dibebankan, maka pada akhir
periode dibuat jurnal pencatatan selisih pembebanan, tetapi sebelumnya perlu menutup BOP
dibebankan ke BOP sesungguhnya:

BOP dibebankan – Departemen A                  Rp128.000


BOP dibebankan – Departemen B                  Rp150.000
      BOP sesungguhnya – Departemen A                                Rp128.000
      BOP sesungguhnya – Departemen B                                Rp150.000

Mencatat selisih BOP, jika selisih tersebut dibebankan pada Harga Pokok Penjualan sebagai
berikut:

Selisih BOP – Departemen A                          Rp32.000 (Rp128.000-Rp160.000)


selisih BOP – Departemen B                           Rp32.000 (Rp150.000-Rp182.000)
      BOP sesungguhnya – Departemen A                                Rp32.000
      BOP sesungguhnya – Departemen B                                Rp32.000

Harga Pokok Penjualan                                    Rp64.000


      Selisih BOP – Departemen A                                            Rp32.000
      Selisih BOP – Departemen B                                            Rp32.000

E. Pendekatan, Strategi dan Metode


Pendekatan : Scientific
Strategi/Model : Discovery Learning, Problem Based Learning
Metode : Diskusi, tanya jawab, Penugasan

F. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan ke-1
Langkah-langkah Pembelajaran
Waktu
1. Pendahuluan
Guru : 15 menit
Orientasi (Menunjukkan sikap disiplin sebelum memulai proses pembelajaran,
menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut (Karakter) serta
membiasakan membaca dan memaknai (Literasi)).
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk
memulai pembelajaran (PPK: Religius)
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan
pembelajaran.
Apersepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan
dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan
sebelumnya
 Mengingatkan kembali materi dengan melakukan pretest
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang
akan dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan
dipelajari.
 Apabila materi/tema/ projek ini dikerjakan dengan baik dan sungguh-
sungguh, maka peserta didik diharapkan dapat :
Memahami konsep departementalisasi, biaya langsung, dan tak langusng
pada perusahaan manufaktur

2. Kegiatan Inti
Pemberian stimulus Guru membagi peserta didik ke dalam 5 kelompok yang 90 menit
heterogen. Kemudian peserta didik duduk sesuai
kelompoknya masing-masing.
MENGAMATI
- Guru menyampaikan informasi tentang konsep
departementalisasi, biaya langsung, dan tak langusng
pada perusahaan manufaktur untuk menumbuhkan rasa
ingin tahu.
- Guru menayangkan Slide Power Point tentang konsep
departementalisasi, biaya langsung, dan tak langusng
pada perusahaan manufaktur untuk menumbuhkan rasa
ingin tahu dan meminta peserta didik mengamati yang
ditayangkan secara mandiri ataupun dengan teman satu
kelompok untuk menumbuhkan rasa ingin tahu.
Menetapkan masalah MENANYA
- Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menanyakan materi yang belum bisa dipahami
- Setiap kelompok yang ditugaskan untuk menjelaskan
konsep departementalisasi, biaya langsung, dan tak
langusng pada perusahaan manufaktur untuk bertanya
tentang materi yang belum dipahami dari Slide Power
Point yang ditayangkan untuk menumbuhkan sikap kerja
sama dan komunikatif.
- Peserta didik menanyakan materi yang belum bisa
dipahami kepada guru
Mengembangkan MENGUMPULKAN INFORMASI
solusi - Peserta didik memulai diskusi mengumpulkan data dan
informasi tentang materi departementalisasi, biaya
langsung, dan tak langusng pada perusahaan
manufaktur dari literasi dan sumber belajar yang ada.
- Guru membimbing peserta didik untuk menemukan
jawaban atau solusi atas pemasalahan terkait
departementalisasi, biaya langsung, dan tak langusng
pada perusahaan manufaktur yang belum bisa dipahami
oleh peserta didik dan menyimpulkan jawaban
permasalahan
- Peserta didik menjelaskan pengertian, fungsi dan bentuk
dan isi dari neraca lajur pada perusahaan jasa melalui
laporan hasil diskusi
MENALAR
- Guru membimbing peserta didik untuk menemukan
jawaban atau solusi atas pemasalahan terkait materi
pembelajaran konsep departementalisasi, biaya langsung,
dan tak langusng pada perusahaan manufaktur yang
belum bisa dipahami oleh peserta didik
- Peserta didik memberikan pendapat dan masukan serta
melakukan tanya jawab selam proses diskusi
- Peserta didik mencoba menjelaskan memahami konsep
departementalisasi, biaya langsung, dan tak langusng
pada perusahaan manufaktur melalui laporan hasil
diskusi
- Peserta didik melalui diskusi membuat laporan tertulis atas
hasil diskusi kelompok
- Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menjelaskan / mempresentasikan hasil diskusi dengan
berkelompok dalam bentuk laporan tentang memahami
konsep departementalisasi, biaya langsung, dan tak
langusng pada perusahaan manufaktur
- Masing-masing kelompok mempersentasikan hasil praktek
mengidentifikasi memahai konsep departementalisasi,
biaya langsung, dan tak langusng pada perusahaan
manufaktur
- Kelompok yang tidak presentasi memberikan tanggapan
atas solusi permasalahan
Mengevaluasi MENGKOMUNIKASIKAN
- Guru membimibing peserta didik untuk membuat
kesimpulan tentang permasalahan terkait materi
pembelajaran konsep departementalisasi, biaya langsung,
dan tak langusng pada perusahaan manufaktur
- Guru memberikan revisi serta penguatan dari hasil diskusi
terkait materi pembelajaran memahami konsep
departementalisasi, biaya langsung, dan tak langusng
pada perusahaan manufaktur
3. Penutup
- Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk menyimpulkan materi
pembelajaran tentang konsep departementalisasi, biaya langsung, dan tak
langusng pada perusahaan manufaktur.
- Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil
pembelajaran.
- Peserta didik diberi tugas untuk membaca dan memahami lebih dalam lagi materi 15 menit
tentang konsep departementalisasi, biaya langsung, dan tak langusng pada
perusahaan manufaktur
- Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan pada peserta didik
untuk mempelajari materi berikutnya.
- Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk memimpin doa penutup.

Pertemuan ke-2
Langkah-langkah Pembelajaran
Waktu
1. Pendahuluan
Guru : 15 menit
Orientasi (Menunjukkan sikap disiplin sebelum memulai proses pembelajaran,
menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut (Karakter) serta
membiasakan membaca dan memaknai (Literasi)).
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk
memulai pembelajaran jika pada jam pertama (PPK: Religius)
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan
pembelajaran.
Apersepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan
dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan
sebelumnya
 Mengingatkan kembali materi dengan melakukan pretest
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang
akan dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan
dipelajari.
 Apabila materi/tema/ projek ini dikerjakan dengan baik dan sungguh-
sungguh, maka peserta didik diharapkan dapat :
Menghitung tarif BOP masing-masing departemen dengan metode yang
ditentukan dan Meganalisis selisih BOP
2. Kegiatan Inti
Pemberian stimulus MENGAMATI 210 menit
- Guru memilih bahan bacaan yang sesuai dengan materi
menghitung tarif BOP masing-masing departemen
dengan metode yang ditentukan dan Meganalisis selisih
BOP kemudian dibagikan kepada peserta didik.
- Guru meminta kepada peserta didik untuk mempelajari
bacaan secara mandiri
- Guru meminta kepada peserta didik untuk memberi tanda
pada bagian bacaan yang tidak / belum bisa dipahami,
kemudian guru menganjurkan kepada peserta didik untuk
memberi tanda sebanyak mungkin
Menetapkan masalah MENANYA
- Guru membimbing peserta didik untuk memberikan tanda
pada bagian bacaan yang tidak atau belum dipahami
- Peserta didik berdiskusi dan saling bertanya kepada teman
satu kelompok untuk mendapatkan klariifikasi tentang
menghitung tarif BOP masing-masing departemen
dengan metode yang ditentukan dan Meganalisis selisih
BOP
- Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menanyakan materi yang belum bisa dipahami
- Peserta didik menanyakan materi yang belum bisa
dipahami kepada guru
Mengembangkan MENGUMPULKAN INFORMASI
solusi Peserta didik memlalui diskusi mengumpulkan data dan
informasi tentang materi pembelajaran menghitung tarif
BOP masing-masing departemen dengan metode yang
ditentukan dan Meganalisis selisih BOP
MENALAR
- Guru membimbing peserta didik untuk menemukan
jawaban atau solusi atas pemasalahan terkait materi
pembelajaran menghitung tarif BOP masing-masing
departemen dengan metode yang ditentukan dan
Meganalisis selisih BOP yang belum bisa dipahami oleh
peserta didik
- Peserta didik memberikan pendapat dan masukan serta
melakukan tanya jawab selam proses diskusi
- Peserta didik mencoba menjelaskan menghitung tarif
BOP masing-masing departemen dengan metode yang
ditentukan dan Meganalisis selisih BOP melalui laporan
hasil diskusi
- Peserta didik melalui diskusi membuat laporan tertulis atas
hasil diskusi kelompok
- Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menjelaskan / mempresentasikan hasil diskusi dengan
berkelompok dalam bentuk laporan tentang menghitung
tarif BOP masing-masing departemen dengan metode
yang ditentukan dan Meganalisis selisih BOP
- Masing-masing kelompok mempersentasikan hasil praktek
mengidentifikasi menghitung tarif BOP masing-masing
departemen dengan metode yang ditentukan dan
Meganalisis selisih BOP
- Kelompok yang tidak presentasi memberikan tanggapan
atas solusi permasalahan
Mengevaluasi MENGKOMUNIKASIKAN
- Guru membimibing peserta didik untuk membuat
kesimpulan tentang permasalahan terkait materi
pembelajaran menghitung tarif BOP masing-masing
departemen dengan metode yang ditentukan
- Guru memberikan revisi serta penguatan dari hasil diskusi
terkait materi pembelajaran menghitung tarif BOP
masing-masing departemen dengan metode yang
ditentukan
3. Penutup
- Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk menyimpulkan materi 15 menit
pembelajaran tentang menghitung tarif BOP masing-masing departemen
dengan metode yang ditentukan dan Meganalisis selisih BOP
- Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil
pembelajaran.
- Peserta didik diberi tugas untuk membaca dan memahami lebih dalam lagi materi
tentang menghitung tarif BOP masing-masing departemen dengan metode
yang ditentukan dan Meganalisis selisih BOP
- Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan pada peserta didik
untuk mempelajari materi berikutnya.
- Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk memimpin doa penutup.

Pertemuan ke-3
Langkah-langkah Pembelajaran
Waktu
1. Pendahuluan
Guru : 15 menit
Orientasi (Menunjukkan sikap disiplin sebelum memulai proses pembelajaran,
menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianut (Karakter) serta
membiasakan membaca dan memaknai (Literasi)).
 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk
memulai pembelajaran (PPK: Religius)
 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan
pembelajaran.
Apersepsi
 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan
dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan
sebelumnya
 Mengingatkan kembali materi dengan melakukan pretest
 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang
akan dilakukan.
Motivasi
 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan
dipelajari.
 Apabila materi/tema/ projek ini dikerjakan dengan baik dan sungguh-
sungguh, maka peserta didik diharapkan dapat :
Mengevaluasi laporan rekapitulasi dan alokasi BOP untuk masing-
masing departemen pada perusahaan manufaktur

2. Kegiatan Inti
Orientasi peserta MENGAMATI 210 menit
didik pada masalah Guru membagi peserta didik ke dalam 5 kelompok yang
heterogen. Kemudian peserta didik duduk sesuai
kelompoknya masing-masing.
- Guru menyampaikan informasi tentang materi laporan
rekapitulasi dan alokasi BOP untuk masing-masing
departemen pada perusahaan manufaktur
- Guru menayangkan Slide Power Point tentang alokasi
BOP untuk masing-masing departemen pada
perusahaan manufaktur dan meminta peserta didik
mengamatinya yang ditayangkan secara mandiri ataupun
dengan teman satu kelompok untuk menumbuhkan rasa
ingin tahu.
- Guru meminta peserta didik menemukan jenis biaya dan
cara mengitung BOP.
Mengorganisasikan MENANYA
peserta didik untuk - Guru membimbing peserta didik untuk memberikan tanda
belajar pada bagian bacaan yang tidak atau belum dipahami
- Peserta didik berdiskusi dan saling bertanya kepada teman
satu kelompok untuk mendapatkan klasrifikasi tentang
mengevaluasi laporan rekapitulasi dan alokasi BOP
untuk masing-masing departemen pada perusahaan
manufaktur
- Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
menanyakan materi yang belum bisa dipahami
- Peserta didik menanyakan materi yang belum bisa
dipahami kepada guru
Mengembangkan MENGUMPULKAN INFORMASI
solusi - Peserta didik memlalui diskusi mengumpulkan data dan
informasi tentang materi pembelajaran mengevaluasi
laporan rekapitulasi dan alokasi BOP untuk masing-
masing departemen pada perusahaan manufaktur
MENALAR
- Guru membimbing peserta didik untuk menemukan
jawaban atau solusi atas pemasalahan terkait materi
pembelajaran laporan rekapitulasi dan alokasi BOP
untuk masing-masing departemen pada perusahaan
manufaktur yang belum bisa dipahami oleh peserta didik
- Peserta didik memberikan pendapat dan masukan serta
melakukan tanya jawab selam proses diskusi
- Peserta didik mencoba menjelaskan cara mengevaluasi
laporan rekapitulasi dan alokasi BOP untuk masing-
masing departemen pada perusahaan manufaktur
melalui laporan hasil diskusi
- Peserta didik melalui diskusi membuat laporan tertulis atas
hasil diskusi kelompok

Mengembangkan MENALAR
dan menyajikan hasil - Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
karya menjelaskan / mempresentasikan hasil diskusi dengan
berkelompok dalam bentuk laporan tentang evaluasi
laporan rekapitulasi dan alokasi BOP untuk masing-
masing departemen pada perusahaan manufaktur
- Masing-masing kelompok mempersentasikan hasil praktek
mengidentifikasi menyusun laporan rekapitulasi dan
alokasi BOP untuk masing-masing departemen pada
perusahaan manufaktur
- Kelompok yang tidak presentasi memberikan tanggapan
atas solusi permasalahan
Mengevaluasi MENGKOMUNIKASIKAN
- Guru membimibing peserta didik untuk membuat
kesimpulan tentang permasalahan terkait materi
pembelajaran mengevaluasi laporan rekapitulasi dan
alokasi BOP untuk masing-masing departemen pada
perusahaan manufaktur
- Guru memberikan revisi serta penguatan dari hasil diskusi
terkait materi pembelajaran mengevaluasi laporan
rekapitulasi dan alokasi BOP untuk masing-masing
departemen pada perusahaan manufaktur
3. Penutup
- Secara bersama-sama peserta didik diminta untuk menyimpulkan materi
pembelajaran tentang menyusun laporan rekapitulasi dan alokasi BOP untuk
masing-masing departemen pada perusahaan manufaktur.
- Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil
pembelajaran.
- Peserta didik diberi tugas untuk mempraktikkan materi tentang mengevaluasi
laporan rekapitulasi dan alokasi BOP untuk masing-masing departemen pada 15 menit
perusahaan manufaktur dengan menggunakan contoh kasus yang terdapat
dalam modul/buku.
- Guru mengakhiri kegiatan belajar dan menginformasikan kepada peserta didik
bahwa akan dilaksanaan tes penilaian terkait materi pembelajaran pada
pertemuan yang akan datang
- Guru menyuruh salah satu peserta didik untuk memimpin doa penutup.

Pertemuan ke-4
Langkah-langkah Pembelajaran Waktu
1. Pendahuluan
- Guru membuka pertemuan pembelajaran dengan mengucapkan salam 15 menit
- Guru meminta peserta didik untuk mengondisikan ruang kelas untuk persiapan
tes penialaian
- Guru meminta peserta didik untuk duduk pada tempat duduk di ruang kelas
secara urut berdasarkan absen
- Guru meminta peserta didik untuk mempersiapkan alat tulis dan alat hitung
- Guru melakukan persensi kepada peserta didik
2. Kegiatan Inti
Pelaksanaan Tes - Peserta didik dikondisikan menempati tempat duduk
masing-masing
- Guru meminta peserta didik untuk mempersiapakan
keperluan ujian
210 menit
- Guru membagikan soal tes dan lembar jawab
- Guru meminta peserta didik untuk memulai mengerjakan
soal tes
- Guru mengawasi jalannya tes penilaian
3. Penutup
- Guru memberikan informasi kepada semua peserta didik bahwa waktu
mengerjakan tes sudah habis
- Guru meminta peserta didik untuk mengumpulkan hasil tes 15 menit
- Guru menutup pertemuan pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoa

H. Alat/bahan dan Media Pembelajaran


Alat/bahan : Komputer, LCD, Papan Tulis, Spidol
Media Pembelajaran : Tayangan Power Point

I. Sumber Belajar
Mulyadi, Ajang.2004. Akuntansi. Bandung. Grafindo Media Pratama
Harti, Dwi. 2006. Akuntansi Manufaktur. Jakarta: Erlangga
http://file.upi.edu/Direktori/FPEB/PRODI.AKUNTANSI/195407061987031-
KARLI_SOEDIJATNO/Rangkuman_Buku_AKBI_CARTER_USRY/BAB_13.pdf
J. Penilaian Pembelajaran
a. Teknik : Non Test dan Test
b. Bentuk :
- Penilaian pengetahuan : Tes tertulis uraian
- Penilaian keterampilan : Membuat perhitungan dan menyusun laporan rekapitulasi alokasi
BOP masing-masing departemen
1. PENILAIAN SIKAP

Instrumen dan Rubrik Penilaian Sikap

Sikap yang dinilai


Nama peserta
No Rasa Bertanggung Teliti Mandiri Komunikatif
didik
ingin Jawab
tahu

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

Keterangan :
 Jika menunjukkan perubahan sikap :√
 Jika tidak menunjukkan sikap :-
2. PENILAIAN PENGETAHUAN

Instrumen Penilaian Pengetahuan


a. Jenis Penilaian : Tes tertulis
b. Bentuk Penilaian : Uraian
c. Instrumen Penilaian :
Kisi - Kisi dan Soal
Penilaian Pengetahuan

Kompetensi Bentu
IPK Materi Indikator Soal Soal
Dasar k Soal

3.29Mengevaluasi 1. Departementali 1. Memberikan gambaran Uraian 1. Jelaskan pengertian departementalisasi!


laporan sasi tentang pengertian 2. Jelaskan perbedaan antara Biaya langsung
3.29.1  Menjelaskan
rekapitulasi 2. Biaya Langsung departementalisasi departemen dan tidak langsung deprtemen!
pengertian
dan alokasi dan tidak 2. Memberikan gambaran 3. Tuliskan metode menghitung tarif BOP
departementali
biaya langsung tentang pengertian departemenlisasi!
sasi
overhead departementalisasi BOP 4. Tuliskan pencatatan selisih BOP jika selisih
3.29.2 Menjelaskan Departemen
pabrik 3. Memberikan gambaran dibebankan pada Harga Pokok Penjualan!
biaya langsung 3. Penentuan tarif
sesungguhnya tentang biaya langsung 5. Buatlah langkah-langkah Penentuan tarif BOP
dan tidak BOP
untuk tiap-tiap departemen dan departemen!
langsung departemen
departemen biayatidak langsung
departemen dan metode
(Harga pokok departemen
3.29.3 Menghitung Alokasi Biaya
pesanan/harga 4. Memberikan gambaran
tarif BOP departemen
pokok proses) langkah- lngkah
departemen jasa penetuan tariff BOP
dan metode
alokasi biaya departemen
3.29.4 Meganalisis
selisih BOP
3.29.5 Mengevaluas
i laporan
rekapitulasi
dan alokasi
biaya
overhead
pabrik
sesungguhny
a untuk tiap-
tiap
departemen
Kunci Jawaban

1. Departementalisasi adalah pembagian perusahaan ke dalam unit-unit yang disebut departemen.


2. Biaya langsung departemen adalah semua biaya yang dapat ditelusur ke departemen tertentu dan
dibebankan pada departemen tersebut tanpa melalui proses alokasi sedangkan Biaya tidak
langsung departemen adalah biaya yang tidak dapat ditelusur ke departemen tertentu dan
dibebankan kepada departemen tersebut melalui proses alokasi
3. Metode menghitung tarif BOP departemenlisasi ada 3 yaitu: Metode Langsung, Metode
Bertingkat, Metode Simultan
4. Pencatatan selisih BOP jika selisih dibebankan pada Harga Pokok Penjualan:
Selisih BOP- Departemen …. (Biaya yang dibebankan – Biaya yang sesungguhnya)
BOP sesungguhnya – Departemen …

Harga Pokok Penjualan (xxx)


Selisih BOP- Departemen …. (xxx)
5. Langkah- Langkah penetuan tarif BOP departemen :
a. Menyusun anggaran BOP departemen produksi dan anggaran biaya departemen jasa
b. Menetapkan dasar alokasi biaya departemen jasa
c. Mengalokasikan biaya departemen jasa pada departemen produksi

Rubrik Penilaian Pengetahuan

Soal No. Uraian Skor


Menjelaskan pengertian departementalisasi dengan benar 20
Menjelaskan pengertian departementalisasi dengan jawaban yang 10
1
kurang tepat
Tidak menjawab sama sekali 0
Menjelaskan pengertian departementalisasi BOP dengan benar 20

Menjelaskan pengertian departementalisasi BOP dengan jawaban 10


2
yang kurang tepat

Tidak menjawab sama sekali 0


Menganalisis biaya langsung dan tidak langsung departementalisasi 20
dengan benar
3 Menganalisis biaya langsung dan tidak langsung departementalisasi 10
dengan jawaban yang kurang tepat
Tidak menjawab sama sekali 0
Membuat contoh biaya langsung dan tidak langsung 20
departementalisasi dengan benar
4 Membuat contoh biaya langsung dan tidak langsung 10
departementalisasi dengan kurang tepat
Tidak menjawab sama sekali 0

5 Membuat langkah-langkah penentuan tarif BOP departemen dengan 20


benar dan lengkap
Membuat langkah-langkah penentuan tarif BOP departemen dengan 10
kurang lengkap
Tidak menjawab sama sekali 0

Skordiperoleh
x 100=skorakhir
Total Skor

Interval skor, predikat dan nilai kompetensi kognitif


Interval Skor Predikat Keterangan
90 £ x £ 100 A Sangat Baik (SB)
80 £ x £ 89 B Baik (B)
70 £ x£ 79 C Cukup (C)
x < 70 D Kurang (D)

3. Penilaian Keterampilan
Aspek Yang Dinilai :
1. Kemampuan bekerja sama dalam kelompok
2. Kemampuan menghitung dan mencatat utang wesel jangka panjang dengan benar
3. Kemampuan mengajukan pertanyaan
4. Kemampuan menjawab pertanyaaan

Rubrik Penilaian :

No Aspek yang Dinilai Indikator Skor


1 Kemampuan o Mampu bekerjasama dengan semua anggota kelompok 5
bekerjasama dalam o Hanya mampu bekerjasama dengan salah satu anggota 3
kelompok kelompok
o Hanya mampu bekerja secara individu 1
2 Kemampuan o Mampu mengalokasikan biaya per departemen dengan 5
mengalokasikan lengkap benar
biaya per o Kurang mampu mengalokasikan biaya per departemen 3
departemen dengan benar
o Tidak mampu mengalokasikan biaya per departemen 1

3 Kemampuan o Mampu menyampaikan pertanyaan dengan benar dan 5


mengajukan jelas
pertanyaan o Mampu menyampaikan pertanyaan dengan jelas tetapi 3
kurang benar
o Kurang mampu menyampaikan pertanyaan dengan 1
benar dan jelas
4 Kemampuan o Mampu menjawab pertanyaan dengan benar dan jelas 5
menjawab o Mampu menjawab pertanyaan dengan jelas tetapi kurang 3
pertanyaan benar
o Kurang mampu menjawab pertanyaan dengan benar dan 1
jelas

Penghitungan nilai menggunakan rumus:

Total Skor Perolehan


Nilai = 100
Total Skor Maksimal

Interval skor, Predikat dan nilai kompetensi Keterampilan

Interval Skor Predikat Keterangan


90< x £100 A SangatBaik (SB)
80< x £ 89 B Baik (B)
70< x £79 C Cukup (C)
< 70 D Kurang (K)
3.Penilaian Keterampilan
Kisi kisi dan soal
Kompetensi Materi Indikator Bentuk
IPK Soal
Dasar Bahasan Soal Soal

3.29Mengev Alokasi Menghitung Membuat Uraian 1.CV INDAH mengolah produknya melalui dua departemen produksi yakni departemen proses 1
aluasi BOP tarif BOP Alokasi dan proses 2, dan ditunjang oleh dua departemen jasa yaitu departemen jasa listrik (X) dan
laporan BOP departemen jasa pemeliharaan mesin (Y). Seluruh tenaga listrik dan pemeliharaan mesin
rekapitulasi Menyusun dengan sepenuhnya digunakan oleh departemen produksi dengan proporsi:
dan alokasi laporan metode
biaya rekapitulasi langsung Departemen Produksi Departemen Jasa X Departemen Jasa Y
overhead alokasi BOP
Proses 1 30% 25%
pabrik
sesungguhny Proses 2 35% 40%
a untuk tiap-
Proses 3 35% 35%
tiap
departemen Perkiraan besarnya BOP untuk masing-masing departemen adalah
(Harga
pokok Departemen Produksi Jumlah BOP (Rp)
pesanan/harg Proses 1 180.000.000
a pokok
proses) Proses 2 200.000.000

Proses 3 150.000.000

Jasa X 30.000.000

Jasa Y 60.000.000

Tentukan BOP Dianggarkan setelah alokasi dengan menggunakan metode alokasi langsung!
Tentukan BOP Dianggarkan setelah alokasi dengan menggunakan metode alokasi langsung!

KUNCI JAWABAN

1. Menghitung BOP dianggarkan

Alokasi BOP dari masing-masing departemen adalah:

1.    Jasa X

BOP departemen jasa X sebanyak Rp 30.000.000 seluruhnya dialokasikan ke masing-masing departemen


produksi dengan proporsi masing-masing

Departemen Proses 1 = 30% x Rp 30.000.000 = Rp   9.000.000,-


Departemen Proses 2 = 35% x Rp 30.000.000 = Rp 10.500.000,-
Departemen Proses 3 = 35% x Rp 30.000.000 = Rp 10.500.000,-

                                                            Total      = Rp 30.000.000,-

2.    Jasa Y

BOP departemen jasa Y sebanyak Rp 60.000.000 seluruhnya dialokasikan ke masing-masing departemen


produksi dengan proporsi masing-masing:

Departemen 1 = 25% x Rp 60.000.000 = Rp 15.000.000,-


Departemen 2 = 40% x Rp 60.000.000 = Rp 24.000.000,-
Departemen 3 = 35% x Rp 60.000.000 = Rp 21.000.000,-

                                                 Total    = Rp 60.000.000,-

Lembar Observasi Penilaian Keterampilan


Mata Pelajaran : …………………………………………………
Kompetensi Dasar : …………………………………………………
Materi : …………………………………………………
Kelas : …………………………………………………
Hari/ tanggal Pengamatan : …………………………………………………

Keterampilan (Laporan) Jumlah Nilai Predikat


No Nama Peserta didik
1 2 3 4 5
1
2
3
Dst
Rubrik Penilaian (Terlampir)
Penghitungan nilai menggunakan rumus:
Total Skor Perolehan
Nilai = 100
Total Skor Maksimal

Interval skor, predikat dan nilai keterampilan


Interval Skor Predikat Keterangan
90 £ x £ 100 A Sangat Baik (SB)
80 £ x £ 89 B Baik (B)
70 £ x£ 79 C Cukup (C)
x < 70 D Kurang (D)

Mengetahui ............................., ................... 2018

Kepala SMK ................... Guru Mata Pelajaran,

Drs. Juniar Manik, M.Si Dewi Kiki Aditya Sitorus, S.Pd

NIP. 19680702 200502 1 001 NIP. 19900819 201506 2 001