Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN PRAKTIKUM

EKOLOGI
“SAMPLING DAN ANALISIS VEGETASI
MENGGUNAKAN METODE PLOT”

Oleh Kelompok 1 :
Aditya Rico Armyandi 170210103012
Ina Zusdiana 170210103010
Ajeng Purwaningtyas 170210103017
Nur Lailin Najah 170210103024
Alivinda Aulia Safira Musyarofah 170210103031
Afridatul Rofi’ah 170210103043

Kelas A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JEMBER
2019
2

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ....................................................................................................................2


BAB I. PENDAHULUAN ................................................................................................3
1.1 Latar Belakang .................................................................................................3
1.2 Rumusan Masalah ............................................................................................3
1.3 Tujuan ...............................................................................................................4
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA .....................................................................................5
BAB III. METODE PENELITIAN.................................................................................8
3.1 Tempat dan Waktu Percobaan .......................................................................8
3.2 Alat dan bahan .................................................................................................8
3.3 Desain Percobaan .............................................................................................9
3.4 Skema Alur Percobaan ....................................................................................9
BAB IV. HASIL PENGAMATAN ................................................................................10
4.1 Tabel Hasil Pengamatan ................................................................................10
4.2 Tabel Banyaknya Vegetasi.............................................................................11
BAB V. PEMBAHASAN ...............................................................................................19
BAB VI. PENUTUP .......................................................................................................22
6.1 Kesimpulan .....................................................................................................22
6.2 Saran ...............................................................................................................22
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................................23

2
3

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Vegetasi atau komunitas tumbuhan yaitu salah satu komponen
biotik yang menempati habitat tertentu seperti hutan, padang ilalang, semak
belukar dan lain-lain yang biasanya merujuk pada komposisi spesies dalam
skala yang lebih luas. Struktur dan komposisi vegetasi pada suatu wilayah
dipengaruhi oleh komponen ekosistem lainnya yang saling berinteraksi,
sehingga vegetasi yang tumbuh secara alami pada wilayah tersebut
sesungguhnya merupakan pencerminan hasil interaksi berbagai faktor
lingkungan dan dapat mengalami perubahan drastik karena pengaruh
anthropogenik.
Analisis vegetasi yatiu cara yang digunakan untuk mempelajari
susunan atau komposisi vegetasi dalam bentuk (struktur) sehingga
memerlukan data-data jenis , diameter dan tinggi untuk menentukan nilai
penting dari suatu komunitas tersebut agar mengetahui dominansi dalam
suatu komunitas. Salah satu cara yang digunakan yaitu metode plot, dimana
dlam metode tersebut merupakan prosedur yang biasanya digunakan untuk
melakukan sampling dengan berbagai organisme baik berbentuk pergi
ataupun lingkaran dengan menggunakan metode tersebut yang sangat
sederhana dan mudah untuk dilakukan, yang dilakukan di halaman FKIP
gedung 3 Universitas Jember. Pembuatan plot dari terkecil hingga terbesar
sehingga dapat diperoleh hasil analisis vegetasi untuk pembahasan terkait
data.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Bagaimana cara melakukan teknik sampling tumbuhan dengan
menggunakan metode plot ?
1.2.2 Bagaimana cara melakukan analisis data vegetasi dari hasil sampling?

3
4

1.3 Tujuan
1.2.3 Memberikan pengetahuan tentang teknik sampling tumbuhan dengan
menggunakan metode plot
1.2.4 Melakukan analisis data vegetasi dari hasil sampling

4
5

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Tumbuhan, hewan, organisme lain dan lingkungan fisiknya berinteraksi


satu terhadap yang lain dalm suatu sistem yang disebut ekosistem. Ekosistem
adalah benda nyata yang ukurannya bervariasi. Berbagai ciri dapat digunakan
untuk mengenali tipe-tipe ekosistem, tetapi yang paling mudah digunakan adalah
ciri-ciri vegetasi. Vegetasi adalah komunitas tumbuhan yang biasanya merupakan
komponen ekosistem yang paling mudah dikenali dan sering digunakan untuk
mengidentifikasi dan mendefinisikan batas-batas ekosistem. Wujud vegetasi
merupakan cerminan fisiogenomi (penampakan luar) dari interaksi antara
tumbuhan, hewan dan lingkungan mereka. Dengan demikian tipe vegetasi dapat
digunakan sebagai pengganti dan wakil ekosistem dan juga karena vegetasi lebih
mudah di kenal dan diteliti (Kartawinata, 2013 : 1).
Struktur dan komposisi suatu vegetasi dipengaruhi oleh komponen
ekosistem yang salng berinteraksi, sehingga vegetasi suatu wilayah yang tumbuh
secara alami pada adasarnya merupakan pencerminan hasil interaksi berbagai
faktor lingkungan. Analisis vegetasi berfungsi untuk mengetahui seberapa besar
sebaran berbagai spesies dalam suatu area melalui pengamatan langsung. Vegetasi
dapat dideskripsikan dengan berbagai metode. Metode-metode tersebut
dikembangkan untuk menganalisis dan mensintesis sehingga akan membantu dan
mendeskripsikan suatu vegetasi sesuai dengan kemajuan dalam bidang-bidang
pengetahuan (Susilo, 2017).
Salah satu metode yang digunakan untuk menganalisis vegetasi adalah
teknik sampling acak sederhana (simple random sampling). Teknik sampling acak
sederhana ini, dikatakan sederhana karena cara mengambil sampel dari populasi
dilakukan secara random atau acak dengan tidak mempertimbangkan strata atau
tingkatan dalam populasi. Teknik sampling acak sederhana dapat digunakan
seandainya populasi yang diteliti bersifat homogen (Susilo, 2017).
Sampling probabilitas berarti bahwa setiap item dalam populasi memiliki
peluang yang sama dalam sampel. Salah satu cara untuk melakukan pengambilan
sampel acak adalah jika peneliti menginginkannya membangun kerangka

5
6

sampling terlebih dahulu dan kemudian menggunakan program komputer generasi


nomor acak untuk mengambil sampel dari kerangka sampling. Probabilitas atau
pengambilan sampel acak kebebasan terbesar dari bias tetapi dapat mewakili
sampel paling mahal dalam hal waktu dan energi untuk tingkat kesalahan
pengambilan sampel tertentu (Taherdoost, 2016).
Probabilitas sampling juga dikenal sebagai ‘random sampling ini adalah
contoh yang memungkinkan setiap item dari alam semesta untuk memiliki
kesempatan yang sama untuk hadir dalam sampel. Misalnya dalam undian adalah
unit individu akan diambil dari keseluruhan kelompok bukan sengaja dengan
proses tertentu. Kejadian ini hanyalah sebuah peluang yang akan membatasi
apakah item unik atau item tambahan lebih disukai. Kemungkinan peluang
probabilitas tipe pengambilan sampel akan didasarkan pada sistematis
pengambilan sampel acak, jenis pengambilan sampel bertingkat, dan pengambilan
sampel kelompok (Etikan dan Bala, 2017).
Unsur-unsur yang diambil sebagai sampel, disebut unsur sampling. Unsur
sampling diambil dengan menggunakan kerangka sampling. Kerangka sampling
merupakan daftar dari semua unsur sampling dalam populasi sampling. Beberapa
teknik pengambilan sampel antara lain pengambilan sampel secara acak,
pengambilan sampel yang bersifat tidak acak dan dimana sampel dipilih
berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Sampling acak sederhana ialah
suatu sampel yang diambil sedeikian rupa sehingga tiap unit penelitian dari suatu
populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel.
Pengambilan sampel acak sistematis adalah suatu metode pengambilan sampel,
dimana hanya unsur pertama saja dari sampel dipilih secara acak, sedangkan
unsur-unsur selanjutnya dipilih secara sistematis menurut pola tertentu (Triyono,
2014).
Potensi sumber daya tumbuhan diteliti secara kuantitatif dengan
melakukan analisa vegetasi, dan secara kualitatif dengan menggunakan metode
semi structured interview. Analisis vegetasi dalam penelitian bertujuan untuk
mengetahui tingkat keberagaman atau keragaman spesies, struktur populasi serta
fungsi ekologis. Analisa vegetasi dilakukan dengan menggunakan metode yang

6
7

merupakan kombinasi transek dan modified wittacker plot (Surma et al., 2008 :
190).
Pada metode terbaru diperkenalkan grafik dengan ukuran sampel variabel
(VSS) secara independen, dan mempelajari properti dan kinerja. Sementara itu,
diusulkan metodologi sederhana dan menarik (metode Normal Sampling Interval
(NSI)) pada fungsi kepadatan variabel normal standar untuk mendapatkan yang
berbeda interval pengambilan sampel, dan sifat statistiknya dan membandingkan
dengan metode pengambilan sampel adaptif lainnya (Dias dan Infante, 2008).
Penjelasan pertama adalah model pengambilan sampel, terdapat pendapat
bahwa hubungan yang diamati adalah artefak pengambilan sampel dan tidak
memerlukan penjelasan biologis. Spesies langka lebih sulit ditemukan daripada
yang umum spesies, dan dengan demikian jika studi biologi yang sesuai tidak
dilakukan dengan hati-hati, seseorang akan secara otomatis mengamati pola yang
terlihat. Penjelasan ini sulit untuk dievaluasi karena masalah penghitungan
organisme langka. Namun, itu tidak bisa menjadi penjelasan untuk pola ini pada
burung, kupu-kupu, dan mamalia, dan tumbuhan yang telah disampel dan
dipelajari dengan sangat baik (Krebs, 2014: 116).
Padang rumput atau ladang tua juga merupakan tempat yang baik untuk
memulai studi ekologi. Prosedur pengambilan sampel yang berbeda, tentu saja
akan digunakan untuk menginventarisir komunitas biotik. Total atau produktivitas
kotor lebih sulit untuk diukur dalam lingkungan terestrial karena masalah termal
yang disebabkan oleh vegetasi, dan kesulitan yang lebih besar adalah mengukur
pertukaran gas di media udara (karbon dioksida daripada pertukaran oksigen).
Namun, estimasi bersih produksi dapat dibuat di komunitas herba dengan
memanen, menimbang, dan menjumlahkan bahan tanaman hidup yang diproduksi
dan bahan mati (serasah atau detritus) menumpuk selama pertumbuhan musim.
Tanaman terestrial, berbeda dengan fitoplankton yang menyimpan atau
mengakumulasi energi dalam periode waktu yang lebih lama terkait dengan waktu
pergantian biomassa produsen, waktu dan jumlah konsumsi oleh hewan. (Odum,
1963: 35).

7
8

BAB III. METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu Percobaan


Percobaan ini dilakukan pada hari Rabu, 18 September 2019.
Daerah pengamatan analisis vegetasi dilakukan di kebun Biologi Gedung 3,
FKIP UNEJ.
3.2 Alat dan bahan
3.1.1 Alat
- Patok kayu atau bambu
- Tali rafia atau tali plastik
- Pisau besar
- Pasak
- Palu
- Counter
- Gunting
- Meteran panjang
- Penggaris
- Lux meter
- Soil meter
- Anemometer
- Higrometer
3.1.2 Bahan
- Bambu atau kayu
- Buku identifikasi

8
9

3.3 Desain Percobaan

3.4 Skema Alur Percobaan

Melakukan pengamatan analisis vegetasi di daerah


kebun Biologi Gedung 3 FKIP UNEJ

Mengukur area pengamatan seluas 10 X 10 m 2 pada


daerah yang telah ditentukan.

Melakukan proses plotting secara acak, dengan


menempatkan suatu plot berukuran 1 x 1 m2.

Melakukan pengamatan jenis vegetasi, kepadatan,


kepadatan relatif, frekuensi relatif satu spesies, luas
penutupan, luas penutupan relatif, dan nilai penting
vegetasi tersebut.

Melakukan pengambilan plot tersebut sebanyak 3 kali


secara acak, sehingga
9 data yang dianalisis merupakan
hasil rerata.
10

BAB IV. HASIL PENGAMATAN

4.1 Tabel Hasil Pengamatan


Jenis Jumlah D RD F RF C RC
Tumbuhan

Tumbuhan A 37 0,0082/m2 0,2440/m2 0,2450 0,2450 0,00003 0,0283/


2/m2 m2
(a)

Tumbuhan B 9 0,0020/m2 0,0595/m2 0,0596 0,0596 0,00000 0,00531


6/m2 /m2
(b)

Rumput 81 0,0181/m2 0,5386/m2 0,5364 0,5365 0,00010 0,092/


4/m2 m2
(c)

Pegagan 5 0,0011/m2 0,0327/m2 0,0331 0,0331 0,00000 0,00014


0163/m 4/m2
(d) 2

Rumput E 17 0,0038/m2 0,1130/m2 0,1125 0,1125 0,00098 0,874/


8/m2 m2
(e)

Tumbuhan D 2 0,0004/m2 0,0119/m2 0,0132 0,0132 0,00000 0,00014


016/ m2 2/m2
(f)

10
11

4.2 Tabel Banyaknya Vegetasi


4.2.1 Plot 1

Luas
Jenis Jumlah
Plot Petak penutupan
Tumbuhan vegetasi
(cm)

Tumbuhan A1 7

Tumbuhan A2 6
1 4
Tumbuhan A3 5

Tumbuhan A4 5.5

Tumbuhan A5 8

2 Tumbuhan A6 8,5 3

Tumbuhan A7 6

Tumbuhan A8 9

Tumbuhan A9 9
3
3 Tumbuhan
1 7
A10

Tumbuhan B1 7 1

Tumbuhan
5,5
A11

Tumbuhan
4,5
A12
4 4
Tumbuhan
9
A13

Tumbuhan
5,5
A14

Tumbuhan
5 5 1
A15

11
12

Tumbuhan
4
A16

Tumbuhan
5
A17

Tumbuhan
3
A18

Tumbuhan
6 8 7
A19

Tumbuhan
7
A20

Tumbuhan
6,5
A21

Tumbuhan
3
A22

Tumbuhan
4,5
A23

Tumbuhan
5
A24

Tumbuhan
5
A25

Tumbuhan
6,5
A26
7 8
Tumbuhan
9
A27

Tumbuhan
6
A28

Tumbuhan
3,5
A29

Tumbuhan
6
A30

12
13

Tumbuhan B2 5

Tumbuhan
6
A31

Tumbuhan
6
A32

Tumbuhan
8 7 5
A32

Tumbuhan
6
A34

Tumbuhan
5
A35

Tumbuhan
5,5
A36
9 2
Tumbuhan
6
A37

4.2.2 Plot 2

Luas
Jenis Jumlah
Plot Petak penutupan
Tumbuhan vegetasi
(cm)

Rumput 1 7

Rumput 2 2,5

Rumput 3 5

Rumput 4 14
2 1 9
Rumput 5 6

Rumput 6 6,5

Rumput 7 7

Rumput 8 8

13
14

Rumput 9 3

Rumput 10 4

Rumput 11 2

Rumput 12 2

Rumput 13 4

Rumput 14 11
10
Rumput 15 3,5
2
Rumput 16 3

Rumput 17 1

Rumput 18 2

Rumput 19 1

Pegagan 1 1
2
Pegagan 2 1

Rumput 20 9

Rumput 21 7

Rumput 22 3

3 Rumput 23 4 7

Rumput 24 2

Rumput 25 11

Rumput 26 4

Tumbuhan B3 10

Tumbuhan B4 2,5
4 5
Tumbuhan B5 2,5

Tumbuhan B6 10

14
15

Tumbuhan B7 5

Rumput 27 21

Rumput 28 10

Rumput 29 12

Rumput 30 9

Rumput 31 12 9

Rumput 32 15

Rumput 33 15

Rumput 34 7

Rumput 35 9

Rumput 36 18

Rumput 37 6

Rumput 38 6

Rumput 39 6

5 Rumput 40 11 9

Rumput 41 11

Rumput 42 12

Rumput 43 9

Rumput 44 12

Rumput 45 9

Rumput 46 30

6 Rumput 47 11 11

Rumput 48 6

Rumput 49 6

15
16

Rumput 50 7

Rumput 51 4

Rumput 52 3

Rumput 53 6

Rumput 54 15

Rumput 55 4

Tumbuhan B8 4
2
Tumbuhan B9 3,5

Rumput 56 8

Rumput 57 7

Rumput 58 4

Rumput 59 8

Rumput 60 5

7 Rumput 61 6 11

Rumput 62 7

Rumput 63 5

Rumput 64 6

Rumput 65 4

Rumput 66 7

Rumput 67 16

Rumput 68 8

8 Rumput 69 4,5 9

Rumput 70 4

Rumput 71 5

16
17

Rumput 72 5

Rumput 73 5

Rumput 74 8

Rumput 75 4

Pegagan 3 2 1

Pegagan 4 1,5 1

Rumput 76 6

Rumput 77 7,5

9 Rumput 78 6
6
Rumput 79 5

Rumput 80 6

Rumput 81 4

4.2.3 Plot 3

Luas
Jenis Jumlah
Plot Petak penutupan
Tumbuhan vegetasi
(cm)

1 Rumput E1 11 1

2 Tidak ada - -

Pegagan 5 1 1

3 Rumput E2 3
3 2
Rumput E3 16

Rumput E4 11

4 Rumput E5 10 3

Rumput E6 32

17
18

Tanaman D 8,5 1
5
Rumput E7 35 1

Rumput E8 13
2
Rumput E9 21

Tanaman D 4 1

Rumput E10 13
7
Rumput E11 26

Rumput E12 17
8 2
Rumput E13 16

Rumput E14 12,5

Rumput E15 20
9 4
Rumput E16 9,5

Rumput E17 10,5

18
19

BAB V. PEMBAHASAN

Teknik sampling adalah sebuah metode atau cara yang dilakukan untuk
menentukan jumlah dan anggota sampel. Setiap anggota merupakan wakil dari
populasi yang dipilih setelah dikelompokkan berdasarkan kesamaan karakter.
Teknik sampling yang digunakan juga harus disesuaikan dengan tujuan dari
penelitian. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan sampel atau sampling
adalah seluruh variabel yang berkaitan dengan penelitian. Unsur-unsur khusus
yang melekat pada pribadi tentu saja perlu diperhatikan karena individu dengan
kemampuan khusus dalam sampel akan membawa bias data dan tentu saja
mempengaruhi distribusi data yang ada. Kesesuaian karakteristik daerah,
tingkatan, dan juga kecenderungan khusus juga perlu dipertimbangkan dalam
memilih teknik sampling yang sesuai. Salah satu metode nya adalah metode plot.
Metode plot (berpetak) adalah prosedur yang umum dugunakan untuk
sampling berbagai tipe organisme. Plot biasanya berbentuk segi-empat atau
persegi (kuadrat) ataupun lingkaran. Untuk keperluan sampling tumbuhan,
terdapat duacara penerapan metode plot (petak) yaitu metode petak tunggal dan
metode petak ganda.
Metode plot adalah prosedur yang umum digunakan untuk sampling
berbagai tipe organisme. Plot biasanya berbentuk segiempat atau persegi
(kuadrat) ataupun lingkaran. Metode ini digunakan untuk sampling tumbuh-
tumbuhan, hewan-hewan sessil (menetap) atau bergerak lambat seperti hewan-
hewan yang meliang. Metode plot tersebut biasanya digunakan untuk
pengambilan sampel pada populasi seperti vegetasi tumbuhan. Adapun
persyaratan dasar untuk metode plot yaitu, yang terhitung telah diketahui kondisi
medannya, dan organisme yang akan diamati adalah jenis immobile (diam)
selama proses perhitungan berlangsung. Selain itu terdapat tiga asumsi yang harus
dipenuhi ketika menggunakan metode ini antara lain, hewan tidak meninggalkan
kuadrat akibat terganggu oleh aktivitas pengambilan sampel sebelum hewan
tersebut di hitung, kuadrat dapat ditempatkan secara acak, dan kuadrat
menghasilkan data yang independen.

19
20

Mekanisme kerja yang dilakukan dalam praktikum ini yaitu, menentukan


terlebih dahulu area yang menjadi tempat untuk melakukan pengamatan,
kemudian mengukur area pengamatan tersebut dengan ukuran 10 x 10 m 2 dengan
menggunakan plot. Membagi plot tersebut menjadi 9 petak secara rata, lalu
memulai penghitungan vegetasi yang ada di setiap petak-petak tersebut.
menghitungan vegetasi meliputi kepadatan (D), Kepadatan Relatif (RD),
Frekuensi (F), Frekuensi Relatif (RF), Luas Penutupan (C), Luas Penutupan
Relatif (RC), dan Nilai Penting (IV). Percobaan ini dilakukan sebanyak tiga kali
pengulangan untuk mendapatkan hasil rerata.
Berdasarkan hasil pengamatan mengenai sampling dan analisis vegetasi
dengan menggunakan metode plot diperoleh hasil yaitu pada plot satu dengan
sembilan petak ditemukan dua spesies tumbuhan yaitu tumbuhan A dan tumbuhan
B. Plot satu ini didominasi oleh tumbuhan A yang mana ditemukan 37 tumbuhan
A. Tumbuhan B ditemukan pada petak tiga dan tujuh dengan jumlah keseluruhan
dua tumbuhan B. Keseluruhan tumbuhan yang ada di plot satu yaitu 39.
Plot dua dengan sembilan petak ditemukan tiga jenis tumbuhan yaitu
rumput, pegagan dan tumbuhan B. Petak satu ditemukan tumbuhan rumput
sebanyak 9, petak dua terdapat dua jenis tumbuhan yaitu rumput dan pegagan
dengan jumlah rumput ada 10 dan pegagan 2. Petak tiga ada tujuh rumput, petak
empat ada dua jenis tumbuhan yaitu Tumbuhan B dan rumput dengan tumbuhan B
sebanyak 5 dan rumput sebanyak 9. Petak lima yaitu dengan rumput sebanyak 9.
Petak enam ada dua jenis tumbuhan yaitu rumput dan tumbuhan B dengan jumlah
rumput ada 11 dan tumbuhan B ada dua. Petak tujuh ada rumput berjumlah 11,
petak 8 ditemukan rumput sejumlah 9 dan pegagan ada 1. Petak sembilan terdapat
rumput dan pegagan dengan jumlah pegagan satu dan rumput 6. Berdasarkan hasil
pengamatan pada plot dua ini ada 92 tumbuhan dengan rumput berjumlah 81,
tumbuhan B sejumlah 7 dan pegagan dengan jumlah 4. Dilihat dari hasil
pengamatan maka pada plot dua ini didominasi dengan rumput.
Plot tiga dengan sembilan petak juga ditemukan tiga jenis tumbuhan yaitu
rumput, pegagan, dan tumbuhan D. Petak satu ditemukan rumput sejumlah satu
dan petak dua tidak ditemukan adanya tumbuhan. Petak tiga ada dua jenis

20
21

tumbuhan yaitu pegagan dan rumput dengan jumlah pegagan satu dan jumlah
rumput ada dua. Petak empat terdapat rumput sebanyak tiga dan petak lima
terdapat dua jenis tumbuhan yaitu tanaman D dan rumput yang mana tanaman D
berjumlah 1 dan rumput berjumlah satu. Petak 6 ditemukan dua jenis tumbuhan
yaitu rumput dan tanaman D dengan jumlah tanaman D ada satu dan rumput 2.
Petak tujuh terdapat rumput dengan jumlah dua dan petak delapan ditemukan
rumput berjumlah dua. Petak sembilan terdapat rumput sebanyak empat.
Berdasarkan hasil pengamatan maka plot tiga didominasi oleh tumbuhan rumput
yaitu dengan total keseluruhan rumput ada 17, pegagan sebanyak satu dan
tumbuhan D ada dua.
Plot 1, 2, 3 yang kami amati terdapat berbagai macam tumbuhan meliputi;
tumbuhan A, tumbuhan B, rumput, pegagann, rumput, dan tumbuhan D.
Tumbuhan yang paling banyak dan sering ditemukan adalah rumput dengan total
jumlah populasi 81 individu. Hal ini karena sebagian besar wilayah yang kami
amati berupa lapangan rumput, sehingga populasi yang paling banyak ditemui
adalah rumput. Hal ini karena area plot yang kami amati kondisi tanahnya tidak
terlalu lembab, dan juga tidak terlalu kering sehingga memungkinkan populasi
rumput dapat berkembang dengan baik. rumput sendiri dapat tumbuh dengan baik
didaerah tropis ataupun subtropis tergantung dari jenis rumputnya. Area plot yang
kami amati termasuk kedalam iklim tropis, sehingga populasi rumput dapat
ditemui dengan mudah. Iklim tropis vegetasi tumbuhannya jauh lebih beragam
daripada iklim subtropis. Rumput sendiri biasanya ditemukan pada ekosistem
sabana dan stepa.
Faktor abiotik akan berpengaruh terhadap vegetasi yang ada. Seperti
intensitas cahaya akan berpengaruh terhadap keragaman vegetasi. Intensitas
cahaya diperlukan tumbuhan untuk mengadakan fotosintesis. Masing-masing
tumbuhan memiliki pengaruh yang berbeda terhadap faktor abiotik yang
mempengaruhinya. Faktor-faktor abiotik yang sering mempengaruhi keragaman
vegetasi antara lain intensitas cahaya, suhu, kelembaban udara, kecepatan angin,
dan nutrisi-nutrisi uang dibutuhkan tumbuhan untuk dapat hidup. Nutrisi ini
diperoleh dari dalam tanah ataupun dengan pemberian pupuk secara berkala.

21
22

BAB VI. PENUTUP

6.1 Kesimpulan

6.1.1 Teknik sampling merupakan teknik yang dilakukan untuk menentukan


sampel, dalam penelitian harus memperhatikan teknik sampling
sebagai subjek penelitian salah satunya menggunakan metode plot
yaitu, prosedur yang umum digunakan untuk sampling berbagai tipe
organisme. Plot biasanya berbentuk segiempat atau persegi (kuadrat)
ataupun lingkaran.
6.1.2 Vegetasi setiap tumbuhan berbeda dalam tiga plot. Vegetasi dapat
dilihat melalui luas penutupan relatif yaitu, pada tumbuhan A dengan
jumlah luas penutupan relatif 0,0283/m2, tumbuhan B luas penutupan
sejumlah 0,00531/m2, rumput dengan luas penutupan relatif 0,092/m 2,
pegagan dengan jumlah luas penutupan relatif 0,00014/m 2, rumput E
dengan jumlah luas penutupan relatif 0,874/m2, dan tumbuhan d
dengan luas penutupan relatif 0,00014/m2.

6.2 Saran
Sebaiknya menggunakan alat-alat yang memiliki skala agar kesalahan
paralaks dapat diminimalisir dan bimbingan asisten sangat diperlukan dalam
menentukan skala maupun cara dalam menentukan pengukuran terhadap luas
penutupan daun. Memberikan kejelasan dalam menyampaikan cara dalam
menggambar pada milimeter blok, sehingga hasil yang didapat dapat
dipertanggung jawabkan

22
23

DAFTAR PUSTAKA
Dias, J. R. dan P. Infante. 2017. Control charts with predetermined sampling
intervals. International Journal of Quality and Reliability Management. 25
(4) : 423-435.

Etikan, I. dan K. Bala. 2017. Sampling and sampling methods. Biometrics and
Biostatics International Journal. 5 (6) : 1-3.

Karawinata, K. 2013. Diversitas Ekosistem Alami Indonesia. Jakarta : LIPI Press


dan Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Krebs, C. J. 2014. Ecology : The Experimental Analysis of Distribusion and


Abundance. England : Pearson Education Limited.

Odum. 1963. Ecology. US : Library of Congress Catalogging in publication Data.

Susilo. 2017. Analisis vegetasi mangrove (Rhizophora) di Pesisir Pantai Pulau


Menjangan Besar Karimunjawa. Jurnal Biomedika. 10 (2) : 58-68.

Taherdoost, H. 2016. Sampling methods in research metohodology; how to


choose a sampling technique for research. International Journal of
Academic Management. 5 (2) :18-27.

Triyono. 2014. Teknik sampling dalam penelitian. Jurnal Analisis Data


Penelitian. 2 (1) : 1-7.

Surma, E. H., E. Permatasari, H. Adnan, I. Dobesto. 2008. Belajar dari Bungo


Mengelola Sumberdaya Alam di Era Desentralisasi. Bogor : Cifor.

23
24

LAMPIRAN

Plot 3 Petak 1 (plot 3) Petak 2 (plot 3)

Petak 3 (plot 3) Petak 4 (plot 3) Petak 5 (plot 3)

Petak 6 (plot 3) Petak 7 (plot 3) Petak 8 (plot 3)

24
25

Petak 9(plot 3) Petak 1 (Plot 1) Petak 2 (Plot 1)

Petak 3 (Plot 1) Petak 4 (Plot 1) Petak 5 (Plot 1)

Petak 6 (Plot 1) Petak 7 (Plot 1) Petak 8 (Plot 1)

25
26

Plot 2 (Petak 1) Plot 2 (Petak 2) Plot 2 (Petak 3)

Plot 2 (petak 4) plot 2 (petak 5) plot 2 (petak 6)

Plot 2 (petak 7) plot 2 (petak 8) plot 2 (petak 9)

26
27

27
28

28
29

29
30

30
31

31

Anda mungkin juga menyukai