Anda di halaman 1dari 10

PENULISAN PARAGRAF

Makalah
Disusun untuk memenuhi tugas kuliah
Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu:
Dian Antikasari M.Pd.

Disusun Oleh:
1. Aufa Nur Fahmidah 12209173093
2. Nasru Ngatiyah 12209173078
3. Qorry Aina 12209173053
4. Uswatun Khasanah 12209173085
5. Muhammad Tri wahyudi 12209173075

PROGRAM STUDI TADRIS IPS


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG
September, 2017

1
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI........................................................................................................................................2
BAB I....................................................................................................................................................3
PENDAHULUAN................................................................................................................................3
A. LATAR BELAKANG..............................................................................................................3
B. RUMUSAN MASALAH..........................................................................................................3
C. TUJUAN...................................................................................................................................3
BAB II..................................................................................................................................................4
PEMBAHASAN...................................................................................................................................4
A. PENGERTIAN PARAGRAF..................................................................................................4
B. UNSUR-UNSUR PARAGRAF................................................................................................5
1. Kalimat topik.......................................................................................................................5
2. Kalimat pengembang...........................................................................................................5
3. Kalimat penegas...................................................................................................................5
C. JENIS-JENIS PARAGRAF....................................................................................................6
1. Berdasarkan tujuannya.......................................................................................................6
2. Berdasarkan letak kalimat utama......................................................................................6
D. SYARAT PARAGRAF YANG BAIK......................................................................................7
BAB III.................................................................................................................................................9
PENUTUP............................................................................................................................................9
A. KESIMPULAN........................................................................................................................9
B. SARAN.....................................................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................................10

2
BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG

Tulisan adalah warisan Intelektual, seandainya jia tidak ada yang menulis
bagaikan kembali ke masa lalu atau prasejarah. Dimana dulu belum ada tulisan.
Dengan tidak adanya tulisan itu maka generasi selanjutnya tidak mengetahui apa yang
sudah terjadi masa lalu. Kita semua tahu bahwa menulis itu penting, karena
menghasilakn warisan intelektual yang dapat mencerdaskan bangsa, dan untuk
penulisnya akan semakin pintar dan cerdas. Selain itu mereka akan terkenal dan
mempunyai banyak teman.
Semua orang yang pernah bersekolah pasti bisa menulis. Keterampilan
menulis sudah diajarkan disekolah, maka dari itu setiap orang pasti bisa menulis.
Keterampilan menulis tidak dapat diperoleh secara cepat, perlu waktu untuk belajar
dan berlatih. Salah satu tahapan menulis adalah menulis paragraf, bahkan keterapilan
menulis paragraf amat sangat penting. Syarat utama menulis itu pada dasarnya
menuangkan gagasan dalam bentuk paragraf-paragraf. Paragraf satu digabungkan
dengan paragraf lainnya akan membentuk sebuah tulisan.
Dalam membuat suatu paragraf kita harus mengetahui syarat-syarat yang
harus dipenuhi dalam sebuah paragraf. Paragraf yang akan dibuat harus dapat
mempunyai kepaduan antara paragraf yang lain. Kepaduan paragraf dapat terlihat
melalui penyusunan kalimat secara logis dan melalui ungkapan-ungkapan pengait
antar kalimat. Disini kita di tuntut agar mampu membuat suatu paragraf dengan baik
dan benar sesuai dengan kaidahnya

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian paragraf ?
2. Sebutkan jenis-jenis paragraf ?
3. Apa syarat paragraf yang baik ?

C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui pengertian paragraf
2. Untuk mengetahui jenis-jenis paragraf
3
3. Untuk mengetahui bagaimana paragraf yang baik

BAB II

PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PARAGRAF
ketika membaca sebuah tulisan (artikel, makalah, atau buku), kita melihat
kenyataannya bahwa tulisan-tulisan itu terbagi dalam kelompok-kelompok kalimat. Tiap
kelompok kalimat itu ditandai dengan baris-baris baru yang ditulis agak menjorok ke
dalam sekitar empat atau lima karakter. Bila kita amati lebih teliti, ternyata kalimat-
kalimat yang tergabung dalam sebuah kelompok itu saling berhubungan dan bersama-
sama menjelaskan satu unit buah pikiran yang sejalan dengan buah pikiran seluruh
tulisan. Kelompok kalimat seperti itu dinamakan paragraf.1

Paragraf disebut juga alinea. Kata paragraf diserap ke dalam bahasa Indonesia dari
kata inggris paragraf, sedangkan kata alinea dari bahasa Belanda dengan ejaan yang sama.
Kata Belanda itu sendiri berasal dari kata Latin a linea, yang berarti mulai dari baris baru.
Paragraf terbentuk dari kalimat , kalimat terbentuk dari kataan, dan kataan terbentuk dari
kata. Dua kata atau lebih membentuk seuntai kata yang bermakna, yang disebut kataan.
Dua kataan atau lebih membentuk kalimat , dan beberapa kalimat membentuk paragraf.
Rangkaian paragraf mebentuk sebuah karangan.

Sebuah karangan tak mungkin baik jika paragrafnya tidak tersusun dengan baik.
Paragraf merupakan satuan terkecil sebuah karangan. Isinya membentuk satuan pikiran
sebagai bagian dari pesan yang disampaikan oleh penulis dalam karangannya. Paragraf
yang tidak jelas susunannya akan menyulitkan pembaca untuk menangkap pikiran
penulis. Oleh karena itu, sebuah karangan hanya akan baik jika paragrafnya ditulis
dengan baik dan dirangkai dalam runtutan yang makul.

Dari segi penglihatan, paragraf tampak sebagai penggalan karena baris pertama
biasanya bertakuh. Jika tidak bertakuh, paragraf yang satu dipisahkan dari yang lain oleh
jarak baris yang lebar, kalaupun kedua tanda itu tidak ada, seperti sering terjadi pada tata

1
Asul Wiyanto.Terampil Menulis Paragraf. ( jakarta:Grasindo)hlm.13

4
huruf masa kini, baris terakhir paragraf kebanyakan pendek – pendek sehingga ruang
putih pada ujungnya tampak menandai akhir paragraf.2

Paragraf ialah satuan bahasa yang mengandung ide – ide untuk mengungkapkan buah
pikiran yang dapat berupa satu atau beberapa kalimat. Paragraf merupakan bentuk yang
ikut mendukung suatu gagasan atau buah pikiran yang terwujud atau berbentuk karangan.
Pada dasarnya , paragraf mengandung sub buah pikiran atau bagian buah pikiran dalam
karangan. Dengan demikian, paragraf mengandung satu idea tau satu pikiran.3

B. UNSUR-UNSUR PARAGRAF
1. Kalimat topik
Kalimat topik merupakan mayor point, main idea, central idea, atau topic
sentence.Kalimat topik merupakan pikiran utama, pokok pikiran, ide pokok, atau
kalimat pokok.Kalimat topik merupakan perwujudan ide pokok paragraf dalam
bentuk umum atau abstrak.Letak kalimat topik dapat di awal paragraf, tengah
paragraf, dan akhir paragraf.

2. Kalimat pengembang
Sebagian besar kalimat-kalimat yang terdapat dalam paragraf adalah kalimat
pengembang.Susunannya tidak sembarangan.Urutan kalimat pengembang sebagai
perluasan pemaparan ide pokok yang bersifat abstrak menuruti hakikat ide
pokok.Pengembangan kalimat topik yang bersifat kronologis biasanya menyangkut
hubungan antara benda atau kejadian. Urutannya masa lalu-kini-dan masa yang akan
datang.

Bila pengembangan kalimat topik berhubungan dengan jarak (spasial),


biasanya menyangkut hubungan antara benda, peristiwa, atau hal dengan ukuran
jarak.Urutannya dimulai dari jarak yang paling dekat-lebih jauh-jauh- dan paling
jauh.Bila pengembangan kalimat topik berhubungan dengan sebab-akibat,
kemungkinan urutannya sebab dinyatakan lebih dahulu, kemudian diikuti akibatnya,
atau sebaliknya.Penyusunan urutan kalimat pengembang yang berdasarkan urutan
nomornya dimulai dari kejadian pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.

3. Kalimat penegas
Kalimat penegas merupakan elemen paragraf yang berfungsi 1) sebagai
pengulang atau penegas kembali kalimat topik; dan 2) sebagai daya penarik bagi para
2
Adjat Sakri, Bangun Paragraf Bahasa Indonesi,.(Babdung:ITB Bandung, 1992), hlm.1
3
Zainuddin, Materi Pokok Bahasa dan Sastra Indonesia,( Jakarta:PT Rineka Cipta, 1992), hlm 46

5
pembaca atau sebagai selingan menghilangkan kejemuan.Kedudukan kalimat penegas
tidaklah bersifat mutlak.Ia ada bila pengarang memerlukan untuk menunjang
kejelasan informasi.

C. JENIS-JENIS PARAGRAF
1. Berdasarkan tujuannya
a) Paragraf pembuka
Paragraf pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas
menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.
b) Paragraf penghubung
Paragraf penghubung berisi inti masalah yang hendak disampaikan kepada
pembaca. Secara fisik, paragraf ini lebih panjang dari pada paragraf pembuka.
Sifat paragraf-paragraf penghubung bergantung pola dari jenis karangannya.
Dalam karangan-karangan yang bersifat deskriptif, naratif, eksposisis,
paragraf-paragraf itu harus disusun berdasarkan suatu perkembangan yang
logis. Bila uraian itu mengandung pertentangan pendapat, maka beberapa
paragraf disiapkan sebagai dasar atau landasan untuk kemudian melangkah
kepada paragraf-paragraf yang menekankan pendapat pengarang.
c) Paragraf penutup
Paragraf penutup biasanya berisi simpulan (untuk argumentasi) atau
penegasan kembali (untuk eksposisi) mengenai hal-hal yang dianggap penting.

2. Berdasarkan letak kalimat utama


a) Paragraf Deduktif
Paragraf yang kalimat utamanya terletak pada awal paragraf. Pengertian awal
paragraf ini tidak harus pada kalimat pertama. Sebab, banyak paragraf yang
kalimat pertamanya berupa kalimat transisi. Paragraf yang mengandung
kalimat tidak transisi, kalimat utamanya berada dalam posisi kalimat kedua.
b) Paragraf Induktif
Paragraf yang kalimat utamanya terletak berada di bagian akhir. Biasanya,
kalimat utama pada paragraf induktif menggunakan konjungsi penyimpul
antar kalimat, seperti, jadi, maka, dengan demikian, akhirnya, karena itu.
Tetapi kebiasaan ini bukan sesuatu yang mula. Sebab, banyak pula kalimat
utama yang tidak perlu didahului konjungsi tersebut.

6
c) Paragraf Deduktif-Induktif
Paragraf deduktif-induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada di
awal dan sekaligus berada di akhir paragraf. Kalimat utama yang berada di
akhir paragraf merupaka pengulangan atau penegasan kalimat utama pada
kalimat awal paragraf.
d) Paragraf Ineratif
Paragraf yang kalimat utamanya berada di tenga paragraf. Kalimat-kalimat
yang berada di awal paragraf seolah-olah merupakan pengantar untuk menuju
pada puncak. Sesudah sampai dibagian puncak, penulis masih menambahkan
kalimat-kalimat penjelas lagi. Itulah keunikan paragraf ineratif. Karena,
keunikannya itu paragraf ineratif jarang ada atau digunakan.
e) Paragraf tanpa kalimat utama
Tidak semua paragraf mempunyai kalimat utama. Tetapi, tidak berarti bahwa
paragraf ini tidak mempunyai pokok pikiran. Penulis menempatkan
pokokpikiran dalam seluru kalimat. Untuk menemukan gagasan utama,
pembaca harus mengambil kesimpulan dari seluruh kalimat yang ad. Paragraf
tanpa kalimat utama ini bisa digunakan dalam cerita(narasi) atau lukisan
(deskripsi).4

D. SYARAT PARAGRAF YANG BAIK


1. Paragraf harus memiliki kesatuan, artinya seluruh uraian berpusat pada satu
gagasan saja. Kalimat-kalimat dalam paragraf mendukung satu kesatuan ide.
Maksudnya, paragraf tersebut memperlihatkan satu kesatuan yang utuh. Untuk itu,
diperlukan adanya gagasan pokok yang merupakan pengikat paragraf. Tanpa
gagasan pokok, paragraf kehilangan perekat, kehilangan pemersatu. Paragraf
cenderung menjadi tidak menentu ujung pangkalnya, kesatuan tak berwujud.
Biasanya di antara kalimat-kalimat dalam paragraf itu ada sebuah kalimat yang
sangat penting, yang disebut kalimat inti atau kalimat utama atau kalimat topik.
Kalimat itulah yang menjadi tumpuan kalimat-kalimat lainnya Di situlah pula
sesungguhnya terletak kunci untuk memahami sebuah paragraf.
2. Paragraf harus arus memiliki kesetalian, artinya kalimat didalamnya berhubungan
sesamanya dengan bermakna bagi pembaca

4
Farihul luthfi,M.pd. Materi Perkuliahan Bahasa indonesia. (Al choir bandung)

7
3. Paragraf harus memiliki isi yang memadai, artinya memiliki sejumlah rincian
yang terpilih dengan patut sebagai pendukung gagasan utama paragraf.
4. Koherensi : cara menjaga paragraf agar kalimat-kalimat penjelasnya tampak
berkaitan dan saling mendukung. Yang dimaksudkan dengan koherensi di sini
adalah adanya hubungan harmonis yang memperlihatkan kesatuan dan
kebersamaan antara satu kalimat dengan kalimat lainnya dalam sebuah paragraf.
Dengan demikian, semakin jelaslah arah paragrafnya dan semakin jelas pula
gagasan pokok yang hendak dikatakannya. Tetapi, hubungan harmonis tidak akan
tercipta apabila tiap-tiap kalimat tidak selalu berorientasi pada gagasan pokok
yang ditentukan.
5. Pengembangan paragraf : penyusunan paragraf berdasarkan jenis atau tujuannya.

8
BAB III

PENUTUP
A. KESIMPULAN
 Disimpulkan bahwa paragraf adalah sekelompok kalimat yang saling
berhubungan dan bersama-sama menjelaskan satu unit buah pikiran untuk
mendukung buah pikiran yang lebi besar, yaitu buah pikiran yang
diungkapkan dalam seluruh tulisan.
 Jenis-jenis paragraf, berdasarkan tujuannya ada 3 yaitu: paragraf
pembuka,paragraf penghubung, paragraf penutup. Berdasarkan letak kalimat
utama ada 5 yaitu: paragraf deduktif, paragraf induktif, paragraf deduktif-
induktif, paragraf ineratif, dan paragraf tanpa kalimat utama.
 Syarat-syarat paragraf adalah :
1. Kesatuan : kalimat-kalimat dalam paragraf mendukung satu kesatuan ide
2. Koherensi : cara menjaga paragraf agar kalimat-kalimat penjelasnya
tampak berkaitan dan saling mendukung
3. Pengembangan paragraf : penyusunan paragraf berdasarkan jenis atau
tujuan

B. SARAN
 Menjadikan Makalah ini sebagai sarana yang dapat mendorong para
mahasiswa dan mahasiswi berfikir aktif dan kreatif
 Untuk teman-temanku jika ingin menambah wawasan tentang judul makalah
kami, kami sarankan untuk membaca buku yang berkaitan dengan
“PENULISAN PARAGRAF”
 Dan diharapkan kita sebagai masasiswa agar sering menulis, dengan menulis
akan bermanfaat bagi diri kita sendiri dan orang lain yang membacanya.

9
DAFTAR PUSTAKA
Luthfi,Farihul,M.pd.Materi Perkuliahan Bahasa indonesia. Al choir bandung.
Sakri ,Adjat, 1992 Bangun Paragraf Bahasa Indonesia.Bandung:ITB Bandung.
Wiyanto,Asul.Terampil Menulis Paragraf. Jakarta:Grasindo.

Zainuddin,1992.Materi Pokok Bahasa dan Sastra Indonesia.Jakarta:PT Rineka Cipta.

10