Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH

PENDEKATAN BUDAYA

Disusun untuk memenuhi tugas kuliah


METODOLOGI STUDI ISLAM

Dosen Pengampu:
Dr. Nur Cholis, S.Ag., M.Pd

Disusun Oleh:
KELOMPOK 5
1. Aufa Nur Fahmidah 12209173093
2. Jarot Ardyasa Kusuma 12209173097
3. Vitri Dia Sukmawati 12209173096

PROGRAM STUDI TADRIS IPS


FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI TULUNGAGUNG
OKTOBER 2017

i
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN BUDAYA
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang
berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut
culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa
diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang
diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.1
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh
sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.Budaya terbentuk
dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat,
bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.Bahasa, sebagaimana juga
budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang
cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha
berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya, dan menyesuaikan
perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
1. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
a) Sistem bahasa
Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya
untuk berinteraksi atau berhubungan dengan sesamanya. Menurut Keesing,
kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman
tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, dan mewariskannya
kepada generasi penerusnya sangat bergantung pada bahasa.
b) Sistem pengetahuan
Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan dengan sistem peralatan
hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di
dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat luas batasannya karena mencakup
pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam
kehidupannya

1
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya

2
c) Kesenian
Secara sederhana kesenian dapat diartikan sebagai segala hasrat manusia terhadap
keindahan atau estetika. Bentuk keindahan yang beraneka ragam itu muncul dari
sebuah permainan imajinatif dan kreatif.

Hal itu dapat memberikan kepuasan batin bagi manusia. Secara garis besar, kita
dapat memetakan bentuk kesenian dalam tiga garis besar, yaitu seni rupa, seni
suara dan seni tari.
d) Sistem organisasi
Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi social merupakan usaha
antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui
berbagai kelompok sosial. Menurut Koentjaraningrat tiap kelompok masyarakat
kehidupannya diatur oleh adat istiadat dan aturan-aturan mengenai berbagai
macam kesatuan di dalam lingkungan di mana dia hidup dan bergaul dari hari ke
hari. Kesatuan sosial yang paling dekat dan dasar adalah kerabatnya, yaitu
keluarga inti yang dekat dan kerabat yang lain. Selanjutnya, manusia akan
digolongkan ke dalam tingkatantingkatan lokalitas geografis untuk membentuk
organisasi social dalam kehidupannya.

Kekerabatan berkaitan dengan pengertian tentang perkawinan dalam suatu


masyarakat karena perkawinan merupakan inti atau dasar pembentukan suatu
komunitas atau organisasi sosial.

B. PENDEKATAN POKOK DALAM STUDI BUDAYA


1. KARAKTERISTIK BUDAYA

Studi budaya memiliki beberapa karakter sebagai berikut :

a) Dipelajari dan diperoleh;


b) Diwariskan turun temurun dari generasi ke generasi;
c) Berkembang melalui interaksi individu;
d) Merupakan pemikiran yang mendalam untuk dijadikan symbol yang memberikan
makna terhadap lingkungan melalui pengalaman.

3
Budaya sapat dipelajari melalui enkulturasi yang merupakan proses seorang individu
memahami persyaratan studi budaya masyarakat sekitarnya. Studi budaya
dikategorikan menjadi dua bagian:

a) Budaya implisit, merupakan hubungan anrtar kelompok dan satu kelompok


individu yang mengatur dan mengupayakan agar berperilaku sesuai budaya
kelompoknya.
b) Budaya eksplisit, adalah kebalikan dari budaya implisit sekelompok individu
mengadopsi budaya dari satu kelompok individu dengan budaya yang berbeda.

Pada dasarnya budaya bersifat dinamis karena sering dipengaruhi oleh


perubahan dalam kehidupan modern. Dengan demikian, kebudayaan merupakan hasil
daya cipta manusia yang menggunakan dan mengerahkan segenap potensi yng
dimilikinya, yang selanjutnya digunakan sebagai kerangka acuan oleh seseorang
dalam menjawab masalah yang dihadapinya sehingga kebudayaan tampil sebagai
pranata yang terus-menerus dipelihara para pembentuknya dan generasi selanjutnya
yang diwarisi kebudayaan tersebut.2

2. PENDEKATAN KEBUDAYAAN DALAM MEMAHAMI AGAMA


Pendekatan kebudayaan digunakan untuk memahami agama. Ketika kita
melihat dan memperlakukan agama sebagai kebudayaan, yang kita lihat adalah agama
sebagai keyakinan yang hidup dalam masyarakat. Dengan demikian, agama
menjadicorak lokal yang sesuai dengan kebudayaan dari masyarakat tersebut.
Untuk menjadi pengetahuan dan keyakinan dari masyarakat yang
bersangkutan, agama harus melakukan berbagai proses perjuangan dalam meniadakan
nilai-nilai budaya yang bertentangan dengan keyakinan hakiki dari agama tersebut.
Oleh karena itu, harus dapat menyesuaikan nilai-nilai hakikinya dengan nilai-nilai
budaya serta unsur-unsur kebudayaan yang ada. Dengan demikian, agama akan dapat
menjadi niali-nilai dari kebudayaan tersebut.3

2
Koko Abdul Kodir. Metodologi Studi Islam.(Bandung:Pustaka Setia.2014).hlm.91
3
Ibid.hlm.91-92

4
3. PENDEKATAN KEBUDAYAAN TERHADAP AGAMA
Pendekatan kebudayaan terhadap agama sebenarnya sangat penting. Tanpa
kita sadari pendekatan kebudayaan terhadap agama itu juga saling mempengaruhi satu
sama lain. Manfaat pendekatan kebudayaan terhadap agama adalah :
1. Alat untuk memahami corak keagamaan yang di miliki masyarakat
2. Mengarahkan dan menambahkan keyakinanagama yang dimiliki oleh para warga
masyarakat tersebut sesuai dengan ajaran yang benar menurut agama tersebut
tanpa harus menimbulkan pertentangan.

Pengalaman agama yang terdapat dalam suatu masyarakat, diproses oleh


penganutnya dari sumber agama, yaitu wahyu melalui penalaran. Contohnya, teks Al-
Quran dan hadis melibatkan unsur penalaran dan kemampuan manusia. Dengan
demikian, islam menjadi membudaya(membumi) di tengah tengah masyarakat.
Melalui pemahaman terhadap kebudayaan tersebut, seseorang dapat mengamalkan
ajaran agama tersebut.

Islam sering disebut produk budaya. Khususnya budaya arab. Hal tersebut
dilatarbelakangi oleh banyaknya fenomena budaya arab yang kemudian dijadikan
rujukan ke agamaan, misalnya sakralisasi bulan, Ramadhan menganggungkan bulan
bulan haram (Muharram, Rajab, Dulqa’dah, dan Dulhijjah).4

4
Ibid.hlm.92

5
DAFTAR PUSTAKA
Koko Abdul Kodir.2014Metodologi Studi Islam.Bandung:Pustaka Setia.
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya