Anda di halaman 1dari 5

JENIS RISIKO

Terdapat dua klasifikasi utama yaitu :


1. Risiko Bisnis. Berasal dari kondisi, peristiwa, situasi, tindakan, bahkan “tidak mengambil
tindakan” (inactions) yang dapat berdampak negatif pada kemampuan perusahaan mencapai
tujuan dan strategi yang tidak tepat.
2. Risiko Kecurangan. Berhubungan dengan peristiwa yang berindikasi adanya insentif atau
tekanan untuk melakukan kecurangan.

SUMBER INFORMASI MENGENAI ENTITAS


Informasi mengenai entitas dan lingkungannya bisa diperoleh dari sumber-sumber internal dan
eksternal. Auditir sering mulai mencari informasi dari sumber internal. Informasi ini kemudian
dapat dicek konsistensinya dengan informasi dari sumber eksternal seperti data dari asosiasi
perusahaan sejenis dan mengenai kondisi umum perekonomian yang dapat ditemukan di
internet.

PROSEDUR PENILAIAN RISIKO


Prosedur penilaian risiko dirancang untuk memperoleh dan mendokumentasikan
pemahaman mengenai entitas dan lingkungannya, termasuk pengendalian internal.

Lingkup pemahaman yang diperlukan auditor untuk mmengidentifikasi risiko, dicakup dalam


enam area inti atau Enam Sumber Risiko yaitu :
1. Faktor Eksternal 
- Sifat Industri
- Aturan perundangan dan regulator
- Kerangka pelaporan keuangan
2. Sifat Entitas
- Pegawai operasional dan pegawai inti
- Kepemilikan dan governance
- Investasi, struktur, dan pembelajaran
3. Kebijakan Akuntansi
- Pemilihan dan penerapan
- Alasan untuk mengubah
-Tepatnya kebijakan untuk entitas
4. Tujuan dan strategi entitas
- Rencana dan strategi bisnis
- Implikasi dan risiko keuangan terkait
5. Pengukuran/Reviu Kinerja Keuangan
- Apa yang diukur?
- Siapa yang mereviu kinerja keuangan?
6. Pengendalian internal yang relevan untuk audit
Segala proses dan pengendalian yang relevan untuk memitigasi risiko di tingkat entitas dan di
tingkat transaksi Sumber- Sumber Risiko Bisnis dan Risiko Kecurangan 

Sumber-sumber risiko bisnis dan risiko kecurangan


         Tujuan dan strategi entitas
         Faktor eksternal
         Sifat entitas
         Indikator kinerja
         Kebijakan akuntansi
         Pengendalian internal

RISIKO KECURANGAN
Kecurangan adalah perbuatan yang disengaja oleh satu atau beberapa orang dalam manajemen,
TCWG, pegawai, atau pihak ketiga. Kecurangan yang disebabkan oleh manajemen dan TCWG
disebut “management fraud’’ sedangkan kecurangan yang disebabkan oleh pegawai dan pihak
ketiga disebut ”employee fraud”. Kecurangan yang hanya melibatkan pegawai dari entitas
tersebut disebut “employee fraud”.

Dalam management fraud dan employee fraud bisa terhadi persengkokolan (collusion)
didalam entitas atau dengan pihak ketiga di luar entitas. Asosiasi akuntan forensik di Amerika
Serikat (Association of Certified Fraud Examiners, disingkat ACFE) meringkaskan fraud ke
dalam tiga kelompok, yakni korupsi, penjarahan, dan manipulasi laporan keuangan. “peta”
yang menggambarkanketiga kelompok fraudini dan rincian untuk setiap kelompok disebut
fraud tree. Konseplain yang perlu diketahui ialah predictationdan W5H2.

SEGITIGA KECURANGAN
Segitiga kecurangan atau fraud triangle menjelaskan tiga kondisi yang dapat memberikan 
petunjuk mengenai adanya kecurangan, yakni :
1. Tekanan. Perusahaan “dianjurkan” membeli sistem IT dari rekanan yang
masih merupakan pihak terkait
2. Peluang. “Budaya perusahaan” yang tidak memisahkan urusan/pengeluaran pribadi dan
urusan/pengeluaran perusahaan
3. Rasionalisasi. Semua rekanan pemerintah memberi suap, sehingga untuk menang tender
kita juga harus memberi suap

SKEPTISISME PROFESIONAL
Skeptisisme profesional adalah kewajiban auditor untuk menggunakan dan
mempertahankan skeptisisme profesional, sepanjang periode penugasan terutama kewaspadaan
atau kemungkinan terjadinya kecurangan. Kewaspadaan professional dalam menghadapi
kemungkinan kecurangan :
1 Sadari , manajemen selalu bisa membuat kecurangan
- Anggota tim audit mengesampingkan kepercayaan mereka bahwa manajemen
dan TCWG  jujur dan penya intergritas .
-  Manajemen berada dalam posisi meniadakan pengendalian intern yang baik
2 Sikap berpikir yang senantiasa mempertanyakan
- Buat penilaian kritis tentang sah atau validnya bukti audit yang diperoleh
3 Waspada
- Apakah bukti audit bertentangan dengan atau mempertanyakan keandalan?
- Dokumen dan tanggapan terhadap pertanyaan auditor
- Semua informasi lain yang diperoleh TCWG/manajemen
4 Terapkan kehati-hatian. Jangan :
- Abaikan/sepelekan situasi aneh/luar biasa TCWG  jujur dan punya intergritas.
-   Menggeneralisasi kesimpulan mengenai pengamatan audit
- Gunakan asumsi keliru dalam menentukan sifat , waktu pelaksanaan , dan luasnya
prosedur audit dalam mengevaluasi hasil/temuanya
-  Terima bukti audit yang kurang persuasive , dengan harapan manajemen dan TCWG
jujur dan punya integritas
- Terima representasi dari manajemen sebagai substitusi / pengganti dari bukti audit yang
cukup dan teat yang seharusnya diperoleh
-

MENGIDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO BAWAAN


Tiga langkah identifikasi risiko :
1) Kumpulkan informasi dasar tentang entitas. Langkah permulaan ialah memperoleh
pemahaman dasar atau mempunyai kerangka acuan untuk merancang prosedur penilaian risiko.
Tanpa ini, akan sangat sulit, bahkan tidak mungkin, mengidentifikasi kesalahan dan kecurangan
apa yang bisa terjadi dalam laporan keuangan. Karena itu peroleh atau mutakhirkan informasi
dasar yang relevan tentang entitas, tujuannya, budaya, operasi, pegawai/eksekutif kunci, struktur
organisasi dan pengendalian internal.
2) Rancang, laksanakan, dokumentasikan prosedur penilaian risiko  
      Kegiatan atau prosedur penilaian risiko harus dilakukan agara :
a.    Sumber risiko yang material dapat diidentifikasi
b.    Pemahaman yang tepat mengenai entitas , bisa diperoleh
c.    Bukti-bukti audit yang menjadi pendukung , bisa diperoleh
      Dengan pemahaman dasar tentang entitas yang diperoleh dari langkah 1 , rancang dan
laksanakan prosedur penilaian risiko dan kegiatan terkait.
      Lakukan pertemuan dengan anggota tim audit mengenai kerentanan laporan keuangan terhadap
salah saji yang material.
      Tanyakan kepada manjemen bagaimana mereka mengidentifikasi dan mengelola risiko
,khususnya kecurangan , dan faktor risiko apa yang sudah mereka identifikasi dan kelola.
      Dokumentasikan semua faktor risiko yang diidentifikasi

3) Hubungkan risiko yang diidentifikasi dengan area dalam laporan keuangan Kegiatan atau
prosedur penilaian risiko harus dilakukan agar sumber risiko yang material dapat diidentifikasi,
pemahaman yang tepat mengenai entitas  bisa diperoleh dan bukti-bukti audit yang menjadi
pendukungbisa diperoleh :
-  Identifikasi dampak risiko pervasif akan membantu penilaian resiko di tingkat laporan
keuangan
- Untuk setiap faktor risiko yang diidentifikasi, tentukan dampak yang bisa  terjadi pada laporan
keuangan .
- Identifikasi saldo akun, jenis transaksi, dan pengungkapan yang material  dalam laporan
keuangan
- Hubungkan atau petakan risiko yang diidentifikasi ke area tertentu dalam  laporan keuangan,
pengungkapan, dan asersi yang dipengaruhi
MENDOKUMENTASIKAN PROSES IDENTIFIKASI RISIKO
1. Informasi mengenai entitas.
Dokumentasi ini bisa berisi :
 Informasi yang disiapkan klien ,seperti rencana dan analisis bisnis
      Data eksternal , seperti laporan laporan indiustri , komunikasi staf intern , kebijakan
dan prosedur entitas
      Korespodensi yang relevan, seperti dengan kantor lain dan dalam berbagai bentuk
( emails , laporan konsultan , memo)
      Daftar penguji yang lazim dibuat KAP
2. Prosedur penilaian risiko.
Dokumentasikan rincian prosedur penilaian risiko yang dilaksanakan. Ini bisa meliputi :
- Diskusi diantara anggota tim audit tentang kerentanan laporan keuangan entitas terhadap salah
saji yang material karena kesalahan maupun kecurangan
- Unsur-unsur kunci dalam memahami entitas , termasuk aspek-aspek mengenai entitas dan
lingkungannya yang dibahas diatas, masing-masing dari kelima komponen pengendalian intern
- Risiko salah saji yang material ditingkat laporan keuangan dan di tingkat asersi yang
diidentifikasi maupun yang dinilai
3. Menghubungkan risiko dengan kemungkinan salah saji dalam laporan keuangan
- Dokumentasikan saldo akun, jenis transaksi, dan pengungkapan yang material dalam laporan
keuangan dan kemudian, untuk setiap sumber risiko yang diidentifikasi, beri tanda apakah
sifatnya : pervasif terhadap laporan keuangan secara keseluruhan atau terbatas pada area,
pengungkapan dan asersi tertentu dalam laporan keuangan.

http://merryzsasepterieanitha.blogspot.co.id/2015/08/mengidentifikasi-risiko-bawaan.html

https://www.coursehero.com/file/26181506/Mengidentifikasi-Risiko-Bawaandocx/

http://akuntansidanauditing.blogspot.co.id/2017/03/mengidentifikasi-risiko-bawaan.html

http://nobel22.blogspot.co.id/2014/06/mengidentifikasi-risiko-bawaan.html