Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM

STANDARISASI MUTU SIMPLISIA DAN EKSTRAK


SIDAGURI (Sida rhombifolia)

OLEH :

CATHERINA AILEEN EDITH DAVITA


N011191130

KELOMPOK IX
GOLONGAN SENIN PAGI

SEMESTER AKHIR 2019/2020


LABORATORIUM FARMAKOGNOSI
FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2020
BAB I

PENDAHULUAN

Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat

yang belum mengalami pengolahan apapun atau yang baru mengalami

proses setengah jadi, seperti dikeringkan (1). Proses pemanenan dan

preparasi simplisia merupakan proses yang menentukan mutu simplisia

dalam berbagai artian, yaitu komposisi senyawa kandungan, kontminasi

dan stabilitas bahan (2).

Setiap simplisia yang digunakan harus memenuhi standar yang telah

ditetapkan. Standarisasi simplisia mempunyai pengertian bahwa simplisia

yang akan digunakan yang tercantum dalam monografi terbitan resmi

Departemen Kesehatan (Materia Medika Indonesia) (2).

Simplisia dianggap memenuhi standar jika memenuhi parameter

yang telah ditentukan. Parameter tersebut ada dua yaitu parameter spesifik

dan non-spesifik. Parameter spesifik meliputi identitas ekstrak, organoleptik

ekstrak, dan kadar senyawa terlarut dalam pelarut tertetu. Parameter non

spesifik meliputi susut pengeringan, kadar abu, kadar air, sisa pelarut, dan

cemaran logam berat (3).


BAB II

METODE KERJA

III.1 Alat dan Bahan

III.1.1 Alat

Alat yang digunakan dalam percobaan kali ini adalah aluminium foil,

botol, botol coklat, cawan krus, cawan porselen, destilat, kertas saring, labu

bersumbat, labu tentukur, oven, oven abu, pipet tetes, pipet mikro,

spektofotometri UV-Vis dan timbangan.

III.1.2 Bahan

Bahan yang digunakan dalam percobaan kali ini adalah air, air jenuh

kloroform, air projection, AlCl3, alkohol 96%, batu apung, CH3COONa,

etanol, ekstrak Sida rhombifolia, simplisia Sida rhombifolia dan toluen jenuh

air.

III. 2.Cara Kerja

III. 2. 1 Susut Pengeringan

Botol kosong dipanaskan dalam oven dengan suhu 105° selama 30

menit. Botol kosong ditimbang kemudian sampel simplisia dimasukkan ke

dalam botol kosong sebanyak 1 gram. Botol dipanaskan dengan oven pada

suhu 105° selama 30 menit. Berat botol ditimbang kemudian dicatat.

Dilakukan replikasi sebanyak 3 kali hingga didapat berat konstan.


III. 2. 2 Uji Kadar Abu

Simplisia dihaluskan dan diambil sebanyak 2 gram. Simplisia

dimasukkan ke dalam cawan krus. Cawan kemudian dimasukkan ke dalam

oven abu. Jika tidak berhasil, sampel ditambahkan air panas kemudian

disarinng dan dimasukkan kembali ke dalam oven.

III. 2. 3 Uji Kadar Sari Laut

Serbuk simplisia ditimbang sebanyak 5 gram, lalu dimasukkan ke

dalam botol coklat atau labu bersumbat kaca. Air jenuh kloroform

ditambahkan sebanyak 100 ml, kemudian digojok selama 1 jam dan

didiamkan selama 30 menit, hinga serbuk mengendap lalu disaring

menggunakan kertas saring. Cawan porselen dipanaskan dalam oven

dengan suhu 105°. Filtrat sampel yang berbentuk serbuk kemudian

dimasukkan ke dalam cawan porselen. Cawan porselen berisi filtrat serbuk

sampel dipanaskan didalam oven pada suhu 105° kemudian ditimbang

hingga mencapai berat konstan, lalu kadar sari larut air dihitung.

III. 2. 4 Uji Kadar Larut Etanol

Serbuk simplisia ditimbang sebanyak 5 gram, lalu dimasukkan ke

dalam botol coklat 250 ml atau labu bersumbat kaca. Alkohol 96%

ditambahkan sebanyak 100 ml, kemudian digojok selama 1 jam dan

didiamkan selama 30 menit, hinga serbuk mengendap lalu disaring

menggunakan kertas saring. Cawan porselen dipanaskan dalam oven

dengan suhu 105°. Filtrat sampel yang berbentuk serbuk kemudian

dimasukkan ke dalam cawan porselen sebanyak 20 ml. Cawan porselen


berisi filtrat serbuk sampel dipanaskan didalam oven pada suhu 105°

kemudian ditimbang hingga mencapai berat konstan, lalu kadar sari larut

etanol dihitung.

III. 2. 5 Uji Kadar Air

Alat destilat dirangkai, kemudian labu alas bulat diisi dengan toluen

jenuh air. Ekstrak yang telah dibungkus aluminium foil dimasukkan ke

dalam labu alas bulat. Alat dikalibrasi menggunakan air 0,5 ml. Labu alas

bulat diisi toluen jenuh air hingga penuh. Mantel heat dinyalakan hingga air

pada ekstrak keluar dan terisi pada tabung berskala.

III. 2. 6 Uji Minyak Atsiri

Sampel ditimbang sebanyak 100 gram. Sampel dan batu apung

kemudian dimasukkan ke dalam labu alas bulat. Air dimasukkan hungga

setengah labu alas bulat. Labu alas bulat kemudian dirangkaikan dengan

alat destilasi dan dipanaskan selama 1 jam. Kadar minyak atsiri kemudian

dihitung.

III. 2. 7 Kadar Flavonoid Total

Larutan stok dibuat. Pertama, ekstrak heksan sidaguri (Sida

rhombifolia) 50 mikroliter dimasukkan ke dalam labu tentukur, kemudian

dicukupkan dengan etanol hingga 5 ml. Selanjutnya, ditambahkan 100

mikroliter AlCl3, dan 100 mikroliter CH3COONa, dan 100 mikroliter air

projection, kemudian digojok.

Kadar dihitung menggunakan spektofotometer UV-Vis. Pertama,

kuvet 1 diisi dengan blanko dan kuvet kedua diisi dengan larutan stok
hingga tinggi larutan 3 per 4 dari tinggi kuvet. Lalu bagian luar kuvet dilap

meggunakan tissue. Kuvet 1 dimasukkan dalam spektofotometer UV-Vis,

kemudian tekan tombol zero hingga muncul angka 0,000. Kuvet 1 lalu

dikeluarkan dari spektofotometer UV-Vis dan kuvet 2 dimasukkan dalam

spektofotometer UV-Vis. Hasil absorbansi dibaca pada monitor.


BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. 1 Hasil

Tabel 1. Data Uji Standarisasi Mutu Simplisia


No Parameter Persentase
1 Susut Pengeringan 9,0%
2 Kadar Abu Total 6,8%
3 Kadar Abu Tidak Larut Asam 0,8%
4 Kadar Sari Larut Air 4,7%
5 Kadar Sari Larut Etanol 2,6%
6 Kadar Air 16,8%

Grafik 1. Hasil Penetapan Kadar Flavonoid Total


1

0.8
Serapan

0.6

0.4
y = 0.0671x + 0.0076
0.2
R² = 0.9956
0
0 5 10 15
Konsentrasi

Tabel 2. Kurva Baku Kuersetin


Sampel Konsentrasi (bpj) Serapan (Nilai Y)
Blanko 0 0
Kuersetin 1 2 0,136
Kuersetin 2 4 0,283
Kuersetin 3 6 0,416
Kuersetin 4 8 0,551
Kuersetin 5 10 0,642
Kuersetin 6 12 0,839
Kuersetin 7 14 0,942
Tabel 3. Hasil Pengukuran Kadar Flavonoid Total
Serapan Rata-rata
Sampel Konsentrasi Nilai X %Kadar
(Nilai Y) +SD (%)
Simplisian Sida 2,581 0,178 2,539 0,508
rambifolia 1a
Simplisian Sida 2,414 0,167 2,376 0,475
0,50±0,02
rambifolia 1b
Simplisian Sida 2,615 0,181 2,584 0,517
rambifolia 1c
Grafik 2. Grafik Kurva Baku Asam galat
1.6
1.4
1.2
1
Serapan

0.8
0.6
0.4
y = 0.0988x - 0.0843
0.2
R² = 0.9985
0
0 5 10 15 20
Konsentrasi

Tabel 4. Kurva Baku Asam galat


Sampel Konsentrasi (bpj) Serapan (Nilai Y)
Blanko 0 0
Asam galat 1 1,5 0,090
Asam galat 2 3 0,202
Asam galat 3 7 0,579
Asam galat 4 10 0,903
Asam galat 5 15 1,411
Tabel 5. Hasil Pengukuran Kadar Fenolik Total
Serapan %kadar Rata-rata
Sampel Konsentrasi Nilai X
(Nilai Y) +SD (%)
Simplisian Sida
3,826 0,315 4,041 4,041
rambifolia 1a
Simplisian Sida
3,93 0,325 4,101 4,101 4,201±0,23
rambifolia 1b
Simplisian Sida
3,939 0,361 4,462 4,426
rambifolia 1c
Tabel 6. Kurva Baku Asam Galat
Sampel Konsentrasi Absorbansi (Nilai Y)
Blanko 0 0
Asam galat 1 1,5 0,09
Asam galat 2 3 0,20
Asam galat 3 7 0,58
Asam galat 4 10 0,90
Asam galat 5 15 1,41
Tabel 7. Hasil Pengukuran Kadar Polifenol Sampel
Rata-rata
Sampel Konsentrasi Absorbansi Nilai x %Kadar
+SD (%)
Ekstrak Sida R a 8,15 0,736 6,60 33,00
Ekstrak Sida R b 8,12 0,713 6,36 31,82 32,56±0,65
Ekstrak Sida R c 8,15 0,734 6,58 32,88
Grafik 3. Kurva Baku Kuersetin

Kurva Baku Kuersetin


0.942
1
0.839
y = 0,0671x + 0,0076
0.8 R² = 0,9956 0.642
0.551
0.6 Absorbansi
0.416
0.4 0.283
Linear
0.2
0.136 (Absorbansi)

0
0 2 4 6 8 10 12 14 16
Tabel 8. Hasil Kurva Baku Kuersetin
Sampel Konsentrasi Absorbansi (Nilai Y)
Blanko 0 0
Kuersetin 1 2 0,14
Kuersetin 2 4 0,28
Kuersetin 3 6 0,42
Kuersetin 4 8 0,55
Kuersetin 5 10 0,64
Kuersetin 6 12 0,84
Kuersetin 7 14 0,94

Tabel 9. Hasil Pengukuran Kadar Flavonoid Total

Rata-rata
Sampel Konsentrasi Absorbansi Nilai x %Kadar
+SD (%)
Ekstrak Bone 1 3,42 0,235 3,39 3,39
Ekstrak Bone 2 3,41 0,243 3,51 3,51 3,59±0,25
Ekstrak Bone 3 3,36 0,263 3,87 3,87
IV. 2 Pembahasan

Sampel yang digunakan pada uji standarisasi mutu simplisia adalah

Sidaguri (Sida rhombifollia). Dari hasil uji susut pengeringan diketahui

bahwa persetase susut pengeringan pada sampel adalah 9,0% sedangkan

hasil uji kadar air adalah 16,8%. Perbedaan pada persentase susut

pengeringan dan kadar air menandakan bahwa simlisia sidaguri (Sida

rhombifolia) mengandung minyak atsiri dan atau zat mudah menguap

lainnya. Menurut pustaka, ekstrak (Sida rhombifolia) mengandung alkaloid,

saponon, tanin, fenol, kalium oksalat, flavonoid, dan steroid serta minyak

atsiri (4,5).

Pada hasil uji kadar air diketahui bahwa persentase kadar air

simplisia Sidaguri (Sida rhombifollia) adalah 16,8%. Menurut pustaka, kadar

air dalam sediaan obat tradisional tidak boleh melebihi batas 10 % (6).

Kadar air yang melebihi 10% dapat mengakibatkan ekstrak akan mudah

ditumbuhi jamur (7). Jika dibandingkan dengan hasil yang diperoleh dapat

dikatakan bahwa simplisia belum memenuhi kriteria yang ditentukan.

Berdasarkan hasil uji kadar abu pada Sidaguri (Sida rhombifolia)

diketahui bahwa persentase kadar abu total sampel adalah 6,8% dan kadar

abu tidak larut asam pada sampel adalah 0,8%. Hal ini menunjukkan bahwa

sisa bahan anorganik dalam simplisia sidaguri (Sida rhombifolia) adalah

6,8% dan 0,8%. Kadar abu hendaknya mempunyai nilai kecil karena

parameter ini menunjukkan adanya cemaran logam berat yang tahan pada

suhu tinggi (7). Kadar abu total simplisia menurut materia medika indonesia
jilid IV tidak boleh melebihi dari 8% dan kadar abu tidak larut asam simplisia

tidak melebihi 1% (8). Jika dibandingkan dengan hasil yang didapatka

diketahui bahwa kadar abu dan kadar abu tidak larut asma simplisia

sidaguri (Sida rhombifolia) telah memenuhi syarat yang ditentukan.

Pada hasil uji kadar sari larut didapatkan bahwa simlisia Sidaguri

(Sida rhombifollia) memiliki persentase sari larut air 4,7% dan sari larut

etanol 2,6%. Uji kadar sari larut air bertujuan untuk memberika gambaran

awal jumlah senyawa yang dapat tersari dengan pelarut air dari suatu

simplisia dan ekstrak, kadar sari larut etanol dilakukan untuk memberikan

gambaran awal jumlah senyawa yang dapat tersari dengan pelarut etanol

dari suatu simplisia (3). Menurut pustaka, kadar sari larut air pada simplisia

yang memenuhi syarat adalah tidak kurang dari 7%, dan kadar sari larut

etanol tidak boleh kurang dari 3,5% (8). Jika dibandingkan dengan hasil

yang diperoleh dapat dikatakan bahwa simplisia belum memenuhi kriteria

yang ditentukan.

Berdasarkan hasil uji flavonoid, diketahui bahwa sampel Sida

rhombifolia mengandung 0,50%±0,02% flavonoid total; 4,201%±0,23%

fenolinik total; dan 32,56%±0,65% polifenol total. Menurut pustaka, sidaguri

(Sida rhombifolia) mengandung alkaloid, saponon, tanin, fenol, kalium

oksalat, flavonoid, dan steroid (4). Sida rhombifolia mengandung flavonoid

golongan kuersetin (9).


BAB V
PENUTUP

V.1 Kesimpulan

Dari hasil pengujian diketahui bahwa mutu simplisia dan ekstrak

sidaguri (Sida rhombifolia) masih belum memenuhi standar yang telah

ditentukan. Kadar air, kadar sari larut air, dan etanol dengan konsentrasi

16,8%, 4,7%, dan 2,6% masih belum memenuhi persyaratan yang

ditentukan. Dari hasil percobaan juga diketahui bahwa Sida rhombifolia

mengandung flavonoid golongan kuersetin dan fenol.

V.2 Saran
DAFTAR PUSTKA

1. Prasetyo, Inorah E. Pengelolaan Budidaya Tanaman Obat-obatan (Bahan Simplisia).


Badan Penerbitan Fakultas Pertanian UNIB. Bengkulu. 2013.
2. Departemen Kesehatan RI. Cara Pembuatan Simplisia. Departemen Kesehatan
Republik Indonesia. Jakarta. 1985.
3. Direktorat Pengawasan Obat Tradisional. Parameter Standar Umum Ekstrak
Tumbuhan Obat. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. 2000.
4. Izzah, Ifkarul D. Antihiperurisemia ekstrak sidaguri, seledri, dan tempuyung secara in
vitro dan in vivo. Bogor : IPB. 2010.
5. Iswantini D. dan Darusman L. Effect of Sidaguri extract as an uric acid lowering agent
on the activity of xanthine oxidase enzyme. Proceedings of the International
Symposium on Biomedicines. Biopharmaca Research Center Bogor, Indonesia. 2003.
6. Depkes RI. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor:
661/MENKES/SK/VII/1994 tentang Persyaratan Obat Tradisional, Departemen
Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta. 1994.
7. Isnawati A, dan Arifin KM. Karakterisasi Daun Kembang Sungsang (Gloria superba
L) dari aspek Fitokimia. Media Litbang Kesehatan. 2006; 16(4), 8-14
8. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1980. Materia Medika Indonesia Jilid IV.
Jakarta: Direktorat Pengawasan Obat dan Makanan. 1980.
9. Ghosh G, dan Debajyoti D. An Overview on Therapeutic Potential and Phytochemistry
of Sida rhombifolia. Int. J. Pharm. Sci. 2015; 32(1), 209-216
LAMPIRAN

Lampiran 1. Skema Kerja

1. Penetapan Susut Pengeringan

Botol Timbang Kosong

- Dipanaskan pada oven dengan suhu


105° selama 30 menit
- Botol kosong ditimbang
- Sampel simplisia sebanyak
dimasukkan sebanyak 1 gram

Botol timbang berisi serbuk simplisia

- Dipanaskan pada oven dengan


suhu 105° selama 30 menit
- Ditimbang beratnya
- Bobot penimbangan dicatat
- Dilakukan replikasi sebanyak 3 kali
hingga mendapat berat konstan

Hitunh % susut peneringan

2. Kadar Abu

Ambil simplisia, haluskan dan diambil


senanyak 2 gram

Dimasukkan ke dalam cawan krus

Masukkan dalam oven abu

- Jika cara tersebut tidak berhasil,


ditambahkan air panas
- Diaring
- Dimasukkan kembali dalam oven

Hitung hasil
3. Uji Kadar Sari Larut Air

Serbuk Simplisia

- Ditimbang sebanyak 5 gram


- Dimasukkan ke dalam botol coklat
labu bersumbat kaca.
- Ditambahkan air jenuh kloroform
sebanyak 100 ml.
- Dogojok selama 1 jam lalu didiamkan
selama 30 menit hingga serbiknya
mengendap.
- Disaring dengan kertas saring.

Filtrat

Cawan Porselen

- Dipanaskan dalam oven pada suhu


105°
- Dimasukkan filtrat serbuk sampel
sebanyak 20 ml

Cawan porselen + filtrat sampel

- Dipanaskan dalam oven pada suhu


105°
- Ditimbang hingga

Dihitung kadar sari larut air


4. Kadar Air

Destilat

- Destilat dirangkai
- Labu alas bulat diisi toluen jenuh air
- Ekstrak sampel dibungkus
aluminium foil, lalu dimasukkan ke
dalam labu alas bulat
- Alat dikalibrasi dengan air 0,5 ml
- Labu alas bulat diisi dengan toluen
jenuh air hingga penuh
- Mantel heat dinyalakan

Lihat volume air ada tabung berskala


11. Uji Kadar Sari Larut Etanol

Serbuk Simplisia

- Ditimbang sebanyak 5 gram


- Dimasukkan ke dalam botol coklat 250
ml/ labu bersumbat kaca.
- Ditambahkan alkohol 96% sebanyak
100 ml.
- Dogojok selama 1 jam lalu didiamkan
selama 30 menit hingga serbiknya
mengendap.
- Disaring dengan kertas saring.

Filtrat

Cawan Porselen

- Dipanaskan dalam oven pada suhu


105°
- Dimasukkan filtrat serbuk sampel
sebanyak 20 ml

Cawan porselen + filtrat sampel

- Dipanaskan dalam oven pada suhu


105°
- Ditimbang hingga

Dihitung kadar sari larut air


12. Kadar Minyak Atsiri

Sampel Simplisia Sida rhombifolia

- Ditimang sebanyak 100 gram.

Labu alas bulat

- Dimasukkan 100 gram sampel baru


apung
- Dimasukkan air setengah labu alas
bulat
- Dirangkaikan dengan alat destilasi
- Dipanaskan selama 1 jam

Hitunh kadar minyak atsiri

13. Penetapan Kadar Flavonoid Total

500 mikroliter ekstrak heksan Sida


rhombifolia

- Dimasukkan dalam labu tentukur 5 ml

Ditambahkan dengan etanol hingga 5 ml

- Ditambahkan 100 mikroliter AlCl3,


100 mikroliter CH3COONa dan 100
mikroliter air projection
- Digojok

Larutan stok
Kuvet 1 diisi dengan blanko dan kuvet 2
diisi dengan larutan stok 3 per 4 dari
tinggi kuvet

Bagian luar kuvet dilap dengan tissue

Ditambahkan dengan etanol hingga 5 ml

- Tekan tombol zero hingga muncul


angka 0,000
- Kuvet 1 dikeluarkan dari
spektofotometer UV-Vis

Kuvet 2 dimasukkan dalam


spektofotometer UV-Vis

Hasil absorbansi dibaca pada monitor


Lampiran 2. Perhitungan

1. Perhitungan Kadar Flavonoid Total


Y = a + bx
Y = 0,0671x + 0,0076
a. 0,178 = 0,0671x + 0,0076
0,178−0,0076
x = 0,0671 =
2,539
Ekuivalen Kuersetin
𝑥
= 500 × 100%
2,539
= 500 × 100%
= 0,508%
b. 0,167 = 0,0671x + 0,0076
0,167−0,0076
x= = 2,376
0,0671
Ekuivalen Kuersetin
𝑥
= 500 × 100%
2,376
= 500 × 100%
= 0,475%
c. 0,181 = 0,0671x + 0,0076
0,181−0,0076
x= = 2,584
0,0671
Ekuivalen Kuersetin
𝑥
= 500 × 100%
2,584
= 500 × 100%
= 0,517%
0,508+0,475+0,517
Rata-rata % kadar = 3
= 0,50
1
SD = √2 (0,50 − 0,508)2 + (0,50 − 0,475)2 + (0,50 − 0,517)2
= 0,02
2. Perhitungan Kadar Fenolik Total
Y = a + bx
Y = 0,0998x + 0,0843
a. 0,315 = 0,0998x + 0,0843
0,315∓0,0843
x = 0,0998 = 4,041
Ekuivalen Kuersetin
𝑥
= 100 × 100%
4,041
= 100 × 100%
= 4,041%
b. 0,325 = 0,0998x + 0,0843
0,325∓0,0843
x = 0,0998 = 4,101
Ekuivalen Kuersetin
𝑥
= 100 × 100%
4,101
= 100 × 100%
= 4,101%
c. 0,361 = 0,0998x + 0,0843
0,361∓0,0843
x = 0,0998 = 4,462
Ekuivalen Kuersetin
𝑥
= 100 × 100%
4,462
= 100 × 100%
= 4,462%
4,041+ 4,101+4,462
Rata-rata % kadar = 3
= 4,201%
1
SD = √2 (4,201 − 4,041)2 + (4,201 − 4,101)2 + (4,201 − 4,462)2
= 0,23

3. Perhitungan Kadar Polifenol Total


Y = a + bx
Y = 0.0988x - 0.0843
a. 0,736 = 0.0988x - 0.0843
0,736−0.0843
x = 0,0988 = 6,60
Ekuivalen Kuersetin
𝑥 6,60
= 20 × 100% = 20 × 100%
= 33,00%
b. 0,713 = 0.0988x - 0.0843
0,713−0.0843
x= = 6,36
0,0988
Ekuivalen Kuersetin
𝑥 6,36
= 20 × 100% = 20 × 100%
= 31,82%
c. 0,736 = 0.0988x - 0.0843
0,734−0.0843
x = 0,0988 = 6,58
Ekuivalen Kuersetin
𝑥 6,58
= 20 × 100% = 20 × 100%
= 32,88%
33,00+ 31,82+32,88
Rata-rata % kadar = 3
= 32,56%
1
SD = √2 (32,56 − 33,00)2 + (32,56 − 31,82)2 + (32,56 − 32,88)2
= 0,65
4. Perhitungan Kadar Flavonoid Total
Y = a + bx
Y = 0,0671x + 0,0076
a. 0,235 = 0,0671x + 0,0076
0,235−0,0076
x = 0,0671 = 3,39
Ekuivalen Kuersetin
𝑥 3,39
= 100 × 100% = 100 × 100%
= 3,39%
b. 0,234 = 0,0671x + 0,0076
0,243−0,0076
x = 0,0671 = 3,51
Ekuivalen Kuersetin
𝑥 3,51
= 100 × 100% = 100 × 100%
= 3,51%
c. 0,263 = 0,0671x + 0,0076
0,263−0,0076
x = 0,0671 = 3,87
Ekuivalen Kuersetin
𝑥 3,87
= 100 × 100% = 100 × 100%
= 3,87%
3,39+ 3,51+3,87
Rata-rata % kadar = 3
= 3,38%
1
SD = √2 (3,38 − 3,39)2 + (3,38 − 3,51)2 + (3,38 − 3,87)2
= 0,25

Anda mungkin juga menyukai