Anda di halaman 1dari 11

TUGAS PENGANTAR EKONOMI MIKRO

BAB 7 TENTANG TEORI TINGKAH LAKU KONSUMEN


TEORI NILAI GUNA (UTILITI)

Disusun Oleh :
Kelompok 7
Nama : NPM :

1. Eka Sri Rahayu 1915310238


2. Anelia 1915310240
3. Apri Dianti Sintia 1915310136

KELAS REGULER I A II J/S

PRODI MANAJEMEN

FAKULTAS SOSIAL DAN SAINS

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN PANCA BUDI

MEDAN 2019
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Konsumen, bagaimana dengan teori tingkah laku konsumen dengan teori nilai guna (Utiliti)?
Berapa pemaksimuman nilai guna konsumen yang akan menggunakan produk? Apa Syarat
untuk mencapai kepuasan maksimum? Apakah ada bentuk penanggulangan jika tidak
mencapai kepuasan maksimum?” itulah kalimat-kalimat gundah yang seringkali terdengar di
kalangan para pebisnis maupun wirausahawan yang sedang menapaki ranah perdagangan
barang dan jasa dalam sebuah rapat perencanaan strategis mereka di bidang pemasaran. Hal ini
mendasari kelompok kami untuk melakukan analisa masalah dalam bentuk menjawab soal soal
yang ada di bab 7 tentang teori tingkah laku konsumen : Teori nilai guna (Utiliti) .

1.2 Rumusan Masalah


Penulis telah menyusun beberapa poin yang akan dibahas dalam makalah ini. Diantaranya
adalah sebagai berikut :

1. Apa pengertian Teori nilai guna (utility) dan pemaksimuman nilai guna, paradoks
nilai nilai maupun surplus konsumen ?
2. Apa Syarat untuk mencapai kepuasan maksimum ?
3. Bagaimana cara mencari nilai guna total dan nilai guna marginal ?

1.3 Tujuan Penulisan


Berdasarkan rumusan masalah yang telah dibuat, maka tujuan dari penulisan makalah ini
adalah sebagai berikut :

1. Memahami Teori nilai guna (utility) dan pemaksimuman nilai guna, paradoks nilai
nilai maupun surplus konsumen
2. Mengetahui Syarat untuk mencapai kepuasan maksimum
3. Menemukan cara mencari nilai guna total dan nilai guna marginal
TUGAS BAB 7

PILIHAN BERGANDA

1. Dalam menggunakan uang yang dapat dibelanjakannya, tujuan seorang konsumen yang
rasional adalah
A. Untuk membeli sebanyak banyak nya barang
B. Memaksimumkan jumlah kepuasannya
C. Meminimumkan jumlah pengeluarannya dan menambah tabungan
D. Menghemat dan membeli barang yang perlu saja
2. Seorang konsumen akan mencapai kepuasan maksimum dari membelanjakannya
sejumlah uang apabila
A. Nilai guna total setiap barang sama
B. Nilai guna marjimal setiap barang sama
C. Jumla rupiah yang di belanjakan untuk setiap barang sama
D. Nilai guna marjinal per rupiah setiap barang sama
3. Yang manakah di dalam grafik berikut merupakan surplus konsumen?

A D

harga

P E

B S D

0 Q kuantitas

A. PAE
B. OPEQ
C. OBEQ
D. OQEA

ESAI

1. Berdasarkan arti nilai guna total dan nilai guna marjin. Terangkan cir- ciri dari nilai guna
total dan nilai guna marjin. Berdasarkan kepada ciri-ciri yang anda jelaskan tersebut buat
lah kurva nilai guna total dan kurva nilai guna marjin
Jawaban : Nilai guna total (Total Utility) dapat diartikan sebagai jumlah seluruh
kepuasan yang diperoleh dari mengkonsumsikan sejumlah barang tertentu.
Sedangkan nilai guna marjinal(Marginal utility) berarti pertambahan
(pengurangan) kepuasan sebagai akibat dan pertambahan (pengurangan)
penggunaan satu unit barang tertentu.
Ciri keduanya yaitu:
Total Utility : tingkat kepuasan akan semakin tinggi (besar) saat barang atau jasa yang
dikonsumsi semakin banyak.
Marginal utility : tingkat kepuasan akan semakin menurun jika jumlah barang atau jasa yang
dikonsumsi semakin banyak.
Kurva nilai guna total dan nilai guna marjimal

2. Apabila seorang konsumen mengkonsumsi beberapa jenis barang , terangkan keadaan yang
akan memaksimumkan kepuasan di dalam mengkonsumsi barang tersebut.
Jawaban : Nilai guna yang akan di peroleh seseorang dari mengkonsumsi suatu barang
akan menjadi semakin sedikit apabila orang tersebut terus menerus menambah
konsumsinya ke atas barang tersebut.

3. Ururtan bagaimana teori nilai guna (utiliti) menerangkan sifat permintaan pembeli terhadap
suatu barang yang di perjual belikan
Jawaban : Teori nilai guna/utility :
1. Form Utility yakni peningkatan manfaat nilai barang setelah terjadinya
perubahan bentuk, contoh rotan-kursi.
2. Time Utility yakni peningkatan manfaat nilai barang jika digunakan pada
waktu yg tepat.
3. Ownership Utility yakni peningkatan manfaat nilai barang jika telah dimiliki
oleh orang yang tepat.
4. Place Utility yakni peningkatan manfaat nilai barang jika telah ditempatkan
sesuai dengan barang.
5. Element Utility yakni peningkatan manfaat nilai barang jika mengalami
proses produksi untuk dijadikan bahan dasar suatu produk lainnya.

4. a. Apakah yang dimaksudkan dengan paradoks nilai ? apakah


peranan teori nilai guna di dalam menerangkan paradoks nilai?
b. Dengan menggunakan contoh angka dan secara grafik terangkan wujudnya surplus
konsumen .

Jawaban : a. Paradoks nilai adalah keanehan dalam menilai barang berdasarkan


harganya dengan berdasarkan manfaatnya kepada kehidupan manusia.
Harga berlian tinggi tetap manfaatnya kepada manusia rendah.
Sedangkan harga air rendah tetapi manfaatnya tinggi. Paradoks ini dapat
diterangkan dengan menggunakan teori nilai guna.

Nilai guna merupakan kepuasan atas konsumsi barang oleh konsumen.


Nilai guna berpengaruh pada tingkat permintaan dan penawaran juga
sebagai landasan dalam paradoks nilai yaitu penilaian barang dari harga
nya dengan berdasarkan manfaat bagi manusia. Contohnya adalah Air
dan emas, harga air lebih murah, dan air juga sangat berguna bagi
kehidupan.

b. Surplus konsumen adalah perbedaan antara kepuasan yang diperoleh


konsumen didalam mengkonsumsi sejumlah barang dengan
pembayaran yang harus dibuat untuk memperoleh barang tersebut.
Kepuasan yang diperoleh selalu lebih besar daripada pembayaran
barang tersebut.

contoh andi ingin membeli peralatan sekolah diantaranya pencil, pena,


penghapus, dan rautan. Total harganya Rp10000. Sampainya di toko,
ada paket alat sekolah yang seharga Rp7000 dengan bonus 2 spidol
warna. Ia memilih paket promo tersebut dan membayar lebih murah dari
apa yang ia perhitungkan di rumah.
KUANTITATIF

1. Seorang konsumen membeli mangga dan durian, dan nilai guna total dari makanan masing-
masing buah tersebut adalah seperti yang ditunjukan dalam tabel dibawah ini:

DURIAN MANGGA
Jumlah Nilai guna total Jumlah Nilai guna total
1 250 1 370
2 460 2 650
3 630 3 850
4 760 4 980
5 850 5 1050
6 900 6 1070
a. Tentukan nilai guna marjinal dari memakan durian dan memakan mangga.
b. Misalkan harga mangga dan durian masing-masing adalah Rp 500. Berapakah jumlah
durian dan mangga yang akan dibelinya apabila uang yang akan dibelanjakan adalah
sebanyak Rp 3500?
c. Lukiskan grafik nilai total dan marjin untuk buah durian dan mangga.

Jawaban :

a. Nilai guna marjinal dari memakan durian dan memakan mangga

Konsumsi Mangga
Jumlah Total Utility Marginal Utility Jumlah Total Utility Marginal Utility
(TU) (MU) (TU) (MU)
1 250 250 1 370 370
2 460 210 2 650 280
3 630 170 3 850 200
4 760 130 4 980 130
5 850 90 5 1050 100
6 900 50 6 1070 20
Hitungan : MU 1 = (T1-T0) . (Q1-Q0) MU 4 = (T4-T3) . (Q4-Q3)
MU 2 = (T2-T1) . (Q2-Q1) MU 5 = (T5-T4) . (Q5-Q4)
MU 3 = (T3-T2) . (Q3-Q2) MU 6 = (T6-T5) . (Q6-Q5)

b. Jumlah durian dan mangga yang akan Jumlah durian Jumlah mangga Guna total
dibelinya apabila uang yang akan 1 6 1320
dibelanjakan adalah sebanyak Rp 3500 2 5 1900
Misalkan X = Mangga dan Y = Durian 3 4 1610
XHx + Yhy = P 4 3 1610
500X + 500Y = Rp 3.500 5 2 1500
Y = 3.500 – 500X – 500 6 1 1270
Y = 7-X
Dengan demikian konsumen akan memilih membeli durian 3 butir dan mangga 4 butir.(3
durian x Rp 500,00) + (4 mangga x Rp 500,00) = Rp 3.500,00 atau durian 4 butir dan mangga
3 butir.(4 durian x Rp 500,00) + (3 mangga x Rp 500,00) = Rp 3.500,00

C. GRAFIK NILAI TOTAL DAN MARJIN UNTUK BUAH DURIAN DAN MANGGA

DURIAN

TU

D (Titik Jenuh)
900

850 TU

760

630

460

250

0 1 2 3 4 5 6 X

MU

250

210

170

130

90

50

0 1 2 3 4 5 6 X
MANGGA

TU

D (Titik Jenuh)

1070

1050

980

850

650

370

0 1 2 3 4 5 6 X

MU

370

280

200

130

100

20

0 1 2 3 4 5 6 X
2. Seorang konsumen ingin membeli makanan dan pakaian untuk dirinya dan keluarganya. Harga
makanan adalah Rp 600 dan sehelai pakaian berharga Rp 6000. Nilai guna total yang diperoleh
dari mengkonsumsi pakaian dan makanan adalah seperti ditunjukan dalam tabel dibawah ini.

MAKANAN PAKAIAN
Konsumsi (unit) Nilai guna total Konsumsi (unit) Nilai guna total
1 600 1 14000
2 1100 2 24000
3 1500 3 30000
4 1800 4 32000
5 2000 5 30000
a. Hitunglah nilai guna marjinal untuk makanan dan pakaian pada berbagai unit barang
seperti ditunjukan pada tabel diatas.
b. Misalkan pendapat konsumen adalah Rp 27000. Apabila semua pendapatan tersebut
dibelanjakan, berapa banyak makanan dan pakaian yang akan dibelinya untuk
memaksimumkan kepuasannya?
c. Misalkan pendapat konsumen itu adalah Rp 38500 dan harga pakaian meningkat
menjadi Rp 12000. Gabungan makanan dan pakaian yang bagaimanakah yang perlu
dibelinya untuk memaksimumkan kepuasannya? Berapakah sisa pendapatan yang
dapat ditabung?

Jawaban :

a. Nilai guna marjinal untuk makanan dan pakaian

MAKANAN PAKAIAN

Nilai guna Konsumsi Nilai guna


Konsumsi (unit) Nilai Guna Marginal (Unit) Nilai Guna Marginal
1 600 600 1 14000 14000
2 1100 500 2 24000 10000
3 1500 400 3 30000 6000
4 1800 300 4 32000 2000
5 2000 200 5 30000 -2000

b. Memaksimumkan kepuasan
Harga 27.500
27500 : 14000 = 1.9
27500 : 600 = 45.8

Harga Pakaian Makanan


27.500 1 22
c. Sisa pendapatan yang dapat ditabung
Harga 38.500
38500 : 12000 = 3.2
38500 : 600 = 64.1
Harga Pakaian Makanan Sisa Uang
38500 1 44 100
38.500 2 24 100
PENUTUP

2.1 KESIMPULAN

1. Perilaku konsumen adalah proses yang dilalui oleh seseorang/organisasi dalam


mencari,membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa
setelahdikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya.

2. Teori perilaku konsumen terdiri dari beberapa teori seperti Teori Ekonomi Mikro, Teori
Psikologis, dan Teori Antropologis. Teori perilaku konsumen juga dibedakan menjadi
2macam pendekatan yaitu Pendekatan Nilai Guna Cardinal dan Pendekatan Nilai Guna
Ordinal.

3. Teori perilaku konsumen dibagi menjadi beberapa segi faktor yang mempengaruhinya
yaitu Faktor Sosial, Faktor Pribadi/Personal, Faktor Psikologi, dan Faktor Kebudayaan.

4. Nilai guna yang akan di peroleh seseorang dari mengkonsumsi suatu barang akan
menjadi semakin sedikit apabila orang tersebut terus menerus menambah konsumsinya
ke atas barang tersebut.

2.2 SARAN
Menghadapi perilaku konsumen yang semakin beragam, sebaiknya para pemasar
memberikan pelayanan terbaik kepada para konsumen serta mampu memahami perilaku
konsumen dengan menerapkan konsep pemasaran yang tepat. Sehingga konsumen bisa
mendapatkan kepuasan yang maksimal dan memandang kepuasan konsumen itu sebagai
tujuan utama dalam menjalankan suatu bisnis. Hal ini dikarenakan konsumen adalah aset
utama para pemasar. Jika konsumen merasa puas, maka usaha yang dijalankan para
pemasar pun akan sukses.