Anda di halaman 1dari 8

Nomor : 1146/PC/A.

I/L-12/VIII/2020 Jombang, 29 Dzulhijjah 1441 H


Lamp : 1 eksemplar 18 Agustus 2020 M
Hal. : Pengantar Amaliyah Dalam Rangka
Menyambut Bulan Muharrram 1442 H

Kepada Yang Terhormat :


1. Pengurus dan Pimpinan Perangkat (Lembaga-Banom) NU hingga
tingkat Anak Ranting se-Jombang;
2. Warga Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang

Assalamu’alalikum Wr. Wb
Salam silaturahim, semoga kita selalu dalam lindungan dan petunjuk
Allah SWT.
Kedatangan bulan Muharram pada setiap tahun qomariyah menjadi
moment penting bagi umat muslim, khususnya Jam’iyyah Nahdlatul
Ulama untuk membangun semangat dan harapan baru bagi
peningkatan kualitas hidup beragama dan bermasyarakat, karena
pada bulan tersebut adalah bulan yang paling utama setelah bulan
Romadhon, dimana pada bulan Muharram terdapat banyak fadhliah.
Oleh karenanya dalam rangka menyambut dan menyemarakkan
bulan Muharram 1442 H adalah dengan cara memperbanyak
amaliyah dan bacaan fadhilah sebagaimana copy amaliyah terlampir.
Demikian surat pengantar ini kami sampaikan, atas perhatiannya
dihaturkan terimakasih.
Wallohul Muwafiq Ila Aqwamith Thoriq
Wassalamu’alaikum War. Wab.

PENGURUS CABANG NAHDLATUL ULAMA


KABUPATEN JOMBANG
Rais, Katib, Ketua, Sekretaris,

KH. Abd Nashir Fattah Ahmad Samsul Rijal KH M. Salmanuddin Yazid Muhammad Muchlis S.Ag

1 | PCNU Jombang
AMALIAH-AMALIAH BULAN MUHARRAM

Dihimpun oleh : KH. Abd. Kholiq Hasan, M.HI.


(Wakil Rais Syuriyah PCNU Jombang)

Dari Kitab : - Kanzu an-Najâh wa as-Surûr fi al-


Ad’iyah Allati Tasra’u as-Surûr, karya
Syaikh Abdul Hamid Muhammad ‘Ali
Quds
- Shahîh Muslim, karya Al-Imam Abu al-
Husain Muslim bin al-Hajjaj al-
Qusyairi al-Naisaburi
- Tanbîhu al-Ghâfilîn, karya Nashr bin
Muhammad bin Ibrahim al-
Samarqandi
- Al-Majâlis, Ibnu al-Jauzi

Dan telah ditashhih oleh

KH. Abdul Nashir Fattah


(Rois Syuriyah PCNU Jombang)

2020

2 | PCNU Jombang
AMALIAH-AMALIAH BULAN MUHARRAM

1. Puasa pada akhir bulan Dzulhijjah (akhir tahun Hijriyah)


Dengan niat:

“Saya niat puasa sunnah besok karena Allah Ta’âlâ”


Hal ini sebagaimana Sabda Nabi :

Ibnu Hajar menyebutkan sebuah hadits dari Hafshah:


Sesungguhnya Nabi  bersabda: “Barangsiapa yang
berpuasa di akhir hari bulan Dzulhijjah dan awal bulan
Muharram maka Allah menjadikan puasa itu sebagai
penghapus dosa (kafarat) 50 tahun. Dan puasa sehari di
bulan Muharram pahalanya seperti puasa 30 hari (satu
bulan).” 1
2. Setelah shalat Ashar membaca do’a sebagai berikut:2

1
Kanzu an-Najah wa as-Surur fi al-Ad’iyah Allati Tassra’u as-Sdurur, hlm 13-15.
2
Hikmah Ibadah, hlm 50-69

3 | PCNU Jombang
3
3. Amaliah yang biasa dilakukan pada malam tanggal 1
Muharram adalah sebagai berikut:3
a. Pada malam awal tahun atau malam tanggal 1
Muharram setelah shalat Maghrib dan ba’diyah
Maghrib, membaca ayat kursi sebanyak 360 kali.
b. Tiap-tiap membaca ayat kursi dimulai dengan
membaca basmalah.
c. Setelah selesai membaca ayat kursi lalu membaca
do’a sebagai berikut:

3
Majmu‟ Syarif al-Amanah, hlm 115-119

4 | PCNU Jombang
Membaca ayat kursî dan basmalah serta diakhiri
dengan do’a tersebut mempunyai hikmah yang besar.
Insya Allah orang yang mengamalkannya akan terjaga
dari hal-hal yang tidak menyenangkan dalam tahun
itu, dan terjaga dari syaithan. Bacaan tersebut
merupakan benteng yang sangat kokoh.
4. Puasa satu hari di awal tahun pada tanggal 1 Muharram
Dengan niat:

Adapun dalilnya sebagaimana hadits yang


disampaikan oleh Ibnu Hajar dari Hafshah di atas,
tepatnya pada lafadz:

5. Berdo’a setiap hari dari tanggal 1 Muharram sampai


dengan tanggal 10 Muharram

5 | PCNU Jombang
6. Puasa pada tanggal 9 (puasa Tâsû’ah) dan 10 (puasa
‘Âsyûrâ’) bulan Muharram; menurut mayoritas ulama4
a. Dalil Puasa Tâsû’ah

«
1916 

Ibnu Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata bahwa:


“Ketika Rasullullah  melakukan puasa hari ’Asyura
dan memerintahkan kaum muslimin untuk
melakukannya, pada saat itu ada yang berkata:
“Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang
diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani.” Lantas
Rasulullah  bersabda: “Apabila tiba tahun depan
Insya Allah kita akan berpuasa pula pada hari
kesembilan.” Ibnu Abbas mengatakan: “Belum sampai
tahun depan, Rasulullah  sudah keburu meninggal
dunia.” (HR. Muslim: 1916)
b. Dalil puasa ‘Âsyûrâ’

 
1977

Diriwayatkan oleh Muslim dari Abî Qatâdah 


sesungguhnya Rasulullah  ditanya tentang puasa
pada hari ‘Âsyûrâ’. Beliau pun menjawab, “(Puasa
tersebut) melebur dosa setahun yang telah lalu.” (HR.
Muslim: 1977)5

4
Tanbihu al-Ghofilin, hlm 124
5
Shohih Muslim Vol IV, hlm 56

6 | PCNU Jombang
Disamping amaliah-amaliah di atas, Imam Ibnu al-
Jauzi menjelaskan ada 15 macam kebaikan yang
dianjurkan untuk dilakukan pada hari Asyura’, yaitu:
a. Bersedekah kepada fakir miskin
b. Mengusap kepala anak yatim
c. Memberi buka orang yang berpuasa
d. Menyiramkan air
e. Mengunjungi saudara seagama
f. Mandi
g. Menjenguk orang sakit
h. Memuliakan dan berbakti kepada kedua orang tua
i. Menahan amarah dan emosi
j. Memaafkan orang yang berbuat aniaya pada hari
Asyura’
k. Memperbanyak shalat, do’a, dan istighfâr
l. Memperbanyak dzikir
m. Menyingkirkan apa saja yang mengganggu orang
di jalan
n. Berjabat tangan dengan orang yang dujumpai
o. Memperbanyak membaca surat al-Ikhlash sampai
seribu (1.000) kali.6

6
Al-Majalis, hlm 73-74

7 | PCNU Jombang
Keutamaan Bulan Muharram bagi Para Nabi
Oleh : KH M. Djamaluddin Ahmad
Musytasyar PCNU Kab. Jombang
Dirangkum dari sumber : http//www.nu.or.id

KH M. Djamaluddin Ahmad mensarikan 10 (sepuluh) fadhilah atau


keutamaan bulan Muharram dari kitab Nazaatul Majaalis wa
Muntakhobun Mawaaidz karya Syeikh Abdurrahman Al-Shofuri, dan
kitab Al-Nawadzir karya Syeikh Shihabuddin bin Salamah Al-Qolyubi.
Dijelaskan bahwa :
a. Tanggal 9 dan 10 Muharram disunnahkan untuk berpuasa yang
dikenal dengan puasa Tasu’a dan Assyura. Dan tanggal 10 Muharram
disebut Assyura karena diambil dari kata Al-Asyir yang berarti ke-10.
b. Tanggal 10 Muharram Allah SWT., memuliakan 10 NabiNya melalui
peristiwa sebagai berikut :
1. Isthofa Adama; Allah SWT., memilih Nabi Adam AS. Nabi Adam
memiliki salah yang karenanya Nabi Adam diturunkan ke Bumi
(Srilangka) sedangkan istrinya, Hawa diturunkan di Jeddah.
Kemudian bertaubah dan diterima taubatnya oleh Allah SWT.,
pada 10 Muharram;
2. Allah SWT., mengangkat Nabi Idris AS ke langit pada 10
Muharram;
3. Berlabuhnya perahu Nabi Nuh AS yang mendarat di atas gunung
Judd dimana air telah menggenangi bumi selama 150 hari. Air
turun dari langit berwarna kuning, dan keluar dari bumi
berwarna merah. Pada peristiwa ini juga, Ka’bah roboh;
4. Allah SWT., mengangkat Nabi Ibrahim AS sebagai Khalilullah atau
kekasih Allah SWT., pada 10 Muharram;
5. Allah SWT., mengampuni Nabi Daud AS pada 10 Muharram;
6. Allah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman AS pada 10
Muharram, dimana saat itu Nabi Sulaiman AS pernah kehilangan
kerajaan dan kekuatannya (cincin jimat sakti Nabi Sulaiman);
7. Allah SWT., memberikan kesembuhan kepada Nabi Ayyub AS
pada 10 Muharram;
8. Nabi Yunus AS keluar dari perut Ikan pada 10 Muharram setelah
40 hari berada didalamnya;
9. Bertemu dan berkumpul kembali Nabi Yusuf AS dan Ya’qub pada
10 Muharram setelah 40 tahun terpisah;
10. Lahirnya Nabi Isa AS dan naiknya ke langit, terjadi pada 10
Muharram.
8 | PCNU Jombang

Beri Nilai