Anda di halaman 1dari 3

LEARNING JOURNAL

Program Pelatihan : Pelatihan Dasar CPNS


Gelombang/Angkatan : I/II
Nama Mata Pelatihan : ETIKA PUBLIK
Nama Peserta : Rosmida, S.E., M.Si
Nomor Daftar Hadir : -
Lembaga Penyelenggara: Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia
(PPSDM) Aparatur dan PPSDM Geologi Mineral
dan Batu Bara (GEOMINERBA) Kementerian ESDM
Pelatihan : Latsar CPNS

A. Pokok Pikiran
Etika sebenarnya dapat dipahami sebagai sistem penilaian perilaku serta keyakinan
untuk menentukan perbuatan yang pantas guna menjamin adanya perlindungan hak-
hak individu, mencakup cara-cara dalam pengambilan keputusan untuk membantu
membedakan hal-hal yang baik dan yang buruk serta mengarahkan apa yang
seharusnya dilakukan sesuai nilai-nilai yang dianut (Catalano, 1991). Sedangkan Kode
Etik adalah aturan-aturan yang mengatur tingkah laku dalam suatu kelompok khusus,
sudut pandangnya hanya ditujukan pada hal-hal prinsip dalam bentuk ketentuan-
ketentuan tertulis. Adapun Kode Etik Profesi dimaksudkan untuk mengatur tingkah
laku/etika suatu kelompok khusus dalam masyarakat melalui ketentuan-ketentuan
tertulis yang diharapkan dapat dipegang teguh oleh sekelompok profesional tertentu.

Berdasarkan Undang-Undang ASN, kode etik dan kode perilaku ASN yakni sebagai
berikut:
1. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi.
2. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin.
3. Melayani dengan sikap hormat, sopan, dan tanpa tekanan.
4. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.
5. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat yang
berwenang sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-
undangan dan etika pemerintahan.
6. Menjaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara.

1
7. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab,
efektif dan efisien.
8. Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya.
9. Memberikan informasi secara benar dan tidak menyesatkan kepada pihak lain yang
memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan.
10. Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan, dan
jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri
sendiri atau untuk orang lain.
11. Memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas ASN.
12. Melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai disiplin
pegawai ASN.

Etika Publik merupakan refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk,


benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik
dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik. Ada tiga fokus utama
dalam pelayanan publik, yakni:
1. Pelayanan publik yang berkualitas dan relevan.
2. Sisi dimensi reflektif, Etika Publik berfungsi sebagai bantuan dalam menimbang
pilihan sarana kebijakan publik dan alat evaluasi.
3. Modalitas Etika, menjembatani antara norma moral dan tindakan faktual.

Pada prinsipnya ada 3 (tiga) dimensi etika publik:


1. Dimensi Kualitas Pelayanan Publik
2. Dimensi Modalitas
3. Dimensi Tindakan Integritas Publik

B. Penerapan
Menjalankan 3 fungsi utama sebagai seorang PNS, yaitu: pelayan publik, pelaksana
kebijakan publik, dan perekat dan pemersatu bangsa membutuhkan etika publik. Tidak
akan terpenuhi tanggung jawab sebagai PNS apabila hanya bermodalkan pintar tetapi
tidak beretika. Selama menjalankan proses belajar mengajar, walaupun kita
berhadapan dengan generasi yang lebih muda (mahasiswa), kita tetap harus
menunjukkan sikap yang beretika kepada mahasiswa baik di dalam kelas maupun

2
diluar kelas, sebagai contoh:
1. Tidak memanggil mahasiswa dengan “hei, hoi, atau kata lain”
2. Bahasa yang digunakan baik walaupun sedang marah;
3. Tidak hanya fokus kepada beberapa mahasiswa saja terutama contohnya
mahasiswa anak orang kaya, mahasiswa cantik/ganteng, mahasiswa pintar, atau
ahli keluarga;
4. Ketika ada masalah, mahasiswa yang bersangkutan di panggil keruangan dan tidak
membahas permasalahan pribadi mahasiswa tersebut didepan teman-teman
sekelasnya;
5. Mengucapkan terimakasih disetiap kegiatan yang tuntas diselesaikan oleh
mahasiswa;
6. Membuka kelas dengan salam dan senyuman ramah;
7. Menutup kelas juga dengan menyimpulkan materi dan salam;

Begitu juga halnya dengan staf administrasi dan tendik, kita tetap harus menunjukkan
etika yang baik. Sebagai contoh, memberikan pekerjaan dengan mengawali kata-kata
mohon bantuan atau kata-kata lain yang baik, mengucapkan terimakasih mendampingi
kita disetiap selesai kelas, tetap ramah ketika berpapasan, mengucapkan salam dan
selalu menanyakan kabar.

Dengan pimpinan, kita juga harus menunjukkan sikap yang beretika. Misalkan dalam
memberi saran sampaikan dengan bahasa dan kalimat yang sopan, selalu membantu
ketika pimpinan minta bantuan, sebaiknya tidak menceritakan hal-hal buruk pimpinan
apalagi dengan pihak diluar unit kerja.

Anda mungkin juga menyukai