Anda di halaman 1dari 56

KIE

TEORI KOMUNIKASI
BIAYA SAKIT
            1. DIRECT MEDICAL COST
❖ Obat ❖ Fee dokter
❖ Alat kesehatan ❖ Waktu profesi kesehatan
❖ Test laboratorium ❖ Biaya rawat inap

2. DIRECT NON MEDICAL COST
❖ Transportasi
❖ Makanan
❖ Mengurus keluarga
❖ Peralatan di rumah
3. INDIRECT NON MEDICAL COST
❖ Upah hilang krn sakit
❖ Upah hilang krn harus mengurus yg sakit
❖ Upah hilang krn meninggal di usia muda
4. INTANGIBLE COST
❖ Rasa kesakitan
❖ Penderitaan
❖ Kedudukan
❖ Lingkungan

5. OPPORTUNITY COST
❖ Kehilangan kesempatan
❖ Kehilangan pemasukan
KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
PROFESIONALISME
KETERAMPILAN PERAN
DEMAND
PENGETAHUAN

PROFESI SURVIVAL

BISNIS EKONOMI
KOMPETISI

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
DOKTER

SESAMA APOTEKER ADMINISTRATOR

AA /STAF/KARYAWAN APOTEKER PASIEN

PROFESI KESEHATAN MASYARAKAT
 AKIBAT KETIDAKTAATAN

KEGAGALAN TERAPI
KAMBUH
TOKSISITAS
BIAYA TINGGI

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
APA YANG PERLU KITA TAHU
PHARMACIST

AHLI OBAT

PHARMACEUTICAL CARE
• DRP (Drug Related Problem)
• Outcomes / alternatives
• Individualized regimen
• Follow up  / monitoring
MENGAPA APOTEKER PERLU MEMBERIKAN
INFORMASI
• MACAM DAN JUMLAH OBAT BERTAMBAH
    (hasil riset)
• ADA PERUBAHAN PERATURAN OBAT & KESEHATAN
    (makin poten, spesifik, mahal dan berisiko)
• ADA PERUBAHAN BENTUK PELAYANAN
KESEHATAN
    (cara peresepan, meracik, memakai)

KEBUTUHAN INFORMASI
KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
PIO RSUP FATMAWATI
22 % Pertanyaan berasal dari dokter

JENIS PERTANYAAN
• Informasi obat palsu
• Pelayanan sitostatika • Informasi obat lengkap
• Penarikan obat • Harga obat
• Dosis maksimal • ESO
• Pilihan antibiotika • Alternatif obat pengganti
• Identifikasi kualitatif • Ketersediaan obat
  obat • Terminologi farmasi
• Komposisi obat • Interaksi obat
MENGAPA APOTEKER PERLU KETERAMPILAN
BERKOMUNIKASI ?
❖ Dgn pasien (obat bebas atau resep)
❖ Dgn profesi kesehatan lain
❖ Dgn administrator
❖ Dgn distributor
❖ Dgn principal
❖ Dgn auditor
❖ Dgn staf farmasi
❖ Dgn perusahaan pelanggan (asuransi dll)
❖ Dgn teman sejawat
❖ Dgn masyarakat luas
❖  ?

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
 8/9  PERAN APOTEKER
DALAM PELAYANAN KESEHATAN

1. CARE GIVER
2. DECISION MAKER
3. COMMUNICATOR
4. LEADER PERLU
5. MANAGER KOMUNIKASI
6. LIFE­LONG LEARNER
7. TEACHER
8. RESEARCHER
9. ?
APAKAH PROSES KOMUNIKASI ?

• PEMBENTUKAN PESAN DARI PEMIKIRAN,
PERASAAN, PERILAKU PENGIRIM (SENDER)
• PENYAMPAIAN PESAN KEPADA PENERIMA
(RECEIVER)
• MENGARTIKAN PESAN OLEH PENERIMA
• REAKSI DARI PENERIMA

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
LINTASAN KOMUNIKASI
MESSAGE
(PESAN)
RINTANGAN (BARRIER)

SUMBER/PENGIRIM
(SOURCE) PENERIMA

SENDER RECEIVER

UMPAN BALIK
(FEED­BACK)

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
PROSES KOMUNIKASI
INFORMASI

KOMUNIKATOR MEDIA KOMUNIKAN

PESAN

KITA MENYAMPAIKAN PESAN / INFORMASI MELALUI MEDIA UNTUK
DAPAT DITERIMA DAN DIMENGERTI OLEH ORANG LAIN SESUAI
DENGAN MAKSUD PESAN / INFORMASI TERSEBUT
PROSES KOMUNIKASI
TUJUAN :
       Pesan yang diterima = pesan yg dikirim
ENCODING :
       Sumber ⇒ menghimpun kata­kata jadi kalimat
DECODING :
       Pendengar ⇒ menangkap / mengutarakan
       kata­kata jadi mengerti
INTERPRETING :
      Terjadi setelah ada DECODING
KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
MACAM­MACAM PESAN

A. VERBAL              : 45% lintasan informasi

                                           & komunikasi
B. NON VERBAL     : 55%
1. Menggambarkan pesan perasaan,
pikiran (disadari atau tidak)
2. Mengekspresikan wajah, gerakan
3. Sangat sulit dibuat­buat
4. Lebih terpercaya
KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
KOMPONEN PESAN NON VERBAL

­ Tatapan mata ­ Umur, kelamin
­ Ekspresi wajah ­ Latar belakang
­ Gerak isyarat   budaya,  etnik
­ Cara berdiri / ­ Nada suara
sikap tubuh
­ Perilaku ­ Naik turun suara
­ Jarak ­ Cara berpakaian
­ dsb
KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
GANGGUAN / RINTANGAN

• Gangguan teknis
• Gangguan semantik
• Gangguan psikologis
• Rintangan fisik atau organik
• Rintangan status
• Rintangan kerangka berpikir
• Rintangan budaya
• Gangguan teknis :
   Salah satu alat untuk komunikasi mengalami gangguan
   Contoh : gangguan pada stasiun TV, radio, jaringan
telepon dll.
• Gangguan semantik
    Disebabkan kesalahan bahasa
    Contoh :
        ­ Banyak memakai bahasa asing
        ­ Bahasa pembicara tidak sama dgn bahasa
          penerima
        ­ Struktur bahasa tidak digunakan semestinya
        ­ Latar belakang budaya menyebabkan salah
          persepsi
• Gangguan psikologis
    Karena ada persoalan dalam diri individu
    Contoh :
      ­ Curiga kepada sumber
      ­ Situasi berduka
      ­ Gangguan kejiwaan sehingga dalam memberi
        dan menerima informasi tidak sempurna
•  Rintangan fisik
    Karena kondisi geografis atau adanya gangguan
    organik
    Contoh :
      ­ Jarak jauh
      ­ Tidak ada sarana kantor pos, telepon, jalur
         transportasi
      ­ Tidak berfungsinya panca indera penerima.
• Rintangan status
    Karena jarak sosial diantara peserta komunikasi
    Contoh :  ­ Senior dan yunior
                     ­ Atasan dan bawahan
    Perbedaan ini menuntut perilaku komunikasi yang
memperhitungkan  kondisi dan etika
• Rintangan kerangka berpikir
    Karena perbedaan persepsi antara komunikator  dan
khalayak terhadap pesan
    Contoh :  ­ Latar belakang pengalaman
                     ­ Latar belakang pendidikan
• Rintangan budaya
    Karena ada perbedaan norma, kebiasaan dan nilai­nilai yg
dianut
    Contoh :  ­  Bahasa
                     ­ Agama
                     ­ Kebiasaan­kebiasaan lain.
KHALAYAK

• Penerima, sasaran, pembaca, pendengar,
pemirsa, audiens, decoder, komunikan
• Bisa berupa individu, kelompok, masyarakat
• Perlu diketahui oleh komunikator sebelum
proses komunikasi berlangsung
PENERIMA KOMUNIKASI

Keterampilan komunikasi yang
harus dimiliki oleh penerima
informasi  :
kemampuan memanfaatkan
media komunikasi
KEMAMPUAN MEMANFAATKAN MEDIA
KOMUNIKASI DARI AKTIVITAS SEHARI­HARI

MEMBACA  16%

MENULIS 9%
MENDENGAR 45%

BERBICARA 30%
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN
INFORMASI
1. Penerima :
      ­ Keterampilan berkomunikasi
      ­ Kebutuhan berkomunikasi
      ­ Tujuan yang diinginkan
      ­ Sikap, nilai, kepercayaan, kebiasaan
      ­ Kemampuan untuk menerima
      ­ Kegunaan pesan
2. Pesan
    ­ Tipe dan model pesan
    ­ Karakteristik dan fungsi pesan
    ­ Struktur pengelolaan pesan
    ­ Up to date
3. Sumber
    ­ Kredibilitas dan kompetensi dalam bidang
      yang disampaikan
    ­ Kedekatan dgn penerima
    ­ Motivasi dan perhatian
    ­ Kesamaan dgn penerima
    ­ Cara penyampaian
    ­ Daya tarik
4. Media
    ­ Tersedianya media
    ­ Daya liput / kehandalan media
    ­ Kebiasaan menggunakan media
    ­ Tempat dan situasi
TIPE KOMUNIKASI

• Komunikasi dg diri sendiri (intrapersonal
communication)
• Komunikasi antar pribadi (interpersonal
communication)
• Komunikasi publik (public communication)
• Komunikasi massa (mass communication)

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
KOMUNIKASI DGN DIRI SENDIRI
• Proses komunikasi dalam diri individu.
• Karena seseorang memberi arti pada objek yang
diamati / terbetik dalam pikirannya.
• Objek : benda, kejadian alam, peristiwa,  pengalaman,
fakta yang mengandung arti bagi manusia.
• Objek mengalami proses perkembangan dlm pikiran
karena   rangsangan dari pancaindera   pengaruh pada
pengetahuan, sikap dan perilaku.
• Ada pertimbangan untung rugi pengambilan keputusan
 pilihan Ya atau Tidak.

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI
• Paling efektif
• Berlangsung antara 2 orang atau lebih secara tatap muka
• Ditemui pd kegiatan sehari­hari
• Komunikasi harus :
             ­ Kredibilitas
             ­ Interpersonal
             ­ Atracttiveness
• Bentuk transaksi :
            ­ Anak­anak  : suka senyum, suka berontak
            ­ Dewasa       : dgn siapa saja
            ­ Orang tua   : baik, suka mengomel

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
• Jenis :
        √ Dyadic comunication
            ­ Tatap muka
            ­ Percakapan  :  *Suasana bersahabat
                                        *Informal
            ­ Dialog           :   * Situasi lebih intim
                                         * Lebih dalam
                                         * Lebih personal
            ­ Wawancara  :   * Lebih serius
                                         * Ada pihak yang  dominan
                                            bertanya & menjawab
       √ Small Group Comunication
          ­ Tatap muka
          ­ Pembicaraan terpotong­potong
          ­ Semua peserta bicara dalam kedudukan yg
             sama
KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
­ Sumber & penerima sulit diidentifikasi
­ Semua anggota bisa berperan sebagai sumber &
penerima
­ Ada dlm kelompok studi dan kelompok diskusi
­ Tidak ada batas jumlah anggota dlm kelompok ini,
maksimal 50 orang.

• Interpersonal communication yang beralat
    (pakai media mekanik).
• Interpersonal communication yang tidak    beralat
(secara tatap muka).

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
KOMUNIKASI PUBLIK

• Disebut kom. pidato, kom. kolektif, kom. retorika,
public speaking, kom. khalayak (audiens
communication)
• Disampaikan oleh pembicara dengan tatap muka
didepan khalayak yang lebih besar.
• Penyampaian pesan secara kontinyu.
• Ada pembicara dan pendengar.
• Interaksi sangat terbatas sehingga tanggapan balik
sangat terbatas.
• Tidak berlangsung spontan, tetapi terencana dan
dipersiapkan lebih awal.
• Ada dalam kuliah umum, khotbah, rapat akbar,
pengarahan, ceramah dll.
KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
KOMUNIKASI MASSA
• Pesan dikirim dari sumber yang melembaga bagi
khalayak.
• Sifatnya massal melalui alat­alat mekanis (radio, tv,
koran, film).
• Sifat pesan terbuka, khalayak variatif (usia, agama,
suku, pekerjaan, segi kebutuhan).
• Proses penyampaian pesan lebih formal, terencana,
rumit.
• Pesan komunikasi berlangsung 1 arah dan tanggapan
balik lambat (tertunda) dan sangat terbatas.
• Sifat penyebaran  pesan  cepat, serempak dan luas.

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
BARRIER KOMUNIKASI DG PASIEN
1. BARRIER FISIK
FISIK PASIEN
gunakan gambar /
❖ Pendengaran / penglihatan < tulisan
❖ Keadaan sakit / lemah gunakan bahasa
❖ Kesukaran bicara sederhana / isyarat
RUANGAN
❖ Kurang leluasa
❖ Counter terlalu tinggi
❖ Penghalang kaca rencanakan ruang
❖ Suara berisik yang punya privasi
❖ Gangguan telepon
KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
2. BARRIER PSIKOLOGIS

❖ Bias
❖ Prasangka
❖ Wawasan sempit bersikap profesional,
❖ Takut / khawatir sabar, empati, gunakan
❖ Emosi komunikasi non­verbal
❖ Tidak kompatibel
❖ Tidak ada saluran
komunikasi

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
3. BARRIER NON VERBAL

Kurang kontak mata dgn pasien

4. BARRIER WAKTU DAN ADMINISTRASI
­  Apoteker tidak dibayar untuk konsultasi
­  Pasien sudah lelah menunggu dokter
­  Segan berkomunikasi

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
BARRIER KOMUNIKASI   sisi Dokter

DOKTER :
√ Tidak tahu apa yang kita tahu
√ Tidak tahu bahwa mereka tidak tahu profesi
farmasi.
√ Tidak tahu apa yang seharusnya kita tahu
√ Tidak merasa perlu untuk menginformasikan
hal yang seharusnya kita tahu
BARRIER KOMUNIKASI 
sisi Farmasi

✔ Human defensiveness
✔ Tidak proaktif
✔ Tekanan terhadap target
✔ Lack of time
MENGAPA APOTEKER PERLU MEMBERIKAN
KONSELING OBAT
• 1/3 pasien tidak menerima konseling obat
• 30% pasien gagal mentaati instruksi
pemakaian obat
• Pasien makin taat karena semakin tahu
tentang kesehatan
• Meningkatkan ketaatan pasien dgn
komunikasi, informasi dan edukasi

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
URUTAN KONSELING

1. Memulai wawancara
2. Membuat pertanyaan
3. Mendengarkan
4. Menerangkan
5. Menutup wawancara

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
1. MEMULAI WAWANCARA
❖ Harus siap membuka saluran komunikasi
❖ Harus siap dengan citra sebagai apoteker
❖ Harus dapat menangkap pesan non verbal pasien

2. MEMBUAT PERTANYAAN
❖ Menggunakan pertanyaan terbuka (open ended
question)
❖ 3 pertanyaan kunci
         Apa penjelasan dokter tentang obat anda
         Bagaimana cara pemakaiannya
         Harapan setelah minum obat
KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
3. MENDENGARKAN
❖ Mendengar (hearing)
❖ Mendengarkan (listening)
❖ Menemukan perasaan
❖ Menerima perasaan
❖ Memberi respon (empati)

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
4. MENERANGKAN
❖ Hindari 3 atau 4 info sekaligus
❖ Jelaskan tujuan pesan
❖ Ringkas, spesifik
❖ Lengkapi dgn pesan tertulis
❖ Perhatikan umpan balik pasien

5. MENUTUP WAWANCARA
            Jika mungkin, ulangi pesan apoteker
KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
TIPS WAWANCARA

            HINDARI  :
Memberi nasihat
Menginterogasi
Memerintah
Menilai sarkastik
Bossy
KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
KONSELING ~BIMBINGAN
• BUKAN SEKEDAR INFORMASI
• BUKAN HANYA OPTIMASI TERAPI OBAT UNTUK PASIEN
INDIVIDU, TAPI JUGA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS
HIDUP PASIEN
• MEMBANTU MEMECAHKAN DAN MEMPERHATIKAN
MASALAH KESEHATAN / TERAPI OBATNYA
• MEMBERIKAN EMPATI, DUKUNGAN, MEMBESARKAN HATI,
ARAHAN,  SARAN
• BERTUKAR PIKIRAN / PENDAPAT
• INTERAKSI LANGSUNG ANTARA APOTEKER DAN PASIEN

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
SALURAN KOMUNIKASI

DOKTER PASIEN
• Resep • Konseling
• PIO • PIO
• Informasi • PKMRS
MEMBUKA SALURAN KOMUNIKASI
Apakah kita mudah dilihat oleh pasien
Apakah kita mudah ditemui oleh
    pasien
Apakah kita kelihatan ingin berbicara
    dengan pasien
Apakah tempat penyerahan resep
    cukup menjamin keleluasaan pasien
KOMUNIKASI EFEKTIF

APOTEKER PASIEN
Memberi impresi, Merasa membutuhkan
mampu & empati informasi

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
CARA KOMUNIKASI EFEKTIF
1. Mengucapkan salam / sebut dengan jelas nama
2. Pahami kebiasaan / budaya
3. Bersahabat
4. Hindari syakwasangka
5. Kemampuan menguasai topik
6. Pendengar yang baik
7. Menghargai orang lain
8. Memberi kesempatan bicara
9. Menerima pendapat / saran
KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
TANDA­TANDANYA :

• Menimbulkan pengertian
• Menimbulkan kesenangan
• Menimbulkan pengaruh pada sikap
• Menimbulkan hubungan yang makin baik
• Menimbulkan tindakan

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
MENINGKATKAN TEKNIK BERKOMUNIKASI

• KEKUATAN BEREKSPRESI
                      ­ Percaya diri
                      ­ Pendidikan
                      ­ Kosa kata
                      ­ Familiar dgn lingkungan
• BAHASA : disesuaikan dgn kemampuan
                      penerimaan pasien
• EMPATI  : ikut merasakan kesedihan dan
                      masalah pasien.
• TULUS    : tidak dibuat­buat
• MENGHARGAI PASIEN
KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
KESEJAHTERAAN NASIONAL

KUALITAS HIDUP PASIEN

KESEHATAN PASIEN

TAAT MENGIKUTI
INSTRUKSI PENGOBATAN

KONSELING OBAT

KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI PENGUASAAN MATERI

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
Persiapan sikap dan keterampilan
Apoteker :
1. Siap membuka saluran komunikasi
            ­ Mudah dilihat
            ­ Mudah ditemui
            ­ Mudah/ siap diajak bicara
2. Sikap
            ­ Empati                    ­ Ramah
            ­ Antusias                 ­ Percaya diri
            ­ Tidak menggurui
3. Perhatian yang jujur kpd pasien
           Perhatian dan ketaatan meningkat

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
4. Cara penyampaian :
          ­ 3 prime question :
                *apa yg dijelaskan  dokter kpd anda
                *Bagaimana penjelasan dokter
                  tentang cara pakai
                *Apa penjelasan dokter tentang harapan
                  setelah memakai obat
           ­ Open ended question
           ­ Feed back
           ­ Peragaan
5. Suara :
          ­ Intonasi
          ­ Jeda waktu

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
6. Cara bicara :
          ­ Pelan  dan jelas
          ­ Pakai kalimat pendek dan sederhana
          ­ Kata­kata yang familiar
7. Agar terampil diperlukan :
          ­ Latihan
          ­ Latihan
          ­ Latihan

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI
PERAN APOTEKER

   Komunikasi   ­­­­­­­­­­    Informasi
                                             Edukasi

                                      PIO   langsung atau
                                                   melalui media
                                      Konseling obat
                                      Penyuluhan

KOMUNIKASI­INFORMASI­EDUKASI