Anda di halaman 1dari 10

STRATEGI PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN JIWA

PADA KLIEN DENGAN WAHAM

MEGA MEILISA MANARA


1614301046

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG


JURUSAN KEPERAWATAN
DIV KEPERAWATAN
2018
STRATEGI PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN JIWA
PADA KLIEN DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI

Nama Mahasiswa :-
Hari / Tanggal :-
Pertemuan Ke : 1 (Satu)

SP.1 : Membina hubungan saling percaya ; mengidentifikasi kebutuhan


yang tidak terpenuhi dan cara memenuhi kebutuhan ; mempraktekkan
pemenuhan kebutuhan yang tidak terpenuhi

I. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Klien

Klien mengatakan dia tahu bahwa saudaranya ingin mengahancurkan hidupnya


dan ingin menyakiti dirinya. Klien selalu mengulang-ulang perkataanya. Klien
terlihat ketakutan dan bingung.

2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan proses pikir : Waham Curiga

3. Tujuan Keperawatan
a. Klien dapat berorientasi kepada realitas secara bertahap
b. Klien mampu berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan
c. Klien mampu menggunakan obat dengan benar

4. Rencana Keperawatan
1) Bina hubungan saling percaya
2) Jangan membantah dan mendukung klien
3) Yakinkan klien dalam keadaan aman dan terlindung
4) Berikan pujian bila penampilan dan orientasi pasien sesuai dengan realitas
II. STRATEGI KOMUNIKASI TERAPEUTIK
1. Fase Perkenalan/Orientasi
a. Salam Terapeutik
”Assalamualaikum perkenalkan nama saya Riska, saya dari Poltekkes Tanjung
Karang Jurusan Keperawatan. “Saya bertugas dari jam 08.00–14.00, saya yang
akan membantu perawatan ibu hari ini. Pada hari ini kita akan belajar orientasi
realita ya bu .” Nama ibu siapa? Ibu senang dipanggil apa?”

b. Evaluasi/Validasi
“Bagaimana perasaan Ibu hari ini? Ada keluhan yang Ibu rasakan hari ini?”
“saya lihat Ibu seperti ketakutan dan bingung Bu?”

c. Kontrak saat ini


 Topik
“Bisa kita berbincang-bincang tentang apa yang Ibu Y rasakan sekarang?”
 Waktu
“Berapa lama Ibu Y mau berbincang-bincang dengan saya? Bagaimana
kalau 20 menit Bu?”
 Tempat
“Dimana enaknya kita bercakap-cakap Bu? Ibu mau disini,di depan atau
ditaman bu?” ”baik ibu kita akan berbincang-bincang di taman.”

2. Fase Kerja
3. “ibu tidak usah khawatir karena kita berada ditempat yang aman“Ibu masih ingat
tidak apa yang menyebabkan ibu di bawa ke sini? Oh jadi kemarin ibu di bawa ke
sini karena di bawa oleh petugas saat ibu sedang menjemur baju ya bu? Ibu
sebelumnya pernah di rawat di sini tidak bu? jadi sebelumnya ibu pernah di rawat
3 kali di sini ya? Sebelum di sini ibu pernah di rawat di mana saja? Di rumah sakit
panti Agung ya bu sebelum dari sini?” apakah ada keluarga yang sakit sama
seperti ibu?” tidak ada, tapi adik kandung saya bunuh diri gara-gara tidak punya
uang” bagaimana respon dari keluarga ibu tentang sakitnya ibu sekarang?” oh
baik jadi keluarga ibu sangat peduli ya dengan sakitnya ibu kali ini, makanya ibu
di bawa ke sini agar ibu dapat beristirahat dan bisa menenangkan fikiran ibu ya?”
iya ibu bagaimana perasaan ibu setelah di sini? Jadi ibu di sini sudah bisa mulai
tenang kalau tidak memingkirkan masalah sama kakak ipar ibu ya?” sebelumnya
bagaimana hubungan ibu dengan kakak ipar ibu? Oh baik jadi hubungan ibu sama
kakak ipar ibu kurang baik ibu tidak suka dengan kakak ipar ibu, karena kakak
ipar ibu suka menghabiskan uang suami ibu dan selalu punya niatan untuk
melukai ibu ya bu? Sebelumnya ibu tahu tidak ciri-ciri orang yang mau
menyakiti?ibu sering disakiti sama kakak ipar?bagian mana yang disakiti bu?
kalau disakiti bisa hilang dalam berapa waktu?coba bu liat bagianmana yang
disakiti?nah ini tidak ada luka bu?berati ibu?

4. Fase Terminasi
a. Evaluasi Perasaan Klien
“Bagimana perasaan ibu setelah berbincang-bincang dengan saya?”
b. Evaluasi isi materi yang sudah dibicarakan pada pertemuan ini
“tadi kita sudah belajar tentang orientasi realita ya bu? Ibu masih ingat tidak
kita sudah melakukan apa tadi? O ya Bagus”
c. Tindakan Lanjut
“Bagaimana kalau kegiatan orientasi realita tentang berpikir positif ibu terus
lakukan?”
“ibu tidak usah takut ya bu”
d. Kontrak untuk pertemuan yang akan datang
 Topik
“Baikalah ibu besok kita akan bercakap-cakap lagi, besok ibu mau
bercakap-cakap tentang apa bu? Bagaimana kalau kesukaan ibu dirumah,
memasak atau kegemaran ibu?” baik ibu besok kita akan membicarakan
tentang kegemaran ibu”
 Waktu
“Mau jam berapa Ibu? Ya baiklah bu jam 10.00 besok ya bu .”
 Tempat
“tempatnya besok mau di mana ibu?” baik ibu kita besok bertemu disini
lagi.”“Kalau begitu, saya permisi dulu ya bu. Assalamu’alaikum ibu”
STRATEGI PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN JIWA
PADA KLIEN DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI

Nama Mahasiswa :-
Hari / Tanggal :-
Pertemuan Ke : 2 (Dua)
SP. 2 :Mengidentifikasi kemampuan positif pasien dan membantu
mempraktekannya.

I. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Klien
Klien merasa senang berbincang-bincang dan merasa dirinya lebih aman dengan
berfikir positif.

2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan proses pikir : Waham Curiga

3. Tujuan Keperawatan
 Klien dapat berorientasi kepada realitas secara bertahap
 Klien mampu berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan
 Klien mampu menggunakan obat dengan benar

4. Rencana Keperawatan

1) Beri pujian pada penampilan dan kemampuan klien yang realistic


2) Diskusikan dengan klien tentang kemampuan yang dimiliki pada waktu lalu
dan saat ini yang realistik, hati-hati terlibat dengan waham
3) Tanyakan apa yang bisa dilakukan (kaitkan dengan aktifitas sehari-hari)
kemudian anjurkan untuk melakukannya saat ini
4) Memasukan kedalam jadwal kegiatan.
II. STRATEGI KOMUNIKASI TERAPEUTIK
1. Fase Perkenalan/Orientasi
a. Salam Terapeutik
”Assalamualaikum ibu, sesuai dengan kesepakatan kita kemarin , saya datang
lagi bu untuk membicarakan kegemaran ibu”

b. Evaluasi/Validasi
“sebelumnya ibu masih ingat dengan saya bu?” “coba ibu sebutkan nama
saya?” “bagus ibu , masih mengingat saya, dan ibu masih ingat yang kita
bicarakan kemarin bu?”

c. Kontrak saat ini


 Topik
“Bisa kita mulai berbincang-bincang tentang apa yang Ibu Ygemari ?”
 Waktu
“waktunya 15 sampai 20 menit bagaimana bu? “
 Tempat
“tempatnya di taman seperti kemarin ya bu?”

2. Fase kerja
“ibu apa saja yang menjadi kegemaran atau hobi ibu?” wah ternyata ibu pandai
merajut?” “ibu bisa ceritakan kepada saya kapan pertama kali ibu mulai mencoba
merajut itu bu?” siapa yang mengajarkan kepada ibu pertama kalinya bu?”
“apakah ibu punya hasil dari rajutan ibu sebelumnya? Bisa di perlihatkan kepada
saya bu?””waaah bagus sekali rajutan ibu, ini tampak cerah dan warnanya juga
sesuai bu begitu juga rapi.” “ bagaimana kalau sekarang ibu melanjutkan
kemampuan ibu tersebut?” “ coba kita buat jadwal untuk kemampuan ibu ini ya,
berapa kali sehari ibu mau melakukannya bu?” “apa yang ibu harapkan dari
kemampuan ibu ini?” “ada tidak bu kemampuan lain yang ibu miliki?”
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi Perasaan klien setelah interaksi
“Bagimana perasaan ibu setelah berbincang-bincang dengan saya tentang
kemampuan yang ibu miliki”

b. Tindakan Lanjut
”setelah ini coba ibu lakukan kembali ya bu sesuai dengan jadwal yang telah
kita buat.” “saya akan lihat kembali apa yang ingin ibu rajut.” “ibu
sebelumnya ibu masih ingat tidak bu obat yang ibu minum selama ini?”
Mari…kita masukkan dalam jadual aktivitas harian. Nach… lakukan ya bu,
dan beri tanda kalau sudah dilakukan seperti M ( mandiri ) kalau dilakukan
tanpa disuruh, B ( bantuan ) kalau diingatkan baru dilakukan dan T ( tidak )
tidak melakukan?

c. Kontrak untuk pertemuan yang akan datang


 Topik
“Baikalah ibu besok saya akan kembali datang lagi bu, besok kita akan
membicarakan tentang obat yang harus ibu minum, setuju?”
 Waktu
“untuk waktunya besok jam 12.00 bagaimana bu?”
 Tempat
“bagaimana kalau tempatnya besok di depan kamar ibu?” “Kalau begitu,
saya permisi dulu ya bu. Assalamu’alaikum ibu”
STRATEGI PELAKSANAAN ASUHAN KEPERAWATAN JIWA
PADA KLIEN DENGAN DEFISIT PERAWATAN DIRI

Nama Mahasiswa :-
Hari / Tanggal :-
Pertemuan Ke : 3 (Tiga)
SP. 3 : mengajarakan dan melatih cara minum obat yang benar.

I. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi Klien
Klien merasa senang berbincang-bincang dengan perawat dan merasa ada yang
memperhatikan klien tersebut. Klien dapat bercakap-cakap dengan teman atau
perawat, klien tidak tampak bingung dan ketakutan lagi.

2. Diagnosa Keperawatan
Gangguan proses pikir : Waham Curiga

3. Tujuan Keperawatan

 Klien dapat berorientasi kepada realitas secara bertahap


 Klien mampu berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan
 Klien mampu menggunakan obat dengan benar

4. Rencana Keperawatan
1) Evaluasi Kegiatan pertama dan kedua yang telah dilatih dan berikan pujian.
2) Diskusikan frekuensi, dosis, dan manfaat obat
3) Anjurkan minum obat
4) Diskusikan efek bila menghentikan obat tanpa konsultasi
5) Jelaskan 5 tepat dalam penggunaan obat
II. STRATEGI KOMUNIKASI TERAPEUTIK
1. Fase Perkenalan/Orientasi
a. Salam Terapeutik
”Assalamualaikum ibu, sesuai dengan kesepakatan kita kemarin , saya datang
lagi bu” “sebelumnya saya bisa lihat Jadwal Kegiatan Harian ibu?“
b. Evaluasi/Validasi
”ibu sampai mana sekarang ibu merajutnya? Bisa saya lihat bu?”
c. Kontrak saat ini
 Topik
“baik ibu sesuai dengan janji kita untuk membicarakan tentang obat yang
ibu minum?” ”apakah ibu sudah ingat obat yang selama ini ibu minum?”
 Waktu
“waktunya 20 menit bagaimana bu? “
 Tempat
“tempatnya di depan kamar ibu ya”

2. Fase kerja
“Ibu perlu minum obat ini agar pikirannya jadi tenang , dan tidurnya juga tenang”
“Obatnya ada tiga macam ya bu, yang warnanya orange ini namanya CPZ , yang
putih ini THP, dan yang merah jambu ini namanya HLP. Semuanya ini harus
diminum 3 kali sehari, setiap jam 7 pagi, 1 siang dan 7 malam. “Bila nanti setelah
minum obat mulut ibu terasa kering, untuk mengatasinya ibu bisa mengisap-isap
es batu.” Bila mata terasa berkunang – kunang, Ibu sebaiknya istirahat dan jangan
beraktivitas dulu.” “sebelum minum obat ini, ibu lihat dulu label di kotak obat,
apakah benar namanya ibu tertulis di sana, berapa dosisnya yang harus ibu
minum, jam berapa saja harus diminum. Baca juga apakah nama obatnya sudah
benar” “Ibu obat ini harus diminum secara tertratur dan kemungkinan besar ibu
minum salam waktu yang lama. Sebaiknya ibu tidak menghentikan sendiri obat
yang harus diminum sebelum berkonsultasi dengan dokter.”
3. Fase Terminasi
a. Evaluasi Perasaan klien setelah interaksi
“Bagimana perasaan ibu setelah berbincang-bincang dengan saya obat yang
ibu minum?”

b. Evaluasi isi materi yang sudah dibicarakan pada pertemuan ini


“coba ibu sebutkan kembali obat yang ibu minum?”

c. Tindakan Lanjut
“setelah ini, ibu coba untuk minum obat sesuai dengan yang saya ajarkan tadi”
“ibu jangan sampai lupa ya bu dan ibu bisa memasukkannya ke dalam jadwal
kegiatan harian ibu“

d. Kontrak untuk pertemuan yang akan datang


 Topik
“nanti saya akan bicara dengan suami dan keluarga ibu, untuk
membicarakan cara merawat ibu dirumah.
 Waktu
“dua hari lagi saya akan kembali mengunjungi ibu”
 Tempat
“untuk tempatnya seperti sekarang saja ya bu.“ ”Kalau begitu, saya
permisi dulu ya bu. Assalamu’alaikum ibu”