Anda di halaman 1dari 15

MANAJEMEN SISTEM INFORMASI DALAM KEPERAWATAN

Disusun Oleh :

HELEN YOSSRANTIKA 2014901060

IKHSAN AJI DWI WIBOWO 2014901063

MEGA MEILISA MANARA 2014901072

NADHYA AYUNINGTYAS 2014901074

POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG


JURUSAN KEPERAWATAN
PRODI PROFESI NERS
TAHUN AKADEMIK 2020/ 2021

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang MahaEsa yang telah
memberikan rahmat, hidayah serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil
menyelesaikan tugas makalah Manajemen Sistem Informasi dalam Keperawatan.

Kami menyadari bahwa makalah yang kami selesaikan ini masih jauh dari
kesempurnaan. Seperti kata pepatah "tak ada gading yang tak retak", oleh karena itu
kami mengharapkan kritik dan saran dari semua kalangan yang bersifat membangun
guna kesempurnaan makalah kami selanjutnya.

Ucapan terima kasih kami kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam
penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Serta kami berharap agar makalah ini
dapat bermanfaat bagi semua kalangan.

Bandar Lampung, Agustus 2020

Penyusun

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL......................................................................................i

KATA PENGANTAR...................................................................................ii

DAFTAR ISI................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang........................................................................................1

B. Rumusan Masalah...................................................................................2

C. Tujuan......................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Manajemen Sistem Informasi .............................................3


B. Manajemen Sistem Informasi dalam Keperawatan................................5
C. Kelebihan Manajemen Sistem Informasi...............................................5
D. Kekurangan Manajeme Sistem Informasi..............................................6
E. Program dalam sistem informasi keperawatan......................................7

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan............................................................................................11
B. Saran .....................................................................................................11

DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. LatarBelakang
Dunia keperawatan di Indonesia terus berkembang, seiring dengan
meningkatnya strata pendidikan keperawatan di Indonesia, disamping akses
informasi yang sangat cepat di seluruh dunia. Hal itu membawa efek pada
kemajuan yang cukup berarti di keperawatan (Jasun, 2006). Tenaga perawat
sebagai salah satu tenaga yang mempunyai kontribusi besar bagi pelayanan
kesehatan, mempunyai peranan penting untuk meningkatkan mutu pelayanan
kesehatan. Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, seorang
perawat harus mampu melaksanakan asuhan keperawatan sesuai standar, yaitu
dari mulai pengkajian sampai dengan evaluasi.
Seiring dengan meningkatnya teknologi keperawatan pun, sehingga
dapat mengakses informasi yang sangat cepat di seluruh dunia. Hal itu
membawa efek pada kemajuan yang cukup berarti di keperawatan. Tenaga
perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan yang mempunyai kontribusi besar
bagi pelayanan kesehatan, mempunyai peranan penting untuk meningkatkan
mutu pelayanan kesehatan. Oleh karena itu dalam upaya meningkatkan mutu
pelayanan keperawatan, maka perlu dibuat suatu mekanisme pendokumentasian
yang mudah dan cepat berkaitan dengan dokumentasi proses keperawatan.
Sistem Informasi Manajemen Keperawatan disusun untuk memudahkan
manajemen dan proses pengambilan  informasi  serta digunakan untuk
mendukung pelaksanaan asuhan keperawatan. Artinya SIMK disusun untuk   
memudahkan pelaksanaan manajemen asuhan keperawatan. Dan tujuan ini
adalah tujuan paling dasar dalam pemanfaatan teknologi informasi/komputer.
Sehingga, pemanfaatan teknologi informasi/komputer harus menjamin sebuah
pekerjaan menjadi lebih mudah, bukan malah menjadi sulit. Aplikasi/system
harus mampu memberikan informasi yang bermanfaat bagi manajemen. SIMK
bukan hanya sekedar mengganti dokumen manual menjadi terkomputerisasi,
tetapi lebih dari itu. Oleh karena itu system sistem informasi manajemen

1
berbasis komputer ini sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh manajemen
rumah sakit, dimana aktifitas perawatan dapat termonitor dalam sebuah data
base rumah sakit dan sistem informasi berbasis komputer juga dirancang untuk
mengikuti era globalisasi sehingga perawat di Indonesia tidak tertinggal dengan
perawat yang diluar negeri.

B. RumusanMasalah
Dari latar belakang diatas penulis dapat merumuskan beberapa rumusan
masalah, yaitu :
a. Apa definisi manajemen sistem informasi?
b. Bagaimana manajemen sistem informasi dalam keperawatan?
c. Apa saja kelebihan manajemen sistem informasi?
d. Apa saja kekurangan manajemen sistem informasi?
e. Apa saja program-program yang dirancang dalam sistem informasi
keperawatan?

C. Tujuan
Dari penulisan makalah ini diharapkan mahasiswa jurusan keperawatan dapat :
a. Mengerti dan memahami tentang definisi manajemen sistem informasi
b. Mengetahui manajemen sistem informasi dalam keperawatan
c. Mengerti dan memahami tentang kelebihan manajemen sistem informasi
d. Mengerti dan memahami tentang kekurangan manjemen sistem informasi
e. Mengetahui program-program yang dirancang dalam sistem informasi
keperawatan

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. DEFINISI MANAJEMEN SISTEM INFORMASI


Sistem Informasi merupakan sekumpulan sumber daya yang berguna untuk
menghasilkan informasi dan fungsi organisasi. Sumber daya tersebut meliputi
hardware, software, network, data, produk informasi, dan sumber daya manusia.
Dari Sistem Informasi ini akan memberikan informasi bagi pengambil keputusan
untuk mengendalikan organisasi. Agar diperoleh informasi yang dibutuhkan oleh
manajemen maka harus diketahui terlebih dahulu kebutuhan informasi yang
dibutuhkannya, yaitu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing
tingkat (level) manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Kualitas suatu
informasi juga perlu diperhatikan agar keputusan yang dihasilkan dapat efektif.
Kualitas informasi (quality of information) sangat dipengaruhi atau ditentukan
tiga hal, yaitu :
1. Relevan (relevancy)
artinya informasi harus memberikan manfaat bagi pemakainya. Relevansi
informasi untuk tiap-tiap orang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.
2. Akurat (accuracy)
artinya informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau
menyesatkan dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Ketidakakuratan
dapat terjadi karena sumber informasi (data) mengalami gangguan atau
kesengajaan sehingga merusak atau merubah data-data asli tersebut.
3. Tepat waktu (timeliness)
artinya informasi yang dihasilkan atau dibutuhkan tidak boleh terlambat.
Informasi yang usang tidak mempunyai nilai yang baik, sehingga kalau
digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan akan berakibat fatal
atau kesalahan dalam keputusan dan tindakan. Kondisi demikian menyebabkan
mahalnya nilai suatu informasi, sehingga kecepatan untuk mendapatkan,
mengolah dan mengirimkan memerlukan teknologi-teknologi terbaru.

3
Secara garis besar, fungsi Sistem Informasi tersebut bagi
perusahaan/organisasi dapat mencakup:
1. Mendukung kesuksesan berbagai fungsi utama bisnis seperti akuntansi,
manajemen operasi, pemasaran, dan manajemen sumberdaya manusia
2. Kontributor utama dalam mendukung efesiensi kegiatan operasional,
produktivitas dan moral SDM, pemberian layanan prima pada konsumen dan
kepuasan konsumen
3. Sumber informasi utama bagi manajer dalam mendukung proses pengambilan
keputusan yang efektif
4. Bagian yang penting dalam upaya pengembangan produk dan jasa yang
kompetitif sehingga dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi organisasi
dalam bersaing secara global
5. Bagian utama dari sumber daya organisasi dan biayanya dalam menjalankan
bisnis sehingga memerlukan pengelolaan yang prima
6. Kesempatan pengembangan karir yang dinamis.
Bagi sebagian besar organisasi/perusahaan, Sistem informasi berhasil
dikelola dengan baik sehingga memberikan manfaat bagi pihak perusahaan
bersangkutan. Secara umum, kesuksesan tersebut dapat disebabkan oleh
keterlibatan dari end user, dukungan manajemen eksekutif, kejelasan pernyataan
kebutuhan, perencanaan yang matang dan tepat, serta harapan yang realistik.
Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan
piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi,
penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber
informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan ketiga terdiri
dair sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan
pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri
dari sumber daya informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan
kebijakan oleh tingkat manajemen.
Definisi sebuah sistem informasi manajemen, istilah yang umum dikenal
orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted ) untuk
menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan
pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan

4
perangkat keras ( hardware ) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur
pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.

B. SISTEM INFORMASI MANAJEMEN KEPERAWATAN


Sistem informasi keperawatan adalah kombinasi ilmu komputer, ilmu
informasi dan ilmu keperawatan yang disusun untuk memudahkan manajemen
dan proses pengambilan informasi dan pengetahuan yang digunakan untuk
mendukung pelaksanaan asuhan keperawatan. System informasi keperawatan
berkaitan dengan legalitas untuk memperoleh dan menggunakan data, informasi
dan pengetahuan tentang standar dokumentasi, komunikasi, mendukung proses
pengambilan keputusan, mengembangkan dan mendesiminasikan pengetahuan
baru, meningkatkan kualitas, efektifitas dan efisiensi asuhan keperawatan dan
memberdayakan pasien untuk memilih asuhan kesehatan yang diiinginkan.
Kehandalan suatu sistem informasi pada suatu organisasi terletak pada keterkaitan
antar komponen yang ada sehingga dapat dihasilkan dan dialirkan menjadi suatu
informasi yang berguna, akurat, terpercaya, detail, cepat, relevan untuk suatu
organisasi.
Selanjutnya pendokumentasian keperawatan yang menggunakan Sistem
Informasi Manajemen Keperawatan, dimana fasilitas yang dibuat menjadi lebih
lengkap, bahkan menurut Jasun (2006) Sistem Informasi Manajemen
Keperawatan merupakan “papper less” untuk seluruh dokumen keperawatan

C. KELEBIHAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


1. Sistem Informasi manajemen asuhan keperawatan lebih efisien, dan
produktifitas.
2. Dengan sistem dokumentasi yang berbasis komputer pengumpulan data dapat
dilaksanakan dengan cepat dan lengkap.
3. Data yang telah disimpan juga dapat lebih efektive dan dapat menjadi sumber
dari penelitian
4. Dapat melihat kelanjutan dari edukasi ke pasien
5. Melihat epidemiologi penyakit serta dapat memperhitungkan biaya dari
pelayanan kesehatan.

5
6. Dokumentasi keperawatan juga dapat tersimpan dengan aman
7. Akses untuk mendapat data yang telah tersimpan dapat dilaksanakan lebih cepat
dibandingkan bila harus mencari lembaran kertas yang bertumpuk di ruang
penyimpanan
8. Beberapa institusi kesehatan yang menerapkan system komputer, setiap perawat
dalam tugasnya dapat menghemat sekitar 20-30 menit waktu yang dipakai
untuk dokmuntasi keperawatan dan meningkat keakuratan dalam dokumentasi
keperawatan
9. Dokumentasi keperawatan dengan menggunakan komputer seyogyanya
mengikuti prinsip-prinsip pendokumentasian, serta sesuai dengan standar
pendokumentasian internasional
10. Sistem informasi manajemen berbasis komputer dapat menjadi pendukung
pedoman bagi pengambil kebijakan/pengambil keputusan di
keperawatan/Decision Support System dan Executive Information System.
11. Informasi asuhan keperawatan dalam sistem informasi manajemen yang berbasis
komputer dapat digunakan dalam menghitung pemakaian tempat tidur /BOR
pasien, angka nosokomial, penghitungan budget keperawatan dan sebagainya.
Dengan adanya data yang akurat pada keperawatan maka data ini juga dapat
digunakan untuk informasi bagi tim kesehatan yang lain. Sistem Informasi
asuhan keperawatan juga dapat menjadi sumber dalam pelaksanaan riset
keperawatan secara khususnya dan riset kesehatan pada umumnya.
12. Menghemat tempat karena dapat tersimpan dalam ruang yang kecil yang
berukuran 10 cm x 15 cm x 5 cm . Sistem ini sering dikenal dengan Sistem
informasi manjemen.

D. KEKURANGAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN


1. Dapat memberikan dampak bagi lingkungan sosial seperti pengurangan tenaga
kerja, sehingga dapat menambah angka pengangguran. Selain itu dengan
adanya manajemen sistem informasi tersebut membuat ketergantungan
manusia terhadap manajemen sistem informasi tersebut, sehingga
mengesampingkan rasionalitas manusia itu sendiri.

6
2. Sistem informasi manajemen keperawatan sampai saat ini juga masih sangat
minim di rumah sakit Indonesia.
3. Komponen-komponen yang ada dalam sistem informasi yang dibutuhkan
dalam keperawatan masih banyak kelemahannya.
4. Kekahawatiran hilangnya data dalam satu hard-disk. Pada kondisi tersebut
hilangnya data telah diantisipasi sebagai perlindungan hukum atas dokumen
perusahaan yang diatur dalam UU No. 8 Tahun 1997. Undang-undang ini
mengatur tentang keamanan terhadap dokumentasi yang berupa lembaran
kertas, namun sesuai perkembangan tehnologi, lembaran yang sangat penting
dapat dialihkan dalam Compact Disk Read Only Memory (CD ROM). CD
ROM dapat dibuat kopinya dan disimpan di lain tempat yang aman .
Pengalihan ke CD ROM ini bertujuan untuk menghindari hilangnya dokumen
karena peristiwa tidak terduga seperti pencurian komputer, dan kebakaran.
5. Memutuskan untuk menerapkan sistem informasi manajemen berbasis
komputer ke dalam sistem praktek keperawatan di Indonesia tidak terlalu
mudah. Hal ini karena pihak manajemen harus memperhatikan beberapa aspek
yaitu struktur organisasi keperawatan di Indonesia, kemampuan sumber daya
keperawatan, sumber dana, proses dan prosedur informasi serta penggunaan
dan pemanfaatan bagi perawat dan tim kesehatan lain.

E. PROGRAM-PROGRAM YANG DIRANCANG DALAM SIM


KEPERAWATAN

Menurut Jasun (2006) beberapa program yang dirancang dalam SIM


Keperawatan antara lain :

1. Standar Asuhan Keperawatan

Standar asuhan keperawatan merupakan pernyataan kualitas yang


diinginkan dan dapat dinilai pemberian asuhan keperawatan terhadap
pasien. Untuk yang terbaru yaitu dengan menggunakan Standar Diagnosa
Keperawatan Indonesia (SDKI).

2. Standart Operating Procedure (SOP)

7
Standart Operating Procedure (SOP) adalah uraian standar tindakan
perawatan yang terdapat dalam standar asuhan keperawatan.

3. Discharge Planning

Discharge Planning adalah uraian tentang perencanaan dan nasihat


perawatan setelah pasien dirawat darii rumah sakit. Dalam sistem, discharge
planning sudah tersedia uraian dimaksud, perawat tinggal print out yang
selanjutnya hasil print out tersebut dibawakan pasien pulang.

4. Jadwal dinas perawat

Jadwal dinas perawat dibuat dengan program komputer dan


penanggungjawab yaitu kepala ruangan dan tinggal melakukan print.

5. Penghitungan angka kredit perawat.

Masalah yang banyak dikeluhkan oleh perawat adalah pembuatan


angka kredit, dikarenakan persepsi yang berbeda antara urusan kepegawaian
dengan tenaga perawat. Disamping itu, kesempatan perawat untuk
menghitung angka kredit sangat sedikit. Sehingga penghitungan angka
kredit banyak yang tertunda dan tidak valid. Sistem yang dibuat dalam
manajemen sistem informasi keperawatan, angka kredit merupakan rekapan
dari aktifitas perawat sehari-hari, yang secara otomatis akan dapat diakses
harian, mingguan atau bulanan..

6. Daftar diagnosa keperawatan terbanyak.

Daftar diagnosa keperawatan direkapitulasi oleh sistem berdasar input


perawat sehari-hari. Penghitungan diagnosa keperawatan bermanfaat untuk
pembuatan standar asuhan keperawatan.

7. Daftar rencana tindakan terbanyak

Adalah rekap tindakan keperawatan terbanyak berdasarkan pada


masing-masing diagnosa keperawatan yang ada.

8. Laporan Implementasi

Laporan implementasi adalah rekap tindakan-tindakan perawatan pada


satu periode, yang dapat difilter berdasar ruang, pelaksana dan pasien.

8
Laporan ini dapat menjadi alat monitoring yang efektif tentang kebutuhan
pembelajaran bagi perawat. Laporan implementasi juga dapat dijadikan alat
bantu operan shift.

9. Laporan statistik

Laporan statistik yang di munculkan dalam sistem informasi


manajaman keperawatan adalah laporan berupa BOR, LOS, TOI dan BTO
di ruang tersebut.

10. Resume Perawatan

Dalam masa akhir perawatan pasien rawat inap, resume keperawatan


harus dicantumkan dalam rekam medik. Resume perawatan bermanfaat
untuk melihat secara global pengelolaan pasien saat dirawat sebelumnya,
jika pasien pernah dirawat di rumah sakit. Dalam sistem, resume perawatan
dicetak saat pasien akan keluar dari perawatan. Komputer telah merekam
data-data yang dibutuhkan untuk pembuatan resume perawatan.

11. Daftar Standar Asuhan Keperawatan

Standar Asuhan Keperawatan yang ideal adalah berdasarkan evidance


based nursing, yang merupakan hasil penelitian dari penerapan standar
asuhan keperawatan yang ada. Namun karena dokumen yang tidak lengkap,
SAK banyak diadopsi hanya dari literatur yang tersedia. Dalam sistem
informasi manajemen keperawatan, SAK berdasarkan rekapan dari sistem
yang telah dibuat.

12. Presentasi Kasus Online

Sistem dengan jaringan WiFi memungkinkan data pasien dapat


diakses dalam ruang converence. Maka presentasi kasus kelolaan di ruang
rawat dapat dilakukan online ketika pasien masih di rawat

13. Mengetahui Jasa Perawat

Dengan system integrasi dengan SIM RS, memugkinkan perawat


mengetahui jasa tindakan yang dilakukannya.

14. Monitoring Tindakan Perawat & Monitoring Aktifitas Perawat

9
Manajemen perawatan dapat mengakses langsung tindakan-tindakan
yang dilakukan oleh perawat, dan mengetahui pula masing-masing perawat
telah melakukan aktifitas keperawatan apa

15. Laporan Shift

Laporan shift merupakan rekapan dari aktifitas yang telah dilakukan


dan yang akan dilakukan oleh perawat, tergantung item mana yang akan
dilaporkan pada masing-masing pasien.

16. Monitoring Pasien oleh Kepala Ruang saat sedang Rapat

Monitoring pasien oleh kepala ruang dapat dilakukan ketika kepala


ruang sedang rapat di ruang converence. Akan diketahui apakah seorang
pasien telah dilakukan pegkajian, diagnosa, perencanaan, implementasi dan
evaluasi atau belum.

10
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Sistem Informasi merupakan sekumpulan sumber daya yang berguna untuk


menghasilkan informasi dan fungsi organisasi. Kualitas informasi (quality of
information) sangat dipengaruhi atau ditentukan tiga hal, yaitu relevan, akurat,
dan tepat waktu. Kelebihan sistem informasi manajemen salah satunya adalah
membuat dokumentasi keperawatan menjadi lebih efisien dan produktif,
sedangkan kelemahannya adalah dapat memberikan dampak terhadap lingkungan
sosial.
Adapun program-program dalam sistem informasi manajemen keperawatan
ini adalah standar asuhan keperawatan, standar operasional prosedur, discharge
planning, jadwal dinas perawat, perhitungan angka kredit perawat, daftar diagnosa
keperawatan terbanyak, daftar rencana tindakan terbanyak, laporan implementasi,
laporan statistik, resume perawatan, daftar standar asuhan keperawatan, presentasi
kasus online, mengetahui jasa perawat, monitoring tindakan perawat dan aktifitas
perawat, laporan shift, monitoring pasien oleh kepala ruang saat sedang rapat.

B. Saran

Bagi mahasiswa jurusan keperawatan, hal ini sangat bermanfaat untuk kita
ketahui agar nantinya saat kita melihat ke lapangan kita bisa mengetahui
bagaimana sistem informasi manajemen yang ada di lingkup rumah sakit
khususnya dalam bidang keperawatan.

11
DAFTAR PUSTAKA

Bastiamsah, Tommi. 2012. Makalah Sistem Informasi Manajemen. Available at


(https://www.academia.edu/5751263/Makalah-Sistem-Informasi-Manajemen).
Diakses tanggal 25 Agustus 2020

Departemen Kesehatan. 2001. Kebijakan dan Strategi Pengembangan Sistem Informasi


Kesehatan Nasional. Jakarta: Depkes RI.

Eko, I.R. 2001. Manajemen Sistem Informasi dan Tehnologi Informasi. Jakarta:
Kelompok Gramedia. Diakses tanggal 25 Agustus 2020

FIK UI. 2008. Sistem Informasi Manajemen Keperawatan. Available at


(http://pkko.fik.ui.ac.id/files/TUGAS%20MAKALAH%20SIM%20HB.rtf).
Diakses tanggal 25 Agustus 2020

FIK UI. 2008. Perawat dan Teknologi Informasi. Available at


(http://www.fik.ui.ac.id/pkko/files/UJIAN%20SIM%202%20ON%20LINE.doc).
Diakses tanggal 25 Agustus 2020

12