Anda di halaman 1dari 47

SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PERSEDIAAN PADA PT POS

INDONESIA

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Oleh :

NAMA : HENDRIKUS
NPM : 1504010700............
PRODI : AKUNTANSI

FAKULTAS BISNIS DAN EKONOMI


UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG
2018

1
SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL PERSEDIAAN PADA PT POS
INDONESIA

LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANGAN

Oleh :

NAMA : HENDRIKUS
NPM : 1504010700............
PRODI : AKUNTANSI

FAKULTAS BISNIS DAN EKONOMI


UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG
2018

1
LEMBAR PENGESAHAN KEGIATAN MAGANG II

Laporan Praktek Kerja Lapangan oleh Mahasiswa Universitas Kanjuruhan


Malang di PT Pos Indonesia dinyatakan diterima dan disahkan.

Yang melaksanakan kegiatan ini adalah:


Nama : Hendrikus
NIM : 1504010700….
Program Studi : Akuntansi
Fakultas : Bisnis dan Ekonomi

Malang, 27 April 2018

Mengetahui,
Dosen Pembimbing PKL Guru Pembimbing PKL

Dr. Rahutami, M.Hum Wiwik Mudji Rahayu, S.Pd


NIP. 196701111994032001 NIK. 19600830 198103 2 001

Mengesahkan, Mengetahui,
Ketua LP3L Kepala SMP Negeri 5 Malang

Drs. Djoko Adi Susilo, M.Pd Drs. Burhanuddin, M.Pd


NIP. 299001139 NIP. 19621203 198403 1 007

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, berkat
rahmat dan hidayah – Nya yang senantiasa terlimpah kepada kita semua, sehingga
laporan PKL ini dapat terselesaikan dengan baik.
Laporan PKL ini berjudul “SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL
PERSEDIAAN PADA PT POS INDONESIA “ sebagai upaya penulis untuk
memenuhi tugas mata kuliah PKL. Laporan PKL ini dapat diselesaikan dengan
baik berkat bantuan dan dukungan berbagai pihak yang senantiasa memberi
motivasi dan kritik yang membangun. Ucapan Terima kasih tersampaikan
kepada :
1. Bapak Drs. Pieter Sahertian selaku Rektor Universitas Kanjuruhan Malang
2. Bapak Drs. Burhanuddin, M.Pd selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 5
Malang
3. Ibu Dr. Rahutami, M.Hum selaku Dosen Pembimbing Magang (DPM)
4. Ibu Wiwik Mudji Rahayu, S.Pd selaku Guru Pembimbing Magang (GPM)
5. Bapak dan Ibu Guru SMP Negeri 5 Malang
6. Teman-teman yang telah bekerja sama di lapangan selama melakukan
kegiatan PKL dan membantu dalam penyusunan laporan ini.
Laporan PKL ini didedikasikan untuk pengembangan wawasan penulis,
khususnya tentang sistem pengendalian internal persediaan pada pt pos indonesia
dan semoga kontribusi yang kecil ini dapat memberikan manfaat bagi berbagai
pihak yang membutuhkan. Kritik dan saran yang membangun akan menjadi
pertimbangan utama dalam penyempurnaan dan perbaikan lebih lanjut.

Malang, 27 April 2018

Hendrikus

1
DAFTAR ISI

COVER DALAM
LEMBAR PENGESAHAN KEGIATAN MAGANG II
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG KEGIATAN MAGANG II
B. TUJUAN KEGIATAN MAGANG II
C. MANFAAT KEGIATAN MAGANG II
BAB II HASIL PELAKSANAAN PROGRAM MAGANG
A. KURIKULUM YANG DIGUNAKAN DI SEKOLAH
B. KALENDER PENDIDIKAN SEKOLAH
C. HARI EFEKTIF SMP NEGERI 5 MALANG
D. PROGRAM TAHUNAN MATA PELAJARAN IPA
KELAS 1 SMP NEGERI 5 MALANG
E. PROGRAM SEMESTER MATA PELAJARAN IPA
KELAS 1 SMP NEGERI 5 MALANG
F. PENENTUAN KRETERIA KETUNTASAN MINIMAL
(KKM) PELAJARAN IPA KELAS 1 SMP NEGERI 5 MALANG
G. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP),
MEDIA PEMBELAJARAN, BAHAN AJAR, DAN PERANGKAT EVALUASI
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
B. SARAN
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN:
A. JADWAL KEGIATAN MAGANG II
B. DAFTAR PIKET MAGANG

1
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Di era globalisasi seperti ini, banyak perusahaan yang berdiri dengan

berbagai produk atau jasa yang baru ditawarkan. Semakin bertambahnya

perusahaan-perusahaan yang ada, tentunya akan memperketat persaingan

dalam pasar. Ketetnya persaingan akan menyebabkan perusahaan berusaha

untuk memenangkan persaingan dengan cara menerapkan strategi bersaing

yang tepat sehingga dapat melaksanakan serta mewujudkan tujuan-tujuan

perusahaan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Persaingan merupakan suatu bentuk usaha yang dilaksanakan supaya

mendapatkan kemenangan atau mendapatkan posisi yang lebih baik tanpa

harus terjadi benturan fisik atau konflik. Persaingan (kompetisi)

dalamsuatukomunitas dapat dikelompokkan menjadi dua jika dilihat dari

asalnya yakni persaingan yang berasal dari dalam populasi jenis itu sediri yang

disebut intraspesifik dan persaingan yang berasal dari luar populasi tersebut

yang disebut ekstraspesifik. Proses persaingan merupakan bagian dari ko-

evolusi spesies, karena strategi spesies dalam persaingan merupakan arah

seleksi spesies yang menentukan keberhasilan spesies tersebut dalam

mempertahankan suatu tingkat kerapatan populasi tertentu dalam lingkungan

hidupnya. Untuk mengembangkan usahanya properti pada tingkat yang lebih

tinggi perusahaan harus melaksanakan semua aktivitas yang ada pada bidang

operasional, pemasaran, keungan, produksi, dan bidang-bidang lain yang ada

pada perusahaan secara baik dan seksama untuk mencapai tujuan perusahaan.

1
Pos Indonesia merupakan sebuah badan usaha milik negara (BUMN)

Indonesia yang bergerak di bidang pelayanan pos. Saat ini, bentuk badan

usaha Pos Indonesia merupakan perseroan terbatas dan sering disebut dengan

PT. Pos Indonesia. Bentuk usaha Pos Indonesia ini berdasarkan Peraturan

Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1995. Peraturan Pemerintah

tersebut berisi tentang pengalihan bentuk awal Pos Indonesia yang

berupa perusahaan umum (perum) menjadi sebuah perusahaan (persero).

Berdiri pada tahun 1746, saham Pos Indonesia sepenuhnya dimiliki

oleh Pemerintah Indonesia. Saat ini Pos Indonesia tidak hanya melayani jasa

pos dan kurir, tetapi juga jasa keuangan, yang didukung oleh titik jaringan

sebanyak ± 4.000 kantor pos dan 28.000 Agen Pos yang tersebar di seluruh

wilayah Indonesia.

1.2 Kondisi Umum Perusahaan

1.2.1 Deskripsi Perusahaan

Deskripsi Perusahaan PT. KANTOR POS INDONESIA,

Cabang Malang adalah Fasilitas yang bergerak untuk melayani

penerimaan, pengumpulan, penyortiran, transmisi, dan pengantaran

surat dan paket pos. Kantor Pos juga menjual benda – benda Pos dan

filateli, seperti prangko, kartu pos, amplop, dan perlengkapan untuk

membungkus paket. Kantor BUMIDA ini terletak di Jl. Merdeka

Selatan No. 5, Kauman, Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65119,

Indonesia

1
1.2.2 Sejarah Perusahaan

1. Sejarah Perusahaan

Dunia perposan modern muncul di Indonesia sejak tahun

1602 pada saat VOC menguasai bumi nusantara ini. Pada saat itu,

perhubungan pos hanya dilakukan di kota-kota tertentu yang berada

di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Surat-surat atau paket-paket

pos hanya diletakkan di Stadsherbrg atau Gedung Penginapan Kota

sehingga orang-orang harus selalu mengecek apakah ada surat atau

paket untuknya di dalam gedung itu. Untuk meningkatkan

keamanan surat-surat dan paket-paket pos tersebut, Gubernur

Jenderal G. W. Baron Van Imhoff mendirikan kantor pos pertama

di Indonesia yang terletak di Batavia (Jakarta). Pos pertama ini

didirikan pada tanggal 26 Agustus 1746.

Era kepemimpinan Gubernur Jenderal Daendels di VOC

membuat sebuah kemajuan yang cukup berarti di dalam pelayanan

pos di nusantara. Kemajuan tersebut berupa pembuatan jalan yang

terbentang dari Anyer sampai Panarukan. Jalan sepanjang 1.000 km

ini sangat membantu dalam mempercepat pengantaran surat-surat

dan paket-paket antarkota di Pulau Jawa. Jalan yang dibuat dengan

metode rodi (kerja paksa) ini dikenal dengan nama Groote Postweg

(Jalan Raya Pos). Dengan adanya jalan ini, perjalanan antara

Provinsi Jawa Barat sampai Provinsi Jawa Timur, yang awalnya

bisa memakan waktu puluhan hari, bisa ditempuh dalam jangka

waktu kurang dari seminggu.

1
Arus perkembangan teknologi telepon dan telegraf yang

masuk ke Indonesia pun mengubah sistem pelayanan pos di

Indonesia. Pada tahun 1906, pos di Indonesia pun akhirnya berubah

menjadi Posts Telegraafend Telefoon Dienst atau Jawatan Pos,

Telegraf, dan Telepon (PTT). Layanan pos yang awalnya berpusat

di Welrevender (Gambir) juga berpindah ke Dinas Pekerjaan

Umum atau Burgerlijke Openbare Werker (BOW) di Bandung pada

tahun 1923. Pada saat pendudukan Jepang di Indonesia, Jawatan

PTT dikuasai oleh militer Jepang. Angkatan Muda PTT (AMPTT)

mengambil alih kekuasaan Jawatan PTT tersebut dan kemudian

secara resmi berubah menjadi Jawatan PTT Republik Indonesia.

Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 27 September 1945. Hari itu

pun diperingati sebagai Hari Bakti PTT atau Hari Bakti Parpostel.

Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 9

Tahun 1978 dikeluarkan untuk mengubah lagi bentuk badan usaha

dari pelayanan pos di Indonesia ini (melalui PN Pos dan Giro).

Dengan dikeluarkannya peraturan tersebut, Perusahaan Negara Pos

dan Giro berubah menjadi Perusahaan Umum Pos dan Giro (Perum

Pos dan Giro). Hal ini bertujuan untuk semakin mempermudah

keleluasaan pelayanan pos bagi masyarakat Indonesia. Perubahan

bentuk usaha dari sebuah perusahaan negara menjadi perusahaan

umum ini pun disempurnakan lagi supaya bisa mengikuti iklim

usaha yang sedang berkembang melalui keluarnya Peraturan

Pemerintah Nomor 28 Tahun 1984 mengenai tata cara pembinaan

1
dan pengawasan. Setelah beberapa tahun memberikan pelayanan

dengan statusnya sebagai perusahaan umum, Pos Indonesia

mengalami perubahan status atau bentuk usaha lagi. Dengan

dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1995, Perum

Pos dan Giro berubah menjadi PT. Pos Indonesia (Persero). Hal ini

bertujuan untuk memberikan fleksibilitas dan kedinamisan untuk

PT. Pos Indonesia (Persero) sehingga bisa lebih baik dalam

melayani masyarakat dan menghadapi perkembangan dunia bisnis

yang semakin ketat persaingannya.

2. Bidang Usaha Perusahaan

a. jasa kurir

Seseorang yang memiliki tanggung jawab untuk pertukaran

barang antar dua orang atau lebih. Kurir biasanya dipekerjakan oleh

sebuah perusahaan yang memberikan harga rata kepada setiap

pengguna jasanya.

b. Logistik

proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian aliran

yang efisien dan efektif dari barang atau jasa dan informasi terkait

mulai dari titik asal sampai titik penggunaan untuk memenuhi

keperluan pelanggan.

1.2.3 Visi dan Misi

a. Visi

1
Menjadi raksasa logistik dari Timur

b. Misi

1. Berperan penting sebagai aset yang berguna bagi bangsa dan

negara

2. Menciptakan tempat berkarya yang menyenangkan guna

berkontribusi secara maksimal

3. Menyediakan layanan prima yang menjadi pilihan pertama bagi

para pelanggan

4. Senantiasa berjuang untuk memberi yang lebih baik bagi

stakeholders utama

1.2.4 Stuktur Organisasi

Struktur organisasi merupakan gambaran atau susunan organisasi

yang secara sistematis berisikan tentang pembagian tugas dan tanggung

jawab serta hubungan yang terdapat dalam lembaga atau organisasi itu

sendiri, struktur organisasi merupakan faktor yang harus dimiliki oleh

setiap lembaga atau organisasi baik formal maupun non-formal. Hal ini

dimaksudkan untuk memperlancar semua pelaksanaan program-program

kerja atau aktivitas lembaga-lembaga. Setiap organisasi mengharapkan

tercapainya tujuan secaraefektif dan efisien, untuk itu diperlukan adanya

struktur organisasiyang baik.

Bila suatu organisasi bertambah dan kompleks, maka masalah yang

dihadapi juga bertambah dan mengenai masalah struktur organisasi juga

bertambah sulit pula. Jika pimpinan suatu perusahaan tidak cakap dalam

1
memimpin sebuah organisasi dan tidak mengkoodinirnya dengan baik

maka kemungkinan besar perusahaan tersebut akan mengalami kemacetan.

Oleh karena itu pimpinan dari PT. POS INDONESIA ( PERSERO )harus

bisa mendalami betul masalah tentang organisasi bila menginginkan

perusahaannya mengalami kemajuan.

Dengan adanya suatu organisasi dalam suatu lembaga dapatlah

dilihat sampai sejauh mana tanggung jawab atas pelimpahan wewenang

serta hubungan masing-masing bagian dalam menjalankan tugas dan

kewajiban guna mencapai tujuan yang diinginkan.

1
a. Kepala Kantor

Tugasnya adalah bertanggung jawab atas semua pelaksanaan

kegiatan, mengkoordinasi dan mengintrogasi seluruh kegiatan

usaha atau operasi perusahaan PT. Pos Indonesia (Persero)

meliputi :

1. Pelayanan Komputer dan Logistik

2. Pelayanan Jasa keuangan dan Pengolah Pos

3. Pelayanan Pemasaran dan Giro

4. Pengendalian Mutu jaringan Internal dan External

5. Keuangan

b. Wakil Kepala Kantor

Tugasnya adalah menunjang semua kegiatan perusahaan,

menunjang data opersaional perusahaan, mengumpulkan data

kegiatan usaha atau operasi perusahaan dan kegiatan menunjang

lainnya serta memantau semua laopran pendapatan baik untuk

keperluan informasi atau koordinasi.

b. Sumber Daya Manusia

c. Tugasnya adalah melaksanakan administrasi sumber daya

manusia, pengangkatan dan kepengangkatan, evaluasi dan

penilaian tehadap semua kegiatan usaha, penyimpanan dan

pengolahan data dan bendel kepegawaian menyiapkan konsep

keputusan yang menjadi wewenang kepala kantor serta

menyiapkan laporan kepegawaian.

1
d. Pemasaran

Tugas-tugas bagian pemasaran adalah memasarkan produk-produk

pos yang meliputi :

1. Mencari costumer atau pelanggan yang ingin menggunakan

jasa pelayanan pos.

2. Menjual produk pos diantaranya materai dan prangko.

3. Memproses pengiriman jasa dan tarifnya bisa dinegosiasikan

sesuai dengan perjanjian kerjasama yang telah disepakati oleh

pihak perusahaan dan kantor pose.

e. Bagian Layanan Komunikasi

Tugasnya adalah melayani semua komunikasi baik dari pihak

intern mapun pihak ekstern perusahaan dan menghimpun,

menganalisa data pelanggan perjenis layanan yang ditawarkan

dengan memberikan pelayanan kepada pihak yang membutuhkan.

f. Pengolahan Jasa Keuangan

Tugasnya adalah memberikan dana kredit kepada pihak yang

membutuhkan, pengendalian sistem, prosedur dan mutu

pelaksanaan jasa meliputi wesel instan, giro pos, tabanas, pensiun

dan jasa keuangan lainnya serta menyiapkan laporan data

keuangan yang akan dilaporkan 1 tahun sekali.

g. Unit Pengawasan Kantor Cabang

Tugasnya adalah mengawasi semua kegiatan kantor cabang baik

itu bersifat atau hanya memeriksa dengan cara melihat laporan

1
kegiatan rutinitas yang akan diberikan oleh kantor cabang setiap

bulan sekali apakah terjadi hal-hal yang dapat merugikan

peusahaan ataupun sebaiknya.

h. Teknik dan Sarana Tugasnya adalah menyediakan alat kerja atau

alat angkut transportasi yang berguna dalam melaksanakan

kegiatan usaha baik itu berupa kendaraan bermotor, mobil dan

lainnya yang dapat digunakan untuk kelancaran kegiatan usaha.

i. Bisnis Logistik Tugasnya adalah menerima barang pindah dari

kota ke kota, barang pengiriman (dipertanggungkan seharga

barang diasuransikan), pos paket dari dalam negeri dan luar negeri

(penerimaan dan pengeluaran).

j. Antaran

Tugas-tugas yang dilakukan oleh petugas antaran diantaranya

adalah mensortir surat yang akan dikirimkan, mengantarkan surat

ke alamat yang dituju, mengantarkan paket pos, mengantarkan

wesel.

k. Bagian Sentral Giro

Tugasnya adalah memberikan pelayanan giro dan melaksanakan

pemeriksaan pada semua data yang telah ada, apakah terjadi

kesalahan data proses pengerjaan dan selanjutnya pemerikasaan

tersebut dibuat dalam laporan hasil pemeriksaan.

l. Pengolahan

Tugasnya adalah mengelola surat yang telah masuk dan

membedakan semua jenis surat sesuai dengan kota dan alamat akan

1
dituju dan memberikan kodekode agar tidak terjadi kekeliruan

didalam proses pengiriman.

m. Bagian Akuntansi

Tugasnya adalah melaksanakan proses Akuntansi yang meliputi

penyusunan laporan keuangan, neraca dan laba rugi serta

penyusunan pelaksanaan teknologi sistem.

n. Pengawasan Umum

Tugasnya adalah memeriksa seluruh pekerjaan semua pegawai

sehingga tidak terjadi penyalahgunaan wewenang yang telah

diberikan untuk keperluan pribadi ataupun yang lainnya yang

dapat merusak citra pelayanan jasa kantor pos.

o. Keuangan Tugasnya

adalah mengkoordinir dan mengatur kegiatan keuangan yang

meliputi penyusunan dan monitoring anggaran tahunan (RKAP),

pengelola arus kas, pembayaran, penagihan piutang, pengendalian

pembebanan biaya, pengolahan PUKK, menyelenggarakan

administrasi keuangan, memfasilitasi penyusunan seluruh

anggaran operasional perusahaan, sehingga pengolahan keuangan

PT. Pos Indonesia (Persero) dapat berjalan dengan baik.

p. Supervisor Layanan Komunikasi

Tugasnya adalah memeriksa pekerjaan pegawai layanan

komunikasi (YANKOM) apakah dapat dilaksanakan dengan baik,

mengkoordinir pelayanan komputer yang dapat menangkap

informasi yang akurat.

1
1.3. Tujuan Praktek Kerja Lapangan

Tujuan dari Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PT. POS

INDONESIA PERSERO ) Malang adalah:

1.3.1 Tujuan Umum

1. Mahasiswa Program Studi manajemen Fakultas Ekonomika dan

Bisnis Universitas Kanjuruhan Malang memiliki kemampuan

mengimplementasikan teori-teori yang ada secara sistematis

dengan melihat, mengalami, merasakan, dan menerapkan Praktek

Kerja Lapangan (PKL), sehingga memiliki seperangkat

pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang diperlukan bagi

profesinya.

2. Dapat memperoleh keterampilan dalam penguasaan pekerjaan dan

melatih mahasiswa bekerja dan bertanggung jawab.

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Mahasiswa mampu melakukan secara (mandiri) praktek di

bawah bimbingan tenaga pendamping di perusahaan.

2. Mengkaji permasalahan-permasalahan praktis dalam dunia

kerja dan mampu memberikan alternatif pemecahan masalah

sesuai dengan teori yang ada, khususnya di bidang jasa

pelayanan.

3. Mahasiswa mampu meningkatkan prngetahuan kognitif,

psikomotorik, dan afektif di bidang ilmu manajemen secara

kelompok dan dipertanggung jawabkan secara individual

dalam bentuk laporan Praktek Kerja Lapangan (PKL).

1
1.4. Manfaat Praktek Kerja Lapangan

1.4.1 Manfaat Bagi Mahasiswa

a. Dapat memahamiatau mengetahui berbagai aspek perusahaan

seperti: aspekpemasaran, aspekproduksidanoperasi, aspek

MSDM, aspekkeuangan, danaspekmanajemen.

b. Memperolehkesempatanberlatihbekerjadilapangan.

c. Membandingkan teori-teori yang diperoleh dibangku

perkuliahan.

1.4.2 Manfaat Bagi Program Studi Akuntansi

a. Mendapat masukan untuk mengetahui kurikulum yang telah

diterapkan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

b. Sebagai sarana pengenalan instansi pendidikan Universitas

Kanjuruhan Malang khususnya Program Studi Akuntansi

kepada badan usaha maupun perusahaan yang membutuhkan

lulusan atau tenaga kerja yang dihasilkan oleh Universitas

Kanjuruhan Malang.

c. Mempererat kerja sama antara Universitas Kanjuruhan Malang

khususnya Program Studi Manajemen dengan badan usaha

maupun perusahaan.

1.4.3. Manfaat Bagi Perusahaan

a. Laporan kerja praktek dapat dijadikan sebagai bahan saran

ataupun usulan perbaikan seperlunya dalam pemecahan

masalah-masalah di perusahaan.

1
b. Dapat melihat keadaan perusahaan dari sudut pandang

mahasiswa yang melakukan praktek.

c. Sebagai acuan perusahaan dalam memajukan pembangunandi

bidang pendidikan.

1
BAB II

SITUASI PERUSAHAAN SAAT INI

2.1. ASPEK PEMASARAN

2.1.1. PENGERTIAN PEMASARAN

Menurut philip kotler ( 2007:6) yang dialih bahasakan oleh

Benyamin Molan bahwa definisi dari pemasaran ialah segala yang

berhubungan dengan mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan

manusia dan masyarakat. Berdasarkan pengertian diatas , maka dapat

disimpulkan pemasaran adalah salah satu sistem total kegiatan bisnis

yang dirancang untuk merencanakan , menentukan harga ,

mempromosikan dan mendistribusikan barang – barang yang dapat

memuaskan keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini

merupakan konsumen potensial.

Di dalam program – program pemasaran terdapat bauran

pemasaran yang digunakan untuk mencapai tujuan pemasaran .

bauran pemasaran tersebut disebut marketing mix yaitu seperangkat

alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan

pemasarannya di pasar sasaran . menurut Rambat dan Hambani

( 2006:70) mengklasifikasikan marketing mix untuk perusahaan jasa

ada 7 , yaitu priduct ( produk ) , place ( tempat ) , promotion

( promosi ) , price ( harga ) , people ( orang ) , process ( proses ) dan

costemer service ( layanan konsumen ).

1
Dalam hal ini PT. POS INDONESIA ( PERSERO ) ,

merupakan perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan jasa dan

pengiriman produk dan jaminan , sehingga menggunakan bauran

pemasaran ( marketing max ) untuk mencapai tujuan perusahaan.

2.1.2 bauran pemasaran ( marketing max )

Bauran pemasaran adalah himpunan variabel yang dapat

dikendalikan dan diguakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi

tanggapan konsumen dalam pasar sasaran nya

a. product ( produk )

produk adalah suatu yang dapat ditawarkan pada suatu pasar guna

mendapatkan perhatian untuk memiliki, digunakan ,

dikomunikasikan, yang dapat memuaskan kebutuhan. Suatu

produk dapat berupa suatu benda , jasa dan keinginan. Untuk itu

setiap pengusaha harus mengetahui perkembangan kebutuhan

konsumen melalui penelitian pasar agar dapat mengetahui dan

dapat menyesuaikan diri dalam menciptakan produk

b. price ( harga )

menurut kotler dan keller ( 2009 ) menyatakan bahwa harga

adalah elemen dalam bauran pemasaran yang tidak saja

menentukan pofitabilitas tetapi juga sebagai sinyal untuk

mengkomunikasikan profesi nilai suatu produk. Hal-hal yang

tergolong sebagai saluran distribusi dalam PT.POS INDONESIA

( PERSERO ) antara lain : biaya yang terjangkau , tarif ekonomi,

1
biaya yang sesuai kualitas pelayanan , produk potongan untuk

perusahaan yang sering menjadi pelangan.

c. Promotion ( promosi )

Menurut kotler dan keller ( 2009 ) menyatakan bahwa promosi

adalah berbagai cara untuk menginformasikan , membujuk, dan

meningkatkan konsumen secara langsung maupun tidak langsung

tentang suatu produk atau brant yang dijual.

Menurut Rambat dan Hamdani ( 2006 ) yang perlu diperhatikan

dalam promosi adalah :

1. Periklanan ( personal selling )

2. Penjualan perseorangan ( personal selling )

3. Promosi penjualan ( sales promotion )

4. Hubungan masyarakat ( public relation )

5. Informasi dari mulut kemulut ( word of mouth )

6. Pasaran langsung ( direct marketing )

Hal – hal yang tergolong sebagai promosi dalam perusahaanjasa

PT. POS INDONESIA ( PERSERO ) antara lain : kemudahan

akan informasi prosedur pengiriman produk, adanya jaminan

pengiriman tepat waktu , adanya aplikasi berbasis online untuk

pengecekan pengiriman.

d. Place ( tempat )

Place atau tempat ini berhubungan dengan dimana perusahaan

harus bertempat dan melakukan operasi atau kegiatannya dalam

hal ini ada 3 jenis interaksi yang mempengaruhi tempat , yaitu :

1
1. Konsumen mendatangi pemberian jaminan ( perusahaan )

2. Pemberian jaminan mendatangi nasabah langsung

3. Pemberi jaminan kepada asabah tidak bertemu secara

langsung

Peran saluran distribusi adalah sebagai kegiatan pemasaran

yang berusaha untuk mempermudah penyampaian produk

dan jaminan dari perusahaan ke nasabah. Hal – hal yang

tergolong sebagai saluran distribusi didalam PT POS

INDONESIA ( PERSERO ) antara lain : pengecekan produk

yang mudah melalui call center , kemudahan dalam

menjangkau cabang – cabang disetiap daerah , kemudahan

dalam jaminan diberbagai daerah diseluruh indonesia.

e. People ( orang )

Menurut Dewi ( 2011 ) menyatakan bahwa people merupakan

penyediaan barang dan jasa yang melayani konsumen . people

sedikitnya memiliki tiga hal yaitu service personel , the product

them selves , dan local risendt , dalam hal ini pelatihan ,

pengendalian kualitas, standar disasikualifikasikan dan sertifikasi

kopetensi menjadi bagian yang penting dalam menentukan

keberhasilan suatu pemasaran. Idealnya pegawai harus

memperhatikan kopetens , sikap , responsif , inisiatif ,

kemampuan memecahkan masalah dan niat baik . hal – hal yang

tergolong sebagai people dalam PT . POS INDONESIA

( PERSERO ) antara lain : sikap karyawan melayani dengan

1
rendah , sikap karyawan yang profesional , keramahan petugas

disetiap bagian.

f. Process ( proses )

Proses merupakan sistem organisasi elemen yang tidak terlihat

tetapi mendukung bisnis jaminan tersebut. Hal – hal yang

tergolong sebagai proses dalam perusahaan PT. POS

INDONESIA ( PERSERO ) antara lain : proses jaminan yang

mudah , pelayanan jaminan yang tepat waktu , proses jaminan

yang aman terhadap kerahasiaan setiap jaminan produk.

2.2 ASPEK PRODUKSI DAN OPERASI

2.2.1 Pengertian Aspek Produksi Dan Operasi

pengertian aspek produksi dan operasi ini terdapat suatu proses

yang merupakan gabungan suatu aktivitas umumnya terdiri atas

prosedur, jadwal pekerjaan, mekanisme dan hal – hal rutin dimana

barang dihasilkan dan disampaikan kepada konsumen, ( 2006: 70 ).

Produksi merupakan suatu kegiatan yang menghasilkan output

dalam bentuk barang maupun jasa. Pengertian produk dapat diartikan

sebagai usaha untuk menciptakan atau menambah faidah ekonomi suatu

benda dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia sedangkan

orang, badan usaha atau organisasi yang menghasilkan barang dan jasa

disebut produsen.

Manajemen operasi adalah bidang manajeman yang

mengkhususkan pada produksi barang, serta menggunakan alat – alat

1
dan teknik – teknik khususnya untuk memecahkan masalah produksi

( Richard, 2006: 216 )

2.2.2 produksi dan operasi PT. POS INDONESIA ( PERSERO )

produksi dan operasi PT. POS INDONESIA ( PERSERO )

beroperasi pada bidang jasa terpercaya sehingga produk yang dihasilkan

yaitu berupa produk – produk yang telah ditentukan.

Aspek operasional PT. POS INDONESIA ( PERSERO )

Kegiatan utama PT. POS INDONESIA ( PERSEO ) yaitu menambah

nasabah baru yang memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk

melakukan transaksi – transaksi atau pembayaran berupa permi yang telah

ditetapkan . PT . POS INDONESIA ( PERSERO ) juga berorientasi pada

pemenuhan kebutuhan pasar, mengembangkan sumber daya profesional,

dan memberikan keamanan dan kenyamanan yang maksimal bagi

stakholder atau para pemegang polis..

Hari kerja , jam kerja PT. POS INDONESIA ( PERSERO )

HARI KERJA JAM KERJA ISTRAHAT


SENIN 07 : 00 – 20 : 00 WIB 12 : 00 – 13 : 00 WIB
SELASA 07 : 00 – 20 : 00 WIB 12 : 00 – 13 : 00 WIB
RABU 07 : 00 – 20 : 00 WIB 12 : 00 – 13 : 00 WIB
KAMIS 07 : 00 - 20 : 00 WIB 12 : 00 – 13 : 00 WIB
JUMAT 07 : 00 – 20 : 00 WIB 12 : 00 – 13 : 00 WIB
SABTU 07 : 00 – 20 : 00 WIB 12 : 00 – 13 : 00 WIB
MINGGU LIBUR LIBUR

2.3 Aspek manajemen sumber daya manusia ( MSDM )

Manajeman sumber daya manusia meupakan kegiatan yang mengatur tentang

proses dan cara pentingnya mengatur sumber daya manusia untuk melakukan

pengembangan dan pelatihan dalam suatu perusahaan yang dapat

1
menghasilkan kinerja yang baik dalam ruang lingkup perusahaan dimana

karyawan mampu untuk menjalin hubungan kerja sama ketenagakerjaan.

2.3.1 pengetian manajemen sumber daya manusia ( SDM )

Manajemen sumber daya manusia sebenarnya merupakan

gerakan pengakuan terhadap pentingnya pengukuran manusia sebagai

sumber daya yang cukup potensial, yang perlu dikembangkan

sedemikian rupa sehingga mampu memberikan kontribusi yang

maksimal bagi organisasi dan bagi pengembangan dirinya ( gomes ,

2003 : 3 ) manajemen personalis dan sumber daya manusia adalah “

pengakuan “tehadap pentingnya suatu tenaga kerja organiasi sebagai

sumber daya manusia yang vital bagi pencapaian tujuan – tujuan

organisasi dan pemanfaatan berbagaifungsi dan kegiatan personalia

untuk menjamin bahwa mereka digunakan secara efektif dan bijak agar

bermanfaat bagi individu, organisasi , dan masyarakat. Menurut Mathis

dan Jackson ( 2006: 3 ) manajemen sumber daya manusia – SDM

( human resource – HR manajemen ) adalah rencana sistem – sistem

formal dalam sebuah organisasi untuk memastikan penggunaan bakat

manusia secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan – tujuan

organisasional .

Manajemen sumber daya manusia ( SDM ) merupakan salah

satu bidang dari manajemen umumnya yang meliputi segi – segi

perencanaan , pengorganisasian, pelaksanaan , dan pengendalian

( Ravai, 2005:1 )

2.3.2 Sumber Daya Manusia PT . POS INDONESIA ( PERSERO )

1
1. jam kerja

lama kerja di PT. POS INDONESIA ( PERSERO )

a. hari senin – sabtu pada pukul 07 : 00 – 20 : 00 wib .

b. istrahat pada pukul 12 : 00 – 13 : 00 wib

c. minggu libur ( weekend )

2. kesejahtraan karyawan

PT. POS INDONESIA ( PERSERO ) sangat menyadari bahwa

karyawan merupakan asset pening yang sangat menentukan

keberhasilan operasional dalam perusahaan. Oleh karena itu untuk

meningkatkan kesejahteraan karyawan , PT. POS INDONESIA

( PERSERO ) memberikan THR ( Tunjangan Hari Raya ) bonus

bagi karyawan yang berprestasi dan memberikan hari libur yang

cukup untuk karyawan agar bisa refresing.

3. Penilaian kineja pada karyawan

PT. POS INDONESIA ( PERSERO ) melakukan penilaian

kinerja terhadap karyawan nya setiap hari. Penilaian ini dilakukan

secara langsung dengan cara melihat situasi karyawan pada saat

mereka bekerja. Kepala akan selalu memantau kinerja karyawan

dan melakukan pengamatan setiap hari secara langsung

( kedisiplinan)

Komunikasi yag dilakukan PT. POS INDONESIA ( PERSERO )

sering kali dilakukan agar bisa melakukan evaluasi pada setiap

divisi – divisi . pendisiplinan kerja dilakukan melalui absensi

karyawan.

1
Tabel 2.3.2

Jumlah tenaga kerja pada PT.POS INDONESIA ( PERSERO )

NAMA BAGIAN JUMLAH


Kepala utama 1
Kepala keuangan 1
Direktur jasa kurir 1
Direktur hubungan strategis dan kelembagaan 1
Direktur informasi dan komunikasi 1
Direktur intgrasi dan logistik 1
Direktur jasa keuangan 1
Staf MSDM 3
Staf produksi dan operasi 60
Jumlah 70

2.4 Aspek Keuangan

Aspek keuangan dalam perusahaan merupakan bagian yang sangat

penting karena dalam aspek ini semua kegiatan perusahaan dapat dipengaruhi

baik pemasaran, manajemen sumbe daya manusia dan aktifitas – aktifitas lain

dalam perusahaan.

Manajemen keuangan ( financial management ) , atau dalam literatur

lain disebut pembelanjaan adalah segala aktivitas perusahaan yang

berhubungan dengan bagisn memperoleh dana, menggunakan dana, dan

mengelola aset sesuai tujuan perusahaan secara menyeluruh. ( martono dan

harjito, 2008 : 4 ) . dengan kata lain manajemen keuangan dapat diartikan

sebagai manajemen atau pengelola mengenai bagian perlehan aset, mendanai

aset, dan mengelola aset untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangkan

menurut Warsono ( 2003 : 4 ) manajemen keuangan dapat didefinisikan

sebagai perencanaan , pengorganisasian , pengarahan dan pengendalian

keuangan suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah dan ditetapkan.

1
2.4.2 aspek keuangan pada PT.POS INDONESIA ( PERSERO ) Kota

Malang sudah dilakukan dengan baik karena kegiata yang berkaitan

dengan keuangan sudah dilaksanakan berdasarkan sistem prosedur

( SPO ). Stuktur permodalan di PT. POS INDONESIA ( PERSERO )

Kota Malang terdiri dari modal owner/ pemilik dan para pemegang

saham.

2.5 Aspek Manajemen

Aspek manajemen merupakan aktifitas perusahaan yang meliputi peroses

planning, organizing, actualiting, controling, untuk mencapai tujuan tertentu.

2.5.1 Pengertian Manajemen

Orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud – maksud yang

nyata. Sedangkan menurut Handoko ( 2013 : 8 ) manajemen adalah proses

perencanaan , pengorganisasian , pengarahan dan pengawasan usaha – usaha

para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya – sumber daya

organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Pentingnya untuk diingat , bahwa manajemen adalah suatu bentuk kerja.

Manajer dalam melakukan pekerjaan nya, harus melaksanakan kegiatan –

kegiatan tertentu yang diamakan fungsi – fungsi manajemen , yang terdiri

dari :

1. Planning, menentukan tujuan – tujuan yang hendak dicapai selama suatu

masa yang akan datang dan apa yang akan datang dan apa yang harus

diperbuat agar dapat mencapai tujuan – tujuan itu. Perencanaan ini dapat

1
disusun baik dengan jangka panjang maupun jangka pendek , agar dapat

dipakai sebagai dasar untuk mengendalikan kegiatan perusahaan.

2. Organising , membentuk kerangka dasar dalam menentukan aktifitas dan

tugas pokok individu yang meliputi pembagian tugas dantangung jawab

tentunya. Pendeegasian wewenang yang diperlukan kepada individu –

individu untuk melaksanakan tugas – tugasnya dan pertanggung jawaban

atas tugas – tugas yand diberikan.

3. Actualing, sesudah rencana dibuat , organisasi dibentuk dan di susun

personalianya langkah berikutnya pengarahan . pengarahan merupakan

suatu proses yang haru dilakukan oleh seseorang manajemen agar

pelaksanaan dapat diarahkan.sesuai dengan tujuan yang diinginkan oleh

perusahaan , untuk tujuan tersebut manajemen harus selalu mengadakan

pendekatan dan perbaikan yang diperlukan untuk menumbuhkan

motivasi karyawan agar dapat bekerja dengan optimal sesuai dengan

rencana . manajemen harus memberikan gambaran yang jelas apa yang

akan dituju, memberikan petunjuk yang memadahi, dan memiliki

perasaan apakah pelaksanaan akan memberikan sumbangan terhadap

tujuan yang akan dicapai tersebut.

4. Controling, pengawasan atau pengendalian adalah proses untuk

memeriksa kembali menilai dan selalu memonitor laporan – laporan

apakah pelaksanaan tidak menyimpang dari tujuan yang sudah ditentukan

, hal ini penting untuk meghemat pemborosa biaya yang dikeluarkan.

Dalam mengadakan pengendalian harus diadakan perbandingan antara

hasil sesungguhnya yang dicapai dengan proyeksi yang ditetapkan dalam

1
perencanaan , untuk menilai prestasi masalalu dan meletakan tanggung

jawab adanya penyimpangan yang terjadi.

2.5.2 manajemen pada PT. POS INDONESIA ( PERSEO )

PT. POS INDONESIA 9 PERSERO ) pengelolaan dilakukan oleh kepala

pada dasarnya manajemen sudah bejalan dengan baik, melalui dari proses

perencanaan , pengorganisasian , pengarahan , dan pengawasan . hal ini

dapat dilihat dari tercapainya hubungan yang harmonis antara pemimpin

dan karyawan yang bekerja pada perusahaan tersebut, sehingga semua

tujuan yang ditetapkan dapat tercapai dan berjalan dengan baik. Penerapan

aspek manajemen pada PT. POS INDONESIA

( PERSERRO ) adalah sebagai berikut:

a. Planing ( Perencanaan )

Perencanaan PT. POS INDONESIA ( PERSERO ) beberapa tahun

kedepan akan terus mengembangkan jaminan – jaminan dan

pelayanan supaya semakin bermanfaat bagi masyarakat dan

mampu memberikan kesejahteraan bagi karyawan.

b. Organizing ( pengorganisasian )

Organizing pada PT. POS INDONESIA ( PERSERO ) diatur

dalam setiap devisi yang sudah tertera pada struktur organisasi .

masing – masing divisi diberikan wewenang untuk

mengembangkan sub divisinya sesuai dengan program per divisi.

c. Actualiting ( menggerakan )

PT.POS INDONESIA ( PERSERO ) dalam menjalankan

perusahaan menganut sistem dan struktur yang telah dibuat oleh

1
perusahaan. Setiap kegiatan yang dilakukan perusahaan dijalankan

atas planning yang telah direncanakan pada awal tahun serta

dievaluasi pada akhir kegiatan selesai dilakukan guna mengurangi

kesalahan – kesalahan yang akan terjadi pada kegiatan berikutnya

dengan memberikan solusi atas masalah yang ada.

d. Controling ( pengawasan )

Pengawasan yang dilakukan pada PT.POS INDONESIA

( PERSERO ) yakni pada setiap karyawan harus mempunyai target

masing – masing dan harus sesuai dengan sistem dan aturan yang

berlaku pada PT.POS INDONESIA ( PERSERO ) dilakukan

langsung oleh kepala PT.POS INDONESIA ( PERSERO ) untuk

mengotrol jalannya perusahaan dimana kepala akan membuat

penilaian kinerja untuk seluruh karyawan yang ada di perusahaan .

sehinggasemua sumber daya manusia yang ada mampu melakukan

kerja sama dengan baik untuk keberlangsungan perusahaan.

1
BAB III

ANALISIS OBYEK STUDI

3.1 ANALISIS STUDI LAPANGAN

1. Pengertian persaingan

Persaingan merupakan suatu bentuk usaha yang dilaksanakan

supaya mendapatkan kemenangan atau mendapatkan posisi yang

lebih baik tanpa harus terjadi benturan fisik atau konflik. Persaingan

(kompetisi) dalam suatu komunitas dapat dikelompokkan menjadi

dua jika dilihat dari asalnya yakni persaingan yang berasal dari

dalam populasi jenis itu sediri yang disebut intraspesifik dan

persaingan yang berasal dari luar populasi tersebut yang disebut

ekstraspesifik. Proses persaingan merupakan bagian dari ko-evolusi

spesies, karena strategi spesies dalam persaingan merupakan arah

seleksi spesies yang menentukan keberhasilan spesies tersebut dalam

mempertahankan suatu tingkat kerapatan populasi tertentu dalam

lingkungan hidupnya. Untuk mengembangkan usahanya properti

pada tingkat yang lebih tinggi perusahaan harus melaksanakan

semua aktivitas yang ada pada bidang operasional, pemasaran,

keungan, produksi, dan bidang-bidang lain yang ada pada

perusahaan secara baik dan seksama untuk mencapai tujuan

perusahaan. Perusahaan yang memiliki kinerja yang efektif dan

efisien akan dapat meningkatkan pertumbuhan, dan memenangkan

persaingan.

1
Pos Indonesia merupakan sebuah badan usaha milik negara

(BUMN) Indonesia yang bergerak di bidang pelayanan pos. Saat ini,

bentuk badan usaha Pos Indonesia merupakan perseroan terbatas dan

sering disebut dengan PT. Pos Indonesia. Bentuk usaha Pos

Indonesia ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia

Nomor 5 Tahun 1995. Peraturan Pemerintah tersebut berisi tentang

pengalihan bentuk awal Pos Indonesia yang berupa perusahaan

umum (perum) menjadi sebuah perusahaan (persero).

Berdiri pada tahun 1746, saham Pos Indonesia sepenuhnya

dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Saat ini Pos Indonesia tidak

hanya melayani jasa pos dan kurir, tetapi juga jasa keuangan, yang

didukung oleh titik jaringan sebanyak ± 4.000 kantor pos dan 28.000

Agen Pos yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Dunia perposan modern muncul di Indonesia sejak tahun

1602 pada saat VOC menguasai bumi nusantara ini. Pada saat itu,

perhubungan pos hanya dilakukan di kota-kota tertentu yang berada

di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Surat-surat atau paket-paket pos

hanya diletakkan di Stadsherbrg atau Gedung Penginapan Kota

sehingga orang-orang harus selalu mengecek apakah ada surat atau

paket untuknya di dalam gedung itu. Untuk meningkatkan keamanan

surat-surat dan paket-paket pos tersebut, Gubernur Jenderal G. W.

Baron Van Imhoff mendirikan kantor pos pertama di Indonesia yang

terletak di Batavia (Jakarta). Pos pertama ini didirikan pada tanggal

26 Agustus 1746.

1
Era kepemimpinan Gubernur Jenderal Daendels di VOC

membuat sebuah kemajuan yang cukup berarti di dalam pelayanan

pos di nusantara. Kemajuan tersebut berupa pembuatan jalan yang

terbentang dari Anyer sampai Panarukan. Jalan sepanjang 1.000 km

ini sangat membantu dalam mempercepat pengantaran surat-surat

dan paket-paket antarkota di Pulau Jawa. Jalan yang dibuat dengan

metode rodi (kerja paksa) ini dikenal dengan nama Groote Postweg

(Jalan Raya Pos). Dengan adanya jalan ini, perjalanan antara

Provinsi Jawa Barat sampai Provinsi Jawa Timur, yang awalnya bisa

memakan waktu puluhan hari, bisa ditempuh dalam jangka waktu

kurang dari seminggu.

Arus perkembangan teknologi telepon dan telegraf yang

masuk ke Indonesia pun mengubah sistem pelayanan pos di

Indonesia. Pada tahun 1906, pos di Indonesia pun akhirnya berubah

menjadi Posts Telegraafend Telefoon Dienst atau Jawatan Pos,

Telegraf, dan Telepon (PTT). Layanan pos yang awalnya berpusat di

Welrevender (Gambir) juga berpindah ke Dinas Pekerjaan Umum

atau Burgerlijke Openbare Werker (BOW) di Bandung pada tahun

1923. Pada saat pendudukan Jepang di Indonesia, Jawatan PTT

dikuasai oleh militer Jepang. Angkatan Muda PTT (AMPTT)

mengambil alih kekuasaan Jawatan PTT tersebut dan kemudian

secara resmi berubah menjadi Jawatan PTT Republik Indonesia.

Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 27 September 1945. Hari itu

pun diperingati sebagai Hari Bakti PTT atau Hari Bakti Parpostel.

1
Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 9

Tahun 1978 dikeluarkan untuk mengubah lagi bentuk badan usaha

dari pelayanan pos di Indonesia ini (melalui PN Pos dan Giro).

Dengan dikeluarkannya peraturan tersebut, Perusahaan Negara Pos

dan Giro berubah menjadi Perusahaan Umum Pos dan Giro (Perum

Pos dan Giro). Hal ini bertujuan untuk semakin mempermudah

keleluasaan pelayanan pos bagi masyarakat Indonesia. Perubahan

bentuk usaha dari sebuah perusahaan negara menjadi perusahaan

umum ini pun disempurnakan lagi supaya bisa mengikuti iklim

usaha yang sedang berkembang melalui keluarnya Peraturan

Pemerintah Nomor 28 Tahun 1984 mengenai tata cara pembinaan

dan pengawasan. Setelah beberapa tahun memberikan pelayanan

dengan statusnya sebagai perusahaan umum, Pos Indonesia

mengalami perubahan status atau bentuk usaha lagi. Dengan

dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 1995, Perum

Pos dan Giro berubah menjadi PT. Pos Indonesia (Persero). Hal ini

bertujuan untuk memberikan fleksibilitas dan kedinamisan untuk PT.

Pos Indonesia (Persero) sehingga bisa lebih baik dalam melayani

masyarakat dan menghadapi perkembangan dunia bisnis yang

semakin ketat persaingannya.

1
2. Bidang Usaha Perusahaan

a. jasa kurir

sebuah aktivitas pengiriman barang yang dilakukan secara

langsung , dimana seseorang akan berlari untuk menyampaikan

pesan atau barang yang dititipkan.

b. logistik

suatu ilmu pengetahuan / seni yang disertai dengan sebuah

proses mengenai penyimpanan, penyaluran, dan pemeliharaan

serta penghapusan terhadap barang – barang atau alat – alat

tertentu.

c. transaksi keuangan

suatu kejadia didalam perusahaan yang mengkehendaki

adanya pencatatan secara kronologis , sistematis dan teratur yang

menyebabkan adanya perubahan harta dan modal.

3.2. Perbandingan Analisis Studi Lapangan berdasarkan Landasan Teori

(SWOT).

Analisis SWOT Menurut Payne (1993:245) mempunyai tujuan untuk

memisahkan data yang berarti dalam audit pemasaran dan menemukan apa

yang terbaik yang harus dilakukan untuk memuaskan para pelanggannya

dalam setiap segmen yang dipilih untuk bersaing. Dalam menganalisis

SWOT dibedakan menjadi dua faktor yaitu faktor internal terdiri dari

kekuatan (Strength) dan kelemahan (Weakness), sedangkan faktor eksternal

peluang (Opportunity) dan ancaman (Threats).

1
Dalam mengahadapi era globalisasi perusahaan-perusahaan yang

kecil maupun besar diharapkan mempunyai suatu inovasi-inovasi maupun

strategi yang jitu untuk bisa mempertahankan kredibilitasnya dalam dunia

bisnis. Seperti dalam aspek produksi barang dan jasa, kemudian dari segi

personalia yang menggerakkan roda perusahaan, lalu finance kunci dimana

suatu perusahaan itu bisa meraih keuntungan dan memanage aktiva yang

dimiliki perusahaan, dan yang terakhir adalah marketing yaitu bagaimana

perusahaan tersebut menganalisis informasi yang didapat dari lingkup

eksternal. Sehingga dapat memproduksi dan memasarkan barang dan jasa

yang tepat sesuai dengan kebutuhan pasar. 3.2.1 Faktor Internal

Faktor internal adalah faktor – faktor yang ada atau berasal dari

dalam PT. POS INDONESIA ( PERSERO ) kota malang, yang terdiri dari :

3.2.1.1 Kekuatan Perusahaan (Strength)

PT.POS INDONESIA ( PERSERO ) berkomitmen untuk

memberikan solusi terhadap permasalahan fungsi logistik

pelanggan, dengan keranka kerja yang bersinergi dan bekerja sama

untuk mencapai tujuan.

3.2.1.2 Kelemahan Perusahaan (Weakness)

Kurangnya iklan publikasi untuk menginformasikan produk

, karena kebanyakan masyarakat indonesia masih belum paham

dengan cara kerja atau pun mekanisme dari produk – produk yang

ada di dalam PT. POS INDONESIA ( PERSERO ) sehingga

konsumen enggan dalam menggunakan produk yang telah ada.

1
3.2.2 Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah faktor-faktor yang ada atau berasal dari

luar PT. POS INDONESIA ( PERSERO ) Kota Malang.

3.2.2.1 Peluang Perusahaan (Opportunity)

Jasa antaran lebih cepat dan terpercaya didalam negri atau

secara terbatas keluar negri melalui kerja sama dengan pemain –

pemain besar , seperti yang dilakukan U.S. Postal Service dengan

DHL dan Fedex.

3.2.1.2 Ancaman/ Risiko Perusahaan (Treatment)

Teknoligi informasi memang bisa menjadi enabler bagi

kemajuan perusahaan. Namun disisi lain , juga kerap membawa

instabilitas terhadap bisnis suatu perusahaan.

1
3.2.5 Matrik SWOT

Internal Kekuatan ( S ) Kelemahan ( W )

PT.POS INDONESIA Kurangnya iklan publikasi

( PERSERO ) berkomitmen untuk menginformasikan

untuk memberikan solusi produk , karena kebanyakan

terhadap permasalahan masyarakat indonesia masih

fungsi logistik pelanggan, belum paham dengan cara

dengan keranka kerja yang kerja atau pun mekanisme

bersinergi dan bekerja sama dari produk – produk yang

untuk mencapai tujuan. ada di dalam PT. POS

INDONESIA ( PERSERO )

Eksternal sehingga konsumen enggan

dalam menggunakan produk

yang telah ada.

Peluang ( O ) Strategi S – O Strategi W – O

Jasa antaran lebih cepat dan terpercaya a. Perluasan pasar. a.Meningkatkan efisiensi

didalam negri atau secara terbatas b.Perluasan jaringan produk.

keluar negri melalui kerja sama dengan distribusi. b. Mengusahakan

pemain – pemain besar , seperti yang c. Meningkatkan kualitas pengembangan dan pelatihan

dilakukan U.S. Postal Service dengan SDM. SDM.

DHL dan Fedex. c. Mempertahankan posisi

marketing leader.

1
Ancaman ( T ) Strategi ( S – T ) Strategi ( S – W)

Teknoligi informasi memang bisa a. Meningkatkan a. Menetapkan


menjadi enabler bagi kemajuan
perusahaan. Namun disisi lain , juga kualitas kinerja perusahaan strategi bisnis baru
kerap membawa instabilitas terhadap
bisnis suatu perusahaan. yang lebih baik. yang lebih efisien dan

b. Meningkatkan efektif.

kualitas dan mutu produk b. Lebih

maupun pelayanan. memperhatikan

kualitas dan mutu

pelayanan terhadap

konsumen.

Berdasarkan analisis tersebut, menunjukan bahwa kinerja perusahaan dapat

ditentukan melalui kombinasi eksternal dan internal yang ada dalam perusahaan.

Berikut ini penjelasan pada matriks swot berdasarkan analisis studi lapangan di

atas sebagai berikut :

1. Strategi (S-O) Kekuatan-Peluang

a. Peluasan pangsa pasar.

1
b. Peluasan jaringan distribusi.

c. Meningkatkan kualitas SDM.

d. Memelihara kualitas serta mutu pelayanan.

e. Meningkatkan efisiensi distribusi.

Penjelasan:

Karena dengan Menyiapkan dan melaksanakan promosi reguler secara

langsung yang dapat mengundang perhatian lokal untuk mau

menggunakan produk dan terus meningkatkan hubungan yang baik

serta meningkatkan produktivitas yang baik untuk nasabah PT. POS

INDONESIA ( PERSERO ) akan semakin dikenal oleh masyarakat.

2. Strategi (W-O) Kelemahan-Peluang

a. Meningkatkan efisiensi produk.

b. Mengusahakan pengembangan dan pelatihan SDM.

c. Mempertahankan posisi marketing leader.

Penjelasan:

Karena Promosi langsung melalui media cetak dan elektronik dan

Meningkatkan sarana prasarana untuk memenuhi berbagai kebutuhan

pelanggan pada PT. POS INDONESIA ( PERSERO ) kota Malang.

3. Strategi (S-T) Kekuatan-Ancaman

a. Meningkatnya kualitas kinerja perusahaan yang lebih baik.

b. Meningkatkan kualitas dan mutu produk maupun pelayanan.

Penjelasan:

1
Dengan lebih Lebih mempereratkan kerja sama anatara karyawan dan

atasan dalam menghadapi konsumen, Meningkatkan kemampuan

bernegosiasi sales manager dalam upaya kerjasama bisnis dan

Memberikan pelayanan yang memuaskan pelanggan agar tetap loyal

tetap memberi produk yang ditawarkan oleh PT. POS INDONESIA

( PERSERO ) kota Malang.

4. Strategi (W-T) Kelemahan-Ancaman

a. Menetapkan strategi bisnis baru yang lebih efisien dan efektif.

b. Lebih memperhatikan kualitas dan mutu pelayanan terhadap

konsumen.

Penjelasan:

Karena Mencari kesalahan demi kesalahan yang terjadi dan mungkin

akan terjadi, melakukan tindakan yang sesuai yang dapat diterima oleh

para konsumen,dan meningkatkan promosi melalui berbagai media

sangat penting untuk meningkatkan penjualan produk dan dalam suatu

perusahaan.

1
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dari Praktik Kerja Lapangan ( PKL ) , yang

dilaksanakan di PT POS INDONESIA ( PERSERO ) sebagai berikut :

a. Standar pelayanan PT. POS INDONESIA ( PERSERO ) cabang malang

dengan sikap ramah, sikap profesional, empati, senyum, tanggap, amanah

dan semangat inisiatif dalam memberikan pelayanan kepada konsimen

berfungsi untuk lebih menambah kepuasan yang maksimal. Oleh karena

itu dalam rangka memberikan dilakukan sesuai dengan standar pelayanan

yang telah ditetapkan oleh POS INDONESIA hal ini diperlukan untuk

mengetahui apakah pelayanan di PT.POS INDONESIA ( PERSERO )

cabag malang sudah sesuai dengan harapan masyarakat. Oleh karena itu

untuk mencapai apa yang diharapkan oleh masyarakat ada berbagai upaya

yang di lakukan oleh PT. POS INDONESIA ( PERSERO ) cabang

malangantara lain :

1. Meningkatkan mutu SDM melalui pendidikan dan pelatihan untuk

mencapai SDM yang memadai dan memahami apa saja yang menjadi

standar dalam melayani konsumen.

1
2. Membenahi sistem untuk meningkatkan pelayanan yaitu dengan

membenahi dan menyempurnakan sistem yang ada yaitu baik sistem

dari manajemen maupun sistem dari manajemen agar tercapainya

standar pelayanan yang baik dan tidak adanya terjadinya keluhan

terhadap konsumen.

b. Etika kerja PT. POS INDONESIA ( PERSERO ) cabang malang dilandasi

dengan bekerja profesional dan standar biaya untuk menghasilkan kinerja

yang optimal, jujur, sopan, tertib, saling menghargai, saling membantu,

mengkomunikasikan setiap ide baru dan saling mentransfer pengetahuan

dan kemampuan.

4.2 Saran

Setelah mengemukakan beberapa kesimpulan diatas , maka penulis

mencoba untuk memberikan masukan sebagai bahan pertimbangan PT.POS

INDONESIA ( PERSERO ) Cabang Malangsekiranya dapat dipergunakan

demi perbaikan kantor dimasa yang akan datang .

Adapun saran – saran tersebut diantaranya :

1. Kepada PT.POS INDONESIA ( PERSERO ) Cabang Malang agar tetap

selalu mentaati semua standar pelayanan.

2. Kepada masyarakat agar tetap menggunakan jasa PT.POS INDONESIA

( PERSERO ) Cabang Malang karena PT.POS INDONESIA

( PERSERO ) Cabang Malang melayani dengan sikap ramah, sikap

profesional, empati, senyum, tanggap. Amanah, semanggat inisiatif.

1
3. Penulis berharap karyawan bertugas di outlet juga memperhatikan keluhan

konsumen, menanggapi secara serius dan harus ada penyelesaian atau

tindakan nyata yang dilakukan.

4. Sebaiknya dilakukan evaluasi kinerja pegawai secara berkala dan rutin.

5. Kepada karyawan PT.POS INDONESIA ( PERSERO ) Cabang Malang

hendaknya lebih mendisiplinkan diri terhadap waktu kerja, sehingga

memberikan hasil yang maksimal atas pelayanan yang diberikan kepada

pelanggan.

1
DAFTAR PUSTAKA

Amstrong, G dan Kotler, P. 1997. Prinsip – Prinsip Pemasaran: Edisi pertama.

Jakarta: Erlangga.

https://bumida.co.id/ Tentang-kami/ sejarah

Agus Harjito, Martono. 2008. Manajemen Keuangan,edisi1.yogyakarta:

EKONISIA.

Warsono. 2003. Manajemen Keuangan Perusahaan. Jilid 1. Bayu Media

Publishing. Malang.

Lupioyadi, Rambat. 2001, Manajemen Pemasaran Jasa. Jakarta Penerbit Salemba

Empat.

Moekijat. 2000. Manajemen Pemasaran. Bandung : Penerbit Mandar Maju

Saladin, Djaslim dan Oesman, Yevis, Marty. 2003. Intisari Pemasaran. Edisi

Kedua. : Medan: Media IPTEK