Anda di halaman 1dari 12

56 ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro

Pengaturan Aliran Daya Reaktif Dengan Transformator Regulasi


Jenis Pengatur Tegangan Pada Jaringan Sistem Tenaga Listrik

Dekpride Despa
Jurusan Teknik Elektro Universitas Lampung
e-mail: despa@unila.ac.id

Abstrak–Pengaturan aliran daya reaktif dalam A. Pendahuluan


sistem tenaga diperlukan untuk memperbaiki profil
tegangan dan mengurangi rugi-rugi. Pengaturan Aliran daya pada suatu sistem tenaga
aliran daya reaktif tersebut dilakukan dengan
setting yang benar pada sadapan (tap setting) listrik sering berubah-ubah. Oleh karena
transformator regulasi. Penelitian ini dilakukan itu pengendalian dalam pengoperasian
melalui studi literatur dan simulasi dengan software sistem tenaga listrik untuk mendapatkan
Electrical Transient Analyzer Program (ETAP). aliran daya yang baik sangat dibutuhkan.
Simulasi dilakukan pada sistem 5 bus 6 saluran. Penelitian ini menjelaskan salah satu cara
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
transformator regulasi jenis pengatur tegangan untuk pengaturan aliran daya, khususnya
dengan sadapan (tap setting) diletakkan pada bus daya reaktif yang menjadi faktor utama
yang ingin diatur tegangannya menunjukkan terjadinya jatuh tegangan pada sistem yang
kenaikan tegangan sampai batas yang diijinkan ( menyebabkan terjadinya susut daya. Salah
10 % terhadap tegangan nominal). Dengan satu cara pengaturan aliran daya reaktif
demikian juga dapat mengurangi rugi-rugi pada
sistem. Hasil penelitian ini juga menunjukkan
tersebut adalah dengan menggunakan
bahwa pada saluran dimana transformator transformator regulasi jenis pengatur
diletakkan dapat mencatu 77,07 % daya reaktif tegangan yang dipasang pada saluran yang
yang dibutuhkan beban. mengalirkan daya reaktif lebih kecil
dibanding saluran yang lain. Jika tidak ada
Kata kunci: Aliran daya, tranformator regulasi
tegangan
koordinasi dalam melakukan pengaturan
daya reaktif tersebut, maka hal ini sangat
Abstract–Reactive power flow regulation is power tidak efisien dan tidak ekonomis, karena
system is required to improve voltage profile and sebenarnya pada keadaan ini rugi-rugi daya
reduce system losses. Reactive power flow nyata masih relatif tinggi. Dengan
regulation is done using correct tap setting on the
melakukan pengaturan daya reaktif secara
regulating transformer. The study is conducted
through literature survey and simulation using terpadu dan optimum, maka susut daya
ETAP. The result shows that correct tap setting on dari sistem akan dapat ditekan pada tingkat
the regulated bus, voltage increases up to yang paling rendah, sehingga ini akan
theallowable limits ± 10% over nominal voltage sangat menghemat biaya pembangkitan
and at the same time reduce system losses. Finally,
dan biaya operasional secara keseluruhan.
tehe result also shows that about 77,07% of total
reactive power required by load can be met by the
transformer. Adapun tujuan yang akan dicapai pada
penelitian ini adalah:
Keywords: power flow, voltage regulating a. Mengidentifikasi perubahan aliran
ttransformer daya reaktif pada saluran dimana

transformator regulasi jenis pengatur
tegangan diletakkan.
b. Menentukan letak transformator
Naskah ini diterima pada tangal 28 September regulasi yang tepat pada saluran untuk
2008, direvisi pada tanggal 3 Nopember 2008 dan memperbaiki profil tegangan pada bus
disetujui untuk diterbitkan pada tanggal 1 yang mengalami jatuh tegangan.
Desember 2008

http://jurnal.ee.unila.ac.id/ Volume: 3, No.1 | Januari 2009


Despa: Pengaturan Aliran Daya Reaktif Dengan Transformator Regulasi 57

Tabel 1 Penjelasan arah aliran daya aktif (P) dan daya reaktif (Q) pada sistem
Dalam Sistem Dihitung dari EI*
Pada generator Jika P+, mensuplai daya
Jika P-, menyerap daya
Jika Q+, mensuplai daya reaktif (I tertinggal dari E)
Jika Q-, menyerap daya reaktif (I mendahului E)
Pada beban (motor) Jika P+, menyerap daya
Jika P-, mensuplai daya
Jika Q+, menyerap daya reaktif (I tertinggal dari E)
Jika Q-, mensuplai daya reaktif (I mendahului dari E)

Bus i Bus j
Sij I Sji

Vi Vj

Gambar 1 Aliran Daya pada Saluran

c. Menentukan pengaruh perubahan tap N

terhadap kenaikan tegangan dan I i  Yi1V1  Yi 2V2  .......  YinVn  Y V


n 1
in n

perubahan daya reaktif pada bus yang


Injeksi daya dari bus-i adalah:
ingin diatur tegangannya.
S i  Pi  jQi  V * i . I i
N
dan S i  Pi  jQi  Vi*  YinVn
B. Tinjauan Pustaka
Konsep Dasar Daya n 1
Tujuan dari sistem tenaga listrik adalah N
menyuplai daya listrik, baik daya aktif Pi  jQi   YinVi Vn  in   n   i )
maupun daya reaktif ke beban melalui n 1

saluran transmisi dengan rugi-rugi sekecil Superscript (*) = menyatakan konjugasi


mungkin. Daya aktif berhubungan dengan kompleks.
resistansi sedangkan daya reaktif Pengaturan Daya Reaktif
berhubungan dengan reaktansi.
Daya reaktif berperan besar dalam
Arah Aliran Daya peristiwa jatuh tegangan pada saluran dan
Berikut ini adalah tabel penjelasan dari bus sistem tenaga. Untuk mengatasi jatuh
tanda daya aktif (P) dan daya reaktif (Q) tegangan pada bus sistem maka dapat
apakah daya tersebut disuplai atau diserap. dilakukan beberapa cara, antara lain:
Meningkatkan tegangan pada pembangkit
Persamaan Daya tetapi hal ini mengakibatkan arus lebih
Persamaan aliran daya aktif dan reaktif lagging sehingga daya reaktif dari
dari suatu bus pada sistem dalam keadaan generator menjadi besar dan dapat
mantap (steady state) dapat dijelaskan pada menurunkan daya aktif.
gambar 1. 1. Penempatan kapasitor shunt pada bus,
saluran transmisi/distribusi dan beban.
Kapasitor sebagai pencatu var dapat

Volume: 3, No.1 | Januari 2009 http://jurnal.ee.unila.ac.id/


58 ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro

Van  Van Van +  Van


a

n
Transformator
Transformator
seri

Gambar 2 Transformator regulasi untuk pengaturan tegangan

Bus i Bus j

Z
1:c
t
Ii Itj

Gambar 3 Representasi transformator

dihubungkan secara tetap, tetapi (load tap changing – LTC transformer)


sebagai pengatur tegangan dapat atau transformator pengubah sadapan
dihubungkan atau diputuskan sesuai dalam keadaan berbeban (tap changing
dengan permintaan beban. under load – TCUL transformer).
2. Penggunaan transformator regulasi Pengubahan sadapan ini terjadi secara
jenis pengatur tegangan pada saluran otomatis dan dikerjakan oleh motor yang
transmisi atau distribusi. memberikan reaksi pada rel-rel yang
Pengaturan Dengan Transformator disetel untuk menahan tegangan pada
Regulasi Jenis Pengatur Tegangan tingkat yang telah ditentukan. Rangkaian
Hampir semua transformator menyediakan khusus memungkinkan perubahan ini tanpa
sadapan pada kumparan untuk menyetel memutuskan arusnya (Stevenson ; 1994).
perbandingan transformasi dengan
mengubah sadapan itu pada saat Pemodelan Transformator Regulasi
transformator tidak bertenaga. Suatu Jenis Pengatur Tegangan pada Aliran
perubahan sadapan dapat dilakukan juga Daya.
pada saat transformator bertenaga, dan Rangkaian dalam bentuk rangkaian
transformator semacam itu disebut ekivalen . Dari gambar dapat diperoleh
transformator pengubah sadapan beban hubungan persamaan sebagai berikut:

http://jurnal.ee.unila.ac.id/ Volume: 3, No.1 | Januari 2009


Despa: Pengaturan Aliran Daya Reaktif Dengan Transformator Regulasi 59

Bus i A Bus j

Ii Ij

B C

Gambar 4 Rangkaian ekivalen 

I tj memilih perhitungan yang digunakan yaitu


Ii = Newton Raphson, Gauss Siedel atau Fast
c
dengan faktor transformasi yang berubah- De Coupled.
ubah, dengan cara yang sama maka akan
diperoleh:
C. Metode Penelitian
y ij Langkah langkah penelitian :
Ii = (cVj – Vi) 2
c 1. Membuat diagram satu garis dari
Bila persamaan arus tersebut dihubungkan sistem yang akan disimulasikan yaitu,
dengan persamaan arus pada rangkaian sistem tenaga dengan 5 bus 6 saluran
ekivalen  seperti gambar 2.4 berikut ini, maka 2. Menentukan parameter data generator,
persamaan arus pada rangkaian  dapat dicari. data bus, trafo, data saluran dan data
beban.
Electrical Transient Analyzer Program
3. Simulasi dengan menggunakan
(ETAP)
Electrical Transient Analyzer Program
Electrical Transient Analyzer Program
(ETAP).
(ETAP) Power Station adalah software
a. Simulasi sistem tanpa
atau perangkat lunak untuk
transformator.
mensimulasikan power sistem dengan
b. Simulasi sistem dengan
tampilan fully graphical dan dapat
transformator.
digunakan pada komputer dengan sistem
4. Menganalisa hasil simulasi, yaitu
operasi Microsoft Windows (Etap
menganalisa perubahan daya reaktif
Powerstation User Guide ; 2000). Dengan
dan tegangan pada sistem dan
ETAP Power Station, kita dapat bekerja
membuat kesimpulan.
secara langsung dengan tampilan grafis
one line diagram dan underground cable
Alat Penelitian
raceway system. Analisis Aliran Daya
Peralatan yang digunakan dalam penelitian
Pada ETAP Power Station digunakan
ini adalah:
untuk menghitung tegangan pada bus,
- Seperangkat PC dengan spesifikasi
faktor daya, aliran daya pada suatu sistem
prosesor Intel Pentium III 667 MHz,
tenaga listrik. Analisis ini dapat digunakan
SDRAM 128 MB dan harddisk 4 GB.
pada keadaan swing, tegangan teregulasi
- Operating System Windows 98 Second
dan under regulated power sources. Dapat
Edition Versi 4.10.2222A.
digunakan pada konfigurasi sistem radial
- Software Electrical Transient Analyzer
mupun loop. Untuk mendapatkan hasil
Program (ETAP) versi 4.0.0C tahun
perhitungan paling efisien kita dapat
1995 – 2000.

Volume: 3, No.1 | Januari 2009 http://jurnal.ee.unila.ac.id/


60 ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro

Metode Perhitungan daya, maka tegangan bus dan admitansi


Metode perhitungan pada simulasi ini saluran dinyatakan dalam bentuk polar.
digunakan metode perhitungan aliran daya Ketika “n” sama dengan “i”, maka :
dengan metode Newton Raphson. Untuk  P   j1 j 2    
mengaplikasikan metode Newton-Raphson Q    j  
kedalam penyelesaian persamaan aliran    3 j 4   V 

Sistem Tenaga dengan 5 Bus dan 6 Saluran

G e n1
20 M W
Line 1
B u s2
13 .8 k V
B u s1
13 .8 k V

M t r1
1000 0 H P

Line 2
Line 4

G e n2
20 M W
Line 3
B u s4 B u s3
13 .8 k V 13 .8 k V

M t r2
M t r3 60 00 H P
80 00 H P Line 6
Line 5

B u s5
13 .8 k V

M t r4 M t r5
Load 1 1000 0 H P 1000 0 H P
1. 5 MV A

Gambar 5 Diagram satu garis sistem tenaga sebelum menggunakan transformator

http://jurnal.ee.unila.ac.id/ Volume: 3, No.1 | Januari 2009


Despa: Pengaturan Aliran Daya Reaktif Dengan Transformator Regulasi 61

Gambar 6 Diagram satu garis sistem tenaga setelah menggunakan


transformator regulasi jenis pengatur tegangan.

Tabel 1 Data Pembangkitan


Pembangkitan
Bus Keterangan
P (MW) Q (Mvar)
1 … … Swing Bus
2 0 0 Bus Beban
3 20 … Voltage Control
4 0 0 Bus Beban
5 0 0 Bus Beban

Tabel 2 Data Saluran


Saluran antar Panjang saluran R X
bus (km) (per unit) (per unit)
Saluran 1 5 0,0223 0,364
Saluran 2 9 0,0223 0,364
Saluran 3 5 0,0223 0,364
Saluran 4 7 0,0223 0,364
Saluran 5 20 0,0223 0,364
Saluran 6 5 0,0223 0,364

Volume: 3, No.1 | Januari 2009 http://jurnal.ee.unila.ac.id/


62 ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro

D. Hasil Dan Pembahasan dari bus 1 dan bus 3.Selanjutnya


Hasil Simulasi Aliran Daya pada Sistem ditunjukkan hasil simulasi aliran daya pada
5 Bus 6 Saluran Tanpa Transformator bus 3 seperti yang ditunjukkan pada
Pengatur Tegangan. gambar 9.
Tanda positif pada masing-masing daya
aktif dan daya reaktif menunjukkan bahwa Pada gambar 9 terlihat aliran daya menuju
bus 1 mensuplai ke sistem baik daya aktif ke bus 4 melalui saluran 3 dan aliran daya
maupun daya reaktifnya. Besar aliran menuju ke bus 4 melalui saluran 3 dan
dayanya dapat dilihat pada gambar 7 aliran daya menuju ke bus 5 melalui
maupun pada data dalam lampiran. saluran 6. Dalam aliran daya yang
Tegangan pada bus 1 ini sesuai dengan meninggalkan bus 3 ini, semuanya
settingnya yaitu 13.8 kV. Untuk menunjukkan nilai yang positif yang
selanjutnya diperlihatkan aliran daya pada berarti bus 3 mensuplai daya aktif maupun
bus 2 seperti gambar 8 berikut ini. daya reaktif ke bus 4 dan bus 5. Dalam
keadaan ini tegangan bus 3 masih dalam
Pada gambar terlihat bahwa pada bus 2 batas yang aman yaitu 13,224 kV.
aliran daya reaktif yang menuju bus 3
melalui saluran 2 bernilai negatif, hal ini Gambar 10 adalah gambar yang menunjukkan
menunjukkan bahwa bus 2 menyerap daya keadaan aliran daya pada bus 4. Daya aktif
reaktif dari bus 3 melalui saluran 2. maupun daya reaktif yang melalui saluran 5
yang menuju bus 5 bernilai positif semua, hal
Sedangkan daya aktif yang bernilai positif
ini menunjukkan bahwa bus 4 mensuplai daya
pada bus 2 yang mengalir pada bus 3 aktif dan reaktif ke bus 5. Tegangan pada bus 4
menunjukkan bahwa bus 2 mensuplai daya sebesar 13,174 kV masih dalam batas yang
aktif pada bus 3 melalui saluran 2. diijinkan sehingga dayanya bisa terkirim
Tegangan pada bus 2 turun dari yang dengan baik. Turunnya tegangan sampai pada
semestinya menjadi 13,363 kV karena nilai ini karena masuknya daya reaktif dari bus
adanya daya reaktif yang masuk ke bus 2 1 dan bus 3.

G en1 (Swi ng)


2 0 MW
S alur an 1
Bus1 23882kW 11630kW Bus 2
13.8 kV 6204kvar 3124kvar 13.8 kV
kV kV
3.8 3 63
12252kW 1 3483k W 78 69kW 13.
3 07 9kv ar - 360 kv ar 3030kvar

M tr 1
100 00 HP

Salu ran 4 Salur an 2

Bus 4
13.8 kV

kV
174
13.

Gambar 7 Hasil simulasi aliran daya pada bus 1

http://jurnal.ee.unila.ac.id/ Volume: 3, No.1 | Januari 2009


Despa: Pengaturan Aliran Daya Reaktif Dengan Transformator Regulasi 63

G en1 (Swi ng)


20 MW
Salur an 1
Bus1 23882kW 11630kW Bus2
13.8 kV 6 20 4kv ar 3 12 4kv ar 13.8 kV
kV kV
3. 8 3 63
12252kW 1 348 3kW 7869k W 13.
3 07 9kv ar -360kvar 303 0kv ar
Sa lura n 4
Salu ran 2
Gen2 Mt r 1
20 MW 1 000 0 HP

20000kW
1 2400k var V
Bus3 4 k
.22
13.8 kV 6302k W 1 3
2 44 5kv ar

M tr 2
8000 HP

Gambar 8 Hasil simulasi aliran daya pada bus 2

Bus 2
13.8 kV
kV
3 63
3483k W 78 69kW 13.
- 360 kv ar 3030kvar

Salur an 2
G e n 2 M tr 1
2 0 MW 100 00 HP
S alur an 3
Bus 4 850kW
13.8 kV -162 0kvar 20000kW
12 400kvar V
6302kW Bus3 4 k
kV .22
13.
1 74
244 5kv ar 13.8 kV 17979kW 6 302kW 1 3
7889kvar 2445kvar

Mtr2
S alur an 6 8000 HP
M tr 3
8000 HP
Bus 5 kV
3 85
13.8 kV 12.

1 208kW 10214kW 10214kW


0 kvar 3897kvar 3897 kvar

Load1 M tr 4 Mt r 5
1.5 MVA 130 00 HP 130 00 HP

Gambar 9 Hasil simulasi aliran daya pada bus 3

Tegangan pada bus berada pada nilai gambar bahwa aliran daya reaktif yang
12,385 kV yang berarti di bawah batas sangat besar berasal dari bus 3 saluran 6
aman (  10 %) dari tegangan nominal bus sebesar 7,889 Mvar sedangkan dari bus 4
sebesar 13,8 kV. Ini terjadi karena adanya hanya mengirimkan daya reaktif sebesar
daya reaktif yang masuk ke bus 5, baik dari 1,554 Mvar.
bus 4 maupun dari bus 3. Tampak dari

Volume: 3, No.1 | Januari 2009 http://jurnal.ee.unila.ac.id/


64 ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro

G en1 (Swi ng)


2 0 MW

Bus1 23882kW
13.8 kV 6204kvar
V
8 k
12252kW 13.
3079kvar
Saluran 4

Gen 2
2 0 MW
S alur an 3
Bus 4 850kW
13.8 kV -162 0kvar 20000kW
12 400kvar V
6302kW 4 670kW Bus3 4 k
kV 13 .22
1 74 6 302kW
13. 244 5kv ar 1554 kvar 13.8 kV
2445kvar

Mtr2
Salu ran 5 8000 HP
M tr 3
8000 HP
Bus 5 kV
3 85
13.8 kV 12.

1 208kW 10214kW 10214kW


0 kvar 3897kvar 3897 kvar

Load1 M tr 4 Mt r 5
1.5 MVA 130 00 HP 130 00 HP

Gambar 10 Hasil simulasi aliran daya pada bus 4

Gen 2
2 0 MW

Bus 4 850kW
13.8 kV -162 0kvar 20000kW
12 400kvar V
6302kW 4 670kW Bus3 4 k
4 k
V .22
13.
17 244 5kv ar 1554 kvar 13.8 kV 17979kW 6 302kW 1 3
7889kvar 2445kvar

Mtr2
Salu ran 5 S alur an 6 8000 HP
M tr 3
8000 HP
Bus 5 kV
3 85
13.8 kV 12.

1 208kW 10214kW 10214kW


0 kvar 3897kvar 3897 kvar

Load1 M tr 4 Mt r 5
1.5 MVA 130 00 HP 130 00 HP

Gambar 11 Hasil simulasi aliran daya pada bus 5

http://jurnal.ee.unila.ac.id/ Volume: 3, No.1 | Januari 2009


Despa: Pengaturan Aliran Daya Reaktif Dengan Transformator Regulasi 65

Hasil Simulasi Aliran Daya pada Sistem 4,740 Mvar dan dari bus 3 ke bus 5 melalui
5 Bus 6 Saluran dengan Transformator saluran 6 berkurang menjadi 5,032 Mvar,
Pengatur Tegangan serta tegangan pada bus 5 meningkat
Perubahan aliran daya reaktif dari bus 4 ke menjadi 12,604 kV.
bus 5 melalui saluran 5 meningkat menjadi
G en1 (Swi ng)
2 0 MW
S alur an 1
Bus1 24105kW 11549kW Bus 2
13.8 kV 6623kvar 2661kvar 13.8 kV
kV kV
3.8 3 86
12556kW 1 3411k W 78 69kW 13.
3 96 1kv ar - 809 kv ar 3030kvar

M tr 1
100 00 HP

Salu ran 4 Salur an 2

Ge n 2
20 MW

Salur an 3
Bus 4 142kW B us 3 20000kW
13.8 kV -398 5kva r 13.8 kV 1240 0kva r V
7 k
.28
6302kW 5646kW 17172kW 6 302kW 1 3
kV
109 5 03 2kv ar 2445kvar
13. 2 445 kv ar 4 740 kv ar

Mtr3 Salu ran 5 Mtr2


8000 HP 8000 HP
Bus6 Sa lura n 6
13.8 kV kV
6 17
11.
5177kW
3 985 kv ar
Bus 5 T1
30 MV A kV
6 04
13.8 kV 12.

12 51kW 10214kW 10214kW


0kvar 389 7kvar 3897 kvar

Mtr4 Mt r 5
L oa d1 1 300 0 HP 130 00 HP
1.5 MVA

Gambar 12 Hasil simulasi setelah menggunakan transformator regulasi jenis pengatur


tegangan dengan perubahan tap dari –10 % s/d 10 %

Tabel 3 Perubahan besar aliran daya sebelum dan sesudah digunakan transformator
dengan perubahan tap dari –10 % sampai dengan 10 %

Sebelum digunakan Sesudah digunakan


Perubahan Aliran Daya
Aliran Daya Transformator Transformator
P (MW) Q (Mvar) P (MW) Q (Mvar) P (MW) Q (Mvar)
Bus 1 ke Bus 2 11.630 3.124 11.549 2.661 0.081 0.463
Bus 1 ke Bus 4 12.252 3.079 12.556 3.961 0.304 0.882
Bus 2 ke Bus 3 3.483 -0.360 3.411 -0.809 0.072 0.449
Bus 4 ke Bus 3 0.850 -1.620 0.142 -3.985 0.708 2.365
Bus 3 ke Bus 5 17.979 7.889 17.172 5.032 0.807 2.857
Bus 4 ke Bus 5 4.670 1.554 5.646 4.740 0.976 3.186

Volume: 3, No.1 | Januari 2009 http://jurnal.ee.unila.ac.id/


66 ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro

Tabel 4 Perubahan tegangan sebelum dan sesudah digunakan transformator


dengan perubahan tap –10 % sampai dengan 10 %

Tegangan Sebelum Tegangan Sesudah


Perubahan
Bus digunakan Transformator digunakan Transformator
Tegangan (kV)
kV % kV %
1 13,800 100,00 13,800 100,00 0
2 13,363 96,83 13,386 97,00 0,023
3 13,224 95,83 13,287 96,28 0,063
4 13,174 95,46 13,109 94,99 0,065
5 12,385 89,75 12,604 91,33 0,219

Analisis Hasil Simulasi Aliran Daya tap untuk mempertahankan bus 5 pada
pada Sistem 5 Bus 6 Saluran 13,8 kV. Bila tegangan pada bus 5
Dari hasil simulasi sebelum menggunakan dinaikkan oleh transformator pada saluran
transformator diperoleh tegangan bus 5 5, jatuh tegangan pada saluran 6 dapat
adalah sebesar 12,385 kV (89,75 %). dikurangi dan hal ini dapat dilakukan
Tegangan ini berada diluar batasnya, yaitu dengan mengurangi aliran daya reaktif
minimal 12,42 kV (90%) dan maksimal tanpa banyak mengubah aliran daya
15,18 kV (110 %) dari tegangan nominal aktifnya. Dengan membandingkan hasil
13,8 kV. Kontribusi jatuh tegangan ini simulasi pada sistem sebelum
disebabkan oleh adanya aliran daya reaktif menggunakan transformator pengatur
yang cukup besar dari bus 3 melalui tegangan dengan hasil simulasi setelah
saluran 6. Oleh karena itu untuk menggunakan transformator pengatur
mengurangi jatuh tegangan pada bus 5 tegangan tampak bahwa daya reaktif Q
dengan cara mengalihkan sebagian aliran yang mengalir ke dalam bus 5 dari bus 3
daya reaktif dari saluran 6 ke saluran 5 melalui saluran 6 mengalami penurunan,
dengan bantuan alat pengatur aliran daya yaitu dari 7,889 Mvar menjadi 5,032 Mvar
reaktif yaitu transformator pengatur atau terdapat perubahan aliran daya reaktif
tegangan. Transformator regulasi jenis sebesar 2,857 Mvar. Dan daya reaktif yang
pengatur tegangan bisa digunakan untuk melalui saluran 5 dari bus 4 ke bus 5
mengatur aliran daya reaktif pada saluran. mengalami peningkatan dari 1,554 Mvar
Oleh karena itu pada salah satu ujung menjadi 4,740 Mvar atau mengalami
saluran ditempatkan sebuah transformator perubahan aliran daya reaktif sebesar 3,186
regulasi tegangan yang mengatur aliran Mvar . Sedangkan untuk daya aktifnya
daya reaktif yang melalui saluran. Saluran tidak banyak mengalami perubahan. Hal
yang dipilih untuk dipasang transformator ini terjadi karena pemasangan
regulasi pengatur tegangan adalah saluran transformator regulasi jenis pengatur
yang mengalirkan daya reaktif lebih kecil, tegangan yang dapat mengalihkan sebagian
dalam simulasi ini dipilih saluran 5 yang aliran daya reaktif dari saluran 6 ke saluran
hanya mengalirkan 1,554 Mvar saja. 5. Penambahan daya reaktif pada saluran 5
Dengan demikian diharapkan bahwa menjadi 4,740 Mvar menyebabkan
kontribusi jatuh tegangan pada bus 5 dapat tegangan pada sisi masukan transformator
berkurang. menjadi sangat rendah jauh dibawah
tegangan yang diinginkan yaitu sebesar
Pertama-tama kita memerintahkan 11,617 kV, akan tetapi transformator
komputer untuk melihat transformator
sebagai LTC (Load Tap Changing) dengan

http://jurnal.ee.unila.ac.id/ Volume: 3, No.1 | Januari 2009


Despa: Pengaturan Aliran Daya Reaktif Dengan Transformator Regulasi 67

menaikkan tegangan pada sisi tegangan Energy Systems Theory”., McGraw-


keluarannya menjadi 12,604 kV (91,33 %). Hill Publishing Company Limited.,
New Delhi.
E. Kesimpulan Dan Saran [5] --------, 2000, “TAP Powerstation
Kesimpulan User Guide Operation Technology”.
Berdasarkan analisis hasil simulasi yang [6] Gatut Budiono., 1995, “Penerapan
telah dilakukan dapat diambil kesimpulan: Metode Dekomposisi dalam
1. Terjadi perubahan aliran daya reaktif Minimisasi Susut Daya dengan
pada saluran setelah digunakan Pengaturan Optimal Daya Reaktif
transformator regulasi jenis pengatur dan Tap Transformator pada Jaringan
tegangan, yaitu pada sistem 5 bus 6 Tenaga Listrik”., Elektroteknik ITB.,
saluran aliran daya reaktif pada saluran Bandung.
5 berubah dari 1,554 Mvar menjadi [7] Grainger, John J., William D.
4,740 Mvar Stevenson, 1994, “Power System
2. Untuk memperoleh tegangan yang Analysis”. McGraw Hill, Inc.
optimum pada bus yang ingin diatur, Singapore.
letak serta tap transformator regulasi [8] Harrison, J.A., “The Essence of
jenis pengatur tegangan yang tepat Electric Power System”. Prentice
adalah pada sisi bus yang ingin diatur Hall. Great Britain.
tegangannya, yaitu pada sistem 5 bus 6 [9] Hosea, E. dan Yusak Tanoto, 2004,
saluran diletakkan pada saluran 5 “Perbandingan Analisa Aliran Daya
antara bus 4 dan 5 yang mensuplai dengan Menggunakan Metode
daya reaktif lebih kecil (1,554 Mvar) Algoritma Genetika dan Metode
dibandingkan saluran 6 antara bus 3 NewtonRaphson”.http://puslit.petra.a
dan bus 5 yang mensuplai daya reaktif c.id/journals/electrical.
lebih besar (7,889 Mvar [10] Kundur, Prabha, 1994, “Power
System Stability and Control”.
Saran Electric Power Research Institute.
Agar sistem yang dianalisis atau [11] Lister, 1993, ”Mesin dan Rangkaian
disimulasikan mengarah pada jaringan Listrik (Terjemahan)”., Erlangga,
sistem tenaga yang ada atau lebih besar, Jakarta.
misalnya jaringan sistem tenaga di [12] Nagrath, Kothari., 1985, “Electric
Lampung atau Jawa – Bali. Machines”., Tata McGraw-Hill
Publishing Company Limited.
F. Daftar Pustaka [13] Paresh Chandra, Sen., 1996,
[1] A. Gross, Charles., 1986, “Power “Principles of Electric Machines and
System Analysis”., John Wiley & Power Electronics”, 2nd Edition,
Sons, United States of America. John Wiley and Sons, Inc. United
[2] Bruce, Smith., Jos Arrilaga., 1998, States of America.
“AC–DC Power System Analysis”., [14] Richardson, Dovald V., Arthur J.
Short Run Press, Ltd., England. Caisse, 1996, “Rotating Electric
[3] Deni, Almanda, Ir., 2000, “Peranan Machinery and Transformer
th
Kapasitor dalam Penggunaan Energi Technology 4 Edition”., Prentice-
Listrik”. Elektroindonesia.com. Hall, Inc. United States of America.
[4] Elgerd, Olle L., 1999, “Electric

Volume: 3, No.1 | Januari 2009 http://jurnal.ee.unila.ac.id/