Anda di halaman 1dari 3

LEARNING JOURNAL

Program Pelatihan : Pelatihan Dasar CPNS


Gelombang/Angkatan : 1 /II
Nama Mata Pelatihan : Pembelajaran Pelayanan Publik
Nama Peserta : Romadhoni, ST.,MT
Nomor Daftar Hadir : 15
Lembaga Penyelenggara
Pelatihan : PPSDM GEOMINERBA ESDM

A. Pokok pikiran
Diisi tentang pokok pokok pikiran dalam modul disertai dengan contoh kasus,
peristiwa, profil tokoh atau konsep pendukung hasil dari pelaksanaan pencarian
individu.

Fungsi utama ASN merupakan melaksanakan pelayan publik bagi masyarakat.


Dalam melaksanakan fungsinya sebagai pelayan publik, ASN dituntut untuk
memberikan pelayanan prima. Sebagai seorang pelayan publik maka wajib bagi
ASN untuk memahami pelayanan publik dengan baik, memahami konsep dan
prinsip pelayanan publik, pola pikir PNS sebagai pelayan publik , praktik etiket
pelayanan publik. Mengikuti UU No. 5 Tahun 2014, bahwa Aparatur Sipil
Negara (ASN) harus menjadi professional. Professional itu mengandung arti
bahwa setiap orang harus memiliki integritas kepada negara dan negeri
Indonesia, serta memiliki etos kerja yang baik untuk bertanggung jawab atas
setiap tugas yang diberikan oleh negara kepada semua ASN. Juga harus
memiliki keinginan untuk bekerja sebaik-baiknya, dan bekerja sama dengan
satu dan yang lain atau mengamalkan yang sudah menjadi budaya kita sekalian
yakni gotong-royong.
Pelayanan publik memiliki fungsi tidak hanya memenuhi kebutuhan-kebutuhan
dasar warga negara sebagai manusia, akan tetapi juga berfungsi sebagai
proteksi bagi warga negara. Budaya birokrasi yang melayani masyarakat dapat
dioperasionalisasikan dengan cara:
 Memiliki kode Etik untuk mengatur hal-hal apa saja yang secara etis
boleh dan tidak boleh dilakukan,
 Menjadikan prinsip melayani sebagai suatu kebanggaan,
 memiliki code of conduct atau SOP yang jelas dalam memberikan
pelayanan,
 Memiliki etika profesionalisme sebagai seorang birokrat.

Prinsip-pinsip pelayanan prima antara lain: Responsif terhadap


pelanggan/memahami pelanggan, Membangunvisi dan misi pelayanan,
Menetapkan standarpelayanan dan ukuran kinerja pelayanan,
Pemberianpelatihan dan pengembangan pegawai terkait bagaimana
memberikan pelayanan yang baik, Memberikanapresiasi kepada pegawai.
Bentuk-bentuk patologi birokrasi antara lain: Penggelembungan Organisasi,
Duplikasi Tugas dan Fungsi, Red Tape, Konflik Kewenangan, Korupsi Kolusi
dan Nepotisme, dan Enggan Berubah. Tujuh Sikap pelayanan, antara lain:
Passionate, Progressive, Proactive, Promt, Patience, Proporsional, Puctional.

Beberapa etiket dasar yang seharusnya dilakukan oleh ASN antara lain:
Politeness, Respectful, Attentive, Cooperatif, Tolerance, Informality, Self
Control. Beberapa manfaat dari etiket antara lain:
Communicative, Attractive, Respectable, dan Self Confidence.

Beberapa praktik etiket dalam pelayanan: Etiket dalam menyampaikan salam,


Etiket dalam berjabat tangan, Etiket dalam menerima tamu, Etiket dalam
bertamu/menerima tamu, dan Etiket dalam menangani keluhan pelanggan.
Dalam pelayanan public seperti yang dikatakan oleh Pameo yang terkenal pada
saat itu adalah: “whatever government does is public service”. Artinya semua
barang/jasa publik yang dibutuhkan oleh masyarakat dan diselenggarakan oleh
negara disebut sebagai pelayanan publik (Dwiyanto, 2010:14).
B. Penerapan
Diisi dengan gagasan pribadi tentang penerapannya untuk pengembangan
peran/perilaku Peserta di tempat kerja
Pelayanan public yang bisa diterapkan di Politeknik Negeri Bengkalis antara
lain:
 Memberikan layanan prima kepada mahasiwa, dosen, tenaga pendidikan
dan masyarakat.
 Menetapkan standar perilaku pelayanan prima dengan 5S (Salam, senyum,
Sapa, santun, sopan)
 Memberikan pemanfaatan teknologi yang optimal baik ke dalam
oranganisasi maupun masyakarat di sekitar.
 Menggunakan dan menjaga Fasilitas infrastruktur organsisasi dengan baik
dan segera melapor kepada bagian perbaikan bila mengalami kerusakan
atau butuh perawatan berkala.
 Memberikan pelayanan pendidikan, penelitian dan pembangdian
mahasiswa secara maksimal, agar terciptanya pendidikan yang berkuliatas
yang selalu berbanding lurus terhadap pelayanan.
 Membangun budaya pelayanan prima di unit kerja, sub bagian, dengan
menerapkan nilai-nilai ANEKA dan mekanisme Whole of Government yang
baik sehingga tercapainya tujuan organiasi.

Anda mungkin juga menyukai