Anda di halaman 1dari 7

Caryophylli flos

Bunga cengkeh

Klasifikasi Caryophylli flos


KINGDOM : Plantae
SUB KINGDOM : Viridiplantae
DIVISI : Tracheophyta
SUB DIVISI : Spermatophytina
KELAS : Magnoliopsida
ORDO : Myrtales
FAMILI : Myrtaceae
GENUS : Syzygium P. Br.
SPESIES : Syzygium aromaticum (L.)
Nama jenis : Bunga cengkeh adalah kuncup bunga Syzygium aromaticum (L.) Merr. & Perry,
Sinonim Eugenia caryophyllus (Spreng.) Bullock et Harison, Eugenia caryophyllata Thunb.,
Eugenia aromatic (L.) Labill.,
Suku : Myrtaceae
Nama daerah :
 Sumatera : Bungeu lawang, bunga lawang, singke, bunga lasang, sake, kembang lawang,
cengkeh, bunga cengkeh, cangkih
 Kalimantan : Sangke, seram, poriawane,
 Jawa : Cengkeh, cengke
 Nusatenggara : Cengkeh, wunga lawang, cangke, singke, palasenge, sengke
 Sulawesi : Bunga rawan, senghe, bunga lawang, hungho lawa, cangke, cengke
 Maluku : Poriawane, peela ano, pualawane, perawono, bunglawa, gomode,
bululawa,buwalawa, gomede
Kandungan : Sterol atau terpen,resin, minyak atsiri yang terdiri atas senyawa euganol,tanin,
kariofilin, dan gom (zat serupa damar, yang tidak berasa, hablurnya berupa
jarum ),asetileugenol, a-kariofilen,b-kariofilen,eugenin,vanillin, asam galotanat, Ca-oksalat.
Khasiat : Karminativa,stimulansia, obat mulas, antiemetika, anestetika lokal gigi, zat tambahan
dan aromatika.
Morfologi bunga cengkeh : Bunga yang berasal dari tanaman cengkeh ini terletak di bagian
ujung ranting daun atau biasanya dikenal sebagai flos terminalis, tangkai dari bunga tanaman
cengkeh ini penden dengan bertandan. Bunga dari tanaman cengkeh termasuk pada bunga yang
majemuk dan bagian ujung induk tangkainya akan selalu ditutup bunga. Bunga tanaman cengkeh
ini memiliki dasar bunga dan juga disertai dengan induk tangkai. Bunga cengkeh termasuk salah
satu bunga yang tunggal. Dasar bunga tanaman cengkeh berguna untuk menjadi pendukung
benang sari dan putik.
Morfologi serbuk bunga cengkeh : Warna coklat. Fragmen pengenal adalah fragmen dasar
bunga (hipantium), sel epidermis dengan kutikula tebal. Stomata tipe anomositik, kelenjar
minyak skizolisigen lepas atau dalam sel, fragmen epidermis daun mahkota dan epidermis daun
kelopak tampak tangensial, fragmen parenkim pusat dengan ruang antar sel besar, fragmen
tangkai
Bagian tanaman yang digunakan : kuncup bunga yang belum mekar

Pemerian : warna coklat, bau aromatik kuat, rasa agak pedas


Makroskopik : Bunga panjangnya 10 mm sampai 17,5 mm, dasar bunga (hipatinum) berisi 4,
agah pipih, bagian atas meliputi bakal buah yang tenggelam, berongga 2 berisi banyak bakal
buah melekat pada sumbu plasenta. Daun kelopak 4 helai tebal bentuk bundar telur atau segitiga,
runcing,lepas. Daun mahkota 4 helai warna lebih muda dari warna kelopak, tidak mekar tipis
seperti selaput, saling menutup seperti susunan genting. Benang sari banyak berbentuk
melengkung ke dalam tangki agak silinder atau segi empat, panjangnya 2,5 mm sampai 4 mm.
Mikroskopik : Pada penampung melintang bunga di bawah bakal buah tampak sel epidermis
bentuk empat persegi panjang terdiri dari 1 lapis sel dengan kutikula tebal, pada pengamatan
paradermal tampak sel epidermis bentuk polygonal dengan dinding sel rata, stomata bundar tipe
anomositik. Pada bagian korteks terdapat beberapa lapis sel parenkim bentuk polygonal atau
hamper bundar, kelenjar minyak skizolisigen bentuk bundar atau bundar telur terbalik. Pada
bagian dalam terdapat berkas pembuluh tipe bikolateral, serabut sklerenkim dan sel batu. Kristal
kalsium oksalat bentuk roset terdapat di semua bagian. Parenkim pusat terdiri dari beberapa lapis
sel kecil membentuk cincin dengan ruang antar sel yang besar. Pada daun mahkota dan daun
kelopak tampak sel epidermis atas dan bawah bentuk empat persegi panjang bila tampak
paradermal berbentuk polygonal, diantaranya terdapat parenkim bentuk polygonal, kelenjar
minyak skizolisigen, Kristal kalsium oksalat bentuk roset dan berkas pembuluh.

KESIMPULAN : Menyusul
Daftar Pustaka : Menyusul

Anda mungkin juga menyukai