Anda di halaman 1dari 12

Vocational Entrepreneurship

OLEH KELOMPOK : 8

NAMA :

1. I Gst Ayu Agung Ida Ratna Kartika Dewi (8)

2. Made Barry Prasta Wijaya ( 12 )

3. Ni Kadek Milayanti ( 14 )

4. Putu Hendra Raditya priliantama ( 39 )

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR

2019
Vocational Entrepreneurship

I. Apa yang dimaksud dengan Vocational Entrepreneur

 Pengertian Vocational Enterpreuners


Kata entrepreneur berasal dari bahasa Prancis, entreprendre, yang sudah dikenal sejak
abad ke 17, yang berarti berusaha.Dalam hal bisnis, maksudnya adalah memulai sebuah
bisnis.

 Pengertian Vocational Enterpreuners menurut para ahli

1. Kamus Merriam-Webster menggambarkan definisi entrepreneur sebagai seseorang yang


mengorganisir dan menanggung risiko sebuah bisnis atau usaha.
2. Menurut Thomas W. Zimmerer (2008) entrepreneurship (kewirausahaan) adalah
penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya
memanfaatkan peluang-peluang yang dihadapi orang setiap hari.
3. Menurut Andrew J. Dubrin (2008) entrepreneur adalah seseorang yang mendirikan dan
menjalankan sebuah usaha yang inovatif.Istilah entrepreneurship (kewirausahaan) pada
dasarnya merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan
(ability) dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh
peluang dengan berbagai risiko yang mungkin dihadapinya.

Entrepreneurship adalah segala hal yang berkaitan dengan sikap, tindakan dan
proses yang dilakukan oleh para entrepreneur dalam merintis, menjalankan dan
mengembangkan usaha mereka. Entrepreneurship merupakan gabungan dari kreativitas,
inovasi dan keberanian menghadapi resiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk
membentuk dan memelihara usaha baru. Dari pandangan para ahli dapat 6 disimpulkan
bahwa entrepreneurship adalah kemampuan dalam berfikir kreatif dan berperilaku
inovatif yang dijadikan sebagai dasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan siasat, kiat
dan proses dalam menghadapi tantangan hidup.

Entrepreneurship secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard


Castillon pada tahun 1755.Di luar negeri, istilah entrepreneurship sendiri telah dikenal
sejak abad ke-17, sedangkan di Indonesia istilah entrepreneurship baru dikenal pada akhir
abad ke-20. Beberapa istilah entrepreneurship seperti di Belanda dikenal dengan
ondernemer, dalam bahasa Prancis dikenal dengan istilah entreprendre, dalam bahasa
jerman entrepreneur disebut dengan unternehmer, turunan dari kata unternehmen yang
diartikan menjalankan, melakukan dan berusaha. Pendidikan entrepreneurship mulai
dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan
sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan entrepreneurship atau manajemen
usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan
pendidikan entrepreneurship. Di Indonesia, entrepreneurship dipelajari baru terbatas pada
beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan
tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman entrepreneurship baik melalui
pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat
entrepreneurship menjadi berkembang.

 Apa yang dimaksud dengan vocational


Kecakapan vocational (vocational skill/VS) seringkali disebut pula dengan
“kecakapan kejuruan”, artinya kecakapan yang dikaitkan dengan bidang pekerjaan
tertentu yang terdapat di masyarakat. Kecakapan vokasional lebih cocok bagi siswa yang
akan menekuni pekerjaan yang lebih mengandalkan keterampilan psikomotor dari pada
kecakapan berpikir ilmiah. Oleh karena itu, kecakapan vokasional lebih cocok bagi siswa
SMK, kursus keterampilan atau program diploma.
Kecakapan vokasional mempunyai dua bagian, yaitu:
kecakapan vokasional dasar (basic vocational skill) dan kecakapan vokasional khusus
(occupational skill) yang sudah terkait dengan bidang pekerjaan tertentu. Berikut ini adalah
penjabarannya:
1. Kecakapan dasar vokasional, mencakup antara melakukan gerak dasar, menggunakanalat
sederhana diperlukan bagi semua orang yang menekuni pekerjaan manual (misalnyapalu,
obeng dan tang), dan kecakapan membaca gambar sederhana. Di samping itu,kecakapan
vokasional dasar mencakup aspek sikap taat asas, presisi, akurasi dan tepatwaktu yang
mengarah pada perilaku produktif .
2. Kecakapan vokasional khusus, hanya diperlukan bagi mereka yang akan
menekunipekerjaan yang sesuai. Misalnya menservis mobil bagi yang menekuni
pekerjaan dibidang otomotif, meracik bumbu bagi yang menekuni pekerjaan di bidang
tata boga, dansebagainya. Namun demikian, sebenarnya terdapat satu prinsip dasar dalam
kecakapanvokasional, yaitu menghasilkan barang atau menghasilkan jasa.Kecakapan
akademik dan kecakapan vokasional sebenarnya hanyalah penekanan. Kecakapan
akademik dan kecakapan vokasional sebenarnya hanyalah penekanan. Bidang
pekerjaan yang menekankan keterampilan manual, dalam batas tertentu juga memerlukan
kecakapan akademik. Demikian sebaliknya, bidang pekerjaan yang
menekankankecakapan akademik, dalam batas tertentu juga memerlukan kecakapan
vokasional. Bahkan antara GLS , AS dan VS terjadi saling terkait dan tumpang tindih.
Pada Gambar 3 terlihat tumpang tindih itu. Bagian tumpang tindih antara GLS dengan
AS, seringkali disebut kecakapan akademik dasar (basic academic skill) , bagian tumpang
tindih antara GLS dan VS sering disebut dengan kecakapan vokasional dasar (basic
vocational skill) , dan tumpang tindih antara AS dan VS sering disebut dengan kecakapan
vokasional berbasis akademik (science based vocational skill)

 Faktor Pendorong Entrepreneurship


Antonic (2007) yang dikutip Budiharjo (2011) menyebutkan antesenden entrepreneurship
dibagi menjadi dua yaitu lingkungan (environment) dan organisasi (organization).
1      Faktor lingkungan yang positif meliputi dinamisme peluang teknologi, pertumbuhan industry,
dan permintaan untuk produk baru, sedangkan antesenden untuk lingkungan yang tidak
dikehendaki meliputi perubahan yang tidak dikehendaki dan persaingan yang tinggi.
2      Dari sisi organisasi, karakteristik organisasi yang dapat mendorong entrepreneurship adalah
system terbuka, kendali formal pada aktivitas entrepreneurship, pemindahan intensif pada
lingkungan, dukungan organisasional, dan nilai-nilai perusahaan. Dalam penelitiannya, Antonic
(2007) membuktikan bahwa entrepreneurship berkorelasi secara positif dengan pertumbuhan
(company growth), dan dibuktikan pula bahwa dimensi lingkungan dan karakteristik
organanisasi (organization characteristics) berkorelasi positif dengan entrepreneurship.

 Faktor Penghambat Entrepreneurship


Eesley dan Longenecker (2006, dikutip oleh Budiharjo, 2011) mengemukakan 10
hambatan utama dalam entrepreneurship meliputi :
1.         Menghukum kesalahan yang disebabkan oleh tindakan risk taking.
2.         Gagasan-gasasan tanpa tindak lanjut.
3.         Tidak ada dorongan entrepreneurship.
4.         Unhealthy politicking dalam organisasi.
5.         Komunikasi yang buruk antar karyawan dan juga pada pelanggan.
6.         Karyawan tidak didorong berpikir untuk mencari peluang.
7.         Misi, sasaran perusahaan tidak jelas.
8.         Kurang dukungan manajemen.
9.         Penghasilan keputusan beresiko yang tidak diberi reward.
10.    Keterbatasan waktu dan sumber daya.

II. Berbagai Bidang Keahlian Kejuruan

Berikut ini adalah macam-macam bidang keahlian kejuruan:


1. Bidang usaha ekstraktif
Bidang usaha ekstraktif adalah kegiatan produksi yang bergerak di bidang
pengambilanatau pemanfaatan sumber daya alam secara langsung tanpa diolah terlebih
dahulu Misalnya, penambang yang mengambil hasil tambang atau nelayan yang
menangkapikan di laut. Nelayan menangkap ikan merupakan salah satu contoh kegiatan
produksiekstraktif.
2. Bidang usaha agraris
Bidang usaha agraris adalah kegiatan produksi yang bergerak di bidang pengolahan atau
pengelolaan tanah. Contohnya, petani yang mengolah tanah untuk dijadikan sawah atau
kebun
3. Bidang usaha industri
Bidang usaha industri, adalah kegiatan produksi yang bergerak di bidang pengolahan
bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Misalnya, industry
pengolahan kapas menjadi benang, industri otomotif, dan kerajinan.
4. Bidang usaha perdagangan
Bidang usaha perdagangan adalah kegiatan produksi yang bersifat menambah nilai guna
barang dengan cara menjual barang dari produsen ke konsumen. Suatu barang akan lebih
berguna bila berada di tempat yang lebih membutuhkan, maka sebenarnya kegiatan
niaga pun termasuk kegiatan produksi. Seperti sayuran di desa diangkut ke kota yang
lebih membutuhkan atau barang yang tersimpan digudang pabrik akan lebih bermanfaat
bila disalurkan atau dijual kepada konsumen yang lebih membutuhkan. Contoh usaha
produksi di bidang perdagangan antara lain: toko kelontong, agen koran, atau
supermarket.
5. Bidang usaha jasa
Bidang usaha jasa adalah kegiatan produksi yang bergerak di bidang jasa dan pelayanan.
Misalnya bank, pos, agen perjalanan, restoran, rumah sakit, dan bengkel. Bengkel motor
merupakan salah satu kegiatan produksi di bidang jasa
6. Akuntansi
Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan
menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan. Dalam
jurusan ini, kita dituntut dapat bekerja sama dengan relasi lain, bekerjasama dengan
sosial yang berbeda.
7. Administrasi Perkantoran/Sekretaris
Jurusan ini akan selalu dibekal dengan keterampilan yang baik seperti mengetik sepuluh
jari buta tanpa lihat di keyboard, stenografi, k3, kearsipan, korespondensi, dengan
ditunjang oleh penguasaan bahasa Inggris dan kepribadian yang baik secara professional
di bidangnya.
8. Multimedia
Lulusan dalam jurusan ini diharapkan dapat menjadi tenaga programmer tingkat
menengah dengan penguasaan software pemrograman berbasis database dan internet.
Dengan penguasaan bidang teknologi informasi, kita dapat lebih mudah mencari
pekerjaan dalam lapangan kerja.
9. Pemasaran
Mempersiapkan jiwa yang kuat untuk menjadi tenaga-tenaga PR yang dibekali dengan
pengetahuan dan keterampilan bidang PR dan Marketing, komunikasi negosiasidan
transaksi serta mampu mengoperasikan penjualan dilokasi.
10. Usaha Jasa Perjalanan
Keberhasilan pariwisata Indonesia akan sangat ditentukan oleh adanya kelancaran
transportasi, akomodasi, dan kenyamanan para pengguna (wisatawan lokal dan
mancanegara) selama melakukan perjalanan wisatanya. Dalam jurusan ini
mempersiapkan tenaga professional dengan memiliki pengetahuan dan keterampilan
dalam membuat perencanaan dan manajemen perjalanan wisata, reservasi, marketing,
pemanduan wisata, dengan dibekali penguasaan teknologi informasi, bahasa Inggris dan
Jepang.
11. Produksi Grafika
Program keahlian yang mempersiapkan siswa menjadi terampil di bidang teknik
produksi grafika (percetakan) mencakup penguasaan berbagai jenis mesin dalam industri
percetakan.

 Hubungan antara Bidang Keahlian dan Bakat dengan Jenis Usaha

Keahlian adalah kemampuan seseorang untuk melakukan sesuatu yang sifatnya


spesifik, fokus namun dinamis yang membutuhkan waktu tertentu untuk mempelajarinya dan
dapat dibuktikan. Skill apapun dapat dipelajari namun membutuhkan dedikasi yang kuat
untuk mempelajari ilmu tersebut seperti perlunya mental positif, semangat motivasi, waktu
dan terkadang uang.

Bakat (aptitude) mengandung makna kemampuan bawaan yang merupakan potensi


(potential ability) yang masih perlu pengembangan dan latihan lebih lanjut. Karena sifatnya
yang masih potensial, bakat memerlukan ikhtiar pengembangan dan pelatihan secara serius
dan sistematis agar dapat terwujud. Bakat berbeda dengan kemampuan (ability) yang
mengandung makna sebagai daya untuk melakukan sesuatu, sebagai hasil pembawaan dan
latihan. Bakat juga berbeda dengan kapasitas yaitu kemampuan yang dapat dikembangkan di
masa yang akan datang apabila latihan dilakukan secara optimal.
Hubungan antara bidang keahlian dan bakat dengan jenis usaha adalah saling
berhubungan karena bidang keahlian dan bakat merupakan kemampuan berbeda yang
dimiliki oleh setiap orang yang biasanya diperlihatkan melalui keterampilannya dalam
melakukan sesuatu sehingga ia terlihat berpotensi pada jenis usaha atau apapun yang
ditekuninya dan dari sanalah seseorang tersebut mendapat prestasi yang sesuai dengan
kemahirannya dalam membentuk dirinya menjadi sesuatu yang lebih berguna. Melalui inilah,
setiap orang yang bekerja dalam menciptakan sebuah usaha, perlu berdasarkan keahlian dan
bakat yang dimiliki agar usahanya dapat berjalan sesuai dengan apa yang menjadi tujuan
jenis usahanya.
Kebanyakan orang sulit membedakan antara keahlian dan bakat. Keahlian biasanya
digambarkan denga kemampuan seseorang karena ia menyukai atau memiliki hobi yang
dapat dikatakan lebih unggul. Hal itu didapat karena ia ingin mencoba sesuatu yang berbeda,
hingga ia harus mempelajari lebih dalam agar ia bisa lebih banyak mengembangkan wawasan
dari ilmu yang telah ia dapatkan di saat sudah mempelajari hal-hal yang sifatnya dapat
membantu mendorongnya untuk lebih maju. Sedangkan biasanya digambarkan melalui
talenta yang telah ia dapatkan dari sejak ia lahir (anugerah dari Tuhan), sehingga ia bisa lebih
terlihat maksimal tanpa harus mempelajari hal-hal yang membantunya untuk memiliki
potensi yang sedemikian rupa.
III. MENEMUKAN PELUANG BISNIS DARI MINAT BUKAN MELIHAT ORANG
LAIN

Agar bisa mencapai kesuksesan dalam mengubah peluang menjadi sebuah peluang emas,
kita harus memulainya dari MINAT. Dengan memiliki minat di sektor bisnis yang tepat dengan
sebuah INDUSTRI maka itulah yang disebut BISNIS. Kemudian kita harus menguasai PANGSA
PASARnya agar peluang kita memiliki nilai jual yang tinggi guna memenuhi kebutuhan pasar
yang kosong.
a. Langkah Pertama : TENTUKAN DARI MANA MULAI MENEMUKAN SEBUAH
SUMBER PELUANG
Kita tahu bahwa sumber peluang yang paling potensial adalah diri sendiri dan salah
satu pijakan awalnya adalah minat sendiri. setelah mengetahui pijakan awal, maka
mulailah melakukan riset dantrial untuk menemukan kekuatan peluang di segmen
yang tepat.
b. Langkah Kedua : TEMUKAN DI SEKTOR MANA MASUK
Kekuatan peluang itu bertumpu pada kekuatan sektor bisnis yang tepat sehingga
harus benar-benar memilih sesuai dengan minat dan kekuatan sebuah bisnis yang
tepat adalah kekosongan pasarnya.
c.  Langkah Ketiga : BERDAYAKAN KEKUATAN PRODUK AGAR PUNYA
NILAI JUAL
Jika peluang yang bagus dan tepat untuk mengisi kekosongan pasar tidak
mempunyai nilai jual yang tinggi, maka peluang itu hanyalah sekedar impian. Oleh
karena produk itu tidak akan laku di pasaran (tidak memenuhi kebutuhan dan tren
pasar).hal ini merupakan sebuah proses yang sangat penting dari tahapan di atas.
d. Langkah Keempat : EVALUASI DAN BERDAYAKAN PELUANG MENJADI
PRODUK (BISNIS)
Sebagai langkah terakhir untuk memanfaatkan peluang yaitu dengan mengevaluasi
dan menganalisa faktor keberhasilan dan faktor kegagalan peluang bisnis  dan
kembangkan menjadi sebuah produk untuk memulai bisnis yang potensial.

 MENEMUKAN KARAKTER BISNIS ANDA-TEMUKAN DALAM DIRI ANDA


(AKU)

Banyak pengusaha dan pebisnis muda mengawali bisnis mereka dari posisi yang salah
atau kurang tepat. Anda mungkin memulai dengan melihat orang lain yang telah sukses dibidang
tertentu, namun hal itu tidak menjamin anda juga akan sukses karena anda bukan dia dan bisnis
anda bukanlah bisnisnya.

 Jangan menjiplak orang lain karena itu tidak benar


Setiap orang memiliki kekuatan yang berbeda, unik dan tidak sama. “be yourself” apapun kata
orang janganlah anda melihat bahwa bisnis orang lain yang sukses dapat ditiru dengan mudah
seperti mesin fotokopi. Banyak orang di dalam memulai sebuah usaha meniru bisnis orang lain
dan yang sering terjadi adalah mereka gagal. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan karakter atau
personalitas, kondisidansituasi. Mulailah segala hal dari diri anda sendiri.

 Memahami karakter bisnis anda


Berdasarkan cara berkomunikasi, manusia di golongkan menjadi 2 yaitu extrovert dan introvert.
Extrovert adalah orang-orang yang cenderung suka berbicara sedangkan introvert adalah orang-
orang yang cenderung senang mendengar dan memahami orang lain.

Dalam dunia bisnis, ada 4 jenis tipe personality manusia yang juga mengakibatkan


empat personality yang berbeda pula yaitu controller, facilitator, advocator dan analytic.

1. Controller
Seorang controller memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
-          Pembawaannya kuat-dominasi kuat, system dan aturan jelas.
-          Popular- ambisius, suka variasi, bosan
-          Orientasi hasil- memiliki kemauan yang keras
-          Menyukai tantangan, bersedia bekerja keras, tidak begitu suka berbicara, cepat dan praktis
-          Dalam melihat risiko bersifat “spekulatif”

2. Facilitator
Ciri-ciri seorang facilitatoryaitu :
-          Bekerja karena pengakuan (ingin menjadi orang yang penting)
-          Kurang waspada akan hasil akhir
-          Mencari pengaruh
-          Tenaga ahli- pekerja kuat
-          Cenderung menghindari risiko

3. Advocator
Ciri seorang advocator yaitu :
-          Extrovert
-          Pandai bergaul
-          Easy going dan pemimpi
-          Ramah dan simpatik
-          dalam melihat risiko bersifat “consultative” (menentukan keputusan setelah melihat
pertimbangan orang yang dianggap dekat)

4. Analytic
-          Konvensional, pemikir, formal
-          Teliti, hati-hati dan bimbang
-          Introvert, susah bersosialisasi, membatasi diri, perenung
-          Pendiam, pemikir danperfectsionis
-          Dalam melihat risiko bersifat kalkulatif (memperhitungkan untung rugi terlebih dahulu)
BAB III
PENUTUP
   Kesimpulan
Entrepreneurship merupakan gabungan dari kreativitas, inovasi dan keberanian
menghadapi resiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara
usaha baru. Dari pandangan para ahli dapat disimpulkan bahwa entrepreneurship adalah
kemampuan dalam berfikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan sebagai dasar, sumber
daya, tenaga penggerak, tujuan siasat, kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup.
Keahlian kewirausahaan adalah kemampuan yang akan menyukseskan atau menggagalkan
bisnis anda. Memiliki keahlian ini sejak dari awal akan mengurangi rintangan anda dalam
memulai karir baru sebagai seorang pengusaha. Keahlian kewirausahaan harus dimiliki oleh
seorang yang akan memulai suatu usaha, agar kegiatan usahanya teratur dan bisa berhasil.