Anda di halaman 1dari 10

MK Hari : Kamis

Ilmu Kesehatan Masyarakat Tanggal : 19 Maret 2020

ILMU KEPENDUDUKAN DAN UKURAN STATISTIK KESEHATAN


Disusun oleh:
DIII Gizi TK. 1A
Disusun oleh:
Puji Lestari P031913411028

Dosen Pengampu :
Dewi Erowati,S. GZ,. MPH

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN


KESEHATAN RIAU
JURUSAN GIZI
2020
A. Pengertian Statistik dan Kependudukan
1. Statistik

Secara etimologis kata statistic berasal dari kata status (bahasa latin) yang
mempunyai persamaan arti dengan kata state (bahasa inggris) atau kata staat
(bahasa belanda), dan yang dalam bahasa indonesia diterjemahkan menjadi
negara. Pada mulanya, kata statistic diartikan sebagai kumpulan bahan keterangan
(data), baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud
angka (data kualitatif), yang mempunyai arti penting dan kegunaan yang besar
bagi suatu Negara. Namun, pada perkembangan selanjutnya, arti kata statistic
hanya di batasi pada kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka (data
kuantitatif) dan yang tidak berwujud angka (data kualitatif).

Istilah statistic juga sering diberi pengertian sebagai kegiatan statistic atau
kegiatan persetatistikan atau kegiatan pensetatistikan. Sebagaimana disebutkan
dalam undang-undang tentang statistic (lihat undang-undang No. 7 tahun 1960),
kegiatan statistic mencakup 4 hal, yaitu: (1) pengumpulan data, (2) penyusunan
data, (3) pengumuman dan pelaporan data, dan (4) analisis data.

Statistik berasal dari kata state yang artinya negara. Dalam pengertian
yang paling sederhana statistik artinya data. Dalam pengertian yang lebih luas,
statistik dapat diartikan sebagai kumpulan data dalam bentuk angka maupun
bukan angka yang disusun dalam bentuk tabel (daftar) dan atau diagram yang
menggambarkan (berkaitan) dengan suatu masalah tertentu.

Statistik adalah ilmu dan seni pengembangan dan penerapan metode yang
paling efektif untuk kemungkinan salah dalam kesimpulan dan estimasi dapat
diperkirakan dengan menggunakan penalaran induktif berdasarkan matematika
probabilitas (Anderson And Bancrof).
Statistik adalah keterangan berupa angka-angka yang memberikan
gambaran yang wajar dari seluruh ciri-ciri kegiatan dan keadaan masyarakat
Indonesia(UU RI No. 7 tahun 1960).

2. Kependudukan

Kependudukan adalah hal yang berkaitan dengan jumlah, pertumbuhan,


persebaran, mobilitas, penyebaran, kualitas, kondisi kesejahteraan, yang
menyangkut politik, ekonomi, sosial, budaya, agama serta lingkungan ( uu No.
23 Th 2006).

Ilmu Kependudukan dimaksudkan untuk memberikan pengertian yang


lebih luas dari pada demografi, karena sejumlah ahli demografi telah
menggunakan istilah demografi untuk menunjuk pada demografi formal,
demografi murni, atau kadang-kadang demografi teoritis.

Sedangkan arti dari demografi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani,
yang terdiri dari kata:

 demos, yang artinya rakyat/penduduk


 grafein, yang artinya menggambar atau menulis.

Demografi adalah suatu studi mengenai jumlah distribusi dan komposisi


dan koposisi penduduk serta komponen-komponen yang menyebabkan
perubahan yang diidentifikasi sebagai natalitas, gerak penduduk teritorial dan
mobilitas sosial (perubahan status). Merupakan analisa statistik penduduk, hanya
mempersoalkan hubungan antar variable demografi (Dependen dan independen)

B. Dinamika kependudukan di Indonesia

Dinamika kependudukan adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah


tertentu dari waktu ke waktu. pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan
tingkat kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan
ke luar maupun ke luar. Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan
jumlah penduduk suatu daerah dari waktu ke waktu.

Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada
suatu daerah mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal.
Pertumbuhan penduduk meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk
dari luar ke dalam lebih besar dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari
dalam ke luar.

Dinamika kependudukan adalah perubahan penduduk. Perubahan tersebut


selalu terjadi dan dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 1992 Tentang
´Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Sejahtera disebut sebagai
Perkembangan Kependudukan. Perkembangan kependudukan terjadi akibat adanya
perubahan yang terjadi secara mauoun karena perilaku yang terkait dengan upaya
memenuhi kebutuhannya. Perubahan alami tersebut adalah karena kematian dan
kelahiran. Sedangkan yang terkait dengan upaya pemenuhan kebutuhan adalah
migrasi atau pindahan tempat tinggal.

Setiap perubahan yang diakibatkan salah satu faktor perubahan penduduk


tersebut akan berdampak pada keseluruhan, misalnya jumlah menurut umur
penduduk dan jenis kelamin penduduk. Hal-hal yang diperlukan dalam pengukuran
dinamika kependudukan adalah :

1. Indikator

Indikator diperlukan untuk mengetahui dan mempelajari dengan tepat


berbagai keadaan atau perubahan yang terjadi pada penduduk disuatu negara.
Indikator dalam demografi terdiri dari beberapa hal, yaitu :

a. Jumlah penduduk
b. Komposisi penduduk menurut jenis kelamin, umur, suku bangsa,
pendidikan, agama, pekejaan, dan lain-lain.
c. Proses demografi yang mempengaruhi jumlah dan komposisi penduduk
2. Parameter

Ukuran atau satuan yang memberikan penilaian kuantitatif. Ada dua


macam pengukuran, yaitu :

a. Angka Absolut
b. Angka Relatif

Dinamika kependudukan menjelaskan bahwa di samping jumlah absolutnya


yang tetap tinggi, persoalan kependudukan di Indonesia meliputi persebaran serta
kualitas penduduk dipandang dari sudut sumberdaya manusia secara keseluruhan.

Pemahaman terhadap dinamika penduduk sangat penting dalam demografi.


Manfaat dari memahami dinamika penduduk adalah sebagai berikut.

1. Mengetahui jumlah penduduk pada suatu waktu dan wilayah


tertentu.
2. Memahami perkembangan dari keadaan dahulu, sekarang dan
perkiraan yang akan datang.
3. Mempelajari hubungan sebab akibat keadaan penduduk dengan
aspek kehidupan lain misalnya ekonomi, pendidikan, sosial,
kesehatan dan lain-lain.
4. Merancang antisipasi menghadapi perkembangan kependudukan
yang terjadi baik hal yang menguntungkan maupun merugikan.

3. Faktor-faktor demografi yang mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk


a. Angka kelahiran (fertilitas)
Fertilitas dalam pengertian demografi adalah kemampuan seorang
wanita secara riil untuk melahirkan yang diwujudkan dalam jumlah bayi
yang senyatanya dilahirkan. Tinggi rendahnya kelahiran erat hubungannya
dan tergantung Pada struktur umur, banyaknya kelahiran, banyaknya
perkawinan, penggunaan alat kontrasepsi, aborsi, tingkat pendidikan,
status pekerjaan, serta pembangunan.
Beberapa fertilitas yang sering digunakan adalah :
1. Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate)
Angka kelahiran kasar adalah angka yang menunjukkan jumlah
kelahiran pertahun di satu tempat per seribu penduduk.
2. Angka kelahiran khusus (age specific birth rate/asbr)
Angka kelahiran khusus yaitu angka yang menunjukkan
banyaknya kelahiran bayi setiap 1.000 penduduk wanita pada
kelompok umur tertentu. asbr dapat dihitung dengan rumus berikut
ini.
3. Angka kelahiran umum (general fertility rate/gfr)
Angka kelahiran umum yaitu angka yang menunjukkan
banyaknya kelahiran setiap 1.000 wanita yang berusia 15 – 49
tahun dalam satu tahun. gfr dapat dihitung dengan menggunakan
rumus berikut ini.
Adanya anggapan bahwa anak laki-laki lebih tinggi nilainya,
jika dibandingkan dengan anak perempuan, sehingga bagi keluarga
yang belum memiliki anak laki-laki akan berusaha untuk
mempunyai anak laki-laki.
Adanya penilaian yang tinggi terhadap anak, sehingga bagi
keluarga yang belum memiliki anak akan berupaya bagaimana
supaya memiliki anak.

b. Angka Kematian (Mortalitas)


Angka kematian dibedakan menjadi tiga macam yaitu angka kematian
kasar, angka kematian khusus, dan angka kematian bayi.
1. Angka kematian kasar (crude death rate/cdr)
Aangka kematian kasar yaitu angka yang menunjukkan
banyaknya kematian setiap 1.000 penduduk dalam waktu satu
tahun.
2. Angka kematian khusus (age specific death rate/asdr)
Angka kematian khusus yaitu angka yang menunjukkan
banyaknya kematian setiap 1.000 penduduk pada golongan umur
tertentu dalam waktu satu tahun. asdr dapat dihitung dengan
menggunakan rumus berikut ini.
3. Angka kematian bayi (infant mortality rate/imr)
Angka kematian bayi yaitu angka yang menunjukkan
banyaknya kematian bayi (anak yang umurnya di bawah satu
tahun) setiap 1.000 kelahiran bayi hidup dalam satu tahun.

Tinggi rendahnya angka kematian penduduk dipengaruhi oleh beberapa faktor


yaitu faktor pendorong dan faktor penghambat.

C. Ukuran Statistik Kesehatan

Purata (rate) adalah ukuran umum yang sering digunakan dalam analisis statistik,
khususnya statistik kesehatan. Rate adalah suatu jumlah kejadian dihubungkan
dengan populasi yang bersangkutan.

Jumlah kejadian (kasus)

Rate (purate) = ---------------------------- x 1000

Populasi yang beresiko

Rate yang dihitung dari total populasi didalam suatu area sebagai denominator
(penyebut) disebut crude rate atau angka kasar (purata kasar). Sedangkan rate yang
dihitung dari kelompok atau segmen tertentu disebut specific rate atau angka spesifik
(purata spesifik).
Angka kasar yang sering digunakan dalam kesehatan masyarakat :

1. Crude rate yang sering digunakan dalam kesehatan masyarakat :


 Crude Birth Rate (Angka Kelahiran Kasar)

Jumlah kelahiran hidup yang dilaporkan selama 1 tahun

---------------------------------------------------------------- x 1000

Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tersebut

 Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar)

Jumlah kematian yang dilaporkan selama 1 tahun

----------------------------------------------------------- x 1000

Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tersebut

 Natural Increase Rate (Pertambahan Penduduk Secara Alamiah)

Jumlah kelahiran dikurangi jumlah kematian

-------------------------------------------------- x 1000

Jumlah penduduk pada pertengahan tahun

2. Specific Rate yang sering digunakan kesehatan masyarakat


a. Berkaitan dengan Bayi dan Anak
 Infant Mortality Rate (Angka Kematian Bayi)

Jumlah bayi mati umur dibawah 1 tahun

---------------------------------------------- x 1000

Jumlah kelahiran hidup selama 1 tahun

 Neonatal Mortality Rate (Angka Kematian Neonatal)


Jumlah bayi mati dibawah 1 bulan

--------------------------------------------- x 1000

Jumlah kelahiran hidup selama 1 tahun

 Post Neonatal Mortality Rate (Angka Kematian Pasca Neonatal)

Jumlah anak mati umur 1 bulan - 1 tahun

------------------------------------------------ x 1000

Jumlah kelahiran hidup selama 1 tahun

b. Berkaitan dengan Kehamilan dan Kelahiran


 Still Birth Rate (Angka Lahir Mati)

Jumlah bayi lahir mati pada umur kehamilan cukup

----------------------------------------------------------- x 1000

Jumlah bayi lahir hidup dan lahir mati

 Perinatal Mortality Rate (Angka Kematian Perinatal)

Jumlah bayi lahir hidup dan mati dibawah 1 tahun

--------------------------------------------------------- x 1000

Jumlah bayi hidup dan mati

 Maternal Mortality Rate (Angka Kematian Ibu)

Jumlah kematian ibu karena kehamilan, kelahiran

---------------------------------------------------------- x 1000

Jumlah lahir hidup dan lahir mati


 Fertility Rate (Angka Kesuburan)

Jumlah kelahiran dalam 1 tahun

----------------------------------------- x 1000

Jumlah wanita berumur 15-49 tahun

c. Umum
 Age Specific Death Rate (Angka Kematian Berdasarkan Kelompok
Umur)

Jumlah kematian pada kelompok umur tertentu

------------------------------------------------------ x 1000

Jumlah populasi pada kelompok umur tertentu

 Sex Specific Death Rate (Angka Kematian Berdasarkan Jenis


Kelamin)

Jumlah kematian pada golongan seks tertentu

----------------------------------------------------- x 1000

Jumlah populasi pada golongan seks tertentu

Sumber :

Prof. Dr. Soekidjo Notoatmodjo. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan


Masyarakat. Cet. ke-2, Mei. Jakarta : Rineka Cipta. 2003.