Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM GAWAT DARURAT

“STANDART EQUIPMENTS AND MATERIALS IN MEDICAL EMERGENCY


UNIT”

Disusun Oleh :
Elvira Priska Damayanti
P1337425218022

DIV – KEPERAWATAN GIGI


POLITEKNIK KESEHATAN KEMETRIAN KESEHATAN
SEMARANG
2020
A. PENGERTIAN

Unit Gawat Darurat (UGD) adalah salah satu unit dalam rumah


sakit yang menyediakan penanganan awal pasien, sesuai dengan tingkat
kegawatannya. Seorang petugas skrining akan memilah pasien dalam kelompok
triase. Adapun kelompok triase tersebut terdiri dari; triase merah, triase kuning,
triase hijau, dan triase hitam. Pada kelompok merah diberlakukan bagi pasien
yang membutuhkan penanganan segera, karena kondisi sakit yang mengancam
nyawa atau menimbulkan kecacatan. Sedangkan, triase kuning diperuntukan
bagi pasien dengan tanda-tanda vitasl stabil, tapi membutuhkan pengawasan
ketat, walau demikian penanganannya bisa ditunda untuk sementara. Pasien
dengan kondisi stabil dan tidak memerlukan penanganan segera, merupakan
kondisi pasien dalam kelompok triase hijau. Triase hitam diperuntukan bagi
pasien yang datang ke UGD dalam kondisi meninggal dunia. Di UGD dapat
ditemukan dokter umum maupun dokter spesialis bersama sejumlah perawat.

B. RUANG – RUANG DALAM UGD

a) RUANG PENERIMAAN
1. Ruang tunggu keluarga
Ruang di mana keluarga atau pengantar pasien menunggu
2. Ruang administrasi
Ruang ini di gunakan untuk menyelenggarakan kegiatan
administrasi meliputi pendaftarn pasien, keuangan dan rekam
medic
3. Ruang triase
Ruang untuk memilah-milah kondisi pasien, true emergency atau
tales emergency. Ruang triase di gunakan dalam mengidentifikasi
korban dengan cidera yang mengancam jiwa yang kemudian di
berikan prioritas untuk di rawat dan di evakuasi ke fasilitas
kesehatan.

Tujuan Triase perawatan gawat darurat


a. Identifikasi cepat korban yang memerlukan stabilisasi segera, Ini lebih ke
perawatan yang dilakukan di lapangan.
b. Identifikasi korban yang hanya dapat diselamatkan dengan pembedahan
c. Untuk mengurangi jatuhnya korban jiwa dan kecacatan.
Prinsip-prinsip Triase dan Tata cara melakukan Triase
 Pernafasan ( respiratory)
 Sirkulasi (perfusion)
 Status Mental (Mental State)
4. Ruang penyimpanan brankar
Tempat meletakkan atau parkir brankar pasien yang siap di
gunakan apabila di perlukan.
5. Ruang dekontaminasi
Ruang untuk membersihkan atau dekontaminasi pasien setelah
drop off dari ambulance dan sebelum memasuki area triase
6. Area yang dapat di gunakan untuk penanganan korban
bencana massal

b) RUANG TINDAKAN
1. Ruang Resusitasi
Pasien dengan kondisi kegawatdaruratan yang mengancam
nyawa berlabel triage biru segera dibawa keruang resusitasi untuk
diberi bantuan hidup dasar. Resusitasi dilakukan dalam keadaan
henti nafas dan henti jantungyang akan berakibat atau pada otak
dengan tujuan mempertahankan asupan oksigen ke jantung, otak,
dan organ-organ vital lainnya.
2. Ruang Bedah
Adalah ruang untuk melakukan tindakan bedah ringan .
Alat : TT tindakan, dressing set, tiang infuse, lampu tindakan,
thermometer, stetoskop, suction, sterilisator, bidai, splint, incubator,
mikro drips set.
Bahan : analgetik, antiseptik, cairan kristaloid, lidokain, wond
dressing, alat antiseptik, ATS, anti bisa ular, anti rabies, benang
jarum, APD.
3. Ruang Non Bedah
Ruang untuk melakukan tindakan non bedah.
Alat : Kumbah lambung set, EKG, brankar, irrigator, nebulizer,
suction, oksigen medis, NGT, lampu kepala, otoscope set, tiang
infuse
Bahan : cairan infus koloid, cairan infus kristaloid, cairan infus
dextrose, adrenalin, sulfat atropin, kortikosteroid, lidokain, dextrose
50%, aminophilin/B2 bloker, pethidin, morfin, anti convulsion,
dopamin, dobutamin, ATS,trombolitik, amiodaron, APD, manitol,
furosemid.
4. Ruang Anak dan bayi
Ruang untuk melakukan tindakan pada anak.
Alat : tiang infus, tempat tidur, film viewer, suction, oksigen,
Incubator, Cpap.
Bahan : stesolid, mikro drips set, intra osseus set.
5. Ruang Kebidanan
Ruang untuk melakukan tindakan kebidanan.
Alat :Tempat tidur, Kuret set, partus set, suction bayi, meja
ginekologi, meja partus, vacuum set, forcep set, CTG, resusitasi
set, Doppler, tiang infuse, TT,film viewer.
Bahan : Uterotonika, prostaglandin
6. Ruang Observasi
Ruang untuk melakukan observasi terhadap pasien setelah di
berikan tindakan medis. Alat yang harus ada adalah TT periksa
7. Ruang pos perawat (nurse station)
Ruang untuk melakukan perencanaan , pengorganisasian,
pelayanan keperawatan, pengeturan jadwal, dokumentasi sampai
dengan evaluasi pasien. Pos perawat harus terletak di pusat blok
yang di layani agar perawat dapat mengawasi pasiennnya secara
efektif.
C. ALAT – ALAT YANG ADA DI UGD

NAMA ALAT FUNGSI GAMBAR


1. Kursi Roda/Wheel Chair Kursi roda adalah alat bantu
yang digunakan oleh orang
yang mengalami kesulitan
berjalan menggunakan kaki,
baik dikarenakan oleh
penyakit, cedera, maupun
cacat.

2. Stretcher / Brankar Brankar / Brancard /


Stretcher adalah alat bantu
yang digunakan untuk
membawa pasien dari suatu
tempat ke tempat lainnya
daam posisi tidur.

3. Pocket Pulse Oximeter Alat ini berfungsi untuk


mendeteksi detak jantung
melalui jari tangan
4. Stethoscope/ Stetoskop adalah sebuah alat medis
akustik untuk memeriksa
suara dalam tubuh. Dia
banyak digunakan untuk
mendengar suara jantung dan
pernapasan, meskipun dia
juga digunakan untuk
mendengar intestine dan
aliran darah dalam arteri dan
"vein".

5. Timbangan Bayi/Baby digunakan untuk menimbang


Scale berat bayi ketika baru lahir
sampai dengan berat
badannya mencapai 20 Kg

6. Timbangan Dewasa Digunakan untuk mengukur


berat badan seseorang

7. Defibrillator fungsi umum dari alat ini


adalah memonitor irama
jantung, menentukan ritme
jantung yang tidak normal,
dan mengembalikan detak
jantung seseorang kembali ke
ritme normal dengan
mengirimkan sinyal listrik.
8. Emergency Trolley Emergency trolley adalah
trolley yang berisi peralatan
dan obat-obatan untuk
keadaan gawat darurat,
dimana terjadi perburukan
keadaan klinis pasien secara
mendadak dan tidak
diperkirakan sebelumnya yang
dapat segera menyebabkan
kematian atau menimbulkan
kesehatan jangka panjang
sehingga diperlukan intervensi
segera atau tindakan
resusitasi.
9. LED Film Viewer Adalah alat yang biasa
digunakan tenaga medis untuk
melihat hasil dari rotgen
dengan jernih, jelas dan
terang.

10. Examination Lamp Examination Lamp yaitu


lampu sorot berfungsi untuk
menerangi objek/ pasien
11. Laryngoscope Digunakan untuk melihat pita
glottis dan pita vocal ketika
seorang dokter akan
melakukan intubasi kepada
pasien

12. Nebulizer Berfungsi untuk mengubah


obat dalam bentuk cairan
menjadi uap yang dihirup.

13. Infus Pump berfungsi untuk membantu


proses penginfusan
(memasukkan cairan ke dalam
tubuh pasien) dengan
pengaturan waktu serta
jumlah tertentu.

14. Syringe Pump fungsinya sama seperti infus


yaitu untuk memasukkan
cairan obat ke dalam tubuh
pasien secara teratur.
Bedanya, pada syringe pump
bisa disesuaikan dosisnya
dengan anjuran dokter.
Volume dan waktunya pun
bisa ditentukan.
15. Bed Patient Electric Fungsinya untuk
menempatkan pasien, untuk
memindahkan pasien dari satu
ruangan ke ruangan yang lain
alat ini bekerja dengan sistem
hidrolic

16. Bed Patient Manual Fungsinya adalah


menempatkan passion,
mempermudah kerja dokter
atau perawat saat melakukan
pemeriksaan.

17. Sphygmomanometer/ Alat ini biasa yang digunakan


Tensi Meter untuk mengukur tekanan
darah yang bekerja secara
manual saat memompa
maupun mengurangi tekanan
pada manset, dengan sistem
non-invasive.

18. Thermometer Termometer adalah


perangkat yang dapat
mengukur suhu atau
perubahan suhu
19. Obgyn bed Obgyn bed atau sering
disebut ranjang ginekologi
adalah sebuah ranjang atau
tempat tidur yang digunakan
untuk persalinan dan sudah
menjadi standar rumah sakit
untuk pemeriksaaan obsertrik
dan gynecology atau
pemeriksaan kehamilan,
pemasangan alat kontrasepsi
yang berkaitan dengan obgyn.
20. Lampu Operasi Fungsi utama yaitu untuk
menerangi objek pada saat
tindakan operasi, yang
ditempatkan diruang operasi
dan ruang bersalin.

21. Minor Surgery Set adalah seperangkat instrumen


kedokteran untuk melakukan
tindakan bedah minor seperti
khitan yang terdiri dari 17 item
barang, disebut juga dengan
hecting set (set untuk
menjahit) luka bekas operasi

22. Oxygen Mask adalah alat medis yang


menyediakan metode untuk
mentransfer gas
pernafasan oksigen dari
tangki penyimpanan ke paru-
paru
23. Urine Bag alat yang digunakan untuk
mengumpulkan dan
menyimpan urin, namun ini
hanya bersifat sementara.

24. Monitor Patient adalah suatu alat yang


digunakan untuk memonitor vital
sign pasien, berupa detak
jantung, nadi, tekanan darah,
temperatur bentuk pulsa jantung
secara terus menerus.

25. Ophthalmoscope digunakan oleh dokter dan


dokter mata untuk memeriksa
mata termasuk bagian
internal. Pada umumnya
dirancang untuk memeriksa
bagian belakang mata-socket,
yang dikenal sebagai fundus.
Karena ini adalah alat yang
digunakan untuk melihat
fundus ia juga disebut
fuduscope.
26. Cairan Infus berfungsi sebagai cairan
pemeliharaan atau pun
cairan resusitasi saat pasien
kritis.