Anda di halaman 1dari 259

KODE ETIK

PROFESI AKUNTAN PUBLIK

2020

Kode Etik Profesi Akuntan Publik diterbitkan oleh Institut


Akuntan Publik Indonesia secara paralel dengan Kode Etik
Akuntan Indonesia yang disusun oleh Ikatan Akuntan
Indonesia dan Institut Akuntan Manajemen Indonesia, yang
didukung oleh Pusat Pembinaan Profesi Keuangan -
Kementerian Keuangan RI.
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
Efektif Per 1 Juli 2020

INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA


Office 8 Building Lantai 12 Unit 12I-12J
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Senopati Raya, Jakarta 12190, Indonesia.
Telp. : (021) 29333151, 72795445/46
Website : http://www.iapi.or.id
Email : info@iapi.or.id

Hak Cipta © 2020 Institut Akuntan Publik


Indonesia

Hak cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini
dalam bentuk apapun, baik secara elektronik maupun mekanik, termasuk memfotocopi, merekam,
atau dengan menggunakan sistem penyimpanan lainnya, tanpa izin tertulis dari Institut Akuntan
Publik Indonesia.

UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA


1. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau tanpa izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta
melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta yang meliputi penerjemahan dan
pengadaptasian Ciptaan untuk Penggunaan Secara Komersil dipidana penjara paling lama 3
(tiga) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta
rupiah).
2. Setiap Orang yang dengan tanpa hak dan/atau izin Pencipta atau pemegang Hak Cipta
melakukan pelanggaran hak ekonomi Pencipta yang meliputi penerbitan, penggandaan dalam
segala bentuknya, dan pendistribusian Ciptaan untuk Penggunaan Secara Komersial dipidana
dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau pidana denda paling banyak
Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
3. Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud pada poin kedua di atas yang
dilakukan dalam bentuk pembajakan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10
(sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar
rupiah).

Institut Akuntan Publik Indonesia

Kode Etik Profesi Akuntan Publik

––Jakarta: IAPI, 2020


1 jil., 259 hlm, 15,5 x 24 cm

ISBN 978-979-19251-3-6

1. Audit 2. Akuntan Publik


I. Judul II. Institut Akuntan Publik Indonesia

ii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SAMBUTAN KETUA UMUM


2 INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA
3
4 Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
5 hanya dengan berkah rahmat-Nya, maka Komite Etika Profesi – Institut Akuntan Publik
6 Indonesia (IAPI) dapat memenuhi amanah dari IAPI untuk menyusun dan mengembangkan
7 Kode Etik Profesi Akuntan Publik di Indonesia dengan menerbitkan Kode Etik Profesi Akuntan
8 Publik.
9
10 Kode Etik Profesi Akuntan Publik menetapkan prinsip dasar etika profesi dan memberikan
11 kerangka konseptual untuk penerapan prinsip tersebut.
12
13 Kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Komite Etika Profesi
14 IAPI, beserta tim teknis, yang telah bekerja keras sejak penyusunan materi hingga
15 ditetapkannya Kode Etik Profesi Akuntan Publik. Ucapan terima kasih dan penghargaan juga
16 kami sampaikan kepada Ikatan Akuntan Indonesia dan Institut Akuntan Manajemen Indonesia
17 atas kerjasamanya dalam proses penyusunan kode etik tersebut, serta Pusat Pembinaan
18 Profesi Keuangan – Kementerian Keuangan Republik Indonesia atas dukungannya sehingga
19 Kode Etik Profesi Akuntan Publik dapat diterbitkan. Kami juga mengucapkan terima kasih
20 kepada pihak-pihak lain atas dukungan dan kerjasamanya.
21
22
23
24 Jakarta, April 2020
25 Institut Akuntan Publik Indonesia
26
27 Tarkosunaryo MBA., CPA
28 Ketua Umum
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45

iii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

iv
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SAMBUTAN KOMITE ETIKA PROFESI


2 INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA
3
4 International Ethics Standards Board for Accountants (IESBA) telah menetapkan Handbook
5 of the International Code of Ethics for Professional Accountants including International
6 Independence Standards 2018 Edition. Dalam menanggapi hal ini, Institut Akuntan Publik
7 Indonesia (IAPI), memberikan kewenangan kepada Komite Etika Profesi untuk melaksanakan
8 tugas pengembangan dan pemutakhiran atas Kode Etik Profesi Akuntan Publik secara
9 berkesinambungan, yang merupakan tugas yang sangat penting dan bertujuan untuk
10 meningkatkan profesi Akuntan Publik di Indonesia, terutama dalam meningkatkan
11 kompetensi, kualitas, daya saing, dan profesionalisme Akuntan Publik, sehingga profesi
12 Akuntan Publik di Indonesia dapat selalu mengikuti dan memenuhi tuntutan perkembangan
13 zaman.
14
15 Indonesia sebagai anggota dari Negara G-20 tentunya harus terus mengikuti perkembangan
16 dan pemutakhiran Kode Etik Internasional yang ditetapkan oleh IESBA. Sebagai salah satu
17 langkah dalam proses pengembangan dan pemutakhiran Kode Etik Profesi Akuntan Publik,
18 Komite Etika Profesi telah menetapkan dan menerbitkan Kode Etik Profesi Akuntan Publik
19 berdasarkan Handbook of the International Code of Ethics for Professional Accountants
20 including International Independence Standards 2018 Edition.
21
22 Kode Etik Profesi Akuntan Publik menetapkan prinsip dasar dan aturan etika profesi yang
23 harus diterapkan oleh setiap individu dalam Kantor atau jaringan Kantor, baik yang
24 merupakan Anggota IAPI, maupun yang bukan merupakan Anggota IAPI, yang memberikan
25 jasa profesional yang meliputi jasa asurans dan jasa selain asurans ataupun yang bekerja
26 pada entitas bisnis.
27
28 Setiap Anggota IAPI wajib mematuhi dan menerapkan seluruh prinsip dasar dan aturan etika
29 profesi yang diatur dalam Kode Etik Profesi Akuntan Publik, kecuali bila prinsip dasar dan
30 aturan etika profesi yang diatur oleh perundang-undangan, ketentuan hukum, atau peraturan
31 lainnya yang berlaku ternyata berbeda dari Kode Etik Profesi Akuntan Publik. Dalam kondisi
32 tersebut, seluruh prinsip dasar dan aturan etika profesi yang diatur dalam perundang-
33 undangan, ketentuan hukum, atau peraturan lainnya yang berlaku wajib dipatuhi, selain tetap
34 mematuhi prinsip dasar dan aturan etika profesi lainnya yang diatur dalam Kode Etik Profesi
35 Akuntan Publik.
36
37
38 Jakarta, April 2020
39 Institut Akuntan Publik Indonesia
40 Komite Etika Profesi
41
42
43
44
45
46
47
48

v
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

vi
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 KATA SAMBUTAN
2 KEPALA PUSAT PEMBINAAN PROFESI KEUANGAN
3
4 Etika sebagai salah satu unsur utama dari profesi sebagai landasan bagi Akuntan dalam
5 menjalankan kegiatan profesional. Akuntan memiliki tanggung jawab untuk bertindak sesuai
6 dengan kepentingan publik. Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) sebagai pembina
7 profesi Akuntan yang menaungi organisasi profesi akuntan yakni Ikatan Akuntan Indonesia
8 (IAI), Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), dan Institut Akuntan Manajemen Indonesia
9 (IAMI) berkolaborasi dalam penyusunan Kode Etik Akuntan Indonesia. Kode Etik tersebut
10 perlu dimutakhirkan dengan perkembangan saat ini dan ketentuan Kode Etik yang berlaku
11 secara internasional.
12
13 Kode Etik Akuntan Indonesia merupakan adopsi dari Handbook of the Code of Ethics for
14 Professional Accountant 2018 Edition yang dikeluarkan oleh International Ethics Standars
15 Board for Accountants of The International Federation of Accountants (IESBA-IFAC). Dalam
16 proses penyusunannya, ketiga asosiasi yakni IAI, IAPI, dan IAMI berkoordinasi sesuai dengan
17 Nota Kesepahaman tentang Kerjasama Pengembangan Profesi Akuntan di Indonesia.
18 Dengan tujuan agar terjadi sinergi antar organisasi profesi akuntan dan menciptakan
19 keseragaman ketentuan etika bagi seluruh akuntan di Indonesia.
20
21 Penyusunan Kode Etik Akuntan Indonesia diharapkan akan meningkatkan kepercayaan
22 masyarakat kepada Akuntan serta meningkatkan kontribusi Akuntan bagi kepentingan
23 masyarakat dan negara serta penggerak pertumbuhan perekonomian di Indonesia.
24
25 Jakarta, 18 November 2019
26
27
28
29
30 Firmansyah N.Nazaroedin
31 Kepala PPPK
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47

vii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

viii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 UCAPAN TERIMA KASIH


2
3 Dewan Pengurus Institut Akuntan Publik Indonesia menyampaikan ucapan terima
4 kasih kepada Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Komite Etika
5 IAI, dan Dewan Pengurus Institut Akuntan Manajemen Indonesia.
6
7 DEWAN PENGURUS NASIONAL – IKATAN AKUNTAN INDONESIA
8 Prof. Mardiasmo Ketua
9 Prof. Ainun Na’im Anggota
10 Bahtiar Arif Anggota
11 Prof. Dr. Bambang Pamungkas Anggota
12 Dadang Kurnia Anggota
13 David E. S. Sidjabat Anggota
14 Dwi Setiawan Susanto Anggota
15 Isnaeni Achdiat Anggota
16 Ito Warsito Anggota
17 Prof. Dr. Lindawati Gani Anggota
18 Maliki Heru Santosa Anggota
19 Prof. Dr. Nunuy Nur Afiah Anggota
20 Rosita Uli Sinaga Anggota
21 Prof. Sidharta Utama Anggota
22 Prof. Dr. Sri Mulyani Anggota
23 Tia Adityasih Anggota
24 Prof. Dr. Dian Agustia Anggota
25 Prof. Dr. P. M. John Liberty Hutagaol Anggota
26 M. Jusuf Wibisana Anggota
27 Hery Subowo Anggota
28
29 KOMITE ETIKA – IKATAN AKUNTAN INDONESIA
30 Emil Bachtiar Ketua
31 Akhsanul Khaq Anggota
32 Doddy Setiadi Anggota
33 Irsan Gunawan Anggota
34 Linus Setiadi Anggota
35
36 DEWAN PENGURUS – INSTITUT AKUNTAN MANAJEMEN INDONESIA
37 Gatot Trihargo Ketua Umum
38 M. Afdal Bahaudin Wakil Ketua Umum
39 Prof. Adji Suratman Ketua Bidang Anggota, Advokasi, Etika dan Disiplin Anggota
40 Agung Nugroho Soedibyo Ketua Bidang Sertifikasi
41 Linus M. Setiadi Ketua Bidang Pengembangan Organisasi Wilayah
42 Hendang Tanusdjaja Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Profesi
43 Zahra Mulachella Ketua Bidang Organisasi, Humas, Promosi dan Sekretariat
44 Haru Koesmahargyo Ketua Bidang Kerjasama Kelembagaan dan Korporasi
45 Christina Juliana Ketua Bidang Kerjasama Perguruan Tinggi dan Organisasi Profesi
46
47
48

ix
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

x
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

xi
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

xii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

xiii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

xiv
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

IKHTISAR PERBEDAAN DENGAN KODE ETIK AKUNTAN INDONESIA

Kode Etik Profesi Akuntan Publik (KEPAP) diterbitkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia
secara paralel dengan Kode Etik Akuntan Indonesia (KEAI) yang disusun oleh Ikatan Akuntan
Indonesia dan Institut Akuntan Manajemen Indonesia, yang didukung oleh Pusat Pembinaan
Profesi Keuangan – Kementerian Keuangan RI. Dalam KEPAP terdapat perbedaan dengan
KEAI sebagai berikut:
No KEPAP KEAI
1. Judul
• Kode Etik Profesi Akuntan Publik • Kode Etik Akuntan Indonesia
Kode Etik Profesi Akuntan Publik
diterbitkan oleh Institut Akuntan
Publik Indonesia secara paralel
dengan Kode Etik Akuntan
Indonesia yang disusun oleh
Ikatan Akuntan Indonesia dan
Institut Akuntan Manajemen
Indonesia, yang didukung oleh
Pusat Pembinaan Profesi
Keuangan – Kementerian
Keuangan RI.

• Penggunaan sebutan Akuntan


Publik mengacu pada Undang-
undang Nomor 5 Tahun 2011
tentang Akuntan Publik.
2. Terminologi
• Anggota • Akuntan
Anggota adalah individu yang a) Dalam Bagian 1, istilah
memenuhi persyaratan sebagai “Akuntan” mengacu pada
anggota IAPI dari waktu ke waktu individu Akuntan yang bekerja
berdasarkan ketentuan Anggaran di bisnis dan Akuntan yang
Dasar dan Anggaran Rumah berpraktik melayani publik dan
Tangga IAPI yakni: Akuntan Kantornya.
Publik, pemegang CPA selain b) Dalam Bagian 2, istilah
Akuntan Publik, dan Anggota “Akuntan” mengacu pada
lainnya termasuk individu yang Akuntan bekerja di bisnis.
mempunyai register negara c) Dalam Bagian 3, 4A dan 4B,
akuntan yang menjadi anggota istilah “Akuntan” mengacu
IAPI. pada Akuntan yang berpraktik
melayani publik dan
Kantornya.
3 Daftar Istilah
• Penempatan daftar Istilah di • Penempatan lembar daftar Istilah
bagian depan sebelum Bagian 1. pada bagian akhir setelah Bagian
4B.

xv
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

xvi
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 KATA PENGANTAR
2
3 Komite Etika Profesi – Institut Akuntan Publik Indonesia telah menyetujui dan menetapkan
4 Kode Etik Profesi Akuntan Publik dalam rapatnya tanggal 20 April 2020 yang selanjutnya
5 Kode Etik Profesi Akuntan Publik tersebut telah disahkan oleh Dewan Pengurus – Institut
6 Akuntan Publik Indonesia pada tanggal 30 April 2020 untuk berlaku secara efektif per 1 Juli
7 2020, kecuali bagian 4A Seksi 540 akan berlaku efektif untuk audit dan reviu Laporan
8 Keuangan untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2022.
9
10 Kode Etik Profesi Akuntan Publik mengadopsi Handbook of the International Code of Ethics
11 for Professional Accountants including International Independence Standards 2018 Edition
12 yang diterbitkan oleh International Ethics Standards Board for Accountants.
13
14 Untuk selanjutnya dalam dokumen ini “Kode Etik Profesi Akuntan Publik” ditulis “Kode Etik”.
15 Oleh karena itu terminologi “Kode Etik” dalam bagian-bagian selanjutnya dalam naskah ini
16 adalah merujuk pada dan sebagai Kode Etik Profesi Akuntan Publik.
17
18 Kode Etik ini disebarluaskan diantaranya melalui situs website IAPI: www.iapi.or.id.
19
20 KOMITE ETIKA PROFESI – INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA
21 Tarkosunaryo Ketua
22 Agung Purwanto Anggota
23 Erik Eneddy Anggota
24 Nur Adib Najamuddin Anggota
25 Padri Achyarsyah Anggota
26 Taufikurrahman Anggota
27 Tjhin Silawaty Anggota
28
29 DEWAN PENGURUS – INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA
30 Tarkosunaryo Ketua Umum
31 Sapto Amal Damandari Ketua
32 Tia Adityasih Ketua
33 Hendang Tanusdjaja Ketua
34 Suhartono Ketua
35 Handoko Tomo Ketua
36 Aria Kanaka Ketua
37 Ellya Noorlisyati Ketua
38 Florus Daeli Ketua
39 Irhoan Tanudiredja Ketua
40 Syahril Ali Ketua
41 Rian Benyamin Surya Ketua
42 Sugeng Praptoyo Ketua
43 Steven Tanggara Ketua
44 Irwan Haswir Ketua
45 Palti Ferdrico T.H.S Ketua
46
47
48

xvii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

xviii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK 2020


2
3 DAFTAR ISI
4 Halaman
5 SAMBUTAN KETUA UMUM ..................................................................................... iii
6 SAMBUTAN KOMITE ETIKA PROFESI.................................................................... v
7 SAMBUTAN KEPALA PUSAT PEMBINAAN PROFESI KEUANGAN ...................... vii
8 KEPUTUSAN DEWAN PENGURUS IAPI ................................................................. xi
9 IKHTISAR PERBEDAAN DENGAN KODE ETIK AKUNTAN INDONESIA ............... xv
10 KATA PENGANTAR ................................................................................................. xvii
11 PERUBAHAN SUBSTANSIAL KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK 2020
12 DIBANDINGKAN DENGAN KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK
13 EFEKTIF PER 1 JULI 2019 .............................................................................. xxiii
14 DAFTAR ISTILAH, TERMASUK DAFTAR SINGKATAN .......................................... xxv
15
16 BAGIAN 1 KEPATUHAN TERHADAP KODE ETIK, PRINSIP DASAR ETIKA,
17 DAN KERANGKA KERJA KONSEPTUAL......................................... 1
18 Seksi 100 Kepatuhan Terhadap Kode Etik........................................................... 1
19 Seksi 110 Prinsip Dasar Etika .............................................................................. 3
20 Subseksi 111 Integritas................................................................................ 5
21 Subseksi 112 Objektivitas ............................................................................ 6
22 Subseksi 113 Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional ............................ 7
23 Subseksi 114 Kerahasiaan .......................................................................... 8
24 Subseksi 115 Perilaku Profesional ............................................................... 10
25 Seksi 120 Kerangka Kerja Konseptual ................................................................. 11
26
27 BAGIAN 2 ANGGOTA YANG BEKERJA DI BISNIS ........................................... 19
28 Seksi 200 Penerapan Kerangka Kerja Konseptual – Anggota yang Bekerja di
29 Bisnis .................................................................................................. 19
30 Seksi 210 Benturan Kepentingan......................................................................... 24
31 Seksi 220 Penyusunan dan Penyajian Informasi ................................................. 27
32 Seksi 230 Bertindak dengan Keahlian yang Memadai ......................................... 32
33 Seksi 240 Kepentingan Keuangan, Kompensasi, dan Insentif yang Terkait
34 dengan Pelaporan Keuangan dan Pengambilan Keputusan................ 34
35 Seksi 250 Bujukan, Termasuk Hadiah dan Keramahtamahan ............................. 36
36 Seksi 260 Respons atas Ketidakpatuhan terhadap Peraturan Perundang-
37 undangan ............................................................................................ 42
38 Seksi 270 Tekanan untuk Melanggar Prinsip Dasar Etika .................................... 52
39
40 BAGIAN 3 ANGGOTA YANG BERPRAKTIK MELAYANI PUBLIK ..................... 56
41 Seksi 300 Penerapan Kerangka Kerja Konseptual – Anggota yang Berpraktik
42 Melayani Publik ................................................................................... 56
43 Seksi 310 Benturan Kepentingan......................................................................... 63
44 Seksi 320 Penunjukan Profesional ...................................................................... 70
45 Seksi 321 Pendapat Kedua ................................................................................. 75
46 Seksi 330 Imbalan dan Jenis Remunerasi Lain ................................................... 77
47 Seksi 340 Bujukan, Termasuk Hadiah dan Keramahtamahan ............................. 80
48 Seksi 350 Kustodi Aset Klien ............................................................................... 86

xix
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Seksi 360 Respons atas Ketidakpatuhan terhadap Peraturan Perundang-


2 undangan ............................................................................................ 87
3
4 BAGIAN 4A INDEPENDENSI DALAM PERIKATAN AUDIT DAN PERIKATAN
5 REVIU ................................................................................................. 102
6 Seksi 400 Penerapan Kerangka Kerja Konseptual untuk Independensi dalam
7 Perikatan Audit dan Perikatan Reviu ................................................... 102
8 Seksi 410 Imbalan ............................................................................................... 116
9 Seksi 411 Kebijakan Kompensasi dan Evaluasi ................................................... 120
10 Seksi 420 Hadiah dan Keramahtamahan ............................................................. 121
11 Seksi 430 Litigasi Aktual atau Ancaman Litigasi .................................................. 122
12 Seksi 510 Kepentingan Keuangan ....................................................................... 123
13 Seksi 511 Pinjaman dan Jaminan ........................................................................ 128
14 Seksi 520 Hubungan Bisnis ................................................................................. 130
15 Seksi 521 Hubungan Keluarga dan Pribadi.......................................................... 132
16 Seksi 522 Pernah Bekerja pada Klien Audit ......................................................... 136
17 Seksi 523 Rangkap Jabatan Sebagai Direktur, Komisaris, atau Pejabat Eksekutif
18 Klien Audit ........................................................................................... 138
19 Seksi 524 Pekerjaan dengan Klien Audit ............................................................. 139
20 Seksi 525 Penugasan Personel Sementara ......................................................... 143
21 Seksi 540 Hubungan yang Berlangsung Lama Antara Personel (Termasuk Rotasi
22 Rekan) dengan Klien Audit .................................................................. 145
23 Seksi 600 Penyediaan Jasa Non-Asurans Kepada Klien Audit ............................ 151
24 Subseksi 601 Jasa Pembukuan dan Akuntansi ........................................... 156
25 Subseksi 602 Jasa Administratif .................................................................. 159
26 Subseksi 603 Jasa Penilaian ....................................................................... 160
27 Subseksi 604 Jasa Perpajakan .................................................................... 162
28 Subseksi 605 Jasa Audit Internal ................................................................. 168
29 Subseksi 606 Jasa Sistem Teknologi Informasi ........................................... 171
30 Subseksi 607 Jasa Penunjang Litigasi ......................................................... 173
31 Subseksi 608 Jasa Hukum........................................................................... 174
32 Subseksi 609 Jasa Rekrutmen .................................................................... 176
33 Subseksi 610 Jasa Keuangan Korporat ....................................................... 178
34 Seksi 800 Laporan Audit atas Laporan Keuangan Bertujuan Khusus yang
35 Mencakup Pembatasan Distribusi dan Penggunaannya (Perikatan
36 Audit dan Perikatan Reviu) .................................................................. 180
37
38 BAGIAN 4B INDEPENDENSI DALAM PERIKATAN ASURANS SELAIN
39 PERIKATAN AUDIT DAN PERIKATAN REVIU ................................. 184
40 Seksi 900 Penerapan Kerangka Kerja Konseptual untuk Independensi dalam
41 Perikatan Asurans Selain Perikatan Audit dan Perikatan Reviu........... 184
42 Seksi 905 Imbalan ............................................................................................... 192
43 Seksi 906 Hadiah dan Keramahtamahan ............................................................. 195
44 Seksi 907 Litigasi Aktual atau Ancaman Litigasi .................................................. 196
45 Seksi 910 Kepentingan Keuangan ....................................................................... 197
46 Seksi 911 Pinjaman dan Jaminan ........................................................................ 201
47 Seksi 920 Hubungan Bisnis ................................................................................. 203
48 Seksi 921 Hubungan Keluarga dan Pribadi.......................................................... 205

xx
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Seksi 922 Pernah Bekerja pada Klien Asurans .................................................... 208


2 Seksi 923 Rangkap Jabatan sebagai Direktur, Komisaris, atau Pejabat Eksekutif
3 Klien Asurans ...................................................................................... 210
4 Seksi 924 Pekerjaan dengan Klien Asurans ........................................................ 211
5 Seksi 940 Hubungan yang Berlangsung Lama Antara Personel dengan Klien
6 Asurans ............................................................................................... 213
7 Seksi 950 Penyediaan Jasa Non-Asurans kepada Klien Asurans Selain Perikatan
8 Audit dan Perikatan Reviu ................................................................... 215
9 Seksi 990 Laporan yang Mencakup Pembatasan Distribusi dan Penggunaannya
10 (Perikatan Asurans Selain Perikatan Audit dan Perikatan Reviu) ........ 219
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

xxi
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

xxii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 PERUBAHAN SUBSTANSIAL KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK 2020


2 DIBANDINGKAN DENGAN KODE ETIK PROFESI AKUNTAN PUBLIK
3 EFEKTIF PER 1 JULI 2019
4
5 Kode Etik Profesi Akuntan Publik 2020 mengadopsi Handbook of the International Code of
6 Ethics for Professional Accountants including International Independence Standards 2018
7 Edition yang diterbitkan oleh International Ethics Standards Board for Accountants.
8
9 Kode Etik Profesi Akuntan Publik (Kode Etik) ini menggantikan Kode Etik efektif per 1 Juli
10 2019, dengan penyempurnaan sebagai berikut:
11 • Perubahan sistematika penyajian, Kode Etik efektif per 1 Juli 2020 menyajikan
12 pengaturan yang terbagi dalam 5 (lima) bagian, yaitu:
13 o Bagian 1 : Kepatuhan Terhadap Kode Etik, Prinsip Dasar Etika dan Kerangka
14 Kerja Konseptual;
15 o Bagian 2 : Anggota yang Bekerja di Bisnis;
16 o Bagian 3 : Anggota yang Berpraktik Melayani Publik;
17 o Bagian 4A : Independensi dalam Perikatan Audit dan Perikatan Reviu; dan
18 o Bagian 4B : Independensi dalam Perikatan Asurans Selain Perikatan Audit dan
19 Perikatan Reviu.
20 • Kode Etik efektif per 1 Juli 2019 menyajikan pengaturan yang terbagi dalam 3 (tiga)
21 bagian, yaitu:
22 o Bagian A : Penerapan Umum Kode Etik;
23 o Bagian B : Akuntan Publik atau CPA yang Berpraktik Melayani Publik; dan
24 o Bagian C : CPA yang Bekerja Pada Entitas Bisnis.
25 • Pernyataan tentang ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan (Non-
26 Compliance with Laws and Regulations (NOCLAR)) – Respons atas ketidakpatuhan
27 terhadap peraturan perundang-undangan yang dalam Kode Etik efektif per 1 Juli 2019
28 belum diatur. Namun beberapa peraturan perundang-undangan seperti Peraturan
29 Otoritas Jasa Keuangan dan peraturan terkait pencegahan tindak pidana pencucian
30 uang telah mewajibkan Akuntan Publik untuk melaporkan kepada otoritas berwenang
31 yang relevan ketika menemukan NOCLAR dalam penugasannya sejak beberapa waktu
32 lalu. Sehingga pengaturan terkait NOCLAR dalam Kode Etik ini sejalan dengan
33 peraturan dari berbagai otoritas tersebut. Bagian 2 paragraf 260 mengatur lebih lanjut
34 NOCLAR bagi Anggota yang bekerja di bisnis dan Bagian 3 paragraf 360 mengatur
35 NOCLAR bagi Anggota yang berpraktik melayani publik.
36 • Ketentuan tentang hubungan yang berlangsung lama antara personel (termasuk rotasi
37 3 (tiga) kategori Rekan yang terlibat dalam penugasan audit atau reviu atas laporan
38 keuangan untuk entitas berakuntabilitas publik) yang mencakup ketentuan periode jeda
39 (cooling-off period) yang lebih lama dibandingkan pengaturan dalam Kode Etik efektif
40 per 1 Juli 2019 maupun peraturan perundang-undangan yang berlaku.
41 • Pengaturan pada Bagian 2 bagi Anggota yang bekerja di bisnis yang lebih jelas yang
42 mencakup penyusunan dan penyajian informasi dan tekanan untuk melanggar prinsip
43 dasar etika. Dalam Kode Etik 2019, bagian ini diatur dalam Bagian C yang berlaku bagi
44 CPA yang bekerja pada entitas bisnis.
45
46
47

xxiii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Perubahan
2
3 Kode Etik ini sepenuhnya ditulis ulang dengan struktur dan sistematika baru agar Kode Etik
4 ini mudah dipahami, digunakan, dan diterapkan. Kode Etik ini mencakup standar
5 independensi dalam perikatan audit dan reviu serta perikatan asurans. Kode Etik ini
6 memasukkan beberapa tambahan substansial dan penyempurnaan, termasuk:
7 • Peningkatan karakteristik dan penegasan pada kerangka kerja konseptual.
8 • Ketentuan yang lebih jelas dan lebih kuat terkait dengan pengamanan yang lebih
9 selaras dengan ancaman kepatuhan terhadap prinsip-prinsip dasar dan independensi.
10 • Penegasan terhadap ketentuan independensi tentang hubungan yang berlangsung
11 lama antara personel dengan klien audit atau asurans.
12 • Penambahan dan penyempurnaan bagian yang ditujukan untuk Anggota yang bekerja
13 di bisnis yang berkaitan dengan:
14 o Penyusunan dan penyajian informasi; dan
15 o Tekanan untuk melanggar prinsip dasar etika.
16 • Pedoman yang jelas dan relevan untuk Anggota yang berpraktik melayani publik dan
17 Anggota yang bekerja di bisnis yang ditetapkan dalam Bagian 2 Kode Etik ini.
18 • Penguatan terhadap ketentuan untuk Anggota yang bekerja di bisnis dan Anggota yang
19 berpraktik melayani publik terkait dengan bujukan, termasuk hadiah dan
20 keramahtamahan.
21 • Penambahan materi aplikasi baru untuk menekankan pentingnya memahami fakta dan
22 keadaan ketika melakukan pertimbangan profesional.
23 • Materi aplikasi baru menjelaskan bagaimana kepatuhan terhadap prinsip dasar etika
24 yang mendukung pelaksanaan skeptisisme profesional dalam perikatan audit atau
25 asurans lainnya.
26
27 Tanggal Efektif
28
29 Bagian 1, 2, 3, 4A dan 4B dari Kode Etik Profesi Akuntan Publik akan berlaku mulai 1 Juli
30 2020, kecuali bagian 4A Seksi 540 akan berlaku efektif untuk audit dan reviu Laporan
31 Keuangan untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2022.
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45

xxiv
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 DAFTAR ISTILAH, TERMASUK DAFTAR SINGKATAN


2
3 Dalam Kode Etik Profesi Akuntan Publik, bentuk tunggal akan ditafsirkan sebagai bentuk
4 jamak dan sebaliknya, dan istilah di bawah ini memiliki arti berikut:
5
6 Dalam daftar istilah ini, penjelasan dari istilah ditampilkan dalam huruf biasa; huruf miring
7 digunakan untuk penjelasan istilah-istilah yang dijelaskan yang memiliki arti spesifik pada
8 bagian tertentu dari Kode Etik atau untuk penjelasan tambahan dari istilah yang didefinisikan.
9 Referensi juga disediakan untuk istilah yang dijelaskan dalam Kode Etik.
10
11 ➢ Ahli eksternal
12 Seorang individu (yang bukan merupakan rekan atau anggota staf profesional, termasuk
13 staf sementara, Kantor atau Jaringan Kantor) atau organisasi yang memiliki keahlian,
14 pengetahuan dan pengalaman di bidang lain selain akuntansi atau audit, yang bekerja
15 di bidang tersebut ditugaskan untuk membantu Anggota dalam memperoleh bukti yang
16 cukup dan tepat.
17
18 ➢ Aktivitas profesional
19 Suatu aktivitas yang memerlukan keahlian akuntansi atau keahlian terkait lainnya yang
20 dikerjakan oleh Anggota, termasuk akuntansi, audit, pajak, konsultansi manajemen, dan
21 manajemen keuangan.
22
23 ➢ Ancaman
24 Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 120.6 A3 dan termasuk kategori berikut:
25 Kepentingan pribadi 120.6 A3 (a)
26 Telaah pribadi 120.6 A3 (b)
27 Advokasi 120.6 A3 (c)
28 Kedekatan 120.6 A3 (d)
29 Intimidasi 120.6 A3 (e)
30
31 ➢ Anggota
32 Anggota adalah individu yang memenuhi persyaratan sebagai anggota IAPI dari waktu
33 ke waktu berdasarkan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IAPI
34 yakni: Akuntan Publik, pemegang CPA selain Akuntan Publik, dan Anggota lainnya
35 termasuk individu yang mempunyai register negara akuntan yang menjadi anggota IAPI.
36
37 ➢ Anggota praktisi pendahulu
38 Anggota yang berpraktik melayani publik yang paling akhir melakukan suatu perikatan
39 audit atau memberikan jasa akuntansi, pajak, konsultansi, atau jasa profesional serupa
40 kepada klien, ketika saat ini Anggota yang bersangkutan tidak melakukan penugasan
41 untuk klien tersebut.
42
43 ➢ Anggota senior yang bekerja di bisnis
44 Anggota senior yang bekerja di bisnis adalah Direktur, Komisaris, pejabat eksekutif, atau
45 karyawan senior yang mampu memberikan pengaruh signifikan atas, dan mengambil
46 keputusan terkait, perolehan, penyebaran, dan pengendalian atas organisasi karyawan,
47 keuangan, teknologi, sumberdaya berwujud, dan sumberdaya takberwujud. Istilah ini
48 dijelaskan dalam paragraf 260.11 A1.

xxv
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 ➢ Anggota yang berpraktik melayani publik


2 Anggota yang berpraktik melayani publik, terlepas dari klasifikasi fungsional (misalnya:
3 audit, pajak, atau konsultansi) di Kantornya yang memberikan jasa profesional. Istilah
4 “Anggota yang berpraktik melayani publik” juga digunakan untuk merujuk kepada
5 Kantornya.
6
7 ➢ Anggota yang diusulkan
8 Anggota yang berpraktik melayani publik yang mempertimbangkan untuk menerima
9 penunjukan audit atau perikatan untuk memberikan jasa akuntansi, pajak, konsultansi,
10 atau jasa profesional serupa untuk klien prospektif (atau dalam beberapa kasus, klien
11 yang sudah ada).
12
13 ➢ Anggota yang bekerja di bisnis
14 Anggota yang bekerja di bidang-bidang seperti perdagangan, industri, jasa, sektor
15 publik, pendidikan, sektor nirlaba, atau dalam asosiasi profesi atau regulator, yang
16 mungkin menjadi karyawan, karyawan tidak tetap, rekan, direktur (eksekutif atau non-
17 eksekutif), pemilik-manajer atau sukarelawan.
18
19 ➢ Anggota yang sedang memberikan jasa
20 Seorang Anggota yang berpraktik melayani publik yang mendapatkan penugasan audit
21 atau memberikan jasa akuntansi, pajak, konsultansi, atau jasa profesional serupa untuk
22 klien.
23
24 ➢ Audit
25 Dalam Bagian 4A, istilah “audit” berlaku setara dengan “reviu”.
26
27 ➢ Bujukan
28 Objek, situasi, atau tindakan yang digunakan untuk memengaruhi perilaku individu lain,
29 namun tidak dimaksudkan untuk memengaruhi perilaku individu tersebut secara tidak
30 patut.
31
32 Bujukan dapat berkisar dari tindakan kecil berupa keramahtamahan antara rekan bisnis
33 (untuk Anggota yang bekerja di bisnis), atau antara anggota dengan klien atau klien
34 prospektif (untuk Anggota yang berpraktik melayani publik) hingga tindakan yang
35 mengakibatkan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Bujukan
36 dapat berupa, misalnya (namun tidak terbatas pada):
37 • Hadiah.
38 • Keramahtamahan.
39 • Hiburan.
40 • Sumbangan politik atau sosial.
41 • Tawaran yang tidak pantas atas persahabatan dan loyalitas.
42 • Pemberian kerja atau kesempatan komersial lainnya.
43 • Perlakuan, hak, atau hak istimewa.
44
45
46
47

xxvi
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 ➢ Dapat (boleh)
2 Istilah tersebut digunakan dalam Kode Etik ini untuk menunjukkan izin dalam mengambil
3 tindakan pada keadaan tertentu, termasuk sebagai pengecualian untuk suatu
4 persyaratan. Ini tidak digunakan untuk menunjukkan kemungkinan.
5
6 ➢ Direktur, Komisaris, atau pejabat eksekutif
7 Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola suatu entitas, atau bertindak dalam
8 kapasitas yang setara, tanpa memandang jabatannya, yang mungkin berbeda dari
9 yurisdiksi ke yurisdiksi yang lain.
10
11 ➢ Divisi atau cabang
12 Suatu bagian atau cabang dari Kantor yang dikelola berdasarkan area geografis atau
13 lini praktik.
14
15 ➢ Entitas berelasi
16 Entitas yang memiliki hubungan berikut dengan klien:
17 (a) Suatu entitas yang memiliki pengendalian langsung atau tidak langsung atas klien
18 jika klien bersifat material untuk entitas tersebut;
19 (b) Suatu entitas dengan kepentingan keuangan langsung dalam klien jika entitas
20 tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap klien dan kepentingan klien
21 bersifat material bagi entitas tersebut;
22 (c) Suatu entitas yang dikendalikan secara langsung atau tidak langsung oleh klien;
23 (d) Suatu entitas yang klien, atau entitas berelasi dengan klien pada huruf (c) di atas,
24 mempunyai kepentingan keuangan langsung yang memberikan pengaruh
25 signifikan atas entitas tersebut dan kepentingan keuangan tersebut bersifat
26 material bagi klien dan entitas berelasinya pada huruf (c); dan
27 (e) Suatu entitas yang berada di bawah kendali bersama dengan klien (“sister entity”)
28 jika keduanya bersifat material bagi entitas yang mengendalikan keduanya.
29
30 ➢ Entitas dengan akuntabilitas publik
31 Entitas dengan akuntabilitas publik, yaitu:
32 (a) Entitas yang terdaftar di pasar modal; atau
33 (b) Entitas yang:
34 (i) Ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan sebagai entitas dengan
35 akuntabilitas publik; atau
36 (ii) Disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan untuk diaudit dengan
37 persyaratan independensi yang sama dengan entitas yang terdaftar di pasar
38 modal. Peraturan tersebut dapat ditetapkan oleh regulator yang berwenang,
39 termasuk regulator audit.
40 Entitas lain juga dapat dianggap sebagai entitas dengan akuntabilitas publik,
41 sebagaimana ditetapkan dalam paragraf 400.8.
42
43 ➢ Entitas terdaftar di pasar modal
44 Suatu entitas yang saham atau surat utangnya terdaftar pada pasar modal atau
45 dipasarkan berdasarkan peraturan pasar modal atau badan lain yang setara.
46
47
48

xxvii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 ➢ Iklan
2 Komunikasi kepada publik tentang informasi mengenai jasa atau keahlian yang dimiliki
3 oleh Anggota yang berpraktik melayani publik dengan tujuan untuk mendapatkan bisnis
4 profesional.
5
6 ➢ Imbalan kontinjen
7 Imbalan yang dihitung atas dasar yang telah ditentukan sebelumnya yang terkait
8 dengan hasil transaksi atau hasil dari jasa yang dilakukan oleh Kantor. Imbalan yang
9 ditetapkan oleh pengadilan atau otoritas publik lainnya bukan merupakan imbalan
10 kontinjen.
11
12 ➢ Independensi
13 (a) Independensi dalam pemikiran - sikap mental pemikiran yang memungkinkan
14 untuk menyatakan suatu kesimpulan dengan tidak terpengaruh oleh tekanan yang
15 dapat mengompromikan pertimbangan profesional, sehingga memungkinkan
16 individu bertindak secara berintegritas serta menerapkan objektivitas dan
17 skeptisisme profesional.
18 (b) Independensi dalam penampilan - penghindaran fakta dan keadaan yang sangat
19 signifikan sehingga pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang cukup
20 dengan mempertimbangkan semua fakta dan keadaan tertentu, menyimpulkan
21 bahwa integritas, objektivitas, atau skeptisisme profesional dari suatu Kantor atau
22 personel dari tim audit atau tim asurans telah berkurang.
23 Sebagaimana ditetapkan dalam paragraf 400.5 dan 900.4, referensi kepada individu
24 atau Kantor Anggota yang “independen” berarti bahwa individu atau Kantor telah
25 mematuhi Bagian 4A dan 4B, sebagaimana berlaku.
26
27 ➢ Informasi keuangan historis
28 Informasi yang dinyatakan dalam istilah keuangan terkait dengan suatu entitas,
29 terutama berasal dari sistem Akuntansi entitas tersebut, tentang peristiwa ekonomi yang
30 terjadi pada masa lalu atau mengenai keadaan atau keadaan ekonomi pada masa lalu.
31
32 ➢ Jaringan
33 Suatu Struktur yang lebih besar:
34 (a) Bertujuan untuk saling bekerjasama; dan
35 (b) Ditujukan secara jelas untuk berbagi keuntungan atau biaya, berbagi kepemilikan
36 saham secara bersama, pengendalian atau pengelolaan, kebijakan dan prosedur
37 pengendalian mutu bersama, strategi bisnis secara bersama, penggunaan suatu
38 nama merk bersama, atau penggunaan suatu bagian signifikan atas sumber daya
39 profesional.
40
41 ➢ Jaringan kantor
42 Suatu Kantor atau entitas yang memiliki jaringan atau tergabung dalam suatu jaringan.
43 Untuk informasi lebih lanjut, lihat paragraf 400.50 A1 hingga 400.54 A1.
44
45 ➢ Jasa profesional
46 Aktivitas profesional yang dikerjakan untuk klien.
47
48

xxviii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 ➢ Kantor
2 (a) Suatu Kantor dalam bentuk perseorangan, persekutuan perdata, atau firma;
3 (b) Suatu entitas yang mengendalikan pihak-pihak melalui kepemilikan, manajemen
4 atau cara lainnya; dan
5 (c) Suatu entitas yang dikendalikan oleh pihak-pihak tersebut, melalui kepemilikan,
6 manajemen, atau sarana lainnya.
7 Paragraf 400.4 dan 900.3 menjelaskan bagaimana kata “Kantor“ digunakan untuk
8 mengatasi tanggung jawab Anggota dan Kantor untuk mematuhi Bagian 4A dan 4B,
9 masing-masing.
10
11 ➢ Keluarga dekat
12 Keluarga sedarah semenda 2 (dua) derajat.
13
14 ➢ Keluarga inti
15 Suami, istri dan/atau tanggungan.
16
17 ➢ Kepentingan keuangan
18 Suatu kepentingan dalam bentuk kepemilikan saham, atau instrumen ekuitas lainnya,
19 surat utang, pinjaman, atau instrumen utang lain dari suatu entitas, termasuk hak dan
20 kewajiban untuk memperoleh bunga dan derivatif yang terkait langsung dengan
21 kepentingan tersebut.
22
23 ➢ Kepentingan keuangan langsung
24 (a) Dimiliki langsung oleh dan di bawah kendali individu atau entitas (termasuk yang
25 dikelola atas dasar diskresi pihak lain); atau
26 (b) Manfaatnya dimiliki melalui instrumen investasi kolektif, estate, trust atau
27 perantara lain yang dikendalikan atau yang keputusan investasinya dipengaruhi
28 oleh individu atau entitas tersebut.
29
30 ➢ Kepentingan keuangan tidak langsung
31 Suatu kepentingan keuangan yang manfaatnya dimiliki melalui sarana investasi kolektif,
32 estate, trust atau perantara lainnya sehingga individu atau entitas tidak memiliki
33 pengendalian atau kemampuan untuk memengaruhi keputusan investasi.
34
35 ➢ Kerangka kerja konseptual
36 Istilah ini dijelaskan dalam Bagian 120.
37
38 ➢ Kerugian substansial
39 Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 260.5-A3 dan 360.5-A3.
40
41 ➢ Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan (Anggota yang
42 berpraktik melayani publik)
43 Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangann (“ketidakpatuhan”) terdiri
44 dari tindakan kelalaian atau pelaksanaan, disengaja atau tidak disengaja, yang
45 bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang dilakukan
46 oleh pihak-pihak berikut:
47 (a) Klien;
48 (b) Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola klien;

xxix
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (c) Manajemen klien; atau


2 (d) Pihak lain yang bekerja untuk atau di bawah arahan klien. Istilah ini dijelaskan
3 dalam paragraf 360.5-A1
4
5 ➢ Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan (Anggota yang bekerja
6 di bisnis)
7 Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan (“ketidakpatuhan”) terdiri dari
8 tindakan kelalaian atau pelaksanaan, disengaja atau tidak disengaja, yang
9 bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang dilakukan
10 oleh pihak-pihak berikut:
11 (a) Organisasi yang mempekerjakan Anggota;
12 (b) Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola organisasi tempatnya bekerja;
13 (c) Manajemen organisasi tempatnya bekerja; atau
14 (d) Pihak lain yang bekerja untuk atau di bawah arahan organisasi tempatnya bekerja.
15 Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 260.5-A1.
16
17 ➢ Klien asurans
18 Pihak yang bertanggung jawab yaitu orang yang:
19 (a) Bertanggung jawab atas hal pokok dalam perikatan pelaporan langsung; atau
20 (b) Bertanggung jawab terhadap informasi hal pokok dan mungkin bertanggung
21 jawab terhadap hal pokok dalam perikatan berbasis asersi.
22
23 ➢ Klien audit
24 Entitas yang melakukan perikatan audit dengan Kantor. Ketika klien adalah entitas yang
25 terdaftar di pasar modal, maka pengertian klien audit termasuk entitas berelasinya.
26 Namun, ketika klien audit bukan entitas yang terdaftar di pasar modal, maka pengertian
27 klien audit termasuk entitas berelasinya yang dikendalikan secara langsung maupun
28 tidak langsung oleh Klien. (Lihat juga paragraf R400.20), Di Bagian 4A, istilah “klien
29 audit” berlaku sama untuk “klien reviu“.
30
31 ➢ Klien reviu
32 Suatu entitas yang melakukan perikatan reviu dengan Kantor.
33
34 ➢ Laporan audit
35 Dalam Bagian 4A, istilah “laporan audit” berlaku sama untuk “laporan reviu”.
36
37 ➢ Laporan keuangan
38 Suatu penyajian yang terstruktur atas informasi keuangan historis, termasuk catatan
39 atas laporan keuangan, yang dimaksudkan untuk mengomunikasikan sumber daya
40 ekonomi atau kewajiban entitas pada suatu waktu atau perubahannya dalam jangka
41 waktu sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan
42 umumnya terdiri atas ringkasan kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan
43 lainnya. Istilah laporan keuangan dapat mengacu pada suatu laporan keuangan
44 lengkap, namun juga dapat merujuk kepada laporan keuangan tunggal, misalnya,
45 laporan posisi keuangan, atau suatu laporan laba rugi, dan catatan penjelasan terkait.
46
47
48

xxx
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 ➢ Laporan keuangan bertujuan khusus


2 Laporan keuangan disusun sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang
3 dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi keuangan pengguna tertentu.
4
5 ➢ Laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor
6 Dalam hal suatu entitas tunggal, laporan yang dimaksud adalah laporan keuangan
7 entitas tersebut. Dalam hal kelompok usaha, laporan yang dimaksud adalah laporan
8 keuangan konsolidasian.
9
10 ➢ Level yang dapat diterima
11 Ketika Anggota menggunakan tes pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi
12 yang cukup sangat mungkin akan menyimpulkan bahwa Anggota mematuhi prinsip
13 dasar.
14
15 ➢ Mungkin
16 Istilah tersebut digunakan dalam Kode etik ini untuk menunjukkan kemungkinan
17 masalah yang timbul, suatu peristiwa yang terjadi atau suatu tindakan yang akan
18 diambil. Istilah ini tidak mengaitkan level kemungkinan atau kemungkinan tertentu ketika
19 digunakan bersama dengan ancaman, karena evaluasi level ancaman bergantung pada
20 fakta dan keadaan dari hal tertentu, peristiwa atau tindakan.
21
22 ➢ Penelaah yang tepat
23 Seorang profesional dengan pengetahuan, keahlian, pengalaman, dan kewenangan
24 untuk menelaah secara objektif, pekerjaan yang telah dilakukan atau jasa yang telah
25 diberikan yang relevan. Individu tersebut mungkin adalah seorang Anggota. Istilah ini
26 dijelaskan dalam paragraf 300.8 A4.
27
28 ➢ Penelaahan pengendalian mutu perikatan
29 Suatu proses yang dirancang untuk memberikan evaluasi yang objektif, sebelum
30 laporan diterbitkan, tentang penilaian signifikan yang dilakukan oleh tim perikatan dan
31 kesimpulan yang dicapai dalam merumuskan laporan.
32
33 ➢ Pengamanan
34 Pengamanan adalah tindakan, secara individu atau secara gabungan, yang diambil
35 Anggota secara efektif untuk mengurangi ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip
36 dasar pada level yang dapat diterima. Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 120.10-A2.
37
38 ➢ Pengujian pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang memadai
39 Pengujian pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang memadai merupakan
40 hal yang dipertimbangkan oleh Anggota tentang apakah kesimpulan yang sama
41 kemungkinan akan dicapai oleh pihak lain. Pertimbangan tersebut dibuat dari perspektif
42 pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang memadai, yang berdasarkan
43 semua fakta dan keadaan yang relevan yang diketahui oleh Anggota, atau dapat
44 diharapkan untuk diketahui, pada saat kesimpulan dibuat. Pihak ketiga yang rasional
45 dan memiliki informasi yang memadai tidak perlu menjadi Anggota, tetapi memiliki
46 pengetahuan dan pengalaman yang relevan untuk memahami dan mengevaluasi
47 kelayakan kesimpulan Anggota secara tidak memihak. Istilah-istilah ini dijelaskan dalam
48 paragraf P120.5-A4.

xxxi
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 ➢ Perikatan Asurans
2 Perikatan ketika Anggota yang berpraktik melayani publik menyatakan suatu
3 kesimpulan yang dirancang untuk meningkatkan tingkat kepercayaan dari pengguna
4 yang dituju selain pihak yang bertanggung jawab tentang hasil evaluasi atau
5 pengukuran hal pokok terhadap kriteria.
6
7 (Untuk panduan perikatan asurans, lihat Standar Profesional Akuntan Publik yang
8 berlaku)
9
10 ➢ Perikatan asurans yang memenuhi persyaratan
11 Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 990.2 untuk tujuan Bagian 990.
12
13 ➢ Perikatan audit
14 Suatu perikatan asurans yang dilakukan oleh Anggota yang berpraktik melayani publik
15 pada suatu Kantor untuk menyatakan opini mengenai apakah laporan keuangan yang
16 disusun, dalam semua hal yang material (atau disajikan secara wajar, dalam semua hal
17 yang material), sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku, perikatan
18 tersebut dilakukan berdasarkan Standar Audit. Hal ini mencakup audit berdasarkan
19 peraturan perundangan yang berlaku, yang disyaratkan oleh peraturan perundang-
20 undangan atau peraturan lainnya. Di Bagian 4A, istilah “perikatan audit” berlaku sama
21 untuk “perikatan reviu”.
22
23 ➢ Perikatan audit yang memenuhi persyaratan
24 Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 800.2 untuk keperluan Bagian 800.
25
26 ➢ Perikatan reviu
27 Suatu perikatan asurans, yang dilakukan oleh Anggota yang berpraktik melayani publik
28 pada suatu Kantor sesuai dengan Standar Perikatan Reviu untuk menyatakan suatu
29 kesimpulan, berdasarkan prosedur-prosedur yang tidak menyediakan bukti yang
30 diperlukan dalam suatu audit, apakah tidak ada hal-hal yang menjadi perhatian Anggota
31 tersebut yang menyebabkannya yakin bahwa Laporan Keuangan tidak disusun, dalam
32 semua hal yang material, sesuai dengan Kerangka Pelaporan Keuangan yang berlaku.
33
34 ➢ Periode jeda
35 Istilah ini dijelaskan dalam paragraf P540.5 untuk tujuan paragraf P540.11 hingga
36 P540.19.
37
38 ➢ Periode perikatan (Perikatan Asurans selain Perikatan Audit dan Perikatan Reviu)
39 Periode perikatan dimulai ketika tim asurans mulai melakukan jasa asurans sehubungan
40 dengan perikatan tertentu. Periode perikatan berakhir ketika laporan asurans
41 diterbitkan. Ketika perikatan bersifat berulang, maka periode perikatan berakhir ketika
42 terdapat pemberitahuan dari salah satu pihak bahwa hubungan profesional telah
43 berakhir atau laporan asurans diterbitkan.
44
45
46
47
48

xxxii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 ➢ Periode perikatan (Perikatan Audit dan Perikatan Reviu)


2 Periode perikatan dimulai ketika tim audit mulai melakukan audit. Periode perikatan
3 berakhir ketika laporan audit diterbitkan. Ketika perikatan bersifat berulang, maka
4 periode perikatan berakhir ketika terdapat pemberitahuan dari salah satu pihak bahwa
5 hubungan profesional telah berakhir atau laporan audit diterbitkan.
6
7 ➢ Periode waktu
8 Istilah ini dijelaskan dalam paragraf P540.5.
9
10 ➢ Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
11 Pihak atau organisasi (misalnya, entitas wali amanat) dengan tanggung jawab untuk
12 mengawasi arah strategis entitas dan kewajiban yang terkait dengan akuntabilitas
13 entitas. Pengawasan tersebut termasuk pengawasan atas proses pelaporan keuangan.
14 Untuk beberapa entitas di beberapa yurisdiksi, pihak yang bertanggung jawab atas tata
15 kelola mungkin termasuk personel manajemen, misalnya, anggota eksekutif dewan tata
16 kelola dari entitas sektor swasta atau entitas sektor publik, atau pemilik perusahaan.
17
18 ➢ Prinsip dasar
19 Istilah ini dijelaskan dalam paragraf 110.1 A1. Setiap prinsip dasar, pada gilirannya,
20 dijelaskan dalam paragraf berikut:
21 Integritas P111.1
22 Objektivitas P112.1
23 Kompetensi dan kehati-hatian profesional P113.1
24 Kerahasiaan P114.1
25 Perilaku profesional P115.1
26
27 ➢ Rekan audit utama
28 Rekan perikatan, individu yang bertanggung jawab atas penelaahan pengendalian mutu
29 perikatan, dan rekan perikatan audit lainnya dala, tim perikatan, jika ada, yang membuat
30 keputusan atau pertimbangan penting atas permasalahan yang signifikan sehubungan
31 dengan audit atas laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor. Bergantung
32 pada keadaan dan peran individu dalam audit, “rekan perikatan audit lain” dapat
33 mencakup, misalnya, rekan perikatan audit yang bertanggung jawab untuk entitas anak
34 atau divisi yang signifikan.
35
36 ➢ Rekan perikatan
37 Rekan atau personel lain dalam Kantor yang bertanggung jawab atas perikatan, dan
38 pelaksanaannya, dan laporan yang diterbitkan atas nama Kantor, dan ketika
39 disyaratkan, memiliki kewenangan yang tepat dari entitas profesi, atau Regulator.
40
41 ➢ Tim asurans
42 (a) Semua anggota tim perikatan untuk perikatan asurans;
43 (b) Semua anggota dalam suatu Kantor yang secara langsung dapat memengaruhi
44 hasil dari perikatan asurans, termasuk:
45 (i) Pihak yang merekomendasikan kompensasi yang diberikan kepada, atau
46 yang memberikan pengawasan langsung, manajemen atau pengawasan
47 lain terhadap rekan perikatan asurans sehubungan dengan pelaksanaan
48 perikatan asurans;

xxxiii
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (ii) Pihak yang memberikan konsultansi mengenai isu spesifik terkait teknis
2 atau industri, transaksi atau peristiwa dalam perikatan asurans; dan
3 (iii) Pihak yang melakukan pengendalian mutu untuk perikatan asurans,
4 termasuk pihak yang menelaah pengendalian mutu perikatan dalam
5 perikatan asurans.
6
7 ➢ Tim audit
8 (a) Semua anggota tim perikatan untuk perikatan audit;
9 (b) Semua pihak lain dalam Kantor yang dapat secara langsung memengaruhi hasil
10 dari perikatan audit, termasuk:
11 (i) Pihak yang merekomendasikan kompensasi yang diberikan kepada, atau
12 yang memberikan pengawasan langsung, manajemen atau pengawasan
13 lain terhadap rekan perikatan audit sehubungan dengan pelaksanaan
14 perikatan audit, termasuk pihak pada semua level manajemen senior yang
15 secara berturut-turut berada di atas rekan perikatan sampai rekan senior
16 atau pimpinan rekan (kepala eksekutif atau setara);
17 (ii) Pihak yang memberikan konsultansi mengenai isu spesifik terkait teknis
18 atau industri, transaksi atau peristiwa dalam perikatan audit; dan
19 (iii) Pihak yang melakukan pengendalian mutu terhadap perikatan, termasuk
20 pihak yang menelaah pengendalian mutu perikatan; dan
21 (c) Semua pihak dalam jaringan Kantor yang dapat memengaruhi hasil perikatan
22 audit. Di bagian 4A, istilah “tim audit” berlaku sama untuk “tim reviu”.
23
24 ➢ Tim perikatan
25 Semua rekan dan staf yang melakukan perikatan, dan setiap individu yang dilibatkan
26 oleh Kantor atau jaringan Kantor yang melakukan prosedur asurans pada perikatan. Hal
27 ini tidak termasuk ahli eksternal yang dilibatkan oleh Kantor atau oleh jaringan Kantor.
28 Istilah “tim perikatan” juga mengecualikan individu dalam fungsi audit internal klien yang
29 memberikan bantuan langsung terhadap perikatan audit ketika auditor eksternal
30 mematuhi persyaratan SA 610 (Revisi 2013) tentang Penggunaan Pekerjaan Auditor
31 Internal.
32
33 ➢ Tim reviu
34 (a) Semua personel dalam tim perikatan untuk suatu perikatan reviu; dan
35 (b) Semua pihak lain dalam suatu Kantor yang secara langsung dapat memengaruhi
36 hasil dari perikatan reviu, termasuk:
37 (i) Pihak yang merekomendasikan kompensasi, yang diberikan kepada, atau
38 yang melakukan pengawasan langsung, manajemen atau pengawasan lain
39 dari rekan perikatan sehubungan dengan pelaksanaan perikatan reviu,
40 termasuk pihak pada semua level manajemen senior yang secara berturut-
41 turut berada di atas rekan perikatan sampai dengan pemimpin rekan (kepala
42 eksekutif atau setara);
43 (ii) Pihak yang memberikan konsultansi terkait dengan permasalahan teknis
44 atau industri, transaksi atau peristiwa spesifik untuk perikatan reviu; dan
45 (iii) Pihak yang melakukan pengendalian mutu atas perikatan, termasuk pihak
46 yang melakukan penelaahan pengendalian mutu perikatan tersebut; dan
47 (iv) Semua pihak dalam jaringan Kantor yang dapat secara langsung
48 memengaruhi hasil dari perikatan reviu.

xxxiv
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 TANGGAL EFEKTIF
2
3 Bagian 1, 2, 3, 4A dan 4B dari Kode Etik Profesi Akuntan Publik akan berlaku mulai 1 Juli
4 2020, kecuali bagian 4A Seksi 540 akan berlaku efektif untuk audit dan reviu Laporan
5 Keuangan untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2022.
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

xxxv
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

xxxvi
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 BAGIAN 1
2 KEPATUHAN TERHADAP KODE ETIK, PRINSIP DASAR ETIKA, DAN KERANGKA
3 KERJA KONSEPTUAL
4
5 SEKSI 100
6
7 KEPATUHAN TERHADAP KODE ETIK
8
9 Umum
10
11 100.1-A1 Ciri pembeda profesi akuntansi adalah kesediaannya menerima tanggung
12 jawab untuk bertindak bagi kepentingan publik. Tanggung jawab Anggota
13 tidak hanya terbatas pada kepentingan klien individu atau organisasi
14 tempatnya bekerja. Oleh karena itu, Kode Etik ini berisi persyaratan dan
15 materi aplikasi yang memungkinkan Anggota untuk memenuhi tanggung
16 jawab mereka untuk bertindak dalam melindungi kepentingan publik.
17
18 100.2-A1 Persyaratan dalam Kode Etik, yang ditandai dengan huruf ‘P’, membebankan
19 kewajiban.
20
21 100.2-A2 Materi aplikasi, yang ditandai dengan huruf ‘A’, memberikan konteks,
22 penjelasan, saran untuk tindakan atau perihal yang perlu dipertimbangkan,
23 ilustrasi, dan panduan lain yang relevan untuk pemahaman yang tepat atas
24 Kode Etik. Secara khusus, materi aplikasi dimaksudkan untuk membantu
25 Anggota dalam memahami bagaimana menerapkan kerangka kerja
26 konseptual pada keadaan tertentu serta untuk memahami dan mematuhi
27 persyaratan spesifik. Meskipun materi aplikasi itu sendiri bukan merupakan
28 suatu persyaratan, namun pertimbangan atas materi aplikasi tersebut
29 diperlukan untuk penerapan yang tepat atas persyaratan Kode Etik, termasuk
30 penerapan kerangka kerja konseptual.
31
32 P100.3 Anggota harus mematuhi Kode Etik. Mungkin terdapat keadaan ketika
33 peraturan perundang-undangan menghalangi Anggota untuk mematuhi
34 bagian tertentu dari Kode Etik. Dalam keadaan demikian, peraturan
35 perundang-undangan tersebut berlaku, dan Anggota harus mematuhi seluruh
36 bagian lain dari Kode Etik.
37
38 100.3-A1 Prinsip perilaku profesional mensyaratkan Anggota untuk mematuhi peraturan
39 perundang-undangan yang berlaku. Beberapa yurisdiksi mungkin memiliki
40 ketentuan yang berbeda atau melampaui ketentuan yang ditetapkan dalam
41 Kode Etik. Anggota harus menyadari perbedaan tersebut dan mematuhi
42 ketentuan yang lebih ketat kecuali dilarang oleh peraturan perundang-
43 undangan.
44
45 100.3-A2 Anggota mungkin menghadapi keadaan yang tidak biasa yaitu ketika Anggota
46 meyakini bahwa penerapan persyaratan tertentu dari Kode Etik dapat
47 mengakibatkan hasil keluaran yang tidak sepadan atau yang tidak memenuhi

1
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 kepentingan publik. Dalam keadaan demikian, Anggota disarankan untuk


2 berkonsultasi dengan asosiasi profesi atau regulator yang terkait.
3
4 Pelanggaran Terhadap Kode Etik
5
6 P100.4 Paragraf P400.80-P400.89 dan P900.50-P900.55 menjelaskan pelanggaran
7 terhadap Standar Independensi. Anggota yang mengidentifikasi terjadinya
8 pelanggaran terhadap ketentuan lain dalam Kode Etik harus mengevaluasi
9 signifikansi pelanggaran dan dampaknya terhadap kemampuan Anggota
10 untuk mematuhi prinsip dasar etika. Anggota juga harus:
11 (a) Sesegera mungkin mengambil tindakan yang diperlukan untuk
12 mengatasi konsekuensi dari pelanggaran secara memadai; dan
13 (b) Menentukan apakah akan melaporkan pelanggaran tersebut kepada
14 pihak yang relevan.
15
16 100.4-A1 Pihak-pihak relevan yang mungkin menerima laporan pelanggaran tersebut
17 mencakup pihak-pihak yang mungkin terkena dampak pelanggaran tersebut,
18 yakni asosiasi profesi, regulator, atau otoritas pengawasan.
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

2
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 110
2
3 PRINSIP DASAR ETIKA
4
5 Umum
6
7 110.1-A1 Lima prinsip dasar etika untuk Anggota adalah:
8 (a) Integritas - bersikap lugas dan jujur dalam semua hubungan profesional
9 dan bisnis.
10 (b) Objektivitas - tidak mengompromikan pertimbangan profesional atau
11 bisnis karena adanya bias, benturan kepentingan, atau pengaruh yang
12 tidak semestinya dari pihak lain.
13 (c) Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional - untuk:
14 (i) Mencapai dan mempertahankan pengetahuan dan keahlian
15 profesional pada level yang disyaratkan untuk memastikan bahwa
16 klien atau organisasi tempatnya bekerja memperoleh jasa
17 profesional yang kompeten, berdasarkan standar profesional dan
18 standar teknis terkini serta ketentuan peraturan perundang-
19 undangan yang berlaku; dan
20 (ii) Bertindak sungguh-sungguh dan sesuai dengan standar
21 profesional dan standar teknis yang berlaku.
22 (d) Kerahasiaan - menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh dari hasil
23 hubungan profesional dan bisnis.
24 (e) Perilaku Profesional - mematuhi peraturan perundang-undangan yang
25 berlaku dan menghindari perilaku apapun yang diketahui oleh Anggota
26 mungkin akan mendiskreditkan profesi Anggota.
27
28 P110.2 Anggota harus mematuhi setiap prinsip dasar etika.
29
30 110.2-A1 Prinsip dasar etika menetapkan standar perilaku yang diharapkan dari
31 seorang Anggota. Kerangka kerja konseptual menetapkan pendekatan yang
32 perlu diterapkan oleh seorang Anggota, yang membantunya dalam mematuhi
33 prinsip dasar etika tersebut. Subseksi 111-115 menetapkan persyaratan dan
34 materi aplikasi yang terkait dengan masing-masing prinsip dasar etika.
35
36 110.2-A2 Anggota mungkin menghadapi suatu situasi ketika mematuhi salah satu
37 prinsip dasar etika, akan bertentangan dengan mematuhi satu atau lebih
38 prinsip dasar etika lainnya. Dalam situasi demikian, Anggota mungkin
39 mempertimbangkan untuk berkonsultasi, secara anonim jika diperlukan,
40 dengan:
41 • Pihak lain dalam Kantor atau organisasi tempatnya bekerja.
42 • Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
43 • Asosiasi profesi.
44 • Regulator.
45 • Penasihat hukum.
46 Namun demikian, konsultasi semacam itu tidak membebaskan Anggota dari
47 tanggung jawabnya untuk menggunakan pertimbangan profesional dalam

3
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 menyelesaikan konflik tersebut atau (jika perlu) dan kecuali dilarang oleh
2 peraturan perundang-undangan, untuk melepaskan diri dari permasalahan
3 yang memunculkan konflik.
4
5 110.2-A3 Anggota didorong untuk mendokumentasikan substansi permasalahan,
6 rincian dari setiap pembahasan, keputusan yang dibuat, dan alasan atas
7 keputusan tersebut.
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

4
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SUBSEKSI 111 - INTEGRITAS


2
3 P111.1 Anggota harus mematuhi prinsip integritas, yang mensyaratkan Anggota
4 untuk bersikap lugas dan jujur dalam semua hubungan profesional dan bisnis.
5
6 111.1-A1 Integritas menyiratkan berterus terang dan selalu mengatakan yang
7 sebenarnya.
8
9 P111.2 Anggota tidak boleh secara sengaja dikaitkan dengan laporan, komunikasi,
10 atau informasi lain ketika Anggota percaya bahwa informasi tersebut:
11 (a) Berisi kesalahan atau pernyataan yang menyesatkan secara material;
12 (b) Berisi pernyataan atau informasi yang dibuat secara tidak hati-hati; atau
13 (c) Terdapat penghilangan atau pengaburan informasi yang seharusnya
14 diungkapkan, sehingga akan menyesatkan.
15
16 111.2-A1 Seorang Anggota tidak melanggar ketentuan paragraf P111.2 sepanjang
17 Anggota memberikan laporan yang dimodifikasi terkait dengan permasalahan
18 yang terdapat dalam laporan, komunikasi atau informasi lainnya tersebut.
19
20 P111.3 Ketika Anggota menyadari telah dikaitkan dengan informasi yang dijelaskan
21 pada paragraf P111.2, maka Anggota harus mengambil langkah-langkah
22 untuk tidak dikaitkan dengan informasi tersebut.
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

5
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SUBSEKSI 112 - OBJEKTIVITAS


2
3 P112.1 Anggota harus mematuhi prinsip objektivitas yang mensyaratkan Anggota
4 untuk tidak mengompromikan pertimbangan profesional atau bisnis karena
5 adanya bias, benturan kepentingan, atau pengaruh yang tidak semestinya
6 dari pihak lain.
7
8 P112.2 Anggota tidak boleh melakukan aktivitas profesional jika suatu keadaan atau
9 hubungan terlalu memengaruhi pertimbangan profesionalnya atas aktivitas
10 tersebut.
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

6
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SUBSEKSI 113 - KOMPETENSI DAN KEHATI-HATIAN PROFESIONAL


2
3 P113.1 Anggota harus patuh terhadap prinsip kompetensi dan kehati-hatian
4 profesional yang mensyaratkan Anggota untuk:
5 (a) Mencapai dan mempertahankan pengetahuan serta keahlian
6 profesional pada level yang disyaratkan untuk memastikan bahwa klien
7 atau organisasi tempatnya bekerja memperoleh jasa profesional yang
8 kompeten berdasarkan standar profesional dan standar teknis terkini
9 dan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku; dan
10 (b) Bertindak sungguh-sungguh dan sesuai dengan standar profesional dan
11 standar teknis yang berlaku.
12
13 113.1-A1 Pemberian jasa kepada klien dan organisasi tempatnya bekerja dengan
14 kompetensi profesional mensyaratkan Anggota untuk menggunakan
15 pertimbangan yang baik dalam menerapkan pengetahuan dan keahlian
16 profesional ketika melakukan aktivitas profesional.
17
18 113.1-A2 Menjaga kompetensi profesional mensyaratkan suatu kesadaran yang
19 berkelanjutan dan pemahaman atas perkembangan teknis, profesional, serta
20 bisnis yang relevan. Pengembangan profesional berkelanjutan
21 memungkinkan Anggota untuk mengembangkan dan mempertahankan
22 kemampuan bekerja secara kompeten dalam lingkungan profesional.
23
24 113.1-A3 Kesungguhan mencakup tanggung jawab untuk bertindak sesuai dengan
25 persyaratan penugasan, secara hati-hati, cermat, dan tepat waktu.
26
27 P113.2 Dalam mematuhi prinsip kompetensi dan kehati-hatian profesional, Anggota
28 harus mengambil langkah-langkah yang memadai untuk memastikan bahwa
29 mereka yang bekerja profesional di bawah pengawasannya telah
30 memperoleh pelatihan dan supervisi yang tepat.
31
32 P113.3 Jika diperlukan, Anggota harus membuat klien, organisasi tempatnya bekerja,
33 atau pengguna lain atas jasa atau aktivitas profesional Anggota, untuk
34 menyadari keterbatasan yang melekat pada jasa atau aktivitas tersebut.
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

7
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SUBSEKSI 114 - KERAHASIAAN


2
3 P114.1 Anggota harus mematuhi prinsip kerahasiaan, yang mensyaratkan Anggota
4 untuk menjaga kerahasiaan informasi yang diperoleh sebagai hasil dari
5 hubungan profesional dan bisnis. Anggota harus:
6 (a) Mewaspadai terhadap kemungkinan pengungkapan yang tidak
7 disengaja, termasuk dalam lingkungan sosial, dan khususnya kepada
8 rekan bisnis dekat, anggota keluarga inti, atau keluarga dekat;
9 (b) Menjaga kerahasiaan informasi di dalam Kantor atau organisasi
10 tempatnya bekerja;
11 (c) Menjaga kerahasiaan informasi yang diungkapkan oleh calon klien atau
12 organisasi tempatnya bekerja;
13 (d) Tidak mengungkapkan informasi rahasia yang diperoleh dari hubungan
14 profesional dan bisnis di luar Kantor atau organisasi tempatnya bekerja
15 tanpa kewenangan yang memadai dan spesifik, kecuali jika terdapat
16 hak atau kewajiban hukum atau profesional untuk mengungkapkannya;
17 (e) Tidak menggunakan informasi rahasia yang diperoleh dari hubungan
18 profesional dan hubungan bisnis untuk keuntungan pribadi atau pihak
19 ketiga;
20 (f) Tidak menggunakan atau mengungkapkan informasi rahasia apapun,
21 baik yang diperoleh atau diterima sebagai hasil dari hubungan
22 profesional atau bisnis maupun setelah hubungan tersebut berakhir;
23 dan
24 (g) Melakukan langkah-langkah yang memadai untuk memastikan bahwa
25 personel yang berada di bawah pengawasannya, serta individu yang
26 memberi advis dan bantuan profesional, untuk menghormati kewajiban
27 Anggota guna menjaga kerahasiaan informasi.
28
29 114.1-A1 Prinsip kerahasiaan merupakan bentuk perlindungan kepentingan publik
30 karena memfasilitasi aliran informasi yang bebas dari klien atau organisasi
31 tempatnya bekerja kepada Anggota dengan pemahaman bahwa informasi
32 tersebut tidak akan diungkapkan kepada pihak ketiga. Namun demikian,
33 berikut ini adalah keadaan ketika Anggota harus mengungkapkan atau
34 mungkin disyaratkan untuk mengungkapkan informasi rahasia atau ketika
35 pengungkapan tersebut mungkin layak diungkap:
36 (a) Pengungkapan disyaratkan oleh hukum, misalnya:
37 (i) Pembuatan dokumen atau ketentuan lainnya atas bukti dalam
38 proses hukum; atau
39 (ii) Pengungkapan kepada otoritas publik yang berwenang atas
40 terjadinya indikasi pelanggaran hukum;
41 (b) Pengungkapan diizinkan oleh hukum dan diperkenankan oleh klien atau
42 organisasi tempatnya bekerja; dan
43 (c) Terdapat kewajiban atau hak profesional untuk mengungkapkan, jika
44 tidak dilarang oleh hukum:
45 (i) Untuk mematuhi penelaahan mutu oleh asosiasi profesi;
46 (ii) Untuk merespons pertanyaan atau investigasi oleh asosiasi
47 profesi atau badan regulator;

8
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (iii) Untuk melindungi kepentingan profesional Anggota dalam proses


2 hukum; atau
3 (iv) Untuk mematuhi standar profesional dan standar teknis, termasuk
4 persyaratan etika.
5
6 114.1-A2 Dalam memutuskan untuk mengungkapkan atau tidak mengungkapkan
7 informasi rahasia, Anggota mempertimbangkan keadaan yang relevan
8 termasuk:
9 • Apakah kepentingan semua pihak dirugikan, termasuk pihak ketiga
10 yang kepentingannya terpengaruh, jika klien atau organisasi tempatnya
11 bekerja menyetujui pengungkapan informasi tersebut.
12 • Apakah semua informasi yang relevan diketahui dan didukung bukti
13 yang kuat, sepanjang praktis. Faktor-faktor yang memengaruhi
14 keputusan untuk mengungkapkan meliputi:
15 o Fakta tidak didukung bukti yang kuat.
16 o Informasi yang tidak lengkap.
17 o Kesimpulan yang tidak didukung bukti yang kuat.
18 • Komunikasi yang digunakan dan pihak yang dituju dalam komunikasi
19 tersebut.
20 • Apakah pihak-pihak yang dituju dalam komunikasi tersebut merupakan
21 penerima yang tepat.
22
23 P114.2 Anggota harus terus mematuhi prinsip kerahasiaan bahkan setelah
24 berakhirnya hubungan antara Anggota dan klien atau organisasi tempatnya
25 bekerja. Ketika berganti pekerjaan atau memperoleh klien baru, Anggota
26 berhak menggunakan pengalaman sebelumnya, tetapi tidak diperkenankan
27 menggunakan atau mengungkapkan informasi rahasia yang diperoleh atau
28 diterima sebagai hasil dari hubungan profesional atau bisnis.
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47

9
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SUBSEKSI 115 - PERILAKU PROFESIONAL


2
3 P115.1 Anggota harus mematuhi prinsip perilaku profesional, yang mensyaratkan
4 Anggota untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dan
5 menghindari perilaku apapun yang diketahui atau seharusnya diketahui yang
6 dapat mendiskreditkan profesi. Anggota tidak boleh terlibat dalam bisnis,
7 pekerjaan, atau aktivitas apapun yang diketahui merusak atau mungkin
8 merusak integritas, objektivitas, atau reputasi baik dari profesi, dan hasilnya
9 tidak sesuai dengan prinsip dasar etika.
10
11 115.1-A1 Perilaku yang mungkin mendiskreditkan profesi termasuk perilaku yang
12 menurut pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang memadai,
13 sangat mungkin akan menyimpulkan bahwa perilaku tersebut mengakibatkan
14 pengaruh negatif terhadap reputasi baik profesi.
15
16 P115.2 Ketika melakukan aktivitas pemasaran atau promosi, Anggota dilarang
17 mencemarkan nama baik profesi. Anggota harus bersikap jujur dan
18 mengatakan yang sebenarnya, serta tidak:
19 (a) Membuat pernyataan yang berlebihan mengenai jasa profesional yang
20 dapat diberikan, kualifikasi yang dimiliki, atau pengalaman yang telah
21 diperoleh; atau
22 (b) Membuat pernyataan yang merendahkan atau melakukan
23 perbandingan yang tidak didukung bukti terhadap hasil pekerjaan pihak
24 lain.
25
26 115.2-A1 Jika Anggota memiliki keraguan atas tepat tidaknya suatu bentuk iklan atau
27 pemasaran lainnya, maka Anggota didorong untuk berkonsultasi dengan
28 asosiasi profesi yang relevan.
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

10
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 120
2
3 KERANGKA KERJA KONSEPTUAL
4
5 PENDAHULUAN
6
7 120.1 Keadaan yang dihadapi oleh Anggota dalam melaksanakan perannya
8 mungkin dapat memunculkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip
9 dasar etika. Seksi 120 menetapkan persyaratan dan materi aplikasi,
10 mencakup kerangka kerja konseptual, untuk membantu Anggota dalam
11 mematuhi prinsip dasar etika dan memenuhi tanggung jawabnya untuk
12 bertindak dalam melindungi kepentingan publik. Persyaratan dan materi
13 aplikasi tersebut mengakomodasi berbagai fakta dan keadaan, termasuk
14 berbagai aktivitas, kepentingan, dan hubungan profesional yang
15 memunculkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika. Selain
16 itu, persyaratan dan materi aplikasi mencegah Anggota untuk menyimpulkan
17 bahwa situasi tersebut diperbolehkan semata-mata karena tidak spesifik
18 dilarang oleh Kode Etik.
19
20 120.2 Kerangka kerja konseptual menetapkan suatu pendekatan bagi Anggota
21 untuk:
22 (a) Mengidentifikasi ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika;
23 (b) Mengevaluasi ancaman yang teridentifikasi; dan
24 (c) Mengatasi ancaman dengan menghilangkan atau menurunkannya
25 sampai pada level yang dapat diterima.
26
27 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
28
29 Umum
30
31 P120.3 Anggota harus menerapkan kerangka kerja konseptual untuk
32 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap kepatuhan
33 pada prinsip dasar etika yang ditetapkan dalam Seksi 110.
34
35 120.3-A1 Persyaratan tambahan dan materi aplikasi tambahan yang relevan terhadap
36 penerapan kerangka kerja konseptual dijelaskan dalam:
37 (a) Bagian 2: Anggota yang bekerja di bisnis;
38 (b) Bagian 3: Anggota yang berpraktik melayani publik; dan
39 (c) Standar Independensi, yaitu:
40 (i) Bagian 4A: Independensi untuk Perikatan Audit dan Perikatan
41 Reviu; dan
42 (ii) Bagian 4B: Independensi untuk Perikatan Asurans Selain
43 Perikatan Audit dan Perikatan Reviu.
44
45 P120.4 Ketika berurusan dengan masalah etika, Anggota harus mempertimbangkan
46 konteks masalah yang muncul atau yang mungkin muncul. Ketika seorang
47 individu yang merupakan Anggota yang berpraktik melayani publik melakukan
48 aktivitas profesional berdasarkan hubungan Anggota dengan Kantor, baik

11
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 sebagai tenaga kontrak, karyawan, atau pemilik, maka individu tersebut harus
2 mematuhi ketentuan dalam Bagian 2 yang relevan dengan keadaan tersebut.
3
4 P120.5 Ketika menerapkan kerangka kerja konseptual, Anggota harus:
5 (a) Menerapkan pertimbangan profesional;
6 (b) Tetap waspada terhadap informasi baru dan perubahan atas fakta dan
7 keadaan; dan
8 (c) Menggunakan pengujian pihak ketiga yang rasional dan memiliki
9 informasi yang memadai sebagaimana diuraikan di paragraf 120.5-A4.
10
11 Penerapan Pertimbangan Profesional
12
13 120.5-A1 Pertimbangan profesional mencakup aplikasi pelatihan, pengetahuan,
14 keahlian, dan pengalaman profesional relevan yang sepadan dengan fakta
15 dan keadaan, termasuk sifat dan ruang lingkup aktivitas profesional tertentu,
16 dan berbagai kepentingan hubungan yang terlibat. Dalam kaitannya dengan
17 pelaksanaan aktivitas profesional, penerapan pertimbangan profesional
18 diperlukan ketika Anggota menerapkan kerangka kerja konseptual agar dapat
19 membuat keputusan tentang berbagai alternatif tindakan yang tersedia, dan
20 untuk menentukan apakah keputusan itu tepat dalam keadaan tersebut.
21
22 120.5-A2 Pemahaman tentang fakta dan keadaan yang diketahui merupakan suatu
23 prasyarat untuk menerapkan kerangka kerja konseptual. Penentuan tindakan
24 yang diperlukan untuk mendapatkan pemahaman dan mencapai suatu
25 kesimpulan tentang apakah prinsip dasar etika telah dipatuhi, mensyaratkan
26 juga penerapan pertimbangan profesional.
27
28 120.5-A3 Dalam penerapan pertimbangan profesional untuk memperoleh pemahaman
29 tersebut, Anggota dapat mempertimbangkan hal-hal lain, di antaranya,
30 apakah:
31 • Terdapat alasan yang harus diperhatikan bahwa informasi relevan
32 kemungkinan berpotensi hilang dari fakta dan keadaan yang diketahui
33 oleh Anggota.
34 • Terdapat ketidakkonsistenan antara fakta dan keadaan yang diketahui
35 dengan ekspektasi dari Anggota.
36 • Terdapat keahlian dan pengalaman Anggota yang cukup untuk
37 membuat suatu kesimpulan.
38 • Terdapat kebutuhan untuk berkonsultasi dengan pihak lain yang
39 memiliki keahlian atau pengalaman yang relevan.
40 • Informasi tersebut memberikan dasar yang memadai untuk mencapai
41 suatu kesimpulan.
42 • Konsepsi awal atau pandangan bias dari Anggota mungkin dapat
43 memengaruhi penerapan pertimbangan profesional.
44 • Mungkin terdapat kesimpulan yang memadai lainnya yang dapat dibuat
45 berdasarkan informasi yang tersedia.
46
47

12
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Pihak Ketiga yang Rasional dan Memiliki Informasi yang Memadai


2
3 120.5-A4 Pengujian pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang memadai
4 merupakan suatu pertimbangan oleh Anggota apakah kesimpulan yang sama
5 mungkin akan dibuat oleh pihak lain. Pertimbangan tersebut dibuat dari
6 perspektif pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang memadai,
7 yang mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan yang
8 diketahui oleh Anggota, atau secara rasional diekspektasikan untuk diketahui
9 oleh Anggota, pada saat membuat kesimpulan. Pihak ketiga yang rasional
10 dan memiliki informasi yang cukup tersebut tidak perlu merupakan seorang
11 Anggota, namun memiliki pengetahuan dan pengalaman yang relevan untuk
12 memahami dan mengevaluasi ketepatan atas kesimpulan Anggota yang tidak
13 memihak.
14
15 Mengidentifikasi Ancaman
16
17 P120.6 Anggota harus mengidentifikasi ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip
18 dasar etika.
19
20 120.6-A1 Pemahaman atas fakta dan keadaan, termasuk setiap aktivitas profesional,
21 serta kepentingan dan hubungan yang dapat mengompromikan kepatuhan
22 terhadap prinsip dasar etika, merupakan prasyarat dalam mengidentifikasi
23 ancaman terhadap kepatuhan tersebut. Keberadaan kondisi, kebijakan, dan
24 prosedur tertentu yang ditetapkan oleh profesi, peraturan perundang-
25 undangan, Kantor, atau organisasi tempatnya bekerja, dapat memperkuat
26 Anggota untuk bertindak secara etis dan membantu mengidentifikasi
27 ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika. Paragraf 120.8-A2
28 mencakup contoh umum kondisi, kebijakan, dan prosedur yang juga
29 merupakan faktor relevan dalam mengevaluasi level ancaman.
30
31 120.6-A2 Ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika mungkin dimunculkan
32 oleh berbagai fakta dan keadaan. Tidak mungkin untuk mendefinisikan semua
33 situasi yang memunculkan ancaman. Selain itu, sifat perikatan dan
34 penugasan kerja mungkin berbeda dan akibatnya memunculkan berbagai
35 jenis ancaman yang berbeda.
36
37 120.6-A3 Ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika terbagi dalam satu
38 atau lebih dari kategori berikut:
39 (a) Ancaman kepentingan pribadi, yaitu ancaman berupa kepentingan
40 keuangan atau kepentingan lain yang akan memengaruhi pertimbangan
41 atau perilaku Anggota secara tidak tepat;
42 (b) Ancaman telaah pribadi yaitu ancaman ketika Anggota tidak dapat
43 secara tepat melakukan evaluasi atas pertimbangan yang telah
44 dibuatnya; atau aktivitas yang dilakukan oleh Anggota atau individu
45 dalam Kantor atau organisasi tempatnya bekerja, yang diandalkan oleh
46 Anggota ketika membuat suatu pertimbangan sebagai bagian dari
47 pelaksanaan aktivitas yang sedang diberikan;

13
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (c) Ancaman advokasi yaitu ancaman yang terjadi ketika Anggota


2 mendukung posisi klien atau organisasi tempatnya bekerja sampai pada
3 titik yang dapat mengurangi objektivitasnya;
4 (d) Ancaman kedekatan yaitu ancaman yang terjadi karena hubungan yang
5 lama atau hubungan yang dekat dengan klien atau organisasi
6 tempatnya bekerja, Anggota terlalu bersimpati pada kepentingan klien
7 atau organisasi tempatnya bekerja, atau terlalu mudah menerima hasil
8 pekerjaan mereka; dan
9 (e) Ancaman intimidasi yaitu ancaman yang terjadi ketika Anggota
10 dihalangi untuk bertindak secara objektif karena tekanan yang nyata
11 atau dirasakan, termasuk upaya memengaruhi Anggota secara tidak
12 semestinya.
13
14 120.6-A4 Suatu keadaan dapat memunculkan lebih dari satu ancaman, dan suatu
15 ancaman dapat memengaruhi kepatuhan pada lebih dari satu prinsip dasar
16 etika.
17
18 Mengevaluasi Ancaman
19
20 P120.7 Ketika Anggota mengidentifikasi ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip
21 dasar etika, maka Anggota harus mengevaluasi apakah ancaman tersebut
22 berada pada level yang dapat diterima.
23
24 Level yang Dapat Diterima
25
26 120.7-A1 Level yang dapat diterima adalah level ketika pihak ketiga yang rasional dan
27 memiliki informasi yang memadai menyimpulkan bahwa Anggota mematuhi
28 prinsip dasar etika.
29
30 Faktor yang Relevan dalam Mengevaluasi Level Ancaman
31
32 120.8-A1 Anggota mempertimbangkan faktor kualitatif dan kuantitatif yang relevan
33 dalam mengevaluasi ancaman oleh Anggota, dan dampak gabungan dari
34 beberapa ancaman, jika dapat diterapkan.
35
36 120.8-A2 Keberadaan kondisi, kebijakan, dan prosedur yang diuraikan pada paragraf
37 120.6-A1 mungkin juga merupakan faktor yang relevan dalam mengevaluasi
38 level ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika. Contoh kondisi,
39 kebijakan, dan prosedur tersebut mencakup:
40 • Persyaratan tata kelola korporat.
41 • Persyaratan pendidikan, pelatihan, dan pengalaman bagi profesi.
42 • Sistem pengaduan yang efektif yang memungkinkan Anggota dan
43 masyarakat umum untuk memberi perhatian pada perilaku tidak etis.
44 • Suatu pernyataan kewajiban secara eksplisit untuk melaporkan
45 pelanggaran atas persyaratan etika.
46 • Prosedur pemantauan dan pendisiplinan oleh asosiasi profesi atau
47 regulator.

14
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Pertimbangan Informasi Baru atau Perubahan Fakta dan Keadaan


2
3 P120.9 Jika Anggota menyadari adanya informasi baru atau perubahan atas fakta
4 dan keadaan yang mungkin menyebabkan ancaman telah hilang atau turun
5 sampai pada level yang dapat diterima, maka Anggota harus mengevaluasi
6 ulang dan selanjutnya mengatasi ancaman tersebut.
7
8 120.9-A1 Tetap waspada selama aktivitas profesional akan membantu Anggota dalam
9 menentukan informasi baru telah muncul atau mengubah fakta yang:
10 (a) Berdampak terhadap level ancaman; atau
11 (b) Memengaruhi kesimpulan Anggota mengenai apakah pengamanan
12 yang diterapkan berlanjut secara tepat untuk mengatasi ancaman yang
13 teridentifikasi.
14
15 120.9-A2 Jika informasi baru mengidentifikasi adanya ancaman baru, maka Anggota
16 disyaratkan untuk mengevaluasi dan mengatasi ancaman tersebut secara
17 tepat. (Ref: paragraf P120.7 dan P120.10).
18
19 Mengatasi Ancaman
20
21 P120.10 Jika Anggota menentukan bahwa ancaman yang teridentifikasi atas
22 kepatuhan terhadap prinsip dasar etika berada pada level yang tidak dapat
23 diterima, maka Anggota harus mengatasi ancaman tersebut dengan
24 menghilangkannya atau menurunkannya sampai pada level yang dapat
25 diterima. Anggota harus melakukannya dengan:
26 (a) Menghilangkan keadaan, termasuk kepentingan atau hubungan, yang
27 memunculkan ancaman;
28 (b) Menerapkan pengamanan, jika tersedia dan dapat diterapkan, untuk
29 menurunkan ancaman sampai pada level yang dapat diterima; atau
30 (c) Menolak atau mengakhiri aktivitas profesional tertentu.
31
32 Tindakan untuk Menghilangkan Ancaman
33
34 120.10-A1 Bergantung pada fakta dan keadaan, suatu ancaman dapat diatasi dengan
35 menghilangkan keadaan yang memunculkan ancaman. Namun, terdapat
36 beberapa situasi ketika ancaman hanya dapat diatasi dengan menolak atau
37 mengakhiri aktivitas profesional tertentu. Hal tersebut terjadi karena keadaan
38 yang memunculkan ancaman tidak dapat dihilangkan dan pengamanan tidak
39 dapat diterapkan untuk menurunkan ancaman sampai pada level yang dapat
40 diterima.
41
42 Pengamanan
43
44 120.10-A2 Pengamanan adalah tindakan, secara individual atau gabungan, yang
45 dilakukan Anggota secara efektif menurunkan ancaman terhadap kepatuhan
46 pada prinsip dasar etika sampai pada level yang dapat diterima terhadap
47 kepatuhan pada prinsip dasar etika.
48

15
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Pertimbangan Penilaian Signifikan yang Dilakukan dan Kesimpulan Keseluruhan yang


2 Dicapai
3
4 P120.11 Anggota harus membuat kesimpulan menyeluruh apakah tindakan yang
5 dilakukan, atau akan dilakukan oleh Anggota, untuk mengatasi ancaman yang
6 muncul akan menghilangkan atau menurunkan ancaman sampai pada level
7 yang dapat diterima. Dalam membuat kesimpulan menyeluruh, Anggota
8 harus:
9 (a) Menelaah pertimbangan signifikan yang dibuat atau kesimpulan yang
10 dicapai; dan
11 (b) Menggunakan pengujian pihak ketiga yang rasional dan memiliki
12 informasi yang memadai.
13
14 Pertimbangan untuk Perikatan Audit, Perikatan Reviu, dan Perikatan Asurans Lain
15
16 Independensi
17
18 120.12-A1 Anggota yang berpraktik melayani publik disyaratkan oleh Standar
19 Independensi harus independen ketika melakukan perikatan audit, perikatan
20 reviu, atau perikatan asurans lainnya. Independensi berkaitan dengan prinsip
21 dasar objektivitas dan integritas. Hal ini terdiri atas:
22 (a) Independensi dalam pemikiran - sikap mental pemikiran yang
23 memungkinkan untuk menyatakan suatu kesimpulan dengan tidak
24 terpengaruh oleh tekanan yang dapat mengompromikan pertimbangan
25 profesional, sehingga memungkinkan individu bertindak secara
26 berintegritas serta menerapkan objektivitas dan skeptisisme profesional.
27 (b) Independensi dalam penampilan - penghindaran fakta dan keadaan
28 yang sangat signifikan sehingga pihak ketiga yang rasional dan memiliki
29 informasi yang memadai, besar kemungkinan akan menyimpulkan
30 bahwa integritas, objektivitas, atau skeptisisme profesional dari Kantor,
31 atau anggota tim audit atau tim asurans, telah dikompromikan.
32
33 120.12-A2 Standar Independensi menetapkan persyaratan dan materi aplikasi tentang
34 cara menerapkan kerangka kerja konseptual untuk mempertahankan
35 independensi pada saat melakukan perikatan audit, perikatan reviu, atau
36 perikatan asurans lainnya. Anggota yang berpraktik melayani publik dan
37 Kantor disyaratkan untuk mematuhi standar tersebut agar independen ketika
38 melakukan perikatan tersebut. Kerangka kerja konseptual untuk
39 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap kepatuhan
40 pada prinsip dasar etika diterapkan dengan cara yang sama untuk mematuhi
41 persyaratan independensi. Kategori ancaman terhadap kepatuhan pada
42 prinsip dasar etika yang dijelaskan dalam paragraf 120.6-A3 juga
43 dikategorikan sebagai ancaman terhadap kepatuhan pada persyaratan
44 independensi.
45
46
47
48

16
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Skeptisisme Profesional
2
3 120.13-A1 Berdasarkan standar audit, standar perikatan reviu, dan standar perikatan
4 asurans lainnya yang ditetapkan oleh asosiasi profesi akuntan publik,
5 Anggota yang berpraktik melayani publik disyaratkan untuk menerapkan
6 skeptisisme profesional ketika merencanakan dan melakukan perikatan audit,
7 perikatan reviu, dan perikatan asurans lainnya. Skeptisisme profesional dan
8 prinsip dasar etika yang dijelaskan dalam Seksi 110 adalah konsep yang
9 saling berkaitan.
10
11 120.13-A2 Dalam audit atas laporan keuangan, kepatuhan terhadap prinsip dasar etika,
12 baik secara individual dan kolektif, mendukung penerapan skeptisisme
13 profesional, seperti yang ditunjukkan dalam contoh berikut:
14 • Integritas mensyaratkan Anggota bersikap lugas dan jujur. Sebagai
15 contoh, Anggota mematuhi prinsip integritas dengan:
16 (a) Bersikap lugas dan jujur ketika mengemukakan perhatian atas
17 suatu posisi yang diambil oleh klien; dan
18 (b) Melakukan permintaan keterangan tentang informasi yang tidak
19 konsisten dan mengumpulkan bukti audit lanjutan untuk
20 mengatasi perhatian tentang pernyataan yang mungkin salah atau
21 menyesatkan secara material agar dapat membuat keputusan
22 berdasarkan informasi yang cukup tentang tindakan yang tepat
23 dalam keadaan tersebut.
24 Dengan demikian, Anggota menunjukkan penilaian kritis berdasarkan
25 bukti audit yang berkontribusi terhadap penerapan skeptisisme
26 profesional.
27 • Objektivitas mensyaratkan Anggota mengompromikan pertimbangan
28 profesional atau bisnis karena adanya bias, benturan kepentingan atau
29 pengaruh yang tidak semestinya dari pihak lain. Sebagai contoh,
30 Anggota mematuhi prinsip objektivitas dengan:
31 (a) Mengakui keadaan atau hubungan, seperti kedekatan dengan
32 klien, yang mungkin mengompromikan pertimbangan profesional
33 atau bisnis; dan
34 (b) Mempertimbangkan dampak dari keadaan dan hubungan tersebut
35 terhadap pertimbangan Anggota ketika mengevaluasi kecukupan
36 dan ketepatan bukti audit yang terkait dengan suatu hal yang
37 material pada laporan keuangan klien.
38 Dengan demikian, perilaku Anggota tersebut berkontribusi terhadap
39 penerapan skeptisisme profesional.
40 • Kompetensi dan kehati-hatian profesional mensyaratkan Anggota
41 memiliki pengetahuan dan keahlian profesional pada level yang
42 disyaratkan untuk memastikan penyediaan jasa profesional yang
43 kompeten, dan bertindak dengan sikap kehati-hatian sesuai dengan
44 standar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sebagai
45 contoh, Anggota mematuhi prinsip kompetensi dan kehati-hatian
46 profesional dengan cara:

17
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (a) Menerapkan pengetahuan yang relevan pada industri dan


2 aktivitas bisnis klien tertentu untuk mengidentifikasi secara tepat
3 risiko salah saji yang material;
4 (b) Merancang dan melakukan prosedur audit yang tepat; dan
5 (c) Menerapkan pengetahuan yang relevan ketika menilai secara
6 kritis apakah bukti audit telah cukup dan tepat dalam keadaan
7 tersebut.
8 Dengan demikian, perilaku Anggota tersebut berkontribusi terhadap
9 penerapan skeptisisme profesional.
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

18
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 BAGIAN 2
2 ANGGOTA YANG BEKERJA DI BISNIS
3
4 SEKSI 200
5
6 PENERAPAN KERANGKA KERJA KONSEPTUAL – ANGGOTA YANG BEKERJA DI
7 BISNIS
8
9 PENDAHULUAN
10
11 200.1 Bagian Kode Etik ini menjelaskan persyaratan dan materi aplikasi untuk
12 Anggota yang bekerja di bisnis ketika menerapkan kerangka kerja konseptual
13 yang ditetapkan dalam Seksi 120. Bagian ini tidak menjelaskan semua fakta
14 dan keadaan, termasuk aktivitas, kepentingan, dan hubungan profesional
15 yang dihadapi Anggota yang bekerja di bisnis, yang memunculkan atau
16 mungkin memunculkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar
17 etika. Dengan demikian, kerangka kerja konseptual mensyaratkan Anggota
18 yang bekerja di bisnis untuk mewaspadai fakta dan keadaan tersebut.
19
20 200.2 Investor, kreditor, organisasi tempatnya bekerja, dan sektor bisnis lain,
21 sebagaimana juga pemerintah dan masyarakat umum dapat mengacu pada
22 hasil pekerjaan Anggota yang bekerja di bisnis. Anggota yang bekerja di
23 bisnis bertanggung jawab baik sendiri ataupun bersama dengan pihak lain
24 dalam penyusunan dan pelaporan informasi keuangan dan informasi lain,
25 yang dijadikan acuan oleh organisasi tempatnya bekerja dan pihak ketiga.
26 Anggota yang bekerja di bisnis mungkin bertanggung jawab dalam
27 manajemen keuangan yang efektif dan memberi advis yang kompeten dalam
28 berbagai perihal terkait bisnis.
29
30 200.3 Anggota yang bekerja di bisnis mungkin sebagai karyawan, tenaga kontrak,
31 rekan, direktur, komisaris, pemilik merangkap sebagai pengelola, atau
32 sukarelawan dari organisasi tempatnya bekerja. Bentuk hukum hubungan
33 Anggota yang bekerja di bisnis dengan organisasi tempatnya bekerja, tidak
34 berpengaruh pada tanggung jawab etika yang dibebankan kepada Anggota
35 yang bekerja di bisnis tersebut.
36
37 200.4 Dalam bagian ini, istilah “Anggota” mengacu pada:
38 (a) Seorang Anggota yang bekerja di bisnis; dan
39 (b) Seseorang yang merupakan Anggota yang berpraktik melayani publik
40 ketika melakukan aktivitas profesional berdasarkan hubungan Anggota
41 yang berpraktik melayani publik tersebut dengan Kantor, baik sebagai
42 tenaga kontrak, karyawan, atau pemilik. Informasi lebih lanjut tentang
43 kapan Bagian 2 berlaku untuk Anggota yang berpraktik melayani publik
44 dijelaskan dalam paragraf P120.4, P300.5, dan 300.5-A1.
45
46
47
48

19
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI


2
3 Umum
4
5 P200.5 Anggota harus mematuhi prinsip dasar etika yang ditetapkan di Seksi 110 dan
6 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk
7 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap kepatuhan
8 pada prinsip dasar etika.
9
10 200.5-A1 Anggota memiliki tanggung jawab untuk mendukung organisasi tempatnya
11 bekerja dalam mencapai tujuannya. Kode Etik ini tidak dimaksudkan untuk
12 menghalangi Anggota memenuhi tanggung jawab tersebut, namun untuk
13 mengatasi keadaan yang dapat mengompromikan kepatuhan pada prinsip
14 dasar etika.
15
16 200.5-A2 Anggota dapat mempromosikan posisi organisasi tempatnya bekerja dalam
17 mencapai tujuan dan sasarannya, selama pernyataan tersebut tidak
18 mengandung kesalahan dan menyesatkan. Tindakan ini biasanya tidak
19 memunculkan ancaman advokasi.
20
21 200.5-A3 Semakin senior posisi Anggota, maka semakin besar kemampuan dan
22 peluang untuk mengakses informasi, dan untuk memengaruhi kebijakan,
23 keputusan yang dibuat, dan tindakan yang diambil oleh pihak lain yang
24 terlibat dengan organisasi tempatnya bekerja. Sepanjang Anggota mampu
25 melakukannya, dengan mempertimbangkan posisi dan senioritasnya dalam
26 organisasi, maka Anggota tersebut diharapkan mendorong dan
27 mempromosikan budaya berbasis etika dalam organisasi. Contoh tindakan
28 yang mungkin diambil termasuk pengenalan, implementasi, dan pengawasan
29 atas:
30 • Program pendidikan dan pelatihan etika.
31 • Kebijakan etika dan whistle-blowing.
32 • Kebijakan dan prosedur yang didesain untuk mencegah ketidakpatuhan
33 terhadap peraturan perundang-undangan.
34
35 Mengidentifikasi Ancaman
36
37 200.6-A1 Ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika mungkin muncul dari
38 beragam fakta dan keadaan. Kategori dari ancaman dijelaskan di paragraf
39 120.6-A3. Berikut adalah contoh fakta dan keadaan dalam setiap kategori
40 yang mungkin memunculkan ancaman bagi Anggota ketika melakukan
41 aktivitas profesional:
42 (a) Ancaman kepentingan pribadi
43 • Anggota memiliki kepentingan keuangan pada, atau menerima
44 pinjaman atau jaminan dari, organisasi tempatnya bekerja.
45 • Anggota terlibat dalam pengaturan kompensasi insentif yang
46 ditawarkan oleh organisasi tempatnya bekerja.

20
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Anggota memiliki akses ke aset perusahaan untuk keperluan


2 pribadi.
3 • Anggota ditawari hadiah atau perlakuan istimewa dari pemasok
4 organisasi tempatnya bekerja.
5 (b) Ancaman telaah pribadi
6 • Anggota menentukan perlakuan akuntansi yang tepat atas
7 kombinasi bisnis setelah yang bersangkutan melakukan studi
8 kelayakan yang mendukung keputusan akuisisi bisnis tersebut.
9 (c) Ancaman advokasi
10 • Anggota memiliki kesempatan untuk memanipulasi informasi
11 dalam prospektus untuk tujuan memperoleh pembiayaan yang
12 menguntungkan.
13 (d) Ancaman kedekatan
14 • Anggota bertanggung jawab atas pelaporan keuangan organisasi
15 tempatnya bekerja ketika terdapat anggota keluarga inti atau
16 keluarga dekat yang bekerja di organisasi tersebut yang membuat
17 keputusan yang memengaruhi laporan keuangan.
18 • Anggota memiliki hubungan yang lama dengan rekan bisnis yang
19 memengaruhi keputusan bisnis.
20 (e) Ancaman intimidasi
21 • Anggota, anggota keluarga inti, atau keluarga dekat menghadapi
22 ancaman pemecatan atau penggantian atas ketidaksepakatan
23 tentang:
24 o Penerapan standar akuntansi.
25 o Cara informasi keuangan dilaporkan.
26 • Seorang individu mencoba memengaruhi proses pengambilan
27 keputusan Anggota, misalnya berkenaan dengan pemberian
28 kontrak atau penerapan standar akuntansi.
29
30 Mengevaluasi Ancaman
31
32 200.7-A1 Kondisi, kebijakan, dan prosedur yang dijelaskan di paragraf 120.6-A1 dan
33 120.8-A2 dapat memengaruhi evaluasi apakah ancaman terhadap kepatuhan
34 pada prinsip dasar etika berada pada level yang dapat diterima.
35
36 200.7-A2 Evaluasi Anggota terhadap level ancaman juga dipengaruhi oleh sifat dan
37 ruang lingkup dari aktivitas profesional.
38
39 200.7-A3 Evaluasi Anggota terhadap level ancaman mungkin dipengaruhi oleh
40 lingkungan kerja di dalam organisasi tempatnya bekerja dan lingkungan
41 operasinya. Misalnya:
42 • Kepemimpinan yang menekankan pada pentingnya perilaku etis dan
43 ekspektasi bahwa karyawan akan bertindak secara beretika.
44 • Kebijakan dan prosedur yang mendorong dan memberdayakan
45 karyawan untuk mengomunikasikan kepada manajemen senior
46 mengenai semua persoalan etika tanpa takut akan dihukum.

21
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Kebijakan dan prosedur dalam implementasi dan pemantauan mutu


2 kinerja karyawan.
3 • Sistem pengawasan korporat atau struktur pengawasan lain dan
4 pengendalian internal yang kuat.
5 • Prosedur rekrutmen karyawan yang menekankan pada pentingnya
6 mempekerjakan karyawan yang memiliki kompetensi tinggi.
7 • Komunikasi tepat waktu mengenai kebijakan dan prosedur organisasi,
8 termasuk perubahannya, kepada semua karyawan, serta pelatihan dan
9 pendidikan yang tepat mengenai kebijakan dan prosedur tersebut.
10 • Kebijakan etika dan petunjuk pelaksanaannya.
11
12 200.7-A4 Anggota mungkin mempertimbangkan untuk memperoleh advis hukum ketika
13 meyakini bahwa tindakan atau perilaku tidak etis oleh pihak lain telah terjadi
14 atau akan terus terjadi di dalam organisasi tempatnya bekerja.
15
16 Mengatasi Ancaman
17
18 200.8-A1 Seksi 210 sampai dengan 270 menguraikan ancaman tertentu yang mungkin
19 muncul selama pelaksanaan aktivitas profesional dan termasuk contoh
20 tindakan yang dapat mengatasi ancaman tersebut.
21
22 200.8-A2 Dalam situasi ekstrim, jika keadaan yang memunculkan ancaman tidak dapat
23 dihilangkan dan pengamanan tidak tersedia atau tidak dapat diterapkan untuk
24 menurunkan ancaman sampai pada level yang dapat diterima, mungkin tepat
25 bagi Anggota untuk mengundurkan diri dari organisasi tempatnya bekerja.
26
27 Berkomunikasi dengan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola
28
29 P200.9 Ketika berkomunikasi dengan pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola
30 sesuai dengan Kode Etik ini, maka Anggota harus menentukan siapa individu
31 yang tepat dalam struktur tata kelola organisasi. Jika Anggota berkomunikasi
32 dengan subkelompok dari para pihak yang bertanggung jawab atas tata
33 kelola, maka Anggota harus menentukan perlu tidaknya berkomunikasi
34 dengan semua pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola agar mereka
35 mendapatkan informasi yang memadai.
36
37 200.9-A1 Dalam menentukan dengan siapa berkomunikasi, Anggota mungkin
38 mempertimbangkan:
39 (a) Sifat dan pentingnya keadaan; dan
40 (b) Perihal yang akan dikomunikasikan.
41
42 200.9-A2 Contoh subkelompok pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
43 termasuk komite audit atau anggota dari pihak yang bertanggung jawab atas
44 tata kelola.
45
46

22
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P200.10 Jika Anggota berkomunikasi dengan individu yang bertanggung jawab atas
2 manajemen dan juga bertanggung jawab atas tata kelola, maka Anggota
3 harus diyakinkan bahwa dengan berkomunikasi dengan individu tersebut
4 berarti telah berkomunikasi secara memadai kepada semua pihak yang
5 bertanggung jawab atas tata kelola.
6
7 200.10-A1 Dalam beberapa keadaan, semua pihak yang bertanggung jawab atas tata
8 kelola juga terlibat dalam mengelola organisasi, misalnya, usaha kecil dimana
9 pemilik yang mengelola organisasi dan tidak ada orang lain yang bertanggung
10 jawab atas tata kelola. Dalam kasus seperti ini, jika Anggota berkomunikasi
11 dengan individu yang bertanggung jawab atas manajemen, dan individu
12 tersebut juga bertanggung jawab atas tata kelola, maka Anggota telah
13 memenuhi persyaratan untuk berkomunikasi kepada pihak yang bertanggung
14 jawab atas tata kelola.
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

23
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 210
2
3 BENTURAN KEPENTINGAN
4
5 PENDAHULUAN
6
7 210.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan
8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk
9 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.
10
11 210.2 Benturan kepentingan dapat memunculkan ancaman terhadap kepatuhan
12 pada prinsip objektivitas dan mungkin memunculkan ancaman terhadap
13 kepatuhan pada prinsip dasar etika lainnya. Ancaman tersebut mungkin
14 muncul ketika:
15 (a) Anggota melakukan aktivitas profesional yang terkait dengan
16 permasalahan tertentu bagi dua pihak atau lebih yang memiliki
17 kepentingan yang saling berbenturan terkait dengan permasalahan
18 tersebut; atau
19 (b) Kepentingan seorang Anggota terkait dengan suatu permasalahan
20 tertentu dan kepentingan dari pihak yang menggunakan aktivitas
21 profesional yang berkaitan dengan permasalahan tersebut, berada
22 pada situasi berbenturan.
23 Pihak yang mungkin terlibat dalam benturan kepentingan mencakup
24 organisasi tempatnya bekerja, pemasok, pelanggan, pemberi pinjaman,
25 pemegang saham, atau pihak lain.
26
27 210.3 Seksi ini mengatur persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan
28 dengan penerapan kerangka kerja konseptual atas benturan kepentingan.
29
30 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
31
32 Umum
33
34 P210.4 Anggota dilarang membiarkan benturan kepentingan mengompromikan
35 pertimbangan profesional atau bisnis.
36
37 210.4-A1 Contoh keadaan yang mungkin memunculkan benturan kepentingan
38 mencakup:
39 • Berposisi sebagai manajemen atau pihak yang bertanggung jawab tata
40 kelola dari dua organisasi pemberi kerja dan memperoleh informasi
41 rahasia dari salah satu organisasi yang mungkin digunakan oleh
42 Anggota untuk menguntungkan atau merugikan organisasi yang lain.
43 • Melakukan aktivitas profesional untuk dua pihak dalam suatu kerjasama
44 yang mempekerjakan Anggota untuk membantu pihak-pihak tersebut
45 secara terpisah dalam proses pembubaran kerjasama.

24
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Menyusun informasi keuangan untuk anggota manajemen tertentu dari


2 organisasi tempatnya bekerja yang sedang berupaya untuk melakukan
3 pembelian atas entitas tersebut (management buy-out).
4 • Menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam memilih pemasok bagi
5 organisasi tempatnya bekerja ketika terdapat anggota keluarga inti dari
6 Anggota yang akan memperoleh keuntungan keuangan dari transaksi
7 tersebut.
8 • Berposisi sebagai pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola di
9 organisasi tempatnya bekerja yang berwenang untuk memberikan
10 persetujuan investasi, yang salah satu pilihan investasinya akan
11 meningkatkan nilai portofolio investasi pribadi Anggota atau anggota
12 keluarga inti.
13
14 Mengidentifikasi Benturan
15
16 P210.5 Anggota harus mengambil langkah-langkah yang memadai untuk
17 mengidentifikasi keadaan yang mungkin memunculkan benturan kepentingan,
18 dan ancaman terhadap kepatuhan pada satu atau lebih prinsip dasar etika.
19 Langkah tersebut harus termasuk mengidentifikasi:
20 (a) Sifat dari kepentingan dan hubungan yang relevan antara para pihak
21 yang terlibat; dan
22 (b) Aktivitas dan dampaknya terhadap pihak yang relevan.
23
24 P210.6 Anggota harus tetap waspada terhadap perubahan dari waktu ke waktu atas
25 sifat aktivitas, kepentingan, dan hubungan yang mungkin memunculkan
26 benturan kepentingan saat melakukan suatu aktivitas profesional.
27
28 Ancaman yang Dimunculkan oleh Benturan Kepentingan
29
30 210.7-A1 Umumnya, semakin langsung sifat hubungan antara aktivitas profesional dan
31 permasalahan yang memunculkan benturan kepentingan, maka semakin
32 mungkin level ancaman tidak berada pada level yang dapat diterima.
33
34 210.7-A2 Contoh tindakan yang mungkin dapat menghilangkan ancaman yang muncul
35 dari benturan kepentingan adalah menarik diri dari proses pengambilan
36 keputusan terkait dengan permasalahan yang menyebabkan benturan
37 kepentingan.
38
39 210.7-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
40 yang muncul karena benturan kepentingan termasuk:
41 • Merestrukturisasi atau memisahkan tanggung jawab dan tugas tertentu.
42 • Mendapatkan pengawasan yang tepat, sebagai contoh, bertindak
43 dibawah pengawasan dari seorang direktur atau komisaris.
44
45
46
47

25
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Pengungkapan dan Persetujuan


2
3 Umum
4
5 210.8-A1 Secara umum Anggota perlu untuk:
6 (a) Mengungkapkan sifat benturan kepentingan dan bagaimana setiap
7 ancaman yang muncul dapat diatasi oleh pihak yang terkait, termasuk
8 para pihak pada level tertentu dalam organisasi tempatnya bekerja yang
9 terkena dampak benturan; dan
10 (b) Memperoleh persetujuan dari pihak yang relevan kepada Anggota untuk
11 melakukan aktivitas profesional ketika pengamanan diterapkan untuk
12 mengatasi ancaman.
13
14 210.8-A2 Persetujuan mungkin diberikan secara tersirat ketika Anggota memiliki bukti
15 yang cukup untuk menyimpulkan bahwa para pihak telah mengetahui
16 keadaan tersebut sejak awal dan telah menerima adanya benturan
17 kepentingan jika para pihak tidak menunjukkan keberatannya.
18
19 210.8-A3 Jika pengungkapan atau persetujuan diberikan secara tidak tertulis, maka
20 Anggota dianjurkan untuk mendokumentasikan:
21 (a) Sifat dari keadaan yang memunculkan benturan kepentingan;
22 (b) Pengamanan yang diterapkan untuk mengatasi ancaman tersebut
23 ketika dapat diterapkan; dan
24 (c) Persetujuan yang diperoleh.
25
26 Pertimbangan Lain
27
28 210.9-A1 Ketika menghadapi benturan kepentingan, Anggota dianjurkan untuk mencari
29 panduan dari organisasi tempatnya bekerja atau dari pihak lain, seperti
30 asosiasi profesi, penasihat hukum, atau Anggota lain. Ketika melakukan
31 pengungkapan atau penyampaian informasi di dalam organisasi tempatnya
32 bekerja dan mencari panduan dari pihak ketiga, maka Anggota harus
33 menerapkan prinsip kerahasiaan.
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

26
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 220
2
3 PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN INFORMASI
4
5 PENDAHULUAN
6
7 220.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan
8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 dalam
9 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.
10
11 220.2 Penyusunan atau penyajian informasi keuangan mungkin memunculkan
12 ancaman kepentingan pribadi, ancaman intimidasi, atau ancaman lainnya
13 terhadap kepatuhan pada satu atau lebih dari prinsip dasar etika. Seksi ini
14 menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan dengan
15 penerapan kerangka kerja konseptual dalam keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 220.3-A1 Anggota di semua tingkatan dalam organisasi tempatnya bekerja terlibat
22 dalam penyusunan atau penyajian informasi baik di dalam dan di luar
23 organisasi.
24
25 220.3-A2 Pemangku kepentingan yang dituju, atau diperuntukkan, dari penyusunan
26 atau penyajian informasi tersebut, termasuk:
27 • Manajemen dan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
28 • Investor dan pemberi pinjaman atau kreditur lain.
29 • Regulator.
30 Informasi tersebut mungkin membantu para pemangku kepentingan dalam
31 memahami dan mengevaluasi aspek-aspek organisasi tempatnya bekerja dan
32 membuat keputusan untuk organisasi tempatnya bekerja. Informasi tersebut
33 dapat mencakup informasi keuangan dan nonkeuangan yang mungkin
34 tersedia bagi publik atau digunakan untuk keperluan internal.
35 Contohnya termasuk:
36 • Laporan operasi dan kinerja.
37 • Analisis dukungan keputusan.
38 • Anggaran dan proyeksi.
39 • Informasi yang diberikan kepada auditor internal dan eksternal.
40 • Analisis risiko.
41 • Laporan keuangan bertujuan umum dan khusus.
42 • Pelaporan pajak.
43 • Laporan yang ditujukan kepada regulator untuk tujuan hukum dan
44 kepatuhan.
45
46 220.3-A3 Untuk tujuan Seksi ini, penyusunan atau penyajian informasi keuangan
47 termasuk pencatatan, pemeliharaan, dan persetujuan informasi.

27
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P220.4 Ketika menyusun atau menyajikan informasi keuangan, Anggota harus:


2 (a) Menyusun atau menyajikan informasi yang sesuai dengan basis
3 pelaporan keuangan yang digunakan;
4 (b) Menyusun atau menyajikan informasi dengan cara yang tidak
5 dimaksudkan untuk menyesatkan atau memengaruhi keluaran suatu
6 kontrak atau peraturan secara tidak tepat;
7 (c) Menerapkan pertimbangan profesional untuk:
8 (i) Menyajikan fakta secara akurat dan lengkap dalam semua hal
9 yang material;
10 (ii) Menjelaskan secara gamblang mengenai sifat sebenarnya dari
11 transaksi atau aktivitas bisnis; dan
12 (iii) Mengklasifikasikan dan mencatat informasi secara tepat waktu
13 dan dengan cara yang tepat; dan
14 (d) Tidak meninggalkan apapun dengan maksud memberi informasi yang
15 menyesatkan atau memengaruhi keluaran suatu kontrak atau regulasi
16 secara tidak tepat.
17
18 220.4-A1 Contoh dari memengaruhi keluaran suatu kontrak atau regulasi secara tidak
19 tepat adalah penggunaan estimasi yang tidak realistis yang dimaksudkan
20 untuk menghindari persyaratan dalam kontrak seperti perjanjian utang atau
21 ketentuan regulasi seperti persyaratan permodalan untuk institusi keuangan.
22
23 Penggunaan Diskresi dalam Penyusunan atau Penyajian Informasi Keuangan
24
25 P220.5 Penyusunan atau penyajian informasi keuangan mungkin mensyaratkan
26 penerapan diskresi dalam membuat pertimbangan profesional. Anggota tidak
27 akan menerapkan diskresi dengan tujuan menyesatkan pihak lain atau
28 memengaruhi keluaran suatu kontrak atau regulasi secara tidak tepat.
29
30 220.5-A1 Contoh cara ketika diskresi mungkin disalahgunakan untuk mencapai
31 keluaran yang tidak tepat meliputi:
32 • Menentukan estimasi, misalnya estimasi nilai wajar agar laba atau rugi
33 disalahsajikan.
34 • Memilih atau mengubah kebijakan akuntansi atau metode di antara dua
35 atau lebih alternatif yang diperkenankan berdasarkan basis pelaporan
36 keuangan yang berlaku, misalnya, memilih kebijakan akuntansi untuk
37 membukukan kontrak jangka panjang agar laba atau rugi
38 disalahsajikan.
39 • Menentukan waktu transaksi, misalnya, mengatur waktu penjualan aset
40 mendekati akhir tahun fiskal agar menyesatkan.
41 • Menentukan struktur transaksi, misalnya, merancang transaksi
42 pembiayaan agar aset dan liabilitas atau klasifikasi arus kas
43 disalahsajikan.
44 • Memilih pengungkapan, misalnya, menghilangkan atau mengaburkan
45 informasi yang berkaitan dengan risiko keuangan atau operasional agar
46 menyesatkan.

28
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P220.6 Ketika melakukan aktivitas profesional, khususnya yang tidak mensyaratkan


2 kepatuhan terhadap basis pelaporan keuangan yang berlaku, maka Anggota
3 harus melakukan pertimbangan profesional untuk mengidentifikasi dan
4 mempertimbangkan:
5 (a) Tujuan penggunaan informasi tersebut;
6 (b) Konteks informasi yang diberikan; dan
7 (c) Pengguna yang menggunakan informasi.
8
9 220.6-A1 Misalnya, ketika menyusun atau menyajikan laporan proforma, anggaran,
10 atau proyeksi, maka, penyertaan estimasi, perkiraan, dan asumsi yang
11 relevan, jika tepat, memungkinkan pihak-pihak yang mengandalkan pada
12 informasi tersebut untuk membuat pertimbangan sendiri.
13
14 220.6-A2 Anggota juga dapat mempertimbangkan untuk mengklarifikasi pengguna yang
15 dituju serta konteks dan tujuan dari informasi yang disajikan.
16
17 Mengandalkan Pekerjaan Pihak Lain
18
19 P220.7 Anggota yang bermaksud mengandalkan pekerjaan pihak lain, baik dari
20 internal maupun eksternal organisasi tempatnya bekerja, harus menggunakan
21 pertimbangan profesional untuk menentukan langkah yang harus diambil, jika
22 ada, untuk memenuhi tanggung jawab yang ditetapkan di paragraf P220.4.
23
24 220.7-A1 Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam menentukan apakah
25 ketergantungan pada pihak lain adalah wajar termasuk:
26 • Reputasi dan keahlian dari, serta sumber daya yang dimiliki oleh
27 individu maupun organisasi lain.
28 • Apakah individu lain tersebut tunduk pada standar profesional dan Kode
29 Etik yang berlaku.
30 Informasi tersebut dapat diperoleh dari hubungan sebelumnya dengan, atau
31 dari konsultasi dengan pihak lain tentang, individu atau organisasi lain.
32
33 Mengatasi Informasi yang Mungkin Menyesatkan
34
35 P220.8 Ketika Anggota mengetahui atau memiliki alasan untuk meyakini bahwa
36 informasi yang terkait dengan dirinya adalah menyesatkan, maka Anggota
37 harus mengambil tindakan yang tepat untuk mencari penyelesaian
38 permasalahan tersebut.
39
40 220.8-A1 Tindakan yang mungkin tepat meliputi:
41 • Membahas mengenai informasi menyesatkan tersebut dengan atasan
42 Anggota dan/atau dengan level manajemen yang tepat dalam
43 organisasi tempatnya bekerja atau pihak yang bertanggung jawab atas
44 tata kelola, dan meminta individu tersebut untuk mengambil tindakan
45 yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Tindakan
46 tersebut dapat meliputi:
47 o Melakukan koreksi atas informasi tersebut.

29
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 o Jika informasi tersebut telah diungkapkan kepada pengguna yang


2 dituju, maka Anggota harus memberikan informasi yang benar.
3 • Berkonsultasi mengenai kebijakan dan prosedur organisasi tempatnya
4 bekerja (misalnya, kebijakan etika atau kebijakan tentang whistle-
5 blowing) tentang bagaimana menangani permasalahan tersebut secara
6 internal.
7
8 220.8-A2 Anggota dapat menentukan bahwa organisasi tempatnya bekerja tidak
9 melakukan tindakan yang tepat. Jika Anggota masih memiliki alasan untuk
10 meyakini bahwa informasi tersebut menyesatkan, maka tindakan lanjutan
11 berikut mungkin tepat dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip
12 kerahasiaan:
13 • Berkonsultasi dengan:
14 o Asosiasi profesi yang relevan.
15 o Auditor internal atau eksternal organisasi tempatnya bekerja.
16 o Penasihat hukum.
17 • Menentukan apakah ada persyaratan untuk berkomunikasi dengan:
18 o Pihak ketiga, termasuk pengguna informasi.
19 o Regulator dan otoritas pengawasan.
20
21 P220.9 Jika setelah melakukan semua pilihan yang memungkinkan, Anggota
22 menentukan bahwa tindakan yang tepat belum dilakukan dan terdapat
23 keyakinan bahwa informasi tersebut masih menyesatkan, maka Anggota
24 harus menolak untuk menjadi bagian atau dikaitkan dengan informasi
25 tersebut.
26
27 220.9-A1 Dalam kondisi demikian, mungkin tepat bagi Anggota untuk mengundurkan
28 diri dari organisasi tempatnya bekerja.
29
30 Dokumentasi
31
32 220.10-A1 Anggota didorong untuk mendokumentasikan:
33 • Fakta.
34 • Standar akuntansi atau standar profesional terkait lainnya yang
35 digunakan.
36 • Komunikasi kepada pihak-pihak yang dituju untuk membahas masalah
37 tersebut.
38 • Tindakan tepat yang dipertimbangkan.
39 • Bagaimana Anggota berusaha untuk mengatasi masalah tersebut.
40
41 Pertimbangan Lain
42
43 220.11-A1 Ketika ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika berkaitan
44 dengan penyusunan atau penyajian informasi keuangan muncul dari
45 ancaman kepentingan keuangan, termasuk kompensasi dan insentif terkait
46 dengan pelaporan keuangan dan pengambilan keputusan, maka diterapkan
47 persyaratan dan materi aplikasi yang ditetapkan di Seksi 240.

30
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 220.11-A2 Ketika informasi menyesatkan mungkin melibatkan ketidakpatuhan terhadap


2 peraturan perundang-undangan, maka berlaku persyaratan dan materi
3 aplikasi yang ditetapkan di Seksi 260.
4
5 220.11-A3 Ketika ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika berkaitan
6 dengan penyusunan atau penyajian informasi keuangan muncul dari tekanan,
7 maka berlaku persyaratan dan materi aplikasi yang dijelaskan di Seksi 270.
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

31
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 230
2
3 BERTINDAK DENGAN KEAHLIAN YANG MEMADAI
4
5 PENDAHULUAN
6
7 230.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan
8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk
9 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.
10
11 230.2 Bertindak tanpa keahlian yang memadai akan memunculkan ancaman
12 kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada prinsip kompetensi dan kehati-
13 hatian profesional. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi
14 spesifik yang terkait untuk penerapan kerangka kerja konseptual dalam
15 keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 P230.3 Anggota tidak boleh dengan sengaja menyesatkan organisasi tempatnya
22 bekerja sehubungan dengan level keahlian atau pengalaman yang dimiliki.
23
24 230.3-A1 Prinsip kompetensi dan kehati-hatian profesional mensyaratkan Anggota
25 hanya melaksanakan tugas signifikan ketika memiliki, atau dapat
26 memperoleh, pelatihan atau pengalaman tertentu yang memadai.
27
28 230.3-A2 Ancaman kepentingan pribadi untuk mematuhi prinsip kompetensi dan kehati-
29 hatian profesional mungkin muncul ketika Anggota memiliki:
30 • Waktu yang tidak mencukupi untuk melaksanakan atau menyelesaikan
31 tugas secara memadai.
32 • Informasi yang tidak lengkap, terbatas, atau tidak cukup untuk
33 melaksanakan tugas tersebut secara memadai.
34 • Pengalaman, pelatihan, dan/atau pendidikan yang tidak memadai.
35 • Sumber daya yang tidak cukup untuk melaksanakan tugas secara
36 memadai.
37
38 230.3-A3 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut termasuk:
39 • Sejauh mana Anggota bekerja dengan orang lain.
40 • Tingkat senioritas Anggota yang bekerja di bisnis.
41 • Level supervisi dan penelaahan yang diterapkan terhadap pekerjaan.
42
43 230.3-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
44 kepentingan pribadi termasuk:
45 • Mendapatkan bantuan atau pelatihan dari seseorang dengan keahlian
46 yang dibutuhkan.

32
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Memastikan kecukupan waktu dalam melaksanakan tugas yang


2 relevan.
3
4 P230.4 Jika ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip kompetensi dan kehati-hatian
5 profesional tidak dapat diatasi, maka Anggota harus menentukan apakah
6 menolak untuk melakukan tugas yang dimaksud. Jika Anggota menentukan
7 bahwa penolakan adalah tepat, maka Anggota harus mengomunikasikan
8 alasannya.
9
10 Pertimbangan Lain
11
12 230.5-A1 Persyaratan dan materi aplikasi dalam Seksi 270 berlaku ketika Anggota
13 mendapat tekanan untuk bertindak dengan cara yang mungkin memunculkan
14 pelanggaran terhadap prinsip kompetensi dan kehati-hatian profesional.
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

33
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 240
2
3 KEPENTINGAN KEUANGAN, KOMPENSASI, DAN INSENTIF YANG TERKAIT DENGAN
4 PELAPORAN KEUANGAN DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
5
6 PENDAHULUAN
7
8 240.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan
9 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk
10 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.
11
12 240.2 Memiliki kepentingan keuangan, atau mengetahui kepentingan keuangan
13 yang dimiliki oleh anggota keluarga inti atau keluarga dekat, mungkin
14 memunculkan ancaman kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada prinsip
15 objektivitas atau kerahasiaan. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi
16 aplikasi spesifik yang relevan untuk penerapan kerangka kerja konseptual
17 dalam keadaan tersebut.
18
19 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
20
21 Umum
22
23 P240.3 Anggota tidak boleh memanipulasi informasi atau menggunakan informasi
24 rahasia untuk memperoleh keuntungan pribadi atau untuk keuntungan
25 keuangan pihak lain.
26
27 240.3-A1 Anggota mungkin mempunyai kepentingan keuangan atau mungkin
28 mengetahui kepentingan keuangan anggota keluarga inti atau keluarga dekat,
29 yang dalam keadaan tertentu mungkin memunculkan ancaman terhadap
30 kepatuhan pada prinsip dasar etika. Kepentingan keuangan termasuk yang
31 muncul dari pengaturan kompensasi atau insentif terkait dengan penyusunan
32 laporan keuangan dan pengambilan keputusan.
33
34 240.3-A2 Contoh keadaan yang dapat memunculkan ancaman kepentingan pribadi
35 termasuk situasi ketika Anggota atau anggota keluarga inti atau keluarga
36 dekat:
37 • Memiliki motif dan peluang untuk memanipulasi informasi yang sensitif
38 terhadap harga untuk mendapatkan keuntungan keuangan.
39 • Memiliki kepentingan keuangan langsung atau tidak langsung di
40 organisasi tempatnya bekerja dan nilainya dapat dipengaruhi secara
41 langsung oleh keputusan yang dibuat oleh Anggota.
42 • Berhak untuk mendapatkan bonus yang dikaitkan dengan laba, dan
43 nilainya dapat dipengaruhi secara langsung oleh keputusan yang dibuat
44 oleh Anggota.
45 • Memiliki hak secara langsung atau tidak langsung atas bonus
46 kepemilikan saham yang ditangguhkan (deferred bonus share right)

34
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 atau opsi saham organisasi tempatnya bekerja, yang nilainya dapat


2 dipengaruhi secara langsung oleh keputusan yang dibuat oleh Anggota.
3 • Ikut serta dalam program kompensasi yang memberi insentif atas
4 pencapaian target kinerja atau upaya untuk memaksimalkan nilai
5 saham organisasi tempatnya bekerja, misalnya melalui partisipasi
6 dalam program insentif yang dikaitkan dengan pencapaian kinerja
7 tertentu.
8
9 240.3-A3 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut termasuk:
10 • Signifikansi kepentingan keuangan. Hal yang merupakan kepentingan
11 keuangan yang signifikan akan bergantung pada keadaan pribadi dan
12 materialitas dari kepentingan keuangan terhadap seorang individu.
13 • Kebijakan dan prosedur untuk komite independen dari manajemen
14 untuk menentukan level atau bentuk remunerasi manajemen senior.
15 • Sesuai dengan kebijakan internal, pengungkapan kepada pihak yang
16 bertanggung jawab atas tata kelola:
17 o Semua kepentingan yang relevan.
18 o Setiap rencana untuk menggunakan hak atau memperdagangkan
19 saham yang relevan.
20 • Prosedur audit internal dan eksternal yang spesifik untuk mengatasi
21 masalah yang memunculkan kepentingan keuangan.
22
23 240.3-A4 Ancaman yang muncul karena pengaturan kompensasi atau insentif mungkin
24 diperparah oleh tekanan eksplisit atau implisit dari atasan atau kolega. Lihat
25 Seksi 270: Tekanan untuk Melanggar Prinsip Dasar Etika.
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47

35
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 250
2
3 BUJUKAN, TERMASUK HADIAH DAN KERAMAHTAMAHAN
4
5 PENDAHULUAN
6
7 250.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan
8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk
9 mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengatasi ancaman.
10
11 250.2 Menawarkan atau menerima bujukan dapat memunculkan ancaman
12 kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi terhadap
13 kepatuhan pada prinsip dasar etika, terutama prinsip integritas, objektivitas,
14 dan perilaku profesional.
15
16 250.3 Seksi ini menjelaskan persyaratan dan materi aplikasi yang relevan untuk
17 menerapkan kerangka kerja konseptual dalam kaitannya dengan penawaran
18 dan penerimaan bujukan yang tidak dilarang oleh peraturan perundang-
19 undangan ketika Anggota melakukan aktivitas profesional. Seksi ini juga
20 mensyaratkan Anggota untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang
21 relevan saat menawarkan atau menerima bujukan.
22
23 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
24
25 Umum
26
27 250.4-A1 Bujukan adalah objek, situasi, atau tindakan yang digunakan untuk
28 memengaruhi perilaku individu lain, namun tidak dimaksudkan untuk
29 memengaruhi perilaku individu tersebut secara tidak patut. Bujukan dapat
30 berkisar dari tindakan kecil berupa keramahtamahan antara rekan bisnis
31 hingga tindakan yang mengakibatkan ketidakpatuhan terhadap peraturan
32 perundang-undangan. Bujukan dapat berupa, misalnya (namun tidak terbatas
33 pada):
34 • Hadiah
35 • Keramahtamahan.
36 • Hiburan.
37 • Sumbangan politik atau sosial.
38 • Tawaran yang tidak pantas atas persahabatan dan loyalitas.
39 • Pemberian kerja atau kesempatan komersial lainnya.
40 • Perlakuan, hak, atau hak istimewa.
41
42 Bujukan yang Dilarang oleh Peraturan Perundang-undangan
43
44 P250.5 Peraturan perundang-undangan, seperti yang berkaitan dengan penyuapan
45 dan korupsi, melarang menawarkan atau menerima bujukan dalam keadaan
46 tertentu. Anggota harus memperoleh pemahaman tentang peraturan

36
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 perundang-undangan yang relevan dan mematuhinya ketika Anggota tersebut


2 menghadapi keadaan demikian.
3
4 Bujukan yang Tidak Dilarang oleh Peraturan Perundang-undangan
5
6 250.6-A1 Menawarkan atau menerima bujukan yang tidak dilarang oleh peraturan
7 perundang-undangan mungkin masih memunculkan ancaman terhadap
8 kepatuhan pada prinsip dasar etika.
9
10 Bujukan dengan Intensi untuk Memengaruhi Perilaku Secara Tidak Patut
11
12 P250.7 Anggota tidak boleh menawarkan atau mendorong pihak lain untuk
13 menawarkan bujukan apapun, atau penawaran bujukan yang kemungkinan
14 akan disimpulkan oleh pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang
15 memadai, dilakukan dengan intensi untuk memengaruhi perilaku dari
16 penerima atau individu lain secara tidak patut.
17
18 P250.8 Anggota tidak boleh menerima atau mendorong pihak lain untuk menerima
19 bujukan apapun, atau penerimaan bujukan yang kemungkinan akan
20 disimpulkan oleh pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang
21 memadai, dilakukan dengan intensi untuk memengaruhi perilaku dari
22 penerima atau individu lain secara tidak patut.
23
24 250.9-A1 Bujukan dianggap memengaruhi perilaku individu secara tidak patut jika hal
25 tersebut menyebabkan individu bertindak dengan cara yang tidak etis.
26 Pengaruh yang tidak patut tersebut dapat diarahkan, baik kepada penerima
27 maupun individu lainnya yang memiliki hubungan dengan penerima bujukan.
28 Prinsip dasar etika merupakan kerangka acuan yang tepat bagi Anggota
29 dalam mempertimbangkan perilaku tidak etis Anggota dan individu lainnya.
30
31 250.9-A2 Pelanggaran terhadap prinsip integritas muncul ketika Anggota menawarkan
32 atau menerima, atau mendorong pihak lain untuk menawarkan atau
33 menerima, bujukan dengan intensi untuk memengaruhi perilaku penerima
34 bujukan atau individu lainnya secara tidak patut.
35
36 250.9-A3 Penentuan apakah terdapat intensi yang nyata atau dirasakan memengaruhi
37 perilaku secara tidak patut mensyaratkan penerapan pertimbangan
38 profesional. Faktor yang relevan untuk dipertimbangkan mungkin termasuk:
39 • Sifat, frekuensi, nilai, dan dampak kumulatif dari bujukan.
40 • Saat bujukan ditawarkan relatif terhadap tindakan atau keputusan apa
41 pun yang mungkin memengaruhi.
42 • Apakah bujukan adalah kebiasaan atau budaya dalam keadaan
43 tersebut, sebagai contoh, menawarkan hadiah pada hari raya
44 keagamaan atau hari pernikahan.
45 • Apakah bujukan adalah bagian tambahan dari aktivitas profesional,
46 sebagai contoh, menawarkan atau menerima ajakan makan siang
47 sehubungan dengan pertemuan bisnis.

37
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Apakah penawaran bujukan terbatas pada penerima perorangan atau


2 tersedia untuk kelompok yang lebih luas. Kelompok yang lebih luas
3 mungkin merupakan pihak internal atau eksternal dari organisasi
4 tempatnya bekerja, seperti pelanggan atau pemasok lainnya.
5 • Peran dan posisi individu yang menawarkan atau ditawari bujukan.
6 • Apakah Anggota mengetahui, atau memiliki alasan untuk meyakini,
7 bahwa menerima bujukan akan melanggar kebijakan dan prosedur dari
8 organisasi tempat pihak tersebut bekerja.
9 • Tingkat transparansi bujukan yang ditawarkan.
10 • Apakah bujukan disyaratkan atau diminta oleh penerima bujukan.
11 • Perilaku atau reputasi sebelumnya yang diketahui dari pihak yang
12 memberikan bujukan.
13
14 Pertimbangan Tindakan Lanjutan
15
16 250.10-A1 Jika Anggota menyadari adanya bujukan yang ditawarkan dengan intensi
17 yang nyata atau dirasakan memengaruhi perilaku secara tidak patut,
18 ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika mungkin masih
19 muncul meskipun persyaratan dalam paragraf P250.7 dan P250.8 terpenuhi.
20
21 250.10-A2 Contoh tindakan yang mungkin menjadi pengamanan untuk mengatasi
22 ancaman tersebut termasuk:
23 • Menginformasikan mengenai penawaran kepada manajemen senior,
24 pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola dari organisasi tempat
25 Anggota bekerja, atau organisasi tempat pemberi bujukan bekerja.
26 • Mengubah atau menghentikan hubungan bisnis dengan pemberi
27 bujukan.
28
29 Bujukan Tanpa Intensi untuk Memengaruhi Perilaku Secara Tidak Patut.
30
31 250.11-A1 Persyaratan dan materi aplikasi yang ditetapkan dalam kerangka kerja
32 konseptual berlaku ketika seorang Anggota telah menyimpulkan tidak ada niat
33 nyata atau yang dipersepsikan untuk secara tidak patut memengaruhi
34 perilaku penerima bujukan atau individu lain.
35
36 250.11-A2 Jika bujukan tersebut bersifat biasa dan tidak penting, ancaman apapun yang
37 muncul akan berada pada level yang dapat diterima.
38
39 250.11-A3 Contoh keadaan ketika penawaran atau penerimaan bujukan dapat
40 memunculkan ancaman bahkan jika Anggota telah menyimpulkan bahwa
41 tidak ada intensi yang nyata atau dirasakan untuk memengaruhi perilaku
42 secara tidak patut termasuk:
43 • Ancaman kepentingan pribadi
44 o Anggota ditawari pekerjaan paruh waktu oleh pemasok.
45 • Ancaman kedekatan
46 o Anggota mengajak secara reguler pelanggan atau pemasok ke
47 acara olahraga.

38
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Ancaman intimidasi
2 o Anggota menerima keramahtamahan yang sifatnya dianggap
3 tidak pantas jika diungkapkan kepada publik.
4
5 250.11-A4 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman yang muncul ketika
6 menawarkan atau menerima bujukan tersebut mencakup faktor-faktor yang
7 sama dalam menentukan intensi yang ditetapkan di paragraf 250.9-A3.
8
9 250.11-A5 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman yang muncul dari
10 penawaran atau penerimaan bujukan termasuk:
11 • Tidak menawarkan atau menolak bujukan.
12 • Mengalihkan tanggung jawab terkait keputusan bisnis yang melibatkan
13 pihak lawan kepada individu lain yang diyakini atau dianggap oleh
14 Anggota, tidak terpengaruh secara tidak patut dalam pengambilan
15 keputusan.
16
17 250.11-A6 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
18 yang muncul dari penawaran atau penerimaan bujukan tersebut termasuk:
19 • Bersikap transparan mengenai penawaran atau penerimaan bujukan
20 kepada manajemen senior, pihak yang bertanggung jawab atas tata
21 kelola organisasi tempat Anggota bekerja, atau organisasi tempat pihak
22 lawan bekerja.
23 • Mencatatkan bujukan tersebut dalam catatan yang dikelola oleh
24 organisasi tempat Anggota bekerja, atau organisasi tempat pihak lawan
25 bekerja.
26 • Menugaskan penelaah yang tepat, yang tidak terlibat dalam aktivitas
27 profesional, untuk menelaah setiap pekerjaan yang dilakukan atau
28 keputusan yang dibuat oleh Anggota sehubungan dengan individu atau
29 organisasi yang bujukannya diterima Anggota.
30 • Memberikan bujukan tersebut untuk donasi dalam acara amal setelah
31 menerima dan mengungkapkan pemberian donasi tersebut dengan
32 tepat, misalnya, kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
33 atau individu yang menawarkan bujukan.
34 • Mengganti bujukan yang diterima seperti keramahtamahan.
35 • Sesegera mungkin, mengembalikan bujukan setelah diterima seperti
36 hadiah.
37
38 Keluarga Inti atau Keluarga Dekat
39
40 P250.12 Anggota harus tetap mewaspadai potensi ancaman terhadap kepatuhan pada
41 prinsip dasar etika yang muncul dari penawaran bujukan:
42 (a) Oleh anggota keluarga inti atau keluarga dekat dari Anggota kepada
43 pihak lawan yang memiliki hubungan profesional dengan Anggota; atau
44 (b) Kepada anggota keluarga inti atau keluarga dekat Anggota oleh pihak
45 lawan yang memiliki hubungan profesional dengan Anggota.
46
47

39
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P250.13 Ketika Anggota menyadari adanya bujukan yang ditawarkan kepada atau
2 diberikan oleh anggota keluarga inti atau keluarga dekat dan menyimpulkan
3 terdapat intensi untuk memengaruhi perilaku Anggota atau pihak lawan
4 secara tidak patut, atau menganggap pihak ketiga yang rasional dan memiliki
5 informasi yang memadai kemungkinan menyimpulkan bahwa terdapat intensi
6 tersebut, maka Anggota harus memberikan advis kepada anggota keluarga
7 inti atau keluarga dekat untuk tidak menawarkan atau menerima bujukan.
8
9 250.13-A1 Faktor yang ditetapkan di paragraf 250.9-A3 relevan dalam menentukan
10 apakah terdapat intensi yang nyata atau dirasakan untuk memengaruhi
11 perilaku Anggota atau pihak lawan secara tidak patut. Faktor lain yang
12 relevan adalah sifat atau kedekatan hubungan, antara:
13 (a) Anggota dan anggota keluarga inti atau keluarga dekat;
14 (b) Anggota keluarga inti atau keluarga dekat dan pihak lawan; dan
15 (c) Anggota dan pihak lawan.
16 Sebagai contoh, tawaran pekerjaan, di luar proses rekrutmen normal, kepada
17 suami/istri Anggota oleh pihak lawan yang sedang menegosiasikan kontrak
18 yang signifikan dengan Anggota, dapat menunjukkan intensi tersebut.
19
20 250.13-A2 Materi aplikasi pada paragraf 250.10-A2 juga relevan dalam mengatasi
21 ancaman yang mungkin muncul ketika terdapat intensi yang nyata atau
22 dirasakan untuk memengaruhi perilaku Anggota atau pihak lawan secara
23 tidak patut, meskipun anggota keluarga inti atau Anggota keluarga dekat telah
24 mengikuti advis yang diberikan Anggota sesuai dengan paragraf P250.13.
25
26 Penerapan Kerangka Kerja Konseptual
27
28 250.14-A1 Ketika Anggota menyadari bujukan yang ditawarkan dalam keadaan yang
29 dibahas pada paragraf P250.12, ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip
30 dasar etika dapat muncul ketika:
31 (a) Anggota keluarga inti atau keluarga dekat menawarkan atau menerima
32 bujukan yang bertentangan dengan advis Anggota sesuai dengan
33 paragraf P250.13; atau
34 (b) Anggota tidak memiliki alasan untuk meyakini adanya intensi yang
35 nyata atau dirasakan untuk memengaruhi perilaku Anggota atau pihak
36 lawan.
37
38 250.14-A2 Materi aplikasi pada paragraf 250.11-A1 hingga 250.11-A6 relevan untuk
39 tujuan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman tersebut.
40 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman dalam keadaan
41 tersebut juga termasuk sifat atau kedekatan hubungan yang ditetapkan pada
42 paragraf 250.13-A1.
43
44
45
46
47
48

40
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Pertimbangan Lainnya
2
3 250.15-A1 Jika Anggota ditawari bujukan oleh organisasi tempatnya bekerja yang
4 berkaitan dengan kepentingan, kompensasi, dan insentif keuangan yang
5 terkait dengan kinerja, maka berlaku persyaratan dan materi aplikasi yang
6 ditetapkan di Seksi 240 berlaku.
7
8 250.15-A2 Jika Anggota menghadapi atau menyadari bujukan yang dapat
9 mengakibatkan ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan terhadap
10 peraturan perundang-undangan oleh pihak lain yang bekerja untuk, atau di
11 bawah arahan, organisasi tempatnya bekerja, maka berlaku persyaratan dan
12 materi aplikasi yang ditetapkan di Seksi 260.
13
14 250.15-A3 Jika Anggota menghadapi tekanan untuk menawarkan atau menerima
15 bujukan yang dapat memunculkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip
16 dasar etika, maka berlaku persyaratan dan materi aplikasi yang ditetapkan di
17 Seksi 270.
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

41
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 260
2
3 RESPONS ATAS KETIDAKPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-
4 UNDANGAN
5
6 PENDAHULUAN
7
8 260.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan
9 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 dalam
10 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.
11
12 260.2 Ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi terhadap kepatuhan
13 pada prinsip integritas dan perilaku profesional muncul ketika Anggota
14 menyadari adanya ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan terhadap
15 peraturan perundang-undangan.
16
17 260.3 Anggota mungkin menghadapi atau menyadari adanya ketidakpatuhan atau
18 dugaan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan ketika
19 melaksanakan aktivitas profesional. Seksi ini memberikan panduan kepada
20 Anggota dalam menilai implikasi permasalahan dan tindakan yang mungkin
21 dilakukan ketika merespons ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan
22 terhadap:
23 (a) Peraturan perundang-undangan yang secara umum memiliki dampak
24 langsung terhadap penentuan jumlah dan pengungkapan yang material
25 dalam laporan keuangan organisasi tempatnya bekerja; dan
26 (b) Peraturan perundang-undangan lain yang tidak memiliki dampak
27 langsung terhadap penentuan jumlah dan pengungkapan dalam laporan
28 keuangan organisasi tempatnya bekerja, namun kepatuhan tersebut
29 penting untuk aspek operasi bisnis organisasi tempatnya bekerja, untuk
30 dapat mempertahankan usahanya, atau untuk menghindari hukuman
31 yang material.
32
33 Tujuan Anggota Terkait Ketidakpatuhan Terhadap Peraturan Perundang-undangan
34
35 260.4 Ciri pembeda profesi akuntansi adalah kesediaannya menerima tanggung
36 jawab bertindak untuk kepentingan publik. Ketika merespons adanya
37 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan, tujuan dari Anggota adalah:
38 (a) Mematuhi prinsip integritas dan perilaku profesional;
39 (b) Mengingatkan manajemen atau, jika tepat, pihak yang bertanggung
40 jawab atas tata kelola di organisasi tempatnya bekerja, untuk:
41 (i) Memungkinkan mereka memperbaiki, memulihkan, atau
42 memitigasi konsekuensi akibat dari ketidakpatuhan yang
43 teridentifikasi atau terduga; atau
44 (ii) Mencegah ketidakpatuhan sebelum terjadi; dan
45 (c) Mengambil tindakan lanjutan yang tepat dalam melindungi kepentingan
46 publik.
47
48

42
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI


2
3 Umum
4
5 260.5-A1 Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan (“ketidakpatuhan”)
6 terdiri dari tindakan penghilangan atau perbuatan, baik disengaja atau tidak
7 disengaja, yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang
8 berlaku yang dilakukan oleh pihak-pihak berikut:
9 (a) Organisasi tempatnya bekerja;
10 (b) Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola organisasi tempatnya
11 bekerja;
12 (c) Manajemen organisasi tempatnya bekerja; atau
13 (d) Individu lain yang bekerja untuk atau di bawah arahan organisasi
14 tempatnya bekerja.
15
16 260.5-A2 Contoh peraturan perundang-undangan yang terkait dengan seksi ini
17 termasuk yang berhubungan dengan:
18 • Kecurangan, korupsi, dan penyuapan.
19 • Pencucian uang, pendanaan teroris, dan hasil kriminal.
20 • Pasar dan perdagangan surat berharga.
21 • Perbankan serta produk dan jasa keuangan lainnya.
22 • Perlindungan data.
23 • Liabilitas pajak dan pensiun serta pembayarannya.
24 • Perlindungan lingkungan hidup.
25 • Kesehatan dan keselamatan publik.
26
27 260.5-A3 Ketidakpatuhan dapat mengakibatkan denda, litigasi, atau konsekuensi lain
28 bagi organisasi tempatnya bekerja yang berpotensi memiliki dampak yang
29 material terhadap laporan keuangan. Terlebih penting, ketidakpatuhan
30 tersebut mungkin berdampak terhadap kepentingan publik yang lebih luas
31 yang berpotensi memunculkan bahaya besar bagi investor, kreditor,
32 karyawan, atau masyarakat umum. Untuk tujuan seksi ini, tindakan yang
33 menyebabkan bahaya besar tersebut adalah tindakan yang menghasilkan
34 dampak kerugian keuangan atau nonkeuangan yang serius bagi para pihak
35 tersebut. Misalnya kecurangan yang mengakibatkan kerugian keuangan yang
36 signifikan bagi investor, dan pelanggaran peraturan dan perundang-undangan
37 mengenai lingkungan yang membahayakan kesehatan atau keselamatan
38 karyawan atau publik.
39
40 P260.6 Berdasarkan peraturan perundang-udangan yang berlaku, terdapat ketentuan
41 yang mengatur bagaimana Anggota disyaratkan untuk mengatasi
42 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan. Peraturan perundang-undangan
43 tersebut mungkin berbeda dari, atau melampaui, ketentuan dalam seksi ini.
44 Ketika menghadapi ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan, Anggota
45 harus memperoleh pemahaman tentang ketentuan peraturan perundang-
46 undangan tersebut serta mematuhinya, termasuk:

43
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (a) Setiap persyaratan untuk melaporkan permasalahan tersebut kepada


2 otoritas berwenang; dan
3 (b) Setiap larangan untuk mengingatkan pihak yang relevan.
4
5 260.6-A1 Larangan untuk memperingatkan pihak yang relevan mungkin muncul,
6 misalnya, berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang tindak pidana
7 pencucian uang.
8
9 260.7-A1 Seksi ini berlaku terlepas dari sifat organisasi tempat Anggota bekerja,
10 termasuk apakah organisasi tersebut merupakan entitas dengan akuntabilitas
11 publik.
12
13 260.7-A2 Anggota yang menghadapi atau menyadari permasalahan yang jelas tidak
14 penting, tidak disyaratkan untuk mematuhi seksi ini. Dalam menentukan
15 penting tidaknya suatu permasalahan dinilai berdasarkan sifat dan
16 dampaknya, baik keuangan maupun nonkeuangan, terhadap organisasi
17 tempatnya bekerja, pemangku kepentingan, dan publik.
18
19 260.7-A3 Seksi ini tidak membahas:
20 (a) Pelanggaran pribadi yang tidak terkait dengan aktivitas bisnis dari
21 organisasi tempatnya bekerja; dan
22 (b) Ketidakpatuhan oleh pihak lain selain yang ditentukan di paragraf
23 260.5-A1.
24 Walaupun demikian, Anggota mungkin menemukan panduan dalam seksi ini
25 yang membantu dalam mempertimbangkan cara merespons situasi tersebut.
26
27 Tanggung Jawab dari Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata
28 Kelola di Organisasi Tempatnya Bekerja
29
30 260.8-A1 Manajemen organisasi tempat Anggota bekerja, dengan pengawasan dari
31 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, bertanggung jawab untuk
32 memastikan bahwa aktivitas bisnis organisasi dilakukan sesuai dengan
33 peraturan perundang-undangan. Manajemen dan pihak yang bertanggung
34 jawab atas tata kelola juga bertanggung jawab untuk mengidentifikasi dan
35 mengatasi setiap ketidakpatuhan oleh:
36 (a) Organisasi;
37 (b) Individu yang bertanggung jawab atas tata kelola organisasi;
38 (c) Anggota manajemen; atau
39 (d) Individu lain yang bekerja untuk, atau di bawah arahan dari, organisasi.
40
41 Tanggung Jawab Anggota
42
43 P260.9 Jika terdapat protokol dan prosedur dalam organisasi tempatnya bekerja
44 untuk mengatasi ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan, maka Anggota
45 harus mempertimbangkannya dalam menentukan cara merespons
46 ketidakpatuhan tersebut.
47

44
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 260.9-A1 Banyak organisasi tempat Anggota bekerja telah menetapkan protokol dan
2 prosedur mengenai bagaimana mengungkapkan ketidakpatuhan atau dugaan
3 ketidakpatuhan secara internal. Protokol dan prosedur tersebut termasuk,
4 misalnya, kebijakan etika atau mekanisme whistle-blowing internal. Protokol
5 dan prosedur tersebut memungkinkan permasalahan dilaporkan secara
6 anonim melalui saluran yang telah ditentukan.
7
8 P260.10 Ketika Anggota menyadari suatu permasalahan dalam seksi ini berlaku,
9 langkah Anggota untuk mematuhi seksi ini harus dilakukan secara tepat
10 waktu. Dalam melakukan langkah yang tepat waktu, Anggota harus
11 memperhatikan sifat permasalahan dan bahaya potensialnya bagi
12 kepentingan entitas, investor, kreditor, karyawan, atau publik.
13
14 Tanggung Jawab Anggota Senior yang Bekerja di Bisnis
15
16 260.11-A1 Anggota yang merupakan Anggota senior yang bekerja di bisnis (“Anggota
17 Senior”) adalah direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif, atau karyawan
18 senior yang mampu memberikan pengaruh signifikan terhadap, dan membuat
19 keputusan tentang, perolehan, penempatan, dan pengendalian atas sumber
20 daya manusia, keuangan, teknologi, dan sumber daya fisik dan sumber daya
21 tidak berwujud dari organisasi tempatnya bekerja. Terdapat ekspektasi yang
22 lebih besar bagi individu tersebut untuk mengambil tindakan apapun yang
23 sejalan dengan kepentingan publik untuk merespons adanya ketidakpatuhan
24 atau dugaan ketidakpatuhan dibandingkan Anggota lain dalam organisasi
25 tempatnya bekerja. Hal ini disebabkan peran, posisi, dan cakupan pengaruh
26 mereka dalam organisasi tempatnya bekerja.
27
28 Memperoleh Pemahaman atas Permasalahan
29
30 P260.12 Jika, dalam rangka melaksanakan aktivitas profesional, Anggota senior
31 menyadari informasi mengenai ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan,
32 maka Anggota tersebut harus memahami permasalahan, termasuk:
33 (a) Sifat dari ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan dan keadaan di
34 mana hal tersebut telah terjadi atau mungkin terjadi;
35 (b) Penerapan peraturan perundang-undangan yang berlaku sesuai
36 dengan keadaan; dan
37 (c) Penilaian atas konsekuensi potensial bagi organisasi tempatnya
38 bekerja, investor, kreditur, karyawan, atau publik.
39
40 260.12-A1 Anggota senior diharapkan untuk menerapkan pengetahuan dan keahlian
41 serta pertimbangan profesional. Namun demikian, Anggota tidak diharapkan
42 memiliki level pemahaman atas hukum dan peraturan melebihi yang
43 disyaratkan bagi peran Anggota dalam organisasi tempatnya bekerja.
44 Penentuan apakah suatu tindakan merupakan ketidakpatuhan pada akhirnya
45 akan ditentukan oleh pengadilan atau badan yang berwenang melakukan
46 ajudikasi.
47

45
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 260.12-A2 Bergantung pada sifat dan signifikansi permasalahan, Anggota senior


2 mungkin membuat, atau mengambil langkah yang tepat untuk membuat
3 permasalahan tersebut dapat diinvestigasi secara internal. Anggota dapat
4 juga berkonsultasi berdasarkan prinsip kerahasiaan dengan pihak lain di
5 dalam organisasi tempatnya bekerja, asosiasi profesi, atau dengan penasihat
6 hukum.
7
8 Mengatasi Permasalahan
9
10 P260.13 Jika Anggota senior mengidentifikasi atau mencurigai bahwa ketidakpatuhan
11 telah terjadi atau mungkin terjadi, maka ia harus membahas permasalahan
12 tersebut dengan atasan langsung, jika ada, yang memungkinkan dibuat suatu
13 penetapan bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut sesuai dengan
14 paragraf P260.9. Jika atasan langsung kemungkinan terlibat dalam
15 permasalahan ini, maka Anggota harus membahas permasalahan tersebut
16 dengan atasan berikutnya yang memiliki otoritas lebih tinggi.
17
18 260.13-A1 Tujuan dari pembahasan tersebut adalah untuk menentukan tindakan yang
19 memungkinkan untuk menangani masalah tersebut.
20
21 P260.14 Anggota senior harus mengambil langkah yang tepat agar:
22 (a) Permasalahan telah dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung
23 jawab atas tata kelola;
24 (b) Mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,
25 termasuk ketentuan hukum atau peraturan yang mengatur pelaporan
26 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan kepada otoritas yang
27 sesuai;
28 (c) Dampak dari ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan yang sudah
29 diperbaiki, dipulihkan, atau dimitigasi;
30 (d) Mengurangi risiko terjadinya kembali; dan
31 (e) Mencegah tindakan ketidakpatuhan jika belum terjadi.
32
33 260.14-A1 Tujuan Anggota senior mengomunikasikan permasalahan tersebut kepada
34 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola adalah untuk mendapat
35 persetujuan mengenai tindakan yang tepat untuk merespons permasalahan
36 tersebut dan memungkinkan mereka untuk memenuhi tanggung jawab.
37
38 260.14-A2 Beberapa peraturan perundang-undangan mungkin menetapkan periode
39 penyampaian laporan atas ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan
40 kepada otoritas berwenang.
41
42 P260.15 Selain merespons permasalahan sesuai dengan ketentuan dari seksi ini,
43 Anggota senior harus menentukan perlu tidaknya mengungkapkan
44 permasalahan tersebut kepada auditor eksternal dari organisasi tempatnya
45 bekerja, jika diperlukan.
46

46
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 260.15-A1 Pengungkapan tersebut sesuai dengan tugas atau kewajiban hukum Anggota
2 senior untuk menyediakan semua informasi yang diperlukan yang
3 memungkinkan auditor untuk melakukan audit.
4
5 Menentukan Perlu Tidaknya Tindakan Lanjutan
6
7 P260.16 Anggota senior harus menilai ketepatan respons dari atasannya, jika ada, dan
8 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
9
10 260.16-A1 Faktor relevan yang dipertimbangkan dalam menilai ketepatan atas respons
11 dari atasan Anggota senior, jika ada, dan pihak yang bertanggung jawab atas
12 tata kelola termasuk apakah:
13 • Respons dilakukan tepat waktu.
14 • Pihak tersebut telah melakukan atau menyetujui tindakan yang tepat
15 untuk memperbaiki, memulihkan, atau memitigasi konsekuensi dari
16 ketidakpatuhan, atau untuk menghindari ketidakpatuhan jika belum
17 terjadi.
18 • Permasalahan tersebut telah diungkapkan kepada otoritas yang
19 berwenang dan apakah pengungkapan telah memadai.
20
21 P260.17 Dengan memperhatikan respons dari atasan Anggota senior, jika ada, dan
22 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, maka Anggota harus
23 menentukan perlu tidaknya tindakan lebih lanjut yang diperlukan untuk
24 memenuhi kepentingan publik.
25
26 260.17-A1 Penentuan perlu tidaknya Anggota senior melakukan tindakan lanjutan, serta
27 sifat dan luas dari tindakan tersebut, akan bergantung pada berbagai faktor,
28 termasuk:
29 • Kerangka peraturan perundang-undangan.
30 • Urgensi dari situasi.
31 • Penyebaran permasalahan di organisasi tempatnya bekerja secara
32 keseluruhan.
33 • Keyakinan Anggota senior terhadap integritas atasannya dan pihak
34 yang bertanggung jawab atas tata kelola.
35 • Kemungkinan berulangnya ketidakpatuhan atau dugaan
36 ketidakpatuhan.
37 • Terdapat bukti yang kredibel atas bahaya substansial yang nyata atau
38 potensial terhadap kepentingan organisasi tempatnya bekerja, investor,
39 kreditur, karyawan, atau publik.
40
41 260.17-A2 Contoh keadaan yang mungkin menyebabkan Anggota senior tidak memiliki
42 keyakinan terhadap integritas atasannya dan pihak yang bertanggung jawab
43 atas tata kelola termasuk situasi ketika:
44 • Anggota mencurigai atau memiliki bukti keterlibatan mereka atau
45 kesengajaan mereka untuk terlibat dalam setiap ketidakpatuhan.

47
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, mereka belum


2 melaporkan atau mengesahkan pelaporan permasalahan kepada
3 otoritas berwenang dalam periode yang seharusnya.
4
5 P260.18 Anggota senior harus membuat pertimbangan profesional dalam menentukan
6 perlunya, serta sifat, dan luas tindakan lanjutan. Dalam membuat penentuan
7 tersebut, Anggota harus mempertimbangkan pihak ketiga yang rasional dan
8 memiliki informasi yang cukup, dengan menimbang semua fakta dan keadaan
9 tertentu yang tersedia bagi Anggota pada waktu tersebut, akan menyimpulkan
10 bahwa Anggota telah bertindak sejalan dengan kepentingan publik.
11
12 260.18-A1 Tindakan lanjutan oleh Anggota senior mungkin dilakukan termasuk:
13 • Menginformasikan permasalahan tersebut kepada manajemen entitas
14 induk, jika organisasi tempatnya bekerja merupakan anggota dari suatu
15 grup.
16 • Mengungkapkan permasalahan tersebut kepada otoritas yang
17 berwenang, walaupun ketika tidak ada ketentuan peraturan perundang-
18 undangan untuk melakukannya.
19 • Mengundurkan diri dari organisasi tempatnya bekerja.
20
21 260.18-A2 Mengundurkan diri dari organisasi tempatnya bekerja tidak menggantikan
22 tindakan lain yang mungkin diperlukan untuk mencapai tujuan Anggota senior
23 yang diatur di Seksi ini. Dalam hal ketentuan peraturan perundang-undangan
24 membatasi tersedianya tindakan lanjutan bagi Anggota, maka pengunduran
25 diri mungkin merupakan satu-satunya tindakan yang tersedia.
26
27 Mencari Advis
28
29 260.19-A1 Penilaian atas permasalahan ini mungkin melibatkan analisis dan penilaian
30 yang kompleks, sehingga Anggota senior mungkin mempertimbangkan untuk:
31 • Berkonsultasi secara internal.
32 • Memperoleh advis hukum untuk memahami pilihan Anggota dan
33 implikasi profesional atau hukum untuk mengambil tindakan tertentu.
34 • Berkonsultasi dengan regulator atau asosiasi profesi dengan basis
35 kerahasiaan.
36
37 Menentukan Perlunya Pengungkapan Permasalahan kepada Otoritas Berwenang
38
39 260.20-A1 Pengungkapan permasalahan kepada otoritas berwenang akan terhalang jika
40 hal tersebut akan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan. Jika
41 tidak bertentangan, tujuan pengungkapan adalah untuk memungkinkan
42 otoritas berwenang menyelidiki penyebab permasalahan dan mengambil
43 tindakan dalam melindungi kepentingan publik.
44
45 260.20-A2 Penentuan perlu tidaknya membuat pengungkapan akan bergantung
46 khususnya pada sifat dan tingkat bahaya aktual atau potensial terhadap
47 investor, kreditur, karyawan, atau publik yang disebabkan atau mungkin

48
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 disebabkan oleh permasalahan tersebut. Misalnya, Anggota senior mungkin


2 menentukan bahwa pengungkapan permasalahan ke otoritas berwenang
3 merupakan tindakan yang tepat jika:
4 • Organisasi tempatnya bekerja terlibat penyuapan (misalnya, pejabat
5 pemerintah lokal atau asing untuk tujuan mengamankan kontrak besar).
6 • Organisasi tempatnya bekerja adalah entitas yang diregulasi (regulated
7 entity) dan permasalahan tersebut signifikan mengancam izin usaha.
8 • Organisasi tempatnya bekerja merupakan entitas yang terdaftar di
9 pasar modal dan permasalahan tersebut dapat menghasilkan dampak
10 yang merugikan terhadap kewajaran dan keteraturan perdagangan
11 surat berharga dari organisasi tempatnya bekerja atau memunculkan
12 risiko sistemik terhadap pasar keuangan.
13 • Terdapat kemungkinan bahwa organisasi tempatnya bekerja akan
14 menjual produk yang berbahaya bagi kesehatan atau keselamatan
15 publik.
16 • Organisasi tempatnya bekerja mempromosikan suatu skema untuk
17 membantu klien menghindari pajak.
18
19 260.20-A3 Penentuan untuk membuat suatu pengungkapan akan juga bergantung pada
20 faktor eksternal seperti:
21 • Kemampuan otoritas berwenang menerima informasi, menyelidiki
22 penyebab permasalahan, dan mengambil tindakan. Otoritas berwenang
23 akan bergantung pada sifat dari permasalahan. Misalnya, otoritas
24 berwenang adalah regulator pasar modal dalam kasus kecurangan
25 laporan keuangan atau kementerian yang mengurusi lingkungan hidup
26 dalam kasus pelanggaran peraturan perundang-undangan terkait
27 lingkungan hidup.
28 • Adanya perlindungan yang kuat dan kredibel dari kewajiban perdata
29 atau pidana atau kewajiban profesional, atau pelaporan/penuntutan
30 balik yang diberikan oleh perundang-undangan atau peraturan, seperti
31 undang-undang atau peraturan perlindungan saksi.
32 • Adanya ancaman nyata atau potensial terhadap keselamatan fisik
33 Anggota senior atau orang lain.
34
35 P260.21 Jika Anggota senior menentukan bahwa pengungkapan permasalahan
36 kepada otoritas berwenang merupakan tindakan yang tepat dalam keadaan
37 tersebut, maka pengungkapan tersebut diizinkan sesuai paragraf P114.1(d).
38 Ketika membuat pengungkapan, Anggota harus bertindak dengan iktikad baik
39 dan berhati-hati ketika membuat laporan dan asersi.
40
41 Pelanggaran yang Mungkin Segera Terjadi
42
43 P260.22 Dalam keadaan yang luar biasa, Anggota senior mungkin menyadari perilaku
44 nyata atau yang diniatkan, bahwa Anggota memiliki alasan untuk meyakini
45 bahwa suatu pelanggaran yang akan segera terjadi terhadap peraturan
46 perundang-undangan yang akan menyebabkan bahaya besar bagi investor,
47 kreditur, karyawan, atau publik. Setelah pertama kali mempertimbangkan

49
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 apakah tepat untuk membahas permasalahan ini dengan manajemen atau


2 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, Anggota harus membuat
3 pertimbangan profesional dan menentukan apakah pengungkapan segera
4 permasalahan tersebut kepada otoritas berwenang untuk mencegah atau
5 mengalihkan dampak dari pelanggaran yang akan segera terjadi terhadap
6 hukum atau peraturan tersebut. Jika pengungkapan dibuat, maka
7 pengungkapan tersebut diizinkan sesuai dengan paragraf P114.1(d).
8
9 Dokumentasi
10
11 260.23-A1 Sehubungan dengan ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan yang
12 termasuk dalam ruang lingkup seksi ini, maka Anggota senior didorong untuk
13 memiliki dokumentasi terkait hal-hal berikut:
14 • Permasalahan.
15 • Hasil pembahasan dengan atasan Anggota, jika ada, serta pihak yang
16 bertanggung jawab atas tata kelola, dan pihak lain.
17 • Bagaimana respons atasan Anggota atas permasalahan tersebut, jika
18 ada, dan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
19 • Tindakan yang dipertimbangkan Anggota, pertimbangan yang dibuat,
20 dan keputusan yang diambil.
21 • Bagaimana Anggota meyakini bahwa ia telah memenuhi tanggung
22 jawab yang ditetapkan di paragraf P260.17.
23
24 Tanggung Jawab Anggota Selain Anggota Senior
25
26 P260.24 Jika dalam melaksanakan aktivitas profesionalnya Anggota menyadari
27 informasi terkait adanya ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan, maka
28 Anggota harus berusaha memperoleh pemahaman atas permasalahan
29 tersebut. Pemahaman tersebut harus mencakup sifat dari ketidakpatuhan,
30 atau dugaan ketidakpatuhan, dan keadaan yang telah terjadi atau mungkin
31 terjadi.
32
33 260.24-A1 Anggota diharapkan untuk menerapkan pengetahuan dan keahlian serta
34 melakukan pertimbangan profesional. Namun, Anggota tidak diharapkan
35 memiliki level pemahaman atas ketentuan peraturan perundang-undangan
36 yang melebihi daripada yang diperlukan dalam perannya sebagai Anggota
37 dalam organisasi tempatnya bekerja. Penentuan akhir atas permasalahan
38 yang menyebabkan ketidakpatuhan dilakukan oleh pengadilan atau badan
39 yang berwenang melakukan ajudikasi.
40
41 260.24-A2 Bergantung pada sifat dan signifikansi permasalahan, Anggota dapat
42 berkonsultasi kepada pihak lain dalam organisasi tempatnya bekerja, asosiasi
43 profesi, atau penasihat hukum dengan basis kerahasiaan.
44
45 P260.25 Jika Anggota mengidentifikasi atau mencurigai bahwa ketidakpatuhan telah
46 terjadi atau diduga terjadi, maka Anggota harus, dengan mematuhi paragraf
47 P260.9, menginformasikan hal tersebut kepada atasan langsung yang

50
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 memungkinkannya untuk mengambil tindakan yang tepat. Jika atasan


2 langsung terlibat dalam permasalahan tersebut, maka Anggota harus
3 menginformasikan pada atasan berikutnya yang memiliki kewenangan lebih
4 tinggi dalam organisasi tempatnya bekerja.
5
6 P260.26 Dalam keadaan yang luar biasa, Anggota dapat memutuskan bahwa
7 pengungkapan permasalahan kepada otoritas berwenang merupakan
8 tindakan yang tepat. Jika Anggota melakukannya sesuai paragraf 260.20-A2
9 dan 260.20-A3, maka pengungkapan tersebut diizinkan sesuai dengan
10 paragraf P114.1(d). Ketika membuat pengungkapan, Anggota harus bertindak
11 dengan itikad baik dan berhati-hati ketika membuat laporan dan asersi.
12
13 Dokumentasi
14
15 260.27-A1 Sehubungan dengan ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan yang
16 termasuk dalam ruang lingkup seksi ini, maka Anggota didorong untuk
17 memiliki dokumentasi hal-hal berikut:
18 • Permasalahan.
19 • Hasil pembahasan dengan atasan, manajemen, serta, jika relevan,
20 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan pihak lain.
21 • Respons atasan Anggota atas permasalahan tersebut.
22 • Serangkaian tindakan yang dipertimbangkan oleh Anggota,
23 pertimbangan yang digunakan, dan keputusan yang diambil.
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47

51
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 270
2
3 TEKANAN UNTUK MELANGGAR PRINSIP DASAR ETIKA
4
5 PENDAHULUAN
6
7 270.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan
8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk
9 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.
10
11 270.2 Tekanan yang diberikan pada atau oleh Anggota mungkin memunculkan
12 ancaman intimidasi atau ancaman lain untuk mematuhi satu atau lebih prinsip
13 dasar etika. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik
14 yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan
15 tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 P270.3 Anggota dilarang:
22 (a) Membiarkan tekanan dari pihak lain yang akan memunculkan
23 pelanggaran kepatuhan terhadap prinsip dasar etika; atau
24 (b) Menekan pihak lain yang diketahui Anggota atau terdapat alasan untuk
25 meyakini, akan mengakibatkan individu lain tersebut melanggar prinsip
26 dasar etika.
27
28 270.3-A1 Anggota mungkin menghadapi tekanan yang memunculkan ancaman
29 terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika, misalnya ancaman intimidasi,
30 ketika melakukan aktivitas profesional. Tekanan tersebut mungkin bersifat
31 eksplisit ataupun implisit dan mungkin berasal dari:
32 • Dalam organisasi tempatnya bekerja, misalnya, dari kolega atau atasan.
33 • Individu atau organisasi eksternal seperti pemasok, pelanggan, atau
34 pemberi pinjaman.
35 • Target dan ekspektasi internal atau eksternal.
36
37 270.3-A2 Contoh tekanan yang mungkin mengakibatkan ancaman terhadap kepatuhan
38 pada prinsip dasar etika termasuk:
39 • Tekanan yang terkait dengan benturan kepentingan:
40 o Tekanan dari anggota keluarga yang bertindak sebagai pemasok
41 organisasi tempatnya bekerja untuk memilih anggota keluarga
42 daripada calon pemasok lain.
43 Lihat juga Seksi 210: Benturan Kepentingan.
44 • Tekanan untuk memengaruhi penyusunan atau penyajian informasi:
45 o Tekanan untuk melaporkan hasil keuangan yang menyesatkan
46 untuk memenuhi harapan investor, analis, atau pemberi pinjaman.

52
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 o Tekanan dari pejabat terpilih terhadap Anggota yang berpraktik


2 melayani publik untuk memberikan gambaran yang keliru atas
3 program atau proyek kepada pemilih.
4 o Tekanan dari kolega untuk melakukan salah saji pada
5 penghasilan, pengeluaran, atau tingkat pengembalian untuk
6 pengambilan keputusan yang bias atas proyek belanja modal dan
7 akuisisi.
8 o Tekanan dari atasan untuk menyetujui atau memproses
9 pengeluaran yang bukan merupakan pengeluaran bisnis yang
10 sah.
11 o Tekanan untuk menahan laporan audit internal yang mengandung
12 temuan tidak wajar.
13 Lihat juga Seksi 220: Penyusunan dan Penyajian Informasi.
14 • Tekanan untuk bertindak tanpa keahlian atau kehati-hatian yang
15 memadai:
16 o Tekanan dari atasan untuk secara tidak tepat mengurangi luasnya
17 pekerjaan yang dilakukan.
18 o Tekanan dari atasan untuk melakukan tugas tanpa keahlian atau
19 pelatihan yang memadai atau dalam rentang waktu yang tidak
20 realistis.
21 Lihat juga Seksi 230: Bertindak dengan Keahlian yang Memadai.
22 • Tekanan yang terkait dengan kepentingan keuangan.
23 o Tekanan dari atasan, kolega, atau pihak lain, misalnya, pihak
24 yang mungkin memperoleh manfaat dari partisipasi atas
25 pengaturan kompensasi atau insentif untuk memanipulasi
26 indikator kinerja.
27 Lihat juga Seksi 240: Kepentingan Keuangan, Kompensasi, dan Insentif
28 yang terkait dengan Pelaporan Keuangan dan Pengambilan Keputusan.
29 • Tekanan yang terkait dengan bujukan:
30 o Tekanan dari pihak lain, baik internal maupun eksternal terhadap
31 organisasi tempatnya bekerja, yang menawarkan bujukan untuk
32 memengaruhi secara tidak patut terhadap pertimbangan atau
33 proses pengambilan keputusan dari individu atau organisasi.
34 o Tekanan dari kolega untuk menerima suap atau bujukan lain,
35 misalnya untuk menerima hadiah atau hiburan yang tidak patut
36 dari pemasok potensial dalam proses penawaran.
37 Lihat juga Seksi 250: Bujukan, Termasuk Hadiah dan
38 Keramahtamahan.
39 • Tekanan yang terkait dengan ketidakpatuhan terhadap peraturan
40 perundang-undangan:
41 o Tekanan untuk mengatur transaksi untuk tujuan penghindaran
42 pajak.
43 Lihat juga Seksi 260: Respons atas Ketidakpatuhan terhadap Peraturan
44 Perundang-undangan.
45
46
47

53
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 270.3-A3 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman yang muncul karena
2 tekanan termasuk:
3 • Intensi dari individu yang melakukan tekanan serta sifat dan tingkat
4 tekanan.
5 • Penerapan ketentuan peraturan perundang-undangan, dan standar
6 profesional pada keadaan tersebut.
7 • Budaya dan kepemimpinan dalam organisasi tempatnya bekerja
8 termasuk sejauh mana hal tersebut mencerminkan atau menekankan
9 pentingnya perilaku etis dan harapan bahwa karyawan akan bertindak
10 secara etis. Misalnya, budaya korporat yang toleran terhadap perilaku
11 tidak etis dapat meningkatkan kemungkinan bahwa tekanan akan
12 menghasilkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika.
13 • Kebijakan dan prosedur, jika ada, yang telah ditetapkan oleh organisasi
14 tempatnya bekerja, seperti kebijakan etika atau sumber daya manusia,
15 untuk mengatasi tekanan.
16
17 270.3-A4 Membahas keadaan yang memunculkan tekanan dan melakukan konsultasi
18 dengan pihak lain tentang keadaan tersebut dapat membantu Anggota untuk
19 mengevaluasi level ancaman. Pembahasan dan konsultasi tersebut
20 mensyaratkan kewaspadaan terhadap prinsip kerahasiaan, dapat termasuk:
21 • Membahas permasalahan tersebut dengan individu yang melakukan
22 tekanan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
23 • Membahas permasalahan tersebut dengan atasan Anggota, jika atasan
24 bukan individu yang melakukan tekanan.
25 • Melaporkan permasalahan dalam organisasi tempatnya bekerja,
26 termasuk jika diperlukan, menjelaskan setiap konsekuensi risiko kepada
27 organisasi, misalnya dengan:
28 o Manajemen yang lebih tinggi.
29 o Auditor internal atau eksternal.
30 o Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
31 • Mengungkapkan permasalahan tersebut sesuai dengan kebijakan
32 organisasi tempatnya bekerja, termasuk kebijakan etika dan whistle-
33 blowing, menggunakan mekanisme yang sudah ditetapkan, seperti
34 saluran telepon khusus terkait pelanggaran etika.
35 • Berkonsultasi dengan:
36 o Kolega, atasan, personel sumber daya manusia, atau Anggota
37 lainnya;
38 o Asosiasi profesi, regulator, atau asosiasi industri yang relevan;
39 atau
40 o Penasihat hukum.
41
42 270.3-A5 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman yang muncul dari
43 tekanan adalah permintaan Anggota untuk merestrukturisasi, atau
44 memisahkan, tanggung jawab dan tugas tertentu sehingga Anggota tidak lagi
45 terlibat dengan individu atau entitas yang melakukan tekanan.
46
47

54
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Dokumentasi
2
3 270.4-A1 Anggota didorong untuk mendokumentasikan:
4 • Fakta.
5 • Komunikasi dan para pihak yang membahas permasalahan tersebut.
6 • Tindakan yang dipertimbangkan.
7 • Cara mengatasi permasalahan.
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47

55
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 BAGIAN 3
2 ANGGOTA YANG BERPRAKTIK MELAYANI PUBLIK
3
4 SEKSI 300
5
6 PENERAPAN KERANGKA KERJA KONSEPTUAL – ANGGOTA YANG BERPRAKTIK
7 MELAYANI PUBLIK
8
9 PENDAHULUAN
10
11 300.1 Bagian dari Kode Etik ini mengatur persyaratan dan materi aplikasi untuk
12 Anggota yang berpraktik melayani publik ketika menerapkan kerangka kerja
13 konseptual yang ditetapkan di Seksi 120. Bagian ini tidak menjelaskan semua
14 fakta dan keadaan, termasuk aktivitas, kepentingan, dan hubungan
15 profesional yang mungkin dihadapi oleh Anggota yang berpraktik melayani
16 publik yang memunculkan atau mungkin memunculkan berbagai ancaman
17 terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika. Dengan demikian, kerangka
18 kerja konseptual mensyaratkan Anggota yang berpraktik melayani publik
19 untuk selalu waspada terhadap berbagai fakta dan keadaan tersebut.
20
21 300.2 Persyaratan dan materi aplikasi yang diterapkan Anggota yang berpraktik
22 melayani publik diatur dalam:
23 • Bagian 3 - Anggota yang berpraktik melayani publik, Seksi 300 hingga
24 399, yang berlaku bagi semua Anggota yang berpraktik melayani publik,
25 yang memberikan jasa asurans atau non-asurans.
26 • Standar Independensi:
27 o Bagian 4A – Independensi untuk Perikatan Audit dan Perikatan
28 Reviu, Seksi 400 hingga 899, berlaku bagi Anggota yang
29 berpraktik melayani publik ketika melakukan perikatan audit dan
30 perikatan reviu.
31 o Bagian 4B – Independensi untuk Perikatan Asurans Selain
32 Perikatan Audit dan Perikatan Reviu, Seksi 900 hingga 999,
33 berlaku bagi Anggota yang berpraktik melayani publik ketika
34 melakukan perikatan asurans selain perikatan audit atau perikatan
35 reviu.
36
37 300.3 Dalam Bagian ini, istilah “Anggota” mengacu pada individu Anggota yang
38 berpraktik melayani publik dan Kantornya.
39
40 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
41
42 Umum
43
44 P300.4 Anggota harus mematuhi prinsip dasar etika yang ditetapkan di Seksi 110 dan
45 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk
46 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap kepatuhan
47 pada prinsip dasar etika tersebut.
48

56
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P300.5 Ketika berhadapan dengan suatu permasalahan etika, Anggota harus


2 mempertimbangkan konteks yang mencakup suatu permasalahan yang
3 muncul atau mungkin muncul. Ketika seorang individu yang merupakan
4 Anggota melakukan aktivitas profesional berdasarkan hubungan Anggota
5 dengan Kantor, baik sebagai seorang tenaga kontrak, karyawan, atau pemilik,
6 individu tersebut harus mematuhi ketentuan dalam Bagian 2 yang berlaku
7 untuk keadaan tersebut.
8
9 300.5-A1 Contoh situasi ketika ketentuan dalam Bagian 2 berlaku untuk Anggota
10 mencakup:
11 • Menghadapi konflik kepentingan ketika bertanggung jawab dalam
12 memilih pemasok untuk Kantor ketika anggota keluarga inti dari
13 Anggota mungkin mendapatkan keuntungan keuangan atas kontrak
14 tersebut. Persyaratan dan materi aplikasi yang ditetapkan di Seksi 210
15 berlaku untuk keadaan tersebut.
16 • Menyusun atau menyajikan informasi keuangan untuk klien Anggota
17 atau Kantornya. Persyaratan dan materi aplikasi yang ditetapkan di
18 Seksi 220 berlaku untuk keadaan tersebut.
19 • Ditawari bujukan, seperti secara teratur ditawari tiket gratis untuk
20 menghadiri acara olahraga oleh pemasok Kantor. Persyaratan dan
21 materi aplikasi yang ditetapkan di Seksi 250 berlaku untuk keadaan
22 tersebut.
23 • Menghadapi tekanan dari rekan perikatan yang melaporkan
24 pembebanan jam kerja yang tidak akurat untuk suatu perikatan klien.
25 Persyaratan dan materi aplikasi yang diatur dalam Seksi 270 berlaku
26 untuk keadaan tersebut.
27
28 Identifikasi Ancaman
29
30 300.6-A1 Ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika mungkin dimunculkan
31 oleh serangkaian fakta dan keadaan yang beragam. Kategori ancaman
32 dijelaskan dalam paragraf 120.6-A3. Berikut adalah contoh fakta dan keadaan
33 dari setiap kategori ancaman yang mungkin memunculkan ancaman bagi
34 Anggota ketika melakukan jasa profesional:
35 (a) Ancaman Kepentingan Pribadi
36 • Anggota mempunyai kepentingan keuangan langsung pada suatu
37 klien.
38 • Anggota menawarkan suatu imbalan rendah untuk mendapatkan
39 perikatan baru dan imbalan tersebut sangat rendah sehingga
40 menyulitkan bagi Anggota tersebut untuk melakukan jasa
41 profesional sesuai dengan standar profesional dan standar teknis
42 yang berlaku.
43 • Anggota memiliki suatu hubungan bisnis yang erat dengan klien.
44 • Anggota memiliki akses atas informasi rahasia yang mungkin
45 digunakan untuk keuntungan pribadi.

57
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Anggota menemukan kesalahan yang signifikan ketika


2 mengevaluasi hasil dari jasa profesional sebelumnya yang
3 dikerjakan oleh anggota tim dari Kantor Anggota.
4 (b) Ancaman Telaah Pribadi
5 • Anggota menerbitkan laporan asurans atas efektivitas operasi
6 sistem keuangan setelah Anggota yang bersangkutan
7 mengimplementasikan sistem tersebut.
8 • Anggota menyiapkan data asli yang digunakan untuk
9 menghasilkan catatan yang merupakan hal pokok dari suatu
10 perikatan asurans.
11 (c) Ancaman Advokasi
12 • Anggota mempromosikan kepentingan atau saham dari klien.
13 • Anggota bertindak sebagai penasihat yang mewakili klien dalam
14 litigasi atau perselisihan dengan pihak ketiga.
15 • Anggota melobi proses legislasi untuk kepentingan klien.
16 (d) Ancaman Kedekatan
17 • Anggota memiliki anggota keluarga inti atau anggota keluarga
18 dekat yang menjabat sebagai direktur, komisaris, atau pejabat
19 eksekutif klien.
20 • Direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif dari klien, atau
21 karyawan dalam posisi yang dapat memberikan pengaruh
22 signifikan terhadap hal pokok dari suatu perikatan, sebelumnya
23 menjabat sebagai rekan perikatan.
24 • Anggota tim audit yang memiliki hubungan yang lama dengan
25 klien audit.
26 (e) Ancaman Intimidasi
27 • Anggota sedang terancam kehilangan perikatan dari klien atau
28 pemecatan dari Kantor karena perselisihan tentang permasalahan
29 profesional.
30 • Anggota merasa ditekan untuk menyetujui pertimbangan dari
31 karyawan klien karena karyawan tersebut lebih ahli dalam
32 permasalahan yang diperdebatkan.
33 • Anggota mendapat informasi dari seorang rekan Kantornya
34 bahwa promosi yang telah direncanakan tidak akan terjadi kecuali
35 Anggota setuju dengan suatu perlakuan akuntansi yang tidak
36 tepat.
37 • Anggota telah menerima hadiah yang signifikan dari klien dan
38 diancam bahwa penerimaan hadiah tersebut akan dipublikasikan.
39
40 Evaluasi Ancaman
41
42 300.7-A1 Kondisi, kebijakan, dan prosedur yang diuraikan dalam paragraf 120.6-A1 dan
43 120.8-A2 mungkin berdampak terhadap evaluasi tentang: apakah ancaman
44 terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika berada pada level yang dapat
45 diterima. Kondisi, kebijakan, dan prosedur seperti itu mungkin berhubungan
46 dengan:
47

58
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (a) Klien dan lingkungan operasinya; dan


2 (b) Kantor dan lingkungan operasinya.
3
4 300.7-A2 Evaluasi Anggota tentang level ancaman juga dipengaruhi oleh sifat dan
5 ruang lingkup dari jasa profesional.
6
7 Klien dan Lingkungan Operasinya
8
9 300.7-A3 Evaluasi Anggota tentang level ancaman mungkin dipengaruhi oleh apakah
10 klien merupakan:
11 (a) Klien audit dan apakah klien audit tersebut merupakan entitas dengan
12 akuntabilitas publik;
13 (b) Klien asurans yang bukan merupakan klien audit; atau
14 (c) Klien non-asurans.
15 Misalnya, memberikan jasa non-asurans kepada klien audit yang merupakan
16 entitas dengan akuntabilitas publik mungkin dianggap menghasilkan suatu
17 level ancaman yang lebih tinggi terhadap kepatuhan prinsip objektivitas yang
18 terkait dengan audit tersebut.
19
20 300.7-A4 Struktur tata kelola perusahaan, termasuk kepemimpinan klien, dapat
21 mendorong kepatuhan terhadap prinsip dasar etika. Oleh karena itu evaluasi
22 Anggota tentang level ancaman mungkin juga dipengaruhi oleh lingkungan
23 operasi klien. Sebagai contoh:
24 • Klien mensyaratkan individu yang tepat selain manajemen untuk
25 mengesahkan atau menyetujui penunjukan Kantor untuk melakukan
26 suatu perikatan.
27 • Klien memiliki karyawan yang kompeten dengan pengalaman dan
28 senioritas, untuk membuat keputusan manajerial.
29 • Klien telah mengimplementasikan prosedur internal yang memfasilitasi
30 pilihan objektif dalam tender perikatan non-asurans.
31 • Klien memiliki struktur tata kelola perusahaan yang memberikan
32 pengawasan dan komunikasi yang tepat terkait dengan jasa dari
33 Kantor.
34
35 Kantor dan Lingkungan Operasinya
36
37 300.7-A5 Evaluasi Anggota tentang level ancaman mungkin dipengaruhi oleh
38 lingkungan kerja dalam Kantor dan lingkungan operasinya. Sebagai contoh:
39 • Kepemimpinan dalam Kantor mendorong kepatuhan terhadap prinsip
40 dasar etika dan menetapkan ekspektasi bahwa anggota tim asurans
41 akan bertindak demi kepentingan publik.
42 • Kebijakan atau prosedur menetapkan dan memantau kepatuhan
43 terhadap prinsip dasar etika oleh semua personel.
44 • Kompensasi, penilaian kinerja, dan kebijakan serta prosedur
45 pendisiplinan yang mendorong kepatuhan terhadap prinsip dasar etika.
46 • Pengelolaan terhadap ketergantungan pendapatan yang diterima dari
47 satu klien.

59
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Rekan perikatan memiliki kewenangan dalam Kantor untuk mengambil


2 keputusan mengenai kepatuhan terhadap prinsip dasar etika, termasuk
3 keputusan tentang penerimaan atau penyediaan jasa kepada klien.
4 • Persyaratan pendidikan, pelatihan, dan pengalaman.
5 • Proses untuk memfasilitasi dan mengatasi masalah atau keluhan, baik
6 internal maupun eksternal.
7
8 Pertimbangan atas Informasi Baru atau Perubahan Fakta dan Keadaan
9
10 300.7-A6 Informasi baru atau perubahan atas fakta dan keadaan mungkin:
11 (a) Berdampak terhadap level ancaman; atau
12 (b) Memengaruhi kesimpulan Anggota tentang apakah pengamanan terus
13 digunakan untuk mengatasi ancaman yang teridentifikasi sebagaimana
14 dimaksud.
15 Dalam situasi demikian, tindakan yang telah diimplementasikan sebagai
16 upaya pengamanan mungkin tidak lagi efektif dalam mengatasi ancaman.
17 Dengan demikian, penerapan kerangka kerja konseptual mensyaratkan
18 Anggota mengevaluasi kembali dan mengatasi ancaman yang sesuai. (Ref:
19 Para. P120.9 dan P120.10).
20
21 300.7-A7 Contoh informasi baru atau perubahan fakta dan keadaan yang mungkin
22 berdampak terhadap level ancaman adalah:
23 • Ketika lingkup jasa profesional diperluas.
24 • Ketika klien menjadi entitas yang terdaftar di pasar modal atau
25 mengakuisisi unit bisnis lain.
26 • Ketika Kantor melakukan merjer dengan Kantor lain.
27 • Ketika Anggota secara bersama-sama dilibatkan oleh dua klien dan
28 muncul suatu perselisihan yang terjadi di antara kedua klien tersebut.
29 • Ketika terdapat perubahan hubungan personel atau keluarga dekat dari
30 Anggota.
31
32 Mengatasi Ancaman
33
34 300.8-A1 Paragraf P120.10 hingga 120.10-A2 menjelaskan persyaratan dan materi
35 aplikasi untuk mengatasi ancaman yang tidak berada pada level yang dapat
36 diterima.
37
38 Contoh Pengamanan
39
40 300.8-A2 Pengamanan sangat bervariasi, bergantung pada fakta dan keadaan. Contoh
41 tindakan yang dalam keadaan tertentu mungkin merupakan pengamanan
42 untuk mengatasi ancaman meliputi:
43 • Menetapkan tambahan waktu dan menugaskan personel yang
44 memenuhi kualifikasi untuk penugasan yang disyaratkan ketika
45 perikatan diterima dapat mengatasi ancaman kepentingan pribadi.
46 • Menugaskan penelaah yang tepat yang bukan merupakan personel tim
47 asurans untuk menelaah atau memberikan saran yang diperlukan

60
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 terhadap suatu pekerjaan asurans, dapat mengatasi ancaman telaah


2 pribadi.
3 • Menugaskan rekan dan tim perikatan yang berbeda untuk klien asurans
4 yang terpisah secara tanggung jawab dan pelaporan dengan rekan dan
5 tim perikatan untuk jasa non-asurans, dapat mengatasi ancaman telaah
6 pribadi, advokasi, atau kedekatan.
7 • Melibatkan Kantor lain untuk mengerjakan atau mengerjakan kembali
8 suatu bagian dari perikatan, dapat mengatasi ancaman kepentingan
9 pribadi, telaah pribadi, advokasi, kedekatan, atau intimidasi.
10 • Mengungkapkan kepada klien atas setiap imbalan rujukan atau komisi
11 pengaturan yang diterima untuk merekomendasikan jasa atau produk,
12 dapat mengatasi ancaman kepentingan pribadi.
13 • Memisahkan tim ketika berurusan dengan permasalahan yang bersifat
14 rahasia dapat mengatasi ancaman kepentingan pribadi.
15
16 300.8-A3 Bagian 3 berikutnya dan Standar Independensi (Bagian 4A dan 4B)
17 menggambarkan ancaman tertentu yang mungkin muncul selama melakukan
18 jasa profesional dan termasuk contoh tindakan yang mungkin tepat untuk
19 mengatasi ancaman.
20
21 Penelaah yang Tepat
22
23 300.8-A4 Penelaah yang tepat adalah seorang profesional dengan pengetahuan,
24 keahlian, pengalaman, dan kewenangan untuk menelaah secara objektif,
25 pekerjaan yang telah dilakukan atau jasa yang telah diberikan yang relevan.
26 Individu tersebut mungkin adalah seorang Anggota.
27
28 Berkomunikasi dengan Pihak yang bertanggung Jawab atas Tata Kelola
29
30 P300.9 Ketika berkomunikasi dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
31 sesuai dengan Kode Etik ini, maka Anggota harus menentukan orang yang
32 tepat untuk berkomunikasi dalam struktur tata kelola organisasi. Jika Anggota
33 berkomunikasi dengan subkelompok dari pihak yang bertanggung jawab atas
34 tata kelola, maka Anggota harus menentukan apakah perlu berkomunikasi
35 dengan semua pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola agar mereka
36 mendapatkan informasi yang cukup.
37
38 300.9-A1 Dalam menentukan dengan siapa berkomunikasi, Anggota dapat
39 mempertimbangkan:
40 (a) Sifat dan pentingnya keadaan; dan
41 (b) Hal tertentu yang akan dikomunikasikan.
42
43 300.9-A2 Contoh subkelompok dari pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola,
44 mencakup komite audit atau anggota individual dari pihak yang bertanggung
45 jawab atas tata kelola.
46

61
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P300.10 Jika Anggota berkomunikasi dengan individu yang bertanggung jawab atas
2 manajemen dan juga bertanggung jawab atas tata kelola, maka Anggota
3 diyakinkan bahwa dengan berkomunikasi dengan individu tersebut berarti
4 telah berkomunikasi secara memadai kepada semua pihak yang bertanggung
5 jawab atas tata kelola.
6
7 300.10-A1 Dalam beberapa kasus, semua pihak yang bertanggung jawab atas tata
8 kelola terlibat dalam pengelolaan entitas, misalnya, usaha kecil dengan
9 pemilik tunggal yang mengelola entitas dan tidak ada pihak lain yang memiliki
10 peran atas tata kelola. Dalam kasus tersebut, jika permasalahan
11 dikomunikasikan kepada individu (pihak) yang bertanggung jawab atas
12 manajemen, dan individu (pihak) tersebut juga memiliki tanggung jawab atas
13 tata kelola, maka permasalahan tersebut tidak perlu dikomunikasikan lagi
14 kepada individu (pihak) yang sama dalam perannya atas tata kelola, Anggota
15 telah memenuhi persyaratan untuk berkomunikasi dengan pihak yang
16 bertanggung jawab atas tata kelola.
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

62
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 310
2
3 BENTURAN KEPENTINGAN
4
5 PENDAHULUAN
6
7 310.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan
8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk
9 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.
10
11 310.2 Benturan kepentingan dapat memunculkan ancaman terhadap kepatuhan
12 pada prinsip objektivitas dan mungkin pula akan memunculkan berbagai
13 ancaman terhadap prinsip dasar etika yang lain. Berbagai ancaman tersebut
14 mungkin terjadi ketika:
15 (a) Anggota memberikan jasa profesional yang berhubungan dengan suatu
16 permasalahan tertentu untuk dua klien atau lebih dengan berbagai
17 kepentingan yang saling berbenturan; atau
18 (b) Kepentingan antara Anggota terkait dengan suatu permasalahan
19 tertentu dan kepentingan klien yang menggunakan jasa profesional
20 yang berkaitan dengan permasalahan tersebut berada pada situasi
21 berbenturan.
22
23 310.3 Seksi ini mengatur persyaratan spesifik dan materi aplikasi yang relevan
24 dengan penerapan kerangka kerja konseptual terhadap benturan
25 kepentingan. Ketika Anggota memberikan jasa audit, reviu atau jasa asurans
26 lainnya, maka independensi juga disyaratkan sesuai dengan Standar
27 Independensi.
28
29 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
30
31 Umum
32
33 P310.4 Anggota tidak boleh membiarkan benturan kepentingan mengompromikan
34 pertimbangan profesional atau bisnis.
35
36 310.4-A1 Contoh keadaan yang dapat memunculkan benturan kepentingan meliputi:
37 • Menyediakan jasa konsultansi untuk klien yang ingin mengakuisisi klien
38 audit dari Kantor, ketika Kantor telah mendapatkan informasi rahasia
39 selama pelaksanaan audit yang mungkin relevan dengan transaksi
40 tersebut.
41 • Memberikan advis kepada dua klien pada saat yang bersamaan yang
42 keduanya sedang bersaing untuk mengakuisisi perusahaan yang sama
43 ketika advis tersebut mungkin relevan untuk kedua belah pihak yang
44 sedang dalam posisi bersaing.
45 • Memberikan berbagai jasa, baik kepada penjual maupun pembeli atas
46 transaksi yang sama.

63
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Menyusun penilaian aset untuk dua pihak yang saling berlawanan yang
2 berkaitan dengan aset tersebut.
3 • Mewakili dua klien yang sedang dalam sengketa hukum satu sama lain,
4 seperti dalam proses perceraian atau pembubaran suatu persekutuan
5 usaha.
6 • Dalam kaitannya dengan perjanjian lisensi, menyediakan laporan
7 asurans untuk pemberi lisensi royalti berdasarkan suatu perjanjian
8 lisensi ketika pada saat yang bersamaan juga memberikan jasa kepada
9 penerima lisensi untuk kebenaran jumlah utang royalti.
10 • Memberikan advis kepada klien untuk melakukan investasi dalam suatu
11 bisnis, pada saat yang bersamaan, sebagai contoh, pasangan dari
12 Anggota tersebut juga memiliki kepentingan keuangan pada investasi
13 tersebut.
14 • Memberikan advis strategis kepada klien atas posisi persaingannya,
15 pada saat yang bersamaan, Anggota tersebut juga sedang melakukan
16 kerjasama bisnis atau memiliki kepentingan yang sama dengan pesaing
17 utama klien.
18 • Memberikan advis kepada klien atas akuisisi suatu bisnis, pada saat
19 bersamaan Kantor juga tertarik untuk melakukan akuisisi bisnis
20 tersebut.
21 • Memberikan advis kepada klien atas pembelian produk atau jasa, pada
22 saat bersamaan, Anggota tersebut juga memiliki perjanjian royalti atau
23 komisi dengan salah satu pemasok untuk produk atau jasa tersebut.
24
25 Identifikasi Benturan
26
27 Umum
28
29 P310.5 Sebelum menerima suatu hubungan, perikatan, atau hubungan bisnis dengan
30 klien baru, setiap Anggota harus melakukan langkah-langkah yang rasional
31 untuk mengidentifikasi berbagai keadaan yang mungkin memunculkan
32 benturan kepentingan, dan mengakibatkan ancaman terhadap kepatuhan
33 pada satu atau lebih prinsip dasar etika. Langkah-langkah tersebut termasuk
34 mengidentifikasi:
35 (a) Sifat dari kepentingan dan hubungan yang relevan antara para pihak
36 yang terlibat; dan
37 (b) Jasa tersebut dan implikasinya terhadap para pihak yang terkait.
38
39 310.5-A1 Proses identifikasi benturan kepentingan yang efektif akan membantu
40 Anggota ketika melakukan langkah-langkah yang rasional untuk
41 mengidentifikasi kepentingan dan hubungan yang mungkin memunculkan
42 benturan kepentingan aktual atau potensial, baik sebelum menerima
43 perikatan maupun selama pelaksanaan perikatan. Proses tersebut termasuk
44 mempertimbangkan permasalahan yang diidentifikasi oleh pihak eksternal,
45 misalnya klien atau klien potensial. Semakin dini suatu benturan kepentingan
46 aktual atau potensial teridentifikasi, maka semakin besar kemungkinan

64
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Anggota dapat mengatasi ancaman yang muncul dari benturan kepentingan


2 tersebut.
3
4 310.5-A2 Suatu proses yang efektif untuk mengidentifikasi berbagai benturan
5 kepentingan yang aktual atau potensial akan bergantung pada beberapa
6 faktor berikut:
7 • Sifat dari jasa profesional yang dilakukan.
8 • Ukuran dari Kantor.
9 • Ukuran dan sifat dari klien.
10 • Struktur dari Kantor, misalnya, jumlah dan lokasi geografis kantor.
11
12 310.5-A3 Informasi lebih lanjut tentang penerimaan klien ditetapkan di Seksi 320:
13 Penunjukan Profesional.
14
15 Perubahan Keadaan
16
17 P310.6 Setiap Anggota harus tetap waspada terhadap perubahan dari waktu ke
18 waktu atas sifat jasa, kepentingan dan hubungan yang dapat memunculkan
19 benturan kepentingan saat melakukan perikatan.
20
21 310.6-A1 Sifat dari jasa, kepentingan, dan hubungan yang relevan mungkin berubah
22 selama pelaksanaan suatu perikatan. Hal ini mungkin benar terutama ketika
23 Anggota diminta untuk melakukan suatu perikatan dalam situasi ketika pihak-
24 pihak yang melibatkan Anggota tersebut mungkin dalam posisi yang
25 berlawanan, meskipun pada awalnya pihak-pihak tersebut tidak terlibat dalam
26 suatu sengketa.
27
28 Jaringan Kantor
29
30 P310.7 Jika suatu Kantor merupakan anggota dari suatu jaringan, maka Anggota
31 harus mempertimbangkan benturan kepentingan termasuk setiap benturan
32 kepentingan ketika Anggota tersebut memiliki alasan untuk meyakini terjadi
33 atau mungkin terjadi, karena kepentingan dan hubungan dari jaringan Kantor.
34
35 310.7-A1 Faktor-faktor yang dipertimbangkan ketika mengidentifikasi kepentingan dan
36 hubungan yang melibatkan suatu jaringan kantor meliputi:
37 • Sifat dari jasa profesional yang diberikan.
38 • Klien yang dilayani oleh jaringan tersebut.
39 • Lokasi wilayah dari semua pihak yang terkait.
40
41 Ancaman yang Muncul dari Benturan Kepentingan
42
43 310.8-A1 Umumnya, semakin langsung hubungan antara jasa profesional dan
44 permasalahan yang memunculkan benturan kepentingan para pihak, maka
45 semakin mungkin level ancaman tidak berada pada level yang dapat diterima.
46

65
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 310.8-A2 Faktor-faktor yang relevan dalam mengevaluasi level suatu ancaman yang
2 muncul akibat benturan kepentingan, mencakup langkah pencegahan
3 terhadap pengungkapan informasi rahasia secara tidak sah, ketika
4 memberikan jasa profesional yang terkait dengan permasalahan tertentu
5 untuk dua atau lebih klien yang memiliki kepentingan yang saling
6 berbenturan. Langkah-langkah tersebut meliputi:
7 • Memiliki tempat praktik yang terpisah untuk fungsi khusus dalam
8 Kantor, yang mungkin berfungsi sebagai penghambat alur informasi
9 rahasia klien dari satu divisi ke divisi lain dalam Kantor.
10 • Kebijakan dan prosedur untuk membatasi akses terhadap berkas klien.
11 • Perjanjian kerahasiaan yang ditandatangani oleh para karyawan dan
12 para rekan di Kantor.
13 • Pemisahan informasi rahasia secara fisik maupun elektronik.
14 • Pelatihan dan komunikasi yang bertujuan khusus.
15
16 310.8-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan dalam mengatasi
17 ancaman yang muncul karena benturan kepentingan meliputi:
18 • Menugaskan tim perikatan terpisah yang dilengkapi dengan kebijakan
19 dan prosedur yang jelas dalam menjaga kerahasiaan.
20 • Menugaskan penelaah yang tepat, yang tidak terlibat dalam pemberian
21 jasa atau tidak terdampak oleh benturan kepentingan, untuk menelaah
22 suatu pekerjaan yang dilakukan, dan untuk menilai apakah berbagai
23 pertimbangan kunci dan kesimpulan sudah tepat.
24
25 Pengungkapan dan Persetujuan
26
27 Umum
28
29 P310.9 Anggota harus menerapkan pertimbangan profesional untuk menentukan
30 apakah sifat dan signifikansi suatu benturan kepentingan memerlukan
31 pengungkapan spesifik dan persetujuan secara eksplisit ketika mengatasi
32 ancaman yang muncul karena benturan kepentingan tersebut.
33
34 310.9-A1 Faktor-faktor yang dipertimbangkan ketika menentukan perlunya
35 pengungkapan spesifik dan persetujuan eksplisit tersebut, meliputi:
36 • Keadaan yang memunculkan suatu benturan kepentingan.
37 • Pihak-pihak yang mungkin terkena dampak.
38 • Sifat dari berbagai permasalahan yang mungkin muncul.
39 • Potensi atas suatu permasalahan tertentu yang berkembang secara
40 tidak terduga.
41
42 310.9-A2 Bentuk dari pengungkapan dan persetujuan mungkin berbeda, sebagai
43 contoh:
44 • Pengungkapan secara umum kepada para klien mengenai berbagai
45 keadaan bahwa, berdasarkan kelaziman praktik komersial, Anggota
46 tersebut tidak memberikan jasa profesional secara eksklusif kepada
47 satu klien (misalnya, melakukan jasa profesional tertentu dalam sektor

66
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 pasar tertentu). Hal tersebut memungkinkan klien memberikan


2 persetujuan secara umum. Sebagai contoh, Anggota dapat membuat
3 pengungkapan umum berdasarkan persyaratan dan ketentuan
4 terstandardisasi untuk perikatan.
5 • Pengungkapan spesifik kepada klien yang terdampak oleh suatu
6 keadaan dari benturan kepentingan tertentu termasuk penyajian
7 terperinci yang memungkinkan klien untuk membuat suatu keputusan
8 memadai terkait dengan permasalahan tersebut dan untuk memberikan
9 persetujuan secara eksplisit berdasarkan informasi tentang
10 permasalahan tersebut. Pengungkapan tersebut mungkin mencakup
11 penyajian terperinci tentang keadaaan dan penjelasan komprehensif
12 tentang pengamanan yang direncanakan dan risiko yang melekat.
13 • Persetujuan mungkin diterima secara tersirat dari perilaku klien ketika
14 Anggota telah mempunyai bukti yang cukup untuk menyimpulkan
15 bahwa klien mengetahui keadaan tersebut sejak awal dan telah
16 menerima benturan kepentingan tersebut ketika mereka tidak
17 menyampaikan keberatan atas terjadinya benturan kepentingan.
18
19 310.9-A3 Secara umum Anggota perlu untuk:
20 (a) Mengungkapkan sifat benturan kepentingan dan bagaimana setiap
21 ancaman yang muncul, kepada klien yang terkena dampak benturan
22 kepentingan; dan
23 (b) Memperoleh persetujuan dari klien Anggota yang terkena dampak,
24 untuk melaksanakan pemberian jasa profesional ketika pengamanan
25 diterapkan untuk mengatasi ancaman.
26
27 310.9-A4 Jika pengungkapan dilakukan secara lisan, atau persetujuan diberikan secara
28 lisan atau tersirat, maka setiap Anggota dianjurkan untuk
29 mendokumentasikan:
30 (a) Sifat dari keadaan yang memunculkan benturan kepentingan;
31 (b) Pengamanan yang diterapkan untuk mengatasi ancaman; dan
32 (c) Persetujuan yang diperoleh.
33
34 Ketika Persetujuan Eksplisit Ditolak
35
36 P310.10 Jika Anggota telah menentukan bahwa persetujuan diperlukan secara
37 eksplisit sesuai paragraf P310.9 dan permintaan tersebut telah ditolak oleh
38 klien, maka Anggota harus:
39 (a) Mengakhiri atau menolak untuk melaksanakan jasa profesional yang
40 akan mengakibatkan benturan kepentingan; atau
41 (b) Mengakhiri hubungan yang relevan atau melepaskan kepentingan yang
42 relevan untuk menghilangkan ancaman atau menurunkannya pada level
43 yang dapat diterima.
44
45
46
47
48
67
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Kerahasiaan
2
3 Umum
4
5 P310.11 Anggota harus waspada terhadap prinsip kerahasiaan, termasuk ketika
6 membuat pengungkapan atau berbagi informasi di dalam Kantor atau jaringan
7 dan mencari panduan dari pihak ketiga.
8
9 310.11-A1 Subseksi 114 menetapkan persyaratan dan materi aplikasi yang relevan
10 dengan situasi yang mungkin memunculkan ancaman terhadap kepatuhan
11 pada prinsip kerahasiaan.
12
13 Ketika Pengungkapan untuk Memperoleh Persetujuan akan Melanggar Kerahasiaan
14
15 P310.12 Ketika membuat pengungkapan spesifik dengan tujuan untuk mendapatkan
16 persetujuan eksplisit dapat menyebabkan pelanggaran terhadap prinsip
17 kerahasiaan, dan persetujuan eksplisit tersebut tidak dapat diperoleh, maka
18 Kantor hanya akan menerima atau melanjutkan perikatan jika:
19 (a) Kantor tidak melakukan peran advokasi bagi satu klien dalam posisi
20 berseberangan terhadap kliennya yang lain sehubungan dengan
21 permasalahan yang sama;
22 (b) Terdapat mekanisme tertentu untuk mencegah pengungkapan informasi
23 rahasia diantara para tim perikatan yang menangani dua klien; dan
24 (c) Kantor meyakini bahwa pihak ketiga yang rasional dan memiliki
25 informasi yang memadai, dengan mempertimbangkan semua fakta dan
26 keadaan yang tersedia bagi Anggota pada saat itu, akan menyimpulkan
27 bahwa hal tersebut adalah tepat bagi Kantor untuk menerima atau
28 melanjutkan perikatan karena adanya pembatasan atas kemampuan
29 Kantor untuk melaksanakan jasa tersebut yang dapat menghasilkan
30 kerugian yang tidak proporsional bagi klien atau pihak ketiga lain yang
31 relevan.
32
33 310.12-A1 Pelanggaran kerahasiaan yang mungkin muncul, misalnya, ketika mencari
34 persetujuan untuk:
35 • Memberikan jasa yang terkait transaksi kepada suatu klien dalam
36 kaitannya dengan proses pengambilalihan secara paksa oleh klien lain
37 dari Kantor tersebut.
38 • Melakukan investigasi forensik untuk klien sehubungan dengan dugaan
39 tindakan kecurangan ketika Kantor memiliki informasi rahasia yang
40 diperoleh melalui pelaksanaan suatu jasa profesional dari klien lain
41 yang mungkin terlibat dalam kecurangan tersebut.
42
43
44
45
46
47
48

68
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Dokumentasi
2
3 P310.13 Untuk keadaan yang diatur dalam paragraf P310.12, Anggota harus
4 mendokumentasikan:
5 (a) Sifat dari keadaan tersebut, termasuk peran yang dilakukan oleh
6 Anggota;
7 (b) Pengukuran spesifik yang diterapkan untuk mencegah pengungkapan
8 informasi di antara tim perikatan yang menangani dua klien; dan
9 (c) Alasan yang mendasari kesimpulan bahwa tepat untuk menerima
10 perikatan tersebut.
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

69
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 320
2
3 PENUNJUKAN PROFESIONAL
4
5 PENDAHULUAN
6
7 320.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan
8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk
9 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.
10
11 320.2 Penerimaan hubungan dengan klien baru atau perubahan atas perikatan
12 yang ada mungkin menciptakan ancaman terhadap kepatuhan pada satu atau
13 lebih prinsip dasar etika. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi
14 aplikasi spesifik yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual
15 dalam keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Penerimaan Klien dan Perikatan
20
21 Umum
22
23 320.3-A1 Ancaman untuk mematuhi prinsip integritas atau perilaku profesional mungkin
24 muncul, misalnya, dari masalah yang ditanyakan terkait dengan klien (pemilik,
25 manajemen atau aktivitas). Berbagai permasalahan klien, jika diketahui,
26 mungkin mengancam kepatuhan terhadap prinsip dasar etika termasuk,
27 misalnya, keterlibatan klien dalam aktivitas ilegal, dan ketidakjujuran atau
28 praktik pelaporan keuangan yang dipertanyakan dan perilaku tidak etis
29 lainnya.
30
31 320.3-A2 Faktor-faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut
32 termasuk:
33 • Pengetahuan dan pemahaman tentang klien, pemilik, pengelola, dan
34 semua pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan aktivitas
35 bisnis.
36 • Komitmen klien untuk mengatasi permasalahan yang dipertanyakan,
37 misalnya, untuk meningkatkan praktik tata kelola korporat atau
38 pengendalian internal.
39
40 320.3-A3 Ancaman kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada prinsip kompetensi
41 dan kehati-hatian profesional muncul jika tim perikatan tidak memiliki, atau
42 tidak dapat memeroleh, kompetensi untuk melakukan jasa profesional.
43
44
45
46
47

70
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 320.3-A4 Faktor-faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut


2 termasuk:
3 • Pemahaman yang memadai atas:
4 o Sifat bisnis klien;
5 o Kompleksitas operasi;
6 o Persyaratan perikatan; dan
7 o Tujuan, sifat dan lingkup dari pekerjaan yang dilakukan.
8 • Pengetahuan yang relevan atas industri atau hal pokok.
9 • Pengalaman atas peraturan atau berbagai persyaratan pelaporan yang
10 relevan.
11 • Adanya kebijakan dan prosedur pengendalian mutu yang dirancang
12 untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa perikatan diterima
13 hanya jika tim perikatan mampu melaksanakannya secara kompeten.
14
15 320.3-A5 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi suatu
16 ancaman kepentingan pribadi meliputi:
17 • Menugaskan personel perikatan dalam jumlah yang memadai dengan
18 berbagai kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan.
19 • Menyetujui suatu jangka waktu yang realistis untuk melaksanakan
20 perikatan.
21 • Menggunakan tenaga ahli jika diperlukan.
22
23 Perubahan Penunjukan Profesional
24
25 Umum
26
27 P320.4 Anggota harus menentukan apakah terdapat alasan untuk tidak menerima
28 perikatan ketika Anggota:
29 (a) Diminta oleh klien potensial untuk menggantikan Anggota lain;
30 (b) Mempertimbangkan untuk melakukan penawaran atas suatu perikatan
31 yang saat ini dilakukan oleh Anggota lain; atau
32 (c) Mempertimbangkan untuk melakukan pekerjaan yang saling
33 melengkapi atau tambahan dari Anggota lain.
34
35 320.4-A1 Mungkin terdapat alasan untuk tidak menerima perikatan. Salah satu
36 alasannya mungkin jika ancaman yang muncul karena adanya fakta dan
37 keadaan yang tidak dapat diatasi dengan menerapkan pengamanan.
38 Misalnya, mungkin terdapat ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip
39 kompetensi dan kehati-hatian profesional, jika Anggota menerima perikatan
40 sebelum mengetahui semua fakta yang relevan.
41
42 320.4-A2 Jika Anggota diminta untuk mengambil alih pekerjaan yang merupakan
43 pekerjaan yang saling melengkapi atau tambahan dari Anggota yang sedang
44 memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu, maka ancaman
45 kepentingan pribadi untuk mematuhi prinsip kompetensi dan kehati-hatian
46 profesional mungkin muncul, misalnya, sebagai hasil dari informasi yang tidak
47 lengkap.

71
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 320.4-A3 Faktor yang relevan dalam pengevaluasian level ancaman tersebut adalah
2 apakah ketentuan tender menyatakan bahwa disyaratkan untuk melakukan
3 komunikasi dengan Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota
4 praktisi pendahulu, sebelum menerima suatu perikatan. Komunikasi tersebut
5 memberikan kesempatan bagi Anggota yang diusulkan untuk menanyakan
6 apakah terdapat alasan mengapa perikatan tersebut tidak diterima.
7
8 320.4-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
9 kepentingan pribadi meliputi:
10 • Meminta Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi
11 pendahulu untuk memberikan informasi setiap fakta atau keadaan
12 bahwa, berdasarkan opini Anggota yang sedang memberikan jasa atau
13 Anggota praktisi pendahulu, Anggota yang diusulkan harus menyadari
14 fakta atau keadaan tersebut sebelum memutuskan apakah menerima
15 perikatan tersebut. Sebagai contoh, wawancara mungkin
16 mengungkapkan fakta-fakta terkait yang tidak diungkapkan dan
17 mungkin mengindikasikan ketidaksepakatan dengan Anggota yang
18 sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu yang
19 mungkin memengaruhi keputusan untuk menerima penunjukan.
20 • Memperoleh informasi yang diperlukan dari sumber lain,seperti melalui
21 wawancara oleh pihak ketiga atau investigasi latar belakang mengenai
22 manajemen senior atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
23 klien.
24
25 Berkomunikasi dengan Anggota yang Sedang Memberikan Jasa atau Anggota Praktisi
26 Pendahulu
27
28 320.5-A1 Anggota yang diusulkan biasanya akan membutuhkan izin dari klien, lebih
29 baik secara tertulis, untuk memulai pembahasan dengan Anggota yang
30 sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu.
31
32 P320.6 Jika tidak dapat berkomunikasi dengan Anggota yang sedang memberikan
33 jasa atau Anggota praktisi pendahulu, maka Anggota yang diusulkan harus
34 mengambil langkah-langkah memadai lainnya untuk memperoleh informasi
35 tentang kemungkinan adanya ancaman.
36
37 Komunikasi dengan Anggota yang Diusulkan
38
39 P320.7 Ketika Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi
40 pendahulu diminta untuk menanggapi komunikasi dengan Anggota yang
41 diusulkan, maka Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota
42 praktisi pendahulu harus:
43 (a) Mematuhi peraturan perundang-undangan yang mengatur berbagai
44 permintaan tersebut; dan
45 (b) Memberikan informasi apapun secara jujur dan jelas.
46
47

72
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 320.7-A1 Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu
2 terikat dengan perjanjian kerahasiaan. Apakah Anggota yang sedang
3 memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu diperkenankan atau
4 diharuskan untuk mendiskusikan perihal hubungannya dengan klien dengan
5 Anggota yang diusulkan bergantung pada sifat perikatan tersebut dan:
6 (a) Apakah Anggota yang sedang melakukan jasa atau Anggota praktisi
7 pendahulu memiliki persetujuan dari klien untuk melakukan diskusi; dan
8 (b) Persyaratan hukum dan etika yang terkait dengan komunikasi dan
9 pengungkapan tersebut, mungkin berbeda pada beberapa ketentuan
10 yang berlaku.
11
12 320.7-A2 Berbagai keadaan mensyaratkan atau mungkin mensyaratkan Anggota untuk
13 mengungkapkan informasi rahasia, atau ketika pengungkapan tersebut
14 mungkin tepat, ditetapkan dalam Kode Etik ini dalam paragraf 114.1-A1.
15
16 Perubahan Penunjukan Audit atau Reviu
17
18 P320.8 Dalam hal audit atau reviu atas laporan keuangan, Anggota harus meminta
19 Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu
20 untuk memberikan informasi yang diketahui mengenai fakta atau informasi
21 lain yang, dalam opini Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota
22 praktisi pendahulu, Anggota yang diusulkan harus menyadari sebelum
23 memutuskan apakah menerima perikatan. Kecuali untuk keadaan yang
24 melibatkan ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan terhadap peraturan
25 perundang-undangan yang ditetapkan di paragraf P360.21 dan P360.22:
26 (a) Jika klien menyetujui Anggota yang sedang memberikan jasa atau
27 Anggota praktisi pendahulu mengungkapkan fakta atau informasi
28 lainnya, maka Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota
29 praktisi pendahulu harus memberikan informasi secara jujur dan jelas;
30 dan
31 (b) Jika klien gagal atau menolak untuk memberikan izin kepada Anggota
32 yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu untuk
33 membahas permasalahan klien dengan Anggota yang diusulkan, maka
34 Anggota yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi
35 pendahulu harus mengungkapkan fakta tersebut kepada Anggota yang
36 diusulkan, harus berhati-hati dalam mempertimbangkan kegagalan atau
37 penolakan tersebut ketika menentukan apakah akan menerima
38 penunjukan.
39
40 Keberlanjutan Perikatan dengan Klien
41
42 P320.9 Untuk perikatan yang berulang, Anggota harus secara periodik menelaah
43 apakah akan melanjutkan perikatan.
44
45 320.9-A1 Potensi ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika mungkin
46 muncul setelah menerima perikatan yang, jika telah diketahui sebelumnya,
47 akan menyebabkan Anggota menolak perikatan. Misalnya, ancaman
48 kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada prinsip integritas dapat muncul

73
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 karena manajemen laba atau valuasi atas laporan posisi keuangan yang tidak
2 tepat.
3
4 Penggunaan Pekerjaan Ahli
5
6 P320.10 Ketika Anggota bermaksud untuk menggunakan pekerjaan seorang ahli,
7 maka Anggota harus menentukan apakah penggunaan ahli tersebut terjamin
8 mutunya.
9
10 320.10-A1 Faktor-faktor yang dipertimbangkan ketika Anggota bermaksud untuk
11 menggunakan pekerjaan seorang ahli termasuk reputasi dan keahliannya,
12 ketersediaan sumber daya, dan standar profesional dan standar etika yang
13 diterapkan. Informasi tersebut dapat diperoleh dari pengalaman sebelumnya
14 dengan ahli tersebut atau dari konsultasi dengan pihak lain.
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

74
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 321
2
3 PENDAPAT KEDUA
4
5 PENDAHULUAN
6
7 321.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan
8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk
9 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.
10
11 321.2 Memberikan pendapat kedua kepada entitas yang bukan merupakan klien
12 pada saat ini dapat memunculkan ancaman kepentingan pribadi atau
13 ancaman lain terhadap kepatuhan dari satu atau lebih prinsip dasar etika.
14 Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan
15 untuk menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 321.3-A1 Anggota mungkin diminta untuk memberikan pendapat kedua mengenai
22 penerapan akuntansi, auditing, pelaporan, atau standar atau prinsip lain untuk
23 (a) suatu keadaan khusus, atau (b) transaksi tertentu oleh, atau atas nama,
24 suatu perusahaan atau suatu entitas yang saat ini bukan merupakan klien.
25 Ancaman, misalnya, ancaman kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada
26 prinsip kompetensi dan kehati-hatian profesional, mungkin muncul jika
27 pendapat kedua tidak didasarkan pada fakta yang sama yang dimiliki Anggota
28 yang sedang memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu, atau
29 didasarkan pada bukti yang tidak memadai.
30
31 321.3-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman kepentingan pribadi
32 adalah keadaan dari permintaan serta semua fakta dan asumsi lainnya yang
33 tersedia yang relevan untuk menyatakan suatu pertimbangan profesional.
34
35 321.3-A3 Contoh tindakan yang mungkin merupakan pengamanan untuk mengatasi
36 ancaman kepentingan pribadi, meliputi:
37 • Dengan izin dari klien, memperoleh informasi dari Anggota yang sedang
38 memberikan jasa atau Anggota praktisi pendahulu.
39 • Menjelaskan keterbatasan yang melingkupi setiap pendapat yang
40 diberikan ketika berkomunikasi dengan klien.
41 • Memberikan salinan pendapat Anggota yang sedang memberikan jasa
42 atau Anggota praktisi pendahulu.
43
44
45
46
47

75
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Ketika Izin Berkomunikasi Tidak Diperoleh


2
3 P321.4 Jika entitas yang meminta pendapat kedua dari Anggota tidak mengizinkan
4 Anggota tersebut untuk melakukan komunikasi dengan Anggota yang
5 memberikan pendapat pertama atau Anggota praktisi pendahulu, maka
6 Anggota tersebut harus menentukan apakah boleh memberikan pendapat
7 kedua dengan memperhatikan semua keadaan.
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

76
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 330
2
3 IMBALAN DAN JENIS REMUNERASI LAIN
4
5 PENDAHULUAN
6
7 330.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan
8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan dalam Seksi 120 untuk
9 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.
10
11 330.2 Besaran dan sifat imbalan serta pengaturan remunerasi lainnya mungkin
12 memunculkan ancaman kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada satu
13 atau lebih prinsip dasar etika. Seksi ini menetapkan materi aplikasi spesifik
14 yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan
15 tersebut.
16
17 MATERI APLIKASI
18
19 Besaran Imbalan
20
21 330.3-A1 Besaran imbalan yang ditawarkan mungkin memengaruhi kemampuan
22 Anggota untuk melakukan jasa profesional sesuai dengan standar
23 profesional.
24
25 330.3-A2 Anggota dapat mengajukan penawaran imbalan yang dipandang tepat.
26 Menawarkan imbalan yang lebih rendah dari Anggota lain bukan merupakan
27 pelanggaran etika. Namun, besaran imbalan yang ditawarkan memunculkan
28 ancaman kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada prinsip kompetensi
29 dan kehati-hatian profesional, jika imbalan yang ditawarkan sangat rendah
30 sehingga mungkin sulit untuk melakukan perikatan sesuai dengan standar
31 profesional dan standar teknis yang berlaku.
32
33 330.3-A3 Faktor-faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut
34 meliputi:
35 • Apakah klien menyadari ketentuan suatu perikatan dan, terutama, basis
36 penentuan imbalan yang diajukan dan lingkup jasa yang diberikan
37 berdasarkan imbalan tersebut.
38 • Apakah besaran imbalan ditetapkan oleh pihak ketiga yang independen,
39 seperti regulator.
40
41 330.3-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
42 kepentingan pribadi tersebut, mencakup:
43 • Menyesuaikan besarnya imbalan atau lingkup perikatan.
44 • Menugaskan penelaah yang tepat untuk menelaah pekerjaan yang
45 dilakukan.
46
47

77
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Imbalan Kontinjen
2
3 330.4-A1 Imbalan kontinjen kadang digunakan untuk perikatan non-asurans tertentu.
4 Namun demikian, imbalan kontinjen dapat memunculkan ancaman terhadap
5 kepatuhan pada prinsip dasar etika, terutama ancaman kepentingan pribadi
6 terhadap kepatuhan pada prinsip objektivitas, dalam keadaan tertentu.
7
8 330.4-A2 Faktor-faktor yang relevan dalam pengevaluasian level suatu ancaman
9 tersebut mencakup:
10 • Sifat perikatan.
11 • Rentang besaran imbalan yang dimungkinkan.
12 • Basis penetapan besaran imbalan.
13 • Pengungkapan kepada pengguna yang dituju dari pekerjaan yang
14 dilakukan oleh Anggota dan basis remunerasi.
15 • Kebijakan dan prosedur pengendalian mutu.
16 • Apakah pihak ketiga yang independen menelaah keluaran atau hasil
17 dari transaksi.
18 • Apakah besaran imbalan ditetapkan oleh pihak ketiga yang independen,
19 seperti regulator.
20
21 330.4-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan terhadap ancaman
22 kepentingan pribadi tersebut meliputi:
23 • Menugaskan penelaah yang tepat yang tidak terlibat dalam
24 pelaksanaan jasa non-asurans untuk menelaah pekerjaan yang
25 dilakukan oleh Anggota.
26 • Memperoleh persetujuan tertulis dari klien pada awal perikatan
27 mengenai basis remunerasi.
28
29 330.4-A4 Persyaratan dan materi aplikasi yang terkait dengan imbalan kontinjen atas
30 jasa yang disediakan untuk klien audit atau klien reviu dan klien asurans
31 lainnya yang diatur dalam Standar Independensi (Bagian 4A dan 4B).
32
33 Imbalan Rujukan dan Komisi
34
35 330.5-A1 Ancaman kepentingan pribadi terhadap kepatuhan pada prinsip objektivitas
36 dan prinsip kompetensi dan kehati-hatian profesional muncul jika Anggota
37 membayar atau menerima imbalan rujukan atau menerima komisi yang
38 berkaitan dengan klien. Imbalan rujukan atau komisi tersebut termasuk,
39 misalnya:
40 • Imbalan yang dibayarkan kepada Anggota lain untuk tujuan
41 mendapatkan klien baru ketika klien berlanjut sebagai klien dari
42 Anggota yang sedang memberikan jasa namun mensyaratkan jasa
43 spesialis yang tidak ditawarkan oleh Anggota tersebut.
44 • Imbalan diterima untuk merujuk klien yang berkelanjutan bagi Anggota
45 lain atau tenaga ahli, ketika Anggota yang sedang memberikan jasa
46 tidak menyediakan jasa profesional tertentu yang disyaratkan oleh klien.

78
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Komisi yang diterima dari pihak ketiga (misalnya, vendor perangkat


2 lunak) sehubungan dengan penjualan barang atau jasa kepada klien.
3
4 330.5-A2 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
5 kepentingan pribadi termasuk:
6 • Mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari klien mengenai
7 pengaturan komisi dalam hubungannya dengan penjualan barang dan
8 jasa oleh pihak ketiga kepada klien tersebut, mungkin dapat mengatasi
9 ancaman kepentingan pribadi.
10 • Mengungkapkan kepada klien setiap kesepakatan untuk menerima
11 imbalan rujukan ketika memberikan rujukan klien tersebut kepada
12 Anggota lainnya atau pihak ketiga untuk merekomendasikan jasa atau
13 produk, mungkin dapat mengatasi ancaman kepentingan pribadi.
14
15 Pembelian atau Penjualan Kantor
16
17 330.6-A1 Anggota dapat membeli seluruh atau sebagian kepemilikan dari Kantor
18 berdasarkan pembayaran yang akan diberikan kepada pemilik Kantor
19 sebelumnya, atau kepada ahli warisnya atau estate. Pembayaran tersebut
20 bukan merupakan imbalan rujukan atau komisi seperti yang dimaksud dalam
21 Seksi ini.
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47

79
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 340
2
3 BUJUKAN, TERMASUK HADIAH DAN KERAMAHTAMAHAN
4
5 PENDAHULUAN
6
7 340.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan
8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk
9 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.
10
11 340.2 Menawarkan atau menerima bujukan dapat memunculkan ancaman
12 kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi terhadap
13 kepatuhan pada prinsip dasar etika, terutama prinsip integritas, objektivitas,
14 dan perilaku profesional.
15
16 340.3 Seksi ini menjelaskan persyaratan dan materi aplikasi yang relevan untuk
17 menerapkan kerangka kerja konseptual dalam kaitannya dengan penawaran
18 dan penerimaan bujukan yang tidak dilarang oleh peraturan perundang-
19 undangan ketika melakukan aktivitas profesional. Seksi ini juga mensyaratkan
20 Anggota untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang relevan saat
21 menawarkan atau menerima bujukan.
22
23 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
24
25 Umum
26
27 340.4-A1 Bujukan adalah objek, situasi, atau tindakan yang digunakan untuk
28 memengaruhi perilaku individu lain, namun tidak dimaksudkan untuk
29 memengaruhi perilaku individu tersebut secara tidak patut. Bujukan dapat
30 berkisar dari tindakan kecil berupa keramahtamahan antara Anggota dan
31 klien atau calon klien hingga tindakan yang mengakibatkan ketidakpatuhan
32 terhadap peraturan perundang-undangan. Bujukan dapat berupa, misalnya
33 (namun tidak terbatas pada):
34 • Hadiah.
35 • Keramahtamahan.
36 • Hiburan.
37 • Sumbangan politik atau sosial.
38 • Tawaran yang tidak pantas atas persahabatan dan loyalitas.
39 • Pemberian kerja atau kesempatan komersial lainnya.
40 • Perlakuan, hak, atau hak istimewa.
41
42
43
44
45
46
47

80
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Bujukan yang Dilarang oleh Peraturan Perundang-undangan


2
3 P340.5 Peraturan perundang-undangan, seperti yang berkaitan dengan penyuapan
4 dan korupsi, melarang menawarkan atau menerima bujukan dalam keadaan
5 tertentu. Anggota harus memperoleh pemahaman tentang peraturan
6 perundang-undangan yang relevan dan mematuhinya ketika Anggota tersebut
7 menghadapi keadaan demikian.
8
9 Bujukan yang Tidak Dilarang oleh Peraturan Perundang-undangan
10
11 340.6-A1 Menawarkan atau menerima bujukan yang tidak dilarang oleh peraturan
12 perundang-undangan mungkin masih memunculkan ancaman terhadap
13 kepatuhan pada prinsip dasar etika.
14
15 Bujukan dengan Intensi untuk Memengaruhi Perilaku Secara Tidak Patut
16
17 P340.7 Anggota tidak boleh menawarkan atau mendorong pihak lain untuk
18 menawarkan bujukan apapun, atau penawaran bujukan yang kemungkinan
19 akan disimpulkan oleh pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang
20 memadai, dilakukan dengan intensi untuk memengaruhi perilaku dari
21 penerima atau individu lain secara tidak patut.
22
23 P340.8 Anggota tidak boleh menerima atau mendorong pihak lain untuk menerima
24 bujukan apapun, atau penerimaan bujukan yang kemungkinan akan
25 disimpulkan oleh pihak ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang
26 memadai, dilakukan dengan intensi untuk memengaruhi perilaku dari
27 penerima atau individu lain secara tidak patut.
28
29 340.9-A1 Bujukan dianggap memengaruhi perilaku individu secara tidak patut jika hal
30 tersebut menyebabkan individu bertindak dengan cara yang tidak etis.
31 Pengaruh yang tidak patut tersebut dapat diarahkan, baik kepada penerima
32 maupun individu lainnya yang memiliki hubungan dengan penerima bujukan.
33 Prinsip dasar etika merupakan kerangka acuan yang tepat bagi Anggota
34 dalam mempertimbangkan perilaku tidak etis Anggota dan individu lainnya.
35
36 340.9-A2 Pelanggaran terhadap prinsip integritas muncul ketika Anggota menawarkan
37 atau menerima, atau mendorong pihak lain untuk menawarkan atau
38 menerima, bujukan dengan intensi untuk memengaruhi perilaku penerima
39 bujukan atau individu lainnya secara tidak patut.
40
41 340.9-A3 Penentuan apakah terdapat intensi yang nyata atau dirasakan memengaruhi
42 perilaku secara tidak patut mensyaratkan penerapan pertimbangan
43 profesional. Faktor yang relevan untuk dipertimbangkan mungkin termasuk:
44 • Sifat, frekuensi, nilai, dan dampak kumulatif dari bujukan.
45 • Saat bujukan ditawarkan relatif terhadap tindakan atau keputusan apa
46 pun yang mungkin memengaruhi.

81
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Apakah bujukan adalah kebiasaan atau budaya dalam keadaan


2 tersebut, sebagai contoh, menawarkan hadiah pada hari raya
3 keagamaan atau hari pernikahan.
4 • Apakah bujukan adalah bagian tambahan dari aktivitas profesional,
5 sebagai contoh, menawarkan atau menerima ajakan makan siang
6 sehubungan dengan pertemuan bisnis.
7 • Apakah penawaran bujukan terbatas pada penerima perorangan atau
8 tersedia untuk kelompok yang lebih luas. Kelompok yang lebih luas
9 mungkin merupakan pihak internal atau eksternal dari organisasi
10 tempatnya bekerja, seperti pelanggan atau pemasok lainnya.
11 • Peran dan posisi individu Kantor atau klien yang menawarkan atau
12 ditawari bujukan.
13 • Apakah Anggota mengetahui, atau memiliki alasan untuk meyakini,
14 bahwa menerima bujukan akan melanggar kebijakan dan prosedur dari
15 klien.
16 • Tingkat transparansi bujukan yang ditawarkan.
17 • Apakah bujukan disyaratkan atau diminta oleh penerima bujukan.
18 • Perilaku atau reputasi sebelumnya yang diketahui dari pihak yang
19 memberikan bujukan.
20
21 Pertimbangan Tindakan Lanjutan
22
23 340.10-A1 Jika Anggota menyadari adanya bujukan yang ditawarkan dengan intensi
24 yang nyata atau dirasakan memengaruhi perilaku secara tidak patut,
25 ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika mungkin masih
26 muncul meskipun persyaratan dalam paragraf P340.7 dan P340.8 terpenuhi.
27
28 340.10-A2 Contoh tindakan yang mungkin menjadi pengamanan untuk mengatasi
29 ancaman tersebut termasuk:
30 • Menginformasikan mengenai penawaran kepada Kantor atau pihak
31 yang bertanggungjawab atas tata kelola klien.
32 • Mengubah atau menghentikan hubungan bisnis dengan klien.
33
34 Bujukan tanpa Intensi untuk Memengaruhi Perilaku Secara Tidak Patut
35
36 340.11-A1 Persyaratan dan materi aplikasi yang ditetapkan dalam kerangka kerja
37 konseptual ini berlaku ketika Anggota telah menyimpulkan tidak ada intensi
38 yang nyata atau dirasakan memengaruhi perilaku penerima bujukan atau
39 individu lain secara tidak patut.
40
41 340.11-A2 Jika bujukan tersebut bersifat biasa dan tidak penting, ancaman apapun yang
42 muncul akan berada pada level yang dapat diterima.
43
44 340.11-A3 Contoh keadaan ketika penawaran atau penerimaan bujukan dapat
45 memunculkan ancaman bahkan jika Anggota telah menyimpulkan bahwa
46 tidak ada intensi yang nyata atau dirasakan untuk memengaruhi perilaku
47 secara tidak patut termasuk:

82
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1
2 • Ancaman kepentingan pribadi
3 o Anggota ditawari keramahtamahan dari calon pengakuisisi klien
4 ketika memberikan jasa keuangan korporat kepada klien.
5 • Ancaman kedekatan
6 o Anggota mengajak secara reguler calon klien dan klien ke acara
7 olahraga.
8 • Ancaman Intimidasi
9 o Anggota menerima keramahtamahan yang sifatnya dianggap
10 tidak pantas jika diungkapkan kepada publik.
11
12 340.11-A4 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman yang muncul ketika
13 menawarkan atau menerima bujukan tersebut mencakup faktor-faktor yang
14 sama dalam menentukan intensi yang ditetapkan di paragraf 340.9-A3.
15
16 340.11-A5 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman yang muncul dari
17 penawaran atau penerimaan bujukan termasuk:
18 • Tidak menawarkan atau menolak bujukan.
19 • Mengalihkan tanggung jawab untuk setiap pemberian jasa profesional
20 dengan klien kepada individu lain yang diyakini atau dianggap oleh
21 Anggota tidak terpengaruh secara tidak patut ketika memberikan jasa.
22
23 340.11-A6 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
24 yang muncul dari penawaran atau penerimaan bujukan tersebut termasuk:
25 • Bersikap transparan mengenai penawaran atau penerimaan bujukan
26 kepada manajemen senior dari Kantor atau klien.
27 • Mencatatkan bujukan tersebut dalam catatan yang dipantau oleh
28 manajemen senior Kantor atau individu lain yang bertanggung jawab
29 atas kepatuhan etika Kantor, atau yang dikelola oleh klien.
30 • Menugaskan penelaah yang tepat, yang tidak terlibat dalam
31 memberikan jasa profesional, untuk menelaah setiap pekerjaan yang
32 dilakukan atau keputusan yang dibuat oleh Anggota sehubungan
33 dengan klien yang bujukannya diterima Anggota.
34 • Memberikan bujukan tersebut untuk donasi dalam acara amal setelah
35 menerima dan mengungkapkan pemberian donasi tersebut dengan
36 tepat, misalnya, kepada manajemen senior Kantor atau individu yang
37 menawarkan bujukan.
38 • Mengganti bujukan yang diterima seperti keramahtamahan.
39 • Sesegera mungkin, mengembalikan bujukan setelah diterima seperti
40 hadiah.
41
42
43
44
45
46
47

83
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Keluarga Inti atau Keluarga Dekat


2
3 P340.12 Anggota harus tetap mewaspadai potensi ancaman terhadap kepatuhan pada
4 prinsip dasar etika yang muncul dari penawaran bujukan:
5 (a) Oleh anggota keluarga inti atau keluarga dekat dari Anggota kepada
6 calon klien atau klien.
7 (b) Kepada anggota keluarga inti atau keluarga dekat Anggota oleh calon
8 klien atau klien.
9
10 P340.13 Ketika Anggota menyadari adanya bujukan yang ditawarkan kepada atau
11 diberikan oleh anggota keluarga inti atau keluarga dekat dan menyimpulkan
12 terdapat intensi untuk memengaruhi perilaku Anggota atau calon klien atau
13 klien secara tidak patut, atau menganggap pihak ketiga yang rasional dan
14 memiliki informasi yang memadai kemungkinan menyimpulkan bahwa
15 terdapat intensi tersebut, maka Anggota harus memberikan advis kepada
16 anggota keluarga inti atau keluarga dekat untuk tidak menawarkan atau
17 menerima bujukan.
18
19 340.13-A1 Faktor yang ditetapkan di paragraf 340.9-A3 relevan dalam menentukan
20 apakah terdapat intensi yang nyata atau dirasakan untuk memengaruhi
21 perilaku Anggota atau calon klien atau klien secara tidak patut. Faktor lain
22 yang relevan adalah sifat atau kedekatan hubungan, antara:
23 (a) Anggota dan anggota keluarga inti atau keluarga dekat;
24 (b) Anggota keluarga inti atau keluarga dekat dan calon klien atau klien;
25 dan
26 (c) Anggota dan calon klien atau klien.
27 Sebagai contoh, tawaran pekerjaan, di luar proses rekrutmen normal, kepada
28 suami/istri Anggota oleh klien yang sedang memberikan jasa penilaian bisnis
29 untuk akuisisi, dapat menunjukkan intensi tersebut.
30
31 340.13-A2 Materi aplikasi pada paragraf 340.10-A2 juga relevan dalam mengatasi
32 ancaman yang mungkin muncul ketika terdapat intensi yang nyata atau
33 dirasakan untuk memengaruhi perilaku Anggota atau calon klien atau klien
34 secara tidak patut, meskipun anggota keluarga inti atau anggota dekat telah
35 mengikuti advis yang diberikan Anggota sesuai dengan paragraf P340.13.
36
37 Penerapan Kerangka Kerja Konseptual
38
39 340.14-A1 Ketika Anggota menyadari bujukan yang ditawarkan dalam keadaan yang
40 dibahas pada paragraf P340.12, ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip
41 dasar etika dapat muncul ketika:
42 (a) Anggota keluarga inti atau keluarga dekat menawarkan atau menerima
43 bujukan yang bertentangan dengan advis Anggota sesuai dengan
44 paragraf P340.13; atau
45 (b) Anggota tidak memiliki alasan untuk meyakini adanya intensi yang
46 nyata atau dirasakan untuk memengaruhi perilaku Anggota atau calon
47 klien atau klien.
48

84
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 340.14-A2 Materi aplikasi pada paragraf 340.11-A1 hingga 340.11-A6 relevan untuk
2 tujuan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman tersebut.
3 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman dalam keadaan
4 tersebut juga termasuk sifat atau kedekatan hubungan yang di tetapkan di
5 paragraf 340.13-A1.
6
7 Pertimbangan Lainnya
8
9 340.15-A1 Jika Anggota menghadapi atau menyadari bujukan yang dapat
10 mengakibatkan ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan terhadap
11 peraturan perundang-undangan oleh klien atau pihak lain yang bekerja untuk,
12 atau di bawah arahan klien, maka persyaratan dan materi aplikasi yang
13 ditetapkan di Seksi 360 berlaku.
14
15 340.15-A2 Jika Kantor, jaringan Kantor, atau anggota tim audit menerima hadiah atau
16 keramahtamahan dari klien audit, maka persyaratan dan materi aplikasi yang
17 dijelaskan pada Seksi 420 berlaku.
18
19 340.15-A3 Jika Kantor atau anggota tim asurans menerima hadiah atau
20 keramahtamahan dari klien asurans, maka berlaku persyaratan dan materi
21 aplikasi yang ditetapkan di Seksi 906 berlaku.
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

85
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 350
2
3 KUSTODI ASET KLIEN
4
5 PENDAHULUAN
6
7 350.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan
8 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk
9 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.
10
11 350.2 Mengelola aset klien dapat memunculkan ancaman kepentingan pribadi atau
12 ancaman lain terhadap kepatuhan pada prinsip perilaku profesional dan
13 objektivitas. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik
14 yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan
15 tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Sebelum Kustodi
20
21 P350.3 Anggota tidak boleh mengambil tanggung jawab atas kustodi uang dan aset
22 lain milik klien, kecuali diizinkan oleh peraturan perundang-undangan dan
23 sesuai dengan setiap kondisi yang memperbolehkan hal tersebut.
24
25 P350.4 Sebagai bagian dari prosedur penerimaan klien dan perikatan terkait
26 tanggung jawab kustodi uang atau aset klien, maka Anggota harus:
27 (a) Melakukan penyelidikan mengenai sumber aset tersebut; dan
28 (b) Mempertimbangkan kewajiban hukum dan peraturan yang berlaku.
29
30 350.4-A1 Penyelidikan tentang sumber aset klien mungkin memperlihatkan, misalnya,
31 bahwa aset tersebut berasal dari aktivitas ilegal, seperti pencucian uang.
32 Dalam keadaan demikian akan muncul ancaman dan berlaku ketentuan Seksi
33 360.
34
35 Setelah Kustodi
36
37 P350.5 Anggota yang dipercayai untuk menyimpan uang atau aset lain milik pihak
38 lain harus:
39 (a) Mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk
40 penyimpanan dan pembukuan aset tersebut;
41 (b) Menyimpan aset tersebut secara terpisah dari aset pribadi atau aset
42 Kantor;
43 (c) Menggunakan aset tersebut hanya untuk tujuan yang telah ditetapkan;
44 dan
45 (d) Setiap saat siap untuk mempertanggungjawabkan aset dan setiap
46 penghasilan, dividen, atau keuntungan yang dihasilkan, kepada
47 siapapun yang berhak atas pembukuan tersebut.
48

86
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 360
2
3 RESPONS ATAS KETIDAKPATUHAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG-
4 UNDANGAN
5
6 PENDAHULUAN
7
8 360.1 Anggota disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika dan menerapkan
9 kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk
10 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman.
11
12 360.2 Ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi terhadap kepatuhan
13 pada prinsip integritas dan perilaku profesional muncul ketika Anggota
14 menyadari adanya ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan terhadap
15 peraturan perundang-undangan.
16
17 360.3 Anggota mungkin menghadapi atau menyadari adanya ketidakpatuhan atau
18 dugaan ketidakpatuhan ketika memberikan jasa profesional kepada klien.
19 Seksi ini memberikan panduan kepada Anggota dalam menilai implikasi
20 permasalahan dan tindakan yang mungkin dilakukan ketika merespons
21 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan terhadap:
22 (a) Peraturan perundang-undangan yang secara umum memiliki dampak
23 langsung terhadap penentuan jumlah dan pengungkapan yang material
24 dalam laporan keuangan klien; dan
25 (b) Peraturan perundang-undangan lain yang tidak memiliki dampak
26 langsung terhadap penentuan jumlah dan pengungkapan dalam laporan
27 keuangan klien, namun kepatuhan tersebut penting untuk aspek
28 operasional bisnis klien, untuk dapat mempertahankan usahanya, atau
29 untuk menghindari hukuman yang material.
30
31 Tujuan Anggota Terkait Ketidakpatuhan Terhadap Peraturan Perundang-Undangan
32
33 360.4 Ciri pembeda profesi akuntansi adalah kesediaannya menerima tanggung
34 jawab bertindak untuk kepentingan publik. Ketika merespons adanya
35 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan, tujuan dari Anggota adalah:
36 (a) Mematuhi prinsip integritas dan perilaku profesional;
37 (b) Mengingatkan manajemen atau, jika tepat, pihak yang bertanggung
38 jawab atas tata kelola klien, untuk:
39 (i) Memungkinkan mereka memperbaiki, memulihkan atau
40 memitigasi konsekuensi akibat dari ketidakpatuhan yang
41 teridentifikasiatau terduga; atau
42 (ii) Mencegah ketidakpatuhan sebelum terjadi; dan
43 (c) Mengambil tindakan lanjutan yang tepat dalam melindungi kepentingan
44 publik.
45
46
47
48

87
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI


2
3 Umum
4
5 360.5-A1 Ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan (“ketidakpatuhan”)
6 terdiri dari tindakan penghilangan atau perbuatan, baik disengaja atau tidak
7 disengaja, yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang
8 berlaku yang dilakukan oleh pihak-pihak berikut:
9 (a) Klien;
10 (b) Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola klien;
11 (c) Manajemen klien; atau
12 (d) Individu lain yang bekerja untuk atau di bawah arahan klien.
13
14 360.5-A2 Contoh peraturan perundang-undangan yang terkait dengan seksi ini
15 termasuk yang berhubungan dengan:
16 • Kecurangan, korupsi, dan penyuapan.
17 • Pencucian uang, pendanaan teroris dan tindakan kriminal.
18 • Pasar dan perdagangan surat berharga.
19 • Perbankan dan produk dan jasa keuangan lainnya.
20 • Perlindungan data.
21 • Liabilitas pajak dan pensiun serta pembayarannya.
22 • Perlindungan lingkungan.
23 • Kesehatan dan keselamatan publik.
24
25 360.5-A3 Ketidakpatuhan dapat mengakibatkan denda, litigasi, atau konsekuensi lain
26 bagi klien, yang berpotensi memiliki dampak yang material terhadap laporan
27 keuangan. Terlebih penting, ketidakpatuhan tersebut mungkin berdampak
28 terhadap kepentingan publik yang lebih luas yang berpotensi memunculkan
29 bahaya besar bagi investor, kreditor, karyawan, atau masyarakat umum.
30 Untuk tujuan seksi ini, tindakan yang menyebabkan bahaya besar tersebut
31 adalah tindakan yang menghasilkan dampak kerugian keuangan atau
32 nonkeuangan yang serius bagi para pihak tersebut. Misalnya kecurangan
33 yang mengakibatkan kerugian keuangan yang signifikan bagi investor, dan
34 pelanggaran peraturan dan perundang-undangan mengenai lingkungan yang
35 membahayakan kesehatan atau keselamatan karyawan atau publik.
36
37 P360.6 Dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, terdapat ketentuan
38 yang mangatur bagaimana Anggota disyaratkan untuk mengatasi
39 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan. Peraturan perundang-undangan
40 tersebut mungkin berbeda dari, atau melampaui, ketentuan dalam seksi ini.
41 Ketika menghadapi ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan, Anggota
42 harus memperoleh pemahaman tentang ketentuan peraturan perundang-
43 undangan serta mematuhinya, termasuk:
44 (a) Setiap persyaratan untuk melaporkan permasalahan tersebut kepada
45 otoritas yang tepat; dan
46 (b) Setiap larangan untuk mengingatkan klien.

88
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 360.6-A1 Larangan untuk memperingatkan klien mungkin muncul, misalnya,


2 berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang tindak pidana
3 pencucian uang.
4
5 360.7-A1 Seksi ini berlaku terlepas dari sifat klien, termasuk apakah klien merupakan
6 entitas dengan akuntabilitas publik.
7
8 360.7-A2 Anggota yang menemukan atau menyadari permasalahan yang jelas tidak
9 penting, tidak diharuskan untuk mematuhi seksi ini. Suatu permasalahan
10 dinilai tidak penting dipandang dari sifat dan dampaknya, baik keuangan
11 maupun nonkeuangan, terhadap klien, pemangku kepentingannya dan
12 masyarakat umum.
13
14 360.7-A3 Seksi ini tidak membahas:
15 (a) Pelanggaran pribadi yang tidak terkait dengan aktivitas bisnis klien; dan
16 (b) Ketidakpatuhan oleh pihak selain yang ditentukan dalam paragraf
17 360.5-A1. Hal tersebut termasuk, misalnya, keadaan ketika Anggota
18 telah ditugaskan oleh klien untuk melakukan penugasan uji tuntas pada
19 entitas pihak ketiga dan ketidakpatuhan yang teridentifikasi atau
20 terduga telah dilakukan oleh pihak ketiga tersebut.
21 Anggota mungkin akan menemukan panduan dalam seksi ini yang membantu
22 dalam mempertimbangkan bagaimana merespons situasi tersebut.
23
24 Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak yang Bertanggung Jawab Atas Tata Kelola
25
26 360.8-A1 Manajemen, dengan pengawasan pihak yang bertanggung jawab atas tata
27 kelola, bertanggung jawab untuk memastikan bahwa aktivitas bisnis klien
28 dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Manajemen dan
29 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola juga bertanggung jawab untuk
30 mengidentifikasi dan menangani setiap ketidakpatuhan, bersama dengan:
31 (a) Klien;
32 (b) Individu yang bertanggung jawab atas tata kelola entitas;
33 (c) Anggota manajemen; atau
34 (d) Individu lain yang bekerja untuk atau di bawah arahan klien.
35
36 Tanggung Jawab Semua Anggota
37
38 P360.9 Ketika Anggota menyadari tentang permasalahan yang tercakup pada seksi
39 ini, langkah yang dilakukan oleh Anggota untuk mematuhi seksi ini harus
40 dilakukan secara tepat waktu. Dalam melakukan langkah yang tepat waktu,
41 Anggota harus memperhatikan sifat permasalahan dan bahaya potensial bagi
42 kepentingan entitas, investor, kreditor, karyawan atau masyarakat umum.
43
44
45
46
47
48

89
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Audit atas Laporan Keuangan


2
3 Memperoleh Pemahaman atas Permasalahan
4
5 P360.10 Jika Anggota yang ditugaskan untuk melakukan audit atas laporan keuangan
6 mengetahui informasi mengenai ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan,
7 maka Anggota harus memperoleh pemahaman atas permasalahan tersebut.
8 Pemahaman tersebut harus mencakup sifat ketidakpatuhan atau dugaan
9 ketidakpatuhan dan keadaan ketika hal tersebut telah terjadi atau mungkin
10 terjadi.
11
12 360.10-A1 Anggota mungkin menyadari ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan
13 dalam pelaksanaan perikatan atau melalui informasi yang diberikan oleh
14 pihak lain.
15
16 360.10-A2 Anggota diharapkan menerapkan pengetahuan dan keahlian, serta
17 menerapkan pertimbangan profesional. Namun demikian, Anggota tidak
18 diharapkan memiliki level pengetahuan mengenai peraturan perundang-
19 undangan melebihi daripada yang disyaratkan untuk melakukan perikatan.
20 Penentuan apakah suatu tindakan merupakan ketidakpatuhan pada akhirnya
21 ditentukan oleh pengadilan atau badan yang berwenang mengajukan
22 ajudikasi.
23
24 360.10-A3 Bergantung pada sifat dan signifikansi permasalahan, Anggota dapat
25 berkonsultasi berdasarkan prinsip kerahasiaan dengan pihak lain dalam
26 Kantor, jaringan Kantor atau asosiasi profesi, atau dengan penasihat hukum.
27
28 P360.11 Jika Anggota mengidentifikasi atau menduga bahwa ketidakpatuhan telah
29 terjadi atau mungkin terjadi, maka Anggota harus membahas permasalahan
30 tersebut dengan level manajemen yang tepat dan, jika perlu, dengan pihak
31 yang bertanggung jawab atas tata kelola.
32
33 360.11-A1 Tujuan dari pembahasan tersebut adalah untuk mengklarifikasi pemahaman
34 Anggota tentang fakta dan keadaan yang relevan dengan permasalahan dan
35 potensi konsekuensinya. Pembahasan ini juga mungkin mendorong
36 manajemen atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola untuk
37 menginvestigasi permasalahan tersebut.
38
39 360.11-A2 Penentuan level manajemen yang tepat untuk membahas permasalahan
40 tersebut merupakan suatu pertimbangan profesional. Faktor-faktor relevan
41 yang perlu dipertimbangkan termasuk:
42 • Sifat dan keadaan permasalahan.
43 • Individu aktual yang terlibat atau berpotensi terlibat.
44 • Kemungkinan adanya kolusi.
45 • Konsekuensi potensial dari permasalahan tersebut.
46 • Apakah level manajemen tersebut mampu menginvestigasi
47 permasalahan dan mengambil tindakan yang tepat.

90
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1
2 360.11-A3 Level manajemen yang tepat biasanya minimum satu level di atas individu
3 atau individu yang terlibat atau berpotensi terlibat dalam permasalahan.
4 Dalam konteks grup, level yang tepat mungkin adalah manajemen pada
5 entitas yang mengendalikan klien.
6
7 360.11-A4 Anggota juga dapat mempertimbangkan untuk membahas masalah tersebut
8 dengan auditor internal, jika ada.
9
10 P360.12 Jika Anggota meyakini bahwa manajemen terlibat ketidakpatuhan atau
11 dugaan ketidakpatuhan, maka Anggota harus membahas permasalahan
12 tersebut dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
13
14 Mengatasi Permasalahan
15
16 P360.13 Dalam membahas ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan dengan
17 manajemen dan, jika tepat, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola,
18 maka Anggota harus memberikan advis kepada mereka untuk mengambil
19 tindakan yang sesuai dan tepat waktu, jika pihak-pihak tersebut belum
20 melakukannya, untuk:
21 (a) Memperbaiki, memulihkan, atau memitigasi konsekuensi dari
22 ketidakpatuhan;
23 (b) Mencegah perbuatan ketidakpatuhan ketika hal tersebut belum terjadi;
24 atau
25 (c) Mengungkapkan permasalahan tersebut kepada otoritas yang
26 berwenang jika disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan atau
27 jika dianggap perlu dalam melindungi kepentingan publik.
28
29 P360.14 Anggota harus mempertimbangkan apakah manajemen dan pihak yang
30 bertanggung jawab atas tata kelola memahami tanggung jawab mereka
31 terhadap peraturan perundang-undangan sehubungan dengan
32 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan.
33
34 360.14-A1 Jika manajemen dan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola tidak
35 memahami tanggung jawabnya terhadap peraturan perundang-undangan
36 sehubungan dengan permasalahan tersebut, maka Anggota dapat
37 menyarankan untuk mencari sumber informasi yang tepat atau
38 merekomendasikan agar mendapatkan advis hukum.
39
40 P360.15 Anggota harus mematuhi:
41 (a) Ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk
42 ketentuan pelaporan ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan
43 terhadap otoritas yang berwenang; dan
44 (b) Persyaratan berdasarkan standar audit, termasuk yang berkaitan
45 dengan:
46 • Identifikasi dan respons atas ketidakpatuhan, termasuk
47 kecurangan.

91
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Komunikasi dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata


2 kelola.
3 • Pertimbangan implikasi atas ketidakpatuhan atau dugaan
4 ketidakpatuhan terhadap laporan auditor.
5
6 360.15-A1 Beberapa peraturan perundang-undangan mungkin menetapkan periode
7 untuk melaporkan ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan kepada
8 otoritas yang berwenang.
9
10 Komunikasi Terkait Grup
11
12 P360.16 Jika Anggota menyadari ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan terkait
13 dengan komponen dari suatu grup pada salah satu dari dua situasi berikut,
14 maka Anggota harus mengomunikasikan permasalahan tersebut kepada
15 rekan perikatan grup, kecuali dilarang oleh peraturan perundang-undangan:
16 (a) Anggota, untuk tujuan audit atas laporan keuangan grup, diminta oleh
17 tim perikatan grup untuk melakukan pekerjaan atas informasi keuangan
18 yang terkait dengan komponen tersebut; atau
19 (b) Anggota ditugaskan untuk melakukan audit atas laporan keuangan
20 komponen tersebut untuk tujuan selain audit grup, misalnya, audit
21 berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku.
22 Komunikasi kepada rekan perikatan grup harus diperlakukan sebagai
23 tambahan untuk merespons atas permasalahan tersebut sesuai dengan
24 ketentuan dalam seksi ini.
25
26 360.16-A1 Tujuan dari komunikasi ini adalah memungkinkan rekan perikatan grup
27 terinfomasikan mengenai permasalahan tersebut dan untuk menentukan,
28 dalam konteks audit grup, bagaimana mengatasi permasalahan sesuai
29 dengan ketentuan dalam seksi ini. Persyaratan komunikasi pada paragraf
30 P360.16 berlaku, terlepas apakah Kantor atau jaringan Kantor dari rekan
31 perikatan grup adalah sama atau berbeda dengan Kantor atau jaringan
32 Kantor dari Anggota.
33
34 P360.17 Jika rekan perikatan grup menyadari ketidakpatuhan atau dugaan
35 ketidakpatuhan dalam proses audit atas laporan keuangan grup, maka rekan
36 perikatan grup harus mempertimbangkan apakah permasalahan tersebut
37 relevan dengan satu atau beberapa komponen yang:
38 (a) Informasi keuangannya digunakan untuk tujuan audit atas laporan
39 keuangan grup; atau
40 (b) Laporan keuangannya diperlukan untuk tujuan selain audit grup,
41 misalnya, suatu audit berdasarkan peraturan perundangan yang
42 berlaku.
43 Pertimbangan tersebut merupakan tambahan untuk menanggapi
44 permasalahan dalam konteks audit grup sesuai dengan ketentuan dalam
45 seksi ini.
46
47
48

92
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P360.18 Jika ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan mungkin relevan bagi satu
2 atau lebih dari komponen yang ditentukan dalam paragraf P360.17(a) dan (b),
3 maka rekan perikatan grup harus melakukan langkah-langkah agar
4 permasalahan tersebut dikomunikasikan kepada pihak yang melakukan
5 pekerjaan di komponen tersebut, kecuali dilarang oleh peraturan perundang-
6 undangan. Jika perlu, rekan perikatan grup harus melakukan permintaan
7 informasi yang tepat (baik dari manajemen atau dari informasi yang tersedia
8 untuk publik) dalam menentukan apakah komponen yang relevan yang
9 ditentukan dalam paragraf P360.17(b) termasuk dalam cakupan audit dan,
10 jika demikian, harus memastikan identitas auditor sepanjang dapat dilakukan.
11
12 360.18-A1 Tujuan dari komunikasi ini adalah memungkinkan pihak yang bertanggung
13 jawab atas pekerjaan komponen terinformasikan mengenai permasalahan
14 dan menentukan bagaimana mengatasinya sesuai dengan ketentuan dalam
15 seksi ini. Persyaratan komunikasi tersebut berlaku, terlepas apakah Kantor
16 atau jaringan Kantor dari rekan perikatan grup adalah sama atau berbeda
17 dengan Kantor atau jaringan Kantor dari pihak yang melakukan pekerjaan
18 komponen tersebut.
19
20 Menentukan Perlu Tidaknya Tindakan Lanjutan
21
22 P360.19 Anggota harus menilai ketepatan respons manajemen dan, jika dapat
23 diterapkan, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
24
25 360.19-A1 Faktor relevan yang perlu dipertimbangkan dalam menilai ketepatan respons
26 manajemen dan, jika berlaku, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
27 termasuk apakah:
28 • Responsnya tepat waktu.
29 • Ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan telah diinvestigasi secara
30 memadai.
31 • Tindakan telah, atau sedang, dilakukan untuk memperbaiki,
32 memulihkan, atau mengurangi konsekuensi dari setiap ketidakpatuhan.
33 • Tindakan telah, atau sedang, dilakukan untuk mencegah perbuatan dari
34 setiap ketidakpatuhan yang belum terjadi.
35 • Langkah yang tepat telah, atau sedang, diambil untuk mengurangi risiko
36 terjadinya kembali, misalnya, pengendalian atau pelatihan tambahan.
37 • Ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan telah diungkapkan kepada
38 otoritas yang tepat jika diperlukan dan, jika demikian, apakah
39 pengungkapan cukup memadai.
40
41 P360.20 Mengingat respons manajemen dan, jika berlaku, pihak yang bertanggung
42 jawab atas tata kelola, maka Anggota harus menentukan apakah tindakan
43 lanjutan diperlukan dalam melindungi kepentingan publik.
44
45
46

93
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 360.20-A1 Penentuan apakah tindakan lanjutan diperlukan, serta sifat dan luasnya, akan
2 bergantung pada berbagai faktor, termasuk:
3 • Kerangka hukum dan peraturan perundang-undangan.
4 • Urgensi situasi.
5 • Pervasifnya permasalahan terhadap keseluruhan klien tersebut.
6 • Apakah Anggota terus memiliki keyakinan terhadap integritas
7 manajemen dan, jika berlaku, pihak yang bertanggung jawab atas tata
8 kelola.
9 • Apakah ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan kemungkinan
10 akan terjadi lagi.
11 • Apakah terdapat bukti yang kredibel tentang bahaya yang berpotensi
12 besar atau potensial terhadap kepentingan entitas, investor, kreditor,
13 karyawan atau masyarakat umum.
14
15 360.20-A2 Contoh keadaan yang mungkin menyebabkan Anggota tidak lagi memiliki
16 kepercayaan terhadap integritas manajemen dan pihak yang
17 bertanggungjawab atas tata kelola termasuk situasi ketika:
18 • Anggota mencurigai atau memiliki bukti mereka ikut terlibat atau mereka
19 ikut dalam keterlibatan yang diintensikan dalam setiap ketidakpatuhan.
20 • Anggota menyadari bahwa mereka memiliki pengetahuan tentang
21 ketidakpatuhan tersebut dan bertentangan dengan ketentuan peraturan
22 perundang-undangan, mereka belum melaporkan atau belum
23 menyetujui pelaporan, permasalahan tersebut kepada otoritas yang
24 berwenang dalam jangka waktu yang memadai.
25
26 P360.21 Anggota harus menerapkan pertimbangan profesional dalam menentukan
27 perlunya, serta sifat dan luasnya, tindakan lanjutan. Dalam penentuan
28 tersebut, Anggota harus mempertimbangkan apakah pihak ketiga yang
29 rasional dan memiliki informasi yang memadai cenderung menyimpulkan
30 bahwa Anggota telah bertindak dengan tepat dalam melindungi kepentingan
31 publik.
32
33 360.21-A1 Tindakan lanjutan yang mungkin dilakukan oleh Anggota meliputi:
34 • Mengungkapkan permasalahan tersebut kepada otoritas yang
35 berwenang walaupun tidak terdapat ketentuan peraturan perundang-
36 undangan untuk melakukannya.
37 • Menarik diri dari perikatan dan hubungan profesional yang diizinkan
38 oleh peraturan perundang-undangan.
39
40 360.21-A2 Menarik diri dari perikatan dan hubungan profesional bukanlah pengganti
41 tindakan lain yang dilakukan untuk mencapai tujuan Anggota berdasarkan
42 seksi ini. Namun, dalam beberapa ketentuan, mungkin terdapat batasan atas
43 tindakan lanjutan yang dapat dilakukan oleh Anggota. Dalam keadaan
44 demikian, menarik diri mungkin merupakan satu-satunya tindakan yang tepat.
45
46

94
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P360.22 Jika Anggota telah menarik diri dari hubungan profesional sesuai dengan
2 paragraf P360.20 dan 360.21-A1, maka Anggota harus, atas dasar
3 permintaan Anggota yang diusulkan sesuai dengan paragraf P320.8,
4 memberikan semua fakta yang relevan dan informasi lain mengenai
5 ketidakpatuhan yang teridentifikasi atau dugaan ketidakpatuhan kepada
6 Anggota yang diusulkan. Anggota praktisi pendahulu harus melakukannya,
7 bahkan dalam keadaan yang disebutkan dalam paragraf P320.8(b) ketika
8 klien tidak atau menolak untuk memberikan izin kepada Anggota praktisi
9 pendahulu untuk mendiskusikan urusan klien dengan Anggota yang
10 diusulkan, kecuali dilarang oleh peraturan perundang-undangan.
11
12 360.22-A1 Fakta dan informasi lain yang diberikan adalah hal-hal yang, menurut
13 pendapat Anggota praktisi pendahulu, harus disadari oleh Anggota yang
14 diusulkan sebelum memutuskan apakah akan menerima penunjukan audit.
15 Seksi 320 menjelaskan komunikasi dari Anggota yang diusulkan.
16
17 P360.23 Jika Anggota yang diusulkan tidak dapat berkomunikasi dengan Anggota
18 praktisi pendahulu, maka Anggota yang diusulkan harus melakukan langkah-
19 langkah yang memadai untuk memperoleh informasi tentang keadaan atas
20 perubahan penunjukan dengan cara lain.
21
22 360.23-A1 Cara lain untuk mendapatkan informasi tentang keadaan atas perubahan
23 penunjukan mencakup wawancara dengan pihak ketiga atau melakukan
24 investigasi terhadap latar belakang manajemen atau pihak yang bertanggung
25 jawab atas tata kelola.
26
27 360.24-A1 Disebabkan penilaian atas permasalahan tersebut mungkin melibatkan
28 analisis dan pertimbangan yang rumit, maka Anggota dapat
29 mempertimbangkan:
30 • Berkonsultasi secara internal.
31 • Mendapatkan advis hukum untuk memahami pilihan Anggota dan
32 implikasinya secara hukum atau profesional dalam mengambil tindakan
33 tertentu.
34 • Berkonsultasi berdasarkan prinsip kerahasiaan dengan regulator atau
35 asosiasi profesi.
36
37 Penentuan Apakah Mengungkapkan Permasalahan kepada Otoritas yang Berwenang
38
39 360.25-A1 Mengungkapkan permasalahan kepada otoritas yang berwenang akan
40 dilarang jika hal tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-
41 undangan yang berlaku. Jika tidak, tujuan pengungkapan adalah untuk
42 memungkinkan otoritas yang berwenang melakukan investigasi dan
43 melakukan tindakan yang dilakukan terhadap permasalahan tersebut dalam
44 melindungi kepentingan publik.
45
46

95
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 360.25-A2 Penentuan apakah membuat pengungkapan tersebut bergantung pada sifat


2 dan tingkat kerusakan aktual atau potensial yang disebabkan atau mungkin
3 disebabkan oleh permasalahan tersebut kepada investor, kreditor, karyawan,
4 atau masyarakat umum. Contoh, Anggota mungkin menentukan bahwa
5 pengungkapan permasalahan kepada otoritas yang berwenang merupakan
6 tindakan yang tepat jika:
7 • Entitas terlibat penyuapan (misalnya, pejabat pemerintah lokal atau
8 asing untuk tujuan mengamankan kontrak besar).
9 • Entitas merupakan entitas yang diregulasi dan permasalahan tersebut
10 sangat signifikan mengancam hak lisensi untuk beroperasi.
11 • Entitas merupakan entitas yang terdaftar di pasar modal dan
12 permasalahan tersebut dapat mengakibatkan konsekuensi merugikan
13 terhadap kewajaran dan keteraturan pasar atas surat berharga entitas
14 memunculkan risiko sistemik terhadap pasar keuangan.
15 • Sangat mungkin bahwa entitas akan menjual produk yang berbahaya
16 bagi kesehatan atau keselamatan publik.
17 • Entitas mengusulkan skema kepada kliennya untuk membantu mereka
18 menghindari pajak.
19
20 360.25-A3 Penentuan apakah akan mengungkapkan permasalahan tersebut juga
21 bergantung pada faktor eksternal seperti:
22 • Apakah terdapat otoritas yang berwenang yang mampu menerima
23 informasi, dan melakukan investigasi atas permasalahan dan tindakan
24 yang harus diambil. Otoritas yang berwenang sangat bergantung pada
25 sifat permasalahan. Contoh, otoritas yang berwenang adalah regulator
26 pasar modal dalam kasus kecurangan atas pelaporan keuangan atau
27 lembaga perlindungan lingkungan dalam hal pelanggaran atas
28 peraturan perundang-undangan tentang lingkungan.
29 • Apakah terdapat perlindungan yang kuat dan kredibel terhadap
30 tanggung jawab perdata, kriminal atau profesional atau pembalasan
31 yang diberikan oleh peraturan perundang-undangan, seperti di bawah
32 peraturan perundang-undangan tentang whistle-blowing.
33 • Apakah terdapat ancaman aktual atau potensial terhadap keselamatan
34 fisik Anggota atau individu lain.
35
36 P360.26 Jika Anggota menentukan bahwa pengungkapan ketidakpatuhan atau
37 dugaan ketidakpatuhan terhadap otoritas yang berwenang merupakan
38 tindakan yang tepat dalam situasi tersebut, maka pengungkapan
39 diperkenankan sesuai dengan Kode Etik paragraf P114.1(d). Ketika membuat
40 pengungkapan tersebut, Anggota harus bertindak dengan itikad baik dan
41 berhati-hati ketika membuat pernyataan dan asersi. Anggota juga harus
42 mempertimbangkan apakah tepat untuk menginformasikan kepada klien
43 tentang intensi Anggota sebelum mengungkapkan permasalahan tersebut.
44
45
46
47

96
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Pelanggaran yang Mungkin Segera Terjadi


2
3 P360.27 Dalam keadaan luar biasa, Anggota mungkin menjadi sadar bahwa tindakan
4 nyata atau yang dimaksudkan dan meyakini dengan didukung alasan,
5 merupakan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang
6 menyebabkan kerugian besar bagi investor, kreditur, karyawan atau
7 masyarakat umum. Setelah mempertimbangkan apakah tepat untuk
8 membahas permasalahan tersebut dengan manajemen atau pihak yang
9 bertanggungjawab atas tata kelola dalam organisasi tempatnya bekerja, maka
10 Anggota harus menerapkan pertimbangan profesional dan menentukan
11 apakah akan mengungkapkan permasalahan tersebut segera kepada otoritas
12 yang berwenang untuk mencegah atau mengurangi konsekuensi pelanggaran
13 yang akan segera terjadi. Jika pengungkapan dilakukan, maka pengungkapan
14 tersebut diperkenankan sesuai dengan Kode Etik paragraf P114.1(d).
15
16 Dokumentasi
17
18 P360.28 Sehubungan dengan ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan yang
19 termasuk dalam ruang lingkup seksi ini, Anggota harus mendokumentasikan:
20 • Bagaimana manajemen dan, jika dapat diterapkan, pihak yang
21 bertanggungjawab atas tata kelola merespons permasalahan tersebut.
22 • Tindakan yang dipertimbangkan Anggota, pertimbangan yang dibuat,
23 dan keputusan yang diambil, dengan memperhatikan pengujian pihak
24 ketiga yang rasional dan memiliki informasi yang memadai.
25 • Bagaimana Anggota meyakini bahwa ia telah memenuhi tanggung
26 jawab yang ditetapkan dalam paragraf P360.20.
27
28 360.28-A1 Pendokumentasian berikut ini merupakan tambahan kepatuhan terhadap
29 persyaratan dokumentasi berdasarkan standar audit yang berlaku. Standar
30 Audit, sebagai contoh, mensyaratkan Anggota yang melakukan audit atas
31 laporan keuangan untuk:
32 • Menyiapkan dokumentasi yang cukup yang memungkinkan
33 pemahaman tentang permasalahan yang signifikan yang muncul
34 selama audit, kesimpulan yang dicapai, dan pertimbangan profesional
35 yang signifikan yang dibuat untuk mencapai kesimpulan tersebut;
36 • Mendokumentasikan hasil pembahasan tentang permasalahan
37 signifikan dengan manajemen, pihak yang bertanggung jawab atas tata
38 kelola, dan lainnya, termasuk sifat permasalahan signifikan yang
39 dibahas dan kapan serta dengan siapa diskusi berlangsung; dan
40 • Mendokumentasikan ketidakpatuhan yang teridentifikasi atau yang
41 diduga, dan hasil pembahasan dengan manajemen dan, jika dapat
42 diterapkan, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan pihak di
43 luar entitas.
44
45
46
47

97
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Jasa Profesional Selain Audit atas Laporan Keuangan


2
3 Memperoleh Pemahaman atas Permasalahan dan Mengatasinya dengan Manajemen dan
4 Pihak yang Bertanggungjawab atas Tata Kelola
5
6 P360.29 Jika Anggota yang ditugaskan untuk melakukan jasa profesional selain audit
7 atas laporan keuangan menyadari bahwa informasi mengenai ketidakpatuhan
8 atau dugaan ketidakpatuhan, maka Anggota harus memperoleh pemahaman
9 atas permasalahan tersebut. Pemahaman tersebut harus mencakup sifat dari
10 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan dan keadaan ketika hal tersebut
11 telah terjadi atau mungkin terjadi.
12
13 360.29-A1 Anggota diharapkan menerapkan pengetahuan dan keahlian, serta
14 menerapkan pertimbangan profesional. Namun demikian, Anggota tidak
15 diharapkan memiliki level pengetahuan mengenai peraturan perundang-
16 undangan melebihi daripada yang disyaratkan untuk jasa profesional yang
17 ditugaskan kepada Anggota. Penentuan apakah suatu tindakan merupakan
18 ketidakpatuhan pada akhirnya akan ditentukan oleh pengadilan atau badan
19 yang berwenang mengajukan ajudikasi.
20
21 360.29-A2 Bergantung pada sifat dan signifikansi permasalahan, Anggota dapat
22 berkonsultasi berdasarkan prinsip kerahasiaan dengan pihak lain di dalam
23 Kantor, jaringan Kantor atau asosiasi profesi, atau dengan penasihat hukum.
24
25 P360.30 Jika Anggota mengidentifikasi atau menduga bahwa ketidakpatuhan telah
26 terjadi atau mungkin terjadi, maka Anggota harus membahas permasalahan
27 tersebut dengan level manajemen yang tepat. Jika Anggota memiliki akses
28 kepada pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola, maka Anggota juga
29 harus mendiskusikan permasalahan tersebut dengan mereka, jika perlu.
30
31 360.30-A1 Tujuan dari pemahasan tersebut adalah untuk mengklarifikasi pemahaman
32 Anggota tentang fakta dan keadaan yang relevan dengan permasalahan dan
33 potensi konsekuensinya. Pembahasan ini juga mungkin mendorong
34 manajemen atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola untuk
35 menginvestigasi permasalahan tersebut.
36
37 360.30-A2 Penentuan level manajemen yang tepat untuk membahas permasalahan
38 tersebut merupakan suatu pertimbangan profesional. Faktor-faktor relevan
39 yang perlu dipertimbangkan termasuk:
40 • Sifat dan keadaan permasalahan.
41 • Individu yang terlibat secara aktual atau berpotensi terlibat.
42 • Kemungkinan adanya kolusi.
43 • Konsekuensi potensial dari permasalahan tersebut.
44 • Apakah level manajemen tersebut mampu menginvestigasi
45 permasalahan dan mengambil tindakan yang tepat.
46
47

98
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Komunikasi Permasalahan kepada Auditor Eksternal


2
3 P360.31 Jika Anggota melakukan jasa selain audit untuk:
4 (a) Klien audit Kantor; atau
5 (b) Komponen dari klien audit Kantor,
6 maka Anggota harus mengkomunikasikan ketidakpatuhan atau dugaan
7 ketidakpatuhan dalam Kantor, kecuali dilarang peraturan perundang-
8 undangan. Komunikasi harus dilakukan sesuai dengan protokol atau prosedur
9 Kantor. Jika tidak ada protokol dan prosedur tersebut, maka dilakukan secara
10 langsung kepada rekan perikatan audit.
11
12 P360.32 Jika Anggota melakukan jasa selain audit untuk:
13 (a) Klien audit dari jaringan Kantor; atau
14 (b) Komponen dari klien audit jaringan Kantor,
15 maka Anggota harus mempertimbangkan apakah mengkomunikasikan
16 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan kepada jaringan Kantor.
17 Komunikasi yang dilakukan harus sesuai dengan protokol atau prosedur dari
18 jaringan Kantor. Jika tidak ada protokol dan prosedur tersebut, maka
19 komunikasi dilakukan secara langsung kepada rekan perikatan audit.
20
21 P360.33 Jika Anggota melakukan jasa selain audit untuk klien yang bukan merupakan:
22 (a) Klien audit Kantor atau jaringan Kantor; atau
23 (b) Komponen dari klien audit Kantor, atau jaringan Kantor,
24 maka Anggota harus mempertimbangkan apakah mengomunikasikan
25 ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan kepada Kantor yang merupakan
26 auditor eksternal klien, jika ada.
27
28 Faktor Relevan untuk Dipertimbangkan
29
30 360.34-A1 Faktor-faktor relevan untuk dipertimbangkan ketika melakukan komunikasi
31 sesuai dengan paragraf P360.31 hingga P360.33 termasuk:
32 • Apakah hal tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-
33 undangan.
34 • Apakah terdapat pembatasan pengungkapan yang dikenakan oleh
35 regulator atau aparat penegak hukum yang sedang melakukan
36 investigasi terhadap ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan.
37 • Apakah tujuan perikatan adalah untuk menginvestigasi potensi
38 ketidakpatuhan dalam entitas yang memungkinkannya mengambil
39 tindakan yang tepat.
40 • Apakah manajemen atau pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola
41 telah menginformasikan kepada auditor eksternal entitas tentang
42 permasalahan tersebut.
43 • Kemungkinan materialitas permasalahan tersebut terhadap audit atas
44 laporan keuangan klien atau, ketika permasalahan tersebut berkaitan
45 dengan komponen grup dan kemungkinan materialitas terhadap audit
46 atas laporan keuangan grup.
47

99
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Tujuan Komunikasi
2
3 360.35-A1 Dalam keadaan yang dibahas dalam paragraf P360.31 hingga P360.33,
4 tujuan komunikasi adalah aagr rekan perikatan audit terinformasikan
5 mengenai ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan serta, menentukan
6 apakah dan bagaimana mengatasi hal tersebut sesuai dengan ketentuan
7 dalam seksi ini.
8
9 Mempertimbangkan Perlu Tidaknya Tindakan Lanjutan
10
11 P360.36 Anggota juga harus mempertimbangkan perlu tidaknya melakuakan tindakan
12 lanjutan diperlukan demi kepentingan publik.
13 360.36-A1 Pertimbangan perlu tidaknya tindakan lanjutan, serta sifat dan luasnya
14 tindakan tersebut, akan bergantung pada faktor-faktor seperti:
15 • Kerangka hukum dan peraturan perundang-undangan.
16 • Kesesuaian dan ketepatan waktu respons manajemen dan, jika relevan,
17 pihak yang bertanggungjawab atas tata kelola.
18 • Urgensi situasi.
19 • Keterlibatan manajemen atau pihak yang bertanggungjawab atas tata
20 kelola dalam permasalahan tersebut.
21 • Kemungkinan kerugian besar terhadap kepentingan klien, investor,
22 kreditor, karyawan atau masyarakat umum.
23
24 360.36-A2 Tindakan lanjutan yang mungkin dilakukan oleh Anggota meliputi:
25 • Mengungkapkan permasalahan tersebut kepada otoritas yang
26 berwenang walaupun tidak terdapat ketentuan peraturan perundang-
27 undangan untuk melakukannya.
28 • Menarik diri dari perikatan dan hubungan profesional yang diizinkan
29 oleh peraturan perundang-undangan.
30
31 360.36-A3 Dalam mempertimbangkan apakah harus mengungkapkan kepada otoritas
32 berwenang, berikut faktor yang relevan untuk dipertimbangkan termasuk:
33 • Apakah hal tersebut bertentangan dengan peraturan perundang-
34 undangan.
35 • Apakah terdapat pembatasan pengungkapan yang dikenakan oleh
36 regulator atau aparat penegak hukum yang sedang melakukan
37 investigasi terhadap ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan.
38 • Apakah tujuan perikatan adalah untuk menginvestigasi potensi
39 ketidakpatuhan dalam entitas yang memungkinkannya mengambil
40 tindakan yang tepat.
41
42 P360.37 Jika Anggota menentukan bahwa pengungkapan ketidakpatuhan atau
43 dugaan ketidakpatuhan terhadap otoritas berwenang merupakan tindakan
44 yang tepat dalam keadaan demikian, maka pengungkapan tersebut
45 diperkenankan sesuai dengan Kode Etik paragraf P114.1(d). Ketika membuat
46 pengungkapan tersebut, Anggota harus bertindak dengan iktikad baik dan
47 berhati-hati ketika membuat pernyataan dan asersi. Anggota juga harus

100
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 mempertimbangkan apakah tepat untuk menginformasikan kepada klien


2 tentang intensi Anggota sebelum mengungkapkan permasalahan tersebut.
3
4 Pelanggaran yang Mungkin Segera Terjadi
5
6 P360.38 Dalam keadaan luar biasa, Anggota mungkin menyadari akan tindakan nyata
7 atau yang dimaksudkan bahwa Anggota memiliki alasan untuk meyakini
8 permasalahan tersebut merupakan pelanggaran peraturan perundang-
9 undangan yang menyebabkan kerugian besar bagi investor, kreditur,
10 karyawan, atau masyarakat umum. Setelah mempertimbangkan apakah tepat
11 untuk membahas permasalahan tersebut dengan manajemen atau pihak
12 yang bertanggungjawab atas tata kelola entitas, maka Anggota harus
13 melakukan pertimbangan profesional dan menentukan apakah akan
14 mengungkapkan permasalahan tersebut segera kepada otoritas berwenang
15 untuk mencegah atau mengurangi konsekuensi pelanggaran yang akan
16 segera terjadi. Jika pengungkapan dilakukan, pengungkapan tersebut
17 diperkenankan sesuai dengan Kode Etik paragraf P114.1(d).
18
19 Mencari Advis
20
21 360.39-A1 Anggota mungkin mempertimbangkan:
22 • Berkonsultasi secara internal.
23 • Mendapatkan advis hukum untuk memahami implikasi profesional atau
24 hukum dalam mengambil tindakan tertentu.
25 • Berkonsultasi dengan regulator atau asosiasi profesi berdasarkan
26 prinsip kerahasiaan.
27
28 Dokumentasi
29
30 360.40-A1 Sehubungan dengan ketidakpatuhan atau dugaan ketidakpatuhan yang
31 termasuk dalam ruang lingkup seksi ini, Anggota didorong untuk
32 mendokumentasikan:
33 • Permasalahan.
34 • Hasil pembahasan dengan manajemen dan pihak yang
35 bertanggungjawab atas tata kelola dan pihak lain.
36 • Bagaimana manajemen dan pihak yang bertanggungjawab atas tata
37 kelola merespons permasalahan tersebut.
38 • Tindakan yang dipertimbangkan Anggota, pertimbangan yang dibuat,
39 dan keputusan yang diambil.
40 • Bagaimana Anggota meyakini bahwa, Anggota telah memenuhi
41 tanggung jawab yang diatur dalam paragraf P360.36.
42
43
44
45
46
47

101
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 BAGIAN 4A
2 INDEPENDENSI DALAM PERIKATAN AUDIT DAN PERIKATAN REVIU
3
4 SEKSI 400
5
6 PENERAPAN KERANGKA KERJA KONSEPTUAL UNTUK INDEPENDENSI DALAM
7 PERIKATAN AUDIT DAN PERIKATAN REVIU
8
9 PENDAHULUAN
10
11 Umum
12
13 400.1 Dalam melindungi kepentingan publik dan diharuskan oleh Kode Etik,
14 Anggota yang berpraktik melayani publik harus independen ketika melakukan
15 perikatan audit atau perikatan reviu.
16
17 400.2 Bagian ini berlaku baik untuk perikatan audit dan perikatan reviu. Terminologi
18 “audit”, “tim audit”, “perikatan audit”, “klien audit”, dan “laporan audit” berlaku
19 sama untuk reviu, tim reviu, perikatan reviu, klien reviu, dan laporan perikatan
20 reviu.
21
22 400.3 Dalam bagian ini, istilah “Anggota” mengacu pada Anggota yang berpraktik
23 melayani publik dan Kantornya.
24
25 400.4 Standar Pengendalian Mutu (SPM) 1 mensyaratkan Kantor untuk
26 menetapkan kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk memberikan
27 keyakinan memadai bahwa Kantor, personel dan, jika dapat diterapkan, pihak
28 lain untuk tunduk pada persyaratan independensi (termasuk personel dari
29 jaringan Kantor), mempertahankan independensi jika diharuskan oleh
30 persyaratan etika yang relevan. Standar audit dan standar perikatan reviu
31 menetapkan tanggung jawab rekan perikatan dan tim perikatan pada level
32 perikatan audit dan perikatan reviu. Alokasi tanggung jawab dalam suatu
33 Kantor bergantung pada ukuran, struktur, dan organisasinya. Banyak
34 ketentuan dalam bagian ini tidak mengatur tanggung jawab spesifik dari
35 individu dalam Kantor untuk melakukan tindakan yang berkaitan dengan
36 independensi, melainkan mengacu kepada “Kantor” untuk kemudahan
37 referensi. Kantor menetapkan tanggung jawab untuk melakukan tindakan
38 tertentu bagi individu atau sekelompok individu (seperti tim audit),
39 berdasarkan SPM 1. Selain itu, seorang Anggota tetap bertanggung jawab
40 atas kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku atas aktivitas, kepentingan,
41 atau hubungan dari Anggota.
42
43 400.5 Independensi terkait dengan prinsip objektivitas dan integritas. Independensi
44 terdiri atas:
45 (a) Independensi dalam pemikiran - sikap mental pemikiran yang
46 memungkinkan untuk menyatakan suatu kesimpulan dengan tidak
47 terpengaruh oleh tekanan yang dapat mengompromikan pertimbangan

102
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 profesional, sehingga memungkinkan individu bertindak secara


2 berintegritas serta menerapkan objektivitas dan skeptisisme profesional.
3 (b) Independensi dalam penampilan - penghindaran fakta dan keadaan
4 yang sangat signifikan sehingga pihak ketiga yang rasional dan memiliki
5 informasi yang cukup, kemungkinan akan menyimpulkan bahwa
6 integritas, objektivitas, atau skeptisisme profesional dari Kantor, atau
7 seorang anggota tim audit telah dikompromikan.
8 Dalam bagian ini, individu atau Kantor yang “independen” berarti bahwa
9 individu atau Kantor tersebut telah memenuhi ketentuan pada bagian ini.
10
11 400.6 Ketika melakukan perikatan audit, Kode Etik mengharuskan Kantor untuk
12 mematuhi prinsip dasar etika dan independen. Bagian ini menetapkan
13 persyaratan dan materi aplikasi spesifik tentang bagaimana menerapkan
14 kerangka kerja konseptual untuk mempertahankan independensi ketika
15 melakukan perikatan tersebut. Kerangka kerja konseptual yang ditetapkan
16 dalam Seksi 120 berlaku untuk independensi seperti halnya prinsip dasar
17 etika yang ditetapkan dalam Seksi 110.
18
19 400.7 Bagian ini menjelaskan:
20 (a) Fakta dan keadaan, termasuk aktivitas, kepentingan, dan hubungan
21 profesional yang memunculkan atau mungkin memunculkan ancaman
22 terhadap independensi;
23 (b) Tindakan potensial, termasuk pengamanan, yang mungkin tepat
24 diterapkan untuk mengatasi ancaman tersebut; dan
25 (c) Beberapa situasi ketika ancaman tidak dapat dihilangkan atau tidak
26 terdapat pengamanan untuk menurunkannya pada level yang dapat
27 diterima.
28
29 Entitas dengan Akuntabilitas Publik
30
31 400.8 Beberapa persyaratan dan materi aplikasi yang ditetapkan dalam bagian ini
32 mencerminkan luasnya kepentingan publik dalam entitas tertentu yang
33 didefinisikan sebagai entitas dengan akuntabilitas publik. Kantor didorong
34 untuk menentukan apakah memperlakukan entitas tambahan, atau kategori
35 entitas tertentu, sebagai entitas dengan akuntabilitas publik karena entitas
36 tersebut memiliki pemangku kepentingan dalam jumlah yang besar dan luas.
37 Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan termasuk:
38 • Sifat dari bisnis, seperti menangani aset dalam menjalankan kapasitas
39 fidusia bagi sejumlah besar pemangku kepentingan. Contohnya
40 mungkin termasuk lembaga keuangan, seperti bank dan perusahaan
41 asuransi, serta dana pensiun.
42 • Ukuran.
43 • Jumlah karyawan.
44
45
46
47

103
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Laporan yang Mencakup Pembatasan Distribusi dan Penggunaannya


2
3 400.9 Laporan audit mungkin mencakup pembatasan distribusi dan
4 penggunaannya. Jika hal tersebut terjadi dan ketentuan yang ditetapkan
5 dalam Seksi 800 terpenuhi, maka persyaratan independensi dalam bagian ini
6 dapat dimodifikasi sebagaimana dijelaskan pada Seksi 800.
7
8 Perikatan Asurans Selain Perikatan Audit dan Perikatan Reviu
9
10 400.10 Standar independensi untuk perikatan asurans yang bukan merupakan
11 perikatan audit atau perikatan reviu dijelaskan dalam Bagian 4B -
12 Independensi atas Perikatan Asurans Selain Perikatan Audit dan Perikatan
13 Reviu.
14
15 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
16
17 Umum
18
19 P400.11 Kantor yang melakukan perikatan audit harus independen.
20
21 P400.12 Kantor harus menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan dalam
22 Seksi 120 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman
23 terhadap independensi dalam kaitannya dengan perikatan audit.
24
25 [Paragraf 400.13-400.19 sengaja dikosongkan]
26
27 Entitas Berelasi
28
29 P400.20 Sebagaimana didefinisikan, suatu klien audit yang merupakan entitas yang
30 terdaftar di pasar modal mencakup semua entitas berelasinya. Untuk selain
31 entitas yang terdaftar di pasar modal, pengacuan kepada klien audit dalam
32 bagian ini mencakup entitas berelasi ketika klien memiliki pengendalian
33 langsung atau tidak langsung. Ketika tim audit mengetahui, atau memiliki
34 alasan untuk meyakini, bahwa suatu hubungan atau keadaan yang
35 melibatkan entitas berelasi lainnya dari klien relevan dengan evaluasi
36 independensi Kantor terhadap klien, tim audit harus menyertakan entitas
37 berelasi tersebut ketika mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi
38 ancaman terhadap independensi.
39
40 [Paragraf 400.21-400.29 sengaja dikosongkan]
41
42 Periode Ketika Independensi yang Disyaratkan
43
44 P400.30 Independensi, sebagaimana dipersyaratkan oleh bagian ini, harus
45 dipertahankan selama:
46 (a) Periode perikatan; dan
47 (b) Periode yang dicakup oleh laporan keuangan.
48

104
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 400.30-A1 Periode perikatan dimulai ketika tim audit mulai melakukan audit. Periode
2 perikatan berakhir ketika laporan audit diterbitkan. Ketika perikatan bersifat
3 berulang, maka periode perikatan berakhir ketika terdapat pemberitahuan dari
4 salah satu pihak bahwa hubungan profesional telah berakhir atau laporan
5 audit telah diterbitkan.
6
7 P400.31 Jika suatu entitas menjadi klien audit selama atau setelah periode yang
8 dicakup oleh laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor, harus
9 ditentukan oleh Kantor apakah ancaman terhadap independensi muncul
10 karena:
11 (a) Hubungan keuangan atau hubungan bisnis dengan klien audit selama
12 atau setelah periode yang dicakup oleh laporan keuangan tetapi
13 sebelum menerima perikatan audit; atau
14 (b) Jasa sebelumnya yang diberikan kepada klien audit oleh Kantor
15 tersebut atau jaringan Kantornya.
16
17 400.31-A1 Ancaman terhadap independensi muncul ketika jasa non-asurans diberikan
18 kepada klien audit selama atau setelah periode yang dicakup oleh laporan
19 keuangan, tetapi sebelum tim audit mulai melakukan audit, dan jasa non-
20 asurans tidak diizinkan selama periode perikatan.
21
22 400.31-A2 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
23 tersebut termasuk:
24 • Menggunakan profesional yang bukan anggota tim audit untuk
25 memberikan jasa tersebut.
26 • Menugaskan penelaah yang tepat untuk menelaah pekerjaan audit dan
27 non-asurans secara memadai.
28 • Menugaskan Kantor lain di luar jaringan untuk mengevaluasi hasil jasa
29 non-asurans atau menugaskan Kantor lain di luar jaringan untuk
30 melakukan kembali jasa non-asurans sejauh yang diperlukan yang
31 memungkinkan Kantor lain untuk mengambil alih tanggung jawab atas
32 jasa tersebut.
33
34 [Paragraf 400.32-400.39 sengaja dikosongkan]
35
36 Komunikasi dengan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola
37
38 400.40-A1 Paragraf P300.9 dan P300.10 menetapkan persyaratan mengenai komunikasi
39 dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
40
41 400.40-A2 Bahkan ketika tidak disyaratkan oleh Kode Etik, standar profesional, dan
42 peraturan perundang-undangan yang berlaku, komunikasi secara teratur
43 dianjurkan antara Kantor dan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
44 klien mengenai hubungan dan hal lain yang mungkin berdasarkan opini
45 Kantor, yang secara rasional mengandung independensi. Komunikasi
46 tersebut memungkinkan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola untuk:

105
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (a) Mempertimbangkan keputusan Kantor dalam mengidentifikasi dan


2 mengevaluasi ancaman;
3 (b) Mempertimbangkan bagaimana ancaman telah diatasi termasuk
4 ketepatan pengamanan yang tersedia dan dapat diterapkan; dan
5 (c) Tindakan tepat yang diambil.
6 Pendekatan tersebut sangat membantu terkait dengan ancaman intimidasi
7 dan ancaman kedekatan.
8
9 [Paragraf 400.41-400.49 sengaja dikosongkan]
10
11 Jaringan Kantor
12
13 400.50-A1 Beberapa Kantor sering membentuk struktur yang lebih besar dengan Kantor
14 lain dan entitas lain untuk meningkatkan kemampuannya dalam memberikan
15 jasa profesional. Apakah struktur yang lebih besar tersebut membentuk suatu
16 jaringan, bergantung pada fakta dan keadaan tertentu. Struktur tersebut tidak
17 bergantung pada ketika Kantor dan entitas tersebut berbeda dan terpisah
18 secara hukum.
19
20 P400.51 Suatu jaringan Kantor harus independen dari klien audit Kantor lain dalam
21 jaringan Kantor tersebut seperti yang diharuskan oleh bagian ini.
22
23 400.51-A1 Persyaratan independensi dalam bagian ini yang berlaku untuk suatu jaringan
24 Kantor, juga berlaku untuk setiap entitas yang memenuhi definisi sebagai
25 suatu jaringan Kantor. Entitas tersebut tidak perlu memenuhi definisi sebagai
26 suatu Kantor. Misalnya, suatu praktik konsultansi atau praktik hukum
27 profesional mungkin merupakan suatu jaringan Kantor tetapi bukan sebagai
28 suatu Kantor.
29
30 P400.52 Ketika dikaitkan dengan struktur Kantor dan entitas lain yang lebih besar,
31 suatu Kantor harus:
32 (a) Menerapkan pertimbangan profesional untuk menentukan apakah suatu
33 jaringan terbentuk oleh struktur yang lebih besar tersebut;
34 (b) Mempertimbangkan apakah pihak ketiga yang rasional dan memiliki
35 informasi yang memadai kemungkinan akan menyimpulkan bahwa
36 Kantor dan entitas-entitas lain tersebut terhubung sedemikan rupa
37 sehingga merupakan suatu jaringan; dan
38 (c) Menerapkan pertimbangan tersebut secara konsisten pada seluruh
39 jaringan yang lebih besar.
40
41 P400.53 Ketika menentukan apakah jaringan yang terbentuk oleh struktur Kantor dan
42 entitas lain yang lebih besar, Kantor harus menyimpulkan bahwa jaringan
43 muncul karena struktur yang lebih besar tersebut bertujuan untuk kerjasama
44 dan:
45 (a) Hal tersebut jelas ditujukan untuk berbagi laba atau biaya antar entitas
46 dalam struktur tersebut. (Ref: Para. 400.53-A2);
47 (b) Entitas dalam struktur tersebut berbagi kepemilikan, pengendalian, atau
48 manajemen secara bersama. (Ref: Para. 400.53-A3);

106
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (c) Entitas dalam struktur tersebut berbagi penggunaan kebijakan dan


2 prosedur pengendalian mutu secara bersama. (Ref: Para. 400.53-A4);
3 (d) Entitas dalam struktur tersebut berbagi suatu strategi bisnis secara
4 bersama. (Ref: Para. 400.53-A5);
5 (e) Entitas dalam struktur tersebut berbagi penggunaan suatu nama merek
6 bersama. (Ref: Para. 400.53-A6, 400.53-A7); atau
7 (f) Entitas dalam struktur tersebut berbagi bagian penting dari sumber
8 daya profesional. (Ref: Para. 400.53-A8. 400.53-A9).
9
10 400.53-A1 Mungkin ada pengaturan lain antara Kantor dan entitas dalam suatu struktur
11 yang lebih besar sebagai suatu jaringan, sebagai tambahan pengaturan yang
12 dijelaskan dalam paragraf P400.53. Namun, suatu struktur yang lebih besar
13 mungkin hanya ditujukan untuk memfasilitasi pekerjaan referral, yang dengan
14 sendirinya tidak memenuhi kriteria yang diperlukan sebagai suatu jaringan.
15
16 400.53-A2 Pembagian biaya yang tidak material tidak dengan sendirinya membentuk
17 suatu jaringan. Sebagai tambahan, jika pembagian biaya terbatas hanya pada
18 biaya yang berkaitan dengan pengembangan metodologi audit, manual, atau
19 biaya pelatihan, hal tersebut tidak dengan sendirinya membentuk suatu
20 jaringan. Selanjutnya, suatu kerjasama antara suatu Kantor dan entitas lain
21 yang tidak berkaitan secara bersama-sama untuk menyediakan jasa atau
22 mengembangkan suatu produk tidak dengan sendirinya membentuk suatu
23 jaringan. (Ref: Para. P400.53(a)).
24
25 400.53-A3 Kepemilikan, pengendalian, atau manajemen secara bersama dapat terjadi
26 berdasarkan kontrak atau cara lain. (Ref: Para. P400.53(b)).
27
28 400.53-A4 Kebijakan dan prosedur pengendalian mutu bersama dirancang,
29 diimplementasikan, dan dipantau dalam struktur yang lebih besar tersebut.
30 (Ref: Para. P400.53(c)).
31
32 400.53-A5 Berbagi strategi bisnis bersama berdasarkan suatu perjanjian antar entitas
33 untuk mencapai tujuan strategis bersama. Suatu entitas tidak dianggap
34 sebagai suatu jaringan Kantor hanya karena semata-mata bekerja sama
35 dengan entitas lain untuk memenuhi permintaan proposal penyediaan suatu
36 jasa profesional. (Ref: Para. P400.53(d)).
37
38 400.53-A6 Nama merek bersama meliputi singkatan atau nama bersama. Kantor
39 dianggap menggunakan suatu nama merek bersama jika memasukkan,
40 misalnya, nama merek bersama sebagai bagian dari, atau bersama dengan,
41 nama Kantornya, ketika seorang rekan dari Kantor tersebut menandatangani
42 laporan audit. (Ref: Para. P400.53(e)).
43
44 400.53-A7 Walaupun kantor bukan merupakan bagian dari jaringan dan tidak
45 menggunakan nama bersama sebagai bagian dari nama kantornya, kantor
46 tersebut mungkin dianggap sebagai bagian dari jaringan jika materi promosi
47 atau perlengkapan yang digunakan mengacu pada kantor tersebut sebagai
48 anggota suatu asosiasi kantor. Oleh karena itu, jika Kantor tidak berhati-hati

107
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 dalam menjelaskan mengenai keanggotaannya tersebut, maka suatu


2 persepsi dapat terbentuk bahwa Kantor tersebut merupakan bagian dari
3 jaringan. (Ref: Para. P400.53(e)).
4
5 400.53-A8 Sumber daya profesional meliputi:
6 • Sistem bersama yang memungkinkan Kantor melakukan penukaran
7 informasi seperti pencatatan data, penagihan, dan waktu dari suatu
8 klien.
9 • Rekan dan personel lainnya.
10 • Departemen teknis sebagai tempat konsultasi mengenai isu spesifik
11 terkait teknis atau industri, transaksi, atau peristiwa untuk perikatan
12 asurans.
13 • Metodologi atau manual audit.
14 • Fasilitas dan pelaksanaan pelatihan. (Ref: Para. P400.53(f)).
15
16 400.53-A9 Sumber daya profesional yang digunakan bersama dinyatakan signifikan,
17 bergantung pada berbagai keadaan. Sebagai contoh:
18 • Sumber daya bersama mungkin terbatas pada metodologi audit atau
19 manual audit yang sama, tanpa pertukaran personel, klien atau
20 informasi pasar. Dalam keadaan demikian, tidak mungkin sumber daya
21 bersama akan menjadi signifikan, dan perihal yang sama berlaku untuk
22 aktivitas pelatihan bersama.
23 • Sumber daya bersama mungkin melibatkan pertukaran personel atau
24 informasi, seperti ketika personel diambil dari suatu kumpulan staf
25 bersama, atau ketika suatu departemen teknis bersama dibuat dalam
26 suatu struktur yang lebih besar untuk memberikan advis teknis kepada
27 Kantor yang berpartisipasi dan Kantor tersebut harus
28 melaksanakannya. Dalam keadaan demikian, suatu pihak ketiga yang
29 rasional dan memiliki informasi yang memadai, kemungkinan besar
30 menyimpulkan bahwa sumberdaya bersama adalah signifikan. (Ref:
31 Para. P400.53(f)).
32
33 P400.54 Jika Kantor atau jaringan Kantor menjual suatu komponen praktiknya, dan
34 komponen tersebut secara berkelanjutan menggunakan semua atau sebagian
35 dari nama Kantor atau jaringan untuk waktu yang terbatas, maka entitas yang
36 relevan tersebut harus menentukan bagaimana mengungkapkan bahwa
37 pihak-pihak tersebut bukan merupakan jaringan Kantor ketika menampilkan
38 dirinya kepada pihak luar.
39
40 400.54-A1 Perjanjian penjualan suatu komponen praktik mungkin mengatur bahwa,
41 untuk periode waktu terbatas, komponen yang dijual tersebut dapat terus
42 menggunakan semua atau sebagian nama dari Kantor atau jaringan Kantor,
43 meskipun komponen tersebut tidak ada hubungannya dengan Kantor atau
44 jaringan Kantor. Dalam keadaan tersebut, ketika dua entitas berpraktik
45 dengan menggunakan suatu nama yang sama, namun faktanya bahwa pihak-
46 pihak tersebut tidak termasuk dalam suatu struktur yang lebih besar yang

108
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 ditujukan untuk kerjasama. Oleh karena itu, dua entitas tersebut bukan
2 merupakan jaringan Kantor.
3
4 [Paragraf 400.55 hingga 400.59 sengaja dikosongkan]
5
6 Dokumentasi Umum Independensi Perikatan Audit dan Perikatan Reviu
7
8 P400.60 Kantor harus mendokumentasikan kesimpulan mengenai kepatuhan pada
9 bagian ini, dan substansi dari setiap diskusi yang relevan yang mendukung
10 kesimpulan tersebut. Khususnya:
11 (a) Ketika pengamanan diterapkan untuk mengatasi suatu ancaman,
12 Kantor harus mendokumentasikan sifat ancaman dan pengamanan
13 yang tersedia atau diterapkan; dan
14 (b) Ketika suatu ancaman memerlukan analisis signifikan, dan Kantor
15 menyimpulkan bahwa ancaman tersebut berada pada suatu level yang
16 dapat diterima, maka Kantor tersebut harus mendokumentasikan sifat
17 ancaman dan alasan kesimpulan.
18
19 400.60-A1 Dokumentasi menyediakan bukti atas pertimbangan Kantor dalam menyusun
20 kesimpulan mengenai kepatuhan terhadap bagian ini. Namun kurangnya
21 dokumentasi tidak menentukan apakah suatu Kantor telah
22 mempertimbangkan permasalahan tertentu atau apakah Kantor tersebut
23 independen.
24
25 [Paragraf 400.61-400.69 sengaja dikosongkan]
26
27 Merger dan Akuisisi
28
29 Ketika Merger Klien Memunculkan Ancaman
30
31 400.70-A1 Entitas mungkin menjadi entitas berelasi dengan klien audit karena merger
32 atau akuisisi. Ancaman terhadap independensi dan, oleh karena itu, ancaman
33 terhadap kemampuan Kantor untuk melanjutkan perikatan audit mungkin
34 muncul akibat kepentingan atau hubungan pada saat ini atau sebelumnya
35 antara Kantor atau jaringan Kantor dengan entitas berelasi tersebut.
36
37 P400.71 Dalam keadaan yang dijelaskan dalam paragraf 400.70-A1,
38 (a) Kantor harus mengidentifikasi dan mengevaluasi kepentingan dan
39 hubungan sebelumnya dan saat ini dengan entitas berelasi dengan
40 mempertimbangkan tindakan apapun yang dilakukan untuk mengatasi
41 ancaman, dapat memengaruhi independensinya, dan oleh karena itu,
42 kemampuannya untuk melanjutkan perikatan audit setelah tanggal
43 efektif merger atau akuisisi; dan
44 (b) Tunduk pada paragraf P400.72, Kantor harus melakukan langkah-
45 langkah untuk mengakhiri kepentingan atau hubungan apapun yang
46 tidak diperkenankan oleh kode etik pada tanggal efektif merger atau
47 akuisisi.
48

109
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P400.72 Sebagai suatu pengecualian paragraf P400.71(b), jika kepentingan atau


2 hubungan tidak dapat diakhiri secara wajar pada tanggal efektif merger atau
3 akuisisi, Kantor harus:
4 (a) Mengevaluasi ancaman yang muncul karena kepentingan atau
5 hubungan tersebut; dan
6 (b) Mendiskusikan dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
7 mengenai alasan kepentingan atau hubungan tidak dapat diakhiri
8 secara wajar pada tanggal efektif dan evaluasi terhadap level ancaman.
9
10 400.72-A1 Dalam beberapa keadaan, mungkin tidak ada alasan yang wajar untuk
11 mengakhiri suatu kepentingan atau hubungan yang memunculkan ancaman
12 pada tanggal efektif merger atau akuisisi. Keadaan ini mungkin karena Kantor
13 menyediakan jasa non-asurans kepada entitas berelasi, dan entitas tidak
14 dapat melakukan transisi secara baik kepada Kantor lain pada tanggal
15 tersebut.
16
17 400.72-A2 Faktor-faktor yang relevan dalam pengevaluasian level suatu ancaman yang
18 muncul karena merger dan akuisisi ketika terdapat kepentingan dan
19 hubungan yang tidak dapat diakhiri secara wajar, termasuk:
20 • Sifat dan signifikansi kepentingan atau hubungan tersebut.
21 • Sifat dan signifikansi hubungan entitas berelasi tersebut (sebagai
22 contoh, apakah entitas berelasi tersebut merupakan entitas anak atau
23 entitas induk).
24 • Rentang waktu sampai dengan kepentingan atau hubungan secara
25 wajar dapat diakhiri.
26
27 P400.73 Jika, setelah berdiskusi sebagaimana dijelaskan dalam paragraf P400.72(b),
28 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola meminta Kantor tersebut untuk
29 melanjutkan sebagai auditor, Kantor tersebut harus melakukannya hanya jika:
30 (a) Kepentingan atau hubungan tersebut akan diakhiri sesegera mungkin,
31 namun tidak lebih lambat dari 6 (enam) bulan setelah tanggal efektif
32 merger atau akuisisi;
33 (b) Setiap individu yang memiliki kepentingan atau hubungan seperti itu,
34 termasuk yang telah muncul melalui pelaksanaan jasa non-asurans
35 yang tidak diperkenankan oleh Seksi 600 dan subseksinya, tidak akan
36 menjadi anggota tim perikatan audit atau individu yang bertanggung
37 jawab atas pengendalian mutu perikatan; dan
38 (c) Tindakan transisi akan diterapkan, seperlunya, dan didiskusikan dengan
39 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
40
41 400.73-A1 Contoh tindakan transisi tersebut termasuk:
42 • Menugaskan Anggota untuk menelaah pekerjaan audit atau non-
43 asurans secara tepat.
44 • Menugaskan Anggota, yang bukan personel Kantor yang menyatakan
45 opini atas laporan keuangan, untuk melakukan penelahaan yang setara
46 dengan pengendalian mutu perikatan.

110
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Menugaskan Kantor lain untuk mengevaluasi hasil dari jasa non-


2 asurans atau menunjuk Kantor lain untuk melakukan kembali jasa non-
3 asurans sejauh yang diperlukan untuk memungkinkan Kantor lain
4 tersebut mengambil tanggung jawab atas jasa tersebut.
5
6 P400.74 Kantor mungkin telah menyelesaikan sebagian besar pekerjaan audit
7 sebelum tanggal efektif merger atau akuisisi dan mungkin dapat
8 menyelesaikan prosedur audit yang tersisa dalam waktu singkat. Dalam
9 keadaan demikian, jika pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
10 meminta Kantor untuk menyelesaikan audit, sementara kepentingan atau
11 hubungan yang teridentifikasi pada paragraf 400.70-A1 terus berlanjut, Kantor
12 tersebut hanya akan melakukannya jika:
13 (a) Telah mengevaluasi level ancaman dan mendiskusikan hasilnya
14 dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola;
15 (b) Mematuhi persyaratan paragraf P400.73(a) sampai (c); dan
16 (c) Berhenti sebagai auditor tidak lebih dari tanggal laporan audit
17 diterbitkan.
18
19 Jika Objektivitas Tetap Dikompromikan
20
21 P400.75 Bahkan jika semua persyaratan paragraf P400.71 hingga P400.74 terpenuhi,
22 Kantor tersebut harus menentukan apakah keadaan yang teridentifikasi pada
23 paragraf 400.70-A1 memunculkan ancaman yang tidak dapat diatasi
24 sehingga, objektivitas akan dikompromikan. Jika demikian, Kantor tersebut
25 harus berhenti sebagai auditor.
26
27 Dokumentasi
28
29 P400.76 Kantor harus mendokumentasikan:
30 (a) Setiap kepentingan atau hubungan yang teridentifikasi pada paragraf
31 400.70-A1 yang tidak akan diakhiri pada tanggal efektif merger atau
32 akuisisi dan alasan mengapa tidak akan berakhir;
33 (b) Langkah-langkah transisi yang diterapkan;
34 (c) Hasil diskusi dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola;
35 dan
36 (d) Alasan kepentingan dan hubungan sebelumnya dan saat ini tidak
37 memunculkan ancaman sehingga objektivitas dapat dikompromikan.
38
39 [Paragraf 400.77-400.79 sengaja dikosongkan]
40
41 Pelanggaran atas Ketentuan Independensi untuk Perikatan Audit dan Perikatan Reviu
42
43 Ketika Kantor Mengidentifikasi Pelanggaran
44
45 P400.80 Jika Kantor menyimpulkan bahwa pelanggaran atas persyaratan dalam
46 bagian ini terjadi, maka Kantor harus:

111
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (a) Mengakhiri, menangguhkan, atau menghilangkan kepentingan atau


2 hubungan yang memunculkan pelanggaran dan mengatasi konsekuensi
3 dari pelanggaran tersebut;
4 (b) Mempertimbangkan apakah terdapat persyaratan peraturan perundang-
5 undangan lain yang berlaku untuk pelanggaran tersebut dan, jika
6 demikian maka:
7 (i) Mematuhi persyaratan tersebut; dan
8 (ii) Mempertimbangkan untuk melaporkan pelanggaran tersebut
9 kepada asosiasi profesi, regulator, atau otoritas pengawas jika
10 pelaporan tersebut merupakan praktik yang lazim atau diharapkan
11 dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku;
12 (c) Mengomunikasikan segera pelanggaran tersebut sesuai dengan
13 kebijakan dan prosedur kepada:
14 (i) Rekan perikatan;
15 (ii) Pihak yang bertanggung jawab atas kebijakan dan prosedur yang
16 berkaitan dengan independensi;
17 (iii) Personel relevan lainnya di Kantor dan, jika relevan, jaringan
18 Kantor; dan
19 (iv) Pihak yang tunduk pada persyaratan independensi pada bagian
20 4A yang perlu melakukan tindakan yang tepat;
21 (d) Mengevaluasi signifikansi pelanggaran dan dampaknya terhadap
22 objektivitas Kantor dan kemampuan untuk menerbitkan laporan audit;
23 dan
24 (e) Bergantung pada signifikansi pelanggaran, menentukan:
25 (i) Apakah mengakhiri perikatan audit tersebut; atau
26 (ii) Apakah mungkin untuk melakukan tindakan yang memuaskan
27 untuk mengatasi konsekuensi pelanggaran tersebut dan apakah
28 tindakan tersebut dapat dilakukan dan tepat untuk keadaan
29 tersebut.
30 Dalam membuat keputusan tersebut, Kantor harus menerapkan
31 pertimbangan profesional dan mempertimbangkan apakah pihak ketiga yang
32 rasional dan memiliki informasi yang memadai, kemungkinan akan
33 menyimpulkan bahwa objektivitas Kantor akan dikompromikan, dan oleh
34 karena itu, Kantor tersebut tidak dapat menerbitkan laporan audit.
35
36 400.80-A1 Suatu pelanggaran terhadap persyaratan pada bagian ini dapat terjadi
37 meskipun Kantor memiliki kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk
38 memberikan keyakinan memadai bahwa independensi dapat dipertahankan.
39 Dalam keadaan tersebut mungkin perlu untuk mengakhiri perikatan audit
40 karena pelanggaran tersebut.
41
42 400.80-A2 Signifikansi dan dampak dari pelanggaran terhadap objektivitas Kantor dan
43 kemampuan untuk menerbitkan laporan audit akan bergantung pada faktor
44 seperti:
45 • Sifat dan durasi pelanggaran.
46 • Jumlah dan sifat dari setiap pelanggaran sebelumnya berkaitan dengan
47 perikatan audit berjalan.

112
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Apakah anggota tim audit memiliki pengetahuan tentang kepentingan


2 atau hubungan yang memunculkan pelanggaran.
3 • Apakah individu yang memunculkan pelanggaran adalah anggota tim
4 audit atau individu lain yang disyaratkan untuk mematuhi persyaratan
5 independensi.
6 • Jika pelanggaran berkaitan dengan anggota tim audit, peran individu
7 tersebut.
8 • Jika pelanggaran muncul karena pemberian suatu jasa profesional,
9 dampak jasa tersebut, jika ada, pada catatan akuntansi atau jumlah
10 yang dicatat dalam laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh
11 Kantor tersebut.
12 • Luasnya ancaman kepentingan pribadi, ancaman advokasi, ancaman
13 intimidasi, atau ancaman lain yang muncul karena pelanggaran
14 tersebut.
15
16 400.80-A3 Bergantung pada signifikansi pelanggaran, contoh tindakan yang mungkin
17 dipertimbangkan Kantor untuk mengatasi pelanggaran secara memuaskan
18 termasuk:
19 • Mengeluarkan individu yang relevan dari tim audit.
20 • Menugaskan individu yang berbeda untuk melakukan penelaahan
21 tambahan terhadap pekerjaan audit yang terkena dampak atau untuk
22 melakukan kembali pekerjaan tersebut sejauh yang diperlukan.
23 • Merekomendasikan agar klien audit melibatkan Kantor lain yang tepat
24 untuk menelaah atau melakukan kembali pekerjaan audit yang terkena
25 dampak sejauh yang diperlukan.
26 • Jika pelanggaran terkait dengan jasa non-asurans yang memengaruhi
27 catatan akuntansi atau jumlah yang dicatat dalam laporan keuangan,
28 menugaskan Kantor lain untuk mengevaluasi hasil jasa non-asurans
29 atau menugaskan Kantor lain untuk melakukan kembali jasa non-
30 asurans sejauh yang diperlukan yang memungkinkan Kantor lain untuk
31 bertanggung jawab atas jasa tersebut.
32
33 P400.81 Jika Kantor menentukan bahwa tindakan tidak dapat dilakukan untuk
34 mengatasi konsekuensi dari pelanggaran secara memuaskan, maka Kantor
35 harus, sesegera mungkin, menginformasikan kepada pihak yang melakukan
36 perikatan dengan Kantor atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola,
37 sebagaimana mestinya. Kantor juga harus mengambil langkah yang
38 diperlukan untuk mengakhiri perikatan asurans sesuai dengan persyaratan
39 peraturan perundang-undangan yang berlaku yang relevan untuk mengakhiri
40 perikatan asurans.
41
42 P400.82 Jika Kantor menentukan bahwa tindakan dapat dilakukan untuk mengatasi
43 konsekuensi dari pelanggaran secara memuaskan, maka Kantor harus
44 mendiskusikan dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola:
45 (a) Signifikansi pelanggaran tersebut, termasuk sifat dan durasi;
46 (b) Bagaimana pelanggaran terjadi dan bagaimana hal tersebut
47 diidentifikasi;

113
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (c) Tindakan yang diusulkan atau dilakukan dan mengapa tindakan


2 tersebut akan memuaskan untuk mengatasi konsekuensi dari
3 pelanggaran dan memungkinkan Kantor menerbitkan laporan audit;
4 (d) Kesimpulan bahwa, dalam pertimbangan profesional Kantor,
5 objektivitas tidak dikompromikan dan alasan kesimpulan tersebut; dan
6 (e) Setiap langkah yang diusulkan atau dilakukan oleh Kantor untuk
7 mengurangi atau menghindari risiko terjadinya pelanggaran lebih lanjut.
8 Diskusi lebih lanjut harus dilakukan sesegera mungkin kecuali alternatif waktu
9 ditentukan oleh pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola untuk
10 pelaporan pelanggaran yang kurang signifikan.
11
12 Komunikasi Pelanggaran dengan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola
13
14 400.83-A1 Paragraf P300.9 dan P300.10 menetapkan persyaratan yang berkenaan
15 dengan komunikasi dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
16
17 P800.84 Sehubungan dengan pelanggaran, Kantor harus berkomunikasi secara
18 tertulis kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola:
19 (a) Semua hal yang dibahas sesuai dengan paragraf P400.82 dan
20 mendapat persetujuan dari pihak yang bertanggung jawab atas tata
21 kelola yang tindakannya dapat, atau telah, dilakukan telah memuaskan
22 dalam mengatasi konsekuensi dari pelanggaran tersebut; dan
23 (b) Penjelasan tentang:
24 (i) Kebijakan dan prosedur Kantor yang relevan dengan pelanggaran
25 yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai bahwa
26 independensi dipertahankan; dan
27 (ii) Setiap langkah yang dilakukan Kantor tersebut untuk mengurangi
28 atau menghindari risiko terjadinya pelanggaran lebih lanjut.
29
30 P400.85 Jika pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola tidak menyetujui terhadap
31 tindakan yang diajukan oleh Kantor sesuai dengan paragraf P400.80(e)(ii)
32 secara memuaskan dapat mengurangi konsekuensi pelanggaran tersebut,
33 maka Kantor harus melakukan langkah yang diperlukan untuk mengakhiri
34 perikatan audit sesuai dengan paragraf P400.81.
35
36 Pelanggaran Sebelum Laporan Audit Diterbitkan
37
38 P400.86 Jika pelanggaran terjadi sebelum laporan audit diterbitkan, maka Kantor
39 harus mematuhi ketentuan bagian 4A dalam pengevaluasian signifikansi
40 pelanggaran dan dampaknya terhadap objektivitas Kantor tersebut dan
41 kemampuannya untuk menerbitkan laporan audit pada periode berjalan.
42
43 P400.87 Kantor juga harus:
44 (a) Mempertimbangkan dampak dari pelanggaran, jika ada, terhadap
45 objektivitas Kantor dalam kaitannya dengan laporan audit yang
46 diterbitkan sebelumnya, dan kemungkinan penarikan laporan audit
47 tersebut; dan

114
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (b) Mendiskusikan permasalahan tersebut dengan pihak yang bertanggung


2 jawab atas tata kelola.
3
4 Dokumentasi
5
6 P400.88 Dalam mematuhi persyaratan paragraf P400.80 hingga P400.87, Kantor
7 harus mendokumentasikan:
8 (a) Pelanggaran;
9 (b) Tindakan yang dilakukan;
10 (c) Keputusan kunci yang dibuat;
11 (d) Semua hal yang didiskusikan dengan pihak yang bertanggung jawab
12 atas tata kelola; dan
13 (e) Setiap diskusi dengan asosiasi profesi atau otoritas pengawas atau
14 regulator.
15
16 P400.89 Jika melanjutkan perikatan audit, maka Kantor harus mendokumentasikan:
17 (a) Kesimpulan bahwa, dalam pertimbangan profesional Kantor,
18 objektivitas belum dikompromikan; dan
19 (b) Alasan mengapa tindakan yang dilakukan telah memuaskan untuk
20 mengatasi konsekuensi dari pelanggaran sehingga Kantor dapat
21 menerbitkan laporan audit.
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

115
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 410
2
3 IMBALAN
4
5 PENDAHULUAN
6
7 410.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan dalam Seksi 120
9 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 410.2 Sifat dan level atas imbalan atau jenis remunerasi lain dapat memunculkan
13 ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi. Seksi ini menetapkan
14 persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan untuk menerapkan
15 kerangka kerja konseptual dalam keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Besaran Relatif Imbalan
20
21 Semua Klien Audit
22
23 410.3-A1 Ketika total imbalan yang dihasilkan dari suatu klien audit dari Kantor yang
24 menyatakan opini audit merupakan sebagian besar dari total imbalan Kantor
25 tersebut, maka ketergantungan terhadap klien tersebut dan kekhawatiran
26 akan kehilangan klien tersebut akan memunculkan ancaman kepentingan
27 pribadi atau ancaman intimidasi.
28
29 410.3-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman termasuk:
30 • Struktur operasi Kantor.
31 • Apakah Kantor sudah mapan atau baru berdiri.
32 • Signifikansi klien secara kualitatif dan/atau kuantitatif terhadap Kantor.
33
34 410.3-A3 Contoh tindakan yang mungkin menjadi pengamanan untuk mengatasi
35 ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi adalah meningkatkan
36 basis klien Kantor untuk mengurangi ketergantungan pada klien audit.
37
38 410.3-A4 Ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi juga muncul ketika
39 imbalan yang dihasilkan oleh Kantor dari suatu klien audit mencerminkan
40 sebagian besar pendapatan dari satu rekan atau satu divisi dari Kantor
41 tersebut.
42
43 410.3-A5 Faktor yang relevan dalam pengevaluasian level ancaman tersebut termasuk:
44 • Signifikansi klien tersebut secara kualitatif dan/atau kuantitatif bagi
45 rekan atau divisi.

116
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Sejauh mana besaran kompensasi dari rekan, atau para rekan dalam
2 divisi tersebut, bergantung pada imbalan yang dihasilkan dari klien
3 tersebut.
4
5 410.3-A6 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
6 kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi mencakup:
7 • Meningkatkan basis klien dari rekan atau divisi tersebut untuk
8 mengurangi ketergantungan pada klien audit tersebut.
9 • Menugaskan penelaah yang tepat yang tidak terlibat dalam perikatan
10 audit untuk menelaah pekerjaan.
11
12 Klien Audit Merupakan Entitas dengan Akuntabilitas Publik
13
14 P410.4 Apabila klien audit adalah entitas dengan akuntabilitas publik dan, selama
15 dua tahun berturut-turut, total imbalan dari klien tersebut dan entitas
16 berelasinya mencerminkan lebih dari 15% dari total imbalan yang diterima
17 oleh Kantor yang menerbitkan opini atas laporan keuangan klien, Kantor
18 harus:
19 (a) Mengungkapkan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
20 klien audit mengenai fakta bahwa total imbalan tersebut mencerminkan
21 lebih dari 15% dari total imbalan yang diterima oleh Kantor tersebut;
22 dan
23 (b) Mendiskusikan apakah salah satu tindakan berikut dapat merupakan
24 pengamanan untuk mengatasi ancaman yang muncul atas total imbalan
25 yang diterima Kantor dari klien, dan jika demikian, menerapkan:
26 (i) Sebelum opini audit pada tahun kedua atas laporan keuangan
27 diterbitkan, Anggota yang bukan merupakan bagian dari Kantor
28 yang menerbitkan opini atas laporan keuangan, melakukan
29 penelaahan pengendalian mutu perikatan terhadap perikatan
30 tersebut; atau asosiasi profesi melakukan penelaahan atas
31 perikatan yang setara dengan penelaahan pengendalian mutu
32 perikatan (“penelaahan prapenerbitan”); atau
33 (ii) Setelah opini audit pada tahun kedua atas laporan keuangan
34 diterbitkan, dan sebelum opini audit pada tahun ketiga atas
35 laporan keuangan diterbitkan, Anggota yang bukan anggota dari
36 Kantor yang menyatakan opini atas laporan keuangan, atau
37 asosiasi profesi melakukan penelaahan terhadap audit tahun
38 kedua yang setara dengan penelaahan pengendalian mutu
39 perikatan (“penelaahan pascapenerbitan”).
40
41 P410.5 Ketika total imbalan yang dijelaskan dalam paragraf P410.4 secara signifikan
42 melebihi 15%, Kantor harus menentukan apakah level ancaman seperti
43 penelaahan pascapenerbitan tidak akan menurunkan ancaman pada level
44 yang dapat diterima. Jika demikian, Kantor tersebut harus melakukan
45 penelaahan prapenerbitan.
46
47

117
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1
2 P410.6 Jika imbalan yang dijelaskan dalam paragraf P410.4 terus berlanjut melebihi
3 15%, Kantor tersebut setiap tahun harus:
4 (a) Mengungkapkan dan berdiskusi dengan pihak yang bertanggung jawab
5 atas tata kelola mengenai hal tersebut yang diatur dalam paragraf
6 P410.4; dan
7 (b) Mematuhi paragraf P410.4(b) dan P410.5.
8
9 Imbalan yang Telah Lewat Jatuh Tempo
10
11 410.7-A1 Ancaman kepentingan pribadi mungkin muncul jika sebagian imbalan yang
12 signifikan belum dibayar sebelum laporan audit tahun berikutnya diterbitkan.
13 Secara umum diharapkan bahwa Kantor akan mensyaratkan pembayaran
14 imbalan tersebut sebelum laporan audit tersebut diterbitkan. Persyaratan dan
15 materi aplikasi yang diatur dalam Seksi 511 terkait dengan pinjaman dan
16 jaminan mungkin juga berlaku untuk situasi ketika terdapat imbalan yang
17 belum dibayar.
18
19 410.7-A2 Contoh tindakan yang mungkin menjadi pengamanan untuk mengatasi
20 ancaman kepentingan pribadi termasuk:
21 • Memperoleh sebagian pembayaran dari imbalan yang telah lewat jatuh
22 tempo.
23 • Menugaskan penelaah yang tepat yang tidak terlibat dalam perikatan
24 audit untuk menelaah pekerjaan yang dilakukan.
25
26 P410.8 Ketika bagian imbalan signifikan telah jatuh tempo dari suatu klien audit
27 masih tidak dibayar dalam jangka waktu yang lama, Kantor harus
28 menentukan:
29 (a) Apakah imbalan yang telah lewat jatuh tempo setara dengan suatu
30 pinjaman kepada klien; dan
31 (b) Apakah tepat bagi Kantor untuk ditunjuk kembali atau melanjutkan
32 perikatan audit.
33
34 Imbalan Kontinjen
35
36 410.9-A1 Imbalan kontinjen adalah imbalan yang dihitung berdasarkan hasil transaksi
37 atau hasil dari jasa yang dihitung berdasarkan basis yang ditentukan
38 sebelumnya. Imbalan kontinjen yang dibebankan melalui perantara adalah
39 suatu imbalan kontinjen tidak langsung. Pada seksi ini, imbalan tidak
40 dianggap sebagai imbalan kontinjen jika ditetapkan oleh pengadilan atau
41 otoritas publik lainnya.
42
43 P410.10 Kantor tidak boleh membebankan suatu imbalan kontinjen, baik secara
44 langsung atau tidak langsung untuk suatu perikatan audit.
45
46 P410.11 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh membebankan suatu imbalan
47 kontinjen, baik secara langsung atau tidak langsung untuk jasa non-asurans
48 yang diberikan kepada suatu klien audit, jika:

118
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (a) Imbalan dikenakan oleh Kantor yang menyatakan opini atas laporan
2 keuangan dan imbalan tersebut material atau diharapkan material bagi
3 kantor tersebut;
4 (b) Imbalan dikenakan oleh suatu jaringan Kantor yang terlibat suatu
5 bagian signifikan dari audit dan imbalan tersebut material atau
6 diharapkan menjadi material bagi Kantor tersebut; atau
7 (c) Hasil dari jasa non-asurans, dan oleh karena jumlah imbalan tersebut,
8 bergantung pada suatu pertimbangan kontemporer atau masa depan
9 yang berkaitan dengan audit atas jumlah yang material dalam laporan
10 keuangan.
11
12 410.12-A1 Paragraf P410.10 dan P410.11 melarang Kantor atau jaringan Kantor untuk
13 menyepakati pengaturan imbalan kontinjen tertentu dengan klien audit.
14 Bahkan jika pengaturan imbalan kontinjen tidak dilarang pada saat
15 memberikan jasa non-asurans kepada klien audit, maka ancaman
16 kepentingan pribadi mungkin masih muncul.
17
18 410.12-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level dari suatu ancaman tersebut
19 termasuk:
20 • Rentang jumlah imbalan yang mungkin diterima.
21 • Apakah otoritas yang berwenang menentukan hasil sebagai basis
22 imbalan kontinjen.
23 • Pengungkapan kepada pengguna yang dituju dari pekerjaan yang
24 dilakukan oleh Kantor dan dasar remunerasi.
25 • Sifat dari jasa.
26 • Pengaruh dari peristiwa atau transaksi terhadap laporan keuangan.
27
28 410.12-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
29 kepentingan pribadi termasuk:
30 • Menugaskan penelaah yang tepat yang tidak terlibat dalam melakukan
31 jasa non-asurans untuk menelaah pekerjaan yang dilakukan oleh
32 Kantor.
33 • Memperoleh perjanjian tertulis pada awal perikatan dengan klien
34 sebagai basis penentuan remunerasi.
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47

119
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 411
2
3 KEBIJAKAN KOMPENSASI DAN EVALUASI
4
5 PENDAHULUAN
6
7 411.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan di Seksi 120 untuk
9 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 411.2 Suatu kebijakan evaluasi atau kompensasi Kantor dapat memunculkan suatu
13 ancaman kepentingan pribadi. Seksi ini mengatur persyaratan dan materi
14 aplikasi spesifik yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual
15 dalam keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 411.3-A1 Ketika seorang anggota tim audit untuk suatu klien audit tertentu dievaluasi
22 atau diberi kompensasi berdasarkan penjualan jasa non-asurans kepada klien
23 audit tersebut, level ancaman kepentingan pribadi akan bergantung pada:
24 (a) Berapa proporsi kompensasi atau evaluasi didasarkan pada penjualan
25 jasa tersebut;
26 (b) Peran individu dalam tim audit; dan
27 (c) Apakah penjualan jasa non-asurans tersebut memengaruhi keputusan
28 promosi.
29
30 411.3-A2 Contoh tindakan yang mungkin menghilangkan ancaman kepentingan pribadi
31 tersebut termasuk:
32 • Merevisi rencana kompensasi atau proses evaluasi untuk individu
33 tersebut.
34 • Mengeluarkan individu tersebut dari tim audit.
35
36 411.3-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
37 kepentingan pribadi adalah dengan menugaskan penelaah yang tepat untuk
38 menelaah pekerjaan anggota tim audit.
39
40 P411.4 Kantor tidak boleh mengevaluasi atau memberi kompensasi kepada seorang
41 rekan audit utama berdasarkan keberhasilan rekan tersebut dalam menjual
42 jasa non-asurans kepada klien audit rekan tersebut. Pengaturan tersebut
43 tidak menghalangi pengaturan pembagian keuntungan normal antara para
44 rekan dari suatu Kantor.
45
46
47
48

120
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 420
2
3 HADIAH DAN KERAMAHTAMAHAN
4
5 PENDAHULUAN
6
7 420.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang dijelaskan pada Seksi 120
9 dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 420.2 Menerima hadiah dan keramahtamahan dari klien audit dapat memunculkan
13 ancaman kepentingan pribadi, kepentingan kedekatan, atau intimidasi. Seksi
14 ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan untuk
15 menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan tersebut.
16
17 Persyaratan dan Materi Aplikasi
18
19 P420.3 Kantor, jaringan Kantor, atau anggota tim audit tidak boleh menerima hadiah
20 dan keramahtamahan dari klien audit, kecuali nilainya kecil dan tidak
21 berdampak.
22
23 420.3-A1 Jika Kantor, jaringan Kantor atau anggota tim audit menawarkan atau
24 menerima bujukan kepada atau dari klien audit, maka persyaratan dan materi
25 aplikasi yang dijelaskan pada Seksi 340 berlaku dan ketidakpatuhan terhadap
26 persyaratan tersebut dapat memunculkan ancaman terhadap independensi.
27
28 420.3-A2 Persyaratan yang dijelaskan pada Seksi 340 yang berkaitan dengan
29 penawaran atau penerimaan bujukan tidak memungkinkan Kantor, jaringan
30 Kantor, atau anggota tim audit untuk menerima hadiah dan keramahtamahan
31 memiliki intensi untuk memengaruhi perilaku secara tidak patut bahkan jika
32 nilainya kecil dan tidak berdampak.
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

121
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 430
2
3 LITIGASI AKTUAL ATAU ANCAMAN LITIGASI
4
5 PENDAHULUAN
6
7 430.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang diatur dalam Seksi 120 untuk
9 mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 430.2 Ketika litigasi dengan klien audit terjadi, atau kemungkinan besar, ancaman
13 kepentingan pribadi dan ancaman intimidasi muncul. Seksi ini mengatur
14 materi aplikasi spesifik yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja
15 konseptual dalam keadaan tersebut.
16
17 MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 430.3-A1 Hubungan antara manajemen klien dan anggota tim audit harus digambarkan
22 dengan keterbukaan dan pengungkapan secara lengkap mengenai semua
23 aspek dari operasi bisnis klien. Posisi berseberangan mungkin merupakan
24 hasil dari litigasi aktual atau litigasi yang mengancam antara klien audit dan
25 Kantor, jaringan Kantor atau anggota tim audit. Posisi berseberangan tersebut
26 dapat memengaruhi kemauan manajemen untuk membuat pengungkapan
27 lengkap dan memunculkan ancaman kepentingan pribadi dan ancaman
28 intimidasi.
29
30 430.3-A2 Faktor yang relevan dalam pengevaluasian level ancaman tersebut termasuk:
31 • Materialitas dari litigasi.
32 • Apakah litigasi berkaitan dengan perikatan audit sebelumnya.
33
34 430.3-A3 Jika litigasi melibatkan anggota tim audit, contoh tindakan yang dapat
35 menghilangkan ancaman kepentingan pribadi dan ancaman intimidasi
36 tersebut adalah dengan mengeluarkan individu tersebut dari tim audit.
37
38 430.3-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
39 kepentingan pribadi dan ancaman intimidasi adalah dengan menugaskan
40 penelaah yang tepat untuk menelaah pekerjaan yang dilakukan.
41
42
43
44
45
46
47
48

122
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 510
2
3 KEPENTINGAN KEUANGAN
4
5 PENDAHULUAN
6
7 510.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
9 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 510.2 Memiliki kepentingan keuangan pada klien audit dapat memunculkan
13 ancaman kepentingan pribadi. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi
14 aplikasi spesifik yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual
15 dalam keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 510.3-A1 Kepentingan keuangan dapat dimiliki baik secara langsung atau tidak
22 langsung melalui perantara seperti sarana investasi kolektif, estate, atau trust.
23 Ketika seorang pemilik manfaat memiliki pengendalian terhadap perantara
24 atau kemampuan untuk memengaruhi keputusan investasinya, kode etik ini
25 mendefinisikan bahwa kepentingan keuangan tersebut bersifat langsung.
26 Sebaliknya, ketika pemilik manfaat tidak memiliki pengendalian terhadap
27 perantara atau kemampuan untuk memengaruhi keputusan investasinya,
28 kode etik ini mendefinisikan bahwa kepentingan keuangan tersebut bersifat
29 tidak langsung.
30
31 510.3-A2 Seksi ini memuat referensi tentang “materialitas” dari suatu kepentingan
32 keuangan. Dalam penentuan apakah kepentingan tersebut material bagi
33 individu, maka gabungan kekayaan bersih individu dan anggota keluarga inti
34 perlu dipertimbangkan.
35
36 510.3-A3 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman kepentingan pribadi
37 yang muncul karena memiliki kepentingan keuangan terhadap klien audit
38 mencakup:
39 • Peran individu yang memiliki kepentingan keuangan.
40 • Apakah kepentingan keuangan bersifat langsung atau tidak langsung.
41 • Materialitas dari kepentingan keuangan.
42
43
44
45
46
47

123
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Kepentingan Keuangan Kantor, Jaringan Kantor, Anggota Tim Audit, dan Lainnya
2
3 P510.4 Tunduk pada paragraf P510.5, kepentingan keuangan langsung atau
4 kepentingan keuangan tidak langsung yang material atas klien audit tidak
5 boleh dimiliki oleh:
6 (a) Kantor atau jaringan Kantor;
7 (b) Anggota tim audit, atau setiap anggota keluarga inti dari individu
8 tersebut;
9 (c) Rekan lain pada kantor yang merupakan tempat rekan perikatan untuk
10 berpraktik dalam kaitannya dengan perikatan audit tersebut, atau
11 anggota keluarga inti dari rekan lainnya; atau
12 (d) Rekan atau karyawan manajerial lain yang memberikan jasa selain
13 audit kepada klien audit, kecuali keterlibatan individu tersebut minimal,
14 atau setiap anggota keluarga inti dari individu tersebut.
15
16 510.4-A1 Divisi sebagai tempat berpraktik rekan perikatan dalam kaitannya dengan
17 perikatan audit tidak selalu merupakan divisi rekan tersebut yang menerima
18 perikatan. Ketika rekan perikatan berbeda lokasi kantornya dari anggota tim
19 audit lainnya, pertimbangan profesional diharuskan untuk menentukan divisi
20 sebagai tempat rekan tersebut berpraktik dalam kaitannya dengan perikatan.
21
22 P510.5 Sebagai pengecualian dari paragraf P510.4, seorang anggota keluarga inti
23 yang diidentifikasi dalam subparagraf P510.4(c) atau (d) dapat memiliki
24 kepentingan keuangan langsung atau tidak langsung dalam suatu klien audit,
25 sepanjang:
26 (a) Anggota keluarga tersebut menerima kepentingan keuangan karena
27 hak dari hubungan kerja, sebagai contoh melalui program pensiun atau
28 program opsi saham, dan, ketika diperlukan, kantor mengatasi
29 ancaman yang muncul karena kepentingan keuangan tersebut; dan
30 (b) Anggota keluarga melepas atau mengabaikan kepentingan keuangan
31 tersebut sesegera mungkin ketika anggota keluarga memiliki atau
32 memperoleh hak untuk melakukannya, atau dalam hal kasus opsi
33 saham, ketika anggota keluarga memperoleh hak untuk menggunakan
34 opsi tersebut.
35
36 Kepentingan Keuangan Pada Entitas Pengendali Klien Audit
37
38 P510.6 Ketika entitas memiliki kepentingan pengendali terhadap klien audit dan klien
39 audit tersebut adalah material bagi entitas, baik Kantor, jaringan Kantor,
40 anggota tim audit, atau setiap anggota keluarga inti dari individu tersebut,
41 tidak boleh memiliki kepentingan keuangan yang material, baik secara
42 langsung atau tidak langsung terhadap entitas tersebut.
43
44 Kepentingan Keuangan sebagai Wali Amanat
45
46 P510.7 Paragraf P510.4 juga berlaku untuk kepentingan keuangan pada klien audit
47 yang dimiliki dalam suatu trust ketika Kantor, jaringan Kantor, atau individu
48 bertindak sebagai wali amanat, kecuali:

124
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (a) Tidak satupun pihak berikut adalah penerima manfaat dari trust, yaitu:
2 wali amanat, anggota tim audit atau setiap anggota keluarga inti dari
3 individu tersebut, Kantor atau jaringan Kantor tersebut;
4 (b) Kepentingan pada klien audit yang dimiliki oleh trust tidak material bagi
5 trust tersebut;
6 (c) Trust tidak dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap klien audit;
7 dan
8 (d) Tidak satupun pihak berikut ini dapat memengaruhi secara signifikan
9 keputusan investasi yang melibatkan kepentingan keuangan pada klien
10 audit, yaitu: wali amanat, anggota tim audit atau setiap anggota
11 keluarga inti dari individu, Kantor, atau jaringan Kantor tersebut.
12
13 Kepentingan Keuangan yang Sama dengan Klien Audit
14
15 P510.8 (a) Kantor, atau jaringan Kantor, atau seorang anggota tim audit, atau
16 setiap anggota keluarga inti dari individu tersebut tidak boleh memiliki
17 kepentingan keuangan pada suatu entitas ketika klien audit juga
18 memiliki kepentingan keuangan pada entitas tersebut, kecuali:
19 (i) Kepentingan keuangan tersebut tidak material bagi Kantor,
20 jaringan Kantor, anggota tim audit dan anggota keluarga inti dari
21 individu, serta klien audit, jika dapat diterapkan; atau
22 (ii) Klien audit tidak dapat menggunakan pengaruh signifikan
23 terhadap entitas tersebut.
24 (b) Sebelum individu yang memiliki kepentingan keuangan sebagaimana
25 diuraikan dalam paragraf P510.8(a) menjadi anggota tim audit, individu
26 atau anggota keluarga inti dari individu tersebut harus:
27 (i) Melepas kepentingan tersebut; atau
28 (ii) Melepas sebagian dari kepentingan tersebut sehingga
29 kepentingan yang tersisa tidak lagi material.
30
31 Kepentingan Keuangan yang Diterima secara Tidak Sengaja
32
33 P510.9 Jika Kantor, jaringan Kantor, rekan, karyawan dari Kantor dan/atau jaringan
34 Kantor, atau setiap anggota keluarga inti dari individu tersebut, menerima
35 suatu kepentingan keuangan langsung atau suatu kepentingan keuangan
36 tidak langsung yang material pada suatu klien audit melalui warisan, hadiah,
37 hasil dari merger, atau dalam keadaan yang serupa dan kepentingan tersebut
38 tidak diperkenankan untuk dimiliki berdasarkan seksi ini, maka:
39 (a) Jika kepentingan tersebut diterima oleh Kantor, jaringan Kantor,
40 seorang anggota tim audit atau anggota keluarga inti dari individu, atau
41 dalam jumlah cukup dari suatu kepentingan keuangan tidak langsung
42 harus dilepas sehingga kepentingan yang tersisa tidak lagi material;
43 atau
44 (b) (i) Jika kepentingan keuangan diterima oleh seorang individu
45 yangbukan merupakan anggota tim audit, atau oleh anggota keluarga
46 inti dari individu, kepentingan keuangan harus dilepas sesegera
47 mungkin, atau dalam jumlah cukup harus dilepas sehingga kepentingan
48 tersebut tidak lagi material; dan

125
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (ii) Menunda pelepasan kepentingan keuangan, jika perlu Kantor harus


2 mengatasi ancaman yang muncul.
3
4 Kepentingan Keuangan dalam Keadaan Lain
5
6 Keluarga Inti
7
8 510.10-A1 Suatu ancaman kepentingan pribadi, kedekatan, atau intimidasi dapat muncul
9 jika anggota tim audit atau setiap anggota keluarga inti dari individu tersebut,
10 Kantor atau jaringan Kantor memiliki kepentingan keuangan pada suatu
11 entitas ketika direktur, komisaris, pejabat eksekutif, atau pemilik-pengendali
12 atas klien audit juga diketahui memiliki kepentingan keuangan dalam entitas
13 tersebut.
14
15 510.10-A2 Faktor yang relevan dalam pengevaluasian level ancaman tersebut termasuk:
16 • Peran individu dalam tim audit.
17 • Apakah kepemilikan entitas tertutup atau dimiliki secara luas.
18 • Apakah kepentingan memungkinkan investor untuk mengendalikan atau
19 secara signifikan memengaruhi entitas.
20 • Materialitas dari kepentingan keuangan.
21
22 510.10-A3 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kepentingan pribadi,
23 ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi adalah dengan mengeluarkan
24 anggota tim audit yang memiliki kepentingan keuangan tersebut dari tim audit.
25
26 510.10-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
27 kepentingan pribadi adalah dengan menugaskan penelaah yang tepat untuk
28 menelaah pekerjaan dari anggota tim audit.
29
30 Keluarga Dekat
31
32 510.10-A5 Ancaman kepentingan pribadi dapat muncul jika anggota tim audit
33 mengetahui bahwa anggota keluarga dekat memiliki kepentingan keuangan
34 langsung atau kepentingan keuangan tidak langsung yang material terhadap
35 klien audit.
36
37 510.10-A6 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut termasuk:
38 • Sifat hubungan antara anggota tim audit dengan anggota keluarga
39 dekat.
40 • Apakah kepentingan keuangan bersifat langsung atau tidak langsung.
41 • Materialitas dari kepentingan keuangan bagi anggota keluarga dekat.
42
43 510.10-A7 Contoh tindakan yang mungkin menghilangkan ancaman kepentingan
44 tersebut termasuk:
45 • Melepas semua kepentingan keuangan anggota keluarga dekat
46 sesegera mungkin, atau cukup melepas kepentingan keuangan tidak
47 langsung sehingga kepentingan yang tersisa tidak material.

126
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Mengeluarkan individu dari tim audit.


2
3 510.10-A8 Contoh tindakan yang mungkin menjadi pengamanan untuk mengatasi
4 ancaman kepentingan pribadi adalah dengan menugaskan penelaah yang
5 tepat untuk menelaah pekerjaan anggota tim audit.
6
7 Individu Lain
8
9 510.10-A9 Ancaman kepentingan pribadi dapat muncul jika anggota tim audit
10 mengetahui bahwa kepentingan keuangan pada klien audit dimiliki oleh
11 individu seperti:
12 • Rekan dan karyawan profesional Kantor atau jaringan Kantor, termasuk
13 individu yang secara khusus tidak diizinkan untuk memiliki kepentingan
14 keuangan seperti diatur dalam paragraf P510.4, atau anggota keluarga
15 inti dari pihak tersebut.
16 • Individu yang memiliki kedekatan hubungan pribadi dengan anggota tim
17 audit.
18
19 510.10-A10 Faktor yang relevan dalam pengevaluasian level ancaman tersebut termasuk:
20 • Struktur organisasi, operasi, dan pelaporan Kantor.
21 • Sifat hubungan antara individu dan anggota tim audit.
22
23 510.10-A11 Contoh tindakan yang mungkin menghilangkan ancaman kepentingan pribadi
24 adalah dengan mengeluarkan anggota tim yang memiliki hubungan personal
25 dari tim audit.
26
27 510.10-A12 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
28 kepentingan pribadi termasuk:
29 • Mengeluarkan anggota tim audit dalam pengambilan keputusan
30 signifikan terkait perikatan audit.
31 • Menugaskan penelaah yang tepat untuk menelaah pekerjaan anggota
32 tim audit.
33
34 Program Manfaat Pensiun Kantor atau Jaringan Kantor
35
36 510.10-A13 Suatu ancaman kepentingan pribadi dapat muncul jika program manfaat
37 pensiun Kantor atau jaringan Kantor memiliki kepentingan keuangan yang
38 material, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam suatu klien
39 audit.
40
41
42
43
44
45
46
47

127
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 511
2
3 PINJAMAN DAN JAMINAN
4
5 PENDAHULUAN
6
7 511.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
9 dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 511.2 Pinjaman atau jaminan atas pinjaman dengan klien audit dapat memunculkan
13 ancaman kepentingan pribadi. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi
14 aplikasi spesifik yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual
15 dalam keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 511.3-A1 Seksi ini berisi referensi tentang “materialitas” atas pinjaman atau jaminan.
22 Dalam menentukan apakah pinjaman atau jaminan tersebut material bagi
23 seorang individu, maka gabungan kekayaan bersih individu dan anggota
24 keluarga inti dapat diperhitungkan.
25
26 Pinjaman dan Jaminan dengan Klien Audit
27
28 P511.4 Kantor, jaringan Kantor, anggota tim audit, atau keluarga inti tidak boleh
29 memberikan atau menjaminkan suatu pinjaman kepada klien audit kecuali
30 pinjaman atau jaminan tersebut tidak material untuk:
31 (a) Kantor, jaringan Kantor, atau individu yang memberikan atau
32 menjaminkan suatu jaminan, jika dapat diterapkan; dan
33 (b) Klien.
34
35 Pinjaman dan Jaminan dengan Klien Audit berupa Bank atau Institusi Serupa
36
37 P511.5 Kantor, jaringan Kantor, anggota tim audit, atau keluarga inti, tidak boleh
38 menerima pinjaman, atau memberikan jaminan suatu pinjaman, dari klien
39 audit yang merupakan bank atau institusi serupa, kecuali pinjaman atau
40 jaminan tersebut dibuat berdasarkan prosedur, persyaratan, dan ketentuan
41 pinjaman yang normal.
42
43 511.5-A1 Contoh pinjaman termasuk kredit kepemilikan properti, cerukan bank, kredit
44 mobil, dan kartu kredit.
45
46 511.5-A2 Bahkan jika Kantor atau jaringan Kantornya menerima pinjaman dari klien
47 audit yang merupakan bank atau institusi serupa berdasarkan prosedur,
48 persyaratan dan ketentuan pinjaman yang normal, maka pinjaman tersebut

128
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 dapat memunculkan ancaman kepentingan pribadi jika pinjaman tersebut


2 material bagi klien audit atau Kantor yang menerima pinjaman.
3
4 511.5-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
5 kepentingan pribadi adalah memiliki penelaah yang tepat, yang bukan
6 merupakan anggota tim audit, dari jaringan Kantor yang bukan penerima
7 manfaat pinjaman.
8
9 Rekening Simpanan atau Rekening Pialang
10
11 P511.6 Kantor, jaringan Kantor, anggota tim audit, atau setiap keluarga inti dari
12 individu tersebut, tidak boleh memiliki simpanan atau rekening pialang pada
13 klien audit yang merupakan bank, pialang, atau institusi serupa, kecuali
14 simpanan atau rekening tersebut dimiliki berdasarkan ketentuan komersial
15 yang normal.
16
17 Pinjaman dan Jaminan dengan Klien Audit Bukan Bank atau Institusi Serupa
18
19 P511.7 Kantor, jaringan Kantor, anggota tim audit, atau setiap keluarga inti dari
20 individu tersebut, tidak boleh menerima pinjaman dari atau memiliki pinjaman
21 yang dijaminkan oleh klien audit yang bukan bank atau institusi yang serupa,
22 kecuali pinjaman atau jaminan tidak material untuk:
23 (a) Kantor, jaringan Kantor, atau individu yang menerima pinjaman atau
24 jaminan, jika dapat diterapkan; dan
25 (b) Klien.
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

129
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 520
2
3 HUBUNGAN BISNIS
4
5 PENDAHULUAN
6
7 520.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
9 dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 520.2 Hubungan bisnis yang erat dengan klien audit atau manajemennya dapat
13 memunculkan ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi. Seksi
14 ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan untuk
15 menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 520.3-A1 Seksi ini berisi referensi tentang “materialitas” atas kepentingan keuangan
22 dan “signifikansi” dari hubungan bisnis. Dalam penentuan apakah suatu
23 kepentingan keuangan adalah material bagi seorang individu, maka
24 gabungan kekayaan bersih individu dan anggota keluarga inti individu dapat
25 dipertimbangkan.
26
27 520.3-A2 Contoh hubungan bisnis yang dekat muncul dari hubungan komersial atau
28 kepentingan keuangan umum meliputi:
29 • Memiliki kepentingan keuangan dalam usaha ventura bersama dengan
30 klien atau pemegang saham pengendali, direktur, komisaris atau
31 pejabat eksekutif, atau individu lain yang melakukan aktivitas manajerial
32 senior untuk klien tersebut.
33 • Pengaturan untuk menggabungkan satu atau lebih jasa atau produk
34 dari Kantor atau jaringan Kantor dengan satu atau lebih jasa atau
35 produk dari klien dan memasarkan paket dengan referensi kepada
36 kedua belah pihak.
37 • Pengaturan distribusi atau pemasaran yang mencakup kesepakatan
38 bahwa Kantor atau jaringan Kantor mendistribusikan atau memasarkan
39 produk atau jasa klien, atau klien tersebut mendistribusikan atau
40 memasarkan produk atau jasa Kantor atau jaringan Kantor.
41
42 Hubungan Bisnis Kantor, Jaringan Kantor, Anggota Tim Audit, atau Keluarga Inti
43
44 P520.4 Kantor, jaringan Kantor atau anggota tim audit tidak boleh memiliki hubungan
45 bisnis yang erat dengan klien audit atau manajemennya, kecuali jika
46 kepentingan keuangan tersebut tidak material dan hubungan bisnis tidak

130
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 signifikan terhadap klien atau manajemennya dan Kantor, jaringan Kantor


2 atau anggota tim audit, jika dapat diterapkan.
3
4 520.4-A1 Ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi mungkin muncul jika
5 terdapat hubungan bisnis yang erat antara klien audit atau manajemennya
6 dan keluarga inti anggota tim audit.
7
8 Kepentingan yang Sama dalam Entitas Tertutup
9
10 P520.5 Kantor, jaringan Kantor, anggota tim audit, atau setiap anggota keluarga inti
11 dari individu tersebut tidak boleh memiliki hubungan bisnis yang melibatkan
12 kepemilikan atas suatu kepentingan dalam entitas tertutup ketika klien audit,
13 direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif dari klien, atau kelompok apa pun
14 darinya, juga memiliki kepentingan dalam entitas tersebut, kecuali:
15 (a) Hubungan bisnis yang tidak signifikan berlaku terhadap Kantor, jaringan
16 Kantor, atau individu jika dapat diterapkan, dan klien;
17 (b) Kepentingan keuangan tidak material bagi investor atau kelompok
18 investor; dan
19 (c) Kepentingan keuangan tidak memberi investor, atau kelompok investor,
20 kemampuan untuk mengendalikan entitas yang dimiliki.
21
22 Pembelian Barang atau Jasa
23
24 520.6-A1 Pembelian barang dan jasa dari klien audit oleh Kantor, jaringan Kantor,
25 anggota tim audit, atau setiap anggota keluarga inti dari individu tersebut
26 biasanya tidak memunculkan ancaman terhadap independensi jika transaksi
27 tersebut dilakukan dalam transaksi bisnis yang normal dalam suatu transaksi
28 yang wajar. Namun demikian, transaksi tersebut mungkin berdasarkan sifat
29 dan besarnya dapat menciptakan ancaman kepentingan pribadi.
30
31 520.6-A2 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kepentingan pribadi
32 tersebut termasuk:
33 • Menghilangkan atau mengurangi besarnya transaksi.
34 • Mengeluarkan individu tersebut dari tim audit.
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
131
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 521
2
3 HUBUNGAN KELUARGA DAN PRIBADI
4
5 PENDAHULUAN
6
7 521.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
9 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 521.2 Hubungan keluarga atau pribadi dengan personel klien dapat memunculkan
13 ancaman kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi.
14 Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan
15 untuk menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 521.3-A1 Ancaman kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi
22 dapat muncul dari hubungan keluarga dan hubungan pribadi antara anggota
23 tim audit dan direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif, atau bergantung
24 pada perannya, karyawan tertentu dari klien audit.
25
26 521.3-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut termasuk:
27 • Tanggung jawab individu dalam tim audit.
28 • Peran anggota keluarga atau individu lain dalam klien, dan kedekatan
29 hubungan.
30
31 Keluarga Inti Anggota Tim Audit
32
33 521.4-A1 Ancaman kepentingan pribadi, ancaman kedekatan atau ancaman intimidasi
34 muncul ketika anggota keluarga inti dari anggota tim audit adalah karyawan
35 yang memiliki posisi untuk memberikan pengaruh yang signifikan atas posisi
36 keuangan, kinerja keuangan atau arus kas klien.
37
38 521.4-A2 Faktor relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut termasuk:
39 • Posisi yang dipegang oleh anggota keluarga inti.
40 • Peran anggota tim audit.
41
42 521.4-A3 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kepentingan pribadi,
43 ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi adalah mengeluarkan individu
44 tersebut dari tim audit.
45
46

132
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 521.4-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
2 kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi adalah
3 mengatur tanggung jawab tim audit sehingga anggota tim audit tidak
4 berurusan dengan permasalahan yang menjadi dalam tanggung jawab
5 anggota keluarga inti.
6
7 P521.5 Individu keluarga inti tidak boleh berpartisipasi sebagai anggota tim audit
8 ketika atau setiap anggota keluarga inti dari individu tersebut adalah:
9 (a) Direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif klien audit;
10 (b) Karyawan dalam posisi memberikan pengaruh yang signifikan atas
11 penyusunan catatan akuntansi klien atau laporan keuangan yang akan
12 diberikan opini oleh kantor; atau
13 (c) Berada pada posisi seperti itu selama periode apapun yang dicakup
14 oleh perikatan atau laporan keuangan.
15
16 Keluarga Dekat Anggota Tim Audit
17
18 521.6-A1 Ancaman kepentingan pribadi, ancaman kedekatan atau ancaman intimidasi
19 muncul ketika anggota keluarga dekat tim audit adalah:
20 (a) Direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif dari klien audit; atau
21 (b) Karyawan dalam posisi yang dapat memberikan pengaruh signifikan
22 atas penyusunan catatan akuntansi klien atau laporan keuangan yang
23 akan diberikan opini oleh Kantor.
24
25 521.6-A2 Faktor relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut mencakup:
26 • Sifat hubungan antara anggota tim audit dan anggota keluarga dekat.
27 • Posisi yang dipegang oleh anggota keluarga dekat.
28 • Peran anggota tim audit.
29
30 521.6-A3 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kepentingan pribadi,
31 ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi adalah mengeluarkan individu
32 tersebut dari tim audit.
33
34 521.6-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
35 kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi adalah
36 mengatur tanggung jawab tim audit sehingga anggota tim audit tidak
37 berurusan dengan permasalahan yang menjadi tanggung jawab anggota
38 keluarga dekat.
39
40 Hubungan Dekat Lainnya dari Anggota Tim Audit
41
42 P521.7 Anggota tim audit harus berkonsultasi sesuai dengan ketentuan dan prosedur
43 Kantor jika tim anggota tim audit memiliki hubungan dekat dengan individu
44 yang bukan merupakan anggota keluarga dekat atau keluarga langsung,
45 tetapi:
46 (a) Direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif dari klien audit; atau

133
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (b) Karyawan dalam posisi yang dapat memberikan pengaruh signifikan


2 atas penyusunan catatan akuntansi klien atau laporan keuangan yang
3 akan diberikan opini oleh Kantor.
4
5 521.7-A1 Faktor relevan dalam mengevaluasi level kepentingan pribadi, ancaman
6 kedekatan, atau ancaman intimidasi yang muncul karena hubungan semacam
7 itu meliputi:
8 • Sifat hubungan antara individu dan anggota tim audit.
9 • Posisi yang dipegang individu dengan klien.
10 • Peran anggota tim audit.
11
12 521.7-A2 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kepentingan pribadi,
13 ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi adalah mengeluarkan individu
14 tersebut dari tim audit.
15
16 521.7-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
17 kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi adalah
18 mengatur tanggung jawab tim audit sehingga anggota tim audit tidak
19 berurusan dengan permasalahan yang menjadi tanggung jawab individu yang
20 merupakan anggota tim audit yang memiliki hubungan erat.
21
22 Hubungan Rekan dan Karyawan Kantor
23
24 P521.8 Rekan dan karyawan Kantor harus berkonsultasi sesuai dengan kebijakan
25 dan prosedur Kantor jika mereka mengetahui hubungan pribadi atau keluarga
26 antara:
27 (a) Seorang rekan atau karyawan dari Kantor atau jaringan Kantornya yang
28 bukan anggota tim audit; dan
29 (b) Direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif dari klien audit atau
30 karyawan klien audit dalam posisi memberi pengaruh yang signifikan
31 atas penyusunan catatan akuntansi klien atau laporan keuangan yang
32 akan diberikan opini oleh Kantor.
33
34 521.8-A1 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level kepentingan, ancaman
35 kedekatan, atau ancaman intimidasi yang muncul karena hubungan semacam
36 itu meliputi:
37 • Sifat hubungan antara rekan atau karyawan Kantor dan direktur,
38 komisaris, atau pejabat eksekutif atau karyawan klien.
39 • Level interaksi rekan atau karyawan Kantor dengan tim audit.
40 • Posisi rekan atau karyawan dalam Kantor.
41 • Posisi yang dimiliki individu dengan klien.
42
43
44
45
46

134
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 521.8-A2 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
2 kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi meliputi:
3 • Menata tanggung jawab rekan atau karyawan untuk mengurangi
4 pengaruh potensial atas perikatan audit.
5 • Menugaskan penelaah yang tepat untuk menelaah atas pekerjaan audit
6 terkait yang dilakukan.
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
135
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 522
2
3 PERNAH BEKERJA PADA KLIEN AUDIT
4
5 PENDAHULUAN
6
7 522.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
9 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 522.2 Jika anggota tim audit baru saja menjabat sebagai direktur, komisaris, pejabat
13 eksekutif, atau karyawan dari klien audit, maka ancaman kepentingan pribadi,
14 ancaman telaah pribadi, atau ancaman kedekatan mungkin muncul. Seksi ini
15 menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan untuk
16 menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan tersebut.
17
18 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
19
20 Jasa Selama Periode yang Dicakup oleh Laporan Audit
21
22 P522.3 Tim audit tidak boleh memasukkan individu yang selama periode yang
23 dicakup oleh laporan audit:
24 (a) Pernah menjabat sebagai direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif
25 dari klien audit; atau
26 (b) Pernah bekerja sebagai karyawan dengan posisi untuk memberikan
27 pengaruh yang signifikan atas penyusunan catatan akuntansi klien atau
28 laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor.
29
30 Jasa Sebelum Periode yang Dicakup oleh Laporan Audit
31
32 522.4-A1 Ancaman kepentingan pribadi, ancaman telaah pribadi atau ancaman
33 kedekatan dapat muncul jika sebelum periode yang dicakup oleh laporan
34 audit, anggota tim audit:
35 (a) Pernah menjabat sebagai direktur, komisaris atau pejabat dari klien
36 audit; atau
37 (b) Pernah bekerja sebagai karyawan dengan posisi untuk memberikan
38 pengaruh yang signifikan atas penyusunan catatan akuntansi klien atau
39 laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor.
40 Misalnya, ancaman akan muncul jika keputusan yang dibuat atau pekerjaan
41 yang dilakukan oleh individu pada periode sebelumnya, saat dipekerjakan
42 oleh klien, harus dievaluasi pada periode berjalan sebagai bagian dari
43 perikatan audit kini.
44
45
46
47
48

136
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 522.4-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut mencakup:
2 • Posisi yang dipegang individu dengan klien.
3 • Rentang waktu sejak individu mengundurkan diri dari klien.
4 • Peran anggota tim audit.
5
6 522.4-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
7 kepentingan pribadi, ancaman telaah pribadi, atau ancaman kedekatan
8 adalah dengan menugaskan penelaah yang tepat dengan pekerjaan yang
9 dilakukan oleh anggota tim audit.
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47

137
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 523
2
3 RANGKAP JABATAN SEBAGAI DIREKTUR, KOMISARIS, ATAU PEJABAT EKSEKUTIF
4 KLIEN AUDIT
5
6 PENDAHULUAN
7
8 523.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
9 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
10 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
11 independensi.
12
13 523.2 Merangkap jabatan sebagai direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif klien
14 audit dapat memunculkan ancaman kepentingan pribadi dan ancaman telaah
15 pribadi. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang
16 relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan
17 tersebut.
18
19 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
20
21 Direktur, Komisaris, atau Pejabat Eksekutif
22
23 P523.3 Rekan atau karyawan Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh bertindak
24 sebagai direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif dari klien audit Kantor.
25
26 Sekretaris Perusahaan
27
28 P523.4 Rekan atau karyawan Kantor atau jaringan Kantornya tidak boleh bertindak
29 sebagai Sekretaris Perusahaan untuk klien audit Kantor, kecuali:
30 (a) Praktik ini secara spesifik diizinkan berdasarkan peraturan perundang-
31 undangan yang berlaku, peraturan, atau praktik profesional;
32 (b) Manajemen membuat semua keputusan yang relevan; dan
33 (c) Tugas dan aktivitas yang dilakukan terbatas pada aktivias yang bersifat
34 rutin dan administratif, seperti menyiapkan notulen dan menyiapkan
35 laporan kepada otoritas.
36
37 523.4-A1 Posisi Sekretaris perusahaan memiliki implikasi berbeda di berbagai
38 yurisdiksi. Tugas seorang sekretaris dapat berkisar dari: tugas administrasi
39 (seperti manajemen personalia dan pemeliharaan catatan dan dokumen
40 perusahaan) sampai tugas yang beragam, seperti memastikan bahwa
41 perusahaan mematuhi peraturan atau memberikan advis tentang
42 permasalahan tata kelola perusahaan. Secara umum posisi ini menyiratkan
43 hubungan yang erat dengan entitas. Oleh karena itu, ancaman muncul jika
44 rekan atau karyawan Kantor atau jaringan Kantor berfungsi sebagai sekretaris
45 perusahaan untuk klien audit. (Informasi lebih lanjut tentang penyediaan jasa
46 non-asurans untuk klien audit ditetapkan dalam Seksi 600, Ketentuan Jasa
47 Non-asurans untuk Klien Audit).
48

138
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 524
2
3 PEKERJAAN DENGAN KLIEN AUDIT
4
5 PENDAHULUAN
6
7 524.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
9 dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 524.2 Hubungan kerja dengan klien audit dapat memunculkan ancaman
13 kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi. Seksi ini
14 menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan untuk
15 menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan seperti itu.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Semua Klien Audit
20
21 524.3-A1 Ancaman kedekatan atau ancaman intimidasi dapat muncul jika salah satu
22 dari individu berikut ini menjadi anggota tim audit atau rekan Kantor atau
23 Jaringan Kantor:
24 • Direktur, komisaris atau pejabat eksekutif dari klien audit.
25 • Karyawan dengan posisi untuk memberikan pengaruh yang signifikan
26 atas penyusuan catatan akuntansi klien atau laporan keuangan yang
27 akan diberikan opini oleh Kantor.
28
29 Pembatasan Mantan Rekan atau Anggota Tim Audit
30
31 P524.4 Kantor harus memastikan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara
32 Kantor atau jaringan Kantor dan:
33 (a) Mantan rekan yang telah bergabung dengan klien audit Kantor; atau
34 (b) Mantan anggota tim audit yang telah bergabung dengan klien audit, jika
35 salah satu telah bergabung dengan klien audit sebagai:
36 (i) Direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif; atau
37 (ii) Karyawan dalam posisi memberikan pengaruh yang signifikan
38 atas penyusunan catatan akuntansi klien atau laporan keuangan
39 yang akan diberikan opini oleh Kantor.
40 Hubungan yang signifikan yang masih ada antara Kantor atau jaringan Kantor
41 dan individu, kecuali:
42 (a) Individu tidak berhak atas manfaat atau pembayaran dari Kantor atau
43 jaringan Kantor yang tidak dibuat sesuai dengan pengaturan yang telah
44 ditentukan;
45 (b) Setiap jumlah terutang kepada individu tidak material untuk Kantor atau
46 jaringan Kantor; dan
47 (c) Individu tidak terus berpartisipasi atau tampak berpartisipasi dalam
48 bisnis Kantor atau aktivitas bisnis atau profesional Kantor.
139
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 524.4-A1 Bahkan jika persyaratan paragraf P524.4 terpenuhi, maka ancaman


2 kedekatan atau ancaman intimidasi mungkin masih dapat muncul.
3
4 524.4-A2 Ancaman kedekatan atau ancaman intimidasi juga dapat muncul jika mantan
5 rekan Kantor atau jaringan Kantor telah bergabung dengan entitas pada salah
6 satu posisi yang diuraikan dalam paragraf 524.3-A1 dan entitas tersebut
7 kemudian menjadi klien audit Kantor.
8
9 524.4-A3 Faktor relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut meliputi:
10 • Posisi yang pernah dijabat individu di klien.
11 • Keterlibatan apapun yang dimiliki individu dengan tim audit.
12 • Rentang waktu sejak individu tersebut menjadi anggota tim audit atau
13 rekan Kantor atau jaringan Kantor.
14 • Posisi individu terdahulu dalam tim audit, Kantor atau jaringan Kantor.
15 Sebagai contoh, apakah individu tersebut bertanggung jawab untuk
16 mempertahankan kontak rutin dengan manajemen klien atau pihak
17 yang bertanggung jawab atas tata kelola.
18
19 524.4-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
20 kedekatan atau ancaman intimidasi tersebut meliputi:
21 • Memodifikasi rencana audit.
22 • Menugaskan kepada individu tim audit yang memiliki pengalaman
23 cukup, dibandingkan individu yang pernah bergabung dengan klien.
24 • Menugaskan penelaah yang tepat untuk menelaah pekerjaan anggota
25 tim audit sebelumnya.
26
27 Anggota Tim Audit Mengerjakan Pekerjaan dengan Klien
28
29 P524.5 Kantor atau jaringan Kantor harus memiliki kebijakan dan prosedur yang
30 mensyaratkan anggota tim audit untuk menginformasikan kepada Kantor atau
31 jaringan Kantor ketika menegosiasikan pekerjaan dengan klien audit.
32
33 524.5-A1 Ancaman kepentingan pribadi muncul ketika anggota tim audit berpartisipasi
34 dalam perikatan audit setelah mengetahui bahwa anggota tim audit akan,
35 atau mungkin, bergabung dengan klien pada suatu saat di masa mendatang.
36
37 524.5-A2 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kepentingan pribadi
38 adalah mengeluarkan individu dari tim audit.
39
40 524.5-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
41 kepentingan pribadi adalah dengan menugaskan penelaah yang tepat untuk
42 menelaah setiap pertimbangan signifikan yang dibuat oleh individu saat
43 berada di tim.
44
45
46
47

140
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Klien Audit Merupakan Entitas dengan Akuntabilitas Publik


2
3 Rekan Audit Utama
4
5 P524.6 Tunduk pada paragraf P524.8, jika seseorang yang merupakan rekan audit
6 utama terkait dengan klien audit yang merupakan entitas dengan akuntabilitas
7 publik bergabung dengan klien sebagai:
8 (a) Direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif; atau
9 (b) Karyawan yang memiliki posisi untuk memberikan pengaruh yang
10 signifikan atas penyusunan catatan akuntansi klien atau laporan
11 keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor,
12 maka independensi dikompromikan kecuali, setelah individu berhenti menjadi
13 rekan audit utama:
14 (i) Klien audit telah menerbitkan laporan keuangan yang diaudit yang
15 mencakup periode tidak kurang dari dua belas bulan; dan
16 (ii) Individu tersebut bukan anggota tim audit sehubungan dengan audit
17 atas laporan keuangan tersebut.
18
19 Rekan Senior atau Pemimpin Rekan (Pimpinan Eksekutif atau Setara) Kantor
20
21 P524.7 Tunduk pada paragraf P524.8, jika seseorang yang merupakan Rekan Senior
22 atau Pemimpin Rekan (Pimpinan Eksekutif atau Setara) Kantor bergabung
23 dengan klien audit yang merupakan entitas dengan akuntabilitas publik
24 sebagai:
25 (a) Direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif; atau
26 (b) Karyawan dalam posisi memberikan pengaruh yang signifikan atas
27 penyusunan catatan akuntansi klien atau laporan keuangan yang
28 diberikan opini oleh Kantor,
29 independensi dikompromikan, kecuali telah melewati 12 (dua belas) bulan
30 sejak individu sebagai Rekan Senior atau Pemimpin Rekan (Pimpinan
31 Eksekutif atau Setara) dari Kantor.
32
33 Kombinasi Bisnis
34
35 P524.8 Sebagai pengecualian paragraf P524.6 dan P524.7, independensi tidak
36 dikompromikan jika kondisi yang ditetapkan dalam paragraf tersebut muncul
37 sebagai hasil dari kombinasi bisnis dan:
38 (a) Posisi sebagaimana dimaksud dalam P524.6 dan P524.7 tidak diambil
39 dalam pertimbangan kombinasi bisnis (contemplation of the business
40 combination);
41 (b) Setiap manfaat atau pembayaran terutang kepada rekan terdahulu dari
42 Kantor atau jaringan Kantor telah diselesaikan seluruhnya, kecuali
43 penyelesaiannya dilakukan dengan pengaturan didepan dalam jumlah
44 tetap dan jumlah terutang kepada rekan tersebut tidak material bagi
45 Kantor atau jaringan Kantor;
46
47

141
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (c) Rekan terdahulu tidak lagi berpartisipasi atau terlihat berpartisipasi


2 dalam aktivitas bisnis atau profesional Kantor atau jaringan Kantor; dan
3 (d) Kantor membahas posisi rekan terdahulu yang diadakan antara klien
4 audit dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

142
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 525
2
3 PENUGASAN PERSONEL SEMENTARA
4
5 PENDAHULUAN
6
7 525.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
9 dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 525.2 Peminjaman personel kepada klien audit dapat memunculkan ancaman
13 telaah pribadi, ancaman advokasi, atau ancaman kedekatan. Seksi ini
14 menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan untuk
15 menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 525.3-A1 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
22 yang muncul karena peminjaman karyawan Kantor atau jaringan Kantor
23 kepada klien audit meliputi:
24 • Melakukan penelaahan tambahan atas pekerjaan yang dilakukan oleh
25 personel yang dipinjam mungkin menghilangkan ancaman telaah
26 pribadi.
27 • Tidak memasukkan personel yang dipinjam sebagai anggota tim audit
28 karena dapat memunculkan ancaman kedekatan atau ancaman
29 advokasi.
30 • Tidak meminjamkan personel audit yang bertanggung jawab untuk
31 setiap fungsi atau aktivitas yang dilakukan personel ketika setiap
32 aktivitas selama personel yang dipinjam menghadapi ancaman telaah
33 pribadi.
34
35 525.3-A2 Ketika ancaman kedekatan dan ancaman advokasi muncul karena
36 peminjaman personel Kantor atau jaringan Kantor kepada klien audit,
37 sehingga Kantor atau jaringan Kantor menjadi terlalu dekat dengan cara
38 pandang dan kepentingan manajemen, maka pengamanan seringkali tidak
39 tersedia.
40
41 P525.4 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh meminjamkan personel kepada klien
42 audit kecuali:
43 (a) Bantuan tersebut diberikan hanya untuk waktu yang singkat;
44 (b) Personel tidak terlibat dalam memberikan jasa non-asurans yang tidak
45 diizinkan berdasarkan Seksi 600 dan subseksinya; dan

143
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (c) Personel tidak mengambil alih tanggung jawab manajemen dan klien
2 audit bertanggung jawab untuk mengarahkan dan mengawasi aktivitas
3 personel tersebut.
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

144
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 540
2
3 HUBUNGAN YANG BERLANGSUNG LAMA ANTARA PERSONEL (TERMASUK ROTASI
4 REKAN) DENGAN KLIEN AUDIT
5
6 PENDAHULUAN
7
8 540.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
9 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
10 dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
11 independensi.
12
13 540.2 Ketika seorang individu terlibat dalam perikatan audit selama periode waktu
14 yang panjang, maka ancaman kedekatan dan ancaman kepentingan pribadi
15 dapat muncul. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi yang
16 relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan
17 tersebut.
18
19 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
20
21 Semua Klien Audit
22
23 540.3-A1 Meskipun pemahaman tentang klien audit dan lingkungannya sangat
24 fundamental terhadap kualitas audit, ancaman kedekatan dapat muncul
25 sebagai akibat dari hubungan yang lama sebagai anggota tim audit dengan:
26 (a) Klien audit dan operasinya;
27 (b) Manajemen senior klien audit; atau
28 (c) Laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor atau informasi
29 keuangan yang menjadi basis laporan keuangan.
30
31 540.3-A2 Ancaman kepentingan pribadi dapat muncul sebagai akibat dari kekhawatiran
32 individu akan kehilangan klien lama atau kepentingan dalam
33 mempertahankan hubungan pribadi yang erat dengan anggota manajemen
34 senior atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola. Ancaman seperti
35 itu mungkin memengaruhi pertimbangan individu tersebut secara tidak tepat.
36
37 540.3-A3 Faktor yang relevan untuk mengevaluasi level ancaman kedekatan atau
38 ancaman kepentingan pribadi termasuk:
39 (a) Sehubungan dengan individu tersebut:
40 • Lamanya hubungan individu tersebut dengan klien, termasuk jika
41 hubungan terjadi pada saat individu tersebut berada di Kantor
42 sebelumnya.
43 • Berapa lama individu tersebut telah menjadi anggota tim perikatan
44 dan sifat dari peran yang dilakukan.
45 • Sejauh mana pekerjaan individu tersebut diarahkan, ditelaah, dan
46 diawasi oleh personel yang lebih senior.

145
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Sejauh mana individu tersebut, karena senioritas dari individu


2 tersebut, memiliki kemampuan untuk memengaruhi hasil audit,
3 misalnya, dengan membuat keputusan penting atau mengarahkan
4 pekerjaan anggota tim perikatan lainnya.
5 • Kedekatan hubungan pribadi individu tersebut dengan
6 manajemen senior atau pihak yang bertanggung jawab atas tata
7 kelola.
8 • Sifat, frekuensi, dan luasnya interaksi antara individu tersebut dan
9 manajemen senior atau pihak yang bertanggung jawab atas tata
10 kelola.
11 (b) Sehubungan dengan klien audit:
12 • Sifat atau kompleksitas isu akuntansi dan pelaporan keuangan
13 klien dan apakah hal tersebut telah berubah.
14 • Apakah terdapat perubahan dalam manajemen senior atau pihak
15 yang bertanggung jawab atas tata kelola.
16 • Apakah terdapat perubahan struktural dalam organisasi klien yang
17 memengaruhi sifat, frekuensi, dan luasnya interaksi yang mungkin
18 dimiliki individu dengan manajemen senior atau pihak yang
19 bertanggung jawab atas tata kelola.
20
21 540.3-A4 Kombinasi dua atau lebih faktor dapat meningkatkan atau mengurangi level
22 ancaman. Misalnya, ancaman kedekatan yang muncul seiring waktu karena
23 hubungan yang semakin dekat antara individu dan anggota dari manajemen
24 senior klien akan berkurang dengan kepergian anggota manajemen senior
25 klien tersebut.
26
27 540.3-A5 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kedekatan dan
28 ancaman kepentingan pribadi yang muncul karena individu yang terlibat
29 dalam perikatan selama periode waktu yang panjang adalah dengan merotasi
30 individu tersebut dari tim audit.
31
32 540.3-A6 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
33 kedekatan dan ancaman kepentingan pribadi termasuk:
34 • Mengubah peran individu dalam tim audit atau sifat dan luas tugas yang
35 dilakukan oleh individu tersebut.
36 • Menugaskan penelaah yang tepat yang bukan merupakan anggota tim
37 audit yang menelaah pekerjaan individu tersebut.
38 • Melakukan penelaahan mutu secara berkala oleh pihak internal atau
39 eksternal yang independen terhadap perikatan.
40
41 P540.4 Jika Kantor memutuskan bahwa level ancaman yang muncul hanya dapat
42 diatasi dengan melakukan rotasi individu tersebut dari tim audit, maka Kantor
43 harus menentukan periode yang tepat ketika individu tersebut tidak boleh:
44 (a) Menjadi anggota tim perikatan untuk perikatan audit;
45 (b) Memberikan pengendalian mutu untuk perikatan audit; atau
46 (c) Memberikan pengaruh langsung terhadap hasil pekerjaan dari perikatan
47 audit.

146
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Rentang waktu harus cukup lama untuk memungkinkan ancaman kedekatan


2 dan ancaman kepentingan pribadi dapat diatasi. Dalam kasus entitas dengan
3 akuntabilitas publik, paragraf P540.5 hingga P540.20 juga berlaku.
4
5 Klien Audit Merupakan Entitas dengan Akuntabilitas Publik
6
7 P540.5 Tunduk pada paragraf P540.7 hingga P540.9, sehubungan dengan audit
8 entitas dengan akuntabilitas publik, individu tidak boleh bertindak dalam salah
9 satu peran berikut, atau kombinasi atas peran tersebut, untuk jangka waktu
10 lebih dari 7 (tujuh) tahun kumulatif (periode “Aktif”):
11 (a) Rekan perikatan;
12 (b) Individu yang ditunjuk sebagai penanggung jawab atas penelahaan
13 pengendalian mutu perikatan; atau
14 (c) Peran rekan audit utama lainnya.
15 Setelah periode aktif, individu harus menjalani periode jeda sesuai dengan
16 ketentuan dalam paragraf P540.11 hingga P540.19.
17
18 P540.6 Dalam menghitung periode aktif, hitungan tahun tidak akan dimulai dari nol,
19 kecuali jika individu tersebut berhenti sebagai salah satu peran dalam
20 paragraf P540.5(a) sampai (c) untuk periode minimum. Periode minimum
21 adalah periode yang berurutan paling tidak sama dengan periode jeda yang
22 ditentukan sesuai dengan paragraf P540.11 hingga P540.13 sebagaimana
23 berlaku untuk peran individu tersebut yang memberikan jasa pada tahun
24 tersebut segera sebelum menghentikan keterlibatannya.
25
26 540.6-A1 Sebagai contoh, individu yang menjabat sebagai rekan perikatan selama 4
27 (empat) tahun yang dilanjutkan dengan jeda selama 3 (tiga) tahun, hanya
28 dapat bertindak sebagai rekan audit utama pada perikatan audit yang sama
29 untuk 3 (tiga) tahun berikutnya (menjadikannya total 7 (tujuh) tahun
30 kumulatif). Setelah itu, individu tersebut harus melakukan jeda sesuai dengan
31 paragraf P540.14.
32
33 P540.7 Sebagai pengecualian paragraf P540.5, rekan audit utama yang
34 kontinuitasnya sangat penting terhadap kualitas audit, dalam kasus yang
35 jarang terjadi karena keadaan tidak terduga di luar kendali Kantor, dan
36 dengan persetujuan dari pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola,
37 diizinkan untuk memberikan jasa setahun tambahan sebagai rekan audit
38 utama selama ancaman independensi dapat dihilangkan atau dikurangi pada
39 level yang dapat diterima.
40
41 540.7-A1 Sebagai contoh, rekan audit utama mungkin tetap dalam peran tersebut di tim
42 audit hingga satu tahun tambahan dalam kondisi ketika kejadian tidak
43 terduga, rotasi yang disyaratkan tidak dapat dilakukan, mungkin karena
44 kondisi (penyakit) yang serius pada rekan perikatan. Dalam keadaan
45 demikian, hal ini akan melibatkan Kantor untuk berdiskusi dengan pihak yang
46 bertanggung jawab atas tata kelola mengenai alasan rotasi yang
47 direncanakan tidak dapat dilakukan dan perlunya pengamanan apa pun untuk
48 menurunkan ancaman yang muncul.

147
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P540.8 Jika klien audit menjadi entitas dengan akuntabilitas publik, maka Kantor
2 harus mempertimbangkan rentang waktu individu yang telah memberikan
3 jasa kepada klien audit sebagai rekan audit utama sebelum klien menjadi
4 entitas dengan akuntabilitas publik dalam menentukan waktu rotasi. Jika
5 individu tersebut telah memberikan jasa kepada klien audit sebagai rekan
6 audit utama untuk jangka waktu 5 (lima) tahun kumulatif atau kurang ketika
7 klien menjadi entitas dengan akuntabilitas publik, maka jumlah tahun individu
8 tersebut dapat terus memberikan jasa kepada klien dalam kapasitas tersebut
9 sebelum rotasi perikatan adalah 7 (tujuh) tahun dikurangi jumlah tahun jasa
10 yang telah diberikan. Sebagai pengecualian paragraf P540.5, jika individu
11 tersebut telah memberikan jasa klien audit sebagai rekan audit utama untuk
12 jangka waktu 6 (enam) tahun kumulatif atau lebih ketika klien menjadi entitas
13 dengan akuntabilitas publik, maka individu dapat terus memberikan jasa
14 dalam kapasitas tersebut dengan persetujuan dari pihak yang bertanggung
15 jawab atas tata kelola maksimal 2 (dua) tahun tambahan sebelum melakukan
16 rotasi perikatan.
17
18 P540.9 Ketika suatu Kantor hanya memiliki beberapa orang dengan pengetahuan
19 dan pengalaman yang diperlukan untuk memberikan jasa sebagai rekan audit
20 utama pada audit atas entitas dengan akuntabilitas publik, maka rotasi rekan
21 audit utama mungkin tidak dapat dilakukan. Sebagai pengecualian paragraf
22 P540.5, jika regulator independen telah memberikan pengecualian atas rotasi
23 rekan dalam keadaan tersebut, maka seseorang dapat tetap menjadi rekan
24 audit utama selama lebih dari 7 (tujuh) tahun, sesuai dengan pengecualian
25 tersebut. Hal ini diberikan ketika regulator independen telah menetapkan
26 persyaratan lain yang akan diterapkan, seperti rentang waktu bahwa rekan
27 audit utama dapat dibebaskan dari rotasi atau penelaahan secara reguler dari
28 pihak eksternal yang independen.
29
30 Pertimbangan Lain Terkait Periode Aktif
31
32 P540.10 Dalam mengevaluasi ancaman yang muncul dari hubungan yang berlangsung
33 lama antara individu dengan perikatan audit, maka Kantor harus memberikan
34 pertimbangan khusus untuk peran yang dilakukan dan lamanya hubungan
35 individu dengan perikatan audit sebelum individu tersebut menjadi rekan audit
36 utama.
37
38 540.10-A1 Mungkin terdapat situasi ketika Kantor, dalam menerapkan kerangka kerja
39 konseptual tersebut, menyimpulkan bahwa hal tersebut tidak sesuai untuk
40 individu yang merupakan rekan audit utama untuk melanjutkan peran tersebut
41 meskipun rentang waktu pemberian jasa sebagai rekan audit utama kurang
42 dari 7 (tujuh) tahun.
43
44 Periode Jeda
45
46 P540.11 Jika individu bertindak sebagai rekan perikatan selama 7 (tujuh) tahun
47 kumulatif, maka periode jeda adalah 5 (lima) tahun berturut-turut.
48

148
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P540.12 Ketika individu telah ditunjuk sebagai penanggung jawab penelaahan


2 pengendalian mutu perikatan dan telah bertindak dalam kapasitas tersebut
3 selama 7 (tujuh) tahun kumulatif, maka periode jeda adalah 3 (tiga) tahun
4 berturut-turut.
5
6 P540.13 Jika individu telah bertindak sebagai rekan audit utama selain dalam
7 kapasitas yang ditetapkan dalam paragraf P540.11 dan P540.12 selama 7
8 (tujuh) tahun kumulatif, maka periode jeda akan menjadi 2 (dua) tahun
9 berturut-turut.
10
11 Pemberian Jasa dalam Kombinasi Berbagai Peran Rekan Audit Utama
12
13 P540.14 Jika individu bertindak dalam kombinasi berbagai peran sebagai rekan audit
14 utama dan sebagai rekan perikatan selama 4 (empat) tahun kumulatif atau
15 lebih, maka periode jeda akan menjadi 5 (lima) tahun berturut-turut.
16
17 P540.15 Tunduk pada paragraf P540.16(a), jika individu bertindak dalam kombinasi
18 berbagai peran sebagai rekan audit utama dan rekan audit utama yang
19 bertanggung jawab atas penelaahan pengendalian mutu perikatan selama
20 empat tahun kumulatif atau lebih, maka periode jeda adalah selama 3 (tiga)
21 tahun berturut-turut.
22
23 P540.16 Jika seorang individu telah bertindak dalam suatu kombinasi antara peran
24 sebagai rekan perikatan dan peran sebagai penelaah pengendalian mutu
25 perikatan selama empat tahun kumulatif atau lebih selama periode aktif, maka
26 periode jeda harus:
27 (a) Sebagai pengecualian paragraf P540.15, menjadi lima tahun berturut-
28 turut ketika individu telah menjadi rekan perikatan selama tiga tahun
29 atau lebih; atau
30 (b) Menjadi tiga tahun berturut-turut dalam hal kombinasi lainnya.
31
32 P540.17 Jika individu berperan dalam setiap kombinasi sebagai rekan audit utama
33 selain yang dibahas dalam paragraf P540.14 hingga P540.16, maka periode
34 jeda akan menjadi 2 (dua) tahun berturut-turut.
35
36 Pemberian Jasa pada Kantor Sebelumnya
37
38 P540.18 Dalam menentukan jumlah tahun ketika individu telah menjadi rekan audit
39 utama sebagaimana diatur dalam paragraf P540.5, lamanya hubungan harus,
40 jika relevan, termasuk waktu ketika individu adalah rekan audit utama pada
41 perikatan tersebut di Kantor sebelumnya.
42
43 Periode Jeda Lebih Singkat yang Ditetapkan oleh Peraturan Perundang-undangan
44
45 P540.19 Apabila badan legislatif atau regulator yang berwenang (atau organisasi yang
46 diberi kewenangan atau diakui oleh badan legislatif atau regulator tersebut)
47 telah menetapkan periode jeda untuk rekan perikatan kurang dari 5 (lima)
48 tahun berturut-turut, periode yang lebih tinggi atau 3 (tiga) tahun mungkin

149
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 dapat digantikan untuk periode jeda 5 (lima) tahun berturut-turut yang


2 ditentukan dalam paragraf P540.11, P540.14, dan P540.16(a) dengan
3 ketentuan bahwa periode aktif yang berlaku tidak melebihi 7 (tujuh) tahun.
4
5 Pembatasan Aktivitas Selama Periode Jeda
6
7 P540.20 Selama periode jeda, individu tidak boleh:
8 (a) Menjadi anggota tim perikatan atau memberikan pengendalian mutu
9 untuk perikatan audit;
10 (b) Memberikan konsultansi kepada tim perikatan atau klien mengenai isu-
11 isu teknis atau industri spesifik, transaksi, atau peristiwa yang
12 memengaruhi perikatan audit (selain diskusi dengan tim perikatan
13 terbatas pada pekerjaan yang dilakukan atau kesimpulan yang dicapai
14 pada tahun terakhir dari waktu aktif individu pada periode ketika hal
15 tersebut tetap relevan dengan audit);
16 (c) Bertanggung jawab untuk memimpin atau mengoordinasikan jasa
17 profesional yang diberikan oleh Kantor atau jaringan Kantornya kepada
18 klien audit, atau mengawasi hubungan Kantor atau jaringan Kantornya
19 dengan klien audit; atau
20 (d) Melakukan peran atau aktivitas lain yang tidak disebutkan di atas
21 sehubungan dengan klien audit, termasuk penyediaan jasa non-asurans
22 yang akan menghasilkan secara individual:
23 (i) Memiliki interaksi yang signifikan atau sering dengan manajemen
24 senior atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola; atau
25 (ii) Memberikan pengaruh langsung terhadap hasil perikatan audit.
26
27 540.20-A1 Ketentuan paragraf P540.20 tidak dimaksudkan untuk mencegah individu dari
28 asumsi peran kepemimpinan di Kantor atau jaringan Kantornya, seperti dari
29 Pemimpin Rekan atau Rekan Senior (pimpinan eksekutif atau setara).
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

150
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 600
2
3 PENYEDIAAN JASA NON-ASURANS KEPADA KLIEN AUDIT
4
5 PENDAHULUAN
6
7 600.1 Kantor disyaratkan mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
9 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 600.2 Kantor dan jaringan Kantornya mungkin menyediakan berbagai jasa non-
13 asurans kepada klien audit, yang konsisten dengan keterampilan dan
14 keahliannya. Pemberian jasa non-asurans kepada klien audit dapat
15 memunculkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika dan
16 ancaman terhadap independensi.
17
18 600.3 Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi yang relevan untuk
19 menerapkan kerangka kerja konseptual untuk mengidentifikasi,
20 mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap independensi saat
21 memberikan jasa non-asurans kepada klien audit. Subseksi di bawah ini
22 mengatur persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan ketika Kantor
23 atau jaringan Kantornya memberikan jasa non-asurans tertentu kepada klien
24 audit dan mengindikasikan jenis ancaman yang mungkin muncul sebagai
25 hasilnya. Beberapa pengaturan dari subseksi termasuk persyaratan yang
26 secara tegas melarang Kantor atau jaringan Kantornya memberikan jasa
27 tertentu kepada klien audit dalam keadaan tertentu karena ancaman yang
28 muncul tidak dapat diatasi dengan menerapkan pengamanan.
29
30 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
31
32 Umum
33
34 P600.4 Sebelum Kantor atau jaringan Kantornya menerima perikatan untuk
35 memberikan jasa non-asurans kepada klien audit, Kantor harus menentukan
36 apakah pemberian jasa tersebut dapat memunculkan ancaman terhadap
37 independensi.
38
39 600.4-A1 Persyaratan dan materi aplikasi pada seksi ini membantu Kantor dalam
40 menganalisis jenis jasa non-asurans tertentu dan ancaman terkait yang
41 mungkin muncul jika Kantor atau jaringan Kantor memberikan jasa non-
42 asurans kepada klien audit.
43
44 600.4-A2 Praktik bisnis baru, evolusi pasar keuangan dan perubahan teknologi
45 informasi adalah salah satu perkembangan yang membuat tidak mungkin
46 untuk menyusun semua daftar jasa non-asurans yang mungkin diberikan
47 kepada klien audit. Akibatnya, Kode Etik tidak mencantumkan daftar lengkap
48 dari semua jasa non-asurans yang mungkin diberikan kepada klien audit.

151
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Mengevaluasi Ancaman
2
3 600.5-A1 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman yang muncul ketika
4 menyediakan jasa non-asurans kepada klien audit meliputi:
5 • Sifat, ruang lingkup, dan tujuan jasa.
6 • Level ketergantungan terhadap keluaran jasa sebagai bagian dari
7 perikatan audit.
8 • Lingkungan hukum dan regulasi di tempat jasa diberikan.
9 • Apakah hasil dari jasa tersebut akan memengaruhi permasalahan yang
10 tercermin laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor, jika
11 demikian:
12 o Sejauh mana keluaran jasa tersebut akan berdampak material
13 terhadap laporan keuangan.
14 o Tingkat subjektivitas yang terlibat dalam menentukan jumlah atau
15 perlakuan yang tepat untuk hal-hal yang tercermin dalam laporan
16 keuangan.
17 • Level keahlian manajemen dan karyawan klien sehubungan dengan
18 jasa yang diberikan tersebut.
19 • Luasnya keterlibatan klien dalam menentukan pertimbangan masalah
20 yang signifikan.
21 • Sifat dan luas dari dampak jasa tersebut, jika ada, terhadap sistem yang
22 menghasilkan informasi yang membentuk bagian signifikan dari:
23 o Pencatatan akuntansi atau laporan keuangan klien yang akan
24 diberikan opini oleh Kantor.
25 o Pengendalian internal klien atas pelaporan keuangan.
26 • Apakah klien merupakan entitas dengan akuntabilitas publik. Misalnya,
27 memberikan jasa non-asurans kepada klien audit yang merupakan
28 entitas dengan akuntabilitas publik mungkin dianggap menghasilkan
29 level ancaman yang lebih tinggi.
30
31 600.5-A2 Subseksi 601 hingga 610 termasuk contoh faktor tambahan yang relevan
32 dalam mengevaluasi level ancaman yang muncul dengan memberikan jasa
33 non-asurans yang ditetapkan dalam subseksi tersebut.
34
35 Materialitas Terkait Laporan Keuangan
36
37 600.5-A3 Subseksi 601 hingga 610 mengacu kepada materialitas dalam kaitannya
38 dengan audit atas laporan keuangan klien. Konsep materialitas dalam
39 kaitannya dengan audit dibahas dalam SA 320, Materialitas dalam Tahap
40 Perencanaan dan Pelaksanaan Audit, dan dalam kaitannya dengan perikatan
41 reviu dalam SPR 2400, Perikatan untuk Reviu atas Laporan Keuangan.
42 Penentuan materialitas melibatkan penerapan pertimbangan profesional dan
43 dipengaruhi oleh faktor kuantitatif dan kualitatif. Hal ini juga dipengaruhi oleh
44 persepsi pengguna atas kebutuhan informasi keuangan.
45
46
47

152
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Berbagai Jasa Non-Asurans yang Diberikan kepada Klien Audit yang Sama
2
3 600.5-A4 Kantor atau jaringan Kantor mungkin memberikan berbagai jasa non-asurans
4 kepada klien audit. Dalam keadaan tersebut, pertimbangan dampak
5 gabungan dari ancaman yang muncul dengan memberikan jasa tersebut
6 relevan dengan evaluasi ancaman oleh Kantor.
7
8 Mengatasi Ancaman
9
10 600.6-A1 Subseksi 601 hingga 610 termasuk contoh tindakan, termasuk pengamanan,
11 yang mungkin untuk mengatasi ancaman terhadap independensi yang
12 muncul pada saat memberikan jasa non-asurans ketika ancaman tidak pada
13 level yang dapat diterima. Contoh-contoh tersebut tidak mencakup semuanya.
14
15 600.6-A2 Beberapa subseksi termasuk persyaratan yang secara tegas melarang Kantor
16 atau jaringan Kantornya untuk memberikan jasa tertentu kepada klien audit
17 dalam keadaan tertentu karena ancaman yang muncul tidak dapat diatasi
18 dengan menerapkan pengamanan.
19
20 600.6-A3 Paragraf 120.10-A2 mencantumkan deskripsi tentang pengamanan.
21 Sehubungan dengan pemberian jasa non-asurans kepada klien audit,
22 pengamanan adalah tindakan, baik secara individual atau gabungan, yang
23 diambil Kantor secara efektif untuk menurunkan ancaman terhadap
24 independensi pada level yang dapat diterima. Dalam beberapa situasi, ketika
25 ancaman muncul dalam pemberian jasa non-asurans kepada klien audit,
26 maka pengamanan mungkin tidak tersedia. Dalam situasi demikian,
27 penerapan kerangka kerja konseptual yang diatur pada Seksi 120
28 mensyaratkan Kantor untuk menolak atau mengakhiri jasa non-asurans atau
29 perikatan audit.
30
31 Larangan Mengambil Alih Tanggung Jawab Manajemen
32
33 P600.7 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh mengambil alih tanggung jawab
34 manajemen untuk klien audit.
35
36 600.7-A1 Tanggung jawab manajemen mencakup mengendalikan, memimpin, dan
37 mengarahkan entitas, termasuk membuat keputusan mengenai akuisisi,
38 alokasi, dan pengendalian atas sumber daya manusia, keuangan, teknologi,
39 sumber daya berwujud da takberwujud.
40
41 600.7-A2 Pemberian jasa non-asurans kepada klien audit memunculkan ancaman
42 kepentingan pribadi dan ancaman telaah pribadi jika Kantor atau jaringan
43 Kantor mengambil alih tanggung jawab manajemen saat memberikan jasa.
44 Pengambil alihan tanggung jawab manajemen juga memunculkan ancaman
45 kedekatan dan mungkin memunculkan ancaman advokasi karena Kantor atau
46 jaringan Kantornya menjadi terlalu dekat dengan cara pandang dan
47 kepentingan manajemen.
48

153
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1
2 600.7-A3 Penentuan apakah suatu aktivitas merupakan tanggung jawab manajemen
3 bergantung pada keadaan serta mensyaratkan penerapan pertimbangan
4 profesional. Contoh aktivitas yang dianggap sebagai tanggung jawab
5 manajemen meliputi:
6 • Menetapkan kebijakan dan arahan strategis.
7 • Mempekerjakan atau memberhentikan karyawan.
8 • Mengarahkan dan mengambil tanggung jawab atas tindakan karyawan
9 entitas dalam kaitannya dengan pekerjaan karyawan untuk entitas.
10 • Otorisasi transaksi.
11 • Mengendalikan atau mengelola rekening bank atau investasi.
12 • Memutuskan rekomendasi yang diberikan kepada Kantor atau jaringan
13 Kantor atau pihak ketiga lain yang akan diimplementasikan.
14 • Melaporkan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola atas
15 nama manajemen.
16 • Mengambil alih tanggung jawab atas:
17 o Penyusunan dan penyajian wajar atas laporan keuangan sesuai
18 dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.
19 o Perancangan, implementasi, pemantauan atau pemeliharaan
20 pengendalian internal.
21
22 600.7-A4 Memberikan advis dan rekomendasi untuk membantu manajemen klien audit
23 dalam melaksanakan tanggung jawabnya tidak mengambil alih tanggung
24 jawab manajemen. (Ref: Para. P600.7 hingga 600.7-A3).
25
26 P600.8 Untuk menghindari pengambilalihan tanggung jawab manajemen ketika
27 memberikan jasa non-asurans kepada klien audit, maka Kantor harus
28 meyakini bahwa manajemen klien membuat semua pertimbangan dan
29 keputusan yang merupakan tanggung jawab manajemen. Hal tersebut
30 termasuk memastikan bahwa manajemen klien:
31 (a) Menunjuk individu yang memiliki keahlian, pengetahuan, dan
32 pengalaman yang sesuai untuk bertanggung jawab setiap saat terhadap
33 keputusan klien dan untuk mengawasi jasa yang diberikan. Individu
34 seperti itu, lebih diutamakan merupakan manajemen senior, yang
35 memahami:
36 (i) Tujuan, sifat dan hasil dari jasa yang dihasilkan; dan
37 (ii) Tanggung jawab masing-masing klien dan Kantor atau jaringan
38 Kantornya. Namun, individu tersebut tidak disyaratkan memiliki
39 keahlian untuk melakukan atau melakukan kembali pemberian
40 jasa tersebut.
41 (b) Melakukan pengawasan atas jasa yang diberikan dan mengevaluasi
42 kecukupan dari hasil jasa yang diberikan untuk kepentingan klien.
43 (c) Menerima tanggung jawab atas tindakan, jika ada, yang akan diambil
44 dari hasil pemberian jasa tersebut.
45
46
47

154
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Pemberian Jasa Non-Asurans kepada Klien Audit yang Kemudian Menjadi Entitas dengan
2 Akuntabilitas Publik
3
4 P600.9 Jasa non-asurans yang diberikan, baik saat ini atau sebelumnya, oleh Kantor
5 atau jaringan Kantornya kepada klien audit mengompromikan independensi
6 Kantor ketika klien menjadi entitas dengan akuntabilitas publik, kecuali:
7 (a) Jasa non-asurans sebelumnya sesuai dengan ketentuan bagian ini
8 yang berhubungan dengan klien audit yang bukan merupakan entitas
9 dengan akuntabilitas publik;
10 (b) Jasa non-asurans saat ini sedang berjalan yang tidak diizinkan
11 berdasarkan bagian ini untuk klien audit yang merupakan entitas
12 dengan akuntabilitas publik berakhir sebelum, atau sesegera mungkin
13 ketika dapat diterapkan, klien menjadi entitas dengan akuntabilitas
14 publik; dan
15 (c) Kantor mengatasi ancaman yang muncul tidak pada level yang dapat
16 diterima.
17
18 Pertimbangan untuk Entitas Berelasi Tertentu
19
20 P600.10 Seksi ini mencakup persyaratan yang melarang Kantor dan jaringan
21 Kantornya untuk mengambil alih tanggung jawab manajemen atau
22 memberikan jasa non-asurans tertentu kepada klien audit. Sebagai
23 pengecualian terhadap persyaratan tersebut, Kantor atau jaringan Kantornya
24 dapat mengambil alih tanggung jawab manajemen atau memberikan jasa
25 non-asurans tertentu yang dilarang untuk entitas berelasi dari klien berikut
26 yang laporan keuangannya akan diberikan opini oleh Kantor atas:
27 (a) Entitas yang memiliki pengendalian langsung atau tidak langsung
28 terhadap klien;
29 (b) Entitas yang memiliki kepentingan keuangan langsung terhadap klien
30 jika entitas tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap klien dan
31 kepentingan klien material bagi entitas; atau
32 (c) Entitas yang berada di bawah pengendalian bersama klien, dengan
33 ketentuan bahwa semua ketentuan berikut terpenuhi:
34 (i) Kantor atau jaringan Kantornya tidak memberikan opini atas
35 laporan keuangan entitas berelasi;
36 (ii) Kantor atau jaringan Kantornya tidak mengambil alih tanggung
37 jawab manajemen, baik secara langsung maupun tidak langsung,
38 untuk laporan keuangan entitas yang akan diberikan opini oleh
39 Kantor;
40 (iii) Jasa tidak memunculkan ancaman telaah pribadi karena hasil
41 jasa tidak tunduk pada prosedur audit; dan
42 (iv) Kantor mengatasi ancaman lain yang muncul ketika memberikan
43 jasa tidak pada level yang dapat diterima.
44
45
46
47
48

155
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SUBSEKSI 601 - JASA PEMBUKUAN DAN AKUNTANSI


2
3 PENDAHULUAN
4
5 601.1 Memberikan jasa akuntansi dan pembukuan kepada klien audit dapat
6 memunculkan ancaman telaah pribadi.
7
8 601.2 Selain persyaratan dan materi aplikasi spesifik dalam subseksi ini,
9 persyaratan dan materi aplikasi dalam paragraf 600.1 hingga P600.10 relevan
10 untuk menerapkan kerangka kerja konseptual ketika memberikan jasa
11 akuntansi dan pembukuan kepada klien audit. Subseksi ini mencakup
12 persyaratan yang melarang Kantor dan jaringan Kantornya untuk memberikan
13 jasa akuntansi dan pembukuan tertentu kepada klien audit pada beberapa
14 keadaan karena ancaman yang muncul tidak dapat diatasi dengan
15 menerapkan pengamanan.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Semua Klien Audit
20
21 601.3-A1 Jasa akuntansi dan pembukuan terdiri atas berbagai jasa termasuk:
22 • Penyusunan catatan akuntansi dan laporan keuangan.
23 • Pencatatan transaksi.
24 • Jasa penggajian.
25
26 601.3-A2 Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar atas
27 laporan keuangan sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang
28 berlaku. Tanggung jawab tersebut termasuk:
29 • Menentukan kebijakan akuntansi dan perlakuan akuntansi yang sesuai
30 dengan kebijakan tersebut.
31 • Menyiapkan atau mengubah dokumen sumber atau data awal, dalam
32 bentuk elektronik atau lainnya, yang membuktikan terjadinya transaksi.
33 Contohnya termasuk:
34 o Pesanan pembelian.
35 o Catatan waktu penggajian.
36 o Pesanan pelanggan.
37 • Mencatat atau mengubah jurnal.
38 • Menentukan atau menyetujui klasifikasi pos transaksi.
39
40 601.3-A3 Proses audit mengharuskan dialog antara Kantor dan manajemen klien audit,
41 yang mungkin melibatkan:
42 • Penerapan standar atau kebijakan akuntansi dan persyaratan
43 pengungkapan atas laporan keuangan.
44 • Penilaian ketepatan pengendalian keuangan dan akuntansi serta
45 metode yang digunakan dalam menentukan jumlah aset dan liabilitas.
46 • Pengajuan jurnal penyesuaian.

156
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Aktivitas ini dianggap sebagai bagian normal dari proses audit dan biasanya
2 tidak menimbulkan ancaman selama klien bertanggung jawab untuk membuat
3 keputusan dalam penyusunan catatan akuntansi dan laporan keuangan.
4
5 601.3-A4 Demikian pula, klien dapat meminta bantuan teknis mengenai hal seperti
6 menyelesaikan masalah rekonsiliasi akun atau menganalisis dan
7 mengumpulkan informasi untuk pelaporan kepada regulator. Selain itu, klien
8 dapat meminta advis teknis tentang masalah akuntansi seperti konversi
9 laporan keuangan yang ada dari satu kerangka pelaporan keuangan ke
10 kerangka pelaporan keuangan yang lain. Contohnya termasuk:
11 • Kepatuhan terhadap kebijakan akuntansi grup.
12 • Proses transisi ke kerangka pelaporan keuangan yang berbeda seperti
13 Standar Akuntansi Keuangan.
14 Jasa semacam itu biasanya tidak memunculkan ancaman, baik Kantor
15 maupun jaringan Kantor tidak mengambil alih tanggung jawab manajemen
16 untuk klien.
17
18 Jasa Akuntansi dan Pembukuan yang Bersifat Rutin atau Mekanis
19
20 601.4-A1 Jasa akuntansi dan pembukuan yang bersifat rutin atau mekanis
21 membutuhkan sedikit atau tidak ada pertimbangan profesional. Beberapa
22 contoh jasa ini adalah:
23 • Penyiapan laporan dan perhitungan penggajian atau berdasarkan data
24 yang dibuat klien untuk disetujui dan dibayarkan oleh klien.
25 • Pencatatan transaksi berulang dengan jumlah yang mudah ditentukan
26 dari dokumen sumber atau data awal, seperti tagihan utilitas yang telah
27 ditentukan atau disetujui ketepatan klasifikasi akunnya oleh klien.
28 • Penghitungan penyusutan aset tetap ketika klien menentukan kebijakan
29 akuntansi dan estimasi masa manfaat aset dan nilai residu.
30 • Pembukuan transaksi yang dikodifikasikan oleh klien ke buku besar.
31 • Pembukuan jurnal yang disetujui klien ke neraca saldo.
32 • Penyusunan laporan keuangan berdasarkan informasi dari neraca saldo
33 yang disetujui klien dan penyusunan catatan atas laporan keuangan
34 terkait berdasarkan catatan yang disetujui klien.
35
36 Klien Audit Merupakan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik
37
38 P601.5 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh memberikan jasa akuntansi dan
39 pembukuan kepada klien audit yang merupakan entitas tanpa akuntabilitas
40 publik termasuk penyusunan laporan keuangan yang akan diberikan opini
41 oleh Kantor atau informasi keuangan yang membentuk dasar dari laporan
42 keuangan tersebut, kecuali:
43 (a) Jasa bersifat rutin atau mekanis; dan
44 (b) Kantor mengatasi setiap ancaman yang muncul dengan memberikan
45 jasa yang tidak pada level yang dapat diterima.
46
47

157
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 601.5-A1 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
2 telaah pribadi yang muncul ketika memberikan jasa akuntansi dan
3 pembukuan yang bersifat rutin dan mekanis kepada klien audit meliputi:
4 • Menugaskan profesional yang bukan anggota tim audit untuk
5 memberikan jasa.
6 • Menugaskan penelaah yang tepat yang tidak terlibat dalam pemberian
7 jasa untuk menelaah pekerjaan audit atau jasa yang dilakukan.
8
9 Klien Audit Merupakan Entitas dengan Akuntabilitas Publik
10
11 P601.6 Tunduk pada pada paragraf P601.7, Kantor atau jaringan Kantornya tidak
12 boleh memberikan jasa akuntansi dan pembukuan kepada klien audit yang
13 merupakan entitas dengan akuntabilitas publik termasuk penyusunan laporan
14 keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor atau informasi keuangan
15 yang menjadi dasar laporan keuangan tersebut.
16
17 P601.7 Sebagai pengecualian terhadap paragraf P601.6, Kantor atau jaringan Kantor
18 dapat memberikan jasa akuntansi dan pembukuan yang bersifat rutin atau
19 mekanis untuk divisi atau entitas berelasi dari klien audit yang merupakan
20 entitas dengan akuntabilitas publik jika personel yang memberikan jasa bukan
21 bagian dari tim audit dan:
22 (a) Divisi atau entitas berelasi yang diberikan jasa secara kolektif tidak
23 material terhadap laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh
24 Kantor; atau
25 (b) Jasa terkait dengan hal yang secara kolektif tidak material terhadap
26 laporan keuangan divisi atau entitas berelasi.
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

158
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SUBSEKSI 602 - JASA ADMINISTRATIF


2
3 PENDAHULUAN
4
5 602.1 Memberikan jasa administratif kepada klien audit biasanya tidak
6 memunculkan ancaman.
7
8 602.2 Selain materi aplikasi spesifik dalam subseksi ini, persyaratan dan materi
9 aplikasi dalam paragraf 600.1 hingga P600.10 relevan untuk menerapkan
10 kerangka kerja konseptual saat memberikan jasa administratif.
11
12 MATERI APLIKASI
13
14 Semua Klien Audit
15
16 602.3-A1 Jasa administrasi melibatkan bantuan kepada klien terhadap tugas yang
17 bersifat rutin atau mekanis dalam operasi normal. Jasa semacam itu
18 mensyaratkan sedikit atau tidak ada pertimbangan profesional dan bersifat
19 klerikal.
20
21 602.3-A2 Contoh jasa administratif meliputi:
22 • Jasa pemrosesan data.
23 • Penyiapan formulir administratif atau dokumen resmi dengan
24 persetujuan klien.
25 • Penyampaian formulir berdasarkan instruksi klien.
26 • Pemantauan tanggal penyampaian dokumen, dan memberikan advis
27 kepada klien audit pada tanggal tersebut.
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47

159
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SUBSEKSI 603 - JASA PENILAIAN


2
3 PENDAHULUAN
4
5 603.1 Memberikan jasa penilaian kepada klien audit dapat memunculkan ancaman
6 telaah pribadi atau ancaman advokasi.
7
8 603.2 Selain persyaratan dan materi aplikasi spesifik dalam subseksi ini,
9 persyaratan dan materi aplikasi dalam paragraf 600.1 hingga P600.10 relevan
10 untuk menerapkan kerangka kerja konseptual ketika memberikan jasa
11 penilaian kepada klien audit. Subseksi ini mencakup persyaratan yang
12 melarang Kantor dan jaringan Kantor untuk memberikan jasa penilaian
13 tertentu kepada klien audit dalam beberapa keadaan karena ancaman yang
14 muncul tidak dapat diatasi dengan menerapkan pengamanan.
15
16 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
17
18 Semua Klien Audit
19
20 603.3-A1 Suatu penilaian terdiri atas pembuatan asumsi yang berkaitan dengan
21 pengembangan masa depan, penerapan metodologi dan teknik yang tepat,
22 dan kombinasi keduanya untuk menghitung nilai tertentu, atau rentang nilai,
23 untuk aset, liabilitas atau bisnis secara keseluruhan.
24
25 603.3-A2 Jika Kantor atau jaringan Kantor diminta untuk melakukan penilaian dalam
26 rangka membantu klien audit atas kewajiban pelaporan pajaknya atau untuk
27 tujuan perencanaan pajak dan hasil penilaian tersebut tidak berdampak
28 langsung terhadap laporan keuangan, kumpulan materi aplikasi dalam
29 paragraf 604.9-A1 hingga 604.9-A5, terkait dengan jasa tersebut, diterapkan.
30
31 603.3-A3 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman telaah pribadi atau
32 ancaman advokasi yang muncul dengan memberikan jasa penilaian kepada
33 klien audit meliputi:
34 • Penggunaan dan tujuan dari laporan penilaian.
35 • Apakah laporan penilaian akan diumumkan kepada publik.
36 • Sejauh mana keterlibatan klien dalam menentukan dan menyetujui
37 metodologi penilaian tersebut dan pertimbangan permasalahan
38 signifikan lainnya.
39 • Tingkat subjektivitas yang melekat pada unsur untuk penilaian yang
40 melibatkan standar atau metodologi yang ditetapkan.
41 • Apakah penilaian akan berdampak material terhadap laporan
42 keuangan.
43 • Sejauh mana dan kejelasan pengungkapan terkait dengan penilaian
44 dalam laporan keuangan.
45 • Tingkat ketergantungan pada kejadian masa depan dari suatu sifat
46 yang dapat menciptakan volatilitas signifikan yang melekat pada
47 jumlahnya.

160
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1
2 603.3-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
3 tersebut meliputi:
4 • Menugaskan profesional yang bukan anggota tim audit untuk
5 memberikan jasa mungkin mengatasi ancaman telaah pribadi atau
6 ancaman advokasi.
7 • Menugaskan penelaah yang tepat, yang tidak terlibat dalam pemberian
8 jasa untuk menelaah pekerjaan audit atau jasa yang telah dilakukan,
9 dapat mengatasi ancaman telaah pribadi.
10
11 Klien Audit Merupakan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik
12
13 P603.4 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh memberikan jasa penilaian kepada
14 klien audit yang merupakan entitas tanpa akuntabilitas publik jika:
15 (a) Penilaian melibatkan level subjektivitas yang signifikan; dan
16 (b) Penilaian akan berdampak material terhadap laporan keuangan yang
17 akan diberikan opini oleh Kantor.
18
19 603.4-A1 Penilaian tertentu tidak melibatkan tingkat subjektivitas yang signifikan. Hal
20 tersebut mungkin terjadi ketika asumsi yang mendasari ditentukan oleh
21 peraturan perundang-undangan, atau diterima secara luas dan ketika teknik
22 dan metodologi yang digunakan didasarkan pada standar yang berlaku umum
23 atau ditentukan oleh peraturan perundang-undangan. Dalam kondisi
24 demikian, hasil penilaian yang dilakukan oleh kedua belah pihak atau lebih
25 tidak akan berbeda secara material.
26
27 Klien Audit yang Merupakan Entitas dengan Akuntabilitas Publik
28
29 P603.5 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh memberikan jasa penilaian kepada
30 klien audit yang merupakan entitas dengan akuntabilitas publik, jika jasa
31 penilaian akan berdampak material, baik secara individual atau agregat,
32 terhadap laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor.
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
161
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SUBSEKSI 604 - JASA PERPAJAKAN


2
3 PENDAHULUAN
4
5 604.1 Memberikan jasa perpajakan kepada klien audit dapat memunculkan
6 ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi.
7
8 604.2 Selain persyaratan dan materi aplikasi spesifik dalam subseksi ini,
9 persyaratan dan materi aplikasi dalam paragraf 600.1 hingga P600.10 relevan
10 untuk menerapkan kerangka kerja konseptual ketika memberikan jasa
11 perpajakan kepada klien audit. Subseksi ini mencakup persyaratan yang
12 melarang Kantor dan jaringan Kantor memberikan jasa perpajakan tertentu
13 kepada klien audit dalam beberapa keadaan karena ancaman yang muncul
14 tidak dapat diatasi dengan menerapkan pengamanan.
15
16 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
17
18 Semua Klien Audit
19
20 604.3-A1 Jasa perpajakan terdiri atas berbagai jasa, termasuk aktivitas seperti:
21 • Penyusunan Surat Pemberitahuan pajak (“SPT”).
22 • Perhitungan pajak untuk tujuan mempersiapkan jurnal akuntansi.
23 • Perencanaan pajak dan jasa konsultansi pajak lainnya.
24 • Jasa perpajakan yang melibatkan penilaian.
25 • Bantuan dalam penyelesaian sengketa pajak.
26 Sementara subseksi ini berhubungan dengan setiap jenis jasa pajak yang
27 tercantum di atas berdasarkan judul yang terpisah, dalam praktiknya, aktivitas
28 yang melibatkan penyediaan jasa perpajakan sering berkaitan.
29
30 604.3-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman yang muncul dari
31 pemberian jasa perpajakan apapun kepada klien audit meliputi:
32 • Karakteristik khusus dari perikatan.
33 • Level keahlian pajak dari karyawan klien.
34 • Sistem penilaian dan pengadministrasian oleh otoritas pajak dan peran
35 Kantor atau jaringan Kantor dalam proses tersebut.
36 • Kompleksitas ketentuan pajak yang relevan dan tingkat pertimbangan
37 dalam penerapan ketentuan tersebut.
38
39 Penyusunan SPT Pajak
40
41 Semua Klien Audit
42
43 604.4-A1 Memberikan jasa penyusunan SPT pajak biasanya tidak memunculkan
44 ancaman.
45
46
47

162
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 604.4-A2 Jasa penyusunan SPT pajak meliputi:


2 • Membantu klien terkait kewajiban pelaporan pajak dengan menyusun
3 dan mengumpulkan informasi, termasuk jumlah pajak terutang
4 (biasanya pada formulir standar) yang disyaratkan untuk diserahkan
5 kepada otoritas perpajakan yang berwenang.
6 • Memberikan advis tentang penyusunan SPT pajak atas transaksi masa
7 lalu dan atas nama klien audit menanggapi permintaan otoritas
8 perpajakan terkait informasi dan analisis tambahan (misalnya,
9 memberikan penjelasan dan dukungan teknis terhadap pendekatan
10 yang dipilih).
11
12 604.4-A3 Jasa penyusunan SPT pajak biasanya didasarkan pada informasi historis dan
13 pada prinsipnya melibatkan analisis dan penyajian informasi historis tersebut
14 berdasarkan peraturan perpajakan yang ada, termasuk preseden dan praktik
15 yang telah ditetapkan. Selanjutnya, SPT pajak tunduk pada proses
16 penelaahan atau persetujuan apa pun yang dianggap tepat oleh otoritas
17 perpajakan.
18
19 Perhitungan Pajak untuk Tujuan Penyiapan Jurnal Akuntansi
20
21 Semua Klien Audit
22
23 604.5-A1 Menyiapkan perhitungan aset (liabilitas) pajak kini dan pajak tangguhan klien
24 audit untuk tujuan menyiapkan jurnal akuntansi yang akan diaudit oleh
25 Kantor, memunculkan ancaman telaah pribadi.
26
27 604.5-A2 Selain faktor-faktor dalam paragraf 604.3-A2, faktor yang relevan dalam
28 mengevaluasi level ancaman yang muncul ketika menyiapkan perhitungan
29 tersebut untuk klien audit adalah apakah perhitungan mungkin berdampak
30 material terhadap laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor.
31
32 Klien Audit yang Merupakan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik
33
34 604.5-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
35 telaah pribadi ketika klien audit merupakan entitas tanpa akuntabilitas publik
36 mencakup:
37 • Menugaskan profesional yang bukan anggota tim audit untuk
38 memberikan jasa.
39 • Menugaskan penelaah yang tepat yang tidak terlibat dalam pemberian
40 jasa untuk menelaah pekerjaan audit atau memberikan jasa yang telah
41 dilakukan.
42
43
44
45
46
47

163
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Klien Audit yang Merupakan Entitas dengan Akuntabilitas Publik


2
3 P604.6 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh menyiapkan perhitungan pajak atas
4 liabilitas (aset) pajak kini dan tangguhan untuk klien audit yang merupakan
5 entitas dengan akuntabilitas publik untuk tujuan menyiapkan jurnal akuntansi
6 yang material dalam laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor.
7
8 604.6-A1 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan dalam paragraf 604.5-A3
9 untuk mengatasi ancaman telaah pribadi juga berlaku ketika menyiapkan
10 penghitungan pajak atas liabilitas (aset) pajak kini dan tangguhan kepada
11 klien audit yang merupakan entitas dengan akuntabilitas publik yang tidak
12 material atas laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor.
13
14 Perencanaan Pajak dan Jasa Konsultansi Pajak Lainnya
15
16 Semua Klien Audit
17
18 604.7-A1 Menyediakan jasa perencanaan pajak dan jasa konsultansi pajak lainnya
19 dapat memunculkan ancaman telaah pribadi atau advokasi.
20
21 604.7-A2 Perencanaan pajak atau jasa konsultansi pajak lainnya terdiri atas berbagai
22 jasa, seperti memberi advis kepada klien bagaimana menyusun urusannya
23 atas pajak dengan cara yang efisien atau memberi advis tentang penerapan
24 undang-undang atau peraturan perpajakan terbaru.
25
26 604.7-A3 Selain paragraf 604.3-A2, faktor yang relevan dalam mengevaluasi level
27 ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi yang muncul dengan
28 memberikan jasa perencanaan pajak dan jasa konsultansi pajak lainnya
29 kepada klien audit termasuk:
30 • Tingkat subjektivitas yang terlibat dalam menentukan perlakuan yang
31 tepat atas advis pajak dalam laporan keuangan.
32 • Apakah perlakuan pajak didukung oleh putusan pribadi atau telah
33 diklarifikasi oleh otoritas perpajakan sebelum penyusunan laporan
34 keuangan.
35 Sebagai contoh, apakah advis yang diberikan sebagai hasil dari jasa
36 perencanaan pajak dan jasa konsultansi pajak lainnya:
37 o Jelas didukung oleh otoritas perpajakan atau preseden lainnya.
38 o Merupakan praktik yang berlaku umum.
39 o Memiliki dasar dalam hukum pajak yang cenderung berlaku.
40 • Sejauh mana hasil dari advis pajak akan berdampak material terhadap
41 laporan keuangan.
42 • Apakah efektivitas advis pajak bergantung pada perlakuan akuntansi
43 atau penyajian dalam laporan keuangan dan terdapat keraguan
44 mengenai ketepatan perlakuan atau penyajian akuntansi berdasarkan
45 kerangka pelaporan keuangan yang relevan.
46

164
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 604.7-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
2 tersebut termasuk:
3 • Menugaskan profesional yang bukan anggota tim audit untuk
4 memberikan jasa, mungkin dapat mengatasi ancaman telaah pribadi
5 atau ancaman advokasi.
6 • Menugaskan penelaah yang tepat, yang tidak terlibat dalam pemberian
7 jasa telaah atas pekerjaan audit atau jasa yang telah dilaksanakan
8 dapat mengatasi ancaman telaah pribadi.
9 • Memperoleh persetujuan dari otoritas perpajakan dapat mengatasi
10 ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi.
11
12 Ketika Efektivitas Advis Pajak Bergantung pada Perlakuan atau Penyajian Akuntansi
13 Tertentu
14
15 P604.8 Kantor atau jaringan Kantor tidak akan memberikan jasa perencanaan pajak
16 dan jasa konsultansi pajak lainnya kepada klien audit ketika efektivitas advis
17 pajak bergantung pada perlakuan atau penyajian akuntansi tertentu dalam
18 laporan keuangan dan:
19 (a) Tim audit memiliki keraguan atas ketepatan perlakuan atau penyajian
20 akuntansi terkait berdasarkan kerangka pelaporan keuangan yang
21 relevan; dan
22 (b) Hasil atau konsekuensi dari advis pajak akan berdampak material
23 terhadap laporan keuangan yang diberikan opini oleh Kantor.
24
25 Jasa Perpajakan Termasuk Penilaian
26
27 Semua Klien Audit
28
29 604.9-A1 Memberikan jasa penilaian pajak kepada klien audit dapat memunculkan
30 ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi.
31
32 604.9-A2 Kantor atau jaringan Kantor mungkin melakukan penilaian hanya untuk
33 keperluan pajak, ketika hasil penilaian tidak akan berdampak langsung
34 terhadap laporan keuangan (yaitu, laporan keuangan hanya dipengaruhi oleh
35 jurnal akuntansi yang terkait dengan pajak). Hal ini biasanya tidak
36 memunculkan ancaman jika dampaknya terhadap laporan keuangan tidak
37 material atau penilaian bergantung pada telaah eksternal oleh otoritas
38 perpajakan atau regulator yang serupa.
39
40 604.9-A3 Jika penilaian yang dilakukan untuk tujuan pajak tidak ditelaah oleh pihak
41 eksternal dan pengaruhnya material terhadap laporan keuangan, selain
42 paragraf 604.3-A2, maka faktor berikut relevan dalam mengevaluasi level
43 ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi yang muncul bersamaan
44 dengan penyediaan jasa tersebut kepada klien audit:
45 • Sejauh mana metodologi penilaian didukung oleh peraturan perundang-
46 undangan perpajakan, preseden lain atau praktik yang sudah
47 ditetapkan.

165
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Level subjektivitas yang melekat dalam penilaian.


2 • Keandalan dan keluasan data yang digunakan sebagai dasar penilaian.
3
4 604.9-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
5 tersebut, termasuk:
6 • Menugaskan profesional yang bukan anggota tim audit untuk
7 memberikan jasa, mungkin dapat mengatasi ancaman telaah pribadi
8 atau ancaman advokasi.
9 • Menugaskan penelaah yang tepat, yang tidak terlibat dalam pemberian
10 jasa untuk menelaah pekerjaan audit atau jasa yang telah dilaksanakan
11 dapat mengatasi ancaman telaah pribadi.
12 • Memperoleh persetujuan dari otoritas perpajakan dapat mengatasi
13 ancaman.
14
15 604.9-A5 Kantor atau jaringan Kantor mungkin juga melakukan penilaian pajak untuk
16 membantu klien audit dengan kewajiban pelaporan pajak atau untuk tujuan
17 perencanaan pajak ketika hasil penilaian akan berdampak langsung terhadap
18 laporan keuangan. Dalam situasi demikian, persyaratan dan materi aplikasi
19 yang ditetapkan dalam Subseksi 603 yang berkaitan dengan jasa penilaian
20 berlaku.
21
22 Asistensi Penyelesaian Sengketa Pajak
23
24 Semua Klien Audit
25
26 604.10-A1 Memberikan bantuan dalam penyelesaian sengketa pajak kepada klien audit
27 dapat memunculkan ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi.
28
29 604.10-A2 Sengketa pajak mungkin mencapai akhir ketika otoritas pajak telah
30 memberitahukan klien audit bahwa argumen terhadap masalah tertentu telah
31 ditolak dan baik otoritas pajak atau klien merujuk permasalahan untuk
32 penentuan dalam proses formal, misalnya, di hadapan lembaga penyelesaian
33 sengketa publik (contoh: BANI) atau pengadilan.
34
35 604.10-A3 Selain yang diatur dalam paragraf 604.3-A2, faktor yang relevan dalam
36 mengevaluasi level ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi yang
37 muncul pada saat membantu klien audit dalam penyelesaian sengketa pajak
38 mencakup:
39 • Peran manajemen dalam penyelesaian sengketa.
40 • Sejauh mana hasil perselisihan akan berdampak material terhadap
41 laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor.
42 • Apakah advis yang diberikan adalah subjek dari sengketa pajak.
43 • Sejauh mana permasalahan tersebut didukung oleh peraturan
44 perundang-undangan perpajakan, preseden lainnya, atau praktik yang
45 telah ditetapkan.
46 • Apakah permintaan keterangan dilakukan secara terbuka.
47

166
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 604.10-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
2 tersebut termasuk:
3 • Menugaskan profesional yang bukan anggota tim audit untuk
4 memberikan jasa mungkin mengatasi ancaman telaah pribadi atau
5 ancaman advokasi.
6 • Menugaskan penelaah yang tepat, yang tidak terlibat dalam pemberian
7 jasa untuk menelaah pekerjaan audit atau jasa yang telah dilaksanakan
8 dapat mengatasi ancaman telaah pribadi.
9
10 Penyelesaian Permasalahan Pajak yang Melibatkan Tindakan sebagai Advokat
11
12 P604.11 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh memberikan jasa perpajakan
13 termasuk membantu penyelesaian sengketa pajak kepada klien audit jika:
14 (a) Pemberian jasa termasuk bertindak sebagai advokat bagi klien audit
15 sebelum pengadilan publik atau pengadilan dalam penyelesaian
16 permasalahan pajak; dan
17 (b) Jumlah yang disengketakan material untuk laporan keuangan yang
18 akan diberikan opini oleh Kantor.
19
20 604.11-A1 Paragraf P604.11 tidak menghalangi Kantor atau jaringan Kantor berperan
21 sebagai konsultan berkelanjutan dalam kaitannya dengan permasalahan yang
22 diperoleh sebelum lembaga penyelesaian pengadilan publik atau pengadilan,
23 misalnya:
24 • Menanggapi permintaan spesifik untuk informasi.
25 • Memberikan laporan faktual atau kesaksian tentang pekerjaan yang
26 dilakukan.
27 • Membantu klien dalam menganalisis masalah pajak yang terkait dengan
28 masalah tersebut.
29
30 604.11-A2 Apa yang merupakan “pengadilan publik atau pengadilan” bergantung pada
31 bagaimana proses pajak pada yurisdiksi tertentu.
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47

167
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SUBSEKSI 605 - JASA AUDIT INTERNAL


2
3 PENDAHULUAN
4
5 605.1 Menyediakan jasa audit internal kepada klien audit dapat memunculkan
6 ancaman telaah pribadi.
7
8 605.2 Selain persyaratan dan materi aplikasi spesifik dalam subseksi ini,
9 persyaratan dan materi aplikasi dalam paragraf 600.1 hingga P600.10 relevan
10 untuk menerapkan kerangka kerja konseptual ketika memberikan jasa audit
11 internal kepada klien audit. Subseksi ini termasuk persyaratan yang melarang
12 Kantor dan jaringan Kantor untuk memberikan jasa audit internal tertentu
13 kepada klien audit dalam beberapa keadaan karena ancaman yang muncul
14 tidak dapat diatasi dengan menerapkan pengamanan.
15
16 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
17
18 Semua Klien Audit
19
20 605.3-A1 Jasa audit internal mencakup membantu klien audit dalam pelaksanaan
21 aktivitas audit internalnya. Aktivitas audit internal mungkin meliputi:
22 • Pemantauan pengendalian internal - menelaah pengendalian,
23 memantau operasi dan, merekomendasikan perbaikan kepada klien.
24 • Pemeriksaan informasi keuangan dan operasional dengan:
25 o Penelaahan terhadap cara yang digunakan untuk
26 mengidentifikasi, mengukur, mengklasifikasikan dan melaporkan
27 informasi keuangan dan operasional.
28 o Menanyakan secara spesifik tentang informasi tertentu termasuk
29 pengujian yang terinci atas transaksi, saldo, dan prosedur.
30 • Penelaahan atas aspek ekonomi, efisiensi dan efektivitas aktivitas
31 operasional termasuk aktivitas nonkeuangan dari suatu entitas.
32 • Penelaahan ketaatan terhadap:
33 o Peraturan perundang-undangan dan persyaratan ketentuan
34 eksternal lainnya.
35 o Kebijakan manajemen, arahan dan persyaratan ketentuan internal
36 lainnya.
37
38 605.3-A2 Ruang lingkup, tujuan aktivitas audit internal sangat bervariasi dan
39 bergantung pada ukuran, struktur entitas, serta persyaratan manajemen dan
40 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
41
42 P605.4 Ketika memberikan jasa audit internal kepada klien audit, Kantor harus
43 meyakini bahwa:
44 (a) Klien menunjuk sumber daya yang tepat dan kompeten, sebaiknya
45 merupakan manajemen senior, untuk:
46 (i) Bertanggung jawab setiap saat atas aktivitas audit internal; dan

168
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (ii) Memahami tanggung jawab untuk merancang,


2 mengimplementasikan, memantau, dan memelihara pengendalian
3 internal.
4 (b) Manajemen klien atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola,
5 menilai dan menyetujui ruang lingkup, risiko dan frekuensi jasa audit
6 internal;
7 (c) Manajemen klien mengevaluasi kecukupan jasa audit internal dan hasil
8 temuan dari kinerjanya;
9 (d) Manajemen klien mengevaluasi dan menentukan rekomendasi yang
10 dihasilkan dari jasa audit internal untuk mengimplementasikan dan
11 mengelola proses implementasi; dan
12 (e) Laporan manajemen klien kepada pihak yang bertanggung jawab atas
13 tata kelola, temuan dan rekomendasi signifikan yang dihasilkan dari
14 jasa audit internal.
15
16 605.4-A1 Paragraf P600.7 menghalangi Kantor atau jaringan Kantor dari mengambil
17 alih tanggung jawab manajemen. Melakukan bagian signifikan dari aktivitas
18 audit internal klien meningkatkan kemungkinan bahwa Kantor atau personel
19 jaringan Kantor yang menyediakan jasa audit internal akan mengambil alih
20 tanggung jawab manajemen.
21
22 605.4-A2 Contoh jasa audit internal yang melibatkan tanggung jawab manajemen
23 meliputi:
24 • Menetapkan kebijakan audit internal atau arahan strategis atas aktivitas
25 audit internal.
26 • Mengarahkan dan mengambil tanggung jawab atas tindakan karyawan
27 audit internal entitas.
28 • Memutuskan rekomendasi yang dihasilkan dari kegiatan audit internal
29 untuk diimplementasikan.
30 • Melaporkan hasil aktivitas audit internal kepada pihak yang
31 bertanggung jawab atas tata kelola atas nama manajemen.
32 • Melakukan prosedur yang merupakan bagian dari pengendalian
33 internal, seperti menelaah dan menyetujui perubahan atas hak akses
34 data karyawan.
35 • Bertanggung jawab untuk merancang, mengimplementasikan,
36 memantau dan memelihara pengendalian internal.
37 • Melakukan jasa audit internal yang dialihdayakan, yang terdiri atas
38 semua atau sebagian besar fungsi audit internal, ketika Kantor atau
39 jaringan Kantor bertanggung jawab untuk menentukan ruang lingkup
40 pekerjaan audit internal; dan mungkin memiliki tanggung jawab untuk
41 satu atau lebih dari permasalahan yang disebutkan di atas.
42
43 605.4-A3 Ketika Kantor menggunakan pekerjaan fungsi audit internal dalam perikatan
44 audit, SA mensyaratkan pelaksanaan prosedur untuk mengevaluasi
45 kecukupan pekerjaan tersebut. Demikian pula, ketika Kantor atau jaringan
46 Kantor menerima perikatan untuk memberikan jasa audit internal kepada klien
47 audit, maka hasil dari jasa tersebut dapat digunakan dalam melakukan audit

169
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 eksternal. Hal tersebut memunculkan ancaman telaah pribadi karena mungkin


2 tim audit akan menggunakan hasil jasa audit internal untuk tujuan perikatan
3 audit tanpa:
4 • Mengevaluasi hasil tersebut secara tepat; atau
5 • Menerapkan level skeptisisme profesional yang sama seperti yang
6 dilakukan ketika pekerjaan audit internal dilakukan oleh individu yang
7 bukan anggota Kantor.
8
9 605.4-A4 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman telaah pribadi
10 meliputi:
11 • Materialitas atas jumlah dalam laporan keuangan terkait.
12 • Risiko salah saji atas asersi yang terkait dengan jumlah dalam laporan
13 keuangan tersebut.
14 • Tingkat keyakinan bahwa tim audit akan ditempatkan pada pekerjaan
15 jasa audit internal, termasuk dalam proses audit eksternal.
16
17 605.4-A5 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
18 telaah pribadi adalah menugaskan profesional yang bukan anggota tim audit
19 untuk melaksanakan jasa.
20
21 Klien Audit Merupakan Entitas dengan Akuntabilitas Publik
22
23 P605.5 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh memberikan jasa audit internal
24 kepada klien audit yang merupakan entitas dengan akuntabilitas publik, jika
25 jasa tersebut berkaitan dengan dengan:
26 (a) Bagian signifikan dari pengendalian internal atas laporan keuangan;
27 (b) Sistem akuntansi keuangan yang menghasilkan informasi, baik secara
28 individual atau agregat, material terhadap catatan akuntansi klien atau
29 laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor; atau
30 (c) Jumlah atau pengungkapan, baik secara individual atau agregat,
31 material terhadap laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh
32 Kantor.
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47

170
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SUBSEKSI 606 - JASA SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI


2
3 PENDAHULUAN
4
5 606.1 Menyediakan jasa teknologi informasi (TI) untuk klien audit dapat
6 memunculkan ancaman telaah pribadi.
7
8 606.2 Selain persyaratan dan materi aplikasi dalam subseksi ini, persyaratan dan
9 materi aplikasi dalam paragraf 600.1 hingga P600.10 relevan untuk
10 menerapkan kerangka kerja konseptual saat memberikan jasa sistem TI
11 kepada klien audit. Subseksi ini mencakup persyaratan yang melarang Kantor
12 dan jaringan Kantor menyediakan jasa sistem TI tertentu kepada klien audit
13 dalam beberapa keadaan karena ancaman yang muncul tidak dapat diatasi
14 dengan menerapkan pengamanan.
15
16 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
17
18 Semua Klien Audit
19
20 606.3-A1 Jasa yang terkait dengan sistem TI mencakup perancangan atau
21 implementasi perangkat keras atau sistem perangkat lunak. Sistem TI
22 mungkin:
23 (a) Sumber data agregat;
24 (b) Bagian dari pengendalian internal atas pelaporan keuangan; atau
25 (c) Menghasilkan informasi yang berdampak terhadap catatan akuntansi
26 atau laporan keuangan, termasuk pengungkapan terkait.
27 Namun, sistem TI mungkin juga melibatkan permasalahan yang tidak terkait
28 dengan catatan akuntansi klien audit atau pengendalian internal atas
29 pelaporan keuangan atau laporan keuangan.
30
31 606.3-A2 Paragraf P600.7 melarang Kantor atau jaringan Kantor dari mengambil alih
32 tanggung jawab manajemen. Menyediakan jasa sistem TI berikut kepada
33 klien audit biasanya tidak memunculkan ancaman selama personel Kantor
34 atau jaringan Kantor tidak mengambil alih tanggung jawab manajemen:
35 (a) Merancang atau mengimplementasikan sistem TI yang tidak terkait
36 dengan pengendalian internal atas pelaporan keuangan;
37 (b) Merancang atau mengimplementasikan sistem TI yang tidak
38 menghasilkan informasi yang membentuk bagian signifikan dari catatan
39 akuntansi atau laporan keuangan;
40 (c) Mengimplementasikan perangkat lunak akuntansi atau pelaporan
41 informasi keuangan siap pakai yang tidak dikembangkan oleh Kantor
42 atau jaringan Kantor, jika kustomisasi yang diperlukan untuk memenuhi
43 kebutuhan klien tidak signifikan; dan
44 (d) Mengevaluasi dan membuat rekomendasi berkenaan dengan sistem TI
45 yang dirancang, diimplementasikan atau dioperasikan oleh penyedia
46 jasa lain atau klien.
47

171
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P606.4 Ketika memberikan jasa sistem TI kepada klien audit, Kantor atau jaringan
2 Kantor harus meyakini bahwa:
3 (a) Klien memahami tanggung jawabnya untuk membangun dan memonitor
4 sistem pengendalian internal;
5 (b) Klien menetapkan tanggung jawab untuk membuat semua keputusan
6 manajemen sehubungan dengan desain dan implementasi perangkat
7 keras atau sistem perangkat lunak untuk karyawan yang kompeten,
8 sebaiknya merupakan manajemen senior;
9 (c) Klien membuat semua keputusan manajemen sehubungan dengan
10 desain dan proses implementasi;
11 (d) Klien mengevaluasi kecukupan dan hasil dari desain dan implementasi
12 sistem; dan
13 (e) Klien bertanggung jawab untuk mengoperasikan sistem (perangkat
14 keras atau perangkat lunak) dan terhadap data yang digunakan atau
15 dihasilkan.
16
17 606.4-A1 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman telaah pribadi yang
18 dibuat dengan menyediakan jasa sistem TI kepada klien audit meliputi:
19 • Sifat dari jasa tersebut.
20 • Sifat sistem TI dan sejauh mana pengaruh atau interaksinya dengan
21 catatan atau laporan keuangan klien.
22 • Level kepercayaan yang akan ditempatkan pada sistem TI tertentu
23 sebagai bagian dari audit.
24
25 606.4-A2 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
26 telaah pribadi adalah menugaskan profesional yang bukan anggota tim audit
27 untuk memberikan jasa.
28
29 Klien Audit Merupakan Entitas dengan Akuntabilitas Publik
30
31 P606.5 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh memberikan jasa sistem TI kepada
32 klien audit yang merupakan entitas dengan akuntabilitas publik jika jasa
33 tersebut melibatkan perancangan atau implementasi sistem TI yang:
34 (a) Membentuk bagian signifikan dari pengendalian internal atas pelaporan
35 keuangan; atau
36 (b) Menghasilkan informasi yang signifikan terhadap catatan akuntansi
37 klien atau laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor.
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47

172
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SUBSEKSI 607 - JASA PENUNJANG LITIGASI


2
3 PENDAHULUAN
4
5 607.1 Memberikan jasa penunjang litigasi tertentu kepada klien audit dapat
6 memunculkan ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi.
7
8 607.2 Selain materi aplikasi spesifik dalam subseksi ini, persyaratan dan materi
9 aplikasi dalam paragraf 600.1 hingga P600.10 relevan untuk menerapkan
10 kerangka kerja konseptual saat memberikan jasa penunjang litigasi kepada
11 klien audit.
12
13 MATERI APLIKASI
14
15 Semua Klien Audit
16
17 607.3-A1 Jasa penunjang litigasi dapat mencakup aktivitas seperti:
18 • Bantuan pengelolaan dokumen dan pengambilannya.
19 • Bertindak sebagai saksi, termasuk saksi ahli.
20 • Menghitung perkiraan kerugian yang diestimasikan atau jumlah lain
21 yang mungkin menjadi piutang atau utang sebagai hasil dari litigasi atau
22 sengketa hukum lainnya.
23
24 607.3-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman telaah pribadi atau
25 ancaman advokasi yang muncul dengan memberikan jasa penunjang litigasi
26 kepada klien audit meliputi:
27 • Lingkungan hukum dan peraturan perundang-undangan ketika jasa
28 diberikan, misalnya, apakah seorang saksi ahli dipilih dan diangkat oleh
29 pengadilan.
30 • Sifat dan karakteristik jasa.
31 • Sejauh mana hasil dari jasa penunjang litigasi akan berdampak material
32 terhadap laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor.
33
34 607.3-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
35 telaah pribadi atau ancaman advokasi semacam itu adalah menugaskan
36 seorang profesional yang bukan anggota tim audit untuk melakukan jasa
37 tersebut.
38
39 607.3-A4 Jika Kantor atau jaringan Kantor memberikan jasa penunjang litigasi kepada
40 klien audit dan jasa tersebut melibatkan estimasi kerugian atau jumlah lain
41 yang memengaruhi laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor,
42 maka persyaratan dan materi aplikasi yang ditetapkan dalam Subseksi 603
43 terkait dengan penerapan jasa penilaian berlaku.
44
45
46
47

173
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SUBSEKSI 608 - JASA HUKUM


2
3 PENDAHULUAN
4
5 608.1 Memberikan jasa hukum kepada klien audit dapat memunculkan ancaman
6 telaah pribadi atau ancaman advokasi.
7
8 608.2 Selain persyaratan dan materi aplikasi spesifik dalam subseksi ini,
9 persyaratan dan materi aplikasi dalam paragraf 600.1 hingga P600.10 relevan
10 untuk menerapkan kerangka kerja konseptual saat memberikan jasa hukum
11 kepada klien audit. Subseksi ini termasuk persyaratan yang melarang Kantor
12 dan jaringan Kantor dari menyediakan jasa hukum tertentu kepada klien audit
13 dalam beberapa keadaan karena ancaman tidak dapat diatasi dengan
14 menerapkan pengamanan.
15
16 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
17
18 Semua Klien Audit
19
20 608.3-A1 Jasa hukum didefinisikan sebagai jasa apa pun yang disediakan oleh individu
21 yang menyediakan jasa tersebut:
22 (a) Memiliki pelatihan hukum yang disyaratkan untuk berpraktik hukum;
23 atau
24 (b) Diakui untuk berpraktik hukum di hadapan pengadilan dalam yurisdiksi
25 ketika jasa tersebut diberikan.
26
27 Bertindak sebagai Konsultan
28
29 608.4-A1 Bergantung pada yurisdiksi, jasa konsultansi hukum mungkin mencakup
30 berbagai area jasa yang luas dan beragam termasuk jasa korporat dan
31 komersial kepada klien audit, seperti:
32 • Dukungan penyusunan kontrak.
33 • Mendukung klien audit dalam melakukan transaksi.
34 • Merger dan akuisisi.
35 • Mendukung dan membantu departemen hukum internal klien audit.
36 • Uji tuntas dan restrukturisasi hukum.
37
38 608.4-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman telaah pribadi atau
39 ancaman advokasi yang muncul dalam memberikan jasa konsultansi hukum
40 kepada klien audit meliputi:
41 • Materialitas atas permasalahan spesifik yang berkaitan dengan laporan
42 keuangan klien.
43 • Kompleksitas permasalahan hukum dan level penilaian yang diperlukan
44 untuk memberikan jasa.
45
46
47

174
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 608.4-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
2 tersebut mencakup:
3 • Menugaskan profesional yang bukan anggota tim audit untuk
4 melakukan jasa mungkin akan menghadapi ancaman telaah pribadi
5 atau ancaman advokasi.
6 • Menugaskan penelaah yang tepat yang tidak terlibat dalam memberikan
7 jasa penelaahan atas pekerjaan audit atau jasa yang dilakukan dapat
8 mengatasi ancaman telaah pribadi.
9
10 Bertindak sebagai Penasihat Hukum
11
12 P608.5 Seorang rekan atau karyawan Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh
13 berfungsi sebagai penasihat umum untuk urusan hukum dari klien audit.
14
15 608.5-A1 Posisi penasihat umum biasanya merupakan posisi manajemen senior
16 dengan tanggung jawab luas untuk urusan hukum perusahaan.
17
18 Bertindak dalam Peran Advokasi
19
20 P608.6 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh bertindak dalam peran advokasi untuk
21 klien audit dalam menyelesaikan sengketa atau litigasi ketika jumlahnya
22 material pada laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh Kantor.
23
24 608.6-A1 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
25 telaah pribadi yang dibuat ketika bertindak dalam peran advokasi untuk klien
26 audit jika jumlahnya tidak material terhadap laporan keuangan yang akan
27 diberikan opini oleh Kantor termasuk:
28 • Menugaskan profesional yang bukan anggota tim audit untuk
29 melakukan jasa.
30 • Menugaskan penelaah yang tepat, yang tidak terlibat dalam
31 memberikan jasa penelaahan atas pekerjaan audit atau jasa yang
32 dilakukan.
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47

175
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SUBSEKSI 609 - JASA REKRUTMEN


2
3 PENDAHULUAN
4
5 609.1 Memberikan jasa perekrutan karyawan kepada klien audit dapat
6 memunculkan ancaman kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau
7 ancaman intimidasi.
8
9 609.2 Selain persyaratan dan materi aplikasi spesifik dalam subseksi ini,
10 persyaratan dan materi aplikasi dalam paragraf 600.1 hingga P600.10 relevan
11 untuk menerapkan kerangka kerja konseptual ketika menyediakan jasa
12 perekrutan kepada klien audit. Subseksi ini termasuk persyaratan yang
13 melarang Kantor dan jaringan Kantor dari menyediakan jenis jasa perekrutan
14 tertentu kepada klien audit dalam beberapa keadaan karena ancaman yang
15 muncul tidak dapat diatasi dengan menerapkan pengamanan.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Semua Klien Audit
20
21 609.3-A1. Jasa perekrutan dapat mencakup aktivitas seperti:
22 • Mengembangkan deskripsi pekerjaan.
23 • Mengembangkan proses pengidentifikasian dan memilih kandidat yang
24 potensial.
25 • Mencari kandidat yang diperlukan atau mencari tahu kandidat yang
26 tepat.
27 • Menyaring kandidat potensial untuk peran tersebut dengan:
28 o Menelaah kualifikasi profesional atau kompetensi pelamar dan
29 menentukan kesesuaiannya untuk posisi tersebut.
30 o Melakukan pemeriksaan referensi calon kandidat.
31 o Mewawancarai dan memilih kandidat yang cocok dan memberi
32 advis tentang kompetensi kandidat.
33 • Menentukan ketentuan kerja dan perincian negosiasi, seperti gaji, jam
34 kerja, dan kompensasi lainnya.
35
36 609.3-A2 Paragraf P600.7 melarang Kantor atau jaringan Kantor dari mengambil alih
37 tanggung jawab manajemen. Menyediakan jasa berikut biasanya tidak
38 memunculkan ancaman selama personel Kantor atau jaringan Kantor tidak
39 mengambil alih tanggung jawab manajemen:
40 • Menelaah kualifikasi profesional dari sejumlah pelamar dan
41 memberikan saran tentang kesesuaian mereka untuk posisi tersebut.
42 • Mewawancarai kandidat dan memberi advis tentang kompetensi
43 kandidat untuk akuntansi keuangan, posisi administratif atau
44 pengendalian.
45
46
47

176
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P609.4 Ketika Kantor atau jaringan Kantor menyediakan jasa rekrutmen kepada klien
2 audit, Kantor harus meyakini bahwa:
3 (a) Klien memberikan tanggung jawab untuk membuat semua keputusan
4 manajemen terkait dengan mempekerjakan kandidat untuk posisi
5 sebagai karyawan yang kompeten, sebaiknya merupakan manajemen
6 senior; dan
7 (b) Klien membuat semua keputusan manajemen sehubungan dengan
8 proses perekrutan, termasuk:
9 • Menentukan kecocokan calon kandidat dan memilih kandidat
10 yang cocok untuk posisi tersebut.
11 • Menentukan ketentuan kerja dan menegosiasikan hal rinci, seperti
12 gaji, jam kerja, dan kompensasi lainnya.
13
14 609.5-A1 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman kepentingan pribadi,
15 ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi yang muncul dengan
16 menyediakan jasa perekrutan kepada klien audit meliputi:
17 • Sifat dari bantuan yang diminta.
18 • Peran individu yang akan direkrut.
19 • Setiap konflik kepentingan atau hubungan yang mungkin ada antara
20 kandidat dan Kantor yang menyediakan advis atau jasa.
21
22 609.5-A2 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
23 kepentingan pribadi, kedekatan, atau intimidasi adalah menugaskan
24 profesional yang bukan anggota tim audit untuk melakukan jasa tersebut.
25
26 Jasa Rekrutmen yang Dilarang
27
28 P609.6 Ketika memberikan jasa perekrutan kepada klien audit, Kantor atau jaringan
29 Kantor tidak boleh bertindak sebagai negosiator atas nama klien.
30
31 P609.7 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh menyediakan jasa perekrutan kepada
32 klien audit jika jasa tersebut berkaitan dengan:
33 (a) Mencari atau menemukan kandidat; atau
34 (b) Melakukan pemeriksaan referensi calon kandidat, sehubungan dengan
35 posisi berikut:
36 (i) Seorang direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif dari entitas;
37 atau
38 (ii) Seorang anggota manajemen senior dalam posisi untuk
39 memberikan pengaruh signifikan atas penyusunan catatan
40 akuntansi klien atau laporan keuangan yang akan diberikan opini
41 oleh Kantor.
42
43
44
45
46
47

177
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SUBSEKSI 610 - JASA KEUANGAN KORPORAT


2
3 PENDAHULUAN
4
5 610.1 Menyediakan jasa keuangan korporat kepada klien audit dapat memunculkan
6 ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi.
7
8 610.2 Selain persyaratan dan materi aplikasi spesifik dalam subseksi ini,
9 persyaratan dan materi aplikasi dalam paragraf 600.1 hingga P600.10 relevan
10 untuk menerapkan kerangka kerja konseptual ketika memberikan jasa
11 keuangan korporat kepada klien audit. Subseksi ini termasuk persyaratan
12 yang melarang Kantor dan jaringan Kantor untuk menyediakan jasa keuangan
13 korporat tertentu dalam beberapa keadaan kepada klien audit karena
14 ancaman yang dibuat tidak dapat diatasi dengan menerapkan pengamanan.
15
16 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
17
18 Semua Klien Audit
19
20 610.3-A1 Contoh jasa keuangan korporat yang dapat memunculkan ancaman telaah
21 pribadi atau ancaman advokasi meliputi:
22 • Membantu klien audit dalam mengembangkan strategi korporat.
23 • Mengidentifikasi sasaran potensial yang akan dicapai klien audit.
24 • Advis pada transaksi pelepasan.
25 • Membantu transaksi pemerolehan dana.
26 • Memberikan saran restruktukrisasi.
27 • Memberikan saran tentang restrukturisasi transaksi keuangan korporat
28 atau pengaturan pembiayaan yang secara langsung akan memengaruhi
29 jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan yang akan diberikan
30 opini oleh Kantor.
31
32 610.3-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman yang muncul dengan
33 menyediakan jasa keuangan korporat kepada klien audit meliputi:
34 • Tingkat subjektivitas yang terlibat dalam menentukan perlakuan yang
35 tepat untuk hasil atau konsekuensi dari advis keuangan korporat dalam
36 laporan keuangan.
37 • Sejauh mana:
38 o Hasil dari advis keuangan korporat akan secara langsung
39 memengaruhi jumlah yang tercatat dalam laporan keuangan.
40 o Jumlahnya material terhadap laporan keuangan.
41 • Apakah keefektivitasan advis keuangan korporat bergantung pada
42 perlakuan atau penyajian akuntansi tertentu dalam laporan keuangan
43 dan terdapat keraguan mengenai ketepatan perlakuan atau penyajian
44 akuntansi terkait berdasarkan kerangka pelaporan keuangan yang
45 relevan.
46

178
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 610.3-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
2 tersebut termasuk:
3 • Menugaskan profesional yang bukan anggota tim audit untuk
4 memberikan jasa mungkin mengatasi ancaman telaah pribadi atau
5 ancaman advokasi.
6 • Menugaskan penelaah yang tepat, yang tidak terlibat dalam pemberian
7 jasa penelaahan atas pekerjaan audit atau jasa yang telah dilakukan,
8 dapat mengatasi ancaman telaah pribadi.
9
10 Jasa Keuangan Korporat yang Dilarang
11
12 P610.4 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh memberikan jasa keuangan korporat
13 kepada klien audit yang melibatkan promosi, transaksi, atau penjaminan
14 saham klien audit.
15
16 P610.5 Kantor atau jaringan Kantor tidak boleh memberikan advis keuangan korporat
17 kepada klien audit ketika keefektivitasan advis tersebut bergantung pada
18 perlakuan atau penyajian akuntansi tertentu dalam laporan keuangan yang
19 akan diberikan opini oleh Kantor:
20 (a) Tim audit memiliki keraguan atas ketepatan perlakuan atau penyajian
21 akuntansi terkait berdasarkan kerangka pelaporan keuangan yang
22 relevan; dan
23 (b) Hasil atau konsekuensi dari advis keuangan korporat berdampak
24 material terhadap laporan keuangan yang akan diberikan opini oleh
25 Kantor.
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
179
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 800
2
3 LAPORAN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN BERTUJUAN KHUSUS YANG
4 MENCAKUP PEMBATASAN DISTRIBUSI DAN PENGGUNAANNYA (PERIKATAN AUDIT
5 DAN PERIKATAN REVIU)
6
7 PENDAHULUAN
8
9 800.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
10 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
11 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
12 independensi.
13
14 800.2 Seksi ini menetapkan modifikasi tertentu untuk Bagian 4A yang diizinkan
15 dalam keadaan tertentu yang melibatkan audit atas laporan keuangan
16 bertujuan khusus ketika laporan tersebut mencakup pembatasan distribusi
17 dan penggunaannya. Pada seksi ini, perikatan untuk menerbitkan laporan
18 yang dibatasi distribusi dan penggunaannya sesuai keadaannya, ditetapkan
19 dalam paragraf P800.3 mengacu pada “perikatan audit yang memenuhi
20 persyaratan”.
21
22 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
23
24 Umum
25
26 P800.3 Ketika Kantor bermaksud untuk menerbitkan laporan audit atas laporan
27 keuangan bertujuan khusus yang mencakup pembatasan distribusi dan
28 penggunaannya, maka persyaratan independensi yang ditetapkan pada
29 bagian 4A harus memenuhi syarat untuk modifikasi yang diizinkan oleh seksi
30 ini, namun hanya jika:
31 (a) Kantor berkomunikasi dengan pengguna laporan auditor mengenai
32 modifikasi persyaratan independensi yang akan diterapkan dalam
33 menyediakan jasa; dan
34 (b) Pengguna yang dituju memahami tujuan dan keterbatasan laporan
35 serta menyetujui penerapan modifikasi secara eskplisit.
36
37 800.3-A1 Pengguna yang dituju mungkin memperoleh pemahaman tentang tujuan dan
38 keterbatasan laporan dengan berpartisipasi, baik secara langsung, atau tidak
39 langsung melalui perwakilan yang memiliki kewenangan untuk bertindak atas
40 pengguna yang dituju, dalam menetapkan sifat dan ruang lingkup perikatan.
41 Dalam kedua kasus tersebut, partisipasi ini membantu Kantor untuk
42 berkomunikasi dengan pengguna yang dituju tentang permasalahan
43 independensi, termasuk keadaan yang relevan untuk menerapkan kerangka
44 kerja konseptual. Hal tersebut juga memungkinkan Kantor untuk
45 mendapatkan kesepakatan dari pengguna yang dituju dengan persyaratan
46 independensi yang dimodifikasi.
47
48

180
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P800.4 Apabila pengguna yang dituju adalah kelompok pengguna yang tidak dapat
2 diidentifikasi secara spesifik berdasarkan nama saat ketentuan perikatan
3 ditetapkan, maka Kantor harus membuat pengguna tersebut menyadari
4 bahwa modifikasi persyaratan independensi telah disetujui oleh
5 perwakilannya.
6
7 800.4-A1 Misalnya, ketika pengguna yang dituju adalah kelompok pengguna seperti
8 pemberi pinjaman dalam pengaturan pinjaman sindikasi, maka Kantor harus
9 menjelaskan modifikasi persyaratan independensi dalam surat perikatan
10 kepada perwakilan pemberi pinjaman. Perwakilan tersebut kemudian mungkin
11 membuat surat perikatan Kantor tersedia bagi semua anggota kelompok
12 pemberi pinjaman untuk memenuhi persyaratan bagi Kantor yang membuat
13 pengguna menyadari bahwa modifikasi persyaratan independensi telah
14 disetujui oleh perwakilannya.
15
16 P800.5 Ketika Kantor melakukan perikatan audit yang memenuhi persyaratan, maka
17 setiap modifikasi pada bagian 4A harus dibatasi sebagaimana yang
18 ditetapkan pada paragraf P800.7 hingga P800.14. Kantor tidak boleh
19 menerapkan modifikasi tersebut ketika melakukan audit atas laporan
20 keuangan yang disyaratkan oleh peraturan perundang-undangan.
21
22 P800.6 Jika Kantor juga menerbitkan laporan audit yang tidak mencakup pembatasan
23 distribusi dan penggunaannya untuk klien yang sama, maka Kantor harus
24 menerapkan bagian 4A untuk perikatan audit tersebut.
25
26 Entitas dengan Akuntabilitas Publik
27
28 P800.7 Ketika Kantor melakukan perikatan audit yang memenuhi persyaratan, maka
29 Kantor tidak perlu menerapkan persyaratan independensi yang ditetapkan
30 dalam bagian 4A yang hanya berlaku untuk perikatan audit entitas dengan
31 akuntabilitas publik.
32
33 Entitas Berelasi
34
35 P800.8 Ketika Kantor melakukan perikatan audit yang memenuhi persyaratan,
36 referensi ke “klien audit” pada bagian 4A tidak perlu menyertakan entitas
37 berelasinya. Namun, ketika tim audit mengetahui atau memiliki alasan untuk
38 meyakini bahwa suatu hubungan atau kondisi yang melibatkan entitas
39 berelasi terhadap klien relevan dengan evaluasi independensi Kantor, maka
40 tim audit harus memasukkan entitas berelasi ketika mengidentifikasi,
41 mengevaluasi dan mengatasi ancaman terhadap independensi.
42
43
44
45
46
47
48

181
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Jaringan dan Jaringan Kantor


2
3 P800.9 Ketika Kantor melakukan perikatan audit yang memenuhi persyaratan, maka
4 persyaratan spesifik mengenai jaringan Kantor yang ditetapkan dalam bagian
5 4A tidak perlu diterapkan. Namun, ketika Kantor mengetahui atau memiliki
6 alasan untuk meyakini bahwa ancaman terhadap independensi muncul oleh
7 kepentingan dan hubungan dari jaringan Kantor, maka Kantor harus
8 mengevaluasi dan mengatasi ancaman tersebut.
9
10 Kepentingan Keuangan, Pinjaman dan Jaminan, Hubungan Bisnis yang Erat, dan
11 Hubungan Keluarga dan Pribadi
12
13 P800.10 Ketika Kantor melakukan perikatan audit yang memenuhi persyaratan, maka:
14 (a) Ketentuan relevan yang ditetapkan pada Seksi 510, 511, 520, 521, 522,
15 524 dan 525 hanya berlaku untuk anggota tim perikatan, anggota
16 keluarga inti, dan, jika berlaku, anggota keluarga dekat;
17 (b) Kantor harus mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi setiap
18 ancaman terhadap independensi yang muncul karena kepentingan dan
19 hubungan, sebagaimana ditetapkan dalam Seksi 510, 511, 520, 521,
20 522, 524, dan 525, antara klien audit dan anggota tim audit berikut:
21 (i) Pihak yang memberikan konsultansi mengenai isu spesifik terkait
22 teknis atau industri, transaksi, atau peristiwa; dan
23 (ii) Pihak yang memberikan pengendalian mutu untuk perikatan,
24 termasuk pihak yang melakukan penelaahan pengendalian mutu
25 perikatan; dan
26 (c) Kantor harus mengevaluasi dan mengatasi setiap ancaman bahwa tim
27 perikatan memiliki keyakinan yang muncul karena kepentingan dan
28 hubungan antara klien audit dan pihak lain dalam Kantor yang dapat
29 secara langsung memengaruhi hasil dari perikatan audit.
30
31 800.10-A1 Pihak lain dalam Kantor yang dapat secara langsung memengaruhi hasil dari
32 perikatan audit termasuk mereka yang merekomendasikan kompensasi, atau
33 yang menyediakan pengawasan langsung, manajemen atau pengawasan
34 lainnya, dari rekan perikatan audit sehubungan dengan kinerja perikatan audit
35 termasuk pada semua level senior yang lebih tinggi di atas rekan perikatan
36 melalui individu yang merupakan Rekan Senior atau Pimpinan Rekan (kepala
37 eksekutif atau setara) Kantor.
38
39 P800.11 Ketika Kantor melakukan perikatan audit yang memenuhi persyaratan, maka
40 Kantor harus mengevaluasi dan mengatasi setiap ancaman yang diyakini tim
41 perikatan, muncul dari kepentingan keuangan pada klien audit yang dimiliki
42 oleh individu, sebagaimana diatur di paragraf P510.4(c)-(d), P510.5, P510.7
43 dan 510.10-A5 dan A9.
44
45 P800.12 Ketika Kantor melakukan perikatan audit yang memenuhi persyaratan, maka
46 Kantor (dalam penerapan ketentuan di paragraf P510.4(a), P510.6, dan
47 P510.7 pada kepentingan Kantor) tidak boleh memiliki kepentingan keuangan
48 yang material, baik secara langsung atau tidak langsung pada klien audit.

182
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Pekerjaan dengan Klien Audit


2
3 P800.13 Ketika Kantor melakukan perikatan audit yang memenuhi persyaratan, maka
4 Kantor harus mengevaluasi dan mengatasi ancaman yang muncul dari
5 hubungan kerja apa pun sebagaimana diatur di paragraf 524.3-A1-524.5-A3.
6
7 Pemberian Jasa Non-Asurans
8
9 P800.14 Jika Kantor melakukan perikatan audit yang memenuhi persyaratan dan
10 memberikan jasa non-asurans kepada klien audit, maka Kantor harus
11 mematuhi ketentuan Seksi 410-430 dan Seksi 600, termasuk subseksinya,
12 dan tunduk pada paragraf P800.7-P800.9.
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

183
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 BAGIAN 4B
2 INDEPENDENSI DALAM PERIKATAN ASURANS SELAIN PERIKATAN AUDIT DAN
3 PERIKATAN REVIU
4
5 SEKSI 900
6
7 PENERAPAN KERANGKA KERJA KONSEPTUAL UNTUK INDEPENDENSI DALAM
8 PERIKATAN ASURANS SELAIN PERIKATAN AUDIT DAN PERIKATAN REVIU
9
10 PENDAHULUAN
11
12 Umum
13
14 900.1 Bagian ini berlaku untuk perikatan asurans selain perikatan audit dan
15 perikatan reviu (dikenal sebagai “perikatan asurans” dalam Bagian ini).
16 Contoh perikatan tersebut meliputi:
17 • Audit atas unsur, akun, atau pos tertentu dari laporan keuangan.
18 • Asurans atas indikator kunci kinerja perusahaan.
19
20 900.2 Dalam Bagian ini, istilah “Anggota” mengacu pada Anggota yang berpraktik
21 melayani publik dan Kantornya.
22
23 900.3 Standar Pengendalian Mutu (SPM) 1 mensyaratkan Kantor untuk
24 menetapkan kebijakan dan prosedur yang dirancang untuk memberikan
25 keyakinan memadai bahwa Kantor, personelnya dan, jika dapat diterapkan,
26 pihak lain, tunduk pada persyaratan independensi untuk mempertahankan
27 independensi yang disyaratkan oleh standar etika yang relevan. Standar
28 Perikatan Asurans menetapkan tanggung jawab untuk rekan perikatan dan
29 tim perikatan pada setiap level perikatan. Alokasi tanggung jawab dalam
30 suatu Kantor bergantung pada ukuran, struktur, dan organisasinya. Banyak
31 ketentuan pada bagian 4B tidak menggambarkan tanggung jawab spesifik
32 individu dalam Kantor untuk bertindak terkait dengan independensi,
33 melainkan mengacu pada “Kantor” untuk kemudahan referensi. Kantor
34 menetapkan tanggung jawab atas suatu tindakan tertentu kepada individu
35 atau sekelompok individu (seperti tim perikatan asurans) sesuai dengan SPM
36 1. Selain itu, Anggota bertanggung jawab terhadap setiap ketentuan yang
37 berlaku atas aktivitas Anggota, kepentingan, atau hubungannya.
38
39 900.4 Independensi terkait dengan prinsip objektivitas dan integritas, terdiri atas:
40 (a) Independensi dalam pemikiran - sikap mental pemikiran yang
41 memungkinkan untuk menyatakan suatu kesimpulan dengan tidak
42 terpengaruh oleh tekanan yang dapat mengompromikan pertimbangan
43 profesional, sehingga memungkinkan individu bertindak secara
44 berintegritas serta menerapkan objektivitas dan skeptisisme profesional.
45 (b) Independensi dalam penampilan - penghindaran fakta dan keadaan
46 yang sangat signifikan sehingga pihak ketiga yang rasional dan memiliki
47 informasi yang memadai kemungkinan akan menyimpulkan bahwa

184
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 integritas, objektivitas, atau skeptisisme profesional dari Kantor, atau


2 seorang anggota tim asurans telah dikompomikan.
3 Dalam bagian ini, individu atau Kantor yang “independen” berarti bahwa
4 individu atau Kantor tersebut telah memenuhi ketentuan pada bagian ini.
5
6 900.5 Ketika melakukan perikatan asurans, kode etik mengharuskan Kantor untuk
7 mematuhi prinsip dasar etika dan independen. Bagian ini menetapkan
8 persyaratan dan materi aplikasi spesifik tentang bagaimana menerapkan
9 kerangka kerja konseptual untuk mempertahankan independensi ketika
10 melakukan perikatan tersebut. Kerangka kerja konseptual yang ditetapkan
11 dalam Seksi 120 berlaku untuk independensi seperti halnya prinsip dasar
12 yang ditetapkan dalam Seksi 110.
13
14 900.6 Bagian ini menjelaskan:
15 (a) Fakta dan keadaan, termasuk aktivitas, kepentingan, dan hubungan
16 profesional yang memunculkan atau mungkin memunculkan ancaman
17 terhadap independensi;
18 (b) Tindakan potensial, termasuk pengamanan, yang mungkin tepat
19 diterapkan untuk mengatasi ancaman tersebut; dan
20 (c) Beberapa situasi ketika ancaman tidak dapat dihilangkan atau tidak
21 terdapat pengamanan untuk menurunkan ancaman pada level yang
22 dapat diterima.
23
24 Uraian Perikatan Asurans Lain
25
26 900.7 Perikatan asurans dirancang untuk meningkatkan level kepercayaan
27 pengguna yang dituju tentang hasil evaluasi atau pengukuran hal pokok
28 terhadap kriteria. Dalam perikatan asurans, Kantor mengungkapkan
29 kesimpulan yang dirancang untuk meningkatkan level kepercayaan pengguna
30 yang dituju (selain pihak yang bertanggung jawab) tentang hasil evaluasi atau
31 pengukuran hal pokok terhadap kriteria. Kerangka Asurans menjelaskan
32 elemen dan tujuan dari perikatan asurans dan mengidentifikasi perikatan
33 dengan menerapkan Standar Perikatan Asurans. Untuk mendeskripsikan
34 unsur dan tujuan dari perikatan asurans, lihat Kerangka Asurans.
35
36 900.8 Hasil evaluasi atau pengukuran hal pokok adalah informasi yang dihasilkan
37 dari penerapan kriteria terhadap hal pokok tersebut. Istilah “informasi hal
38 pokok” digunakan untuk hasil evaluasi atau pengukuran hal pokok. Contoh,
39 Kerangka Perikatan Asurans menyatakan bahwa suatu asersi tentang
40 keefektivitasan pengendalian internal (informasi hal pokok) merupakan hasil
41 dari penerapan suatu kerangka untuk pengevaluasian keefektivitasan
42 pengendalian internal, seperti COSO atau CoCo (kriteria), terhadap
43 pengendalian internal, sebuah proses (hal pokok).
44
45 900.9 Perikatan asurans dapat berbasis asersi atau pelaporan langsung. Dalam
46 kedua jenis perikatan tersebut, perikatan asurans melibatkan tiga pihak yang
47 terpisah, yaitu Kantor, pihak yang bertanggung jawab, dan pengguna yang
48 dituju.

185
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 900.10 Dalam perikatan berbasis asersi, pengevaluasian atau pengukuran hal pokok
2 dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab. Informasi hal pokok yang
3 berbentuk asersi disusun oleh pihak yang bertanggung jawab untuk keperluan
4 pengguna yang dituju.
5
6 900.11 Dalam perikatan asurans pelaporan langsung, Kantor:
7 (a) Melakukan pengevaluasian atau pengukuran terhadap suatu hal pokok;
8 atau
9 (b) Memperoleh suatu representasi dari pihak yang bertanggung jawab
10 yang telah melakukan pengevaluasian atau pengukuran yang tidak
11 tersedia bagi para pengguna yang dituju. Informasi hal pokok
12 disediakan kepada pengguna yang dituju dalam laporan asurans.
13
14 Laporan yang Mencakup Pembatasan Distribusi dan Penggunaannya
15
16 900.12 Laporan asurans mungkin mencakup pembatasan distribusi dan
17 penggunaannya. Jika hal tersebut terjadi dan ketentuan yang ditetapkan
18 dalam Seksi 990 terpenuhi, maka persyaratan independensi dalam bagian ini
19 dapat dimodifikasi sebagaimana dijelaskan pada Seksi 990.
20
21 900.13 Standar independensi untuk perikatan audit dan perikatan reviu dijelaskan
22 pada Bagian 4A – Independensi untuk Perikatan Audit dan Perikatan Reviu.
23 Jika Kantor melakukan perikatan asurans dan perikatan audit atau perikatan
24 reviu untuk klien yang sama, maka persyaratan di Bagian 4A tetap berlaku
25 untuk Kantor, jaringan Kantor, dan anggota tim audit atau tim reviu.
26
27 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
28
29 Umum
30
31 P900.14 Kantor yang melakukan perikatan asurans harus independen.
32
33 P900.15 Kantor harus menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan dalam
34 Seksi 120 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman
35 terhadap independensi dalam kaitannya dengan perikatan asurans.
36
37 Jaringan Kantor
38
39 P900.16 Ketika Kantor meyakini bahwa kepentingan dan hubungan jaringan Kantor
40 dapat memunculkan ancaman terhadap independensi Kantor, maka Kantor
41 harus mengevaluasi dan mengatasi ancaman tersebut.
42
43 900.16-A1 Jaringan Kantor dibahas dalam paragraf 400.50-A1 hingga 400.54-A1.
44
45
46
47
48

186
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Entitas Berelasi
2
3 P900.17 Ketika tim asurans mengetahui atau meyakini bahwa suatu hubungan atau
4 keadaan yang melibatkan entitas berelasi dari klien asurans relevan untuk
5 evaluasi independensi Kantor terhadap klien, maka tim asurans harus
6 menyertakan entitas berelasi ketika mengidentifikasi, mengevaluasi dan
7 mengatasi ancaman terhadap independensi.
8
9 Jenis Perikatan Asurans
10
11 Perikatan Asurans Berbasis Asersi
12
13 P900.18 Ketika melakukan perikatan asurans berbasis asersi:
14 (a) Anggota tim asurans dan Kantor harus independen terhadap klien
15 asurans (pihak yang bertanggung jawab terhadap informasi hal pokok,
16 dan mungkin bertanggung jawab atas hal pokok sebagaimana
17 dijelaskan di bagian ini. Persyaratan independensi yang dijelaskan di
18 bagian ini melarang hubungan tertentu antara anggota tim asurans dan
19 (i) direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif, serta (ii) individu di klien
20 memiliki posisi yang dapat memberikan pengaruh signifikan atas
21 informasi hal pokok;
22 (b) Kantor harus menerapkan kerangka kerja konseptual yang diatur di
23 Seksi 120 terhadap hubungan dengan individu dalam klien yang
24 memiliki posisi untuk memberi pengaruh signifikan atas hal pokok
25 perikatan; dan
26 (c) Kantor harus mengevaluasi dan mengatasi setiap ancaman yang
27 diyakini muncul dari kepentingan dan hubungan jaringan Kantor.
28
29 P900.19 Ketika melakukan perikatan asurans berbasis asersi dan pihak yang
30 bertanggung jawab atas informasi hal pokok tetapi bukan hal pokok, maka:
31 (a) Anggota tim asurans dan Kantor harus independen dari pihak yang
32 bertanggung jawab atas informasi hal pokok (klien asurans); dan
33 (b) Kantor harus mengevaluasi dan mengatasi setiap ancaman yang
34 diyakini muncul dari kepentingan dan hubungan antara anggota tim
35 asurans, Kantor, jaringan Kantor, dan pihak yang bertanggung jawab
36 atas hal pokok.
37
38 900.19-A1 Dalam sebagian besar perikatan asurans berbasis asersi, pihak yang
39 bertanggung jawab memiliki tanggung jawab atas informasi hal pokok dan hal
40 pokok bersangkutan. Namun, dalam beberapa perikatan, pihak yang
41 bertanggung jawab mungkin tidak bertanggung jawab atas hal pokok.
42 Contohnya ketika Kantor melakukan perikatan asurans atas laporan yang
43 disiapkan konsultan lingkungan tentang praktik keberlanjutan perusahaan
44 untuk didistribusikan ke pengguna yang dituju. Dalam kasus ini, konsultan
45 lingkungan adalah pihak yang bertanggung jawab atas informasi hal pokok,
46 tetapi perusahaan bertanggung jawab atas hal pokok (praktik keberlanjutan).
47
48

187
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Perikatan Asurans Pelaporan Langsung


2
3 P900.20 Ketika melakukan perikatan asurans dengan pelaporan langsung:
4 (a) Anggota tim asurans dan Kantor harus independen dari klien asurans
5 (pihak yang bertanggung jawab atas hal pokok); dan
6 (b) Kantor harus mengevaluasi dan mengatasi ancaman terhadap
7 independensi yang diyakini muncul karena kepentingan dan hubungan
8 jaringan Kantor.
9
10 Berbagai Pihak yang Bertanggung Jawab
11
12 900.21-A1 Dalam beberapa perikatan asurans, baik perikatan berbasis asersi ataupun
13 perikatan langsung, mungkin ada beberapa pihak yang bertanggung jawab.
14 Dalam menentukan apakah perlu untuk menerapkan ketentuan dalam bagian
15 ini untuk setiap pihak yang bertanggung jawab dalam perikatan tersebut,
16 maka Kantor dapat mempertimbangkan hal-hal tertentu. Hal-hal tertentu
17 tersebut termasuk apakah kepentingan atau hubungan antara Kantor, atau
18 anggota tim asurans, dan pihak tertentu yang bertanggung jawab akan
19 memunculkan ancaman terhadap independensi yang bukan merupakan hal
20 yang kecil dan tidak berdampak dalam konteks informasi hal pokok.
21 Penentuan ini akan mempertimbangkan faktor-faktor seperti:
22 (a) Materialitas atas informasi hal pokok (atau hal pokok bersangkutan)
23 yang menjadi tanggung jawab pihak yang bertanggung jawab.
24 (b) Tingkat kepentingan publik yang terkait dengan perikatan.
25 Jika Kantor menentukan bahwa ancaman yang muncul karena kepentingan
26 atau hubungan apa pun dengan pihak tertentu yang bertanggung jawab
27 merupakan hal yang kecil dan tidak berdampak, mungkin tidak perlu
28 menerapkan semua ketentuan dalam seksi ini.
29
30 [Paragraf 900.22 hingga 900.29 sengaja dikosongkan]
31
32 Periode Ketika Independensi Disyaratkan
33
34 P900.30 Independensi, sebagaimana yang disyaratkan pada bagian ini, harus
35 dipertahankan selama:
36 (a) Periode perikatan; dan
37 (b) Periode yang dicakup oleh informasi hal pokok.
38
39 900.30-A1 Periode perikatan dimulai ketika tim asurans mulai melakukan jasa asurans
40 terkait dengan perikatan tertentu. Periode perikatan berakhir ketika laporan
41 asurans diterbitkan. Ketika perikatan bersifat berulang, maka periode
42 perikatan berakhir ketika terdapat pemberitahuan dari salah satu pihak bahwa
43 hubungan profesional telah berakhir atau laporan asurans final diterbitkan.
44
45
46
47

188
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P900.31 Jika suatu entitas menjadi klien asurans selama atau setelah periode yang
2 dicakup oleh informasi hal pokok yang akan diberikan opini oleh Kantor, maka
3 Kantor harus menentukan apakah ancaman terhadap independensi muncul
4 karena:
5 (a) Hubungan keuangan atau bisnis dengan klien asurans selama atau
6 setelah periode yang dicakup oleh informasi hal pokok tetapi sebelum
7 menerima perikatan asurans; atau
8 (b) Jasa yang diberikan sebelumnya kepada klien asurans.
9
10 P900.32 Ancaman terhadap independensi muncul jika jasa non-asurans diberikan
11 kepada klien asurans selama, atau setelah periode yang dicakup oleh
12 informasi hal pokok, tetapi sebelum tim asurans mulai melakukan jasa
13 asurans, dan jasa tersebut tidak diizinkan selama periode perikatan. Dalam
14 keadaan demikian, Kantor harus mengevaluasi dan mengatasi setiap
15 ancaman terhadap independensi yang muncul karena jasa tersebut. Jika
16 ancaman tidak berada pada level yang dapat diterima, maka Kantor hanya
17 boleh menerima perikatan asurans jika ancaman dikurangi pada level yang
18 dapat diterima.
19
20 900.32-A1 Contoh tindakan yang mungkin menjadi pengamanan untuk mengatasi
21 ancaman tersebut meliputi:
22 • Menugaskan profesional yang bukan anggota tim asurans untuk
23 memberikan jasa.
24 • Menugaskan penelaah yang tepat untuk menelaah pekerjaan asurans
25 dan non-asurans secara memadai.
26
27 P900.33 Jika jasa non-asurans yang tidak diizinkan selama periode perikatan belum
28 selesai dan tidak praktis untuk menyelesaikan atau mengakhiri jasa sebelum
29 dimulainya jasa profesional sehubungan dengan perikatan asurans, maka
30 Kantor hanya akan menerima perikatan asurans jika:
31 (a) Kantor meyakini bahwa:
32 (i) Jasa non-asurans akan selesai dalam waktu singkat; atau
33 (ii) Klien memiliki perikatan di tempat untuk transisi jasa ke penyedia
34 lain dalam waktu singkat;
35 (b) Kantor menerapkan pengamanan saat diperlukan selama periode jasa;
36 dan
37 (c) Kantor membahas hal tersebut dengan pihak yang bertanggung jawab
38 atas tata kelola.
39
40 [Paragraf 900.34 hingga 900.39 sengaja dikosongkan]
41
42 Dokumentasi Umum Independensi untuk Perikatan Asurans Selain Perikatan Audit
43 dan Perikatan Reviu
44
45 P900.40 Kantor harus mendokumentasikan kesimpulan mengenai kepatuhan pada
46 Bagian ini, dan substansi dari setiap diskusi yang relevan yang mendukung
47 kesimpulan tersebut. Khususnya:

189
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 (a) Ketika pengamanan diterapkan untuk mengatasi suatu ancaman,


2 Kantor harus mendokumentasikan sifat ancaman dan pengamanan
3 tersedia atau diterapkan; dan
4 (b) Ketika suatu ancaman memerlukan analisis signifikan dan Kantor
5 menyimpulkan bahwa ancaman tersebut berada pada suatu level yang
6 dapat diterima, maka Kantor tersebut harus mendokumentasikan sifat
7 ancaman dan alasan kesimpulan.
8
9 900.40-A1 Dokumentasi menyediakan bukti atas pertimbangan Kantor dalam menyusun
10 kesimpulan mengenai kepatuhan terhadap Bagian ini. Namun, kurangnya
11 dokumentasi tidak menentukan apakah Kantor mempertimbangkan
12 permasalahan tertentu atau apakah Kantor tersebut independen.
13
14 [Paragraf 900.41 hingga 900.49 sengaja dikosongkan]
15
16 Pelanggaran atas Ketentuan Independensi untuk Perikatan Asurans Selain Perikatan
17 Audit dan Perikatan Reviu
18
19 Ketika Kantor Mengidentifikasi Pelanggaran
20
21 P900.50 Jika Kantor menyimpulkan bahwa pelanggaran persyaratan dalam bagian ini
22 terjadi, maka Kantor harus:
23 (a) Mengakhiri, menangguhkan atau menghilangkan kepentingan atau
24 hubungan yang memunculkan pelanggaran;
25 (b) Mengevaluasi signifikansi pelanggaran dan dampaknya terhadap
26 objektivitas Kantor dan kemampuan untuk menerbitkan laporan
27 asurans; dan
28 (c) Menentukan apakah tindakan yang diambil dapat mengurangi
29 konsekuensi dari pelanggaran tersebut secara memuaskan.
30 Dalam membuat keputusan tersebut, Kantor harus menerapkan
31 pertimbangan profesional dan mempertimbangkan apakah pihak ketiga yang
32 rasional dan memiliki informasi yang memadai, kemungkinan akan
33 menyimpulkan bahwa objektivitas Kantor akan dikompromikan, dan oleh
34 karena itu, Kantor tidak dapat menerbitkan laporan asurans.
35
36 P900.51 Jika Kantor menentukan bahwa tindakan tidak dapat dilakukan untuk
37 mengatasi konsekuensi dari pelanggaran secara memuaskan, maka Kantor
38 harus, sesegera mungkin, menginformasikan kepada pihak yang melakukan
39 perikatan dengan Kantor atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola,
40 sebagaimana mestinya. Kantor juga harus mengambil langkah yang
41 diperlukan untuk mengakhiri perikatan asurans sesuai dengan persyaratan
42 peraturan perundang-undangan yang berlaku yang relevan untuk mengakhiri
43 perikatan asurans.
44
45
46
47
48

190
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P900.52 Jika Kantor menentukan bahwa tindakan tersebut dapat dilakukan untuk
2 mengatasi konsekuensi dari pelanggaran secara memuaskan, maka Kantor
3 harus mendiskusikan pelanggaran dan tindakan yang telah diambil atau
4 mengusulkan untuk mengambil tindakan dengan pihak yang melakukan
5 perikatan dengan Kantor atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola,
6 sebagaimana mestinya. Kantor harus mendiskusikan pelanggaran dan
7 tindakan yang diusulkan secara tepat waktu, dengan mempertimbangkan
8 keadaan perikatan dan pelanggaran yang dilakukannya.
9
10 P900.53 Jika pihak yang melakukan perikatan dengan Kantor tidak menyetujui, atau
11 pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola tidak menyetujui bahwa
12 tindakan yang diusulkan oleh Kantor sesuai dengan paragraf P900.50(c)
13 secara memuaskan mengatasi konsekuensi pelanggaran tersebut, maka
14 Kantor harus mengambil langkah yang diperlukan untuk mengakhiri perikatan
15 asurans sesuai dengan persyaratan hukum atau peraturan perundang-
16 undangan yang berlaku yang relevan untuk mengakhiri perikatan asurans.
17
18 Dokumentasi
19
20 P900.54 Dalam memenuhi persyaratan dalam paragraf P900.50-P900.53, Kantor
21 harus mendokumentasikan:
22 (a) Pelanggaran;
23 (b) Tindakan yang dilakukan;
24 (c) Keputusan kunci yang dibuat; dan
25 (d) Semua hal yang didiskusikan dengan pihak yang melakukan perikatan
26 dengan Kantor atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola.
27
28 P900.55 Jika Kantor melakukan perikatan asurans, maka Kantor harus
29 mendokumentasikan:
30 (a) Kesimpulan bahwa, dalam pertimbangan profesional Kantor,
31 objektivitas belum dikompromikan dan
32 (b) Alasan mengapa tindakan yang dilakukan telah memuaskan untuk
33 mengatasi konsekuensi dari pelanggaran sehingga Kantor dapat
34 menerbitkan laporan asurans.
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

191
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 905
2
3 IMBALAN
4
5 PENDAHULUAN
6
7 905.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
9 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 905.2 Sifat dan level atas imbalan atau jenis remunerasi lain dapat memunculkan
13 ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi. Seksi ini menetapkan
14 persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan untuk menerapkan
15 kerangka kerja konseptual dalam keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Besaran Relatif Imbalan
20
21 905.3-A1 Ketika total imbalan yang dihasilkan dari suatu klien asurans Kantor yang
22 menyatakan opini dalam perikatan asurans merupakan sebagian besar dari
23 total imbalan Kantor tersebut, maka ketergantungan terhadap klien tersebut
24 dan kekhawatiran akan kehilangan klien akan memunculkan ancaman
25 kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi.
26
27 905.3-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman termasuk:
28 • Struktur operasi Kantor.
29 • Apakah Kantor sudah mapan atau baru berdiri.
30 • Signifikansi klien secara kualitatif dan/atau kuantitatif terhadap Kantor.
31
32 905.3-A3 Contoh tindakan yang mungkin menjadi pengamanan untuk mengatasi
33 ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi adalah meningkatkan
34 basis klien di Kantor untuk mengurangi ketergantungan pada klien asurans.
35
36 905.3-A4 Ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi juga muncul ketika
37 imbalan yang dihasilkan oleh Kantor dari klien asurans mencerminkan
38 sebagian besar pendapatan dari klien rekan individu.
39
40 905.3-A5 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
41 kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi seperti itu:
42 • Meningkatkan basis klien dari rekan untuk mengurangi ketergantungan
43 pada klien asurans.
44 • Menugaskan penelaah yang tepat yang bukan anggota tim asurans
45 untuk menelaah pekerjaan.
46
47

192
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Imbalan yang Telah Lewat Jatuh Tempo


2
3 905.4-A1 Ancaman kepentingan pribadi mungkin muncul jika sebagian besar imbalan
4 yang signifikan asurans belum dibayar, jika ada, sebelum penerbitan laporan
5 asurans periode berikutnya. Secara umum diharapkan bahwa Kantor akan
6 mensyaratkan pembayaran imbalan sebelum laporan tersebut diterbitkan.
7 Persyaratan dan materi aplikasi yang diatur di Seksi 911 terkait dengan
8 pinjaman dan jaminan mungkin juga berlaku untuk situasi ketika terdapat
9 imbalan yang belum dibayar.
10
11 905.4-A2 Contoh tindakan yang mungkin menjadi pengamanan untuk mengatasi
12 ancaman kepentingan pribadi termasuk:
13 • Memperoleh sebagian pembayaran imbalan yang telah lewat jatuh
14 tempo.
15 • Menugaskan penelaah yang tidak terlibat bagian dalam perikatan
16 asurans untuk menelaah pekerjaan yang dilakukan.
17
18 P905.5 Ketika bagian imbalan signifikan telah jatuh tempo dari suatu klien asurans
19 tidak dibayar dalam jangka waktu yang lama, Kantor harus menentukan:
20 (a) Apakah imbalan yang telah lewat jatuh tempo setara dengan pinjaman
21 kepada klien; dan
22 (b) Apakah tepat bagi Kantor untuk ditunjuk kembali atau melanjutkan
23 perikatan asurans.
24
25 Imbalan Kontinjen
26
27 905.6-A1 Imbalan kontinjen adalah imbalan yang dihitung berdasarkan hasil transaksi
28 atau hasil dari jasa yang dihitung berdasarkan basis yang ditentukan
29 sebelumnya. Imbalan kontinjen yang dibebankan melalui perantara adalah
30 suatu imbalan kontinjen tidak langsung. Pada seksi ini, imbalan tidak
31 dianggap sebagai imbalan kontinjen jika ditetapkan oleh pengadilan atau
32 otoritas publik lainnya.
33
34 P905.7 Kantor tidak boleh membebankan suatu imbalan kontinjen, baik secara
35 langsung atau tidak langsung untuk suatu perikatan audit.
36
37 P905.8 Kantor tidak akan membebankan imbalan kontinjen secara langsung atau
38 tidak langsung untuk jasa non-asurans yang diberikan kepada klien asurans
39 jika hasil dari jasa non-asurans, dan oleh karena itu, jumlah imbalan,
40 bergantung pada pertimbangan masa depan atau pertimbangan kontemporer
41 terkait dengan hal yang material terhadap informasi hal pokok dari perikatan
42 asurans.
43
44 905.9-A1 Paragraf P905.7 dan P905.8 melarang Kantor untuk menyepakati pengaturan
45 imbalan kontinjen tertentu dengan klien asurans. Bahkan jika pengaturan
46 imbalan kontinjen tidak dilarang pada saat memberikan jasa non-asurans
47 kepada klien asurans, maka ancaman kepentingan pribadi mungkin masih
48 muncul.
193
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 905.9-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut termasuk:
2 • Rentang jumlah imbalan yang mungkin diterima.
3 • Apakah otoritas yang berwenang menentukan hasil yang menjadi dasar
4 imbalan kontinjen.
5 • Pengungkapan kepada pengguna yang dituju dari pekerjaan yang
6 dilakukan oleh Kantor dan dasar remunerasi.
7 • Sifat dari jasa.
8 • Pengaruh dari peristiwa atau transaksi terhadap informasi hal pokok.
9
10 905.9-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
11 kepentingan pribadi seperti itu termasuk:
12 • Menugaskan penelaah yang tepat yang tidak terlibat dalam melakukan
13 penelaahan atas jasa non-asurans yang relevan.
14 • Memperoleh persetujuan tertulis dari klien pada awal perikatan
15 mengenai basis penentuan remunerasi.
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47

194
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 906
2
3 HADIAH DAN KERAMAHTAMAHAN
4
5 PENDAHULUAN
6
7 906.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang dijelaskan pada Seksi 120
9 dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 906.2 Menerima hadiah dan keramahtamahan dari klien audit dapat memunculkan
13 ancaman kepentingan pribadi, kepentingan kedekatan, atau intimidasi. Seksi
14 ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan untuk
15 menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan tersebut.
16
17 Persyaratan dan Materi Aplikasi
18
19 P906.3 Kantor atau anggota tim asurans tidak boleh menerima hadiah dan
20 keramahtamahan dari klien audit, kecuali nilainya kecil dan tidak berdampak.
21
22 906.3-A1 Jika Kantor atau anggota tim asurans menawarkan atau menerima bujukan
23 kepada atau dari klien asurans, maka persyaratan dan materi aplikasi yang
24 dijelaskan pada Seksi 340 berlaku dan ketidakpatuhan terhadap persyaratan
25 tersebut dapat memunculkan ancaman terhadap independensi.
26
27 906.3-A2 Persyaratan yang dijelaskan pada Seksi 340 yang berkaitan dengan
28 penawaran atau penerimaan bujukan tidak memungkinkan Kantor, jaringan
29 Kantor, atau anggota tim asurans untuk menerima hadiah dan
30 keramahtamahan memiliki intensi untuk memengaruhi perilaku secara tidak
31 patut bahkan jika nilainya kecil dan tidak berdampak.
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

195
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 907
2
3 LITIGASI AKTUAL ATAU ANCAMAN LITIGASI
4
5 PENDAHULUAN
6
7 907.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang diatur di Seksi 120 untuk
9 mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 907.2 Ketika litigasi dengan klien asurans terjadi, atau kemungkinan besar terjadi,
13 maka ancaman kepentingan pribadi dan ancaman intimidasi muncul. Seksi ini
14 menetapkan materi aplikasi spesifik yang relevan untuk menerapkan
15 kerangka kerja konseptual dalam keadaan tersebut.
16
17 MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 907.3-A1 Hubungan antara manajemen klien dan anggota tim asurans harus
22 digambarkan dengan keterbukaan dan pengungkapan secara lengkap
23 mengenai semua aspek dari operasi bisnis klien. Posisi berseberangan
24 mungkin merupakan hasil dari litigasi aktual atau litigasi yang mengancam
25 antara klien asurans dan Kantor, jaringan Kantor atau anggota tim asurans.
26 Posisi berseberangan tersebut dapat memengaruhi kemauan manajemen
27 untuk membuat pengungkapan lengkap dan memunculkan ancaman
28 kepentingan pribadi dan ancaman intimidasi.
29
30 907.3-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut meliputi:
31 • Materialitas dari litigasi.
32 • Apakah litigasi berkaitan dengan perikatan asurans sebelumnya.
33
34 907.3-A3 Jika litigasi melibatkan anggota tim asurans, contoh tindakan yang dapat
35 menghilangkan ancaman kepentingan pribadi dan ancaman intimidasi
36 tersebut adalah mengeluarkan individu tersebut dari tim asurans.
37
38 907.3-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
39 kepentingan pribadi dan ancaman intimidasi adalah dengan menugaskan
40 penelaah yang tepat untuk menelaah pekerjaan yang dilakukan.
41
42
43
44
45
46
47
48

196
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 910
2
3 KEPENTINGAN KEUANGAN
4
5 PENDAHULUAN
6
7 910.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang diatur pada seksi 120 untuk
9 mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 910.2 Memiliki kepentingan keuangan terhadap klien asurans dapat memunculkan
13 ancaman kepentingan pribadi. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi
14 aplikasi spesifik yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual
15 dalam keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 910.3-A1 Kepentingan keuangan dapat dimiliki baik secara langsung atau tidak
22 langsung melalui perantara seperti sarana investasi kolektif, estate, atau trust.
23 Ketika seorang pemilik manfaat memiliki pengendalian terhadap perantara
24 atau kemampuan untuk memengaruhi keputusan investasinya, kode etik ini
25 mendefinisikan bahwa kepentingan keuangan tersebut bersifat langsung.
26 Sebaliknya, ketika pemilik manfaat tidak memiliki pengendalian terhadap
27 perantara atau kemampuan untuk memengaruhi keputusan investasinya,
28 kode etik ini mendefinisikan bahwa kepentingan keuangan tersebut bersifat
29 tidak langsung.
30
31 910.3-A2 Seksi ini memuat referensi tentang “materialitas” dari suatu kepentingan
32 keuangan. Dalam penentuan apakah kepentingan tersebut material bagi
33 individu, maka gabungan kekayaan bersih individu dan anggota keluarga inti
34 perlu dipertimbangkan.
35
36 910.3-A3 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman kepentingan pribadi
37 yang muncul karena memiliki kepentingan keuangan dalam klien asurans
38 mencakup:
39 • Peran individu yang memiliki kepentingan keuangan.
40 • Apakah kepentingan keuangan bersifat langsung atau tidak langsung.
41 • Materialitas dari kepentingan keuangan.
42
43
44
45
46
47

197
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 Kepentingan Keuangan Kantor, Anggota Tim Asurans, dan Keluarga Inti


2
3 P910.4 Kepentingan keuangan langsung atau kepentingan keuangan tidak langsung
4 yang material terhadap klien asurans tidak boleh dimiliki oleh:
5 (a) Kantor; atau
6 (b) Anggota tim asurans atau atau setiap anggota keluarga inti dari individu
7 tersebut.
8
9 Kepentingan Keuangan pada Entitas Pengendali Klien Asurans
10
11 P910.5 Ketika entitas memiliki kepentingan pengendali terhadap klien asurans dan
12 klien tersebut adalah material bagi entitas, baik Kantor, anggota tim asurans,
13 atau setiap anggota keluarga inti dari individu tersebut, tidak boleh memiliki
14 kepentingan keuangan yang material, baik secara langsung atau tidak
15 langsung terhadap entitas tersebut.
16
17 Kepentingan Keuangan sebagai Wali Amanat
18
19 P910.6 Paragraf P910.4 juga berlaku untuk kepentingan keuangan pada klien
20 asurans yang dimiliki dalam suatu trust ketika Kantor atau individu bertindak
21 sebagai wali amanat, kecuali:
22 (a) Tidak satupun pihak berikut adalah penerima manfaat dari trust: wali
23 amanat, anggota tim asurans atau atau setiap anggota keluarga inti dari
24 individu tersebut, atau Kantor;
25 (b) Kepentingan pada klien asurans yang dimiliki oleh trust tidak material
26 bagi trust tersebut;
27 (c) Trust tidak dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap klien
28 asurans; dan
29 (d) Tidak satupun pihak berikut ini dapat memengaruhi secara signifikan
30 keputusan investasi yang melibatkan kepentingan keuangan pada klien
31 asurans, yaitu: wali amanat, anggota tim asurans atau setiap anggota
32 keluarga inti dari individu tersebut, atau Kantor.
33
34 Kepentingan Keuangan yang Diterima Secara Tidak Sengaja
35
36 P910.7 Jika Kantor, anggota tim asurans, atau setiap anggota keluarga inti dari
37 individu tersebut, menerima suatu kepentingan keuangan langsung atau
38 suatu kepentingan keuangan tidak langsung yang material pada suatu klien
39 asurans melalui warisan, hadiah, hasil dari merger, atau dalam keadaan yang
40 serupa dan kepentingan tersebut tidak diperkenankan untuk dimiliki
41 berdasarkan seksi ini, maka:
42 (a) Jika kepentingan keuangan tersebut diterima oleh Kantor, maka
43 kepentingan keuangan harus segera dilepas, atau cukup kepentingan
44 keuangan tidak langsung yang dilepas sehingga kepentingan yang
45 tersisa tidak lagi material; atau
46 (b) Jika kepentingan keuangan diterima oleh anggota tim asurans, oleh
47 atau setiap anggota keluarga inti dari individu tersebut, maka individu
48 yang menerima kepentingan keuangan tersebut harus segera melepas

198
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 kepentingan keuangan, atau cukup melepas kepentingan keuangan


2 tidak langsung sehingga kepentingan yang tersisa tidak lagi material.
3
4 Kepentingan Keuangan dalam Keadaan Lain
5
6 Keluarga Dekat
7
8 910.8-A1 Ancaman kepentingan pribadi dapat muncul jika anggota tim asurans
9 mengetahui bahwa anggota keluarga dekat memiliki kepentingan keuangan
10 langsung atau kepentingan keuangan tidak langsung yang material terhadap
11 klien asurans.
12
13 910.8-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut termasuk:
14 • Sifat hubungan antara anggota tim asurans dengan anggota keluarga
15 dekat.
16 • Apakah kepentingan keuangan bersifat langsung atau tidak langsung.
17 • Materialitas dari kepentingan keuangan bagi anggota keluarga dekat.
18
19 910.8-A3 Contoh tindakan yang mungkin menghilangkan ancaman kepentingan
20 tersebut termasuk:
21 • Melepas semua kepentingan keuangan anggota keluarga dekat
22 sesegera mungkin, atau cukup melepas kepentingan keuangan tidak
23 langsung sehingga kepentingan yang tersisa tidak material.
24 • Mengeluarkan individu dari tim asurans.
25
26 910.8-A4 Contoh tindakan yang mungkin menjadi pengamanan untuk mengatasi
27 ancaman kepentingan pribadi adalah menugaskan penelaah yang tepat untuk
28 menelaah pekerjaan anggota tim asurans.
29
30 Individu Lain
31
32 910.8-A5 Ancaman kepentingan pribadi dapat muncul jika anggota tim asurans
33 mengetahui bahwa kepentingan keuangan dalam klien asurans dimiliki oleh
34 individu seperti:
35 • Rekan dan karyawan profesional Kantor, selain mereka yang secara
36 khusus tidak diizinkan memiliki kepentingan keuangan tersebut sesuai
37 paragraf P910.4, atau anggota keluarga dekat dari pihak tersebut.
38 • Individu yang memiliki hubungan pribadi yang dekat dengan anggota
39 tim asurans.
40
41 910.8-A6 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kepentingan pribadi
42 adalah mengeluarkan anggota tim asurans yang memiliki hubungan pribadi
43 dengan tim asurans.
44
45
46
47

199
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 910.8-A7 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
2 kepentingan pribadi termasuk:
3 • Mengeluarkan anggota tim asurans dari setiap pengambilan keputusan
4 signifikan terkait perikatan asurans.
5 • Menugaskan penelaah yang tepat untuk menelaah pekerjaan anggota
6 tim asurans.
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

200
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 911
2
3 PINJAMAN DAN JAMINAN
4
5 PENDAHULUAN
6
7 911.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang diatur pada Seksi 120 dalam
9 mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 911.2 Pinjaman atau jaminan pinjaman dengan klien asurans dapat memunculkan
13 ancaman kepentingan pribadi. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi
14 aplikasi spesifik yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual
15 dalam keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 911.3-A1 Seksi ini berisi referensi tentang “materialitas” dari pinjaman atau jaminan.
22 Dalam menentukan apakah pinjaman atau jaminan semacam itu material bagi
23 seorang individu, maka gabungan kekayaan bersih individu dan anggota
24 keluarga intinya dapat diperhitungkan.
25
26 Pinjaman dan Jaminan dengan Klien Asurans
27
28 P911.4 Kantor, anggota tim Asurans, atau setiap anggota keluarga inti dari individu
29 tersebut tidak boleh memberikan atau menjaminkan suatu pinjaman kepada
30 klien asurans kecuali pinjaman atau jaminan tersebut tidak material bagi
31 keduanya:
32 (a) Kantor atau individu yang memberikan atau menjaminkan suatu
33 jaminan, jika dapat diterapkan; dan
34 (b) Klien.
35
36 Pinjaman dan Jaminan dengan Klien Asurans Berupa Bank atau Institusi Serupa
37
38 P911.5 Kantor, anggota tim asurans, atau setiap anggota keluarga inti dari individu
39 tersebut tidak boleh menerima pinjaman, atau memberikan jaminan suatu
40 pinjaman, dari klien asurans yang merupakan bank atau institusi serupa,
41 kecuali pinjaman atau jaminan dibuat berdasarkan prosedur, persyaratan, dan
42 ketentuan pinjaman yang normal.
43
44 911.5-A1 Contoh pinjaman termasuk kredit kepemilikan properti, cerukan bank, kredit
45 mobil, dan kartu kredit.
46
47

201
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 911.5-A2 Bahkan jika Kantor menerima pinjaman dari klien asurans yang merupakan
2 bank atau institusi serupa berdasarkan prosedur, persyaratan dan ketentuan
3 pinjaman yang normal, maka pinjaman tersebut dapat memunculkan
4 ancaman kepentingan pribadi jika pinjaman tersebut material bagi klien
5 asurans atau Kantor yang menerima pinjaman.
6
7 911.5-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
8 kepentingan pribadi adalah memiliki penelaah yang tepat, yang bukan
9 anggota tim asurans, dari jaringan Kantor yang bukan penerima manfaat
10 pinjaman.
11
12 Rekening Simpanan atau Rekening Pialang
13
14 P911.6 Kantor, anggota tim asurans, atau setiap anggota keluarga inti dari individu
15 tersebut tersebut tidak boleh memiliki rekening simpanan atau rekening
16 pialang pada klien asurans yang merupakan bank, perusahaan pialang, atau
17 institusi serupa, kecuali simpanan atau rekening tersebut dimiliki berdasarkan
18 ketentuan komersial yang normal.
19
20 Pinjaman dan Jaminan dengan Klien Asurans Bukan Bank atau Institusi Serupa
21
22 P911.7 Kantor atau anggota tim asurans, atau setiap anggota keluarga inti dari
23 individu tersebut, tidak boleh menerima pinjaman dari atau memiliki pinjaman
24 yang dijaminkan oleh klien asurans yang bukan bank atau institusi serupa,
25 kecuali pinjaman atau jaminan tersebut tidak material bagi keduanya:
26 (a) Kantor, atau individu yang menerima pinjaman atau jaminan, jika dapat
27 diterapkan; dan
28 (b) Klien.
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

202
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 920
2
3 HUBUNGAN BISNIS
4
5 PENDAHULUAN
6
7 920.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
9 dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 920.2 Hubungan bisnis yang erat dengan klien asurans atau manajemennya dapat
13 memunculkan ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi. Seksi
14 ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan untuk
15 menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 920.3-A1 Seksi ini berisi referensi tentang “materialitas” atas kepentingan keuangan
22 dan “signifikansi” dari hubungan bisnis. Dalam penentuan apakah suatu
23 kepentingan keuangan adalah material bagi seorang individu, maka
24 gabungan kekayaan bersih individu dan anggota keluarga inti individu dapat
25 dipertimbangkan.
26
27 920.3-A2 Contoh hubungan bisnis yang dekat muncul dari hubungan komersial atau
28 kepentingan keuangan umum meliputi:
29 • Memiliki kepentingan keuangan dalam ventura bersama dengan klien
30 atau pemegang saham pengendali, direktur, komisaris, pejabat
31 eksekutif, atau individu lain yang melakukan aktivitas manajerial senior
32 untuk klien tersebut.
33 • Pengaturan untuk menggabungkan satu atau lebih jasa atau produk
34 dari Kantor dengan satu atau lebih jasa atau produk dari klien tersebut
35 dan memasarkan paket dengan referensi kepada kedua belah pihak.
36 • Pengaturan distribusi atau pemasaran yang mencakup kesepakatan
37 bahwa Kantor mendistribusikan atau memasarkan produk atau jasa dari
38 klien asurans, atau klien tersebut mendistribusikan atau memasarkan
39 produk atau jasa Kantor.
40
41 Hubungan Bisnis Kantor, Anggota Tim Asurans, atau Keluarga Inti
42
43 P920.4 Kantor atau anggota tim asurans tidak boleh memiliki hubungan bisnis yang
44 erat dengan klien asurans atau manajemennya, kecuali jika kepentingan
45 keuangan tersebut tidak material dan hubungan bisnis tidak signifikan
46 terhadap klien atau manajemennya dan Kantor atau anggota tim asurans, jika
47 dapat diterapkan.

203
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 920.4-A1 Ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi mungkin muncul jika
2 terdapat hubungan bisnis yang erat antara klien asurans atau manajemennya
3 dan anggota keluarga inti tim asurans.
4
5 Pembelian Barang atau Jasa
6
7 920.5-A1 Pembelian barang dan jasa dari klien asurans oleh Kantor, atau anggota tim
8 asurans, atau setiap anggota keluarga inti dari individu tersebut biasanya
9 tidak memunculkan ancaman terhadap independensi jika transaksi tersebut
10 merupakan transaksi bisnis yang normal dalam suatu transaksi yang wajar.
11 Namun, transaksi tersebut mungkin dari sifat dan besarnya dapat
12 memunculkan ancaman kepentingan pribadi.
13
14 920.5-A2 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kepentingan pribadi
15 tersebut meliputi:
16 • Menghilangkan atau mengurangi besarnya transaksi.
17 • Mengeluarkan individu dari tim asurans.
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

204
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 921
2
3 HUBUNGAN KELUARGA DAN PRIBADI
4
5 PENDAHULUAN
6
7 921.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
9 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 921.2 Hubungan keluarga atau pribadi dengan personel klien dapat memunculkan
13 ancaman kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi.
14 Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan
15 untuk menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan tersebut.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 921.3-A1 Ancaman kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi
22 dapat muncul oleh hubungan keluarga dan hubungan pribadi antara anggota
23 tim asurans dan direktur, komisaris, pejabat eksekutif, atau, bergantung pada
24 perannya, karyawan tertentu dari klien asurans.
25
26 921.3-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut termasuk:
27 • Tanggung jawab individu dalam tim asurans.
28 • Peran anggota keluarga atau individu lain dalam klien, dan kedekatan
29 hubungan.
30
31 Keluarga Inti Anggota Tim Asurans
32
33 921.4-A1 Ancaman kepentingan pribadi, ancaman kedekatan atau ancaman intimidasi
34 muncul ketika keluarga inti dari anggota tim asurans adalah karyawan yang
35 memiliki posisi untuk memberikan pengaruh signifikan atas hal pokok
36 perikatan.
37
38 921.4-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut meliputi:
39 • Posisi yang dipegang oleh anggota keluarga inti.
40 • Peran anggota tim asurans.
41
42 921.4-A3 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kepentingan pribadi,
43 ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi adalah dengan mengeluarkan
44 individu tersebut dari tim asurans.
45
46

205
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 921.4-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
2 kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi adalah
3 mengatur tanggung jawab dari tim asurans sehingga anggota tim asurans
4 tidak berurusan dengan permasalahan yang menjadi tanggung jawab anggota
5 keluarga inti.
6
7 P921.5 Individu keluarga inti tidak boleh berpartisipasi sebagai anggota tim asurans
8 ketika setiap anggota keluarga inti dari individu tersebut:
9 (a) Direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif klien asurans;
10 (b) Karyawan dalam posisi yang dapat memberikan pengaruh signifikan
11 atas informasi hal pokok dari perikatan asurans; atau
12 (c) Berada pada posisi seperti itu selama periode apa pun yang dicakup
13 oleh perikatan atau informasi hal pokok.
14
15 Keluarga Dekat Anggota Tim Asurans
16
17 921.6-A1 Ancaman kepentingan pribadi, ancaman kedekatan atau ancaman intimidasi
18 muncul ketika anggota keluarga dekat tim asurans adalah:
19 (a) Direktur, komisaris, atau pejabat dari klien asurans; atau
20 (b) Karyawan dalam posisi yang dapat memberikan pengaruh signifikan
21 atas informasi hal pokok dari perikatan asurans.
22
23 921.6-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut termasuk:
24 • Sifat hubungan antara anggota tim asurans dan anggota keluarga
25 dekat.
26 • Posisi yang dipegang oleh anggota keluarga dekat.
27 • Peran anggota tim asurans.
28
29 921.6-A3 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kepentingan pribadi,
30 ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi adalah dengan mengeluarkan
31 individu tersebut dari tim asurans.
32
33 921.6-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
34 kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi adalah
35 mengatu tanggung jawab dari tim asurans sehingga anggota tim asurans
36 tidak berurusan dengan permasalahan yang berada dalam tanggung jawab
37 anggota keluarga dekat.
38
39 Hubungan Dekat Lainnya dari Anggota Tim Asurans
40
41 P921.7 Anggota tim asurans harus berkonsultasi sesuai dengan kebijakan dan
42 prosedur Kantor jika anggota tim asurans memiliki hubungan dekat dengan
43 individu yang bukan anggota keluarga inti atau keluarga dekat, tetapi
44 merupakan:
45 (a) Seorang direktur, komisaris, atau pejabat dari klien asurans; atau
46 (b) Seorang karyawan yang memiliki posisi untuk memberikan pengaruh
47 yang signifikan atas informasi hal pokok dari perikatan asurans.

206
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 921.7-A1 Faktor relevan dalam mengevaluasi level kepentingan pribadi, ancaman


2 kedekatan, atau ancaman intimidasi muncul karena hubungan tersebut
3 meliputi:
4 • Sifat hubungan antara individu dan anggota tim asurans.
5 • Posisi yang dipegang individu dengan klien.
6 • Peran anggota tim asurans.
7
8 921.7-A2 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kepentingan pribadi,
9 ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi adalah mengeluarkan individu
10 tersebut dari tim asurans.
11
12 921.7-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
13 kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi adalah
14 dengan menyusun tanggung jawab tim asurans sehingga anggota tim
15 asurans tidak berurusan dengan permasalahan yang menjadi tanggung jawab
16 individu yang merupakan anggota tim asurans yang memiliki hubungan yang
17 erat.
18
19 Hubungan Rekan dan Karyawan Kantor
20
21 921.8-A1 Ancaman kepentingan pribadi, ancaman kedekatan atau ancaman intimidasi
22 dapat muncul karena hubungan pribadi atau keluarga antara:
23 (a) Rekan atau karyawan dari Kantor yang bukan anggota tim asurans; dan
24 (b) Direktur, komisaris, pejabat eksekutif dari klien asurans, atau karyawan
25 dalam posisi yang dapat memberikan pengaruh signifikan atas
26 informasi hal pokok dari perikatan asurans.
27
28 921.8-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut meliputi:
29 • Sifat hubungan antara rekan atau karyawan Kantor dan direktur,
30 komisaris, pejabat, atau karyawan klien.
31 • Tingkat interaksi rekan atau karyawan Kantor dengan tim asurans.
32 • Posisi rekan atau karyawan di dalam Kantor.
33 • Peran individu dalam klien.
34
35 921.8-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
36 kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi meliputi:
37 • Menata tanggung jawab rekan atau karyawan untuk mengurangi
38 pengaruh potensial atas perikatan asurans.
39 • Menugaskan penelaah yang tepat untuk menelaah atas pekerjaan
40 asurans relevan yang dilakukan.
41
42
43
44
45
46
47

207
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 922
2
3 PERNAH BEKERJA PADA KLIEN ASURANS
4
5 PENDAHULUAN
6
7 922.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika independen dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
9 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 922.2 Jika anggota tim asurans baru saja menjabat sebagai direktur, komisaris,
13 pejabat eksekutif, atau karyawan dari klien asurans, maka ancaman
14 kepentingan pribadi, ancaman telaah pribadi, atau ancaman kedekatan
15 mungkin muncul. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi
16 spesifik yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual dalam
17 keadaan tersebut.
18
19 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
20
21 Jasa Selama Periode yang Dicakup oleh Laporan Asurans
22
23 P922.3 Tim asurans tidak boleh memasukan individu yang selama periode yang
24 dicakup oleh laporan asurans:
25 • Pernah menjabat sebagai direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif
26 dari klien asurans; atau
27 • Pernah bekerja sebagai karyawan dengan posisi untuk memberikan
28 pengaruh signifikan atas informasi hal pokok dari perikatan asurans.
29
30 Jasa Sebelum Periode yang Dicakup oleh Laporan Asurans
31
32 922.4-A1 Ancaman kepentingan pribadi, ancaman telaah pribadi, atau ancaman
33 kedekatan dapat muncul jika, sebelum periode yang dicakup oleh laporan
34 asurans, anggota tim asurans:
35 (a) Pernah menjabat sebagai direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif
36 dari klien asurans; atau
37 (b) Pernah bekerja sebagai karyawan dengan posisi memberikan pengaruh
38 yang signifikan atas informasi hal pokok dari perikatan asurans.
39 Misalnya, ancaman akan muncul jika keputusan yang dibuat atau pekerjaan
40 yang dilakukan oleh individu pada periode sebelumnya, saat dipekerjakan
41 oleh klien, harus dievaluasi pada periode berjalan sebagai bagian dari
42 perikatan asurans kini.
43
44 922.4-A2 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut termasuk:
45 • Posisi yang dipegang individu dengan klien.
46 • Rentang waktu sejak individu mengundurkan diri dari klien.
47 • Peran anggota tim asurans.

208
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 922.4-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
2 kepentingan pribadi, ancaman telaah pribadi, atau ancaman kedekatan
3 adalah dengan menugaskan penelaah yang tepat atas pekerjaan yang
4 dilakukan oleh anggota tim asurans.
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

209
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 923
2
3 RANGKAP JABATAN SEBAGAI DIREKTUR, KOMISARIS, ATAU PEJABAT EKSEKUTIF
4 KLIEN ASURANS
5
6 PENDAHULUAN
7
8 923.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
9 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
10 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengatasi ancaman terhadap
11 independensi.
12
13 923.2 Merangkap jabatan sebagai direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif klien
14 asurans dapat memunculkan ancaman kepentingan pribadi dan ancaman
15 telaah pribadi. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik
16 yang relevan untuk menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan
17 tersebut.
18
19 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
20
21 Direktur, Komisaris, atau Pejabat Eksekutif
22
23 P923.3 Rekan atau karyawan Kantor tidak boleh berperan sebagai direktur,
24 komisaris, atau pejabat eksekutif klien asurans Kantor.
25
26 Sekretaris Perusahaan
27
28 P923.4 Rekan atau karyawan Kantor tidak boleh berperan sebagai sekretaris
29 perusahaan untuk klien asurans Kantor, kecuali:
30 (a) Praktik ini secara spesifik diizinkan berdasarkan peraturan perundang-
31 undangan yang berlaku, aturan, atau praktik profesional;
32 (b) Manajemen membuat semua keputusan; dan
33 (c) Tugas dan aktivitas yang dilakukan terbatas pada aktivitas yang bersifat
34 rutin dan administratif, seperti menyiapkan notulen dan menyiapkan
35 laporan kepada otoritas.
36
37 923.4-A1 Posisi Sekretaris perusahaan memiliki implikasi yang berbedadi berbagai
38 yurisdiksi. Tugas seorang sekretaris dapat berkisar dari: tugas administratif
39 (seperti manajemen personalia dan pemeliharaan catatan dan dokumen
40 perusahaan) sampai tugas yang beragam, seperti memastikan bahwa
41 perusahaan mematuhi peraturan atau memberikan advis tentang
42 permasalahan tata kelola perusahaan. Secara umum posisi ini menyiratkan
43 hubungan yang erat dengan entitas. Oleh karena itu, ancaman muncul jika
44 rekan atau karyawan Kantor berfungsi sebagai sekretaris perusahaan untuk
45 klien asurans. (Informasi lebih lanjut tentang penyediaan jasa non-asurans
46 untuk klien asurans diatur di seksi 950, Ketentuan Jasa Non-asurans kepada
47 Klien asurans.)
48

210
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 924
2
3 PEKERJAAN DENGAN KLIEN ASURANS
4
5 PENDAHULUAN
6
7 924.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen dan
8 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan dalam Seksi 120
9 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
10 independensi.
11
12 924.2 Hubungan kerja dengan klien asurans dapat memunculkan ancaman
13 kepentingan pribadi, ancaman kedekatan, atau ancaman intimidasi. Seksi ini
14 menetapkan persyaratan dan materi aplikasi spesifik yang relevan untuk
15 menerapkan kerangka kerja konseptual dalam keadaan seperti itu.
16
17 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
18
19 Umum
20
21 924.3-A1 Ancaman kedekatan atau ancaman intimidasi dapat muncul jika salah satu
22 dari individu berikut ini menjadi anggota tim asurans atau rekan Kantor
23 Anggota:
24 • Direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif dari klien asurans.
25 • Karyawan dengan posisi untuk memberikan pengaruh yang signifikan
26 atas informasi hal pokok perikatan asurans.
27
28 Pembatasan Mantan Rekan atau Anggota Tim Asurans
29
30 P924.4 Jika mantan rekan telah bergabung dengan klien asurans dari Kantor atau
31 mantan anggota tim asurans telah bergabung dengan klien asurans sebagai:
32 • Direktur, komisaris, atau pejabat eksekutif; atau
33 • Karyawan dalam posisi memberikan pengaruh yang signifikan atas
34 informasi hal pokok dari perikatan asurans,
35 maka individu tersebut tidak boleh terus berpartisipasi dalam bisnis Kantor
36 atau aktivitas profesional.
37
38 924.4-A1 Bahkan jika salah satu individu sebagaimana dijelaskan dalam paragraf
39 P924.4 telah bergabung dengan klien asurans dalam posisi seperti itu dan
40 tidak terus berpartisipasi dalam bisnis atau aktivitas profesional Kantor, maka
41 ancaman kedekatan atau ancaman intimidasi mungkin masih dapat muncul.
42
43 924.4-A2 Ancaman kedekatan atau ancaman intimidasi juga dapat muncul jika mantan
44 rekan Kantor telah bergabung dengan entitas pada salah satu posisi yang
45 diuraikan dalam paragraf 924.3-A1 dan entitas tersebut kemudian menjadi
46 klien asurans Kantor.
47

211
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 924.4-A3 Faktor relevan dalam mengevaluasi level ancaman tersebut termasuk:


2 • Posisi yang pernah dijabat individu di klien.
3 • Keterlibatan apapun yang dimiliki individu dengan tim asurans.
4 • Rentang waktu sejak individu tersebut menjadi anggota tim asurans
5 atau rekan Kantor.
6 • Posisi individu terdahulu dalam tim asurans atau Kantor. Sebagai
7 contoh, apakah individu tersebut bertanggung jawab untuk
8 mempertahankan kontak rutin dengan manajemen klien atau pihak
9 yang bertanggungjawab atas tata kelola.
10
11 924.4-A4 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
12 kedekatan atau ancaman intimidasi tersebut meliputi:
13 • Membuat pengaturan sedemikian rupa sehingga individu tidak berhak
14 atas tunjangan atau pembayaran apa pun dari Kantor, kecuali dilakukan
15 sesuai dengan pengaturan yang telah ditentukan sebelumnya.
16 • Membuat pengaturan sedemikian rupa sehingga jumlah terutang
17 individu kepada Kantor tidak material.
18 • Memodifikasi rencana untuk perikatan asurans.
19 • Menugaskan kepada beberapa individu tim asurans yang memiliki
20 pengalaman yang cukup untuk bergabung secara individual dengan
21 klien.
22 • Menugaskan penelaah yang tepat untuk menelaah pekerjaan dari
23 anggota tim asurans sebelumnya.
24
25 Anggota Tim Asurans Sedang Menegosiasikan Pekerjaan dengan Klien
26
27 P924.5 Kantor harus memiliki kebijakan dan prosedur yang mensyaratkan anggota
28 tim asurans untuk menginformasikan kepada Kantor ketika menegosiasikan
29 pekerjaan dengan klien asurans.
30
31 924.5-A1 Ancaman kepentingan pribadi muncul ketika anggota tim asurans yang
32 berpartisipasi dalam perikatan asurans setelah mengetahui bahwa anggota
33 tim asurans tersebut akan, atau mungkin akan bergabung dengan klien di
34 masa mendatang.
35
36 924.5-A2 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kepentingan pribadi
37 adalah mengeluarkan individu tersebut dari perikatan asurans.
38
39 924.5-A3 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
40 kepentingan pribadi adalah dengan menugaskan penelaah yang tepat untuk
41 menelaah setiap pertimbangan signifikan yang dibuat oleh anggota tim
42 asurans saat berada dalam tim.
43
44
45
46
47

212
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 940
2
3 HUBUNGAN YANG BERLANGSUNG LAMA ANTARA PERSONEL DENGAN KLIEN
4 ASURANS
5
6 PENDAHULUAN
7
8 940.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
9 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan dalam Seksi 120
10 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengatasi ancaman terhadap
11 independensi.
12
13 940.2 Ketika seorang individu terlibat dalam perikatan asurans yang bersifat
14 berulang selama periode waktu yang panjang, maka ancaman kedekatan dan
15 ancaman kepentingan pribadi dapat muncul. Seksi ini menetapkan
16 persyaratan dan materi aplikasi yang relevan untuk menerapkan kerangka
17 kerja konseptual dalam keadaan tersebut.
18
19 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
20
21 Umum
22
23 940.3-A1 Ancaman kedekatan dapat muncul sebagai hasil dari hubungan yang lama
24 antara seseorang dengan:
25 (a) Klien asurans;
26 (b) Manajemen senior klien asurans; atau
27 (c) Hal pokok dan informasi hal pokok perikatan asurans.
28
29 940.3-A2 Ancaman kepentingan pribadi dapat muncul sebagai akibat dari kekhawatiran
30 individu akan kehilangan klien asurans lama atau kepentingan untuk
31 mempertahankan hubungan pribadi yang erat dengan anggota manajemen
32 senior atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola. Ancaman seperti
33 itu mungkin memengaruhi pertimbangan individu secara tidak tepat.
34
35 940.3-A3 Faktor yang relevan untuk mengevaluasi level ancaman kedekatan atau
36 ancaman kepentingan pribadi termasuk:
37 • Sifat dari perikatan asurans.
38 • Berapa lama seseorang telah menjadi anggota tim asurans, senioritas
39 individu dalam tim, dan sifat dari peran yang dilakukan, termasuk
40 apakah hubungan seperti itu ada saat individu berada di Kantor
41 sebelumnya.
42 • Sejauh mana pekerjaan individu diarahkan, ditelaah dan disupervisi
43 oleh lebih banyak personel senior.
44 • Sejauh mana individu, karena senioritas individu, memiliki kemampuan
45 untuk memengaruhi hasil dari perikatan asurans, misalnya, dengan
46 membuat keputusan penting atau mengarahkan pekerjaan anggota tim
47 perikatan lainnya.

213
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Kedekatan hubungan pribadi individu dengan klien asurans atau, jika


2 relevan, manajemen senior.
3 • Sifat, frekuensi, dan level interaksi antara individu dan klien asurans.
4 • Apakah sifat atau kompleksitas hal pokok atau informasi pokok telah
5 berubah.
6 • Apakah ada perubahan baru pada individu atau individu yang
7 merupakan pihak yang bertanggung jawab atau, jika relevan,
8 manajemen senior.
9
10 940.3-A4 Kombinasi dua atau lebih faktor dapat meningkatkan atau mengurangi level
11 ancaman. Misalnya, ancaman kedekatan yang muncul seiring waktu karena
12 hubungan yang semakin dekat antara individu dan klien asurans akan
13 berkurang dengan kepergian individu yang merupakan pihak yang
14 bertanggung jawab.
15
16 940.3-A5 Contoh tindakan yang dapat menghilangkan ancaman kedekatan dan
17 ancaman kepentingan pribadi terkait dengan perikatan tertentu adalah
18 dengan merotasi individu dari tim asurans.
19
20 940.3-A6 Contoh tindakan yang dapat menjadi pengamanan untuk mengatasi ancaman
21 kedekatan atau kepentingan pribadi termasuk:
22 • Mengubah peran individu dalam tim asurans atau sifat dan luas tugas
23 yang dilakukan oleh individu tersebut.
24 • Menugaskan penelaah yang tepat yang bukan merupakan anggota tim
25 asurans untuk menelaah pekerjaan individu tersebut.
26 • Melakukan penelaahan mutu secara berkala oleh pihak internal atau
27 eksternal yang independen terhadap perikatan.
28
29 P940.4 Jika Kantor memutuskan bahwa level ancaman yang muncul hanya dapat
30 diatasi dengan merotasi individu dari tim asurans, maka Kantor harus
31 menentukan periode yang tepat di mana individu tidak boleh:
32 (a) Menjadi anggota tim perikatan untuk perikatan asurans;
33 (b) Memberikan pengendalian mutu untuk perikatan asurans; atau
34 (c) Memberikan pengaruh langsung terhadap hasil perikatan asurans.
35 Jangka waktu harus dalam durasi yang cukup yang memungkinkan ancaman
36 kedekatan dan ancaman kepentingan pribadi dapat diatasi.
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47

214
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 950
2
3 PENYEDIAAN JASA NON-ASURANS KEPADA KLIEN ASURANS SELAIN PERIKATAN
4 AUDIT DAN PERIKATAN REVIU
5
6 PENDAHULUAN
7
8 950.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
9 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
10 dalam mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi ancaman terhadap
11 independensi.
12
13 950.2 Kantor mungkin menyediakan berbagai jasa non-asurans kepada klien
14 asurans, yang konsisten dengan keterampilan dan keahliannya. Pemberian
15 jasa non-asurans tertentu kepada klien asurans dapat memunculkan
16 ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika dan ancaman
17 terhadap independensi. Seksi ini menetapkan persyaratan dan materi aplikasi
18 spesifik yang relevan ketika menerapkan kerangka kerja konseptual dalam
19 keadaan tersebut.
20
21 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
22
23 Umum
24
25 P950.3 Sebelum Kantor menerima perikatan untuk memberikan jasa non-asurans
26 kepada klien asurans, Kantor harus menentukan apakah pemberian jasa
27 tersebut dapat memunculkan ancaman terhadap independensi.
28
29 950.3-A1 Persyaratan dan materi aplikasi pada seksi ini membantu Kantor dalam
30 menganalisis jenis jasa non-asurans tertentu dan ancaman terkait yang
31 mungkin muncul ketika Kantor menerima atau memberikan jasa non-asurans
32 kepada klien asurans.
33
34 950.3-A2 Praktik bisnis baru, evolusi pasar keuangan dan perubahan teknologi
35 informasi adalah salah satu perkembangan yang membuat tidak mungkin
36 untuk menyusun semua daftar jasa non-asurans yang mungkin diberikan
37 kepada klien asurans. Akibatnya, Kode Etik ini tidak mencantumkan daftar
38 lengkap semua jasa non-asurans yang mungkin diberikan kepada klien
39 asurans.
40
41 Mengevaluasi Ancaman
42
43 950.4-A1 Faktor yang relevan dalam mengevaluasi level ancaman yang muncul ketika
44 menyediakan jasa non-asurans kepada klien asurans meliputi:
45 • Sifat, ruang lingkup, dan tujuan jasa.
46 • Level ketergantungan terhadap keluaran jasa sebagai bagian dari
47 perikatan asurans.

215
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 • Lingkungan hukum dan regulasi di tempat jasa diberikan.


2 • Apakah hasil jasa akan memengaruhi permasalahan yang tercermin
3 dalam hal pokok atau informasi hal pokok dari perikatan asurans, dan
4 jika demikian:
5 o Sejauh mana keluaran jasa memiliki dampak material atau
6 signifikan terhadap hal pokok perikatan asurans.
7 o Sejauh mana keterlibatan klien asurans dalam membuat
8 pertimbangan atas permasalahan yang signifikan.
9 • Level keahlian dari manajemen dan karyawan klien sehubungan
10 dengan jenis jasa yang diberikan.
11
12 Materialitas Terkait Informasi Klien Asurans
13
14 950.4-A2 Konsep materialitas yang berhubungan dengan informasi klien asurans
15 dibahas dalam Standar Perikatan Asurans (SPA) 3000: Perikatan Asurans
16 Selain Perikatan Audit atau Perikatan Reviu atas Informasi Keuangan
17 Historis. Penentuan materialitas melibatkan pertimbangan profesional dan
18 dipengaruhi oleh faktor kuantitatif dan kualitatif. Hal tersebut juga dipengaruhi
19 oleh persepsi kebutuhan pengguna informasi keuangan atau informasi lain.
20
21 Berbagai Jasa Non-Asurans yang Diberikan kepada Klien Asurans yang Sama
22
23 950.4-A3 Kantor mungkin memberikan berbagai jasa non-asurans kepada klien
24 asurans. keadaan tersebut, dampak gabungan dari ancaman yang muncul
25 dari penyediaan jasa tersebut relevan terhadap evaluasi ancaman oleh
26 Kantor.
27
28 Mengatasi Ancaman
29
30 950.5-A1 Paragraf 120.10-A2 mencantumkan deskripsi tentang pengamanan.
31 Sehubungan dengan pemberian jasa non-asurans kepada klien asurans,
32 pengamanan adalah tindakan, baik secara individual atau gabungan, yang
33 diambil oleh Kantor secara efektif untuk menurunkan ancaman terhadap
34 independensi pada level yang dapat diterima. Dalam beberapa situasi, ketika
35 ancaman muncul dalam pemberian jasa kepada klien asurans, maka
36 pengamanan mungkin tidak tersedia. Dalam situasi demikian, penerapan
37 kerangka kerja konseptual yang diatur pada seksi 120 mensyaratkan Kantor
38 untuk menolak atau mengakhiri jasa non-asurans atau perikatan asurans.
39
40 Larangan Mengambil Alih Tanggung Jawab Manajemen
41
42 P950.6 Kantor tidak boleh mengambil alih tanggung jawab manajemen yang terkait
43 dengan hal pokok atau informasi hal pokok dari perikatan asurans yang
44 diberikan oleh Kantor. Jika Kantor mengambil alih tanggung jawab
45 manajemen sebagai bagian dari jasa lain yang diberikan kepada klien
46 asurans, maka Kantor harus memastikan bahwa tanggung jawab tersebut

216
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 tidak terkait dengan hal pokok atau informasi hal pokok dari perikatan asurans
2 yang diberikan oleh Kantor.
3
4 950.6-A1 Tanggung jawab manajemen mencakup mengendalikan, memimpin, dan
5 mengarahkan entitas, termasuk membuat keputusan mengenai akuisisi,
6 alokasi, dan pengendalian atas sumber daya manusia, keuangan, teknologi,
7 sumber daya berwujud dan takberwujud.
8
9 950.6-A2 Pemberian jasa non-asurans kepada klien asurans memunculkan ancaman
10 kepentingan pribadi dan ancaman telaah pribadi jika Kantor mengambil alih
11 tanggung jawab manajemen saat memberikan jasa. Sehubungan dengan
12 penyediaan jasa yang terkait dengan hal pokok atau informasi hal pokok dari
13 perikatan asurans yang diberikan oleh Kantor, maka pengambilalihan
14 tanggung jawab manajemen juga memunculkan ancaman kedekatan dan
15 mungkin dapat menciptakan ancaman advokasi karena Kantor terlalu dekat
16 dengan cara pandang dan kepentingan manajemen.
17
18 950.6-A3 Penentuan apakah suatu aktivitas merupakan tanggung jawab manajemen
19 bergantung pada keadaan serta mensyaratkan penggunaan pertimbangan
20 profesional. Contoh aktivitas yang dianggap sebagai tanggung jawab
21 manajemen meliputi:
22 • Menetapkan kebijakan dan arah strategis.
23 • Mempekerjakan atau memberhentikan karyawan.
24 • Mengarahkan dan mengambil tanggung jawab atas tindakan karyawan
25 dalam kaitannya dengan pekerjaan karyawan untuk entitas.
26 • Otorisasi transaksi.
27 • Mengendalikan atau mengelola rekening bank atau investasi.
28 • Memutuskan rekomendasi Kantor atau pihak ketiga lain yang akan
29 diimplementasikan.
30 • Melaporkan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola atas
31 nama manajemen.
32 • Mengambil alih tanggung jawab untuk merancang,
33 mengimplementasikan, memantau, dan menjaga pengendalian internal.
34
35 950.6-A4 Memberikan advis dan rekomendasi untuk membantu manajemen klien
36 asurans dalam melaksanakan tanggung jawabnya tidak sama dengan
37 mengambil alih tanggung jawab manajemen. (Ref: Paragraf P950.6 hingga
38 950.6-A3).
39
40 P950.7 Untuk menghindari pengambilalihan tanggung jawab manajemen ketika
41 memberikan jasa non-asurans kepada klien asurans yang terkait dengan hal
42 pokok atau informasi hal pokok dari perikatan asurans, maka Kantor harus
43 meyakini bahwa manajemen klien membuat semua pertimbangan dan
44 keputusan terkait yang merupakan tanggung jawab manajemen. Hal tersebut
45 termasuk memastikan bahwa manajemen klien:
46 (a) Menunjuk individu yang memiliki keahlian, pengetahuan, dan
47 pengalaman yang sesuai untuk bertanggung jawab setiap saat atas

217
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 keputusan klien dan untuk mengawasi jasa yang diberikan. Individu


2 seperti itu, lebih diutamakan merupakan manajemen senior, yang
3 memahami:
4 (i) Tujuan, sifat, dan hasil jasa; dan
5 (ii) Tanggung jawab masing-masing klien dan Kantor.
6 Namun, individu tersebut tidak disyaratkan memiliki keahlian untuk
7 melakukan atau melakukan kembali pemberian jasa tersebut.
8 (b) Melakukan pengawasan atas jasa yang diberikan dan mengevaluasi
9 kecukupan dari hasil jasa yang diberikan untuk kepentingan klien; dan
10 (c) Menerima tanggung jawab atas tindakan, jika ada, yang akan diambil
11 dari hasil pemberian jasa tersebut.
12
13 Pertimbangan Lain Terkait Pemberian Jasa Non-Asurans Spesifik
14
15 950.8-A1 Ancaman kepentingan pribadi dapat muncul jika Kantor terlibat dalam
16 penyusunan informasi hal pokok yang kemudian menjadi informasi hal pokok
17 dari perikatan asurans. Contoh jasa non-asurans yang mungkin
18 memunculkan ancaman telaah pribadi saat memberikan jasa yang terkait
19 dengan informasi hal pokok dari perikatan asurans meliputi:
20 (a) Mengembangkan dan menyiapkan informasi prospektif dan kemudian
21 memberikan asurans atas informasi ini.
22 (b) Melakukan penilaian yang merupakan bagian dari informasi hal pokok
23 dari perikatan asurans.
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

218
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 SEKSI 990
2
3 LAPORAN YANG MENCAKUP PEMBATASAN DISTRIBUSI DAN PENGGUNAANNYA
4 (PERIKATAN ASURANS SELAIN PERIKATAN AUDIT DAN PERIKATAN REVIU)
5
6 PENDAHULUAN
7
8 990.1 Kantor disyaratkan untuk mematuhi prinsip dasar etika, independen, dan
9 menerapkan kerangka kerja konseptual yang ditetapkan pada Seksi 120
10 untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan mengatasi ancaman terhadap
11 independensi.
12
13 990.2 Seksi ini menetapkan modifikasi tertentu atas Bagian 4B yang diizinkan dalam
14 keadaan tertentu yang melibatkan perikatan asurans ketika laporan tersebut
15 mencakup pembatasan distribusi dan penggunaannya. Pada seksi ini,
16 perikatan untuk menerbitkan laporan asurans yang dibatasi distribusi dan
17 penggunaannya sesuai keadaannya, ditetapkan pada paragraf P990.3
18 disebut sebagai “perikatan asurans yang memenuhi persyaratan”.
19
20 PERSYARATAN DAN MATERI APLIKASI
21
22 Umum
23
24 P990.3 Ketika Kantor bermaksud untuk menerbitkan laporan perikatan asurans yang
25 mencakup pembatasan distribusi dan penggunaannya, maka persyaratan
26 independensi yang diatur pada bagian 4B harus memenuhi syarat untuk
27 modifikasi yang diizinkan dalam seksi ini, namun hanya jika:
28 (a) Kantor berkomunikasi dengan pengguna laporan auditor mengenai
29 persyaratan independensi yang dimodifikasi yang akan diterapkan
30 dalam menyediakan jasa; dan
31 (b) Pengguna yang dituju memahami tujuan, informasi hal pokok, dan
32 keterbatasan laporan, serta menyetujui penerapan modifikasi secara
33 eksplisit.
34
35 990.3-A1 Pengguna yang dituju mungkin memperoleh pemahaman tentang tujuan,
36 informasi hal pokok, dan keterbatasan laporan dengan berpartisipasi, baik
37 secara langsung, atau tidak langsung melalui perwakilan yang memiliki
38 kewenangan bertindak untuk pengguna yang dituju, dalam menentukan sifat
39 dan ruang lingkup perikatan. Dalam kedua kasus tersebut, partisipasi ini
40 membantu Kantor untuk berkomunikasi dengan pengguna yang dituju tentang
41 permasalahan independensi, termasuk keadaan yang relevan untuk
42 menerapkan kerangka kerja konseptual. Hal tersebut juga memungkinkan
43 Kantor untuk mendapatkan kesepakatan dari pengguna yang dituju dengan
44 persyaratan independensi yang dimodifikasi.
45
46
47

219
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 P990.4 Apabila pengguna yang dituju adalah kelompok pengguna yang tidak dapat
2 diidentifikasi secara spesifik berdasarkan nama pada saat ketentuan
3 perikatan ditetapkan, maka Kantor kemudian akan membuat pengguna
4 tersebut menyadari modifikasi persyaratan independensi telah disetujui oleh
5 perwakilannya.
6
7 990.4-A1 Misalnya, ketika pengguna yang dituju adalah kelompok pengguna seperti
8 pemberi pinjaman dalam pengaturan pinjaman sindikasi, maka Kantor harus
9 menjelaskan modifikasi persyaratan independensi dalam surat perikatan
10 kepada perwakilan pemberi pinjaman. Perwakilan tersebut kemudian mungkin
11 membuat surat perikatan Kantor tersedia bagi semua anggota kelompok
12 pemberi pinjaman untuk memenuhi persyaratan bagi Kantor yang membuat
13 pengguna menyadari bahwa modifikasi persyaratan independensi telah
14 disetujui oleh perwakilannya.
15
16 P990.5 Ketika Kantor melakukan perikatan asurans yang memenuhi persyaratan,
17 maka setiap modifikasi pada bagian 4B harus dibatasi sebagaimana yang
18 ditetapkan padaparagraf P990.7 dan P990.8.
19
20 P990.6 Jika Kantor juga menerbitkan laporan asurans yang tidak mencakup
21 pembatasan distribusi dan penggunaannya untuk klien yang sama, maka
22 Kantor harus menerapkan bagian 4B untuk perikatan asurans tersebut.
23
24 Kepentingan Keuangan, Pinjaman dan Jaminan, Hubungan Bisnis yang Dekat, dan
25 Hubungan Keluarga dan Pribadi
26
27 P990.7 Ketika Kantor melakukan perikatan asurans yang memenuhi persyaratan,
28 maka:
29 (a) Ketentuan relevan yang ditetapkan pada Seksi 910, 911, 920, 921, 922
30 dan 924 hanya berlaku untuk anggota tim perikatan, dan anggota
31 keluarga inti atau keluarga dekat;
32 (b) Kantor harus mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengatasi setiap
33 ancaman terhadap independensi yang muncul karena kepentingan dan
34 hubungan, sebagaimana diatur di Seksi 910, 911, 920, 921, 922 dan
35 924, antara klien asurans dan anggota tim perikatan berikut;
36 (i) Pihak yang memberikan konsultansi mengenai isu spesifik terkait
37 teknis atau industri, transaksi, atau peristiwa; dan
38 (ii) Pihak yang memberikan pengendalian mutu untuk perikatan,
39 termasuk pihak yang melakukan penelaahan pengendalian mutu
40 perikatan; dan
41 (c) Kantor harus mengevaluasi dan mengatasi setiap ancaman bahwa tim
42 perikatan memiliki alasan untuk meyakini hal tersebut muncul karena
43 kepentingan dan hubungan antara klien asurans dan pihak lain dalam
44 Kantor yang dapat secara langsung memengaruhi hasil perikatan
45 asurans, sebagaimana diatur di seksi 910, 911, 920, 921, 922 dan 924.
46
47
48

220
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

1 990.7-A1 Pihak lain dalam Kantor yang dapat secara langsung memengaruhi hasil dari
2 perikatan asurans termasuk mereka yang merekomendasikan kompensasi,
3 atau yang menyediakan pengawasan langsung, manajemen atau
4 pengawasan lainnya, dari rekan perikatan asurans sehubungan dengan
5 kinerja perikatan asurans.
6
7 P990.8 Ketika Kantor melakukan perikatan asurans yang memenuhi persyaratan,
8 Kantor tidak boleh memiliki kepentingan keuangan material secara langsung
9 atau tidak langsung pada klien asurans.
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48

221
Kode Etik Profesi Akuntan Publik

222
KODE ETIK
PROFESI AKUNTAN PUBLIK
2020

Contact Us

Head Office
Office 8 Building 12th Floor, Unit 12 I - 12 J
Sudirman Central Business District (SCBD) Lot 28
Senopati Raya
Jl. Jend. Sudirman Kav.52 – 53
Jakarta Selatan 12190

Hunting: (+62 21) 72795445, 72795446


Email: info@iapi.or.id / teknis@iapi.or.id

 
Hak Cipta © 2020 Institut Akuntan Publik Indonesia