Anda di halaman 1dari 4

10.

5 Pengertian Asam Karboksilat

Asam karboksilat merupakan asam lemah namun asam karboksilat masih jauh lebih
asam daripada kelompok senyawa-senyawa organik lainnya. Asam karboksilat yang
mempunyai atom karbon lebih dari enam sedikit larut dalam air, tetapi garam ykarboksilat
dari logam alkali sangat larut dalam air.

Gambar

10.5.1 keasamaan karboksilat

Keasaman dari asam karboksilat ditentukan oleh mudahnya gugus –OH


melepaskan ion hidrogen dari-OH pada alkohol. Mengapa demikian? Perhatiakan
struktur reaktan dan produk kedua senyawa tersebut dibawah ini.

Gambar

Pada reaksi kesetimbangan alkohol, ion alkoksida hanya mempunyai satu


bentuk struktur, yaitu R-O, sedangkan pada asam karboksilat, ion karboksilat berada
dalam dua bentuk resonasi I dan resonasi II, ini berarti ion karboksilat distabilkan
oleh aadanya resonansi. Resonansi ini mempermudah pelepasaan ion hidrogen
sehingga keasaman dari asam karboksilat lebih besar dari pada alkohol.
Menurut teori resonansi, ion karboksilat berada dalam hibridisasi dari dua
struktur dengan kestabialn yang sama. Atom karbon dihubungkan dengan atom
oksigen dimana muatan negatif terdistribusi sama diantara kedua atom oksigen dan
panjang ikataan dari dua ikatan karbon-oksigen adaalaah identik.

Gambar

10.5.2 pengaruh subsituen terhadap keasaman


Kekuatan keaaman asam karboksilat sangat dipengaruhi oleh adanya
substituen yang terikat pada gugus alkali yang mengikat –COOH. Faktor yang dapat
menstabilkan ion karboksilat akan meningkatkan keasaman asam karboksilat.
Debaliknay, fakor yang dapat menurunkan kestabilan ion karboksilat juga akan
menurunkan keasaman asam kerboksilat.
Substituen penarik elektron akan memencarkan muatan negatif yang berarti
menstabilkan anion dan menaikan keasaman. Subsstituen pendorong elektron akan
mengintensifkan (memperkuat) negatif yang berarti mendestabilkan anion dan
menurunkan keasaman.

Gambar

10.2 tata nama asam karbosilat


Pemberian anam pada asam karboksilat tergantung pada kompleksitas molekul asam.
Pemberian nama asam karboksilat yang berasal dari hidrokarbon terbuka rantai lurus
dilakukan dengan mengganti akhiran –ana dan –oat, dimana aton karbon karboksilat diberi
nomer satu.

Gambar
Sedangakn senaya yang mempenyai gugus karboksilat yang berkaitan dengan suatu
cincin yang akhirnya adalah asam karboksilat. Posisi gugus karboksilat berada pada nomor
C-1, bukan merupakan nomor dirinya sebagaimana contoh diatas.

Gaambar

Pemerian nama berdasarkan sistem rtival menggunakna huruf yunani dan seterusnya
yang dimuali dari karbon yang berada disebelah atom karbon gugus karboksilat.

Gambar

10.3 struktur dan sifat fisik asam karboksilat


Struktur asam karboksilat beerbentuk planar, karena karbon karboksilat mempunyai
hibridisasi sp2 seperti yang dimiliki oleh senyawa aldehida atau keton. Bentuk planar
karboksilat terjadi pada ikatan C-C-O dan O-C-O dengan membentuk sudut kira-kira 120 0.
Asam asetat sebgai model dapat dilihat pada tabel 10.3.
Gambar
Tabel 10.3

Dalam molekul, asam karboksilat memiliki kekutan yang sangat kuat. Hal ini,
dikarenakan adanya ikatan hidrogen seperti yang terjadi pada molekul alkohol. Asam
karboksilat berada dalam bentuk dimer lingkar yang kuat disebabkan oleh terbentukanya dua
ikatan hidrogen.
Gambar

Ikatan hidrogen yang kuat ini mempengaruhi titik didih, sehingga asam karboksilat
mempunyai titik didih lebih besar dari alkohol yang berkesesuaian.
Tabel 10.3

10.4 garam dari asam karboksilat


Keasaman dari karboksilat jauh lebih kecil dari asam-asam mineral seperti asam
sulfat, asam hidroklorit, asam nitrat dan lainnya. Namun demikian, asam karboksilat jauh
lebih asam daripada asam-asam organik (aklohol dan asetilena), sedangakn keasaman alkohol
beserta asitelena lebih besar daripada air.
Laritan hidroksida dapat merubah asam karboksilat menjadi garam, sedangkan asam
mineral dapat mengubah garam menjadi asam kaboksilat mkembali.

Reaksi

Garam-garam karboksilat dari logam alkali ( natrium, kalium dan amonium) larut
dalam air tetapi tidal larut dalam larutan nonpolar. Sebagian besar garam logam berat ( besi,
perak, atau tembaga) tidak larut dalam air.

10.5 pembuatan asam karboksilat


Asam karboksilat rantai lurus dari atom C 6 sampaidengan atom C18 banyak tersedia
secara komersial, demikaian pula sebagai asam aromatik sederhana. Beberapa asam krboksilat
dapat dibut dengan metode-metode berikut ini :
1. Oksidasi alkohol primer dan alkil benzena
2. Adisi karbon dioksida pada pereaksi grignard
3. Hidrolissis nitril.

10.5.1 oksidasi alkohol primer dan alkil benzena


Oksidasi alkohol akan melibatkan hilangnya satu atau lebih atom hidrogen (hidrogen
alpa) dari karbon yang mengikat gugus hidroksil. Produk yang dihasilkan bergantug dari
adanya atom hidrogen alpa, sehingga membentuk alkohol primer, sekunder atau tersier
perhatiakan contoh reaksi berikut ini.

Reaksi

Meskipun benzena dan alkana tidak reaktif terhadap oksidator seperti KmnO4 dan
K2Cr2O3, tetapi benzena memungkinkan subsituen menjadi lebih mudah ddioksidasi. Gugus
akan dioksidasi sehinggan menghasilkan gugus –COOH yang berikatan langsung dengan inti
benzena. Perhatiakn contoh reaksi dibawah ini :

Gambar

10.5.2 adisi karbon dioksida pada peraksi grignard


Pada reaksi sintesis asam karboksilat dengan menggunakan pereaksi grignard gas
Co2 dialirkan kedalam larutan eter berisi pereaksi gridnard dan es kering ( CO2 pdat) yang
sekaligus berfungsi sebagai pendingin reaksi. Reaksi dan mekanisme yang teerjadi ditunjukan
dibawah ini :

Reaksi

10.5.3 hidrolisis nitril


Nitril (R-CN)dihasilkan bila suatu alkil halida direaksikan dengan natrium sianida
dalam pelarut dimetil sulfoksida. Reaksi ini berupa reaksi eksotermikyang berlangsung
dengan cepat pada suhu kamar. Senyawa nitril ayng dihasilkan kemudian dihidrolisis dalam
asam sambil dididihkan. Reaksi alkil halida dan sianida merupakan reaksi substitusi
nukleofilik seperti diketahui bahwa asam HCN adalah asam lemah , sedangakn CN- adlah
basa kuat, maka seperti yang diharapkan basa kuat dapat menarik ion hidrogen sengga dakan
terjadi reaksi eliminasi bersama reaksi subtitusi. Perhatiakan contoh reaksi dibawah ini :

Reaksi

Reaksi eliminasi sulit berlangsung pada alkil halida sekunder dan reaksi subtitusi akan
berlangsung dengan mudah pada senyawa alkil halida primer.

10.6 reaksi-reaksi asam karboksilat


Seperti yang telah diketahui, asam karboksilat dalam beberapa hal mempunyai
kesamaan dengan alkohol maupun aldehida. Sama seperti alkohol, asam krbaoksilat dapat
dideprotonasimembentuk anion dan menjadi nukleofilik pada gugus karbonil. Namun
demikian, asam karboksilat dapat mengalami reaksi sfesifik lain yang tidak dapat terjadi pada
senyawa alkohol dan snyawa keton. Reaksi-reaksi asam karboksilat dapat dikelompokan
dalam empat katagori reaksi sseperti terlihat pada gambar dibawah ini. Berikut ini adalah
reaksi-reaksi yang umum pada asam karboksilat.

Gambar

Reaksi reduksi asam karboksilat

Asam karboksilat dapat direduksi menggunakan LiAlH4 menghasilkan alkohol


primer, tetapi hal ini tidak terjadi jika mengunakan reduktor NaGH4- reaksi biasanya
dibentuk dengan pemanasan. Reaksi deprotonasi telah dijelakan pada bab I, sedangakan
reaksi subsitusi-alpa dan substitusi nukleofilikasli akn diterangakn pada bab II, tentant
turuanan asam karboksilat.

Gambar