Anda di halaman 1dari 14

BAB III

KEGIATAN PPLK

A. Kegiatan Mengajar (Teaching)


Dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di SMK Negeri 1 Tanjung
Raya pada jurusan listrik, penulis dibina oleh guru pamong Bapak Arief
Budiman Kamal, S.Pd dan diarahkan oleh Bapak Dr. Aswardi, MT Penulis
diamanahkan untuk mengajar 2 Mata Pelajaran, yaitu : Pekerjaan Dasar
Elektromekanik dan Instalsai Motor Listrik.
Mata pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik terjadwal 4 jam
perminggunya dan Instalasi Motor Listrik terjadwal 8 jam perminggunya,
total penulis mengajar setiap minggu adalah 20 jam pelajaran setiap
minggunya. Dan pada dasarnya maksimal mengajar dalam seminggu adalah
24 jam pelajaran, namun masih ada mahasiswa plk yang mengajar lebih dari
itu karena kondisi dan situasi di sekolah itu sendiri. Dalam proses belajar
mengajar yang penulis cantumkan di laporan ini yaitu terfokus pada satu mata
pelajaran, yaitu Mata Pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik.
Di sekolah latihan, penulis mendapat tugas untuk mengajar sebanyak 4
kelas, yaitu kelas X TITL 1, X TITL 2, X TITL 3 dan XI TITL 3. Pada
latihan mengajar mandiri penulis diberi tanggung jawab mengajar mata
pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik, dan Instalasi Motor Listrik. Untuk
kegiatan mengajaar dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

NO HARI JAM ke KELAS MATA PELAJARAN


1 Selasa 1-4 X TITL 1 Pekerjaan Dasar Elektromekanik
2 Rabu 1-4 X TITL 2 Pekerjaan Dasar Elektromekanik
3 Kamis 1-4 X TITL 3 Pekerjaan Dasar Elektromekanik
4 Sabtu 1-8 XI TITL 2 Instalasi Motor Listrik
Tabel 3.1. Daftar Kegiatan Mengajar

Pelaksanaan pembelajaran tersebut disesuaikan dengan program yang


telah ditetapkan yang terdiri dari dua jenis, yaitu:

20
21

1. Latihan Mengajar Terbimbing (LMT)


Latihan Mengajar terbimbing merupakan suatu tahapan dimana
penulis berlatih menerapkan keterampilan mengajar secara terintregasi dan
utuh dalam situasi mengajar yang sebenarnya di bawah bimbingan guru
pamong. Latihan dilakukan di sekolah yang ditetapkan sebagai tempat
latihan.
Latihan mengajar terbimbing secara penuh berlangsung selama tiga
kali pertemuan setiap kelasnya, yaitu dari tanggal 30 Juli s.d. 18 Agustus
2018. Dalam kegiatan ini penulis mengamati proses berlangsungnya
kegiatan PBM dan membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam
kegiatan belajar.

Gambar 3.1. Latihan Mengajar Terbimbing

Adapun gambaran umum kegiatan yang penulis lakukan dari awal


sampai akhir Latihan Mengajar Terbimbing adalah sebagai berikut:
a. Kegiatan Latihan Mengajar Terbimbing 1
1) Tahap perencanaan
Tahap perencanaan dimulai dengan meminta tugas mengajar
kepada guru pamong. Penulis dan guru pamong mengadakan diskusi
mengenai materi yang akan diajarkan. Dari hasil diskusi, penulis
memperoleh materi pembelajaran dengan tema Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3). Setelah diperoleh cakupan materi yang
22

sesuai, penulis mulai menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


(RPP).
Sebelum penulis melakukan implementasi RPP, penulis
melakukan konsultasi dengan Bapak Arief Budiman Kamal, S.Pd
selaku guru pamong yang dilaksanakan pada 1 Agustus 2018. Dalam
konsultasi tersebut, guru pamong memberikan masukan-masukan
antara lain, pembuatan indikator perlu di perhatikan lagi, materi
tidak hanya terpaku pada buku saja, langkah-langkah dalam
pembuatan RPP harus langsung tertuju pada siswa.

2) Tahap Pelaksanaan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah disusun
kemudian diimplementasikan pada hari Kamis, 2 Agustus 2018 dan
dinilai oleh Bapak Arief Budiman Kamal, S.Pd, selaku guru pamong.
Pada kegiatan LMT 1 ini guru pamong berada didalam kelas
mendampingi penulis melakukan kegiatan mengajar. Penulis
mengimplementasikan RPP di kelas X TITL 3 yaitu mata pelajaran
Pekerjaan Dasar Elektromekanik dan selama 4 jam pembelajaran,
kegiatan belajar mengajar berlangsung mulai pukul 07.30 – 10.30
WIB. Tujuan dari pembelajaran ini adalah Setelah belajar materi ini
siswa dapat mengklasifikasikan peralatan dan kelengkapan K3 sesuai
dengan fungsinya.
Penulis memulai kegiatan pembelajaran dengan melakukan
motivasi dan apersepsi. Selanjutnya penulis menyampaikan materi
pelajaran yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran yang hendak
dicapai.
Kegiatan inti dimulai dengan pemeberian stimulus terhadap
siswa, dilanjutkan dengan identifikasi masalah oleh siswa terhadap
stimulus yang penulis berikan, setelah itu pengumpulan data dari
masalah yang telah diidentifikasi tersebut, pada akhir pembelajaran,
penulis mengadakan evaluasi dengan memberi soal evaluasi kepada
siswa untuk dikerjakan.
23

Kegiatan ditutup dengan penyimpulan kembali materi yang


telah diperlajari dan memberikan tindak lanjut berupa Pekerjaan
Rumah.

3) Tahap Evaluasi
Setelah implementasi RPP dan kegiatan mengajar dilaksanakan,
penulis dan guru pamong melakukan evaluasi. Penulis juga
memperoleh kritik dan saran dari guru pamong mengenai kegiatan
pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Menurut guru pamong,
penguasaan kelas lebih ditingkatkan lagi, penyampain materi jangan
terlalu cepat/terburu-buru, penggunaan metode pembelajaran harus
divariasikan, gunakan media pembelajaran seefektif mungkin.

b. Kegiatan Latihan Mengajar Terbimbing 2


1) Tahap perencanaan
Tahap perencanaan dimulai dengan menamyakan tugas
mengajar kepada guru pamong. Penulis dan guru pamong
mengadakan diskusi mengenai materi yang akan diajarkan. Dari
hasil diskusi, penulis memperoleh materi pembelajaran dengan tema
Penyiapan Pekerjaan Pelat Logam. Setelah diperoleh cakupan materi
yang sesuai, penulis mulai menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP).
Sebelum penulis melakukan implementasi RPP, penulis
melakukan konsultasi dengan Bapak Arief Budiman Kamal, S.Pd
selaku guru pamong yang dilaksanakan pada 8 Agustus 2018. Dalam
konsultasi tersebut, guru pamong memberikan masukan-masukan
antara lain, langkah-langkah dalam pembuatan RPP harus langsung
tertuju pada siswa, sesuaikan metode pembelajaran terhadap materi
pembelajaran, lengkapi bahan ajar dan media pembelajaran.

2) Tahap Pelaksanaan
24

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah disusun


kemudian diimplementasikan pada hari Kamis, 9 Agustus 2018 dan
dinilai oleh Bapak Arief Budiman Kamal, S.Pd selaku guru pamong.
Penulis mengimplementasikan RPP di kelas X TITL 3 yaitu mata
pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik dan selama 4 jam
pembelajaran, kegiatan belajar mengajar berlangsung mulai pukul
07.30 – 10.30 WIB. Pada kegiatan LMT 2 ini, guru pamong tidak
selalu mendampingi penulis didalam kelas.
Tujuan dari pembelajaran ini adalah Setelah belajar materi ini
siswa dapat menginterpretasikan gambar rangka dari pekerjaan pelat
logam.
Penulis memulai kegiatan pembelajaran dengan melakukan
motivasi dan apersepsi. Selanjutnya penulis menyampaikan materi
pelajaran yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran yang hendak
dicapai.
Kegiatan inti dimulai dengan pemeberian stimulus terhadap
siswa, dilanjutkan dengan identifikasi masalah oleh siswa terhadap
stimulus yang penulis berikan, setelah itu pengumpulan data dari
masalah yang telah diidentifikasi tersebut, pada akhir pembelajaran,
penulis mengadakan evaluasi dengan memberi soal evaluasi kepada
siswa untuk dikerjakan.
Kegiatan ditutup dengan penyimpulan kembali materi yang
telah diperlajari dan memberikan tindak lanjut berupa Pekerjaan
Rumah.

3) Tahap Evaluasi
Setelah implementasi RPP dan kegiatan mengajar
dilaksanakan, penulis dan guru pamong melakukan evaluasi. Penulis
juga memperoleh kritik dan saran dari guru pamong mengenai
kegiatan pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Menurut guru
pamong, penguasaan kelas lebih ditingkatkan lagi, penyampain
25

materi jangan terlalu cepat/terburu-buru, beri motivasi siswa yang


malas belajar, ajak siswa agar lebih aktif bertanya.

c. Kegiatan Latihan Mengajar Terbimbing 3


1) Tahap perencanaan
Tahap perencanaan dimulai dengan menamyakan materi
kepada guru pamong. Penulis dan guru pamong mengadakan diskusi
mengenai materi yang akan diajarkan. Dari hasil diskusi, penulis
memperoleh materi pembelajaran dengan tema Penyiapan Pekerjaan
Pelat Logam. Setelah diperoleh cakupan materi yang sesuai, penulis
mulai menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Sebelum penulis melakukan implementasi RPP, penulis
melakukan konsultasi dengan Bapak Arief Budiman Kamal, S.Pd
selaku guru pamong yang dilaksanakan pada 15 Agustus 2018.
Dalam konsultasi tersebut, guru pamong memberikan masukan-
masukan agar membuat media pembelajaran semenarik mungkin.

2) Tahap Pelaksanaan
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah disusun
kemudian diimplementasikan pada hari Kamis, 16 Agustus 2018 dan
dinilai oleh Bapak Arief Budiman Kamal, S.Pd selaku guru pamong.
Selama kegiatan LMT 3 ini guru pamong tidak selalu berada
didalam kelas, tetapi tetap memantau penulis mengajar dari luar
kelas. Penulis mengimplementasikan RPP di kelas X TITL 3 yaitu
mata pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik dan selama 4 jam
pembelajaran, kegiatan belajar mengajar berlangsung mulai pukul
07.30 – 10.30 WIB. Pada kegiatan LMT 2 ini, guru pamong tidak
selalu mendampingi penulis didalam kelas.
Tujuan dari pembelajaran ini adalah Setelah belajar materi ini
siswa dapat Menggunakan peralatan untuk pekerjaan menandai pelat
logam.
26

Penulis memulai kegiatan pembelajaran dengan melakukan


motivasi dan apersepsi. Selanjutnya penulis menyampaikan materi
pelajaran yang akan dipelajari dan tujuan pembelajaran yang hendak
dicapai.
Kegiatan inti dimulai dengan pemeberian stimulus terhadap
siswa, dilanjutkan dengan identifikasi masalah oleh siswa terhadap
stimulus yang penulis berikan, setelah itu pengumpulan data dari
masalah yang telah diidentifikasi tersebut, pada akhir pembelajaran,
penulis mengadakan evaluasi dengan memberi soal evaluasi kepada
siswa untuk dikerjakan.
Kegiatan ditutup dengan penyimpulan kembali materi yang
telah diperlajari dan memberikan tindak lanjut berupa Pekerjaan
Rumah.

3) Tahap Evaluasi
Setelah implementasi RPP dan kegiatan mengajar
dilaksanakan, penulis dan guru pamong melakukan evaluasi. Penulis
juga memperoleh kritik dan saran dari guru pamong mengenai
kegiatan pembelajaran yang sudah dilaksanakan. Menurut guru
pamong, penguasaan kelas lebih ditingkatkan lagi, ajak siswa agar
lebih aktif bertanya.

2. Latihan Mengajar Mandiri (LMM)


Dalam kegiatan latihan mengajar mandiri (LMM) berlangsung dari
tanggal 20 Agustus s.d. 30 November 2018, penulis diberi kewenangan
penuh untuk mengajar di kelas/workshop dan menyelenggarakan kegiatan-
kegiatan lainnya, seperti penilaian belajar siswa, membuat soal ujian dan
lain sebagainya. Walaupun penulis telah memasuki latihan mengajar
mandiri, penulis tetap melakukan diskusi dan konsultasi dengan guru
pamong yang berkaitan dengan proses belajar mengajar, sehingga banyak
ilmu yang penulis dapatkan dari guru pamong tentang cara mengajar yang
baik di depan kelas.
27

Dari proses belajar mengajar yang dilakukan, semuanya dapat


berjalan dengan lancar sesuai dengan perencanaan semula. Walaupun ada
beberapa kendala dalam proses belajar mengajar, tetapi dapat terselesaikan
dengan baik. Ini semua berkat kerjasama, arahan dan bimbingan yang
diberikan guru pamong. Sehingga dalam latihan mengajar mandiri penulis
tidak mengalami kesulitan yang berarti mulai dari LMM 1 sampai dengan
LMM 8.

Gambar 3.2. Latihan Mengajar Mandiri (LMM)

Adapun gambaran umum kegiatan yang penulis lakukan dari awal


sampai akhir pembelajaran adalah sebagai berikut:
a. Kegiatan Awal
Dalam kegiatan ini penulis menerapkan beberapa teori dalam
perkuliahan Micro-Teaching. Keterampilan yang dikembangkan dalam
tahap ini adalah keterampilan membuka pelajaran yang terdiri dari :
1) Mengucapkan salam
2) Menanyakan keadaan siswa
3) Mengajak peserta didik merapikan tempat duduknya.
4) Mengajak peserta didik memungut sampah yang ada disekitarnya
dan memasukan kedalam tong sampah
5) Mengambil Absensi (daftar hadir) siswa.
6) Menanyakan kegiatan ibadah dan memotivasi siswa
28

b. Kegiatan Inti
Pada tahap ini penulis mengembangkan keterampilan menjelaskan,
bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, mengelola kelas
dan melakukan pengajaran dengan kelompok kecil dan perorangan.
Berikut ini kegiatan inti yang dilakukan selama pelajaran berlangsung
adalah sebagai berikut:
1) Menjelaskan materi dan tujuan dari materi yang dipelajari, sehingga
peserta didik dapat mengambil manfaat dan mempraktekkan materi
dalam kehidupan sehari-hari.
2) Mengelaborasi pengetahuan peserta didik dengan menghubungkan
materi dengan kehidupan sehari-hari.
3) Menimbulkan suasana pembelajaran yang aktif dengan memberikan
pertanyaan lanjutan dan stimulus kepada peserta didik.
4) Membimbing peserta didik dengan bahasa yang mudah dipahami
dan mengkaitkan dengan fenomena yang terjadi di lingkungan
sekitar.
5) Membimbing peserta didik agar dapat menganalisa dan mengambil
kesimpulan mengenai materi yang diajarkan.

c. Kegiatan Penutup
Menutup pembelajaran merupakan kegiatan dan pernyataan guru untuk
menyimpulkan atau mengakhiri kegiatan pembelajaran. Adapun
kegiatan penutup yang dapat dilakukan adalah:
1) Meninjau kembali pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari
dan melakukan klarifikasi terhadap pemahaman siswa yang kurang
tepat.
2) Menyimpulkan materi pelajaran dengan merumuskan pokok-pokok
pikiran atau inti dari materi pembelajaran.
3) Memberikan tugas tambahan untuk memantapkan pemahaman siswa
terhadap materi yang telah dipelajari.
4) Menyampaikan salam dan kata-kata motivasi untuk peserta didik.
5) Memberikan siswa tugas tambahan untuk diselesaikan di rumah.
29

6) Memberikan sumber-sumber belajar untuk dipelajari.


7) Menyuruh siswa agar membaca atau memahami materi yang akan di
bahas minggu selanjutnya

d. Kegiatan Evaluasi
Setelah kegiatan latihan mengajar mandiri dilaksanakan, penulis
menemui guru pamong untuk melakukan evaluasi. Penulis juga
memperoleh kritik dan saran dari guru pamong mengenai kegiatan
pembelajaran yang sudah dilaksanakan.

B. Kegiatan Non-teaching
Selain dari kegiatan atau proses belajar mengajar (PBM), mahasiswa
PLK juga melakukan kegiatan non-teaching yang mendukung kegiatan-
kegiatan pendidikan secara utuh dan program pengajaran khususnya.
Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama program pengalaman
lapangan kependidikan non-teaching yang dilaksakan disekolah latihan
adalah:
1. Menganalisis Nilai Siswa
Setelah melakukan Ulangan Harian dan beberapa test untuk
menguji pemahaman peserta didik, selanjutnya dilakukan analisis
penilaian. Analisis nilai ini dilakukan untuk mengetahui penyebab
rendahnya nilai murid. Hasil analisis dapat dijadikan sebagai bahan
evaluasi pribadi untuk meningkatkan kualitas dan stategi mengajar yang
lebih baik.

2. Piket di Ruang Guru


Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan non-teaching di sekolah.
Adapun kegiatan yang dilakukan adalah membunyikan bel (masuk,
istirahat, dan pulang), memberi surat izin masuk/keluar bagi siswa yang
terlambat dan ada keperluan lain, memberi hukuman atau sanksi dan
menekankan/ memotivasi agar siswa tidak terlambat lagi, menyambut
tamu yang datang dari luar dan membantu mengajar ketika guru mata
30

pelajaran tidak hadir atau mencarikan solusi yang tepat. Penulis


diamanahkan untuk piket di Ruang guru setiap hari jum’at dari jam 07.30
– 15.45.

3. Piket Aula Sekolah


SMKN 1 Tanjung Raya merupakan satu-satunya SMK di Sumatera Barat
yang mengintregrasikan penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba
kedalam kurikulum K13. Kegiatan ini rutin dilakukan perminggunya dari
bulan juli sampai dengan oktober. Dalam kegiatan ini penulis bertugas
menyiapkan peserta penyuluhan, mengawasi siswa agar kondusif, dan
sebagai operator dalam terlaksanya penyuluhan yang tertib. Penulis
diamanahkan untuk piket di aula pada setiap hari jum’at dari jam 07.30 –
14.15.

4. Mengikuti Kegiatan Sekolah


Kegiatan sekolah yang diikuti berupa acara rutin yang dilakukan di
sekolah diantaranya mengikuti upacara yang dilaksanakan pada hari senin
pagi dan mengikuti kuliah tujuh menit atau Kultum yang dilaksanakan
pada hari Jum’at pagi. Selain itu acara yang tidak rutin diantaranya
mengikuti acara rapat guru, membimbing siswa dalam kegiatan
ekstrakurlikuler.

5. Mempersiapkan perayaan hari nasional


Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-73
Untuk menyambut HUT RI yang ke-73 penulis diamanahkan sebagai
panitia pelaksana perayannya. Adapun kegiatan yang penulis lakukan
yaitu: membuat round down acara, menetapkan perlombaan yang akan
dilaksanakan, mempersiapkan hadiah perlombaan.
Peringatan Hari Guru
Dalam pelaksanaan memperingati hari guru, penulis diamanahkan menjadi
pelaksana upacara pengibaran bendera merah putih. Untuk persiapannya
penulis melakukan latihan upacara pengibaran bendera merah putih selama
sebulan sebelum hari peringatan .
31

6. Mengevaluasi Nilai Siswa


SMK Negeri 1 Tanjung Raya mendapatkan Sertifikat ISO 9001 : 2000.
Untuk itu semua kegiatan yang berkaitan dengan proses belajar dan
mengajar diupayakan mencapai standar yang terbaik. Salah satu
peningkatan mutu ini juga dilakukan dalam bidang penilaian hasil akhir
belajar siswa. hasil akhir ini merupakan hasil final untuk masing-masing
siswa. Dalam kegiatan ini penulis membantu guru pamong dalam
mengentry nilai siswa dengan menggunakan sisten informasi SMK Negeri
1 Tanjung Raya.

C. Kasus dan Penyelesaian


Dalam masa PPLK di SMK Negeri 1 Tanjung Raya, penulis
menemukan beberapa kasus antara lain:
1. Siswa sering terlambat masuk kelas
Beberapa alasan siswa terlambat adalah rumah jauh, tidak sarapan
pagi, ketiduran saat jam istirahat, dan tidur larut malam karena alasan buat
tugas. Siswa yang terlambat akan dapat mengganggu konsentrasi
temannya saat PBM berlangsung. Dalam hal ini penulis menanyakan serta
berkonsultasi dengan pamong, maka didapatkan solusinya yaitu dengan
cara berjanji tidak akan terlambat lagi dan tidak melalaikan mata pelajaran,
jika siswa tersebut tidak menjalankan maka tahap terkhir akan dipanggil
orang tuanya. Agar orang tua dapat memberikan motivasi kepada anaknya
tersebut.

2. Kurangnya motivasi siswa untuk belajar.


Hal ini dapat dilihat dari banyaknya siswa yang tidak mendengarkan guru
disaat menerangkan pelajaran, seringnya siswa terlambat memasuki kelas,
serta ada beberapa siswa yang tidak mengerjakan tugas yang diberikan
oleh guru. Selain itu kurangnya motivasi siswa dapat dilihat dari
menurunnya tingkat kehadiran beberapa siswa didalam kelas. Dalam hal
ini penulis menciptakan suasana yang akrab dan memberikan motivasi
terhadap siswa yang malas belajar.
32

3. Adanya siswa yang membuat keributan di kelas, seperti keluar masuk


tanpa izin, tidak memperhatikan pelajaran, dan lain-lain.
Berdasarkan masalah tersebut penulis mengambil tindakan langsung
dengan tegas berupa hukuman bagi yang membuat keributan dikelas, jika
tidak mendengarkan saran tersebut maka siswa itu akan dibawa ke dalam
ruang kantor guru untuk dikonsultasikan alasan membuat keributan
dikelas.

4. Waktu pembelajaran masih belum efektif


Dalam hal ini, penulis mengambil kesimpulan, dengan berlakunya
Kurikulum 2013 maka siswa bisa dikatakan jenuh dalam PBM karena pada
saat pagi siswa wajib datang dari jam 07.30 wib sampai jam pulang pada
jam 15.45 wib. Dikarenakan kurikulum tersebut siswa masih belum
beradaptasi dengan sekolah terutama dengan proses belajar mengajar.
Berdasarkan masalah tersebut penulis mengambil tindakan langsung agar
pembelajaran lebih efektif dengan menggunakan metode pembelajaran
kooperatif

5. Adanya siswa yang tidak melaksanakan sholat dzuhur.


Pada saat jam istirahat shalat masih ada sebagian kecil siswa yang
tidak melaksanakan kewajiban tersebut. Maka penulis menyimpulkan
siswa tersebut akan diberi hukuman berupa tidak mengambil kehadiran
(absen), kemudian siswa tersebut disuruh melaksakan kewajibannya
dahulu sebelum melaksanakan PBM di kelas.

6. Kurangnya bahan praktek di sekolah


Dalam dunia pendidikan terutama Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) diwajibkan untuk adanya fasilitas karena siswa tersebut harus
ditingkatkan dalam hal kejuruan, dalam hal ini penulis menyimpulkan
untuk bahan-bahan atau alat di Workshop/tempat kerja terlebih dahulu
harus dibuat daftar kebutuhan dalam satu semester dan diajukan kepada
pihak sekolah yaitu pihak sarana dan prasarana demi tercapai tujuan
pembelajaran.
33

7. Siswa banyak yang cabut


Disaat pergantian jam, sebagian siswa tidak langsung memasuki
lokal untuk mengikuti PBM melainkan ada yang bermain diluar bahkan
ada juga yang cabut. Cara mengatasi hal yang demikian, setiap guru yang
mengajar memastikan mengambil absen kelas siswa kemudian setelah itu
mengalihkan ke guru yang selanjutnya mengajar ( absensi bergilir). Kalau
ada siswa yang tidak masuk di jam pertama maka tidak boleh masuk dijam
berikutnya (yang dibuktikan dengan absen kehadiran). Hal hasil siswa
cepat masuk dan cabut berkurang.