Anda di halaman 1dari 6

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PRE OPERASI
DI RUANG MAWAR
 
Topik                           : Keperawatan Perioperatif
Sub Topik                   : Perawatan Pre Operasi
Sasaran                        : Pasien dan Keluarga Pasien
Tempat                        : Ruang Mawar
Hari/tanggal                 : Kamis, 27 Februari 2020
Waktu                          : 20 menit
Penyuluh : Mega Meilisa Manara

I. PENDAHULUAN
Perawatan pre operasi merupakan suatu proses perawatan sebelum operasi,
yang dimulai saat klien dan keluarga mengambil keputusan untuk dilakukan operasi
dan berakhir ketika klien berpindah atau berada di ruang operasi.

II. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan, pasien dan keluarga pasien dapat memahami
tentang perawatan sebelum operasi atau pre operasi.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mendapatkan penyuluhan, pasien dan kelurga dapat :
(1)   Menjelaskan pengertian perawatan pre operasi
(2)   Menjelaskan jenis dan tujuan tindakan operasi
(3)   Menjelaskan faktor resiko pada tindakan operasi
(4)   Menjelaskan persiapan sebelum operasi
(5)   Menjelaskan persiapan psikologis
(6)   Menjelaskan persiapan fisik
(7)   Mendemonstrasikan tekhnik keterampilan pasca operasi

III. MATERI
terlampir 

IV. METODE
1) Ceramah
2) tanya jawab

V. KEGIATAN PENYULUHAN
NO WAKT KEGIATAN MAHASISWA KEGIATAN
U PESERTA
1 2 Menit Pembukaan:  
1        Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam 1.Menjawab
2        Memperkenalkan diri salam
3        Kontrak waktu 2. Mendengarkan
4        Menjelaskan tujuan dari penyuluhan. 3.
5        Menyebutkan materi penyuluhan yang akan diberikan Memperhatikan
 
 
2 10 Menit Pelaksanaan :  
Menjelaskan tentang: Mendengarkan
1. Pengertian perawatan pre operasi dan
2. Jenis dan tujuan tindakan operasi memperhatikan
3. Faktor resiko dalam tindakan operasi  
4. Persiapan sebelum operasi
5. Persiapan psikologis
6. Persiapan fisik
7. Mendemonstrasikan keterampilan pasca tindakan
operasi dan cara mencuci tangan yang baik dan benar
3 5 menit Diskusi: Mengajukan
    1. Memberikan kesempatan pada peserta untuk pertanyaan
  mengajukan pertanyaan kemudian didiskusikan
bersama dan menjawab pertanyaan
 
4 2 Menit Evaluasi :  
1. Menanyakan pada peserta tentang materi yang Menjawab &
diberikan dan reinforcement kepada peserta  bila menjelaskan
dapat menjawab & menjelaskan kembali pertanyaan
pertanyaan/materi.  
5 1 Menit Terminasi :  
1        Mengucapkan terima kasih kepada peserta Mendengarkan
2        Mengucapkan salam dan membalas
salam

                                    
VI. EVALUASI
 Standart
1)      Kesiapan materi
2)      Kesiapan SAP
3)      Kesiapan media
 Proses
1)      Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan.
2)      Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
3)      Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
4)      Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
MATERI PENYULUHAN
Perawatan Pre Operasi (Persiapan Sebelum Operasi)
 
1.      Pengertian
Perawatan pre operasi merupakan suatu proses perawatan sebelum operasi,
yang dimulai saat klien dan keluarga mengambil keputusan untuk dilakukan
operasi dan berakhir ketika klien berpindah atau berada di ruang operasi.
2.      Jenis & Tujuan Tindakan Operasi
1)    Diagnostik, yaitu jenis operasi yang dilakukan untuk memperoleh infomasi
dalam menegakkan diagnosis pasti dari suatu penyakit.
2)    Paliatif, yaitu tindakan operasi yang dilakukan untuk menurunkan atau
mengurangi nyeri atau gejala penyakit dan tidak menyembuhkan.
3)    Ablatif, yaitu tindakan pembedahan yang dilakukan dengan cara
pengangkatan bagian tubuh yang berpenyakit untuk proses penyembuhan,
contoh amputasi.
4)    Konstruktif, yaitu tindakan pembedahan yang dilakukan untuk
memperbaiki fungsi atau penampilan yang telah hilang atau menurun,
contoh implantasi payudara, dagu, hidung, dll.
5)    Transplantasi, yaitu tindakan pembedahan yang mengganti struktur tubuh
yang tidak berfungsi, contoh transplantasi ginjal.
3.      Faktor Resiko
Tindakan operasi dapat menimbulkan sedikit resiko jika keadaan umum
klien baik.  Masalah kesehatan umum yang dapat meningkatkan resiko dan
dapat menjadi faktor penyebab ditundanya suatu tindakan operasi adalah
malnutrisi, stres, obesitas, hipertensi, gangguan fungsi jantung, diabetes melitus,
gangguan pada pembekuan darah, dan penyakit lain yang menjadi
kontraindikasi tindakan operasi.
4.      Persiapan sebelum Operasi
1)   Formulir Persetujuan / Informed consent
Informed consent merupakan formulir persetujuan yang membuktikan
bahwa klien dan keluarga benar membutuhkan tindakan operasi, dan
bersedia untuk dilakukan tindakan operasi terhadap klien. Formulir ini
disediakan oleh pihak rumah sakit, dan ditanda tangani jika klien dan
keluarga telah mendapat penjelasan yang jelas dari petugas (dokter atau
perawat) tentang tindakan operasi yang akan dilakukan.
2)   Hasil Pemeriksaan Penunnjang
Hasil pemeriksaan laboratorium pre operasi seperti pemeriksaan
darah, urin, dahak, dan lain lain harus menunjukkan hasil yang normal.
Hasil pemeriksaan lain sepert foto rontgen, USG, EKG, dan lain lain juga
harus disiapkan sebelum tindakan operasi dilakukan.
3)   Persiapan Khusus
Pemeriksaan golongan darah anggota keluarga merupakan persiapan
yang sangat penting untuk mempersiapkan kebutuhan darah bagi klien jika
klien membutukan transfusi darah pasca tindakan.
5.      Pesiapan Psikologis
Empat dimensi tindakan perawatan sebelum operasi yang mampu mengatasi
kebutuhan psikologis klien adalah :
1)   Informasi
Informasi yang jelas tentang persiapan operasi merupakan kebutuhan
utama yang dapat mengatasi kecemasan klien. Informasi yang dimaksud
meliputi apa yang akan dialami klien, berapa biaya yang dibutuhkan, kapan
tindakannya dilakukan, siapa dokter penanggung jawab, apa yang akan
rasakan klien pasca tindakan, dan apa yang harus dilakukan klien dan
keluarga.
2)   Dukungan psikosial
Keberadaan orang  terdekat selama perawatan pra operasi sangat
penting dalam upaya mengatasi kecemasan klien. Keberadaan petugas
kesehatan (perawat atau dokter) juga merupakan dukungan sosial yang
penting yang sangat dibutuhkan klien selama perawatan pra operasi.
3)   Peran klien dan keluarga
Peran klien dan keluarga meliputi melaksanakan semua peraturan pra
operasi dan bertanya kepada perawat atau dokter yang merawat jika
mengalamai kesulitan dan membutuhkan bantuan informasi.
4)   Pelatihan keterampilan
Pelatihan keterampilan sangat penting dilakukan untuk mengatasi
kecemasan klien pasca tindakan operasi yang dialami. Pelatihan
keterampilan ini meliputi mobilisasi dini pasca operasi, latihan napas
dalam, latihan batuk efektif, cara menyokong luka operasi yang benar.

6.      Persiapan Fisik


1)   Pembatasan Nutrisi dan Cairan
Program puasa merupakan program penting sebelum operasi
dilakukan. Puasa dilakukan karena obat obatan anastetik diyakini dapat
menekan fungsi gastrointestinal dan akan berbahaya jika klien mengalami
muntah dan aspirasi selama pemberian anastetik umum.
2)   Eliminasi ; Pengosongan Usus dan Kandung Kemih
Pengosongan isi perut dan kandung kemih dilakukan untuk mencegah
cidera yang tidak perlu pada kandung kemih dan mencegah penyebaran
infeksi dari isi usus selama pembedahan.
a. Pengosongan usus dengan enema harus dilakukan pada klien yang akan
menjalani pembedahan usus.
b. Pemasangan kateter retensi harus dilakukan untuk memastikan bahwa
kandung kemih telah kosong.
3)   Higiene (kebersihan diri)
Kebersihan diri sebelum tindakan operasi harus dilakukan untuk
menurunkan resiko infeksi luka.
a. Mandi disore hari atau dipagi hari sebelum pembedahan dilakukan.
b. Mencukur  bulu atau rambut pada area yang akan dilakukan operasi jika
ada.
c. Menggunting kuku
d. Menggunakan kap kepala untuk mencegah penyebaran mikroorganisme
dari rambut
e. Melepas semua perhiasan dan prostesis (bagian tubuh palsu) seperti gigi
palsu, lensa kontak, kacamata, wig, bulu mata palsu, dan lain lain.
f. Mengenakan baju atau gown khusus untuk operasi.
4)   Istirahat dan Tidur
Istrahat yang cukup harus dilakukan sebelum pelaksanaan
pembedahan. Istirahat yang adekuat membantu klien mengatasi stres
pemebdahan dan membantu penyembuhan.
5)   Medikasi (obat-obatan)
Pastikan bahwa obat-obatan yang dibutuhkan  atau diresepkan harus
sudah disiapkan dengan lengkap sebelum klien berangkat keruang operasi.

7.      Tekhnik Keterampilan Pasca Operasi


1)    Mobilisasi dini
Mobilisasi dini dilakukan 2 atau 3 setelah kilen sadar dan berada
diruangan perawatan. Mobilisasi dini dilakukan dengan cara :
a. Posisi klien terlentang atau semifowler.
b. Kedua kaki ditekuk dengan posisi kedua telapak kaki rata. Hitung
selama 1–3, kemudian kaki diluruskan kembali.
c. Gerakkan jari jari kaki mengahadap ke bagian tubuh atas atau ke arah
kepala. Hitung selama 1 – 3, kemudian rilekaskan kembali.
d. Tekukkan kaki kiri diatas tempat tidur, dan angkat kaki kanan secara rata
(lutut tidak ditekuk), hitung selama 1-3 dan rileks kembali. Lakukan
pada kaki yang berlawanan.  
2)    Napas dalam
Napas dalam dilakukan saat klien mengalami rasa ketidaknyamanan
seperti sesak atau sulit bernapas, merasa tidak puas saat bernpas, atau
merasa nyeri pasca tindakan operasi. Napas dalam dilakukan dengan cara :
a. Posisi klien setengah duduk ( semi fowler)
b. Letakkan kedua telapak tangan diatas dada tepatnya dibawah batas
tulang rusuk.
c. Tarik napas secara perlahan dan dalam melalui hidung sampai dada
mengembang penuh.
d. Tahan napas selama 2 – 3 detik.
e. Kemudian hembuskan napas dengan perlahan dan panjang melui mulut
denga posisi bibir seperti bersiul.
3)   Batuk efektif
Batuk efektif dilakukan jika klien mengalami ketidaknyaman pada
tenggorokkan. Batuk yang tidak efektif dapat menimbulkan nyeri pada luka
pembedahan teutama luka operasi pada area dada dan perut. Batuk efektif
dilakukan dengan cara :
a. Cuci tangan dengan langkah yang benar.
b. Letakkan tangan pada dada, perut, atau pada area luka pasca operasi
(dengan tekanan lembut)
c. Tarik napas secara perlahan dan dalam melalui hidung sampai dada
mengembang penuh.
d. Tahan napas selama 2 – 3 detik.
e. Kemudian hembuskan napas dengan perlahan dan panjang melui mulut
dengan posisi bibir seperti bersiul.
f. Ulangi tekhnik dapas dalam (c,d,e) selama 2 sampai 3 kali.
g. Pada napas dalam yang ke 3, tahan napas 2-3 detik, dan batukkan secara
perlahan.