Anda di halaman 1dari 38

Tanggal : 21 Januari Nama : Fajar Aris Viandi

2011 Laporan:
Pelajaran : Diagnosa Pengenalan Kelas : 3 TKJ A
No exp: 01 Dedicated Router Pemateri : P. Rudi / Bu
Netty

I. TUJUAN

• Siswa memahami konsep tentang dedicated router

• Siswa mampu membedakan karakterisitik dari Core Layer,


Distribution Layer, dan Access Layer

• Siswa mampu menjelaskan spesifikasi dari dedicated router,


berdasarkan keunggulan,kemampuan dan fungsi sesuai layer
hierarki networknya

• Siswa mampu membuat design topologi dan rencana (scenario)


dari dedicated router.

• Siswa mampu mengkonfigurasikan dedicated router dengan


benar.

• Siswa mampu melakukan uji koneksi,supaya memastikan


konfigurasi yang dilakukan sudah benar dan network berjalan
sesuai scenario yang ditentukan.

• Memenuhi salah satu tugas Diagnosa WAN

II. PENDAHULUAN

Dedicated router yaitu perangkat router yang model dan fungsinya


sudah di tentukan oleh vendor, kita memang bisa mengkonfigurasikan
router tersebut, namun kita tidak dapat mengubah port pada router tanpa
seizin dari vendornya.

Vendor yang biasa memproduksi dedicated router diantaranya


Cisco, BayNetworks, 3Com dan lain-lain. Namun, dari sekian banyak
vendor yang ada, Vendor Dedicated Router yang paling popular adalah
Cisco.

Alasan mengapa orang ataupun lembaga/perusahaan menggunakan


dedicated router adalah sebagai berikut :

1. Stabilitas, karena lebih spesifik melakukan tugas sebagai router dari


pada sebuah PC yang melakukan tugas sebagai router.
2. Memiliki banyak alternatif koneksi.
3. Keamanan karena mendukung pemfilteran paket data.
4. Kemudahan, karena dioperasikan menggunakan Internetwork
OperatingSystem(IOS).
5. Praktis dan fleksibel dalam penempatan.

Namun Dedicated router juga memiliki kekurangan, yaitu:

1. Harganya relative lebih mahal


2. Untuk yang Non modular router Port dan interfacenya sudah
ditentukan, jadi kita tidak dapat menambahnya.

Dedicated Router ada 2 macam, yaitu:

1) Modular Router
2) Non Modular Router

Perbedaanya:

"In modular router the interfaces are not fixed so that we wilkl be able
to installed cards latter on this router. But in case of non modular
router the interfaces are fixed, we cannot able to add ports/interfaces
latter on."

Artinya:
Pada Modular router, kita dapat menambah atau mengurangi interface
pada router sewaktu-waktu. tetapi pada Non modular router,
interfacenya tidak dapat ditambah/dikurangi karena sudah ditetapkan
oleh vendor.

Hierarchical Network Design

Hierarchical network design terdiri dari tiga Layer Utama:


A. Backbone (Core) Layer

Core Layer merupakan high-speed switching backbone dan harus didesain


untuk dapat mengirimkan paket data (switch packets) secepat mungkin.
Pada layer ini, manipulasi paket data (seperti: access list dan filtering) tidak
boleh dilakukan, karena hal ini akan memperlambat proses pengiriman paket
data (Switching Packet). Faktor-faktor yang harus diperhatikan saat
merancang perangkat yang akan digunakan pada lapisan inti adalah:
· High data transfer rate (kecepatan transfer data tinggi): Kecepatan penting
pada lapisan inti. Salah satu cara bahwa jaringan inti memungkinkan transfer
data tingkat tinggi adalah melalui berbagi beban, di mana lalu lintas dapat
berjalan melalui koneksi jaringan ganda.
· Low latency period: Lapisan inti biasanya menggunakan sirkuit latency
tinggi kecepatan rendah yang hanya meneruskan paket dan tidak
menegakkan kebijakan.
· High reliability: jalur data Multiple memastikan jaringan toleransi kesalahan
yang tinggi, jika satu jalur mengalami masalah, maka perangkat dengan
cepat dapat menemukan rute baru.

Pada lapisan inti, efisiensi adalah istilah kunci. Sistem yang lebih sedikit dan
lebih cepat menciptakan tulang punggung yang lebih efisien. Ada berbagai
peralatan tersedia untuk lapisan inti.
Contoh peralatan lapisan inti Cisco meliputi:
· Cisco switch seperti 7000,, 7200 7500, dan 12000 (untuk digunakan WAN)
· Catalyst switch seperti 6000, 5000, dan 4000 (untuk menggunakan LAN)
· T-1 dan-1 E baris, koneksi frame relay, jaringan ATM, Multimegabit
Switched Data Service (SMDS)

B. Distribution Layer
Distribution Layer merupakan titik pemisah (demarcation point) antara
access Layer dengan core layers dan membantu dalam mendefinisikan dan
membedakan Core Layer. Layer ini mendefinisikan daerah dimana
manipulasi paket data (packet manipulation) dapat dilakukan dan lapisan
distribusi bertanggung jawab untuk routing.
Fungsi Distribusi Layer antara lain adalah:
· Address atau Area Jaringan LAN
· Akses ke Workgroup ata Departemen.
· Mendefinisikan Broadcast/multicast domain.
· Routing dari Virtual LAN (VLAN)
· Titik temu beberapa media berbeda yang digunakan didalam jaringan
· Keamanan
· Titik dimana Akses secara Remote ke Jaringan dapat dilakukan.

Lapisan ini juga menyediakan konektivitas jaringan berbasis kebijakan,


termasuk :

· Packet filtering (firewall): Proses paket dan mengatur pengiriman paket


berdasarkan sumber dan informasi tujuan untuk menciptakan batas-batas
jaringan.
· QoS: router atau layer 3 switch dapat membaca paket dan memprioritaskan
pengiriman, berdasarkan kebijakan yang ditetapkan.
· Access Point Agregasi Layer: lapisan melayani titik agregasi untuk switch
lapisan desktop.
· Kontrol Broadcast dan Multicast: lapisan ini berfungsi sebagai batas untuk
domain broadcast dan multicast.
· Application Gateways: layer ini memungkinkan Anda untuk membuat
gateway protokol ke dan dari arsitektur jaringan yang berbeda.
· Lapisan distribusi juga melakukan antrian dan menyediakan manipulasi
paket dari lalu lintas jaringan.

Contoh perangkat Cisco pada lapisan distribusi : router series 2600,4000,


4500

C. Access Layer
Access Layer merupakan titik dimana Local-End User dapat masuk ke
Jaringan. Lapisan akses berisi perangkat yang memungkinkan kelompok
kerja dan pengguna untuk menggunakan layanan yang diberikan oleh
lapisan distribusi dan inti. Pada lapisan akses, Anda memiliki kemampuan
untuk memperluas atau collision domain kontrak menggunakan repeater,
hub, atau switch standar. Layer ini juga dapat menerapkan access lists atau
filters untuk dapat mengoptimasi kinerja jaringan.

Fungsi Access Layer antara lain:


· Shared bandwidth (pelayanan jaringan yang tidak didedikasikan untuk satu
pelanggan)
· Switched bandwidth
· MAC layer filtering
· Microsegmentation

Pada lapisan akses, Anda dapat:

· Enable MAC address filtering (Aktifkan penyaringan alamat MAC) : Hal ini
dimungkinkan untuk program sebuah switch untuk hanya memperbolehkan
sistem tertentu yang dapat mengakses LAN yang terhubung.
· Create separate collision domains (Membuat collision domain yang
terpisah) : Switch dapat membuat collision domain yang terpisah untuk
setiap node yang dihubungkan untuk meningkatkan kinerja.
· Share bandwidth: kita dapat memperbolehkan koneksi jaringan yang sama
untuk menangani semua data.
· Handle switch bandwidth: kita dapat memindahkan data dari satu jaringan
ke yang lain untuk melakukan load balancing.

III. PERTANYAAN

1. Sebutkan perbedaan dari Core Layer, Distributin Layer dan Access


Layer !

2. Sebutkan dedicacted router untuk setiap layer beserta


spesifikasinya !

3. Buat Topologi dari dedicated router yang di dapatkan !

4. Lakukan Konfigurasi pada setiap dedicated router !

(*) Pengujian koneksi dari user ke internet dan dari user ke network
lain !

IV. PEMBAHASAN

1. Perbedaan dari Core Layer, Distributin Layer dan Access Layer

Perbedaan Model Hirarki 3 Layer


Core Layer Distribusi Layer Access Layer
Pengertian Core Layer Distribution Access Layer
merupakan Layer merupakan titik
high-speed merupakan titik dimana Local-End
switching pemisah User dapat masuk
backbone dan (demarcation ke Jaringan. Pada
harus didesain point) antara lapisan akses,
untuk dapat access Layer Anda memiliki
mengirimkan dengan core kemampuan
paket data layers dan untuk
(switch membantu memperluas atau
packets) dalam collision domain
secepat mendefinisikan kontrak
mungkin. Pada dan menggunakan
layer ini, membedakan repeater, hub,
manipulasi Core Layer. atau switch
paket data Layer ini standar. Layer ini
(seperti: access mendefinisikan juga dapat
list dan daerah dimana menerapkan
filtering) tidak manipulasi paket access lists atau
boleh data (packet filters untuk dapat
dilakukan, manipulation) mengoptimasi
karena hal ini dapat dilakukan kinerja jaringan.
akan dan lapisan
memperlambat distribusi
proses bertanggung
pengiriman jawab untuk
paket data routing.
(Switching
Packet).
Fungsi • Melindungi • Address atau • Shared
jaringan dari Area Jaringan bandwidth
memperlamba LAN (pelayanan
t lalu lintas, • Akses ke jaringan yang
penggunaan Workgroup tidak
daftar akses, atau didedikasikan
routing antara Departemen. untuk satu
berbeda • Mendefinisikan pelanggan)
Virtual Local Broadcast/multi • Switched
Area Network cast domain. bandwidth
(VLAN) dan • Routing dari • MAC layer
Packet Virtual LAN filtering
Filtering. (VLAN) • Microsegmentat
• Titik temu ion
• Melindungi beberapa • Mengelola
jaringan dari media berbeda kontrol akses
dukungan yang dan kebijakan
workgroup digunakan • Buat collision
akses. didalam domain yang
jaringan terpisah
• Network • Konektivitas
Security workgroup
• Titik dimana melalui layer
Akses secara distribusi
Remote ke
Jaringan dapat
dilakukan.

Manipulasi Tidak boleh ada Packet Filtering, MAC


Paket data filtering Access Control Filtering,Packet
List Filtering,Access
Control List

2. Spesifikasi perangkat Dedicated Router pada setiap layer

No Layer Vendor Type Spesifikasi Keterangan


1 Core Cisco Cisco SPAs and SIPs Enhanced
7606-S (Cisco 7600 FlexWAN module,
Series SPA IP Security (IPsec),
Router Interface firewall,
Processor-200 distributed denial
[SIP-200], SIP- of service,
400, and SIP- intrusion
600): detection systems,
-Channelized network analysis,
T1/E1, and content
Channelized T3, switching,
and Channelized The flexible Cisco
OC-3/STM-1 7606-S Router is
ideal for
-OC-3/STM-1,
addressing high-
OC-12/STM-4,
performance
OC-48/STM-16
applications such
Packet over
as:
SONET/SDH
● High-end
(PoS), and OC-
customer premises
192/STM-64 PoS
equipment (CPE)
-OC-3/STM-1 ● Leased line
ATM, OC- ● IP/MPLS provider
12/STM-4 ATM, edge
and OC-48/STM- ● Metro Ethernet
16 ATM access
- Fast Ethernet, ● Enterprise WAN
Gigabit aggregation
Ethernet, and 10 ● Mobile Radio
Gigabit Ethernet Access Network
- 10/100 Mbps, (RAN) aggregation
Gigabit ● Residential
Ethernet, and 10 subscriber
Gigabit Ethernet aggregation
-Forwarding rate
up to 240 Mpps
-Total
Throughput 480
Gbps
2 Core Cisco Cisco - 24 Port Fast RPR uplink
10720 Ethernet for LAN module, PoS uplink
- 4 Port Gigabit module, The upper
Router Ethernet slot is dedicated
For WAN for a
- 8 Port Fast Console/Auxiliary,
Ethernet for WAN RPR, or Packet
- Console & Aux over SONET/SDH
- Flash memory of (PoS) uplink
64 MB module equipped
- IP routing with two
simultaneously OC-48c/STM-16c
speed up to 2 ports., (IS-IS),
Mpps (OSPF),(BGP),
- total Throughput Weighted Random
5 Gbps Early Detection
(WRED), L2VPN,
L3VPN,
authentication,
authorization, and
accounting (AAA);
RADIUS
authentication;
TACACS+;
encrypted
passwords;
Supported MIBs,
including Simple
Network
Management
Protocol (SNMP),
SRP, SONET, and
OSPF,Autoinstall.
3 Core Cisco Cisco 1. System •Scalable
12016 Bandwidth : 80 Bandwidth
Gbps •Scalable
Router Performance
2. Chassis
Slots : GRP, line •Scalable Services
cards: 15 slot •Designed for
Switch fabric: 5 Hardcore Carrier
slots Classes.
3. Gigabit •Express
Route Processor : Forwarding
Processor: •Gigabit route
R5000, 200 MHz processor
Memory: 64- to •Support
256-MB EDO 20- Sonet/SDH,ATM
MB Flash
4. Switching
Capacity :
(upgradable to
1.28 Tbps or 320
Gbps)
5. Interface
Type :
GigaEthernet :
One per LC
FastEthernet :
Eight per LC
4 Core 3Com 3Com®  Slots: Eight  Eight slots for
Router slots for optional flexible
FICs (Flexible configuration
6080 Interface Cards); options
two power supply
slots, 1 fan slot  Variety of LAN
 Routing and WAN interface
functionality and cards adapt the
ports: Provided by network to
the 3Com Router immediate and
Processing Unit future business
(required, ordered needs
separately):
-WAN Interfaces:  3Com Open
Frame Relay, ISDN Services
PRI, X.25, E1/E3, Networking (OSN),
T1/T3, V.24, V.35, supported by the
X.21, HDLC/SDLC, OSN Module,
leased line, enables
synchronous, deployment of a
asynchronous, broad, diverse,
ATM, ADSL economical and
Routing: IP, IPX, continuously
RIP v1 and v2, growing range of
OSPF, BGP-4, network-centric
MPLS, IS-IS, solutions
multicast routing
-Security: VPN  Interface cards
(L2TP, GRE, IPSec), and power
MPLS VPN, stateful supplies are hot-
firewall, ACLs, NAT, swappable
RADIUS, PAP/CHAP,
encryption (DES,  Includes fan
3DES, AES) and power supply;
-Convergence: second power
QoS, Multicast supply can be
(IGMP, PIM-SM, installed for
PIM-DM), IEEE redundancy
802.1q VLAN,
Inter-VLAN  3Com Router
Routing, multilinks Processing Unit
-Resilience: hot- (required,
swappable purchased
modules, separately)
redundant power, enables routing
dual software functionality: full-
images, VRRP featured IP and IPX
(Virtual Router routing for the
Redundancy enterprise
Protocol), Backup
Center
(Configuration /
Port), Dial Control
Center, multilink
-Ports: 2 x
10/100BASE-TX
(RJ-45); one each
console and AUX
serial

5 Core DLink DIR-655 The DIR-655 also •Express


includes a 4-port Forwarding
Xtreme N •Free from lag
10/100/1000
Gigabit problem for
Gigabit switch that
Router networking games
connects Gigabit •suppoet wireless
wired devices for connection
enjoying lag-free •High speed and
network gaming reliability data
and faster file transfer
transfers. DEVICE
INTERFACES:

+ 802.11n (draft)
Wireless LAN

+
10/100/1000BASE-
T Gigabit WAN port

+4
10/100/1000BASE-
T Gigabit LAN ports

+ USB 2.0 port


6 Distributio Cisco Cisco ISDN BRI U with •Modular design
n 1604 NT1: RJ-45, Serial for wide-area
Sync/Async, T1/FT1 network (WAN)
Router DSU/CSU, 56/64K choice and
DSU/CSU, ISDN BRI flexibility
Leased Line S/T, • Advanced
ISDN Dialup, ISDN security, including
Leased Line 64 optional integrated
kbps (IDSL), ISDN firewall,
Leased Line 128 encryption, and
kbps (IDSL), Frame virtual private
Relay network
Encapsulation over (VPN) software
ISDN Leased Line • End-to-end
(IDSL), PPP quality of service
Encapsulation over (QoS) and
ISDN Leased Line multimedia
(IDSL), PPP support
Compression (up to • Integrated data
4:1) service
unit/channel
service unit
(DSU/CSU) with up
to T1 speed and
integrated
Network
Termination (NT1)
• Low cost of
ownership through
WAN
bandwidth
optimization
• Ease of use,
deployment, and
management
7 Distributio Cisco Cisco 2 Ports • Multiservice
n 2611 Ethernet,2Ports integration
Serial, High-speed • Investment
Ethernet-to- protection
Ethernet routing • Lower cost of
(12,000 – 15,000 ownership
pps) for maximum • Part of a Cisco
scalability, Enables end-to-end
security features solution
such as data • High-
encryption, Performance RISC
tunneling, and user Architecture
authentication and
authorization to
protect
data assets,
Integrated
CSU/DSU and NT1
Options, Support
for CiscoWorks and
CiscoView, Support
for Cisco Voice
Manager (CVM),
WIC 2T( Dual
high-speed serial)
WIC-2A/S (Two-
port async/sync
serial)
8 Distributio Cisco Csco • Six expansion • Density and
n 3660 slots for network performance
NM- module support • High-availability
• Two advanced design
2E2W integration module • Data, voice,
Router (AIM) slots for video, and hybrid
hardware dial access
acceleration and integration
increased • Investment
processing power protection
• Chassis support • Lower cost of
for redundant AC ownership
or DC power •Firewall and DES
supplies •High Performance
• One AUX port RISC Architecture
• One console port
• Two personal
computer memory
card international
association
(PCMCIA) card slots
for software and
configuration
backup
2-port Ethernet,
two-WAN-card-slot
network module
9 Distributio 3Com 3Com®  Ports: One  High-speed
n Router 10/100BASE-T; two processor
serial addresses remote
3012 (Sync/Async); one connectivity,
Console; and one routing and
AUX serial security needs
 WAN Routing:  Advanced QoS
Frame Relay, X.21, and traffic
X.25, PPP, PPPoE, management
MP, SLIP, capabilities for
HDLC/SDLC, converged voice,
Leased Line, data, and video
Sync /Async,  Advanced
Ethernet, IP, IPX, security and
OSPF, RIP v1/v2, control features
BGP-4, Static protect sensitive
Routing client and
 Security: VPN company data
(L2TP, GRE, IPSec),  Resilience and
Firewall, ACLs, redundancy
NAT, RADIUS, features ensure
PAP/CHAP network operation
 Convergence:  Maximum
QoS (CAR, LAR, operating
FIFO, GTS, PQ, CQ, memory, and
WFQ, RED, WRED, complete routing
LLQ), Multicast and security
(IGMP, PIM-SM, features and
PIM-DM), 802.1q applications
VLAN, Inter-VLAN  Convenient
Routing, Multilinks, desktop design
Compression
 Resilience:
VRRP (Virtual
Router
Redundancy),
Backup Center
(Configuration /
Port), Dial Control
Center, Multilink
 Graphical
management for
smaller networks
can be done with
the free tool, IMC
Lite. Management
via CLI, Telnet,
SSH, reverse
Telnet, console
port, Rlogin, and
SNMP is standard
with the device.
 SDRAM: 64MB
 Flash: 8MB
10 Distributio Dlink EBR-2310 16-Port 10/100 • increase the
n Ethernet Desktop/Rackmoun functionality of
t Switch(DSS-16+) your distribution
Broadban network.
d Router • firewall
The DSS-16+
• support wireless
Unmanaged
connection
Desktop switch • suitable as WAN
adds up to fifteen aggregation
additional router-that
computers or other connected access
Ethernet-enabled router to core
devices to increase router
the functionality of
your business
network. This
Wired Router
provides four
10/100 Ethernet
ports to connect up
to four Ethernet-
enabled PCs or
network devices.

Standards
+ IEEE 802.3
10Base-T Ethernet
+ IEEE 802.3u
100Base-TX Fast
Ethernet
+ IEEE 802.3 NWay
Auto-Negotiation

11 Access Cisco Cisco 1-port GE • High


892 1-port FE performance for
8-port 10/100- secure broadband
Router Mbps managed and Metro
switch Integrated Ethernet access
USB 2.0, AUX and • Business
Console, ISDN BRI, continuity and
Real-time clock, WAN diversity with
Optional dual- redundant WAN
radio/dual-band • Integrated
IEEE 802.11n secure
access point, 802.11a/g/n
Unified wireless access point
management, (optional) based
Routing on the draft
Information 802.11n standard
Protocol Versions 1 • Enhanced
and 2 (RIPv1 and security
RIPv2). including:firewall,s
ite to site remote
access,IPS,Content
filtering
•Dynamic VPN
services

12 Access Cisco Cisco 2 onboard GE, 2 •Service


1921/K9 EHWIC slots, integration
256MB USB Flash • Services on
(internal) 512MB demand
DRAM, IP Base Lic, • High
Embedded performance with
hardware-based integrated
cryptography services
acceleration (IPsec • Network agility
+ SSL),USB port • Energy efficiency
2.0) • Investment
protection
13 Access Cisco Cisco Modular router • High-
1841-T1 with 2 WAN slots, Performance
desktop form Processor
Router factor chassis, IP •Modular
BASE Cisco IOS Architectures
Software image, 2 • Integrated
Fast Hardware-Based
Ethernet slots, 32- Encryption
MB Flash, and 128- Acceleration
MB DRAM, w/WIC- • Support for Cisco
1DSU-T1-V2, IP IOS 12.3T, 12.4,
Base, Integrated 12.4T Feature Sets
Channel Service and Beyond
Unit (CSU)/Data • Integrated Dual
Service Unit High-Speed
(DSU), USB Port Ethernet LAN Ports
(1.1), Enhanced • Integrated
Setup Feature, Standard Power
CiscoWorks, Supply
CiscoWorks •HWIC and AIM
VPN/Security Slots
Management •Variety of
Solution (VMS) and Security Utility
Cisco IP enchancement
Solution Center •Support VPN
(ISC) Support,,
Cisco AutoInstall.
14 Access 3Com 3Com® Ports and slots:  Secure,
MSR 20- scalable, high-
• 1 SIC/DSIC performance WAN,
15 A LAN, and voice
slot
Multi- connectivity in a
• 1 10/100
Service Ethernet single platform
Router WAN port  One 10/100
WAN, four 10/100
• 4 10/100
managed LAN
Ethernet
ports; one ADSL2+
LAN ports
port and one v.92
• 1 ADSL2+
analog modem
port
backup port
• 1 v.92  Flexible design
analog with one SIC/DSIC
modem slot supporting a
backup port comprehensive
• 1 combo portfolio of WAN,
console/aux LAN and voice
iliary port interface modules
• 1 USB 1.1  Optional digital
port voice processing
capabilities
 Next-
generation routing
support; IPv6- and
MPLS-ready
 Integrated
advanced security
and control
capabilities,
including VPN,
firewall and
encryption
 Enterprise-level
resilience and
redundancy
features help
ensure network
availability
 Easier
deployment and
management
through web-
based tools and
3Com Intelligent
Management
Center
15 Access Dlink WBR- The Wireless G • COMPATIBILITY
1310 Router is based on ASSURANCE
the 802.11g •Support Wireless
Wireless standard and is Connection
G Router backward •Firewall and MAC
compatible with Filtering Feature
802.11b, ensuring
compatibility with
a wide range of
wireless devices. It
also includes four
Ethernet ports so
you can connect
Ethernet-enabled
PCs and devices.
DeviceInterface
+ 4 10/100 LAN
Ports
+ 1 10/100 WAN
Port

3. Design Topologi

Topologi yang kami rancang Adalah sebagai berikut:


Pembagian fungsi dedicated router berdasarkan hierarki layer
network pada topologi:

Skenario:

Sebuah Perusahaan memiliki 3 kantor, yaitu kantor 1(Cabang


Cimahi), kantor 2(Cabang Bandung) dan kantor 3(Cabang
Tasikmalaya).Disini seorang network administrator dituntut untuk
menghubungkan setiap network yang ada di masing-masing kantor
cabang agar bisa saling berkomunikasi melalui ISP di kota masing-
masing. sedangkan router ISP di masing-masing kota harus
terhubung dengan NAP yang berkedudukan di kota Bandung.Selain
itu setiap kantor cabang juga diharapkan untuk terkoneksi ke
Internet.
4. Konfigurasikan Masing-masing Dedicated Router sesuai topologi dan
scenario yang ditentukan

a. Konfigurasi IP address pada PC

(PC1)

(PC2)
(PC3)

(Internet)

b. Konfigurasi Interface pada masing-masing dedicated Router

DLINK RouterDIR-655 Xtreme N Gigabit Router


DLINK RouterEBR-2310 Ethernet Broadband Router
DLINK Router WBR-1310 Wireless G Router
Cisco 12016 Router
Cisco 2611 Router
Cisco 1841-T1 Router
3Com® Router 6080
3Com® Router 3012
3Com® MSR 20-15 A Multi-Service Router
c. Konfigurasi Routing pada masing-masing dediacated router

DLINK RouterDIR-655 Xtreme N Gigabit Router


DLINK RouterEBR-2310 Ethernet Broadband Router

DLINK Router WBR-1310 Wireless G Router

Cisco 12016 Router


Cisco 2611 Router

Cisco 1841-T1 Router

3Com® Router 6080


3Com® Router 3012

3Com® MSR 20-15 A Multi-Service Router


V. HASIL KERJA (PENGUJIAN KONEKSI)

1. Ping dan tracert dari PC0 ke PC3 (Internet)


2. Ping dan tracert dari PC0 ke PC1
3. Ping dan tracert dari PC0 ke PC2
VI. KESIMPULAN

Jadi, setelah kita diberikan pertanyaan dan pengarahan tentang


dedicated router kita dapat memahami dedicated router lebih dalam
lagi, dengan membaca berbagai referensi tentang dedicated router,
hierarki network layer beserta spesifikasi Dedicated router dan juga
melakukan praktikum yang terkait dengan dedicated router. Pada
praktikum, kita dituntut untuk dapat mendesign topologi,membuat
scenario,mengkonfigurasikan dedicated router dan memastikan agar
network yang telah dikonfigurasi berjalan sesuai scenario yang kita
rencanakan.