Anda di halaman 1dari 6

MANAJEMEN STRATEGI

TREN GOJEK

ANGGOTA : 1) SALSABILA KHAIRUNNISA (1810931002)


2) SANTA ROSA ROBERTA S. (1810931025)
3) RIZKI RAHMA YANI (1810931027)
4) SALSABILA NUR SYAHLA (1810933003)
KELOMPOK: 15
KELAS :A
DOSEN : Dr. HENMAIDI, S.T., M.Eng.Sc.,Ph.D

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2020
GOJEK

1. Awal Sejarah

Gojek didirikan oleh Nadiem Makarim, warga


negara Indonesia lulusan Master of Business Administration dari Harvard
Business School. Ide mendirikan Gojek muncul dari pengalaman pribadi Nadiem
Makarim menggunakan transportasi ojek hampir setiap hari ke tempat kerjanya
untuk menembus kemacetan di Jakarta. Saat itu, Nadiem masih bekerja sebagai
Co-Founder dan Managing Director Zalora Indonesia dan Chief Innovation
Officer Kartuku.

Sebagai seseorang yang sering menggunakan transportasi ojek, Nadiem


melihat ternyata sebagian besar waktu yang dihabiskan oleh pengemudi ojek
hanyalah sekadar mangkal menunggu penumpang. Padahal, pengemudi ojek akan
mendapatkan penghasilan lebih banyak bila terus mencari penumpang. Selain itu,
ia melihat ketersediaan jenis transportasi ini tidak sebanyak transportasi lainnya
sehingga sering kali cukup sulit untuk dicari. Ia menginginkan ojek yang bisa ada
setiap saat dibutuhkan. Dari pengalamannya tersebut, Nadiem Makarim melihat
adanya peluang untuk membuat sebuah layanan yang dapat menghubungkan
penumpang dengan pengemudi ojek.

Pada tanggal 13 Oktober 2010, Gojek resmi berdiri dengan 20 orang


pengemudi. Pada saat itu, Gojek masih mengandalkan call center untuk
menghubungkan penumpang dengan pengemudi ojek. Pada pertengahan 2014,
berkat popularitas Uber kala itu, Nadiem Makarim mulai mendapatkan
tawaran investasi. Pada tanggal 7 Januari 2015, Gojek akhirnya meluncurkan
aplikasi berbasis Android dan iOS untuk menggantikan sistem pemesanan
menggunakan call center
2. Manajamen Strategi

Dalam analisis eksternal, manajer harus memeriksa komponen ekonomi,


demografi, politik /hukum, sosial budaya, teknologi, dan global untuk melihat tren
dan perubahan. Setelah merekamenganalisis lingkungan, manajer perlu
menentukan peluang yang dapat dieksploitasi organisasi danancaman yang harus
dilawan atau disangga olehnya. Peluang adalah tren positif di lingkungan
eksternal;ancaman adalah tren negatif.Faktor-faktor eksternal : Ekonomi (+)
Harga yg transparan dan terjangkau membuat masyarakatlebih memilih alat
transportasi iniTeknologi (+) Perusahaan dituntut untuk selalu berinovasi agar
menciptakan layanan- layanan baru di aplikasi (+) Menciptakan aplikasi yg aman
untuk penggunanyaPemerintah (+) Dukungan pemerintah dengan memberikan
regulasi yg sesuai dengankebutuhan pengguna ojek online (+) Membantu
memajukan melalui karya anak bangsaSuppliers (+) Semakin banyak suppliers
yang bergabung dengan Gojek maka semakin besarkesempatan Gojek bekerja
sama dengan masyarakat luas. (+) Memberikan lapangan kerja bagi suppliers lain.
Serikat buruh (driver Gojek) (+) Ikatan antar driver Gojek sangat solid sehingga
memberikandampak positif bagi perusahaan Gojek

Analisis internal, yang menyediakan informasi penting tentang


sumberdaya dan kemampuan spesifik organisasi. Sumber daya organisasi adalah
asetnya keuangan, fisik,manusia, dan tidak berwujud yang digunakannya untuk
mengembangkan, memproduksi, danmengirimkan produk ke pelanggannya.
Mereka adalah "apa" yang dimiliki organisasi. Di sisi lain,kemampuannya adalah
keterampilan dan kemampuannya dalam melakukan aktivitas kerja
yangdibutuhkan dalam bisnisnya “bagaimana” ia melakukan pekerjaannya.
Kemampuan utama yang menciptakan nilai organisasi dikenal sebagai
kompetensi.Service (+) Memiliki manajemen kualitas jasa yang baik seperti :
kehandalan, daya tanggap, jaminan, emphaty, dan tangible (+) Kerjasama dengan
berbagai mitra seperti Asuransi, toko-tokoofflineMarketing (+) Memiliki physical
environment yg baik salah satunya adalah logo ygmencerminkan ojek online (+)
Promosi yg dilakukan sangat efisien melalui internet, majalah danmenjadi sponsor
di event-event besar di kota- kota besarPersonalia (+) Memilki SDM
(Engineering+karyawan) yg handal Distribusi (+)Sistem yg terintegrasi dengan
mitra gojek dan juga konsumen (-) Layanan Gojek belum bisa dirasakan di kota-
kota kecilManajemen (+) Mendapat dukungan dari pemerintah untuk regulasi
layanan transportasi online(-) SOP pelayanan nya masih dirasa belum jelas,
kurang sosialisasi kepada konsumen (-) Jaminan asuransi untuk tiap jasanya baik
layanan go-jek, go-send, maupun go-food yang tidak jelas.

3. Perubahan Lingkungan GO-JEK

Go-Jek mulai beroperasi di Jakarta sejak tahun 2011 dengan slogan An


Ojek for Every Need yang pada awal perkembangannya menggunakan layanan
call center dalam menjalankan bisnisnya. Sehingga customer harus menghubungi
nomor call center Go-Jek untuk dapat menikmati layanan Go-Jek. Customer
memberikan penjelasan mengenai lokasi penjemputan dan tujuan perjalanan.
Kemudian manajer call center menghubungi driver-nya untuk menjemput
customer. Namun, sistem call center tidak berjalan efisien, sehingga akhirnya Go-
Jek mengembangkan aplikasi pemesanan Go-Jek berbasis Android dan iOS.
Perkembangan pengelolaan pelayanan di organisasi Perusahaan Go-Jek sangat
menunjukkan karakteristik pengelolaan organisasi dengan menggunakan
pendekatan modern, di mana bentuk dan cara pengelolaan organisasi selalu
menyesuaikan dengan keadaan lingkungannya agar organisasi Perusahaan Go-Jek
bisa mencapai keberhasilan. Sehingga pendekatan ini disebut juga sebagai
pendekatan ketergantungan (contingency). PT Go-Jek memandang bahwa
organisasinya merupakan sebuah sistem yang terbuka, yang merupakan bagian
dari sub-sistem dari lingkungannya. Dengan demikian bentuk organisasi Go-Jek
harus disesuaikan dengan lingkungan di mana organisasi itu berada.
4. Kondisi Gojek Sekarang

Gojek saat ini makin digemari dan pada masa pandemi, menerapkan
layanan:
1. Layanan pesan-antar makanan dan belanjaan: GoFood dan GoMart
Penggunaan GoFood naik 3x lipat selama 1 bulan. Jumlah item makanan
siap masak yang terjual pun naik 2,3x lipat.
2. Layanan dompet digital: GoPay
Penggunaan GoPay pakai untuk transaksi di platform Halodoc (GoMed)
yang naik 2x lipat selama bulan Maret - Mei 2020. Pembelian obat lewat
GoMed pun naik 103% dari periode pre-pandemi.
3. Layanan donasi digital: GoPay dan GoGive
Pemberian tip mencapai Rp77,6 miliar pada periode yang sama, naik dua
kali lipat selama pandemi.
4. Layanan streaming dan hiburan: GoGames, GoPlay dan GoTix
5. Layanan pengiriman barang: GoSend
Sejumlah 85% dari pengguna Gojek mengandalkan layanan instan GoSend
(1-2 jam), sampai total jarak tempuh layanan instan melebihi 70 kilometer
yang sama seperti kalau kita keliling dunia 1750 kali.

5. Cara Gojek Menyikapi Perubahan Lingkungan

Menjadi aplikasi yang paling banyak digunakan khususnya di daerah


perkotaan, membuat Gojek harus siap dalam menghadapi perubahan lingkungan
yang drastis. Terutama pada masa pandemi seperti sekarang, Gojek harus
menyikapi segala keputusan dengan strategi yang tepat. Gojek mengumumkan
strategi perusaahan untuk memprioritaskan bisnis inti sebagai bagian dari rencana
jangka panjang dalam menghadapi pandemi Covid-19, dengan fokus pada layanan
uang elektronik, transportasi, serta pengirimian makanan dan minuman. Ini
dilakukan untuk memastikan keberlanjutan bisnis.
REFERENSI

https://www.academia.edu/40340939/Manajemen_Strategi_GOJEK_Indonesia
https://abdurrozaqmuhammad.blogspot.com/2018/01/go-jek-indonesia-dan-
tantangan.html