Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH KEHUMASAN

“Departemen Kehumasan ”

Oleh :

Gummy Salsabila 1811213027

Fajria Purnama 1811213033

Nadella Maharani 1811211009

Irma Mainanda 1811212052

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS ANDALAS

2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat-Nya
sehingga penyelesaian makalah bisa tepat waktu. Sholawat serta salam
disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW.

Selain untuk melengkapi tugas yang diberikan dosen mata kuliah Kehumasan,
pembuatan makalah ini juga bertujuan untuk memaparkan semua yang berkaitan
dengan “Departemen Kehumasan” sehingga diharapkan pembaca dapat
mengetahui penjelasan mengenai materi tersebut.

Dalam pembuatan makalah ini, kelompok penulis sedikit banyak menemukan


kendala, namun masih dapat diatasi. Ini semua berkat bantuan dari berbagai
sumber yang mendukung dan membantu dalam penyelesaian makalah. Maka dari
itu kami mengucapkan banyak terimakasih.

Kelompok penulis menyadari sebagai seorang mahasiswa yang pengetahuannya


belum seberapa dan masih perlu banyak belajar dalam penulisan makalah, oleh
sebab itu diharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak yang
membacanya, agar makalah ini menjadi lebih baik dan berdaya guna di masa yang
akan datang.

Padang, 18 Agustus 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................................2

BAB I : PENDAHULUAN............................................................................................ 4

1.1 Latar Belakang................................................................................................. 4

1.2 Rumusan Masalah............................................................................................ 4

1.3 Tujuan...............................................................................................................5

BAB II : PEMBAHASAN............................................................................................. 6

2.1 Perlunya departemen Kehumasan.................................................................... 6

2.2 Ukuran departemen Kehumasan...................................................................... 7

2.3 Staff Kehumasan.............................................................................................. 7

2.4 Jabatan Manager Kehumasan...........................................................................7

2.5 Tanggung Jawab Manajer Kehumasan.............................................................9

2.6 Bentuk Kerjasama antara Pihak Manajemen dengan Manajer Kehumasan.....9

2.7 Kegiatan - Kegiatan Dapartemen Kehumasan dari A sampai Z.................... 10

2.8 Lima Keuntungan Dari dapartemen Kehumasan........................................... 13

2.9 Lima kelemahan departemen Kehumasan......................................................13

2.10 Studi kasus kehumasan di bidang kesehatan................................................14

BAB III : PENUTUP....................................................................................................15

3.1 Kesimpulan.....................................................................................................15

3.2 Saran...............................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................16
BAB I : PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Diantara banyaknya aspek yang terkena pengaruh industri 4.0, hal ini disikapi
secara serius bagi industri yang melakukan adaptasi terhadap perubahan teknologi ini.
Salah satu industri yang melakukan transformasi tersebut adalah industri Kehumasan
atau Hubungan masyarakat, yang telah mengembangkan beberapa strategi berbasis
digital. Oleh sebab itu produk yang dihasilkan telah berkontribusi untuk memperkaya
strategi konvensional yang sudah umum dilakukan oleh para praktisi humas
sebelumnya. Contohnya, strategi humas konvensional hanya menggunakan produk
cetak atau artefak sebagai perangkat keras, dan website serta blog sebagai perangkat
lunak.

Di dalam menjalankan peran dan fungsi komunikasi yang mewakili individu atau
kelompok organisasi, pada umumnya sebuah organisasi mengacu pada sebuah
departemen yang disebut dengan hubungan masyarakat atau kehumasan. Departemen
ini memegang peran yang sangat penting karena berfungsi untuk menjaga stabilitas
organisasi dari krisis, reputasi yang terpelihara baik dan lingkungan kerja yang
kondusif. Fungsi kehumasan secara manajemen tata kelola adalah menilai sikap
publik, mengidentifikasi kebijaksanaan dan tata cara seseorang atau organisasi demi
kepentingan public, serta merencanakan dan melakukan suatu program kegiatan untuk
meraih pengertian dan dukungan publik.

1.2 Rumusan Masalah

1. Mengapa diperlukannya departemen kehumasan ?

2. Bagaimana menentukan ukuran suatu departemen kehumasan?

3. Apa saja yang meliputi staff kehumasan ?

4. Bagaimana jabatan Manajer kehumasan ?

5. Bagaimana tanggung jawab manajer kehumasan ?

6. Apa saja bentuk kerjasama antara pihak manajemen dengan manajer


kehumasan?
7. Apa saja kegiatan-kegiatan kehumasan dari A hingga Z ?

8. Apa saja lima keuntungan dari departemen kehumasan ?

9. Apa saja lima kelemahan dari departemen kehumasan ?

10. Bagaimana contoh Studi kasus kehumasan di bidang kesehatan ?

1.3 Tujuan

1. Mengetahui perlunya departemen kehumasan

2. Mengetahui penentuan ukuran suatu departemen kehumasan

3. Mengetahui staff-staff kehumasan

4. Mengetahui jabatan manajer kehumasan

5. Mengetahui tanggung jawab manajer kehumasan

6. Mengetahui bentuk kerjasama antara pihak manajemen dengan


manajer kehumasan

7. Mengetahui kegiatan-kegiatan kehumasan dari A hingga Z

8. Mengetahui lima keuntungan dari departemen kehumasan

9. Mengetahui lima kelemahan dari departemen kehumasan

10. Mengetahui studi kasus kehumasan di bidang kesehatan


BAB II : PEMBAHASAN

2.1 Perlunya departemen Kehumasan

Dalam pelaksanaan pekerjaannya seorang praktisi humas akan menggunakan


konsep-konsep manajemen untuk mempermudah pelaksanaan tugas-tugasnya. Bahwa
proses humas (tahapan fact finding, planning, communicating, evaluation).
Sepenuhnya mengacu pada pendekatan manajerial. Untuk keperluan pembahasan
manajemen hubungan masyarakat, maka sementara manajemen itu dapat dirumuskan
sebagai suatu proses dari kelompok orang-orang yang secara koordinatif, memimpin
kegiatan-kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan bersama.

Dalam proses tersebut kita jumpai teknik-teknik dan koordinasi tertentu yang
dipergunakan oleh kelompok orang-orang yang disebut manajer di dalam
mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan itu sendiri. Proses ini pun mencakup
fungsi-fungsi dasar dengan pendekatan analistik seperti perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan, pengawasan dalam melaksanakan manajemen
(POAC, Planning, Organizing, Actuating, Controlling).

Dalam konteks ilmu komunikasi yang menjadikan pihak humas (public relations)
sebagai suatu metode dan teknik komunikasi atau kelembagaan dimana Kehumasan
akan menunjang sebgai fungsi manajemen, aktivitas organisasi, dan demi tercapainya
tujuan bersama dalam suatu organisasi.

Dengan melihat proses peranan manajemen dan hubungan masyarakat (humas)


dalam suatu organisasi yang sudah dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa
manajemen itu adalah upaya menyusun sasaran dan kerja sama melalui orang lain. Di
samping itu, untuk dapat mencapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif dan
agar pekerjaan terlaksana dengan baik. Fungsi dan tanggung jawab manajer humas
hendaknya mengupayakan terjadinya hubungan yang lancar dan efektif antara semua
bagian dalam perusahaan di satu sisi dan antara perusahaan itu dengan publik internal
dan publik eksternal.

Tanggung jawab khusus manajer hubungan masyarakat ialah mengelola stafnya


agar setiap langkah selalu berlangsung efektif. Melaksanakan koordinasi pekerjaan
agar jangan sampai ada pekerjaan yang tumpang-tindih (over lapping), mengawasi
pekerjaan staf agar jangan menyimpang jauh dari perencanaan dengan metode kerja
yang benar, alat kerja yang sesuai, dan informasi kerja yang tepat.

Penilaian dan hal-hal lain yang khas ada pada manajer hubungan masyarakat
antara lain mungkin perlu penataran baru, penyaringan baru untuk mendapatkan
tenaga inti atau diperlukannya penambahan tenaga yang berkualitas tertentu.

Kualitas yang khas pada manajer hubungan masyarakat ialah kemampuan


menganalisis. Setiap anggota staf humas juga harus berkemampuan sebagai juru
analisis. Manajer hubungan masyarakat harus pula bisa membenahi dirinya, dan
menganggap dirinya mampu bekerja efektif tanpa perintah, karena manajer humas
sendiri bukan mengurus bagian yang memberi perintah. Maka dari itulah pentingnya
keberadaan manajer dalam Departemen Kehumasan Internal.

2.2 Ukuran departemen Kehumasan

Ukuran besar/kecilnya suatu departemen Kehumasan, Besar kecilnya departemen


Kehumasan suatu perusahaan tergantung tiga hal, yaitu :

a) Ukuran atau besar kecilnya perusahaan itu sendiri

b) Nilai Kehumasan atau arti penting keberadaan departemen Kehumasan bagi


perusahaan;

c) Karakteristik khas Kehumasan yang berbeda-beda bagi masing-masing


perusahaan

2.3 Staff Kehumasan

SDM/ Staf Kehumasan dalam departemen yakni meliputi Manajer Kehumasan,


Asisten Manajer Kehumasan, Editor Internal, Pengelola kunjungan keorganisasi lain,
Fotografer, Petugas publikasi dan media cetak, Pejabat pers, Staff ahli Kehumasan.

2.4 Jabatan Manager Kehumasan

Bila suatu perusahaan mulai terlibat dalam kegiatan Kehumasan yang sangat aktif,
akan lebih baik jika peruahaan tersebut membangun atau memperbesar departemen
Kehumasan. Hanya dalam kondisi-kondisi tertentu saja perusahaan-perusahaan itu
bersedia meminta konsultasi dari biro-biro konsultan Kehumasan. Biasanya, suatu
perusahaan baru membeli jasa konsultasi mana kala kegiatan Kehumasan dari
perusahaan tersebut memang belum terlalu banyak. Atau bisa juga tenaga konsultan
Kehumasan itu sengaja didatangkan untuk memberi masukan-masukan atau
bimbingan dalam rangka mendirikan suatu lembaga Kehumasan yang baru untuk
meningkatkan kemampuan professional para staf humasnya yang sudah ada pada
bidang-bidang tertentu, misalnya penanganan Kehumasan dalam bidang keuangan.
Hal itu tidak berarti departemen Kehumasan (yang bersifat internal atau berada
dilingkungan perusahaan itu sendiri) pasti lebih baik dari pada konsultan Kehumasan
(yang bersifat eksternal atau dari luar perusahaan), maupun sebaliknya. Keduanya
memiliki sifat-sifat keungguln tersendiri. Biasanya, suatu perusahaan yang besar
bahkan membutuhkan kedua-duanya.
Praktisi Kehumasan dituntut untuk mampu mengerjakan banyak hal, ia harus bisa
menjadi seorang komunikator, seorang penasehat, sekaligus menjadi seorang
perencana kampanye yang baik. dibidang periklanan, suatu organisasi yang
membutuhkan jasa iklan senantiasa dengan mudah membeli Kehumasanoduk atau
jasa periklanan dari biro-biro eksternal. Akan tetapi dibidang Kehumasan,
sumber-sumber informasi kreativitas dan Kehumasanoduksi adalah perusahaan itu
sendiri. setiap organisasi harus memiliki pejabat Kehumasan yang tau benar mengenai
organisasi nya karena ia harus bertindak sebagai juru bicaranya.
Seorang pejabat Kehumasan selalu menghadapi banyak pihak, mulai dari
kalangan dalam seperti staf, anggota, atau pegawai organisasi, hingga ke kalangan
luar seperti para agen, perantara konsumen, dan sebagainya.
Oleh karena itu jelas ia harus berhubungan secara dekat- dan kontinyu dengan
semua orang yang ada dalam organisasinya.
Kepala departemen Kehumasan, meskipun fungsinya kurang lebih sama,
memiliki istilah jabatan yang bervariasi. Mulai dari direktur urusan public (director of
public affairs) hingga menajer komunikasi (communications manager). Istilah jabatan
staf Kehumasan (public relations officer atau KehumasanO) terkadang tidak begitu
disukai karena biasanya langsung mengingatkan orang pada sosok lembaga
pemerintahan yang kaku. Bertolak dari kenyataan itu, maka munculah variasi istilah
jabatan.
Pada akhirnya, apa yang kita bicarakan disini adalah seorang eksekutif yang
mengatur fungsi Kehumasan dalam suatu organisasi atau perusahaan dengan nama
public relation manager (manajer Kehumasan).

2.5 Tanggung Jawab Manajer Kehumasan

Dari sekian banyak tanggung jawab atu tugas dari seorang manajer Kehumasan,
sebagian dari tugas-tugas utama itu adalah sebagai berikut :
a) Menetapkan sasaran atua merumuskan tujuan-tujuan dari kegiatan
Kehumasan.
b) Memperhitungkan jam kerja dan sumber daya lainnya yang akan menjadi
sumber biaya atau sumber pengeluaran.
c) Menetapkan skala Kehumasanioritas guna mengendalikan pilihan public,
media untuk menyampaikan pesan kepada mereka, waktu operasi, serta
optimalisai penggunaan tenaga kerja dan berbagai sumber daya lainnya
seperti peralatan.
d) Menentukan kelayakan pelaksanaan dari setiap upaya yang hendak dilakukan
dalam rangka mengejar tujuan-tujuan tertentu sesuai dengan dana,
kemampuan para staf, dan ketersediaan berbagai macam peralatan.

2.6 Bentuk Kerjasama antara Pihak Manajemen dengan Manajer Kehumasan

Kerjasama anatara kedua belah pihak akan berjalan dengan baik jika memenuhi
syarat-syarat sebagai berikut :
a) Manajer Kehumasan haruslah seorang Kehumasanaktisi Kehumasanofesional
yang benar-benar competen agar sosoknya benar-benar diakui dan
dimanfaatkan oleh kalangan menajemen sebagai seorang ahli yang selalu
dapat diandalkan serta dipercaya dibidangnya.
b) Seorang manajer Kehumasan yang baik harus mampu menciptakan
jalur-jalur komunikasi internal (mengenai setiap orang dalam organisasi, dan
setiap orang juga mengenalnya) serta mampu memperoleh kepercayaan dari
semua orang sehingga bisa mendapat informasi setiap saat dari siapa saja
dalam perusahaan, dan setiap orang juga mempercayai informasi yang ia
sampaikan.
c) seorang manajer Kehumasan yang baik juga dituntut untuk mampu
menciptakan jalur-jalur komunikasi eksternal, sehingga ia dikenal oleh public
sekaligus dipercaya sebagai sumber informasi yang handal. Jalur-jalur
komunikasi eksternal tersebut sangat diperlukan sebagai sumber informasi
yang dapat digunakan sebagai umpan balik bagi organisasi atau perusahaan.
d) Manajer Kehumasan harus mampu mendukung pihak manajemen agar
mereka senantiasa siap menghadapi wawancara, memberi pidato atau
sambutan resmi, serta tampil dimuka public.
e) Pihak manajemen juga harus terampil dan mau berkomunikasi. Manajer
Kehumasan akan membantu berbagai macam informasi dan masukan yang
sekiranya di perlukan. Manajer Kehumasan juga mengatur segala sesuatu
sebeum pimpinan organisasi atau perusahaan tampil dalam suatu resepsi
umum, tatap muka dengan kalangan pers, atau dalam acara televisi.
f) Pihak manajemen juga harus bisa mempercayai dan menyerahkan
informasi-informasi penting mengenai organisasi secara langsung dan dini
kepada manajer Kehumasan. Hal ini berarti pihak manajemen harus bersedia
menerima dan berhubungan secara erat dengan manajer Kehumasan setiap
saat.
Oleh karena itu, agar mereka dapat bekerja sama secara efektif, seorang yang
menjabat sebagai manajer Kehumasan perlu diberi suatu posisi atau status jabatan
resmi yang cukup tinggi sehingga setiap saat ia bisa berhubungan dengan mudah
dengan para kepala bagian, kepala semua departemen atau bahkan pimpinan puncak
dari perusahaan atau organisasi yang bersangkutan. Idealnya manajer Kehumasan
harus mempunyai pangkat yang setara dengan direktur. Pentingnya posisi yang
memadai bagi manajer Kehumasan tersebut sudah didasari oleh banyak perusahaan
besar yang tergolong berhasil di dunia

2.7 Kegiatan - Kegiatan Dapartemen Kehumasan dari A sampai Z

A. Menyusun serta mendistribusikan sajian berita (news release), foto-foto dan


berbagai artikel untuk konsumsi kalangan media massa.
B. Mengorganisasikan konferensi pers, tasuk acara resepsi dan kunjungan
kalangan media massa ke organisasi atau perusahaan.

C. Menjalankan fungsi sebagai penyedia informasi bagi pihak media massa.

D. Mengatur acara wawancara antara kalangan pers, radio dan televise denan
pihka manajemen.

E. Melaksanakan fungsi fotografi dan membentuk sebuah perpustakaan foto.

F. Menyunting atau memKehumasanoduksi majalah atau surat kabar internal


serta mengelola berbagai bentuk komunikasi internal lainnya seperti video,
Kehumasanesentasi slide, majalah dinding dan sebagainya.

G. Menyunting serta memKehumasanoduksi jurnal-jurnal eksternal untuk


konsumsi pihak luar, misalnya saja untuk para distributor, para pemakai jasa
perusahaan, konsumen dan sebagainya.

H. Menulis dan membuat bahan-bahan cetak seperti lembaran informal yang


memuat tentang sejarah perusahaan, laporan tahunan atas hasil kerjanya,
media komunikasi antara sesama pegawai, poster-poster yang bersifat
mendidik, dan sebagainya.

I. Mengadakan dan mengelola berbagai bentuk instrumen audio-visual seperti


Kehumasanesentasi slide dan rekaman video, termasuk melaksanakan
distribusi, penyusunan katalok, pameran serta pemeliharaanya.

J. Memimpin dan mengatur acara-acara pameran dan eksibisi kehumasan,


termasuk juga menyediakan berbagai macam bahannya.

K. Menciptakan dan memelihara berbagai bentuk identitas perusahaan dan cirri


khasnya, seperti logo, komposisi warna, tipografi dan hiasannya, jenis
kendaraan dinas, pakaian sergama para pegawai dan sebagainya.

L. Mengelola berbagai hal yang berkaitan dengan sponsor kehumasan.

M. Mengelola hal-hal seperti kunjungan pihak luar ke perusahaan, atau


sebaliknya kunjungan dari personil perusahaan ke tempat-tempat lain,
termasuk mengatur jadwal pelayarannya, akomodasi tur dan sebagainya.
N. Mengikuti rapat-rapat penting yang diselenggarakan oleh dewan direksi, dan
para pimpinan departemen Kehumasanoduksi, pemasaran, penjualan dan
sebagainya.

O. Mengikuti konferensi yang diselenggarakan oleh divisi penjualan dan


pertemuan para agen.

P. Mewakili perusahaan pada pertemuan asosiasi dagang.

Q. Mendampingi para konsultan humas eksternal, apabila perusahaan


mendatangkannya.

R. Melatih segenap staf kehumasan.

S. Mengelola survei-survei pendapat atau berbagai macam penelitian lainnya.

T. Mengerjakan tugas-tugas periklanan (bila fungsi ini disatukan dengan


departemen humas)

U. Menjalin hubungan dekat dengan instansi-instansi pemerintah.

V. Mengatur acara-acara resmi, misalnya saja dalam acara peresmian suatu


gedug baru, termasuk mengatur para tamu undangan dan media massa yang
datang meliput.

W. Mengatur acara-acara kunjungan dari para pejabat, tamu kehormatan maupun


tokon-tokoh asing.

X. Aktif dalam acara-acara pemberian penghargaan, misalnya saja penghargaan


pemerintah atas Kehumasanestasi di bidang industry dan sebagainya.

Y. Mengumpulkan serta mengorganisir segenap umpan balik dari berbagai


sumber informasi mulai dari kliping Koran, berita-berita radio dan televisi,
serta memantau berbagai laporan dari luar.

Z. Menganalisis umpan balik dan berbagai laporan tersebut, termasuk yang


berhubungan dengan tingkat kemajuan pencapaian tujuan yang sudah diraih.
2.8 Lima Keuntungan Dari dapartemen Kehumasan

a) Manager Kehumasan tentunya lebih akrab dan mengenal seluk-beluk segala


sesuatu yang berkenaan dengan organisasi dan perusahaannya sendiri.

b) Manajer Kehumasan pasti memiliki keahlian dan oengalamam khusus


dibidang perdagangan sektor industri bisnis tertentu atau bidang kerja yang
digeluti oleh organisasi atau perusahaan yang mempekerjakannya.

c) Manajer Kehumasan akan dapat dengan mudah menciptakan jalur-jalur


komunikasi didalam organisasi atau perusahaannya sendiri dan dapat
mengumpulkan berbagai macam in!ormasi yang penting dan dapat dipercaya
dengan cepat.

d) Manager Kehumasan biasanya akan selalu siaga dan dapat bertindak cepat
terutama dalam keadaan krisis

e) Manager Kehumasan memiliki posisi yang kuat untuk memberikan


masukan-masukan secara rutin kepada pihak manajemen

2.9 Lima kelemahan departemen Kehumasan

a) Manajer Kehumasan bisa menjadi sedemikian dekat dengan


organisasi/perusahaan sehingga ia tidak bisa lagi sepenuhnya objektif dalam
menilai segala sesuatu yang berkenaan dengan organisasi atau perusahaannya
sendiri

b) Jika manajer Kehumasan tersebut tidak cukup berhasil/terampil/terlatih,maka


ia hanya akan menjadi beba organisasi/perusahaan

c) Jika manajer Kehumasan tersebut tidak cukup memiliki posisi atau status
resmi yang cukup tinggi dimana ia bisa setiap saat mengadakan hubungan
secara langsung dengan para pihak pimipinan

d) Manajer Kehumasan mendapatkan sebutan sebagai petugas Kehumasan


(public relation officer) dari pihak menajemen yang melihat hal ini sebagai
cara yang tepat untuk meKehumasanomosikan dan menyingkirkan karyawan
senior. Akibatnya karyawan tersebut akan bekerja dibidang yang tidak atau
hanya sedikit ia ketahui.

e) Pihak manajemen sendiri acap kali tidak memiliki suatu spesifikasi pekerjaan
yang jelas bagi departemen atau manajer Kehumasan nya. Dalam kondisi
seperti ini, manajer Kehumasan sulit diharapkan untuk mampu menjalankan
semua tanggung jawabnya dengan baik.

2.10 Studi kasus kehumasan di bidang kesehatan

Peran Kehumasan Rumah Sakit dalam Membangun Citra Positif di


Masyarakat
Rumah sakit merupakan salah satu institusi umum yang menjual jasa pelayanan
kesehatan. Adanya Banyak kasus yang terjadi di Rumah Sakit serta isu-isu tenaga
medis yang kurang hati-hati, dan kurang teliti daiam memberikan pelayanan terhadap
pasien menyebabkan resiko yang sangat fatal dan buruk di mata masyarakat. Hal ini
berdampak pada citra yang terbentuk dari publik negatif sebab masyarakat memiliki
penilaian yang cukup kuat terhadap instansi. Peran public relations RS Dalam
Membangun Citra Positif di Masyarakat. training bagi semua karyawan. Implementasi
dari Kehumasanogram humas cukup diketahui masyarakat walaupun masih banyak
masyarakat yang kurang mengerti. Evaluasi dilakukan dengan check list sehingga
akan dapat dilihat tingkat keberhasilan Kehumasanogram kerja humas. humas
melakukan perannya secara eksternal dan internal, humas menjadi penghubung antara
public internal dan eksternal, untuk membentuk citra positif humas melakukan
kegiatan sosial, humas menyelesaikan masalah dengan komunikasi dua arah, data
komplain untuk dasar evaluasi Kehumasanogram kerja humas selanjutnya.
BAB III : PENUTUP

3.1 Kesimpulan

SDM/ Staf Kehumasan dalam departemen yakni meliputi Manajer Kehumasan,


Asisten Manajer Kehumasan, Editor Internal, Pengelola kunjungan keorganisasi lain,
Fotografer, Petugas publikasi dan media cetak, Pejabat pers, Staff ahli Kehumasan.
Staf humas harus menerapkan prinsip dasar fungsi hubungan masyarakat dan mampu
secara objektif menanggapi pendapat dan sikap publik. Dengan demikian staf humas
dapat memberi masukan pada pimpinan untuk menciptakan lingkungan usaha yang
saling menguntungkan dan berkelanjutan serta mampu bersaing.

Tanggung jawab khusus manajer hubungan masyarakat ialah mengelola stafnya


agar setiap langkah selalu berlangsung efektif. Melaksanakan koordinasi pekerjaan
agar jangan sampai ada pekerjaan yang tumpang-tindih (over lapping), mengawasi
pekerjaan staf agar jangan menyimpang jauh dari perencanaan dengan metode kerja
yang benar, alat kerja yang sesuai, dan informasi kerja yang tepat.

3.2 Saran

Dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari, tiap staf humas harus dapat mempelajari
setiap langkah dan sasaran perusahaan. Memantau keadaannya sejauh mana langkah
dan sasaran itu akan mempengaruhi lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA

Saputra, Wahidin. (2011). Public Relatios 2.0. Depok : Gramata Publishing

https://jurnal.rival.co.id/2019/02/01/kedudukan-fungsi-strategi-humas-atau-public-rel
ation-dalam-organisasi/

https://eKehumasanints.uny.ac.id/43513/1/TUGAS%20AKHIR_.pdf
https://slideplayer.info/slide/12263377/
http://eKehumasanints.undip.ac.id/14109/