Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH SURVEILANS

KESEHATAN MASYARAKAT
“Limbah Industri RS”

Oleh :

ARIFANISSA MARAMIS
1811212011
Kelas : IKM.A3

Dosen Pengampu:
Vivi Triana, SKM, MPH.

PRODI ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ANDALAS
2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga saya dapat menyusun makalah ini yang tentang “Limbah Industri RS”
dengan lancar.

Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas Mata kuliah Surveilans
Kesehatan Masyarakat. Selanjutnya saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada Ibu Vivi Triana, SKM, MPH. selaku dosen pembimbing mata kuliah ini dan kepada
segenap pihak yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama penulisan makalah ini.
Saya berharap agar makalah ini dapat bermanfaat khususnya bagi saya selaku penulis dan
bagi para pembaca secara umumnya.

Saya menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan dan
masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran dari pembaca
sehingga dalam pembuatan makalah selanjutnya menjadi lebih baik lagi. Semoga makalah ini
dapat bermanfaat bagi kita semua.

Padang, 24 Oktober 2019

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................................................2
DAFTAR ISI....................................................................................................................................3
BAB I..............................................................................................................................................4
PENDAHULUAN...........................................................................................................................4
1.1 Latar Belakang.......................................................................................................................4
1.2 Rumusan Masalah..................................................................................................................5
1.3 Tujuan Penulisan....................................................................................................................5
BAB II..............................................................................................................................................6
PEMBAHASAN..............................................................................................................................6
2.1 Definisi Limbah RS................................................................................................................6
2.2 Pengelompokkan Limbah Medis Padat RS............................................................................6
2.3 Limbah Padat RS...................................................................................................................6
2.4 Limbah Cair RS......................................................................................................................9
2.5 Langkah-langkah Analisis Data Surveilans Keseshatan......................................................10
BAB III..........................................................................................................................................12
PENUTUP......................................................................................................................................12
3.1 Kesimpulan...........................................................................................................................12
3.2 Saran.....................................................................................................................................12
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................................13

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khusunya di kota-kota


besar semakin meningkat pendirian rumah sakit (RS). Sebagai akibat kualitas efluen
limbahrumah sakit tidak memenuhi syarat. Limbah rumah sakit dapat mencemari lingkungan
penduduk di sekitar rumah sakit dan dapat menimbulkan masalah kesehatan. Hal ini
dikarenakan dalam limbah rumah sakit dapat mengandung berbagai jasad renik penyebab
penyakit pada manusia termasuk demam typoid, kholera, disentri,dan hepatitis sehingga
limbah harus diolah sebelum dibuang ke lingkungan (BAPEDAL, 1999).

Air limbah industri farmasi dan rumah sakit merupakan salah satu sumber
pencemaran lingkungan yang sangat potensial. Oleh karena itu air limbah tersebut perlu
diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke saluran umum. Masalah yang sering muncul
dalam hal pengelolaan limbah rumah sakit adalah terbatasnya dana yang ada untuk
membangun fasilitas pengelolaan limbah serta biaya operasional, khususnya untuk rumah
sakit tipe kecil dan menengah.

Sampah dan limbah rumah sakit adalah semua sampah dan limbah yang dihasilkan
oleh kegiatan rumah sakit dan kegiatan penunjang lainnya. Secara umum sampah dan limbah
rumah sakit dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu sampah atau limbah klinis dan non klinis
baik padat maupun cair. Bentuk limbah klinis bermacam-macam dan berdasarkan potensi
yang terkandung di dalamnya.

Pengelolaan limbah rumah sakit yang sudah lama diupayakan dengan menyiapkan
perangkat lunaknya yang berupa peraturan-peraturan, pedoman-pedoman dan kebijakan-
kebijakan yng mengatur pengelolaan dan peningkatan kesehatan dilingkungan rumah sakit.

Disamping peraturan-peraturan tersebut secara bertahap dan berkesinambungan


Departemen Kesehatan  terus mengupayakan dan menyediakan dan untuk  pembangunan
insilasi pengelolaan limbah rumah sakit melalui  anggaran pembangunan maupun dari
sumber bantuan dana lainnya. Dengan demikian sampai saat ini sebagai rumah sakit
pemerintah telah dilengkapi dengan fasilitas pengelolaan limabah, meskipun perlu untuk
disempurnakan. Namun disadari bahwa pengelolaan limbah rumah sakit masih perlu
ditingkatkan  permasyarakatan terutama dilingkungan masyarakat rumah sakit. (Depkes RI,
1992).

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa yang dimaksud dengan limbah rumah sakit
2. Apa saja yang termasuk kedalam limbah medis rumah sakit
3. Bagaimana cara pengelolaan limbah padat rumah sakit
4. Bagaimana cara pengelolaan limbah cair rumah sakit
5. Apa saja langkah-langkah analisis data pada surveilans kesehatan

4
1.3 Tujuan Penulisan
1. Menegetahui definisi dari limbah rumah sakit
2. Mengetahui pengelompokan limbah medis padat rumah sakit
3. Mengetahui pengelolaan limbah padat rumah sakit
4. Mengetahui pengelolaan limbah cair rumah sakit
5. Mengetahui langkah-langkah analisis data surveilans kesehatan

5
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Limbah RS

Pengertian limbah rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan
Rumah Sakit dalam bentuk padat, cair, pasta (gel) maupun gas yang dapat mengandung
mikroorganisme pathogen bersifat infeksius, bahan kimia beracun, dan sebagian bersifat
radioaktif (Depkes, 2006).

Limbah rumah sakit cenderung bersifat infeksius dan kimia beracun yang dapat
mempengaruhi kesehatan manusia, memperburuk kelestarian lingkungan hidup apabila tidak
dikelola dengan baik.

2.2 Pegelompokkan Limbah Medis Padat

Untuk mengoptimalkan upaya penyehatan lingkungan Rumah Sakit dari pencemaran


limbah yang dihasilkannya maka Rumah Sakit harus mempunyai fasilitas pengelolaan limbah
sendiri yang ditetapkan KepMenkes RI No. 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang Persyaratan
Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit yaitu:
a. Fasilitas Pengelolaan Limbah padat : Setiap Rumah sakit harus melakukan reduksi
limbah dimulai dari sumber dan harus mengelola dan mengawasi penggunaan bahan
kimia yang berbahaya, beracun dan setiap peralatan yang digunakan dalam
pengelolaan limbah medis mulai dari pengumpulan, pengangkutan, dan pemusnahan
harus melalui sertifikasi dari pihak yang berwenang.

b. Fasilitas Pengolahan Limbah Cair : Limbah cair harus dikumpulkan dalam container
yang sesuai dengan karakteristik bahan kimia dan radiologi, volume, dan prosedur
penanganan dan penyimpanannya. Rumah sakit harus memiliki Instalasi Pengolahan
Air Limbah sendiri.

2.3 Limbah Padat Rumah Sakit

Limbah padat rumah sakit yang lebih dikenal dengan pengertian sampah rumah sakit
adalah sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi, atau sesuatu yang harus dibuang yang
umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia, dan umumnya bersifat padat
(Azwar, 1990).

Limbah padat rumah sakit adalah semua limbah rumah sakit yang berbentuk padat
akibat kegiatan rumah sakit yang terdiri dari limbah medis padat dan non medis (Keputusan
MenKes R.I. No.1204/MENKES/SK/X/2004), yaitu :

6
1. Limbah non medis adalah limbah padat yang dihasilkan dari kegiatan di luar medis
yang berasal dari dapur, perkantoran, taman dan halaman yang dapat dimanfaatkan
kembali apabila ada teknologi. Penyimpanannya pada tempat sampah berplastik
hitam.

2. Limbah medis padat adalah limbah padat yang terdiri dari :


a. limbah infeksius dan limbah patologi, penyimpanannya pada tempat sampah
berplastik kuning.
b. limbah farmasi (obat kadaluarsa), penyimpanannya pada tempat sampah berplastik
coklat.
c. limbah sitotoksis adalah limbah berasal dari sisa obat pelayanan kemoterapi.
Penyimpanannya pada tempat sampah berplastik ungu.
d. Limbah medis padat tajam seperti pecahan gelas, jarum suntik, pipet dan alat medis
lainnya. Penyimpanannya pada safety box/container
.e. Limbah radioaktif adalah limbah berasal dari penggunaan medis ataupun riset di
laboratorium yang berkaitan dengan zat-zat radioaktif. Penyimpanannya pada
tempat sampah berplastik merah.

1. Limbah Medis Padat


Minimisasi Limbah :
 Menyeleksi bahan-bahan yang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya.
 Menggunakan sedikit mungkin bahan-bahan kimia.
 Mengutamakan metode pembersihan secara fisik daripada secara kimiawi.
 Mencegah bahan-bahan yang dapat menjadi limbah seperti dalam kegiatan perawatan
dan kebersihan.
 Memonitor alur penggunaan bahan kimia dari bahan baku sampai menjadi limbah
bahan berbahaya dan beracun.
 Memesan bahan-bahan sesuai kebutuhan.
 Menggunakan bahan-bahan yang diproduksi lebih awal untuk menghindari
kadaluarsa.
 Menghabiskan bahan dari setiap kemasan.
 Mengecek tanggal kadaluarsa bahan-bahan pada saat diantar oleh distributor.

Pengumpulan, Pengangkutan, dan Penyimpanan Limbah Medis Padat di Lingkungan


Rumah Sakit :
 Pengumpulan limbah medis padat dari setiap ruangan penghasil limbah menggunakan
troli khusus yang tertutup.
 Penyimpanan limbah medis padat harus sesuai iklim tropis yaitu pada musim hujan
paling lama 48 jam dan musim kemarau paling lama 24 jam.

Pengumpulan, Pengemasan dan Pengangkutan ke Luar Rumah Sakit :


 Pengelola harus mengumpulkan dan mengemas pada tempat yang kuat.
 Pengangkutan limbah ke luar rumah sakit menggunakan kendaraan khusus.

7
Pengolahan dan Pemusnahan :
Limbah medis padat tidak diperbolehkan membuang langsung ke tempat pembuangan
akhir limbah domestik sebelum aman bagi kesehatan.
Cara dan teknologi pengolahan atau pemusnahan limbah medis padat disesuaikan
dengan kemampuan rumah sakit dan jenis limbah medis padat yang ada, dengan pemanasan
menggunakan otoklaf.

Transportasi :
 Kantong limbah medis padat sebelum dimasukkan ke kendaraan pengangkut harus
diletakkan dalam kontainer yang kuat dan tertutup.
 Kantong limbah medis padat harus aman dari jangkauan manusia maupun binatang.
 Petugas yang menangani limbah, harus menggunakan alat pelindung diri yang terdiri :
 Topi/helm;
 Masker;
 Pelindung mata;
 Pakaian panjang (coverall);
 Apron untuk industri;
 Pelindung kaki/sepatu boot; dan
 Sarung tangan khusus (disposable gloves atau heavy duty gloves).

2. Limbah Non Medis Padat

Pemilahan dan Pewadahan :


 Pewadahan limbah padat non-medis harus dipisahkan dari limbah medis padat dan
ditampung dalam kantong plastik warna hitam.
 Setiap tempat pewadahan limbah padat harus dilapisi kantong plastik warna hitam
sebagai pembungkus limbah padat dengan lambang “domestik” warna putih.
 Bila kepadatan lalat di sekitar tempat limbah padat melebihi 2 (dua) ekor per-block
grill, perlu dilakukan pengendalian lalat.

Pengumpulan dan Penyimpanan :


 Bila di tempat pengumpulan sementara tingkat kepadatan lalat lebih dari 20 ekor per-
block grill atau tikus terlihat pada siang hari, harus dilakukan pengendalian.
 Dalam keadaan normal harus dilakukan pengendalian serangga dan binatang
pengganggu yang lain minimal satu bulan sekali.

Pengangkutan :
Pengangkutan limbah padat domestik dari setiap ruangan ke tempat  penampungan
sementara menggunakan troli tertutup.

Tempat Penampungan Limbah Padat Non Medis Sementara :


 Tersedia tempat penampungan limbah padat non medis sementara dipisahkan antara
limbah yang dapat dimanfaatkan dengan limbah yang tidak dapat dimanfaatkan

8
kembali. Tempat tersebut tidak merupakan sumber bau, dan lalat bagi lingkungan
sekitarnya dilengkapi saluran untuk cairan lindi.
 Tempat penampungan sementara limbah padat harus kedap air, bertutup dan selalu
dalam keadaan tertutup bila sedang tidak diisi serta mudah dibersihkan.
 Terletak pada lokasi yang mudah dijangkau kendaraan pengangkut limbah padat.
 Dikosongkan dan dibersihkan sekurang-kurangnya 1 x 24 jam.

2. 4 Limbah Cair RS

Limbah cair Rumah Sakit adalah semua air buangan termasuk tinja yang berasal dari
kegiatan RS, yang kemungkinan mengandung mikroorganisme bahan beracun, dan radio aktif
serta darah yang berbahaya bagi kesehatan (Depkes RI, 2006). Penanganannya melalui IPAL
(Instalasi Pengolahan Air Limbah)

Air limbah rumah sakit adalah seluruh buangan cair yang berasal dari hasil proses
seluruh kegiatan rumah sakit, yang meliputi : limbah cair domestik, yakni buangan kamar
dari rumah sakit yang kemungkinan mengandung mikroorganisme, bahan kimia beracun dan
radioaktif (Said, 1999).

Menurut Azwar (1990), air limbah atau air bekas adalah air yang tidak bersih dan
mengandung berbagai zat yang bersifat membahayakan kehidupan manusia atau hewan, yang
lazimnya muncul karena hasil perbuatan manusia termasuk industri.

Prosedur, Penanganan dan Penyimpanannya :


 Saluran pembuangan limbah harus menggunakan sistem saluran tertutup, kedap air,
dan limbah harus mengalir dengan lancar, serta terpisah dengan saluran air hujan.
 Rumah sakit harus memiliki instalasi pengolahan limbah cair sendiri atau bersama-
sama secara kolektif dengan bangunan di sekitarnya yang memenuhi persyaratan
teknis, apabila belum ada atau tidak terjangkau sistem pengolahan air limbah
perkotaan.
 Perlu dipasang alat pengukur debit limbah cair untuk mengetahui debit harian limbah
yang dihasilkan.
 Air limbah dari dapur harus dilengkapi penangkap lemak dan saluran air limbah harus
dilengkapi/ditutup dengan grill.
 Air limbah yang berasal dari laboratorium harus diolah di Instalasi Pengolahan Air
Limbah (IPAL), bila tidak mempunyai IPAL harus dikelola sesuai ketentuan yang
berlaku melalui kerjasama dengan pihak lain atau pihak yang berwenang.
 Frekuensi pemeriksaan kualitas limbah cair terolah (effluent) dilakukan setiap bulan
sekali untuk swapantau dan minimal 3 bulan sekali uji petik sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
 Rumah sakit yang menghasilkan limbah cair yang mengandung atau terkena zat
radioaktif, pengelolaannya dilakukan sesuai ketentuan BATAN.

9
 Parameter radioaktif diberlakukan bagi rumah sakit sesuai dengan bahan radioaktif
yang dipergunakan oleh rumah sakit yang bersangkutan.

2.5 Langkah-langkah Analisis Data Surveilans


Menurut WHO (1999) serta Myrnawati (2001) langkah-langkah surveilans kesehatan
masyarakat meliputi :
1. Pengumpulan Data

Tahapan ini merupakan permulaan kegiatan surveilans yang sangat penting untuk
menghasilkan data kejadian penyakit yang baik. Kegiatan pengumpulan data dapat dilakukan
secara aktif dan pasif. Sumber data yang digunakan dalam surveilans antara lain :
 Laporan penyakit
 Pencatatan kematian
 Laporan wabah
 Survey atau studi epidemiologi
 Penyelidikan distribusi vektor dan reservoir
 Penggunaan obat, serum, vaksin
 Laporan kependudukan dan lingkungan
 Laporn status gizi dan kondisi sebagainya

Sedangkan jenis data surveilans meliputi : data kesakitan, data kematian, data
demografi, data geografi, data laboratorium, data kondisi lingkungan, data status gizi dan
kondisi pangan, data vektor dan reservoir, data dan informasi lainnya.

2. Pengolahan Data

Pengolahan data merupakan kegiatan data yang sudah dikumpulkan ke dalam format-
format tertentu, menggunakan teknik-teknik pengolahan data yang sesuai. Dalam pengolahan
data, ada dua aspek yang perlu dipertimbangkan yaitu ketepatan waktu dn sensitifitas data.
Pengolahan yang baik memenuhi kriteria antara lain :
 Selama proses pengolahan data tidak terjadi kesalan sistematik.
 Kecendrungan perbedaan anatara distribusi frekuensi dengan distribusi kasus dapat
diidentifikasi dengan bik,
 Tidak ada perbedaan atau tidak ada kesalahan dalam menyajikan pengertian/definisi
 Menerapkan metode pembuatan tabel, grafik, dan peta yang benar.

3. Analisis Data

Data yang telah diolah kemudian dilakukan analisis untuk membantu dalam
penyusunan perencanaan program, monitoring, evaluasi dana dalam upaya pencegahan serta
penanggulangan penyakit.

10
Penganalisis data harus memahami dengan baik data yang akan dianalisa. Data yang
telah diolah dan disusun dalam format tertentu umumnya lebih mudah dipahami. Beberapa
cara berikut biasanya dilakukan untuk memahami data dengan baik antara lain :
 Pada data sederhana dan jumlah variabel tidak terlalu banyak, cukup dengan
mempelajaritabel saja.
 Pada data kompleks, selain mempelajari tabel juga dilengkapi dengan data dan
gambar. Peta dan gambar berfungsi untuk mempermudah pemahaman akan tren,
variasi, dan perbandingan.

Hasil analisi akan memberikan arah dalam menentukan besaran masalah,


kecendrungan suatu keadaan, sebab akibat suatu kejadian, dan penarikan kesimpulan.
Penarikan kesimpulan hasil analisis harus didukung dengan teori dan kajian ilmiah yang
sudah ada.

4. Interpretasi Data

Suatu kegiatan yang menggabungkan hasil analisis dengan pernyataan,


kriteria/standar tertentu untuk menemukan makna dari data yang dikumpulkan untuk
menjawab permasalahan yang sedang diamati.
Kajian interpretasi ini melibatkan hal-hal penting dalam sebuah penelitian yaitu
berupa : diskusi, kesimpulan, dam implikasi seperti kilas balik temuan utama dan bagaimana
pertanyaan penelitian terjawab, refleksi peneliti terhadap makna data, pandangan peneliti
yang dikontraskan dengan kajian literatur (teoretik), batasan penelitian, dan saran untuk
penelitian selanjutnya.
Dalam interpretasi dibahas bagaimana cara menemukan makna atau implikasi dari
data yang diperoleh. Hasil interpretasi data digunakan untuk mnegevaluasi proses dan hasil
perbaikan pembelajaran yang dilakukan.

5. Penyebaran Informasi

Tahap selanjutnya adalah menyebarluaskan informasi berdasarkan kesimpulan yang


didapat dari analisis data. Penyebaran informasi disampaikan kepada pihak-pihak yang
berkepentingan dengan program kesehatan, seperti pemimpin program, pengelola program,
dan unit lainnya.
Penyebaran informasi dapat memanfaatkan waktu-waktu atau kegiatan yang
memungkinkan berkumpulnya para pemangku kepentingan, misalnya pada rapat rutin, rapat
koordinasi, atau pertemuan rutin warga masyarakat. Selain berbentuk laporan, media untuk
penyebaran dapat berupa buletin, news letter, jurnal akademis, website, dan media sosial.

11
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Kegiatan rumah sakit yang sangat kompleks tidak saja memberikan dampak positif
bagi masyarakat sekitarnya, tetepi juga mungkin berdampak negatif berupa cemaran akibat
proses kegiatan maupun limbah yang dibuang tanpa pengelolaan yang benar. Pengelolaan
limbah rumah sakit yang tidak baik akan memicu resiko terjadinya kecelakaan kerja dan
penularan penyakit dari pasien ke pasien yang lainnya dan kepada masyarakat pengunjung
rumah sakit lainnya.

Oleh karena itu untuk menjamin keselamatan dan kesehatan tenaga kerja maupun
orang lain yang berada dilingkungan rumah sakit dan sekitarnya perlu kebijakan sesuai
manajemen keselamatan dan kesehatan kerja dengan melaksanakan kegiatan pengolahan dan
monitoring limbah rumah sakit sebagai salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan.

3.2 Saran

Rumah sakit sebagai institusi yang sosial dan ekonominya karena tugasnya
memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terlepas dari tanggung jawab
pengelolaan limbah yang ditimbulkan. Oleh karena itu, kita bersama-sama harus bisa
menjaga keselamatan dan kesehatan tenaga kerja maupun oranglainnya terutama paada
limbah indusri rumah sakit.

12
DAFTAR PUSTAKA

https://bulelengkab.go.id/detail/artikel/pengelolaan-limbah-medis-rumah-sakit-88

https://www.persi.or.id/images/regulasi/permenkes/pmk452014.pdf

https://galihendradita.wordpress.com/2017/09/08/pengelolaan-limbah-rumah-sakit/

http://web.rshs.or.id/limbah-rumah-sakit/

https://www.jogloabang.com/kesehatan/permenkes-7-tahun-2019-tentang-kesehatan-lingkungan-
rumah-sakit

13