Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS KASUS MUJIANTO DITINJAU DARI KRIMINOLOGI

A.    LATAR BELAKANG MASALAH


Baru-baru ini di Indonesia terjadi pembunuhan berantai yang sangat menghebohkan publik
yaitu pembunuhan berantai oleh seorang lelaki homoseksual yang bernama Mujianto.
Pemuda berusia 21 tahun ini mengaku telah meracuni 15 teman kencannya sesama gay sejak
2011.
Dalam sesi wawancara di Markas Kepolisian Resor Nganjuk, Rabu 15 Febaruari 2012,
Mujianto mengaku meracuni mereka karena dianggap selingkuhan Joko Suprapto. Joko yang
berusia 49 tahun adalah seorang duda majikan sekaligus kekasihnya. Mujianto mengaku
cemburu kepada orang-orang yang berhubungan dengan Joko. Karena itu dia berusaha
mencelakai mereka dengan cara dijebak dan diracun. Kepada polisi Mujianto mengaku tak
berniat membunuh. “Hanya mengerjai saja biar kapok,” katanya.
Perbuatan Mujianto tersebut jelas jelas merupakan sebuah kejahatan yang sangat fatal. Oleh
karena itu perlu dikaji dari beberapa sudut pandang, agar kejahatan tersebut tidak terulang
dan mengganggu ketertiban dalam masyarakat. Salah satu dari analasis tersebut adalah dari
sudut pandang kriminologi.
   

Kejahatan ditinjau dari Segi Kriminologi

Kejahatan merupakan suatu fenomena yang kompleks yang dapat dipahami dari berbagai sisi
yang berbeda. Itu sebabnya dalam keseharian kita dapat menangkap komentar tentang suatu
peristiwa kejahatan yang berbeda satu dengan yang lain. Dalam pengalaman kita ternyata tak
mudah untuk memahami kejahatan itu sendiri.
Kejahatan merupakan bagian dari masalah manusia dalam kehidupan sehari-hari, oleh karena
itu harus juga diberikan batasan-batasan tentang apa yang dimaksud dengan kejahatan itu
sendiri baru kemudian dapat dibicarakan unsur-unsur lain yang berhubungan dengan
kejahatan tersebut, misalnya siapa yang berbuat, sebab-sebabnya dan sebagainya.
Pembunuhan berantai adalah suatu kejahatan yang dilakukan oleh seorang atau beberapa
orang yang berkaitan dengan penghilangan nyawa orang lain, dan berjumlah lebih dari satu
orang.
Sehingga menurut saya, dapat disimpulkan apa-apa yang dapat menjadi faktor-faktor
terjadinya pembunuhan berantai dari sudut pandang kriminologi adalah sebagai berikut ;
-ranggiwiraskakti-
1. Faktor Kurangnya Pengetahuan Keagamanan
Dengan adanya keimanan atau spiritualitas dalam diri seseorang. Niscaya ia akan menjaga
diri dari perbuatan yang dilarang oleh agama, terlebih yang digolongkan sebagai dosa besar.
Jika dari sudut pandang agama Islam, membunuh dan perilaku homoseks merupakan dosa
yang sangat keji. “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah
(membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar” Qs. 17:33
“dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan dia dari
(azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji(homoseksual).
Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik,” Qs. 21:74
2. Faktor lingkungan
Faktor lingkungan sangat kentara dalam kasus Mujianto, karena ia bekerja di majikannya
yang juga seorang homoseksual, yang berakibat kultur sehari hari mujianto adalah
homoseksual. Hingga pada suatu saat dia cemburu dan termotivasi untuk “mengerjai”
pengganggunya.
3.  Faktor hukum
Dari segi kriminologi faktor hukum merupakan salah satu penyebab yang dapat menimbulkan
kejahatan, salah satunya pembunuhan berantai. Hal ini karena lemahnya pengawasan hukum
yang dilakukan oleh pemerintah yang berwenang. Hal ini akan berakibat masyarakat akan
terlalu bebas dalam melakukan pergaulannya, diiringi dengan ketidak takutan seseorang
terhadap hukum yang memicu banyaknya terjadi pembunuhan. Yang mana sanksi yang
terdapat begitu ringan.
4.  Kultur kebudayaan
Kultur budaya yang terdapat dalam masyarakat maupun instansi pemerintahan dapat memicu
maraknya kasus pembunuhan berantai. Kebudayaan masyarakat yang semakin bebas seiring
dengan adanya globalisasi kebudayaan, membuat masyarakat Indonesia mengalamai “gegar
budaya” yang berakibat pada terjadinya penyimpangan penyimpangan social dan kejahatan
seperti perilaku seks menyimpang dan tidak segan segannya seseorang dalam membunuh.
5. Faktor sosial
Faktor sosial bisa menjadi alasan mengapa seseorang bisa melakukan kejahatan, karena
seseorang dengan kontrol social masyarakat yang baik dan tatanan sosial masyarakat yang
baik niscaya akan sangat jarang terjadi tindakan kejahatan.
6. Faktor  perilaku individu
Faktor perilaku individu jelas merupakan factor yang paling menonjol dalam kasus Mujianto
ini. Hal ini dikarenakan ia memiliki mental dan perilaku yang menyimpang yang
mengakibatkan munculnya motivasi diri yang juga menyimpang. Karena perilaku baik akan
muncul karena kepribadian baik pula.
Sedangkan Mujianto memiliki kepribadian seorang pencemburu bahkan terhadap sesama
jenis, dan tidak memiliki rasa belas kasih untuk menghabisi korban korbannya. Ini
menunjukkan bahwa perilaku individu dari Mujianto memang menyimpang.
-rangggiwirasakti-
2. Upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah atau mengatasi Pembunuhan Berantai
ditinjau dari kriminilogi antara lain:
a. Penguatan nilai nilai keimanan dan keagamaan pada masyarakat
b.  Memperbaiki lingkungan sekitar, keadaan masyarakat, serta kondisi sosialnya
c. Penguatan pengawasan hukum, penyuluhan hukum, dan peningkatan kesadaran masyarakat
terhadap hukum, dengan membuat peraturan hukum yang sejalan dengan pola piker
masyarakat yang ada. Sehingga aturan akan ditaati oleh masyarakat.
d. Menjaga kultur masyarakat agar tetap dipenuhi dengan budaya yang baik, sopan, dan
menjaga etika dalam masyarakat.
e. Memperkuat kontrol social masyarakat, tata nilai social masyarakat agar tetap kondusif.
f. memperkuat peranan pendidikan untuk membuat masyarakat terdidik dan berkepribadian
baik. Sehingga tidak muncul manusia dengan tabiat buruk.

KESIMPULAN
Kejahatan adalah suatu nama atau cap yang diberikan orang untuk menilai perbuatan-
perbuatan tertentu, sebagai perbuatan jahat. Dengan demikian maka si pelaku disebut sebagai
penjahat. Pengertian tersebut bersumber dari alam nilai(penilaian masyrakat), maka ia
memiliki pengertian yang sangat relatif, yaitu tergantung pada manusia yang memberikan
penilaian itu.
Factor-factor penyebab terjadinya pembunuhan berantai antara lain:
a)      Factor keimanan
b)      Faktor hukum
c)      Faktor social
d)      Faktor lingkungan
e)       Faktor kultur kebudayaan
f)      Faktor perilaku individu
Upaya penanggulangannya antara lain:
a. Penguatan nilai nilai keimanan dan keagamaan pada masyarakat
b.  Memperbaiki lingkungan sekitar, keadaan masyarakat, serta kondisi sosialnya
c. Penguatan pengawasan hukum, penyuluhan hukum, dan peningkatan kesadaran masyarakat
terhadap hukum, dengan membuat peraturan hukum yang sejalan dengan pola piker
masyarakat yang ada. Sehingga aturan akan ditaati oleh masyarakat.
d. Menjaga kultur masyarakat agar tetap dipenuhi dengan budaya yang baik, sopan, dan
menjaga etika dalam masyarakat.
e. Memperkuat kontrol social masyarakat, tata nilai social masyarakat agar tetap kondusif.
f. memperkuat peranan pendidikan untuk membuat masyarakat terdidik dan berkepribadian
baik. Sehingga tidak muncul manusia dengan tabiat buruk.
-ranggiwirasakti-
Paper ini disusun untuk memenuhi tugas
Mata kuliah KRIMINOLOGI

Oleh:
Ardhika Wisnu Wardana
11108024

UNIVERSITAS MERDEKA MALANG


2012