Anda di halaman 1dari 2

Bab I

PENDAHULUAN

I. Latar belakang

Kereta api merupakan salah satu sarana transportasi yang utama dalam memenuhi
kebutuhan terhadap transportasi darat. Orang lebih cenderung memilih kereta api sebagai
sarana transportasi dengan alasan cukup terjangkau secara finansial. Dalam arti, kereta api
sudah menjadi alternatif  sarana transportasi yang dibutuhkan publik saat ini.

Dengan alasan tersebut diatas, maka diperlukan pelayanan yang sebaik-baiknya terhadap
masyarakat pengguna jasa kereta api dan sudah selayaknya diberikan oleh pihak pengelola
perkereta-apian. Berbagai bentuk pelayanan memang telah banyak dilakukan oleh pihak
pengelola kereta api untuk memberikan pelayanan yang memuaskan ke masyarakat.

Pengangkutan darat dengan kereta api diatur dengan Undang-Undang Nomor 23


Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Lembaran Negara Nomor 65 Tahun 2007. Kereta api
adalah sarana perkeretaapian dengan tenaga gerak, baik berjalan sendiri maupun
dirangkaikan dengan sarana perkeretaapian lainnya, yang akan ataupun sedang bergerak di
jalan rel yang terkait dengan perjalanan kereta api.Pada saat Undang-Undang ini mulai
berlaku, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1992 tentang Perkeretaapian ( Lembaran Negara
Nomor 47 Tahun 1992, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3479 ) dicabut dan dinyatakan
tidak berlaku. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 mulai berlaku pada tanggal
diundangkan, yaitu 25 April 2007.

Pengangkutan darat dengan kereta api diadakan berdasarkan perjanjian antara Badan
Penyelenggara Pengangkutan dan penumpang atau pemilik barang. Karcis penumpang dan
surat pengangkutan barang merupakan tanda bukti telah terjadi perjanjian pengangkutan
antara pengangkut dan penumpang atau pengirim.

Dengan demikian, surat pengangkutan barang diterbitkan atas nama (on name),
artinya setiap pemegang yang namanya tercantum pada surat pengangkutan barang adalah
pemilik dan berhak untuk menerima barang. Karcis penumpang dan  surat pengangkutan
barang atas nama tidak dapat dialihkan kepada pihak lain karena ada kaitannya dengan
asuransi yang melindungi dalam hal terjadi musibah. Maka untuk pembahasan dalam
makalah ini, kelompok kami selaku pembuat makalah lebih memfokuskan pada masalah
perasuransian dari pengangkutan kereta api ini. Pembahasannya akan berkutat seputar
masalah –masalah dalam perasuransian, mulai dari risiko yang ditanggung, premi, dan hal
yang berhubungan dengan asuransinlainnya. Mengingat banyaknya pengguna angkutan ini
yang sudah pasti memerlukan perlindungan pada saat penggunaannya.
II. Rumusan Masalah

Kami selaku penulis, telah menyusun beberapa masalah yang akan dibahas dalam
makalah ini sebagai batasan dalam pembahasan bab isi. Beberapa masalah tersebut
antaralain :

a. Apakah pengertian dan dasar hukum dari asuransi pengangkutan dengan kereta api ?

b. Bagaimana pengaturan klausa dalam asuransi pengangkutan kereta api ?

c. Bagaimanakah bentuk polis dari asuransi ini ?

d. Apa saja risiko- risiko yang dijamin dalam asuransi pengangkutan ini ?

e. Bagaimana penyelesaian yang dapat dilakukan dalam hal terjadi sengketa ?

III. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk pemenuhan tugas dari mata kuliah Hukum
Asuransi, selain untuk pemenuhan kewajiban tugas juga untuk lebih mengetahui tentang
asuransi Pengangkutan dengan Kereta Api yang juga membantu untuk memahami ilmu
asuransi dalam proses belajar dan mengajar dalam perkuliahan.