Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM FORMULASI DAN TEKNOLOGI SEDIAAN I

MODUL VI

TABLET SALUT GULA

Disusun oleh

Nama : Fathia Faizana R.


NIM : K100180236
Kelas : S2
Korektor : Fatah Ramdhan

LABORATORIUM TEKNOLOGI DAN FORMULASI


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2020
MODUL VI
TABLET SALUT GULA

A. TUJUAN
Untuk memberi pengetahuan dan keterampilan teknik pembuatan tablet
salut gula (dragee).
B. DASAR TEORI
Tablet salut gula sering disebut dragee. Tablet disalut dengan gula dari
suspensi dalam air mengandung serbuk yang tiudak larut seperti pati, kalsium
karbonat, talk atau titanium dioksida yang disuspensikan dengan gom akasia
atau gelatin. Kelemahan salut gula adalah waktu penyalutanh yang lama dan
perlu penyalut tahan air. Hal ini memperlambat disolusi dan memperbesar bobot
tablet.
Tahap-tahap penyalutan berupa:
1. Penyalutan dasar (subcoating); yaitu pemberian larutan dasar dan
pemberian serbuk salut apabila tablet sebagian kering.
2. Pelicinan; yaitu proses pembasahan ganti berganti dengan sirup
pelicin dan pengeringan dari salut tablet menjadi bulat dan licin.
3. Pewarnaan; dilakukan dengan memberi zat warna dicampurkan pada
sirup pelicin.
4. Finishing; yaitu proses pengeringan salut sirup yang dengan cara
perlahan-0lahan dan terkontrol dengan memutar penyalut dengan
tangan dan pengeringan berjalan perlahan sehingga menjadi licin.
5. Tahap akhir dilakukan pengilapan dengan menggunakan tipis lilin
yang licin.
(Anief, 2012)
Proses salut gula terdiri atas berbagai tahap dan tiap tahap dirancang
untuk mencapai fungsi tertentu. Akibatnya bermacam-macam bahan tambahan
yang dimasukkan ke dalam tiap tipe formulasi. Contoh tambahan yang
digunakan adalah :
1. Pengisi (kalsium karbonat, talk)
2. Pewarna (lak aluminium, besi oksida)
3. Pembentuk salut selaput (gom arab, gelatin)
4. Antiadhesi (talk)
5. Penambah rasa
6. Surfaktan (sebagai zat pembasah dan zat pembantu dispersi)
Walau kebanyakan formulasi salut yang digunkan dalam proses salut gula
diaplikasikan dalam keadaan cair, beberapa diantaranya, misalnya serbuk tabur,
diterapkan dalam keadaan kering.
(Siregar, 2000)
Tujuan dari penyalutan tablet adalah :
1. Melindungi zat aktif yang higroskopis atau tidak tahan terhadap
pengaruh udara.
2. Menutupi rasa dan bau yang tidak enak.
3. Membuat penampilan yang lebih baik dan menarik.
4. Mengatur tempat pelepaan obat dalam saluran cerna.
(Syamsuni, 2006)
C. ALAT DAN BAHAN
1. Alat 2. Bahan
 Panci penyalut  Tablet inti
 Neraca  Kalsium karbonat
 Penghisap debu (aspirator)  Kloroform
 Alat-alat gelas  Alkohol
 Peniup udara  Schellac bebas arsen
 Talk
 PGA
 Gelatin
 Gula
 PEG 6000
 Aquades

D. CARA KERJA
1. Ditimbang 350 tablet inti yang bebas debu.

2. Disisihkan +/- 100 tablet inti untuk uji fisis tablet.

3. Sealing
Dibuat lapisan sealing.

Dilapisi panci penyalut dengan larutan sealing, dikeringkan dengan


mengaliri udara panas sampai panci kering.

Dimasukkan tablet inti ke dalam panci penyalut dan diputar. Dialiri udara
panas ke dalam panas sampai suhu tablet 30˚C.

Dituangkan 15,0 mL larutan sealing, dikeringkan dengan udara panas 25˚


- 30˚C, ditunggu kering.

Dilanjutkan penyalutan dengan 10,0 mL larutan sealing hingga rata


sebanayak 2 -4 lapis. Ditaburi serbuk penabur jika tablet terlihat lengket
satu sama lain.
4. Subcoating
Ditimbang bahan untuk larutan larutan subcoating dan serbuk subcoating
sebnayak ½ formula.

Dilarutkan masing-masing bahan dengan air sesuai porsi dan campurkan


semua larutan hingga homogen.

Dicampurkan larutan subcoating dengan serbuk subcoating hingga


menjadi suspensi subcoating.

Dilapisi panci penyalut dengan suspensi subcoating setipis mungkin tapi


rata kemudian dikeringkan dengan udara panas.

Dituangkan tablet ke dalam panci dan diputar panci dengan kemiringan


yang tepat.

Dituangkan suspensi subcoating dan putar 3 – 5 menit, lalu dikeringkan


dengan udara panas. Untuk penuangan pertama dan kedua digunakan
suspensi subcoating 15,0 mL dan penuangan berikutnya sebanyak 10,0
mL.

Tahap subcoating selesai apabila tablet inti terlapisi sempurna secara


merata.

Dikeringkan tablet hingga kering (1 jam).


5. Smoothing
Dibuat larutan smoothing 1/3 formula.
Panci penyalut yang telah dibersihkan dilapisi dengan larutan smoothing
secara merata dan dikeringkan.

Tablet dimasukkan dalam panci dan diputar. Dituangi larutan smoothing


10,0 mL dan dibiarkan kering tanpa aliran udara.

Diteruskan pelapisan dengan 10,0 mL larutan smoothing hingga tablet


benar-benar licin (3 – 4x).

Dikeringkan dalam almari pengering selama satu hari.


6. Coloring
Dibuat larutan/suspensi zat warna.

Panci penyalut dilapisi dengan sirup yang akan dipakai untuk melarutkan
atau mensuspensi zat warna dan dikeringkan dengan dialiri udara panas.
Tblet dimasukkan dalam panci penyalut dan diputar. Dipanaskan dulu
dengan udara panas samapai suhu 35˚ - 40˚C.

Dituangkna 15,0 mL laruta pewwarna tiao kali 1 -4x dengan dialiri udara
panas. Debu yang keluar selama pemutara dihisap dengan penghisap
debu.

Digunakan sebanyak 10,0 mL untuk penuangan berikutnya (kelima dan


keenam kali). Dilairi udara panas dan debu yang keluar dihisap.

Digunkan 5,0 mL untuk lapisa 7 dan 8, dialiri udara panas dan debu yang
keluar dihisap.

Digunakan 5,0 mL untuk lapisa 9 dan 10 dilairi udara dingin dan debu
dihisap.

Diulangi tata cara diatas bila pewarnaan belum rata. Digunakan 3,0 mL
pada lapisan 11 dan 12 tanpa alira udara apabila pewarnaan telah rata.

Digunakan 2,0 mL untuk lapisa 13 – 15, tanpa aliran udara.

Digunakan 2,0 mL sirup simpleks tanpa pewarna untuk lapisan 16 dan 17


tanpa aliran udara.

Dikeringkan dalam almari selama satu hari.


7. Polishing
Dibuat larutan polishing ½ formula.

Panci penyalut dilapisi larutan polishing sampai rata, tipis, dan


dikeringkan dengan aliran udara panas.

Dimasukkan tablet salut yang telah diberi warna dalam panci penyalut
dan diputar. Dituangi larutan polishing 10,0 mL dan panci ditutup,
dibiarkan berputar selama 5 menit. Dibuka tutupnya dan dibiarkan tablet
kering.

Dikerjakan sebanyak 3 – 4x dan dibiarkan panci berputar terus dalam


keadaan terbuka sampai diperoleh tablet salut yang mengkilap.
8. Evaluasi
Ditimbang 20 tablet salut yang telah jadi. Dihitung % perubahan berat
antar sesudah dan sebelum disalut.
Dilakukan uji fisis tablet: keseragaman sediaan, kekerasan, kerapuhan,
dan waktu hancur. Catt: *Semua dihitung rerata, SD dan CV-nya.
**Diisi data sesuai yang tercantum di master formula.

Dilihat bagaiman keadaan tablet salut gula secara visual.

Dibandingkan hasil tablet sebelum dan sesudah tablet disalut.

E. ANALISIS CARA KERJA


Pada praktikum kali ini dilakukan penyalutan tablet salut gula. Tahap-
tahap yang dipraktikkan terdiri dari subcoating, smoothing, smoothing, dan
coloring. Setelah penyalutan tablet, dilakukan uji fisik tablet yang terdiri dari
keseragaman bobot, ketebalan tablet, kekerasan tablet, kerapuhan tablet, dan
waktu hancur. Pada praktik kali ini, ditimbang 350 tablet inti yang bebas debu
dan disisakan 100 tablet untuk dilakukan uji fisik tablet.
Tahap subcoating merupakan penyalutan awal, untuk membentuk tablet
yang bundar (menutupi bagian sisi tablet inti). Selain itu berfungsi juga untuk
meningkatkan ikatan antara sealcoat dan sugarcoat. Langkah awal subcoating
dilakukan dengan membuat larutan subcoating dan serbuk subcoating. Bahan-
bahan subcoating ditimbang 1/3 dari formula. Untuk membuat larutan
subcoating semua bahan dicampur homogen, dan bila perlu dibantu dengan
pemanasan untuk melarutkan gelatin. Setelah itu, larutan subcoating dan serbuk
subcoating dicampur untuk membentuk suspensi subcoating. Suspensi kemudian
dilapisi ke panci penyalut setipis mungkin tapi rata dan dikeringkan dengan
udara panas. Tablet kemudian dituangkan ke panci penyalut dan diputar dengan
kemiringan yang tepat. 15,0 mL suspensi kemudian dituangkan ke panci dan
diputar selama 3 – 5 menit yang setelah itu dikeringkan dengan udara panas dan
dibebas debukan. Digunakan juga 15,0 mL suspensi untuk putaran kedua dan
10,0 mL untuk putaran ketiga. Pada tahap ini dihasilkan tablet inti yang telah
tertutupi dan kasar.
Tahap selanjutnya berupa smoothing. Tahap ini merupakan tahap
pembesaran tablet dan penghalusan setelah tablet selesai di-subcoat. Tahap ini
dimulai dengan menimbang 1/3 bahan dari formula dan dibuat larutan. Lalu,
dengan panci penyalut yang telah dibersihkan, bahan dilapisi tipis dan rata.
Tablet kemudian dituangkan dan diputar. 10,0 mL bahan smoothing kemudian
dituangkan dan diputar. Setelah itu tablet dikeringkan dengan sendirinya dan
dibebas debukan. Pelapisan dilakukan lagi 2x dan didapati hasil tablet yang licin.
Tahap selanjutnya dilakukan coloring. Tahap ini dimulai dengan
menimbang ½ bahan dari formula dan dibuat larutan. Larutan kemudian dilapisi
ke panci penyalut dengan tipis dan rata. Tablet kemudian dituangkan dan
diputar, dipanaskan dulu hingga suhu 35 – 40 C. Ditambahkan 15,0 mL larutan
pewarna dan panci diputar. Tablet kemudian dikeringkan dengan udara panas
dan dibebas debukan.dilakukan hal yang sama pada hingga pelapisan ketiga dan
didapati tablet dengan warna yang homogen.
Setelah itu, tablet dilakukan uji fisik. Pada keseragaman bobot dilakukan
dengan mencari nilai CV dari 20 tablet dan pada keragaman bobot dicari dengan
mencari kadar 10 tablet dan dihitung nilai keberterimaannya pada tablet sebelum
dan sesudah disalut. Dari kedua jenis tablet dicari selisi rata-rata, selisih nilai
SD, dan selisih CV.
Pada uji ketebalan tablet, diuji 6 tablet untuk masing-masing tablet
sebelum dan sesudah penyalutan. Tablet diukur dengan jangka sorong dan
dihitung rata-rata, nilai SD-nya. Dari kedua jenis tablet dicari selisih rata-rata
dan selisih nilai SD.
Uji kekerasan tablet dilakukan menggunakan alat hardness tester. Tablet
diletakkan pada alat dengan posisi horizontal. Kemudian knop diputar hingga
tablet tertekan. Pemutaran dihentikan saat tablet pecah dan dicatat skalanya. Uji
dilakukan pada 5 tablet berbeda untuk tablet sebelum dan sesudah penyalutan.
Dari kedua jenis tablet dicari selisi rata-rata dan selisih nilai SD.
Setelah itu dilakukan uji kerapuhan tablet dengan membebasdebukan
tablet dan ditimbang berat tablet. Tablet kemudian dimasukkan dalam fribialator
selama 4 menit atau 100 putaran. Tablet kemudian dikeluarkan, dibebasdebukan
dan ditimbang kembali. Dari berat tersebut dapat dicari nilai kerapuhan tablet.
Uji ini dilakukan pada 6 tablet berbeda pada masing-masing sebelum dan
sesudah penyalutan. Dari kedua jenis tablet dicari selisi rata-rata, selisih nilai
SD, dan selisih CV.
Pada uji waktu hancur tablet, digunakan disentegrant tester. Diambil 6
tablet dan diletakkan masing-masing pada tabung dari keranjang. Dengan
medium air 37 C, alat kemudian dijalankan selama 15 menit. Sedang pada uji
disolusi tablet, digunakam USP XXIII. Uji dilakukan dengan menghitung kadar
dari 3 tablet berbeda pada selang waktu 5, 10, 15, 25 dan 30 menit. Dari kedua
jenis tablet dicari selisi rata-rata, selisih nilai SD, dan selisih CV.
FORM HASIL PRAKTIKUM MODUL VI
FORMULASI SEDIAAN TABLET SALUT GULA
(DRAGEE)
A. PENIMBANGAN BAHAN
CATATAN PENIMBANGAN

No. Nama Bahan Jumlah Teoritis Jumlah Nyata Satuan

1. Tahap sealing: - (tidak dilakukan)

Tahap subcoating :

a. Larutan subcoating :

 Gula 133 132,9 gram

 PGA 6,667 6,670 gram

2.  Gelatin 2,667 2,670 gram

 Akuadest 100 100 gram

b. Serbuk subcoating :

 Kalsium karbonat 40 40,33 gram

 Talk 40 40,13 gram

Tahap smoothing :

3.  Gula 33 33,111 gram

 Akuadest 16,667 16,670 gram

Tahap coloring :

 Gula 90 90,11 gram

4.  Gelatin 1 1 gram

 Zat warna 100 101 mg

 Akuadest 110 110 gram

Tahap polishing :

5.  PEG 5 - gram

 Kloroform 50 - gram

Catatan Formula :
B. DATA HASIL PERCOBAAN
PENYIAPAN TAHAP PENYALUTAN
Jumlah
No. Tahapan Proses Hasil Pengamatan
Penambahan
Tahap sealing: -
1.
(tidak dilakukan)

Tahap subcoating:

Penambahan ke-1 15 mL
2.
Permukaan tablet inti tertutupi, merata,
Penambahan ke-2 15 mL
tetapi permukaan tidak halus (bergerigi)
Penambahan ke-3 10 mL

Tahap smoothing:

Penambahan ke-1 10 mL
3.
Penambahan ke-2 10 mL Permukaan tablet licin
Penambahan ke-3 10 mL

Tahap coloring:

Penambahan ke-1
15 mL
4.
Penambahan ke-2 Warna pada permukaan tablet merata,
15 mL
berwarna merah
Penambahan ke-3
10 mL

Tahap polishing:

- -
5.
- - Tidak dilakukan, karena tidak cukup waktu.

- -

Catatan Proses Penyalutan :


KONTROL KUALITAS TABLET SALUT
Tahapa
Memen Ttd
N n Persyaratan
Hasil Pengujian uhi atau Peng
o. Penguji Standard
tidak awas
an
Sebelum disalut (mg) Sesudah disalut (mg) CV
327, 457, sebelu
312,1 314,8 430,0 465,3
3 9 m
346, 433, tablet
322,4 328,5 487,0 432,0
9 5 disalut
325, 476, tidak
322,4 317,1 491,0 432,5
0 4
memen
392, 449,
Keserag 347,2 323,0 478,7 458,2 uhi
2 9
aman persya
338, 457,
bobot 335,0 329,9 473,6 462,9 ratan
9 7
tablet
319, 459, karena
salut 353,0 340,5 467,9 472,7
(FI III) 9 3 berada
1. 321,
344,0
450,
475,1
CV ˂ 5 % >5%,
6 9 sedang
333, 460, kan
Rerata (x) Rerata (x)
085 625 setelah
18,1 18,2 dilaku
SD SD
9 3 kan
CV (%) 5,46 CV (%) 3,96 penyal
utan,
Rerata (x) 127,54
CV
Selisih
Penamb
SD 0,04 memen
ahan uhi
bobot CV (%) 1,5 persya
ratan
Sebelum disalut (mm) Sesudah disalut (mm)

2,3 2,1 2,4 2,4

Ketebal 2,1 2,3 2,5 2,6


an
Tablet 2,2 2,2 2,3 2,6
2.
Rerata (x) 2,2 Rerata (x) 2,467
SD 0,089 SD 0,121
Selisih Rerata (x) 0,267
Penamb
ahan SD 0,032
tebal

Sebelum disalut (kg) Sesudah disalut (kg)

4,51 5,30 5,41 4,71

5,40 5,29 5,98 5,60


Uji
kekeras 4,26 3,97 4,87 5,67
Kekerasa Meme
an Rerata Rerata
4,79 5,36 n tablet nuhi
3. (x) (x)
oral yaitu standa
SD 0,62 SD 0,51 4 - 8 kg r
CV (%) 12,94 CV (%) 9,51
Selisih Rerata (x) 0,57
Penamb
ahan SD -0,11
keras
Tablet Table
Tablet Inti Selisih (%)
Salut t inti
Belu Sud
Belum Sudah
m ah
Belum Sudah tidak
6,53 6,45 meme
6,42 g 6,28 g 2,18 1,22 Tablet nuhi
g g
6,51 6,43 dikata persy
6,41 g 6,24 g
g g
2,65 1,23
kan arata
6,42 6,41 baik n
6,39 g 6,38 g
g g
0,16 0,16
Uji jika stand
4. kerap Rerata memp ar,
Rerata (x) 6,3 6,46 1,66 0,87
uhan (x)
unyai tablet
% salut
SD 0,07 SD 0,05 1,32 0,61 kerapu meme
han < nuhi
1% persy
arata
CV
CV (%) 1,11 (%)
0,77 79,52 70,11 n
stand
ar
Sebelum disalut (menit) Setelah disalut (menit) Waktu Table
6 tablet hancur sempurna 6 tablet hancur sempurna hancur t
Uji dalam 30 menit dalam 30 menit Tablet sebelu
waktu
5. Rerata (x) tidak m
hancu
r bersal dan
SD
ut sesud
CV (%) adalah ah
Rerata (x) < 15 disalu
menit, t
Tablet meme
Selisih salut nuhi
Penam gula stand
bahan
dan ar
Waktu
SD salut
Hancu
r non
enteric
< 30
menit

Catatan:

Mengetahui,
Surakarta, 05 Mei 2020
Supervisor (Asisten jaga) Kepala Pengawasan Mutu (Dosen jaga)

................................. ......................................

F. PERHITUNGAN

Uji Keseragaman Bobot


 Keseragaman Bobot Sebelum  Keseragaman Bobot Sesudah
Disalut Disalut
Rerata (x) = 6661,7 mg/20 = Rerata (x) = 9212,5 mg/20
333,085 mg = 460,625 mg
SD = 18,19 SD = 18,23
CV = SD / x = 5,46% CV = 3,96%

 Selisih Penambahan Bobot


Keseragaman Bobot

Rerata (x) = 460,625mg–


333,085mg= 127,54 mg
SD = 18,23-18,19
= 0,04
CV = 5,46% - 3,96%
= 1,5%

Uji Ketebalan Tablet


a. Sebelum disalut b. Sesudah disalut
Rerata (x) = 2,2 mm Rerata (x) = 2,467 mm
SD = 0,089 SD = 0,121
Selisih penambahan tebal
Rerata (x) = Rerata sesudah disalut – rerata sebelum disalut

= 2,467 mm – 2,2 mm
= 0,267 mm
SD = SD sesudah disalut – SD sebelum disalut
= 0,121 – 0,089
= 0,032

Uji Kekerasan Tablet

1. Sebelum disalut 2. Sesudah disalut

Rata-rata : (4,51 + 5,40 + 5,30 + Rata-rata : (5,41 + 5,98 + 4,71 +


5,29 + 3.97 + 4,26) / 6 = 4,79 5,60 + 4,87 + 5,67) / 6 = 5,36

SD : 0,62 SD : 0,51

CV : 0,62 / 4,79 x 100% = 12,94 CV : 0,62 / 4,79 x 100% = 9,51

Selisih rata-rata = 5,36 – 4,79 = 0,57

Selisih SD = 9,51 – 0,62 = -0,11

Uji Kerapuhan Tablet


a. Tablet Inti b. Tablet Salut

 Pengujian ke-1  Pengujian ke-1


Sebelum = 6,42 mg Sebelum = 6,53 mg
Sesudah = 6,28 mg Sesudah = 6,45 mg
Selisih (%) = x 100% Selisih (%) = x 100% =
= 2,18 % 1,22 %

 Pengujian ke-2  Pengujian ke-2


Sebelum = 6,41 mg Sebelum = 6,51 mg
Sesudah = 6,24 mg Sesudah = 6,43 mg
Selisih (%) = x 100% Selisih (%) = x 100% =
= 2,65 % 1,23 %

 Pengujian ke-3  Pengujian ke-3


Sebelum = 6,39 mg Sebelum = 6,42 mg
Sesudah = 6,38 mg Sesudah = 6,41 mg
Selisih (%) = x 100% Selisih (%) = x 100%
= 0,16 % = 0,16 %

Rerata (x) = = 1,66 % Rerata (x) = = 0,87 %


(Tablet inti tidak memenuhi persyaratan (Tablet salut memenuhi persyaratan
standar) standar)
SD = 1,32 SD = 0,61
CV = x 100% = 79,52 % CV = x 100% = 70,11 %

G. PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini, dilakukan penyalutan tablet salut gula.
Penyalutan merupakan aktivitas fabrikasi sediaan obat yang memerlukan
keahlian dan ketrampilan operator, di samping alat yang digunakan. Salut gula
merupakan teknologi tradisional dan tidak lagi banyak dikembangkan saat ini.
Salut gula dilakukan dengan pemberian berurutan formula penyalut berbasis
sukrosa (sirup) ke inti tablet. Penguapan air dari sirup meninggalkan lapisan
tebal gula di permukaan tablet. Tujuan dari salut gula adalah untuk menutup rasa
pahit pada tablet dan memberikan penampilan yang bagus pada tablet.

Tablet inti yang digunakan haruslah berbentuk cembung untuk


meminimalkan penggunaan larutan subcoating, permukaannya halus untuk
mempermudah tablet mengalir dalam panci penyalut, keras agar tahan benturan
mekanik dan memiliki kerapuhan yang rendah agar tak banyak menghasilkan
debu.

Pada tahap subcoating, hal yang perlu diperhatikan adalah kecepatan


pengeringan. Kecacatan tablet salut gula sering terjadi pada tahap ini, dimana
apabila terlalu cepat pengeringan, maka kristal gula yang terbentuk akan kasar di
permukaan tablet. Pada tahap smoothing, berguna untuk meningkatkan ukuran
tablet sesuai spesifikasi yang diinginkan sekaligus untuk melicinkan tablet akibat
subcoating. Sedangkan tahap coloring, merupakan faktor kritis di homogenitas
zat warna. Sebelum penambahan zat warna, harus dipastikan tablet telah halus
setelah smoothing. Perlu diperhatikan kriteria zat pewarna yang digunakan,
apabila zat pewarna larut air, maka akan ada kemungkinan terjadi imigrasi saat
pengeringan belangsung. Sedang apabila menggunakan zat pewarna yang tak
larut air, akan mengecilkan kemungkinan imigrasi tetapi proses akan memakan
waktu lama.

Pada uji keseragaman bobot, didapati hasil %CV sebelum penyalutan


sebesar 5,46% dan sesudah penyalutan sebesar 3,96%. Hal ini menunjukkan
keseragaman bobot setelah penyalutan telah memenuhi syarat keberterimaan dan
sebelum penyalutan tidak memenuhi persyaratan dengan nilai keberterimaan
%CV yaitu < 5%. Pada uji ketebalan tablet, rata-rata tebal tablet sebelum
penyalutan sebesar 2,2 mm dengan nilai SD 0,089 dan sesudah penyalutan 2,467
dan nilai SD 0,121. Selisih rata-rata ketebalan adalah 0,267 dengan nilai SD
0,032. Hal ini menunjukkan terjadinya penambahan volume tablet setelah
disalut.

Pada uji kekerasan tablet, tablet dikatakan baik jika memiliki kekerasan
antara 4 – 10 kg, dan pada uji sebelum penyalutan didapati rata-rata kekerasan
tablet 4,79 kg dengan SD 0,62 & %CV 12,94 dan setelah penyalutan didapati
rata-rata kekerasan 5,36 kg dengan SD 0,51 & %CV 9,51. Sehingga selisih rata-
rata 0,57 kg dan selisih SD -0,11, hal ini menunjukkan uji kekerasan memenuhi
persyaratan. Pada uji kerapuhan didapat rata-rata kerapuhan sebelum penyalutan
sebesar 1,66% dengan SD 1,32 & %CV 79,52 dan sesudah penyalutan rata-rata
sebesar 0,87% dengan SD 0,61 & %CV 70,11. Sedangkan persyaratan yang
harus dipenuhi adalah tidak lebih dari 1% sehingga tablet sebelum penyalutan
dikatakan tidak memenuhi uji kerapuhan dan tablet sesudah penyalutan
memenuhi uji kerapuhan. Pada uji waktu hancur, untuk tablet bersalut gula dan
salut non enterik harus hancur dalam waktu tidak lebih dari 30 menit dan pada
uji yang dilakukan keenam tablet dapat hancur dalam 30 menit sehingga
keduanya memenuhi persyaratan standar.

Keuntungan dari penggunaan salut gula adalah peralatan dan bahan yang
digunakan relatif murah dan sederhana, relatif lebih stabil dan tahan untuk iklim
tropis dengan humiditas tinggi, salut (coating) yang didapatkan halus dan
mengkilap (memperbagus tampilan), tablet inti yang digunakan bisa sedikit lebih
lunak dibandingkan bila akan disalut dengan selaput (film). Dan
kekurangan/kelemahan dari penggunaan salut gula adalah rupa dan warnanya
seperti permen menjadi perhatian anak-anak, memerlukan tenaga yang terampil
dan terlatih dalam pembuatannya, memerlukan waktu lama (3-5 hari) dalam
pembuatannya, komponen dari salut (coating bisa menjadi media pertumbuhan
mikroba, sealing coat dapat mengganggu ketersediaan hayati bioavailability
obat, mudah retak oleh pengaruh suhu yang tinggi, berat tablet bisa bertambah
secara siginifikan (50-100%)
Sedangkan dalam kefarmasian, penyalutan berfungsi dalam berbagai
aspek. Dalam aspek terapi dapat mencegah iritasi esofagus dan lambung karena
pengaruh zat aktif, misalnya iritasi lambung oleh obat-obat NSAIDs, menutup
rasa dan bau yang tidak enak, mencegah kerusakan/inaktivasi obat (zat aktif) di
dalam lambung (salut enterik/enteric coated tablet),
memperpanjang/memperbaiki interval pendosisan seperti pada produk repeat-
action, delayed-release, (enteric coated), dan sustained-release, menarget site-
of-action obat, misalnya: colon drug delivery. Dalam aspek teknologi dapat
mengurangi pengaruh kelembaban, mengurangi pengaruh udara/ mencegah
penguapan komponen volatil dari tablet, dan meningkatkan stabilitas obat. Dan
dari aspek pemasaran dapat memperbaiki identitas dan membantu identifikasi
produk (warna), baik oleh produsen, apoteker maupun pasien, mengurangi
variasi penampakan (appearance) sediaan dari batch ke batch, dan memperbaiki
penampilan produk (product appearance dan penerimaan terhadap produk
(product acceptability)
H. KESIMPULAN
 Kecepatan pengeringan adalah tahap kritis subcoating.
 Pewarnaan adalah tahap kritis homogenitas zat warna.
 Uji sifat fisik pada tablet inti tidak memenuhi nilai keberterimaan untuk
keseragaman bobot dan kerapuhan.
 Uji sifat fisik pada tablet yang disalut gula memenuhi semua nilai
keberterimaan.
 Penyalutan berguna dalam aspek terapi, teknologi dan pemasaran.

I. DAFTAR PUSTAKA
Anief, Moh. 2012. Farmasetika. Yogyakarta : UGM Press.
Siregar dan Wikarsa. 2000. Teknologi Farmasi Sediaan Tablet Dasar-Dasar
Praktis. Jakarta : EGC.
Syamsuni. 2006. Ilmu Resep. Jakarta : EGC.

J. LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai