Anda di halaman 1dari 11

PERTEMUAN KE 4 (10,11,12)

PERSEDIAAN

A. PENGERTIAN
Persediaan adalah suatu jenis asset yang dimiliki perusahaan pada saat tertentu yang akan dijual
kembali atau tidak dipakai dalam operasi normal perusahaan.

Pada perusahaan dagang persediaannya disebut persediaan barang dagangan ( Merchandise


Inventory ) sedangkan pada perusahaan industri persediaannya terdiri dari :

 Persediaan bahan baku (Raw material inventory)


 Persediaan barang dalam proses (Work in process)
 Persediaan barang jadi (Finish goods inventory)

B. SISTEM PENCATATAN PERSEDIAAN


Ada 2 sistem pencatatan terhadap persediaan yaitu:
1. Sistem perpetual / permanen ( Perpetual inventory system )
2. Sistem fisical / periodical (Periodical inventory system)

Perbedaan antara sistem perpetual dengan sistem periodikal

SISTEM PERPETUAL SISTEM PERIODICAL/FISIKAL


1. Pencatatan terhadap 1. Pencatatan terhadap persdiaan
persediaan dilakukan secara terus menerus dilakukan secara berkala/periodic
2. Menggunakan kartu stock 2. Tidak menggunakan kartu
stock
3. Jurnal pembelian: 3. Jurnal pembelian:
Persediaan Rp xx - Pembelian Rp. xx -
H/D (kas) - Rp xx H/D (kas) - Rp. xx

4. Jurnal penjualan : 4. Jurnal penjualan :


Kas (P/D) Rp. xx - Kas (P/D) Rp xx -
Penjualan - Rp xx Penjualan - Rp xx

HPP Rp xx -
Persediaan - Rp xx

5. Jurnal penutup : 5. Jurnal penutup :


L/R Rp xx - HPP Rp xx -
HPP - Rp xx Pembelian - Rp xx

Persediaan Rp xx -
HPP - Rp xx

C. PENILAIAN PERSEDIAAN

Untuk menghitung besarnya nilai persediaan ada beberapa metode yaitu :


1. Metode FIFO ( First In First Out Method )
Menurut metode ini barang yang dijual dihitung berdasarkan pada harga pokok barang yang
pertama masuk (dibeli) sehingga nilai persediaan akhir dihitung berdasarkan pada harga pokok
barang yang terakhir masuk (dibeli).

2. Metode Average ( Metode rata-rata )


Menurut metode ini harga pokok barang yang dijual maupun nilai persediaan akhir dihitung
berdasarkan harga rata-rata. Untuk mencari harga rata-rata ada 3 metode :

a. Metode rata-rata sederhana ( Simple average method )

Harga rata-rata = H1 + H2 + H3 + dst


Frekuensi harga

b. Metode rata-rata tertimbang ( Weighted average method )

Harga rata-rata = Total harga

Total unit

Metode rata-rata sederhana dan rata-rata tertimbang dipakai untuk sistem fisikal/periodikal.

c. Metode rata-rata bergerak ( Moving average method )


Metode ini dipakai untuk sistem perpetual.

Harga rata-rata = Total harga

Total unit

C O N T O H :
Berikut ini data persediaan Toko Wijaya selama Bulan Januari 2004 sebagai berikut :
1-Jan-04 Persediaan 20000 Kg @ Rp 250
5-Jan-04 Pembelian 25000 Kg @ Rp 240
7-Jan-04 Penjualan 22000 Kg
10-Jan-04 Pembelian 30000 Kg @ Rp 230
12-Jan-04 Penjualan 31000 Kg
14-Jan-04 Penjualan 20000 Kg
25-Jan-04 Pembelian 32000 Kg @ Rp 260
27-Jan-04 Penjualan 30000 Kg

Diminta :
Hitunglah nilai persediaan akhir ( 31 Januari 2004 ) jika perusahaan menggunakan :
1. Sistem fisikal/periodical dengan metode :
a. FIFO
b. SIMPLE AVERAGE
c. WEIGHTED AVERAGE
2. Sistem perpetual dengan metode :
a. FIFO
b. MOVING AVERAGE

J A W A B :
1. SISTEM FISIKAL/PERIODIKAL
01-Jan-04 Persediaan 20.000 x Rp 250 = Rp 5.000.000
05-Jan-04 Pembelian 25.000 x Rp 240 = Rp 6.000.000
10-Jan-04 Pembelian 30.000 x Rp 230 = Rp 6.900.000
25-Jan-04 Pembelian 32.000 x Rp 260 = Rp 8.320.000
Total persediaan 107.000 Rp 26.220.000

Penjualan :
07-Jan-04 22000 Kg
12-Jan-04 31000 Kg
14-Jan-04 20000 Kg
27-Jan-04 30000 Kg
Total penjualan 103000 Kg
Sisa (persediaan akhir) 4000 Kg

a. FIFO
Nilai persediaan akhir = 4000 Kg x Rp 260 = Rp 1,040,000

b. SIMPLE AVERAGE

250  240  230  260


H arg a Rata - rata   245
4
Nilai persediaan akhir = 4000 Kg x 245 = 980.000

c. WEIGHTED AVERAGE

26.220.000
H arg a Rata - rata   245,05
107.000
Nilai persediaan akhir = 4000 Kg x 245,05 = 980.200
1. SISTEM PERPETUAL

a. FIFO

PEMBELIAN PENJUALAN SISA


TGL
UNIT H/.U JLH UNIT H/.U JLH UNIT H/.U JLH
1/1/2004 20,000 Rp 250 Rp 5,000,000
5/1/2004 25,000 Rp 240 Rp 6,000,000 20,000 Rp 250 Rp 5,000,000
25,000 Rp 240 Rp 6,000,000
7/1/2004 20,000 Rp 250 Rp 5,000,000
2,000 Rp 240 Rp 480,000 23,000 Rp 240 Rp 5,520,000
10/1/2004 30,000 Rp 230 Rp 6,900,000 23,000 Rp 240 Rp 5,520,000
30,000 Rp 230 Rp 6,900,000
12/1/2004 23,000 Rp 240 Rp 5,520,000
8,000 Rp 230 Rp 1,840,000 22,000 Rp 230 Rp 5,060,000
1/14/2004 20,000 Rp 230 Rp 4,600,000 2,000 Rp 230 Rp 460,000
1/25/2004 32,000 Rp 260 Rp 8,320,000 2,000 Rp 230 Rp 460,000
32,000 Rp 260 Rp 8,320,000
1/27/2004 2,000 Rp 230 Rp 460,000
28,000 Rp 260 Rp 7,280,000 4,000 Rp 260 Rp 1,040,000
b. MOVING AVERAGE

PEMBELIAN PENJUALAN SISA


TGL
UNIT H/.U JLH UNIT H/.U JLH UNIT H/.U JLH
1/1/2004 20,000 Rp 250 Rp 5,000,000
1/5/2004 25,000 Rp 240 Rp 6,000,000 45,000 Rp 244 Rp 11,000,000
1/7/2004 22,000 Rp 244 Rp 5,368,000 23,000 Rp 244 Rp 5,612,000
1/10/2004 30,000 Rp 230 Rp 6,900,000 53,000 Rp 236 Rp 12,512,000
1/12/2004 31,000 Rp 236 Rp 7,316,000 22,000 Rp 236 Rp 5,192,000
1/14/2004 20,000 Rp 236 Rp 4,720,000 2,000 Rp 236 Rp 472,000
1/25/2004 32,000 Rp 260 Rp 8,320,000 34,000 Rp 259 Rp 8,792,000
1/27/2004 30,000 Rp 259 Rp 7,770,000 4,000 Rp 259 Rp 1,036,000

ASET TETAP
(FIXED ASSETS)

A. PENGERTIAN
Yaitu Harta berwujud yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu
, yang digunakan dalam operasi perusahaan tidak dimaksudkan untuk dijual atau dalam rangka
kegiatan normal perusahaan dan mempunyai manfaat lebih dari satu tahun.

B. JENIS ASET TETAP


1. Aktiva tetap tidak dapat disusutkan
Adalah aktiva tetap yang mempunyai umur / masa kegunaan yang tidak terbatas
Contoh : tanah .

2. Aktiva tetap dapat disusutkan


Adalah aktiva tetap yang umur / masa penggunaanya terbatas
Contoh : bangunan , kendaraan bermotor , mesin – mesin pabrik , alat – alat
perbengkelan , peralatan kantor.

C. AKUNTANSI UNTUK ASET TETAP, meliputi :

1. Menghitung harga perolehan


Harga perolehan aset tetap yang di beli adalah berdasarkan harga beli dan semua biaya yang
dikeluarkan untuk memperoleh aktiva tetap tersebut sampai aktiva tetap siap digunakan .
Contoh : biaya angkut
Biaya pemasangan aktiva tetap

2. Menghitung biaya penyusutan


Biaya penyusutan adalah alokasi harga perolehan aset tetap setiap tahun selama masa manfaat
aktiva tetap tersebut.

Dalam menghitung biaya penyusutan diperlukan unsur – unsur :


a. Harga Perolehan (HP)
b. Nilai Sisa = Nilai Residu ( NR ) , yaitu taksiran nilai aset tetap pada
akhir masa manfaatnya . NR tidak ikut disusutkan .
c. Masa manfaat = umur ekonomis (n )
adalah taksiran masa manfaat atau umur dari aktiva tersebut .

Untuk menghitung beban penyusutan , ada 6 metode :


1). Metode garis lurus ( Stright Line Method )
2). Metode jumlah angka tahun ( Sum of The Years Digits Method )
3). Metode saldo menurun ( Declining Balance Method )
4). Metode slado menurun ganda ( Double Declining Balance Method )
5). Metode jumlah jam jasa ( Services Hours Method )
6). Metode jumlah produksi ( Unit Production Method )

Menghitung nilai buku aset tetap


Nilai Buku = Harga Perolehan – Akumulasi penyusutan

Ad.1). Metode garis lurus ( Stright Line Method )


Menurut metode ini besarnya biaya penyusutan tiap tahun adalah tetap / sama yaitu dengan rumus
sbb.

HP - NR
Biaya Penyusutan / tahun 
n

Contoh :
Sebuah mesin pabrik yang dibeli dengan Harga Perolehan (HP) = Rp.55.000.000,-, Nilai residu
(NR) = Rp.5.000.000,-, n ( taksiran umur ekonomis ) = 5 tahun.
Diminta :
a. Hitung beban penyusutan / tahun dengan menggunakan metode garis
lurus.
b. Hitung nilai buku tiap tahun (gunakan tabel)

Penyelesaian
Beban penyusutan / tahun = 55.000.000 – 5.000.000

5 tahun

= Rp 10.000.000,-

Ayat Jurnal Penyesuaian (AJP) tahun 1 :


Beban penyusutan mesin Rp 10.000.000
Akum.Penyusutan mesin Rp 10.000.000

Akhir Tahun Ke Beban penyusutan/tahun Akumulasi penyusutan Nilai Buku


0 Rp 55.000.000
1 Rp 10.000.000 Rp 10.000.000 Rp 45.000.000
2 Rp 10.000.000 Rp 20.000.000 Rp 35.000.000
3 Rp 10.000.000 Rp 30.000.000 Rp 25.000.000
4 Rp 10.000.000 Rp 40.000.000 Rp 15.000.000
5 Rp 10.000.000 Rp 50.000.000 Rp 5.000.000

Ad.2). Metode jumlah angka tahun ( Sum of The Year s Digits Method )
Menurut metode ini besarnya beban penyusutan tiap tahun adalah semakin menurun , yang
dihitung dengan rumus sbb :

Bobot
Beban penyusutan / tahun  X (HP - NR)
Jumlah angka tahun

Contoh :
Sebuah perusahaan memiliki mobil dengan HP = Rp.7.000.000,-, ditaksir mobil dapat
dimanfaatkan selama 5 tahun, NR mobil Rp.2.500.000,-.
Diminta :
a. Hitung beban penyusutan tiap tahun dengan metode jumlah angka
tahun.
b. Hitung nilai buku tiap tahun (gunakan tabel)

Jawab :
Jumlah angka tahun = 5 + 4 + 3 + 2 +1
= 15

Akhir
Bobot Beban penyusutan/tahun Akum. penyusutan Nilai Buku
Tahun ke
0 Rp 7.000.000
1 5 5/15 (7.000.000 - 2.500.000) = 1.500.000,- Rp 1.500.000 Rp 5.500.000
2 4 4/15 (7.000.000 - 2.500.000) = 1.200.000,- Rp 2.700.000 Rp 4.300.000
3 3 3/15 (7.000.000 - 2.500.000) = 900.000,- Rp 3.600.000 Rp 3.400.000
4 2 2/15 (7.000.000 - 2.500.000) = 600.000,- Rp 4.200.000 Rp 2.800.000
5 1 1/15 (7.000.000 - 2.500.000) = 300.000,- Rp 4.500.000 Rp 1.300.000

Ayat Jurnal Penyesuaian (AJP) tahun I :


Beban penyusutan mesin Rp 1.500.000
Akum.Penyusutan mesin Rp 1.500.000

Ayat Jurnal Penyesuaian (AJP) tahun II :


Beban penyusutan mesin Rp 1.200.000
Akum.Penyusutan mesin Rp 1.200.000

Dst-nya sampai AJP tahun ke-5.

Ad.3). Metode saldo menurun

Beban penyusutan per tahun = tarif penyusutan x nilai buku

NR
Tarif Peny.  1  n
HP

Contoh :
Sebuah mesin pabrik yang dibeli dengan Harga Perolehan (HP) = Rp.55.000.000,-, Nilai residu
(NR) = Rp.5.000.000,-, n ( taksiran umur ekonomis ) = 5 tahun.
Diminta :
a. Hitung beban penyusutan / tahun dengan menggunakan metode saldo
menurun.
b. Hitung nilai buku tiap tahun (gunakan tabel)
Jawab :

5.000.000,
Tarif penyusu tan  1  5
55.000.000,

Tarif penyusutan = 1 – 0,6190439


= 0,38 atau 38 %

Cara Mendapatkan 0,6190439 adalah

(5.000.000/55.000.000)^1/5

0,0909090911/5 = 0,6190439

Akhir
Beban penyusutan / tahun Akumulasi penyusutan Nilai Buku
Tahun Ke
0 Rp 55.000.000
1 38% x 55.000.000 = 20.900.000,- Rp 20.900.000 Rp 34.100.000
2 38% x 34.100.000 = 12.958.000,- Rp 33.858.000 Rp 21.142.000
3 38% x 21.142.000 = 8.033.960,- Rp 41.891.960 Rp 13.108.040
4 38% x 13.108.040 = 4.981.055,- Rp 46.873.015 Rp 8.129.984
5 38% x 8.129.984 = 3.089.394,- Rp 49.062.409 Rp 5.037.590

Ayat Jurnal Penyesuaian (AJP) tahun I :


Beban penyusutan mesin Rp 20.900.000
Akum.Penyusutan mesin Rp 20.900.000

Ayat Jurnal Penyesuaian (AJP) tahun II :


Beban penyusutan mesin Rp 12.958.000
Akum.Penyusutan mesin Rp 12.958.000

Dst-nya sampai AJP tahun ke-5.

Ad.4). Metode Saldo Menurun Ganda ( Double Declining Balance Method )

Beban penyusutan per tahun = tarif penyusutan x nilai buku

2
Tarif penyusutan  x 100% atau 2 x tarif metode garis lurus
n

Contoh :
Sebuah mesin pabrik yang dibeli dengan Harga Perolehan (HP) = Rp.55.000.000,-, Nilai residu
(NR) = Rp.5.000.000,-, n ( taksiran umur ekonomis ) = 5 tahun.
Diminta :
a. Hitung beban penyusutan / tahun dengan menggunakan metode saldo
menurun.
b. Hitung nilai buku tiap tahun (gunakan tabel)

Jawab :

2
Tarif penyusutan  x 100%  40%
5
Akhir
Beban penyusutan / tahun Akumulasi penyusutan Nilai Buku
Tahun Ke
0 Rp 55.000.000
1 40% x 55.000.000 = 22.000.000,- Rp 22.000.000 Rp 33.000.000
2 40% x 33.000.000 = 13.200.000,- Rp 35.200.000 Rp 19.800.000
3 40% x 19.800.000 = 7.920.000,- Rp 43.120.000 Rp 11.880.000
4 40% x 11.880.000 = 4.752.000,- Rp 47.872.000 Rp 7.128.000
5 40% x 7.128.000 = 2.851.200,- Rp 50.723.200 Rp 4.276.000

Ayat Jurnal Penyesuaian (AJP) tahun I :


Beban penyusutan mesin Rp 22.000.000
Akum.Penyusutan mesin Rp 22.000.000

Ayat Jurnal Penyesuaian (AJP) tahun II :


Beban penyusutan mesin Rp 13.200.000
Akum.Penyusutan mesin Rp 13.200.000

Dst-nya sampai AJP tahun ke-5.

STIE DHARMA PUTRA


EVALUASI SEMESTER GENAP
2005/2006

MATA KULIAH : PENGANTAR AKUNTANSI II


DOSEN PENGUJI : NENENG SALMIAH
WAKTU 100 MENIT
SIFAT : OPEN BOOK (DILARANG KERAS BEKERJASAMA)

SOAL I
Berikut ini saldo piutang dagang PT.Riau Jaya untuk masing-masing debitur pada tanggal 31
Desember 2005 :
NO NAMA DEBITUR JUMLAH TGL JATUH TEMPO
1 Toko Planet Rp 550,000 20-November-2005
2 Toko Bobo Rp 1,200,000 05-February-2006
3 Toko Dido Rp 762,500 16-December-2005
4 UD.Ananda Rp 2,450,000 02-May-2005
5 Swalayan Sayati Rp 875,000 20-April-2006
6 Mini Market Citra Rp 950,000 02-December-2005
TOTAL Rp 6,787,500

Manajemen perusahaan membuat analisa umur piutang sebagai berikut :


KLASIFIKASI UMUR PERSENTASE TAKSIRAN PIUTANG TAK TERTAGIH
Belum Jatuh Tempo 0.0%
1- 15 hari 0.5%
16 - 30 hari 1.0%
31 - 60 hari 1.5%
61 - 120 hari 2.0%
> 120 hari 5.0%

Diminta :
a. Hitunglah jumlah taksiran kerugian piutang dengan aging
schedule
b. Buat jurnal penyesuaian untuk mencatat biaya kerugian piutang.

SOAL II
Transaksi persediaan barang dagangan Toko Bonito memperlihatkan data sebagai berikut
TANGGAL KETERANGAN JUMLAH HARGA SATUAN
1-Dec Persediaan awal 200 Kg Rp 6,500
5-Dec Penjualan 125 Kg Rp 8,000
7-Dec Pembelian 600 Kg Rp 6,300
14-Dec Penjualan 400 Kg Rp 7,500
16-Dec Penjualan 175 Kg Rp 7,500
23-Dec Pembelian 700 Kg Rp 6,600
26-Dec Penjualan 500 Kg Rp 8,500
29-Dec Pembelian 200 Kg Rp 6,400

Diminta :
Hitunglah nialai persediaan akhir jika perusahaan menggunakan system fisikal dengan metode
LIFO

SOAL III
Pada 1 April 2000 PT.Sinar Romindo membeli mesin dengan harga perolehan Rp.47.500.000,-,
ongkos kirim Rp.1.000.000,- biaya pemasangan Rp.1.500.000,-,diperkirakan mesin tersebut dapat
digunakan 5 tahun dan mempunyai nilai residu sebesar Rp.5.000.000,-. Mesin diperkirakan dapat
digunakan 30.000 jam dimana tahun pertama 15.000 jam, tahun kedua 10.000 jam dan tahun
ketiga 5.000 jam.
Pada tanggal 31 Desember 2001, mesin tersebut dijual dengan harga Rp 17.500.000,-

Diminta :
Buatlah jurnal pada saat penjualan mesin ( 31 Desember 2001). Lengkapi dengan perhitungan.