Anda di halaman 1dari 2

KIAT AMAN BERTRANSAKSI NON TUNAI

Terutama di Masa Pandemi COVID-19

Dalam mencegah perluasan penyebaran COVID-19, Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk
senantiasa mematuhi protokol pencegahan COVID-19 dan memperhatikan kebijakan pelaksanaan PSBB
yang diterapkan Pemerintah Daerah setempat, Bank Indonesia juga mengimbau untuk menggunakan
transaksi pembayaran secara nontunai melalui digital banking, uang elektronik, dan QR code pembayaran
dengan standar QRIS (QR Code Indonesian Standard)
Sehubungan dengan itu, untuk meningkatkan pemahaman konsumen dan meminimalisir terjadinya
permasalahan yang berpotensi merugikan konsumen, bersama ini kami sampaikan beberapa Tips Aman
dalam melakukan transaksi nontunai (APMK, uang elektronik, mobile banking, dll):

No Do Don’t
1 Simpan kartu ATM/Debet/Kredit dan uang Tidak memberikan dan membiarkan kartu
elektronik dengan baik dan aman. ATM/Debet/Kredit dan uang elektronik kepada
orang lain.
2 Jaga data kartu ATM/Debet/Kredit, uang Tidak memberikan data kartu
elektronik dan data pribadi (copy KTP, No. HP ATM/Debet/Kredit, uang elektronik dan data
serta One Time Password (OTP). pribadi (copy KTP, No. HP) serta One Time
Password (OTP) kepada orang/pihak lain.
3 Lakukan pengkinian data pribadi (simcard HP, Tidak membiarkan data pribadi (simcard HP,
alamat, penghasilan) kepada Penyelenggara jika alamat, penghasilan) diketahui atau dicuri orang
terdapat perubahan data yang terdaftar lain setelah transaksi online.
sebelumnya.
4 Hubungi segera Call Center Penyelenggara jika Tidak menghubungi Call Center palsu atau orang
terdapat sms transaksi yang menggunakan kartu lain untuk meminta bantuan atau pertolongan jika
ATM/Debet/Kredit Saudara yang tidak dilakukan terdapat kendala penggunaan mesin ATM.
Saudara.
5 Daftarkan nomor HP yang benar atau baru kepada Tidak mengganti Nomor HP yang telah terdaftar
penerbit Kartu ATM /Debet/Kredit untuk pada sistem Penyelenggara untuk menerima
menerima notifikasi transaksi. notifikasi transaksi.
6 Pastikan melakukan transaksi Online/E- Tidak melakukan transaksi online/e-commerce
Commerce pada merchant resmi/platform yang pada merchant pribadi (instagram, facebook)
memiliki fitur keamanan bertransaksi. yang tidak terpercaya.
7 Menjaga kerahasiaan dan keamanan nomor PIN Tidak memberikan nomor PIN kartu
kartu ATM/Debet/Kredit dan One Time Password ATM/Debet/Kredit dan One Time Password
(OTP). (OTP) kepada siapapun.
8 Gunakan nomor PIN yang tidak mudah Tidak membuat PIN yang mudah ditebak (seperti
diketahui/ditebak orang lain dan lakukan tanggal lahir) dan terlalu lama tidak diganti.
perubahan PIN secara berkala.
9 Simpan bukti setiap transaksi dan pastikan Tidak meninggalkan Kartu ATM/Debet/Kredit
kebenaran transaksi yang dilakukan melalui pada kasir saat transaksi telah selesai dilakukan.
pengecekan rekening/sales draft.
10 Lakukan pembayaran atau penyelesaian utang Tidak melakukan pembayaran atau penyelesaian
kartu kredit kepada Penerbit resmi. utang kartu kredit menggunakan perantara selain
Penerbit (street lawyer, collector).
11 Segera hubungi call center, website atau dokumen Tidak menunda pelaporan pemblokiran ke
resmi Penerbit jika kartu ATM/Debet/Kredit Penyelenggara jika kartu ATM/Debet/Kredit
hilang atau dicuri dan pastikan telah terblokir. hilang dan selanjutnya melapor ke Kepolisian.
12 Mengadukan adanya tambahan biaya transaksi Tidak melakukan transaksi pengambilan uang
(surcharge) kepada Penerbit dengan lampiran tunai pada merchant/pedagang dan tidak
sales draft atau kwitansi untuk proses chargeback membiarkan Kartu ditransaksikan (dip/swipe)
kepada merchant Aquirer. tanpa pengawasan.
13 Pahami hak, kewajiban, manfaat APMK serta Tidak membiarkan kartu kredit yang belum
lakukan aktivasi kartu kredit sesuai mekanisme diaktivasi atau tidak digunakan tanpa
resmi Penerbit. Apabila kartu tidak diaktifkan pengawasan dan jika tidak digunakan sebaiknya
segera laporkan kepada Penerbit untuk dilakukan dilakukan penutupan dan kartu digunting.
penutupan.
14 Gunakan user ID dan password pada laman Tidak melakukan transaksi online pada WIFI
website bank resmi dan pastikan Publik dan tidak membuka link palsu atau
computer/laptop/dikonfigurasi dengan software halaman web yang terbuka otomatis (pop up)
anti-virus baru. yang berindikasi phising.
15 Log off sepenuhnya dari situs perbankan online, Tidak menggunakan situs palsu atau asing dan
menutup browser dan PC Anda, jika tidak jaringan yang sifatnya publik atau umum
digunakan. sehingga rentan terhadap penyalahgunaan.