Anda di halaman 1dari 44
MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA. NOMOR: PER/17/M.PAN/9/2008 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DOKTER PENDIDIK KLINIS DAN ANGKA KREDITNYA. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG- MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA, Menimbang Mengingat bahwa dalam rangka pengembangan karier dan peningkatan profesionalisme Pegawai Negeri Sipil_ yang menjalankan tugas di bidang pelayanan kesehatan dan pendidikan dokter dipandang perlu menetapkan Jabatan Fungsional Dokter Pendidik Klinis dan Angka Kreditnya; bahwa penetapan Jabatan Fungsional Dokter Pendidik Klinis dan Angka Kreditnya sebagaimana dimaksud di atas, ditetapkan dengan Peraturan. Menteri + Negara Pendayagunaan Aparatur Negara; Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok- pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041), sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA 100, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3495) Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966. tentang Pemberhentian/Pemberhentian Sementara Pegawai Negeri (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1966 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2797); Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1977 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3098), sebagaimana telah sepuluh kali diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 23) Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1980 Nomor 50, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3176); Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547); Peraturan Pemerintan Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3637); Peraturan Pemerintan Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik 10. "1 MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA Indonesia Tahun 2000 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4332) Peraturan Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 195, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4016), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 31, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4192) Peraturan Pemerintan Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 196, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4017), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4193); Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatinan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 198, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4019) Memperhatikan Menetapkan MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA 12. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4263); 13. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil; 14, Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, —Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; Usul Menteri_ Kesehatan dengan surat. Nomor 1192/Menkes/XI/2007 tanggal 14 November 2007; 2. Pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara dengan surat Nomor K.26-30/V95-4/93 tanggal 31 Juli 2008. MEMUTUSKAN: PERATURAN MENTERI NEGARA — PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA TENTANG JABATAN FUNGSIONAL DOKTER PENDIDIK KLINIS DAN ANGKA KREDITNYA BAB | KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini yang dimaksud dengan 4. Dokter Pendidik Klinis adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan pelayanan kesehatan/medik, pengabdian MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA masyarakat, pendidikan dokter dan dokter spesialis di Rumah Sakit Pendidikan sera. melakukan penelitian guna pengembangan ilmu kedokteran yang diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang; Pelayanan kesehatan adalah bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat_- dalam = upaya_pencegahan, penyembuhan, dan pemulihan kesehatan akibat penyakit, meningkatkan derajat_ Kesehatan masyarakat, serta pembinaan eran serta masyarakat dalam —rangka kemandirian di bidang kesehatan Pelayanan spesialistik adalah bagian dari pelayanan kesehatan/kedokteran yang meliputi pelayanan_ spesialis, pendidikan dan penelitian dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat pada umumnya, dan pendidikan profesi dokter dan dokter spesialistik pada khususnya, serta. pengembangan ilmu _pengetahuan/ teknologi kedokteran Pendidikan Dokter dan Dokter Spesialis adalah pendidikan profesi dokter dan dokter spesialis yang hampir seluruh pembelajarannya dilaksanakan di Rumah Sakit Pendidikan dengan seluruh perangkat sarana dan prasarananya sebagai penunjang pendidikan dan pasien rumah sakit sebagai media sekaligus sebagai materi pendidikan. Rumah Sakit Pendidikan adalah rumah sakit yang menyelenggarakan pendidikan Dokter dan Dokter Spesialis dari Institusi Pendidikan Kedokteran, MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA 6. Angka kredit adalah satuan nilai dari tiap butir kegiatan dan/atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang harus dicapai oleh seorang Dokter Pendidik Klinis dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya, 7. Tim Penilai Angka Kredit adalah tim penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Dokter Pendidik Klinis. BAB II RUMPUN JABATAN, KEDUDUKAN, TUGAS POKOK Pasal 2 Jabatan fungsional Dokter Pendidik Klinis termasuk dalam rumpun kesehatan. Pasal 3 (1) Dokter Pendidik Klinis berkedudukan sebagai pelaksena teknis di bidang pelayanan kedokteran dan pendidikan pada Rumah Sakit Pendidikan di lingkungan Departemen Kesehatan dan instansi lain (2) Dokter Pendidik Klinis sebagaimana dimaksud pada —_ayat (1), merupakan jabatan karier yang hanya dapat diduduki oleh seseorang yang telah berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil Pasal 4 Tugas pokok Dokter Pendidik Klinis adalah melaksanakan pelayanan spesialistik, pengabdian masyarakat, pelayanan pendidikan dokter dan dokter spesialis, serta melakukan penelitian guna pengembangan ilmu kedokteran di Rumah Sakit Pendidikan, BAB Il INSTANSI PEMBINA DAN TUGAS INSTANSI PEMBINA o) (2) MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA Pasal 5 Instansi Pembina jabatan fungsional Dokter Pendidik Klinis adalah Departemen Kesehatan. Departemen Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib melaksanakan tugas pembinaan, yang antara lain meliputi a, Menyusun petunjuk teknis_pelaksanaan _jabatan fungsional Dokter Pendidik Klinis; b, Menyusun pedoman formasi jabatan Dokter Pendidik Klinis; c. Menetapkan standar kompetensi jabatan Dokter Pendidik Klinis; d. Mengusulkan tunjangan jabatan Dokter Pendidik Klinis; €. Sosialisasi jabatan Dokter Pendidik Klinis serta petunjuk pelaksanaannya’ f, Penyusunan kurikulum pendidikan dan _pelatihan fungsional/teknis fungsional Dokter Pendidik Klinis; g. Penyelenggaran —_pendidikan dan _pelaatinan fungsional/teknis bagi Dokter Pendidik Klinis dan penetapan sertifikasi hh. Pengembangan sistem informasi jabatan Dokter Pendidik Klinis; i. Fasilitasi pelaksanaan jabatan Dokter Pendidik Klinis j. Fasilitasi pembentukan organisasi profesi Dokter Pendidik Klinis; k. _ Fasilitasi penyusunan dan penetapan etika profesi dan kode etik Dokter Pendidik Klinis; MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA | Melakukan monitoring dan evaluasi jabatan Dokter Pendidik Klinis. BAB IV UNSUR DAN SUB UNSUR KEGIATAN Pasal 6 Unsur dan sub unsur kegiatan Dokter Pendidik Klinis yang dinilai angka kreditnya adalah a. Pendidikan, terdiri atas: 1. Pendidikan sekolah dan mendapat ijazah/gelar; 2. Pendidikan dan pelatihan fungsional di bidang kedokteran dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat; dan 3. Pendidikan dan pelatinan prajabatan dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau sertifikat. b. Pelayanan spesialistik, terdiri atas: 1. Pelayanan medik spesialistik; 2. Tindakan medik spesialistik; 3. Memberikan konsultasi spesialistik; 4. Pelayanan kedokteran forensik; dan 5. Pelayanan kesehatan lainnya cc. Pengabdian masyarakat berupa pelaksanaan kegiatan bantuan/partisipasi kesehatan dd. Pelayanan pendidikan, terdiri atas: 1, Pelaksanaan perkuliahan/tutorial dan pembimbingan; 2. Pembimbingan dan penilaian seminar/diskusi kasus tanpa pasien; 3. Pembimbingan dan penilaian seminar/diskusi kasus dengan pasien; MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA 4, Pembimbingan dan ikut serta dalam pembimbingan serta menguji dalam menghasilkan disertasi / tesis / skripsi; 5, Pengujian pada ujian akhir, Pembinaan kegiatan mahasiswa; 7. Pengembangan program kuliah dan penyusunan bahan pengajaran; 8 Keikutsertaan dalam Panitia Penilai (Asesor) bahan ajar/kurikulum; 9. Penyampaian orasi ilmiah; dan 10. Pembimbingan staf muda. Penelitian, terdiri atas: 1, Menghasilkan karya ilmiah di bidang pelayanan dan/atau pendidikan kedokteran/kesehatan; Penerjemahan/penyaduran buku ilmiah 3, Pengeditan karya ilmiah; Membuat rancangan dan karya teknologi kedokteran/ pendidikan kedokteran; 5. Menghasilkan rancangan dan karya monumental; dan Penyajian pengembangan hasil pendidikan dan penelitian. Penunjang tugas Dokter Pendidik Klinis, terdiri atas: 1. Peran serta dalam seminar/lokakarya di bidang pelayanan kesehatan dan pendidikan; Pengajar/Pelatih di bidang pelayanan kesehatan lainnya; Keanggotaan dalam organisasi profesi Dokter Pendigik Klinis; 4, Keanggotaan dalam Tim Penilai jabatan fungsional Dokter Pendidik Klinis; (1) (2) (3) MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA 5, Perolehan penghargaan/tanda jasa; dan Perolehan gelar kesarjanaan lainnya BAB V JENJANG JABATAN DAN PANGKAT Pasal 7 Jabatan Fungsional Dokter Pendidik Klinis adalah jabatan Tingkat Ahii; Jenjang jabatan fungsional Dokter Pendidik Klinis dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi, yaitu a, Dokter Pendidik Klinis Pertama; b. — Dokter Pendidik Klinis Muda; ¢. _ Dokter Pendidik Klinis Madya; dan 4. Dokter Pendidik Klinis Utama Jenjang pangkat Dokter Pendidik Klinis sebagaimana dimaksud pada ayat (2), sesuai dengan jenjang jabatannya, yaitu a. Dokter Pendidik Klinis Pertama Penata Muda Tingkat I, golongan ruang IIIb b. Dokter Pendidik Klinis Muda: 1. Penata, golongan ruang Il/c; dan 2. Penata Tingkat |, golongan ruang IIl/d. ©. Dokter Pendidik Klinis Madya: 1. Pembina, golongan ruang IVia 2. Pembina Tingkat |, golongan ruang IV/b; dan 3. Pembina Utama Muda, golongan ruang IVic. d. — Dokter Pendidik Klinis Utama 1. Pembina Utama Madya, golongan ruang IV/d; dan 2. Pembina Utama, golongan ruang IVie. 10 (4) (5) (1) MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA Jenjang pangkat untuk masing-masing jabatan Dokter Pendidik Klinis sebagaimana dimaksud pada ayat (3) adalah jenjang pangkat dan jabatan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki untuk masing-masing jenjang jabatan. Penetapan jenjang jabatan Dokter Pendidik Klinis untuk pengangkatan dalam jabatan ditetapkan berdasarkan jumlah angka kredit yang dimiliki setelah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit, sehingga dimungkinkan pangkat dan jabatan tidak sesuai dengan pangkat dan jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3). BAB VI RINCIAN KEGIATAN DAN UNSUR YANG DINILAI DALAM MEMBERIKAN ANGKA KREDIT Pasal 8 Rincian kegiatan Dokter Pendidik Klinis sesuai dengan jenjang jabatan adalah sebagai berikut a. Dokter Pendidik Klinis Pertama 1, Melakukan pelayanan medik spesialistik tanpa pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; 2. Melakukan tindakan medik spesialistik tingkat sederhana tanpa pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter, 3. Melakukan tindakan medik spesialistik tingkat sederhana dengan pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; 4. Melakukan pelayanan kedokteran forensik dengan melakukan pemeriksaan luar tanpa pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter, 1 MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA 5, Melakukan pelayanan kedokteran forensik dengan melaksanakan pencatatan dan mendokumentasikan laporan _otopsi/keterangan pemeriksaan 6. Melakukan pelayanan Kesehatan lainnya dengan melaksanakan tugas jaga melalui panggilan/on call; 7. Melakukan pelayanan kesehatan lainnya dengan melaksanakan tugas jaga di tempat/rumah sakit; 8 Melaksanakan —_kegiatan—_bantuan/partisipasi kesehatan dengan melaksanakan — kegiatan penanggulangan bencana alam/wabah di lapangan dengan pembimbingan terhadap —_peserta pendidikan dokter, 9. Melaksanakan —kegiatan—_bantuan/partisipasi kesehatan dengan mengamati penyakitWwabah di lapangan tanpa pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; dan 10. Melaksanaken —kegiatan _bantuan/partisipasi kesehatan dengan menjadi anggota tim penanggulangan penyakitMvabah tertentu sebagai anggota. Dokter Pendidik Klinis Muda: 1. Melakukan pelayanan medik spesialistik tanpa pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; 2. Melakukan pelayanan medik spesialistik dengan pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; 12 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 10. Melakukan tindakan medik spesialistik tingkat sedang tanpa pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; Melakuken tindakan medik spesialistik tingkat kompleks 1 tanpa pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; Melakukan tindakan medik spesialistik tingkat sedang dengan pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; Melakukan tindakan medik spesialitik — tingkat kompleks 1 dengan pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; Melakukan pelayanan kedokteran forensik dengan melakukan —pemeriksaan.luar_ = dengan pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; Melakukan pelayanan kedokteran forensik dengan melakukan —pemeriksaan dalam_~—_(otopsi) pemeriksaan umum tanpa pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; Melakukan pelayanan kedokteran forensik dengan melakukan pemeriksaan dalam _—_—_(otopsi) pemeriksaan umum dengan pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter, Melakukan pelayanan kedokteran forensik dengan melaksanakan pemeriksaan penunjang melalui pemeriksaan patologi anatomik; 13 MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA 11. Melakukan pelayanan kedokteran forensik dengan melaksanakan pemeriksaan penunjang melalui pemeriksaan serologik; 12. Melakukan pelayanan kedokteran forensik dengan melaksanakan pemeriksaan jenazah _ditempat penggalian, tempat kejadian perkara dan mediko legal lainnya tanpa pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; 13. Melakukan pelayanan kesehatan lainnya dengan melaksanakan penyuluhan/pelatihan / penataran Kesehatan kepada tenaga kesehatan dan masyarakat tanpa pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter, 14. Melakukan pelayanan Kesehatan lainnya dengan melaksanakan penyuluhan/pelatinan / penataran Kesehatan kepada tenaga kesehatan dan masyarakat dengan pembimbingan _terhadap peserta pendidikan dokter; 15. Melakukan pelayanan kesehatan lainnya dengan memimpin satuan unit kerja pelayanan kesehatan dengan menjadi koordinator; 16. Melaksanakan —kegiatan _bantuan/partisipasi Kesehatan dengan melaksanakan —_kegiatan penanggulangan bencana alam/wabah di lapangan dengan pembimbingan terhadap —_peserta pendidikan dokter; 17. Melaksanaken —kegiatan _bantuan/partisipasi kesehatan dengan mengamati penyakitWwabah di 14 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 18. 19. 20. 24 22. 23. 24. 25. 26. lapangan dengan pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; Melaksanakan —kegiatan—_bantuan/partisipasi Kesehatan dengan menjadi anggota_ tim penanggulangan penyakitMvabah tertentu sebagai ketua; Melaksanakan perkuliahanstutorial dan membimbing serta menilai proses pembelajaran sebagai pembimbing/fasilitator/mentor, Melaksanakan perkuliahanstutorial dan membimbing serta menilai proses pembelajaran dengan memberi perkuliahan/tutorial; Membimbing dan menilai seminar/diskusi kasus tanpa pasien sebagai pembimbing, fasilitator, mentor; Membimbing dan menilai seminar/diskusi kasus dengan pasien sebagai pembimbing, fasilitator, mentor; Membimbing dan ikut serta dalam pembimbingan serta menguji dalam menghasilkan tesis sebagai pembimbing pendamping; Membimbing dan ikut serta dalam pembimbingan serta menguji dalam menghasilkan skripsi sebagai pembimbing utama; Membimbing dan ikut serta dalam pembimbingan serta menguji dalam menghasilkan skripsi sebagai pembimbing pendamping; Menguji pada ujian akhir sebagai anggota; 15 MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA 27. Membina kegiatan mahasiswa dibidang akademik dan kemahasiswaan 28. Mengembangkan program kuliah dan bahan pengajaran dengan mengembangkan kurikulum sebagai anggota; 29. Mengembangkan program kuliah dan bahan pengajaran dengan menyusun bahan ajar; dan 30. Menjadi panitia penilai. (asesor) —_ bahan ajar/kurikulum sebagai anggota Dokter Pendidik Klinis Madya 1. Melakukan pelayanan medik spesialistik tanpa pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; 2. Melakukan pelayanan medik spesialistik dengan pembimbingan terhadap peserta Dokter Spesialis Klinis; 3. Melakukan tindakan medik spesialitik tingkat kompleks 2 tanpa pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; 4. Melakukan tindakan medik spesialitik tingkat kompleks 3 tanpa pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; 5, Melakukan tindakan medik spesialistik tingkat kompleks 2 dengan pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; 6. Melakukan tindakan medik spesialistik tingkat kompleks 3 dengan pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; 16 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 10. 1" 12. 13. 14, 15. Memberikan konsultasi__—spesialis. —_tanpa pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter, Memberikan konsultasi_spesialis. dengan pembimbingan terhadap peserta Dokter Spesialis Klinis; Melakukan pelayanan kedokteran forensik dengan melaksanakan pemeriksaankhusus, _tanpa pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; Melakukan pelayanan kedokteran forensik dengan melaksanakan pemeriksaan khusus, dengan pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter, Melakukan pelayanan kedokteran forensik dengan melaksanakan pemeriksaan penunjang melalui pemeriksaan toksikologik; Melakukan pelayanan kedokteran forensik dengan melaksanakan pemeriksaan penunjang melalui pemeriksaan DNA (forensik molekuler) Melakukan pelayanan kedokteran forensik dengan melaksanakan pemeriksaan jenazah ditempat penggalian, tempat kejadian perkara dan medikolegal lainnya dengan pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter, Melakuken pelayanan kedokteran forensik, menjadi konsultan mediko legal tanpa pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter, Menjadi konsultan etiko legal tanpa pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter, 7 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 16. 17. 18. 19. 20. 21 22. 23. 24. 25. Melakukan pelayanan kesehatan lainnya dengan memimpin satuan unit kerja pelayanan kesehatan dengan menjadi ketua departemen; Melaksanakan perkuliahanftutorial dan membimbing serta menilai proses pembelajaran sebagai narasumber; Melaksanakan perkuliahanstutorial dan membimbing serta menilai proses pembelajaran sebagai pembimbing keterampilan Klinis; Membimbing dan menilai seminar/diskusi kasus tanpa pasien sebagai narasumber, Membimbing dan menilai seminar/diskusi kasus tanpa pasien sebagai pembimbing keterampilan Klinis; Membimbing dan menilai seminar/diskusi kasus tanpa pasien memberi perkuliahan/tutorial Membimbing dan menilai seminar/diskusi kasus dengan pasien sebagai narasumber, Membimbing dan menilai seminar/diskusi kasus dengan pasien sebagai pembimbing keterampilan Klinis; Membimbing dan menilai seminar/diskusi kasus dengan pasien dengan memberi perkuliahan / tutorial; Membimbing dan ikut membimbing serta menguji dalam menghasilkan disertasi sebagai pembimbing pendamping; 18 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 26. 27. 28. 29. 30, 31 Membimbing dan ikut membimbing serta menguji dalam menghasilkan tesis sebagai pembimbing utama; Menguji pada ujian akhir sebagai sekretaris, Mengembangkan program kuliah dan bahan pengajaran dengan mengembangkan kurikulum sebagai ketua; Menjadi panitia penilai (asesor) bahan ajar / kurikulum sebagai sekretaris; Menyampaikan orasi ilmiah; dan Membimbing staf muda pada jenjang yang lebih muda. Dokter Pendidik Klinis Utama’ 1 Melakuken pelayanan medik spesialistik tanpa pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; Melakuken pelayanan medik spesialistik dengan pembimbingan terhadap peserta Dokter Spesialis Klinis Konsultan Melakukan tindakan medik spesialistik _tingkat kompleks 4 tanpa pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; Melakukan tindakan medik spesialistik tingkat kompleks 4 dengan pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; Memberikan konsultasi_spesialis. dengan pembimbingan terhadap peserta Dokter Spesialis Klinis Konsultan 19 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA 10. " 12. 13. 14, 15. Melakukan pelayanan kedokteran forensik dengan menjadi saksi ahli tanpa pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; Melakukan pelayanan kedokteran forensik dengan menjadi saksi ahli dengan pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; Melakukan pelayanan kedokteran forensik dengan menjadi konsultan mediko legal dengan pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; Melakukan pelayanan kedokteran forensik dengan menjadi konsultan etiko.-legal_~ dengan pembimbingan terhadap peserta pendidikan dokter; Melaksanakan perkuliahanstutorial dan membimbing serta menilai proses pembelajaran sebagai penguji; Membimbing dan menilai seminar/diskusi kasus tanpa pasien sebagai penguj Membimbing dan menilai seminar/diskusi kasus dengan pasien sebagai penguji Membimbing dan ikut serta dalam pembimbingan serta menguji dalam menghasilkan disertasi sebagai pembimbing utama; Menguji pada ujian akhir sebagai ketua; dan Menjadi panitia penilai (asesor) bahan ajar / kurikulum sebagai ketua (2) Dokter Pendidik Klinis Pertama sampai dengan Dokter Pendidik Klinis Utama yang melaksanakan kegiatan penelitian guna pengembangan ilmu kedokteran dan penunjang tugas 20 MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA Dokter Pendidik Klinis diberikan nilai_ angka _kredit sebagaimana tersebut dalam Lampiran | Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini Pasal 9 Apabila pada suatu unit kerja tidak terdapat Dokter Pendidik Klinis yang sesuai dengan jenjang jabatannya untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 ayat (1), maka Dokter Pendidik Klinis lain yang berada satu tingkat di atas atau satu. tingkat di bawah jenjang jabatannya dapat melakukan kegiatan tersebut berdasarkan penugasan secara tertulis dari pimpinan unit kerja yang bersangkutan Pasal 10 Penilaian angka kredit pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ditetapkan sebagai berikut a Dokter Pendidik Klinis yang melaksanakan tugas Dokter Pendidik Klinis satu tingkat di atas jenjang jabatannya, angka kredit yang diperoleh ditetapkan sebesar 80 % (delapan puluh persen) dari angka kredit setiap butir kegiatan, sebagaimana tersebut dalam Lampiran | Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini Dokter Pendidik Klinis yang melaksanakan tugas Dokter Pendidik Klinis satu tingkat di bawah jenjang jabatannya, angka kredit yang diperoleh ditetapkan sama 100% (seratus persen) dengan angka kredit dari setiap butir kegiatan, sebagaimana tersebut dalam Lampiran | Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini Pasal 11 24 (1) (2) (3) (4) (1) MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA Unsur kegiatan yang dinilai dalam memberikan angka kredit terdiri atas: a. unsur utama; dan b. _ unsur penunjang Unsur utama terdiri atas: pendidikan; pelayanan spesialistik; pengabdian masyarakat; pelayanan pendidikan; dan penelitian. eaogs®e Unsur penunjang adalah kegiatan yang mendukung pelaksanaan tugas Dokter Pendidik Klinis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf f Rincian kegiatan Dokter Pendidik Klinis dan angka kredit masing-masing unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk Dokter Pendidik Klinis adalah sebagaimana tersebut dalam Lampiran | Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini Pasal 12 Jumlah angka kredit kumulatif minimal yang harus dipenuhi oleh setiap Pegawai Negeri Sipil untuk dapat diangkat dalam jabatan dan kenaikan jabatan/pangkat Dokter Pendidik Klinis sebagaimana tersebut dalam Lampiran Il dan Lampiran I Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini, dengan ketentuan a. paling rendah 80% (delapan puluh persen) angka kredit berasal dari unsur utama dengan rincian 22 (2) (3) (4) MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA 1), pelaksanaan_pelayanan spesialistik paling rendah 30 % (tiga puluh persen) 2). pelaksanaan pengabdian masyarakat paling tinggi 10 % (sepuluh persen); 3), pelaksanaan_pelayanan pendidikan paling rendah 25 % (dua puluh lima persen); dan 4), pelaksanaan penelitian di bidang kedokteran paling rendah 15 % (lima belas persen). b. paling tinggi 20% (dua puluh persen) angka kredit berasal dari unsur penunjang. Dokter Pendidik Klinis yang telah memiliki angka kredit melebihi angka kredit yang telah ditentukan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi, kelebihan angka kredit tersebut dapat —diperhitungkan untuk —_kenaikan jabatan/pangkat berikutnya Dokter Pendidik Klinis yang telah mencapai angka kredit untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi pada tahun pertama dalam masa jabatan/pangkat yang didudukinya, pada tahun _berikutnya_—_diwajibkan mengumpulkan angka kredit paling rendah 20 % (dua puluh persen) dari jumlah angka kredit yang dipersyaratkan untuk kenaikan jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi yang berasal dari kegiatan tugas pokok. Dokter Pendidik Klinis Utama, pangkat Pembina Utama golongan ruang IV/e, setiap tahun sejak menduduki pangkat dan jabatannya diwajibkan mengumpulkan angka Kredit dari kegiatan tugas pokok paling rendah 25 (dua puluh lima) angka kredit. 23 o) (2) o) (2) MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pasal 13, Dokter Pendidik Klinis yang secara bersama-sama membuat karya tulis/karya ilmiah di bidang pelayanan dan pendidikan kedokteran, pembagian angka kreditnya ditetapkan sebagai berikut a. Apabila terdiri dari 2 (dua) orang penulis maka pembagian angka kreditnya adalah 60% (enam puluh persen) untuk penulis utama dan 40% (empat puluh persen) untuk penulis pembantu; b, Apabila terdiri dari 3 (tiga) orang penulis maka pembagian angka kreditnya adalah 50 % (lima puluh persen) untuk penulis utama dan masing-masing 25% (dua puluh lima persen) untuk penulis pembantu; atau c. Apabila terdiri dari 4 (empat) orang penulis maka pembagian angka kreditnya adalah 40% (empat puluh persen) untuk penulis utama dan masing-masing 20% (dua puluh persen) untuk penulis pembantu Jumlah penulis pembantu sebagaimana dimaksud pada ayat (1), paling banyak terdiri dari 3 (tiga) orang. BAB VII PENILAIAN DAN PENETAPAN ANGKA KREDIT Pasal 14 Untuk kelancaran penilaian dan penetapan angka kredit, setiap Dokter Pendidik Kllinis wajib mencatat dan menginventarisir seluruh kegiatan yang dilakukan Penilaian dan penetapan angka kredit terhadap setiap Dokter Pendidik Klinis dilakukan paling kurang 1 (satu) kali dalam ‘setahun. 24 (3) (4) MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA Penilaian dan penetapan angka kredit bagi Dokter Pendidik Klinis yang akan dipertimbangkan untuk naik pangkat dilakukan paling kurang 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun, yaitu 3 (tiga) bulan sebelum periode kenaikan pangkat Pegawai Negeri Sipil Pasal 15 Pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit, adalah: a. Direktur Jenderal_ yang membina pelayanan medik Departemen Kesehatan bagi Dokter Pendidik Klinis Utama yang bekerja pada Rumah Sakit Pendidikan di lingkungan Departemen Kesehatan dan instansi lainnya: b. _ Sekretaris Direktorat Jenderal yang membina pelayanan medik Departemen Kesehatan bagi Dokter Pendidik Klinis Pertama sampai dengan Dokter Pendidik Klinis Madya yang bekerja pada Rumah Sakit Pendidikan di lingkungan Departemen Kesehatan c. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi bagi Dokter Pendidik Klinis Pertama sampai dengan Dokter Pendidik Klinis Madya yang bekerja pada Rumah Sakit Pendidikan di lingkungan Provinsi d. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota bagi Dokter Pendidik Klinis Pertama sampai dengan Dokter Pendiik Klinis Madya yang bekerja pada Rumah Sakit Pendidikan di lingkungan Kabupaten/Kota. e. Pimpinan unit pelayanan kesehatan Departemen selain Departemen Kesehatan (setingkat eselon Il) bagi Dokter Pendidik Klinis Pertama sampai dengan Dokter Pendidik 25 (2) MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA Klinis Madya yang bekerja pada Rumah Sakit Pendidikan di instansi masing-masing, Dalam menjalankan kewenangannya, pejabat sebagaimana dimaksud pada ayat (|) dibantu oleh a. Tim Penilai Jabatan Fungsional Dokter Pendidik Klinis Departemen Kesehatan bagi Direktur Jenderal_ yang membina pelayanan medik Departemen Kesehatan, yang selanjutnya disebut Tim Penilai Direktorat Jenderal b. Tim Penilai Jabatan Fungsional Dokter Pendidik Klinis Sekretariat Direktorat Jenderal Yang Membina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan bagi Sekretaris Direktorat Jenderal yang membina pelayanan medik Departemen Kesehatan, yang selanjutnya disebut Tim Penilai Unit Kerja c. Tim Penilai Jabatan Fungsional Dokter Pendidik Klinis Provinsi bagi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, yang selanjutnya disebut Tim Penilai Provinsi; d, Tim Penilai Jabatan Fungsional Dokter Pendidik Klinis Kabupaten/Kota bagi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, yang selanjutnya disebut Tim Penilai Kabupaten/Kota; e, Tim Penilai Jabatan Fungsional Dokter Pendidik Klinis unit pelayanan kesehatan Departemen _ selain Departemen Kesehatan (setingkat eselon Il), bagi Pimpinan unit pelayanan kesehatan Departemen, yang selanjutnya disebut Tim Penilai Instansi Pasal 16 26 (1) (2) (3) (4) (1) (2) MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA Tim Penilai Jabatan Dokter Pendidik Klinis terdiri dari unsur teknis pelayanan kesehatan dan pendidikan dokter, unsur kepegawaian, dan pejabat fungsional Dokter Pendidik Klinis Susunan keanggotaan Tim Penilai sebagai berikut a. Seorang Ketua merangkap anggota; b. Seorang Wakil Ketua_ merangkap anggota; ©. Seorang Sekretaris merangkap anggota dari unsur kepegawaian; dan d. Paling kurang 4 (empat) orang anggota Anggota Tim Penilai dimaksud pada ayat (2) huruf d, paling kurang 2 (dua) orang dari pejabat fungsional Dokter Pendidik Klinis. Syarat untuk menjadi Anggota Tim Penilai adalah @. Menduduki jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/pangkat Dokter Pendidik Klinis yang dinilai b. Memiliki keahlian serta mampu untuk menilai prestasi kerja Dokter Pendidik Klinis; dan ©. Dapat aktif melakukan penilaian. Pasal 17 Apabila Tim Penilai Sekretariat Direktorat Jenderal_belum dapat dibentuk karena belum memenuhi syarat keanggotaan Tim Penilai yang ditentukan, penilaian dan penetapan angka kredit Dokter Pendidik Klinis dapat dimintakan kepada Tim Penilai Direktorat Jenderal Apabila Tim Penilai Provinsi_ belum dapat dibentuk karena belum memenuhi syarat keanggotaan Tim Penilai yang ditentukan, penilaian dan penetapan angka kredit Dokter 27 (3) (4) (5) (1) MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA Pendidik Klinis dapat dimintakan kepada Tim Penilai Provinsi terdekat atau Tim Penilai Direktorat Jenderal. Apabila Tim Penilai Kabupaten/ Kota belum dapat dibentuk karena belum memenuhi syarat keanggotaan Tim Penilai yang ditentukan, penilaian dan penetapan angka kredit Dokter Pendidik Klinis dapat dimintakan kepada Tim Penilai Kabupaten/Kota lain terdekat atau Tim Penilai Provinsi atau Tim Penilai Direktorat Jenderal. Apabila Tim Penilai Instansi belum dapat dibentuk karena belum memenuhi syarat keanggotaan Tim Penilai yang ditentukan, penilaian dan penetapan angka kredit Dokter Pendidik Klinis dapat dimintakan kepada Tim Penilai Direktorat Jenderal. Pembentukan dan susunan Anggota Tim Penilai ditetapkan oleh a. Direktur Jenderal yang membina pelayanan medik Departemen Kesehatan untuk Tim Penilai Direktorat Jenderal_ dan Tim Penilai Unit Kerja; b. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi untuk Tim Penilai Provinsi; c. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk Tim Penilai Kabupaten/Kota; dan d. Pimpinan unit pelayanan kesehatan Departemen selain Departemen Kesehatan (setingkat eselon I!) untuk Tim Penilai Instansi Pasal 18 Masa jabatan Anggota Tim Penilaian adalah 3 (tiga) tahun dan dapat diangkat kembali untuk masa jabatan berikutnya, 28 MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA (2) Pegawai Negeri Sipil yang telah menjadi Anggota Tim Penilai dalam 2 (dua) masa jabatan berturut-turut, dapat diangkat kembali setelan melampaui masa tenggang waktu 1 (satu) masa jabatan. (3) Dalam hal terdapat Anggota Tim Penilai yang ikut dinilai maka Ketua Tim Penilai dapat mengangkat Anggota Tim Penilai Pengganti Pasal 19 Tata kerja dan tata cara penilaian Tim Penilai Jabatan Dokter Pendidik Klinis ditetapkan oleh Menteri Kesehatan selaku Pimpinan Instansi Pembina jabatan Dokter Pendidik Klinis Pasal 20 Usul penetapan angka kredit Dokter Pendidik Klinis diajukan oleh a. Pimpinan Rumah Sakit Pendidikan paling rendah eselon II di lingkungan Departemen Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, dan Pimpinan Unit Kerja yang secara fungsional membawahi Rumah Sakit Pendidikan non Departemen Kesehatan (paling rendah eselon Il) kepada Direktur Jenderal yang membina pelayanan medik Departemen Kesehatan untuk angka kredit Dokter Pendidik Klinis Utama di lingkungan Departemen Kesehatan dan Instansi lain. b. _ Pejabat yang membidangi kepegawaian paling rendah eselon Il kepada Sekretaris Direktorat Jenderal yang membina pelayanan medik Departemen Kesehatan, untuk angka kredit Dokter Pendidik Klinis Pertama sampai dengan Dokter Pendidik Klinis Madya di lingkungan Departemen Kesehatan. 29 (1) (2) MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA Pejabat yang membidangi kepegawaian yang bersangkutan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, untuk angka kredit Dokter Pendidik Klinis Pertama sampai dengan Dokter Pendidik Klinis Madya di lingkungan masing-masing. Pejabat yang membidangi kepegawaian yang bersangkutan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, untuk angka kredit Dokter Pendidik Klinis Pertama sampai dengan Dokter Pendidik Klinis Madya di lingkungan masing-masing Pejabat yang membidangi kepegawaian yang bersangkutan kepada Pimpinan Unit Pelayanan Kesehatan yang secara fungsional membawahi Rumah Sakit Pendidikan di luar Departemen Kesehatan (paling rendah eselon Il), untuk angka kredit Dokter Pendidik Klinis Pertama sampai dengan Dokter Pendidik Klinis Madya di lingkungan masing-masing Pasal 21 Angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka_—ikredit,-—digunakan untuk mempertimbangkan kenaikan _jabatan/pangkat + Dokter Pendidik Klinis sesuai dengan ketentuan _peraturan perundang-undangan Keputusan pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit, tidak dapat diajukan keberatan oleh Dokter Pendidik Klinis yang bersangkutan. BAB VIII PENGANGKATAN DALAM JABATAN DOKTER PENDIDIK KLINIS Pasal 22 30 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pejabat yang berwenang mengangkat Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan Dokter Pendidik Klinis, adalah pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (1) (2) (3) Pasal 23 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat untuk pertama kali dalam jabatan Dokter Pendidik Klinis harus memenuhi syarat a. _Berijazah paling rendah Dokter Spesialis; b, Rekomendasi Direktur Rumah Sakit Pendidikan dan Dekan Fakultas Kedokteran; c, _ Pangkat paling rendah Penata Muda Tingkat |, golongan ruang Il; dan d. Setiap unsur penilaian prestasi kerja dan pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) paling rendah benilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir. Pengangkatan jenjang jabatan Dokter Pendidik Klinis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan berdasarkan angka kredit yang diperoleh dari unsur utama dan unsur penunjang setelah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Pengangkatan pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah pengangkatan untuk mengisi lowongan formasi jabatan Dokter Pendidik Klinis, yang telah dipersiapkan pada waktu pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Pasal 24 Di samping persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23, pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Dokter 31 MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Pendidik Klinis dilaksanakan sesuai dengan formasi jabatan Dokter Pendidik Klinis, sebagai berikut 1 (1) (2) Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Pusat dalam jabatan Dokter Pendidik Klinis dilaksanakan sesuai dengan formasi jabatan Dokter Pendidik Klinis yang ditetapkan oleh Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara setelah mendapat pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara, Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Daerah dalam jabatan Dokter Pendidik Klinis dilaksanakan sesuai dengan formasi jabatan Dokter Pendidik Klinis yang ditetapkan oleh Kepala Daerah masing-masing setelah mendapat persetujuan tertulis, dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara setelah ~mendapat pertimbangan Kepala Badan Kepegawaian Negara, Pasal 25, Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dari jabatan lain ke dalam jabatan Dokter Pendidik Klinis dapat dipertimbangkan dengan ketentuan sebagai berikut a. Memenuhi syarat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) dan Pasal 24; b. _ Usia paling tinggi 55 (lima puluh lima) tahun; dan c. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) paling kurang benilai baik dalam 4(satu) tahun terakhir. Dikecualikan dari ketentuan usia paling tinggi 55 tahun sebagaimana dimaksud ayat (1) huruf b, bagi Dokter Spesialis yang menduduki jabatan Dosen pada pendidikan 32 MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA tinggi bidang kesehatan dan menjalankan tugas di rumah sakit pendidikan yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan (3) Pangkat yang ditetapkan bagi Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah sama dengan pangkat yang dimiliki, dan jenjang jabatan Dokter Pendidik Klinis ditetapkan sesuai dengan jumiah angka kredit yang ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit yang berasal dari unsur utama dan unsur penunjang BAB IX PEMBEBASAN SEMENTARA, PENGANGKATAN KEMBALI, DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN Pasal 26 Pejabat yang berwenang membebaskan sementara, mengangkat kembali, dan memberhentikan Pegawai Negeri Sipil dalam dan dari jabatan Dokter Pendidik Klinis, adalah pejabat yang berwenang sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Pasal 27 (1) Dokter Pendidik Klinis Pertama pangkat Pengatur Muda Tingkat | golongan ruang IIlfb sampai dengan Dokter Pendidik Klinis Utama pangkat Pembina Utama Tingkat | golongan ruang IV/d, dibebaskan sementara dari jabatannya apabila dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak menduduki pangkat dan/atau jabatan terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. (2) Dokter Pendidik Klinis Utama pangkat Pembina Utama, golongan ruang IV/e, dibebaskan sementara dari jabatannya apabila setiap tahun sejak menduduki pangkat/jabatannya 33 (3) (1) (2) MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA tidak dapat mengumpulkan angka kredit paling rendah 25 (dua puluh lima) dari kegiatan tugas pokok. Selain pembebasan sementara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), Dokter Pendidik Klinis dibebaskan sementara dari jabatannya apabila a. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa jenis hukuman disiplin penurunan pangkat; b. _ Diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil; ©. Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Dokter Pendicik Klinis; d. Menjalani cuti di luar tanggungan negara, kecuali untuk persalinan keempat dan seterusnya; atau e. Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan. Pasal 28 Dokter Pendidik Klinis yang telah selesai_menjalani pembebasan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) huruf a, huruf c, huruf d, dan huruf e, dapat diangkat kembali dalam Jabatan Dokter Pendidik Klinis. Dokter Pendidik Klinis yang dibebaskan sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) huruf b, dibebaskan sementara Karena diberhentikan sementara sebagai Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1966, diangkat kembali dalam jabatan Dokter Pendidik Klinis, apabila _ berdasarkan Keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dinyatakan tidak bersalah atau dijatuhi pidana percobaan. (3) MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA Pengangkatan kembali dalam jabatan Dokter Pendidik Klinis sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3), dengan menggunakan angka kredit terakhir yang dimiliki dan angka kredit dari prestasi kerja di bidang pelayanan kesehatan dan pendidikan dokter yang diperoleh selama pembebasan sementara setelah ditetapkan oleh pejabat yang berwenang menetapkan angka kredit Pasal 29 Dokter Pendidik Klinis diberhentikan dari jabatannya apabila’ a o) Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya sebagaimana di maksud dalam Pasal 27 ayat (1) dan ayat (2), tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan; Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum tetap, kecuali hukuman disiplin berat berupa penurunan pangkat. BAB X PENYESUAIAN / INPASSING DALAM JABATAN DAN ANGKA KREDIT Pasal 30 Pegawai Negeri Sipil yang pada saat ditetapkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini telah dan masih melaksanakan tugas pelayanan kesehatan dan pendidikan dokter berdasarkan keputusan pejabat yang berwenang, dapat disesuaikan/diinpassing dalam jabatan dan angka kredit Dokter Pendidik Klinis dengan ketentuan a. Berijazah Dokter Spesialis dengan rekomendasi dari Direktur Rumah Sakit dan Dekan Fakultas Kedokteran; 35 (2) (3) (4) MENTERI KESEHATAN, REPUBLIK INDONESIA b. _Pangkat paling rendah Penata Muda Tingkat |, golongan ruang Ilo; dan c. Setiap unsur penilaian prestasi kerja atau pelaksanaan pekerjaan dalam Daftar Penilaian Pelaksanan Pekerjaan (DP3) paling rendah bemilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir, Pegawai Negeri Sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) temasuk Dokter Spesialis yang diangkat dalam jabatan Dosen pada pendidikan tinggi bidang kesehatan dan yang bertugas di rumah sakit pendidikan. ‘Angka kredit kumulatif untuk penyesuaian/inpassing dalam jabatan Dokter Pendidik Klinis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah angka kredit terakhir yang dimiliki dalam jabatan fungsional Dokter. Untuk menjamin keseimbangan antara beban kerja dan jumlah Pegawai Negeri Sipil yang akan disesuaikan/inpassing harus mempertimbangkan formasi jabatan. MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA BAB XI KETENTUAN PENUTUP Pasal 31 Ketentuan _pelaksanaan —-Peraturan Menteri_ Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini diatur lebih lanjut oleh Menteri Kesehatan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Pasal 32 Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 16 September 2008 MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA, td TAUFIQ EFFEND! 37 RINCIAN BUTIR KEGIATAN JABATAN FUNGSIONAL DOKTER PENDIDIK KLINIS DAN ANGKA KREDITNYA LAMPIRAN 1 PERATURAN MENTER! NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/I7/M PAN/S/2008 TANGGAL: 16 September 2008 No UNSUR SUB UNSUR SATUAN ANGKA, BUTIR KEGIATAN na | aNKA PELAKSANA i z a a 5 = Z | JPENDIDIKAN [A Pendidikan Sekolah 1. Dokter Specials lazah 450 ‘Sema jonjana ddan mendapat jazah Doktor Sub Spesals SpESAIS FONSI Tara 200 rua eran |B Pencianan dan poate inane ane eT Ee Sear 7 SEE fungeonal & dang kesehatan Camanja anlats 641 960 etifkat fenue srr ddan mendapat Surat Tanca Tamat_[3—Camsanys anlars 481 6a jam erifkat 5 rue arian Pendicikan dan Lathan 4 Taranya aniara 161 480 jam etfkat jernua anara (sTTPL) Camanya anara St 160 am erikat erie onary &Lamanyaantara 30-8 jan erkat 7 feria ena [eC Pansanan dar pean PaniaRan dan pasion praiabatan Colongan TT STE z : prajabatan T]PELAYANAN [A Welakckan pelayanan meaik 7 Tanpa pambinbingan erhadap paver pendiaan Gone Pasen 005, Perera ISPESIALISTIK | posite (0.006) Muda 0.009) Mad 0.012, Utama: 2 Dengan pembmbingan erhedap peserta pendldkan dokier Pasian (0.007, Muda '3_ Dengan pembmbingan ternadap peserta Dokter Spesiais Minis Pasien 0.01 Mad ‘Dengan pembsmbingan teriedap peseria Dokter Spesiais Kins Konsukan Pasien a01s Utama IS Welakokan tndakan mea Ta Inga sederhane Teeter ‘O00 Param spesialistk ‘bTingkat secang, ‘ineaker 0.013, Muda Tingkat kompleks 1 tindakar ‘oar Muda 6 Tingkat kompleks 2 ‘indaker 0.05 Masya: ie Tingkat kompleke 3 ‘ineaker 0.06 Madya ‘Tingkat kompieks 4 ‘indakar (oz Utama “Tange pembimbingan temhadap peseta pendiakan doker 7 a Tinglat secerhana Teakan O05 Parama: ‘bTingkat sedang, ‘indakr ‘0.02 Muda Tingsat kompleks 7 ‘ineakar ‘o.03 Muda ‘6 Tingkat kompieks 2 ‘indakar (0.06 Madya ‘2 Tingkat kompeks 3 ‘indaker ‘0.08 Masya. ‘Tingkat kompieks 4 ‘ineakerr (024 Utama ‘Dengan pembinbingan Tarhadap pasotta pendidkan dakar IC. Memberkan Korsulasispesials |_| Tanpa pembinbingan lethadap pesertaperdidkan dokier dakar 7.009) Maaya 2 Dengan pembambingan erhadap peserta Dokler Spesials KIS teak OTS Nadya = saTuan | ANGKA, No} UNSUR, SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN een cee PELAKSANA, 7 z z z Dengan pernbribrgan terhedap peseria Dolor Specie Kins Kovsutary a Tama [D- Peayanan kedenieran forenek | 1 Meakukan pemerieaan ar 2. Tanpa pembinbingan terhadap pesertapendidkan dokter asus oot Pertama '. Dengan pembimtingan erhadap peserta pendiaikan coker Kesus ‘3 Muda 2 Melakukan pervenksaan dalam (O10pS ‘8, Perenceaan Umum 4) Tanpa pembmbingan terhadap peserta pendidikan dotter asus 02 Muda Dengan pembimbingan terhadap pesertapendicikan dokter kesus (0.05 Muda 'b Pemericeaan Khusus 4) Tanpa pembimbingan trhadap peserta pendidikan dott asus 0.06 Mas Dengan pembimbingan terhadap pesertapendicikan dokter kesus 0.075, Madya ‘ Melokukan pererksaan penunjang 1) pemenksaan patologl anatomic specimen 0.05 Muda 2) pemerikssen toksikologik ‘specimen: 0.085) Madyal 3) pemerksaan serlogic specimen 0.03 Muda 4) pemerksaan DNA (forensik molekuey) spesimen (0.08 Macys Melaksanakan pemerksaan jenazah ci tempat peragalan tempat kejadian perkara dan medicolegal ainnya 4) Tanpa pembimbingan terhadap peserta pendickan dott jenazah 09 Muda 2) Dengan pembmbngan terhadap peserta endian dose enazan. 0.13 Nadya {-Mencatat dan mendokumentaskan laporan clopstket, Pemeriaan Taporan’ 0.005) Pertama: 3 Menjadi Saks: Ani 12, Tanpa pembnbingan erhadap pecertapendidkan dolter Kat 0x2 Utama 'b. Dengen pembinbingan lefhadap peserta pendiakan dolter Kal 02 Utama & Menjed Konsuitan Neco Legal 1. Tanpa pembingan terhadap pesertapendidikan dobter asus 0.06 Madya 'b, Dengan pembinbingan lerhadap peserta pendiikan doktor resus on Utama 5” Menjad konsultan Eto Legal a. Tanpa pembinbingan erhadap pesertapendiikan dobter asus 0.06 Madya Dengan pembmtingan terhadap peserta pendiikan cok asus or Utama [E Pelayanan Kesehatan lannya TT Melakukan Togas Jaga a Pangganion cal Kail 0.006 Pertama ’b_DitempatRumah Saki Kai 08 Perama: 2 Penyuiuhanipelathen/penataran Kesehatan kepada fenaga Kesehatan dan masyarakat '. Tanpa pembimbingan terhadap pesertapendidkan dolter el 9.002 Muda Dengan pembinbingan ethadap peserla pencidikan dolter al 0.002) Muda 3” Memimpin satvan unit Kea pelayanan Kesehatan 12 Ketua Departeren Kali 3 Madya '.Koordinator Kall 7 Muda TT [PENGASDIAN |Peakeanaan Kegalan Bantuan? 7" Wataieanaran Kegatan penangguangan bancana aamiwabah @ lapangan IMASYARAKAT — [Partsipasi Kesehatan 1, Tanpa pembinbingan erhadap peserta pendidkan dolter Kal 0.25 Pertama ' Dengan pembmbingan terhadap peserta pendickan coker Kai 5. ude Mengamalipanyakiebah dilapangan Py saTuan | ANGKA, No} UNSUR, SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN een cee PELAKSANA, 7 z z z = = z 7 Tanpa pembinbingan erhadap peserta pendldkan dower Kall O25, Penama 'b-Dengan pembimbingan lerhadap pecerla pendiikan dalter Kall o5 Muda ‘3 Menjadi anggola tim penanggulangan penyakitwabeh tertents 1. Sebaga ketus kal os Muda |_| 1. Sebagal anggeta Kal O25) Pertama TV |PELAVANAN [A Pelaksanaan perkulahan’Totorial | 1_menjaci Narasumber Kegitan 0.05) ‘Maya’ JPENDIDIKAN don pemtimbingan 2 Merjadi pembimbing Keterampian Kins Kegitan 0.06, Macya 3 Menjad Pembimbingfasitator mentor Kegiatan (0.06, Muda 4 Menjadi Peng Kegitan 0.08, Utama 5 Member perkuiahaniT oral Kegitan (0.04 Muda [B-Pembentingan dan peniaian menjadi Narasumber Kegitan 0.05) Madya Sominar iskusi kasus tanpa [2 Menjadi pembimbing Keterampian Kins Kogiatan 0.06, Mad pasien ‘3 Menjed Pembimbingfasltator mentor Kegitan (0.05) Muda 4 Meniadi Peng Kogiatan 0.08) Utama 5 Member perkulahan Toad Kegitan 0.05) Madya. [o- Pembimbingan dan peniaian 1 Menjad rarasumber Kegiatan 0.05) Magya ‘Seminarciskusidengan pasien | 2_Menjad pembimbing keterampian Kins Kegistan 0.05; Madyal 3 Menjadi Pembimbing)fasltator mentor Kegitan ‘0.04 Muda 4 Menjadi Peng Kegistan 0.08, Utama 5 Member perkuiahan/T oil Ketan 0.06) Madya ID. Pembimbingan dan kat 1 Diseras serta dalam pembimbingan sera ‘2, menjadi Pembimbing Utama pesertath ona, Utama ‘menguy dalam menghasikan menjadi Pembimbing Pendamping 7 oS Nadya 2 Tess, 2, menjadi Pembimbing Utama pesertath 03 Mas ’b. menadi Pembimbing Pendamping pesertath 015, Muda Skips ‘2. menjadi Pembimbing Utams pesertath 0.05, Muda 'bmenadi Pembimbing Pendamping esertath ‘O03 Muda JE Pengujan pada ujan akhir 1 Sebagal Ketua Kegiatan 0.08) Utama 2 Sebagai Sekreiars Kegiten 0.05) Maaya: ‘3 sebagea: Anggota Kegiatan ‘aoa Muda IF Pembinsan Kapatan manasa embina Kegiatan rahasswa dbdang skademk dan Kemahasswaan em 04) Muda IG: Pengembangan program T Mengembangkan kurkuium kelah den penyusunan bahan a. Ketua rata 0.05, Masya pengaiaran ' Angoota akan a0 Muda 2 Menyusun bahan ae Tama oe, Mada IF, Kexseraan dalam Panta Peniar | a, Sebaga Ketua ela O12 Utama (Asesor) bahan ajarKurkulum saTuan | ANGKA, No} UNSUR, SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN een cee PELAKSANA, 7 z z = = z 1D Sebagai Sencar aku Doe Taga e_ sebagai Anggote alr ‘0.05, Muda [ Penyampaian ores iin Menyampaikan eras iia url 0.03) Macy [F-Pembimbingan staf made Membimbing jenjang yang eb muda earl 0.055) Nadya V|PENELITIAN [A Menghastkan karya Imah 7 Hasi penelian yang cpubikaskan calam bartuk buku Alaa lmnal vam ddbidang pelayanan dan/atau dalam bentuk ppencckan kedokteren! 1a Monogret Monograt 2 ‘Semujeniang kesehatan ‘Buk relerensi Buku ra] ‘Senua ening ‘© majalah tmiah 4) Iterasional Maja 40 ‘Sena janiang 2) Nasional trated Magaiah 25 ‘Semnua ongang 3] Nasional oak terakrediai Majaih 40 ‘Semua engang Mela seminar 1) Dsajan 2) iternesional Takai 7 Samus Jenene b) Nasional Makalah 70 ‘Semua Jerjang 2) Poster 2} Internasional Poster 10 Semua Jerjang b) Nasional Poster 5 ‘Semua Jerjang ‘Koren, majalah populer, majalah umam sebagaluisan imiah populer Makslah 1 ‘Semua Jenjang {Hes penelian yang tidak ipubikasikan (ersimpan di perpustakaan) Peneitian 3 Semua Jenjang IB Penerjemahanipenyaduran Menerjemahkardmenyadur buku imiah keilmuan terkait Boke 76 ‘Semua Jerjang ble ian IS: Pengeatan Kary Tmah Tengediimenyantng Kanye ima Kelman era Bae 0 Seman Jeriang ID. Membuat rancangen dan kaya | 1 Dpatenkan tekrologi kedokterand 2 Interasional Rancangan 20 Semua Jerjang penelikan kedokteran 'b Nasional Rancangan za] ‘Semua Jerjang 2 Tidak dipatenkan | Internacional Rancangan 20 Semua Jerjang Nasional Rancangan 5 ‘Semua Jenjang IE Menghasivan rancengan dan Trak secara nasonal Rancengan 75 ‘Semua-Jenjang arya monumental 2 Dial secara inlernasional Rancangan 20 ‘Semua Jerjang 3 Diakuisecaralokal Rancangan 10 ‘Semua Jerjang IF Penyajan pengembangan ‘Manyajkan pengerbangan hall pendidikan dan penelian Kayan 6 ‘Sema Jerjang asi penaiikan dan peneitian ager dapat imanfaatkan oleh masyarakat VW |PENUNJANG |. Pengojar’pelath bidang ‘Mengajar melath pada pendiikan dan pelathan pogawal Diam pelgaran | _ 03 ‘Sema jeniang IruGAs DOKTER | pendidkan kedokterantkesehatan JPENDIDIK KLINIS IS Peran sera dalam seminar? Wenn seminar! Okakaiya sbaga loxakaxya of bidang pendigian 2 Pemacaran kal 3 ‘Semusjanjang % saTuan | ANGKA, No} UNSUR, SUB UNSUR BUTIR KEGIATAN een cee PELAKSANA, 7 z z = a z Kedekiran’ Kesehatan 1. Perbahes) moderator narasurber Kal z Sonus enang Peserta Kal i ‘Senua ening 2 Mengicu delegasiimiah sebegat 2. Ketua kai 45. ‘Sema janiang Angola Kall i ‘Sena jongang [S- Keanggotaan dalam organises ‘Menjadi anggota ocgarisasi profes sebegar Dokter Pend Kinie 2. KetuaNWakl ket Tahun 4 ‘Sera jonjang Anggeta Tahun os ‘Semua enjang IB: Kearagotsan dalam Tin ‘Merjadi anggota Tim Paria, sebegar ‘Senus ening pena jabatanfungsional a, KetuaNWakl ketva Tahun 4 ‘Serna jongang Dokter Pendidik Kinis Anggeta “Tahun Oe ‘Sema enjang JE Peroiehan penghargear? Penghargaanflanda jaca Satya Lancana Kenya Saye ‘anda esa 2,90 (tiga pluh) tahun Penghargaan 3 ‘Sera jenjang 120 (ua puluh hur Penghargaan 2 ‘Senue nang {<10 (sepuluh) tahun enghargaah i ‘Senua ongang IF Peraienan golar Kesaranaan T Memperoieh jazah g@ar dibdang Keseharan lainaya 2, Strata 2 (S-2) Mager Kesehatan / Kedokteran lgzan 18 ‘Sema jonjang 'b Strata 3(S-3) Kesehatan / Kedoiteran iazah 20 ‘Sema engang Z Memperoleh jazah / gear ci luarbidang tgasnya 2, Sajana St / Dglema IV lzzan 5 ‘Sema jonjang Siria2(S2) iszah 40 ‘Semua engang Stata 3(53) igzah 15 ‘Senue snag 3 Memperoieh gear aharmatan akademis lazah 15 ‘Semua joniang a MENTERI NEGARA, PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA tts TAUFIQ EFFENDI JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL LAMPIRAN Il: PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PERI17/M PAN/G/2008 TANGGAL: 16 September 2008 UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT DOKTER PENDIDIK KLINIS DENGAN PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS a a es a a a CC +. Junsur uraua JA. Pendidikan = 2) pendisikan sekolah 150 150 150 150 0). kat Ip. Pelayanan Spesiaistc 200% 5 4 120 200 60 720 Jc. Pengabdian Masyarakat >. Pelayanan Pendiikan le. Penettan 2. TUNSUR PENUNUANG egiatan yang mendukung pelaksanaan tugas 20% ss 10 20 50 140 180 Dokter Pend Kins JUMLAK 150 200 250 1050 MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA, TAUFIQ EFFENDI LAMPIRAN IIL JUMLAH ANGKA KREDIT KUMULATIF MINIMAL PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/17/M.PAN/2/2008 TANGGAL: 16 September 2008, UNTUK PENGANGKATAN DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT DOKTER PENDIDIK KLINIS DENGAN PENDIDIKAN DOKTER SUB SPESIALIS/SPESIALIS KONSULTAN SERTANG AEATAN GOLONGAR RUNG DAN AGRA KREDI v0 unsur PensenTase DOXTER PENODRICS a ao 1. focur ura J. Penson: a) pension stain woo_| x0 | 20 | 200 | 200 wake a. eayran Sess vax |. | wo | wo | 20 | an lc. renstinMesyrat bo. Patyaan Penn fe. Perettan 2 Jonson penunsane out song mandhngpeltsnatn note som | - |» | @ | mw | 10 ote Panda Ks suman mo | ao | ao | sso | ro | oo | soso 39 MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA, ‘TAUFIQ. EFFENDI