Anda di halaman 1dari 4

I.

SOAL TEORI

1. a) sebutkan 2 frasa yang harus ada pada setiap akta notaris dan sebutkan dasar
hukumnya!
Jawab:
1. frasa “para penghadap telah saya notaris kenal: dimana frasa ini diletakkan Setelah
komparisi dan bisa juga di penutup akta sebelum penutup akta kemudian ditutup
“para penghadap telah saya notaris kenal”, itu mutlak harus ada pada setiap akta,
kalau tidak ada berarti akta tersebut melanggar undang-undang karena itu perintah
dari undang-undang bahwa setiap penghadap harus dikenal oleh notaris. Notaris
mengenal para penghadap harus dituangkan didalam akta, notaris mengenal
penghadap itu hanya sebatas cukup dengan mencocokan identitas yang dibawa oleh
penghadap berupa KTP/passport. Dasar hukumnya pasal 39 Undang-Undang Jabatan
Notaris.
2. Frasa yang memuat sidik jari para penghadap, lembar kertas tersebut itu tersendiri
terpisah dari minuta akta maupun salinan akta atau dilekatkan pada minuta akta, itu
mutlak harus ada pada setiap akta. Rasionya yaitu sidik jari harus diterangkan karena
tidak menutup kemungkinan ada penghadap yang menyanggah bahwa dia tidak
pernah menghadap notaris. Dasar hukumnya ketentuan pasal 16 ayat 1 huruf (c)
Undang-Undang Jabatan Notaris.

b) kapan frasa “dalam hal bertindak untuk diri sendiri”, ada dalam komparisi?
Jawab: frasa “dalam hal bertindak untuk diri sendiri” hanya muncul dalam hal
penghadap bertindak tidak sebatas dalam satu kualitas, bisa juga dengan kualitasnya
yang lain. Misalnya salah satu seorang ahli waris akan menyewakan harta yang masih
atas nama orangtuanya yang sudah meninggal dunia, dalam hal ini harus bersama-sama
dengan ahli waris yang lain, maka seandainya ia bertindak selain sebagai salah ahli waris
tetapi juga bertindak untuk dan atas nama saudara kandungnya. Jadi dalam frasa “dalam
hal bertindak untuk diri sendiri” itu baru muncul ketika seseoang bertindak lebih dari
satu kualitas, disamping dia bertindak untuk diri sendiri juga dalam kualitas yang lainnya
sebagai penerima kuasa dan bisa dalam hal lainnya.

c) dalam hal bagaimana frasa “para penghadap yang telah saya notaris kenal
dalam kedudukannya sebagaimana tersebut diatas”, ada dan dimana letaknya?
Jawab: Letak frasa “para penghadap yang telah saya notaris kenal dalam kedudukannya
sebagaimana tersebut diatas” yaitu ada di sesudah komparisi dan bisa juga di akhir akta
sebelum penutup akta. Notaris mengenal para penghadap harus dituangkan didalam akta,
notaris mengenal penghadap itu hanya sebatas cukup dengan mencocokan identitas yang
dibawa oleh penghadap berupa KTP/passport.

2. Apa perbedaan antara:


a) minuta akta dengan salinan akta
b) akta pejabat dengan akta penghadap
c) legalisasi dimasa lalu dengan legalisasi saat ini
Jawab:

a) minuta akta dengan salinan akta


- Minuta Akta merupakan asli Akta yang mencantumkan tanda tangan para
penghadap, saksi, dan Notaris, yang disimpan sebagai bagian dari Protokol
Notaris. Berdasarkan Pasal 16 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 Tentang
Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris
sedangkan
- Salinan Akta adalah salinan kata demi kata dari seluruh Akta dan pada bagian
bawah salinan Akta tercantum frasa “diberikan sebagai SALINAN yang sama
bunyinya”.

b) akta pejabat dengan akta penghadap


- Akta pejabat atau akta relaas yaitu akta ini dibuat oleh seorang notaris dan
memuat uraian otentik mengenai tindakan yang dilakukan. Bisa juga berdasarkan
keadaan yang disaksikan langsung oleh notaris ketika menjalankan jabatannya.
- Akta penghadap yaitu keterangan mengenai kedudukan bertindak penghadap; isi
Akta yang merupakan kehendak dan keinginan dari pihak yang berkepentingan;
dan. nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, serta pekerjaan, jabatan, kedudukan,
dan tempat tinggal dari tiap-tiap saksi pengenal.

c) legalisasi dimasa lalu dengan legalisasi saat ini


- Legalisasi dimasa lalu: itu notaris harus menerangkan, membacakan isi maksud
dari surat dibawah tangan yang akan ditanda tangani. Harus ada frasa “bahwa
notaris telah membacakan dan menjelaskan isi dan maksud surat dibawah tangan
yang tersebut diatas yang nantinya akan ditanda tangani oleh para pihak dalam
surat dibawah tangan tersebut serta legalisasi tersebut harus dihadapan notaris.
Jadi tanda tangannya tersebut baru di cantumkan setelah notaris membacakan dan
menerangkan isi dan maksud dari surat dibawah tangan yang akan ditanda
tangani itu.
- Legalisasi disaat ini: itu notaris sebatas menjamin bahwa yang tanda tangan surat
dibawah tangan tersebut adalah benar –benar orangnya. Untuk itu notaris sebatas
mencocokan wajah dari si penghadap yang akan tanda tangan tadi dengan
identitas yang dibawa, maka kalimatnya beda.

3. a) Apakah bisa terjadi notaris sebatas melegalisir surat dibawah tangan, menuai
gugatan perdata dan tuntutan pidana?
Jawab:
Notaris bisa melegalisir surat di bawah tangan jadi legalisasi akta di bawah tangan oleh
notaris merupakan suatu pengakuan mengenai tanggal di buatnya perjanjian oleh para
pihak, sehingga akta di bawah tangan yang telah mendapatkan pengesahan legalisasi
guna memberikan kepastian akibat hukumnya bagi hakim mengenai mengenai tanggal,
identitas, maupun tandatangan dari para pihak atas perjanjian tersebut. Dalam hal ini
semua pihak yang namanya tercantum dalam surat perjanjian tersebut harus
membubuhkan tandatangannya atau cap sidik jari di bawah surat perjanjian itu tidak lagi
dapat mengingkari ataupun mengatakan bahwa salah satu pihak atau semua pihak yang
terkait tidak mengetahui apa isi surat perjanjian itu, karena isinya surat perjanjian telah
dibacakan dan dijelaskan terlebih dahulu sebelum para pihak melakukan penandatangan
dihadapan Notaris sebagai pejabat umum yang berwenang dan dihadapan saksi-saksi
yang Notaris kenal.
Akibat hukum akta bawah tangan tergantung pada tanda tangan para pihak, apabila tanda
tangan disangkal atau diingkari, maka kekuatan daya formil dan materiilnya bisa jadi lenyap.,
namun demikian tujuan pengingkaran tanda tangan mempunyai makna yang sangat positif,
yaitu untuk menghindari terjadinya pemaksaan tanda tangan sewenangwenang

b) Apakah yang dimaksud dengan “agar sejauh mungkin, notaris dalam membuat
akta diusahakan sampai dengan terpenuhinya kebenaran material”?
jawab: artinya, usahakan sepanjang dimungkinkan mengupayakan kebenaran material.
Hal demikian bisa diupayakan dengan pemberian nasehat hukum kepada para penghadap
terkait dengan akta yang akan dibuat dan dikemukakan akibat hukum dan sanksi dalam
hal tidak mengemukakan/menyampaikan segala sesuatu daripada yang sebenarnya.
Untuk membuat akta notariil yang jauh dari indikasi permasalahan hukum tentunya
Notaris harus memenuhi syarat formal dan syarat materiil dari pembuatan akta notaris
berdasarkan Undang-Undang Jabatan Notaris. Ketentuan mengenai syarat formal dalam
pembuatan akta diatur dalam Pasal 38 UU No. 2 Tahun 2014 Tentang Jabatan Notaris.
Sedangkan syarat materiil yang harus dipenuhi dalam pembuatan akta autentik diatur
dalam Pasal 1320 KUHPerdata.

c) Apakah yang dimaksud dengan bahwa notaris dalam membuat akta wajib
menjaga agar kepentingan pihak terkait tetap terjaga?
Jawab:
Wajib menjaga agar kepentingan pihak terkait tetap terjaga artinya Notaris dalam
menjalankan tugasnya sebagai pejabat yang berwenang yang di berikan amanat oleh
undang-undang untuk membuat sebuah akta dimana akta itu adalah formulasi dari
kehendak para pihak yang mempunyai kepentingan kemudian menghadap ke notaris
sehingga isi dari akta tersebut harus di jaga sebagaimana dalam pasal 16 ayat (1) huruf c
UUJN bahwa notaris berkewajiban merahasiakan segala keterangan yang di peroleh guna
pembuatan akta sesuai dengan sumpah/janji jabatan, kecuali undang-undang menentukan
lain

4. a) Apa yang dimaksud dengan: “hak ingkar/ kewajiban ingkar” notaris?


Jawab:
- hak ingkar: adalah hak untuk menolak memberi keterangan tentang sesuatu rahasia
yang berkaitan dengan jabatannya atau akta yang dibuatnya dan keterangan-
keterangan yang diperoleh guna pembuatan akta, sesuai sumpah atau janji jabatan.
Notaris berhak menolak untuk memberitahukan segala sesuatu yang dirahasiakan
sebagaimana tersebut yaitu berhak untuk merahasiakan dan mengatakan dalam rangka
melaksanakan hak ingkar sebagai notaris menolak semua pertanyaan penyidik
mengenai akta tersebut. Yang harus dirahasiakan itu adalah semua pembicaraan atau
keterangan yang disampaikan oleh para penghadap serta semua dokumen atau data
yang dipakai sebagai dasar pembuatan akta.
- Kewajiban ingkar: adalah notaris wajib untuk merahasiakan isi akta dan semua
keterangan yang di sampaikan oleh para penghadap dalam rangka pembuatan akta,
serta semua data dokumen yang dilekatkan pada minuta akta yang dipakai sebagai
dasar pembuatan akta.

b) Siapa/ pejabat apa yang berwenang untuk mengabulkan/ tidak mengabulkan


notaris untuk menggunakan atau tidak menggunakan hak/kewajiban ingkar?
Jawab: Jadi yang berwenang adalah hakim yang mengadili perkara inkasu, jadi inkasu
itu adalah kasus tersebut. Setelah nanti perkaranya di pengadilan, kalau perkara dimulai
dari pidana biasanya untuk masalah merahasiakan atau tidak merahasiakan apa yang
harus dirahasiakan notaris yang dikenal dengan kewajiban atau hak ingkar itu biasanya
perkara pidana dimulai dari kepolisian. Penyidik itu ada dua yaitu polisi dan jaksa, polisi
kemudian dinaikan ke kejaksaan kemudian ke pengadilan. Ketika dikantor polisi ataupun
dikejaksaan harus berani menyatakan bahwa dalam rangka notaris menggunakan hak dan
kewajiban ingkarnya tidak akan menjawab semua pertanyaan dari polisi di kejaksaan pun
juga begitu. Setelah berkas telah dinaikan ke pengadilan hak dan kewajiban ingkar itu
tetap dipertahankan, jika ada pertanyaan hakim dalam hal ini harus menjawab pertanyaan
tersebut maka notaris menjawab karna itu perintah dari hakim. Jadi yang berwenang
mengabulkan atau tidak mengabulkan notaris menggunakan hak dan kewajiban ingkar
adalah hakim inkasu (hakim yang mengadili perkara tersebut).
c) Apa yang dimaksud dengan kriminalisasi notaris?
Jawab: Kriminalisasi notaris adalah proses dimana notaris memperlihatkan perilaku
yang semula tidak dikategorikan sebagai peristiwa pidana tetapi kemudian digolongkan
sebagai peristiwa pidana. Aparat penegak hukum menetapkan seseorang melakukan
perbuatan melawan hukum atau sebagai pelaku kejahatan atas pemaksaan interpretasi
perundang-undangan. Dalam hal ini aparat penegak hukum dianggap seolah-olah
melakukan tafsir sepihak atau tafsir subyektif atas perbuatan seseorang, lalu kemudian
diklasifikasikan sebagai pelaku tindak pidana.

II. SOAL PRAKTEK


1. Tersebut dibawah ada`kejanggalan/kesalahan dimanakah letak kesalahan dan bagaimana
seharusnya yang benar!
Jawab:
2. Ada lebih dari 10 (sepuluh) kesalahan di salinan akta notaris dibawah ini, sebutkan 10
(sepuluh) kesalahan dan bagian mana yang salah, dan yang benar seharusnya bagaimana?
Jawab:
3. Contoh akta tersebut dibawah ini ada lebih 10 kesalahan, tunjukan minimal 10 kesalahan,
dan bagaimana seharusnya yang benar?
Jawab:

Anda mungkin juga menyukai