Anda di halaman 1dari 5

Membuat Notulen Rapat

Pengertian
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (618), notulen atau notula bermakna catatan singkat mengenai jalannya persidangan
(rapat) serta hal yang dibicarakan dan diputuskan. Jadi, notulen adalah sebuah ringkasan tentang hasil pembicaraan dalam rapat
yang bersifat ringkas, padat, sistematis, dan secara menyeluruh.
Notulen selalu memiliki keterkaitan dengan notulis. Notulis merupakan orang yang bertugas untuk membuat notulen. Untuk
menghasilkan notulen yang baik seperti ciri-ciri di atas, maka dibutuhkan seorang notulis yang baik pula. Notulis hendaknya
memiliki keterampilan menyimak dan menulis sehingga mampu menangkap seluruh isi pokok pembicaraan dan menuliskannya
dalam notulen secara sistematis.
Fungsi
Notulen memiliki beberapa fungsi yang vital terhadap kegiatan rapat tersebut, antara lain:
• Sebagai bukti telah diadakannya suatu rapat.
• Sebagai manometer atau ukuran kesuksesan rapat. Apakah semua tujuan rapat yang tertuang dalam notula telah berhasil
dilaksanakan atau tidak.
• Dapat digunakan sebagai acuan jika akan diadakan pembahasan mengenai kegiatan dalam notulen tersebut. Contoh kegiatan
pembahasan notula rapat International Creative Content.
Bagian-Bagian Notulen
Notulen memiliki beberapa bagian. Dalam hal ini kami sajikan bagian-bagian notulen dalam rapat resmi.
• Kepala Notulen
Sama halnya dengan surat resmi, dalam notulen resmi terdapat kepala notulen yang berisi alamat instansi tempat diadakannya
rapat.
• Judul Notulen
Bagian ini mencakup judul rapat yang bersangkutan. Contoh, rapat yang membahas tentang diadakannya kegiatan lomba antar
kelas atau class meeting, maka judul notulen dapat ditulis,” NOTULEN RAPAT CLASS MEETING “, Judul rapat penting
dicantumkan untuk mengetahui jenis rapat apa yang telah dilaksanakan.
• Waktu Pelaksanaan Rapat
Bagian ini mencakup hari, tanggal, serta jam dilaksanakannya rapat.
• Tempat Pelaksanaan Rapat
Berisi tentang tempat diadakannya rapat tersebut. Misal di Ruang OSIS SMAN 1 Sewon.
• Susunan Acara
Bagian ini berisi susunan kegiatan rapat tersebut, dimulai dari pembukaan hingga penutup.
• Hasil Rapat
Hasil rapat berisi tentang beberapa keputusan yang telah dimufakati dalam rapat tersebut, dapat berisi tentang persetujuan hasil
rapat pada umumnya seperti kesimpulan, susunan kepanitiaan, usulan para peserta rapat, dan jadwal kegiatan. Tergantung kepada
jenis rapat yang dilaksanakan.

Contoh Notulen Rapat Perusahaan


Posted in Contoh Contoh

ADVERTISEMENTS

1. Pengertian

Notulen adalah Naskah Dinas yang memuat catatan jalannya kegiatan


sidang, rapat, mulai dari acara pembukaan, pembahasan masalah sampai
dengan pengambilan peraturan serta penutupan.

NOTULEN RAPAT

PENGURUS PUSAT SP-PGN


Hari / Tanggal : Selasa, 3 Maret 2009
Waktu : 14.00 – 17.00 WIB
Tempat : Ruang Rapat OPB, Gedung B Lantai VIII
Peserta : Pengurus SP-PGN (terlampir
Agenda : – Pembahasan Kelanjutan Masalah Surat Pembatalan
Keputusan Direksi tentang Pengisian Formasi Manajemen Puncak dari Luar
PGN
- Mekanisme pembuatan lambang SP-PGN
- Mekanisme keanggotaan SP-PGN
- Mekanisme iuran anggota
- Pembahasan masalah lainnya
Catatan Rapat :
1. Terkait Kelanjutan Masalah Surat Pembatalan Keputusan Direksi tentang
Pengisian Formasi Manajemen Puncak dari Luar PGN, akan dikirim surat ke
Depnaker dan Menneg BUMN (tembusan ke Direksi PGN) untuk mengadukan
masalah tersebut dan minta pertimbangan / saran dari institusi tersebut.
(Deadline tanggal 6 Maret 2009, PIC : Ketua Umum, Kabid. Advokasi & Hub.
Industrial serta Sekretaris)
2. Lambang PGN akan disayembarakan ke pekerja PGN dengan anggaran
hadiah sebesar Rp. 5.000.000,- (untuk hadih uang dan trophy atau piagam).
Pengumuman melalui email atau portal PGN. (deadline 31 Maret 2009, PIC :
Sekretaris)
3. Akan dibuat formulir keanggotaan SP-PGN yang didalamnya berisi
kesediaan menjadi anggota dan membayar iuran bulanan sebesar Rp.
20.000,- per bulan. Formulir akan disampaikan melalui email maupun
pengurus SP-PGN di tiap unit / satuan kerja masing-masing. (PIC : Kabid
Organisasi dan Keanggotaan, deadline : 31 Maret 2009)
4. Iuran anggota akan dilaksanakan dengan pemotongan gaji bulan April, dan
menunggu hasil konfirmasi pendaftaran anggota SP-PGN. (PIC : Kabid
Organisasi dan Keanggotaan, deadline : 31 Maret 2009)
5. Masalah ketenagakerjaan hasil dari RAKERNAS SP-PGN 2009 yang akan
ditangani langsung oleh Ketua Umum SP-PGN adalah sebagai berikut :
a. Adanya Keputusan Direksi tentang Penerimaan pekerja setingkat
manajemen puncak (sebagai pegawai tetap) yang kurang sesuai dengan
Peraturan Perusahaan
b. Belum adanya komunikasi internal yang kondusif, baik dari sisi
ketersediaan fasilitas (media komunikasi) maupun komitmen. Hal ini ditandai
dengan tidak adanya bukti hasil komunikasi dari manajemen mengenai visi,
misi dan tujuan yang akan dicapai kepada seluruh pekerja
c. Belum adanya perencanaan yang berkesinambungan dalam rangka
pencapaian tujuan perusahaan yang dimonitor dan dievaluasi secara berkala
sehingga tidak ada kesan bahwa pencapaian kinerja perusahaan by accident
atau terjadi dengan sendirinya
d. Perubahan organisasi yang arah dan tujuannya tidak jelas, yang
mengakibatkan ketidakjelasan pekerjaan dan menimbulkan kekhawatiran di
seluruh tingkat jabatan dan staf
e. Percepatan pelaksanaan perubahan struktur organisasi agar tidak
mengganggu proses kerja yang sedang berlangsung
f. Terkait Pedoman Pengadaan Barang/Jasa yang baru, perlu dilakukan
pembandingan dengan BUMN yang lain mengingat besarnya pemberian
kewenangan dari Direksi kepada Kepala Satuan/Unit Kerja
g. Usulan adanya TOA (Table of Authority) untuk struktur organisasi yang
baru TOA yang baru diberikan sepenuhnya ke GM sehingga GM harus
membuat TOA kepada Distrik. Seharusnya TOA disusun terpusat.
h. Penjelasan mengenai status nilai Take Or Pay di neraca yang mana
selama ini telah terakumulasi cukup besar dan batasan waktu sampai kapan
Take Or Pay tersebut dapat diambil dan dipergunakan
i. Kelangsungan bisnis perusahaan terkait pasokan gas di Medan dan
Surabaya yang semakin menurun dan belum ada tambahan pasok, bahkan
kontrak pembelian gas eksisting untuk Medan akan berakhir tahun 2011. Hal
ini menimbulkan demotivasi & keresahan pekerja
j. Pelaksanaan mandat hasil kongres 2007 agar dilaksanakan dengan penuh
tanggung jawab sesuai dengan janji-janji pada waktu Kongres SP Oktober
2007
k. Belum adanya Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara SP dengan
Manajemen
l. Konsolidasi anggota SP untuk bersatu dan untuk memiliki kesamaan
pemahaman sebagai pekerja yang senasib dan sepenanggungan di dalam
keluarga besar PGN
6. Adapun masalah ketenagakerjaan lainnya yang diinventarisir di
RAKERNAS, tindaklanjutnya akan diserahkan tugas dan kewenangan kepada
masing-masing bidang.
Jakarta, 4 Maret 2009
Mengetahui, Notulis,
Ttd Ttd
Liza Soenar Windarti Rachmadi
Bagus M
Ketua Umum Sekretaris

Notulen Rapat :

Hari / Tanggal : Minggu, 17 April 2005

Jam : 14:00 - 18:00 wib

Hadir : 14 Orang

Hasil rapat panitia :

Tempat Acara : Barbados, Kemang, Jakarta Selatan


Waktu : Minggu, 7 Agustus 2005

Jam : 18:30 - 20:00 wib

Tema Acara : Back to School

Dress Code : Atasan Putih, Bawah abu-abu / biru belel Jeans

Pembagian tugas-tugas sie. Sekretariat, Donatur, Acara, Dokumentasi / Publikasi


Rapat berikutnya :

Hari / Tanggal : MInggu, 1 Mei 2003

Waktu : 12:00 wib

Tempat : SMAN 55, Duren Tiga

Materi Pembahasan : - Perincian Laporan kerja per seksi

- Perincian dana yang dibutuhkan dari masing-masing

seksi-seksi.

Rapat selanjutnya ditetapkan pada 29 Mei 2005