Anda di halaman 1dari 23

12/9/2008

METABOLISME NUKLEOTIDA
PURIN & PIRIMIDIN
F.Y. WIDODO
BAGIAN BIOKIMIA
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA

PENDAHULUAN
• Basa Purin & Pirimidin tdp dlm nukleotida DNA/RNA & Koenzim
• Purin: Adenin, Guanin, Hipoxantin, Xantin
Pirimidin: Sitosin, Timin dan Urasil
• Prototrophic: dpt mensintesis Purin & Pirimidin
• As. Nukleat dlm makanan berbentuk Nukleoprotein  dipecah enzim
proteolitik  protein + Asam Nukleat
• Selanjutnya oleh enzim Ribonuklease, Deoksiribonuklease &
Polinukleotidase, asam nukleat dipecah menjadi Mononukleotida
• Nukleotida dihidrolisis oleh Nukleotidase & Fosfatase menjadi Nukleosida
+ asam sulfat
• Nukleosida  Fosforilase usus  basa Purin / Pirimidin
• Purin  oksidasi  ASAM URAT

1
12/9/2008

Tata nama
Basa Ribonukleosida Ribonukelotida (5-MP)
Adenin Adenosin Adenosin monofosfat (AMP)
Guanin Guanosin Guanosin monofosfat (GMP)
Sitosin Sitidin Sitidin 5’-monofosfat (CMP)
Urasil Uridin Uridin 5’-monofosfat (UMP)
Deoksiribonukleosida Deoksiribonukleotida
Adenin Deoksiadenosin Deoksiadenosin 5’-MP (dAMP)
Guanin Deoksiguanosin Deoksiguanosin 5’-MP (dGMP)
Sitosin Deoksisitidin Deoksisitidin 5’-MP (dCMP)
Timin Timidin Timidin 5’-MP (TMP)

PENDAHULUAN
Asam nukleat (dimakan dalam bentuk nukleoprotein)
Enzim proteolitik --------------------- di usus
Asam nukleat
Nuklease (DNAase & RNAase) ------ di getah pankreas
Nukleotida
Polinukleotidase = fosfoesterase---di usus
Mononukleotida
Nukleotidase & fosfatase
Nukleosida
Fosforilase ----------- usus
Basa purin & pirimidin

Guanin Adenosin

Xantin Inosin, Hipoxantin

Asam urat

Absorbsi di usus

Ekskresi sebagai asam urat


di urine

2
12/9/2008

BIOSINTESIS NUKLEOTIDA PURIN

3
12/9/2008

Conversion of IMP to AMP and GMP

BIOSINTESIS NUKLEOTIDA PURIN

• Pada manusia, biosintesis purin untuk


memenuhi kebutuhan asam nukleat
• Ureotelic: bahan akhir dari bahan nitrogen
yang tidak berguna berupa ureum
• Uricotelic:bahan akhir dari bahan nitrogen
yang tidak berguna berupa asam urat (ekskresi
melalui urine)

4
12/9/2008

BIOSINTESIS NUKLEOTIDA PURIN


• Inhibitor: beberapa metabolit yang mirip glutamin (“antifolate drugs”):
- Azaserin = reaksi 5
- Diazanorleusin = reaksi 2
- 6-merkapto purin = reaksi 13 & 14
- Asam mikrofenolat = reaksi 14
• Perubahan AMP & GMP menjadi nukleosida difosfat & trifosfat dikatalisis
Nukleosida monofosfat kinase & Nukleosida difosfat kinase
Untuk adenilat, difosforilasi oleh Myokinase

ATP ADP ATP ADP


Nukleosida Nukleosida Nukleosida
Kinase Kinase
monofosfat difosfat trifosfat

Synthetic Pyrimidine and Purine analogs.

5
12/9/2008

Purin Salvage Pathway


• Konversi purin, ribonukleosida, deoxyribonukleosida menjadi mononukleotida
• Memerlukan energi yang lebih rendah daripada sintesis de novo
• Fosforibosilasi purin bebas oleh PRPP membentuk purin 5'-mononukleotida (Pu-
RP).
Pu + PR—PP  PRP + PPi
• Ada 2 mekanisme:
1. Fosforibosilasi basa purin bebas dg enzim-enzim yg memerlukan
p-ribose-p sebagai donor ribosefosfat :
a. Adenin fosforibosil transferase (APRT)
Memfosforibosilasi adenin menjadi AMP
b. Hipoxantin-guanin fosforibosil transferase (HGPRT)
Memfosforibosilasi hipoxantin dan guanin menjadi IMP dan GMP
Proses fosforibosilasi dengan HGPRT lebih aktif daripada APRT

6
12/9/2008

Purin Salvage Pathway


2. Fosforilasi langsung ribonukleosida purin oleh ATP
Purin + ATP  ADP + Purin-p
- Adenosin kinase : Adenosin  AMP
Deoksiadenosin  dAMP
- Deoksisitidin kinase: Deoksisitidin  dCMP
Deoksiadenosin  dAMP
2’-Deoksiguanosin  dGMP
Jalur ini dilakukan di liver  basa purin dipakai oleh jaringan
lain yang tdk bisa mensintesis purin
Otak: PRPP amidotransferase 
Eritrosit & PMN Lekosit tdk bisa mensintesis 5-
fosforibosilamin

Regulasi Biosintesis Purin


1. Sintesis IMP perlu 6 mol ATP + glisin, glutamin, metenil H4folat & aspartat.
Kecepatan sintesis purin terutama ditentukan oleh konsentrasi PRPP.
Konsentrasi PRPP ditentukan oleh kecepatan sintesisnya, pemakaian &
degradasinya.
Kecepatan sintesis PRPP tergantung:
a. Tersedianya ribose-5-fosfat (substrat)
b. PRPP sintase : - konsentrasi fosfat
- ribonukleotida purin sebagai regulator
alosterik
Pemakaian enzim ini terutama tergantung aktivitas “salvage
pathway” untuk hipoxantin & guanin, juga sintesis de novo
(sekunder)
2. PRPP glutamil amidotransferase (reaksi no. 2)dihambat oleh AMP & GMP
secara kompetitif. Hambatan ini kurang penting.

7
12/9/2008

Regulasi Biosintesis Purin


3. Reaksi (12) & (14) IMP  AMP / GMP
AMP menghambat adenilosuksinat sintetase
GMP menghambat IMP dehidrogenase

GTP
IMP Adenilosuksinat  AMP (perlu GTP)
ATP
XMP GMP (perlu ATP)
Regulasi menyilang untuk mencegah sintesis 1 macam nukleotida purin bila
terjadi defisiensi dari nukleotida lain
• Reduksi 2’-hidroksil nukleotida purin & pirimidin dikatalisis oleh kompleks
ribonukelotida reduktase  dNDPs. Enzim hanya aktif ketika sel aktif
mensintesis DNA
• Reduksi NDPs menjadi dNDPs merupakan kontrol keseimbangan produksi
deoksiribonukleotida untuk sintesis DNA

Skema pengontrolan kecepatan regulasi


sintesa purin (de novo)

8
12/9/2008

Regulasi perubahan IMP menjadi AMP atau


GMP

Regulasi Biosintesis Purin

9
12/9/2008

Regulasi Biosintesis Purin


• Untuk pembentukan IMP dibutuhkan 6 ikatan fosfat bertenaga
tinggi dan: glisin, glutamin, meteniltetrahidrofolat dan aspartat
• Regulator terpenting adalah konsentrasi PP ribose P dalam sel
• Regulasi konsentrasi PP ribose P ini tergantung dari perbandingan
kecepatan sintesanya dan pemakaian/degradasinya
Kecepatan sintesanya tergantung:
1. Adanya substrat, terutama ribose-5P sebab lebih sedikit terdapat
daripada ATP
2. Aktivitas PP ribose P sintetase yang tergantung dari kadar fosfat
intrasel dan kadar ribonukleotida purin dan pirimidin yang dapat
bertindak sebagai allosterik regulator

Regulasi Biosintesis Purin


Kecepatan pemakaian/degradasi PP ribose P tergantung:
• Pemakaiannya dalam “salvage pathway” yang dapat
mengfosforibosilasi hipoxantin dan guanin
• Sintesa purin de novo
Pada laki-laki dengan defisiensi HGPRT yang menurun terdapat:
1. kadar PP ribose P dalam eritrosit yang meningkat
2. cultured fibroblast yang meningkat

Enzim PP ribose P amidotransferase (reaksi 2) dapat dihambat oleh


nukleotida purin (terutama AMP dan GMP secara feedback)
bersaing dengan adanya PP ribose P

10
12/9/2008

Katabolisme Purin
Hasil akhir: asam urat
Guanin & hipoxantin  xantin  asam urat

Katabolisme Purin
• Hasil akhir katabolisme purin pada manusia adalah asam urat
• 99% asam urat manusia didapat dari substrat oleh nukleosida purin
fosforilase (komponen penting pada purin salvage pathway)
• Xantin oksidase:
- sangat aktif pada hati, usus halus, ginjal
- menghambat pembentukan asam urat
- pegang peranan penting pada keadaan hiperurikemia dan gout
• Pada orang normal (dalam jumlah kecil): asam urat (berasal dari
metabolisme asam nukleat oleh flora bakteri dalam usus) diabsorbsi dan
langsung diekskresi
• Pada golongan primata rendah: terdapat enzim urikase yang merubah
asam urat menjadi allantoin yang sangat mudah larut dalam air

11
12/9/2008

Katabolisme Purin
• Pada amfibi, burung dan reptil tidak mempunyai urikase sehingga
mereka mengekskresikannya dalam bentuk asam urat dan guanin
• 18-20 % dari asam urat yang hilang tidak diekskresi dalam urine akan
dipecah jadi CO2 dan amonia  diekskresi dalam empedu untuk masuk
dalam usus dan dipecah oleh flora usus
• Pada manusia pemecahan asam urat menjadi CO2 + NH3 tidak
tergantung dari flora usus
• Na-urat pada manusia akan difiltrasi oleh glomerulus dan direabsorbsi
dan sebagian disekresikan pada tubulus proximal loop dari Henle dan
direabsorbsi lagi oleh tubulus distalis
• Total ekskresi asam urat manusia dalam 24 jam = 400-600 mg
• Aspirin (dosis tinggi): menghambat ekskresi dan reabsorbsi asam urat

BIOSINTESIS PIRIMIDIN
• MEMERLUKAN: PRPP, glutamin, CO2, aspartat,
H4folat
• Beda dg biosintesis purin: ribosefosfat disini
diikat pada akhir reaksi
• Enzim pd reaksi (4): dlm mitokondria, lainnya
dlm sitosol
• (12) H2Folat  H4Folat oleh dihidrofolat
reduktase  dipakai lagi. Inhibitor: MTX
(methotrexat)

12
12/9/2008

PIRIMIDIN SALVAGE PATHWAY

• Mammalia tidak dapat mengubah basa pirimidin bebas menjadi


nukleotidanya, tetapi mempunyai salvage pathway untuk mengubah
nukleosida pirimidin, uridin, sitidin dan timidin menjadi nukleotida
pirimidinnya
• Enzim orotat fosforibosiltransferase dapat meng”salvage” asam orotat
menjadi OMP, tetapi asam orotat tidak dianggap sebagai basa pirimidin
murni
• Enzim ini tidak dapat memakai basa pirimidin sebagai substratnya meskipun
ia dapat mengubah allopurinol (4-hidroksipirazolo-pirimidin) menjadi
nukleotida. Obat anti kanker 5-fluoro urasil dapat pula difosforibosilasikan
oleh enzim tersebut di atas

13
12/9/2008

PIRIMIDIN SALVAGE PATHWAY


ATP ADP
URIDIN UMP
URIDIN-SITIDIN KINASE
SITIDIN CMP

ATP ADP

TIMIDIN TMP
TIMIDIN KINASE

Katabolisme Pirimidin
Terutama terjadi di hati dengan hasil
akhirnya berupa zat-zat yang mudah
larut dalam air. Hasil akhir
katabolisme purin sukar larut (as.
urat, sodium urat)

Hasil akhir katabolisme berupa 


alanin (dari sitosin dan urasil) dan 
amino isobutirat (dari timin)

14
12/9/2008

Katabolisme Pirimidin
Ekskresi -aminoisobutirat meningkat
pada leukemia dan radiasi sinar X,
akibat peningkatan destruksi sel dan
DNA nya.

Ekskresi -aminoisobutirat juga


meningkat pada 25% orang normal
dari etnis Cina dan Jepang

Untuk pseudouridin yang terdapat dalam


tRNA, tidak ada mekanisme hidrolisa atau
fosforilasi untuk nukleosida ini menjadi basa
pirimidinnya (urasil), sehingga pseudouridin
diekskresikan sebagai pseudouridin dalam
urine manusia

Regulasi Biosintesis Pirimidin


Melalui 2 mekanisme:
1. 2 enzim pertama diregulasi secara allosterik (karbamoil
fosfat sintetase dan aspartat transkarbamoilase)
Karbamoil fosfat sintetase:
- dihambat oleh UTP dan nukleotida purin
- diaktivasi oleh PP ribose P
Aspartat transkarbamoilase dpt dihambat oleh CTP
2. 3 enzim pertama dan 2 enzim terakhir diregulasi secara
represi dan derepresi yang terkoordinasi

15
12/9/2008

Regulasi Biosintesis Pirimidin


• Pada pemeriksaan isotop, kecepatan sintesis purin sejajar
dengan sintesa pirimidin  adanya kontrol untuk sintesa
purin dan pirimidin
• Enzim PP ribose P sintetase (untuk pembentukan nukleotida
purin dan pirimidin) dapat dihambat secara feedback oleh
nukleotida purin dan pirimidin
• Enzim karbamoil sintetase dihambat secara feedback oleh
nukleotida purin dan pirimidin dan diaktifkan oleh PP ribose P
• Kesimpulan  ada suatu regulasi menyilang (cross regulation)
antara sintesa nukleotida purin dan pirimidin

Regulasi Biosintesis Pirimidin

16
12/9/2008

KELAINAN METABOLISME PURIN


Hiperurikemia dan Gout
• Bentuk asam urat tergantung dari pH sekitarnya, pH pada
keadaan fisiologis didapatkan hanya asam urat dan garam
monosodium dari urat
• pH < 5,75 terutama terdapat dalam bentuk asam urat
pH = 5,75 jumlah asam urat = Na urat
pH > 5,75 terutama terdapat dalam bentuk Na urat
• Miseible urate pool dari tubuh dapat digambarkan dari kadar Na
urat dalam serum
• Hiperurikemia: bila kadarnya melebihi jumlah kelarutan Na urat
dalam serum, serum jenuh dengan urat dan kristal Na urat akan
mengendap
• Kelarutan Na urat dalam serum pada 37°C adalah 7 mg/dl

• Endapan Na urat dapat bertumpuk di dalam atau sekitar sendi


• Tophi: tumpukan asam urat pada sendi
• Penumpukan kristal Na urat pada jaringan meliputi fagositosis
dari kristal oleh lekosit polimorfonulear pada sendi dan dapat
menyebabkan reaksi peradangan akut (acute gouty arthritis)

17
12/9/2008

• Keradangan yang kronis pada sendi karena penumpukan tophi


dapat menyebabkan kerusakan pada sendi
• Dalam air kelarutan asam urat adalah 1/17 dari Na urat
• pH urine orang normal < 5,75 (pK asam urat) Bentuk utama
urat pada urine setelah proses di tubuli distalis dan collecting
ducts dalam ginjal adalah asam urat (sangat tidak larut dalam
air
• Pengendapan asam urat dapat dicegah dengan membuat urine
jadi alkalis sehingga asam urat yang terjadi lebih mudah larut
• Kristal Na urat berbentuk jarum

Keadaan hiperurikemia dapat dibagi 2:


1. Ekskresi urat yang terganggu:
Gangguan pada ginjal menyebabkan peningkatan serum urat
walaupun produksinya normal
2. Ekskresi asam urat yg berlebihan karena overproduksi:
a. Sekunder karena penyakit lain, misal: keganasan,
psoriasis
b. Gangguan enzim:
- PPRP sintetase   nukleotida purin 
- Defisiensi HGPRT  PPRP   sintesis de novo
nukleotida purin 
- Defisiensi glukosa 6P-ase  katabolisme purin  
pembentukan asam urat 
c. Sebab yang tidak diketahui

18
12/9/2008

Lesch-Nyhan syndrome
- HGPRT   X linked resesif
- cerebral palsy, choreoathetosis, spasticity
- hiperurikemia (overproduksi) batu asam urat
- self mutilation
- Heterozygote  defisiensi HGPRT sebagian 
hiperurikemia saja tanpa disertai gangguan neurologis
- sering disertai peningkatan PP ribose P dalam sel karena
gangguan pada salvage pathway

Von Gierke’s Disease


• HMP shunt   ribose 5P   sehingga PPRP  
overproduksi purin  hiperurikemia
• Juga didapatkan defisiensi glukosa 6P-ase
- Terdapat laktat asidosis kronis  peningkatan nilai ambang
ginjal untuk sekresi asam urat  penumpukan asam urat
dalam tubuh

19
12/9/2008

Hipourikemia
• Sekresi  atau produksi turun.
• Gangguan genetik atau penyakit liver berat  defisiensi
xantin oksidase
• Ekskresi oksipurin, hipoxantin dan xantin bila sangat berat
dapat terjadi xantinuria dan pembentukan batu xantin
• Pada defisiensi purin nukleosida fosforilase dapat disertai
dengan hipourikemia sebab tidak dapat diproduksinya
hipoxantin dan guanin dari inosin dan guanosin, sehingga
nukleosida purin akan banyak diekskresikan dalam urine,
yaitu: inosin, guanosin dan deoksiguanosin

Hipourikemia
• Guanosin dan deoksiguanosin tidak mudah larut sehingga
dapat terjadi batu ginjal
• Penyakit immunodefisiensi yang berperanan pada defisiensi
enzim metabolisme purin yaitu:
a. defisiensi adenosin deaminase, dimana
sel limfosit T dan B sangat jarang
b. defisiensi purin nukleosida fosforilase,
dimana limfosit T jarang tetapi sel B
normal
Penyebab: autosomal resesif
• Defisiensi purin sangat jarang pada manusia, pada umumnya
karena defisiensi asam folat dan vitamin B12

20
12/9/2008

KELAINAN METABOLISME PIRIMIDIN

• Hasil akhir katabolisme pirimidin: CO2, ammonia, beta alanin dan


propionat mudah larut dalam air  bila over produksi 
jarang didapati kelainan-kelainan
• Hiperurikemia dengan overproduksi PPRP  peningkatan
nukleotida  peningkatan ekskresi dari beta alanin
• Defisiensi folat dan vitamin B12  defisiensi TMP

 aminoisobutirat Aciduria


- kelainan autosomal resesif
- diturunkan, terutama pada orang-orangAsia dan tidak ada
hubungannya dengan penyakit-penyakit lain

Hereditary orotic aciduria


• tipe I:
- tipe yang lebih sering  def. orotat fosforibosil
transferase & orotidilat dekarboksilase
- terjadi anemia megaloblastik, tdp kristal jingga dalam
urine
• tipe II:
- krn defisiensi orotidilat dekarboksilase
• Terapi:
a. Allopurinol (4hidroksipirazolo pirimidin)
- purin analog  menghambat xantin oksidase
- menghambat fosforibosilasi asam orotat
b. 6-azauridin setelah diubah jadi 6 azauridilat
- inhibitor kompetitif untuk OMP dekarboksilase

21
12/9/2008

Reye’s Syndrome:

• Gangguan pada mitokondria hati


• Orotikasiduria sekunder karena ketidakmampuan mitokondria
memakai karbamoil fosfat (pada defisiensi ornitin
trankarbamoilase)  overproduksi asam orotat
• Defisiensi ornitin transkarbamoilase (enzim dalam
mitokondria hati untuk sintesa urea dan arginin):
- terjadi peningkatan ekskresi dari asam orotat, urasil
dan uridin
- karena blok enzim sehingga terjadi akumulasi enzim
tersebut dalam mitokondria
- enzim ini dapat berdifusi keluar  sitosol  katalisa
sintesis pirimidin

Leukemia dan limfoma:


- katabolisme asam nukleat meningkat
- ekskresi pseudouridin dalam urine
meningkat (zat ini mudah larut dalam
air sehingga tidak menimbulkan
masalah)

22
12/9/2008

23