Anda di halaman 1dari 18

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tipe Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional yaitu

dimana penelitian yang dimaksudkan guna mengetahui ada atau tidaknya sebuah

hubungan antara dua variable atau beberapa variabel (Arikunto.S., 2005). Penelitian ini

dilakukan guna mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara kesabaran dengan

kepatuhan berlalu lintas pada siswa SMK Tri Sakti Tulangan.

B. Variable Penelitian

Menurut Sugiyono (2016), vaiabel penelitian adalah segala bentuk apapun

mengenai penelitian yang telah ditetapkan oleh peneliti dengan tujuan mempelajari dan

ditarik kesimpulannya dari informasi tersebut.

Dalam penelitian hubungan antara kesabaran dengan kepatuhan berlalu lintas

pada siswa SMK Tri Sakti Tulangan ini menggunakan kesabaran sebagai variabel bebas

(x) dan kepatuhan berlalu lintas sebagai variable terikat (y).

Variabel ( x ) Variabel ( y )
Kesabaran Kepatuhan berlalu lintas
C. Definisi Operasional

1. Kesabaran

Kesabaran menururt (yusuf 2010) adalah kemampuan untuk mengendalikan,

mengatur mengarahkan (tindakan, perilaku dan perasaan) serta mengatasi berbagai

kesulitan. Kesabaran ini di ukur menggunakan skala kesabaran yang dibuat oleh

peneliti sendiri dengan mengacu kepada aspek kesabaran, antara lain adalah

pengendalian diri, ketabahan, kegigihan, menerima kienyataan pahit dengan ikhlas

dan bersyukur, sikap tenang (Subandi, 2011).

2. Kepatuhan berlalu lintas

Menurut Sarwono & Meinarno (2012) kepatuhan adalah salah satu jenis

pengaruh sosial dimana suatu individu atau kelompok untuk mematuhi dan mentaati

permintaan pemegang otoritas guna untuk melakukan tingkah laku tertentu. Bentuk

dari kepatuhan yaitu sikap patuh individu ataupun kelompok kepada pemegang

otoritas. Kepatuhan berlalu lintas diukur menggunakan skala kepatuhan yang dibuat

oleh peneliti sendiri dengan mengacu pada beberapa aspek kepatuhan yakni

mempercayai (belief), menerima (accept), melakukan (act) . (Kusumadewi, 2012)

D. Populasi, sampel dan tekhnik sampling

1. Populasi

Menurut Sugiyono (2011), populasi merupakan seluruh wilayah baik subjek

maupun objek yang memiliki karakteristik tertentu yang sudah ditentukan oleh

peniliti untuk dipelajari kemudian ditarik sebuah kesimpulan. Populasi dari sebuah
penelitian ini adalah siswa kelas XII SMK Tri Sakti Tulangan-Sidoarjo yang

berjumlah 267 siswa yang berjenis kelamin laki-laki.

Karakteristik subyek penelitian ang digunakan dala penelitan ini adalah :

a. siwa laki-laki dari SMK Tri Sakti Tulangan

b. siswa kelas XII yang memiliki SIM dari semua jurusan

jumlah tersebut terbagi menjadi 3 jurusan, yaitu :

Tabel 3.1

Data Jumlah Siswa kelas XII SMK Tri Sakti Tulangan

Tahun Pelajaran 2018/2019

No Jurusan Kelas Jumlah


1. Teknik kendaraan Ringan XII 96
2. Teknik Listrik XII 53
3. Teknik Permesin XII 118
Total 267

2. Sampel

Sampel merupakan bagian dari jumlah serta karakteristik yang dimiliki oleh

sebuah populasi (Sugiyono, 2011). Penentuan sampel dalam penelitian ini mengacu

pada tabel Issac dengan taraf kesalahan 5% sehingga didapatkan sampel penelitian

sebesar 80 siswa SMK kelas XII yang berjenis kelamin laki-laki.

Kelas X : x 243 = 90

Kelas XI :

Kelas XII :
Total = 243

3. Teknik Sampling

Sugiyono (2011), memaparkan bahwa tekhnik sampling yakni suatu

tekhnik dalam pengambilan sampel yang digunakan untuk penelitian. Dalam

penelitian ini menggunakan probability sampling dengan tekhnik purposive

sampling yang meberikan peluang sama bagi angota populasi untuk dijadikan

anggota sampel.

E. Tekhnik Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan dua skala psikologi yaitu, skala kesabaran dan

skala kepatuhan berlalu lintas sebagai alat ukur untuk pengumpulan data pada

penelitian. Kedua skala yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jenis

skala likert. Skala likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur pendapat

dan persepsi seseorang tentang fenomena yang ada pada lingkungan sosialnya

(Sugiyono, 2011). Dalam skala likert variabel yang diukur dijabarkan menjadi

indikator variabel, lalu indikator tersebut digunakan sebagai acuan untuk

menyususun sebuah aitem-aitem instrument yang dimana aitem-aitem instrument

tersebut dapat berupa pertanyaan maupun pernyataan. Jawaban dari item

instrument skala likert memiliki gradasi dari sangat positif hingga sangat negatif,

yakni berupa kata sangat setuju (SS), setuju (S), ragu-ragu (RG), tidak setuju (TS)

dan sangat tidak setuju (STS).

Sedangkan model skala likert yang digunakan peneliti dalam dalam

penelitian ini yakni pengembangan alat ukur dengan 4 pilihan jawaban yakni

Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Sangat Tidak Setuju (STS) dan Tidak Setuju (TS).

Berikut skala likert yang akan digunakan dalam penelitian yang akan dilakukan.
Tabel 3.2

Skor Jawaban Pernyatan Skala Likert

Jawaban Arti Favourable unfavourable


SS Sangat Seuju 4 1
S Setuju 3 2
TS Tidak Setuu 2 3
STS Sangat Tidak Setuju 1 4

Tabel 3.3

Blue Print skala kepatuhan berlalu lintas (sebelum try out)

No Aspek Indikator Favorabel Unfavorabel Total


1. Mempercayai 1. Percaya kepada 1, 14, 30 12, 16, 32 6
peraturan yang ada

2. Percaya pada 15, 18, 36 2, 22, 34 6


kebenaran tata tertib
tanpa melihat
pengawas tata tertib

2. Menerima 1. Menerima dengan 5, 17, 33 3, 19, 31 6


sepenuh hati suatu
perintah atau
peraturan yang dibuat

2. Menerima hukuman 4, 23, 35 10, 21, 24 6


dan konsekuensi atas
pelanggaran yang
dibuat

3. Melakukan 1. Menjalani 7, 20 11, 27 4


perintah atau
peraturan yang
telah ditetapkan

2. Mematuhi 6, 25 8, 29 4
peraturan yang
telah dibuat
3. Bertindak sesuai 9, 28 13, 26 4
dengan peraturan

Total 36

Selain menggunakan skala kesabaran, dalam penelitian ini juga memakai

skala kepatuhan berlalu lintas, blue print skala kepatuhan berlalu lintas tertulias

pada tabel 3.4

Tabel 3.4

Blue Print Skala Kesabaran (sebelum Try Out)

No. Aspek Indikator Favorabel Unfavorabel Total


1. Pengendalian diri tinggi Mampu bertoleransi, 2, 13 6, 22 4
tidak mudah marah
dan memaafkan
kesalahan orang lain.
Mampu bertutur kata 8, 30 1, 26 4
yang baik dan manis
meskipun tidak
diperlakukan dengan
baik
2. Ketabahan tinggi Mampu bertahan dan 5, 21 10, 14 4
kembali dalam situasi
sulit
Mampu untuk 11, 23 7, 20 4
bersabar, tabah dan
tidak mengeluh saat
mengalami kepahitan
hidup
3. Kegigihan tinggi Ulet dan mampu 15, 27 9, 34 4
bekerja keras dalam
mencapai tujuan
Sabar dalam 24, 29 16, 35 4
mewujudkan usaha
yang dilakukan
dengan tidak putus asa
dan terus mencoba
4. Keikhlasan dan rasa Menerima takdir atau 12, 28 19, 31 4
syukur tinggi dalam ikhlas dengan keadaan
menerima kenyataan yang terjadi pada
pahit dirinya
Berfikir positif 18, 33 25, 39 4
5. Ketenangan yang tinggi Tidak terburu-buru 3, 37 27, 36 4
dala bersikap dalam suatu hal
Menikmati proses dan 40, 32 38, 4 4
melewati situasi sulit
atau menyenngkan
Total 40

F. Validitas dan Reliabilitas

1. Validitas

a. Validitas skala

Penelitian ini menggunakan satu jenis validitas, yaitu validitas isi.validitas

ini bertujuan guna mengungkap sejauh mana alat ukur layak digunakan guna

mengungkap atribut yang akan dipakai oleh perancang (Azwar, 2014). Uji

validitas ini menggunakan pertimbangan professional judgement, yang berguna

untuk menentukan kesesuaian antara aitem yang berada dalam instrument dengan

tujuan pengukuran , serta kesesuain dengan kaidah penyusunan skala yang ada.

b. Analisis aitem

Penelitian ini menggunakan analisis aitem dengan correlated aitem

totalcorrelation. Yakni untuk memastikan aitem yang digunakan dalam skala

pengukuran valid dengan bantuan SPSS (Statistical Package for Social Sciances)

25 for windows. Dengan rumus ini maka dapat diketahui aitem-aitem mana saja

yang sesuai dan yang tidak sesuai yang valid atau yang tidak valid untuk

digunakan sebagai alat ukur.


Menurut Azwar (2015), untuk menentukan standar dari koefisien

validitas aitem yaitu apabila rxy > 0,30. Apabila skor yang didapatkan >0,30 atau

= 0,30 maka dapat dikatakan aitem tersebut valid, sebaliknya jika skor yang

didapatkan < 0,30 maka dapat dikatakan aitem tersebut tidak valid. (Azwar,

2015) Apabila aitem yang diinginkan masih belum mencukupi maka boleh

menurunkan sedikit batasan koefisien kriteria pemilihan aitem menjadi > 0,25

disertai pertimbangan jumlah aitem yang sesuai jumlah aspek-aspek yang

mendasari skala dan kualitas aitem tersebut.

Pengujian validitas aitem pada penelitan ini menggunakan bantuan

program SPSS 18 For Windows dengan teknik Corrected Product Item Total

Correlation. Validitas dapat dikatakan baik apabila nilai yang dihasilkan mencapai

0,30, jika kurang dari 0,30 dapat dikatakan kurang memuaskan (Azwar, 2015).

Peneliti telah melakukan uji coba terhadap 80 subyek yang memiliki

kriteria yaitu berjenis kelamin laki-laki, kelas 12 SMK Tri Sakti Tulngan,

dan sudah memiliki SIM ( Surat Ijin Mengemudi). Uji coba dilakukan dengan

menyebarkan skala secara langsung kepada subyek yang telah ditentukan

peneliti dengan mendatangi sekolah SMK. Setelah melakukan uji coba

kepada 80 subyek SMK yang memiliki SIM, peneliti melakukan tabulasi dari

data yang diperoleh tersebut dan melakukan analisis data menggunakan SPSS 18

untuk mengetahui aitem yang valid serta untuk mengetahui reliabilitas alat ukur

tersebut. Hasil uji coba tersebut sebagai berikut:

a. Skala Konformitas
Hasil uji coba pada skala kesabaran menunjukkan bahwa dari 40 aitem

terdapat 26 aitem yang valid dan 14 aitem yang gugur. Dari 26 aitem yang

valid memiliki nilai validitas diatas standart yaitu berkisar dari 0,301

sampai 0,537 diantaranya adalah nomor 1, 2, 4, 6, 7, 8, 12, 15, 14, 16, 17, 18,

20, 22,23 24, 25, 26, 27, 28, 29,31, 32, 35, 37, 39. sedangkan dari 16 aitem

yang gugur tersebut memiliki nilai validitas dibawah standart 0,30 yaitu

berkisar 0,003 sampai 0,637 diantaranya adalah nomor 3, 5, 9, 10, 11, 13, 19,

21, 30, 33, 34, 36, 38, 40. Berikut aitem valid dan gugur dari skala kesabaran

setelah diuji cobakan dapat dilihat pada tabel dibawah ini

Tabel 3.5

Distribusi Skala Kesabaran

No. Aspek Indikator Favourabel Unfavourabel


valid gugur valid gugur
1. Pengendalian diri Mampu bertoleransi, 2 13 6, 22 -
tinggi tidak mudah marah dan
memaafkan kesalahan
orang lain.
Mampu bertutur kata 8 30 1, 26 -
yang baik dan manis
meskipun tidak
diperlakukan dengan baik
2. Ketabahan tinggi Mampu bertahan dan - 5, 21 14 10
kembali dalam situasi
sulit
Mampu untuk bersabar, 23 11 20, 7 -
tabah dan tidak mengeluh
saat mengalami kepahitan
hidup
3. Kegigihan tinggi Ulet dan mampu bekerja 15, 7 - - 9, 34
keras dalam mencapai
tujuan
Sabar dalam mewujudkan 24, 29 - 16, 35 -
usaha yang dilakukan
dengan tidak putus asa
dan terus mencoba
4. Keikhlasan dan Menerima takdir atau 12, 28 - 31 19
rasa syukur tinggi ikhlas dengan keadaan
dalam menerima yang terjadi pada dirinya
kenyataan pahit Berfikir positif 18 33 25, 39 -

5. Ketenangan yang Tidak terburu-buru dalam 37 3 1 36


tinggi dala suatu hal
bersikap Menikmati proses dan 32 40 4 38
melewati situasi sulit atau
menyenngkan
Total 12 8 14 6

b. Skala kepatuhan berlalu lintas

Hasil uji coba pada skala perilaku merokok menunjukkan bahwa dari

36 aitem terdapat 29 aitem yang valid dan 7 aitem yang gugur. Dari 29

aitem yang valid memiliki nilai validitas diatas standart yaitu berkisar dari

0,303 sampai 0,586 diantaranya adalah nomor 1, 3, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13,

15, 16, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 32, 34, 35, 36

sedangkan dari 7 aitem yang gugur tersebut memiliki nilai validitas

dibawah standart 0,30 yaitu berkisar -0,085 sampai 0,288 diantaranya

adalah nomor 2, 4, 5, 14, 17, 25, 33

Berikut adalah aitem valid dan gugur dari skala kepatuhan berlalu lintas

setelah diuji cobakan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 3.6

Distribusi Skala Kepatuhan Berlalu Lintas

No Aspek Indikator Favorabel Unfavorabel


Valid gugur valid Gugu
r
1. Mempercayai 1. Percaya kepada 1, 30 14 12, 16, -
peraturan yang 32
ada
2. Percaya pada 15, 18, - 2, 34 2
kebenaran tata 36
tertib tanpa
melihat
pengawas tata
tertib
2. Menerima 3. Menerima - 5, 17, 3, 19, -
dengan sepenuh 33 31
hati suatu
perintah atau
peraturan yang
dibuat
4. Menerima 4, 23 - 10, 21, -
hukuman dan 35 24
konsekuensi
atas pelanggaran
yang dibuat
3. Melakukan 5. Menjalani 7, 20 - 11, 27 -
perintah atau
peraturan yang
telah ditetapkan

6. Mematuhi 6 25 8, 29 -
peraturan yang
telah dibuat
7. Bertindak sesuai 9, 28 - 35, 26 -
dengan
peraturan

Total 13 5 17 1

8. Reliabilitas

Reliabilitas adalah konsistensi dari serangkaian pengukuran atau serangkaian

alat ukur. Maksudnya apabila dalam beberapa pelaksanaan pengukuran terhadap

kelompok yang sama diperoleh hasil yang relatif sama (Saifuddin, 2015). Reliabilitas

dalam penelitian ini menggunakan alpha cronbach’s. Sehingga akan diketahui

indikator mana saja yang tidak sesuai, dengan ketentuan nilai ɑ > 0,5 merupakan nilai

reliabel (Sugiyono, 2016)


a. Skala Kesabaran

Skala kesabaran pada peneltian ini menunjukkan koeisien Alpha

cronbach sebesar 0,889. Aitem dalam skala in berumlah 40 aitem dengan

26 aitem yang valid. Uji coba penelitian ini pada siswa SMK Tri Sakti

diperoleh nilai koefisien sebesar 0,889. Nilai reliabilitas sebesar 0,889

dianggap sudah memenuhi standar reliabilitas atau dianggap reliabel

dengan taraf signifikan 0,05 serta aitem-aitemnya dapat digunakan sebagai

penelitian.

Tabel 3.7

Hasil Pengukuran Realibiltas skala Kesabaran

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items

,889 26

b. Skala Kepatuhan Beralalu Lintas

Skala kepatuhan berlalu lintas pada peneltian ini menunjukkan

koeisien Alpha cronbach sebesar 0,916. Aitem dalam skala ini berjumlah

36 aitem dengan 29 aitem yang valid. Uji coba penelitian ini pada

siswa SMK Tri Sakti diperoleh nilai koefisien sebesar 0,916. Nilai

reliabilitas sebesar 0,916 dianggap sudah memenuhi standar reliabilitas

atau dianggap reliabel dengan taraf signifikan 0,05 serta aitem-aitemnya

dapat digunakan sebagai penelitian.


Tabel 3.8

Hasil Pengukuran Realibiltas skala Kepatuhan Berlalu lintas

Reliability Statistics

Cronbach's
Alpha N of Items
,916 29

Menurut Azwar (2015) besarnya suatu koefisien reliabilitas

berkisar antara 0 sampai 1. jka nilai koefisien semakin mendekati angka 1

maka nilai reliabilitas tersebut dapat dikatakan baik dan reliabel untuk

dijadikan sebagai alat ukur. Namun, apabila sebaliknya jika nilai

reliabilitas mendekati angka 0 maka alat ukur tersebut dapat dikatakan

tidak reliabel. Oleh karena itu skala kesabaran dan kepatuhan berlalu

lintas diatas dikatakan reliabel.

G. Analisis Data

Penelitian ini memakai penelitian jenis korelasi product moment ialah alat uji

statistik yang digunakan untuk menguji antara dua variabel yang datanya berskala

interval atau rasio atau hipotesis asosiatif (uji hubungan).

Penelitian ini menggunakan uji asumsi normalitas dan linearitas yang dihitung

menggunakan bantuan program SPSS 18 For Windows. Pada penelitian ini untuk

menghitung korelasi antara hubungan kesabaran sebagai variabel (x) dengan kepatuhan

berlalu lintas sebagai variabel (y) menggunakan teknik statistik parametrik dengan
menggunakan uji korelasi Product Moment dari Pearson yang dibantu dengan program

SPSS 18 For Windows.

AITEM KESABARAN

1. pengendalian diri
a. F : - saya berusaha tetap tenang ketika ada pengendara lain yang membahayakan saya
- ketika ada pengendara lain mengganggu ketenangan berkendara saya, saya berusaha
tidak marah
Un : - saya merasa kurang berkenan jika ada pengendara yang melanggar lalu lintas
- Jika ada pengendara yang melanggar lalu lintas saya tak segan memarahinya

b. F : - saya berusaha tetap berperilaku baik meskipun ada pengendara lain yang marah-marah
dijalan
- meskipun lalu lintas padat saya berusaha menenangkan pengendara lain agar tidak
emosi
Un : - saya cenderung mengumpat jika diperjalanan saya terganggu oleh pengendara lain
- Hal yang paling saya benci adalah kemacetan dijalan

2. ketabahan tinggi
a. F : - bagi saya jalanan adalah salah satu ujian mental yang menantang
- saya berusaha tegar saat ada masalah yang menimpa saat berkendara dijalan
Un : - saya merasa kurang baik-baik saja bila ada masalah dalam perjalanan
- Ketika ada masalah dalam perjalanan, saya cenderung merasa tidak ada yang bisa
saya perbuat

b. F : - saya pikir penting untuk tidak mudah emosi dalam berkendara


- saya berusaha tetap tenang meskipun lalu lintas sedang mengalami kerusakan

Un : - saya adalah orang pertama yang mara jika ada pengendara lain yang tidak mematuhi
peraturan lalu lintas
- Jalanan acap kali mebuat saya kurang nyaman

3. kegigihan tinggi
a. F : - saya berusaha menjalankan kendaraan saya dengan hati-hati agar selamat sampai tujuan
- saya cukup baik dalam melewati hambatan yang ada dalam berkendara
Un : - saya tidak memiliki semangat dalam berkendara dijalan
- Saya sering merasa lelah ketika lalu lintas sedang padat
b. F : - lalu lintas padat atau tidak bagi saya itu tantangan yang harus saya hadapi ketika
dijalanan
- saya akan terus melanjutkan perjalanan meskipun ada gangguan dijalan

Un : - terkadang saya kecewa dengan lalu lintas yang tidak kondusif


- Saya cenderung tidak memperdulikan tujuan kemana berkendara ketika lalu lintas
padat

4. keikhlasan
a. F : - saya berusaha menerima keadaan ketika lalu lintas tidak berpihak kepada saya
- saya merasa bisa mengendalikan diri ketika ada hal yang tak terduga terjadi dalam
berkendara

Un : - saya cenderung tidak bisa mengontrol emosi dijalan ketika lalu lintas tidak lancar
- saya merasa bosan ketika lalu lintas macet

b. F : - menurut saya, berlalu lintas dengan baik akan memberi keselamatan dalam berkendara
- ketika ada lalu lintas padat saya berusaha berfikir positif

Un : - saya cenderung berfikir negatif terhadap orang yang berkendara dengan buruk
- saya kurang bisa berfikir postif ketika berkendara dijalan

5. ketenangan
a. F : - saya suka berkendara dengan tenang
- saya menikmati setiap berkendara meskipun dikejar waktu

Un : - saya kadang merasa ada yang kurang ketika berkendara dengan kecepatan yang rendah
- saya sering terburu-buru dalam berkendara
b. F : - saya berusaha menikmati lalu lintas yang padat
- saya merasa tenang jika lalu lntas yang saya lewati tidak macet

Un : - saya kurang nyaman jika tidak kebut-kebutan dijalan


- meskipun dijalan sedang ramai berkendara pelan-pelan akan membuang waktu

AITEM KEPATUHAN

1. F - Saya percaya dengan sebuah peraturan lalu lintas yang sudah dibuat

- ketika ada orang lain yang melanggar peraturan, saya tetap memilih untuk mematuhi

peraturan

- saya tetap percaya dengan adanya sebuah peraturan meskipun peraturan tersebut tidak

tertulis

UF. – saya merasa kurang nyaman jika ada pengendara yang tidak patuh pada peraturan

lalu lintas

2. F. – saya mau menerima peraturan yang telah dibuat

- saya tidak akan melanggar peraturan lalu lintas

- saya mengerti bahwa peraturan itu dibuat bagi keselamatan pengendara lalu lintas
UF. –

3. F. – saya berusaha mematuhi aturan lalu lintas yang telah ada

- saya merasa mampu menjalankan peraturan lalu lintas

UF. -