Anda di halaman 1dari 5

TUGAS

FARMAKOEKONOMI
Dosen : Apt. Elvina Triana Putri., M.Farm

Disusun oleh :
Alma Pratama Putri
20340149/ Reguler C

Program Studi Profesi Apoteker


Fakultas Farmasi
Institut Sains dan Teknologi Nasional
Jakarta
2020
Soal
1. Jelaskan Perbedaan Outcome economic, humanistic dan clinical terkait
farmakoekonomi ?
Jawaban :
a. Outcome economi
Luaran ekonomi adalah pengaruh akibat intervensi dari biaya
pelayanan kesehatan. Pengukuran dan analisis luaran ekonomi
menggunakan prinsip ekonomi atau farmakoekonomi.
Farmakoekonomi adalah ilmu yang mengukur biaya dan hasil
yang diperoleh dihubungkan dengan penggunaan obat dalam perawatan
kesehatan. Farmakoekonomi juga didefinisikan sebagai deskripsi dan
analisis dari biaya terapi dalam suatu system pelayanan kesehatan.
Lebih spesifik lagi adalah sebuah penelitian tentang proses
identifikasi, mengukur dan membandingkan biaya resiko dan keuntungan
dari suatu program, pelayanan dan terapi. Tujuan farmakoekonomi adalah
membandingkan obat yang berbeda untuk pengobatan pada kondisi yang
sama, selain itu juga membandingkan pengobatan yang berbeda pada
kondisi yang berbeda. Hasilnya dapat digunakan sebagai informasi yang
dapat membantu para pembuat kebijakan dalam menentukan pilihan atas
alternative-alternatif pengobatan yang tersedia agar pelayanan kesehatan
menjadi lebih efisien dan ekonomis. Informasi farmakoekonomi saat ini
dianggap sama pentingnya dengan informasi khasiat dan keamanan obat
dalam menentukan pilihan obat mana yang akan digunakan.

b. Outcome Clinical
Pengukuran perubahan status kesehatan karena intervensi pelayanan
kesehatan.
o Intermediate: blood pressure, glucose, LDL-cholesterol, A1c
o Final: stroke, myocardial infarction, death
Evaluasi luaran klinik dilakukan dengan uji klinik atau post-marketing
reports
Contoh :
o Efek penyakit pada pasien
o Efek obat pada pasien
o Efek kepatuhan dan adherence pada pasien
o Efek system penghantaran pelayanan kesehatan pada pasien
c. Outcome humanistic
Informasi tentang dampak produk farmasi dan jasa terhadap
kualita hidup dapat memberikan data tambahan untuk pembuatan
kebijakan kesehatan dan keputusan klinis. Kualitas hidup sebagai masukan
untuk pengambilan keputusan klinis di tingkat pasien juga sangat penting.
Misalnya, pengobatan alternatif mungkin memiliki khasiat yang sama
berdasarkan parameter klinis tradisional (misalnya penurunan tekanan
darah) tetapi menghasilkan efek yang sangat berbeda pada kualitas hidup
pasien. outcome humanistic dievaluasi menggunakan survey atau
kuesioner pada pasien.
Metode yang digunakan, antara lain :
o Health related quality of life (HRQOL)
o Consumer Assessment of Health Plan Survey (CAHPS)

2. Uraikan
a. Patient perspective
b. Payer Perspective
c. Provider perspective
d. Societal perspective
jawaban :
a. Perspektif pasien (konsumen) yaitu pasien mendapatkan pelayanan
kesehatan dengan biaya yang murah. Adapun biaya termasuk:
Langsung tidak langsung Tidak berwujud
b. Perspektif pembayar (perusahaan asuransi) yaitu membayarkan biaya
terkait dengan pelayanan kesehatan yang digunakan peserta asuransi
selama pelayanan kesehatan yang digunakan peserta termasuk dalam
tanggungan perusahaan bersangkutan. Menyusun program pelayanan
kesehatan yang lebih efektif sehingga nantinya dapat memberikan
keuntungan bagi perusahaan.
c. Perspektif penyedia pelayanan kesehatan yaitu menyediakan pelayanan
kesehatan yang diperlukan masyarakat. Sebagai contoh: Rumah Sakit
Pemerintah, Rumah Sakit Swasta, praktik dokter dan praktik bidan.
Biaya termasuk: Biaya -Direct saja
d. Perspektif masyarakat yaitu masyarakat menggunakan pelayanan
kesehatan untuk mencegah terjangkitnya berbagai penyakit, seperti
program pencegahan penyakit dengan imunisasi (Vogenberg, 2001)
Termasuk biaya: Langsung; biaya keseluruhan dalam memberikan
perawatan Tidak langsung; hilangnya produktivitas

3. Jelaskan batasan dari farmakoekonomi research ?


Jawaban
a) Analisis minimalisasi biaya (AMiB) dengan karakteristik analisis efek dua
intervensi sama (atau setara), valuasi/biaya dalam rupiah
b) Analisis efekvifitas biaya (AEB) dengan karakteristik analisis efek dari
satu intervensi lebih tinggi, hasil pengobatan diukur dalam unit
alamiah/indikator kesehatan, valuasi/biaya dalam rupiah
c) Analisis utilitas biaya (AUB) dengan karakteristik analisis efek dari satu
intervensi lebih tinggi, hasil pengobatan dalam quality-adjusted life years,
valuasi/biaya dalam rupiah.
d) Analisis mamfaat biaya (AMB) dengan karakteristikanalisis efek dari satu
intervensi lebih tinggi, hasil pengobatan dinyatakan dalam rupiah,
valuasi/biaya dalam rupiah (McGregor, 2003)

– Efek obat pada pasien


– Efek kepatuhan dan adherence pada pasien
– Efek sistem penghantaran pelayanan kesehatan pada pasien
e. – Efek obat pada
pasien
f. – Efek kepatuhan dan
adherence pada pasien
g. – Efek sistem
penghantaran
pelayanan kesehatan
pada pasien

Anda mungkin juga menyukai